Tag: Minyak Rem

Penyebab Rem Tidak Pakem pada mobil Avanza

Minyak Rem Tidak Bocor Tetapi Rem Tidak Pakem, Ini Penyebabnya

Para pengemudi mobil seringkali menjumpai kinerja sistem rem yang tidak maksimal alias rem tidak pakem. Terutama saat mengendarai mobilnya di medan yang menanjak dan menurun. Biasanya pengemudi kerap menjumpai pedal rem ketika diinjak lama kelamaan dirasakan rem tidak pakem.

Namun, setelah menghentikan mobil dan melakukan pemeriksaan pada tabung resevoir (penampung) minyak rem, tidak terlihat minyak rem berkurang yang disebabkan adanya kebocoran. Lantas mengapa rem tidak pakem padahal tidak terjadi kebocoran pada tabung minyak rem?

Kualitas Minyak Rem Menurun

Seperti yang telah diketahui bersama, pada saat pengemudi melakukan pengereman akan terjadi gesekan antara kampas rem dengan tromol rem atau piringan cakram. Gesekan pada komponen rem tersebut akan mengakibatkan panas, apalagi ketika pengereman dilakukan untuk menghentikan mobil yang melaju pada kecepatan tinggi.

Sebagian panas yang terjadi pada komponen rem akan didinginkan oleh udara. Dan sebagian panas lainnya akan terserap oleh komponen-komponen sistem pengereman, salah satunya adalah minyak rem (brake fluid). Minyak rem memiliki fungsi sebagai media penerus tekanan dari pedal rem menuju ke piston-piston pada master cylinder setiap roda. Minyak rem (brake fluid) inilah yang memenuhi dan mengisi seluruh saluran pipa dan selang-selang rem.

Sama seperti cairan lainnya, brake fluid (minyak rem) tentu memiliki titik didih (boiling point) pada temperatur tertentu. Titik didih minyak rem bisa menurun jika kualitasnya juga menurun yang disebabkan adanya kandungan air di dalam minyak rem. Akibatnya minyak rem akan lebih mudah mendidih saat sistem pengereman bekerja.

Minyak Rem (Break Fluid) yang baik

Agus Zainal selaku mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor, menjelaskan “Ciri-ciri kualitas minyak rem yang sudah mulai menurun biasanya dirasakan munculnya gejala pedal rem terasa keras dan tidak lembut pada rem saat digunakan. Hal ini terjadi karena banyaknya kandungan air di dalam minyak rem. Air yang tercampur di dalam minyak tersebut bisa ikut mendidih saat minyak bekerja dan mendapat panas dari kaliper. Apabila minyak rem mencapai titik didihnya, maka akan terbentuk gelembung-gelembung udara akibat penguapan di dalam saluran minyak rem. Akibatnya tekanan dari pedal rem tidak akan diteruskan secara maksimal oleh minyak rem ke piston-piston pada master cylinder di setiap roda. Sehingga membuat rem terasa keras, bahkan jika air yang menguap dan jadi gelembung terlalu banyak, bisa menyebabkan rem kurang pakem. Dan yang paling fatal adalah bahkan bisa terjadi rem blong.”

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, minyak rem wajib diganti secara berkala sesuai petunjuk pada buku perawatan berkala. Pada umumnya penggantian minyak rem setelah mobil menempuh jarak 20.000 – 40.000 kilometer atau maksimal 2 tahun sekali.

Untuk lebih jelasnya perlu Anda tanyakan langsung pada mekanik di bengkel resmi atau bengkel mobil profesional terdekat, mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengganti minyak rem. Akan lebih baik jika minyak rem diganti sebelum rekomendasi batas maksimal usia pakainya, untuk menjaga performa sistem pengereman pada mobil Anda tetap prima.

Minyak Rem Berkurang, Bukan Berarti Ada Kebocoran

Tidak perlu panik atau bingung jika mendapati kondisi volume minyak rem yang terdapat di tabung resevoir master rem berkurang. Pertama lakukan periksaan terlebih dahulu pada master rem (cylinder master) yang terdapat di masing-masing roda. Apabila tidak ada kebocoran maka dapat dipastikan berkurangnya minyak rem karena kampas rem mobil yang sudah menipis atau habis.

Pada umumnya berkurangnya minyak rem yang terdapat di tabung resevoir karena menyesuaikan ketebalan kampas rem yang menjepit cakram. Hal ini terutama terjadi pada mobil yang telah menggunakan rem cakram (disk brake) pada keempat rodanya. Namun, untuk mobil yang masih menggunakan sistem rem tromol pada roda belakangnya, perlu cara lain untuk memastikan volume minyak rem.

“Menarik tuas rem tangan merupakan salah satu cara untuk memeriksa apakah berkurangnya minyak rem diakibatkan oleh kampas rem yang telah menipis. Pastikan jumlah klik pada rem tangan saat ditarik tidak lebih dari 7 kali. Apabila posisi tarikan tuas rem tangan sudah terlalu tinggi atau jumlah kliknya lebih dari 7 kali, menandakan kampas rem pada tromol roda belakang mobil sudah menipis. Maka segera kunjungi bengkel mobil terdekat untuk dilakukan pemeriksaan, penyetelan atau penggantian kampas rem. Dengan melakukan penggantian kampas rem dengan yang baru, maka ketinggian minyak rem biasanya akan kembali seperti semula.” ujar Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor beberapa waktu lalu.

Penggantian Kampas Rem Mobil Tidak Pakem

Segera ganti kampas rem untuk mencegah kerusakan piringan cakram (disc brake) yang bisa terjadi akibat terjadi gesekan antar logam komponen rem saat rem bekerja. Perhatikan pula saat melakukan pemeriksaan dan perbaikan sistem rem mobil, pastikan selalu untuk memeriksa kondisi minyak rem. Baik itu kualitas minyak rem maupun ketinggian minyak rem pada tabung resevoir rem. Jika melakukan penambahan atau penggantian minyak rem, usahakan selalu menggunakan minyak rem yang direkomendasikan pabrikan.

Jadi, intinya adalah selalu perhatikan komponen-komponen yang ada pada mobil Anda, terutama sistem pengereman. Usahakan rawat mobil kesayangan Anda tepat waktu, agar kondisinya tetap prima dan siap mengantarkan Anda kemanapun tujuannya.

Bila terdapat masalah pada mobil Anda, jangan menunda-nunda untuk melakukan perawatan berkala dan perbaikan secepatnya. Bengkel Mobil Zaini Auto Motor memiliki 100 item lebih layanan servis, perawatan dan perbaikan mobil sesuai SOP service bengkel resmi. Bengkel Zaini Auto Motor telah berpengalaman menangani ribuan mobil pelanggan dengan kualitas layanan terbaik, cepat dan berbiaya servis lebih murah dari bengkel resmi. Selain itu juga didukung oleh mekanik profesional, peralatan terbaru dan layanan after service. Kami tunggu kedatangan mobil Anda di bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Service Rem Mobil di Bengkel Mobil

Rem Mobil Kurang Pakem, Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Semua bagian dari kendaraan mempunyai fungsi masing-masing. Sistem Rem pada kendaraan adalah salah satu bagian yang sangat vital. Karena memiliki fungsi yang melibatkan faktor keamanan selama mobil dikendarai. Seperti kita ketahui bersama, rem mobil berfungsi untuk mengendalikan kecepatan kendaraan dan menunjang faktor keamanan untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan lain. Sehingga tanpa sistem rem, nyawa pengemudi dan penumpang menjadi taruhannya.

Rajin dalam melakukan perawatan pada bagian kendaraan, sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara mobil. Seperti layaknya komponen lain pada kendaraan, maka komponen pengereman sebagai bagian yang sangat vital sudah selayaknya mendapat perawatan secara maksimal. Sangat tidak disarankan untuk mengendarai mobil yang sistem remnya mengalami masalah atau memerlukan penanganan secara serius.

“Penyebab utama dari tidak maksimalnya kinerja sistem rem mobil pada umumnya adalah kurangnya perawatan. Jika kondisi rem mobil sudah tidak pakem, maka perlu diwaspadai karena bisa membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpangnya. Jangan sampai karena kemalesan pemilik mobil dalam memeriksa komponen rem, malah menimbulkan korban jiwa yang tentunya tidak diharapkan.” ujar Agus Tri Ari Yanto di Bengkel Zaini Auto Motor.

Ada banyak penyebab rem mobil tidak pakem yang perlu diketahui setiap pengemudi mobil. Pada umumnya rem mobil tidak pakem disebabkan adanya penurunan kinerja dari beberapa komponen sistem pengereman. Sebagaimana diketahui, sistem pengereman mobil terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan, sehingga mampu memberikan pengereman yang pakem dan handal. Jadi jika salah satu komponen kinerjanya berkurang maka untuk pengeremannya pun tidak optimal.

Berikut ini merupakan penyebab mengapa rem mobil kurang pakem dan cara mengatasinya:

Minyak Rem (Brake Fluid)

Apabila pengemudi menginjak pedal rem, tetapi kendaraan masih tetap dalam keadaan berjalan, maka perlu memeriksa kondisi minyak rem. Minyak rem yang telah terkontaminasi kotoran dapat menyebabkan pipa saluran minyak, selang fleksibel dan nipple menjadi tersumbat. Sehingga minyak rem tidak mampu mengalir dengan sempurna menuju master silinder di roda.

Minyak Rem (Break Fluid) yang baik
Penggantian Minyak Rem Mobil Tiap 20.000 km

Selain itu, pada umumnya di dalam minyak rem akan terdapat kandungan air sekitar 2-3 persen dalam jangka waktu 2 tahun. Lama kelamaan akan semakin banyak air yang terkandung di dalam minyak rem. Hal ini dapat menyebabkan titik didih (boiling point) minyak rem akan menurun. Sehingga bila minyak rem tidak diganti akan menurunkan performa dari sistem pengereman mobil.

“Memang secara kasat mata tidak terlihat, orang awam pasti mengira kondisi minyak rem masih bersih. Padahal tanpa disadari sudah terkontaminasi air. Hal ini dikarenakan minyak rem mempunyai sifat menyerap uap air dari kelembaban udara disekitar sistem pengereman mobil. Kandungan air yang terlalu banyak dapat menyebabkan menurunnya boiling point minyak rem. Titik didih yang rendah bisa menyebabkan rem kurang pakem, karena cairan minyak rem bisa mendidih saat rem bekerja.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Gesekan antara kampas rem dan piringan (disc brake), tentu akan menimbulkan efek panas yang bisa mencapai sekitar 200 derajat celcius. Panas ini yang akan ditransfer ke piston kaliper dan diteruskan ke minyak rem. Ketika minyak rem sudah terkontaminasi air, maka saat minyak bekerja menekan piston, otomatis akan terjadi penguapan di dalam minyak rem.

Tentu hal ini tidak baik untuk pengereman, karena bisa membuat minyak rem mendidih saat proses pengereman berlangsung. Terutama pada pengereman mobil saat dalam kecepatan tinggi. Minyak rem wajib diganti secara berkala setiap 20.000 km hingga 30.000 km. Atau minimal setahun sekali agar tidak terjadi kerusakan sistem pengereman.

Booster Rem

Booster rem merupakan komponen sistem rem yang membantu meringankan injakan pedal rem. Tanpa booster rem tentu injakan pada pedal rem pastinya akan terasa berat banget. Booster rem bekerja berdasarkan kevakuman intake manifold mesin yang berarti apabila mesin hidup maka booster rem bekerja dan apabila mesin mati maka booster rem tidak dapat bekerja atau tidak dapat membantu meringankan beban pedal rem.

Penyebab rem mobil tidak pakem, salah satunya terjadinya kerusakan pada booster rem. Jika komponen booster rem mengalami kerusakan, maka akibatnya pedal rem saat diinjak akan terasa keras. Biasanya penyebab utama dari booster rem rusak dikarenakan komponen booster rem mengalami kebocoran. Contohnya kerusakan atau kebocoran pada bagian membran karet (diaphragma) yang ada didalam booster rem maupun seal karet yang ada. Jika terdapat kebocoran pada booster rem, maka tekanan rem bisa tidak akan sampai ke caliper rem.

Booster rem bekerja saat mesin hidup. Jika kaki sedang menginjak pedal rem lalu terasa ringan saat mesin dinyalakan, itu menandakan booster bekerja. Sebaliknya, saat mesin mati pedal rem terasa keras. Untuk mendeteksi gejala kerusakan booster rem, salah satunya bila terdengar suara desis udara pada saat pedal rem diinjak. Untuk mengetahui kerusakan secara mendetail dan mengatasi kerusakan pada booster rem, tentunya perlu membawa mobil ke bengkel mobil terdekat.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Kampas Rem (Brake Pad)

Sistem rem tidak akan bekerja maksimal jika kampas rem telah aus atau menipis. Keausan pada kampas rem bukan berarti menyebabkan rem tidak akan bekerja sama sekali, melainkan akan membuat rem kurang pakem. Cara paling mudah mengetahui kampas rem telah menipis yakni dengan memeriksa kedalaman pedal rem. Apabila injakan pedal rem sudah sangat dalam, ini menandakan kampas rem sudah aus dan menipis, sehingga membuat rem kurang pakem karena daya cengkramnya telah berkurang.

Kampas Rem Mobil Menipis
Penggantian Kampas Rem Mobil

“Kampas rem yang tidak layak pakai dan perlu segera diganti, ditandai pedal rem terasa bergetar saat diinjak pada kecepatan tinggi. Tanda lainnya adalah muncul suara berdecit saat dilakukan pengereman. Kampas rem yang sudah menipis akan menyisakan bagian logamnya, sehingga akan menimbulkan suara gesekan antara logam kampas rem dengan disc brake.” jelas Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor.

Perbaikan dan penggantian komponen pada sistem rem yang mengalami kerusakan sebaiknya jangan ditunda karena bisa berakibat fatal pada keselamatan penumpang dan pengemudi sendiri.

Dengan kata lain, perawatan berkala pada mobil jadi kunci, agar selalu dalam kondisi yang prima dan siap pakai. Rajin membawa mobil secara rutin ke bengkel mobil Zaini Auto Motor, akan memudahkan penanganan kerusakan sekecil apapun. Kerusakan komponen mobil yang telah bertumpuk akan membuat kendaraan tidak nyaman untuk dikendarai dan beresiko pada keselamatan penumpang. Dari segi biaya pun, kendaraan yang sudah terlalu banyak kerusakan akan memakan banyak biaya karena bagain-bagian yang harus diganti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi jangan khawatir, bengkel mobil Zaini Auto Motor selalu memberikan solusi bagi Anda yang memerlukan perawatan atau perbaikan mobil berbiaya murah dan berkualitas. Selalu ada promo dan diskon untuk jenis perbaikan dan penggantian sparepart tertentu. Jadi segera hubungi customer service bengkel Zaini Auto Motor, atau lakukan booking service diaplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda. Buktikan sekarang juga!

Komponen Mobil Yang Wajib Diperiksa Sebelum Mudik

Pemilik Mobil Wajib Periksa Kondisi 3 Cairan Ini Usai Mudik

Libur lebaran telah usai, kondisi mobil pun perlu diperhatikan. Setelah melakukan perjalanan jauh yaitu mudik ke kampung halaman, bagi para pemudik yang menggunakan mobil pribadi tentunya ada pekerjaan tambahan. Yakni ada baiknya pemilik mobil kembali mengecek kondisi mobilnya sebelum digunakan beraktivitas kembali tiap hari. Pemeriksaan kondisi mobil tidak hanya pada mesin dan komponen utama lainnya, tetapi terdapat tiga cairan utama yang juga perlu diperhatikan.

Kebanyakan pemilik mobil kurang peduli terhadap tiga cairan utama ini. Padahal menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, cairan utama ini merupakan pendukung kinerja komponen kobil yang secara fungsi tidak bisa diabaikan. Pemeriksaan tiga cairan utama pada mobil ini dimaksudkan supaya mobil siap digunakan kembali untuk aktivitas sehari-hari.

“Untuk komponen mesin dan komponen lainnya termasuk dalam pemeriksaan atau servis standar. Tentunya yang tak kalah penting adalah beberapa komponen yang bekerja dengan mengandalkan cairan. Maka cairan inilah yang wajib diperiksa, seperti oli mesin (engine oil), minyak rem (brake fluid), dan radiator coolant. Semua bisa diperiksa sendiri tanpa harus ke bengkel mobil. Apabila cairan tersebut sudah berkurang sebaiknya ditambah, dan bila sudah tidak baik kondisinya segera lakukan penggantian” ucap Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor beberapa waktu lalu.

Oli Mesin

Listiyono ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, untuk pemeriksaan pertama bisa dilakukan dengan melihat kondisi volume oli mesin. Mobil yang sudah digunakan menempuh jarak ribuan kilometer ada kemungkinan volume oli mesinnya akan berkurang.

Caranya pun cukup mudah, tinggal melihat dari dipstik (tongkat takaran oli) yang ada di ruang mesin. Bila posisinya masih di tengah-tengah antara F (full) dan E (empty) berarti menunjukkan kondisinya masih normal, sehingga tidak perlu ditambahkan. Meskipun sebenarnya volumenya berkurang, tetapi lebih baik tidak asal menambahkan oli mesin sendiri karena berisiko. Untuk menghindari volume kelebihan, ada baiknya dikerjakan di bengkel mobil sekaligus melakukan service berkala.

Cairan Radiator (Coolant)

Selanjutnya periksa kondisi dan volume cairan radiator. Pemeriksaan volume cairan radiator pada mobil juga bisa dilakukan sendiri tanpa perlu ke bengkel mobil.

Radiator Coolant Bengkel Zaini Auto Motor
Ganti radiator coolant agar komponen pendinginan mobil terjaga

“Pertama, secara visual cairan radiator dapat dipantau dari kondisi cairan pada reservoir tank (tabung penampungan cairan radiator). Bila volumenya sudah berkurang, lebih baik langsung ditambah, tetapi jangan menambahkan sekedar air mineral biasa. Usahakan menambahkan cairan khusus radiator (radiator coolant),” kata Listiyono ditengah kesibukan melayani pelanggan di bengkel Zaini Auto Motor.

Cairan radiator (radiator coolant) biasanya dilakukan penggantian setiap 15.000 km hingga 20.000 kilometer. Jika lebih dari itu, kualitas radiator coolant untuk mendinginkan mesin akan berkurang. Selain itu, kemampuan radiator coolant untuk mencegah radiator terkontaminasi kotoran dan karat juga akan menurun.

Oleh karena itu, kuras radiator (flush radiator) perlu dilakukan untuk mencegah radiator tersumbat, bocor atau mengalami kerusakan lainnya. Sistem pendinginan mesin mobil yang prima dapat mendinginkan temperatur mesin mobil secara cepat dan mencegah mesin dari overheating. Jika Anda tidak dapat melakukan flush radiator sendiri, sebaiknya percayakan pada bengkel mobil terdekat.

Minyak Rem (Brake Fluid)

Begitu juga untuk kondisi minyak rem (brake fluid), pada umumnya kondisi minyak rem mampu bertahan 2-3 tahun. Terdapat sekitar 2-3 persen kandungan air di dalam minyak rem dalam jangka waktu 2 tahun. Apabila lebih dari dua tahun kandungan air pada minyak rem akan semakin banyak. Jika semakin banyak air yang terkandung di dalam minyak rem, maka titik didihnya juga akan terus menurun. Sehingga bila tidak diganti akan menurunkan performa dari minyak rem tersebut.

“Minyak rem akan menyerap air dari kelembaban udara pada sistem pengereman mobil. Kandungan air yang terlalu banyak bisa menyebabkan titik didih minyak rem menurun. Titik didih yang rendah bisa menyebabkan rem blong, karena cairan minyak rem bisa mendidih saat rem bekerja. Hal ini terjadi karena panas dari kaliper diteruskan ke minyak rem,” ujar Listiyono.

Minyak Rem (Break Fluid) yang baik
Penggantian Minyak Rem (Brake Fluid)

Saat melakukan perawatan berkala, banyak pemilik mobil yang enggan mengganti minyak rem mobil mereka. Padahal, minyak rem merupakan salah satu bagian dari sistem keamanan yang tak boleh diabaikan. Listiyono mengatakan, sebaiknya penggantian minyak rem dilakukan berdasarkan jadwal servis berkala, yakni setiap dua tahun (40.000 km). Kalau volumenya berkurang, disarankan sekaligus dikuras dan isi dengan yang baru di bengkel mobil.

Ketika memeriksa kondisi ketiga cairan utama tersebut, bila ditemui ada hal yang tidak wajar, jangan langsung panik. Sebaiknya datangi bengkel mobil terdekat untuk memastikan kondisi mobil lebih detail. Lebih baik melakukan pencegahan, karena apabila ada kerusakan yang dibiarkan terlalu lama bisa saja membuat kerusakan pada sektor lain yang lebih merugikan.

Selesai mudik, sebaiknya kendaraan tidak langsung digunakan beraktifitas rutin. Beberapa komponen mobil wajib kembali mendapat perhatian, terutama masalah cairan utama dan beberapa komponen yang sifatnya fast moving. Bengkel Zaini Auto Motor dengan didukung mekanik profesional dan peralatan service lengkap, siap melayani pemeriksaan dan service berkala mobil Anda. Layanan service cepat, tepat dan berbiaya murah, memberikan kepuasan bagi ribuan pelanggan bengkel Zaini Auto Motor.

Fungsi melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi mobil tetap prima saat digunakan kembali. Setelah semua diperiksa, di service atau dilakukan penggantian di bengkel mobil, maka mobil akan lebih siap kembali digunakan beraktivitas seperti biasanya.

Cara Mengatasi Rem Blong Dengan Menggunakan Rem Darurat

7 Cara Jitu Mengatasi Mobil Yang Mengalami Rem Blong

Sistem rem merupakan komponen penunjang keselamatan dalam kendaraan. Dengan rem, pengemudi bisa mengendalikan laju kendaraan dan memungkinkan kapan harus berhenti. Tetapi apabila terjadi masalah pada komponen sistem pengereman, tentu akan sangat membahayakan. Sudah banyak diberitakan kejadian rem blong sebagai penyebab utama suatu kecelakaan kendaraan. Rem blong menjadi masalah yang mungkin paling ditakuti oleh setiap pengemudi mobil. Kejadian nahas seperti ini bisa menimpa siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.

Agus Zainal, Mekanik Senior di Bengkel Zaini Auto Motor, mengatakan “Rem blong merupakan dis-fungsi sistem pengereman kendaraan, yang menyebabkan sistem pengereman tidak bekerja dengan baik, bahkan tidak berfungsi sama sekali. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah akibat malas memeriksa dan mengganti minyak rem.”

Sebenarnya kejadian rem blong dapat diantisipasi apabila dilakukan dengan benar dan tepat. Lantas langkah apa yang perlu dilakukan apabila saat berkendara tiba-tiba sistem rem tidak berfungsi dengan baik atau biasa disebut rem blong? Berikut ini adalah beberapa langkah penting yang wajib Anda lakukan ketika menghadapi rem blong sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang dapat terjadi.

“Jika sistem rem gagal berfungsi sebagaimana mestinya, langkah pertama tentunya pengemudi jangan panik. Kendalikan mobil secara normal, kemudian langsung tekan tombol lampu hazard dan bunyikan klakson agar kendaraan sekitar Anda tahu kalau mobil Anda sedang bermasalah dan dalam keadaan darurat. Selanjutnya pengemudi mempunyai beberapa pilihan untuk memperlambat laju kendaraannya, yakni menggunakan opsi engine brake dan rem tangan (handbrake)”, saran Agus Zainal di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

1. Jangan Panik, Matikan Cruise Control Dan Jauhkan Kaki Dari Pedal Gas

Kunci dari mengatasi rem blong saat berkendara adalah tetap tenang atau tidak panik. Dengan tetap tenang dan percaya diri maka langkah-langkah mengendalikan mobil akan mudah dilakukan. Selain itu dengan tetap tenang, keselamatan pengendara dari marabahaya saat rem blong akan lebih terjamin.

Matikan fitur cruise control jika menyala. Tetapi sistem cruise control seharusnya akan mati dengan sendirinya setelah Anda menyentuh pedal rem atau kopling, tetapi untuk memastikannya, sebaiknya matikan cruise control secara manual.

Setelah kontrol diri secara penuh sudah Anda dapatkan. Selanjutnya pastikan kaki Anda menjauh dari pedal gas dan tidak menginjak pedal gas sama sekali. Agar terhindar dari faktor refleks dan tidak sengaja menginjak pedal gas.

2. Manfaatkan Engine Brake

Pada opsi penggunaan engine brake dilakukan dengan memindahkan gigi transmisi pada posisi terendah secara bertahap dan pindahkan tuas transmisi secepat mungkin untuk mengurangi laju mobil. Misalnya saat mobil melaju pada kecepatan gigi 5, sebaiknya dipindah ke gigi 4, dan bertahap hingga gigi kecepatan terendah. Jangan turunkan gigi transmisi secara langsung, misalnya dari gigi 4 langsung ke gigi 1, karena hal ini akan membuat pengemudi kehilangan kendali.

Namun, apabila Anda mengemudikan mobil bertransmisi otomatis, maka lakukan langkah sebaliknya. Yaitu dengan cara menurunkan tuas transmisi dari posisi saat itu langsung ke tingkat terendah (gigi 1), tanpa perlu secara bertahap. Biasanya cara tersebut akan sangat membantu memperlambat laju mobil yang Anda kendarai.

Langkah Mengatasi Rem Blong

3. Manfaatkan rem tangan (Handbrake)

Setelah kecepatan mobil berkurang dengan mengunakan engine brake dan menurunkan gigi persneling, penggunaan rem tangan (handbrake) jadi opsi kedua. Dengan engine brake kecepatan mobil akan berkurang secara perlahan-lahan, pengemudi sebaiknya juga mengurangi intensitas gas, sembari mengarahkan kendaraan menuju jalur yang aman.

Tarik dan turunkan tuas rem tangan (handbrake) berkali-kali menyesuaikan laju kendaraan, sembari menahan tombol rem tangan agar roda mobil tidak terkunci. Lakukan cara ini secara berhati-hati dan jangan mendadak. Karena jika mendadak, kemungkinan besar pengemudi bisa kehilangan kontrol atas mobil yang dikendarai.

“Jika pengemudi memaksa menarik handbrake (rem tangan) secara langsung dan mendadak, bisa dipastikan mobil akan kehilangan kendali dan terbalik seketika. Hal ini disebabkan karena handbrake (rem tangan) sebenarnya berfungsi untuk menghentikan dan mengunci roda dalam waktu sekejap. Sehingga roda mobil dapat dengan mudah selip karena terkunci seketika,” jelas Agus Zainal di sela-sela perbaikan di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Pompa Atau Kocok Pedal Rem Berulang-ulang

Dalam upaya menghentikan laju kendaraan, hindari langsung menginjak pedal rem dalam-dalam dan secara terus-menerus saat mengalami rem blong. Karena hal ini merupakan cara yang kurang tepat. Sebaiknya menginjak pedal rem secara konsisten, pelan-pelan dan bertahap. Karena ada kemungkinan dan tidak jarang sistem pengereman tidak berfungsi hanya sementara waktu, karena kesalahan pada sistem rem. Misalnya sistem rem kemasukan udara atau terdapat sedikit sumbatan kotoran pada aliran minyak rem.

Jadi, ada kemungkinan saat Anda mencoba memompa (mengocok) pedal rem secara berulang-ulang bisa memulihkan tekanan pada sistem rem, sehingga rem bisa kembali berfungsi normal. Kemudian, untuk memanfaatkan semua tekanan yang sebelumnya sudah dikumpulkan, injak pedal rem dengan kekuatan penuh sampai lantai mobil.

Meskipun sistem pengereman sudah berfungsi lagi setelah Anda menekan (mengocok) pedal rem secara berulang-ulang, sebaiknya hindari untuk mengendarai mobil secara langsung, apalagi dengan kecepatan tinggi. Sangat disarankan untuk pergi ke bengkel mobil terdekat, atau menggunakan jasa bengkel mobil panggilan untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan sembari Anda beristirahat melepaskan ketegangan.

Ilustrasi Rem Blong

5. Arahkan Mobil Ke Bahu Jalan atau Jalur lambat

Jika sudah melakukan engine brake, menurunkan gigi persneling dan menarik rem tangan, maka sertai dengan mengarahkan laju mobil ke jalur yang aman, misalnya ke arah bahu jalan atau jalur lambat. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan dengan pengendara mobil lain yang sedang melaju di sekitar Anda dan dalam kecepatan tinggi.

Apabila pada bahu jalan terdapat medan tidak beraspal dan berumput, maka manfaatkan bahu jalan tersebut untuk membantu menghentikan kendaraan. Disertai dengan terus menggunakan dua opsi sebelumnya yaitu engine brake dan rem tangan (handbrake) hingga mobil benar-benar terhenti.

6. Berikan Tanda Peringatkan Ke Pengendara Lain

Ketika mobil mengalami rem blong saat berkendara di jalanan yang cukup ramai, maka usahakan untuk memberi peringatan kepada pengendara lain. Dengan membunyikan klakson, menyalakan lampu hazard, sembari mengarahkan mobil ke bahu jalan, tentunya akan sangat membantu kondisi yang lebih aman di sekitar Anda.

7. Jika terpaksa, Saat Darurat Tabraklah Sesuatu Yang Aman

Saat mobil mengalami rem blong, langkah terakhir dalam kondisi sangat darurat adalah mengarahkan mobil ke bagian jalan yang dapat menghentikan laju mobil seperti pembatas jalan atau parit. Maksudnya, saat kondisi benar-benar darurat atau pengemudi tidak punya pilihan lain, maka solusinya adalah dengan menabrakkan mobil ke objek yang nampak lunak dan tidak beresiko fatal untuk menghentikan laju mobil. Sesuatu yang lunak atau aman itu bisa saja pembatas jalan, pagar kayu, tanah, gundukan pasir dan lain-lain. Sesaat sebelum membenturkan mobil, sebaiknya perhatikan area sekitar Anda saat mengemudi.

“Saya sarankan, jika kondisi darurat dan berbagai langkah tidak cukup menghentikan laju mobil, maka langsung saja banting setir ke arah pembatas jalan, ke parit dan area yang berpasir atau berlumpur. Agar keselamatan pengemudi dan penumpang lebih terjamin serta tidak mengakibatkan kerusakan parah pada bodi mobil,” jelas Agus Zainal menutup percakapan di bengkel Zaini Auto Motor.

Dalam keadaan darurat saat kondisi rem tidak berfungsi, pengemudi harus menggunakan segala cara untuk mengurangi kecepatan mobil hingga akhirnya benar-benar berhenti. Tetapi harus diingat, melakukan hal ini hanya jika terpaksa dan langkah-langkah lain yang disebutkan di atas telah Anda upayakan secara maksimal namun hasilnya nihil.

Melihat potensi kecelakaan yang diakibatkan oleh rem blong, beberapa mobil bertransmisi otomatis telah dilengkapi dengan fitur Active Engine Branking pada transmisi CVT (Continous Variable Transmission) yang akan melakukan engine brake (pengereman mesin) sehingga laju kendaraan dapat diperlambat dengan maksimal saat terjadi rem blong. Dengan begitu, kecelakaan fatal dapat dihindari dengan baik.

Kampas Rem Mobil Menipis

Hindari Rem Mobil Blong, Inilah Penyebab Utamanya!

Komponen terpenting untuk keselamatan berkendara yang tidak boleh diabaikan dan berperan sangat penting dalam pengontrolan laju kendaraan adalah sistem pengereman (braking system). Tanpa sistem rem (braking system), mobil tidak akan dapat dikontrol kecepatannya, dan bisa menyebabkan kecelakaan yang merugikan pengguna jalan lainnya.

Beberapa komponen utama pada sistem pengereman antara lain adalah pedal rem (brake pedal), booster rem (brake booster), selang vakum booster rem (brake booster vacuum hose), master silinder (master cylinder), selang pipa (brake lines), master silinder bawah (wheel cylinders), kampas rem (brake pads), minyak rem (brake fluid), rotor disc (disc brake) dan tromol (brake drum). Semuanya wajib diperiksa berkala dan harus dalam kondisi baik untuk menghindari masalah.

Sebenarnya untuk memeriksa kondisi sistem rem mobil bukanlah perkara susah, apalagi bagi Anda yang sudah terbisa mengemudikan mobil sendiri. Dengan terbisa mengemudi mobil sendiri, otomatis Anda akan cukup peka terhadap kondisi abnormal pada mobil Anda.

“Untuk menghindari terjadi masalah pada sistem rem mobil selama perjalanan, maka ada beberapa komponen sistem rem yang perlu diperhatikan. Tiap menempuh jarak 10.000 km perawatan sistem rem perlu dilakukan secara berkala di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi,” ucap Agus Zainal, mekanik senior di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor beberapa waktu lalu.

Selain itu, pemilik mobil dapat melakukan pemeriksaan secara mandiri pada minyak rem (brake fluid). Caranya dengan melihat volume minyak rem di tabung penampungan minyak (brake fluid reservoir) di sekitar mesin mobil. Minyak rem mobil diperlukan agar sistem rem mobil Anda bekerja dengan baik. Tanpa minyak rem, maka sistem pengereman pada mobil tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu harus selalu diperiksa dengan benar, agar keselamatan pengemudi dan penumpang selama berkendara tetap terjaga.

Saat pedal rem ditekan, minyak rem (brake fluid) di dalam silinder master (master cylinder) akan tertekan dan mengalir melalui selang atau pipa rem (brake lines), menuju ke kaliper rem (brake caliper) pada roda depan dan wheel cylinders pada roda belakang. Karena cairan bersifat tidak dapat ditekan (dikompresi), maka minyak rem akan dapat menggerakkan kampas rem untuk menghentikan putaran roda.

Jika volume minyak rem berkurang dan tidak memadai, maka udara akan ikut masuk ke dalam jalur sistem rem. Akibatnya sistem rem tidak akan berfungsi maksimal dan mobil tidak dapat berhenti dengan benar. Hal ini yang sering terjadi pada banyak kendaraan, yang biasa disebut “rem masuk angin“. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga volume minyak rem di tabung penampungan (reservoir) selalu dalam level seharusnya.

Minyak Rem (Break Fluid) yang baik
Penambahan Minyak Rem

“Salah satu bagian yang jangan sampai terabaikan adalalah minyak rem, karena minyak rem memainkan peran penting dalam menjaga rem mobil beroperasi dengan baik. Periksa ketinggian volume minyak selalu pada level yang seharusnya, yaitu di “level maximum”. Jika volume minyak rem telah berkurang atau mendekati level minimum, sebaiknya segera ditambahkan. Selama penggunaan normal, minyak rem juga dapat terkontaminasi kotoran. Periksa kondisi kejernihan minyak rem dan segera ganti apabila berubah warna.” jelas Agus Zainal di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Pemilik mobil juga dapat merasakan dan mencegah potensi masalah pada sistem rem sejak dini. Saat mesin dihidupkan periksa pedal rem, jika pedal rem terasa lebih dalam dari kondisi normal, dan kondisi volume minyak rem dalam posisi kurang, kemungkingan ada kebocoran pada sistem rem, terutama di bagian selang rem, pipa rem, seal karet aus, master silinder dan wheel cylinders.

“Apabila terjadi kebocoran pada sistem rem, sebaiknya segera lakukan perbaikan di bengkel mobil terdekat. Masalah lain yang bisa dirasakan adalah apabila muncul bunyi aneh saat rem bekerja. Berdasarkan pengalaman kami, bunyi tersebut disebabkan dari kampas rem yang mulai menipis. Perbaikan dan penggantian komponen pada sistem rem yang mengalami kerusakan sebaiknya jangan ditunda karena bisa berakibat fatal pada keselamatan penumpang dan pengemudi,” ucap Agus Zainal disela-sela service di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Selanjutnya apabila Anda menghendaki pemeriksaan lebih mendetail tentang masalah apa yang sebenarnya terjadi, maka segera bawa mobil kesayangan Anda ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi terdekat. Dengan membawa ke bengkel mobil terdekat maka otomatis Anda akan mendapat kepastian dan pemeriksaan lebih detail mengenai masalah yang terjadi pada sistem pengereman mobil Anda.

Bila Anda menginginkan servis berkala dan perbaikan mobil Anda dengan biaya lebih murah dari bengkel resmi; dengan service yang lebih cepat dan berkualitas; sesuai SOP dan menggunakan peralatan yang sama seperti bengkel resmi, maka kami merekomendasikan perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda di Bengkel mobil Zaini Auto Motor. Buktikan sekarang juga..!!

Minyak Rem (Break Fluid) yang baik

Perlu Gak Sih Ganti Minyak Rem Mobil? Berikut Penjelasannya..!

Rem merupakan komponen penting pada setiap kendaraan, dimana laju kendaraan bisa dikendalikan dengan baik. Maka kondisi sistem rem harus selalu sehat dan prima untuk menjaga keselamatan seluruh penumpang kendaraan dan lingkungan sekitar. Fungsi pengereman mobil memang perlu dijaga agar kondisinya tetap prima, maka pemilik mobil disarankan melakukan perawatan sistem pengereman secara berkala.

Minyak rem (break fluid) memiliki fungsi penting pada sistem pengereman pada mobil. Karena tanpa adanya minyak rem, maka sistem pengereman pada mobil tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu harus dirawat dengan benar, agar keselamatan penumpang mobil tetap terjaga selama berkendara.

Pada rentang waktu setiap 1 tahun, minyak rem dapat terkontaminasi oleh air. Karena ada sifat dari kandungan dalam minyak rem yang dapat menyerap air. Jika minyak rem tidak diganti, maka akan semakin banyak kandungan air yang terkandung di dalam minyak rem, sehingga akan mengurangi kemampuan pengereman mobil.

“Biasanya terdapat sekitar 3 persen kandungan air yang diserap dan bercampur dengan minyak rem. Jika kandungan air semakin banyak akan menyebabkan penurunan titik didih (boiling point) minyak rem hingga bisa mencapai 120-140 derajat celcius. Tentu ini tidak baik untuk pengereman, karena bisa membuat minyak rem mendidih saat proses pengereman berlangsung, terutama pada pengereman saat kecepatan tinggi. Dan bisa berakibat sistem pengereman tidak berfungsi dengan baik.” jelas Listiyono, ketika ditemui di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Minyak rem di rancang untuk mampu bekerja hingga temperatur yang sangat tinggi, bahkan hingga mencapai lebih dari dua kali titik didih air yaitu hingga mencapai titik didih 240—260 derajat celcius. Namun demikian jika mobil sering digunakan untuk jarak jauh terus menerus, dan kerap melakukan pengereman pada kecepatan tinggi, maka kualitas minyak rem akan menurun dan tentu saja masa penggantian minyak rem menjadi lebih pendek.

Selain itu, kondisi lalu lintas yang padat dan macet terutama di kota – kota besar membuat pengemudi lebih sering menginjak pedal rem. Karena mobil cenderung berjalan dan berhenti (stop and go) terus menerus. Tentunya hal ini membuat sistem rem akan bekerja lebih keras, dan minyak rem juga bekerja lebih keras.

Salah satu sifat cairan adalah memiliki batas usia pakai sehingga diperlukan penggantian. Oleh karena itu, usia pakai minyak rem harus rajin diperhatikan guna menjaga agar sistem pengereman selalu dalam kondisi prima. Di samping itu minyak rem harus memiliki kandungan unsur kimia khusus untuk melindungi sistem pengereman secara aktif, seperti sebagai pelumas, mencegah korosi dan oksidasi, menjaga kestabilan kelenturan seal karet, tidak mudah menyerap air, dan lain sebagainya.

Pada kondisi pemakaian normal, usia pakai minyak rem bisa mencapai puluhan ribu kilometer. Namun karena kondisi tertentu, maka minyak rem bisa lebih cepat mencapai batas akhir usia pakai, sehingga terjadi perubahan kualitas minyak rem dan tentu tidak aman bila terus digunakan.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Pro Zaini Auto Motor, “Waktu yang tepat untuk mengganti minyak rem (break fluid) adalah setiap dua tahun sekali atau bila mobil telah menempuh jarak dengan kelipatan per 30.000 Kilometer. Tergantung mana yang lebih dahulu tercapai, waktu pemakaian atau jarak tempuh kendaraan. Kita tidak bisa mengetahui apakah kualitas minyak rem masih baik dan masih berfungsi maksimal, dikarenakan tidak ada lampu indikator khusus untuk mengetahui kualitas minyak rem. Minyak rem yang bagus berwarna kuning atau merah sesuai dengan spesifikasinya, namun saat kualitasnya telah menurun akan terjadi perubahan warna.

Setiap mobil mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sebaiknya jadwal penggantian minyak rem dan jenis minyak rem yang digunakan pun harus sesuai spesifikasi yang direkomendasikan karena masing-masing minyak rem memiliki titik didih yang berbeda.

Sebagai contoh, untuk mobil pabrikan Chevrolet menyarankan penggantian minyak rem tiap 60.000 kilometer, tetapi untuk pabrikan Honda dan Volkswagen menyarankan melakukan penggantian setiap 3 tahun terlepas dari berapa pun jarak tempuh kendaraan. Sedangkan untuk Mercedes-Benz biasanya membutuhkan minyak rem segar setiap dua tahun atau 30.000 kilometer. Sebaliknya, pada Ford, Hyundai, Toyota, Nissan, Suzuki dan merk lain, kebanyakan menyarankan sesuai rekomendasi untuk memeriksanya secara berkala dan rekomendasi mengganti minyak rem setiap 40.000 Kilometer sesuai jadwal servis berkala mobil.

Tentu Anda sering menyaksikan kecelakaan mobil akibat rem blong, dan kebanyakan terjadi pada kendaraan dengan muatan besar seperti bus atau truk. Akibat frekuensi pemakaian kendaraan yang sering dan pengemudinya jarang memeriksa atau mengganti minyak rem, maka bisa berakibat pada fungsi rem tidak bekerja dengan baik.

Memang usia pakai minyak rem kendaraan bisa bertahan hingga cukup lama, namun hal ini bukan berarti Anda tidak pernah memeriksa dan melihat kondisinya, karena seiring berjalannya waktu kualitasnya bisa berubah.

Salah satu cara yang paling mudah untuk mendeteksi kualitas minyak rem masih baik atau tidak yaitu dengan melihat langsung kondisinya pada resevoir (penampungan) yang biasanya terletak di area mesin depan kemudi.

Perhatikan warnanya, minyak rem yang baik cenderung berwarna bening dan transparan. Jika minyak rem telah menjadi sedikit keruh atau berubah warnanya, maka segera ganti dengan yang baru. Perhatikan juga tempat penampungan (resevoir) minyak rem, jika terdapat endapan, kotoran atau karat, maka sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Pastikan penutup resevoir minyak rem selalu tertutup rapat, karena minyak rem bisa rusak atau berubah warna karena pengaruh suhu udara luar dan terkontaminasi Air.

Apabila mobil Anda mengalami permasalahan pada sistem pengereman atau memerlukan perawatan dan penggantian komponen sistem pengereman, maka segera datang ke bengkel mobil terdekat atau hubungi bengkel mobil online terdekat. Jangan menunda-nunda melakukan perawatan pada sistem rem karena bisa berakibat fatal bagi pengendara mobil. Bengkel Mobil Pro Zaini Auto Motor selalu siap membantu Anda untuk menyelesaikan segala permasalahan dan kerusakan yang terjadi pada mobil Anda. Bengkel Mobil Zaini Auto Motor memberikan 100 item lebih layanan servis dan perawatan mobil anda, yang didukung oleh mekanik profesional, peralatan canggih dan SOP yang setara bengkel resmi ATPM. Dengan kualitas layanan terbaik dan biaya servis yang lebih murah dari bengkel resmi ATPM, maka Anda tidak perlu khawatir dan menunda-nunda lagi melakukan perawatan mobil kesayangan Anda. Kami tunggu kedatangan mobil anda di bengkel Mobil Pro Zaini Auto Motor.

Minyak Rem (Break Fluid) yang baik

Inilah Jenis Dan Karakteristik Minyak Rem Yang Baik Bagi Mobil Anda

Setiap mobil pasti mempunyai sistem pengereman untuk memperlambat hingga menghentikan laju kendaraan. Setiap komponen di dalam sistem pengereman tersebut saling berhubungan satu sama lain. Kanvas rem dan minyak rem (break fluid) adalah salah satu bagian dari komponen sistem pengereman pada kendaraan.

“Kebanyakan pemilik mobil cenderung lebih memperhatikan kanvas rem, tromol (drum brake) dan piringan cakram (disc brake). Padahal selain komponen-komponen tersebut, minyak rem adalah salah satu bagian dari sistem pengereman yang sering dianggap sepele, tetapi memiliki fungsi sangat penting dalam sistem pengereman” kata Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor“.

Minyak rem (break fluid) pada mobil memiliki peran sangat penting pada sistem pengereman. Tanpa minyak rem, maka sistem pengereman pada mobil tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu harus dirawat dengan benar, agar keselamatan pengemudi dan penumpang selama berkendara tetap terjaga.

Fungsi minyak rem adalah mentransfer gaya mekanis dari pedal rem menjadi gaya tekan hidrolik yang digunakan untuk mengontrol dan memperlambat kecepatan kendaraan hingga benar-benar menghentikannya.

Selain itu, minyak rem juga berfungsi sebagai pelumas bagi komponen logam yang bergesekan saat sistem pengereman bekerja menghentikan laju kendaraan. Minyak rem juga menjaga agar komponen logam pada sistem pengereman (breaking system) tidak mudah aus, tahan panas, dan tidak berubah bentuk pada suhu tinggi.

Penjelasan cara kerja sistem pengereman dapat disederhanakan sebagai berikut :

  • Pengemudi menekan pedal rem.
  • Tekanan pada pedal rem berupa gaya mekanis akan diubah menjadi gaya tekan hidrolik. Dimana Pedal rem akan menekan piston yang ada di dalam silinder utama (master cylinder) untuk mengkompresi minyak rem.
  • Kompresi dari piston akan meningkatkan tekanan di dalam saluran sistem pengereman dan mendorong minyak rem mengalir didalamnya.
  • Tekanan minyak rem juga akan menekan silinder roda (pada rem tromol) dan caliper rem (pada rem cakram), yang menyebabkan kanvas rem (break shoes / break pad) bergesekan dengan tromol rem (drum brake) dan Piringan cakram (disc brake) yang terpasang menyatu dengan roda. Gesekan tersebut akan memperlambat dan dapat menghentikan putaran roda pada kendaraan itu sendiri.
  • Karena cairan memiliki sifat sulit dimampatkan (incompressible) maka sistem pengereman dapat bekerja dengan baik. Oleh karena itu, minyak rem harus memiliki sifat kompresibilitas yang rendah agar tidak dapat dimampatkan (incompressible).

Minyak rem harus memiliki karakteristik dan memenuhi standar kualitas tertentu agar sistem pengereman dapat bekerja dengan baik. Beberapa karakteristik utama yang harus dimiliki minyak rem adalah sebagai berikut :

1. Memiliki Titik Didih Stabil

Sistem pengereman cenderung menghasilkan temperatur yang sangat tinggi, terutama pada komponen silinder roda (wheel cylinder) untuk jenis rem tromol (drum break) dan pada kaliper rem cakram (disk brake calipers). Temperatur yang diakibatkan sistem pengereman bisa mencapai lebih dari 200 derajat celcius. Dan temparatur tinggi tersebut disalurkan dari kaliper atau silinder roda (wheel cylinder) kembali ke minyak rem.

Oleh sebab itu, minyak rem cenderung terkena suhu yang sangat tinggi. Maka diperlukan cairan khusus yang tahan terhadap panas dan temperatur tinggi. Kebanyakan minyak rem jenis DOT-3 dan DOT-4 memiliki titik didih (boiling point) sekitar 240—260 derajat celcius.

Tetapi titik didih (boiling point) pada minyak rem bisa turun hampir 50 persen jika terdapat kandungan air di dalam minyak rem. Karena pada sistem pengereman memungkinkan masuknya air ke dalam sistem dengan berbagai cara, salah satunya melalui kondensasi. Air yang terdapat di dalam sistem pengereman cenderung diserap oleh minyak rem, dan hal ini berakibat menurunkan titik didih minyak rem.

Dalam jangka waktu satu tahun di dalam sistem pengereman ada sekitar 3 persen air yang diserap oleh minyak rem. Jika kandungan air terus bertambah, maka titik didih (boiling point) minyak rem pun bisa turun diangka 120-160 derajat celcius. Tentu hal ini sangat berbahaya, apalagi ketika pengereman pada kecepatan tinggi, bisa jadi minyak rem akan mendidih. Sehingga membuat rem tidak berfungsi dengan baik.

“Minyak rem yang memiliki titik didih rendah bisa menyebabkan rem blong. Ini terjadi karena panas dari kaliper atau silender roda diteruskan ke minyak rem sehingga minyak rem bisa mendidih dan kekentalannya rendah,” ujar Listiyono Kepala Bengkel Mobil “Zaini Auto Motor“.

Minyak rem harus memiliki titik didih yang tinggi untuk menghindari penguapan pada saluran sistem pengereman. Penguapan pada saluran sistem pengereman dapat menimbulkan masalah, karena uap sangat kompresif dibandingkan dengan cairan. Oleh sebab itu, uap dapat menghilangkan transfer gaya hidrolik dalam sistem pengereman yang bisa mengakibatkan rem gagal menghentikan laju kendaraan.

2. Memiliki Kompresibilitas Rendah

Kebanyakan cairan memiliki sifat sulit dimampatkan (incompressible), maka minyak rem juga harus memiliki sifat sulit untuk dimampatkan, agar sistem pengereman dapat bekerja dengan baik. Oleh karena itu, minyak rem harus memiliki sifat kompresibilitas yang rendah agar tidak dapat dimampatkan (incompressible), serta harus selalu stabil pada temperatur dan tekanan yang berubah drastis.

3. Memiliki Titik Beku Rendah

Minyak rem harus memiliki kekentalan (viscosity) yang tetap pada rentang temperatur yang tinggi dan sekaligus pada temperatur yang sangat rendah (suhu dingin), hal ini dimaksudkan untuk memperoleh kinerja sistem pengereman yang konsisten dan dapat diandalkan.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Pro Zaini Auto Motor, “Minyak rem harus mempunyai kekentalan (viskositas) yang tetap, tidak mudah berubah terhadap temperatur yang berubah drastis. Minyak rem juga harus cocok dengan komponen yang terbuat dari logam, sekaligus tidak merusak komponen dari seal karet yang digunakan pada sistem pengereman”.

Untuk itu salah satu unsur yang terkandung dalam minyak rem adalah Glycol Ether yang berfungsi untuk mengontrol kekentalan (viscosity), titik didih (boiling point), dan menjaga kestabilan kelenturan seal karet.

4. Melumasi Komponen Yang Bergerak

Sistem pengereman terdiri dari beberapa komponen logam, seperti piston yang harus dapat bergerak secara bebas akibat gaya tekan hidrolik. Untuk mengurangi gesekan pada komponen logam tersebut dan agar berfungsi sebagai pelumas, maka minyak rem biasanya mengandung unsur polyalkylene glycol. Unsur ini menjaga agar komponen logam pada sistem pengereman tidak mudah aus, tahan panas, dan tidak berubah bentuk pada suhu tinggi.

5. Memiliki Unsur Kimia Yang Baik

“Kandungan unsur pada minyak rem biasanya terbagi dalam dua jenis yaitu silicone-based dan glycol-based. Untuk minyak rem dengan silicon-based kandungannya sudah pasti adalah silikon. Sedangkan untuk minyak rem jenis glycol based kandungannya adalah mineral oil, polyalkylene glycol, glycol ether, dan synthetic oil“, jelas Listiyono di bengkel mobil pro “Zaini Auto Motor“.

Pada umumnya, minyak rem mengandung unsur polyalkylene Glycol, Glycol Ether, dan ditambah zat Additive.

  • Polyalkylene Glycol merupakan cairan dengan tingkat kekentalan yang tinggi, dan sekaligus berfungsi sebagai pelumas. Selain itu, Polyalkylene Glycol juga bisa mengurangi pengaruh terhadap karet.
  • Sedangkan Glycol Ether berfungsi untuk mengontrol kekentalan (viscosity), titik didih, dan menjaga kestabilan kelenturan seal karet.
  • Yang terakhir, ditambahkan zat Additive yang berfungsi untuk mencegah terjadinya korosi dan oksidasi.

Minyak rem berdasarkan titik didihnya terbagi menjadi beberapa jenis, yakni DOT-3, DOT-4, DOT-5.1, dan DOT-5. DOT merupakan kependekan dari Departement of Transportation. Angka DOT (Departement of Transportation) pada minyak rem menentukan tingkat klasifikasi minyak rem. Semakin tinggi angka DOT, semakin tinggi titik didih sebuah minyak rem.

  1. Minyak rem DOT-3 merupakan minyak rem yang paling umum digunakan. Minyak rem DOT-3 memiliki titik didih maksimal 205 derajat celcius. Minyak rem DOT 3 menggunakan unsur Glycol Ether. Minyak rem ini mudah ditemukan di toko sparepart atau bengkel mobil dengan harga yang ekonomis. Namun, kekurangan DOT-3 adalah dapat merusak cat, merusak karet alami, dan dapat menimbulkan korosi.
  2. Minyak rem DOT-4 sering ditemui pada mobil model terbaru.
    Minyak rem DOT-4 memiliki titik didih (boiling point) yang bisa mencapai 230 derajat celcius. Minyak ini juga cukup mudah untuk didapatkan, namun harganya lebih mahal daripada DOT-3. Meskipun begitu, DOT-3 tetap berpotensi untuk menimbulkan korosi karena minyak ini mudah menyerap air. Karateristik yang mebedakan antara DOT-4 dengan DOT-3 adalah titik didihnya yang lebih tinggi, sehingga sesuai untuk digunakan pada mobil bersuhu tinggi.
  3. Minyak rem DOT-5 biasa dikenal dengan minyak rem silikon. Karena unsur silikon digunakan sebagai bahan dasar minyak rem DOT-5 ini. Silikon memiliki kandungan yang tidak mudah menyerap air. Dengan demikian, DOT-5 tidak berpotensi untuk menimbulkan korosi atau karat. Minyak rem DOT-5 ini memiliki titik didih (boiling point) yang bisa mencapai 270 derajat celcius. Minyak rem DOT-5 banyak digunakan dalam kendaraan militer atau untuk mobil dalam ajang kompetisi balap. Kekurangannya, minyak rem DOT-5 tidak memiliki daya lumas yang baik. Selain itu, harga minyak rem DOT-5 cukup mahal.
  4. Minyak rem DOT-5.1 merupakan tipe yang paling baru. Minyak rem ini mempunyai titik didih yang tinggi dan kualitas yang lebih baik dibandingkan jenis minyak rem lainnya. Akan tetapi, kekurangannya adalah DOT-5.1 berpotensi untuk merusak cat.

“Setiap mobil mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sebaiknya minyak rem yang digunakan pun harus sesuai spesifikasi yang direkomendasikan, karena masing-masing minyak rem memiliki titik didih yang berbeda,” saran Listiyono di Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor”.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi