Tag: Oli Mesin

Komponen Mobil Yang Wajib Diperiksa Sebelum Mudik

Pemilik Mobil Wajib Periksa Kondisi 3 Cairan Ini Usai Mudik

Libur lebaran telah usai, kondisi mobil pun perlu diperhatikan. Setelah melakukan perjalanan jauh yaitu mudik ke kampung halaman, bagi para pemudik yang menggunakan mobil pribadi tentunya ada pekerjaan tambahan. Yakni ada baiknya pemilik mobil kembali mengecek kondisi mobilnya sebelum digunakan beraktivitas kembali tiap hari. Pemeriksaan kondisi mobil tidak hanya pada mesin dan komponen utama lainnya, tetapi terdapat tiga cairan utama yang juga perlu diperhatikan.

Kebanyakan pemilik mobil kurang peduli terhadap tiga cairan utama ini. Padahal menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, cairan utama ini merupakan pendukung kinerja komponen kobil yang secara fungsi tidak bisa diabaikan. Pemeriksaan tiga cairan utama pada mobil ini dimaksudkan supaya mobil siap digunakan kembali untuk aktivitas sehari-hari.

“Untuk komponen mesin dan komponen lainnya termasuk dalam pemeriksaan atau servis standar. Tentunya yang tak kalah penting adalah beberapa komponen yang bekerja dengan mengandalkan cairan. Maka cairan inilah yang wajib diperiksa, seperti oli mesin (engine oil), minyak rem (brake fluid), dan radiator coolant. Semua bisa diperiksa sendiri tanpa harus ke bengkel mobil. Apabila cairan tersebut sudah berkurang sebaiknya ditambah, dan bila sudah tidak baik kondisinya segera lakukan penggantian” ucap Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor beberapa waktu lalu.

Oli Mesin

Listiyono ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, untuk pemeriksaan pertama bisa dilakukan dengan melihat kondisi volume oli mesin. Mobil yang sudah digunakan menempuh jarak ribuan kilometer ada kemungkinan volume oli mesinnya akan berkurang.

Caranya pun cukup mudah, tinggal melihat dari dipstik (tongkat takaran oli) yang ada di ruang mesin. Bila posisinya masih di tengah-tengah antara F (full) dan E (empty) berarti menunjukkan kondisinya masih normal, sehingga tidak perlu ditambahkan. Meskipun sebenarnya volumenya berkurang, tetapi lebih baik tidak asal menambahkan oli mesin sendiri karena berisiko. Untuk menghindari volume kelebihan, ada baiknya dikerjakan di bengkel mobil sekaligus melakukan service berkala.

Cairan Radiator (Coolant)

Selanjutnya periksa kondisi dan volume cairan radiator. Pemeriksaan volume cairan radiator pada mobil juga bisa dilakukan sendiri tanpa perlu ke bengkel mobil.

Radiator Coolant Bengkel Zaini Auto Motor
Ganti radiator coolant agar komponen pendinginan mobil terjaga

“Pertama, secara visual cairan radiator dapat dipantau dari kondisi cairan pada reservoir tank (tabung penampungan cairan radiator). Bila volumenya sudah berkurang, lebih baik langsung ditambah, tetapi jangan menambahkan sekedar air mineral biasa. Usahakan menambahkan cairan khusus radiator (radiator coolant),” kata Listiyono ditengah kesibukan melayani pelanggan di bengkel Zaini Auto Motor.

Cairan radiator (radiator coolant) biasanya dilakukan penggantian setiap 15.000 km hingga 20.000 kilometer. Jika lebih dari itu, kualitas radiator coolant untuk mendinginkan mesin akan berkurang. Selain itu, kemampuan radiator coolant untuk mencegah radiator terkontaminasi kotoran dan karat juga akan menurun.

Oleh karena itu, kuras radiator (flush radiator) perlu dilakukan untuk mencegah radiator tersumbat, bocor atau mengalami kerusakan lainnya. Sistem pendinginan mesin mobil yang prima dapat mendinginkan temperatur mesin mobil secara cepat dan mencegah mesin dari overheating. Jika Anda tidak dapat melakukan flush radiator sendiri, sebaiknya percayakan pada bengkel mobil terdekat.

Minyak Rem (Brake Fluid)

Begitu juga untuk kondisi minyak rem (brake fluid), pada umumnya kondisi minyak rem mampu bertahan 2-3 tahun. Terdapat sekitar 2-3 persen kandungan air di dalam minyak rem dalam jangka waktu 2 tahun. Apabila lebih dari dua tahun kandungan air pada minyak rem akan semakin banyak. Jika semakin banyak air yang terkandung di dalam minyak rem, maka titik didihnya juga akan terus menurun. Sehingga bila tidak diganti akan menurunkan performa dari minyak rem tersebut.

“Minyak rem akan menyerap air dari kelembaban udara pada sistem pengereman mobil. Kandungan air yang terlalu banyak bisa menyebabkan titik didih minyak rem menurun. Titik didih yang rendah bisa menyebabkan rem blong, karena cairan minyak rem bisa mendidih saat rem bekerja. Hal ini terjadi karena panas dari kaliper diteruskan ke minyak rem,” ujar Listiyono.

Minyak Rem (Break Fluid) yang baik
Penggantian Minyak Rem (Brake Fluid)

Saat melakukan perawatan berkala, banyak pemilik mobil yang enggan mengganti minyak rem mobil mereka. Padahal, minyak rem merupakan salah satu bagian dari sistem keamanan yang tak boleh diabaikan. Listiyono mengatakan, sebaiknya penggantian minyak rem dilakukan berdasarkan jadwal servis berkala, yakni setiap dua tahun (40.000 km). Kalau volumenya berkurang, disarankan sekaligus dikuras dan isi dengan yang baru di bengkel mobil.

Ketika memeriksa kondisi ketiga cairan utama tersebut, bila ditemui ada hal yang tidak wajar, jangan langsung panik. Sebaiknya datangi bengkel mobil terdekat untuk memastikan kondisi mobil lebih detail. Lebih baik melakukan pencegahan, karena apabila ada kerusakan yang dibiarkan terlalu lama bisa saja membuat kerusakan pada sektor lain yang lebih merugikan.

Selesai mudik, sebaiknya kendaraan tidak langsung digunakan beraktifitas rutin. Beberapa komponen mobil wajib kembali mendapat perhatian, terutama masalah cairan utama dan beberapa komponen yang sifatnya fast moving. Bengkel Zaini Auto Motor dengan didukung mekanik profesional dan peralatan service lengkap, siap melayani pemeriksaan dan service berkala mobil Anda. Layanan service cepat, tepat dan berbiaya murah, memberikan kepuasan bagi ribuan pelanggan bengkel Zaini Auto Motor.

Fungsi melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi mobil tetap prima saat digunakan kembali. Setelah semua diperiksa, di service atau dilakukan penggantian di bengkel mobil, maka mobil akan lebih siap kembali digunakan beraktivitas seperti biasanya.

Ganti Oli Mobil

Begini Cara Memilih Oli Mesin Berdasarkan Karakter Mesin

Setiap mobil sangatlah penting menggunakan pelumas (oli mesin) yang tepat, agar mesin mobil dapat bekerja dengan baik dan maksimal. Karena penggunaan oli mesin yang tepat dapat secara optimal mengurangi keausan yang ditimbulkan dari gesekan antar komponen di dalam mesin. Selain itu oli mesin juga dapat membantu mengurangi panas yang dihasilkan mesin.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk digunakan sebagai cara memilih oli mesin yang tepat bagi mobil Anda. Salah satunya adalah tepat dalam menentukan tingkat kekentalan pelumas mesin.

Berbagai cara dilakukan produsen mobil untuk menghasilkan mesin mobil yang lebih hemat bahan bakar (BBM) dan juga rendah emisi. Salah satunya melalui kerja sama dengan produsen pelumas untuk menciptakan dan memproduksi oli mesin yang sesuai kebutuhan dan karakteristik mesin itu sendiri. Hasil kerjasama tersebut, antara lain menghasilkan oli mesin (engine oil) dengan tingkat viskositas rendah sehingga mampu mengurangi beban kerja mesin, tanpa mengurangi kemampuannya melindungi komponen di dalam mesin.

Tingkat viskositas yang rendah akan membuat pelumas lebih encer, sehingga beban pompa oli (oil pump) akan semakin ringan dan oli dapat bersirkulasi dengan mudah dan lancar. Dengan begitu kinerja mesin juga menjadi semakin efisien. Dengan penggunaan bahan bakar yang lebih efisien, emisi gas buang yang dihasilkan mesin juga dapat direduksi sehingga mobil juga lebih ramah lingkungan. Karakter oli mesin yang memiliki viskositas rendah ini sangat cocok untuk jenis mobil-mobil yang menggunakan mesin berteknologi modern dan berkapasitas kecil. Misalnya mobil jenis sedan, hatchback atau city car, medium MPV (multi purpose vehicle) .

“Pada umumnya di dalam buku manual pembelian sudah dijelaskan mengenai spesifikasi mesin dan jenis oli yang tepat. Merek pelumas apa pun, pada dasarnya sama saja asalkan spesifikasinya tepat dan dapat diterima oleh mesin mobil”, kata Tri Ari Yanto selaku General Service Advisor, ketika ditemui di Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Mobil“.

Untuk mobil-mobil masa kini telah banyak yang mengadopsi teknologi pengaturan katup otomatis seperti i-VTEC (intelligent variable valve timing and Lift Electronic Control), VVT (Variable Valve Timing), VVTi (variable valve timing with intelligence) dan sejenisnya. Sehingga mesin mobil seperti itu tidak cocok jika menggunakan oli mesin berkekentalan SAE 20/50 atau yang lebih kental, sebaiknya minimal menggunakan oli dengan tingkat kekentalan lebih encer, misalnya SAE 10/40 atau SAE 5/30.

Selain itu, dengan semakin pesatnya laju penjualan mobil, maka lalu-lintas jalan tidak lagi lancar dan normal, cenderung semakin padat dan macet. Hal ini tentu menyebabkan pengendara mobil sering mengalami kondisi harus berhenti dan jalan kembali. Menurut penelitian, kondisi berhenti-berjalan (stop and go) pada lalu-lintas perkoataan bisa mencapai hitungan 18.000 kali/tahun.

Kondisi macet dan kebiasaan mobil stop and go seperti ini justru membuat mesin akan bekerja sangat keras. Jika dalam kondisi normal lancar, mesin mendapat suplai udara segar saat mobil sedang melaju. Tetapi ketika berada di tengah kemacetan, pasokan udara segar ke mesin akan menurun drastis dan ditambah suhu di sekitar kemacetan yang panas. Dalam kondisi seperti ini, suhu ruang mesin bisa mencapai 90-100 derajat celcius.

Sebagaimana sifat cairan saat dipanaskan, pelumas dapat juga menjadi lebih encer atau menurun kekentalannya saat berada di tengah kemacetan. Kondisi ini dapat membuat pelumas lebih mudah menguap ke ruang bakar. Jika hal ini terjadi, maka volume pelumas (oli mesin) akan cepat berkurang, sehingga perlindungan terhadap komponen bergerak di dalam mesin menjadi tidak maksimal.

Tingkat keausan komponen bergerak di dalam mesin yang terjadi selama pemakaian membuat celah tipis (clearance) antar komponen semakin besar, termasuk celah antara ring piston dan dinding silinder. Hal ini tentu tidak terlihat secara kasat mata. Maka dalam memilih oli perlu juga mempertimbangkan :

  • Pelumas (oli mesin) tersebut tetap melekat pada permukaan komponen mesin, tidak mudah turun ke bagian bawah mesin.
  • Pelumas harus dapat membentuk lapisan tipis (oil film) yang dapat memperbaiki dengan sendirinya, untuk memberikan perlindungan ekstra untuk mencegah kontak langsung antar komponen mesin di setiap tahap kondisi mobil berhenti dan jalan kembali.
  • Pelumas harus mampu mengurangi keausan pada mesin mobil yang sering mengalami berhenti – jalan kembali. Maka perlu dilengkapi formula ART (Age Resistance Technology), sehingga memberi perlindungan dan menjaga mesin agar bekerja dengan maksimal, serta menjaga keremajaan umur mesin lebih lama.

Untuk mobil-mobil yang kerap dikendarai di daerah belalu-lintas padat dan macet dan mobil tersebut berusia lebih dari 4 tahun atau lama, maka membutuhkan oli mesin dengan spesifikasi SAE (Society of Automotive Engineer) dengan angka di belakang lebih besar. Yang mengindikasikan oli mesin tersebut memiliki viskositas yang cukup tinggi, sehingga lebih tahan terhadap suhu lebih panas.

Selain itu, viskositas lebih tinggi juga akan menjaga celah antar komponen mesin bergerak yang telah mengalami keausan tetap terlindungi, sehingga tidak terjadi gesekan berlebih yang dapat menimbulkan panas mesin. Karakter pelumas yang lebih kental juga membuatnya cairan oli lebih sulit menguap, meski berada di suhu kerja ekstrem.

Kondisi lingkungan tempat Anda sering berkendara (kelembaban udara, temperatur udara, debu, salju dan sebagainya) juga sangat menentukan dalam pemilihan oli mesin yang tepat bagi mobil Anda. Biasanya mobil yang digunakan di daerah yang beriklim panas atau tropis akan membutuhkan oli yang berbeda dengan mobil yang kerap dikendarai di musim dingin.

Tinggi rendahnya indeks angka SAE menunjukkan ketahanan kekentalan (viscosity) dari oli mesin terhadap perubahan temperatur. Makin tinggi angka indeks SAE dari oli mesin, maka makin kecil perubahan kekentalannya pada kenaikan suhu.

Untuk mobil yang sering dijalankan di daerah bersuhu rendah atau pada musim dingin, maka mesin lebih membutuhkan pelumas dengan kadar viskositas yang juga rendah. Misalnya, pada cuaca dingin, oli mesin dengan SAE 5W-30 memiliki kadar kekentalan lebih rendah dibandingkan pelumas kategori SAE 10W-30.

Tetapi pada musim panas atau negara tertentu yang beriklim panas, maka mobil membutuhkan pelumas dengan viskositas lebih tinggi, sehingga tidak mudah encer pada suhu 100 derajat Celsius. Sehingga pelumas dengan SAE 5W-30 akan lebih cepat encer pada suhu tinggi dibandingkan pelumas SAE 5W-40.

Beberapa penjelasan diatas semoga membantu Anda untuk mengetahui oli mesin yang baik dan sesuai untuk mesin mobil kesayangan Anda. Jangan sampai ketidaktahuan mengenai spesifikasi mesin mobil membuat kerugian pada kendaraan kesayangan Anda. Selalu gunakanlah pelumas (oli mesin) yang sesuai dengan karakteristik mobil anda, agar umur kendaraan Anda dapat bertahan lebih maksimal.

Ganti Oli Mobil

Jangan Sepelekan, Telat Ganti Oli Mesin Bisa Bikin Anda Rugi

Jika dimisalkan pada anatomi tubuh manusia, oli mesin (pelumas) bisa diibaratkan seperti darah manusia. Pelumas atau oli mesin memiliki peran sangat penting dalam menunjang kinerja mesin mobil. Tanpa oli mesin, dijamin mesin mobil Anda akan otomatis langsung berhenti bekerja.

Melihat pentingnya fungsi oli, maka oli mesin harus selalu dalam pengawasan dan pengontrolan pemilik mobil, serta tidak boleh terabaikan. Jangan pernah terlambat mengganti oli mesin, minimal dengan menggantinya rutin sesuai jadwal servis berkala. Oleh karena itu, penggantian oli mesin sesuai rekomendasi dan spesifikasi standar yang ditetapkan oleh produsen mobil perlu diperhatikan.

Penggantian oli mesin atau pelumas merupakan aspek terpenting dalam perawatan mobil Anda. Secara rutin mengganti oli mesin sesuai rekomendasi, dinilai bisa mencegah terjadinya masalah pada mobil saat tengah digunakan. Masih banyak pemilik mobil yang bingung kapan waktu yang tepat untuk ganti pelumas (oli mesin). Ada yang meyakini bahwa oli mesin harus diganti satiap mobil menempuh kelipatan jarak antara 5.000 km hingga 10.000 km. Tak sedikit pula pemilik mobil meyakini bahwa oli mesin harus diganti setiap 5 bulan atau 6 bulan sekali.

Meskipun perkembangan teknologi pelumas (oli mesin) semakin lama semakin baik, sehingga ada beberapa produsen mengklaim produk pelumas mesin mereka mampu digunakan hingga 15.000 km sebelum pergantian dilakukan. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah klaim tersebut aman untuk mesin mobil Anda? Jika oli mesin kualitasnya menurun, maka komponen mesin mobil tidak dapat terlumasi dengan optimal yang tentu akan menyebabkan kerusakan komponen di dalam mesin. Nah, untuk mendapatkan waktu ideal untuk mengganti oli sebenarnya sudah tertuliskan sesuai rekomendasi di buku manual mobil Anda.

Waktu penggantian oli mesin atau pelumas tidak boleh dianggap sepele. Jika waktu penggantiannya sudah tiba dan pemilik mobil sengaja menunda-nunda, akan menyebabkan masalah pada mesin mobil. Karena kualitas oli semakin lama akan terus menurun seiring pemakaian mobil Anda. Akibat dari kualitas oli yang menurun akan berpengaruh pada kekentalan dan daya pelumasan mesin mobil, sehingga akan menyebabkan komponen di dalam mesin rusak. Tentu jika hal itu terjadi akan sangat merugikan pemilik mobil, karena dengan menunda mengganti oli mesin yang hanya ratusan ribu rupiah, bisa mengakibatkan kerusakan komponen mesin yang biaya perbaikan dan penggantiannya jauh lebih mahal.

Turun Mesin (Overhaul) Akibat Telat Ganti Oli
Turun Mesin (Overhaul) Akibat Telat Ganti Oli

“Bagi yang baru saja membeli mobil keluaran terbaru, pada umumnya disarankan untuk mengganti oli mesin saat mobil telah menempuh jarak 1.000 km yang ditunjukkan pada odometer mobil. Tetapi terkadang bengkel resmi ATPM akan meminta Anda untuk kembali mengganti oli saat telah mencapai 2.500 kilometer. Pada rentang waktu dan jarak tempuh tersebut, biaya servis tidak akan dibebankan pada pemilik mobil alias masih gratis. Karena pada umumnya pemilik mobil masih bersemangat pergi ke bengkel. Setelah masa gratis tersebut usai, tidak jarang para pemilik mobil mulai acuh dan abai pada kondisi oli mesin mobil mereka.” Ujar Tri Ari Yanto selaku General Service Advisor Bengkel Mobil Pro Zaini Auto Mobil.

Pada umumnya pengantian pelumas (oli mesin) sesuai rekomendasi pabrikan mobil, pemilik mobil disarankan mengganti berdasarkan masa pakai ataupun jarak tempuh kendaraan. Penggantian oli mesin bisa dilakukan setelah mobil menempuh jarak tiap kelipatan 10.000 kilometer, atau setiap enam bulan sekali. Tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

Biasanya, salah satu acuan dalam penggantian oli mesin adalah jarak tempuh kendaraan tersebut. Seberapa jauh mobil menempuh jarak ketika dipakai sehari-hari, maka itu untuk menentukan apakah oli mesin harus diganti atau tidak. Tetapi saat ini jarak tempuh bukan lagi menjadi acuan dalam mengganti oli mesin.

Menurut Tri Ari Yanto, selaku General Service Advisor Bengkel Mobil Pro Zaini Auto Mobil, “Waktu penggantian oli mesin yang tepat adalah sesuai dengan putaran mesin (running hour). Hal ini dikarenakan untuk daerah perkotaan yang cenderung macet, jarak tempuh 8 kilometer bisa saja menghabiskan waktu hingga 1 jam bahkan lebih. Jika dibandingkan dengan pemakaian mobil di jalan dengan lalu lintas normal, maka total putaran mesin di daerah lalu lintas macet bisa sebanding dengan 20 kilometer lebih jika diterapkan di daerah lalu lintas normal”.

Jadi, jarak tempuh mobil tersebut tidak sebanding dengan putaran mesin (running hour), karena dalam 8 kilometer perjalanan kendaraan yang terkena kemacetan, mesin tetap berputar setara dengan 25 kilometer perjalanan normal. Dalam kondisi lalu lintas macet, jarak tempuh mobil menjadi sangat pendek, padahal mesin terus berputar yang tentunya mengurangi usia pakai oli mesin itu sendiri.

Misalkan pada mobil Toyota Avanza Veloz 2019, pada buku manual dijelaskan waktu penggantian oli yang disarankan dalam kondisi normal adalah setiap 6 bulan sekali atau setiap menempuh kelipatan jarak 10.000 km. Sedangkan jika mobil digunakan dalam kondisi berkendara yang berat, maka waktu dan jarak untuk penggantian oli mesin yang disarankan adalah setengahnya, yaitu setiap 3 bulan sekali atau setiap 5.000 km.

Hal inilah yang kadang mempengaruhi kualitas oil mesin, maka yang paling tepat dalam mengganti oil tidak harus melulu berpatokan pada jarak tempuh mobil. Pemilik mobil bisa mengkombinasikan antara tanggal waktu ganti oli dan jarak tempuh kendaraan sebagai acuan catatan servis. Jika berdasarkan dengan ukuran waktu, penggantian oli mesin bisa dilakukan tiap 3 bulan atau 6 bulan sekali, tergantung pada pemakaian mobil tersebut.

Dengan begitu kualitas oil mesin tidak akan banyak menurun yang dapat mempengaruhi performa mesin mobil itu sendiri. Kebiasaan rutin dalam mengganti oli mesin sudah pasti lebih baik, dibandingkan harus mengganti onderdil mesin dikarenakan kualitas oli mesin sudah menurun, jenuh, dan rusak.

Jika Anda mengalami kendala atau masalah pada mobil saat di tengah perjalanan, segera hubungi bengkel mobil panggilan terdekat. Atau Anda bisa menggunakan aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda untuk mendapatkan layanan servis panggilan dan layanan servis cepat lainnya dari Bengkel mobil Zaini Auto Motor. Perbaikan atau servis akan ditangani oleh para mekanik profesional dan didukung peralatan modern, sehingga kerusakan cepat teratasi, kualitas terjamin dan yang terpenting biaya servis sangat terjangkau dibandingkan bengkel resmi ATPM.

Catat! Ini 7 Spare Part Yang Harus Rutin Diganti

Setiap pemilik mobil pasti menginginkan mobil yang digunakan selalu dalam kondisi sehat dan prima. Apalagi jika mobil tersebut kerap digunakan sebagai penunjang aktivitas sehari-hari. Maka dari itu pemilik mobil diharapkan selalu perhatian dan rajin melakukan servis berkala maupun perawatan rutin. Servis berkala ataupun perawatan rutin merupakan kewajiban pemilik mobil. Salah satu tujuannya untuk menjaga kondisi mobil agar tetap prima dan terhindar dari masalah saat digunakan.

Selain perawatan rutin atau service berkala ternyata beberapa suku cadang (spare part) mobil juga wajib diganti secara rutin. Meskipun telah ada petunjuk pemakaian (manual book) tentang seberapa lama masa pakai suku cadang (spare part) dan telah teruji oleh produsen mobil, ternyata itu tidak bisa dijadikan sebagai patokan pasti. Karena seberapa sering pemakaian kendaraan dan medan yang dilalui tentu berbeda-beda bagi setiap pemilik mobil.

Jika pemilik mobil menunda-nunda atau terlambat mengganti suku cadang bisa jadi menimbulkan kerusakan komponen yang lebih banyak. Pemilik mobil tentu harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memperbaikinya.

Berikut ini merupakan suku cadang (spare part) yang wajib rutin diganti agar mobil Anda tetap sehat dan prima.

1. Oli Mesin

Oli mesin punya peran sangat penting dalam menunjang kinerja mesin. Oli mesin memiliki fungsi sebagai pelumas (lubricate) komponen – komponen dalam mesin, meredam getaran (dampen shock), meredam bunyi (reduce noise), mencegah korosi (prevent corrosion), mentransmisikan tenaga (transmit power), menyalurkan panas (transport heat), transport debris, mengurangi gesekan (control friction), pelindung (seal) dan menjaga agar mesin dapat bekerja dengan maksimal. Selain itu oli mesin juga membantu pendinginan mesin dan membersihkan kotoran yang melekat pada komponen mesin.

Kalau diibaratkan dalam anatomi tubuh manusia, maka oli mesin itu seperti darah di tubuh manusia. Bayangkan jika darah di dalam tubuh tidak dapat mengalir lancar, tersumbat, kotor atau berkurang akibat ada kebocoran. Maka aka terjadi malfungsi pada organ tubuh manusia.

Begitu juga dengan oli mesin, akibat beban kerja dari mesin yang cukup berat, membuat oli mesin dalam jangka waktu tertentu menjadi tidak pekat (kental) lagi, daya pelumasannya bermenurun dan berubah warna menjadi hitam. Apabila dipaksakan pemakaiannya akan mengakibatkan gesekan pada komponen mesin. Kerusakan atau keausan komponen pun akan terjadi pada mesin, sehingga suara mesin juga akan menjadi semakin kasar. Dan akibat yang paling fatal yaitu turun mesin (overhoul).

Untuk pemakaian pertama mobil baru, oli mesin sebaiknya diganti pada 1.000 km pertama. Selanjutnya penggantian oli berkala perlu dilakukan. Jika mengacu pada buku manual, seharusnya ganti oli dilakukan tiap 3.000 sampai 10.000 Km atau tiap 4 bulan sekali, tergantung mana yang lebih cepat tercapai dan tergantung juga dari jenis oli yang digunakan. Ada beberapa jenis mobil mampu bertahan pada jarak tempuh 7.500 kilometer hingga 20.000 kilometer baru melakukan penggantian oli.

Jika mobil sering mobil dipakai, sering terjebak macet dalam kondisi berhenti-berjalan sebentar (stop and go) atau mobil sering dipakai perjalanan jauh, maka semakin berat pula beban kerja oli mesin dan filter oli.

2. Saringan Oli (Oil Filter)

Berikutnya, saringan oli (oil filter) adalah komponen yang harus rutin diganti. Saringan oli berfungsi untuk menyaring kotoran yang timbul dari dari gesekan komponen di dalam mesin, serbuk metal, karbon, endapan lumpur, dan kotoran lainnya.

Dalam sistem pelumasan, filter oli berperan sangat penting yaitu memastikan bahwa oli yang telah disaring menjadi bersih dari segala bentuk kontaminasi, baik karbon, serbuk metal, ataupun kotoran lain. Sehingga oli mesin yang disirkulasikan ke dalam mesin benar-benar mampu melumasi seluruh komponen mesin yang bekerja, dan terbebas dari kotoran yang mengganggu. Komponen mesin yang sering bergesekan dan harus terlumasi antara lain piston, ring piston, mekanisme katup, booring (cylinder bore), poros engkol (crankshaft) dan lain sebagainya. Dengan begitu komponen mesin tersebut tidak cepat aus dan akan bertahan lebih lama.

Seiring berjalanannya waktu dan pemakaian mobil, kotoran yang menempel di saringan oli (oil filter) semakin banyak. Apabila elemen saringan oli telah tersumbat oleh kotoran, maka oli tidak akan dapat mengalir melewati filter oli. Sehingga mengakibatkan perbedaan tekanan diantara area masuk filter oli dan tekanan keluar filter oli. Jika tekanan tersebut melibihi batas yang ditetapkan (98 KPa, 1kg/cm2, 14 psi), maka katup bypass (relief valve) pada sistem pelumasan akan terbuka, dan mengalirkan oli ke seluruh bagian mesin yang bergerak sehingga mengurangi resiko kerusakan fatal pada mesin.

Saringan oli (oil filter) biasanya dibekali dua katup (valve). Fungsi katup (valve) ini yaitu menjebak oli agar tetap di dalam saringan oli. Hal ini dimaksudkan agar saat mesin dimatikan, oli mesin tidak turun semua ke bak penampung oli (oil pan) di dasar blok mesin. Oli tersebut mesti ditahan agar pada saat mesin dinyalakan kembali, pelumasannya mencukupi. Maka dari itu perlu diingat agar posisi pemasangan filter oli pada mesin biasanya menghadap ke bawah atau terbalik.

3. Saringan Udara (Air Filter)

Meskipun pemilik mobil rajin melakukan perawatan atau servis berkala di bengkel mobil, bukan berarti semua komponen pada mobil bisa bertahan hingga jadwal servis berkala berikutnya. Seiring waktu pemakaian dan medan yang ditempuh, komponen saringan udara (air filter) bisa saja butuh perawatan atau penggantian lebih cepat dari jadwal.

Saringan udara (air filter) harus mampu menyaring partikel berukuran micro maupun besar yang berupa debu, daun, dan kotoran lainnya, sebelum memasukkannya ke dalam sistem injeksi, dimana udara akan bercampur dengan bahan bakar, yang selanjutnya diproses di ruang bakar mesin.

Meski dapat dibersihkan saat perawatan berkala dan servis rutin, tetapi saringan udara memiliki batas usia pakai dan wajib diganti. Masalah yang dihadapi saat filter udara kotor bisa menyebabkan turunnya performa mesin diakibatkan pori-pori filter udara yang menyempit, sehingga berpengaruh pada efisinsi bahan bakar dan konsumsi BBM akan menjadi boros.

Filter udara disarankan untuk dibersihkan tiap 10.000 kilometer dan wajib diganti tiap 40.000 kilometer. Bisa juga lebih cepat jika mobil sering lewat jalan yang berdebu.

4. Busi

Suku cadang (spare part) yang satu ini memang tergolong kecil, tetapi jika bermasalah maka sangat pengaruh besar pada kinerja mesin mobil. Busi yang terganggu kinerjanya dapat mengakibatkan pembakaran yang kurang sempurna di ruang bakar mesin, sehingga membuat konsumsi bahan bakar pada mobil menjadi lebih boros. Tugas busi memantik api agar pembakaran pada ruang mesin dapat berjalan.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi mesin, salah satunya melalui warna pada kepala busi. Cukup memeriksa warna kepala busi, kita bisa mengetahui apakah mesin temperaturnya berlebihan (overheating), boros bahan bakar, boros oli dan lain sebagainya.

Mesin yang Normal ditandai oleh busi yang berwarna keabu-abuan, coklat atau merah bata dari ujung elektroda sampai selongsong busi. Busi yang masih baik membuat mesin mudah dinyalakan, baik pada putaran rendah ataupun tinggi.

Hampir 90% masalah pada mesin disebabkan oleh busi kotor. Hal ini disebabkan oleh endapan karbon (carbon fouling), timah hitam (lead fouling) dan endapan oli (oli fouling). Oleh karena itu, agar pembakaran lebih sempurna, disarankan untuk rajin mengecek busi. Jika busi sudah kotor, bisa dibersihkan dan diukur jarak bebasnya. Penggantian busi bisa dilakukan pada jarak pakai 20.000 – 50.000 km, agar kinerja pembakaran dalam mesin kembali sempurna dan optimal.

5. Kanvas Rem (Break Shoes / Break Pad)

Fungsi pengeraman tidak bisa dianggap sebelah mata. Ada dua tipe sistem pengereman, yaitu rem tromol dan rem cakram. Rem cakram membutuhkan perawatan berkala yang lebih sering dibandingkan rem tromol. Karena posisi rem cakram terbuka, sehingga debu dan kotoran dengan mudah menempel pada cakram rem (disc break). Perawatan berkala dapat dilakukan dengan menyemprotkan pembersih cakram (disc cleaner).

Pemakaian mobil sehari-hari ditambah kondisi berkendara di kota yang didominasi kemacetan (stop and go) membuat kanvas rem bekerja ekstra keras. Maka pengecekan dan penggantian kanvas rem yang sudah menipis perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan pengendara.

Untuk memeriksa ketebalan kanvas rem dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, terdengar bunyi berdecit saat dilakukan pengereman, ini menandakan permukaan kanvas rem sudah tipis sehingga menimbulkan bunyi akibat gesekan antara dua logam. Dan apabila hal itu terjadi, sebaiknya segera ganti kanvas rem.

Kedua, kanvas rem yang telah menipis dapat terdeteksi ketika pengemudi menginjak pedal rem. Dapat dirasakan pada saat melakukan pengereman, pijakan pedal rem akan terasa lebih dalam dari biasanya.

Ketiga, pedal rem bergetar ketika diinjak. Hal ini menandakan adanya permukaan yang tidak rata pada cakram rem (disc brake). Ketika pedal rem diinjak, cengkraman kanvas rem ke cakram rem (disc brake) tidak merata. Hal inilah yang memicu getaran yang terasa sampai ke pedal rem. Kondisi ini juga mempengaruhi kinerja rem dalam menghentikan laju kendaraan, tentunya sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara. Maka diperlukan penggantian kanvas rem.

Keempat, dengan melihat ketinggian minyak rem pada resevoir. Apabila volume minyak rem di bawah garis normal, ada baiknya langsung mengecek kondisi kanvas rem, karena apabila kanvas rem sudah menipis menyebabkan berkurangnya volume minyak rem yang berada di reservoir.

Untuk pemakaian normal, penggantian kanvas rem biasanya disesuaikan dengan waktu servis rutin atau jarak pemakaian mobil tiap 20.000 km.

6. Filter AC Mobil

Semua mobil generasi terbaru, pastilah telah dilengkapi AC (air Conditioner). Agar udara yang dihasilkan AC mobil bisa lebih bersih, sehat dan segar, maka diperlukan filter AC untuk menyaringnya. Komponen ini terletak di antara blower AC dan evaporator pada sistem pendingin mobil. Fungsinya untuk membantu membersihkan udara yang masuk ke dalam AC mobil Anda dari kotoran, debu, ataupun bakteri.

Seperti komponen mobil pada umumnya, filter AC harus mendapat perawatan rutin. Filter AC yang kotor dan berdebu dapat menggangu kinerja AC yang bisa berakibat suhu kabin akan sulit dingin, dan lama-lama komponen AC pun bisa rusak. Selain itu tentunya bisa menimbulkan gangguan kesehatan penumpang mobil akibat menghirup udara kotor dan tidak sehat. Jangan lupa untuk selalu merawat dan membersihkan filter AC

Jika kondisi jalan yang dilalui normal-normal saja, penggantian filter kabin AC mobil bisa dilakukan sesuai rekomendasi pabrik yaitu tiap 10.000 km. Tetapi jika yang sering dilewati jalan berdebu, maka filter AC harus diganti yang baru lebih cepat dari waktu biasanya.

7. Baterai (Aki Mobil)

Dewasa ini semua mobil terbaru telah dilengkapi dengan berbagai komponen canggih dan modern, yang semua kinerjanya membutuhkan daya listrik dari baterai atau aki mobil. Apabila aki mobil ini melemah maka komponen kelistrikan tidak dapat bekerja maksimal.

Baterai atau Aki mobil biasanya akan melemah saat masuk tahun kedua atau ketiga penggunaan mobil dalam keadaan normal. Artinya tidak ada tambahan perangkat elektronik dan aksesoris kelistrikan lain.

Melemahnya baterai atau aki mengakibatkan tidak adanya pasokan daya ke sistem kelistrikan mobil. Tanda-tanda baterai atau aki mobil yang melemah dan perlu segera diganti adalah klakson mati atau tidak nyaring, lampu-lampu indikator di dashboard redup atau mati sama sekali, remote sistem alarm mati, dan pada akhirnya mesin tidak dapat dinyalakan sama sekali.

Apabila baterai atau aki mobil sudah melemah atau mati, maka tidak ada cara lain selain mengganti dengan suku cadang yang baru. Agar sistem kelistrikan, sistem entertainment, aksesoris dan mesin kembali bekerja normal.

8. Suku Cadang Lainnya

Jika kendaraan telah mencapai jarak pakai hingga 40.000 km, biasanya akan ada banyak suku cadang (spare part) yang harus rutin diganti. Bahkan mobil pun disarankan untuk melakukan servis besar. Suku cadang yang harus diganti karena telah sampai batas usia pakai antara lain, fan belt, kanvas kopling, cairan radiator, bearing roda, ball joint, oli transmisi, tie rod, evaporator hingga ban.

Pemilik mobil harus hafal kapan harus mengganti suku cadang yang rutin dan kapan harus servis berkala. Usia pakai suku cadang (spare part) bisa dihitung berdasarkan waktu pemakaian, bulan dan tahun pemakaian, serta berdasarkan jarak tempuh pemakaian mobil.

Ingat, gunakan selalu suku cadang yang berkualitas atau yang direkomendasikan pabrikan. Suku cadang berkualitas sudah terbukti presisi dan lebih awet, sehingga aman dan tidak merugikan bagi mobil kesayangan Anda.

Jika waktu Anda sangat terbatas untuk menunggu giliran servis di bengkel mobil resmi, lakukan pemesanan booking service yang mudah di bengkel mobil “Zaini Auto Motor” untuk menghemat waktu Anda. Yang lebih mudah lagi, anda bisa juga menggunakan layanan kunjungan servis ke kantor atau rumah Anda. Jadi Anda cukup mengerjakan aktivitas rutin Anda, sambil menunggu progres pengerjaan servis mobil anda.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi