Tag: Kompresor AC Mobil

Tanda-tanda Kompresor AC Mobil Rusak

Inilah Tanda-Tanda Kompresor AC Mobil Bermasalah

Musim kemarau pada tahun ini telah mencapai puncaknya, hal ini ditandai dengan temperatur udara di luar ruangan yang cukup panas berkisar antara 34-41° C. Pada bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa, dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga bulan Desember. Dengan kondisi cuaca tersebut, tentu komponen AC mobil menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pengendara mobil. Apalagi bagi pengguna mobil di kota-kota besar yang sering terjebak kemacetan, dengan adanya AC mobil tentu sangat menolong. Karena AC mobil merupakan fitur yang sangat penting pada mobil dalam memberikan kenyamanan saat berkendara. Setiap pengendara mobil pasti mengeluh jika kabin mobilnya menjadi panas dikarenakan temperatur AC mobil kurang dingin. Yuk, Kenali Tanda-Tanda Kompresor AC Mobil Bermasalah!

Setiap mobil produksi terkini pasti telah dilengkapi dengan fitur pendingin kabin atau AC (air conditioner). Salah satu fungsi utama AC mobil adalah menyejukkan udara di dalam kabin. Sistem AC mobil memiliki banyak komponen antara lain kompresor, kondensor, receiver dryer, evaporator, dan pipa AC. Dari semua komponen pada sistem AC tersebut, kompresor AC bertanggung jawab penuh atas dingin atau tidaknya udara yang dihembuskan ke dalam kabin.

“Kompresor bisa diibaratkan sebagai jantung dari sistem AC mobil. Kompresor AC bertugas memompa dan menekan freon/refrigeran menuju ke evaporator, sehingga freon bisa bersirkulasi dan menghilangkan hawa panas di dalam kabin mobil. Namun, terkadang masih banyak pemilik mobil yang belum tahu bahwa kompresor AC juga perlu dirawat agar AC mobil tetap dingin. Jika komponen kompresor ini sampai rusak, maka biaya perbaikan maupun penggantiannya juga cukup menguras kantong, ujar Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor.

Jika kinerja AC mobil dirasa ada yang tidak biasa, dan ada gejala-gejala ringan seperti bunyi tak wajar, muncul hembusan udara panas saat putaran mesin rendah, maka yang pertama patut dicurigai adalah komponen kompresor AC. Bisa jadi gejala-gejala tersebut adalah indikasi awal rusaknya kompresor AC. Pengemudi mobil Anda harus waspada dan segera mengecek kompresor AC mobilnya. Agar lebih paham gejala apa saja yang menandai rusaknya kompresor AC, mari kenali ciri-ciri kompresor AC yang bermasalah!

1. Kompresi Kompresor AC Mobil Melemah

Pada umumnya ketika kompresor AC pada mobil mulai bermasalah, maka akan muncul beberapa tanda/gejala yang dapat diketahui oleh pengemudi. Kompresor merupakan komponen pada sistem AC mobil yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan freon. Jadi saat timbul masalah pada kompresor, maka komponen sistem AC lainnya akan ikut terpengaruh. Kompresor AC memiliki beberapa komponen internal yang bergerak, seperti, piston, valve/katup, AS/shaft, swash plate, bearing, dan lainnya. Bagian internal ini bisa aus dan rusak, sehingga menyebabkan kinerja kompresor AC tidak maksimal bahkan berhenti bekerja.

Salah satu tanda/gejala yang muncul adalah apabila hembusan udara AC mobil terasa kurang dingin saat rpm/putaran mesin rendah. Namun, ketika mulai rpm mesin ditingkatkan atau saat mobil mulai berjalan dengan kecepatan tertentu, hembusan udara AC mobil mulai lebih dingin. Hal ini menandakan adanya masalah pada kompresor AC.

“Kompresor yang bermasalah atau rusak tidak akan dapat mengatur aliran freon dalam sistem AC mobil dengan benar. Akibatnya AC mobil tidak akan berfungsi dengan baik. Apabila tekanan dari kompresor berkurang, maka AC mobil pun akan terasa kurang dingin pada putaran /rpm mesin rendah. Namun, ketika putaran mesin dinaikkan lebih dari 2.500 rpm biasanya baru terasa dingin. Hal ini biasanya disebabkan kondisi piston dan valve di dalam kompresor sudah mulai aus, sehingga membuat tekanan kompresinya melemah.” Ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

2. Kompresor AC Mobil Berbunyi Kasar

“Tanda-tanda paling mudah dikenali adalah ketika menyalakan AC ada bunyi kasar, atau ketika kecepatan mesin meningkat maka bunyi dari kompresor AC juga akan semakin kencang. Namun, ketika AC mobil dimatikan ke posisi “OFF” bunyi tersebut langsung hilang. Penyebab bunyi kasar tersebut bisa diakibatkan karena oli kompresor kurang/habis, piston aus, bearing rusak/macet, hingga AS/shaft kompresor kurang presisi.” ungkap Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Oli Kompresor bocor Penyebab Kompresor AC Mobil Berbunyi Kasar
Perbaikan Kebocoran dan Pengisian Oli Kompresor AC

Kompresor AC bekerja dengan cara digerakkan oleh v-belt yang terhubung dengan mesin. Selain itu, kompresor AC juga memiliki beberapa komponen internal, dan menggunakan bearing untuk dapat berputar. Jika salah satu komponen internal kompresor AC mengalami kerusakan, atau bearing kompresor rusak/macet, maka dapat menimbulkan bunyi-bunyi aneh. Maka munculnya suara aneh ketika AC mobil dinyalakan merupakan gejala dari kompresor AC yang bermasalah.

“Apabila kompresor AC mengalami masalah seperti muncul bunyi kasar yang tidak biasa, maka segera lakukan pengecekan di semua bagian kompresor. Lakukan pemeriksaan kompresor AC mobil sesegera mungkin sebelum terjadi masalah kerusakan yang lebih parah. Perlu pemeriksaan bagian internal kompresor AC, seperti piston-piston, bearing, AS/shaft yang telah mengalami keausan. Kebocoran oli kompresor dan kerusakan komponen internal kompresor seperti piston, bearing, as/shaft yang telah aus menjadi salah satu penyebab AC mengeluarkan bunyi-bunyi kasar yang menganggu. Namun, bila pemilik mobil tidak mengetahui cara memeriksa kompresor AC, sebaiknya segera kunjungi bengkel mobil terdekat atau bengkel AC mobil terdekat. Jika kerusakan pada kompresor AC cukup parah, sebaiknya mengganti kompresor dengan yang baru.” imbuh Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Terjadi Kebocoran Pada Kompresor AC Mobil

Sebenarnya freon tidak bakal habis bila tidak terjadi kebocoran pada sistem AC mobil. Dengan kata lain, penyebab habisnya freon/refrigeran dikarenakan adanya kebocoran pada sistem AC itu sendiri. Tanda kebocoran freon pada sistem AC mobil biasanya ditandai adanya gejala hembusan udara AC yang kurang dingin, atau munculnya suara desis halus di balik dashboard kabin.

Namun, pada kompresor AC mobil bisa saja mengalami kebocoran freon. Sehingga sebanyak apapun freon yang diisikan kedalam sistem AC, maka akibat adanya kebocoran ini menyebabkan freon tersebut akan cepat berkurang atau habis. Semakin besar kebocorannya, semakin cepat pula freon berkurang dan akibatnya udara di dalam kabin tidak terasa dingin.

Kebocoran Freon Pada Kompresor AC Mobil
Kebocoran Freon Pada Kompresor AC

“Kompresor AC memiliki komponen yang bernama seal. Penyebab freon habis biasanya karena adanya kebocoran pada seal karet di sambungan selang/pipa dan kompresor. Jika seal yang terbuat dari karet ini mengalami keretakan, keausan atau robek, maka berpotensi timbul kebocoran freon AC. Efeknya, tekanan dari kompresor untuk mensirkulasikan freon ke sistem AC menjadi lemah, sehingga hembusan udara AC pun menjadi kurang dingin.” Jelas Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Selain itu, korosi pada kompresor dan pipa AC juga menjadi sumber utama kebocoran dan berkurangnya freon AC mobil. Jika sudah terjadi korosi, langkah terbaik yang harus dilakukan adalah mengganti sparepart AC mobil tersebut yang mengalami korosi. Segera bawa mobil Anda ke bengkel spesialis AC mobil atau ke bengkel mobil terdekat untuk dilakukan penggantian sparepart AC mobil. Sebab, jika dibiarkan terlalu lama akan memilik efek samping yang bisa mengakibatkan kerusakan fatal pada sistem AC mobil.

4. Kerusakan Magnetic Clutch Pada Kompresor AC

Magnetic clutch (kopling magnet) merupakan komponen kompresor AC mobil yang bertugas untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dengan kompresor melalui drive belt dan pully pada kompresor. Pernahkah Anda merasakan hembusan udara AC mobil yang semula dingin, namun tiba-tiba tidak dingin sama sekali? Walaupun AC mobil dalam kondisi tetap bekerja? Namun, setelah tombol AC dimatikan beberapa saat, kemudian dihidupkan lagi, kondisi AC pun kembali bekerja normal, dan biasanya disertai putaran RPM mesin yang meninggi dengan sendirinya, di atas 1.000 rpm. Jika terjadi seperti ini segera periksa sistem AC mobil, terutama di bagian magnetic clutch kompresor AC. Baca juga : Magnetic Clutch Rusak, Penyebab Utama AC Mobil Tidak Dingin

Kerusakan Magnetic Clutch Pada Kompresor AC
Magnetic Clutch Pada Kompresor AC

“Kadang ditemui magnetic clutch pada kompresor mengalami kerusakan, sehingga membuat AC mobil tidak mampu mendinginkan udara di kabin. Kerusakan magnetic clutch biasanya akibat dari cara pengoperasian AC yang kurang tepat. Udara kabin yang semula terasa dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali. Hal ini disebabkan komponen magnetic clutch pada kompresor AC telah aus. Sehingga mengakibatkan magnetic clutch kadang terhubung dan kadang tidak mau terhubung ke kompresor AC. Ketika mendapati ciri-ciri seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke bengkel spesialis AC mobil atau bengkel mobil terdekat. Jika sengaja mengabaikannya, kerusakan yang semula kecil bisa merembet ke komponen lain yang bisa membuat kompresor AC rusak. Biaya perbaikan atau penggantian kompresor AC mobilpun dikenal cukup menguras kantong,” terangnya Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Kompresor AC

Tidak hanya mesin mobil saja yang perlu dirawat secara rutin, komponen mobil lainnya yang sering digunakan pun tidak boleh luput. Seperti halnya komponen sistem AC mobil juga perlu rutin dirawat. Termasuk kompresor AC, karena tanpanya niscaya penumpang di dalam kabin akan kepanasan. Merawat kompresor AC dengan baik dan rutin, sama artinya dengan menjaga kondisi AC mobil agar tetap konsisten menghasilkan udara dingin di dalam kabin. Penting sekali untuk selalu melakukan perawatan rutin pada sistem AC, sekurang-kurangnya 2-3 kali dalam setahun.

Selain memberi kenyamanan, sistem pendingin kabin yang bekerja dengan baik akan menjadi nilai tambah saat mobil Anda hendak dijual lagi. Oleh karenanya, pemilik mobil harus menjaga kondisi AC mobilnya selalu bekerja maksimal. Jika mobil kesayangan Anda mulai terdapat tanda/gejala kompresor bermasalah seperti penjelasan di atas, maka segera kunjungi bengkel mobil terdekat atau bengkel khusus AC mobil. Pastikan kompresor AC mobil Anda untuk segera diperiksa, karena jika diabaikan kerusakan tadi bisa merembet ke komponen lain yang membuat kerusakan makin parah.

Apabila Anda tidak cukup waktu untuk mengunjungi bengkel mobil, manfaatkan saja layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Untuk urusan ini, bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan solusi mudah perawatan dan perbaikan bagi AC mobil Anda. Cukup lakukan booking service untuk layanan bengkel mobil panggilan melalui smartphone Anda, maka mekanik profesional yang akan segera mendatangi Anda. Lebih dari 500 jasa perawatan dan perbaikan mobil mampu dilakukan oleh bengkel Zaini Auto Motor. Mulai dari pemeriksaan berkala, turun mesin hingga penggantian komponen mobil. Dengan melakukan service di bengkel Zaini Auto Motor, maka kinerja AC mobil Anda dijamin kembali optimal. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dengan hembusan udara AC yang dingin ketika dikendarai sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh.

Magnetic Clutch Kompresor AC Mobil

Magnetic Clutch Rusak, Penyebab Utama AC Mobil Tidak Dingin

Terdapat banyak penyebab hembusan udara air conditioner (AC) pada mobil tiba-tiba terasa tidak dingin. Bisa jadi salah satu penyebab utamanya datang dari magnetic clutch pada kompresor AC mobil yang bermasalah. Pengemudi yang mengalami kondisi AC mobil yang tiba-tiba terasa tidak dingin, sebaiknya tidak perlu panik. Segera lakukan pengecekan kondisi AC mobil ke bengkel mobil terpercaya atau bengkel khusus AC mobil terdekat. Jangan dibiarkan bagian tersebut mengalami kerusakan parah sehingga pada akhirnya akan menjalar ke komponen AC lainnya.

Menurut Agus Tri, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor, “Jika kita sedang berkendara, tiba-tiba terjadi penurunan kinerja AC mobil yang semula dingin menjadi tidak dingin sama sekali, dan biasanya disertai putaran mesin (RPM mesin) yang mendadak akan tinggi, besar kemungkinan adalah indikasi awal kerusakan pada magnetic clutch di kompresor AC mobil. Magnetic clutch (kopling magnet) merupakan bagian dari kompresor AC mobil yang bertugas untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dengan kompresor AC melalui drive belt dan pully kompresor AC. Ketika komponen kopling magnet bermasalah/rusak, maka akan secara signifikan mengurangi beban kerja mesin. Sehingga membuat tarikan gas menjadi lebih ringan, bahkan putaran RPM mesin bisa naik di atas 1.000 RPM.”

Ciri Kerusakan Magnetic Clutch

Pernahkah merasakan hembusan udara AC mobil yang semula dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali walaupun AC mobil dalam kondisi menyala? Namun, setelah tombol AC dimatikan beberapa saat, kemudian dihidupkan lagi, maka kondisi AC pun kembali bekerja normal. Kejadian seperti ini biasanya disertai putaran RPM mesin yang meninggi dengan sendirinya. Jika terjadi seperti ini segera periksa sistem AC mobil, terutama di bagian magnetic clutch pada kompresor AC.

Magnetic Clutch Rusak, Penyebab AC mobil tiba-tiba Tidak Dingin
Magnetic Clutch Rusak, Penyebab AC mobil tiba-tiba Tidak Dingin

“Kadang saat berkendara kita mengalami udara kabin yang semula terasa dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali. Bisa jadi magnetic clutch pada kompresor AC mengalami kerusakan, sehingga membuat AC mobil tidak mampu mendinginkan udara di dalam kabin. Apabila magnetic clutch pada kompresor AC telah aus, maka menyebabkan bagian ini kadang tidak mau terhubung ke kompresor AC. Sehingga kompresor tidak bekerja maksimal untuk mensirkulasikan freon ke sistem AC mobil. Ketika mendapati ciri-ciri seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke bengkel spesialis AC mobil atau bengkel mobil terdekat. Jika sengaja mengabaikannya, kerusakan yang semula kecil bisa merembet ke komponen lain yang bisa membuat kompresor AC rusak. Biaya perbaikan atau penggantian kompresor AC mobil pun dikenal cukup menguras kantong,” terangnya Agus Tri, di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, ciri magnetic clutch mulai bermasalah adalah pully kompressor AC terlihat renggang. Hal ini bisa dikarenakan telah terjadi keausan pada kopling magnet, atau karena pemasangan yang salah alias kurang rapat. Ciri seperti ini kerap ditemui pada mobil Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, Toyota Avanza, Toyota Rush, Kijang Innova dan beberapa merk mobil lainnya. Tetapi itu bukan karena kerusakan bawaan, karena kejadian tersebut bisa saja dialami pada semua mobil.

Penyebab Kerusakan Kopling Magnet

Kerusakan komponen kopling magnet bisa disebabkan dari cara pengoperasian AC mobil yang kurang tepat. Misalnya, saat berkendara di jalan tol dengan kecepatan tinggi, pengemudi sering memposisikan suhu AC di posisi/level terlalu rendah. Sehingga kerja dari kopling magnet (magnetic clutch) tidak stabil. Walaupun tujuan utamanya untuk menghemat bahan bakar dan agar suhu kabin tidak terlalu dingin. Namun, efek negatifnya menyebabkan kerja kopling magnet jadi sering putus-sambung. Pada saat putaran mesin tinggi akan mengakibatkan gesekan magnetic clutch berlangsung kasar, sehingga membuat kopling magnet cepat aus.

Jadi sebaiknya, saat berkendara dengan kecepatan tinggi dan dalam waktu lama, seperti ketika melaju di jalan tol, disarankan mengatur suhu AC mobil secara maksimal. Tujuannya agar komponen AC, terutama magnetic clutch-nya dapat bekerja dengan maksimal, sehingga akan lebih awet.

Kompresor AC dan Magnetic Clutch AC Mobil

“Pemilik mobil dapat memeriksa secara mandiri kondisi magnetic clutch AC mobilnya. Salah satu caranya dengan memposisikan kunci kontak ON dan tombol AC juga ON. Dengan begini magnetic clutch akan dialiri arus listrik langsung dari aki mobil. Aliran listrik tersebut akan menarik pusat magnetic clutch menempel ke kompresor AC. Untuk memastikan kondisinya, Anda bisa memeriksanya langsung. Apabila pusat kopling magnet tidak tertarik ketika diberi arus, bisa dipastikan terjadi masalah pada bagian magnetic clutch,” ujar Agus Tri, di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Merawat Kopling Magnet AC Mobil

Bisa dikatakan magnetic clutch merupakan salah satu komponen yang penting untuk menunjang kerja kompresor AC mobil tetap maksimal. Karena magnetic clutch merupakan alat untuk mengaktifkan dan menonaktifkan kerja kompresor AC mobil. Jika komponen kopling magnet ini mengalami kerusakan, maka bisa dipastikan kompresor tidak akan berfungsi dengan baik. Agar kompresor AC bisa berfungsi dengan baik, pastikan untuk selalu merawat komponen magnetic clutch AC mobil, termasuk komponen-komponen AC lainnya.

Cara merawat magnetic clutch AC mobil sangat mudah yaitu dengan service rutin. Service rutin yang dilakukan tidak hanya bermanfaat untuk keawetan kopling magnet tersebut, tetapi juga untuk komponen yang lainnya agar bisa tetap memiliki kinerja yang baik. Penting sekali untuk selalu melakukan perawatan rutin pada sistem AC mobil kesayangan Anda, sekurang-kurangnya 2-3 kali dalam setahun.

Apabila Anda sedang mager atau tidak cukup waktu untuk mengunjungi bengkel mobil, manfaatkan saja layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Untuk urusan ini, bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan solusi mudah perawatan dan perbaikan bagi AC mobil kesayangan Anda. Cukup lakukan booking service melalui smartphone, dan pilih layanan bengkel mobil panggilan, maka para mekanik profesional akan segera mendatangi Anda. Lebih dari 500 jasa perawatan dan perbaikan mobil mampu ditangani oleh bengkel Zaini Auto Motor. Mulai dari pemeriksaan berkala, engine tune up, penggantian komponen mobil, hingga turun mesin (engine overhaul). Dengan melakukan service AC mobil di bengkel Zaini Auto Motor, maka kinerja AC mobil Anda dijamin kembali optimal. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dengan hembusan udara AC yang dingin saat digunakan sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh.

Penyebab AC mobil tiba-tiba Tidak Dingin

AC Mobil Tidak Dingin, Mana Tahan? Periksa 6 Komponen Ini!

Di zaman sekarang ini, AC (air conditioner) mobil merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dan wajib ada pada setiap mobil untuk menunjang kenyamanan dalam berkendara. Kendala kerusakan pada AC (air conditioner) mobil bisa terjadi kapan saja. AC mobil yang tidak dingin dan bekerja tidak optimal, akan sangat merugikan dan bisa membuat pengemudi dan penumpang tidak nyaman selama berkendara.

Jika AC mobil bermasalah, kadang yang berhembus keluar hanya udara berhawa panas dan bau tidak sedap. Meskipun selektor temperatur AC sudah diset di temperatur yang paling dingin, udara yang berhembus dari ventilsai AC tetap saja tidak bertambah dingin. Seperti halnya komponen mobil lainnya, pada AC mobil juga terdapat komponen yang membutuhkan perawatan rutin. Ketika ada komponen di dalam sistem pendingin mobil yang fungsinya tidak normal, maka perlu segera dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Pemeriksaannya gejala kerusakan pun harus tepat dan benar, jangan sampai salah diagnosa, agar perbaikan bisa dilakukan secara efisien, tepat dan cepat.

Menurut Agus Tri, General Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, “Berdasarkan pengelaman kami menangani ribuan kerusakan mobil, kendala yang sering terjadi pada AC mobil adalah tidak terasa dingin. Ini bisa disebabkan kurang pedulinya pemilik mobil yakni jarang melakukan servis rutin pada AC mobil. Sehingga tak jarang AC menjadi kotor dan akhirnya menyebabkan kerusakan komponen. Permasalahan yang sering terjadi seperti kompresor, kondensor, dan evaporator.”

Apabila terjadi masalah atau kerusakan pada sistem AC mobil, pada beberapa komponen tertentu dapat diperiksa secara mandiri. Tetapi kebanyakan memang harus mendatangi Bengkel AC mobil terdekat, atau bengkel mobil profesional terdekat. Karena diperlukan diagnosa yang tepat dan akurat, sehingga tidak malah menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya.

Lantas, komponen apa saja yang sudah pasti bermasalah apabila AC mobil tidak dingin dan hanya menghembuskan udara panas?

1. Kompresor

Faktor utama penyebab AC mobil terasa kurang dingin adalah kerusakan pada komponen kompresor AC. Kompresi yang lemah dan rendah sangat mempengaruhi kinerja AC mobil secara keseluruhan, sehingga AC mobil tidak akan mampu menghasilkan udara sejuk. Kompresor AC menjadi salah satu komponen yang paling pertama harus diperiksa.

“Agar kerja dari kompresor AC tidak berat, maka pemilik mobil harus rutin membersihkan kabin mobil, sehingga tidak banyak debu dan kotoran yang bisa menyumbat komponen filter Kabin AC dan evaporator AC. Selain itu, sebaiknya jangan membuka kaca selama AC mobil beroperasi, karena membuat kotoran atau debu dari luar akan ikut masuk. Udara dalam kabin pun kembali tidak sejuk, dan membuat beban kerja kompresor AC akan semakin berat. Konsumsi BBM menjadi semakin boros jika kompresor AC bekerja terlalu berat,” jelas Agus Tri di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu filter kabin juga perlu dilakukan pembersihan atau penggantian setiap 10.000 km. Sedangkan untuk komponen receiver dryer juga perlu penggantian setiap 20.000 km.

2. Magnetic Clutch

Pemilik mobil juga harus mengantisipasi kerusakan magnetic clutch yang terhubung dengan kompresor AC mobil. Magnetic clutch sendiri merupakan komponen yang menghubungkan putaran mesin dengan kompresor AC, melalui fan belt. Magnetic clutch berfungsi seperti kopling pada kompresor AC, dengan begitu kompresor pun dapat bekerja. Apabila magnetic clutch di kompresor aus, menyebabkan magnetic clutch-nya tidak dapat terhubung dengan sempurna ke kompresor AC mobil.

“Keausan magnetic clutch biasanya akibat dari cara pengoperasian AC mobil yang tidak benar. Contohnya, saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi, tetapi temperatur AC diposisikan pada level agak dingin. Sehingga menyebabkan magnetic clutch bekerja terhubung dan terputus terus menerus, saat putaran mesin tinggi akan membuat gesekan pada clutch berlangsung kasar dan berakibat cepat aus,” Jelas Agus Tri Ariyanto saat ditemui di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

3. Freon Habis

Air conditioner (AC) mobil dapat mengeluarkan hawa sejuk atau hawa dingin berkat kehadiran freon. Seiring waktu pemakaian, seringkali freon AC mobil habis dikarenakan adanya kerusakan pada sistem AC mobil. Sehingga udara yang dikeluarkan dari AC pun tak lagi dingin, bahkan bisa saja malah membuat mobil terasa panas. Saat Anda mulai merasakan udara yang dikeluarkan AC mobil tidak lagi dingin seperti biasanya, ini bisa menandakan freon AC mobil yang semakin menipis. Bila Anda membiarkan masalah tersebut, maka lama kelamaan freon menjadi kosong.

“Perlu dicatat, freon AC mobil sebenarnya tidak pernah habis jika tidak terjadi kebocoran di dalam sistem AC mobil. Menurut pengalaman kami di bengkel Zaini Auto Motor, penyebab kebocoran AC mobil ini bisa sangat beragam. Beberapa diantaranya adalah adanya keausan atau getas pada komponen karet seal, kebocoran pada evaporator, kerusakan terburuknya valve kompresor AC mobil sudah tidak berfungsi,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Selain itu apabila terjadi overheat freon karena ekstra fan mati. Ketika overheat, maka tekanan freon di dalam sistem menjadi tinggi dan bisa menyebabkan kebocoran pada selang high pressure. Hal ini menjadi penyebab paling sering dari masalah AC mobil tidak dingin.

Cara memeriksa kondisi freon AC mobil yakni dengan cara menyalakan mesin. Apabila terdapat gelembung udara berwarna merah muda pada sight glass AC mobil, itu menandakan freon AC telah habis. Biasanya sight glass terdapat pada komponen filter driyer sistem AC mobil. Sebaiknya sesegera mungkin untuk melakukan pengisian freon AC mobil Anda dengan yang baru.

4. Expansion Valve Rusak

Katup ekspansi (Expansion valve) berfungsi sebagai katup pengatur jumlah gas freon yang sudah dicairkan, dan berfungsi untuk mengabutkan cairan pendingin (freon cair) sebelum masuk ke evaporator. Freon yang sudah difilter dari kandungan uap air, dialirkan ke katup expansi (expansion valve) untuk diturunkan tekanan dan temperaturnya. Dengan perkembangan teknologi, expansion valve pada mobil terkini sudah memiliki sensor temperatur. Yang bertujuan untuk menginformasikan kapan expansion valve harus menyalurkan cairan pendingin ke evaporator.

“Seiring waktu pemakaian, expansion valve akan mengalami penurunan fungsi. Rusaknya Expansion valve bisa terjadi karena adanya pembekuan. Bagian expansion valve bisa mengalami pembekuan (freezing) yang bisa menghambat udara dingin untuk keluar ke dalam kabin mobil. Expansion valve tidak bisa diperbaiki, melainkan harus diganti. Sesuai dengan rekomendasi, waktu penggantiannya setiap 40.000 kilometer. Tetapi waktu penggantian bisa saja lebih pendek dari yang direkomendasikan, tergantung dari pemakaian sehari-hari,”ungkap Agus Tri Ariyanto di Bengkel Zaini Auto Motor.

5. Evaporator

Evaporator yang bersih akan membuat sirkulasi udara pada sistem AC mobil semakin baik, otomatis hawa dingin yang keluar akan optimal. Musuh terbesar dari evaporator adalah debu dan kotoran, karena debu akan membuat evaporator AC terhambat menyalurkan udara dingin ke dalam kabin mobil. Debu dan kotoran ini bisa berasal dari kotoran yang tidak tersaring dengan baik oleh filter kabin. Jika setiap hari jumlahnya bertambah dan menumpuk, bisa membuat kinerja evaporator terganggu. Udara yang dihasilkan AC mobil pun tidak dingin.

“Hembusan udara pada blower akan melewati kisi-kisi evaporator, dan diteruskan ke dalam kabin mobil Anda. Sehinggga udara dingin yang menyejukan dapat dirasakan dengan maksimal. Jika evaporator kotor, maka proses kondensasi akan terganggu dan menyebabkan AC tidak dingin. Selain itu evaporator yang kotor juga bisa menyebabkan bau tidak sedap yang keluar dari AC mobil,” Ungkap Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Evaporator pada AC mobil ini tidak akan pernah bocor kecuali usia pakainya mendekati batas maksimal. Karena evaporator adalah komponen AC mobil yang selalu di lewati freon, maka lama kelamaan akan korosi atau kropos, dan inilah yang menyebabkan kebocoran freon. Untuk usia pakai dari evaporator itu tidak bisa berpatokan dengan jarak tempuh mobil. Jadi harus terhitung saat mobil berhenti atau berjalan di lalu-lintas macet, di mana AC mobil akan tetap bekerja. Maka normalnya dikalikan tiga dari jarak tempuh dan itu angka valid AC bekerja. Misalnya batas maksimal usia pakai evaporator adalah 60.000 kilometer, jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 20.000 km, maka sebaiknya segera periksa kondisi evaporator.

6. Extra Fan Mati

Extra fan (kipas AC) yang mati, juga bisa jadi penyebab AC mobil tidak terasa dingin. Fungsi extra fan adalah untuk menghembuskan udara ke arah kondensor dan mendinginkan freon (refrigerant). Sehingga refrigerant mengalami kondensasi dan berubah dari gas menjadi cair. Extra fan yang mati tentu akan mempengaruhi proses kondensasi dari Kondensor yang tidak optimal, sehingga mengakibatkan tidak ada udara dingin yang masuk ke dalam kabin mobil.

Extra fan (kipas AC) yang mati ternyata juga dapat mempengaruhi temperatur mesin. Karena letak radiator dan kondensor AC berdekatan, ketika extra fan AC tidak bisa menghembuskan udara luar ke kondensor AC, maka temperatur kondensor akan meningkat. Kenaikan temperatur kondensor inilah yang akan ikut terserap oleh radiator, sehingga otomatis radiator akan bertambah panas. Hal ini kemudian dapat menyebabkan mesin menjadi overheating.

Apabila mengalami extra fan (kipas AC) mati, segera matikan AC mobil Anda dan terpaksa untuk sementara waktu anda harus berkendara tanpa AC mobil mobil. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya overheating pada mesin mobil. Dengan mematikan AC mobil, maka radiator pun tidak akan menyerap panas yang ditimbulkan oleh kondensor. Selanjutnya, untuk mengatasi masalah extra fan tersebut tentunya Anda harus segera melakukan perbaikan atau penggantian di bengkel AC mobil terdekat atau bengkel mobil terdekat.

Itulah beberapa komponen AC mobil yang perlu Anda perhatikan kondisinya ketika AC mobil terasa kurang dingin. Semoga penjelasan di atas, dapat membantu Anda lebih mengenali kondisi AC mobil Anda. Dengan rajin melakukan perawatan dan servis AC secara rutin akan meminimalisir terjadinya kerusakan.

Pemeriksaan kondisi AC dan kondisi freon adalah salah satu hal yang perlu dilakukan, jika Anda tidak paham cara memeriksanya dan memperbaikinya maka serahkan saja pada ahlinya. Atau ketika Anda sibuk dan ingin lebih praktis, Anda dapat menghubungi bengkel mobil Zaini Auto Motor untuk melakukan booking service atau jasa service bengkel mobil panggilan ke tempat Anda berada. Bengkel mobil Zaini Auto Motor akan selalu memberikan bantuan pemeriksaan dan perbaikan mobil Anda secara cepat, tepat dan berbiaya lebih murah dari bengkel mobil resmi. Buktikan sekarang juga!

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi