Tag: Mobil Matic

Solusi Jitu Mobil Transmisi Matic Mogok

Trik Aman Parkir Mobil Matic Dan Mengemudi di Jalan Menurun

Pengguna mobil bertransmisi otomatis atau matic saat ini terus meningkat, bahkan semakin menjamur berkeliaraan di ruas-ruas jalan perkotaan. Salah satu yang menjadi alasan banyak orang mulai melirik mobil jenis matic adalah kemudahan dalam mengoperasikan dan mengendarainya. Buktinya penjualan mobil jenis matic terus tumbuh pesat dibandingkan mobil bertransmisi manual, khususnya di kota-kota besar di Indonesia.

Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor Bengkel Zaini Auto Motor mengatakan, “Meskipun mengendarai mobil bertransmisi otomatis atau matic tergolong lebih mudah dibandingkan dengan mobil bertansmisi manual, pengoprasiannya tetap membutuhkan penyesuaian. Terutama bagi yang biasa menggunakan mobil bertransmisi manual ataupun para pengemudi pemula.”

Selain itu belum banyak yang tahu bagaimana mengemudikan mobil bertransmisi otomatis yang baik dan benar. Maka ada baiknya jika pemilik mobil matic mengetahui poin–poin penting terkait tips untuk mengoptimalkan pengoperasian mobil matic.

1. Saat Kondisi Jalan Menurun

Para pemilik mobil matic perlu memahami cara mengemudikan mobil matic ketika sedang berkendara dan melintasi jalan menurun. Pada kondisi jalan menurun pada umumnya mobil akan meluncur dengan cepat. Maka untuk mengurangi kecepatan laju mobil agar tidak kehilangan kendali, diperlukan cara antisipasi yang benar yaitu dengan memindahkan tuas perseneling dari posisi D (drive) ke posisi 3 atau 2, atau bisa juga mematikan fitur Overdrive (O/D) dengan menekan tombol pada bagian tuas transmisi.

“Apabila kondisi kemiringan jalan semakin curam dan menurun, sebaiknya segera pindahkan tuas transmisi ke posisi L (low), supaya putaran mesin mendapatkan efek engine break (pengereman) dengan bantuan tenaga mesin, sembari injak pedal rem secara perlahan. Selain itu, saat fitur Overdrive (O/D) dalam posisi off, maka posisi gigi kecepatan transmisi akan turun ke tingkat yang lebih rendah. Hal ini juga dapat mengoptimalkan efek engine break mesin,” terang Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di Bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

2. Parkir Mobil Matic Yang Benar

Bagi pengemudi pemula atau pengemudi yang biasa menggunakan mobil bertransmisi manual, biasanya sering kebingungan ketika hendak parkir mobil matic. Saat akan memarkir mobil matic, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan harus selalu diingat, yakni harus selalu siap untuk menginjak pedal rem saat memarkirkan mobil. Dengan begitu, roda mobil benar-benar akan berhenti dan mencegah mobil akan berjalan sendiri yang bisa berakibat menyundul mobil di depan atau belakangnya.

Setiap parkir mobil matic, transmisi wajib diletakkan pada posisi P (parking), karena dengan posisi tuas transmisi matic berada di ‘P’ (parking) akan lebih menjamin mobil tidak akan bergerak saat ditinggal. Hal ini lantaran sistem penggerak roda terkunci dengan sempurna. Di dalam transmisi matic ada mekanisme lock pawl, di mana komponen roda gigi transmisi akan masuk ke dalam shaft seperti memasukkan gigi di transmisi manual. Dan lock pawl akan mengunci poros output transmisi sehingga mencegah pergerakan mobil. Artinya, tanpa perlu menarik handle rem tangan (handbrake) pun mobil bertransmisi matic yang diparkir tidak akan bisa maju dan mundur sendiri.

“Tidak sama seperti mobil transmisi manual yang ketika parkir harus diposisi Netral. Untuk mobil bertransmisi matic hindari memarkir mobil pada posisi N (neutral). Pastikan saat parkir posisi tuas transmisi berada di posisi P (Parking) dan didukung dengan handbrake (rem tangan). Selain itu, menginjak pedal rem juga akan mempermudah proses perpindahahan gigi transmisi dari posisi sebelumnya ke posisi “P” (Parking). Selama dalam proses melakukan parkir mobil matic, pedal rem harus dalam posisi ditekan. Agar kondisi mobil tetap stabil dan mencegah melompat akibat tekanan pedal gas yang terlalu dalam.” jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Pastikan posisi tuas transmisi berada di posisi P (Park) saat akan melepas kunci kontak. Pada beberapa mobil bertransmisi otomatis, kunci kontak tidak bisa dilepas saat tuas transmisi belum berada diposisi P (Park). Hal ini disebabkan ada mekanisme yang menghubungkan posisi tuas transmisi dengan mekanisme di dalam kunci kontak. Hal ini bertujuan sebagai pengingat kepada pengemudi agar saat keluar dari mobil, tuas transmisi sudah di posisi P (Parking), sehingga mobil tidak berjalan sendiri.

Selain itu, manfaatkan creep forward effect (Creep Phenomenon) saat mengatur posisi parkir mobil di medan yang datar. Saat mesin mobil hidup dan posisi transmisi di posisi selain ‘P’ (parking) atau ‘N’ (Neutral), pengemudi biasanya akan merasakan kendaraan perlahan bergerak maju tanpa perlu menekan pedal gas. Untuk menghentikan Creep forward effect ini maka pengemudi perlu menggerakkan rem tangan atau pedal rem, agar mobil benar-benar berhenti. Kondisi creep forward effect akan membuat pengemudi lebih mudah saat mengatur posisi mobil saat parkir.

“Dengan memanfaatkan creep forward effect, maka konsentrasi dan fokus pengemudi hanya pada area parkir serta pedal rem untuk menghentikan mobil. Creep forward effect juga memberikan rasa aman khususnya bagi pemula, karena kemungkinan mobil tiba-tiba melompat akibat tekanan pada pedal gas yang terlalu dalam bisa dihindari. Jangan panik ketika kunci kontak tidak bisa dilepas. Pada beberapa mobil matic, kunci kontak baru bisa dilepas saat tuas ada di posisi “P” (parking). Sistem ini diberlakukan agar mobil tidak bergerak ketika pengemudi keluar dari mobil.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Tombol Shiftlock Mobil Matic
Tombol Shiftlock Mobil Matic

3. Parkir Paralel Mobil Matic Yang Benar

Masih banyak yang bingung ketika hendak memarkir mobil matic secara paralel atau sejajar. Parkir secara paralel mensyaratkan mobil harus dapat didorong maju atau mundur. Tentunya hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan menarik rem tangan dan memposisikan tuas transmisi pada posisi P (parking).

Saat parkir mobil secara paralel, memposisikan gigi transmisi pada posisi N bisa menyebabkan pintu mobil tidak akan terkunci. Untuk beberapa mobil matic, kadang malah kunci mobil tidak bisa dicabut. Tetapi ketika tuas transmisi diposisi P (parking) maka akan menyebabkan roda mobil terkunci. Sehingga berpotensi menghalangi mobil lain.

Lantas bagaimana cara parkir paralel yang benar agar mobil tetap bisa didorong? Pengemudi diwajibkan menetralkan transmisi matic dengan cara menekan tombol shiftlock. Pada sebagian mobil fitur shiftlock tidak berupa tombol, tetapi berupa lubang kunci kontak. Baik tombol shiftlock atau lubang shiftlock, biasanya terletak di sekitar area tuas transmisi.

Setelah mobil terparkir secara paralel, ada beberapa cara yang harus dilakukan agar mobil dapat bergerak ketika didorong maju atau mundur, yaitu:

  • Pertama, matikan mesin dan cabut kunci kontak, lalu tekan tombol shiftlock, disertai dengan memindahkan tuas transmisi matic dari posisi P (parking) ke posisi N (neutral) dan pastikan handbrake (rem tangan) tidak aktif.
  • Kedua, bila mobil anda tidak ada tombol shiftlock, namun terdapat lubang shiftlock, maka Anda tinggal memasukkan kunci kontak ke lubang shiftlock. Langkah selanjutnya pindahkan tuas transmisi matic dari posisi P (parking) ke posisi N (neutral).
  • Ketiga, apabila mobil matic Anda tidak memiliki tombol shiftlock atau lubang shiftlock, maka Anda tinggal menginjak pedal rem kemudian secara bersamaan pindahkan tuas transmisi dari posisi P (parking) ke posisi N (neutral) dan pastikan handbrake (rem tangan) tidak aktif.

Pengemudi bertanggung jawab dan harus memastikan posisi mobilnya aman dari potensi membahayakan. Hal ini dapat dilakukan dengan tidak memaksakan diri parkir paralel di area dengan permukaan miring. Jika tidak menemukan lokasi yang ideal, maka harus rela untuk mencari tempat parkir yang lebih aman lainnya.

Bagaimana, bagi Anda yang terbiasa dengan mobil bertransmisi manual, apakah tertarik untuk memiliki mobil matic? Setelah mempelajari cara mengemudi mobil matic, kelihatannya tidak susah mengemudikannya, kan? Mobil yang semakin canggih dan modern teknologinya, tentunya semakin mudah mengendarainya dan semakin tinggi tingkat keamanannya bagi pengendara.

Namun perlu diingat, kenyamanan dan keselamatan berkendara tergantung dari cara dan perilaku pengemudi selama berkendara. Maka dari itu, setiap pengemudi wajib selalu waspada dan fokus pada area sekitar mengemudi, agar meminimalisir terjadinya kecelakaan. Dan yang tidak kalah penting, selalu lakukan perawatan atau servis berkala mobil kesayangan Anda di bengkel mobil terdekat. Agar kondisi mobil Anda selalu prima dan fungsi fitur keselamatan mobil tetap terjaga dengan baik.

Solusi Jitu Mobil Transmisi Matic Mogok

Ingin Mobil Matic Anda Awet? Begini Pemakaian Yang Benar

Pengguna mobil dengan transmisi otomatis sekarang ini semakin meningkat. Hal ini salah satunya didasari oleh kondisi lalu lintas di kota besar, seperti Jakarta, Surabaya dan kota lainnya yang setiap hari selalu dipenuhi dengan kepadatan kendaraan yang sangat luar biasa.

Ada berbagai alasan masyarakat memilih mobil dengan transmisi matic. Karena dengan menggunakan mobil bertransmisi otomatis, pengemudi akan lebih mendapatkan kemudahan dan keefektifan dalam berkendara ketika di kemacetan lalu lintas, dibandingkan menggunakan mobil bertransmisi manual.

Namun begitu, tak banyak yang tahu bagaimana menggunakan transmisi yang baik dan benar. Maka pemilik mobil matik perlu tahu cara pakai transmisi otomatis yang benar. Berikut ini ulasan beberapa tips untuk mengoptimalkan mobil bertransmisi otomatis secara benar :

1. Saat Lalu Lintas Macet atau Berhenti di Traffic Light

Salah satu yang kerap dilakukan para pengemudi mobil bertransmisi otomatis adalah menempatkan tuas transmisi ke posisi D (Drive) saat mobil terkena macet. Ternyata cara tersebut kurang tepat, karena memposisikan tuas transmisi matic D saat macet akan membuat transmisi lebih cepat bermasalah dan memperpendek usia transmisi matic.

“Ketika kondisi jalan macet jangan membiarkan posisi tuas transmisi tetap di posisi D (Drive) dengan disertai menginjak pedal rem, karena transmisi akan tetap bekerja dan oli pelumas akan terus tersirkulasi. Serta jika juga disertai dengan terus menginjak rem, hal tersebut akan membuat kanvas rem terus menerus bekerja, sehingga usia pakainya menjadi lebih pendek. Jika mobil hanya berhenti sebentar antara 10-15 detik tetapi tidak terus – menerus stop and go, tidak perlu menggeser tuas dari posisi D (Drive) ke N (Netral) cukup menginjak pedal rem saja,” ungkap Tri Ary Yanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Oleh karena, setiap mengendarai mobil matic saat kondisi lalu lintas macet atau ketika berhenti menunggu lampu merah sebaiknya tuas transmisi selalu ditempatkan pada posisi N (Netral). Jika sudah diposisi netral maka tergantung kondisi jalan, kalau mobil berhenti di jalan yang landai tidak perlu menginjak pedal rem. Tetapi akan lebih aman jika menggunakan rem tangan saat berhenti terlalu lama.

2. Saat Macet, Tuas Transmisi Diperbolehkan Pada Posisi P (Parking)

Lantas ada pertanyaan lain yang menyatakan bagaimana jika saat lalu – lintas macet tuas transmisi ditempatkan pada posisi P (parking)?

Menurut Tri Ary Yanto, “hal tersebut diperbolehkan tetapi kondisi mobil harus benar-benar berhenti. Jangan sampai saat kondisi mobil bergerak tuas transmisi langsung dipindah ke posisi P (Parking). Karena langkah tersebut bisa menyebabkan beberapa crash pada komponen gear transmisi, yang tentunya bisa mengakibatkan masalah sehingga mengurangi umur transmisi itu sendiri. Jadi tuas transmisi diperbolehkan pada posisi P asalkan mobil telah berhenti. Ketika mobil telah benar-benar berhenti barulah kemudian dipindah ke posisi P, ditambah dengan rem tangan akan lebih aman lagi,” tutupnya.

3. Manfaatkan Fitur O/D (Overdrive)

Selain itu, saat mobil melintas dan terjebak macet di jalan yang miring (tanjakan) atau turunan, masih banyak pengendara yang belum dapat mengoptimalkan tenaga dari mobil bertransmisi otomatis. Overdrive (O/D) merupakan fitur yang biasa disematkan pada mobil berjenis transmisi otomatis, khususnya mobil pabrikan asal Jepang. Fitur O/D (Over drive) sebaiknya dimanfaatkan ketika mesin membutuhkan putaran dan tenaga yang lebih tinggi, khususnya pada saat mobil menanjak dan ketika berakselerasi mendahului mobil lainnya.

Pengoperasian Overdrive (O/D) memiliki cara berbeda di setiap kendaraan. Tombol fitur O/D (overdrive) biasanya berada di sekitar tuas transmisi. misalnya, pada mobil merk Toyota, fitur overdrive (O/D) biasanya dihadirkan melalui tombol pada bagian bawah pengunci perseneling (Shift lock). Untuk mengaktifkannya, hanya menekan tombol tersebut lalu mesin menyesuaikan hingga putaran tinggi.

Sebenernya fungsi Overdrive (O/D) sangat mirip kerjanya dengan posisi Gigi 5 pada transmisi manual, yang membuat putaran pada transmisi lebih cepat daripada putaran pada mesin. Dengan mengaktifkan fitur overdrive transmisi, maka mobil anda tentunya akan melaju dengan menggunakan gigi kecapatan tertinggi. Saat overdrive aktif maka transmisi akan memindah gigi bila telah mencapai kecepatan tertentu, biasanya pada kecepatan antara 50­ – 60 km/jam, tergantung juga pada berat muatan yang diangkut mobil tersebut.

Ketika melaju dengan kecepatan konstan di jalan Tol bebas hambatan, maka sebaiknya Anda mengaktifkan tombol O/D (overdrive) ini. Dengan mengaktifkan tombol Overdrive (O/D) memungkinkan penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien saat melaju dengan kecepatan konstan. Hal itu karena putaran mesin menjadi lebih rendah dari putaran output transmisi pada gigi kecepatan tinggi.

Dalam kondisi normal ketika mesin dihidupkan, maka fitur Overdrive (O/D) secara ‘default’ dalam keadaan aktif. Namun, ketika Anda menginginkan mobil lebih bertenaga pada saat melalui jalan menanjak, membutuhkan engine brake di jalanan menurun, dan saat mobil Anda ingin mendahului kendaran di depan secara cepat, maka fitur O/D (overdrive) sementara bisa dinonaktifkan. Untuk mengetahui apakah fitur O/D (overdrive) sedang aktif atau tida, pada umumnya terdapat lampu indikator di dashboard mobil yang menunjukkan ”O/D Off atau O/D On“.

4. Atur Tuas Transmisi di Posisi Rendah

Transmisi otomatis tentunya juga memiliki beberapa posisi kecepatan yang dapat diatur berdasarkan kebutuhan berkendara saat melintasi berbagai medan jalan. Kondisi permukaan jalan yang sering kali tidak dapat diprediksi oleh pengemudi, mengharuskan mobil bertransmisi otomatis juga dilengkapi dengan pilihan kecepatan terendah atau dikenal posisi 1 atau L (low).

Pada posisi kecepatan 1 atau L (low), maka kecepatan putaran transmisi diatur untuk menghasilkan torsi / tenaga yang lebih maksimal sesuai kebutuhan mobil saat melintasi jalan tertentu. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pastikan tidak dalam kecepatan tinggi ketika melakukan perpindahan ke gigi rendah, karena putaran mesin terlalu tinggi saat perpindahan gigi dapat menyebabkan kerusakan komponen di dalam gearbox.

Untuk kondisi jalan yang menurun, posisi 1 atau L (low) ini akan membantu pengereman putaran mesin melalui engine brake. “Mobil bertansmisi matic cenderung tanpa engine brake, untuk memberikan efek engine brake Anda bisa menggunakan gigi kecepatan yang rendah. Jadi ketika melewati jalan menurun dengan posisi tuas transmisi 1 atau L (low) tidak akan menyebabkan masalah pada transmisi, selama selalu dibantu dengan pengereman,” ujar Tri Ari Yanto di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Sementara untuk kondisi jalan yang menanjak atau landai, sebaiknya pengemudi memindahkan tuas transmisi pada posisi kecepatan 2 atau S (Second). Karena pada posisi ini, transmisi matic dapat menghasilkan kombinasi yang tepat antara kecepatan dan torsi mobil untuk melakukan penanjakkan.

Itulah beberapa tips dan ulasan untuk mengoptimalkan mobil matic secara benar agar transmisi otomatis terhindar dari kesalahan pemakaian sehingga memperpendek usia pakai transmisi itu sendiri.

Jika mobil matic Anda mengalami masalah atau gangguan di tengah perjalanan, hindari mendorong mobil terlalu jauh dan cukup pinggirkan di bahu jalan yang aman. Langkah selanjutnya hubungi bengkel mobil terdekat misalnya bengkel mobil toyota terdekat, bengkel mobil honda terdekat, dan bengkel mobil profesional terdekat. Atau Anda bisa juga menggunakan jasa bengkel mobil panggilan terdekat. Perlu diketahui “Bengkel mobil Pro” adalah salah satu aplikasi smartphone yang sangat membantu ketika mobil Anda mengalami masalah di jalan. Aplikasi “Bengkel mobil Pro” ini memudahkan kita memperoleh jasa perbaikan dan perawatan secara cepat dan mudah saat mobil kita mengalami masalah dimanapun tempatnya.

Solusi Jitu Mobil Transmisi Matic Mogok

Mobil Matic Anda Mogok? Jangan Di Dorong Sembarangan, Begini Aturannya!

Dewasa ini mobil dengan transmisi matic lebih populer dibandingkan mobil bertransmisi manual, selain itu juga lebih banyak dijumpai di dealer resmi ATPM. Tidak hanya kaum hawa yang menyukai mobil bertransmisi otomatis (automatic transmission), para lelaki pun kini banyak juga yang menyukai mobil dengan transmisi matic ini.

Berbagai alasan mengapa mobil bertransmisi matic sekarang ini trennya lebih disukai, salah satunya adalah kemudahan dan kenyamanannya. Selain itu bagi pemula, mengemudikan mobil bertansmisi manual lebih merepotkan, karena harus bisa mengimbangi injakan kopling dan gas agar mesin tidak mudah mati saat berhenti atau hendak jalan lagi. Jika diterapkan pada kondisi lalu lintas macet yang mengharuskan mobil stop and go, tentu sangat merepotkan.

“Pengguna kendaraan sekarang makin banyak, sehingga kemacetan di jalan tidak dapat dihindari lagi. Menyetir mobil saat lalu lintas macet itu efeknya sampai di rumah badan selalu pegal-pegal dan minta di pijat. Apalagi mengalami kemacetan tiap hari, jadi zaman sekarang mengemudi mobil harus nyaman, simpel dan mudah digunakan. Maka mobil dengan transmisi otomatis adalah solusinya,” jelas Tri Ari Yanto saat ditemui di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Kerusakan mobil sudah pasti menjadi hal yang tidak diinginkan oleh setiap pemilik mobil. Terlebihnya lagi jika mobil yang sedang dikendarainya sampai bisa mogok, tentunya akan merepotkan bagi pengendara mobil. Meskipun mobil bertransmisi otomatis sekarang menjadi favorit, namun dikalangan masyarakat ternyata banyak beredar kabar yang menyebutkan jika mobil bertransmisi otomatis yang tanpa pedal kopling tersebut, akan menyulitkan ketika didorong jika mobil tiba-tiba mogok atau mesin mati.

Menanggapi hal tersebut Tri Ari Yanto selaku General Service Advisor Bengkel Zaini Auto Motor mengatakan, “jika mobil bertransmisi otomatis terjadi mesin mati atau mogok, maka keputusan untuk mendorong atau tidak itu tergantung kondisi. Untuk itu Anda perlu berhati-hati karena mobil bertransmisi otomatis tidak boleh sembarangan didorong. Ada aturan dan cara mendorong mobil bertransmisi matik yang baik dan benar.”

Salah satu alasan masyarakat malas menggunakan mobil bertransmisi otomatis, selain susah ketika mobil mogok di jalan, ada juga aturan yang khusus untuk mendorong mobil matic, yang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Hal ini yang menjadikan beberapa pengguna mobil matic kapok dan akhirnya lebih memilih mobil dengan transmisi manual.

Saat mobil bertransmisi otomatis mogok, tata cara mendorongnya tidak sama dengan mobil yang bertransmisi manual karena pada dasarnya mendorong mobil dengan transmisi otomatis itu perlu aturan khusus dan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Beberapa aturan tersebut antara lain adalah:

1. Jarak Cukup Dekat

Hanya diperbolehkan untuk didorong dengan jarak cukup dekat atau dipindahkan ke bahu jalan. Hal ini berguna untuk mencegah kerusakan pada gearbox transmisi matic karena tidak adanya pelumasan saat penggerak roda berputar terlalu lama ketika didorong atau ditarik dengan mobil lain.

“Jika memang mendorongnya berjarak cukup dekat atau hanya sekedar memindahkan mobil ke bahu jalan tentu diperbolehkan, cukup menggunakan transmisi pada posisi N (Netral) saat mendorong atau memindahkannya. Tetapi berbeda hal jika hendak didorong atau ditarik menggunakan mobil lainnya dengan jarak yang cukup jauh, atau jika menggunakan towing maka usahakan ban yang berfungsi sebagai penggerak jangan sampai ikut berputar.” sambung Tri Ari Yanto di sela-sela keramaian Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

2. Atur Posisi Netral Transmisi Matic

Mendorong atau memindahkan mobil bertransmisi otomatis hanya diperbolehkan saat transmisi diposisi N (netral). Ketika posisi tuas transmisi tidak netral akan menyebabkan gesekan yang sangat besar pada gear transmisi dan bisa menyebabkan kerusakan pada gear penggerak transmisi matic mobil tersebut.

3. Beritahukan Ke Bengkel Jika Mobil Pernah Di Dorong

Ketika mobil matic Anda telah didorong, maka segera laporkan hal tersebut kepada bengkel mobil yang akan menangani mobil anda agar mobil tersebut segera mendapat perawatan dan perbaikan yang tepat. Beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika menderek atau mendorong mobil matic, antara lain:

  • Diperbolehkan mendorong mobil untuk jarak kurang dari 500 meter.
  • Diperbolehkan menderek mobil matic untuk jarak kurang dari 15 kilometer.
  • Saat mendorong atau menderek mobil, pastikan tuas transmisi selalu pada posisi netral (N).

Mendorong mobil matic yang mengalami masalah atau mogok tidak disarankan dalam jarak terlalu jauh, karena dapat menimbulkan resiko kerusakan pada komponen transmisi mobil matic, misalnya gear planet (Planetary Gear) dan kopling hidrolis (automatic hydraulic clutch / Converter Torque). Kedua komponen transmisi otomatis tersebut dapat mengalami keausan, karena ketika mobil matic didorong atau diderek maka roda yang menyentuh tanah akan terus berputar.

Saat roda berputar, dikarenakan roda penggerak terhubung langsung dengan transmisi, maka secara otomatis komponen transmisi pun ikut berputar. Tetapi komponen transmisi yang berputar tersebut tidak akan mendapat pelumasan yang cukup, karena pompa oli hidrolik (hydraulic oil pump) baru akan bekerja menyemburkan oli ke dalam transmisi ketika mesin mobil dalam keadaan hidup. Komponen gear yang berupa logam akan saling beradu tanpa adanya pelumasan oli yang baik akan menyebabkan terjadinya keausan, kerusakan, dan gigi gear patah.

Namun tentunya mendorong mobil matic tidak sepenuhnya dilarang. Mobil matic yang mengalami mogok pada posisi yang kurang tepat, biasanya dipindahkan dengan cara didorong ke bahu jalan terdekat. Jika mobil matic terpaksa harus dipindahkan dengan jarak cukup jauh, sebaiknya menggunakan derek gendong (towing).

“Jika mobil matic yang mogok harus diderek jarak jauh, sebaiknya roda penggerak yang terhubung ke transmisi otomatis tidak boleh menyentuh tanah, atau akan lebih baik lagi mengunakan jasa mobil derek towing (derek gendong),” pungkas Tri Ari Yanto.

Untuk opsi penggunakan mobil derek biasa yang bukan towing, perhatikan posisi roda penggerak mobil Anda dan pilihlah roda yang bukan berperan sebagai penggeraknya. Untuk mobil matic yang berpenggerak roda depan, maka yang harus diangkat dan tidak boleh berputar menyentuh tanah adalah roda depan. Bila ketika mogok kebetulan mobil matic Anda berpenggerak roda belakang, maka yang harus diangkat adalah bagian roda belakangnya.

Untuk mobil matic jenis sedan keluaran pabrikan Jepang, pada umumnya menggunakan penggerak roda depan. Namun, untuk mobil yang memiliki gardan (Differential), seperti mobil jenis MPV (Multi Purpose Vehicle), SUV (Sport Utility Vehicle), biasanya menggunakan penggerak roda belakang.

“Jika mobil penggerak roda depan, maka yang diangkat adalah bagian depannya. Jadi yang nempel ke tanah adalah roda belakang, bukan roda depan yang terhubung dengan transmisi matic. Begitu juga untuk mobil penggerak roda belakang yang memiliki gardan (differential), maka yang diangkat adalah bagian roda belakang. Tetapi lebih aman sebaiknya menggunakan mobil derek gendong (towing). Memang jasa derek towing lebih mahal, namun akan lebih beresiko dan berbiaya lebih mahal yang menguras isi kantong jika transmisi matic mobil Anda mengalami kerusakan dengan derek yang tidak tepat,” Ujar Tri Ari Yanto di Bengkel Zaini Auto Motor.

Selain solusi diatas, ketika mobil matic Anda mengalami masalah kerusakan atau mogok di jalan, segeralah menghubungi bengkel mobil terdekat atau bengkel mobil panggilan terdekat. Hal ini tentu lebih mudah dan tidak merepotkan. Bengkel mobil Zaini Auto Motor memiliki layanan berupa bengkel panggilan online, jadi ketika mobil matic anda bermasalah dimanapun tempatnya maka anda bisa dengan mudah menghubungi Bengkel mobil Zaini Auto Motor. Jika Anda sudah menginstal aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda, maka anda tidak perlu panik dan khawatir lagi ketika mengalami masalah kerusakan mobil. Mekanik profesional akan mendatangi Anda dimanapun anda membutuhkannya.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi