Tag: Evaporator AC Mobil

Evaporator Mobil Avanza Kotor

Waspadai, Evaporator Kotor Menyebabkan AC Mobil Tidak Dingin

Di zaman sekarang, AC (air conditioner) merupakan komponen yang wajib terpasang pada setiap mobil. Apalagi kondisi cuaca di Indonesia beberapa bulan ke depan semakin panas, tentunya AC mobil sangatlah dibutuhkan saat berkendara. Sistem AC mobil merupakan fitur penting di dalam mobil, tentunya juga memiliki berbagai komponen penting yang menunjang kinerjanya. Salah satu komponen penting dalam sistem AC mobil adalah evaporator.

“Komponen evaporator AC-lah yang membuat kita dapat menikmati udara yang sejuk atau dingin di dalam mobil. Komponen evaporator ini berfungsi untuk menyerap udara panas dan merubahnya menjadi udara yang dingin (sejuk). Dan udara dingin yang dihasilkan evaporator ini nantinya akan dihembuskan langsung ke dalam kabin mobil melalui blower. Hembusan dari blower akan melewati kisi-kisi evaporator dan akan membawa udara dingin yang menyejukan ke dalam kabin mobil.” ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Komponen evaporator AC mobil yang bekerja tidak maksimal akan mengakibatkan hembusan udara yang dihasilkan pun terasa lemah dan tidak dingin. Hal ini akan sangat merugikan dan tentunya membuat pengemudi dan penumpang mobil tidak nyaman selama berada di dalam kabin mobil.

Evaporator AC Mobil Kotor

Bentuk evaporator biasanya menyerupai radiator yang memiliki kisi-kisi atau pipa berongga yang berliku-liku. Pada evaporator kondisinya cenderung selalu lembab, hal ini cenderung menyebabkan menumpuknya kotoran yang menempel pada bagian kisi-kisinya. Kotoran yang menumpuk pada evaporator akan menyumbat dan menghambat kinerja AC mobil. Akibatnya, AC mobil tidak mampu bekerja dengan optimal dan hembusan udara sejuk yang masuk ke kabin mobil tidak maksimal.

Proses Kerja Blower dan Evaporator AC Mobil

Jika evaporator kotor, maka proses kondensasi akan terganggu dan menyebabkan AC tidak dingin. Selain itu evaporator yang kotor juga bisa menyebabkan bau tidak sedap yang keluar dari AC mobil. Untuk itulah, setiap pemilik mobil perlu membersihkan komponen evaporator AC mobil secara rutin.

Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, menjelaskan “Kerusakan sistem AC (air conditioner) bisa terjadi kapan saja. AC mobil yang rusak mungkin saja diakibatkan oleh komponen evaporator yang kotor atau rusak. Musuh terbesar dari evaporator adalah debu, kotoran, dan partikel polusi lainnya. Karena kotoran, debu dan partikel polusi lainnya dapat dengan mudah menempel pada evaporator yang kondisinya cenderung selalu lembab. Sehingga samakin lama akan membuat kisi-kisi evaporator tertutup lumpur dan terhambat menyalurkan udara sejuk ke dalam kabin mobil. Biasanya terdapat beberapa gejala yang terjadi, meliputi hembusan udara AC lemah, AC mobil tidak dingin, udara AC berbau, dan temperatur tidak stabil (berfluktuasi).”

Debu dan kotoran juga bisa berasal dari kotoran yang tidak tersaring dengan baik oleh filter kabin. Jika setiap hari jumlahnya bertambah dan menumpuk, bisa membuat kinerja evaporator terganggu. Udara yang dihasilkan AC mobil pun tidak dingin. Evaporator yang bersih akan membuat sirkulasi udara pada sistem AC mobil semakin maksimal, otomatis hawa sejuk (dingin) yang keluar akan optimal.

Penyebab Evaporator AC Mobil Cepat Kotor

Salah satu kebiasaan para pengemudi atau penumpang mobil yang dapat mempengaruhi kinerja AC mobil adalah terlalu sering membuka kaca mobil. Kebiasaan membuka kaca mobil ini biasanya dilakukan oleh pengemudi atau penumpang yang punya kebiasaan merokok. Mereka sering membuka kaca mobil saat merokok dengan maksud agar asap rokok bisa cepat keluar. Namun, celakanya AC mobil tetap dinyalakan karena mereka juga tidak mau kepanasan di dalam kabin mobil.

Evaporator AC Mobil Pada Suzuki Ertiga Kotor
Evaporator AC Mobil Kotor

“Saat kaca mobil dibuka, maka debu, kotoran dan partikel polusi kendaraan lain akan mudah masuk ke kabin mobil. Namanya udara dari luar, kita tidak tahu seberapa kotor, sehingga bisa membuat kabin ataupun evaporator jadi lebih cepat kotor. Selain itu, debu, asap rokok, serta asap knalpot dari mobil lain yang bersirkulasi di dalam kabin dapat menimbulkan bau tak sedap pada embusan udara AC mobil. Sebaiknya, hindari merokok di dalam mobil, karena partikel asapnya bisa mengotori evaporator. Selain itu, nikotinnya yang lengket dan berlendir akan menempel pada interior mobil dan menimbulkan bau tak sedap dan susah hilang,” ungkap Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Debu, kotoran dan partikel polusi lainnya yang masuk melalui jendela, akan masuk ke sistem sirkulasi AC di dalam kabin. Semakin lama akan menumpuk dan bisa menimbulkan jamur pada komponen evaporator atau bagian komponen AC lain. Hal inilah yang bisa menimbulkan bau yang tidak sedap seperti bau apek pada AC mobil. Apabila menginginkan kinerja AC mobil tetap optimal dan evaporator tidak mudah kotor, sebaiknya rutin menjaga kebersihan kabin mobil. Misalnya, seminggu sekali membersihkan atau mem-vacuum karpet mobil, tempat duduk penumpang, kisi-kisi ventilasi AC, serta dashboard mobil. Agar udara yang dihembuskan AC mobil jadi lebih segar dan sehat.

Kapan Evaporator AC Mobil Diganti

Evaporator pada AC mobil umumnya jarang terjadi kebocoran, kecuali usia pakainya sudah mendekati batas maksimal. Hal ini karena evaporator merupakan komponen AC mobil yang selalu dilalui freon, maka makin lama akan terjadi korosi (kropos). Faktor inilah yang akhirnya menyebabkan kebocoran freon.

Kapan Evaporator AC Mobil Diganti
Ganti Evaporator AC Mobil

Untuk usia pakai dari evaporator sendiri tidak dapat berpedoman pada jarak tempuh mobil. Karena akan berbeda hasilnya antara kondisi lalu lintas yang lancar dengan lalu-lintas macet. Maka harus dihitung saat AC mobil tetap bekerja ketika mobil berhenti dan melintas di lalu-lintas macet. Untuk menemukan angka valid AC bekerja, biasanya menggunakan pedoman jarak tempuh mobil dikalikan tiga. Misalnya, batas maksimal usia pakai evaporator berkisar 90.000 kilometer, jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 30.000 km, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kondisi evaporator.

Menghilangkan Bau Tak Sedap Pada AC Mobil

Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor menyarankan, jika udara yang dihasilkan AC mobil sudah tidak fresh dan muncul bau tidak sedap, maka segera bawa mobil Anda ke bengkel AC mobil terdekat atau bengkel mobil profesional untuk dilakukan service pada sistem AC mobil. Komponen AC mobil seperti kondensor, evaporator dan komponen AC lainnya akan dicuci dan dibersihkan menggunakan udara bertekanan.

Agar Evaporator tidak midah kotor, bersihkan interior mobil secara rutin
Rutin Membersihkan Interior Mobil

Untuk membersihkan evaporator AC mobil, ada beberapa bagian dari mobil yang harus dibongkar, dan hal tersebut harus dilakukan oleh mekanik profesional. Namun, bila Anda merasa bisa melakukannya sendiri, sebaiknya ikuti petunjuk pada buku panduan kepemilikan mobil (manual book). Evaporator AC mobil pada umumnya terletak di bawah dashboard mobil, namun semuanya tergantung dari jenis dan merek mobil. Terkadang, beberapa jenis mobil meletakkan evaporatornya di bagian lain. Jika kesulitan menemukan letak evaporator, kembali buka manual book bawaan mobil Anda, karena biasanya di manual book tersebut ada petunjuk mengenai perawatan beberapa komponen mobil, salah satunya letak evaporator AC mobil.

Dengan melakukan pembersihan pada komponen evaporator yang kotor, maka proses kondensasi tidak akan terganggu lagi dan hembusan udara AC akan kembali maksimal, tidak berbau, bersih dan sehat. Apabila terjadi kerusakan atau kotoran yang mengeras hingga menimpulkan korosi, maka sebaiknya komponen AC tersebut diganti dengan yang baru. Dan hasil yang didapat juga lebih baik, AC mobil akan menjadi semakin dingin seperti baru.

Semprotkan Cairan Pembersih AC Mobil

Jika sistem AC mobil Anda sudah dilengkapi dengan filter kabin (cabin air filter), maka komponen ini juga perlu dibersihkan dengan cara menyemprot dengan udara bertekanan. Namun, bila tidak ada udara bertekanan, cukup dengan mengetok-ngetok filter kabin ke lantai. Dapat juga menggunakan kuas atau sikat gigi secara perlahan dan berhati-hati, agar tidak merusak komponen filter AC tersebut. Apabila kotorannya membandel, lebih dianjurkan untuk mengganti filter kabin (cabin air filter) dengan yang baru.

Setelah melakukan pembersihan beberapa komponen AC mobil dan memasangnya kembali, selanjutnya nyalakan mesin mobil. Ketika mesin mobil sudah berputar stasioner, AC mobil diaktifkan dengan suhu paling tinggi dan putaran blower yang paling tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah blower bekerja secara maksimal atau tidak.

Semprotkan Cairan Pembersih AC Mobil dan membersihkan AC mobil dengan Vacuum

Langkah terakhir adalah menyemprotkan cairan pembersih (AC Cleaner Spray) yang berupa busa (foam) ke bagian blower AC. Diamkan foam (busa) tersebut berubah menjadi air hingga ke luar melalui ventilator AC di kabin. Kemudian bersihkan air yang berada di lubang ventilator AC. Cairan pembersih (AC Cleaner Spray) selain sebagai pembersih, juga untuk menghilangkan kuman dan bakteri penyebab bau, sekaligus bisa digunakan sebagai pengharum.

Jika mobil kesayangan Anda muncul gejala hembusan udara AC lemah, AC mobil tidak dingin, udara AC berbau, dan temperatur AC tidak stabil (berfluktuasi), maka kami sarankan untuk segera datang ke bengkel AC mobil terdekat atau bengkel mobil profesional yang mampu mengatasi permasalahan AC mobil Anda. Namun, bila Anda tidak punya banyak waktu untuk ke bengkel mobil, dan ingin mendapatkan tempat service yang aman, cepat dan berkualitas, sebaiknya segera lakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor. Pilih layanan “bengkel mobil panggilan“, dimana mekanik dari bengkel Zaini Auto Motor akan segera mendatangi lokasi Anda.

Setiap mobil yang ditangani bengkel Zaini Auto Motor akan mendapat pemeriksaan dan perawatan maksimal. Mekanik profesional dan berpengalaman akan memeriksa seluruh kondisi mobil Anda, termasuk kondisi AC Mobil. Selanjutnya mekanik Zaini Auto Motor akan menginformasikan perbaikan apa saja yang diperlukan, dan memberi saran jika memang perlu adanya penggantian sparepart. Selain itu, bengkel Zaini Auto Motor juga menyediakan berbagai macam suku cadang asli. Jadi, Anda tinggal terima beres dan performa AC mobil akan kembali maksimal.

Kesalahan Menggunakan AC Mobil

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan AC Mobil

Musim kemarau hampir tiba, temperatur udara di luar ruangan yang panas tentu menjadikan AC mobil sesuatu yang istimewa dalam memberikan kenyamanan saat berkendara. Selain itu, memarkir mobil di area terbuka dalam waktu yang lama juga membuat temperatur di dalam kabin menjadi pengap dan panas. Tentu, banyak orang pernah mengalami hal ini. Lantas, lantaran kurang sabar, AC mobil pun langsung dinyalakan ketika baru masuk ke mobil dan pengaturannya pun biasanya pada tingkat hembusan yang paling tinggi atau dingin.

Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “cara seperti ini merupakan satu dari beberapa kesalahan dalam mengoperasikan AC mobil. Tentu saja hal semacam ini kurang tepat dan justru membuat perangkat AC mobil bekerja kurang efektif dan efisien. Karena dengan langsung menyalakan AC mobil pada tingkat hembusan maksimal ketika baru masuk ke dalam mobil, hanya akan membuat hawa panas terus bersirkulasi di dalam kabin. Sebaiknya sebelum menyalakan AC mobil, semua kaca mobil dibuka terlebih dahulu dengan tujuan menurunkan temperatur dalam kabin secara perlahan-lahan. Selanjutnya AC mobil dapat dinyalakan disertai menutup kembali kaca pintu mobil. Dengan begini AC mobil akan bekerja lebih efektif, sehingga kesejukan dan kenyamanan di dalam kabin akan perlahan terasa.”

Saat mobil terparkir biasanya semua kaca jendela mobil tertutup, maka suhu di dalam kabin mobil akan meningkat, apalagi jika mobil terparkir di tempat yang terpapar langsung sinar matahari. Dengan kondisi suhu di dalam kabin yang panas dan penumpang langsung menyalakan AC, maka otomatis AC mobil akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang besar untuk dapat mendinginkan kabin mobil. Dan pada akhirnya akan mengakibatkan pemborosan BBM, serta mengakibatkan AC mobil akan lebih cepat menurun kualitasnya karena mengeluarkan tenaga ekstra.

Selain itu, hindari kebiasaan mengoperasikan AC mobil ketika mesin mobil mati. AC mobil merupakan salah satu komponen mobil membutuhkan daya listrik yang besar untuk pengoperasiannya. Apabila pemilik mobil terbiasa mengoperasikan AC mobil saat mesin masih mati, maka daya listrik baterai (aki mobil) akan cepat terkuras habis. Komponen dalam sistem AC mobil seperti kompresor AC pun juga akan mudah rusak.

“Ketika sistem AC dinyalakan, otomatis kompresor dan blower AC akan bekerja menggunakan daya listrik Aki mobil. Karena baterai (aki mobil) belum mendapat suplai pengisian listrik dari altenator (dinamo ampere), tetapi daya listriknya sudah terpakai untuk kompresor dan motor blower AC, maka hal ini akan membebani Aki mobil. Akibatnya aki akan mudah tekor dan akhirnya mobil menjadi susah di starter ketika hendak digunakan. Tidak ada salahnya untuk menonaktifkan AC ketika mesin mobil tidak menyala, karena efeknya dapat dirasakan untuk jangka panjang.” ujar Agus Ari Yanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Mungkin karena panasnya udara di luar kabin mobil, beberapa penumpang juga terbiasa mengarahkan hembusan udara AC langsung mengenai mukanya. Cara seperti ini dianggap kurang tepat. Arah hembusan udara AC seharusnya condong ke atas, bukan ke arah penumpang atau pengemudi. Hal ini bertujuan agara udara sejuk dari AC dapat mengalir dan bersirkulasi di dalam kabin secara langsung tanpa terhalang benda apapun. Sehingga akan memberikan kesejukan pada semua penumpang secara cepat dan konstan,” tambah Agus Tri Ari Yanto ketika ditemui di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Ada anggapan bahwa selama udara yang dikeluarkan AC mobil masih terasa dingin, maka tidak diperlukan perawatan dan pemeriksaan secara berkala pada komponen sistem AC mobil. Komponen sistem AC mobil (air conditioner) sama seperti komponen mobil lainnya yang membutuhkan perawatan berkala, tetapi kebanyakan orang malas melakukan perawatan dan pemeriksaan tersebut. Padahal dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala pada sistem AC, akan menjamin kondisi AC mobil yang selalu prima, sehat dan memberikan kenyamanan selama berkendara, terutama di tengah panasnya cuaca di siang hari atau kondisi lalu – lintas jalan yang sering macet parah.

Pengisian Freon AC Mobil
Pengisian Freon AC Mobil

Sebaiknya servis AC mobil jangan dilakukan hanya ketika AC mobil bermasalah, karena ketika AC mobil anda sudah bermasalah biasanya biaya yang dikeluarkan pastinya akan lebih besar. Sebagai tindakan pencegahan, sebaiknya sistem AC mobil dilakukan pemeriksaan rutin atau diservis setiap menempuh jarak kelipatan 10.000 km hingga 20.000 km. Atau setiap 3-6 bulan sekali tergantung dari pemakaian mobil, agar komponen AC mobil Anda menjadi awet dan terjaga kondisinya.

Selain itu, komponen filter kabin juga perlu dilakukan pembersihan tiap 10.000 km dan penggantian tiap 30.000 km, atau periode 6 bulan sekali. Pembersihan komponen evaporator setiap 40.000 km atau 8 bulan sekali agar tidak terjadi penumpukan kotoran, debu, jamur, bakteri, lumut, yang menghambat kinerja AC mobil, agar AC mobil Anda tetap bisa bekerja secara maksimal dan efisien.

“Di bengkel Zaini Auto Motor, biasa memberikan layanan servis kecil untuk sistem AC mobil setiap kelipatan 10.000 km. Service kecil ini meliputi pengecekan dan pembersihan blower, servis kondensor AC, pembersihan atau ganti filter kabin, pengecekan fan belt, pemeriksaan freon, dan lain-lain. Untuk kelipatan jarak tempuh 20.000 km hingga 40.000 km harus dilakukan servis besar, yang meliputi flushing sistem AC, servis evaporator, servis kondensor, servis Blower, penggantian receiver dryer dan filter Kabin, Vacum dan penggantian oli kompresor AC, pemeriksaan freon dan optional penggantian freon AC. Semua servis harus dilakukan agar fungsi dari semua komponen AC tetap terjaga maksimal,” ujar Agus Tri Ariyanto.

Selain itu, sebaiknya pengemudi juga menyalakan AC mobil di pagi hari, sekalipun udara di luar dingin atau kondisi hujan. Hal ini untuk mencegah terjadinya embun pada kaca mobil yang dapat menghalangi visibilitas dan jarak pandang pengemudi. Pahami betul kondisi AC mobil Anda, agar bisa menghindari kerusakan dan kecurangan pada saat melakukan servis di bengkel AC mobil. Jika terjadi kerusakan pada komponen AC mobil kesayangan Anda, dan biaya perbaikannya mencapai 70% dari harga AC mobil baru, maka sebaiknya gantilah dengan komponen yang baru, karena komponen baru lebih terjamin.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi