Tag: Kanvas Rem

Kampas Rem Mobil Menipis

Hati-Hati! Ini Tanda Rem Mobil Anda Perlu Segera Diperbaiki

Di bulan Februari sekarang ini, menurut laporan dari BMKG curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih tergolong sedang dan tinggi. Di musim hujan seperti ini bagi setiap pengendara mobil dituntut untuk selalu waspada dan berhati-hati, serta wajib selalu memperhatikan kondisi mobilnya. Mobil harus dipastikan selalu prima saat digunakan sehari-hari, lantaran kondisi jalan pada musim penghujan cenderung basah, licin dan kadang membahayakan bagi pengendara.

Bentuk perhatian pemilik mobil tidak melulu pada bagian mesin, tetapi yang tentu tak kalah pentingnya adalah komponen-komponen penunjang keselamatan saat berkendara di jalan yang basah atau ditengah guyuran hujan.

Salah satu komponen terpenting yang tidak boleh diabaikan bagi keselamatan dan pengontrolan kecepatan laju kendaraan adalah sistem pengereman (Braking System). Sebenarnya untuk memeriksa kondisi sistem rem pada mobil bukanlah perkara susah, apalagi bagi Anda yang sudah terbisa mengemudikan mobil sendiri. Dengan terbisa mengemudi mobil sendiri, otomatis membuat Anda cukup peka terhadap kondisi normal dan abnormal pada mobil Anda.

Contohnya, Ketika melakukan pengereman dengan menginjak pedal rem, apabila kondisi normalnya hanya memerlukan sedikit injakan ringan maka kecepatan mobil sudah dapat dikurangi, namun tiba-tiba injakan pedal rem lebih dalam dari biasanya. Maka kondisi seperti ini harus mendatangkan kecurigaan dan tanda tanya buat Anda pengemudi mobil yang sudah biasa menggunakan dalam keseharian.

Selain itu, pemilik mobil yang terbiasa mengemudikan mobilnya sendiri, tentunya akan lebih memahami kebiasaan pada mobilnya. Maka hal ini bisa menjadi referensi untuk segera mendeteksi sejak dini apabila ada suatu masalah yang tidak biasa pada mobilnya.

Selanjutnya apabila Anda menghendaki pemeriksaan lebih mendetail tentang masalah apa yang sebenarnya terjadi pada mobil Anda, maka segera bawa mobil kesayangan Anda ke bengkel resmi Toyota terdekat, bengkel resmi Honda terdekat, bengkel Suzuki terdekat atau bengkel mobil profesional terdekat yang pastinya biaya pengecekan dan perbaikannya lebih murah dari bengkel resmi.

Service Rem di Bengkel Zaini Auto Motor

Tri Ariyanto selaku Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor mengatakan, “Selain masalah tekanan pedal rem lebih dalam dari kondisi normalnya, ada beberapa hal yang sering menjadi tanda adanya masalah pada sistem pengereman. Misalnya, lampu indikator rem menyala, pedal rem bergetar, pedal rem terasa keras, pengereman tidak pakem, pengereman kempes (spongy) atau muncul bunyi berdecit pada sistem pengereman.”

Tanda pertama yang dapat dirasakan saat sistem pengereman mobil bermasalah adalah timbul getaran saat pedal rem diinjak, atau saat mobil pada kecepatan tinggi. Getaran ini muncul bisa jadi karena kanvas rem telah Aus (habis), sehingga saat pedal rem diinjak, cengkraman kanvas rem (brake pad) pada cakram (disc brake) tidak merata.

Selain itu apabila kanvas rem berbau terbakar dan berkurangnya kemampuan pengereman, itu menandakan sistem rem mengalami panas berlebihan (overheat), akibat dari penggunaan rem yang berlebihan terutama pengereman ketika di jalan yang menurun. Ketika di jalan menurun, mobil cenderung meluncur lebih cepat, maka pengereman jangan dilakukan terus menerus dengan menginjak pedal rem.

Ketimbang melakukan pengereman terus menerus, sebaiknya Anda juga memanfaatkan pengereman mesin (engine brake). Caranya adalah memposisikan transmisi pada gigi rendah, sehingga hambatan mesin (engine brake) akan membantu pengereman mobil. Dengan demikian kerja rem tidak berat dan terus menerus.

Apabila lampu indikator rem pada dashboard menyala, memberikan tanda bahwa ada masalah pada sistem rem (braking system), yang pada umumnya bisa menjadi tanda bahwa ada masalah serius atau perlunya pemeriksaan rutin.

Pada mobil pabrikan terbaru, biasanya ada dua macam lampu indikator yang berhubungan dengan sistem rem, yaitu lampu indikator ABS (Anti-lock Braking System) dan lampu indikator brake untuk komponen utama sistem pengereman. Jika yang menyala hanya lampu indikator ABS (Anti-lock Braking System), maka mobil masih dapat dikendarai dengan hati-hati, karena hal tersebut menandakan fungsi ABS yang bermasalah dan tidak berfungsi. Namun jika yang menyala adalah lampu indikator “brake” untuk sistem pengereman utama (main brake system), maka Anda harus segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan pada sistem rem mobil. Jangan pernah menunda pemeriksaan dan perbaikan sistim rem jika telah terindikasi ada masalah, karena bisa membahayakan pengendara mobil sendiri.

“Pedal rem harus terasa padat saat diinjak, bila rem terasa kempes (ngempos) ketika pedal rem ditekan, meskipun secara keseluruhan pengereman masih berfungsi, namun ketika Anda menahan injakan maka pedal rem pelan-pelan terasa terus kempes seperti kehilangan tahanan atau istilahnya spongy. Hal ini bisa diakibatkan karena piston atau seal di dalam master silinder rem mengalami kebocororan namun masih dalam kategori ringan.” ujar Tri Ari Yanto ketika di wawancarai di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Itulah beberapa tanda dari sistem rem yang perlu diperhatikan dan perlu perbaikan. Karena sistem rem (braking system) merupakan fitur keselamatan utama, maka tidak ada alasan sekecil apapun untuk mengabaikan setiap tanda-tanda tidak normal yang terjadi pada sistem rem. Dan sebaiknya jangan menunda untuk segera memeriksakan mobil Anda ke bengkel mobil terdekat. Karena bila Anda sengaja mendiamkan terlalu lama dan memaksa memakainya, maka efeknya bisa sangat merugikan dan yang paling fatal bisa menyebabkan kecelakaan. Jangan sampai kelalaian Anda bisa berakibat mencelakakan orang-orang yang kita sayangi atau pengguna jalan lainnya yang tidak berdosa. Karena nyawa taruhannya!

Dengan membawa ke bengkel mobil terdekat maka otomatis Anda akan mendapat kepastian dan pemeriksaan lebih detail mengenai masalah yang terjadi pada sistem pengeremannya. Apabila memang diharuskan ada penggantian sparepart dan komponen lainnya, suku cadang dan pengerjaan juga mendapatkan garansi.

Bagi mobil kesayangan Anda memerlukan perawatan berkala, servis rutin atau perbaikan segala kerusakan mobil, maka kami sarankan untuk melakukannya di bengkel resmi sesuai dengan merk mobil kesayangan Anda. Langsung bawa kendaraan Anda ke bengkel resmi terdekat, misalnya bengkel Toyota terdekat, bengkel Honda terdekat, bengkel Nissan terdekat, atau bengkel resmi lainnya.

Tetapi, apabila di bengkel resmi antrinya lama dan biayanya mahal, sedangkan Anda ingin biaya yang lebih murah, service cepat, berkualitas, sesuai SOP, serta peralatan yang digunakan sama seperti bengkel resmi, maka kami rekomendasikan perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Minyak Rem (Break Fluid) yang baik

Inilah Jenis Dan Karakteristik Minyak Rem Yang Baik Bagi Mobil Anda

Setiap mobil pasti mempunyai sistem pengereman untuk memperlambat hingga menghentikan laju kendaraan. Setiap komponen di dalam sistem pengereman tersebut saling berhubungan satu sama lain. Kanvas rem dan minyak rem (break fluid) adalah salah satu bagian dari komponen sistem pengereman pada kendaraan.

“Kebanyakan pemilik mobil cenderung lebih memperhatikan kanvas rem, tromol (drum brake) dan piringan cakram (disc brake). Padahal selain komponen-komponen tersebut, minyak rem adalah salah satu bagian dari sistem pengereman yang sering dianggap sepele, tetapi memiliki fungsi sangat penting dalam sistem pengereman” kata Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor“.

Minyak rem (break fluid) pada mobil memiliki peran sangat penting pada sistem pengereman. Tanpa minyak rem, maka sistem pengereman pada mobil tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu harus dirawat dengan benar, agar keselamatan pengemudi dan penumpang selama berkendara tetap terjaga.

Fungsi minyak rem adalah mentransfer gaya mekanis dari pedal rem menjadi gaya tekan hidrolik yang digunakan untuk mengontrol dan memperlambat kecepatan kendaraan hingga benar-benar menghentikannya.

Selain itu, minyak rem juga berfungsi sebagai pelumas bagi komponen logam yang bergesekan saat sistem pengereman bekerja menghentikan laju kendaraan. Minyak rem juga menjaga agar komponen logam pada sistem pengereman (breaking system) tidak mudah aus, tahan panas, dan tidak berubah bentuk pada suhu tinggi.

Penjelasan cara kerja sistem pengereman dapat disederhanakan sebagai berikut :

  • Pengemudi menekan pedal rem.
  • Tekanan pada pedal rem berupa gaya mekanis akan diubah menjadi gaya tekan hidrolik. Dimana Pedal rem akan menekan piston yang ada di dalam silinder utama (master cylinder) untuk mengkompresi minyak rem.
  • Kompresi dari piston akan meningkatkan tekanan di dalam saluran sistem pengereman dan mendorong minyak rem mengalir didalamnya.
  • Tekanan minyak rem juga akan menekan silinder roda (pada rem tromol) dan caliper rem (pada rem cakram), yang menyebabkan kanvas rem (break shoes / break pad) bergesekan dengan tromol rem (drum brake) dan Piringan cakram (disc brake) yang terpasang menyatu dengan roda. Gesekan tersebut akan memperlambat dan dapat menghentikan putaran roda pada kendaraan itu sendiri.
  • Karena cairan memiliki sifat sulit dimampatkan (incompressible) maka sistem pengereman dapat bekerja dengan baik. Oleh karena itu, minyak rem harus memiliki sifat kompresibilitas yang rendah agar tidak dapat dimampatkan (incompressible).

Minyak rem harus memiliki karakteristik dan memenuhi standar kualitas tertentu agar sistem pengereman dapat bekerja dengan baik. Beberapa karakteristik utama yang harus dimiliki minyak rem adalah sebagai berikut :

1. Memiliki Titik Didih Stabil

Sistem pengereman cenderung menghasilkan temperatur yang sangat tinggi, terutama pada komponen silinder roda (wheel cylinder) untuk jenis rem tromol (drum break) dan pada kaliper rem cakram (disk brake calipers). Temperatur yang diakibatkan sistem pengereman bisa mencapai lebih dari 200 derajat celcius. Dan temparatur tinggi tersebut disalurkan dari kaliper atau silinder roda (wheel cylinder) kembali ke minyak rem.

Oleh sebab itu, minyak rem cenderung terkena suhu yang sangat tinggi. Maka diperlukan cairan khusus yang tahan terhadap panas dan temperatur tinggi. Kebanyakan minyak rem jenis DOT-3 dan DOT-4 memiliki titik didih (boiling point) sekitar 240—260 derajat celcius.

Tetapi titik didih (boiling point) pada minyak rem bisa turun hampir 50 persen jika terdapat kandungan air di dalam minyak rem. Karena pada sistem pengereman memungkinkan masuknya air ke dalam sistem dengan berbagai cara, salah satunya melalui kondensasi. Air yang terdapat di dalam sistem pengereman cenderung diserap oleh minyak rem, dan hal ini berakibat menurunkan titik didih minyak rem.

Dalam jangka waktu satu tahun di dalam sistem pengereman ada sekitar 3 persen air yang diserap oleh minyak rem. Jika kandungan air terus bertambah, maka titik didih (boiling point) minyak rem pun bisa turun diangka 120-160 derajat celcius. Tentu hal ini sangat berbahaya, apalagi ketika pengereman pada kecepatan tinggi, bisa jadi minyak rem akan mendidih. Sehingga membuat rem tidak berfungsi dengan baik.

“Minyak rem yang memiliki titik didih rendah bisa menyebabkan rem blong. Ini terjadi karena panas dari kaliper atau silender roda diteruskan ke minyak rem sehingga minyak rem bisa mendidih dan kekentalannya rendah,” ujar Listiyono Kepala Bengkel Mobil “Zaini Auto Motor“.

Minyak rem harus memiliki titik didih yang tinggi untuk menghindari penguapan pada saluran sistem pengereman. Penguapan pada saluran sistem pengereman dapat menimbulkan masalah, karena uap sangat kompresif dibandingkan dengan cairan. Oleh sebab itu, uap dapat menghilangkan transfer gaya hidrolik dalam sistem pengereman yang bisa mengakibatkan rem gagal menghentikan laju kendaraan.

2. Memiliki Kompresibilitas Rendah

Kebanyakan cairan memiliki sifat sulit dimampatkan (incompressible), maka minyak rem juga harus memiliki sifat sulit untuk dimampatkan, agar sistem pengereman dapat bekerja dengan baik. Oleh karena itu, minyak rem harus memiliki sifat kompresibilitas yang rendah agar tidak dapat dimampatkan (incompressible), serta harus selalu stabil pada temperatur dan tekanan yang berubah drastis.

3. Memiliki Titik Beku Rendah

Minyak rem harus memiliki kekentalan (viscosity) yang tetap pada rentang temperatur yang tinggi dan sekaligus pada temperatur yang sangat rendah (suhu dingin), hal ini dimaksudkan untuk memperoleh kinerja sistem pengereman yang konsisten dan dapat diandalkan.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Pro Zaini Auto Motor, “Minyak rem harus mempunyai kekentalan (viskositas) yang tetap, tidak mudah berubah terhadap temperatur yang berubah drastis. Minyak rem juga harus cocok dengan komponen yang terbuat dari logam, sekaligus tidak merusak komponen dari seal karet yang digunakan pada sistem pengereman”.

Untuk itu salah satu unsur yang terkandung dalam minyak rem adalah Glycol Ether yang berfungsi untuk mengontrol kekentalan (viscosity), titik didih (boiling point), dan menjaga kestabilan kelenturan seal karet.

4. Melumasi Komponen Yang Bergerak

Sistem pengereman terdiri dari beberapa komponen logam, seperti piston yang harus dapat bergerak secara bebas akibat gaya tekan hidrolik. Untuk mengurangi gesekan pada komponen logam tersebut dan agar berfungsi sebagai pelumas, maka minyak rem biasanya mengandung unsur polyalkylene glycol. Unsur ini menjaga agar komponen logam pada sistem pengereman tidak mudah aus, tahan panas, dan tidak berubah bentuk pada suhu tinggi.

5. Memiliki Unsur Kimia Yang Baik

“Kandungan unsur pada minyak rem biasanya terbagi dalam dua jenis yaitu silicone-based dan glycol-based. Untuk minyak rem dengan silicon-based kandungannya sudah pasti adalah silikon. Sedangkan untuk minyak rem jenis glycol based kandungannya adalah mineral oil, polyalkylene glycol, glycol ether, dan synthetic oil“, jelas Listiyono di bengkel mobil pro “Zaini Auto Motor“.

Pada umumnya, minyak rem mengandung unsur polyalkylene Glycol, Glycol Ether, dan ditambah zat Additive.

  • Polyalkylene Glycol merupakan cairan dengan tingkat kekentalan yang tinggi, dan sekaligus berfungsi sebagai pelumas. Selain itu, Polyalkylene Glycol juga bisa mengurangi pengaruh terhadap karet.
  • Sedangkan Glycol Ether berfungsi untuk mengontrol kekentalan (viscosity), titik didih, dan menjaga kestabilan kelenturan seal karet.
  • Yang terakhir, ditambahkan zat Additive yang berfungsi untuk mencegah terjadinya korosi dan oksidasi.

Minyak rem berdasarkan titik didihnya terbagi menjadi beberapa jenis, yakni DOT-3, DOT-4, DOT-5.1, dan DOT-5. DOT merupakan kependekan dari Departement of Transportation. Angka DOT (Departement of Transportation) pada minyak rem menentukan tingkat klasifikasi minyak rem. Semakin tinggi angka DOT, semakin tinggi titik didih sebuah minyak rem.

  1. Minyak rem DOT-3 merupakan minyak rem yang paling umum digunakan. Minyak rem DOT-3 memiliki titik didih maksimal 205 derajat celcius. Minyak rem DOT 3 menggunakan unsur Glycol Ether. Minyak rem ini mudah ditemukan di toko sparepart atau bengkel mobil dengan harga yang ekonomis. Namun, kekurangan DOT-3 adalah dapat merusak cat, merusak karet alami, dan dapat menimbulkan korosi.
  2. Minyak rem DOT-4 sering ditemui pada mobil model terbaru.
    Minyak rem DOT-4 memiliki titik didih (boiling point) yang bisa mencapai 230 derajat celcius. Minyak ini juga cukup mudah untuk didapatkan, namun harganya lebih mahal daripada DOT-3. Meskipun begitu, DOT-3 tetap berpotensi untuk menimbulkan korosi karena minyak ini mudah menyerap air. Karateristik yang mebedakan antara DOT-4 dengan DOT-3 adalah titik didihnya yang lebih tinggi, sehingga sesuai untuk digunakan pada mobil bersuhu tinggi.
  3. Minyak rem DOT-5 biasa dikenal dengan minyak rem silikon. Karena unsur silikon digunakan sebagai bahan dasar minyak rem DOT-5 ini. Silikon memiliki kandungan yang tidak mudah menyerap air. Dengan demikian, DOT-5 tidak berpotensi untuk menimbulkan korosi atau karat. Minyak rem DOT-5 ini memiliki titik didih (boiling point) yang bisa mencapai 270 derajat celcius. Minyak rem DOT-5 banyak digunakan dalam kendaraan militer atau untuk mobil dalam ajang kompetisi balap. Kekurangannya, minyak rem DOT-5 tidak memiliki daya lumas yang baik. Selain itu, harga minyak rem DOT-5 cukup mahal.
  4. Minyak rem DOT-5.1 merupakan tipe yang paling baru. Minyak rem ini mempunyai titik didih yang tinggi dan kualitas yang lebih baik dibandingkan jenis minyak rem lainnya. Akan tetapi, kekurangannya adalah DOT-5.1 berpotensi untuk merusak cat.

“Setiap mobil mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sebaiknya minyak rem yang digunakan pun harus sesuai spesifikasi yang direkomendasikan, karena masing-masing minyak rem memiliki titik didih yang berbeda,” saran Listiyono di Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor”.

Catat! Ini 7 Spare Part Yang Harus Rutin Diganti

Setiap pemilik mobil pasti menginginkan mobil yang digunakan selalu dalam kondisi sehat dan prima. Apalagi jika mobil tersebut kerap digunakan sebagai penunjang aktivitas sehari-hari. Maka dari itu pemilik mobil diharapkan selalu perhatian dan rajin melakukan servis berkala maupun perawatan rutin. Servis berkala ataupun perawatan rutin merupakan kewajiban pemilik mobil. Salah satu tujuannya untuk menjaga kondisi mobil agar tetap prima dan terhindar dari masalah saat digunakan.

Selain perawatan rutin atau service berkala ternyata beberapa suku cadang (spare part) mobil juga wajib diganti secara rutin. Meskipun telah ada petunjuk pemakaian (manual book) tentang seberapa lama masa pakai suku cadang (spare part) dan telah teruji oleh produsen mobil, ternyata itu tidak bisa dijadikan sebagai patokan pasti. Karena seberapa sering pemakaian kendaraan dan medan yang dilalui tentu berbeda-beda bagi setiap pemilik mobil.

Jika pemilik mobil menunda-nunda atau terlambat mengganti suku cadang bisa jadi menimbulkan kerusakan komponen yang lebih banyak. Pemilik mobil tentu harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memperbaikinya.

Berikut ini merupakan suku cadang (spare part) yang wajib rutin diganti agar mobil Anda tetap sehat dan prima.

1. Oli Mesin

Oli mesin punya peran sangat penting dalam menunjang kinerja mesin. Oli mesin memiliki fungsi sebagai pelumas (lubricate) komponen – komponen dalam mesin, meredam getaran (dampen shock), meredam bunyi (reduce noise), mencegah korosi (prevent corrosion), mentransmisikan tenaga (transmit power), menyalurkan panas (transport heat), transport debris, mengurangi gesekan (control friction), pelindung (seal) dan menjaga agar mesin dapat bekerja dengan maksimal. Selain itu oli mesin juga membantu pendinginan mesin dan membersihkan kotoran yang melekat pada komponen mesin.

Kalau diibaratkan dalam anatomi tubuh manusia, maka oli mesin itu seperti darah di tubuh manusia. Bayangkan jika darah di dalam tubuh tidak dapat mengalir lancar, tersumbat, kotor atau berkurang akibat ada kebocoran. Maka aka terjadi malfungsi pada organ tubuh manusia.

Begitu juga dengan oli mesin, akibat beban kerja dari mesin yang cukup berat, membuat oli mesin dalam jangka waktu tertentu menjadi tidak pekat (kental) lagi, daya pelumasannya bermenurun dan berubah warna menjadi hitam. Apabila dipaksakan pemakaiannya akan mengakibatkan gesekan pada komponen mesin. Kerusakan atau keausan komponen pun akan terjadi pada mesin, sehingga suara mesin juga akan menjadi semakin kasar. Dan akibat yang paling fatal yaitu turun mesin (overhoul).

Untuk pemakaian pertama mobil baru, oli mesin sebaiknya diganti pada 1.000 km pertama. Selanjutnya penggantian oli berkala perlu dilakukan. Jika mengacu pada buku manual, seharusnya ganti oli dilakukan tiap 3.000 sampai 10.000 Km atau tiap 4 bulan sekali, tergantung mana yang lebih cepat tercapai dan tergantung juga dari jenis oli yang digunakan. Ada beberapa jenis mobil mampu bertahan pada jarak tempuh 7.500 kilometer hingga 20.000 kilometer baru melakukan penggantian oli.

Jika mobil sering mobil dipakai, sering terjebak macet dalam kondisi berhenti-berjalan sebentar (stop and go) atau mobil sering dipakai perjalanan jauh, maka semakin berat pula beban kerja oli mesin dan filter oli.

2. Saringan Oli (Oil Filter)

Berikutnya, saringan oli (oil filter) adalah komponen yang harus rutin diganti. Saringan oli berfungsi untuk menyaring kotoran yang timbul dari dari gesekan komponen di dalam mesin, serbuk metal, karbon, endapan lumpur, dan kotoran lainnya.

Dalam sistem pelumasan, filter oli berperan sangat penting yaitu memastikan bahwa oli yang telah disaring menjadi bersih dari segala bentuk kontaminasi, baik karbon, serbuk metal, ataupun kotoran lain. Sehingga oli mesin yang disirkulasikan ke dalam mesin benar-benar mampu melumasi seluruh komponen mesin yang bekerja, dan terbebas dari kotoran yang mengganggu. Komponen mesin yang sering bergesekan dan harus terlumasi antara lain piston, ring piston, mekanisme katup, booring (cylinder bore), poros engkol (crankshaft) dan lain sebagainya. Dengan begitu komponen mesin tersebut tidak cepat aus dan akan bertahan lebih lama.

Seiring berjalanannya waktu dan pemakaian mobil, kotoran yang menempel di saringan oli (oil filter) semakin banyak. Apabila elemen saringan oli telah tersumbat oleh kotoran, maka oli tidak akan dapat mengalir melewati filter oli. Sehingga mengakibatkan perbedaan tekanan diantara area masuk filter oli dan tekanan keluar filter oli. Jika tekanan tersebut melibihi batas yang ditetapkan (98 KPa, 1kg/cm2, 14 psi), maka katup bypass (relief valve) pada sistem pelumasan akan terbuka, dan mengalirkan oli ke seluruh bagian mesin yang bergerak sehingga mengurangi resiko kerusakan fatal pada mesin.

Saringan oli (oil filter) biasanya dibekali dua katup (valve). Fungsi katup (valve) ini yaitu menjebak oli agar tetap di dalam saringan oli. Hal ini dimaksudkan agar saat mesin dimatikan, oli mesin tidak turun semua ke bak penampung oli (oil pan) di dasar blok mesin. Oli tersebut mesti ditahan agar pada saat mesin dinyalakan kembali, pelumasannya mencukupi. Maka dari itu perlu diingat agar posisi pemasangan filter oli pada mesin biasanya menghadap ke bawah atau terbalik.

3. Saringan Udara (Air Filter)

Meskipun pemilik mobil rajin melakukan perawatan atau servis berkala di bengkel mobil, bukan berarti semua komponen pada mobil bisa bertahan hingga jadwal servis berkala berikutnya. Seiring waktu pemakaian dan medan yang ditempuh, komponen saringan udara (air filter) bisa saja butuh perawatan atau penggantian lebih cepat dari jadwal.

Saringan udara (air filter) harus mampu menyaring partikel berukuran micro maupun besar yang berupa debu, daun, dan kotoran lainnya, sebelum memasukkannya ke dalam sistem injeksi, dimana udara akan bercampur dengan bahan bakar, yang selanjutnya diproses di ruang bakar mesin.

Meski dapat dibersihkan saat perawatan berkala dan servis rutin, tetapi saringan udara memiliki batas usia pakai dan wajib diganti. Masalah yang dihadapi saat filter udara kotor bisa menyebabkan turunnya performa mesin diakibatkan pori-pori filter udara yang menyempit, sehingga berpengaruh pada efisinsi bahan bakar dan konsumsi BBM akan menjadi boros.

Filter udara disarankan untuk dibersihkan tiap 10.000 kilometer dan wajib diganti tiap 40.000 kilometer. Bisa juga lebih cepat jika mobil sering lewat jalan yang berdebu.

4. Busi

Suku cadang (spare part) yang satu ini memang tergolong kecil, tetapi jika bermasalah maka sangat pengaruh besar pada kinerja mesin mobil. Busi yang terganggu kinerjanya dapat mengakibatkan pembakaran yang kurang sempurna di ruang bakar mesin, sehingga membuat konsumsi bahan bakar pada mobil menjadi lebih boros. Tugas busi memantik api agar pembakaran pada ruang mesin dapat berjalan.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi mesin, salah satunya melalui warna pada kepala busi. Cukup memeriksa warna kepala busi, kita bisa mengetahui apakah mesin temperaturnya berlebihan (overheating), boros bahan bakar, boros oli dan lain sebagainya.

Mesin yang Normal ditandai oleh busi yang berwarna keabu-abuan, coklat atau merah bata dari ujung elektroda sampai selongsong busi. Busi yang masih baik membuat mesin mudah dinyalakan, baik pada putaran rendah ataupun tinggi.

Hampir 90% masalah pada mesin disebabkan oleh busi kotor. Hal ini disebabkan oleh endapan karbon (carbon fouling), timah hitam (lead fouling) dan endapan oli (oli fouling). Oleh karena itu, agar pembakaran lebih sempurna, disarankan untuk rajin mengecek busi. Jika busi sudah kotor, bisa dibersihkan dan diukur jarak bebasnya. Penggantian busi bisa dilakukan pada jarak pakai 20.000 – 50.000 km, agar kinerja pembakaran dalam mesin kembali sempurna dan optimal.

5. Kanvas Rem (Break Shoes / Break Pad)

Fungsi pengeraman tidak bisa dianggap sebelah mata. Ada dua tipe sistem pengereman, yaitu rem tromol dan rem cakram. Rem cakram membutuhkan perawatan berkala yang lebih sering dibandingkan rem tromol. Karena posisi rem cakram terbuka, sehingga debu dan kotoran dengan mudah menempel pada cakram rem (disc break). Perawatan berkala dapat dilakukan dengan menyemprotkan pembersih cakram (disc cleaner).

Pemakaian mobil sehari-hari ditambah kondisi berkendara di kota yang didominasi kemacetan (stop and go) membuat kanvas rem bekerja ekstra keras. Maka pengecekan dan penggantian kanvas rem yang sudah menipis perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan pengendara.

Untuk memeriksa ketebalan kanvas rem dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, terdengar bunyi berdecit saat dilakukan pengereman, ini menandakan permukaan kanvas rem sudah tipis sehingga menimbulkan bunyi akibat gesekan antara dua logam. Dan apabila hal itu terjadi, sebaiknya segera ganti kanvas rem.

Kedua, kanvas rem yang telah menipis dapat terdeteksi ketika pengemudi menginjak pedal rem. Dapat dirasakan pada saat melakukan pengereman, pijakan pedal rem akan terasa lebih dalam dari biasanya.

Ketiga, pedal rem bergetar ketika diinjak. Hal ini menandakan adanya permukaan yang tidak rata pada cakram rem (disc brake). Ketika pedal rem diinjak, cengkraman kanvas rem ke cakram rem (disc brake) tidak merata. Hal inilah yang memicu getaran yang terasa sampai ke pedal rem. Kondisi ini juga mempengaruhi kinerja rem dalam menghentikan laju kendaraan, tentunya sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara. Maka diperlukan penggantian kanvas rem.

Keempat, dengan melihat ketinggian minyak rem pada resevoir. Apabila volume minyak rem di bawah garis normal, ada baiknya langsung mengecek kondisi kanvas rem, karena apabila kanvas rem sudah menipis menyebabkan berkurangnya volume minyak rem yang berada di reservoir.

Untuk pemakaian normal, penggantian kanvas rem biasanya disesuaikan dengan waktu servis rutin atau jarak pemakaian mobil tiap 20.000 km.

6. Filter AC Mobil

Semua mobil generasi terbaru, pastilah telah dilengkapi AC (air Conditioner). Agar udara yang dihasilkan AC mobil bisa lebih bersih, sehat dan segar, maka diperlukan filter AC untuk menyaringnya. Komponen ini terletak di antara blower AC dan evaporator pada sistem pendingin mobil. Fungsinya untuk membantu membersihkan udara yang masuk ke dalam AC mobil Anda dari kotoran, debu, ataupun bakteri.

Seperti komponen mobil pada umumnya, filter AC harus mendapat perawatan rutin. Filter AC yang kotor dan berdebu dapat menggangu kinerja AC yang bisa berakibat suhu kabin akan sulit dingin, dan lama-lama komponen AC pun bisa rusak. Selain itu tentunya bisa menimbulkan gangguan kesehatan penumpang mobil akibat menghirup udara kotor dan tidak sehat. Jangan lupa untuk selalu merawat dan membersihkan filter AC

Jika kondisi jalan yang dilalui normal-normal saja, penggantian filter kabin AC mobil bisa dilakukan sesuai rekomendasi pabrik yaitu tiap 10.000 km. Tetapi jika yang sering dilewati jalan berdebu, maka filter AC harus diganti yang baru lebih cepat dari waktu biasanya.

7. Baterai (Aki Mobil)

Dewasa ini semua mobil terbaru telah dilengkapi dengan berbagai komponen canggih dan modern, yang semua kinerjanya membutuhkan daya listrik dari baterai atau aki mobil. Apabila aki mobil ini melemah maka komponen kelistrikan tidak dapat bekerja maksimal.

Baterai atau Aki mobil biasanya akan melemah saat masuk tahun kedua atau ketiga penggunaan mobil dalam keadaan normal. Artinya tidak ada tambahan perangkat elektronik dan aksesoris kelistrikan lain.

Melemahnya baterai atau aki mengakibatkan tidak adanya pasokan daya ke sistem kelistrikan mobil. Tanda-tanda baterai atau aki mobil yang melemah dan perlu segera diganti adalah klakson mati atau tidak nyaring, lampu-lampu indikator di dashboard redup atau mati sama sekali, remote sistem alarm mati, dan pada akhirnya mesin tidak dapat dinyalakan sama sekali.

Apabila baterai atau aki mobil sudah melemah atau mati, maka tidak ada cara lain selain mengganti dengan suku cadang yang baru. Agar sistem kelistrikan, sistem entertainment, aksesoris dan mesin kembali bekerja normal.

8. Suku Cadang Lainnya

Jika kendaraan telah mencapai jarak pakai hingga 40.000 km, biasanya akan ada banyak suku cadang (spare part) yang harus rutin diganti. Bahkan mobil pun disarankan untuk melakukan servis besar. Suku cadang yang harus diganti karena telah sampai batas usia pakai antara lain, fan belt, kanvas kopling, cairan radiator, bearing roda, ball joint, oli transmisi, tie rod, evaporator hingga ban.

Pemilik mobil harus hafal kapan harus mengganti suku cadang yang rutin dan kapan harus servis berkala. Usia pakai suku cadang (spare part) bisa dihitung berdasarkan waktu pemakaian, bulan dan tahun pemakaian, serta berdasarkan jarak tempuh pemakaian mobil.

Ingat, gunakan selalu suku cadang yang berkualitas atau yang direkomendasikan pabrikan. Suku cadang berkualitas sudah terbukti presisi dan lebih awet, sehingga aman dan tidak merugikan bagi mobil kesayangan Anda.

Jika waktu Anda sangat terbatas untuk menunggu giliran servis di bengkel mobil resmi, lakukan pemesanan booking service yang mudah di bengkel mobil “Zaini Auto Motor” untuk menghemat waktu Anda. Yang lebih mudah lagi, anda bisa juga menggunakan layanan kunjungan servis ke kantor atau rumah Anda. Jadi Anda cukup mengerjakan aktivitas rutin Anda, sambil menunggu progres pengerjaan servis mobil anda.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi