Tag: Tips And Trick

tips menyalakan fog lamp (lampu kabut)

Saat Yang Tepat Menyalakan Fog Lamp (Lampu Kabut)

Keselamatan menjadi hal yang sangat utama di perjalanan. Apalagi, saat ini kita memang sedang dihadapkan pada musim penghujan. Ketika intensitas hujan cukup deras, maka temperatur udara pun akan semakin turun menjadi lebih dingin, sehingga kerap menimbulkan kabut. Penglihatan pengemudi pun pasti akan sangat terbatas. Nah, disinilah kita akan sangat terbantu oleh penerangan dari lampu kabut (fog lamp).

Saat ini sebagian besar mobil produksi terbaru sudah dilengkapi lampu kabut (fog lamp). Produsen mobil biasanya meletakkan fog lamp di bumper depan bagian bawah, sebagai aksesoris standart yang wajib ada di setiap mobil. Lampu kabut atau fog Lamp dirancang sebagai lampu tambahan untuk meningkatkan intensitas cahaya dari lampu depan (headlamp) mobil, saat Anda berkendara dalam kondisi berkabut atau visibilitas pandangan sangat kurang akibat hujan deras atau cuaca ekstrem. Warna fog lamp yang paling cocok adalah kuning, sebab warna kuning adalah warna yang paling mampu menembus kabut.

Sebenarnya, lampu kabut itu tidak cukup terang untuk menggantikan lampu utama. Juga tidak bisa memberikan penerangan yang cukup baik untuk menjangkau tepian jalan. Akan tetapi tidak banyak orang tahu kegunaan lampu kabut (fog lamp) sesungguhnya. “Biasanya orang awam hanya tahu bahwa fog lamp (lampu kabut) adalah aksesori tambahan untuk membedakan fitur dan tingkat kemewahan sebuah tipe mobil dibandingkan tipe yang lain”, ujar Listiyono Kepala Bengkel Mobil “Zaini Auto Motor” Solo.

Kita kerap menemukan kejadian salah kaprah dimana pengendara mobil dengan bangganya menyalakan lampu kabut pada malam hari yang cerah. Contoh salah kaprah lainnya misalnya menjelang petang, lampu utama tidak dinyalakan dan sebagai gantinya dengan menyalakan lampu senja ditambah lampu kabut. Bahkan yang lebih lucu, aksesori lampu yang belakangan ini sedang tren, yaitu daytime running lights (DRL) ikut dinyalakan bersama lampu kabut dan lampu utama pada malam hari. Alhasil, pengendara mobil di depannya dibikin silau dengan pendaran gemerlap cahaya lampu.

Pemilik mobil disarankan untuk tetap memasang lampu kabut standart resmi pabrikan. Bila pemilik mobil menggantinya dengan fog lamp hasil modifikasi, dikhawatirkan pemasangannya tidak presisi dan cenderung mengganggu pengendara lain dari arah berlawanan karena terpapar sorot lampu kabut (fog lamp) yang sangat tajam.

Saat yang tepat untuk menyalakan fog lamp adalah saat kondisi jalan sedang berkabut atau ketika hujan lebat terutama malam hari. Hal ini karena sorotan fog lamp cenderung fokus ke satu arah daripada pendaran cahaya headlamp yang lebih menyebar jauh ke arah depan. Jadi, fog lamp harus digunakan hanya dalam kondisi yang berkabut atau cuaca ekstrem, dan kemudian berhati-hatilah dalam berkendara. Jika kondisi cuaca berkabut atau ekstrem, jangan pernah mengemudi tanpa menyalakan fog lamp karena keselamatan Anda tidak terjamin.

Meski memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan lampu utama (headlamp) yang ukurannya jauh lebih besar dan lebih terang, intensitas cahaya dari fog lam (lampu kabut) mempunyai kemampuan lebih ampuh daripada headlamp dalam hal menembus jalan berkabut. Apalagi saat kita sedang melakukan perjalanan ke pegunungan yang setiap sore atau malam jalannya dipenuhi dengan kabut.

Banyak negara sangat melarang penggunaan fog lamp (lampu kabut) dalam kondisi selain kabut atau cuaca ekstream. Karena intensitas kecerahan cahaya dari fog lamp sebenarnya bisa membahayakan keamanan pengemudi lainnya, misal menyebabkan kerusakan mata dan dapat menyilaukan pengemudi lain dari arah berlawanan sehingga bisa menimbulkan kecelakaan.

Mengapa lampu kabut (fog lamp) sengaja diletakkan di bagian bawah bamper depan, yang kira-kira 50-60 centimeter di atas permukaan tanah? Alasannya, karena di tempat rendah umumnya cenderung minim adanya fog (kabut), hal itu disebabkan karena permukaan jalan masih menyimpan suhu panas dari sinar matahari yang diserap di siang hari. Dan juga adanya gesekan antara permukaan jalan dan permukaan ban dari banyak kendaraan yang lewat, sehingga juga menghasilkan panas pada permukaan jalan. Akibatnya, cahaya lampu kabut (fog lamp) mampu memberikan penerangan yang cukup, bisa berpenetrasi maksimal ke objek permukaan jalan di depannya dan tidak terdefleksi (memantul) meskipun lampu utama mobil terhalangi oleh kabut.

Ketika cuaca berkabut, cahaya lampu utama (headlamp) dapat menyilaukan pengemudi, karena cahaya tersebut akan kembali memantul ke pengemudi ketika mengenai partikel air di udara yang sering disebut “tembok putih”.

Karena desainnya yang unik, maka bentuk cahaya fog lamp atau lampu kabut berbeda dari lampu utama (headlamp). Cahaya lampu cenderung dipancarkan melebar ke depan dan mendatar, menciptakan “balok bar” pada simbol wifi atau seperti bentuk kipas lipat yang dibuka. Posisi fog lamp (lampu kabut) yang rendah di bagian depan mobil Anda juga membantu meningkatkan visibilitas pandangan dalam menerjang cuaca berkabut.

Maksimalkan 7 Fitur Mobil Ini Saat Hujan

Maksimalkan 7 Fitur Mobil Ini Saat Hujan

Mobil generasi rakitan terbaru kebanyakan telah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih. Tujuannya agar ketika berkendara saat hujan atau cuaca ekstrim, kita bisa manfaatkannya untuk menunjang performa yang maksimal, berkendara menjadi lebih aman dan memberikan kenyamanan selama berkendara.

Tak hanya mengetahui perannya, pemilik mobil juga perlu melakukan pemeriksaan dan perawatan agar ia mampu bekerja optimal ketika diperlukan. Jangan sampai fitur-fitur yang diperlukan saat hujan ini malah malfungsi dan berpotensi menimbulkan celaka.

Berikut ini adalah fitur-fitur mobil yang perlu dimanfaatkan di saat berkendara ditengah cuaca hujan:

Intermittent Wiper

Wiper memiliki pengontrol jeda (intermittent) gerak sapuan dari wiper blade. Fungsinya adalah memberikan jeda yang sesuai dengan frekuensi intensitas air hujan yang jatuh mengenai kaca mobil. Karenanya, aturlah posisi jeda wiper sesuai dengan frekuensi intensitas rintik hujan. Jika wiper diposisikan bergerak cepat tanpa ada hambatan ketika hujan cuma turun rintik-rintik, maka bisa berakibat sistem motor wiper dan link wiper arm akan lebih cepat rusak.

Auto wiper

Semua mobil pasti dilengkapi dengan wiper. Tetapi sekarang ini sudah banyak mobil-mobil kelas menengah dan mobil mewah di Indonesia dibenamkan fitur sensor hujan (rain sensor). Sehingga ketika hujan turun, pengemudi tak perlu repot mengaktifkan wiper dan mengatur kecepatannya.

Cara kerja auto wiper adalah menggunakan sensor untuk mendeteksi seberapa besar intensitas air hujan yang menerpa kaca mobil, kemudian komputer menghitung dan menentukan seberapa kecepatan sapuan wiper yang dibutuhkan. Fitur auto wiper ini tentu lebih efisien dan lebih nyaman dibandingkan wiper biasa, karena kemampuannya dalam menyesuaikan intensitas air hujan yang turun dan waktu yang tepat untuk menyeka air dari kaca mobil.

Defogger

Embun pada mobil sering timbul kembali meskipun ia di lap, hal ini tentunya cukup membuat repot pengemudi jika harus melap kaca tiap beberapa waktu. Sehingga mengaktifkan fitur defogger bisa membantu pengemudi mengatasi masalah embun yang selalu muncul tiap saat kala hujan. Embun pada kaca sering timbul karena adanya perbedaan suhu di bagian dalam kabin dan luar kabin, sehingga terjadi kondensasi. Embun yang terjadi sering mengganggu visibilitas pandangan pengemudi terhadap jalan atau kendaraan lain.

Defogger merupakan fitur standar dalam setiap kendaraan. Defogger merupakan penghilang embun yang biasanya diletakkan di bagian kaca belakang, spion mobil dan ada juga di kaca depan. Defogger ini memiliki cara yang berbeda dalam menghilangkan embun yang mengganggu pandangan pengemudi, ada yang memakai elemen panas yang menghangatkan kaca untuk mengusir embun dan ada yang menggunakan hembusan udara dengan temperatur tertentu agar tak tercipta lapisan embun di kaca.

Fitur defogger memiliki cara kerja yang berbeda. Defogger yang terletak di kaca depan biasanya mengeluarkan hembusan udara panas, sedangkan untuk kaca belakang biasanya menggunakan elemen panas. Tidak perlu menyalakan defogger jika kaca belum berembun karena hanya membuat daya listrik terbuang sia-sia.

Fog Lamp (Lampu Kabut)

Lampu kabut (Foglamp) ini sangat bermanfaat ketika cuaca ekstrim misalnya hujan lebat atau kabut tebal sedang turun. Lampu ini didesain dengan daya pancar dan pancaran warna yang mampu menembus kabut. Foglamp biasanya memiliki sorot yang jauh lebih terang dibandingkan headlamp (lampu depan) mobil.

Perlu dicatat jika cuaca ekstrim dan hanya mengandalkan headlamp, biasanya kita hanya mendapatkan jarak pandang 1-2 meter.
Foglamp sangat cocok untuk penerangan saat cuaca ekstrim (hujan lebat atau cuaca berkabut) yang seringkali mengganggu pandangan pengemudi, di saat inilah lampu kabut (Foglamp) ini wajib untuk diaktifkan.

Menggunakan lampu kabut (Foglamp) sebaiknya seperlunya saja, terangnya nyala ampu kabut (Foglamp) ternyata juga memiliki dampak buruk yaitu konsumsi listrik yang sangat boros. Oleh karena itu pengemudi harus bijak menggunakan fitur ini, jika pandangan sudah cukup aman sebaiknya matikan foglamp. Jangan dihidupkan terus menerus (dipanjer) karena dapat memperpendek umur mika lampu kabut tersebut.

Lampu Kabut Belakang (Rear Foglamp)

Foglamp umumnya ada di depan, tetapi pada beberapa mobil sudah dilengkapi dengan lampu kabut belakang (rear foglamp). Cahaya yang dihasilkan komponen lampu kabut belakang (rear foglamp) juga jauh lebih terang dari lampu belakang. Alhasil, mobil di belakang kendaraan Anda akan lebih bisa menjaga jarak aman. Tetapi jangan lupa menonaktifkan lampu kabut belakang (rear foglamp) ini saat hujan telah reda. Jika tidak, pengemudi di belakang mobil Anda akan terganggu pandangannya, akibat silaunya cahaya yang dihasilkan lampu kabut belakang (rear foglamp).

Kontrol Traksi (Traction Control)

Traction Control (TC) di dunia otomotif biasa dikenal dengan Electronic Stability Control (ESC), adapula yang menyebutnya Electronic Stability Programme (ESP). Fitur ini berfungsi untuk mendeteksi hilangnya traksi ban / roda terhadap permukaan jalan. Kehilangan traksi bisa terjadi pada mobil-mobil yang bertenaga besar atau mobil yang sedang melintas di genangan air. Traksi sendiri berarti gaya gesek maksimum yang bisa dihasilkan antara dua permukaan (Ban dan Jalan) tanpa mengalami slip.

Prinsip kerja traction control (TC) atau Electronic Stability Programme (ESP) adalah komputer sentral atau Electronic Control Unit (ECU) akan mengontrol daya cengkram ban ke aspal saat terjadi gejala roda selip atau kehilangan cengkraman ke permukaan jalan akibat pengemudi menginjak pedal gas terlalu dalam. Sistem komputer melakukan pengontrolan dengan cara memberikan perintah mesin secara otomatis akan menyesuaikan tenaganya dengan mengurangi putaran roda. Efeknya, roda akan kembali mendapat traksi dan pengendalian mobil dapat kembali normal.

Secara umum sistem traction control (TC) atau Electronic Stability Programme (ESP) bekerja fokus untuk membantu menjaga kendaraan tetap berada di jalan, terkontrol dan selalu di jalur yang benar. Hasil dari kerja pengemudi seperti memutar setir, menekan pedal rem, menekan pedal gas selalu dimonitor melalui sensor. Data ini setiap saat dikirim ke komputer central (ECU). Kemudian sistem komputer membandingkan data yang masuk langsung dari aktivitas pengemudi (menggerakan setir, menginjak pedal gas, menekan pedal gas) dengan respon dari kendaraan.

Contoh ketika Anda tiba-tiba memutar setir untuk berbelok tajam, namun pada saat bersamaan kondisi kendaraan masih berjalan lurus ke depan. Hal ini sering terjadi saat kondisi jalan licin akibat hujan. Pada kondisi ini komputer dapat langsung menyadari dan memerintahkan sistem traction control pada kendaraan untuk segera membantu.

Pada setingan standart, fitur Electronic Stability Programme (ESP) atau kontrol traksi ini selalu hidup, jika pengemudi menekan tombol traction control (TC) berarti sama artinya pengemudi mematikan fitur ini. Tetapi ada baiknya pengemudi memastikan apakah fitur traction control ini dalam keadaan aktif atau tidak aktif. Jika lampu menyala dengan tulisan “off” artinya kontrol traksi sedang tidak aktif, pencet kembali agar warning lamp bertuliskan off tersebut hilang dan traction control aktif.

Kontrol traksi ini biasanya bekerja secara maksimal jika mobil memiliki sistem rem teknologi terbaru seperti Anti-lock Brake System (ABS), Electronic Brake Force Distribution (EBD), dan Brake Assist (BA). Sistem rem teknologi terbaru ini berfungsi kebalikan dari Electronic Stability Programme (ESP), jika pengemudi menekan pedal rem terlalu dalam maka komputer akan secara otomatis mengurangi cengkraman kampas rem (break pad) sehingga ban tidak tergelincir.

Cairan Wiper (Wiper Fluid)

Jika dahulu cairan wiper hanya menggunakan air murni, perkembangan teknologi dewasa ini telah menghasilkan cairan wiper yang memiliki kemampuan-kemampuan khusus. Beberapa cairan bahkan memiliki kemampuan untuk membuat kaca menjadi makin mudah mengalirkan air akibat huajan.

Cairan wiper (wiper fluid) sebaiknya menggunakan spesifikasi yang disediakan. Hal ini penting untuk membantuk kinerja wiper menyapu permukaan kaca. Jangan sembarang mengisi dengan air sabun biasa apalagi bila ada kandungan detergennya, yang penting jangan gunakan cairan yang bisa memproduksi busa tinggi karena bisa mengganggu daya pandang (visibilitas).

Bila Mobil Terkena Banjir Atau Tsunami Wajib Lakukan ini

Bila Mobil Terkena Banjir Atau Tsunami, Wajib Lakukan Ini

Indonesia kembali dilanda bencana tsunami, kali ini menghantam pesisir selat Sunda (Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran), terkhusus di wilayah pantai Anyer, Kabupaten Pandeglang, Banten. Lokasi terjadinya tsunami ini tak jauh dari Ibukota Jakarta.

Berdasarkan data sementara dari posko BNPB hingga pukul 07.00 WIB hari Senin (24/12/2018), sudah tercatat 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, 420 perahu-kapal rusak dan 71 mobil rusak. Kemungkinan data korban dan kerusakan masih akan bertambah mengingat belum semua berhasil didata.

Gelombang tsunami kali ini, masih menimbulkan banyak pertanyaan dan masih dalam penyelidikan tentang penyebab terjadinya. BMKG menduga peristiwa gelombang tsunami di sekitar Selat Sunda tersebut, dipicu oleh gelombang tinggi akibat faktor cuaca di perairan Selat Sunda dan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sedangkan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga telah merilis citra radar yang menunjukkan adanya perubahan permukaan sekitar 357 meter dan 1.800 meter. Ini merupakan bukti bahwa ada sekitar 64 hektar area yang hilang atau longsor ke laut, yang merupakan area yang labil dan jika longsor tentu dapat memicu tsunami.

Selain memakan korban jiwa, juga menyebabkan kerusakan beberapa rumah, hotel, kendaraan bermotor milik pengunjung dan milik warga, yang saat itu sedang menikmati liburan Natal dan tahun baru.

Lalu apa saja kerusakan yang mungkin dialami mobil ketika terkena terjangan tsunami dan terendam air banjir?

Jika suatu saat kendaraan Anda terkena imbas terjangan tsunami atau banjir, ada baiknya jangan memaksakan diri anda untuk langsung bergegas mengendarai mobil Anda, apalagi bila kondisinya mobil juga sempat terendam air. Tidak disarankan untuk untuk mencoba menghidupkan mesin kendaraan. Hal ini sangat riskan dan akan menambah berat kerusakan pada komponen utama mobil. Mobil yang terendam banjir butuh penanganan khusus, karena sudah pasti banyak komponen yang terkena air dan bercampur dengan lumpur, harus dibersihkan kemudian dikeringkan, terutama sistem kelistrikan.

“Ini wajib hukumnya, setelah terendam air maka mobil pantang untuk langsung dinyalakan karena kemungkinan air juga masuk ke sektor kelistrikan seperti electronic control unit (ECU) yang terpasang pada mobil-mobil terdampak banjir atau tsunami,” ujar Listiyono Kepala Bengkel Mobil “Zaini Auto Motor” Solo.

ECU pada mobil merupakan sistem pengontrol pada mobil yang terdiri dari rangkaian elektronika dan software, yang bertugas membaca sensor-sensor pada mesin, kemudian memerintahkan aktuator untuk bekerja. Berbagai kontrol mesin dan keamanan mobil biasanya terintegrasi di dalam Electronic Control Unit (ECU) atau Engine Control Module (ECM).

Bila pemilik mobil memaksa untuk langsung menyalakan mobil yang telah terendam, maka yang rusak bukan hanya electronic control unit (ECU) saja. Beberapa komponen terkait kelistrikan bisa juga mengalami kerusakan seketika, apalagi dalam hal ini merupakan rendaman air laut yang memiliki sifat korosif karena kandungan unsur garam yang tinggi. Dampaknya akan sangat merugikan bagi pemilik mobil, karena secara biaya akan besar dengan kerusakan yang menjalar.

“Intinya jangan coba-coba langsung starter mobil, karena efek dari rendaman air bisa saja bukan hanya ke listrik tapi masuk ke dalam mesin hingga bagian transmisi, sebaiknya memang langsung dievakuasi ke bengkel mobil untuk dilakukan pengecekan lebih detail termasuk pembersihan,” ucap Listiyono.

Ada beberapa komponen yang harus dikeringkan serta dibersihkan, setelah mobil terendam tsunami atau banjir yaitu bagian busi, coil, alternator, saluran udara (air filter), dinamo starter, V-belt dan seluruh rangkaian kabel kelistrikan. Pastikan semuanya dalam kondisi bersih dan kering. Karena kalau tidak, bisa mengganggu kinerja mobil saat dikendarai.

Selain itu perlu juga melakukan pergantian oli mesin. Apabila diperlukan mesin harus dikuras atau dilakukan turun mesin, untuk memastikan seluruh komponen dalam mesin tetap baik. Serta memastikan ada kotoran atau sisa air yang menempel di ruang bakar mesin. Prosedur pengurasan oli mesin untuk mobil yang terendam banjir atau terdampak tsunami adalah melakukan pembersihan pada ruang oli dan ruang mesin untuk mengeluarkan air dan oli yang kemungkinan tercampur, kemudian isi kembali oli, lakukan secara berulang hingga air dalam mesin yang ikut dalam oli benar-benar hilang.

Selanjutnya, yang harus dibersihkan tangki bahan bakar untuk menghilangkan air yang kemungkinan masuk ke dalam sistem bahan bakar selama mobil terkena terjangan tsunami atau terendam air banjir.

Adapun yang mesti dilakukan pemilik mobil sebagai langkah awal mengurangi kerusakanlanjutan akibat efek tsunami air laut atau rendaman Air banjir pada interior / eksterior (body) mobil bisa melakukan pencegahan awal.

“Air laut, air Rob atau air banjir biasanya mengandung garam yang tinggi, efeknya sudah tentu buruk bagi body kendaraan yang rata-rata materialnya besi karena bisa mengundang korosi. Bila belum ada penanganan atau evakuasi untuk membawa mobil ke bengkel mobil, pemilik sebaiknya lebih dulu membilas bodi mobil dengan air biasa” imbuh Listiyono

Karena air laut yang terlalu lama melekat pada bodi bisa saja membuat cat menjadi kusam. Lama kelamaan bila mengendap akan menjadi pemicu timbulnya karat hingga korosi (keropos). Dengan melakukan pembilasan menggunakan air biasa maka setidaknya bisa menetralisir efek negatif dari air laut. Sementara bila air laut sampai merendam bagian interior, maka pembersihan interior wajib dilakukan, karena area bawah mobil juga terbuat dari material yang sensitif dengan karat.

“Kalau sampai mengenai interior, sebaiknya jangan terlalu lama dibiarkan. Mintalah pihak bengkel mobil untuk segera mengevakuasi mobil ke bengkel, bisa dengan diderek atau menggunakan truk gendong. Setelah dibersihkan, baiknya cek juga komponen kaki-kaki, karena hampir semua materialnya terbuat dari besi,” ucap Listiyono.

Terakhir, penanganan pada komponen panel interior dan lampu. Karena biasanya arus listrik pada lampu juga rentan akan hubungan arus pendek atau korsleting. Selanjutnya pengecekan pada AC (air conditioner), wiper, door trim, klakson, karpet dek dan jok.

Jenis Wiper Mobil

Keunggulan Dan Kelemahan Jenis Wiper Mobil

Di musim penghujan yang terus meningkat intensitasnya seperti sekarang ini, keberadaan wiper mobil tentu sangat menentukan performa berkendara ditengah guyuran hujan. Bagaimana tidak, berkendara di tengah guyuran hujan yang cukup deras sangat membahayakan karena jarak pandang (visibilitas) pengemudi jadi sangat terbatas. Agar pengendara tetap aman dalam mamacu mobilnya dan menjaga pandangan pengemudi tetap ideal, maka setiap mobil memerlukan bantuan wiper.

Wiper mobil berperan untuk membersihkan kaca depan mobil dari air maupun kotoran lain yang bisa menghalangi pandangan pengendara di saat mengemudi. Untuk itu, Anda harus memastikan apakah wiper mobil masih dalam keadaan yang baik ataupun tidak, karena jika tidak baik akan berpotensi menimbulkan goresan-goresan pada kaca mobil.

Ternyata setiap mobil memiliki jenis wiper berbeda-beda. Mari, simak penjelasan berikut ini mengenai jenis wiper yang ada di pasaran:

WIPER KONVENSIONAL

Wiper jenis ini terdiri dari braket besi dan juga karet yang solid (tidak elastis). Namun saat ini, wiper jenis ini sudah jarang digunakan, karena biasanya hanya terpasang di mobil-mobil jenis keluaran lama. Wiper konvensional ini sudah tidak lagi digunakan pada mobil-mobil keluaran terbaru, karena saat menyeka kaca mobil tidak jarang masih meninggalkan butiran-butiran air.

WIPER FULL FRAME

Jenis wiper full frame menjadi jenis perangkat wiper bawaan / standar pabrikan yang biasa digunakan pada banyak tipe mobil pada umumnya. Wiper ini biasanya seluruh bagian dudukan karet (wiper blade) dan lengan wiper (wiper arm) terbuat dari besi, sehingga banyak pengguna yang menganggap bahwa wiper jenis ini memiliki daya tahan yang lebih kuat dan lebih kokoh. Tak hanya itu, adanya gagang besi juga dianggap bisa mendukung kinerja wiper untuk menyapu debu, kotoran dan air hujan yang ada pada kaca secara maksimal. Namun, keberadaan gagang besi pada wiper ini juga bisa berbahaya dan dapat menggores kaca jika karet pada wiper sudah menipis atau getas.

WIPER HIBRIDIA

Jenis wiper hibridia ini merupakan gabungan desain antara wiper konvensional dan wiper flat blade. Wiper konvensional sering disebut juga sebagai teknologi wiper lama, yang secara desain punya komponen-komponen wiper blade dan karet wiper yang dirasa kurang optimal. Sementara itu wiper hibrida strukturnya mengolaborasikan antara jenis wiper flat-blade dan konvensional. Jenis wiper hibrida memiliki komponen braket (wiper blade) dan juga holder plastik. Cocok bagi Anda yang menginginkan wiper konvensional namun memiliki kinerja optimal seperti flat-blade.

WIPER FLAT BLADE

Teknologi wiper jenis flat blade saat ini mulai menjadi tren yang banyak digunakan kendaraan di dunia. Dibandingkan jenis konvensional atau full frame, wiper flat blade memiliki beberapa keunggulan. Wiper jenis ini diklaim memiliki bobot yang cukup ringan. Wiper ini dianggap memiliki sapuan yang cukup bersih jika digunakan. Akibatnya, tenaga yang dibutuhkan motor untuk menggerakkan wiper dapat dikurangi. Karena ringan dan tidak butuh tenaga besar yang membebani motor, tentunya mempengaruhi keseluruhan sistem kendaraan menjadi lebih efisien.

Flat blade sendiri memiliki desain yang sederhana, dimana besi penyangga yang ada pada wiper konvensional dihilangkan, dan digantikan dengan rangka besi pipih yang menempel di dalam karet wiper. Pasalnya, wiper flat-blade hanya memiliki penyanggah kecil di tengah wiper. Sebagian besar komponen wiper ini ialah karet, namun terselip besi pipih di dalam wiper untuk memperkuat kerja wiper.

Mobil baru produksi Eropa sudah tidak lagi menggunakan wiper konvensional dan beralih menggunakan wiper jenis flat-blade. Tetapi mayoritas mobil yang dipasarkan di Indonesia masih mengandalkan wiper konvensional.

Berdasarkan pengujiannya, jenis wiper flat-blade cenderung ringan dan efisien, tapi menjanjikannya performa serta daya tahan yang lama. Karet wiper tak mudah getas akibat kecilnya tekanan pada karet wiper ke kaca mobil. Selain itu wiper flat-blade diklaim mempunyai performa yang lebih baik dalam menyapu air dan partikel kotoran lainnya. Bahkan bila wiper konvensional dan hibrida harus diganti tiap enam bulan sekali, tipe wiper flat-blade cukup dilakukan penggantian setahun sekali saja.

WIPER FRAME-LESS

Jenis wiper frame-less ini memiliki bingkai yang terbuat dari bahan plastik, sedangkan karet yang ada pada tipe ini juga memiliki tekstur yang lebih lembut. Jika pada jenis wiper full frame kaca mobil Anda bisa terkena risiko goresan akibat bingkai besi wiper (wiper blade). Ketika anda menggunakan wiper frame-less bisa lebih tenang dan lebih aman karena memiliki braket lebih soft sehingga tidak membuat kaca tergores, hasil sapuannya pun lebih bersih dan optimal sehingga pengemudi dapat melihat lebih jelas.

Meskipun tanpa frame logam, teknologi wiper frame-less sanggup memberikan distribusi tekanan yang merata ke seluruh permukaan wiper sesuai bentuk kaca depan mobil. Hebatnya lagi, wiper model frame-less ini tidak menimbulkan kebisingan atau bunyi deritan saat dioperasikan. Rahasianya ada pada formula karet dari bahan eksklusif yang diklaim tahan terhadap keretakan maupun kerusakan akibat paparan sinar matahari dalam jangka waktu yang panjang. Bahkan setelah 200.000 siklus menyeka, wiper frame-less ini diklaim masih sanggup bekerja sebaik saat pertama kali dipasang. Adanya quick clip adaptor memungkinkan pengemudi melakukan pemasangan wiper dengan mudah dan cepat.

Namun, saat karet wiper sudah getas/aus hingga menipis, Anda tak bisa menggantinya begitu saja. Pasalnya, karet pada wiper ini tak bisa dilakukan penggantian ulang (refill), sehingga Anda pun butuh dana lebih untuk membeli seluruh komponennya. Pasalnya, harga yang dibanderol untuk wiper jenis frameless terbilang mahal.

Masih banyak pemilik mobil tidak tahu bahwa wiper mobil yang sebelumya memakai jenis wiper konvensional bisa diganti menggunakan jenis-jenis wiper lainnya seperti wiper flat-blade, wiper frame-less, dan lainnya. Nah, dari beberapa jenis wiper tersebut, Anda tentu sudah bisa menentukan mana yang paling cocok dan terbaik untuk mobil keluarga Anda. Dengan begini, berkendara bersama keluarga saat hujan jadi lebih nyaman dan aman.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam menentukan jenis wiper yang cocok, serta Anda membutuhkan layanan perawatan dan penggantian wiper, maka kami sarankan Anda berkonsultasi langsung ke Bengkel Mobil Zaini Auto Motor Solo.

7 Tips Ampuh Merawat Wiper

7 Tips Ampuh Merawat Wiper Agar “Awet Muda”

Belakangan ini curah hujan di sejumlah daerah di Indonesia mulai menunjukkan peningkatan intensitas dari sedang hingga tinggi. Mengendarai mobil di tengah kondisi curah hujan yang tinggi cukup membahayakan karena jarak pandang (visibilitas) jadi sangat terbatas akibat derasnya hujan.

Supaya pengendara tetap aman dalam mamacu mobilnya, maka berkendara saat hujan memerlukan bantuan wiper guna menjaga pandangan ideal dari kaca depan. Jadi jangan abaikan untuk tetap merawat wiper, agar komponen ini bisa berfungsi semaksimal mungkin. Kaca depan mobil (windshield) selain berfungsi untuk penepis angin, aerodinamis, juga merupakan media pendukung visibilitas dalam berkendara anda. Apabila kaca mobil tersebut kotor dan bernoda, pandangan pengemudi akan sangat terganggu yang menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan membahayakan dalam berkendara. Pada titik inilah fungsi wiper menjadi sangat penting sehingga tidak dapat disepelekan begitu saja.

Kinerja wiper yang buruk akan menjadi masalah saat mengemudi di tengah guyuran hujan. Karet wiper yang telah rusak, akan mengeras dan getas, menyebabkan pembersihan air di kaca menjadi tidak maksimal, bahkan akan berpotensi menimbulkan goresan-goresan pada kaca mobil.

Lalu, bagaimana caranya agar wiper mobil anda tetap dalam kondisi “Awet Muda” dan selalu prima? Inilah 7 tips mudah merawat wiper :

Jaga Elastisitas Karet Wiper Dan Hindarkan Dari Panas Kaca

Hal paling mudah dalam merawat wiper adalah dengan membiasakan mengangkat wiper dari kaca saat mobil harus diparkir di tempat yang langsung terpapar langsung terik sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. Panas sinar matahari akan otomatis meningkatkan temperatur pada permukaan kaca depan mobil, yang kemudian akan diserap oleh karet wiper. Bayangkan jika karet dipanaskan terus-menerus, tentu menjadikannya cepat rusak.

Jika mobil terus-terusan terkena panas, karet tersebut pun akan semakin cepat mengering dan pecah. Oleh karena itu, saat Anda memarkirkan mobil di tengah cuaca panas, ada baiknya mengganjal atau mengangkat wiper selama ditinggalkan. Hal ini dapat mencegah panas dari kaca mengenai karet secara langsung.

Membersihkan Karet Wiper

Selain itu jangan operasikan wiper saat kaca penuh debu atau kotoran yang mengering, bisa berakibat merusak karet wiper. Pemilik mobil dianjurkan membersihkan karet wiper secara berkala walaupun jarang digunakan. Caranya, sediakan alkohol kemudian tuangkan sedikit pada kain halus. Usahakan pilih kain yang berwarna cerah. Bagian kain yang telah mengandung alkohol diusapkan pada permukaan karet wiper secara searah memanjang. Ulangi beberapa kali dan pastikan tidak ada lagi noda kotoran menempel pada kain.

Alkohol berfungsi membersihkan kotoran dan minyak yang menempel pada karet sekaligus dapat mempertahankan elastisitasnya. Perlu diingat, hanya bagian permukaan karet wiper saja yang perlu dibersihkan, karena pada tepian karet wiper biasanya terkandung senyawa kimia yang berfungsi menjaga fleksibilitas karet wiper.

Berhati-hati Saat Mencuci Wiper

Saat kita mencuci mobil, bagian wiper biasanya tak terlewatkan untuk dibersihkan. Ternyata anda harus hati-hati saat membilas bagian karetnya, sebab pada permukaan karet wiper terdapat cairan khusus yang berfungsi sebagai pelindung serta pelembap.

Cara mencuci dan merawat wiper yang benar adalah, jangan bilas karet wiper dengan sabun cuci mobil. Cukup siram dengan air bersih saja dan jangan lap permukaan karetnya. Biarkan air mengering sendiri dengan menegakkan wiper setelah dicuci.

Periksa Cairan Wiper Secara Berkala

Di dalam ruang mesin terdapat satu tangki khusus untuk cairan pembersih kaca mobil, yang pada umumnya diisi dengan air mineral biasa. Cairan penyemprot kaca juga membantu kinerja wiper menjadi lebih maksimal sehingga harus turut diperhatikan. Jangan sampai tangki penyimpanan kosong, serta gunakan cairan khusus untuk penyemprot kaca.

Ada baiknya bila Anda mengisi tangki tersebut dengan cairan pembersih khusus yang ditambah dengan air. Cairan khusus pembersih kaca mobil biasanya memiliki kandungan yang membuat kaca mobil menjadi licin. Cairan ini pun dapat membuat kaca terlindungi dari goresan kotoran saat wiper bekerja, sehingga membuat wiper tidak mudah rusak. Jangan gunakan cairan sembarangan (contoh: campuran sabun) karena berpotensi menimbulkan masalah seperti kaca berderit, kaca buram atau kaca menjadi terlalu licin sehingga kinerja wiper kurang optimal. Hindari juga pemakaian wax pada kaca depan, yang juga akan menghambat kinerja dari wiper.

Menyetel Penyemprot air Kaca Depan

Penyemprot air (washer jet) adalah berupa nozzle plastik yang terletak tepat bagian tengah kap mesin atau diujung antara kap mesin dengan kaca depan. Nosel ini harus menyemprotkan cairan pembersih kaca depan pada berbagai tingkatan kecepatan mengemudi Anda. Jadi penyelarasan (penyetelan) yang tepat dari nosel ini sangat penting agar sistem berfungsi dengan baik.

Penyemprot air (washer jet) adalah salah satu bagian dari sistem pembersihan kaca mobil yang secara langsung mudah terkena debu, kotoran, daun, lilin, salju dan benda lain, sehingga dapat dengan mudah menyumbat lubang penyemprot air (washer jet) tersebut.

Penyemprot air wiper yang telah disetel dengan tepat memungkinkan Anda untuk dengan cepat menghilangkan debu dan kotoran lain yang biasanya menempel di kaca depan mobil. Beberapa gejala yang mungkin terjadi pada penyemprot air yang bekerja tidak sesuai fungsinya, sebenarnya biasa disebabkan oleh kotoran, debu dan benda lain yang dapat menyumbat lubang nosel penyemprot air tersebut. Juga jika Anda menggunakan air dari tangki air (reservoir) pembersih kaca dalam suhu yang di bawah titik beku, seluruh sistem pembersih kaca mungkin tidak beroperasi dengan baik dan itu termasuk komponen washer jet pada washer nozzle.

Apabila saluran penyemprotan (washer nozzle) macet atau tidak berfungsi optimal, coba bersihkan menggunakan jarum, peniti, atau klip kertas. Cukup colok pada lubang kecil penyemprot untuk membersihkannya. Cara tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengatur arah semprotan sehingga cairan akan mendarat di kaca yang dilalui oleh wiper blade.

Cek Kondisi Wiper

Untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan karet wiper bisa dilakukan dengan memastikan bahwa permukaan karet yang menempel pada kaca dapat bergerak ke arah yang berlawanan saat menyeka. Pastikan kondisinya masih cukup lentur dan fleksibel. Pada kondisi yang optimal, wiper akan mampu menyeka butiran-butiran air secara maksimal.

Kemudian, Anda bisa meraba permukaan karet untuk mendeteksi kondisi karet wiper. Apabila kondisi karet wiper sudah kaku, keras, atau permukaannya kasar, sudah saatnya Anda mengganti wiper.

Atau lakukan cara sederhana ini untuk mencoba apakah wiper masih layak dipakai, yaitu dengan menyemprotkan air pembasuh dari washer nozzle ke kaca. Lalu cobalah nyalakan wiper untuk menyeka air semprotan tadi, perhatian dengan seksama. Wiper yang rusak selalu meninggalkan jejak, dan guratan saat menyeka air. Hal ini dapat sangat mengganggu jika mobil harus melaju di tengah guyuran hujan pada malam hari. Pantulan lampu dari kendaraan dari arah berlawanan akan membias di antara jejak butiran air tersebut. Maka hasilnya, padangan pengemudi pasti sangat terganggu.

Ganti Wiper Secara Rutin

Lakukan pengecekan menyeluruh kondisi wiper secara rutin, jika karet wiper sudah mulai aus / getas biasanya akan menimbulkan bunyi yang mengganggu, seperti berderit saat digunakan. Jika semua indikasi itu ada, mungkin sudah waktunya Anda mengganti wiper.

Dalam mengganti wiper, ada dua hal yang perlu diketahui karena pilihan wiper sangat beragam.

Pertama, Anda ganti satu set utuh batang wiper (wiper blade assy) yang dijual seperti standar pabrikan yaitu termasuk karet dan lengkap dengan bilah dudukan karetnya. Jenis ini pun dijual dalam berbagai merk dan kualitas. Jika mengganti satu set, perlu diperhatikan jenis wiper dan jangan lupa perhatikan ukuran panjang karet wiper, biasanya menggunakan satuan inchi. Pastikan memilih wiper yang cocok dengan jenis mobil Anda karena setiap mobil memiliki ukuran wiper yang berbeda-beda. Perhatikan, saat menggantinya sendiri pastikan Anda mempelajari mekanisme dan mengingat posisinya. Jika tidak mau repot, cukup pergi ke bengkel mobil untuk penggantian wiper satu set.

Yang kedua, cukup dengan mengganti karet re-fill-nya saja. Semua itu tergantung pertimbangan kebutuhan dan dana. Cara ini merupakan cara hemat karena harganya tidak semahal ketika Anda menggantinya satu set. Harga karetnya berkisar mulai Rp 50.000, sampai ratusan ribu. Tergantung merek dan tentunya kualitasnya. Jika anda kesulitan menemukan karet yang sesuai di aftermarket, maka anda bisa mengunjungi bengkel mobil resmi dan menanyakan ketersediaan karet wiper untuk mobil Anda.

Pilihlah wiper dengan karet yang berkualitas, jangan yang ‘murahan’, karena wiper berkualitas tentu akan lebih awet dan bekerja lebih baik. Usia pakai rata-rata wiper mulai dari enam bulan hingga maksimal setahun, tergantung pemakaian. Jadi, jika usia karet wiper Anda sudah melewati anjuran waktu tersebut, jangan ragu untuk segera menggantinya dengan yang baru.

Sebagai catatan, kaca depan perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum memasang wiper baru dan sebaiknya Anda mengganti semua wiper sekaligus, termasuk wiper belakang, ketimbang satu-persatu. Hal tersebut dimaksudkan agar kinerja wiper keseluruhan menjadi lebih optimal.

Kualitas kerja wiper pun akan tergantung pada kondisi dudukan (wiper blade) dan lengan wiper (wiper arm). Jika sapuan dan tekanan lengan wiper melemah, maka otomatis air yang didorong pun tak akan maksimal. Jika ketegangan lengan wiper sudah melemah, sehingga permukaan karet tak menapak dengan baik di atas kaca, maka mengganti karet wiper tak akan mejadi solusi. Lengan wiperlah (Wiper arm) yang harus diganti.

Nah, itulah 7 tips merawat wiper agar awet muda. Jika mobil anda membutuhkan perawatan wiper tetapi tidak cukup waktu dan kesulitan melakukannya sendiri, maka jangan ragu untuk reservasi / booking service di bengkel mobil Zaini Auto Mobil Solo. Dimana para mekaniknya siap datang ke rumah dan kantor anda, tanpa perlu repot datang langsung ke bengkel.

Karet Wiper Mobil

Periksa Kondisi Karet Wiper di Musim Hujan

Musim hujan masih akan terus berlangsung, menurut BMKG diperkirakan sampai Mei 2019 mendatang dengan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada level sedang.

Mobil tentu menjadi salah satu moda transportasi yang tepat untuk digunakan ketika musim hujan berlangsung. Namun, sebelum menggunakan mobil di cuaca hujan, kamu harus memperhatikan kesehatan semua komponen kendaraan sampai yang terkecil sekalipun.

Contohnya seperti wiper pada kaca mobil, penyeka air hujan ini sering kali tidak mendapat perhatian pada pengguna mobil. Keberadaannya baru diingat saat kita terjebak dalam cuaca hujan deras, dan pandangan (visibility) terhalang air. Selebihnya, wiper tidak menjadi anak emas layaknya komponen, AC, sound system ataupun cat yang kinclong. Padahal jika kondisi karet wiper yang menempel pada batang penggerak wiper sudah rapuh / getas, tentu air yang menempel di kaca tidak dapat tersapu dengan baik.

Jika butiran-butiran air hujan tersebut masih banyak yang menempel pada kaca saat kita menyetir, tentunya pandangan atau visibilitas dalam berkendara akan terganggu. Terutama pada malam hari jika berkendara saat hujan maka titik-titik air pada kaca mobil dapat memperbanyak pantulan cahaya dari kendaraan yang datang dari arah yang berlawanan.

Padahal, keputusan penting yang diambil saat mengemudi harus selalu berdasarkan pengelihatan sopir yang jelas dan baik. Jadi sangat jelas, selain komponen lampu, komponen wiper pun mempunyai peran vital bagi pengendara agar bisa melihat dengan jelas dan baik, serta pengendara dapat mengambil keputusan yang tepat, apalagi ditengah guyuran hujan.

Hal yang harus kamu perhatikan saat memeriksakan kodisi wiper adalah kelenturan karet elastisnya. Pada kondisi yang optimal, wiper akan optimal menyapu butiran-butiran air.

Bagaimana sih cara merawat wiper agar awet muda? Mudah mengidentifikasi jika wiper sudah terlihat rapuh, getas, retak, pecah-pecah, atau tanda kerusakan lainnya. Tetapi bukan berarti wiper yang masih mulus dan baik tidak bermasalah. Banyak pengendara yang merasa wiper yang menempel di mobilnya masih layak pakai, karena secara kasat mata terlihat masih bagus. Padahal belum tentu.

Hal pertama yang harus kita ingat adalah karet wiper akan mudah rusak atau rapuh tidak elastis jika sering terkena temperatur panas. Karet sebagai material dasar wiper akan berkurang elastisitasnya karena termakan waktu, khususnya panas matahari. Makanya, kita banyak menjumpai wiper yang diangkat saat mobil terparkir di bawah terik matahari. Mungkin maksudnya agar karet yang melunak karena panas matahari tak melekat pada kaca. Tapi tetap saja kondisi itu akan mempengaruhi umur wiper, sekalipun jarang dipakai.

“Jadi jika memungkinkan simpan mobil di tempat yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Selain itu tidak ada salahnya juga jika kita rajin membersihkan karet wiper yang sering terkena air hujan dan debu.” ujar Listiyono, kepala Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Lalu, berapa sering wiper harus diganti? Ya, layaknya komponen mobil lainnya, bagian wiper ini tentu memiliki usia pakai. Banyak praktisi otomotif yang menyarankan wiper harus diganti setiap 6 sampai 12 bulan, untuk menjamin performa optimal wiper saat menghalau air. Tetapi jika kemampuannya membersihkan kaca dirasa sudah tidak optimal, tidak ada salahnya juga melakukan penggantian sebelum waktunya karena harganya pun terhitung murah.

cara kerja ac mobil bengkel mobil Zaini Auto Motor

Pahami Cara Kerja AC Mobil Anda

Setiap mobil hasil perakitan generasi terkini tentu telah dilengkapi dengan komponen AC (air conditioner). Fungsi air conditioner sangatlah vital, apalagi bagi pengguna mobil di kota-kota besar yang sering terjebak kemacetan arus lalu-lintas, AC (air conditioner) tentu bakal sangat menolong. Hembusan udara sejuk dari lubang kisi-kisi AC dapat mengusir kegerahan di dalam kabin mobil.

Cara kerja sistem AC (air conditioner) mobil adalah compressor AC akan digerakkan oleh mesin mobil melalui perantara belt, sehingga akan memompa dan mensirkulasikan media pendingin (freon) yang masih berbentuk gas bertekanan tinggi ke dalam sistem pendingin mobil.

Selanjutnya media pendingin freon tersebut dialirkan ke komponen kondensor (condenser). Didalam komponen kondensor ini, gas freon didinginkan dengan cara yaitu panas dilepaskan ke udara bebas melalui sirip-sirip kondensor (condenser). Sehingga keluar dari kondensor, freon sudah dalam keadaan dingin namun masih bertekanan tinggi. Dikarenakan temperaturnya telah menurun, maka media pendingin freon yang semula berbentuk gas dari kompresor, akan diubah menjadi media pendingin berbentuk cair.

Selanjutnya media pendingin cair tersebut dialirkan ke Filter (dryer) untuk dilakukan penyaringan dan pengeringan terhadap kandungan uap air yang ikut beredar didalam sistem. Freon yang sudah difilter ini, dialirkan ke katup expansi (expansion valve) untuk diturunkan tekanannya.

Pada komponen katup ekspansi ini akan terjadi efek spray yaitu efek keluarnya freon bertekanan tinggi menjadi tekanan lebih rendah melalui lubang sempit. Karena tekanan telah turun maka otomatis temperatur juga menjadi rendah. Penurunan tekanan akibat Efek spray ini menyebabkan media pendingin (freon) berubah wujud dari cair (sebelum expansion valve) menjadi kabut (setelah expansion valve) dengan temperatur yang rendah pula.

Peristiwa ini terjadi seperti pada sprayer parfum. Dimana ketika kita menyemprotkan parfum, maka akan terasa sejuk padahal suhu tabung parfum tidak sedingin yang dirasakan. Ini karena efek spray tadi.

Freon yang sudah turun tekanannya dan temperaturnya akan dialirkan ke evaporator, akibatnya evaporator ikut menjadi dingin. Udara yang mengalir melalui sirip-sirip evaporator panasnya akan diserap sehingga temperatur udara disekitarnya menjadi turun.

Udara yang sudah turun temperaturnya oleh blower AC dialirkan ke dalam ruang kabin kendaraan melalui lubang kisi-kisi AC sehingga suhu kabin terasa sejuk.

Sementara itu di dalam evaporator terjadi perubahan bentuk pada freon, yang semula berbentuk kabut dari katup expansi berubah menjadi gas pada evaporator. Media pendingin yang sudah dalam bentuk gas dari evaporator siap dihisap dan di sirkulasikan lagi ke dalam sistem secara terus menerus.

Dewasa ini, sistem pendingin mobil telah banyak menggunakan sistem AC doubel blower. Cara kerja antara AC doubel blower sama persis dengan AC single blower. Namun, untuk sistem AC double blower terdapat dua komponen evaporator, dua buah expansion valve dan dua buah blower fan.

Jadi freon dari filter/dryer, terlebih dahulu melewati sebuah saluran bypass yang membuat cabang. Dimana, yang satu menuju ke blower depan, dan satunya ke blower belakang. Sehingga sistem pendinginannya lebih cepat terjadi dan lebih maksimal daripada menggunakan sistem AC single blower.

Bila komponen vital seperti AC tidak dirawat dengan baik, maka bisa menimbulkan kegalauan bagi pengendara dan penumpang mobil tersebut. Untuk itu pastikan perawatan dan pengecekan berkala di bengkel mobil pilihan anda. Untuk bengkel mobil area Solo Raya dan Yogyakarta, anda dapat mempercayakan perawatan AC mobil anda di Bengkel Zaini Auto Motor Solo.

Awas, Filter Udara Kotor Bikin Anda Tekor

Meskipun pemilik mobil rajin melakukan perawatan / servis berkala di bengkel mobil, bukan berarti semua komponen pada mobil bisa bertahan hingga jadwal servis berkala berikutnya. Seiring waktu pemakaian dan medan yang ditempuh, ada beberapa komponen yang bisa saja butuh perawatan atau pergantian lebih cepat dari jadwal, salah satunya seperti filter udara.

Saringan udara (air filter) merupakan salah satu komponen terpenting pada mobil. Fungsi utama saringan udara (air filter) adalah menyaring udara luar yang dihisap melalui saluran masuk udara (air intake) untuk dialirkan ke dalam sistem injeksi menuju ruang bakar mesin (combustion engine). Beberapa mobil memiliki lebih dari satu filter udara.

Saringan udara (air filter) harus mampu menyaring partikel berukuran micro maupun besar yang berupa debu, daun, dan kotoran lainnya sebelum memasukkannya kedalam sistem injeksi, dimana udara akan bercampur dengan bahan bakar, yang selanjutnya diproses di ruang bakar mesin.

“Filter udara wajib selalu diperhatikan dan dipastikan kondisinya karena dengan udara yang bersih yang menuju ruang pembakaran mesin, maka dampaknya bisa menjaga performa mobil tetap prima. Apabila filter udara yang kotor terus dipakai, maka dampaknya akan merugikan karena bisa menyebabkan beberapa masalah pada mobil.” ujar Listiyono Kepala Bengkel Mobil Zaini Auto Motor Solo.

Masalah yang dihadapi saat filter udara kotor bisa berupa turunnya performa mesin diakibatkan pori-pori filter udara yang menyempit, sehingga berpengaruh pada efisinsi bahan bakar dan konsumsi BBM akan menjadi boros. Selain itu ketika filter udara sudah sangat kotor, maka ada sebagian kemampuan penyaringan udara yang terhambat menuju ke sistem injeksi dan ruang bakar mesin. Dalam jangka waktu lama apabila hal ini terjadi, kinerja mesin akan terganggu, terutama mesin akan terasa tersendat pada putaran RPM tertentu.

Dalam kasus yang lebih parah, mesin bisa saja menjadi kasar atau mesin jebol. Hal ini bisa terjadi ketika kondisi filter kotor namun tetap dipaksakan, akibatnya aliran udara tersebut bisa menjebol permukaan filter. Apabila hal ini terjadi, maka daya saring filter udara sudah sangat berkurang sehingga debu dan kotoran dapat dengan mudah masuk kedalam mesin. Partikel kotoran bisa ikut terbawa dalam proses pembakaran lalu mengendap pada komponen utama mesin. Pengaruh yang dirasakan tentu pada suara mesin yang lebih kasar dari biasanya akibat adanya kerusakan mesin, sehingga mobil perlu tindakan overhoul (turun mesin).

Untuk itu, ada baiknya pemilik mobil melakukan pengecekan sendiri kondisi filter udara di saat waktu senggang, jangan hanya mengandalkan ketika waktu perawatan berkala. Kondisi filter sendiri sangat tergantung pada kondisi jalan yang sering dilalui kendaraan, tidak ada patokan waktu kapan filter udara harus dibersihkan atau diganti.

Dianjurkan setiap 30.000 – 40.000 km wajib untuk mengganti filter udara baru. Namun demikian, dalam kondisi tertentu ada beberapa mobil yang membutuhkan pergantian filter udara lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Contohnya, untuk mobil yang sering melintasi daerah pertambangan atau medan off road, pasti filter udara akan mudah kotor dibandingkan mobil yang digunakan di jalan dalam kota. Jadi tergantung faktor eksternal atau lingkungan yang dilalui mobil tersebut.

Tetapi jika mobil anda menggunakan filter udara yang dapat digunakan kembali (contoh: merk K & N), harap perhatikan petunjuk pemakaian, karena anda mungkin hanya perlu membersihkan, bukan menggantinya.

Jika kita abai melakukan perawatan pada filter udara maka sensor-sensor bisa juga mengalami masalah (air intake sensor, air flow sensor dan air intake temperature sensor), sehingga mengganggu fungsi idle speed control.

Perlu diingat, mengganti filter udara adalah salah satu perbaikan otomotif yang paling mudah dan terjangkau. Filter udara tidak dapat diperbaiki, hanya dapat diganti.

Nah, sekarang bagaimana menurut anda, apa masih malas untuk memeriksa kondisi filter udara mobil anda?

Sebelum Berlibur Pakai Mobil Pribadi, Wajib Lakukan Ini

Musim libur panjang akhir tahun akan segera tiba. Momen liburan ini biasanya banyak dimanfaatkan oleh keluarga untuk pergi berlibur ke luar kota, selain menggunakan transportasi umum, sangat banyak pemilik mobil yang menggunakan kendaraannya untuk bepergian ke luar kota.

Perlu diketahui, sebelum anda melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya wajib mengecek kondisi mobil anda. Tujuan utamanya adalah agar selama di perjalanan tidak mengalami hal yang tidak diinginkan, seperti mogok, over heating dan terjadi kerusakan lain sebagainya.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor Solo, wajib hukumnya bagi pemilik mobil pribadi untuk melakukan pengecekan sebelum digunakan untuk perjalan jauh, apabila selama ini pemilik mobil tersebut jarang melakukan perawatan berkala di bengkel mobil. Tetapi, jika telah rutin melakukan perawatan berkala maka tidak masalah.

“Kalau sering melakukan servis / perawatan berkala, berarti pengecekan komponen seperti ganti oli, tune-up dan lain sebagainya terpantau,” ujar Listiyono belum lama ini di bengkel Zaini Auto Motor Solo.

Listiyono melanjutkan, itulah fungsi utama dari kita melakukan servis berkala secara rutin. Apabila mendadak akan digunakan jalan jauh, pemilik mobil bisa langsung pergi, tanpa harus datang ke bengkel dulu untuk melakukan pengecekan.

“Selama mobil dilakukan perawatan rutin dengan servis berkala sesuai kondisi mobil tersebut, maka tentunya mobil siap sedia digunakan dalam perjalanan jauh,” kata Listiyono.

Namun, yang perlu dilakukan yaitu setelah kembali dari perjalanan atau berlibur maka wajib pula datang ke bengkel mobil untuk melakukan pengecekan komponen, agar tetap terpantau masih dalam kondisi normal atau tidak.

“Apabila dirasakan ada beberapa bagian yang perlu dilakukan pengecekan, seperti kaki-kaki, mesin, sistem pengapian, shock absorber dan lain sebagainya, untuk mengembalikan kondisi kendaraan kembali prima,” imbuh Listiyono. Tetapi masalah yang kerap dikeluhkan pemilik mobil yang datang memperbaiki kendaraannya pasca liburan adalah masalah kopling.

Banyaknya kopling yang bermasalah biasanya akibat cara mengendarai yang kurang tepat. Misalnya, saat macet dan di jalan menanjak pengendara yang tidak biasa main handgrip, maka koplingnya dibiarkan setengah main. Hal ini yang membuat komponen kopling mudah rusak.

Listiyono juga menyebut masalah lain selain kopling yang kerap ditemui dari mobil yang dipakai berlibur adalah lecet pada body. Pascalibur panjang, permintaan untuk servis pengecetan ulang biasanya cenderung naik, karena ada yang kena baret, nyerempet, dan lain sebagainya.

Di era digital sekarang ini untuk mendapatkan perawatan pengecatan body dan perawatan mobil secara berkala mulai dari penggantian oli, filter oli, penggantian kampas rem, penggantian kopling, penggantian timing belt, dan 95 item perawatan lainnya dapat dengan mudah kita dapatkan, cukup menggunakan smartphone kita.

Salah satunya di bengkel mobil Zaini Auto Motor Solo ini. Pemilik mobil cukup di rumah atau di kantor untuk mendapatkan layanan servis lengkap. Bisa juga pemilik mobil melakukan booking service melalui aplikasi Android/IOS “Bengkel Mobil Pro“, kemudian kita cukup memantau proggres perawatan mobil secara realtime.

Semoga liburan akhir tahun ini menyenangkan, aman, nyaman dan tanpa gangguan masalah mobil selama diperjalanan.

Radiator Coolant Bengkel Zaini Auto Motor

Ini Perbedaan Mengisi Radiator dengan “Coolant” dan Air Biasa

Radiator merupakan salah satu komponen penting dari Sistem Pendingin Mobil. Dari radiator ini cairan pendingin ditampung, didinginkan dan didistribusikan ke seluruh jalur sirkulasi sistem pendingin.

Ketika kita melakukan service berkala di bengkel mobil, biasanya dilakukan pengisian air pada radiator mobil menggunakan cairan khusus atau coolant, bahkan ada juga yang hanya menggunakan air biasa. Secara fungsi antara cairan khusus (coolant) dengan air biasa, sebenarnya sama-sama untuk pendingin suhu di dalam mesin.

Saat di pagi hari dimana temperatur mesin masih dingin, sistem pendingin (cooling system) mobil anda belum akan bekerja walau mesin menyala. Alasannya karena mesin memerlukan panas tersebut agar kinerjanya efisien. Sehingga panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran terlebih dahulu digunakan untuk memanaskan semua komponen mesin.

Dalam fase ini, cairan khusus (coolant) atau air pendingin menyerap panas dan bersirkulasi hanya didalam dinding silinder blok mesin (water jacket), karena katup air (thermostat) masih tertutup sehingga tidak disalurkan ke radiator.

Saat suhu mesin mencapai 80-90 derajat celcius (195 farenheit), maka katup pada thermostat akan mulai terbuka yang menyebabkan sirkulasi coolant atau air pendingin dari mesin semakin luas hingga ke radiator. Sirkulasi pendinginan ini akan terus berlangsung karena adanya pompa air (water pump), sehingga temperatur mesin akan tetap terjaga dan tidak mengakibatkan over heating.

Selain menggunakan coolant atau air pendingin, sistem pendinginan mesin juga dibantu dengan adanya kipas radiator. Ketika suhu mesin terus meningkat melebihi suhu kerja (> 90 derajat celcius) maka kipas akan beraksi untuk mengalirkan aliran udara melewati sirip-sirip radiator.

Lantas, sebaiknya bagus menggunakan coolant atau air biasa? Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor Solo (Jawa Tengah), masing-masing memiliki perbedaan. Air mineral dan cairan khusus radiator (coolant) memiliki kandungan berbeda, sehingga mempengaruhi kemampuan yang berbeda pula untuk menurunkan temperatur mesin. 
Listiyono menjelaskan, air biasa tidak bisa semaksimal coolant untuk mendinginkan temperatur mesin. 

“Karena coolant merupakan cairan khusus yang dirancang dengan berbagai bahan tambahan, sehingga sanggup menjaga suhu ruang bakar mesin. Selain itu coolant juga mampu untuk menahan korosi atau keausan di dalam saluran sistem pendinginan radiator” ungkap Listiyono.

Bukan sekedar itu, manfaat menggunakan coolant (cairan khusus) itu juga bisa meminimalisir terjadinya endapan yang bisa berpotensi tersumbatnya berbagai komponen dari saluran sistem pendinginan, dibandingkan dengan air biasa. Tetapi, tentu saja bicara keterjangkauan dan ekonomis, air biasa punya kelebihan yang tidak terbantahkan.

  • 1
  • 2

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi