Tag: Service Berkala

7 Cara Sederhana Menghemat BBM Mobil Anda

Hingga Oktober 2019, Harga Bahan Bakar (BBM) non subsidi seperti Pertamax, Pertalite, dan Pertamax Turbo seringkali mengalami kenaikan harga. Hal ini berarti, anggaran untuk kebutuhan bahan bakar mobil kesayangan Anda pun harus ikut naik. Mobil di zaman sekarang, kebanyakan sudah dibekali dengan berbagai fitur berkendara Eco (eco driving mode). Hal ini bertujuan untuk membantu pengemudi agar lebih efisien dan menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) selama berkendara. Fitur ini membantu mengatur dan mengetahui perilaku mengemudi agar hemat BBM. Namun sayangnya, belum banyak pengemudi yang menerapkannya dalam berkendara sehari-hari. Alasannya, tidak lain karena masih kurang paham dengan istilah tersebut. Sebelum menguras kantong makin dalam, setiap pengemudi wajib tahu cara menghemat BBM untuk mobil kesayangannya.

Setiap pengemudi dapat melakukan penghematan BBM pada mobil mereka sendiri secara gratis, yakni dengan melakukan beberapa perubahan perilaku mengemudi yang sangat kecil. Keuntungan merubah perilaku ini adalah menghemat anggaran untuk bahan bakar mobil, memaksimalkan penggunaan bahan bakar, dan memperpanjang jarak tempuh. Namun, ada pula perbaikan dan perawatan yang perlu dilakukan pada setiap mobil agar mesin tidak terlalu menyedot bahan bakar. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana agar lebih hemat BBM saat berkendara:

1. Periksa Kondisi dan Tekanan Ban

Ban mobil dengan tekanan udara yang tepat dapat menghemat pemakaian BBM hingga 3,3 persen, sehingga mampu meningkatkan jarak tempuh mobil. Pada umumnya, ban mobil cenderung akan kehilangan tekanan udaranya sebesar 1 Psi per bulan. Penurunan tekanan udara ini sering disebabkan oleh pengaruh kondisi dan suhu lingkungan. Oleh karenanya, dianjurkan untuk secara rutin memeriksa tekanan udara pada ban mobil minimal sebulan sekali. Namun, akan lebih baik lagi jika pengecekan tekanan ban ini dilakukan tiap satu minggu sekali. Dengan menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi, maka akan mengurangi resiko ban cepat aus/gundul. Sehingga usia pakai dan kondisi ban cenderung lebih tahan lama.

“Ban kempis akibat tekanan udara yang kurang akan meningkatkan konsumsi BBM (bahan bakar) sebesar 0,5% untuk setiap penurunan tekanan sebesar 1 Psi pada keempat ban mobil. Kondisi ini disebabkan karena meningkatnya rolling resistance (tahanan putar) pada ban mobil. Sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar dan mengharuskan pengemudi menginjak pedal gas lebih dalam dari biasanya agar mobil tetap melaju. Setiap pemilik mobil perlu mengecek kondisi tekanan ban mobilnya secara teratur, idealnya seminggu sekali dan paling lama sebulan sekali. Selain itu, tekanan udara yang tepat akan meningkatkan kinerja pengereman, dan memberikan traksi yang tepat untuk membantu kinerja kemudi agar tetap responsif.” Jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Tekanan udara ideal ban pada tiap mobil berbeda-beda, oleh karenanya lakukan pemompaan pada ban sesuai rekomendasi pabrikan. Waktu yang tepat untuk pengisian tekanan udara yang direkomendasikan adalah saat ban dalam keadaan dingin. Namun, jika mobil telah dikendarai beberapa saat, maka cukup menambahkan tekanan bannya sekitar 3-5 Psi.

2. Hindari Pengereman Mendadak

Cara sederhana menghemat BBM selanjutnya adalah menghindari pengereman secara mendadak. Mesin mobil membutuhkan tenaga yang besar tidak hanya saat berakselerasi, namun juga saat mengurangi kecepatan hingga berhenti (deselerasi). Oleh karena itu, saat mengemudi ada baiknya hindari melakukan pengereman secara berlebihan. Karena hal tersebut nantinya akan memaksa pengemudi menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan semula. Sehingga konsumsi bahan bakarnya pun juga akan meningkat.

“Kuncinya, pengemudi harus mempertahankan momentum dan waktu sebelum berhenti. Jika menggunakan mobil bertransimi manual, pengemudi tinggal menekan pedal kopling, maka akan membuat mesin berputar idle/stasioner yang membantu mengurangi penggunaan BBM. Namun jangan memindahkan gigi persneling, karena putaran mesin bisa jadi tinggi. Selanjutnya, biarkan mobil coasting (meluncur sendiri tanpa di gas) dan pengemudi tinggal mengatur pengereman laju mobil. Tapi ingat, cara seperti ini hanya boleh dilakukan untuk pengereman yang sudah diprediksi titik berhentinya. Sehingga laju mobil bisa terkontrol hingga benar-benar berhenti.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Lalu bagaimana dengan mobil matic? Perlu diperhatikan, baik mobil matic ataupun manual, kuncinya itu memaksimalkan jeda waktu sesaat sebelum berhenti. Hal ini bertujuan agar pengereman laju mobil tetap optimal, dan pada saat yang bersamaan efisiensi konsumsi bahan bakar tetap terjaga.

3. Kurangi Beban Mobil Agar Menghemat BBM

Setiap pemilik mobil pasti menginginkan mobilnya irit saat sedang dikendarai agar tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk kebutuhan membeli bahan bakar yang kini tidak murah lagi. Cara mudah yang dapat dilakukan untuk menghemat BBM selanjutnya adalah dengan tidak membawa muatan berlebih pada mobil. Mobil yang membawa beban berlebihan, tentu akan membuat kinerja mesin menjadi berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakarnya menjadi boros.

Setiap tambahan 45 kg beban yang diangkut, maka akan meningkatkan konsumsi BBM hingga 2%. Bahkan bisa lebih untuk jenis mobil city car, sedan dan hatchback. Apabila mobil juga dilengkapi rak atap (roof rack) yang selalu penuh muatan, maka konsumsi bahan bakar pun akan meningkat hingga 5% akibat adanya hambatan udara saat mobil melaju.

Perlu diketahui, sekitar seperempat dari setiap galon bahan bakar digunakan untuk mengatasi hambatan udara tersebut. Hal ini berarti, bila sebuah mobil memiliki rasio konsumsi BBM 1:10, maka mobil yang membawa muatan penuh di atap kabin, hanya akan mampu menempuh jarak 7 km untuk setiap 1 liter BBM yang dikonsumsi.

“Apabila beban yang diangkut mobil terlalu berlebihan, baik karena barang-barang yang dibawa ataupun jumlah penumpang di dalam kabin, maka kinerja mesin menjadi berat. Karena semakin berat mesin bekerja, maka bahan bakar yang akan terkuras juga berbanding lurus dengan kinerja mesin. Mobil dengan bobot yang berlebih tidak hanya boros saat akselerasi tapi juga boros saat deselarasi, karena membutuhkan tenaga lebih untuk memperlambat laju. Untuk itu pengemudi harus manfaatkan jarak yang lebih panjang untuk memperlambat laju mobil. Karena mobil dengan beban yang lebih berat butuh waktu lebih lama saat coasting sebelum benar-benar berhenti.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Menghemat BBM Dengan Menyalakan AC Mobil Seperlunya

Untuk dapat berkerja dengan baik, maka sistem AC mobil membutuhkan support daya mesin yang ekstra besar. Sehingga mesin akan menyedot bahan bakar lebih banyak. Ketika kondisi cuaca di luar tidak terlalu panas, sebaiknya hindari penggunaan AC mobil. Mengurangi pemakaian AC mobil yang berlebihan, memang akan sangat membantu dalam menghemat konsumsi bahan bakar.

Dengan tidak menyalakan AC mobil, penumpang mobil biasanya perlu membuka jendela kaca. Namun, bila sedang berkendara di jalan tol yang mengharuskan mobil berkecepatan tertentu/tinggi, maka sebaiknya tutup jendela rapat-rapat dan nyalakan AC mobil. Karena, saat berkendara di jalan tol dengan jendela yang terbuka akan memperbesar udara masuk ke dalam kabin mobil. Sehingga menyebabkan terjadinya hambatan saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan begitu, kerja mesin jadi lebih berat dan akibatnya bahan bakar terbuang percuma.

“Ketika menggunakan AC mobil, sebenarnya kinerja mesin bertambah dua kali lipat. Sehingga konsumsi bahan bakar yang digunakan mobil pun meningkat. Menggunakan AC dengan suhu yang terlalu dingin, juga membuat kinerja mesin menjadi lebih berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi boros. Maka dari itu, aturlah pemakaian AC mobil dengan suhu diantara 24-27 derajat celcius. Pada saat cuaca panas, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Ketika ingin mengemudi lagi, sebelum menyalakan AC mobil, bukalah semua kaca untuk mengeluarkan udara panas dari kabin. Selain itu, disarankan melengkapi mobil dengan kaca film berkualitas tinggi, karena dapat mengurangi radiasi panas yang masuk ke kabin. Sehingga mengurangi beban kerja AC mobil untuk mendinginkan kabin, sekaligus dapat menghemat penggunaan bahan bakar,” jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

5. Jaga Jarak Aman dan Terapkan Smart Driving

Saat mengemudi diperlukan penglihatan yang sempurna, untuk itu setiap pengemudi harus selalu memperhatikan kondisi lalu lintas sekitar. Pandangan mata harus selalu waspada melihat setiap objek di depan, di belakang dan di samping mobil yang dikendarai. Sebagai contoh, dalam kondisi lalu-lintas lancar, pengemudi yang memacu mobil dengan kecepatan di atas 100 km/jam bisa menerapkan metode jarak aman 3 detik dengan mobil di depan. Jangan terlampau dekat, karena sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan 100 km/jam untuk bisa berhenti dari titik A ke B memerlukan jarak sekitar 27 meter dalam waktu 1 detik.

“Sebaiknya terapkan smart driving, jangan mebiasakan mengemudi secara agresif ataupun ugal-ugalan. Dalam menginjak pedal gas aturlah sesuai kebutuhan, karena dapat secara signifikan menghemat pemakaian BBM pada mobil. Ketika berkendara di jalan tol, usahakan melaju secara konstan dengan kecepatan 60 km/jam hingga 80 km/jam. Sedangkan ketika berkendara di jalan perkotaan, cukup memacu mobil dengan kecepatan 30-50 km/jam dan tergantung kondisi lalu-lintas yang dilalui. Itu merupakan kecepatan ideal untuk mengefisiensikan pemakaian bahan bakar pada mobil. Jika pengemudi sering melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada kecepatan tersebut, maka akan meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 15% lebih banyak.” Ungkap Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

6. Hindari Akselerasi Dan Deselerasi Secara Mendadak

Dalam mengemudi sebaiknya hindari melakukan akselerasi secara mendadak. Karena akselerasi mendadak dapat membuat Electronic Control Unit (ECU) memerintahkan sistem untuk menyuplai bahan bakar secara maksimal. Sehingga berpotensi membuat BBM mobil menjadi boros. Intinya, hindari melakukan akselerasi dan deselerasi secara mendadak, sebaiknya dilakukan secara lembut dan konstan. Karena memacu mobil dengan kecepatan yang konstan dan berakselerasi secara lembut secara tidak langsung akan membuat suplai bahan bakar lebih stabil.

“Dalam berkendara, sebaiknya pengemudi jangan bernafsu menginjak pedal gas secara dalam. Namun, lakukan injak pedal gas secara perlahan-lahan, serta biarkan putaran mesin (rpm) naik dengan sendirinya secara perlahan. Selanjutnya, segera pindah ke posisi gigi yang lebih tinggi. Cara seperti ini bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 11 persen,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Perpindahan tuas trasmisi secara cepat, yaitu pada kisaran 1000-2000 RPM juga akan membuat mobil lebih hemat bahan bakar. Sedangkan deselerasi secara mendadak dan berlebihan, akan memaksa pengemudi untuk menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan seperti semula. Sehingga secara langsung dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Setiap mengemudi hendaknya memperhitungkan jarak deselerasi dan pengereman yang tepat, sehingga laju mobil bisa terkontrol dan menghemat bahan bakar.

7. Rutin Service Berkala Mobil Akan Menghemat BBM

Menghemat BBM memang dapat dimulai dengan langkah sederhana seperti memperbaiki perilaku mengemudi yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, merawat mesin secara rutin juga sangat mebantu dalam meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar pada mobil. Selain itu, performa mesin akan tetap maksimal dan secara tidak langsung akan memperpanjang usia pakai tiap komponen mesin.

Dengan rutin melakukan service berkala di bengkel mobil, maka kondisi tiap komponen mesin akan selalu termonitor dengan baik. Sehingga, bila ada kerusakan dapat segera diganti, dan tentunya akan lebih menghemat biaya dikarenakan kerusakan yang terjadi biasanya tidak terlalu berat. Penggantian komponen-komponen mesin yang sudah aus, kotor atau rusak, memang perlu dilakukan, karena akan memengaruhi efisiensi bahan bakar. Beberapa komponen mesin yang bersifat fast moving seperti busi, fuel filter, sensor udara, saringan udara, hingga bearing harus rutin diganti agar performa mesin terjaga dan tetap bekerja efisien.

Itulah beberapa cara mudah untuk menghemat bahan bakar pada mobil kesayangan Anda. Meskipun kebanyakan mobil produksi sekarang ini telah dirancang dengan teknologi hemat bahan bakar yang makin efisien, namun seiring pemakaian, mobil tetap perlu perawatan untuk memastikan kinerja mesin tetap seefisien ketika pertama kali di produksi pabrikan. Untuk urusan itu, bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah solusinya. Dengan melakukan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor, kinerja mesin mobil Anda dijamin tetap optimal dengan efisiensi bahan bakar yang sempurna. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dan aman ketika dikendarai sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh. Anda juga akan lebih menghemat anggaran untuk BBM ketika bepergian bersama mobil kesayangan Anda. Sudah saatnya setiap pemilik mobil sadar akan perlunya penghematan bahan bakar.

Pecah Ban Mobil Penyebab Kecelakaan di Tol Jagorawi

Kenali Penyebab Pecah Ban Mobil, Agar Kecelakaan Maut Tak Terulang

Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil MPV kembali terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 36, Sentul, Bogor. Kecelakaan ini terjadi pada Minggu (15/9) pukul 08.30 WIB yang menewaskan tiga orang, akibat mobil MPV tersebut mengalami pecah ban. Kejadian pecah ban pada mobil memang cukup berbahaya bagi pengendara. Apalagi terjadi di ruas tol yang memungkinkan pengemudi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi atau kecepatan di luar batas ketentuan. Mobil yang mengalami pecah ban sangat berisiko, sebab setir/kemudi bakal sulit dikendalikan sehingga berakibat mobil melaju secara liar.

Dari kejadian kecelakaan maut tersebut, bisa diambil pelajaran oleh setiap pengemudi mengenai resiko ban pecah saat sedang melaju kencang. Pecah ban mobil memang bisa terjadi kapan saja, namun jika setiap pengemudi selalu mempersiapkan perjalanannya dengan baik, maka kejadian kecelakaan fatal bisa diminimalkan. Maka dari itu, sebagai pemilik mobil yang baik, harus senantiasa memperhatikan kondisi ban mobilnya agar tetap bisa melaju dengan stabil dan aman ketika dikendarai di atas permukaan jalan.

Beberapa waktu lalu, Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Sebenarnya kecelakaan akibat pecah ban bisa dihindari. Salah satu caranya adalah pengemudi senantiasa memeriksa lagi kondisi semua ban mobil sebelum memulai perjalanan, untuk menghindari terjadinya insiden ban pecah. Sebab, ban mobil merupakan komponen keselamatan paling penting dalam berkendara. Lantaran cuma ban satu-satunya komponen mobil yang menempel dan bersinggungan langsung dengan permukaan jalan.”

Pecah ban pada mobil menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan raya. Oleh karenanya, penting bagi setiap pengemudi untuk menjaga kondisi ban mobilnya agar tidak mudah pecah. Setidaknya ada 6 faktor yang bisa menyebabkan ban mobil pecah saat dikendarai.

1. Tekanan Udara Ban Kurang

Ada beberapa penyebab ban mobil pecah mendadak. Namun, faktor utama penyebab terjadinya pecah ban bukan karena ban kelebihan udara, tetapi justru karena tekanan udara yang kurang. Ban mobil yang kekurangan tekanan udara sangatlah berbahaya. Karena pada saat itu ada bagian dinding ban yang mengalami tekanan berlebihan dari bibir pelek akibat tertekan ke bawah oleh berat mobil. Apalagi jika sedang melaju di ruas tol yang permukaan jalanannya ada bagian yang bumpy alias tidak semuanya rata.

Pecah Ban Mobil Akibat Tekanan Udara Kurang
Tekanan Udara Ban Kurang

Tekanan udara pada ban yang tidak sesuai rekomendasi seringkali membuat kerja ban menjadi berat, terutama ketika melaju di jalan tol. Ini lantaran saat ban kekurangan tekanan udara, sidewall (dinding ban) mengalami pergerakan naik-turun yang begitu sering mengikuti permukaan jalan yang dilalui. Sehingga lama-lama membuat benang dan kawat baja (steel belt) menjadi fatigue, getas dan akhirnya mudah putus.

“Gerakan sidewall ban yang begitu sering, membuat ban mobil mudah pecah ketika melaju dengan kecepatan tinggi di ruas tol. Namun, saat tekanan udara pada ban mobil sudah sesuai rekomendasi atau dilebihkan 5-10 psi, maka akan membuat posisi sidewall-nya (dinding ban) tegak. Sehingga ban tidak banyak terjadi defleksi pada sidewall-nya. Selain itu, ban mobil yang kekurangan tekanan udara akan lebih cepat panas, karena permukaan ban yang kontak langsung dengan aspal lebih luas. Jadi lapisan penyusun ban akan cepat memuai, dan bisa menyebabkan pecah ban secara tiba-tiba.” Ujar Listiyono, saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ada anggapan yang salah dan banyak dipercaya masyarakat, dimana pecah ban hanya akan terjadi ketika tekanan udaranya berlebihan. Justru saat tekanan udara pada ban sesuai ketentuan atau sedikit berlebih, dinding ban akan berada pada posisi tegak. Hal ini tidak akan sanggup membuat ban menjadi pecah, meski ada penambahan tekanan hingga 10 psi. Namun, bila ban mobil kekurangan tekanan udara, akan terjadi gesekan yang berlebihan sehingga ban panas dan strukturnya mudah rusak. Oleh karenanya, ban mobil yang kurang tekanan udara sangatlah berbahaya ketika dikendarai di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

2. Pecah Ban Mobil Karena Usia Ban

Faktor penyebab terjadinya ban pecah berikutnya adalah karena ban yang sudah tidak layak pakai. Setiap komponen kendaraan mempunyai batas usia pakai, termasuk pada ban mobil. Seiring waktu pemakaian, kondisi ban mobil yang berbahan utama karet tentunya akan rentan getas, dan kelenturannya akan mengalami penurunan. Tak hanya itu, daya cengkram ke permukaan jalan juga semakin berkurang sehingga performa ban tidak akan maksimal lagi. Ban mobil memiliki batas maksimal usia pakai berkisar antara 3-5 tahun. Jadi meskipun fisik ban masih terlihat baru, jika usianya lebih dari 3-5 tahun, tentu sudah tidak layak pakai dan sering disebut ban kedaluwarsa. Bila ban mobil sudah kedaluwarsa, maka lapisan karet penyusunnya akan mulai retak, getas dan mudah pecah.

Perhatikan Usia Ban Mobil Dengan Melihat Kode Tahun Pembuatan Ban

“Meskipun mobil jarang dipakai hingga bertahun-tahun, tak menutup kemungkinan ban akan mengeras sehingga daya absorbsi (daya serap) terhadap benturan menjadi berkurang. Pemilik mobil tidak boleh mengabaikan kondisi ban seperti ini dengan menganggap kondisi kembangannya masih tebal. Pada umumnya, produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban antara 3-5 tahun.” ungkap Listiyono, saat berbincang di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara mengetahui usia ban mobil adalah dengan melihat kode produksi yang ada pada sidewall (dinding ban). Pada umumnya bagian sidewall ban tertera kode angka yang menjelaskan kapan ban itu diproduksi, yakni minggu ke berapa dan tahun berapa. Misalnya jika ada kode produksi ban bertuliskan “1919”, artinya ban tersebut diproduksi pada minggu ke sembilan belas tahun 2019. Sehingga ban tersebut akan kedaluwarsa maksimal pada bulan Mei 2024.

3. Kondisi Ban Aus Mengakibatkan Pecah Ban Mobil

Ban merupakan komponen yang paling sering bergesekan dengan berbagai medan jalan, tentu membuat karet ban cepat aus dan mengalami kerusakan. Ban yang sudah aus alias botak, juga sangat rentan mengalami kasus pecah ban secara tiba-tiba. Hal ini wajib diantisipasi oleh setiap pengemudi dengan melakukan pengecekan kondisi fisik ban sebelum mobil dipakai bepergian. yang hendak menggunakan mobil sebaiknya terlebih dahulu memeriksa bannya.

Thread Wear Indicator adalah Tanda Keausan Ban
Thread Wear Indicator

Salah satunya adalah memeriksa tingkat keausan ban melalui indikator TWI (Tread Wear Indicator). Selain itu, perlu memeriksa bila ada sobekan, retakan atau benjolan pada ban, sebelum mobil dipakai perjalanan jarak jauh. Mengetahui sejak dini kerusakan ban akan lebih baik, sehingga bisa cepat melakukan penggantian atau berkendara lebih hati-hati.

“Pada semua ban dilengkapi dengan tanda/indikator keausan ban yang sering dikenal dengan tanda TWI (Tread Wear Indicator). Tanda keausan ban (Thread Wear Indicator) ini berupa simbol segitiga pada dinding ban (sidewall). Selain simbol segitiga TWI, pada ban juga terdapat tonjolan kecil di sela-sela bagian tengah kembangan ban (grooves). Setidaknya, minimal ada enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban. Apabila indikator TWI tersebut sudah mendekati atau sudah sama rata dengan permukaan ban sebaiknya segera lakukan penggantian ban.” Jelas Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Beban Yang Dibawa Terlalu Berat

Semakin berat beban yang diangkut sebuah mobil, maka semakin besar pula tekanan yang akan diterima oleh ban. Tekanan yang besar ini akan memaksa ban untuk bekerja ekstra keras, bahkan melampaui batas kemampuannya. Sehingga ketika ban tersebut sudah tidak mampu lagi menahan tekanan dan beban yang diterimanya, ban dapat pecah seketika. Sebaiknya kita tahu berapa daya angkut mobil milik kita. Rumusnya mudahnya adalah daya angkut sama dengan gross vehicle weight (berat maksimum mobil), dikurangi berat kosong mobil (curb weight).

Beban Berlebihan Penyebab Pecah Ban Mobil

Oleh karenanya, sebaiknya hindari mengangkut beban melebihi batas kemampuan daya angkut yang telah disarankan. Untuk mengantisipasi kelebihan muatan, pastikan beban yang diangkut mobil kita sesuai yang dianjurkan di buku manual. Jika mengacu pada jumlah penumpang, umumnya mobil berukuran sedang (hatchback, city car) hanya bisa memuat lima penumpang dewasa, sementara minivan (SUV, MPV) maksimal bisa tujuh hingga delapan orang. Kesehatan ban bakal berkurang bila terlalu lama digunakan mengangkut beban berlebihan. Salah satu dampaknya, benang/kawat di dalam ban bisa putus hingga muncul bencolan di sidewall dan permukaan ban.

5. Jarang Membersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil

Membersihkan sela-sela kembangan ban mobil terdengar seperti hal sepele. Apabila di sela-sela kembangan ban banyak terdapat batu kerikil kecil, benda tajam, atau benda asing lainnya, sangat berpotensi membahayakan kondisi ban. Sebab, batu kerikil atau benda tajam tersebut sangat mungkin menimbulkan luka dan menusuk permukaan ban. Akibatnya bisa merobek dan merusak rajutan benang/kawat baja yang berfungsi sebagai pelindung dan penyusun konstruksi ban.

Selain itu, saat hujan atau saat mobil melintasi genangan air, memungkinkan air masuk ke dalam ban melalui celah yang robek/luka tersebut. Selanjutnya, air akan masuk di dalam ban dan dapat membasahi rajutan benang dan steel belt (kawat ban). Apabila steel belt (rajutan kawat) ini basah, maka dapat menyebabkan korosi yang bisa membuat steel belt rawan berkarat dan getas. Jika hal ini terjadi dan mobil melaju di jalanan, ban berpotensi terkoyak atau robek. Dan saat itulah ban berpotensi mudah pecah.

Bersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil
Bersihkan Sela-Sela Ban Mobil dari Kerikil Dan Benda Asing

Oleh karena itu, sebaiknya tekanan udara pada ban mobil disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Biasanya, tabel petunjuk tekanan ban ada di balik pintu mobil sebelah kanan. Tabel ini memuat tekanan udara ban yang direkomendasikan. Periksalah secara rutin tekanan udara dan kondisi ban mobil sebelum memulai perjalanan. Kurangnya tekanan angin memang bisa membuat ban meletus. Sebaliknya kelebihan tekanan angin bisa mengurangi daya cengkeram ban di permukaan aspal. Untuk mengukur tekanan angin ideal pada ban sebenarnya membutuhkan alat khusus yang biasa ada pada alat pompa.

6. Perawatan Dan Penggantian Ban Rusak

Pemilik mobil wajib hukumnya menaruh perhatian lebih pada komponen ban. Agar perjalanan tetap lancar dan aman, maka sebaiknya sebelum memulai perjalanan perhatikan kondisi ban mobil terlebih dahulu. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan kondisi ban mobil bertujuan untuk mengetahui kelayakan kondisi ban mobil saat hendak digunakan. Bila terdapat beberapa indikator kerusakan di atas, segera lakukan perawatan hingga pengganti ban dengan yang baru. Khawatirnya bila dipaksakan dalam kondisi tekanan kurang, ban gundul/aus, ban rusak, dan usia ban kedaluwarsa, maka bisa memicu terjadinya kecelakaan fatal saat perjalanan. Entah disebabkan ban kehilangan traksi karena menurunnya daya cengkram ban terhadap permukaan jalan, atau terjadi pecah ban saat melaju pada kecepatan tinggi.

Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Ban
Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Dan Penggantian Ban

Intinya, pemilik mobil harus menaruh perhatian lebih soal perawatan ban, rotasi ban, dan penggantian ban yang sesuai rekomendasi pabrikan. Perawatan atau service berkala merupakan suatu keharusan, agar senantiasa mendapatkan kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Ketika service berkala biasanya di dalamnya juga ada pekerjaan pengecekan fisik ban dan rotasi ban mobil, sehingga bisa menambah rasa aman dalam berkendara. Kelalaian atau kurang rajin melakukan servis berkala pada mobil, sama halnya mempertaruhkan keselamatan dan nyawa sendiri beserta keluarga. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah tempat terbaik untuk melakukan service berkala, perawatan, dan perbaikan mobil kesayangan Anda.

Keunggulan melakukan service dan perbaikan di bengkel Zaini Auto motor adalah tanpa antrian, biayanya murah, perbaikan cepat dan tepat, banyak promo, tersedia sparepart, dan ditangani mekanik berpengalaman. Bahkan saat ini generasi millenial sangat menggemari layanan “Bengkel Mobil Panggilan”. Karena layanan ini mudah diakses melalui aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone berbasis android maupun IOS. Jadi, customer bisa secara realtime memantau histori perbaikan mobilnya memalui smartphone. Dan nantinya tinggal terima beres performa mobilnya akan kembali prima seperti baru lagi.

Service Berkala 1000 km Pada Mobil Baru Toyota

Mengapa Mobil Baru Wajib Service Berkala 1000 KM (1 Bulan Pertama)?

Ketika memiliki mobil baru, pastilah ingin sesering mungkin beraktivitas atau bepergian dengan mengendarai mobil tersebut. Apalagi saat weekend atau musim liburan, tentu sangat menyenangkan bisa membawa keluarga berlibur memakai mobil yang baru dibeli. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat pertama mengendarai mobil baru yang diidamkan. Biasakan terlebih dahulu mempelajari buku manual (manual book) yang meliputi, spesifikasi teknis dan pemakaian berbagai fitur yang dimiliki mobil. Serta pelajari kapan sebaiknya melakukan service berkala 1000 KM pertama, agar tidak salah dalam pemakaian dan perawatannya.

Berkendaralah di jalan dengan rileks dan sesuai dengan kondisi lalu lintas. Jangan langsung memacunya dengan bertindak agresif, seperti mengendarai mobil secara kasar atau kebut-kebutan. Hal ini dikarenakan komponen mobil baru membutuhkan waktu penyesuaian antar komponen yang bergerak selama digunakan, dan butuh beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

Dengan perkembangan teknologi terkini, tentunya kualitas sparepart mobil terus meningkat, sehingga celah terjadinya kesalahan produksi semakin kecil. Namun, tetap saja butuh waktu penyesuaian agar antar komponen yang bergerak dapat bekerja dengan baik, sehingga mereduksi potensi kerusakan. Untuk memastikan kondisi tersebut, para pemilik mobil baru disarankan untuk menjalani service berkala 1000 km atau 1 bulan pertama, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

“Meski semua komponen mobil sudah mengalami proses pengujian kualitas di pabrik, namun dalam proses produksinya, mungkin saja terdapat komponen yang tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, pada komponen pada mobil yang masih baru dan presisi, running-in period atau masa break-in (inreyen) penting dilakukan, agar ketika mulai digunakan ada penyesuaian antar komponen, kondisi lingkungan dan pemakaian. Dan untuk memastikan masa break-in (running-in period) berjalan dengan baik pada semua komponen mobil, maka perlu dilakukan service berkala 1.000 km.” Ungkap Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor,

Apa Ruginya Mengabaikan Servis Berkala Pertama Mobil di 1.000 km?

Para pemilik mobil dituntut untuk melakukan perawatan berkala, yang dimulai dari 1000 km atau 1 bulan pertama setelah digunakan. Namun adakah efek negatif yang timbul apabila kita melewatkan atau mengabaikan service pertama tersebut?

Diagnostic Scanning dan Service Berkala Pada Mobil Baru
Diagnostic Scanning & Inspection Services

“Sebenarnya tujuan service berkala 1.000 km itu lebih dimaksudkan untuk memeriksakan dan memastikan kondisi komponen-komponen mobil sudah sesuai standard. Termasuk di dalamnya oli mesin dan cairan lainnya, dalam keadaan baik, berfungsi optimal dan bekerja sebagaimana mestinya. Service berkala 1.000 km ini dilakukan setelah mobil digunakan dalam kurun waktu 1 bulan pasca diserah-terimakan atau dikirim ke konsumen.” jelas Agus Tri Ariyanto, selaku General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor.

Pada waktu servis pertama ini, tak ada komponen yang perlu diganti, para mekanik biasanya hanya akan melakukan pemeriksaan beberapa item pada komponen mesin, sasis, dan bodi mobil. Sebenarnya tidak ada yang secara spesifik dikhawatirkan, hanya saja bila ada komponen yang terganggu akan mengusik kenyamanan dalam berkendara. Apalagi difase ini pemilik mobil sedang asyik-asyiknya mencoba berbagai fitur dari mobil barunya.

“Secara khusus tidak ada yang perlu dikhawatirkan, namun seandainya ada komponen yang bekerja tidak optimal di awal pemakaian, dapat segera diperbaiki. Deteksi dini membuat kerusakan tidak akan menjalar dan bertambah besar, sehingga bisa mempengaruhi kenyamanan berkendara dari konsumen,” kata Agus Tri Ariyanto, di bengkel Zaini Auto Motor.

Mengapa Service Berkala 1000 KM / 1 Bulan Pertama itu Penting?

Service berkala 1.000 km pertama merupakan sarana penting untuk memeriksa dan memastikan bahwa mobil baru milik konsumen dalam kondisi prima. Hal ini demi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pemilik mobil selama berkendaraan ke depannya. Bila cara mengemudi mobil dari konsumen kurang benar hingga ada komponen mobil yang rusak, maka saat service berkala 1.000 km bisa segera dideteksi.

Diagnosi scanning Service Berkala Mobil Baru
Diagnostic & Computer Scanning Service

Deteksi dini menghindarkan kerusakan yang bertambah parah, sehingga langsung bisa diperbaiki untuk menghindari kerusakan menjalar ke komponen mobil lainnya. Alhasil, mobil terhindar dari risiko perbaikan besar. Sebagai contoh, ada sedikit masalah pada mobil Toyota yang baru dibeli. Tetapi karena melewatkan service berkala 1.000 km pertama, kerusakan pada mobil baru tersebut semakin membesar. Untuk solusi masalah tersebut ternyata perlu mengganti komponen yang rusak. Apabila sampai ini terjadi, maka besar potensinya klaim garansi (warranty) mobil baru tersebut ditolak oleh bengkel resmi Toyota.

“Servis pertama merupakan hal penting yang jangan sampai dilewatkan. Pasalnya, service ini nantinya menjadi syarat dari warranty (garansi) yang diberlakukan setiap produsen mobil dan bengkel resmi. Memang sebaiknya jangan melewatkan service berkala 1.000 km pertama untuk mobil yang baru kita beli dan baru sekitar sebulan dipakai. Service ini sifatnya hanya pengecekan komponen dan fungsi kerja tiap komponen mobil, maka belum ada proses penggantian sparepart yang sifatnya rutin. Keuntungannya, jika ada komponen yang tidak berfungsi maksimal, bisa terdeteksi sejak dini, sebelum nantinya merembet menjadi kerusakan yang lebih parah.” Ujar Agus Tri Ariyanto, ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Komponen Yang Diperiksa Saat Service Berkala 1000 km

Saat service berkala di bengkel resmi atau bengkel mobil profesional lainnya, biasanya sesuai SOP akan dilakukan pemeriksaan secara detail. Terutama seluruh komponen bergerak pada mobil. Untuk pemeriksaan fungsi dari seluruh komponen interior di kabin, meliputi sistem kemudi, sistem AC, sistem keamanan, head unit dan fungsi kelistrikan. Selanjutnya, pemeriksaan pada bagian eksterior, meliputi bodi, pintu, lampu-lampu mobil, wiper, sensor dan kamera parkir.

Service Berkala Mobil Baru pada 1 bulan Pertama
Service Berkala Mobil

Pemeriksaan terakhir adalah pada bagian mesin dan penggerak roda. Untuk bagian mesin meliputi pemeriksaan oli mesin, tegangan fan belt, sistem radiator, brake fluid, cairan-cairan, pemeriksaan fungsi mesin secara umum. Sedangkan untuk sistem penggerak, meliputi transmisi, kopling, kaki-kaki mobil, shock absorber, dan rem mobil.

Jika semua sistem dan komponen bekerja dengan baik dan tidak ada kerusakan, maka mobil dinyatakan dalam kondisi baik dan prima. Namun jika ada kerusakan, maka langsung akan dilakukan tindakan penggantian sparepart yang rusak secara gratis. Tentu saja untuk komponen yang dijamin oleh garansi masing-masing produsen mobil, dan bukan kerusakan akibat salah perlakuan oleh pemilik mobil. Untuk seluruh pemeriksaan komprehensif pada service berkala 1000 km tersebut, pemilik mobil tidak dipungut biaya sedikitpun alias gratis. Oleh karenanya, jangan sampai terlewatkan ya untuk service berkala 1.000 km atau satu bulan pertama pemakaian mobil baru Anda.

Service Berkala Komponen Mobil Usai Mudik Lebaran

Service Berkala Pada Mobil Harus Rutin Dilakukan, Ini Alasan Pentingnya

Setelah membeli mobil, selaku pemilik mobil kita diwajibkan untuk menjaga kondisi mobil dan melakukan perawatan secara rutin. Tahapan perawatan rutin atau service berkala ini sangatlah penting bagi mobil, agar kondisinya selalu prima dan performanya maksimal. Mobil yang dalam kondisi prima mengurangi potensi terjadinya masalah ketika dikendarai di jalan, misalnya mogok atau kerusakan yang sulit untuk diantisipasi. Selain itu, dengan performa mobil yang terjaga maka mobil akan tetap nyaman dan tangkas saat digunakan, serta tentunya irit konsumsi bahan bakar.

Menurut Listiyono, selaku Kepala Bengkel di bengkel Zaini Auto Motor, “Jika secara rutin melakukan service berkala atau tune-up, berarti pengecekan semua komponen mobil, seperti oli, rem, radiator, busi, mesin, dan lain sebagainya selalu terpantau. Selain itu, servis berkala juga dapat mendeteksi sejak dini potensi timbulnya masalah pada mobil, sehingga dapat segera diambil langkah perbaikan. Alhasil dapat mereduksi risiko perbaikan yang memerlukan biaya lebih besar dikarenakan terjadinya kerusakan yang semakin berat.”

Tujuan Service Berkala (Tune Up) Mobil

Service berkala atau tune up biasanya dilakukan di bengkel mobil resmi atau bengkel mobil profesional lainnya. Service berkala pada mobil, umumnya dilakukan terkait pemeriksaan, perawatan, penyetelan, pengukuran, hingga penggantian komponen-komponen yang sudah mengalami kerusakan.

Service Berkala Pada Mobil Toyota Innova 2019
Pemeriksaan Saat Service Berkala

Tujuan utama melakukan service berkala secara rutin adalah untuk mengembalikan performa mobil agar mendekati seperti kondisi barunya atau sesuai spesifikasi yang direkomendasikan di buku manual. Setelah mobil digunakan setiap hari diberbagai kondisi, dan mengalami penurunan kinerja dalam interval waktu tertentu, maka perlu service berkala. Selain itu, service berkala juga untuk memastikan kondisi semua komponen dan semua sistem bekerja dengan baik dan maksimal. Dengan demikian mobil akan selalu ready bila mendadak akan digunakan untuk perjalanan jauh. Pemilik mobil bisa langsung tancap gas, tanpa perlu terlebih dahulu datang ke bengkel mobil untuk melakukan pengecekan (service berkala).

Manfaat Rutin Service Berkala

Service berkala secara rutin dapat memperpanjang umur (life time) kendaraan dan memperpanjang usia pakai komponen-komponen pada mobil. Sehingga biaya perawatan mobil lebih ekonomis dan terhindar dari beban biaya yang sangat mahal ketika terjadi kerusakan dan penggantian komponen mobil. Selama mobil dilakukan perawatan rutin (servis berkala) sesuai kondisi mobil tersebut, tentunya mobil akan siap sedia digunakan dalam perjalanan jauh. Sehingga tak perlu ragu lagi atas kondisi mobil yang siap dipakai untuk segala aktivitas, baik di dalam maupun ke luar kota. Dan yang pasti, servis berkala secara rutin memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna mobil tersebut.” ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Pemeriksaan Performa Mesin Saat Service Berkala Toyota Avanza
Pemeriksaan Performa Mesin

Apabila mobil masih baru dan masih dalam masa garansi, maka dengan melakukan servis berkala akan memastikan klaim garansi mobil tidak akan gugur jika suatu saat terjadi kerusakan, karena kondisi mobil dan perbaikannya tercatat dan terekam dengan baik. Catatan service berkala yang rapi dan jelas, layaknya sebuah catatan medis pada dunia kedokteran, dengan catatan ini bisa membuat harga jual kembali mobil akan terjaga baik. Hal ini karena track record mobil terlihat secara jelas oleh para calon pembeli dan menandakan keseriusan Anda dalam merawat mobil kesayangan.

Jadwal Service Berkala Pada Mobil

Untuk mobil baru, jadwal servis berkala yang dianjurkan biasanya pada 1 bulan pertama, selanjutnya dilakukan setiap kelipatan 10.000 km atau 6 bulan sekali selama 3 tahun. Hal ini dikarenakan mobil yang digunakan di kota besar seringnya terjebak macet, dimana mesin tetap bekerja dalam waktu yang lama meskipun mobil tidak bergerak.

Untuk penggunaan sehari-hari di Kota-kota besar yang macet, secara jarak akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai 10.000 km. Alhasil, jarak tempuh sudah tidak bisa lagi dijadikan acuan, karena aktualnya mesin terus bekerja jauh lebih berat saat kondisi lalu-lintas macet.

Selain itu, jika mobil biasa dioperasikan pada kondisi medan yang berat, misalnya pada medan yang berdebu, berlumpur, jalan yang kasar, daerah pegunungan atau pantai laut, maka jangka waktu perawatan atau servis berkala menjadi lebih pendek dibandingkan dengan perawatan berkala pada mobil yang dioperasikan dalam kondisi normal.

Servis Berkala Tiap 5.000 Km atau 10.000 Km Sekali?

Bukan rahasia umum jika tidak sedikit pemilik mobil baru yang bingung soal perawatan atau servisnya. Bukan soal lokasi atau mekanismenya, melainkan karena jangka waktu servisnya yang berbeda dan membuat bingung. Misalnya pada beberapa merk mobil, di buku perawatan berkala (manual book) tertera kalau interval service yang musti dilakukan setiap kelipatan 10.000 km atau 6 bulan sekali, tergantung periode mana yang tercapai lebih dahulu. Namun, ketika sudah melakukan servis di bengkel resmi, biasanya pihak bengkel menganjurkan untuk melakukan servis setiap 5.000 km sekali.

Service Berkala Daihatsu Xenia Setiap 10.000 km atau setiap 6 bulan sekali
Pemeriksaan Kondisi Mobil Saat Service Berkala

Menanggapi hal ini, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, Listiyono menjelaskan, “Sebenarnya yang utamanya adalah service berkala setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali. Tergantung mana yang tercapai lebih dahulu seperti yang tertulis di manual book perawatan mobil. Sedangkan untuk servis berkala setiap 5.000 km atau tiap 3 bulan sekali, sebaiknya dilakukan bagi mobil dengan mobilitas dan intensitas penggunaan yang tinggi. Seperti, mobil yang digunakan untuk taksi online atau mobil yang sering melewati jalan dengan frekuensi kemacetan cukup tinggi di kota-kota besar.”

Anjuran service berkala tiap 5.000 km sebenarnya untuk memastikan kondisi mobil tetap prima. Dan tidak melulu harus ganti oli, karena kemungkinan besar hanya perawatan ringan. Jika kondisi oli-oli masih bagus, tentunya tidak perlu ganti oli, cukup dilakukan pemeriksaan kendaraan bagian lainnya. Misal komponen filter, tekanan ban, sistem bahan bakar, sistem rem dan komponen lain, itu semua jadi opsional bagi konsumen. Namun yang terpenting adalah menjaga kondisi mobil tetap prima, aman, nyaman, dan tidak bermasalah saat dikendarai, baik di dalam kota maupun luar kota.

Komponen Mobil yang Membutuhkan Servis Berkala

Seiring waktu pemakaian, pada setiap mobil tentunya akan ada beberapa komponen yang mengalami keausan atau kotor. Komponen seperti filter-filter tentunya akan menjadi kotor, sehingga perlu dibersihkan atau diganti baru. Komponen lainnya, seperti kampas rem dan v-belt mungkin juga akan mengalami keausan, sehingga kehilangan efektivitas kinerjanya. Bahkan berbagai cairan seperti oli mesin, minyak rem, oli power steering, dan radiator coolant, sangat mungkin perlu diisi ulang, diganti baru, atau dibilas (flushing).

Setiap komponen mobil membutuhkan perawatan secara berkala, terutama untuk komponen-komponen fast moving. Maka penting bagi setiap pemilik mobil untuk mematuhi jadwal service berkala setiap kelipatan 10.000 km atau tiap 6 bulan. Karena komponen fast moving biasanya memiliki usia pakai yang terbatas dibandingkan komponen (sparepart) mobil lainnya yang lebih permanen. Apabila pemilik mobil kerap tidak mematuhi jadwal service berkala, maka akan memengaruhi kinerja pada sistem utama mobil. Hal ini berujung pada kinerja yang buruk, perbaikan kerusakan yang lebih serius, besarnya biaya perbaikan mobil, dan tentunya mengurangi nilai jual mobil tersebut.

Untuk servis berkala yang tidak memerlukan penggantian oli, maka mobil akan dilakukan pembersihan pada sistem pembakaran dan pemeriksaan sistem pengapian. Ditambah pula pemeriksaan dan penyetelan beberapa komponen mesin sesuai dengan standar dan disesuaikan dengan masa pakai kendaraan. Termasuk didalamnya adalah analisa kondisi komponen, mesin, dan gas buang, serta pemeriksaan dan pemeliharaan lengkap untuk seluruh bagian utama mobil.

Agar Tidak Antri Saat Service Berkala

Apabila melakukan service berkala di bengkel resmi butuh waktu yang lama dengan antrian yang panjang. Maka agar lebih cepat, mudah dan praktis, Anda bisa melakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor melalui customer service atau aplikasi “Bengkel Mobil Pro“. Sehingga Anda dapat mengatur sendiri waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke bengkel Zaini Auto Motor tanpa perlu mengantri lagi. Namun, jika benar-benar kesulitan mengatur waktu untuk ke bengkel mobil, Anda dapat memilih layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Nantinya, mekanik berpengalaman dari bengkel Zaini Auto Motor yang akan mendatangi lokasi Anda untuk melakukan service berkala sesuai pilihan waktu dan lokasi yang Anda mau.

Melihat begitu pentingnya manfaat dari service berkala bagi keamanan dan kenyamanan mobil, serta kesehatan kantong Anda, maka pastikan jangan terlewatkan. Agar tidak terlewatkan jadwal melakukan servis berkala, aplikasi “Bengkel Mobil Pro” juga bisa berfungsi sebagai reminder. Dimana, aplikasi ini secara rutin akan mengingatkan Anda saat waktunya service berkala telah tiba. Gunakan aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda untuk memudahkan dan meringankan beban Anda untuk merawat mobil kesayangan.

Ingat, dengan rutin menjaga kondisi mobil Anda, berarti itu juga akan menjaga keselamatan Anda. Maka cara terbaik yang dapat dilakukan bagi mobil dan keselamatan Anda adalah mematuhi jadwal service berkala yang telah direkomendasikan pabrikan.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi