Tag: Perseneling

Penyebab Mobil Tidak Mau Jalan Walau Transmisi Dan Mesin Normal

Mobil Tidak Mau Jalan Walau Transmisi Dan Mesin Normal? Cari Tahu Yuk Penyebabnya!

Ketika mengendarai mobil, pernahkah Anda mengalami kondisi dimana saat Anda menginjak pedal gas, mesin mobil hanya meraung (menderu) tetapi kendaraan tidak mau bergerak atau hanya melaju lambat? Kondisi seperti ini tentu masalah yang tidak normal pada sebuah mobil dan perlu segera diketahui penyebabnya.

Pada mobil yang bertransmisi manual, putaran dari mesin akan disalurkan oleh transmisi ke roda-roda mobil melalui komponen kopling. Clutch (Kopling) terletak diantara mesin (flywheel) dan transmisi, dan berfungsi untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi melalui kerja pedal kopling selama perpindahan tuas persneling.

Pada mobil dengan transmisi manual, sistem Kopling (clutch system) terdiri dari beberapa komponen penting di dalamnya, antara lain flywheel (roda gila), Pelat kopling (clutch disc), Matahari (cover clutch), release bearing, clutch fork.

Dalam rangkaian kerja sebuah kendaraan, Komponen yang bertugas menyalurkan dan meneruskan tenaga mesin menuju transmisi adalah kopling. Sehingga roda-roda dapat bergerak sesuai putaran mesin dan tingkat percepatannya pun dapat diatur melalui perpindahan gigi Persneling (transmisi).

Apabila terjadi kerusakan pada komponen kopling misalnya kampas kopling sudah habis, walau putaran mesin telah meninggi tetapi respon laju kendaraan tidak akan sepadan, bahkan ada yang cenderung diam. Alhasil sebesar apapun mesin mobil menghasilkan tenaga, maka tenaga tersebut tiadak akan secara maksimal disalurkan ke transmisi.

Menurut Tri Ari Yanto, General Service Advisor Bengkel Zaini Auto Motor, “Setelah memindahkan gigi Persneling biasanya tanpa perlu di gas, ketika pedal kopling dilepas setengah atau lebih mobil sudah dapat berjalan. Tetapi jika kopling bermasalah, mobil cenderung diam tidak akan mau berjalan, dan ketika digas lebih dalam mesin mobil hanya menderu tanpa ada respon laju mobil. Selain itu, ketika mobil melaju melintasi jalan tanjakan, bila respon laju mobil terasa lamban meski pedal gas telah di injak dan putaran mesin telah tinggi, maka perlu dicurigai adanya masalah pada kopling. Bisa jadi ini akibat kopling selip.”

Sebenarnya masalah pada kopling selip biasanya sering kali lebih terasa ketika mobil sudah masuk masa pemakaian tahun ke empat atau jika sering dikendarai setiap hari tanpa jeda istirahat. Jika gejala kopling selip sudah terasa, maka ada baiknya Anda sesegera mungkin melakukan perbaikan pada bagian kopling tersebut. Karena ketika kopling mobil sudah sangat tipis, maka kampas kopling akan sangat sulit menghubungkan tenaga mesin menuju transmisi dengan sempurna.

Akibatnya, ketika mesin mobil dihidupkan, kemudian gigi persneling dimasukkan dan pedal kopling dilepas, mobil tidak segera berjalan. Mesin hanya terdengar menderu (meraung), tetapi tidak diimbangi dengan peningkatan kecepatan laju mobil. Hal ini tentunya berdampak pada top speed mobil yang akan menurun dan lebih rendah dari kondisi normal. Jika gejala tersebut muncul beriringan dengan gejala-gejala yang kami jelaskan diatas, biasanya yang menjadi penyebab utama dan paling sering terjadi adalah kanvas kopling (drive plate/disc clutch) yang sudah menipis, dan kemungkinan juga ada kerusakan pada komponen kopling lainnya. Sehingga kopling selip dan tidak mampu menyalurkan output putaran mesin ke transmisi.

Bila hal ini terjadi, maka segeralah hubungi bengkel mobil terdekat atau bengkel mobil khusus transmisi langganan Anda, agar kinerja mobil kesayangan Anda kembali seperti sediakala. Karena tidak ada cara lain yang bisa dilakukan kecuali untuk membongkar, memeriksa dan melakukan penggantian bila memang diperlukan.

Kampas Kopling Tipis atau Aus Menyebabkan Kopling Selip
Pemeriksaan Kampas Kopling (disc clutch)

Khusus pada transmisi otomatis atau mobil matik, apabila terjadi masalah tersebut, kemungkinan kerusakan diakibatkan kinerja katup bodi (valve body) sudah melemah. Mobil matik dengan pemakaian sering, jarak tempuh tinggi dan jam terbang tinggi biasanya terdapat kotoran, lumpur atau debu yang mengendap pada bagian transmisi, sehingga mengakibatkan valve body kotor. Apalagi ditambah lagi dengan pemilihan oli (pelumas) yang tidak sesuai rekomendasi, menyebabkan valve body cepat kotor dan pada akhirnya kinerjanya melemah.

Gejala yang biasanya dijumpai pada mobil matic saat valve body melemah antara lain :

  • Saat mesin dingin atau baru pertama kali dinyalakan, terasa getaran yang berlebih (abnormal vibration)
  • Mesin menderu tetapi mobil tidak bisa melaju, sehinggi tidak dapat bergerak maju maupun mundur
  • Mesin bergetar saat temperatunya panas.
  • Tarikan tersendat-sendat
  • Saat akselerasi terasa putaran mesin (Rpm) tidak stabil
  • Mobil terkadang ada hentakan ketika melewati jalan menanjak dan saat mobil mengangkut beban yang berat
  • Saat perpindahan gigi (dari gigi 3 ke gigi 2), tiba-tiba erjadi peningkatan RPM mesin yang disertai dengan hentakan atau getaran kasar.

“Tidak sedikit para pemilik mobil matic mengeluhkan masalah mobil yang terasa bergetar saat hendak melaju dan terasa tidak bertenaga saat melewati tanjakan. Ini bisa disebabkan oleh valve body yang kotor. Untuk itu, perlu dilakukan pembongkaran dan pembersihan valve body dari endapan ataupun kotoran halus yang menyumbat,” ujar Tri Ari Yanto di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Valve body yang kotor dapat menyebabkan transmisi tidak dapat bekerja dengan baik untuk menyalurkan tenaga dari mesin. Oleh karena itu merawat mobil matic tidak hanya seputar penggantian pelumas secara rutin, tetapi juga harus memperhatikan valve body agar transmisi otomatis dapat bekerja secara optimal. Keuntungan yang Anda peroleh tentunya mobil dapat melaju dengan normal dan nyaman.

Agar mobil dapat melaju, kopling merupakan bagian terpenting yang ada pada mobil untuk meneruskan putaran mesin menuju transmisi. Agar kondisinya tetap prima dan tidak mudah rusak, maka dibutuhkan perawatan dan pemakaian yang benar. Hindari kebiasaan yang kerap menimbulkan kerusakan pada kanvas kopling, antara lain menginjak pedal kopling tidak penuh (setengah kopling), secara kasar dalam melepas / menekan pedal kopling, sering menginjak pedal kopling sepanjang perjalanan. Jika perwatan dan menghindari kebiasaan buruk dalam berkendara tidak dilakukan, bukan tidak mungkin kopling mudah rusak dan bisa menjalar hingga kerusakan parah pada transmisi.

Ketika Anda sibuk dan tidak ada waktu untuk melakukan perawatan mobil Anda, maka manfaatkan segala kemudahan dalam melakukan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan anda melalui aplikasi “Bengkel Mobil Pro” yang dapat di download melalui Smartphone Anda. Bengkel mobil Zaini Auto Motor merupakan salah satu mitra yang terbaik dalam memberikan layanan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda. Dengan didukung tim mekanik profesional, servis cepat, biaya yang lebih murah, dan peralatan sesuai standart bengkel resmi, maka akan membuat Anda tenang dalam mempercayakan servis mobil kesayanan anda.

Solusi Jitu Mobil Transmisi Matic Mogok

Ingin Mobil Matic Anda Awet? Begini Pemakaian Yang Benar

Pengguna mobil dengan transmisi otomatis sekarang ini semakin meningkat. Hal ini salah satunya didasari oleh kondisi lalu lintas di kota besar, seperti Jakarta, Surabaya dan kota lainnya yang setiap hari selalu dipenuhi dengan kepadatan kendaraan yang sangat luar biasa.

Ada berbagai alasan masyarakat memilih mobil dengan transmisi matic. Karena dengan menggunakan mobil bertransmisi otomatis, pengemudi akan lebih mendapatkan kemudahan dan keefektifan dalam berkendara ketika di kemacetan lalu lintas, dibandingkan menggunakan mobil bertransmisi manual.

Namun begitu, tak banyak yang tahu bagaimana menggunakan transmisi yang baik dan benar. Maka pemilik mobil matik perlu tahu cara pakai transmisi otomatis yang benar. Berikut ini ulasan beberapa tips untuk mengoptimalkan mobil bertransmisi otomatis secara benar :

1. Saat Lalu Lintas Macet atau Berhenti di Traffic Light

Salah satu yang kerap dilakukan para pengemudi mobil bertransmisi otomatis adalah menempatkan tuas transmisi ke posisi D (Drive) saat mobil terkena macet. Ternyata cara tersebut kurang tepat, karena memposisikan tuas transmisi matic D saat macet akan membuat transmisi lebih cepat bermasalah dan memperpendek usia transmisi matic.

“Ketika kondisi jalan macet jangan membiarkan posisi tuas transmisi tetap di posisi D (Drive) dengan disertai menginjak pedal rem, karena transmisi akan tetap bekerja dan oli pelumas akan terus tersirkulasi. Serta jika juga disertai dengan terus menginjak rem, hal tersebut akan membuat kanvas rem terus menerus bekerja, sehingga usia pakainya menjadi lebih pendek. Jika mobil hanya berhenti sebentar antara 10-15 detik tetapi tidak terus – menerus stop and go, tidak perlu menggeser tuas dari posisi D (Drive) ke N (Netral) cukup menginjak pedal rem saja,” ungkap Tri Ary Yanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Oleh karena, setiap mengendarai mobil matic saat kondisi lalu lintas macet atau ketika berhenti menunggu lampu merah sebaiknya tuas transmisi selalu ditempatkan pada posisi N (Netral). Jika sudah diposisi netral maka tergantung kondisi jalan, kalau mobil berhenti di jalan yang landai tidak perlu menginjak pedal rem. Tetapi akan lebih aman jika menggunakan rem tangan saat berhenti terlalu lama.

2. Saat Macet, Tuas Transmisi Diperbolehkan Pada Posisi P (Parking)

Lantas ada pertanyaan lain yang menyatakan bagaimana jika saat lalu – lintas macet tuas transmisi ditempatkan pada posisi P (parking)?

Menurut Tri Ary Yanto, “hal tersebut diperbolehkan tetapi kondisi mobil harus benar-benar berhenti. Jangan sampai saat kondisi mobil bergerak tuas transmisi langsung dipindah ke posisi P (Parking). Karena langkah tersebut bisa menyebabkan beberapa crash pada komponen gear transmisi, yang tentunya bisa mengakibatkan masalah sehingga mengurangi umur transmisi itu sendiri. Jadi tuas transmisi diperbolehkan pada posisi P asalkan mobil telah berhenti. Ketika mobil telah benar-benar berhenti barulah kemudian dipindah ke posisi P, ditambah dengan rem tangan akan lebih aman lagi,” tutupnya.

3. Manfaatkan Fitur O/D (Overdrive)

Selain itu, saat mobil melintas dan terjebak macet di jalan yang miring (tanjakan) atau turunan, masih banyak pengendara yang belum dapat mengoptimalkan tenaga dari mobil bertransmisi otomatis. Overdrive (O/D) merupakan fitur yang biasa disematkan pada mobil berjenis transmisi otomatis, khususnya mobil pabrikan asal Jepang. Fitur O/D (Over drive) sebaiknya dimanfaatkan ketika mesin membutuhkan putaran dan tenaga yang lebih tinggi, khususnya pada saat mobil menanjak dan ketika berakselerasi mendahului mobil lainnya.

Pengoperasian Overdrive (O/D) memiliki cara berbeda di setiap kendaraan. Tombol fitur O/D (overdrive) biasanya berada di sekitar tuas transmisi. misalnya, pada mobil merk Toyota, fitur overdrive (O/D) biasanya dihadirkan melalui tombol pada bagian bawah pengunci perseneling (Shift lock). Untuk mengaktifkannya, hanya menekan tombol tersebut lalu mesin menyesuaikan hingga putaran tinggi.

Sebenernya fungsi Overdrive (O/D) sangat mirip kerjanya dengan posisi Gigi 5 pada transmisi manual, yang membuat putaran pada transmisi lebih cepat daripada putaran pada mesin. Dengan mengaktifkan fitur overdrive transmisi, maka mobil anda tentunya akan melaju dengan menggunakan gigi kecapatan tertinggi. Saat overdrive aktif maka transmisi akan memindah gigi bila telah mencapai kecepatan tertentu, biasanya pada kecepatan antara 50­ – 60 km/jam, tergantung juga pada berat muatan yang diangkut mobil tersebut.

Ketika melaju dengan kecepatan konstan di jalan Tol bebas hambatan, maka sebaiknya Anda mengaktifkan tombol O/D (overdrive) ini. Dengan mengaktifkan tombol Overdrive (O/D) memungkinkan penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien saat melaju dengan kecepatan konstan. Hal itu karena putaran mesin menjadi lebih rendah dari putaran output transmisi pada gigi kecepatan tinggi.

Dalam kondisi normal ketika mesin dihidupkan, maka fitur Overdrive (O/D) secara ‘default’ dalam keadaan aktif. Namun, ketika Anda menginginkan mobil lebih bertenaga pada saat melalui jalan menanjak, membutuhkan engine brake di jalanan menurun, dan saat mobil Anda ingin mendahului kendaran di depan secara cepat, maka fitur O/D (overdrive) sementara bisa dinonaktifkan. Untuk mengetahui apakah fitur O/D (overdrive) sedang aktif atau tida, pada umumnya terdapat lampu indikator di dashboard mobil yang menunjukkan ”O/D Off atau O/D On“.

4. Atur Tuas Transmisi di Posisi Rendah

Transmisi otomatis tentunya juga memiliki beberapa posisi kecepatan yang dapat diatur berdasarkan kebutuhan berkendara saat melintasi berbagai medan jalan. Kondisi permukaan jalan yang sering kali tidak dapat diprediksi oleh pengemudi, mengharuskan mobil bertransmisi otomatis juga dilengkapi dengan pilihan kecepatan terendah atau dikenal posisi 1 atau L (low).

Pada posisi kecepatan 1 atau L (low), maka kecepatan putaran transmisi diatur untuk menghasilkan torsi / tenaga yang lebih maksimal sesuai kebutuhan mobil saat melintasi jalan tertentu. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pastikan tidak dalam kecepatan tinggi ketika melakukan perpindahan ke gigi rendah, karena putaran mesin terlalu tinggi saat perpindahan gigi dapat menyebabkan kerusakan komponen di dalam gearbox.

Untuk kondisi jalan yang menurun, posisi 1 atau L (low) ini akan membantu pengereman putaran mesin melalui engine brake. “Mobil bertansmisi matic cenderung tanpa engine brake, untuk memberikan efek engine brake Anda bisa menggunakan gigi kecepatan yang rendah. Jadi ketika melewati jalan menurun dengan posisi tuas transmisi 1 atau L (low) tidak akan menyebabkan masalah pada transmisi, selama selalu dibantu dengan pengereman,” ujar Tri Ari Yanto di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Sementara untuk kondisi jalan yang menanjak atau landai, sebaiknya pengemudi memindahkan tuas transmisi pada posisi kecepatan 2 atau S (Second). Karena pada posisi ini, transmisi matic dapat menghasilkan kombinasi yang tepat antara kecepatan dan torsi mobil untuk melakukan penanjakkan.

Itulah beberapa tips dan ulasan untuk mengoptimalkan mobil matic secara benar agar transmisi otomatis terhindar dari kesalahan pemakaian sehingga memperpendek usia pakai transmisi itu sendiri.

Jika mobil matic Anda mengalami masalah atau gangguan di tengah perjalanan, hindari mendorong mobil terlalu jauh dan cukup pinggirkan di bahu jalan yang aman. Langkah selanjutnya hubungi bengkel mobil terdekat misalnya bengkel mobil toyota terdekat, bengkel mobil honda terdekat, dan bengkel mobil profesional terdekat. Atau Anda bisa juga menggunakan jasa bengkel mobil panggilan terdekat. Perlu diketahui “Bengkel mobil Pro” adalah salah satu aplikasi smartphone yang sangat membantu ketika mobil Anda mengalami masalah di jalan. Aplikasi “Bengkel mobil Pro” ini memudahkan kita memperoleh jasa perbaikan dan perawatan secara cepat dan mudah saat mobil kita mengalami masalah dimanapun tempatnya.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi