Tag: Tutup Radiator

Agar Radiator Mobil Awet dan berumur panjang

Ini Rahasianya Agar Radiator Mobil Awet Dan Berumur Panjang

Radiator mobil memegang peranan yang sangat penting bagi kinerja sebuah kendaraan. Dimana radiator dan merupakan tempat penampungan utama bagi cairan pendingin mesin. Cairan pendingin bagi radiator bisa berupa air mineral biasa, cairan khusus (radiator coolant) atau campuran dari keduanya. Salah satunya fungsi utama cairan radiator adalah untuk menjaga kestabilan suhu kerja mesin dan mencegah mesin dari overheat.

Saat mobil berjalan, mesin akan menghasilkan panas. Cairan radiator yang bersirkulasi di dalam sistem pendingin mesin (engine cooling system) inilah yang bertugas menyerap dan menghilangkan panas yang dihasilkan oleh mesin mobil. Kemudian cairan pendingin tersebut akan kembali lagi ke dalam radiator untuk didinginkan oleh kipas radiator (radiator fan). Setelah temperaturnya menurun, cairan pendingin ini diedarkan kembali ke komponen pendingin mesin dan ke saluran water jacket pada blok mesin untuk menyerap panas lagi. Proses sirkulasi ini berlangsung terus menerus sesuai dengan kerja dari mesin selama mobil digunakan.

Agus Tri Ariyanto, Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Peran radiator untuk memastikan terjadinya proses pendinginan pada mesin dapat bekerja secara continue. Cairan radiator yang dialirkan ke komponen sistem pendingin mesin harus mampu menyerap panas mesin dengan cepat. Apabila proses penyerapan panas oleh cairan radiator ini berjalan lambat, maka berpotensi menyebabkan terjadinya overheat pada mesin mobil. Seiring berjalannya waktu, cairan pendingin di dalam radiator bisa menjadi kurang efektif untuk mendinginkan mesin. Hal ini lantaran adanya partikel kontaminan yang berupa kerak, karat, lumpur dan kotoran lainnya yang makin lama makin menumpuk dan mengendap di dalam radiator. Ketika efektifitas dari sistem pendingin mulai berkurang, maka kinerja mesin mobil pun bisa sangat terganggu. Bila sudah begini, akan terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sehingga mobil menjadi boros BBM. Dan yang paling fatal adalah terjadinya overheat pada mesin yang mengharuskan adanya perbaikan overhaul (turun mesin) pada mobil.”

Bagaimana cara mencegah kerusakan pada sistem pendingin sehingga radiator bisa tetap awet dan berumur panjang? Agus Tri Ariyanto, selaku Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor berbagi tips rahasianya untuk merawat radiator mobil.

1. Hindari Mengisi Radiator Mobil Menggunakan Air Mineral Biasa

Tidak dapat dipungkiri, cairan radiator sebagai media pendingin mesin sangat rentan terhadap kotoran, apalagi jika berasal dari air mineral biasa. Pemakaian air mineral biasa sebagai media pendingin pada radiator sebaiknya dihindari. Karena air mineral biasa yang berasal dari air tanah (sumur), air PDAM, air keran, biasanya memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi. Kandungan zat tersebut dapat berdampak buruk pada radiator, antara lain terjadinya korosi yang bisa menyebabkan kebocoran pada radiator.

Mengisi Radiator Menggunakan Air Mineral Biasa
Mengisi Radiator Menggunakan Air Mineral Biasa

Selain itu, air mineral biasa berpotensi menimbulkan endapan kotoran di dalam radiator dan mempercepat terjadi korosi pada komponen pendingin mesin. Apabila radiator jarang dikuras, maka kotoran akan menumpuk/mengendap membentuk gumpalan yang dapat menghambat sirkulasi pendinginan dari radiator menuju mesin mobil. Oleh karenanya, pemilik mobil disarankan untuk secara berkala mengganti cairan radiator sesuai petunjuk dan rekomendasi pada buku manual setiap mobil.

“Cairan radiator bukan sekedar sebagai pendingin temperatur mesin, namun juga sebagai pencegah terjadinya korosi pada saluran sistem pendingin. Korosi dapat mengakibatkan kerusakan pada radiator, seperti kebocoran pada radiator dan komponen pendingin lainnya. Endapan kotoran yang menyumbat saluran radiator, akan menghambat sirkulasi cairan pendingin sehingga mesin cepat panas (overheat). Sebaiknya hindari pemakaian air biasa karena memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi.” ungkap Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

2. Pentingnya Coolant Bagi Keawetan Radiator Mobil

Bukan rahasia lagi, jika cairan radiator berperan sangat penting dalam menstabilkan suhu mesin dan mencegah terjadinya gejala overheat pada mobil. Perlu diketahui, apabila mesin mobil telah mengalami overheat, maka untuk perbaikannya perlu dilakukan tindakan overhaul (turun mesin) pada mobil. Untuk mencegah hal ini terjadi, pemilik mobil perlu secara berkala melakukan penggantian cairan radiator dengan cara flushing (menguras radiator). Selanjutnya, sangat dianjurkan mengisi radiator dengan cairan khusus radiator yakni radiator coolant.

Pentingnya Radiator Coolant Bagi Mobil
Gunakan Radiator Coolant Agar Komponen Pendinginan Mobil Terjaga

Air mineral biasa yang berasal dari air tanah, PDAM atau air suling, tidak bisa bekerja seefektif cairan khusus radiator (coolant) dalam mendinginkan mesin dan mencegah korosi. Sebab, radiator coolant merupakan cairan khusus yang didesign dengan berbagai formula khusus, sehingga sanggup menjaga temperatur mesin sesuai kebutuhan. Selain memang dikhususkan untuk menyerap panas dan menjaga kestabilan temperatur mesin, radiator coolant juga mempunyai fungsi lain. Yakni untuk mencegah korosi di dalam radiator dan saluran sistem pendingin mesin, serta untuk mengangkat endapan kotoran dan karat yang menumpuk di dasar tabung radiator dan permukaan saluran pendingin.

“Radiator coolant memang diformulasikan khusus untuk menyerap panas dan mencegah korosi pada komponen logam seperti radiator dan saluran pendingin mesin (water jacket). Adapun kandungan utama dari cairan coolant, adalah air tanpa mineral, zat anti-beku propylene glycol, dan pencegah karat. Penggunaan air mineral biasa (air tanah dan PDAM) seringkali menimbulkan masalah pada radiator, dikarenakan air tersebut kerap mengandung partikel seperti lumpur, karbon, garam dan lain sebagainya. Hal ini dapat menyebabkan korosi dan endapan kotoran yang akan menyumbat saluran pada sistem pendingin mesin dan radiator. Jadi pilihan terbaik untuk merawat radiator mobil adalah dengan menggunakan radiator coolant, dan sebisa mungkin menghindari pemakaian air mineral biasa.” Jelas Agus Tri Ariyanto ketika diwawancarai di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

3. Periksa Kondisi Selang Radiator

Selang radiator pada umumnya terbuat dari bahan karet yang berfungsi untuk menghubungkan radiator ke saluran pendingin di mesin mobil. Pada setiap mobil pada umumnya terdapat 2 selang yang terhubung ke radiator, yaitu selang radiator atas dan selang radiator bawah. Selang radiator diikat menggunakan klem baja untuk mencegahnya terlepas dari dudukannya akibat tekanan yang kuat dan temperatur tinggi dari mesin.

Kebanyakan selang radiator terbuat dari bahan karet sintetis yang tahan terhadap getaran, panas, dan tekanan tinggi. Karena bagian ini sangat sering terkontaminasi dengan panas mesin. Meskipun begitu, karet ini tidak selamanya mampu menahan panas dari mesin mobil. Apalagi jika mesinnya sering terjadi overheat, otomatis selang radiatornya bisa mengeras secara perlahan dan akhirnya retak.

Apabila selang radiator telah retak, maka tidak akan mampu lagi mengalirkan cairan radiator yang panas. Akibatnya cairan radiator bisa bocor, bahkan menyembur keluar saat mesin bekerja. Periksa keadaan selang radiator secara berkala, dan bila perlu, gantilah selang radiatornya jika sudah berumur.

4. Periksa Kondisi Tutup Radiator

Walau bentuknya kecil, tutup radiator memiliki fungsi yang sangat vital, oleh karenanya jangan pernah meremehkan peran tutup radiator. Apabila komponen ini bermasalah/rusak bisa mengakibatkan mobil mengalami overheat. Selain berfungsi sebagai penutup lubang pengisian cairan radiator, tutup radiator juga berperan sebagai pengatur tekanan di dalam radiator. Radiator bekerja dengan ruang yang vakum, sehingga di dalamnya ukuran toleransi tekanan di dalamnya sudah diatur dari pabrik. Keputusan buka-tutup pagar portal berdasarkan tekanan di dalam sistem radiator.

Tutup Radiator Rusak
Periksa Kondisi Tutup Radiator

Tutup radiator ini seolah menjadi pintu/portal antara radiator dengan tabung reservoir (penampung cadangan cairan radiator). Pada setiap tutup radiator memiliki komponen seal karet (pressure valve) dan pegas (pressure spring). Kerusakan tutup radiator dapat terjadi akibat adanya kerusakan pada seal karet ataupun pegas (pressure spring) yang sudah lemah. Sehingga akan menyebabkan sirkulasi cairan radiator yang berasal dari radiator yang menuju ke tabung reservoir terhambat. Akibatnya cairan radiator yang panas tersebut akan dikirimkan kembali ke bagian mesin. Suhu di dalam radiator dan mesin mobil pun akan meningkat secara perlahan.

Sebaiknya periksa bagian tutup radiator secara berkala. Periksa juga apakah seal nya masih kenyal atau tidak. Kalau sudah rusak, terpaksa Anda harus menggantinya dengan yang baru.

Kenali Penyebab Mesin Mobil Overheat

Jangan Panik Saat Mesin Mobil Overheat, Mungkin Hal Sepele Ini Penyebabnya

Perlu diketahui bahwa kondisi overheat pada mesin mobil akan terjadi saat temperatur mesin melebihi batas maksimum yang ditentukan. Ada banyak faktor penyebabnya, misalnya tutup radiator rusak, kurangnya volume air radiator, kebocoran radiator, sensor sistem pendinginan mobil yang sudah rusak, dan lain sebagainya.

Menurut Tri Ari Yanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Berkurangnya volume cairan radiator adalah hal yang paling sering terjadi dan biasanya menjadi penyebab utama ketika mesin mobil mengalami overheat. Berkurangnya volume cairan radiator ini beberapa diantaranya disebabkan oleh kerusakan tutup radiator, kebocoran kisi-kisi radiator, kebocoran karet seal, rusaknya pompa air (water pump), kebocoran komponen sistem pendingin lainnya, dan penyebab lainnya.”

Jangan anggap sepele tutup radiator mobil, karena ada beberapa komponen penting yang terdapat di dalamnya yang bisa mencegah terjadinya overheat pada mesin. Tutup radiator sendiri memiliki fungsi untuk menjaga atau mengontrol tekanan di dalam radiator dan di dalam sistem pendingin mesin. Ketika terjadi kerusakan pada tutup radiator, maka cairan radiator bisa berkurang drastis, tetapi di tabung reservoir radiator malah penuh cairan.

Ketika cairan pendingin mesin bekerja menyerap panas mesin, maka cairan pendingin (coolant) tersebut akan berubah menjadi panas dan bertekanan tinggi, serta bertambah volumenya. Ketika cairan pendingin (coolant) memasuki radiator, tekanannya akan semakin meningkat karena bersirkulasi di ruang tertutup (ruang vakum).

Maka diperlukan tutup radiator yang berfungsi sebagai katup pelepas (release valve) yang dirancang untuk terbuka pada titik tekanan maksimum. Biasanya katup (valve) pada radiator akan terbuka pada tekanan 11-17 psi. Tekanan di dalam radiator berbeda-beda untuk masing-masing produsen mobil, dan ukurannya dapat dilihat pada penutup radiator. Tekanan tutup radiator biasanya tertera dengan angka ukuran tekanan 0,8 hingga 1,2 bar (11-17 psi).

Ketika tekanan cairan di dalam radiator melebihi batas maksimum, hal itu akan memaksa katup tekan (pressure valve) terbuka. Sehingga memungkinkan panas untuk keluar dan cairan radiator yang berlebih akan mengalir ke tabung resevoir radiator. Setelah radiator menjadi dingin dan tekanan kembali normal, akan terjadi kevacuman pada sistem, maka katup Vakum akan terbuka dan cairan pendingin di tabung resevoir radiator yang meluber akan tersedot kembali ke dalam radiator dan bersirkulasi lagi di dalam sistem pendingin.

Katup-katup pada tutup radiator inilah yang menjaga atau mengontrol kestabilan tekanan di dalam radiator. Apabila terjadi kerusakan pada tutup radiator, maka akan mengakibatkan cairan di dalam radiator atau sistem pendingin mesin berkurang. Sehingga pendinginan pada mesin tidak dapat maksimal dan bisa berakibat terjadinya overheat.

Tri Ari Yanto General Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor menjelaskan, “Jika katup-katup yang terdapat pada tutup radiator rusak, pegas lemah (pressure spring & vacuum spring), akan menyebabkan sirkulasi cairan radiator menjadi tidak optimal. Bahkan, lama kelamaan volume cairan radiator akan semakin berkurang, karena meluber tumpah keluar melalui tabung reservoir. Sebaliknya, cairan yang ada di dalam tabung resevoir juga tidak akan dapat kembali ke dalam radiator.”

Tutup Radiator Rusak
Periksa Tutup Radiator Dari Kerusakan

Kerusakan pada tutup radiator bisanya dikarenakan usia pakai yang sudah lama, dan seringnya dibuka-tutup saat mengisi cairan radiator akibat adanya kebocoran yang tidak segera diatasi. Katup vakum (vacuum valve) yang rusak membuat cairan dari tabung resevoir tidak akan dapat kembali ke radiator saat terjadi kevakuman di dalam sistem pendingin. Sedangkan kerusakan pada katup tekan (pressure valve) akan berakibat cairan pendingin dari radiator meluper memenuhi tabung resevoir dan meninggalkan bekas kerak berwarna keputihan.

Cara sederhana memeriksa kerusakan tutup radiator bisa dilakukan dengan melihat tabung reservoir. Periksa ketinggian permukaan volume air di dalam tabung reservoir, apabila tabung resevoir selalu penuh dan air meluber keluar dari selang outlet tutup tabung resevoir, ini menandakan tutup radiator minta segera diganti dengan yang baru.

Selain itu dapat memeriksa tutup radiator secara visual dan manual dengan memeriksa pegas (pressure spring & vacuum spring), apabila telah lemah atau terjadi korosi maka perlu diganti baru, seal karet pada tutup radiator juga perlu diteliti apakah terdapat tanda robek, getas, aus atau kebocoran.

Ketika di tengah perjalanan terjadi masalah overheat pada mesin mobil, segera pinggirkan mobil di bahu jalan. Jangan buru-buru membawa mobil ke bengkel radiator terdekat atau bengkel mobil terdekat. Tunggu beberapa saat agar mesin lebih dingin dan periksa dengan teliti dan hati-hati kondisi tutup radiator.

Ketika hendak mengganti tutup radiator perlu diperhatikan spesifikasi tekanan pada tutup radiator yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Apabila tidak sesuai, maka katup-katup tutup radiator tidak akan terbuka ketika tekanan radiator tinggi atau saat terjadi kevakuman sistem, yang tentunya akan berakibat mesin overheat karena sirkulasi coolant tidak bisa bekerja maksimal.

Harga tutup radiator tergolong relatif murah, berkisar puluhan ribu hingga seratus ribuan rupiah. Jadi, bagi setiap pemilik mobil, mulai sekarang jangan anggap sepele komponen yang satu ini, karena jika bermasalah atau ada kerusakan bisa menyebabkan mesin overheat dan perbaikannya memerlukan biaya yang mahal apabila sampai terjadi turun mesin (overhaul).

Cara Merawat Radiator Agar Awet

6 Tips Merawat Radiator Mobil Agar Tetap Awet

Kesibukan dan rutinitas setiap hari acapkali membuat kita kurang memperhatikan perawatan mobil kesayangan. Terlebih lagi dalam hal perawatan sederhana seperti pemeriksaan kondisi radiator yang terkadang sering dianggap remeh. Merawat radiator Mobil merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan radiator merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pendinginan mobil.

Radiator merupakan tempat penampungan utama cairan pendingin untuk dialirkan atau didistribusikan ke seluruh komponen pendingin suhu mesin, dan sebagai tempat dimana cairan tersebut didinginkan kembali oleh kipas radiator (radiator fan). Oleh karena itu, kondisi radiator harus benar-benar terawat dan terjaga dengan baik. Selain itu sangat dianjurkan bagi setiap pemilik mobil untuk selalu menjaga kebersihan radiator, baik bagian dalam maupun luar.

Fungsi radiator sangatlah penting bagi pendinginan suhu mobil. Apabila radiator rusak atau bermasalah maka pendinginan mesin tidak akan bekerja dengan sempurna, sehingga bisa menyebabkan mesin terjadi panas berlebihan (overheat) dan tentunya akan mengakibatkan kerusakan komponen utama mesin.

Menurut Agus Tri Ariyanto, Tehnical Service Advisor bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Perawatan radiator kenyatanya masih sering terabaikan oleh sebagian pemilik mobil, hal ini ditandai dengan masih banyak ditemukan masalah overheat mesin mobil yang ditangani di bengkel mobil Zaini Auto Motor. Padahal, jika radiator terawat dengan baik, kualitas mesin mobil akan lebih terjaga dan tidak rentan rusak.”

Lantas bagaimana cara merawat radiator mobil, agar lebih terjaga, awet dan tidak rentan rusak? Berikut ini adalah beberapa tips cara merawat radiator mobil Anda:

1. Gunakan Radiator Coolant

Radiator coolant merupakan cairan khusus yang di design dengan berbagai bahan tambahan, sehingga sanggup menjaga temperatur mesin sesuai kebutuhan. Selain memang dikhususkan untuk menjaga temperatur mesin mobil, radiator coolant juga berfungsi juga untuk mencegah korosi di dalam saluran sistem pendingin mesin, serta untuk mengangkat endapan kotoran dan karat yang menumpuk di dasar tabung reservoir radiator.

Penggunaan air tanah, air keran, air PDAM seringkali menimbulkan masalah pada radiator, dikarenakan air tersebut biasanya mengandung partikel seperti lumpur, kapur, garam dan lain sebagainya, yang dapat menyebabkan saluran didalam radiator dan sistem pendingin mesin menjadi tersumbat atau korosi. Salah satu cara yang tepat untuk merawat radiator mobil dan sebisa mungkin menghindari pemakaian air mineral, adalah dengan menggunakan radiator coolant. Dipasaran banyak jenis Pilihlah jenis radiator coolant yang ditawarkan, maka pilihlah radiator coolant yang cocok bagi mobil Anda.

2. Periksa Volume Cairan Radiator

Tips selanjutnya dalam merawat radiator mobil adalah selalu memperhatikan volume cairan (air atau coolant) pada radiator dan tabung resevoir radiator. Masalah yang sering terjadi pada setiap mobil adalah temperatur mesin sering meningkat drastis (overheat) dikarenakan kurangnya volume air pada radiator mobil.

Kurangnya volume air di dalam radiator bisa disebabkan banyak faktor, beberapa diantaranya adalah kerusakan pada tutup radiator dan mesin yang mengalami overheat. Tutup radiator berfungsi untuk menjaga tekanan yang ada di dalam radiator dan sistem pendingin mesin. Ketika terjadi kerusakan tutup radiator, maka air radiator akan berkurang dan reservoir tank penuh air. Proses kejadian tersebut hampir sama dengan saat mesin mengalami overheat.

Pada mesin yang mengalami overheat, tekanan dan temperaturnya akan naik melebihi batas maksimum. Hal tersebut membuat katup tekan (pressure valve) pada tutup radiator terus menerus terbuka, sehingga air di dalam sistem pendingin akan terus mengalir ke tabung resevoir radiator hingga penuh dan tumpah. Sehingga hal ini menyebabkan air di dalam radiator berkurang.

Ketika volume air di dalam radiator tidak maksimal maka temperatur mesin yang naik berlebihan akan menyebabkan tekanan pada tutup radiator dan tekanan tersebut akan mengakibatkan katup tekanan (pressure valve) terus terbuka. Sehingga air akan terus menerus mengalir ke tabung cadangan air radiator (radiator reservoir) hingga penuh dan tumpah.

Sebaliknya, jika tekanan atau temperatur mesin menurun, maka katup vakum (vacuum valve) pada tutup radiator akan menghisap cairan yang berada di dalam tabung resevoir menuju ke dalam radiator kembali. Karena pada saat tekanan dan temperatur meningkat banyak cairan (air radiator) yang tumpah, maka volume cairan dalam radiator pun akan berkurang.

“Periksa kondisi volume air pada radiator dan di dalam tabung reservoir radiator, apabila kurang maka segera tambahkan sampai sebelum tanda batas maksimum. Sebaiknya batas aman volume cairan radiator adalah pada posisi di tengah-tengah indikator full dan low. Harap diingat, jangan pernah mengisi cairan radiator di tabung reservoir hingga luber. Pasalnya, jika terlalu penuh akan berakibat air radiator tidak bisa bersirkulasi pada saat air radiator dalam kondisi panas,” Ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

3. Periksa Kondisi Selang Radiator Mobil

Selang radiator merupakan komponen penghubung utama sistem pendinginan antara mesin dan radiator. Selang radiator berfungsi untuk mengalirkan coolant atau air radiator yang panas dari mesin ke radiator untuk didinginkan. Dan saat proses pendinginan mesin mobil, maka air radiator akan mengalir dari radiator menuju ke mesin (water jacket).

Seiring masa pakai selang radiator yang bekerja pada suhu dan tekanan air yang cukup tinggi, daya tahan selang akan terus menurun, maka perlu pemeriksaan adanya keausan, getas, retak atau kebocoran pada selang radiator yang terbuat dari material karet elastis yang tahan panas. Agar terhindar dari kerusakan yang lebih parah.

“Pemeriksaan selang radiator perlu rutin dilakukan, apabila sudah terasa keras dan tidak elastis, terlihat ada retak di bagian permukaan luar, ada rembesan atau kebocoran air radiator, maka sebaiknya langsung diganti. Jika selang radiator sampai pecah ketika dalam perjalanan tentunya akan merepotkan,” tukas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Kuras Radiator Secara Rutin

Secara rutin membersihkan atau menguras radiator minimal 2 minggu sekali merupakan salah satu cara merawat radiator agar tetap awet. Menguras radiator bertujuan agar komponen-komponen radiator yang terbuat dari logam terhindar dari korosi, serta membersihkan endapan kotoran yang dapat menyumbat saluran sistem pendingin dan kisi-kisi sirip radiator. Selain itu, saluran pendinginan dan radiator yang bersih akan membuat temperatur mobil tetap terjaga dengan baik dan terhindar dari masalah overheat mesin mobil.

5. Hindari Pemakaian Air Biasa

Air radiator berperan sangat penting dalam mencegah terjadinya gejala overheat pada mobil. Perlu Anda ketahui, bahwa apabila terjadi overheat pada mesin maka bisa mengakibatkan mobil turun mesin (overhaul). Untuk menghindarinya maka, pemilik mobil perlu melakukan penggantian secara rutin. Menurut petunjuk yang direkomendasikan adalah setiap mobil menempuh kelipatan jarak 20.000 KM.

Menurut Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Air radiator bukan sekedar sebagai pendingin temperatur mesin, namun juga sebagai pencegah terjadinya karat pada saluran sistem pendingin. Sebaiknya hindari pemakaian air biasa karena memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi.”

Menghindari pemakaian air mineral biasa, seperti air tanah (sumur), air PDAM, air keran, dapat mencegah radiator mobil mudah rusak. Karena Air tersebut biasanya memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi. Hal tersebut berdampak buruk pada radiator, antara lain korosi yang bisa menyebabkan kebocoran pada radiator.

6. Periksa Tutup Radiator

Pastikan tutup radiator terpasang dengan rapat dan kencang. Sehingga tidak ada kebocoran cairan radiator saat menahan tekanan air yang tinggi dan temperatur mesin yang sangat panas.

Tutup radiator yang sudah kendor bisa membuat air radiator bocor keluar dan lebih cepat berkurang volumenya. Tutup radiator bisa rusak seiring waktu pemakaiannya. Hal ini karena seal karet utama (main rubber seal) yang telah aus dan rusak (robek atau getas). Selain itu pegas (pressure spring) yang sudah lemah juga dapat menyebabkan tutup radiator kendor.

Selain beberapa hal yang telah diuraikan diatas, setiap pemilik mobil juga harus memastikan semua komponen pendingin mesin tidak mengalami kebocoran pada sirip radiator, pipa, selang, pompa bahkan termostat harus dilakukan pengecekan terakhir untuk memastikan sistem radiator mobil Anda dalam kondisi prima dan terjaga dengan baik. Karena hal-hal kecil tersebut seringkali dianggap sepele oleh sebagian orang.

Itulah tips cara merawat radiator mobil agar mobil Anda tidak cepat rusak dan terjadi overheat pada mesin. Jangan sampai Anda baru melakukan perawatan radiator, ketika mobil Anda telah mengalami masalah mesin mobil yang overheat akibat kerusakan komponen pendingin radiator.

Apabila terjadi masalah pada sistem pendingin mesin atau komponen radiator saat Anda dalam perjalanan, maka jangan ragu untuk segera menghubungi bengkel radiator terdekat, atau menghubungi bengkel mobil terdekat untuk memastikan perbaikan secepatnya agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah pada komponen mobil lainnya. Bengkel mobil Zaini Auto Motor menyediakan layanan service panggilan yang dapat membantu Anda ketika mengalami masalah pada mobil kesayangan Anda. Dimanapun tempat yang Anda kehendaki untuk melakukan perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda, maka mekanik profesional akan segera mendatangi Anda.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi