Tag: Overheat

Tujuan menguras Air Radiator Atau Flushing Radiator Mobil

Pentingnya Menguras Air Radiator Secara Berkala

Memiliki mobil yang selalu digunakan dalam rutinitas setiap hari acapkali membuat perhatian dan perawatan mobil kesayangan terlupakan. Tidak terkecuali perawatan sederhana pada komponen mobil yang terkadang sering dianggap remeh, seperti pemeriksaan kondisi radiator. Merawat radiator mobil merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan, termasuk menguras radiator yang biasa disebut radiator flushing. Hal tersebut dikarenakan radiator merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pendinginan mesin mobil.

Radiator sebagai tempat penampungan utama cairan pendingin memegang peranan yang sangat penting bagi kinerja sebuah kendaraan. Cairan pendingin radiator ini bisa berupa radiator coolant ataupun air mineral biasa. Cairan pendingin di dalam radiator nantinya akan didistribusikan dan bersirkulasi ke seluruh komponen pendingin mesin mobil. Selanjutnya, setelah bersirkulasi mendinginkan temperatur mesin mobil, cairan tersebut akan kembali ke dalam radiator dan didinginkan oleh kipas radiator (radiator fan). Proses ini berlangsung terus menerus, sehingga temperatur mesin akan tetap stabil dan mencegah terjadinya overheat pada mesin.

Tujuan Kuras Radiator (Radiator Flushing) Secara Berkala

Cairan radiator pada sistem pendingin mesin umumnya berupa air mineral biasa, radiator coolant, ataupun campuran antara air dan radiator coolant. Seiring waktu pemakaian mobil, maka cairan radiator tersebut bisa terkontaminasi oleh kerak dan karat, yang berpotensi menyumbat dan merusak komponen sistem pendingin.

Kuras Air Radiator atau Radiator Flushing  Menggunakan Cairan RF (Radiator Flush)
Kuras Radiator dengan Cairan Radiator Flush

“Flushing radiator pada dasarnya bertujuan untuk membersihkan radiator dan seluruh komponen sistem pendingin mesin dari partikel kontaminan yang berupa kerak, karat, lumpur dan kotoran lainnya. Dan selanjutnya menggantikan cairan radiator tersebut dengan cairan pendingin yang baru dan lebih bersih. Dengan menguras radiator (flushing) diharapkan pendinginan mesin kembali maksimal dan menghilangkan penumpukan kotoran (kerak) yang bisa menyebabkan overheat pada mesin.” Ujar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

Kuras radiator (flushing radiator) merupakan salah satu cara merawat radiator dan komponen sistem pendingin (cooling system) lainnya. Untuk melakukan flushing radiator dapat menggunakan air bersih yang dicampur dengan cairan flush (RF/radiator flush). Tujuan memakai cairan flush (RF) adalah untuk merontokkan endapan kotoran, deposit kerak dan karbon, yang menempel di dalam radiator dan di permukaan saluran pendingin. Sehingga kotoran/kerak yang berpotensi menghambat sirkulasi aliran cairan pendingin tidak akan menumpuk pada saluran pendingin dan di dalam radiator.

Kapan Waktu Yang Tepat Menguras Air Radiator (Radiator Flushing)?

Pada manual book (buku panduan) kepemilikan mobil, biasanya terdapat cara menguras radiator dan kapan harus mengurasnya (flushing radiator). Namun, antara produsen mobil yang satu dengan lainnya berbeda-beda interval waktunya. Sebagai contoh, untuk mobil baru Toyota Avanza, penggantian cairan radiator harus dilakukan untuk pertama kalinya setelah mobil menempuh jarak 160.000 km. Sedangkan untuk interval kedua dan seterusnya, dilakukan setiap mobil menempuh jarak 80.000 km.

Pada umumnya, jika cairan pendinginnya berupa campuran air mineral biasa dan coolant, maka flushing radiator dilakukan minimal setiap menempuh jarak 20.000 km atau minimal tiap 3 bulan sekali. Namun jika hanya pakai radiator coolant, kuras radiator bisa dilakukan tiap kelipatan 40.000 km. Ada juga pabrikan mobil yang merekomendasikan tiap menempuh jarak 80.000 km atau paling lama setahun sekali.

Kapan Waktu Yang Tepat Menguras Air Radiator (Radiator Flushing)?

Bagi mobil yang sering terjebak kemacetan di kota besar, disarankan melakukan flushing radiator lebih cepat dari rekomendasi di manual book. Untuk menemukan angka valid kerja radiator, biasanya menggunakan pedoman jarak tempuh mobil dikalikan tiga. Misalnya, batas maksimal flushing radiator berkisar 80.000 kilometer, jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 25.000 km, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kondisi cairan radiator.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, “flushing radiator merupakan salah satu cara untuk merawat radiator agar tetap awet. Bila mobil sering digunakan, sebaiknya radiator dikuras setiap 3 bulan sekali, paling lama setahun sekali. Tergantung pemakaian dan kondisi medan yang sering dilalui. Menguras air radiator bertujuan agar komponen radiator yang terbuat dari logam terhindar dari korosi. Selain itu, juga untuk membersihkan endapan kotoran di dalam radiator yang bisa menyumbat kisi-kisi radiator dan saluran-saluran pada sistem pendingin mesin. Dengan rajin mengganti cairan radiator, maka radiator dan sistem pendinginan mesin akan selalu bersih dan pendinginan mesin jadi maksimal. Sehingga menjamin temperatur mesin tetap stabil dan terhindar dari masalah overheat.”

Agar Radiator Berumur Panjang

Kondisi radiator mobil harus benar-benar terawat dan terjaga dengan baik. Komponen-komponen sistem pendingin yang terhubung dengan radiator, seperti kipas radiator, pompa air (water pump), selang radiator, tutup radiator, termostat, juga harus selalu diperhatikan kondisinya. Dan hal yang kelihatannya sepele, seperti mengecek ketinggian level air pada tabung resevoir radiator, jangan pernah diabaikan. Apabila cairan pendingin pada radiator berkurang, maka segera tambahkan ulang di tabung resevoir radiator.

Cairan Coolant mencegah overheat pada mesin
Ganti Radiator Coolant Agar Pendinginan mobil Maksimal

Fungsi dari tabung resevoir ini adalah sebagai tempat air radiator cadangan. Berkurangnya air radiator di tabung reservoir menandakan sistem pendingin dan radiator tidak dalam kondisi yang baik. Maka periksa kemungkinan terjadi kebocoran atau kerusakan lainnya pada komponen sistem pendingin, seperti water pump, radiator, selang radiator, tutup radiator. Pada beberapa mobil terbaru, di tabung resevoirnya telah dilengkapi dengan sensor level air radiator. Jika lampu indikatornya menyala, berarti cairan radiatornya berkurang. Maka perlu segera memeriksa kondisi sistem pendingin mobil dari kemungkinan kebocoran, atau kerusakan lainnya.

Cara Muda Menguras Air Radiator

Selain itu, sangat dianjurkan bagi setiap pemilik mobil untuk selalu menjaga kebersihan radiator, baik bagian luar (kisi-kisi radiator) maupun bagian dalam radiator. Merawat dan menjaga kondisi radiator agar selalu dalam kondisi prima, sama halnya menjaga kondisi mobil agar tetap terus bisa dikendarai kapanpun. Namun, jika radiator tidak pernah dikuras (flushing) dan cairan radiator tidak diganti sesuai interval waktu yang disarankan, maka bisa berakibat fatal. Radiator dan komponen-komponen sistem pendingin bisa saja mengalami kerusakan parah, dan terjadi overheat pada mesin. Jika sudah begini, tentunya membutuhkan biaya mahal untuk perbaikan dan penggantian komponennya, karena diperlukan pekerjaan overhaul (turun mesin).

Cara Muda Flushing atau Kuras Air Radiator mobil

Menguras air radiator pada mobil cukup mudah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Tinggal mengikuti petunjuk pada manual book perawatan mobil yang telah diberikan. Namun, adakalanya terdapat beberapa masalah yang ditemui saat menguras air radiator. Maka alangkah bijaknya menyerahkan perawatan radiator mobil kepada ahlinya/mekanik di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Selain untuk menghindari terjadinya kesalahan, melakukan perawatan di bengkel mobil akan lebih detail dan menyeluruh pada komponen-komponen pendinginan mesin.

Jangan pernah mengabaikan perawatan/service berkala pada mobil kesayangan Anda. Lakukan service berkala tersebut sesuai interval waktu yang telah direkomendasikan, agar mobil selalu dalam kondisi yang prima. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu bengkel mobil yang telah berpengalaman menangani service berkala dan perbaikan pada ribuan mobil pelanggannya.

Enaknya melakukan service dan perbaikan di bengkel Zaini Auto motor, antara lain tanpa antrian, harganya murah, perbaikan cepat dan tepat, tersedia sparepart, banyak promo/diskon, dan ditangani mekanik berpengalaman. Bahkan ada layanan yang saat ini digemari generasi millenial, yakni layanan “Bengkel Mobil Panggilan” di tempat manapun yang diinginkan. Layanan ini cukup mudah diakses melalui aplikasi “bengkel mobil Pro” di android dan IOS. Jadi, customer tinggal terima beres dan performa mobilnya akan kembali maksimal dan prima seperti baru lagi.

7 Tanda Mobil Harus Turun Mesin (Overhaul)

Kenali 7 Gejala Mobil Perlu Turun Mesin (Overhaul)

Seiring berjalannya waktu dan usia pemakaian, semua komponen mobil pasti akan mengalami penurunan performa. Penurunan performa ini tidak terkecuali pada komponen mesin mobil yang terus menerus bekerja saat mobil dikendarai. Untuk itu, perlu dilakukan perawatan dan perbaikan guna mengembalikan performa mesin agar kembali bekerja dengan maksimal. Salah satu perbaikan yang dilakukan yakni dengan cara OH (overhaul). Dalam bahasa bengkel lebih dikenal dengan sebutan belah mesin atau turun mesin.

Pernahkah Anda mendengar istilah turun mesin atau overhaul? Turun mesin merupakan proses pembongkaran dan pelepasan komponen mesin dari dudukannya (mounting) yang ada di mobil.

Proses turun mesin (overhaul) ini dilakukan apabila kondisi mesin sudah mengalami kerusakan cukup berat. Untuk melakukan overhaul (turun mesin) tentu saja perlu memperhatikan dan menganalisa terlebih dahulu kondisi kerusakan mobil. Hal ini dilakukan agar didapatkan data yang valid mengenai kerusakan pada mesin mobil sebelum dilakukan overhaul.

Tujuan dari overhaul selain untuk pemeriksaan kurusakan komponen di dalam mesin, juga untuk membersihkan bagian ruang bakar dari sisa-sisa karbon. Selain itu, juga untuk mengatur ulang dudukan klep (engine valve), dan melakukan setting ulang untuk mengembalikan performa mesin seperti sebelum mengalami kerusakan. Ada beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat jika mobil perlu dilakukan overhaul, apa saja gejala atau tanda-tandanya? Simak ulasan berikut ini:

Temperatur Mesin Meningkat

Salah satu tanda mobil perlu dilakukan turun mesin (overhaul) adalah bila temperatur mesin terus meningkat. Saat mobil dikendarai dalam kondisi normal, apabila temperatur mesin terus mengalami peningkatan, maka hal ini menjadi tanda awal mobil Anda perlu turun mesin.

Penyebab Overheat Mesin Mobil
Temperatur Mesin Mobil Meningkat

Segera periksa dan cari tahu penyebab terjadinya peningkatan temperatur mesin tersebut. Periksalah mobil dari kemungkinan terjadi kebocoran pada komponen sistem pendinginan mobil. Ada baiknya segera bawa mobil Anda ke bengkel mobil terdekat, untuk dilakukan pemeriksaan mendetail penyebab terjadinya temperatur mesin yang meningkat.

Overheating Dan Mesin Mati Mendadak

Tanda berikutnya adalah ketika mobil dipacu dalam kecepatan rendah, namun temperatur mesin terus meningkat secara tidak wajar. Dampak dari kenaikan temperatur mesin ini adalah terjadinya overheat pada mesin, yang akan menyebabkan mesin mobil mati secara mendadak.

Bila hal ini terjadi pada mobil Anda saat diperjalanan, tidak perlu panik. Cobalah untuk menepikan mobil Anda di tempat yang sekiranya aman. Sebaiknya perhatikan temperatur mesin terlebih dulu, diamkanlah beberapa saat hingga temperatur mesin mobil turun ke kondisi normal. Jangan langsung menyalakan mobil kembali karena akan membuat mesin semakin panas.

Kenali Penyebab Mesin Mobil Overheat
Mesin Mobil Overheat

“Ketika mesin mobil overheat, diamkan sekitar 15-20 menit dan barulah periksa komponen mulai dari radiator, kipas radiator, selang radiator, pompa air dan lain sebagainya. Overheat mesin pada umumnya terjadi karena adanya kebocoran pada komponen radiator atau komponen sistem pendingin mobil lainnya.” ujar Listiyono ketika memberikan penjelasan di bengkel Zaini Auto Motor.

Air Radiator Berkurang

“Air radiator (radiator coolant) yang berkurang akan menyebabkan pendinginan mesin tidak maksimal, temperatur meningkat dan berdampak pada komponen mesin. Selanjutnya, pada umumnya akan terdengar suara aneh atau mengelitik dari komponen dalam mesin. Untuk mobil berbahan bakar bensin, seharusnya mesin bersuara halus, atau cenderung minim suara. Suara mengelitik atau suara kasar ini diakibatkan beberapa komponen mengalami keausan, seperti ring piston, katup/klep, setang piston (connecting rod) dan komponen mesin lainnya.” jelas Listiyono ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Penyebab Air Radiator Mobil Avanza Berkurang
Air Radiator Berkurang

Masalah utamanya karena temperatur yang terlalu panas pada mesin ketika bekerja. Overheat bisa membuat air radiator mendidih dan bahkan menguap. Jika terjadi penguapan, maka otomatis akan timbul tekanan udara yang besar di dalam radiator dan tabung reservoir. Sehingga air radiator akan berkurang secara drastis kerena menguap dan terus mengalir keluar melalui tabung penampungan (resevoir). Untuk mengetahui penyebab detailnya, sebaiknya bawa mobil ke bengkel mobil terdekat, atau gunakan jasa bengkel mobil panggilan jika terjadi di tengah perjalanan.

Air radiator Bercampur Oli Dan Berwarna Kecoklatan

Selain air radiator (radiator coolant) yang berkurang secara drastis, mobil yang membutuhkan overhaul juga ditandai dengan air radiator yang bercampur minyak. Kondisi seperti ini biasanya terjadi karena adanya oli yang masuk ke saluran pendingin mesin (water jacket) dan saluran air radiator. Atau sebaliknya terdapat air yang masuk ke dalam ruang bakar mesin (combustion engine).

Penyebab Oli Mesin Bercampur dengan Air Radiator
Oli Mesin Bercampur Dengan Air Radiator

“Penyebab air radiator bercampur dengan oli sangat beragam. Beberapa diantaranya adalah cylinder head melengkung, packing (gasket) rusak, retak pada dinding water jacket di cylinder head dan cylinder block, dan lainnya. Jika oli sudah tercampur dengan air radiator, cara memperbaikinya harus dengan overhaul untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih mendetail.

Air Radiator Menyembur

Gejala air radiator yang menyembur keluar akan terlihat jelas saat mesin mobil dihidupkan dan tutup radiator tidak terpasang. Air radiator yang menyembur keluar, pada umumnya merupakan tanda adanya kerusakan pada cylinder head atau gasket cylinder head. Karena ketika terjadi overheat pada mesin dapat menyebabkan cylinder head melengkung.

Mengapa kerusakan pada area cylinder head bisa menyebabkan air radiator menyembur? Hal ini karena pada cylinder head terdapat lubang-lubang saluran cairan pendingin (water jacket) yang terhubung hingga ke blok mesin. Jadi apabila terdapat kerusakan pada cylinder head dan packing (gasket), maka tekanan kompresi dapat mengalir masuk ke dalam saluran pendingin (water jacket). Tekanan kompresi mesin yang sangat tinggi otomatis akan menekan cairan pendingin, dan menyebabkan air radiator menyembur.

Apabila terdapat kondisi semacam ini, sebaiknya segera hubungi bengkel mobil panggilan atau jika memungkinkan bawa mobil ke bengkel mobil terdekat. Sebab kerusakan seperti ini, ketika mesin di hidupkan dengan tutup radiator terpasang, maka bisa menyebabkan selang raditor jebol. Bahkan yang paling parah adalah raditor pun bisa jebol karena adanya tekanan yang besar di dalam ruang tertutup.

Kepala Busi Basah Terdapat Oli

Tanda berikutnya adalah kepala busi selalu basah karena terdapat oli. Kepala busi yang basah oleh oli adalah indikasi adanya masalah yang cukup serius yang harus segera diperiksa dan diperbaiki. Hal ini menunjukkan bahwa oli mesin sudah mulai masuk ke ruang bakar mesin (combustion engine). Oli mesin pun akan ikut terbakar dan membuat kepala busi terdapat banyak kerak karbon, selalu basah dan berwarna hitam.

Penyebab Kepala Busi Basah Oleh Oli
Kepala Busi Basah Oleh Oli

Busi yang basah terkena oli mesin bisa menyebabkan mesin mati sebagian (pincang) atau mati total. Masalah ini hampir selalu disebabkan oleh gasket rusak, ring piston aus dan seal katup (valve seal) yang aus. Selain itu juga bisa disebabkan oleh kerusakan piston atau lubang pemandu katup (worn valve guides) yang aus.

Oli yang masuk ke lubang busi akan memengaruhi kinerja mesin secara signifikan, menyebabkan pembakaran tidak sempurna (misfire), oli mesin berkurang dan asap knalpot berwarna kebiruan. Dalam kasus ekstrim, bahkan dapat menyebabkan kebakaran pada mesin. Jika mobil menunjukkan gejala-gejala ini, sebaiknya segera bawa mobil Anda ke bengkel resmi atau bengkel mobil terdekat.

Knalpot Mengeluarkan Asap Putih

Tanda mobil yang memerlukan turun mesin (overhaul) yang ini merupakan yang paling mudah terlihat oleh pemilik mobil. Tandanya adalah Knalpot mengeluarkan asap berwarna putih. Selain itu, asap knalpot tersebut juga menghasilkan bau yang sangat menyengat, seperti bau oli dan besi terbakar.

Asap putih ini biasanya terjadi karena yang dibakar selain bahan bakar, juga ada oli yang merembes masuk ke ruang bakar mesin. Hal ini rata-rata terjadi karena adanya kerusakan di bagian komponen mesin dan tentu efeknya performa mesin menurun, dan polusinya jadi lebih tinggi.

Penyebab Asap Knalpot Mobil berwarna Putih
Knalpot Mobil Berasap Keputihan

“Penyebab knalpot mengeluarkan asap putih antara lain terdapat kerusakan ring piston aus, cylinder linner aus, seal katup bocor, packing cylinder head rusak, katup (valve) rusak, dudukan katup (valve seat) aus, dan lain sebagainya. Mobil yang berusia tua paling sering mengalami hal ini. Namun tidak tertutup kemungkinan mobil baru pun akan mengalami hal yang sama apabila tidak dilakukan perawatan berkala. Bila pemilik mobil sering mengabaikan perawatan berkala, maka komponen ‘jeroan mesin’ lainnya juga akan ikut terkena imbasnya.” ujar Listiyono saat memberikan penjelasan di bengkel Zaini Auto Motor.

Overhaul mobil biasanya memerlukan biaya yang cukup banyak, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Tetapi biaya tersebut tidak bisa diprediksi secara tepat, karena sebelumnya harus dilakukan pemeriksaan kerusakan komponen mesin secara mendetail. Perawatan berkala dan secara rutin akan memperpanjang usia pakai komponen mesin dan menghindarkan mobil dari overhaul dini.

Nah, apabila mobil Anda mengalami masalah dan gejala di atas, sebaiknya bawa ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi untuk pengecekan lebih lanjut. Anda bisa melakukan Booking Service melalui aplikasi smartphone “Bengkel Mobil Pro” terlebih dulu untuk pemeriksaan, perawatan berkala dan perbaikan mobil Anda di bengkel Zaini Auto Motor.

Dengan fitur ini, memudahkan Anda untuk melakukan servis tanpa menunggu antrian dan menghemat banyak waktu Anda. Online booking juga bisa Anda gunakan tanpa perlu datang langsung ke bengkel Zaini Auto Motor, karena para mekanik profesional selalu siap mendatangi Anda.

Penyebab Overheat Mesin Mobil

Waspadai, Overheat Pada Mesin Bisa Menyebabkan Turun Mesin (Overhaul)

Tingginya kebutuhan masyarakat akan mobil yang tangguh untuk keperluan sehari-hari, menyebabkan pertumbuhan mobil yang sangat pesat dibandingkan dengan ketersediaan jalan. Hal ini berimbas pada lalu lintas di kota-kota besar yang semakin macet, dan membuat kinerja mesin mobil harus bekerja lebih berat daripada saat kondisi jalan normal.

Mesin merupakan komponen paling utama dalam rangkaian komponen mobil. Agar mobil dapat berjalan dan dikendarai dengan baik, maka mesin harus tetap prima dan terus bekerja setiap saat. Kerja dari komponen di dalam mesin yang terbuat dari logam secara terus menerus dan ekstra berat tentu membutuhkan pendinginan agar tidak terjadi overheat pada komponen mesin yang saling bergesekan.

Pada umumnya sistem pendingin mesin mobil didukung dengan 3 cara yaitu cairan Pendingin (radiator coolant), Udara dan oli (Pelumas). Ketiganya saling berkaitan erat dan sangat menentukan efisiensi kinerja mobil Anda.

Menurut Tri Ari Yanto, Technical Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor, “Saat mengendarai mobil di jalanan yang macet, pengemudi perlu mencermati bila suhu mesin mobil tiba-tiba meningkat drastis (overheat). Kondisi ini sering terjadi pada mobil yang mesinnya menyala lebih lama, tetapi cenderung dalam kondisi diam, seperti saat mobil terjebak kemacetan.”

Ketika ada peningkatan temperatur mesin (overheat), akan mudah diketahui dengan melihat indikator temperatur mesin pada dashboard mobil. Atau biasanya muncul gejala awal berupa knocking (suara ngelitik) pada mesin yang berlebih. Sementara untuk sebagian mobil, mesin mobil akan langsung mati ketika terjadi overheat atau peningkatan temperatur mesin diatas batas normal.

Perlu diketahui bahwa kondisi overheat pada mesin mobil akan terjadi saat suhu mesin melebihi batas maksimum yang ditentukan. Ada banyak faktor penyebabnya, misalnya tutup radiator rusak, kurangnya volume air radiator, kebocoran radiator, termostat bermasalah, kipas radiator mati, sensor-sensor sistem pendinginan mobil yang sudah rusak, dan lain sebagainya.

“Berdasarkan pengalaman kami menangani kerusakan ribuan kendaraaan, Berkurangnya volume coolant radiator adalah hal yang paling sering terjadi. Biasanya hal ini menjadi penyebab utama ketika mesin mobil mengalami overheat. Penyebab berkurangnya volume coolant radiator ini diantaranya terjadi karena kerusakan tutup radiator, kebocoran kisi-kisi radiator, kebocoran karet seal, rusaknya pompa air (water pump), kebocoran komponen sistem pendingin lainnya, dan penyebab lainnya.

Mesin mobil Anda dapat mengalami kerusakan yang signifikan akibat tekanan mesin yang berlebihan atau kerusakan pada sistem pendinginan mesin (cooling system). Untuk menghindari terjadinya kerusakan pada mesin dan menghindari perbaikan mesin yang mahal, akan sangat membantu jika Anda lebih mengetahui dan memahami pentingnya fungsi komponen pendingin mesin mobil. Berikut ini beberapa komponen sistem pendingin mesin yang perlu diperiksa dan dirawat secara rutin agar mobil anda terhindar dari overheat mesin, antara lain:

1. Kisi-kisi Radiator

Pada bagian luar radiator terdapat kisi-kisi (sirip) udara yang terbuat dari logam yang mempercepat pendinginan, dan memiliki fungsi sebagai jalur sirkulasi udara. Apabila kisi-kisi radiator tersebut kotor dan penyok, sirkulasi udara bisa terhambat dan pendinginan mesin pun tidak akan maksimal. Pemilik mobil diharapkan untuk rajin membersihkan menggunakan kuas halus atau dengan semprotan air yang ringan.

“Kisi-kisi (sirip) radiator yang penyok atau bengkok, akan berpengaruh pada sistem pendinginan radiator. Jadi udara yang semestinya bisa masuk melalui kisi-kisi (sirip) radiator menjadi tersumbat, karena adanya jalur sirkulasi udara yang penyok. Sirkulasi udara yang semestinya dapat mendinginkan coolant radiator akan terhambat, maka mesin jadi cepat panas dan ujung-ujungnya overheat,” ujar Tri Ari Yanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, bagian dalam radiator sangat rentan terjadi karat, terlebih lagi jika mobil itu sudah berumur lebih dari lima tahun. Karat yang menggumpal akan menghambat aliran coolant pendingin, maka untuk pencegahan perlu menguras air radiator (coolant) minimal enam bulan sekali.

2. Selang Radiator

Selang Radiator merupakan komponen penghubung utama untuk mengalirkan cairan pendingin antara radiator dan mesin. Kemampuan dan daya tahan selang lama kelamaan akan terus menurun, karena selalu terkena paparan cairan yang bertekanan dan bertemperatur tinggi. Selang radiator yang sudah getas, aus, retak memiliki potensi kebocoran, maka segera lakukan pengganti sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah, terutama ketika sedang di perjalanan.

3. Klem Selang

Klem selang radiator merupakan bagian yang sangat vital untuk menjaga selang agar tidak terlepas atau mengalami kebocoran ketika sedang dialiri cairan (coolant) radiator yang memiliki tekanan dan temperatur tinggi. Klem selang radiator biasanya terbuat dari logam baja tipis. Selalu pastikan klem selang ini mengikat dengan kuat, tetapi jangan terlalu ketat yang bisa berpotensi membuat selang sobek.

4. Kipas Radiator (Radiator Fan)

Kipas pendingin radiator adalah bagian penting dalam sistem pendingin mesin mobil. Perlu diketahui, mesin dirancang untuk beroperasi pada kisaran temperatur tertentu, hal ini bertujuan untuk menghasilkan efisiensi kerja mesin dan diperoleh daya yang optimal, tetapi juga untuk memenuhi standar emisi.

Kipas radiator berfungsi untuk mengalirkan atau menghembuskan udara ke kisi-kisi radiator, sehingga air radiator (coolant) yang bertemperatur tinggi dapat didinginkan atau dikontrol tekanan dan temperaturnya. Pastikan kondisi kipas radiator selalu bekerja dengan baik. Untuk tipe elektrik, komponen kipas radiator (radiator fan) biasanya menyatu dengan motor penggeraknya. Sedangkan untuk tipe konvensional kipas radiator digerakkan oleh tali kipas (fan belt), maka selalu periksa fan belt dalam kondisi baik.

5. Tutup Radiator

Tutup radiator memiliki fungsi untuk mengontrol atau menjaga tekanan di dalam radiator dan sistem pendingin mesin agar tetap stabil. Tutup radiator memiliki komponen katup (pressure valve dan vacuum valve) dan pegas (pressure spring dan vacuum spring). Katup-katup dan pegas pada tutup radiator inilah yang menjaga atau mengontrol kestabilan tekanan di dalam radiator. Apabila tutup radiator mengalami kerusakan, maka cairan radiator dapat berkurang drastis, sedangkan cairan di tabung reservoir radiator malah penuh.

Sementara itu, akibat terburuk dari rusaknya tutup radiator adalah overheating pada mesin, yaitu temperatur panas mesin mengalami peningkatan drastis berada di atas temperatur normal mesin. Efeknya akibat overheat bisa menyebabkan mesin knocking dimana mesin mobil Anda akan terdengar aneh, mobil kurang bertenaga, bahan bakar boros, bahkan yang terburuk mobil mogok di tengah jalan.

Kenali gejala overheat saat Anda berkendara, jangan sampai salah langkah ketika mengalami overheat pada mesin mobil. Ketika mesin mobil sedang dalam kondisi panas setelah dibawa berkendara, atau saat mobil mengalami tanda-tanda overheat, maka demi keamanan Anda jangan pernah membuka tutup radiator.

“Banyak kejadian saat terjadi overheat mesin, pemilik mobil segera membuka tutup radiator. Akibatnya tutup tersebut bisa mental, dan cairan radiator yang panas pun akan menyembur keluar yang berpotensi mengenai dan melukai Anda. Saat kondisi mesin panas atau overheat, membuat tekanan di dalam radiator sangat tinggi. Maka bila tutup radiator dibuka, tekanan tersebut akan mendorong cairan radiator keluar dengan cepat.” kata Tri Ari Yanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Salah satu cara aman saat mesin mobil terjadi overheat di tengah kemacetan, sebaiknya segera pinggirkan mobil ke bahu jalan atau area aman, matikan mesin, pasang segitiga pengaman sebagai kode tanda bahaya kepada pemakai jalan lainnya. Kemudian buka kap mobil, dan tunggu beberapa menit hingga suhu mesin turun. Setelah temperatur mesin turun, buka tutup radiator dengan bantuan kain tebal, putar perlahan hingga tekanan hilang. Kemudian periksa tutup radiator, kondisi volume air radiator dan kemungkinan kebocoran. Apabila terdapat masalah yang tidak dapat anda tangani sendiri, sebaiknya segera hubungi bengkel radiator mobil terdekat ,atau anda juga bisa menggunakan jasa bengkel panggilan.

Kini, Anda sudah tahu bagaimana pentingnya komponen-komponen pendinginan pada mesin mobil. Dalam setiap perjalanan mungkin saja terjadai hal-hal tak terduga, jadi pastikan mobil yang Anda kendarai selalu prima dan sehat dengan memperhatikan kondisi mobil. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kondisi radiator demi kenyamanan Anda berkendara.

Agar kondisi mobil Anda tetap terjaga dengan baik, kunjungi bengkel mobil terdekat untuk mengecek kondisi mesin secara berkala. Apabila Anda terlalu sibuk untuk mengunjungi bengkel mobil, maka kini anda tidak perlu khawatir lagi, dengan menggunakan aplikasi android / IOS bernama “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda, maka mekanik profesional akan cepat mendatangi Anda. Mobil kesayangan Anda akan selalu mendapat perawatan dan pemeriksaan berkala dimanapun Anda berada. Andapun tetap bisa beraktivitas dan menyelesaikan pekerjaan Anda tanpa harus terganggu kerepotan mengunjungi bengkel mobil. Tunggu apalagi, download sekarang aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda.

Kenali Penyebab Mesin Mobil Overheat

Jangan Panik Saat Mesin Mobil Overheat, Mungkin Hal Sepele Ini Penyebabnya

Perlu diketahui bahwa kondisi overheat pada mesin mobil akan terjadi saat temperatur mesin melebihi batas maksimum yang ditentukan. Ada banyak faktor penyebabnya, misalnya tutup radiator rusak, kurangnya volume air radiator, kebocoran radiator, sensor sistem pendinginan mobil yang sudah rusak, dan lain sebagainya.

Menurut Tri Ari Yanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Berkurangnya volume cairan radiator adalah hal yang paling sering terjadi dan biasanya menjadi penyebab utama ketika mesin mobil mengalami overheat. Berkurangnya volume cairan radiator ini beberapa diantaranya disebabkan oleh kerusakan tutup radiator, kebocoran kisi-kisi radiator, kebocoran karet seal, rusaknya pompa air (water pump), kebocoran komponen sistem pendingin lainnya, dan penyebab lainnya.”

Jangan anggap sepele tutup radiator mobil, karena ada beberapa komponen penting yang terdapat di dalamnya yang bisa mencegah terjadinya overheat pada mesin. Tutup radiator sendiri memiliki fungsi untuk menjaga atau mengontrol tekanan di dalam radiator dan di dalam sistem pendingin mesin. Ketika terjadi kerusakan pada tutup radiator, maka cairan radiator bisa berkurang drastis, tetapi di tabung reservoir radiator malah penuh cairan.

Ketika cairan pendingin mesin bekerja menyerap panas mesin, maka cairan pendingin (coolant) tersebut akan berubah menjadi panas dan bertekanan tinggi, serta bertambah volumenya. Ketika cairan pendingin (coolant) memasuki radiator, tekanannya akan semakin meningkat karena bersirkulasi di ruang tertutup (ruang vakum).

Maka diperlukan tutup radiator yang berfungsi sebagai katup pelepas (release valve) yang dirancang untuk terbuka pada titik tekanan maksimum. Biasanya katup (valve) pada radiator akan terbuka pada tekanan 11-17 psi. Tekanan di dalam radiator berbeda-beda untuk masing-masing produsen mobil, dan ukurannya dapat dilihat pada penutup radiator. Tekanan tutup radiator biasanya tertera dengan angka ukuran tekanan 0,8 hingga 1,2 bar (11-17 psi).

Ketika tekanan cairan di dalam radiator melebihi batas maksimum, hal itu akan memaksa katup tekan (pressure valve) terbuka. Sehingga memungkinkan panas untuk keluar dan cairan radiator yang berlebih akan mengalir ke tabung resevoir radiator. Setelah radiator menjadi dingin dan tekanan kembali normal, akan terjadi kevacuman pada sistem, maka katup Vakum akan terbuka dan cairan pendingin di tabung resevoir radiator yang meluber akan tersedot kembali ke dalam radiator dan bersirkulasi lagi di dalam sistem pendingin.

Katup-katup pada tutup radiator inilah yang menjaga atau mengontrol kestabilan tekanan di dalam radiator. Apabila terjadi kerusakan pada tutup radiator, maka akan mengakibatkan cairan di dalam radiator atau sistem pendingin mesin berkurang. Sehingga pendinginan pada mesin tidak dapat maksimal dan bisa berakibat terjadinya overheat.

Tri Ari Yanto General Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor menjelaskan, “Jika katup-katup yang terdapat pada tutup radiator rusak, pegas lemah (pressure spring & vacuum spring), akan menyebabkan sirkulasi cairan radiator menjadi tidak optimal. Bahkan, lama kelamaan volume cairan radiator akan semakin berkurang, karena meluber tumpah keluar melalui tabung reservoir. Sebaliknya, cairan yang ada di dalam tabung resevoir juga tidak akan dapat kembali ke dalam radiator.”

Tutup Radiator Rusak
Periksa Tutup Radiator Dari Kerusakan

Kerusakan pada tutup radiator bisanya dikarenakan usia pakai yang sudah lama, dan seringnya dibuka-tutup saat mengisi cairan radiator akibat adanya kebocoran yang tidak segera diatasi. Katup vakum (vacuum valve) yang rusak membuat cairan dari tabung resevoir tidak akan dapat kembali ke radiator saat terjadi kevakuman di dalam sistem pendingin. Sedangkan kerusakan pada katup tekan (pressure valve) akan berakibat cairan pendingin dari radiator meluper memenuhi tabung resevoir dan meninggalkan bekas kerak berwarna keputihan.

Cara sederhana memeriksa kerusakan tutup radiator bisa dilakukan dengan melihat tabung reservoir. Periksa ketinggian permukaan volume air di dalam tabung reservoir, apabila tabung resevoir selalu penuh dan air meluber keluar dari selang outlet tutup tabung resevoir, ini menandakan tutup radiator minta segera diganti dengan yang baru.

Selain itu dapat memeriksa tutup radiator secara visual dan manual dengan memeriksa pegas (pressure spring & vacuum spring), apabila telah lemah atau terjadi korosi maka perlu diganti baru, seal karet pada tutup radiator juga perlu diteliti apakah terdapat tanda robek, getas, aus atau kebocoran.

Ketika di tengah perjalanan terjadi masalah overheat pada mesin mobil, segera pinggirkan mobil di bahu jalan. Jangan buru-buru membawa mobil ke bengkel radiator terdekat atau bengkel mobil terdekat. Tunggu beberapa saat agar mesin lebih dingin dan periksa dengan teliti dan hati-hati kondisi tutup radiator.

Ketika hendak mengganti tutup radiator perlu diperhatikan spesifikasi tekanan pada tutup radiator yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Apabila tidak sesuai, maka katup-katup tutup radiator tidak akan terbuka ketika tekanan radiator tinggi atau saat terjadi kevakuman sistem, yang tentunya akan berakibat mesin overheat karena sirkulasi coolant tidak bisa bekerja maksimal.

Harga tutup radiator tergolong relatif murah, berkisar puluhan ribu hingga seratus ribuan rupiah. Jadi, bagi setiap pemilik mobil, mulai sekarang jangan anggap sepele komponen yang satu ini, karena jika bermasalah atau ada kerusakan bisa menyebabkan mesin overheat dan perbaikannya memerlukan biaya yang mahal apabila sampai terjadi turun mesin (overhaul).

Kenali Penyebab Mesin Mobil Overheat

Kenali Penyebab Mesin Mobil “Overheat”

Ketika musim libur seperti NABARU (Natal dan tahun baru) banyak mobil yang dipakai pemiliknya berlibur, sering mengalami panas mesin berlebih (overheat), dikarenakan ada komponen yang tidak bekerja secara normal. Kondisi ini kerap terjadi, mengingat tingkat kemacetan parah di setiap kota tujuan wisata. Banyak faktor yang bisa membuat suhu mesin mobil meningkat drastis. Kondisi mesin yang mengalami overheat kerap ditandai dengan lampu indikator temperatur yang tiba-tiba menyala hingga mobil mati mendadak, bahkan disertai munculnya asap mengepul dari dalam kap mesin.

Mobil yang mengalami panas berlebih (overheat) penyebabnya ternyata cukup banyak dan bisa terjadi kapan saja. Misalnya minimnya cairan pendingin pada sistem pendingin mesin, rendahnya kualitas cairan pendingin (coolant), dan juga bila terdapat komponen seperti radiator, selang radiator, thermostat, pompa air (water pump), sabuk penggerak (drive belt), hingga kipas radiator yang tidak berfungsi dengan baik.

“Penyebab utamanya adalah adanya kerusakan pada komponen sistem pendinginan mesin (cooling system). Jadi pastikan air radiator, radiator, selang radiator, thermostat, pompa air (water pump), kipas radiator hingga sabuk penggerak tunggal (serpentine drive belt) berfungsi dengan normal,” ujar Listiyono, Kepala Bengkel Mobil “Zaini Auto Motor”, Surakarta.

Listiyono menjelaskan, sebagai contoh jika dinamo kipas radiator (radiator motor fan) sudah lemah, otomatis kinerja kipas untuk mendinginkan radiator menjadi berkurang, dan mengakibatkan suhu meningkat lebih panas dari biasanya.

“Seharusnya ketika suhu sudah mulai meningkat panas, kipas radiator tersebut bekerja dengan maksimal. Tetapi kalau tidak berfungsi dengan baik, maka sensor panas (heater sensor) akan mengirimkan pesan ke ECU (Electronic Control unit) untuk menyalakan lampu indikator suhu. Artinya telah terjadi overheat pada mesin.” kata Listiyono.

Jika mobil Anda mengalami mesin overheat, tidak perlu panik. Langkah pertama adalah berhentilah di tempat yang sekiranya aman, kemudian matikan mesin sekitar 15-20 menit. Setelah itu pemilik mobil baru diperbolehkan mulai memeriksa komponen mulai dari air radiator, kipas radiator, selang radiator, radiator, pompa air dan lain sebagainya. Jika menemukan ada komponen yang tidak berfungsi seperti biasa, itulah yang menyebabkan mesin overheat,” ujar Listiyono di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, Surakarta.

Langkah pertama periksa apakah air di dalam radiator masih penuh atau habis, pada umumnya mobil yang overheat akan kehabisan air di dalam radiator. Jika habis maka cobalah mengisi lagi hingga benar-benar penuh. Periksa juga apakah terdapat kebocoran pada sirip-sirip radiator, selang radiator, dan pompa air (water pump).

Setelah itu Anda diperbolehkan menghidupkan mobil lagi. Lalu periksalah Sabuk penggerak (drive belt) dan kipas radiator, pastikan berfungsi dengan baik. Kemudian periksa indikator suhu pada meter dasboard apakah masih menyala atau tidak. Segera bawa ke bengkel mobil terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut penyebab terjadinya mesin overheat,” saran Listiyono.

Apabila tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan sampai ke bengkel terdekat, maka sebaiknya jangan dipaksa. Jika dipaksakan bisa berbahaya, komponen yang rusak menjadi lebih banyak lagi dari sebelumnya. Sebaiknya segera hubungi bengkel terdekat untuk dilakukan perbaikan di tempat, atau bisa juga diderek menuju bengkel mobil tersebut.

Sekali mobil terkena masalah overheat, disarankan bagi pemilik mobil untuk memperbaikinya sampai benar-benar tuntas, apalagi jika hendak dibawa berlibur. Kalau sudah sekali overheat harus dicari penyebab utamanya dan dilakuakn penggantian komponen yang memang sudah tidak berfungsi dengan baik. Hindari melakukan “servis sementara” dengan direka dan diakali, terlebih bila hendak dipakai berlibur.

Menyiapkan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh seperti berlibur, harus mulai dilakukan sejak awal. Jangan sampai mobil mengalami masalah ketika dalam perjalanan, seperti kendala suhu mesin meninggi (overheat). Namun, apabila pada akhirnya Anda tetap mengalami masalah kerusakan mobil ketika berlibur, dan Anda kebetulan berada di wilayah Solo Raya dan Yogyakarta, maka jangan ragu untuk menghubungi bengkel mobil Zaini Auto Motor. Percayakan perbaikan mobil anda pada bengkel ini, dijamin liburan anda tetap menyenangkan dan mobil anda yang bermasalah kembali pada kondisi normal.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi