Tag: Low Beam

6 Tips Mudik Di Malam Hari Dengan Mobil Pribadi

6 Tips Mudik Di Malam Hari Dengan Mobil Pribadi

Mudik di malam hari bisa jadi adalah pilihan menguntungkan bagi sebagian pengemudi. Mereka beralasan, mengemudi pada malam hari, kondisi jalan relatif lengang dan suhu udara lebih sejuk dibandingkan siang hari. Tetapi, tidak sedikit yang enggan dan malas mudik dengan mobil pribadi di malam hari. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang sudah merasa lelah selepas beraktivitas di siang harinya. Selain itu juga berkaitan dengan jarak pandang dan fokus mata.

Mengemudi di malam hari memang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Penyebab utamanya, faktor pencahayaan dan daya fokus penglihatan mata. Orientasi mengemudi pastilah berbeda, dibanding saat mengemudikan mobil di siang hari. Selama masih bisa mengemudi pada siang hari, pengemudi disarankan tidak membawa mobil pada malam hari. Terutama dengan jarak yang jauh sangat tidak direkomendasikan.

Apabila pengemudi tetap berkeinginan melakukan perjalanan mudik di malam hari, maka ada baiknya bersikap bijaksana dan memperhatikan aspek keselamatan selama berkendara. Berikut tips mengemudi ketika mudik di malam hari

1. Perhatikan Siklus Biologis

Dalam siklus biologis manusia terdapat tingkat kewaspadaan dan konsentrasi tinggi yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 15.30. Kemudian secara perlahan suhu tubuh akan meningkat pada pukul 19.00 hingga 21.00. Pada waktu tersebut akan terjadi proses sekresi yaitu proses membuat dan melepaskan substansi / zat kimiawi dalam bentuk lendir yang dilakukan oleh kelenjar dan sel tubuh. Zat kimiawi tersebut bernama melatonin yang terhubung ke otak dan dapat menimbulkan rasa kantuk. Puncaknya, terjadi pukul 02.00 pagi, sehingga membuat manusia tidur sangat lelap. Proses sekresi melantonin akan berhenti pukul 07.30.

Listiyono, kepala bengkel Zaini Auto Motor mengatakan, “Ada beberapa faktor kenapa mengemudi jarak jauh pada malam hari tidak disarankan. Terutama perjalanan ke luar kota atau mudik dengan waktu yang lebih dari 2 jam perjalanan. Hal ini dikarenakan pada malam hari merupakan jam biologis bagi tubuh manusia. Secara alamiah, karena di malam hari merupakan waktu untuk istirahat, tubuh manusia akan cenderung mengalami penurunan kemampuan. Apalagi digunakan untuk mengemudi, yang sangat membutuhkan konsetrasi dan kewaspadaan tinggi.”

Jika malam hari justru digunakan untuk mengemudi, dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, mengurangi konsentrasi dan mengurangi kemampuan reaksi anggota tubuh. Untuk itu, usahakan untuk beristirahat atau tidur terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan jarak jauh atau mudik. Kopi atau suplemen kafein hanya berfungsi menunda kantuk, dan tidak pernah benar-benar bisa menggantikan tidur. Melakukan komunikasi secara rutin dengan penumpang lain, juga dapat menjaga konsentrasi terhindar dari kantuk.

2. Hindari Mengantuk Atau Kelelahan

Sebesar 18% dari faktor penyebab utama kecelakaan adalah mengantuk saat mengemudi. Kecelakaan lalu-lintas akibat mengantuk 8 kali lebih tinggi dibanding penyebab kecelakaan lain. Sebagian besar kecelakaan berhubungan dengan kelelahan yang terjadi di malam hari.

Oleh karena itu, sebelum memulai perjalanan jarak jauh harus mempersiapkan diri dengan istrihat (tidur) yang cukup dan asupan nutrisi yang memadai agar stamina tubuh selalu prima. Hindari mengemudi lebih dari delapan jam sehari. Usahakan berkendara bersama seseorang, dan bergantian mengemudi. Dan salah satu yang perlu diperhatikan adalah dengan beristirahat yang terjadwal selama mengemudi. Melakukan komunikasi secara rutin dengan penumpang lain, juga dapat menjaga konsentrasi terhindar dari kantuk.

Wanita Mengantuk Saat Mengemudi di Malam Hari
Hindari Mengantuk Saat Mengemudi

“Saat mengemudi jarak jauh, setiap pengemudi harus mengatur waktu istirahatnya secara terjadwal. Misalnya, maksimal setiap 120 menit perjalanan, pengemudi perlu beristirahat untuk pertama kalinya minimal 15-30 menit. Usahakan untuk beristirahat kedua dan selanjutnya, dengan cara tidur power nap yaitu tidur berkualitas selama 15 menit yang setara menggantikan tidur 8 jam,” saran Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Redupkan Lampu Kabin Dan Lampu Indikator

Lampu kabin berpotensi mengganggu perjalanan mudik di malam hari. Misalnya, jika mobil Anda dilengkapi fitur dimmer switch, redupkan lampu dashboard (panel meter) dan instrumen mobil yang sangat terang. Hal ini dimaksudkan agar mata anda tidak terdistorsi cahaya dari sorot lampu tersebut.

“Pancaran cahaya terang dari lampu dashboard (panel meter) dan instrumen infotainment dapat mengganggu dan mempengaruhi fokus mata. Meredupkan lampu-lampu tersebut dapat menghilangkan pantulan cahaya ke kaca depan. Sehingga sangat membantu mata dalam menyesuaikan penglihatan dalam keadaan gelap. Hal ini juga dapat meningkatkan visibilitas, terutama bila melewati wilayah yang minim penerangan,” ujar Listiyono ketika diwawancari di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Bersihkan Komponen Kaca-Kaca

Kondisi kaca spion yang kotor cenderung memantulkan (merefleksikan) cahaya lebih banyak. Ini membuat kemampuan mengidentifikasi objek di belakang mobil menjadi berkurang. Oleh karena itu, usahakan membersihkan terlebih dahulu agar pandangan jelas. Demikian pula dengan kondisi kaca depan (windscreen). Jika windscreen (kaca depan) kotor justru akan memendarkan cahaya yang dapat mengganggu dan membingungkan fokus mata.

5. Bijak Menggunakan Lampu Depan

Lampu jauh dan Lampu dekat mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan harus digunakan secara bijak ketika berkendara di malam hari. Saat berkendara di malam hari utamakan penggunaan sorot lampu rendah (low beams), apalagi saat ada kendaraan lain yang mendekat.

Ketika melintas di daerah yang minim penerangan, biasanya pengemudi tergoda untuk menggunakan lampu jauh (high beams). Jika ada pengemudi lain dari lawan arah yang menyalakan lampu jauh (high beam), sebaiknya tidak dibalas dengan lampu lampu jauh (high beam) juga. Cukup dengan mengaktifkan flashing (dimm) sesaat sebagai isyarat bahwa Anda silau dibuatnya.

Jika sama-sama menggunakan lampu jauh (high beam), dikhawatirkan akan sama-sama menyilaukan mata. Sehingga pengemudi akan kehilangan orientasi arah dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Ketika Anda merasa silau oleh pengendara di depan yang menggunakan lampu jauh, alihkan sedikit pandangan dan jangan terpaku pada titik sorotan lampunya. Anda juga harus mampu mendeteksi kondisi ruas jalan di depan yang akan Anda lalui.

Etika memakai Lampu Jauh (high beam) pada malam hari
Penggunaan Lampu Jauh (high beam) di Malam Hari

Penggunaan lampu jauh melalui flashing (dimm) merupakan bentuk komunikasi dari pengemudi ke kendaraan lain. Setiap pengemudi bisa menggunakan flashing (dimm) dalam kondisi yang darurat, misalnya saat tikungan tajam dan banyak titik blind spot. Kondisi seperti ini diperbolehkan memberikan sinyal komunikasi melalui high beam kepada kendaraan dari arah berlawanan. Tetapi hal ini pun sifatnya sesaat saja, tidak boleh terus-menerus. Selain jadi bagian etika berkendara, penggunaan lampu jauh secara kontinu bisa membahayakan pengendara lain.

6. Disiplin Batasi Kecepatan

Berkendara di malam hari akan mengurangi kemampuan mengemudi. Dengan jarak pandang terbatas akan sangat berbahaya jika mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Selalu perkirakan jarak aman terhadap apa pun yang ada di depan mobil Anda. Karena hanya dalam hitungan detik, apabila kecepatan mobil melebihi batas akan berpotensi mencelakakan diri sendiri.

Sebaiknya kurangi kecepatan dan berikan jarak berhenti lebih panjang dari mobil di depan untuk jaga-jaga melakukan tindakan darurat. Karena kemampuan mata untuk mengenali objek (depth perception), kemampuan mata melihat di sekeliling benda utama (peripheral vision), dan pengenalan warna, semuanya bakal terganggu saat kondisi gelap. Di sisi lain, reaksi pengemudi hampir 90% bergantung pada penglihatan.

“Perlu diketahui, cahaya lampu dekat (low beams) hanya mampu menjangkau sekitar 50-75 meter di depan mobil. Sementara cahaya lampu jauh (high beams) mampu menjangkau 100-150 meter di depan mobil. Ketika mengemudi di malam hari dengan kecepatan tinggi, biasanya dibutuhkan jarak lebih dari 60 meter untuk menghentikan mobil dari titik awal pengereman. Maka, memperhatikan jarak aman dengan mobil di depannya menjadi hal yang sangat penting,” terang Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu untuk memastikan keamanan Anda, sebelum melakukan perjalanan mudik di malam hari, lakukan pemeriksaan dan service mobil Anda di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Pastikan kondisi yang prima pada komponen headlamp, sistem rem, lampu seins, sistem wiper, dan kondisi komponen mobil lainnya. Jika Anda tidak memiliki waktu luang untuk mendatangi bengkel mobil terdekat, Anda cukup menghubungi bengkel Zaini Auto Motor melalui service center atau aplikasi smartphone “Bengkel Mobil Pro“. Maka para mekanik bengkel Zaini Auto Motor akan melakukan service mobil kesayangan Anda di rumah, di kantor, atau dimanapun tempat anda berada.

Jangan lupa menghubungi bengkel mobil Zaini Auto Motor, jika Anda memiliki masalah kerusakan pada mobil Anda ketika perjalanan mudik. Mekanik profesional dari Bengkel mobil Zaini Auto Motor siap mendatangi Anda untuk mendiagnosis masalah yang terjadi dan memberikan perbaikan secara cepat dan tepat. Sehingga perjalanan mudik Anda akan kembali lancar.

Etika Menyalakan Lampu Jauh Mobil

Jangan Asal, Begini Etika Dan Waktu Tepat Menyalakan Lampu Jauh (High Beam)

Lampu depan (headlamp) bukan hanya komponen penunjang keamanan terpenting bagi mobil, tetapi juga merupakan fitur yang wajib ada dan digunakan ketika kondisi gelap atau hujan. Setiap kendaraan bermesin, termasuk mobil wajib dilengkapi fitur headlamp yang terdiri dari low beam (lampu dekat) dan high beam (lampu jauh). Lampu jauh dan Lampu dekat mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan harus digunakan secara bijak oleh setiap pengendara. Saat mengemudikan mobil pada malam hari, kita sering kali dibuat jengkel oleh pengendara lain dari arah berlawanan yang menggunakan high beam (lampu jauh). Meski sama-sama berfungsi sebagai penerangan, namun bukan berarti bisa dilakukan sesuka hati.

“Lampu depan (headlamp) dirancang untuk memberikan visibilitas maksimum kepada pengemudi saat berkendara. Sehingga dapat menerangi jalan di depannya saat gelap, dan bahkan dapat digunakan untuk meningkatkan visibilitas selama kondisi cuaca buruk. Selain itu, dengan adanya sorot lampu depan membuat mobil Anda terlihat oleh kendaraan lain yang berada di sekitar Anda. Hal ini sangat penting untuk menjamin keselamatan Anda selama berkendara,” ungkap Listiyono, Kepala Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Sinar lampu mobil Anda dapat diatur dalam dua arah pilihan yakni Low beam dan high beam. Low beam (lampu dekat) merupakan cahaya lampu yang menerangi ke arah bawah bagian depan jalan yang akan dilalui mobil. Lampu dekat (Low beam) sangat baik digunakan pada jalan-jalan yang mempunyai penerangan cukup banyak, atau saat kondisi lalu lintas yang padat.

Sedangkan high beam adalah sinar lampu yang menyorot ke arah tengah (sejajar posisi headlamp) bagian depan jalan yang akan dilalui mobil. Lampu jauh (high beam) sebaiknya digunakan pada jalanan yang sepi dan minim penerangan, atau sebagai sarana untuk membantu jarak pandang pengemudi menjangkau kondisi jalan yang lebih luas.

Masih banyak pengguna mobil yang tanpa ada alasan yang tepat dengan sengaja menyalakan high beam (lampu jauh) atau flashing saat berkendara di malam hari. Dampaknya, tentu menggangu pengendara lainnya, baik yang ada di depannya, apalagi yang berlawanan arah. Kadangkala pengemudi lain dari arah belakang juga sering membuat silau, ketika cahaya terang lampu dimm atau high beam mereka menyorot mengenai kaca spion yang langsung memantul ke mata kita.

Listiyono, Kepala Bengkel mobil Zaini Auto Motor menjelaskan, “penggunaan high beam memang cukup penting saat mengemudi mobil, tetapi setiap pengemudi harus tetap paham kapan waktu yang tepat menggunakannya. Penggunaan lampu jauh (high beam) ada aturan dan etikanya, meskipun tidak disebutkan secara eksplisit kapan harus memakainya. Bahkan tanpa disadari dampak yang ditimbulkan saat sembarangan menyalakan high beam di waktu yang tidak tepat, cukup berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan fatal.”

Penggunaan high beam secara etika hanya boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Salah satunya contohnya, saat mengendarai mobil di jalan lurus yang panjang, terjadi penurunan jarak pandang (visibilitas) akibat penerangan jalan yang kurang. Pada kondisi seperti ini diperbolehkan menyalakan high beam dengan syarat tidak ada kendaraan di depan atau berlawanan arah, serta tidak dilakukan secara terus menerus dan dijadikan penerangan utama selama perjalanan.

“Penggunaan lampu jauh (high beam) memang diperbolehkan untuk mendapatkan jarak penerangan yang lebih luas. Misal ingin melihat rambu petunjuk jalan, ketika di depan ada jalan menikung, atau saat kondisi kendaraan melaju cukup kencang di jalan tol yang sepi. Karena, saat berkendara di jalan bebas hambatan di malam hari sangat membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi, seperti jalan tol Trans Jawa biasanya tidak dilengkapi dengan penerangan jalan yang memadai seperti layaknya jalan umum di tengah kota. Untuk memastikan kondisi jalan di depan apakah ada halangan atau tidak, boleh saja menyalakan high beam, namun harus ada etikanya,” ucap Listiyono, saat dihubungi di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Lampu Jauh (high beam)
High Beam

Selain itu, lampu jauh (high beam) dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan kendaraan lain yang sifatnya tidak terlihat. Baik dikarenakan jarak pandang terbatas dan terhalang, atau ketika Anda ingin memberikan peringatan kepada pengendara mobil lainnya. Tetapi tanda komunikasi yang keluar dari mobil Anda jangan sampai mengganggu pengendara lainnya. Karena pada dasarnya sinar lampu juga bisa membuat polusi bagi penguna jalan lainnya yang menerima cahaya yang berlebih.

“Penggunaan lampu jauh melalui Flashing (dimm) adalah salah satu bentuk komunikasi dari mobil ke kendaraan lain. Setiap pengemudi bisa menggunakannya dalam kondisi yang darurat, misalnya saat tikungan tajam dan banyak titik blind spot. Kondisi seperti ini diperbolehkan memberikan sinyal komunikasi melalui high beam kepada kendaraan dari arah berlawanan. Tetapi hal ini pun sifatnya sesaat saja, tidak boleh terus-menerus,” ujar Listiyono.

Untuk itu, meskipun high beam (lampu jauh) dapat meningkatkan visibilitas Anda, tetapi high beam menghasilkan intensitas cahaya yang mengurangi visibilitas pengendara lain di sekitar Anda. Selalu matikan high beam ketika ada kendaraan lain yang mendekat dari arah berlawanan, atau ketika Anda berada tepat di belakang kendaraan lain. Selanjutnya, ketika sudah tidak ada mobil lagi dari arah berlawanan, atau tepat di depan mobil Anda, lampu jauh boleh digunakan lagi, namun tidak terus menerus.

Pengemudi yang gemar menggunakan lampu jauh adalah pengemudi yang tidak menerapkan gaya berkendara defensif (Defensive driving). Tetapi bila pengemudi menerapkan cara berkendara defensif (Defensive driving), pengemudi tidak perlu terlalu bergantung pada lampu jauh terus menerus. Defensive driving pada prinsipnya mengharuskan pengemudi selalu waspada dan memperhatikan kondisi disekitarnya. Tujuannya untuk antisipasi menghadapi berbagai kemungkinan dan potensi bahaya di jalan raya.

Untuk memastikan keamanan Anda, selalu lakukan pemeriksaan headlamp sebelum mengendarai mobil terutama saat malam hari atau saat cuaca buruk, dan pastikan semua lampu mobil Anda berfungsi dengan baik. Selain itu, bersihkan permukaan lensa headlamp mobil Anda secara rutin, hal ini bertujuan untuk memberikan visibilitas terbaik selama berkendara nantinya.

Jika Anda memiliki masalah dengan lampu depan (headlamp) mobil yang tidak berfungsi dengan benar, misalnya sorot cahayanya menyebar dan tidak terfokus di depan mobil, cahaya lampu redup, indikator lampu rusak, headlamp mati mendadak, atau masalah lainnya. Mekanik profesional dari Bengkel mobil Zaini Auto Motor siap mendatangi Anda untuk mendiagnosis masalah yang terjadi dan memberikan perbaikan secara cepat dan tepat. Jadi Anda tidak perlu repot mendatangi bengkel mobil terdekat, yang tentu sangat membahayakan keamanan Anda jika berkendara dengan masalah pada headlamp.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi