Tag: Shockbreaker

Agar Shockbreaker Mobil Lebih Awet

6 Tanda Shockbreaker Mobil Anda Perlu Segera Diganti

Kenyamanan dalam berkendara merupakan hal utama yang paling diidamkan oleh setiap pemiliki dan pengendara mobil. Kenyamanan dalam berkendara bukan hanya diberikan oleh komponen interior dan eksterior mobil saja, tetapi komponen pendukung gerak mobil juga harus memberikan kenyamanan. Misalnya kaki-kaki mobil seperti link stabilizer, tie rod, penggerak kemudi, shockbreaker dan lain sebagainya. Komponen kaki-kaki tersebut harus selalu memberikan kenyamanan bagi pengendara dan penumpangnya, terutama komponen shockbreaker (shock absorber) mobil. Sehingga selama perjalanan penumpang terhindar dari kecapekan dan dapat beristirahat menikmati perjalanan dengan nyaman.

Agus Zainal, selaku mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor mengatakan,”Shockbreaker merupakan salah satu komponen yang berperan penting untuk menghasilkan kenyamanan selama berkendara. Hal ini karena shockbreaker memiliki fungsi untuk meredam getaran, menahan goncangan, dan menstabilkan mobil ketika terdapat guncangan akibat melewati kontur jalan yang tidak rata, berlubang atau bergelombang. Jika shockbreaker berfungsi dengan optimal, maka akan menunjang kaki-kaki mobil untuk meredam getaran (goncangan) saat melewati jalanan yang tidak rata, dan menjaga kestabilan laju mobil.”

Namun, seiring dengan usia pemakaian, jarak yang ditempuh mobil, beban yang diangkut, dan medan yang dilalui, maka kemampuan peredaman dari shockbreaker akan melemah. Tidak jarang pula komponen peredam kejut ini akan mengalami kerusakan, sehingga kenyamanan selama berkendara akan hilang sama sekali. Nah, berikut ini beberapa ciri-ciri kerusakan pada shockbreaker mobil yang dapat dideteksi sendiri, antara lain:

1. Keausan Ban Mobil Tidak Rata

Saat roda mobil berputar, bidang kontak antara ban dan permukaan jalan terus berubah sesuai dengan kecepatan mobil, frekuensi pantulan, kondisi permukaan jalan, dan lain sebagainya. Area kontak yang berubah-ubah akan terlihat pada tapak ban, dan ditandai dengan permukaan ban yang terlalu aus dan tidak aus. Bagian ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan akan lebih cepat aus, namun bagian ban yang tidak bersentuhan dengan jalan lebih sedikit keausannya.

Shockbreaker Rusak Menyebabkan Keausan Ban Tidak Rata
Keausan Ban Mobil Akibat Shockbreaker Rusak

Ketika shockbreaker rusak, maka proses peredaman terhadap guncangan menjadi lemah dan tidak sempurna. Sehingga mengakibatkan ban tidak mampu menjaga kestabilan menapak di permukaan jalan saat terjadi sedikit guncangan di atas permukaan jalan. Akibat ketidakstabilan tersebut, permukaan tapak ban tidak seluruhnya menapak di permukaan jalan, maka keausan ban pun menjadi tidak merata.

“Kerusakan shockbreaker mobil dapat diliat dari keausan kembangan (tapak) ban yang tidak rata. Biasanya sisi ban bagian dalam akan terlihat lebih cepat aus (gundul) daripada sisi bagian luarnya. Jika sudah terjadi kondisi seperti itu, maka sudah pasti itu disebabkan oleh kerusakan shockbreaker. Selain itu, kerusakan suspensi (shock absorber) juga menyebabkan ban memantul saat mobil berjalan, biasanya terjadi pantulan turun yang lebih keras di beberapa bagian ban. Masalah akan menjadi lebih buruk jika mobil sering melewati permukaan jalan dengan banyak gundukan, lubang, atau jalan yang tidak rata.” kata Agus Zainal ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

2. Ayunan Shockbreaker Berlebihan

Ketika sedang mengendarai mobil dan merasakan mobil berayun lebih lembut dari biasanya, dan mobil membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke posisi stabil, khususnya ketika berbelok di tikungan, maka dapat dipastikan performa shockbreaker sudah tidak optimal dan harus segara diganti. Ayunan berlebihan biasanya disebabkan oleh kondisi shockbreaker yang sudah lemah atau terjadi kebocoran pada shock absorber.

Untuk memastikannya, pergi ke setiap sudut kendaraan, kemudian tekan bagian mobil yang berdekatan dengan posisi shockbreaker ke arah bawah, lantas lepaskan tekanan tersebut. Apabila mobil memantul atau mengayun lebih dari 1-2 kali setelah Anda melepaskan tekanannya, maka bisa dipastikan kondisi shock absorber tidak normal.

Cara Memeriksa Ayunan Shockbreaker Mobil Toyota
Memeriksa Ayunan Shockbreaker Mobil

Cara lain untuk mengetahui shockbreaker sudah layak diganti adalah dengan mengendarai mobil melewati polisi tidur yang cukup tinggi atau melewati lubang yang cukup dalam. Apabila mobil seperti diayun-ayunkan berulangkali dan tidak stabil, hal itu menandakan kondisi shockbreaker sudah lemah dan tidak normal. Pada shockbreaker yang masih normal, ketika melewati gundukan atau jalan berlubang, hanya akan mengayun satu hingga dua kali. Karena shockbreaker dirancang untuk menstabilkan mobil dan sebagai peredam getaran atau guncangan.

“Kondisi shockbreaker (shock absorber) yang mengayun berlebihan apabila dibiarkan akan membahayakan diri sendiri dan penumpang. Karena kontrol gerak mobil tidak dapat dikendalikan secara maksimal. Sehingga kemungkinan terburuknya dapat menyebabkan kecelakaan,” kata Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Oli Shockbreaker Bocor

Layaknya komponen mobil lainnya, seiring waktu pemakaian, maka peredam kejut (shock absorber) juga bisa mengalami kerusakan. Terutama pada mobil kerap melewati medan jalan yang rusak (bergelombang), sering mengangkut beban berlebihan, dan mobil yang telah berusia lebih dari lima tahun.

Oleh karenanya, pemilik mobil wajib memeriksa kondisi peredam kejut mobilnya. Ada beberapa cara mudah untuk memeriksa kondisi fisik shockbreaker. Biasanya tanda yang nampak secara fisik dan paling umum terjadi adalah adanya cairan yang keluar atau rembesan oli yang keluar dari dalam tabung shockbreker. Kebocoran pada komponen suspensi (shock absorber) ini akan membuat kinerjanya tidak maksimal saat meredam guncangan.

Oli Shockbreaker (Sokbreker) Mobil Toyota Bocor
Oli Shockbereker Mobil Bocor

Dengan adanya kebocoran ini, menandakan komponen peredam kejut ini memerlukan perbaikan atau bahkan perlu penggantian dengan yang baru. Jika dinding tabung shockbreaker sudah mengalami goresan, maka langkah yang paling tepat yang bisa dilakukan yakni dengan mengganti shockbreaker dengan yang baru. Jika Anda memaksakan tidak menggantinya, maka kinerja shockbreaker tidak akan maksimal dan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, untuk melakukan perbaikan juga perlu dilakukan penyetelan ulang, dan biaya yang dihabiskan tentu cukup besar. Oleh karenanya akan lebih efisien bila mengganti shockbreaker lama dengan yang baru.

“Rembesan oli pada shockbreaker mengindikasikan adanya kebocoran. Biasanya terlihat dari adanya rembesan oli di bodi (tabung) shockbreaker. Jika cairan yang berada di dalam tabung shockbreaker ini habis, maka kinerja pistonnya tidak maksimal. Kalau kinerja piston tidak maksimal, akibatnya saat melewati jalan rusak, menyebabkan peredamanan guncangan tidak sempurna. Pemilik mobil harus segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan di bengkel shockbreaker terdekat. Kebocoran shock absorber pada mobil keluaran lama dapat diperbaiki dengan cara mengganti oli suspensi dan mengganti seal karetnya dengan yang baru. Namun untuk mobil produksi terbaru, jika terdapat kerusakan biasanya harus langsung diganti dengan yang baru dan tidak bisa diperbaiki.” ucap Agus Zainal ketika ditemui beberapa waktu lalu di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Suara Berisik Pada Shockbreaker

Munculnya suara berisik pada bagian suspensi menandakan kondisinya sudah tidak berfungsi secara baik. Ketika shock absorber tertekan, seharusnya bagian tersebut harus kembali ke posisi semula dengan segera. Namun jika shock absorber sudah lemah, aus, atau bocor, maka shock absorber tidak segera kembali ke posisi semula dan tingkat baliknya menjadi lama. Akibatnya, peredaman pun tidak sempurna dan mobil seperti terbentur keras.

Penyebab Suara Berisik Pada Shockbreaker Mobil
Bushing Shockbreker Rusak

“Kebanyakan komponen suspensi (shock absorber) menggunakan media peredaman berupa oli. Jika volume oli di dalam tabung shock absorber sudah tidak sebanyak sebelumnya, atau sudah berkurang diakibatkan bocor, maka ketika mobil melalui tekstur jalan yang tidak rata, pengendara akan merasakan guncangan berlebih. Di bagian kaki-kaki mobil dan suspensi akan muncul bunyi berdecit atau suara “jedug” seperti benturan benda yang mentok tiap melewati gundukan atau jalan tidak rata. Jika sudah begini, sebaiknya komponen suspensi segera diganti sebelum merusak komponen mobil lainnya.” Saran Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, suspensi (shock absorber) memiliki lubang baut pengikat di setiap ujungnya, yang mencegah kemungkinan lepas dari dudukannya di mobil. Lubang baut pengikat ini masing-masing memiliki bushing karet, dan jika bushing karet tersebut rusak, aus atau pecah, maka suara berisik juga akan terdengar saat kendaraan melaju melewati gundukan.

5. Body Mobil Miring (Tidak Seimbang)

Kondisi shockbreaker yang lemah akan menyebabkan tampilan body mobil terlihat lebih rendah dari pada kondisi normalnya. Hal ini dapat diperiksa dengan memarkir mobil di tempat yang rata, kemudian perhatikan jarak antara sepatbor roda dengan ban mobil. Bila setiap roda memiliki jarak yang berbeda dengan sepatbor, maka kemungkinan salah satu shock absorber tidak berfungsi dengan baik. Hal ini dikarenakan komponen shock absorber tidak cukup kuat untuk menahan berat body mobil itu sendiri.

Suspensi Mobil Rusak Mengakibatkan Bodi Mobil Terlihat Miring
Body Mobil Terlihat Miring Akibat Shockbreaker Rusak

“Bodi mobil yang terlihat miring, sebagian besar terjadi karena kaki-kaki mobil tidak bekerja dengan baik, terutama suspensi yang sudah lemah. Komponen bushing dan karet pada dudukan suspensi biasanya yang paling pertama rusak, selanjutnya komponen yang rusak adalah shockbreaker. Jika bagian ini rusak maka dapat mempengaruhi ketinggian mobil. Selanjutnya, coil spring (per keong) yang sudah lemah juga akan membuat ketinggian bodi mobil berbeda, sehingga tampak miring salah satu sisinya.” jelas Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Apalagi saat dikendarai, berat mobil akan bertambah dengan berat jumlah penumpang dan muatan barang yang berada di dalam mobil. Maka ketika melewati polisi tidur dan jalan berkontur tidak rata akan menyebabkan kerusakan parah pada shock absorber dan bisa merusak komponen mobil lainnya. Oleh kareanya, perlu segera melakukan pergantian pada komponen suspensi ini, karena akan berbahaya bila tetap membiarkan hal ini terus terjadi dalam waktu yang lama.

6. Sistem Rem Membutuhkan Waktu Lebih Lama Untuk Menghentikan Mobil

Tanpa adanya sistem rem, maka mobil yang melaju tidak akan bisa berhenti dengan sempurna. Rem mobil pun dapat dijadikan tanda untuk mengetahui kondisi shock absorber. Karena fungsi lain dari shock absorber adalah memindahkan gaya gerak kendaraan dan gaya pengereman roda ke body kendaraan, melalui gesekan antara permukaan jalan dengan ban. Kondisi suspensi (shock absorber) yang baik dan prima akan menambah kemampuan cengkram ban terhadap permukaan jalan.

Mengganti Shock Absorber Yang Rusak Dengan Yang Baru
Mengganti Shockbreaker Yang Rusak

Shockbreaker yang bermasalah, biasanya akan membutuhkan banyak waktu untuk menggerakkan seluruh batang pistonnya (piston rod). Hal ini tentunya akan menambah waktu pengereman, dan memperpanjang jarak kendaraan untuk dapat berhenti secara sempurna. Selain itu proses cengkraman tapak ban terhadap jalan akan berkurang ketika terjadi pengereman secara mendadak. Proses pengereman menjadi tidak stabil, karena peredaman yang dilakukan shockbreaker sangatlah lama, dan kekuatan daya cengkram ban terhadap jalan untuk mengkuatkannya pun juga berkurang.

Jika mobil kesayangan Anda terdapat salah satu gejala di atas, maka kami sarankan untuk segera datang ke bengkel shockbreaker terdekat atau bengkel mobil terdekat untuk memeriksakan kondisi suspensi (shock absorber) mobil Anda. Namun, bila Anda tidak punya banyak waktu untuk ke bengkel mobil, dan ingin mendapatkan tempat service yang aman dan berkualitas, sebaiknya segera lakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor. Anda dapat memilih layanan “bengkel mobil panggilan“, dimana mekanik dari bengkel Zaini Auto Motor akan segera mendatangi lokasi Anda.

Setiap mobil yang ditangain bengkel Zaini Auto Motor akan mendapat pemeriksaan dan perawatan maksimal. Mekanik profesional dan berpengalaman akan memeriksa seluruh kondisi mobil Anda, termasuk kondisi shock absorber. Selanjutnya mekanik Zaini Auto Motor akan memberi tahu perbaikan apa saja yang diperlukan, dan memberi saran jika memang perlu adanya penggantian sparepart. Selain itu, bengkel Zaini Auto Motor juga menyediakan berbagai macam suku cadang asli. Jadi, Anda tinggal terima beres dan performa mobil akan kembali maksimal.

Service Berkala Komponen Mobil Usai Mudik Lebaran

Usai Mudik Lebaran, 6 Komponen Mobil Ini Wajib Diperiksa

Sejumlah gerbang tol ketika arus mudik maupun arus balik mengalami kepadatan dan kemacetan yang cukup panjang. Bukan cuma itu, ketika arus mudik maupun arus balik lebaran jalan non-tol juga terkena imbas dari penerapan sistem satu arah (one way) di jalan tol. Hal ini tentunya memaksa mobil para pemudik yang melewati jalur tol maupun non-tol harus bekerja keras menghadapi kemacetan.

Oleh karena itu, setelah mudik lebaran, sebaiknya pemilik mobil segera memeriksa kembali kondisi mobilnya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga performa mesin dan mendeteksi kemungkinan adanya kerusakan pada komponen mobil setelah digunakan menempuh perjalanan jauh.

Ada beberapa komponen mobil yang perlu menjadi perhatian dan sangat penting untuk diperiksa. Bagian mana saja yang perlu menjadi perhatian? Untuk lebih jelasnya silahkan simak uraian berikut ini.

Periksa Komponen Mesin

Setelah dipakai menempuh perjalanan jauh pasca mudik lebaran, maka ada baiknya dilakukan pemeriksaan dan service pada semua komponen mesin mobil. Pemeriksaan komponen seperti injektor, busi, radiator, saringan udara, throttle body, dan lainnya untuk menjamin kondisi mobil tetap prima pasca mudik. Komponen mesin mobil yang terawat, nantinya tidak akan merepotkan Anda ketika digunakan sehari-hari.

Untuk itu, sempatkan waktu datang ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi untuk mengembalikan performa mesin mobil Anda dalam kondisi yang prima dan siap jalan. Pengerjaan tune up standart untuk mobil konvensional biasanya meliputi pembersihan dan penyetelan karburator, penyetelan valve, pengecekan filter udara, filter AC, pemeriksaan filter oli, pemeriksan busi, dan lainnya.

Sedangkan pemeriksaan dan tune up standar untuk mobil injeksi biasanya meliputi OBD scan (On Board Diagnosis), pembersihan throttle body, pengecekan injektor, pemeriksan busi, pemeriksaan filter AC, filter udara, filter oli, dan komponen lainnya.

Gurah Mesin (carbon clean) di Bengkel Zaini Auto Motor
Gurah Mesin (carbon clean)

“Jika performa dan tenaga tenaga mesin ingin ditingkatkan, maka bisa dilakukan gurah mesin (carbon clean) atau Pembersihan ruang bakar. Service gurah mesin (carbon clean) ini berfungsi untuk mengembalikan performa mesin seperti semula agar tetap bekerja dalam kondisi optimal,” ujar Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, saluran bahan bakar ke ruang bakar mesin (combustion engine) juga harus diperiksa. Apabila fuel filter (saringan bensin) sudah kotor harus segera diganti. Agar sistem pengapian makin sempurna kondisi kabel busi harus prima dan kondisi busi jika telah aus dan berkarbon sebaiknya diganti baru.

Pemeriksaan Sistem Rem

Pasca mudik lebaran, komponen fast moving seperti sistem rem merupakan salah satu komponen yang wajib diperiksa kembali. Komponen sistem rem seperti kampas rem, minyak rem (brake fluid) dan disc brake, perlu pemeriksaan lebih detail. Apakah komponen-komponen tersebut masih layak pakai dan hanya memerlukan perawatan atau sudah saatnya diganti.

Mengingat sistem rem merupakan bagian dari kaki-kaki mobil yang fungsinya sangat penting saat berkendara, ada cara mudah untuk mengetahui kondisinya. Pertama, periksa kedalaman pedal rem. Apabila injakan pedal rem sudah sangat dalam, ini menandakan kampas rem sudah aus dan menipis sehingga daya cengkramnya pasti berkurang.

Pemeriksaan Sistem Rem dan Ketebalan Cakram
Pemeriksaan Ketebalan Cakram

“Jika kampas rem sudah menipis atau aus, periksa kemungkinan masih layak pakai atau tidak. Kampas rem yang tidak layak pakai dan perlu segera diganti, ditandai pedal rem terasa bergetar saat diinjak pada kecepatan tinggi. Tanda lainnya adanya suara berdecit saat melakukan pengereman. Kampas rem yang sudah menipis akan menyisakan bagian logamnya, sehingga akan menimbulkan suara bergesekan antara logam kampas rem dengan disc brake.” jelas Agus Zainal, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor.

Periksa Kondisi Oli Mesin

Hal yang paling mudah dan dapat dilakukan sendiri adalah memeriksa kondisi oli. Setelah melakukan perjalanan mudik yang cukup jauh dan odometer mobil sudah menunjukkan jarak maksimum untuk mengganti oli, sebaiknya jangan ditunda. Penggantian oli mesin tepat pada waktunya akan membuat komponen di dalam mesin mobil lebih terawat. Selain itu akan terhindar dari kerusakan, sehingga usia pakai komponen mobil akan lebih lama. Selain itu, tidak ada salahnya melakukan penggantian oli mesin lebih awal, apalagi jika mobil yang digunakan sudah berumur.

Pemeriksaan kualitas Oli mesin mobil
Pemeriksaan Oli Mesin

Pemeriksaan selanjutnya adalah pada bagian sekitar mesin. Periksa kemungkinan adanya rembesan oli mesin. Hal ini bertujuan untuk mengetahui adanya kebocoran pada saluran oli mesin. Apabila terdapat rembesan oli, maka segera bawa mobil Anda ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi agar cepat ditangani oleh mekanik profesional.

Periksa Kopling Mobil

Bagi Anda yang melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil bertransmisi manual, maka perlu memeriksa bagian kopling mobil pasca mudik lebaran. Karena, bila ada masalah pada sistem kopling, akan mengganggu performa dan kenyamanan mobil saat dikendarai. Apalagi saat menghadapi kemacetan lalu-lintas di dalam kota yang mengharuskan mobil sering berjalan stop and go.

Komponen fast moving selain kampas rem adalah kampas kopling. Untuk itu, sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan kampas kopling sebelum digunakan beraktivitas kembali. Pada kondisi dan pemakaian normal, usia pakai kampas kopling akan habis ketika mobil telah menempuh jarak sekitar 20.000 km. Tetapi, apabila pengemudi memiliki kebiasaan salah saat mengendarai mobil, maka dapat menyebabkan kopling mobil lebih cepat bermasalah.

Kampas Kopling Mobil Aus atau Menipis
Pemeriksaan Kampas Kopling Mobil

“Tanda-tanda kampas kopling sudah harus diganti antara lain sulit memindahkan tuas transmisi dan akselerasi mobil lemah. Selain itu, pedal kopling terasa lebih tinggi dari biasanya, pedal kopling terasa berat dan bergetar ketika diinjak, kopling selip, perpindahan gigi terasa kasar, dan akan tercium bau terbakar,” jelas Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Periksa Kondisi Ban

Cukup mudah untuk memeriksa kondisi sebuah ban, salah satunya dengan memperhatikan TWI (Tread Wear Indicator) pada ban mobil. TWI (Tread Wear Indicator) merupakan tanda segitiga yang terdapat di permukaan dinding ban (sidewall). Pada setiap ban minimum terdapat enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban. Batas minimal ketinggian telapak ban (tread area) yakni 1.6 mm diukur berdasarkan kondisi permukaan ketebalan telapak yang rata dengan tanda TWI.

Cara lain dengan melihat tanda yang berbentuk benjolan yang biasanya terletak di dalam alur ban (groove). Posisinya sejajar dan segaris dengan patokan tanda TWI. Tanda peringatan ini sebagai tanda keausan ban yang diukur dari dasar telapak ban (tread area).

Selain itu, pemilik mobil juga dapat melihat secara visual adanya retak pada sisi dinding samping (sidewall) dan permukaan ban. Keretakan pada dinding ban dan permukaan ban umumnya akibat tekanan angin yang kurang atau sebaliknya. Beban berlebihan juga dapat menyebabkan retak pada dinding ban.

Tanda TWI (Tread Wear Indicator) pada Ban Mobil
Tanda TWI (Tread Wear Indicator)

“Ban dengan tekanan udara yang tepat akan mengoptimalkan distribusi beban kendaraan, terutama saat menikung. Akselerasi mobilpun tidak akan terhambat akibat terjadi rolling resistance dari ban, dan kerja pengereman mobil juga bisa bekerja maksimal. Dengan kondisi ban mobil yang prima perjalanan akan lebih nyaman dan mobil lebih mudah dalam bermanuver,” ujar Agus Zainal ketika diwawancarai di Bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Kondisi ban mobil yang baik, biasanya memiliki kualitas dan daya cengkram yang kuat saat menapak di permukaan jalan. Tetapi bila kondisi ban mobil sudah tidak layak pakai, ban akan mengalami penurunan daya cengkramnya terhadap permukaan jalan. Kondisi ban seperti ini sangat berbahaya bila terus digunakan, apalagi jika berkendara di jalan yang basah atau licin.

Jika daya cengkram ban mobil sudah mengalami penurunan, atau kembangan ban telah melewati TWI, tingkat kenyamanan dan keselamatan juga pasti akan semakin berkurang. Kondisi ban seperti ini jika tetap dipaksakan berjalan berpotensi mengalami masalah pecah ban, maka ada baiknya segera ganti dengan yang baru.

Periksa Komponen Kaki-kaki Mobil

Pasca mudik lebaran, kaki-kaki mobil seperti tie rod, shockbreaker, ball joint, stabilizer bar (sway bar), bearing dan bushing menjadi bagian yang wajib dicek. Saat mudik pasti mobil melewati berbagai medan jalan dan itu pasti membuat kaki-kaki bekerja keras. Apalagi jika mobil sering melintasi lubang, jalan tidak rata, bahkan mengangkut beban berlebihan selama perjalanan mudik.

“Cara untuk mengetahui kondisi kaki-kaki mobil yakni dengan kecepatan sedang pada kondisi jalan yang lurus, coba lepas roda kemudi. Bila saat roda kemudi dilepas, mobil bergerak sendiri ke kiri atau ke kanan, bisa dipastikan ada masalah pada komponen kaki-kaki mobil.” jelas Agus Zainal saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Pemeriksaan pada kaki-kaki mobil antara lain memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada shockbreaker. Selanjutnya periksa kelurusan posisi roda. Kondisi roda yang tidak lurus saat berjalan bisa diakibatkan komponen tie rod terdapat kerusakan, atau hanya perlu penyetelan kembali. Apabila sering melewati jalan rusak, ada baiknya lakukan spooring dan balancing pada keempat roda mobil. Pastikan semua dalam keadaan normal dan jalan mobil kembali lurus.

Pemeriksaan Kondisi Kaki-kaki Mobil Usai Mudik Lebaran
Pemeriksaan Kondisi Kaki-kaki Mobil

“Komponen kaki-kaki mobil ini sangat penting dalam menunjang kenyamanan mobil selama dikendarai. Kondisi komponen kaki-kaki yang mengalami kerusakan akan lebih baik bila segera diperbaiki agar kondisi kaki-kaki kembali menjadi normal. Karena bila didiamkan akan sangat berbahaya, pasti juga akan mempengaruhi kenyamanan dan handling saat mengemudi. Terlebih saat dikendarai dalam kecepatan tinggi atau melewati jalan rusak.” tambah Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Bengkel Zaini Auto Motor merupakan tempat yang tepat melakukan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda pasca mudik lebaran. Dengan memiliki lebih dari 100 jenis layanan perbaikan sesuai standar SOP bengkel resmi, bengkel Zaini Auto Motor telah dipercaya menangani ribuan mobil pelanggannya. Tentunya dengan biaya yang lebih murah bila dibandingkan bengkel resmi.

Jika Anda membutuhkan layanan perbaikan dan perawatan mobil di tempat Anda, maka para mekanik profesional siap mendatangi dimanapun Anda berada. Atau, Anda bisa langsung menggunakan fitur Booking Service di aplikasi “Bengkel Mobil Pro” jika memang Anda ingin langsung melakukan perawatan untuk mobil Anda tanpa antrian.

Agar Shockbreaker Mobil Lebih Awet

Kenali Gejala Shockbreaker Mobil Mulai Rusak

Peredam kejut (shockbreaker / shock absorber) merupakan salah satu bagian dari sistem suspensi kendaraan yang bertanggung jawab untuk memberikan kenyamanan selama perjalanan. Fungsi shockbreaker (peredam kejut) pada kendaraan sangatlah penting, karena dengan adanya shockbreaker maka kendaraan akan mampu menahan, meredam dan menstabilkan mobil ketika terdapat guncangan, getaran dan kejutan saat melewati jalan yang berlubang, bergelombang, jalan tidak rata, berbatu, gundukan dan sebagainya.

Seperti halnya komponen mobil lain, shockbreaker yang terletak pada bagian bawah dan menopang beban mobil ini juga memerlukan perhatian dan perawatan. Komponen ini kerap terlupakan dari pantauan pemeriksaan. Karena sistem suspensi (shockbreaker) bekerja terus menerus saat mobil berjalan, maka usia pakainya pun tergantung dari kondisi dan penggunaan mobil tersebut. Maka pemilik mobil harus sering melakukan pemeriksaan agar komponen shockbreaker ini dapat tetap bekerja optimal.

General Service Advisor Bengkel Zaini Auto Motor, Agus Tri Ariyanto mengungkapkan, “Layaknya komponen mobil lainnya, peredam kejut (shockbreaker) ini bisa mengalami kerusakan seiring dengan waktu pemakaian mobil. Terutama pada mobil yang usia pakainya lebih dari tiga tahun, atau kerap melewati medan jalan yang bergelombang, maka pemilik mobil wajib memeriksakan kondisi peredam kejut kendaraannya.”

Ada beberapa cara mudah untuk memeriksa kondisi fisik shockbreaker rusak atau tidak. Seringkali terdapat tanda-tanda yang nampak dari komponen shockbreaker yang membutuhkan perbaikan, biasanya tanda paling umum adalah adanya rembesan oli yang keluar dari dalam shockbreker. Meskipun hal ini juga terkadang tidak.

“Rembesan oli pada shockbreaker mengindikasikan adanya kebocoran. Biasanya terlihat dari penampakan rembesan oli di bodi / tabung shockbreaker. Jika melihat kondisi seperti ini pemilik mobil wajib segera memperbaikinya dengan melakukan perbaikan di bengkel shockbreaker terdekat. Pada mobil lama, kebocoran shockbreaker dapat diperbaiki dengan mengganti seal karetnya dan mengganti oli suspensi dengan yang baru. Tetapi untuk mobil produksi terbaru biasanya jika terdapat kerusakan harus mengganti langsung dan tidak bisa diperbaiki,” ucap Agus Tri Ari Yanto ketika ditemui beberapa waktu lalu di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara lain untuk mengetahui shockbreaker terdapat kerusakan adalah dengan mengendarai mobil melewati lubang yang cukup dalam atau melewati polisi tidur yang cukup tinggu. Apabila mobil seperti diayun-ayunkan berulangkali dan tidak stabil, menunjukkan adanya ketidaknormalan pada shockbreaker. Kondisi shockbreaker yang normal ketika melewati jalan berlubang atau gundukan, hanya akan mengayun satu hingga dua kali. Karena shockbreaker berfungsi untuk menstabilkan mobil dan sebagai peredam getaran dan guncangan.

Selain itu yang juga harus diperiksa adalah kondisi ban mobil. Coba perhatikan, apabila kondisi keausan ban terjadi secara tidak merata. Misalnya, pada mobil terdapat salah satu ban yang lebih cepat habis daripada ban lainnya, maka itu bisa menjadi indikasi terdapat kerusakan pada shockbreaker.

“Berdasarkan pengalaman kami kerusakan pada shockbreaker atau sistem suspensi mobil terjadi tidak dalam waktu singkat. Kebiasaan mobil yang sering melewati jalan tidak rata (rusak), mengangkut beban yang berlebihan, dan lalai menjaga kebersihan shockbreaker, merupakan faktor utama penyebab kerusakan.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Apabila sistem suspensi tidak bekerja dengan baik, pengemudi dan penumpang akan merasakan ketidaknyamanan selama berkendara. selain itu, jika usia pakai shockbreaker (shock arbsober) mobil yang sudah melampaui batas maksimalnya, biasanya kenyamanan mobil saat dikendarai pun terasa tidak nyaman. Gejala yang cukup jelas dirasakan saat kinerja sistem suspensi sudah tidak maksimal adalah adanya goncangannya yang abnormal. Jika sudah begini, pemilik mobil tidak mengabaikan kerusakan yang ada. Karena kinerja sistem suspensi berkaitan erat dengan keselamatan pengendara.

Shockbreaker Mobil Bocor
Kebocoran Pada Shockbreaker Mobil

Perkiraan biaya yang biasanya ditanggung pemilik mobil untuk mengganti shockbreaker yang rusak sangat beragam. Karena harga shockbreaker mobil berbeda-beda, tergantung merek dan tipenya. Biasanya harga shockbreaker depan akan lebih mahal dari shockbreaker belakang, hal ini karena beban yang ditanggung lebih berat. Saat ini beragam merek dan model shockbreaker dapat dengan mudah ditemui di toko aksesoris dan onderdil mobil, di bengkel resmi, maupun di bengkel khusus shockbreaker.

Jadi kapan shockbreaker sebaiknya diganti? Umumnya shockbreaker atau sistem suspensi mobil memiliki daya tahan selama 3-5 tahun dalam kondisi pemakaian ideal. Untuk shock absorber tipe tabung perlu dilakukan pemeriksaan setiap 20.000 km, sedangkan untuk tipe strut pemeriksaannya setiap 40.000 km.

Maka dari perhatikan hal-hal berikut ini untuk menjaga keawetan komponen suspensi (shockbreaker) mobil Anda, antara lain:

  • Usahakan tidak memarkir mobil pada area yang permukaannya tidak rata. Hal ini bisa membuat shockbreaker menekan ke salah satu sisi ban mobil. Beban kerja yang berlebihan pada salah satu sisi shockbreaker, lama kelamaan seringkali menimbulkan kerusakan.
  • Bersihkan shockbreaker setelah mobil melewati jalanan berlumpur, berpasir atau berdebu. Saat mencuci mobil pun, usahakan selalu membersihkan bagian shoskbreaker. Kotoran yang menempel di dinding tabung shockbreaker jika dibiarkan lama kelamaan akan menyebabkan dinding shockbreaker menjadi terkikis atau aus. Karena kotoran akan bergesekan dengan dinding tabung shockbreaker sehingga menyebabkan shockbreaker bocor. Oleh karena itu, segera bersihkan jika ada kotoran atau lumpur yang menempel pada sistem suspensi.
  • Selalu periksa karet pelindung shockbreaker (strut dust boot) yang menyatu dalam sistem suspensi. Pada kelengkapan sistem suspensi telah dilengkapi dengan karet pelindung (strut dust boot) yang berfungsi untuk menjaga agar shockbreaker tetap bersih dari debu dan kotoran yang mungkin masuk ke dalam shockbreaker. Jika karet pelindung (strut dust boot) ini rusak, maka debu, lumpur atau kotoran lainnya bisa masuk ke dalam shockbreaker yang dapat menyebabkan fungsi shockbreaker tidak berfungsi secara optimal.
  • Hindari terlalu sering melewati jalanan yang rusak dan jalan berlubang, karena shockbreaker memiliki batasan maksimal berapa kali mampu menahan goncangan, berapa kali mengayun dan batas beban maksimal yang mampu ditopang.
  • Hindari mobil menopang beban yang berlebihan, terutama saat mobil berhenti dalam waktu yang lama.

Rajin-rajinlah melakukan pemeriksaan dan perawatan pada seluruh bagian mobil Anda. Agar semua komponen tetap tetap prima dan tetap awet. Pada musim hujan dibutuhkan perawatan dan perhatian yang lebih untuk menjaga shockbreaker mobil agar tetap prima, dan terhindar dari kebocoran. Sehingga saat Anda melakukan perjalanan mengunakan mobil kesayangan anda terasa nyaman, menyenangkan dan terhindar dari masalah kerusakan mobil.

Apabila di tengah perjalanan Anda mengalami masalah kerusakan mobil, maka Anda bisa menggunakan layanan “bengkel mobil panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor. Kemudahan layanan service panggilan ini bisa Anda dapatkan dengan cara menginstall aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda, atau menghubungi service center bengkel Zaini Auto Motor. Anda akan mendapatkan layanan service dan perbaikan yang cepat, profesional dan berbiaya murah. Selamat mencoba!

Agar Shockbreaker Mobil Lebih Awet

3 Tips ini Bisa Membuat Shockbreaker Mobil Lebih Awet

Hal utama yang paling didambakan oleh setiap pemiliki mobil adalah kenyamanan. Bukan hanya komponen interior dan eksterior mobil saja yang dapat memberikan kenyamanan dalam berkendara, tetapi komponen pendukung gerak mobil juga harus memberikan kenyamanan. Misalnya kaki-kaki mobil seperti tie rod, link stabilizer, penggerak kemudi, shockbreaker dan lain sebagainya.

Komponen kaki-kaki mobil dan chasis mobil tersebut dapat memberikan Kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang sehingga selama perjalanan dapat beristirahat atau tidur dengan nyaman dan terhindar dari kecapekan. Salah satu komponen yang paling utama dalam menunjang kenyamanan selama mengendarai mobil adalah shockbreaker.

Fungsi shockbreaker dapat dikatakan sangatlah penting, karena dengan adanya shockbreaker maka mampu menahan, meredam dan menstabilkan mobil ketika terdapat guncangan yang diakibatkan oleh jalan berlubang atau bergelombang. Shockbreaker merupakan komponen yang dirancang untuk menunjang kaki-kaki mobil yang bisa memberikan kenyamanan selama Anda berkendara. Jika shockbreaker berfungsi dengan optimal, maka akan mampu meredam getaran atau goncangan saat melewati jalanan yang tidak rata, dan menjaga kestabilan mobil Anda.

Oleh sebab itu, merupakan hal yang penting bagi setiap pemiliki mobil untuk memperhatikan komponen shockbreaker ini. Shockbreaker salah satu komponen yang tak boleh lepas dari pengawasan Anda. Sehingga setiap pemilik mobil perlu tahu bagaimana caranya merawat shockbreaker agar selalu awet, nyaman, Prima dan tahan banting ketika diajak melakukan perjalanan.

“Biasanya kerusakan pada shockbreaker juga berdampak pada komponen – komponen lainnya yang terkait dengan sistem kaki-kaki mobil,” ungkap Tri Ari Yanto, Technical Advisor Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Layaknya komponen mobil lainnya, peredam kejut (shockbreaker) ini bisa rusak seiring pemakaian mobil. Maka dari perhatikan hal-hal berikut ini untuk menjaga keawetan komponen suspensi (shockbreaker) mobil Anda, antara lain:

1. Hindari Beban Berlebih

Setiap mobil dirancang dengan memiliki kapasitas maksimal untuk mengangkut dan menahan beban. Beban yang melebihi kapasitas maksimal mobil apabila dipaksakan tentunya berpengaruh pada kinerja kaki-kaki mobil sebagai penopang seluruh beban mobil, terutama pada shockbreaker. Peredam kejut (shockbreaker) merupakan komponen mobil yang memiliki tugas paling berat, apalagi ketika mobil dibebani dengan beban yang sangat berat. Oleh karena itu beban yang berlebihan bisa membuat fungsi shockbreaker menjadi tidak optimal sehingga dapat mengurangi kenyamanan berkendara dan kestabilan mobil akan berkurang.

Apabila mobil Anda terus menerus mengangkut beban yang berlebihan, maka dapat menyebabkan kerusakan pada komponen kaki-kaki mobil, terutama bagian shockbreaker bisa mengalami kebocoran dan patah. Jika shockbreaker bocor maka kemampuan meredam guncangan menjadi lemah sehingga mobil tak akan mampu menahan guncangan dengan baik. Anda pasti pernah mendengar kabar, ada truk pengangkut beban berlebihan yang sering terguling akibat suspensinya (shockbreaker) patah.

Tentunya Anda tidak ingin selama berkendara terasa tidak nyaman, apalagi sampai terjadi kerusakan pada suspensi (shockbreaker) yang biaya penggantiannya bisa menguras kantong Anda. Oleh karena itu, setiap pemilik mobil harus mengerti seberapa kuat mobil miliknya mampu menahan beban yang hendak diangkut, dan sebaiknya hindarilah memaksakan beban berlebih pada mobil kesayangan Anda.

2. Hindari Jalan Berlubang

Setiap pemilik mobil mempunyai gaya (style) mengemudi dan skill dalam berkendara. Ada yang sangat berhati-hati dalam membawa mobil, ada juga yang sembrono dalam mengemudikan mobil. Tentunya sebagai pemilik mobil dan pengemudi, kehati-hatian adalah hal yang harus diutamakan. Karena resiko fatal seperti kecelakaan atau terjadi hal-hal lain yang tidak diinginkan, bisa diterima akibat kekurang hati-hatian dalam mengemudikan mobil.

Biasanya pengemudi yang sangat hati-hati pasti menyayangi mobilnya. Kehati-hatian juga akan berpengaruh pada terjaganya kondisi shockbreaker mobil Anda. Di Indonesia, masih banyak sekali dijumpai jalan dengan permukaan tidak rata, bergelombang dan berlubang, apalagi bila jalan tersebut sering dilalui bermacam kendaraan dengan beban yang melebihi beban jalan. Maka dari itu, sebisa mungkin hindari melewati jalan berlubang demi menjaga keawetan shockbreaker mobil Anda.

Menurut Tri Ariyanto, Technical Advisor Bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Apabila mobil Anda memang terpaksa harus melewati jalan yang bergelombang, tidak rata, berlubang atau rusak, maka usahakan gunakan kecepatan serendah mungkin saat melewati jalan tersebut. Langkah ini dapat membantu meringankan kinerja shockbreaker mobil Anda yang harus banyak menahan goncangan dan beban mobil.”

3. Jaga Kebersihan Shockbreaker

Pada kelengkapan sistem suspensi terdapat karet pelindung (strut dust boot) yang berfungsi untuk menjaga agar shockbreaker tetap bersih dari debu dan kotoran yang mungkin masuk ke dalam shockbreaker. Karet pelindung (strut dust boot) ini menyatu dalam sistem suspensi.

Jika karet pelindung (strut dust boot) ini rusak, maka debu, lumpur atau kotoran lainnya bisa masuk ke dalam shockbreaker yang dapat menyebabkan fungsi shockbreaker tidak berfungsi secara optimal. Kotoran-kotoran yang menempel di dinding tabung shockbreaker jika dibiarkan lama kelamaan akan menyebabkan dinding shockbreaker menjadi terkikis atau aus. Karena kotoran akan bergesekan dengan dinding tabung shockbreaker sehingga menyebabkan shockbreaker bocor. Oleh karena itu, selalu periksa sistem suspensi dan karet pelindung shockbreaker, serta segera bersihkan jika ada kotoran atau lumpur yang menempel pada sistem suspensi.

Apabila mobil anda mengalami masalah kerusakan atau kebocoran shockbreaker (shock absorber) pada sistem suspensi (suspension system) mobil Anda, maka segera hubungi bengkel shockbreaker terdekat atau datangi bengkel mobil terdekat. Agar segala kerusakan cepat terdeteksi dan untuk mencegah kerusakan komponen kaki-kaki mobil lainnya, seperti Upper struth mounting shock absorber, lower arm, connecting rod stabilizer shock absorber, tie rod, dan ball joint.

Rajin-rajinlah melakukan pemeriksaan dan perawatan seluruh bagian mobil Anda, Agar semua komponen tetap terjaga, tetap prima dan tetap awet. Di musim hujan seperti sekarang ini dibutuhkan perawatan dan perhatian yang lebih untuk menjaga shockbreaker mobil supaya tetap prima, tetap sehat dan tidak mudah bocor. Sehingga saat Anda melakukan perjalanan mengunakan mobil kesayangan anda terasa nyaman, menyenangkan dan terhindar dari masalah kerusakan mobil.

Apabila di tengah perjalanan Anda mengalami masalah kerusakan mobil maka Anda bisa menghubungi bengkel mobil panggilan terdekat. Anda juga bisa memanfaatkan kemudahan layanan service panggilan dan layanan service cepat berbiaya murah, dengan cara menginstall aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi