Tag: Tread Wear Indicator

Pecah Ban Mobil Penyebab Kecelakaan di Tol Jagorawi

Kenali Penyebab Pecah Ban Mobil, Agar Kecelakaan Maut Tak Terulang

Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil MPV kembali terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 36, Sentul, Bogor. Kecelakaan ini terjadi pada Minggu (15/9) pukul 08.30 WIB yang menewaskan tiga orang, akibat mobil MPV tersebut mengalami pecah ban. Kejadian pecah ban pada mobil memang cukup berbahaya bagi pengendara. Apalagi terjadi di ruas tol yang memungkinkan pengemudi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi atau kecepatan di luar batas ketentuan. Mobil yang mengalami pecah ban sangat berisiko, sebab setir/kemudi bakal sulit dikendalikan sehingga berakibat mobil melaju secara liar.

Dari kejadian kecelakaan maut tersebut, bisa diambil pelajaran oleh setiap pengemudi mengenai resiko ban pecah saat sedang melaju kencang. Pecah ban mobil memang bisa terjadi kapan saja, namun jika setiap pengemudi selalu mempersiapkan perjalanannya dengan baik, maka kejadian kecelakaan fatal bisa diminimalkan. Maka dari itu, sebagai pemilik mobil yang baik, harus senantiasa memperhatikan kondisi ban mobilnya agar tetap bisa melaju dengan stabil dan aman ketika dikendarai di atas permukaan jalan.

Beberapa waktu lalu, Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Sebenarnya kecelakaan akibat pecah ban bisa dihindari. Salah satu caranya adalah pengemudi senantiasa memeriksa lagi kondisi semua ban mobil sebelum memulai perjalanan, untuk menghindari terjadinya insiden ban pecah. Sebab, ban mobil merupakan komponen keselamatan paling penting dalam berkendara. Lantaran cuma ban satu-satunya komponen mobil yang menempel dan bersinggungan langsung dengan permukaan jalan.”

Pecah ban pada mobil menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan raya. Oleh karenanya, penting bagi setiap pengemudi untuk menjaga kondisi ban mobilnya agar tidak mudah pecah. Setidaknya ada 6 faktor yang bisa menyebabkan ban mobil pecah saat dikendarai.

1. Tekanan Udara Ban Kurang

Ada beberapa penyebab ban mobil pecah mendadak. Namun, faktor utama penyebab terjadinya pecah ban bukan karena ban kelebihan udara, tetapi justru karena tekanan udara yang kurang. Ban mobil yang kekurangan tekanan udara sangatlah berbahaya. Karena pada saat itu ada bagian dinding ban yang mengalami tekanan berlebihan dari bibir pelek akibat tertekan ke bawah oleh berat mobil. Apalagi jika sedang melaju di ruas tol yang permukaan jalanannya ada bagian yang bumpy alias tidak semuanya rata.

Pecah Ban Mobil Akibat Tekanan Udara Kurang
Tekanan Udara Ban Kurang

Tekanan udara pada ban yang tidak sesuai rekomendasi seringkali membuat kerja ban menjadi berat, terutama ketika melaju di jalan tol. Ini lantaran saat ban kekurangan tekanan udara, sidewall (dinding ban) mengalami pergerakan naik-turun yang begitu sering mengikuti permukaan jalan yang dilalui. Sehingga lama-lama membuat benang dan kawat baja (steel belt) menjadi fatigue, getas dan akhirnya mudah putus.

“Gerakan sidewall ban yang begitu sering, membuat ban mobil mudah pecah ketika melaju dengan kecepatan tinggi di ruas tol. Namun, saat tekanan udara pada ban mobil sudah sesuai rekomendasi atau dilebihkan 5-10 psi, maka akan membuat posisi sidewall-nya (dinding ban) tegak. Sehingga ban tidak banyak terjadi defleksi pada sidewall-nya. Selain itu, ban mobil yang kekurangan tekanan udara akan lebih cepat panas, karena permukaan ban yang kontak langsung dengan aspal lebih luas. Jadi lapisan penyusun ban akan cepat memuai, dan bisa menyebabkan pecah ban secara tiba-tiba.” Ujar Listiyono, saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ada anggapan yang salah dan banyak dipercaya masyarakat, dimana pecah ban hanya akan terjadi ketika tekanan udaranya berlebihan. Justru saat tekanan udara pada ban sesuai ketentuan atau sedikit berlebih, dinding ban akan berada pada posisi tegak. Hal ini tidak akan sanggup membuat ban menjadi pecah, meski ada penambahan tekanan hingga 10 psi. Namun, bila ban mobil kekurangan tekanan udara, akan terjadi gesekan yang berlebihan sehingga ban panas dan strukturnya mudah rusak. Oleh karenanya, ban mobil yang kurang tekanan udara sangatlah berbahaya ketika dikendarai di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

2. Pecah Ban Mobil Karena Usia Ban

Faktor penyebab terjadinya ban pecah berikutnya adalah karena ban yang sudah tidak layak pakai. Setiap komponen kendaraan mempunyai batas usia pakai, termasuk pada ban mobil. Seiring waktu pemakaian, kondisi ban mobil yang berbahan utama karet tentunya akan rentan getas, dan kelenturannya akan mengalami penurunan. Tak hanya itu, daya cengkram ke permukaan jalan juga semakin berkurang sehingga performa ban tidak akan maksimal lagi. Ban mobil memiliki batas maksimal usia pakai berkisar antara 3-5 tahun. Jadi meskipun fisik ban masih terlihat baru, jika usianya lebih dari 3-5 tahun, tentu sudah tidak layak pakai dan sering disebut ban kedaluwarsa. Bila ban mobil sudah kedaluwarsa, maka lapisan karet penyusunnya akan mulai retak, getas dan mudah pecah.

Perhatikan Usia Ban Mobil Dengan Melihat Kode Tahun Pembuatan Ban

“Meskipun mobil jarang dipakai hingga bertahun-tahun, tak menutup kemungkinan ban akan mengeras sehingga daya absorbsi (daya serap) terhadap benturan menjadi berkurang. Pemilik mobil tidak boleh mengabaikan kondisi ban seperti ini dengan menganggap kondisi kembangannya masih tebal. Pada umumnya, produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban antara 3-5 tahun.” ungkap Listiyono, saat berbincang di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara mengetahui usia ban mobil adalah dengan melihat kode produksi yang ada pada sidewall (dinding ban). Pada umumnya bagian sidewall ban tertera kode angka yang menjelaskan kapan ban itu diproduksi, yakni minggu ke berapa dan tahun berapa. Misalnya jika ada kode produksi ban bertuliskan “1919”, artinya ban tersebut diproduksi pada minggu ke sembilan belas tahun 2019. Sehingga ban tersebut akan kedaluwarsa maksimal pada bulan Mei 2024.

3. Kondisi Ban Aus Mengakibatkan Pecah Ban Mobil

Ban merupakan komponen yang paling sering bergesekan dengan berbagai medan jalan, tentu membuat karet ban cepat aus dan mengalami kerusakan. Ban yang sudah aus alias botak, juga sangat rentan mengalami kasus pecah ban secara tiba-tiba. Hal ini wajib diantisipasi oleh setiap pengemudi dengan melakukan pengecekan kondisi fisik ban sebelum mobil dipakai bepergian. yang hendak menggunakan mobil sebaiknya terlebih dahulu memeriksa bannya.

Thread Wear Indicator adalah Tanda Keausan Ban
Thread Wear Indicator

Salah satunya adalah memeriksa tingkat keausan ban melalui indikator TWI (Tread Wear Indicator). Selain itu, perlu memeriksa bila ada sobekan, retakan atau benjolan pada ban, sebelum mobil dipakai perjalanan jarak jauh. Mengetahui sejak dini kerusakan ban akan lebih baik, sehingga bisa cepat melakukan penggantian atau berkendara lebih hati-hati.

“Pada semua ban dilengkapi dengan tanda/indikator keausan ban yang sering dikenal dengan tanda TWI (Tread Wear Indicator). Tanda keausan ban (Thread Wear Indicator) ini berupa simbol segitiga pada dinding ban (sidewall). Selain simbol segitiga TWI, pada ban juga terdapat tonjolan kecil di sela-sela bagian tengah kembangan ban (grooves). Setidaknya, minimal ada enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban. Apabila indikator TWI tersebut sudah mendekati atau sudah sama rata dengan permukaan ban sebaiknya segera lakukan penggantian ban.” Jelas Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Beban Yang Dibawa Terlalu Berat

Semakin berat beban yang diangkut sebuah mobil, maka semakin besar pula tekanan yang akan diterima oleh ban. Tekanan yang besar ini akan memaksa ban untuk bekerja ekstra keras, bahkan melampaui batas kemampuannya. Sehingga ketika ban tersebut sudah tidak mampu lagi menahan tekanan dan beban yang diterimanya, ban dapat pecah seketika. Sebaiknya kita tahu berapa daya angkut mobil milik kita. Rumusnya mudahnya adalah daya angkut sama dengan gross vehicle weight (berat maksimum mobil), dikurangi berat kosong mobil (curb weight).

Beban Berlebihan Penyebab Pecah Ban Mobil

Oleh karenanya, sebaiknya hindari mengangkut beban melebihi batas kemampuan daya angkut yang telah disarankan. Untuk mengantisipasi kelebihan muatan, pastikan beban yang diangkut mobil kita sesuai yang dianjurkan di buku manual. Jika mengacu pada jumlah penumpang, umumnya mobil berukuran sedang (hatchback, city car) hanya bisa memuat lima penumpang dewasa, sementara minivan (SUV, MPV) maksimal bisa tujuh hingga delapan orang. Kesehatan ban bakal berkurang bila terlalu lama digunakan mengangkut beban berlebihan. Salah satu dampaknya, benang/kawat di dalam ban bisa putus hingga muncul bencolan di sidewall dan permukaan ban.

5. Jarang Membersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil

Membersihkan sela-sela kembangan ban mobil terdengar seperti hal sepele. Apabila di sela-sela kembangan ban banyak terdapat batu kerikil kecil, benda tajam, atau benda asing lainnya, sangat berpotensi membahayakan kondisi ban. Sebab, batu kerikil atau benda tajam tersebut sangat mungkin menimbulkan luka dan menusuk permukaan ban. Akibatnya bisa merobek dan merusak rajutan benang/kawat baja yang berfungsi sebagai pelindung dan penyusun konstruksi ban.

Selain itu, saat hujan atau saat mobil melintasi genangan air, memungkinkan air masuk ke dalam ban melalui celah yang robek/luka tersebut. Selanjutnya, air akan masuk di dalam ban dan dapat membasahi rajutan benang dan steel belt (kawat ban). Apabila steel belt (rajutan kawat) ini basah, maka dapat menyebabkan korosi yang bisa membuat steel belt rawan berkarat dan getas. Jika hal ini terjadi dan mobil melaju di jalanan, ban berpotensi terkoyak atau robek. Dan saat itulah ban berpotensi mudah pecah.

Bersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil
Bersihkan Sela-Sela Ban Mobil dari Kerikil Dan Benda Asing

Oleh karena itu, sebaiknya tekanan udara pada ban mobil disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Biasanya, tabel petunjuk tekanan ban ada di balik pintu mobil sebelah kanan. Tabel ini memuat tekanan udara ban yang direkomendasikan. Periksalah secara rutin tekanan udara dan kondisi ban mobil sebelum memulai perjalanan. Kurangnya tekanan angin memang bisa membuat ban meletus. Sebaliknya kelebihan tekanan angin bisa mengurangi daya cengkeram ban di permukaan aspal. Untuk mengukur tekanan angin ideal pada ban sebenarnya membutuhkan alat khusus yang biasa ada pada alat pompa.

6. Perawatan Dan Penggantian Ban Rusak

Pemilik mobil wajib hukumnya menaruh perhatian lebih pada komponen ban. Agar perjalanan tetap lancar dan aman, maka sebaiknya sebelum memulai perjalanan perhatikan kondisi ban mobil terlebih dahulu. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan kondisi ban mobil bertujuan untuk mengetahui kelayakan kondisi ban mobil saat hendak digunakan. Bila terdapat beberapa indikator kerusakan di atas, segera lakukan perawatan hingga pengganti ban dengan yang baru. Khawatirnya bila dipaksakan dalam kondisi tekanan kurang, ban gundul/aus, ban rusak, dan usia ban kedaluwarsa, maka bisa memicu terjadinya kecelakaan fatal saat perjalanan. Entah disebabkan ban kehilangan traksi karena menurunnya daya cengkram ban terhadap permukaan jalan, atau terjadi pecah ban saat melaju pada kecepatan tinggi.

Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Ban
Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Dan Penggantian Ban

Intinya, pemilik mobil harus menaruh perhatian lebih soal perawatan ban, rotasi ban, dan penggantian ban yang sesuai rekomendasi pabrikan. Perawatan atau service berkala merupakan suatu keharusan, agar senantiasa mendapatkan kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Ketika service berkala biasanya di dalamnya juga ada pekerjaan pengecekan fisik ban dan rotasi ban mobil, sehingga bisa menambah rasa aman dalam berkendara. Kelalaian atau kurang rajin melakukan servis berkala pada mobil, sama halnya mempertaruhkan keselamatan dan nyawa sendiri beserta keluarga. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah tempat terbaik untuk melakukan service berkala, perawatan, dan perbaikan mobil kesayangan Anda.

Keunggulan melakukan service dan perbaikan di bengkel Zaini Auto motor adalah tanpa antrian, biayanya murah, perbaikan cepat dan tepat, banyak promo, tersedia sparepart, dan ditangani mekanik berpengalaman. Bahkan saat ini generasi millenial sangat menggemari layanan “Bengkel Mobil Panggilan”. Karena layanan ini mudah diakses melalui aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone berbasis android maupun IOS. Jadi, customer bisa secara realtime memantau histori perbaikan mobilnya memalui smartphone. Dan nantinya tinggal terima beres performa mobilnya akan kembali prima seperti baru lagi.

Service Berkala Komponen Mobil Usai Mudik Lebaran

Usai Mudik Lebaran, 6 Komponen Mobil Ini Wajib Diperiksa

Sejumlah gerbang tol ketika arus mudik maupun arus balik mengalami kepadatan dan kemacetan yang cukup panjang. Bukan cuma itu, ketika arus mudik maupun arus balik lebaran jalan non-tol juga terkena imbas dari penerapan sistem satu arah (one way) di jalan tol. Hal ini tentunya memaksa mobil para pemudik yang melewati jalur tol maupun non-tol harus bekerja keras menghadapi kemacetan.

Oleh karena itu, setelah mudik lebaran, sebaiknya pemilik mobil segera memeriksa kembali kondisi mobilnya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga performa mesin dan mendeteksi kemungkinan adanya kerusakan pada komponen mobil setelah digunakan menempuh perjalanan jauh.

Ada beberapa komponen mobil yang perlu menjadi perhatian dan sangat penting untuk diperiksa. Bagian mana saja yang perlu menjadi perhatian? Untuk lebih jelasnya silahkan simak uraian berikut ini.

Periksa Komponen Mesin

Setelah dipakai menempuh perjalanan jauh pasca mudik lebaran, maka ada baiknya dilakukan pemeriksaan dan service pada semua komponen mesin mobil. Pemeriksaan komponen seperti injektor, busi, radiator, saringan udara, throttle body, dan lainnya untuk menjamin kondisi mobil tetap prima pasca mudik. Komponen mesin mobil yang terawat, nantinya tidak akan merepotkan Anda ketika digunakan sehari-hari.

Untuk itu, sempatkan waktu datang ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi untuk mengembalikan performa mesin mobil Anda dalam kondisi yang prima dan siap jalan. Pengerjaan tune up standart untuk mobil konvensional biasanya meliputi pembersihan dan penyetelan karburator, penyetelan valve, pengecekan filter udara, filter AC, pemeriksaan filter oli, pemeriksan busi, dan lainnya.

Sedangkan pemeriksaan dan tune up standar untuk mobil injeksi biasanya meliputi OBD scan (On Board Diagnosis), pembersihan throttle body, pengecekan injektor, pemeriksan busi, pemeriksaan filter AC, filter udara, filter oli, dan komponen lainnya.

Gurah Mesin (carbon clean) di Bengkel Zaini Auto Motor
Gurah Mesin (carbon clean)

“Jika performa dan tenaga tenaga mesin ingin ditingkatkan, maka bisa dilakukan gurah mesin (carbon clean) atau Pembersihan ruang bakar. Service gurah mesin (carbon clean) ini berfungsi untuk mengembalikan performa mesin seperti semula agar tetap bekerja dalam kondisi optimal,” ujar Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, saluran bahan bakar ke ruang bakar mesin (combustion engine) juga harus diperiksa. Apabila fuel filter (saringan bensin) sudah kotor harus segera diganti. Agar sistem pengapian makin sempurna kondisi kabel busi harus prima dan kondisi busi jika telah aus dan berkarbon sebaiknya diganti baru.

Pemeriksaan Sistem Rem

Pasca mudik lebaran, komponen fast moving seperti sistem rem merupakan salah satu komponen yang wajib diperiksa kembali. Komponen sistem rem seperti kampas rem, minyak rem (brake fluid) dan disc brake, perlu pemeriksaan lebih detail. Apakah komponen-komponen tersebut masih layak pakai dan hanya memerlukan perawatan atau sudah saatnya diganti.

Mengingat sistem rem merupakan bagian dari kaki-kaki mobil yang fungsinya sangat penting saat berkendara, ada cara mudah untuk mengetahui kondisinya. Pertama, periksa kedalaman pedal rem. Apabila injakan pedal rem sudah sangat dalam, ini menandakan kampas rem sudah aus dan menipis sehingga daya cengkramnya pasti berkurang.

Pemeriksaan Sistem Rem dan Ketebalan Cakram
Pemeriksaan Ketebalan Cakram

“Jika kampas rem sudah menipis atau aus, periksa kemungkinan masih layak pakai atau tidak. Kampas rem yang tidak layak pakai dan perlu segera diganti, ditandai pedal rem terasa bergetar saat diinjak pada kecepatan tinggi. Tanda lainnya adanya suara berdecit saat melakukan pengereman. Kampas rem yang sudah menipis akan menyisakan bagian logamnya, sehingga akan menimbulkan suara bergesekan antara logam kampas rem dengan disc brake.” jelas Agus Zainal, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor.

Periksa Kondisi Oli Mesin

Hal yang paling mudah dan dapat dilakukan sendiri adalah memeriksa kondisi oli. Setelah melakukan perjalanan mudik yang cukup jauh dan odometer mobil sudah menunjukkan jarak maksimum untuk mengganti oli, sebaiknya jangan ditunda. Penggantian oli mesin tepat pada waktunya akan membuat komponen di dalam mesin mobil lebih terawat. Selain itu akan terhindar dari kerusakan, sehingga usia pakai komponen mobil akan lebih lama. Selain itu, tidak ada salahnya melakukan penggantian oli mesin lebih awal, apalagi jika mobil yang digunakan sudah berumur.

Pemeriksaan kualitas Oli mesin mobil
Pemeriksaan Oli Mesin

Pemeriksaan selanjutnya adalah pada bagian sekitar mesin. Periksa kemungkinan adanya rembesan oli mesin. Hal ini bertujuan untuk mengetahui adanya kebocoran pada saluran oli mesin. Apabila terdapat rembesan oli, maka segera bawa mobil Anda ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi agar cepat ditangani oleh mekanik profesional.

Periksa Kopling Mobil

Bagi Anda yang melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil bertransmisi manual, maka perlu memeriksa bagian kopling mobil pasca mudik lebaran. Karena, bila ada masalah pada sistem kopling, akan mengganggu performa dan kenyamanan mobil saat dikendarai. Apalagi saat menghadapi kemacetan lalu-lintas di dalam kota yang mengharuskan mobil sering berjalan stop and go.

Komponen fast moving selain kampas rem adalah kampas kopling. Untuk itu, sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan kampas kopling sebelum digunakan beraktivitas kembali. Pada kondisi dan pemakaian normal, usia pakai kampas kopling akan habis ketika mobil telah menempuh jarak sekitar 20.000 km. Tetapi, apabila pengemudi memiliki kebiasaan salah saat mengendarai mobil, maka dapat menyebabkan kopling mobil lebih cepat bermasalah.

Kampas Kopling Mobil Aus atau Menipis
Pemeriksaan Kampas Kopling Mobil

“Tanda-tanda kampas kopling sudah harus diganti antara lain sulit memindahkan tuas transmisi dan akselerasi mobil lemah. Selain itu, pedal kopling terasa lebih tinggi dari biasanya, pedal kopling terasa berat dan bergetar ketika diinjak, kopling selip, perpindahan gigi terasa kasar, dan akan tercium bau terbakar,” jelas Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Periksa Kondisi Ban

Cukup mudah untuk memeriksa kondisi sebuah ban, salah satunya dengan memperhatikan TWI (Tread Wear Indicator) pada ban mobil. TWI (Tread Wear Indicator) merupakan tanda segitiga yang terdapat di permukaan dinding ban (sidewall). Pada setiap ban minimum terdapat enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban. Batas minimal ketinggian telapak ban (tread area) yakni 1.6 mm diukur berdasarkan kondisi permukaan ketebalan telapak yang rata dengan tanda TWI.

Cara lain dengan melihat tanda yang berbentuk benjolan yang biasanya terletak di dalam alur ban (groove). Posisinya sejajar dan segaris dengan patokan tanda TWI. Tanda peringatan ini sebagai tanda keausan ban yang diukur dari dasar telapak ban (tread area).

Selain itu, pemilik mobil juga dapat melihat secara visual adanya retak pada sisi dinding samping (sidewall) dan permukaan ban. Keretakan pada dinding ban dan permukaan ban umumnya akibat tekanan angin yang kurang atau sebaliknya. Beban berlebihan juga dapat menyebabkan retak pada dinding ban.

Tanda TWI (Tread Wear Indicator) pada Ban Mobil
Tanda TWI (Tread Wear Indicator)

“Ban dengan tekanan udara yang tepat akan mengoptimalkan distribusi beban kendaraan, terutama saat menikung. Akselerasi mobilpun tidak akan terhambat akibat terjadi rolling resistance dari ban, dan kerja pengereman mobil juga bisa bekerja maksimal. Dengan kondisi ban mobil yang prima perjalanan akan lebih nyaman dan mobil lebih mudah dalam bermanuver,” ujar Agus Zainal ketika diwawancarai di Bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Kondisi ban mobil yang baik, biasanya memiliki kualitas dan daya cengkram yang kuat saat menapak di permukaan jalan. Tetapi bila kondisi ban mobil sudah tidak layak pakai, ban akan mengalami penurunan daya cengkramnya terhadap permukaan jalan. Kondisi ban seperti ini sangat berbahaya bila terus digunakan, apalagi jika berkendara di jalan yang basah atau licin.

Jika daya cengkram ban mobil sudah mengalami penurunan, atau kembangan ban telah melewati TWI, tingkat kenyamanan dan keselamatan juga pasti akan semakin berkurang. Kondisi ban seperti ini jika tetap dipaksakan berjalan berpotensi mengalami masalah pecah ban, maka ada baiknya segera ganti dengan yang baru.

Periksa Komponen Kaki-kaki Mobil

Pasca mudik lebaran, kaki-kaki mobil seperti tie rod, shockbreaker, ball joint, stabilizer bar (sway bar), bearing dan bushing menjadi bagian yang wajib dicek. Saat mudik pasti mobil melewati berbagai medan jalan dan itu pasti membuat kaki-kaki bekerja keras. Apalagi jika mobil sering melintasi lubang, jalan tidak rata, bahkan mengangkut beban berlebihan selama perjalanan mudik.

“Cara untuk mengetahui kondisi kaki-kaki mobil yakni dengan kecepatan sedang pada kondisi jalan yang lurus, coba lepas roda kemudi. Bila saat roda kemudi dilepas, mobil bergerak sendiri ke kiri atau ke kanan, bisa dipastikan ada masalah pada komponen kaki-kaki mobil.” jelas Agus Zainal saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Pemeriksaan pada kaki-kaki mobil antara lain memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada shockbreaker. Selanjutnya periksa kelurusan posisi roda. Kondisi roda yang tidak lurus saat berjalan bisa diakibatkan komponen tie rod terdapat kerusakan, atau hanya perlu penyetelan kembali. Apabila sering melewati jalan rusak, ada baiknya lakukan spooring dan balancing pada keempat roda mobil. Pastikan semua dalam keadaan normal dan jalan mobil kembali lurus.

Pemeriksaan Kondisi Kaki-kaki Mobil Usai Mudik Lebaran
Pemeriksaan Kondisi Kaki-kaki Mobil

“Komponen kaki-kaki mobil ini sangat penting dalam menunjang kenyamanan mobil selama dikendarai. Kondisi komponen kaki-kaki yang mengalami kerusakan akan lebih baik bila segera diperbaiki agar kondisi kaki-kaki kembali menjadi normal. Karena bila didiamkan akan sangat berbahaya, pasti juga akan mempengaruhi kenyamanan dan handling saat mengemudi. Terlebih saat dikendarai dalam kecepatan tinggi atau melewati jalan rusak.” tambah Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Bengkel Zaini Auto Motor merupakan tempat yang tepat melakukan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda pasca mudik lebaran. Dengan memiliki lebih dari 100 jenis layanan perbaikan sesuai standar SOP bengkel resmi, bengkel Zaini Auto Motor telah dipercaya menangani ribuan mobil pelanggannya. Tentunya dengan biaya yang lebih murah bila dibandingkan bengkel resmi.

Jika Anda membutuhkan layanan perbaikan dan perawatan mobil di tempat Anda, maka para mekanik profesional siap mendatangi dimanapun Anda berada. Atau, Anda bisa langsung menggunakan fitur Booking Service di aplikasi “Bengkel Mobil Pro” jika memang Anda ingin langsung melakukan perawatan untuk mobil Anda tanpa antrian.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi