Tag: Parking Brake

Dampak Buruk Lupa Menurunkan Rem tangan Mobil

5 Dampak Buruk Jika Sering Lupa Menurunkan Rem Tangan Mobil

Rem tangan (hand brake) atau parking brake (rem parkir) merupakan salah satu sistem keamanan pada mobil dengan prinsip sederhana. Namun rem tangan memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga mobil tetap diam diposisinya saat berhenti atau terparkir. Seiring pemanfaatannya, kadang pengemudi sering lupa untuk menonaktifkan atau menurunkan rem tangan ketika mengendarai mobilnya.

Mobil masih tetap bisa berjalan dan tidak terasa jika ternyata tuas rem tangan belum diturunkan. Hal ini disebabkan karena pengemudi sering mengaktifkan rem tangan tidak pada level tertinggi. Kebiasaan ini sering terjadi pada mobil dengan rem tangan konvensional. Selain itu, rem tangan memang tidak sepakem dan semaksimal rem kaki dalam menghentikan laju mobil. Kebiasaan sering lupa menurunkan tuas rem tangan ini, akan membuat laju mobil terasa berat dan menurunnya tenaga mesin saat dijalankan.

Ketika rem tangan masih aktif, sering tidak terasa saat mobil dikendarai dengan kecepatan sedang. Namun, ternyata hal ini dapat beresiko dan merusak komponen mobil dan komponen sistem rem, khususnya kampas rem. Berikut ini adalah beberapa dampak yang kemungkinan besar akan terjadi pada sistem rem jika sering lupa dinonaktifkan :

Kualitas Minyak Rem Menurun

Ketika rem tangan aktif dan mobil tetap melaju, maka akan menciptakan gesekan antara cakram/tromol dengan kampas rem. Setiap gesekan tentunya akan menimbulkan panas, yang nantinya panas tersebut akan ditransfer ke minyak rem. Cairan minyak rem pun dapat mendidih karena panas berlebihan akibat gesekan dalam waktu yang lama, sehingga kualitas minyak rem akan menurun.

Penurunan kualitas minyak rem menyebabkan cairan rem ini tidak dapat meneruskan tekanan dari pedal rem ke kaliper dan piston rem di roda-roda. Akibatnya akan terjadi kegagalan pengereman atau biasa disebut rem blong. Pedal rem akan terasa keras ketika diinjak. Rem yang tidak berfungsi dapat menyebabkan kecelakaan serius saat berkendara dengan kecepatan tinggi atau di jalan yang sibuk.

Kampas Rem Cepat Habis

Rem tangan yang terlalu lama digunakan akan membuat kampas rem cepat habis atau aus. Hal ini dikarenakan kampas rem terkikis akibat bergesekan dengan tromol atau disc brake, dan lama-kelamaan akan menipis. Bila sudah begini, mau tidak mau pemilik mobil harus segera membawa mobil ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi untuk pengecekan dan penggantian kampas rem.

Kampas Rem Mobil Avanza Cepat Habis atau Aus.
Kampas Rem Mobil Cepat Habis atau Aus.

Kampas rem yang sudah menipis dan aus dapat diperiksa sendiri. Pertama, periksa kedalaman pedal rem mobil. Bila injakan pedal rem sudah dalam, ini menandakan kampas rem sudah aus dan menipis sehingga daya cengkramnya nantinya akan berkurang. Namun, untuk menjaga keamanan berkendara, ada baiknya kampas rem perlu segera diganti setiap mencapai jarak kelipatan 10.000 kilometer. Bisa juga saat mobil dilakukan service berkala di bengkel mobil.

Agus Zainal, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan “Jika kampas rem sudah menipis atau aus, periksa kelayakan pemaakaiannya. Rata-rata, kampas rem mobil harus diganti jika ketebalannya sudah mencapai 2 milimeter. Kampas rem yang tidak layak pakai ditandai pedal rem terasa bergetar saat diinjak pada kecepatan tinggi. Tanda lainnya adanya suara berdecit saat pengereman. Kampas rem yang aus akan menyisakan bagian logamnya, sehingga menimbulkan suara saat bergesekan antara logam kampas rem dengan disc brake.”

Kampas Rem Terbakar

Material kampas rem, biasanya terbuat dari asbes atau bahan yang lebih modern, namun tentu memiliki tingkat ketahanan panas tertentu. Bila panas telah mencapai titik maksimal atau suhu yang tidak bisa ditoleransi lagi, maka kemampuan friksi dan daya cengkramnya akan memudar. Efek yang lebih fatal akan menyebabkan material kampas rem terbakar akibat panas yang melebihi toleransi.

Kampas Rem Mobil Bau Terbakar
Kampas Rem Mobil Terbakar

Bila pengemudi atau penumpang mobil mencium bau gosong atau bau terbakar di sekitar roda mobil, kemungkinan berasal dari kampas rem mobil. Penyebab utamanya biasanya dikarenakan pengemudi terlalu dalam dan lama menginjak pedal rem pada saat melintas di jalan menurun. Bau terbakar pada kampas rem juga bisa disebabkan ketika pengemudi telah mengendarai mobil cukup lama, namun lupa menurunkan rem tangan.

Kampas Rem Tangan Lepas

Pada saat mobil berjalan dan rem tangan masih dalam posisi aktif, maka akan membuat roda dipaksa berputar. Sehingga tenaga yang dikeluarkan mesin pasti akan tertahan yang dapat menyebabkan mesin cepat panas dan boros bahan bakar. Selain itu, roda yang dipaksa terus berputar pasti akan menekan kampas rem yang masih menempel pada tromol atau disc brake.

Hal itu dapat menyebabkan kampas rem terlepas dari besi dudukan atau plat penyangganya. Apalagi jika mobil berjalan lebih cepat, maka resiko kampas rem terlepas akan semakin besar. Kampas rem yang terlepas ini biasanya terjadi pada rem belakang berjenis tromol. Karena rem tromol memiliki bidang kontak yang bergesekan lebih panjang, dibandingkan dengan rem cakram.

Perbaikan Kampas Rem Pada Rem Tromol Mobil Toyota
Perbaikan Kampas Rem Tromol Yang Lepas

Pastikan bunyi klik pada rem tangan antara empat sampai tujuh klik ketika ditarik. Jika lebih dari tujuh klik, tandanya rem tangan perlu penyetelan ulang, maka segera bawa ke bengkel mobil terdekat. Kemudian, usahakan jangan terlalu sering menggunakan rem tangan ketika mobil berhenti, baik di waktu di berhenti lampu merah atau berhenti sesaat.

Kampas Rem Menempel

Kampas rem juga sangat mungkin menempel (mengunci/ngantong), jika mobil dipaksa melaju saat rem tangan dalam posisi aktif. Hal ini terjadi karena kampas rem pada suhu tertentu dapat mengeras, sehingga bisa menyebabkan cacat pada cakram atau tromol. Jika sudah mengunci, tentunya rem tidak bisa memberikan performa maksimal. Kampas rem yang menempel tidak bisa kembali, jadi seperti mengunci pada tromol sehingga bisa menyebabkan tidak pakem atau rem blong.

Bahkan resiko akan semakin besar apabila kondisi kampas rem masih dalam keadaan basah, termasuk saat rem tangan dipakai untuk parkir. Misalnya saat tanjakan atau turunan terjadi kondisi lalu-lintas macet dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, mobil yang diam dan terpakir dalam waktu yang lama di permukaan tanah yang miring bisa membuat kerja rem semakin berat, apalagi bila ditambah beban angkut yang besar.

Dampak Kampas Rem Mobil Menempel atau mengunci pada cakram (tromol)
Dampak Kampas Rem Menempel dan Terbakar

Ada kesamaan antara rem tangan dengan rem biasa, yaitu sama-sama penting dan membutuhkan service berkala. Untuk itu, setiap pemilik mobil perlu selalu memperhatikan dan merawat rem tangan mobil kesayangannya, agar dapat digunakan dengan maksimal dan berfungsi sebagaimana semestinya. Perlakukan rem tangan sebagaimana fungsinya, yaitu untuk parkir, berhenti di tanjakan atau turunan saat kondisi jalan macet, dan sebagai rem darurat bila mobil mengalami rem blong.

Perawatan Rem Tangan

Untuk penggunaan normal, selalu bersihkan kotoran seperti debu dan kerak yang terdapat pada cakram atau tromol setiap 5.000 km hingga 10.000 km. Bila Anda tidak yakin mampu membersihkannya, segera bawa ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Pastikan bunyi klik pada rem tangan antara empat sampai tujuh klik ketika ditarik. Jika lebih dari tujuh klik, tandanya rem tangan perlu penyetelan ulang, maka segera bawa ke bengkel mobil terdekat. Kemudian, usahakan jangan terlalu sering menggunakan rem tangan ketika mobil berhenti, baik di waktu di berhenti lampu merah atau berhenti sesaat. Hindari parkir terlalu lama di area dengan permukaan tanah yang menurun atau tanjakan.

“Disarankan, saat memarkir mobil, maksimal tidak lebih dari satu hari. Jika lebih dari satu hari dan di jalan yang permukaannya miring, sebaiknya tambahkan pengganjal roda dengan kayu atau bahan lainnya. Dengan tujuan agar kerja rem parkir menjadi lebih ringan. Parkir berhari-hari sambil mengaktifkan rem tangan dapat merusak disc brake, terutama bila mobil parkir di area terbuka saat musim hujan atau di daerah dengan kelembapan tinggi.” ujar Agus Zainal, menutup pembicaraan ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Periksa secara rutin dan jagalah kondisi rem parkir mobil agar selalu dalam keadaan baik dan normal. Sehingga ketika digunakan dapat berfungsi sebagaimana semestinya. Bengkel Zaini Auto Motor melayani berbagai perawatan, service berkala dan perbaikan kerusakan untuk semua merek mobil. Dengan dukungan para mekanik handal, serta peralatan servis modern, tentunya membuat perawatan dan perbaikan mobil akan lebih akurat dan cepat.

Service berkala di bengkel Zaini Auto Motor juga semakin mudah dengan layanan: Bengkel Mobil Panggilan, Booking Service, dan aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda. Pemilik mobil cukup booking service dari rumah atau kantor, maka mekanik profesional akan segera mendatangi tempat Anda. Keuntungannya adalah pekerjaan Anda akan tetap terselesaikan dengan baik, dan mobil kesayangan Anda pun tetap terjamin kondisinya dengan perawatan berkala di rumah dan kantor Anda.

Rem Tangan Elektrik Pada Mobil BMW

Keren, Begini Cara Kerja Rem Tangan Elektrik Pada Mobil

Keberadaan rem tangan (handbrake) atau biasa disebut rem parkir (parking brake) tentunya sangat penting bagi setiap mobil. Fitur ini diketahui biasa difungsikan untuk menahan laju kendaraan ketika keadaan darurat. Seiring dengan perkembangan teknologi pada mobil, rem tangan pun tidak ketinggalan mendapatkan pembaharuan teknologi yang menggunakan kontrol atau sensor elektrik. Rem tangan elektrik ini sering disebut Electronic Parking Brake (EPB), yang terdiri dari komponen mekanikal dan elektronika yang berfungsi sebagai penahan roda kendaraan.

Mulai tahun 2001, berbagai produsen mobil telah menyematkan electronic parking brake (EPB) ini pada mobil-mobil produksinya. Mereka antara lain BMW, Audi, Renault, Jaguar, Mercedes-Benz, Volkswagen, Toyota, Honda, Land Rover dan sejumlah pabrikan otomotif lainnya. EPB (Electric Parking Brake) ini memang paling banyak disematkan pada mobil-mobil mewah atau mobil premium. Tetapi kini, fitur rem tangan elektrik mulai cukup umum ditemukan pada beberapa kendaraan kelas menengah ke bawah yang beredar di Indonesia. Seperti pada mobil Wuling Cortez, Honda HR-V, Toyota C-RH, Cevrolet Captiva, Pajero Sport dan lainnya.

Rem tangan elektrik ini dibuat lebih user-friendly dengan tujuan memudahkan penggunanya. Selain itu, juga dimaksudkan agar pengemudi tidak lalai dalam mengaktifkan dan menonaktifkan rem tangan saat akan mengendarai dan memarkir mobil. Kelalaian ini bisa berakibat menimbulkan kerusakan pada sistem rem mobil, dan yang paling fatal bisa menyebabkan insiden yang tidak diinginkan.

Cara Kerja Rem Tangan Elektrik

Berbeda dengan rem tangan konvensional dimana pengemudi masih perlu menarik tuas rem, di EBP (electronic parking brake) pengemudi cukup menekan tombol. Ketika EPB dioperasikan, maka switch (tombol P) akan mengirimkan perintah ke modul rem elektronik (electronic brake control module). Kemudian modul EBCM yang terhubung dengan ECU ini, akan merespon bahwa rem parkir perlu dioperasikan. Selanjutnya, modul EBCM mengirimkan perintah ke aktuator yang terletak di kaliper rem pada roda mobil untuk mengaktifkan pengereman. Akhirnya, kampas rem akan dipaksa untuk mencengkram piringan (disc brake) atau menekan tromol, sehingga terjadilah pengereman dan gerakan roda terkunci. Saat proses itu terjadi akan terdengar desingan motor listrik yang mengindikasikan electronic parking brake tersebut telah bekerja.

Cara Kerja Rem Tangan Elektrik Pada Mobil
Menon-aktifkan Rem Tangan Elektrik

“Untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan rem tangan elektrik, maka pengemudi cukup menekan tombol dengan satu jari tanpa perlu tenaga ekstra. Seperti hal pada rem tangan manual yang mengharuskan menarik dengan kuat agar rem tangan aktif. Rem tangan elektrik pada umumnya terletak di konsol tengah kursi barisan depan yang ditandai dengan huruf P. Namun, ada juga yang meletakkannya di sekitar setir atau roda kemudi. Untuk mengaktifkan rem ini cukup mudah, yakni dengan menekan tombol P, maka sistem rem akan bekerja mengunci roda dengan sendirinya. Dan bila hendak menonaktifkannya cukup “mencongkel” tombol P tersebut,” ujar Agus Tri Ariyanto, selaku General Service Advisor di Bengkel Zaini Auto Motor.

Cara Menggunakan Rem EPB

Rem tangan elektrik juga mempunyai kelebihan lain, yakni sistem rem dapat aktif dan non-aktif secara otomatis tanpa harus menekan atau mencongkel tombol P. Pada beberapa model mobil lain, electronic parking brake dapat bekerja non-aktif secara otomatis saat pengemudi menginjak pedal gas. Tetapi banyak juga tipe mobil dengan rem tangan elektronik yang meminta pengemudinya melepas rem secara manual dengan “mencongkel” tombol P. Mobil juga akan meminta pengemudi untuk menonaktifkan rem tangan elektrik secara manual saat mesin mobil pertama kali hidup, atau setelah tuas transmisi di posisi gigi mundur.

“Perlu diketahui, sistem rem juga akan terus mengunci roda jika pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman, atau saat salah satu pintu mobil terbuka. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang di kabin mobil. Dengan penggunaan mekanisme elektronik, maka pengoperasian sistem rem ini menjadi otomatis dan tidak diragukan lagi keefisienannya. Hal ini berarti rem tangan elektrik lebih dapat diandalkan daripada rem tangan konvensional karena tidak adanya sambungan mekanis yang terlibat.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Rem Tangan Elektrik Dikeluhkan Para Drifter

Dengan adanya rem tangan elektronik (electronic handbrake/electronic parking brake) justru banyak dikeluhkan oleh para drifter. Sebab, untuk menunjang olahraga drifter, para pengemudi hanya dapat melakukan atraksinya dengan memanfaatkan tuas rem tangan manual. Karena sistem rem tangan konvensional memang lebih responsif untuk mengunci roda belakang saat digunakan untuk atraksi mobil drift.

Dimana saat tuas rem tangan ditarik, maka kabel yang terhubung pada kampas rem cakram atau tromol belakang langsung mencengkram kuat dan mengunci roda. Rem tangan konvensional memungkinkan menikung dan tergelincir ala drifting, sedangkan saat tidak dibutuhkan lagi, maka rem tangan dapat dinonaktifkan. Hal ini karena ban belakang langsung mengunci dan tidak berputar saat tuas rem ditarik, sehingga ketika kemudi dibelokkan, berat bagian belakang kendaraan akan terdorong ke depan dan membuat mobil tergelincir.

Rem Tangan Elektrik Pada Mobil Perlu Perawatan Rutin
Rem Tangan Elektrik Dikeluhkan Para Drifter

Sementara itu pada sistem rem EPB (electronic parking brake) bekerja tidak seperti rem tangan konvensional. Lantaran sistem kabel sudah diganti dengan motor listrik pada masing-masing kaliper roda mobil. Jika Anda mencoba mengaktifkan electronic parking brake saat mobil sedang melaju, maka rem tidak langsung mengunci roda belakang. Mobil akan tetap berjalan stabil meski setir kemudi dibelokkan tajam, dan hanya akan terdengar suara dari motor listrik EPB tersebut.

“Pengereman dengan EPB (electronic parking brake) tidak mampu membuat kendaraan tergelincir. Termasuk saat mobil melaju dengan kecepatan mencapai 195 km/jam, mobil pun tidak langsung berhenti seketika saat EPB diaktifkan. Tetapi mobil akan secara perlahan namun pasti, langsung melambat dengan halus hingga akhirnya berhenti. Hal ini berarti roda tidak terkunci seperti halnya saat mengaplikasikan rem tangan konvensional pada kecepatan tinggi.” jelas Agus Tri Ariyanto disela-sela keramaian bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Rem Tangan Elektrik

Perlu diingat kunci utama diciptakannya EPB (electronic parking brake) adalah terkait kenyamanan, keamanan dan fungsi yang lebih efisien. Tombol mungil yang menggantikan tuas rem, tentunya akan membuat ruang di sekitar kemudi jadi lebih luas dan memberikan kenyamanan lebih. Pengemudi pun jadi punya ruang untuk menempatkan botol minum, cangkir atau menambahkan sistem audio mobil.

Memahami kinerja dan perawatan rem tangan akan membantu setiap pemilik mobil untuk menjaga komponen tersebut tetap awet dan dapat diandalkan ketika digunakan sehari-hari. Keamanan adalah hal utama, jadi pastikan rem tangan selalu bekerja dengan baik dan normal. Untuk itu, melakukan perawatan pada komponen-komponen mobil tepat waktu, bisa menjamin kondisinya selalu prima dan terhindar dari masalah ketika dikendarai.

Bila Anda menginginkan mobil tetap terjamin perawatannya, tetapi tidak ingin waktu Anda terbuang sia-sia dengan mengantri di bengkel mobil resmi. Maka bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah tempat yang tepat untuk melakukan pemeriksaan, perawatan rutin dan perbaikan mobil Anda. Cukup melakukan booking service melalui customer service, maka Anda akan terbebas dari antrian service mobil yang menjemukan. Anda dapat juga memanfaatkan layanan “Bengkel Mobil Panggilan” dan aplikasi “Bengkel Mobil Pro“, bila ingin mekanik profesional segera mendatangi lokasi Anda. Selamat Mencoba!

Belum Banyak Yang Tahu fungsi Lain Rem tangan Pada Mobil Toyota

Jenis Rem Tangan Mobil Yang Belum Banyak Diketahui Fungsinya

Selain rem biasa yang menggunakan pedal kaki, pada umumnya setiap mobil juga dilengkapi rem tangan (handbrake). Keberadaan rem tangan (handbrake) atau rem parkir (parking brake) ini tentunya sangat penting bagi setiap mobil. Tanpa handbrake, mobil tidak akan mampu mengerem secara optimal ketika parkir atau terjebak kemacetan di jalan yang miring.

Fungsi Lain Dari Rem Tangan Mobil

Kegunaan lain dari rem tangan (handbrake) adalah sebagai rem darurat. Jadi, bila sebuah mobil mengalami rem blong, pengemudi tidak perlu panik. Tetap konsentrasi dan ingat untuk memanfaatkan rem tangan disertai engine brake mesin mobil. Selain itu, rem tangan (hand brake) juga dimanfaatkan ketika berhenti menunggu antrian atau terjebak kemacetan yang mengharuskan mobil berjalan stop and go.

Listiyono, kepala bengkel Zaini Auto Motor memberikan penjelasan, “Berbeda dengan sistem rem biasa, rem tangan (handbrake) memang akan sangat berguna banget ketika mobil sedang parkir. Rem parkir (parking brake) ini berguna untuk memastikan posisi mobil agar tetap diam, tidak berubah, atau tidak perpindah ke mana-mana. Apalagi jika posisi parkirnya di permukaan bidang yang miring karena alasan keterbatasan tempat parkir. Hand brake juga bisa dimanfaatkan ketika kondisi jalan macet total dan kaki sudah terlalu lelah menginjak pedal rem. Terutama bila terjadi kemacetan di jalanan menanjak atau menurun.”

Pada umumnya, sistem rem tangan pada mobil menggunakan prinsip tuas. Tetapi sekarang ini, menariknya meskipun namanya rem tangan (hand brake), tetapi tidak semuanya dirancang menggunakan tuas dan mengandalkan kekuatan tangan. Ada beberapa jenis rem parkir yang mesti pemilik mobil ketahui. Penasaran? ikuti penjelasan berikut ini.

1. Rem Tangan Mobil Tipe Tuas

Ada tiga jenis rem tangan tuas, yakni rem tangan tuas tarik, tuas ungkit dan rem tangan tuas geser. Rem tangan tuas tarik, umumnya terletak di bawah dashboard berdekatan dengan roda kemudi. Cukup dengan menarik memanjang maka rem tangan akan aktif bekerja. Sedangkan rem tangan tuas geser, umum dipakai pada kendaraan berat yang menggunakan rem angin sebagai rem utamanya. Penggunaan rem tangan tuas geser cukup dengan menarik keatas sedikit, kemudian menggesernya kearah belakang dan kembalikan ke posisi semula untuk menonaktifkannya.

Umumnya Rem Tangan Mobil adalah Tipe Tuas
Rem Tangan Tipe Tuas

Untuk rem tangan tuas ungkit merupakan yang paling banyak digunakan pada mobil. Pada mobil konvensional yang bertansmisi manual, biasanya seluruh rem tangannya memiliki desain serupa berupa tuas ungkit. Penempatannya pun cenderung sama, yakni di tengah antara dua kursi paling depan. Untuk menggunakan rem tangan jenis ini cukup mudah. Yakni hanya dengan menarik tuas rem ke atas menggunakan tangan kiri, maka sistem rem akan mengunci roda mobil untuk diam selama parkir. Untuk menonaktifkannya cukup menurunkan tuas ke posisi semula disertai menekan tombol pada tuas rem.

2. Rem Tangan Pedal

Desain rem tangan jenis ini tergolong baru, dan rem ini tidak mungkin ditarik pakai tangan. Terang saja, karena letaknya di bawah, maka untuk mengaktifkannya cukup menginjak pedal yang tersedia di dekat pedal gas dan pedal rem. Dengan menginjak pedal lebih dalam dari biasanya, maka parking brake sudah akan aktif sendiri. Sedangkan untuk menonaktifkannya, tinggal menginjak pedal tersebut lebih dalam lagi sehingga pedal akan rilis.

Rem Parkir Tipe Pedal Pada Mobil Matic Toyota
Rem Parkir Tipe Pedal

Model rem tangan pedal ini dikenal user-friendly, karena memberi kebebasan pada tangan pengemudi untuk fokus memegang kendali setir. Rem tangan jenis pedal yang diinjak ini fungsinya sama persis dengan rem tangan tipe tuas. Jenis ini sering ditemui pada mobil bertransmisi otomatis atau mobil matic, seperti pada Nissan Teana, Honda Freed, Toyota C-HR dan lainnya.

3. Electric Parking Brake

Seiring dengan perkembangan teknologi pada kendaraan, rem tangan pun kini didisain dengan kontrol elektrik. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan kelalaian pengemudi dalam mengaktifkan dan menonaktifkan rem tangan. Kelalaian ini dapat berakibat merusak sistem rem pada mobil dan menimbulkan insiden/kecelakaan yang tidak diinginkan.

“Mungkin rem tangan jenis ini adalah rem yang paling praktis digunakan. Pengemudi tinggal menekan tombol menggunakan satu jari saja, maka sistem rem akan bekerja mengunci roda dengan sendirinya. Rem tangan tombol ini lebih dikenal dengan nama rem EPB (Electric Parking Brake). Rem parkir elektrik (Electric Parking Brake) memadukan komponen elektronika dan mekanikal yang berfungsi sebagai penahan kendaraan.” jelas Listiyono ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Rem Parkir Elektrik "Electric Parking Brake" Pada Mobil BMW
Electric Parking Brake

EPB (Electric Parking Brake) mulai diimplementasikan pada tahun 2001 melalui berbagai produsen mobil seperti BMW, Audi, Renault, Jaguar, Mercedes-Benz, Volkswagen, Toyota, Honda, Land Rover dan sejumlah pabrikan otomotif lainnya. Sistem EPB (Electric Parking Brake) ini memang paling banyak diaplikasikan pada mobil-mobil mewah. Tetapi kini, beberapa kendaraan kelas menengah ke bawah seperti Wuling Motors juga sudah mulai menggunakan fitur rem parkir elektrik ini.

Kesimpulan

Agar sistem rem mobil tetap awet dan bekerja dengan baik, sebaiknya hindari mengendarai mobil ketika rem parkir/rem tangan belum dinonaktifkan. Terutama bagi Anda pengguna rem tangan manual (rem tangan tuas dan pedal). Karena kampas rem bisa cepat aus dan habis, temperatur mesin bisa naik hingga overheat, dan ban mobil bisa cepat botak.

“Saat sedang parkir mobil di jalan yang menurun atau menanjak, tambahkan pengganjal berupa balok kayu tebal atau lainnya pada roda mobil. Hindari mengaktifkan parking brake terlalu lama saat mobil menerima beban berat, karena sistem pengereman bisa terganggu. Jika rem parkir kewalahan, bisa-bisa mobil terjun bebas dan bisa berakibat kecelakaan fatal. Oleh karena itu, pengganjal roda dapat membantu rem tangan dalam menahan beban yang ada.” ujar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Apapun jenis rem tangan yang ada pada mobil Anda, tetap gunakan sesuai aturan keselamatan dan tentunya harus dilakukan perawatan maksimal dan rutin di bengkel mobil terdekat. Karena rem ini merupakan komponen penting yang membantu menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang selama mengendarai mobil. Apabila kondisi kampas rem sudah aus dan rem terlalu berat, mungkin diperlukan penggantian komponen-komponennya dan dilakukan penyetelan ulang oleh para mekanik handal.

Bengkel Zaini Auto Motor melayani berbagai perawatan dan perbaikan kerusakan untuk semua merek mobil. Dengan didukung para mekanik profesional dan handal, serta peralatan servis modern, maka perawatan dan perbaikan mobil akan lebih akurat dan cepat. Servis berkala dan perbaikan mobil Anda juga akan semakin mudah dengan layanan Bengkel Mobil Panggilan, Booking Service dan aplikasi smartphone “Bengkel Mobil Pro“. Anda cukup di rumah atau di kantor, mekanik kami yang akan mendatangi Anda.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi