Tag: Pecah Ban

Pecah Ban Mobil Penyebab Kecelakaan di Tol Jagorawi

Kenali Penyebab Pecah Ban Mobil, Agar Kecelakaan Maut Tak Terulang

Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil MPV kembali terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 36, Sentul, Bogor. Kecelakaan ini terjadi pada Minggu (15/9) pukul 08.30 WIB yang menewaskan tiga orang, akibat mobil MPV tersebut mengalami pecah ban. Kejadian pecah ban pada mobil memang cukup berbahaya bagi pengendara. Apalagi terjadi di ruas tol yang memungkinkan pengemudi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi atau kecepatan di luar batas ketentuan. Mobil yang mengalami pecah ban sangat berisiko, sebab setir/kemudi bakal sulit dikendalikan sehingga berakibat mobil melaju secara liar.

Dari kejadian kecelakaan maut tersebut, bisa diambil pelajaran oleh setiap pengemudi mengenai resiko ban pecah saat sedang melaju kencang. Pecah ban mobil memang bisa terjadi kapan saja, namun jika setiap pengemudi selalu mempersiapkan perjalanannya dengan baik, maka kejadian kecelakaan fatal bisa diminimalkan. Maka dari itu, sebagai pemilik mobil yang baik, harus senantiasa memperhatikan kondisi ban mobilnya agar tetap bisa melaju dengan stabil dan aman ketika dikendarai di atas permukaan jalan.

Beberapa waktu lalu, Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Sebenarnya kecelakaan akibat pecah ban bisa dihindari. Salah satu caranya adalah pengemudi senantiasa memeriksa lagi kondisi semua ban mobil sebelum memulai perjalanan, untuk menghindari terjadinya insiden ban pecah. Sebab, ban mobil merupakan komponen keselamatan paling penting dalam berkendara. Lantaran cuma ban satu-satunya komponen mobil yang menempel dan bersinggungan langsung dengan permukaan jalan.”

Pecah ban pada mobil menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan raya. Oleh karenanya, penting bagi setiap pengemudi untuk menjaga kondisi ban mobilnya agar tidak mudah pecah. Setidaknya ada 6 faktor yang bisa menyebabkan ban mobil pecah saat dikendarai.

1. Tekanan Udara Ban Kurang

Ada beberapa penyebab ban mobil pecah mendadak. Namun, faktor utama penyebab terjadinya pecah ban bukan karena ban kelebihan udara, tetapi justru karena tekanan udara yang kurang. Ban mobil yang kekurangan tekanan udara sangatlah berbahaya. Karena pada saat itu ada bagian dinding ban yang mengalami tekanan berlebihan dari bibir pelek akibat tertekan ke bawah oleh berat mobil. Apalagi jika sedang melaju di ruas tol yang permukaan jalanannya ada bagian yang bumpy alias tidak semuanya rata.

Pecah Ban Mobil Akibat Tekanan Udara Kurang
Tekanan Udara Ban Kurang

Tekanan udara pada ban yang tidak sesuai rekomendasi seringkali membuat kerja ban menjadi berat, terutama ketika melaju di jalan tol. Ini lantaran saat ban kekurangan tekanan udara, sidewall (dinding ban) mengalami pergerakan naik-turun yang begitu sering mengikuti permukaan jalan yang dilalui. Sehingga lama-lama membuat benang dan kawat baja (steel belt) menjadi fatigue, getas dan akhirnya mudah putus.

“Gerakan sidewall ban yang begitu sering, membuat ban mobil mudah pecah ketika melaju dengan kecepatan tinggi di ruas tol. Namun, saat tekanan udara pada ban mobil sudah sesuai rekomendasi atau dilebihkan 5-10 psi, maka akan membuat posisi sidewall-nya (dinding ban) tegak. Sehingga ban tidak banyak terjadi defleksi pada sidewall-nya. Selain itu, ban mobil yang kekurangan tekanan udara akan lebih cepat panas, karena permukaan ban yang kontak langsung dengan aspal lebih luas. Jadi lapisan penyusun ban akan cepat memuai, dan bisa menyebabkan pecah ban secara tiba-tiba.” Ujar Listiyono, saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ada anggapan yang salah dan banyak dipercaya masyarakat, dimana pecah ban hanya akan terjadi ketika tekanan udaranya berlebihan. Justru saat tekanan udara pada ban sesuai ketentuan atau sedikit berlebih, dinding ban akan berada pada posisi tegak. Hal ini tidak akan sanggup membuat ban menjadi pecah, meski ada penambahan tekanan hingga 10 psi. Namun, bila ban mobil kekurangan tekanan udara, akan terjadi gesekan yang berlebihan sehingga ban panas dan strukturnya mudah rusak. Oleh karenanya, ban mobil yang kurang tekanan udara sangatlah berbahaya ketika dikendarai di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

2. Pecah Ban Mobil Karena Usia Ban

Faktor penyebab terjadinya ban pecah berikutnya adalah karena ban yang sudah tidak layak pakai. Setiap komponen kendaraan mempunyai batas usia pakai, termasuk pada ban mobil. Seiring waktu pemakaian, kondisi ban mobil yang berbahan utama karet tentunya akan rentan getas, dan kelenturannya akan mengalami penurunan. Tak hanya itu, daya cengkram ke permukaan jalan juga semakin berkurang sehingga performa ban tidak akan maksimal lagi. Ban mobil memiliki batas maksimal usia pakai berkisar antara 3-5 tahun. Jadi meskipun fisik ban masih terlihat baru, jika usianya lebih dari 3-5 tahun, tentu sudah tidak layak pakai dan sering disebut ban kedaluwarsa. Bila ban mobil sudah kedaluwarsa, maka lapisan karet penyusunnya akan mulai retak, getas dan mudah pecah.

Perhatikan Usia Ban Mobil Dengan Melihat Kode Tahun Pembuatan Ban

“Meskipun mobil jarang dipakai hingga bertahun-tahun, tak menutup kemungkinan ban akan mengeras sehingga daya absorbsi (daya serap) terhadap benturan menjadi berkurang. Pemilik mobil tidak boleh mengabaikan kondisi ban seperti ini dengan menganggap kondisi kembangannya masih tebal. Pada umumnya, produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban antara 3-5 tahun.” ungkap Listiyono, saat berbincang di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara mengetahui usia ban mobil adalah dengan melihat kode produksi yang ada pada sidewall (dinding ban). Pada umumnya bagian sidewall ban tertera kode angka yang menjelaskan kapan ban itu diproduksi, yakni minggu ke berapa dan tahun berapa. Misalnya jika ada kode produksi ban bertuliskan “1919”, artinya ban tersebut diproduksi pada minggu ke sembilan belas tahun 2019. Sehingga ban tersebut akan kedaluwarsa maksimal pada bulan Mei 2024.

3. Kondisi Ban Aus Mengakibatkan Pecah Ban Mobil

Ban merupakan komponen yang paling sering bergesekan dengan berbagai medan jalan, tentu membuat karet ban cepat aus dan mengalami kerusakan. Ban yang sudah aus alias botak, juga sangat rentan mengalami kasus pecah ban secara tiba-tiba. Hal ini wajib diantisipasi oleh setiap pengemudi dengan melakukan pengecekan kondisi fisik ban sebelum mobil dipakai bepergian. yang hendak menggunakan mobil sebaiknya terlebih dahulu memeriksa bannya.

Thread Wear Indicator adalah Tanda Keausan Ban
Thread Wear Indicator

Salah satunya adalah memeriksa tingkat keausan ban melalui indikator TWI (Tread Wear Indicator). Selain itu, perlu memeriksa bila ada sobekan, retakan atau benjolan pada ban, sebelum mobil dipakai perjalanan jarak jauh. Mengetahui sejak dini kerusakan ban akan lebih baik, sehingga bisa cepat melakukan penggantian atau berkendara lebih hati-hati.

“Pada semua ban dilengkapi dengan tanda/indikator keausan ban yang sering dikenal dengan tanda TWI (Tread Wear Indicator). Tanda keausan ban (Thread Wear Indicator) ini berupa simbol segitiga pada dinding ban (sidewall). Selain simbol segitiga TWI, pada ban juga terdapat tonjolan kecil di sela-sela bagian tengah kembangan ban (grooves). Setidaknya, minimal ada enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban. Apabila indikator TWI tersebut sudah mendekati atau sudah sama rata dengan permukaan ban sebaiknya segera lakukan penggantian ban.” Jelas Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Beban Yang Dibawa Terlalu Berat

Semakin berat beban yang diangkut sebuah mobil, maka semakin besar pula tekanan yang akan diterima oleh ban. Tekanan yang besar ini akan memaksa ban untuk bekerja ekstra keras, bahkan melampaui batas kemampuannya. Sehingga ketika ban tersebut sudah tidak mampu lagi menahan tekanan dan beban yang diterimanya, ban dapat pecah seketika. Sebaiknya kita tahu berapa daya angkut mobil milik kita. Rumusnya mudahnya adalah daya angkut sama dengan gross vehicle weight (berat maksimum mobil), dikurangi berat kosong mobil (curb weight).

Beban Berlebihan Penyebab Pecah Ban Mobil

Oleh karenanya, sebaiknya hindari mengangkut beban melebihi batas kemampuan daya angkut yang telah disarankan. Untuk mengantisipasi kelebihan muatan, pastikan beban yang diangkut mobil kita sesuai yang dianjurkan di buku manual. Jika mengacu pada jumlah penumpang, umumnya mobil berukuran sedang (hatchback, city car) hanya bisa memuat lima penumpang dewasa, sementara minivan (SUV, MPV) maksimal bisa tujuh hingga delapan orang. Kesehatan ban bakal berkurang bila terlalu lama digunakan mengangkut beban berlebihan. Salah satu dampaknya, benang/kawat di dalam ban bisa putus hingga muncul bencolan di sidewall dan permukaan ban.

5. Jarang Membersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil

Membersihkan sela-sela kembangan ban mobil terdengar seperti hal sepele. Apabila di sela-sela kembangan ban banyak terdapat batu kerikil kecil, benda tajam, atau benda asing lainnya, sangat berpotensi membahayakan kondisi ban. Sebab, batu kerikil atau benda tajam tersebut sangat mungkin menimbulkan luka dan menusuk permukaan ban. Akibatnya bisa merobek dan merusak rajutan benang/kawat baja yang berfungsi sebagai pelindung dan penyusun konstruksi ban.

Selain itu, saat hujan atau saat mobil melintasi genangan air, memungkinkan air masuk ke dalam ban melalui celah yang robek/luka tersebut. Selanjutnya, air akan masuk di dalam ban dan dapat membasahi rajutan benang dan steel belt (kawat ban). Apabila steel belt (rajutan kawat) ini basah, maka dapat menyebabkan korosi yang bisa membuat steel belt rawan berkarat dan getas. Jika hal ini terjadi dan mobil melaju di jalanan, ban berpotensi terkoyak atau robek. Dan saat itulah ban berpotensi mudah pecah.

Bersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil
Bersihkan Sela-Sela Ban Mobil dari Kerikil Dan Benda Asing

Oleh karena itu, sebaiknya tekanan udara pada ban mobil disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Biasanya, tabel petunjuk tekanan ban ada di balik pintu mobil sebelah kanan. Tabel ini memuat tekanan udara ban yang direkomendasikan. Periksalah secara rutin tekanan udara dan kondisi ban mobil sebelum memulai perjalanan. Kurangnya tekanan angin memang bisa membuat ban meletus. Sebaliknya kelebihan tekanan angin bisa mengurangi daya cengkeram ban di permukaan aspal. Untuk mengukur tekanan angin ideal pada ban sebenarnya membutuhkan alat khusus yang biasa ada pada alat pompa.

6. Perawatan Dan Penggantian Ban Rusak

Pemilik mobil wajib hukumnya menaruh perhatian lebih pada komponen ban. Agar perjalanan tetap lancar dan aman, maka sebaiknya sebelum memulai perjalanan perhatikan kondisi ban mobil terlebih dahulu. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan kondisi ban mobil bertujuan untuk mengetahui kelayakan kondisi ban mobil saat hendak digunakan. Bila terdapat beberapa indikator kerusakan di atas, segera lakukan perawatan hingga pengganti ban dengan yang baru. Khawatirnya bila dipaksakan dalam kondisi tekanan kurang, ban gundul/aus, ban rusak, dan usia ban kedaluwarsa, maka bisa memicu terjadinya kecelakaan fatal saat perjalanan. Entah disebabkan ban kehilangan traksi karena menurunnya daya cengkram ban terhadap permukaan jalan, atau terjadi pecah ban saat melaju pada kecepatan tinggi.

Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Ban
Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Dan Penggantian Ban

Intinya, pemilik mobil harus menaruh perhatian lebih soal perawatan ban, rotasi ban, dan penggantian ban yang sesuai rekomendasi pabrikan. Perawatan atau service berkala merupakan suatu keharusan, agar senantiasa mendapatkan kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Ketika service berkala biasanya di dalamnya juga ada pekerjaan pengecekan fisik ban dan rotasi ban mobil, sehingga bisa menambah rasa aman dalam berkendara. Kelalaian atau kurang rajin melakukan servis berkala pada mobil, sama halnya mempertaruhkan keselamatan dan nyawa sendiri beserta keluarga. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah tempat terbaik untuk melakukan service berkala, perawatan, dan perbaikan mobil kesayangan Anda.

Keunggulan melakukan service dan perbaikan di bengkel Zaini Auto motor adalah tanpa antrian, biayanya murah, perbaikan cepat dan tepat, banyak promo, tersedia sparepart, dan ditangani mekanik berpengalaman. Bahkan saat ini generasi millenial sangat menggemari layanan “Bengkel Mobil Panggilan”. Karena layanan ini mudah diakses melalui aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone berbasis android maupun IOS. Jadi, customer bisa secara realtime memantau histori perbaikan mobilnya memalui smartphone. Dan nantinya tinggal terima beres performa mobilnya akan kembali prima seperti baru lagi.

Mobil Mengalami Pecah ban di jalan Tol

7 Langkah Yang Wajib Dilakukan Saat Mengalami Pecah Ban di Jalan Tol

Setiap pengendara yang bepergian menggunakan mobil pribadi tentulah membutuhkan kenyamanan dan ketenangan sepanjang perjalanannya. Apalagi saat melakukan perjalanan jarak jauh atau ketika hendak menghadiri acara penting. Dalam urusan ini, memilih rute jalan bebas hambatan seperti jalan tol merupakan pilihan kebanyakan pengguna mobil. Akan tetapi, jika sedang apes, bukan tidak mungkin kejadian tidak diinginkan akan menimpa ketika sedang berkendara, misalnya terjadi pecah ban di tengah perjalanan.

Kejadian pecah ban mobil pada umumnya terjadi ketika kendaraan sedang melaju kencang saat melintas di jalan tol. Tentunya hal ini tidak diinginkan dan menjadi masalah serius bagi setiap pengendara mobil. Mengalami kejadian ban pecah saat mengemudi, tentunya bagi kebanyakan pengemudi menjadi momok yang menakutkan. Apabila pengemudi panik dan melakukan kesalahan antisipasi ketika mobil hilang kendali, pastinya akan terjadi hal yang tidak diinginkan oleh para pengemudi.

Ban Pecah di Jalan Tol Sumber Kecelakaan Tertinggi

Memang, kejadian pecah ban mobil menjadi salah satu sumber utama penyebab kecelakaan dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Banyaknya tanda peringatan di sepanjang lajur tol, merupakan bukti cukup tingginya kejadian tersebut di jalan tol. Tanda peringatan ini ditujukan kepada seluruh pengguna jalan, untuk memperingatkan agar setiap pengemudi senantiasa mengecek kondisi ban mobilnya.

Kejadian ban pecah pada mobil dapat terjadi kapan saja. Jika mengalaminya saat berkendara dengan kecepatan rendah, mungkin tak terlalu sulit untuk mengantisipasinya dan menjaga kestabilan mobil. Namun, bagaimana jadinya jika sedang melaju dengan kecepatan tinggi? Setiap pengemudi perlu menguasai beberapa teknik agar senantiasa dapat menjaga kendali mobil tetap berada pada lajurnya saat pecah ban terjadi.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan pengendara jika mengalami pecah ban mobil (baik ban depan atau belakang) saat melaju pada kecepatan:

1. Tetap tenang, Jangan Panik

Ketika terdengar suara letusan pada ban mobil, biasanya pengemudi langsung panik. Akibatnya pengemudi dapat kehilangan kendali atas laju mobilnya saat dalam kecepatan tinggi. Mobil akan terus melaju tidak seimbang (oleng) dan bila pengemudi tetap panik, kemungkinan terburuknya adalah mobil bisa terbalik yang diakibatkan ketidakseimbangan pada komponen kaki-kaki mobil.

Oleh karenanya, untuk menghindari kejadian yang lebih parah, pengemudi harus berpikir cepat dan tetap tenang agar dapat kembali menguasai keadaan dan mengendalikan laju mobilnya, sehingga terhindar dari kejadian yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

2. Hidupkan Tanda Peringatan Dan Lampu Hazard

Saat kondisi mobil mulai terasa oleng akibat kehilangan keseimbangan, segera berikan tanda peringatan kepada pengemudi lainnya dengan mengaktifkan lampu hazard dan membunyikan klakson. Meski tidak disarankan karena hanya boleh dipakai saat mobil berhenti, menyalakan lampu darurat (hazard) diperlukan untuk memberi tanda ke mobil lain yang berada di belakang agar tahu mobil kita sedang bermasalah.

Pengemudi juga wajib memantau kondisi lalu-lintas di belakang mobilnya melalui kaca spion. Bahkan agar lebih yakin, bisa menengok langsung suasana di belakang, dengan catatan kondisi di depan masih aman. Pengemudi bisa mulai sedikit demi sedikit menekan pedal rem untuk memperlambat laju kendaraan, dan mengurangi tekanan pada pedal gas secara bertahap.

3. Hindari Pengereman Mendadak Saat Pecah Ban

Kejadian ban pecah sebenarnya masih bisa dikendalikan, walaupun sebetulnya merupakan kejadian yang berbahaya bagi pengendara mobil. Setelah dapat mengendalikan diri agar tidak panik, langkah selanjutnya adalah hindari melakukan pengereman. Apalagi pengereman mendadak yang dapat menyebabkan mobil malah tidak terkendali.

Ketika melakukan pengereman, beban mobil akan berpindah ke depan, sehingga roda kemudi (setir) biasanya semakin tertarik ke arah ban yang pecah. Dalam situasi seperti ini, membuat pengemudi akan semakin sulit untuk prediksi arah laju mobilnya. Bahkan jika pengereman yang dilakukan terlalu dalam, dapat mengakibatkan mobil terpelanting dan terbalik.

Mobil Toyota Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah
Mobil Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah

Menurut Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor, “Ada dua teknik berbeda yang dapat dilakukan saat terjadi pecah ban. Maksudnya, apabila ban belakang mobil yang pecah maka perlu penanganan yang berbeda dengan saat ban depan yang pecah. Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan panik, apalagi langsung banting setir. Apabila ban belakang mobil yang pecah, pengemudi bisa langsung melakukan pengereman atau memperlambat laju kendaraan. Namun, apabila ban depan mobil yang pecah, perlu diingat jangan langsung melakukan pengereman.”

4. Kurangi Kecepatan

Saat mendengar letusan pada ban, segera lepaskan injakan pedal gas dan turunkan gigi presneling secara bertahap, disertai tetap menjaga kemudi agar mobil tidak bergerak liar. Usahakan jangan sampai mobil bergerak tanpa arah baik ke kanan atau kiri. Jika kecepatan mobil sudah mulai berkurang, secara perlahan arahkan mobil ke area yang aman atau ke bahu jalan, disertai dengan memberikan tanda lampu sein.

“Usahakan jangan langsung melepas pedal gas. Lakukan perlambatan kecepatan secara bertahap sambil mengendalikan arah kemudi ke sisi yang berlawanan dengan sisi ban yang pecah. Untuk menepikan mobil, jangan langsung membanting setir ke arah bahu jalan. Setelah mobil melambat hingga kecepatan mencapai antara 50 km/jam dan 30 km/jam, maka arahkan kemudi secara perlahan dan pertahankan arah kendaraan hingga membentuk sudut yang landai, hingga akhirnya bisa menepi ke tempat yang aman.” Ujar Listiyono memberikan tips mengatasi pecah ban, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ketika kecepatan mobil sudah cukup rendah, pengemudi bisa lebih mudah untuk mengarahkan mobilnya menuju bahu jalan. Dengan kecepatan yang cukup rendah, pengemudi juga sudah bisa menginjak pedal rem. Yang perlu diingat adalah hindari melakukan gerakan yang mendadak, dan perhatikan jika ada kendaraan lain di sekitarnya yang perlu diantisipasi.

5. Tindakan Counter Steering

Setelah melakukan keempat langkah di atas, maka selanjutnya pengemudi perlu melakukan counter steering saat terjadi pecah ban mobil. Counter steering merupakan langkah memutar roda kemudi ke arah berlawanan dari posisi ban yang pecah. Bila yang pecah pada ban kiri (depan atau belakang), maka dengan sendirinya roda kemudi akan tertarik dan terasa berat ke arah kiri, sehingga membuat laju mobil miring ke kiri. Pada kondisi seperti ini, pengemudi perlu melakukan counter steering secara perlahan-lahan dengan memutar setir ke arah berlawanan atau kanan, untuk menyeimbangkan laju mobil agar tetap stabil di jalurnya. Hanya saja langkah ini memang susah-susah gampang karena terjadi understeer pada mobil.

Selain itu, jangan melakukan manuver berlebihan seperti langsung membanting setir ke arah berlawanan yang bisa membuat mobil terpelanting dan berpotensi terbalik. Biasanya ketika mobil mengalami ban pecah di bagian belakang, relatif tidak terlalu menyulitkan untuk mengendalikan mobil dengan counter steering. Hal ini dikarenakan kontrol arah mobil tetap berada pada ban depan yang tidak terjadi masalah.

6. Memanfaatkan Fitur Keamanan Mobil Saat Pecah Ban

Beberapa mobil keluaran terbaru, sudah banyak dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang menunjang bagi keselamatan dan keamanan pengemudi dan penumpang selama berkendara. Fitur tersebut antara lain Anti lock brake system (ABS) dan traction control (pengendali traksi mobil).

Dengan memanfaatkan kedua fitur tersebut dapat memperkecil dampak buruk akibat kondisi laju mobil yang tidak stabil saat pecah ban. Fitur Anti lock brake system (ABS) pada mobil, akan sangat membantu dalam kasus ban depan mobil pecah, sehingga mobil tetap melaju stabil. Sementara, untuk mobil yang dilengkapi fitur traction control, akan menjaga posisi mobil tetap di jalurnya saat mengalami pecah ban belakang.

7. Pasang Segitiga Pengaman

Setelah mobil dapat diberhentikan dengan aman, maka pastikan posisi berhenti mobil berada di tempat yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas kendaraan lainnya. Langkah berikutnya adalah segera menyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman. Saat melakukan penggantian ban yang pecah tersebut, pastikan posisi Anda aman dari potensi tertabrak dari belakang. Segera bereskan semua peralatan penggantian ban dan mulailah kembali berjalan saat ban cadangan sudah dipasang.

Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban di Jalan Tol
Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban

Kadang kala dalam situasi mendesak dan di luar kendali, pengemudi tidak menemukan tempat yang cukup aman saat berhenti dan mengganti ban cadangan. Maka perlu tindakan preventif yakni menggunakan layanan derek atau perbaikan di tempat agar lebih cepat dan aman, seperti layanan “bengkel mobil panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor.

Layanan “Bengkel Mobil Panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor dapat diandalkan dalam kondisi darurat dan di lokasi manapun mobil Anda mengalami masalah. Layanan ini memungkinkan pengendara mendapatkan perbaikan mobil di tempat, misalnya di jalan tol. Cukup dengan menghubungi customer service atau melakukan emergency booking service di aplikasi smartphoneBengkel Mobil Pro“. Maka mekanik profesional dan handal akan segera mendatangi lokasi sesuai permintaan Anda, dan pula mendapat pertolongan derek (Towing Service). Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur dan informasi service, segera download aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi