Tag: Kampas Kopling

Service Rem Mobil di Bengkel Mobil

Rem Mobil Kurang Pakem, Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Semua bagian dari kendaraan mempunyai fungsi masing-masing. Sistem Rem pada kendaraan adalah salah satu bagian yang sangat vital. Karena memiliki fungsi yang melibatkan faktor keamanan selama mobil dikendarai. Seperti kita ketahui bersama, rem mobil berfungsi untuk mengendalikan kecepatan kendaraan dan menunjang faktor keamanan untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan lain. Sehingga tanpa sistem rem, nyawa pengemudi dan penumpang menjadi taruhannya.

Rajin dalam melakukan perawatan pada bagian kendaraan, sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara mobil. Seperti layaknya komponen lain pada kendaraan, maka komponen pengereman sebagai bagian yang sangat vital sudah selayaknya mendapat perawatan secara maksimal. Sangat tidak disarankan untuk mengendarai mobil yang sistem remnya mengalami masalah atau memerlukan penanganan secara serius.

“Penyebab utama dari tidak maksimalnya kinerja sistem rem mobil pada umumnya adalah kurangnya perawatan. Jika kondisi rem mobil sudah tidak pakem, maka perlu diwaspadai karena bisa membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpangnya. Jangan sampai karena kemalesan pemilik mobil dalam memeriksa komponen rem, malah menimbulkan korban jiwa yang tentunya tidak diharapkan.” ujar Agus Tri Ari Yanto di Bengkel Zaini Auto Motor.

Ada banyak penyebab rem mobil tidak pakem yang perlu diketahui setiap pengemudi mobil. Pada umumnya rem mobil tidak pakem disebabkan adanya penurunan kinerja dari beberapa komponen sistem pengereman. Sebagaimana diketahui, sistem pengereman mobil terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan, sehingga mampu memberikan pengereman yang pakem dan handal. Jadi jika salah satu komponen kinerjanya berkurang maka untuk pengeremannya pun tidak optimal.

Berikut ini merupakan penyebab mengapa rem mobil kurang pakem dan cara mengatasinya:

Minyak Rem (Brake Fluid)

Apabila pengemudi menginjak pedal rem, tetapi kendaraan masih tetap dalam keadaan berjalan, maka perlu memeriksa kondisi minyak rem. Minyak rem yang telah terkontaminasi kotoran dapat menyebabkan pipa saluran minyak, selang fleksibel dan nipple menjadi tersumbat. Sehingga minyak rem tidak mampu mengalir dengan sempurna menuju master silinder di roda.

Minyak Rem (Break Fluid) yang baik
Penggantian Minyak Rem Mobil Tiap 20.000 km

Selain itu, pada umumnya di dalam minyak rem akan terdapat kandungan air sekitar 2-3 persen dalam jangka waktu 2 tahun. Lama kelamaan akan semakin banyak air yang terkandung di dalam minyak rem. Hal ini dapat menyebabkan titik didih (boiling point) minyak rem akan menurun. Sehingga bila minyak rem tidak diganti akan menurunkan performa dari sistem pengereman mobil.

“Memang secara kasat mata tidak terlihat, orang awam pasti mengira kondisi minyak rem masih bersih. Padahal tanpa disadari sudah terkontaminasi air. Hal ini dikarenakan minyak rem mempunyai sifat menyerap uap air dari kelembaban udara disekitar sistem pengereman mobil. Kandungan air yang terlalu banyak dapat menyebabkan menurunnya boiling point minyak rem. Titik didih yang rendah bisa menyebabkan rem kurang pakem, karena cairan minyak rem bisa mendidih saat rem bekerja.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Gesekan antara kampas rem dan piringan (disc brake), tentu akan menimbulkan efek panas yang bisa mencapai sekitar 200 derajat celcius. Panas ini yang akan ditransfer ke piston kaliper dan diteruskan ke minyak rem. Ketika minyak rem sudah terkontaminasi air, maka saat minyak bekerja menekan piston, otomatis akan terjadi penguapan di dalam minyak rem.

Tentu hal ini tidak baik untuk pengereman, karena bisa membuat minyak rem mendidih saat proses pengereman berlangsung. Terutama pada pengereman mobil saat dalam kecepatan tinggi. Minyak rem wajib diganti secara berkala setiap 20.000 km hingga 30.000 km. Atau minimal setahun sekali agar tidak terjadi kerusakan sistem pengereman.

Booster Rem

Booster rem merupakan komponen sistem rem yang membantu meringankan injakan pedal rem. Tanpa booster rem tentu injakan pada pedal rem pastinya akan terasa berat banget. Booster rem bekerja berdasarkan kevakuman intake manifold mesin yang berarti apabila mesin hidup maka booster rem bekerja dan apabila mesin mati maka booster rem tidak dapat bekerja atau tidak dapat membantu meringankan beban pedal rem.

Penyebab rem mobil tidak pakem, salah satunya terjadinya kerusakan pada booster rem. Jika komponen booster rem mengalami kerusakan, maka akibatnya pedal rem saat diinjak akan terasa keras. Biasanya penyebab utama dari booster rem rusak dikarenakan komponen booster rem mengalami kebocoran. Contohnya kerusakan atau kebocoran pada bagian membran karet (diaphragma) yang ada didalam booster rem maupun seal karet yang ada. Jika terdapat kebocoran pada booster rem, maka tekanan rem bisa tidak akan sampai ke caliper rem.

Booster rem bekerja saat mesin hidup. Jika kaki sedang menginjak pedal rem lalu terasa ringan saat mesin dinyalakan, itu menandakan booster bekerja. Sebaliknya, saat mesin mati pedal rem terasa keras. Untuk mendeteksi gejala kerusakan booster rem, salah satunya bila terdengar suara desis udara pada saat pedal rem diinjak. Untuk mengetahui kerusakan secara mendetail dan mengatasi kerusakan pada booster rem, tentunya perlu membawa mobil ke bengkel mobil terdekat.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Kampas Rem (Brake Pad)

Sistem rem tidak akan bekerja maksimal jika kampas rem telah aus atau menipis. Keausan pada kampas rem bukan berarti menyebabkan rem tidak akan bekerja sama sekali, melainkan akan membuat rem kurang pakem. Cara paling mudah mengetahui kampas rem telah menipis yakni dengan memeriksa kedalaman pedal rem. Apabila injakan pedal rem sudah sangat dalam, ini menandakan kampas rem sudah aus dan menipis, sehingga membuat rem kurang pakem karena daya cengkramnya telah berkurang.

Kampas Rem Mobil Menipis
Penggantian Kampas Rem Mobil

“Kampas rem yang tidak layak pakai dan perlu segera diganti, ditandai pedal rem terasa bergetar saat diinjak pada kecepatan tinggi. Tanda lainnya adalah muncul suara berdecit saat dilakukan pengereman. Kampas rem yang sudah menipis akan menyisakan bagian logamnya, sehingga akan menimbulkan suara gesekan antara logam kampas rem dengan disc brake.” jelas Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor.

Perbaikan dan penggantian komponen pada sistem rem yang mengalami kerusakan sebaiknya jangan ditunda karena bisa berakibat fatal pada keselamatan penumpang dan pengemudi sendiri.

Dengan kata lain, perawatan berkala pada mobil jadi kunci, agar selalu dalam kondisi yang prima dan siap pakai. Rajin membawa mobil secara rutin ke bengkel mobil Zaini Auto Motor, akan memudahkan penanganan kerusakan sekecil apapun. Kerusakan komponen mobil yang telah bertumpuk akan membuat kendaraan tidak nyaman untuk dikendarai dan beresiko pada keselamatan penumpang. Dari segi biaya pun, kendaraan yang sudah terlalu banyak kerusakan akan memakan banyak biaya karena bagain-bagian yang harus diganti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi jangan khawatir, bengkel mobil Zaini Auto Motor selalu memberikan solusi bagi Anda yang memerlukan perawatan atau perbaikan mobil berbiaya murah dan berkualitas. Selalu ada promo dan diskon untuk jenis perbaikan dan penggantian sparepart tertentu. Jadi segera hubungi customer service bengkel Zaini Auto Motor, atau lakukan booking service diaplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda. Buktikan sekarang juga!

Mesin Mobil Normal Tapi Kopling Selip

Mobil Tidak Bertenaga? Ternyata bukan masalah Mesin, Inilah Penyebabnya

Tidak selamanya tenaga mobil yang menurun (ngempos) disebabkan oleh masalah mesin. Kerusakan pada kopling, misalnya kopling selip atau kerusakan lainnya, juga bisa menyebabkan sebagian tenaga mobil menurun drastis. Hal ini tentu sangat terasa ketika mobil tidak kuat menanjak, top speed menurun, dan akselerasi lebih lambat dari biasanya, bahkan ada yang menyebabkan mobil diam tidak mau bergerak ketika digas.

Semua komponen mobil pasti memiliki batas usia pakai. Begitu juga dengan komponen mobil yang bersifat fast moving seperti kampas kopling (clutch disc). Usia pakai kampas kopling sendiri tergantung pemakaian, semakin serampangan dalam mengemudi, maka semakin mempercepat menipisnya kampas kopling dan mobil pun akan terasa kurang nyaman dikendarai.

“Kampas kopling bisa bermasalah karena usia pakai dan cara pemakaian yang serampangan para pengemudinya. Beberapa penyebabnya adalah kebiasaan pengemudi ketika di jalan menanjak atau macet yang sering menginjak pedal setengah kopling (menggantung pedal kopling) dalam waktu lama. Selain itu, kebiasaan menginjak pedal kopling sepanjang perjalanan dan beban mobil yang berat sehingga kopling bekerja lebih keras dapat memperpendek usia pakai,” kata Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

Sebaiknya posisikan tuas transmisi pada posisi netral (N) saat lalu-lintas macet, sehingga dapat menghemat dan menjaga agar kampas kopling tidak mudah menipis. Banyak pengemudi yang tidak mau repot memindahkan kakinya dari pedal kopling sesaat setelah mobil berhenti melaju di kemacetan. Kampas kopling yang sering diinjak sepanjang perjalanan bisa menimbulkan panas berlebihan dan menjadi mudah aus. Selanjutnya kopling pun akan mudah selip sehingga performa dan tenaga mobil jadi menurun.

Dalam rangkaian kerja mobil, kopling bertugas menyalurkan dan meneruskan power mesin menuju transmisi. Kemudian roda-roda dapat bergerak sesuai tingkat percepatan gigi persneling (transmisi) dan tingginya putaran mesin. Apabila terjadi masalah pada kopling, maka sebesar apapun mesin mobil menghasilkan tenaga, tidak akan secara maksimal tersalurkan hingga transmisi. Sehingga apabila putaran mesin telah maksimal, respon laju mobil tidak akan sepadan.

“Untuk jenis mobil yang bertransmisi manual, gejala yang dapat diketahui saat kampas kopling aus / tipis adalah setelan pada pedal kopling terasa tinggi, mesin kurang bertenaga walau kondisi mesin normal, suara mesin cuma meraung / menderu ketika digas,” jelas Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor.

Perlu Anda ketahui ketika kopling sudah rusak dan waktunya diganti, hal tersebut dapat dideteksi sejak dini. Tanda atau gejalanya dapat dirasakan oleh setiap pengemudi saat berkendara. Dan dituntut kepekaan dari pengemudi untuk mengetahui hal ini. Tujuannya tidak lain demi kenyamanan dan keamanan selama berkendara agar terhindar dari kerusakan yang lebih parah.

Selain itu, dengan mendeteksi sejak dini gejala kerusakan kopling, akan meminimalisir kerusakan yang dapat menjalar ke komponen mobil lainnya. Kerusakan pada banyak komponen mobil, sudah barang tentu akan menguras kantong dan memakan biaya lebih besar untuk jasa perbaikan atau penggantian komponen. Jadi, bagi setiap pemilik atau pengemudi mobil, usahakan untuk mengenali gejala kopling yang rusak sejak dini. Apabila mobil Anda memiliki tanda atau gejala berikut ini, maka segera periksakan kondisi mobil Anda ke bengkel mobil terdekat.

1. Putaran RPM Mesin Tinggi, Tapi Kecepatan Rendah

Ketika kopling mobil sudah sangat lemah atau terjadi kopling selip, maka kopling akan sangat sulit menyalurkan tenaga mesin ke transmisi dengan sempurna. Akibatnya, ketika mesin mobil dihidupkan, kemudian gigi persneling dimasukkan dan pedal kopling dilepas, mobil tidak mau segera berjalan.

Mesin mobil hanya terdengar menderu dan tidak disertai dengan peningkatan kecepatan mobil. Hal ini nantinya akan berdampak pada capaian top speed mobil yang biasanya menjadi lebih rendah dari kondisi normal. Jika gejala atau tanda-tanda diatas muncul, kemungkinan penyebabnya adalah kampas kopling yang menipis dan kemungkinan ada kerusakan pada komponen kopling lainnya.

2. Muncul Bunyi Aneh

Tanda atau gejala kopling yang rusak biasanya diiringi dengan suara aneh ketika pedal kopling diinjak. Selain itu, pada saat saat menyalakan mesin mobil atau berakselerasi seperti muncul suara aneh cukup keras, maka kemungkinan suara aneh tersebut timbul dari kondisi kopling yang selip. Kondisi tersebut mengindikasikan kampas kopling sudah menipis dan pegas kampas kopling yang lemah.

3. Tercium Bau Terbakar

Sumber bau terbakar ini biasanya berasal dari kampas kopling yang bergesekan dengan roda gila (flywheel). Apabila terjadi gesekan terus menerus akan membuat temperatur kampas kopling meningkat, dan menimbulkan bau terbakar saat kopling selip.

Bau terbakar ini biasa terjadi ketika mobil melalui jalan yang menanjak dan macet. Dimana pengemudi sering menginjak pedal kopling atau setengah kopling. Akibat injakan pedal kopling yang nanggung seperti ini akan menimbulkan gesekan yang tinggi pada kampas kopling. Apabila terus dipaksakan akan semakin membuat kampas kopling terkikis, Aus dan cepat habis.

Selain itu, jika tercium bau terbakar saat mobil melaju di jalan datar, maka hal ini merupakan gejala kampas kopling bermasalah. Segera tepikan mobil anda dan hubungi bengkel mobil terdekat, agar mobil kesayangan Anda cepat mendapat pemeriksaan dan perbaikan yang tepat.

4. Perpindahan Tuas Persneling Terasa Sulit

Apabila Anda terkadang mengalami kesulitan dalam memindahkan gigi kecepatan melalui tuas Persneling (transmisi), penyebabnya belum tentu masalah sistem transmisi. Kopling mobil yang mengalami kerusakan ternyata juga bisa jadi pemicunya.

Apabila pedal kopling terasa mulai mengeras, jarak tekannya pendek, atau ketika Anda menginjak pedal kopling membutuhkan tenaga lebih, maka tuas transmisi akan sulit dipindahkan ke gigi kecepatan lainnya, karena tenaga mesin belum terputus sempurna. Hal ini merupakan tanda atau gejala ketika kondisi kampas kopling mulai tipis, maka perlu perbaikian dan penggantian kampas kopling.

5. Pedal Kopling Terasa Berat Dan Bergetar

Gejala-gejala berikutnya yang menandakan bahwa kopling perlu segera diganti adalah timbul getaran pada pedal kopling dan disertai bunyi aneh saat pedal ditekan. Komponen pegas matahari (cover clutch) yang sudah lemah dan release bearing yang mulai rusak, tentunya bisa menimbulkan getaran pada tuas pengungkit (clutch fork), yang menyebabkan getaran tersebut merambat hingga pedal kopling. Selain itu, penyebab lainnya kemungkinan adalah permukaan fly wheel (roda gila) yang tidak rata dan Pegas kampas kopling yang sudah lemah.

“Apabila fly wheel tidak rata, matahari (cover clutch) dan release bearing mulai rusak, tentunya perlu segera dilakukan penggantian dengan yang baru. Karena komponen tersebut tidak dapat diperbaiki,” saran Listiyono ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Jika pedal kopling mulai terasa berat dari sebelumnya, alangkah baiknya segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan ada tidaknya kerusakan pada sistem penggerak kopling. Pedal kopling yang terasa berat, kebanyakan disebabkan oleh kampas kopling yang lengket dengan fly wheel, kampas kopling yang menipis, release bearing dan pilot bearing rusak, atau kabel kopling kotor.

Dari tanda-tanda atau gejala yang telah diuraikan di atas bisa dilihat bahwa masalah kopling, seperti kampas kopling yang mulai habis bisa berefek tidak efisiennya penggunaan bahan bakar sehingga menjadikan mobil boros BBM. Untuk itu kenali dengan baik kondisi mobil Anda. Jika mobil Anda sudah mulai ada gejala tidak normal seperti uraian diatas, sebaiknya jangan lagi menunda melakukan perbaikan di bengkel mobil, demi kenyamanan dan keamanan Anda berkendara.

Sebelum mengalami kopling selip atau gejala kerusakan kopling lainnya, maka kami sarankan bagi setiap pemilik mobil untuk melakukan pemeriksaan kendaraan secara berkala atau rutin, sehingga kampas kopling yang mulai aus (menipis) dapat segera terdeteksi. Dan segera lakukan pengantian jika ketebalan kampas kopling sudah tidak sesuai rekomendasi.

Bengkel Zaini Auto Motor merupakan mitra yang tepat bagi Anda dalam melakukan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda. Bengkel Zaini Auto Motor memiliki lebih dari 100 jenis layanan perbaikan sesuai standar SOP bengkel resmi dan tentunya dengan biaya yang lebih murah bila dibandingkan bengkel resmi. Para mekanik profesional siap mendatangi Anda dimanapun Anda membutuhkan layanan perbaikan dan perawatan mobil kesayangan Anda.

Penyebab Kopling Mobil Cepat Rusak

Waspadai, Ini 4 Penyebab Kopling Mobil Anda Cepat Rusak

Dewasa ini mobil dengan transmisi otomatis mulai banyak digemari oleh khalayak ramai karena lebih mudah dan praktis, tetapi mobil dengan transmisi manual tetap tidak sepi peminat dan masih banyak dicintai oleh banyak orang. Alasannya karena mobil bertransmisi manual masih memiliki beberapa keunggulan dibandingkan mobil matic, seperti harga lebih murah, konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, tidak terlalu merepotkan jika terjadi mogok di jalan, dan lain sebagainya.

Apabila Anda kurang memahami tentang mesin mobil tidak perlu khawatir, karena pada dasarnya semua orang bisa mendeteksi kerusakan yang terjadi pada mobil. Setiap kerusakan pada mobil biasanya terdapat tanda-tandanya, sehingga Anda dapat mendeteksi Kerusakan apa yang mungkin terjadi pada mobil. Karena jika telah mengetahui kerusakan apa yang terjadi pada mobil, tentunya pemilik mobil juga lebih mudah untuk mengantisipasinya. Sehingga dapat tercipta keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara.

Misalnya kerusakan pada sistem kopling, maka penting bagi setiap pemilik mobil untuk mengenali kerusakan pada sistem kopling.
Pada mobil bertransmisi manual, keberadaan kopling sangat penting dalam membantu perpindahan putaran mesin ke transmisi yang kemudian disalurkan ke roda-roda.

Kopling juga berfungsi untuk mengatur perpindahan gigi percepatan agar mobil tetap berjalan dengan lembut tanpa hentakan. Dengan adanya sistem kopling ini, maka putaran mesin yang menuju transmisi bisa terputus meskipun kondisi mesin hidup. Sehingga roda pada mobil tetap diam tanpa mematikan mesin.

Pada sistem kopling memiliki beberapa komponen utama, seperti Kampas Kopling (clutch disc), Pedal Kopling, master silinder (master cylinder), Kabel Kopling, Matahari atau Plendes (pressure plate and clutch cover), garpu kopling (clutch release fork), dan Druk Laher (release bearing). Apabila terjadi kerusakan pada salah satu komponen tersebut, maka mobil Sahabat tidak dapat berjalan dengan baik.

Kebiasaan pemilik mobil dalam mengendarai kendaraannya menentukan cepat rusak atau tidaknya komponen kopling. Berikut kebiasaan buruk dalam mengemudi mobil yang dapat menyebabkan kopling mobil Anda mudah cepat rusak.

1. Sering Menginjak Setengah Kopling

Perlu diketahui bahwa kebiasaan menginjak pedal kopling tidak penuh (setengah kopling) sembari menginjak gas seperti saat kondisi lalu-lintas macet, atau ketika berada di jalan tanjakan, memungkinkan kopling overheat (berbau menyengat) dan mempercepat kerusakan pada kopling. Kebiasaan ini umumnya sulit dihindari saat lalu-lintas macet atau jalan menanjak, banyak pengemudi lebih memilih menginjak pedal kopling setengah ketimbang cara lain.

Tri Ari Yanto, General Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor mengatakan, “Menginjak pedal kopling setengah sebenarnya memang perlu dilakukan sebagai penyeimbang, agar mesin mobil tidak lekas mati saat mobil di rem, atau ketika pertama kali kendaraan hendak melaju. Tetapi, sebaiknya jangan sering dan dalam waktu yang terlalu lama, karena akan menimbulkan dampak buruk pada kampas kopling, misalnya kampas kopling bisa terbakar, overheat dan kampas kopling cepat aus. Selain itu, dampak yang ditimbulkan adalah mobil akan terasa kurang bertenaga meskipun sebenarnya performa mesin baik-baik saja. Putaran output mesin akan terbuang sia-sia karena kopling sebagai penyalur putaran tidak berfungsi dengan sempurna.”

Ketika pedal kopling diinjak, hubungan antara putaran mesin (fly wheel) dan transmisi akan terputus, sehingga output putaran mesin tidak akan sampai ke penggerak roda. Walau digeber pun tidak akan mengubah laju kendaraan, karena roda akan berputar ketika pedal kopling dilepas. Pada saat pedal kopling dilepas, pelat penekan (pressure plate / matahari) akan menekan kanvas kopling, sehingga putaran mesin (melalui fly wheel) dapat diteruskan ke transmisi, kemudian putaran tersebut diteruskan ke penggerak roda yang terhubung ke transmisi.

Tetapi pada saat pedal kopling ditekan setengah, maka tenaga dari mesin yang diteruskan ke transmisi pun hanya setengah. Posisi kanvas kopling pun juga akan terhubung setengah. Kondisi seperti inilah yang membuat terjadinya gesekan antara pressure plate (matahari), kanvas kopling, dan fly wheel. Gesekan-gesekan ini yang akan mempercepat keausan kanvas kopling. Jadi, mulai sekarang hilangkan atau minimal kurangi kebiasaan menginjak pedal setengah kopling, agar mobil Anda komponen kopling tidak cepat rusak.

Perbaikan Kerusakan Kopling di Bengkel Zaini Auto Motor

2. Menekan Atau Melepas Pedal Kopling Secara Kasar

Selanjutnya, kebiasaan yang sering dilakukan oleh pengemudi yang dapat menyebabkan kerusakan pada kopling adalah secara kasar dalam melepas atau menekan pedal kopling. Apabila kebiasaan ini sering dilakukan saat melepaskan pedal kopling, maka memungkinkan perpindahan gigi kecepatan transmisi mobil belum berpindah secara sempurna, dan akan terdengar bunyi kasar pada kopling. Untuk itu, setiap pengemudi harus memperhatikan keselarasan dalam menekan atau melepas pedal kopling dengan perpindahan gigi transmisi mobil. Apabila tidak selaras komponen-komponen lain pada sistem kopling bisa ikut rusak. Dan jika kerusakan semakin parah, sangat mungkin membuat mobil tidak bisa melaju sama sekali.

3. Sering Menginjak Kopling

Terlalu sering menginjak pedal kopling sepanjang perjalanan juga dapat mempercepat kerusakan kopling. Pasalnya, kebiasaan menginjak pedal kopling terlalu sering menyebabkan bantalan (release bearing) dan plat kopling (clutch disc) lebih mudah aus atau menipis. Hindari kebiasaan menginjak pedal kopling terlalu sering, terutama pada saat di jalan tanjakan dan lalu lintas yang macet.

Apabila plat kopling atau kanvas kopling sudah menipis (aus) dapat mengakibatkan kopling selip. Sebaiknya Anda segera melakukan penggantian kampas kopling di bengkel mobil terdekat.

“Sebenarnya usia pakai kampas kopling tergolong cukup lama. Namun, banyak pemilik mobil yang harus mengganti kampas kopling jauh lebih cepat dari waktunya. Salah satu penyebabnya yaitu gaya (style) mengemudi dan skill dalam berkendara. Menurut pengalaman kami di bengkel mobil Zaini Auto Motor hal ini biasanya terjadi pada pengemudi yang terlalu sering dan terlalu lama menginjak pedal kopling. Apabila kondisi jalan macet, gunakanlah gigi satu untuk maju perlahan-lahan. Kalau terpaksa harus sering berhenti karena antrian kemacetan, lebih baik tuas transmisi diposisikan netral disertai injak rem atau gunakan rem parkir, sehingga pedal kopling bisa dibebaskan.” ujar Tri Ari Yanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

4. Gigi Transmisi Tidak Sesuai dengan Kecepatan Mobil

Kebiasaan mengemudikan mobil dengan posisi gigi transmisi yang tidak sesuai dengan kecepatan mobil juga menjadi faktor yang dapat mempercepat kerusakan kopling. Sebagai contoh, memposisikan tuas transmisi berada pada posisi gigi satu, tetapi mobil digeber pada kecepatan 30 km/jam. Atau sebaliknya sering memakai gigi tinggi pada kecepatan rendah. Selain itu mengganti gigi transmisi saat putaran mesin masih tinggi (kecepatan di atas 2.500 rpm). Kebiasaan – kebiasaan mengemudi seperti ini juga dapat menyebabkan mobil kehilangan tenaga dan boros BBM karena terbuang sia-sia. Untuk itu, pengemudi harus lebih menyelaraskan posisi gigi transmisi dengan kecepatan mobil.

Beberapa tanda yang mengindikasikan terjadinya kerusakan pada kopling mobil adalah kopling selip. Maka hal ini menandakan bahwa kanvas kopling telah habis (Aus), sebaiknya Anda segera melakukan penggantian kampas kopling. Selain itu Anda dapat mengantisipasinya dengan cara menghindari perjalanan jauh dan menghindari jalanan yang menanjak.

Hindarilah kebiasaan buruk diatas yang dapat mempercepat rusaknya kopling mobil Anda. Usahakan untuk selalu memperhatikan cara mengemudi yang baik dan benar agar sistem kopling dan komponen mobil lainnya tidak mudah rusak. Dan selalu kenali setiap gejala yang tidak normal pada mobil Anda, agar Anda dapat mengantisipasi dan menghindari masalah kerusakan mobil ketika ditengah perjalanan.

Hal lain yang dapat Anda lakukan untuk menjaga agar komponen mobil tidak mudah rusak yaitu dengan melakukan pengecekan dan pemeliharaan secara rutin. Manfaatkan segala kemudahan melakukan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan anda di bengkel mobil terdekat. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu mitra yang tepat dalam menyediakan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda. Dengan didukung tim mekanik profesional, servis cepat, biaya yang lebih murah, dan peralatan sesuai standart bengkel resmi, maka akan membuat Anda tenang dalam mempercayakan servis mobil kesayanan anda.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi