Tag: Rem Mobil Blong

Cara Mengatasi Rem Blong Dengan Menggunakan Rem Darurat

7 Cara Jitu Mengatasi Mobil Yang Mengalami Rem Blong

Sistem rem merupakan komponen penunjang keselamatan dalam kendaraan. Dengan rem, pengemudi bisa mengendalikan laju kendaraan dan memungkinkan kapan harus berhenti. Tetapi apabila terjadi masalah pada komponen sistem pengereman, tentu akan sangat membahayakan. Sudah banyak diberitakan kejadian rem blong sebagai penyebab utama suatu kecelakaan kendaraan. Rem blong menjadi masalah yang mungkin paling ditakuti oleh setiap pengemudi mobil. Kejadian nahas seperti ini bisa menimpa siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.

Agus Zainal, Mekanik Senior di Bengkel Zaini Auto Motor, mengatakan “Rem blong merupakan dis-fungsi sistem pengereman kendaraan, yang menyebabkan sistem pengereman tidak bekerja dengan baik, bahkan tidak berfungsi sama sekali. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah akibat malas memeriksa dan mengganti minyak rem.”

Sebenarnya kejadian rem blong dapat diantisipasi apabila dilakukan dengan benar dan tepat. Lantas langkah apa yang perlu dilakukan apabila saat berkendara tiba-tiba sistem rem tidak berfungsi dengan baik atau biasa disebut rem blong? Berikut ini adalah beberapa langkah penting yang wajib Anda lakukan ketika menghadapi rem blong sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang dapat terjadi.

“Jika sistem rem gagal berfungsi sebagaimana mestinya, langkah pertama tentunya pengemudi jangan panik. Kendalikan mobil secara normal, kemudian langsung tekan tombol lampu hazard dan bunyikan klakson agar kendaraan sekitar Anda tahu kalau mobil Anda sedang bermasalah dan dalam keadaan darurat. Selanjutnya pengemudi mempunyai beberapa pilihan untuk memperlambat laju kendaraannya, yakni menggunakan opsi engine brake dan rem tangan (handbrake)”, saran Agus Zainal di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

1. Jangan Panik, Matikan Cruise Control Dan Jauhkan Kaki Dari Pedal Gas

Kunci dari mengatasi rem blong saat berkendara adalah tetap tenang atau tidak panik. Dengan tetap tenang dan percaya diri maka langkah-langkah mengendalikan mobil akan mudah dilakukan. Selain itu dengan tetap tenang, keselamatan pengendara dari marabahaya saat rem blong akan lebih terjamin.

Matikan fitur cruise control jika menyala. Tetapi sistem cruise control seharusnya akan mati dengan sendirinya setelah Anda menyentuh pedal rem atau kopling, tetapi untuk memastikannya, sebaiknya matikan cruise control secara manual.

Setelah kontrol diri secara penuh sudah Anda dapatkan. Selanjutnya pastikan kaki Anda menjauh dari pedal gas dan tidak menginjak pedal gas sama sekali. Agar terhindar dari faktor refleks dan tidak sengaja menginjak pedal gas.

2. Manfaatkan Engine Brake

Pada opsi penggunaan engine brake dilakukan dengan memindahkan gigi transmisi pada posisi terendah secara bertahap dan pindahkan tuas transmisi secepat mungkin untuk mengurangi laju mobil. Misalnya saat mobil melaju pada kecepatan gigi 5, sebaiknya dipindah ke gigi 4, dan bertahap hingga gigi kecepatan terendah. Jangan turunkan gigi transmisi secara langsung, misalnya dari gigi 4 langsung ke gigi 1, karena hal ini akan membuat pengemudi kehilangan kendali.

Namun, apabila Anda mengemudikan mobil bertransmisi otomatis, maka lakukan langkah sebaliknya. Yaitu dengan cara menurunkan tuas transmisi dari posisi saat itu langsung ke tingkat terendah (gigi 1), tanpa perlu secara bertahap. Biasanya cara tersebut akan sangat membantu memperlambat laju mobil yang Anda kendarai.

Langkah Mengatasi Rem Blong

3. Manfaatkan rem tangan (Handbrake)

Setelah kecepatan mobil berkurang dengan mengunakan engine brake dan menurunkan gigi persneling, penggunaan rem tangan (handbrake) jadi opsi kedua. Dengan engine brake kecepatan mobil akan berkurang secara perlahan-lahan, pengemudi sebaiknya juga mengurangi intensitas gas, sembari mengarahkan kendaraan menuju jalur yang aman.

Tarik dan turunkan tuas rem tangan (handbrake) berkali-kali menyesuaikan laju kendaraan, sembari menahan tombol rem tangan agar roda mobil tidak terkunci. Lakukan cara ini secara berhati-hati dan jangan mendadak. Karena jika mendadak, kemungkinan besar pengemudi bisa kehilangan kontrol atas mobil yang dikendarai.

“Jika pengemudi memaksa menarik handbrake (rem tangan) secara langsung dan mendadak, bisa dipastikan mobil akan kehilangan kendali dan terbalik seketika. Hal ini disebabkan karena handbrake (rem tangan) sebenarnya berfungsi untuk menghentikan dan mengunci roda dalam waktu sekejap. Sehingga roda mobil dapat dengan mudah selip karena terkunci seketika,” jelas Agus Zainal di sela-sela perbaikan di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Pompa Atau Kocok Pedal Rem Berulang-ulang

Dalam upaya menghentikan laju kendaraan, hindari langsung menginjak pedal rem dalam-dalam dan secara terus-menerus saat mengalami rem blong. Karena hal ini merupakan cara yang kurang tepat. Sebaiknya menginjak pedal rem secara konsisten, pelan-pelan dan bertahap. Karena ada kemungkinan dan tidak jarang sistem pengereman tidak berfungsi hanya sementara waktu, karena kesalahan pada sistem rem. Misalnya sistem rem kemasukan udara atau terdapat sedikit sumbatan kotoran pada aliran minyak rem.

Jadi, ada kemungkinan saat Anda mencoba memompa (mengocok) pedal rem secara berulang-ulang bisa memulihkan tekanan pada sistem rem, sehingga rem bisa kembali berfungsi normal. Kemudian, untuk memanfaatkan semua tekanan yang sebelumnya sudah dikumpulkan, injak pedal rem dengan kekuatan penuh sampai lantai mobil.

Meskipun sistem pengereman sudah berfungsi lagi setelah Anda menekan (mengocok) pedal rem secara berulang-ulang, sebaiknya hindari untuk mengendarai mobil secara langsung, apalagi dengan kecepatan tinggi. Sangat disarankan untuk pergi ke bengkel mobil terdekat, atau menggunakan jasa bengkel mobil panggilan untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan sembari Anda beristirahat melepaskan ketegangan.

Ilustrasi Rem Blong

5. Arahkan Mobil Ke Bahu Jalan atau Jalur lambat

Jika sudah melakukan engine brake, menurunkan gigi persneling dan menarik rem tangan, maka sertai dengan mengarahkan laju mobil ke jalur yang aman, misalnya ke arah bahu jalan atau jalur lambat. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan dengan pengendara mobil lain yang sedang melaju di sekitar Anda dan dalam kecepatan tinggi.

Apabila pada bahu jalan terdapat medan tidak beraspal dan berumput, maka manfaatkan bahu jalan tersebut untuk membantu menghentikan kendaraan. Disertai dengan terus menggunakan dua opsi sebelumnya yaitu engine brake dan rem tangan (handbrake) hingga mobil benar-benar terhenti.

6. Berikan Tanda Peringatkan Ke Pengendara Lain

Ketika mobil mengalami rem blong saat berkendara di jalanan yang cukup ramai, maka usahakan untuk memberi peringatan kepada pengendara lain. Dengan membunyikan klakson, menyalakan lampu hazard, sembari mengarahkan mobil ke bahu jalan, tentunya akan sangat membantu kondisi yang lebih aman di sekitar Anda.

7. Jika terpaksa, Saat Darurat Tabraklah Sesuatu Yang Aman

Saat mobil mengalami rem blong, langkah terakhir dalam kondisi sangat darurat adalah mengarahkan mobil ke bagian jalan yang dapat menghentikan laju mobil seperti pembatas jalan atau parit. Maksudnya, saat kondisi benar-benar darurat atau pengemudi tidak punya pilihan lain, maka solusinya adalah dengan menabrakkan mobil ke objek yang nampak lunak dan tidak beresiko fatal untuk menghentikan laju mobil. Sesuatu yang lunak atau aman itu bisa saja pembatas jalan, pagar kayu, tanah, gundukan pasir dan lain-lain. Sesaat sebelum membenturkan mobil, sebaiknya perhatikan area sekitar Anda saat mengemudi.

“Saya sarankan, jika kondisi darurat dan berbagai langkah tidak cukup menghentikan laju mobil, maka langsung saja banting setir ke arah pembatas jalan, ke parit dan area yang berpasir atau berlumpur. Agar keselamatan pengemudi dan penumpang lebih terjamin serta tidak mengakibatkan kerusakan parah pada bodi mobil,” jelas Agus Zainal menutup percakapan di bengkel Zaini Auto Motor.

Dalam keadaan darurat saat kondisi rem tidak berfungsi, pengemudi harus menggunakan segala cara untuk mengurangi kecepatan mobil hingga akhirnya benar-benar berhenti. Tetapi harus diingat, melakukan hal ini hanya jika terpaksa dan langkah-langkah lain yang disebutkan di atas telah Anda upayakan secara maksimal namun hasilnya nihil.

Melihat potensi kecelakaan yang diakibatkan oleh rem blong, beberapa mobil bertransmisi otomatis telah dilengkapi dengan fitur Active Engine Branking pada transmisi CVT (Continous Variable Transmission) yang akan melakukan engine brake (pengereman mesin) sehingga laju kendaraan dapat diperlambat dengan maksimal saat terjadi rem blong. Dengan begitu, kecelakaan fatal dapat dihindari dengan baik.

Kampas Rem Mobil Menipis

Hindari Rem Mobil Blong, Inilah Penyebab Utamanya!

Komponen terpenting untuk keselamatan berkendara yang tidak boleh diabaikan dan berperan sangat penting dalam pengontrolan laju kendaraan adalah sistem pengereman (braking system). Tanpa sistem rem (braking system), mobil tidak akan dapat dikontrol kecepatannya, dan bisa menyebabkan kecelakaan yang merugikan pengguna jalan lainnya.

Beberapa komponen utama pada sistem pengereman antara lain adalah pedal rem (brake pedal), booster rem (brake booster), selang vakum booster rem (brake booster vacuum hose), master silinder (master cylinder), selang pipa (brake lines), master silinder bawah (wheel cylinders), kampas rem (brake pads), minyak rem (brake fluid), rotor disc (disc brake) dan tromol (brake drum). Semuanya wajib diperiksa berkala dan harus dalam kondisi baik untuk menghindari masalah.

Sebenarnya untuk memeriksa kondisi sistem rem mobil bukanlah perkara susah, apalagi bagi Anda yang sudah terbisa mengemudikan mobil sendiri. Dengan terbisa mengemudi mobil sendiri, otomatis Anda akan cukup peka terhadap kondisi abnormal pada mobil Anda.

“Untuk menghindari terjadi masalah pada sistem rem mobil selama perjalanan, maka ada beberapa komponen sistem rem yang perlu diperhatikan. Tiap menempuh jarak 10.000 km perawatan sistem rem perlu dilakukan secara berkala di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi,” ucap Agus Zainal, mekanik senior di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor beberapa waktu lalu.

Selain itu, pemilik mobil dapat melakukan pemeriksaan secara mandiri pada minyak rem (brake fluid). Caranya dengan melihat volume minyak rem di tabung penampungan minyak (brake fluid reservoir) di sekitar mesin mobil. Minyak rem mobil diperlukan agar sistem rem mobil Anda bekerja dengan baik. Tanpa minyak rem, maka sistem pengereman pada mobil tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu harus selalu diperiksa dengan benar, agar keselamatan pengemudi dan penumpang selama berkendara tetap terjaga.

Saat pedal rem ditekan, minyak rem (brake fluid) di dalam silinder master (master cylinder) akan tertekan dan mengalir melalui selang atau pipa rem (brake lines), menuju ke kaliper rem (brake caliper) pada roda depan dan wheel cylinders pada roda belakang. Karena cairan bersifat tidak dapat ditekan (dikompresi), maka minyak rem akan dapat menggerakkan kampas rem untuk menghentikan putaran roda.

Jika volume minyak rem berkurang dan tidak memadai, maka udara akan ikut masuk ke dalam jalur sistem rem. Akibatnya sistem rem tidak akan berfungsi maksimal dan mobil tidak dapat berhenti dengan benar. Hal ini yang sering terjadi pada banyak kendaraan, yang biasa disebut “rem masuk angin“. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga volume minyak rem di tabung penampungan (reservoir) selalu dalam level seharusnya.

Minyak Rem (Break Fluid) yang baik
Penambahan Minyak Rem

“Salah satu bagian yang jangan sampai terabaikan adalalah minyak rem, karena minyak rem memainkan peran penting dalam menjaga rem mobil beroperasi dengan baik. Periksa ketinggian volume minyak selalu pada level yang seharusnya, yaitu di “level maximum”. Jika volume minyak rem telah berkurang atau mendekati level minimum, sebaiknya segera ditambahkan. Selama penggunaan normal, minyak rem juga dapat terkontaminasi kotoran. Periksa kondisi kejernihan minyak rem dan segera ganti apabila berubah warna.” jelas Agus Zainal di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Pemilik mobil juga dapat merasakan dan mencegah potensi masalah pada sistem rem sejak dini. Saat mesin dihidupkan periksa pedal rem, jika pedal rem terasa lebih dalam dari kondisi normal, dan kondisi volume minyak rem dalam posisi kurang, kemungkingan ada kebocoran pada sistem rem, terutama di bagian selang rem, pipa rem, seal karet aus, master silinder dan wheel cylinders.

“Apabila terjadi kebocoran pada sistem rem, sebaiknya segera lakukan perbaikan di bengkel mobil terdekat. Masalah lain yang bisa dirasakan adalah apabila muncul bunyi aneh saat rem bekerja. Berdasarkan pengalaman kami, bunyi tersebut disebabkan dari kampas rem yang mulai menipis. Perbaikan dan penggantian komponen pada sistem rem yang mengalami kerusakan sebaiknya jangan ditunda karena bisa berakibat fatal pada keselamatan penumpang dan pengemudi,” ucap Agus Zainal disela-sela service di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Selanjutnya apabila Anda menghendaki pemeriksaan lebih mendetail tentang masalah apa yang sebenarnya terjadi, maka segera bawa mobil kesayangan Anda ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi terdekat. Dengan membawa ke bengkel mobil terdekat maka otomatis Anda akan mendapat kepastian dan pemeriksaan lebih detail mengenai masalah yang terjadi pada sistem pengereman mobil Anda.

Bila Anda menginginkan servis berkala dan perbaikan mobil Anda dengan biaya lebih murah dari bengkel resmi; dengan service yang lebih cepat dan berkualitas; sesuai SOP dan menggunakan peralatan yang sama seperti bengkel resmi, maka kami merekomendasikan perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda di Bengkel mobil Zaini Auto Motor. Buktikan sekarang juga..!!

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi