Tag: Spooring

Cara Rotasi Ban Mobil Yang Benar

Jangan Sepelekan, Ini Aturan Dan Manfaat Rotasi Ban Mobil

Ban mobil merupakan komponen yang harus diperhatikan dan selalu dijaga kondisinya agar selalu prima untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara. Ada beberapa cara untuk menjaga kondisi semua ban tetap prima, salah satunya dengan melakukan rotasi ban. Merawat dan menjaga kondisi ban mobil, memang perlu ketelatenan dan sebaiknya mengikuti petunjuk dalam manual book (buku panduan kepemilikan mobil). Dalam manual book, biasanya diterangkan cara merawat ban dan rotasi ban. Pada penggunaan mobil secara normal, rotasi ban sebaiknya dilakukan secara rutin agar tingkat keauasan ban bisa merata.

Menurut Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor, “Merotasi ban secara rutin akan secara signifikan memperpanjang umur ban. Selama pemakaian mobil, pada umumnya keempat ban mobil akan memiliki keausan yang berbeda. Jika salah satu ban memiliki keausan lebih banyak daripada yang lain, maka mobil akan mulai menarik ke arah ban yang tidak aus. Misalnya, saat berkendara, cobalah untuk sesaat melepaskan roda kemudi, mobil seharusnya dapat terus berjalan secara lurus. Namun, jika telah terjadi keausan ban yang berbeda, maka biasanya mobil tidak akan berjalan lurus. Mobil akan cenderung menarik ke arah ban yang kondisinya lebih baik. Hal ini juga menjadi alasan mengapa ketika membeli ban baru sebaiknya membeli berpasangan.”

Kapan Harus Melakukan Rotasi Ban Mobil

Merotasi ban secara rutin dan benar akan membuat tingkat keausan ban merata. Dan memungkinkan setiap ban dapat digunakan selama mungkin pada posisi sisi roda yang berbeda-beda. Namun secara umum, rotasi ban dilakukan dengan tujuan untuk mengistirahatkan ban depan dan mengoperasikan ban serep. Hal ini, dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak buruk yang diterima ban depan, yang memiliki beban lebih besar saat digunakan untuk berbelok dan mengarahkan mobil. Selain itu, merotasi ban juga dilakukan sebagai upaya untuk merawat ban cadangan (ban serep).

Akibat akumulasi jarak tempuh kendaraan, pada keempat ban akan memiliki kecepataan keausan yang berbeda, dan menghasilkan keausan ban di tempat yang berbeda-beda pula. Hal ini karena pemakaian ban depan berbeda dengan ban belakang, dan pemakaian ban kanan yang berbeda pula dari ban kiri.

Semua mobil dirancang dengan konfigurasi bobot, sistem kemudi, dan jenis penggerak roda yang berbeda-beda. Ini berarti akan menghasilkan keausan yang tidak merata pada keempat sisi roda kendaraan. Jika pemilik mobil terlalu lama membiarkan setiap ban tetap berada di satu posisi, maka akan terjadi keausan dan kerusakan ban yang tidak normal. Sehingga mobil saat dikendarai bisa mulai menarik dan tergelincir ke salah satu arah.

Dengan secara rutin melakukan rotasi ban, memungkinkan keempat ban akan mengalami keausan yang sama. Sehingga membuat rentang usia pakai ban relatif sama pada keempatnya. Mobil yang memiliki tingkat keausan ban yang merata, ketika dikendarai akan lebih lancar dan selalu berjalan lurus tidak menarik ke salah satu sisi kendaraan. Oleh karenanya, rotasi ban mobil sebaiknya dilakukan setiap 10.000 km, atau saat bersamaan ketika melakukan proses spooring dan balancing. Selanjutnya lakukan secara berkala pada kelipatan 10.000 km.

Jangan Asal Rotasi Ban, Ini Aturan Mainnya

Ban merupakan salah satu komponen yag harus diperhatikan dan dirawat secara rutin. Hal itu tentu sejalan dengan kinerja ban yang harus menopang beban kendaraan sekaligus menghasilkan traksi optimal dengan permukaan aspal. Salah satu perawatannya adalah dengan rotasi ban yang tujuan utamanya agar tingkat keausan semua ban merata. Namun, cara menukar posisi keempat ban dari depan hingga belakang ada aturan mainnya, sehingga jangan sembarangan melakukan perputaran rotasi ban. Berbagai jenis mobil juga memiliki teknik atau pola rotasi ban yang berbeda, sebaiknya ikuti sesuai yang direkomendasikan pabrikan mobil. Ada pola rotasi dari roda bagian belakang dipindah ke depan, ada juga yang menyilang (crossing), pola rotasi sejajar, semua tergantung tipe penggerak rodanya.

“Rotasi ban yang dilakukan sendiri tidak bisa sembarangan, karena ada polanya. Yang harus diperhatikan juga adalah perbedaan pola rotasi posisi ban antara mobil berpenggerak roda depan dan penggerak roda belakang. Selain itu, biasanya setiap produsen mobil juga mempunyai rekomendasi konfigurasi/pola rotasi bannya sendiri-sendiri. Sebenarnya yang paling bagus menggunakan pola rotasi menyilang (diagonal),” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Pada manual book biasanya menggunakan aturan pola menyilang, dimulai dari ban depan kiri dipasangkan ke ban belakang sebelah kanan, dan begitu juga sebaliknya. Tingkat keausan alur ban paling cepat terdapat pada roda bagian depan, karena kerjanya cukup berat dan berhubungan dengan kemudi. Selain itu, saat ini kebanyakan mobil memiliki penggerak roda depan dan yang belakang ngikutin. Sehingga bagian depan menerima beban yang lebih berat daripada ban belakang, maka ban depan akan lebih cepat aus.

Tidak Semua Ban Mobil Bisa Dirotasi

Meskipun sangat penting untuk memperpanjang usia ban, tetapi pada kenyataannya ada beberapa mobil yang memang tidak bisa dilakukan rotasi ban. Maka sebelum melakukan rotasi ban, yang perlu diperhatikan oleh setiap pemilik mobil adalah memastikan semua ban mempunyai ukuran (dimensi) yang sama. Karena ada beberapa mobil yang mempunyai dimensi roda depan lebih kecil dari roda belakangnya. Biasanya sering ditemui pada mobil sport yang memiliki dimensi ban dan pelek berbeda antar depan dan belakang.

Selain itu, ada juga ban mobil yang dirancang untuk tetap dipasang di sisi roda kanan atau roda kiri. Ban ini dinamakan ban directional, sehingga tidak dapat dilakukan rotasi sembarangan. Ban directional umumnya memiliki arah alur ban searah (directional tread), dan pattern (alur) kembangannya umumnya berbentuk pola huruf V. Ban directional juga dilengkapi dengan berbagai macam keterangan di dinding ban (sidewall), berupa tanda panah dan tulisan “ROTATION” sebagai petunjuk arah putaran ban, sehingga pemasangan tidak boleh terbalik.

“Ukuran ban berperan vital dalam urusan rotasi ban. Jika diketahui terdapat ukuran ban yang berbeda, yah otomatis tidak dapat dirotasi karena didesain seperti itu. Selain perbedaan dimensi ban, mobil yang memiliki arah alur ban directional (searah), atau pattern kembangan ban yang biasanya berbentuk pola huruf V, tidak dapat dilakukan rotasi sembarangan. Saat akan merotasi ban, wajib memperhatikan posisi arah ban, dan ban hanya bisa dipindah ke satu sisi saja (depan-belakang), tidak bisa menyilang.” ujar Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

“Misalnya, pada ban kiri yang sudah ada arah alur kembangannya sendiri, jika dipindah ke sebelah kanan otomatis alurnya akan terbalik. Maka bisanya di pindah hanya ke roda kiri bagian belakang, pada sisi yang sama tidak bisa menyilang. Akan sangat berbahaya bila sampai salah arah alurnya, terutama ketika melintasi jalan basah dan ketika melakukan pengereman karena grip-nya tidak sesuai. Salah arah alur putaran ban juga akan menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju di jalan raya,” tutup Agus Tri Ariyanto mengakhiri penjelasannya di bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Yang Benar

Rotasi ban secara benar dan tepat dipercaya dapat memperpanjang usia ban sekitar 30% lebih lama. Terutama pada ban depan mobil, karena kondisi ban akan cepat aus pada bagian roda depannya daripada di bagian roda belakang. Apabila Anda kurang memahami cara merotasi ban yang tepat, maka alangkah baiknya percayakan pada mekanik profesional di bengkel mobil terdekat, bengkel resmi atau bengkel/toko khusus ban. Karena pada bengkel mobil atau toko khusus ban, biasanya terdapat berbagai alat khusus untuk mendeteksi kondisi ban. Sehingga jika memang dibutuhkan maka dapat dilakukan spooring and balancing, sekaligus pemeriksaan kondisi kaki-kaki mobil.

Ada juga mobil dengan yang mempunyai ukuran ban cadangan lebih kecil. Jika mobil yang digunakan memiliki ban serep lebih kecil, maka rotasi ban tidak perlu melibatkan ban serep. Perawatan pada ban serepnya pun cukup dengan memeriksakan tekanannya secara berkala, agar suatu saat ketika diperlukan dalam kondisi yang siap pakai.

Perawatan merupakan kunci utama untuk menjaga kondisi ban mobil tetap prima. Ada perawatan yang harus datang ke bengkel mobil, bisa juga dilakukan sendiri, seperti memeriksa tekanan angin. Namun, masih banyak pemilik mobil suka melupakan perawatan ini. Tekanan angin pada ban perlu diperhatikan agar ban dapat berfungsi dengan baik dan memberikan kinerja maksimal. Tiap mobil pada bagian pintunya sudah disertakan standar untuk tekanan angin ban. Pemilik mobil tinggal mengikuti secara regular, selanjutnya lakukan pengecekan tiap dua sampai tiga minggu, bila memakai tekanan nitrogen sekitar satu bulan.

Melakukan rotasi ban di bengkel Zaini Auto Motor akan lebih baik, karena dilakukan oleh para mekanik profesional dan dipastikan tidak akan salah. Kondisi ban sebelum dirotasi akan dicek lebih dahulu, setelah semuanya kondisi ban baik maka akan dilakukan rotasi. Namun, apabila kondisi ban untuk roda depan keausannya lebih banyak atau gundul, maka tidak boleh dirotasi. Harus dicari ban yang ketebalannya masih bagus, karena untuk bagian depan akan bekerja lebih berat dan untuk mengatur arah laju mobil. Kemudian, jika diperlukan juga dapat dilakukan spooring dan balancing untuk menjaga keseimbangan mobil Anda.

Spooring dan Balancing

Kapan Waktu Yang tepat Mobil Perlu Spooring Dan Balancing?

Untuk mendapatkan kenyamanan, keselamatan dan keamanan selama berkendara, maka setiap mobil wajib dilakukan servis dan perawatan secara berkala maupun rutin. Apalagi jika mobil tersebut digunakan untuk menunjang aktifitas sehari-hari, sangat perlu dijaga kondisinya agar selalu prima. Melakukan perawatan mobil tidak melulu pada bagian mesin, namun ada juga komponen lain yang tak kalah penting untuk mendapat perhatian. Seiring penggunaanya maka komponen seperti roda dan kaki-kaki mobil, yang erat kaitanya dengan keselamatan dan kenyamanan ketika berkendara sangat perlu mendapat perhatian dan perawatan.

Pada umumnya, perawatan kaki-kaki terbagi dalam dua, yaitu spooring dan balancing. Keduanya memiliki pengertian dan proses pengerjaan yang berbeda. Sebenarnya spooring dan balancing masuk dalam perawatan berkala yang harus dilakukan pemilik mobil. Namun, hal ini sering dilupakan oleh pemilik mobil karena kebanyakan lebih terfokus pada sektor perawatan mesin. Kebiasaan yang umum terjadi, tidak seperti perawatan berkala (tune up) mesin, perawatan spooring dan balancing hanya dilakukan ketika dianggap perlu.

Pemakaian mobil setiap hari dan dalam jangka waktu yang lama akan mengubah kedudukan atau posisi empat roda. Walaupun biasanya pengemudi tidak dapat melihatnya secara visual kasat mata, tetapi pengemudi dapat merasakannya melalui performa mengemudi mobil yang janggal dan tidak nyaman.

1. SPOORING

Pengertian spooring sendiri adalah proses penyetelan pada roda yang bertujuan meluruskan kembali (wheel alignment) kedudukan empat roda mobil seperti pengaturan awal pabrikan. Nah, biasanya yang akan diluruskan kembali adalah kedua roda depan. Oleh sebab itu, setiap kali Anda mengganti bagian mobil yang berkaitan dengan sistem kemudi mobil, maka perlu juga melakukan spooring roda.

Proses spooring sendiri meliputi penyetelan komponen suspensi, steering, dan penggerak roda. Pada roda depan biasanya spooring dilakukan pengaturan camber (sudut kemiringan roda terhadap garis vertikal), caster (kemiringan sumbu kemudi terhadap garis tengah roda vertikal jika dilihat dari samping mobil), toe (toe-in/toe-out), dan radius putar (turning radius). Sementara pada roda belakang biasanya cuma pengaturan camber, dan toe (perbedaan jarak antara roda kanan dan kiri bagian depan dengan belakang).

Roda kendaraan merupakan salah satu komponen utama yang menentukan arah gerak kendaraan dan berfungsi juga sebagai peredaman getaran kendaraan. Keseimbangan roda kian hari akan berubah, seiring dengan gaya sentrifugal yang dihasilkan dari gaya tarik dan putar roda. Jika mobil Anda memiliki mobilitas tinggi dan sering melewati jalanan yang tidak rata, mungkin gejala yang Anda rasakan yaitu setir mobil agak berat ke kiri atau menarik ke kanan. Mungkin juga setir mobil terasa bergetar pada kecepatan RPM tertentu.

Lalu, sebenarnya kapan waktunya kondisi dan performa mobil mengharuskan Anda untuk segera melakukan spooring?

  • Ketika Anda merasa ada permukaan ban yang tidak rata, misalnya Anda merasakan saat mengemudi ada benjolan di salah satu roda atau semuanya. Biasanya ini disebabkan adanya masalah pada sistem suspensi.
  • Ketika Anda sudah merasa tidak nyaman saat mengemudi, Anda merasa mobil saat berbelok ada gerakan yang tidak wajar, mobil terasa lebih susah dikendalikan, atau Anda merasakan getaran yang mengganggu ketika mengemudikan mobil di permukaan jalan beraspal yang halus.
  • Ketika Anda melihat secara visual keempat roda mobil Anda yang sedang terparkir dalam posisi kemudi lurus tetapi posisi roda tidak sejajar. Misalnya Anda melihat ada salah satu roda miring, roda depan tidak lurus dengan roda belakang. Ini menandakan kedudukan salah satu roda telah bergeser dari tempat semula.

Itulah beberapa tanda bahwa Anda harus segera melakukan spooring ke bengkel mobil, agar performa dan kenyamanan mobil Anda kembali seperti semula.

2. Balancing

Balancing merupakan proses perbaikan yang bertujuan untuk menyeimbangkan putaran keempat roda mobil. Saat Anda telah mengganti ban atau velg, maka mobil perlu dilakukan balancing agar putaran rodanya tetap sama dan seimbang.

Menurut Kepala Bengkel mobil Pro “Zaini Auto Motor” Surakarta, balancing perlu dilakukan saat mobil dirasa sudah mulai tak stabil saat dikendarai, maka perlu balancing untuk menjaga keseimbangan pada roda mobil, mulai dari titik atas-bawah atau kanan-kiri, agar kestabilan mobil tetap terjaga baik saat kecepatan tinggi, saat akselerasi atau ketika mobil bermanuver.

“Mobil yang sudah tidak stabil biasanya ditandai mobil terasa melayang pada kecepatan tertentu, dan kemudi sedikit berat dikendalikan ketika berjalan pelan. Perubahan kondisi suspensi, kondisi permukaan jalan, serta kondisi pelek menjadi salah satu faktor berubahnya keseimbangan pada roda, maka balancing perlu dilakukan untuk menjaganya.” lanjut Listiyono.

Proses balancing pada roda atau ban mobil dilakukan dengan cara menyamakan, menyelaraskan dan menyeimbangkan beban putaran roda, dengan menambahkan timah pada velg di sisi yang kurang stabil.

Bila pemilik mobil sengaja terlalu lama membiarkan roda tidak seimbang, tentunya bisa mengakibatkan banyak kerugian. Selain berkurangnya kenyamanan berkendara berkendara, hingga dapat mengakibatkan kerusakan pada beberapa komponen kaki-kaki mobil dan keausah permukaan ban menjadi tidak merata.

“Karena distribusi beban pada roda (ban) yang tidak merata, maka lama kelamaan efeknya bisa membuat keausan yang tidak merata pula pada setiap permukaan ban. Proses balancing roda dilakukan pada bagian roda mana yang tidak seimbang, dengan diberikan pemberat timah sesuai kebutuhan dari masing-masing titik roda untuk mendapatkan kembali kesimbangan yang merata,” ucap Listiyono.

“Saat ban atau roda berputar maka akan terjadi gaya sentrifugal pada tiap bagian roda. Gaya sentrifugal ini akan makin kuat saat rotasi (putaran) ban makin cepat. Seiring pemakain mobil setiap hari maka lama kelamaan ban atau roda akan memiliki titik berat yang tidakseimbangan, biasanya akibat beban yang tidak seimbang sehingga menimbulkan gaya sentrifugal yang lebih besar pada salah satu ban, yang bisa mengakibatkan putaran roda tidak selaras atau seimbang,” lanjut Listiyono di Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor” Surakarta.

Dengan melakukan proses balancing akan membuat putaran roda depan dan belakang kembali berjalan secara paralel, sehingga mobil bisa berjalan dengan stabil dan nyaman dikemudikan.

Biasanya proses spooring dan balancing dilakukan bersamaan mengikuti masa perawatan berkala dari mobil, atau jika sudah mencapai batas kilometer perawatan yang direkomendasikan yaitu 20.000 km. Tentunya setiap mobil memiliki jadwal perawatan yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik mobil itu sendiri. Tetapi jika jalan yang sering dilalui adalah jalanan yang rusak, berlubang atau tidak rata, maka sebaiknya dilakukan perawatan lebih cepat, yakni tiap 10.000 km.

Selain itu bila mobil sudah terasa tanda-tanda yang mengindikasikan kurang nyaman maka segeralah melakukan proses spooring dan balancing agar kondisi roda (ban) tetap terjaga, tidak menimbulkan kerugian yang tambah banyak dan tidak lain untuk menjaga keselamatan, serta kenyamanan saat berkendara.

Bagi Anda yang memerlukan perawatan berkala (tune up), servis rutin, spooring dan balancing, perbaikan dan pengecatan body mobil, dan servis lainnya, maka jangan ragu menghubungi bengkel mobil pro “Zaini Auto Motor”.

Perawatan dan perbaikan mobil di bengkel mobil pro “Zaini Auto Motor” sesuai SOP dan menggunakan peralatan yang hampir sama dengan bengkel resmi, tetapi dengan lebih cepat, biaya lebih terjangkau dan dengan cara yang mudah. Anda cukup menghubungi Call Center customer service atau cukup download aplikasi “Bengkel Mobil Pro“, maka anda langsung menikmati berbagai kemudahan perawatan mobil anda dan yang lebih hebatnya lagi anda bisa memonitor segala proses perbaikan dari smartphone Anda. Selamat Mencoba…!!

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi