Tag: Engine Brake

Cara Mengatasi Rem Blong Dengan Menggunakan Rem Darurat

Ingin Selamat, Gunakan Rem Darurat Saat Mengalami Rem Blong

Sistem rem adalah komponen terpenting untuk keselamatan pengemudi dan penumpang selama berkendara yang tidak boleh diabaikan. Sistem rem (braking system) berperan sangat penting dalam mengontrol laju kendaraan. Tanpa sistem rem, mobil tidak akan dapat dikontrol kecepatannya, dan bisa menyebabkan kecelakaan yang merugikan pengguna jalan lainnya. Untuk menghindari kecelakaan maka manfaatkan rem tangan sebagai rem darurat.

Semua komponen utama pada sistem pengereman wajib diperiksa secara berkala dan harus dalam kondisi prima untuk menghindari masalah. Beberapa komponen tersebut antara lain, pedal rem (brake pedal), master cylinder, booster rem (brake booster), selang vakum (brake booster vacuum hose), selang/pipa rem (brake lines), master silinder roda (wheel cylinders), kampas rem (brake pads), minyak rem (brake fluid), rotor disc (disc brake) dan tromol (brake drum).

Sebenarnya jika mobil tiba-tiba mengalami rem blong dapat diantisipasi apabila dilakukan dengan benar dan tepat. Langkah apa saja yang perlu dilakukan saat tiba-tiba sistem rem tidak berfungsi dengan baik atau rem blong? Berikut ini adalah beberapa langkah penting yang wajib Anda lakukan ketika menghadapi rem blong sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang dapat terjadi.

Rem Tangan Berfungsi Sebagai Rem Darurat

Belum Banyak Yang Tahu fungsi Lain Rem tangan Pada Mobil Toyota
Fungsi Rem Tangan Sebagai Rem Darurat

Fungsi rem tangan bukan hanya untuk menjaga mobil agar tetap diam di posisinya saat sedang berhenti. Tetapi juga berguna sebagai rem darurat untuk bantuan ketika terjadi rem blong. Ketika mobil mengalami rem blong, maka pengemudi tidak perlu panik dan cukup mengimbangi kecepatan mobil dengan daya pengereman dari rem tangan.

“Jika sistem rem gagal berfungsi sebagaimana mestinya, langkah pertama tentunya pengemudi jangan panik. Pengemudi wajib mengendalikan mobil secara normal, kemudian langsung tekan tombol lampu hazard disertai membunyikan klakson. Tujuannya agar kendaraan di sekitar kita tahu jika mobil kita sedang dalam keadaan darurat dan bermasalah. Selanjutnya, pengemudi mempunyai beberapa pilihan untuk memperlambat laju mobilnya, yakni menggunakan engine brake dan rem darurat / rem tangan (handbrake).” Jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Pengemudi harus menarik tuas rem tangan dengan hati-hati dan secara perlahan, jangan sampai menarik tuas rem secara langsung. Karena jika rem tangan ditarik secara langsung, bisa membuat mobil kehilangan kendali dan berpotensi terbalik. Langkah yang disarankan adalah menarik dan menurunkan tuas rem tangan berkali-kali, untuk mengimbangi dan menurunkan kecepatan mobil secara bertahap. Pengemudi juga perlu mengarahkan mobil ke pinggir bahu jalan, hingga mobil benar-benar berhenti.

Rem Tangan Elektrik Lebih Aman Sebagai Rem Darurat

Sistem rem tangan elektrik atau EPB (electronic parking brake) didesain bekerja tidak seperti rem tangan konvensional. Hal ini lantaran sistem kabel pada rem tangan konvensional sudah diganti dengan motor listrik pada masing-masing kaliper roda mobil. Jika Anda mencoba mengaktifkan electronic parking brake saat mobil sedang melaju, maka rem tidak langsung mengunci roda belakang. Mobil akan tetap berjalan stabil meski roda kemudi dibelokkan tajam, dan hanya akan terdengar suara desingan dari motor listrik EPB tersebut. Tentu saja hal tersebut sangat berguna saat mobil mengalami rem blong, sehingga mobil dapat berhenti dengan stabil dan aman.

Ketika Rem Blong, Rem Tangan Elektrik Lebih Aman Digunakan Sebagai Rem Darurat
Rem Tangan Elektrik Lebih Aman Sebagai Rem Darurat

“Pengereman dengan EPB (electronic parking brake) tidak mampu membuat kendaraan tergelincir. Berdasarkan pengujian, saat mobil melaju dengan kecepatan mencapai 195 km/jam, saat EPB diaktifkan mobil pun tidak langsung berhenti seketika. Tetapi mobil akan secara perlahan namun pasti, langsung melambat dengan halus hingga akhirnya berhenti. Hal ini berarti roda tidak terkunci seperti halnya saat mengaplikasikan rem tangan konvensional pada kecepatan tinggi.” jelas Agus Tri Ariyanto disela-sela keramaian bengkel Zaini Auto Motor.

Keuntungan menggunakan electronic parking brake adalah saat mobil mengalami rem blong terutama pada kecepatan tinggi, membuat roda belakang mobil tidak langsung mengunci. Ini dikarenakan ECU (Electronic Control Unit) telah mendeteksi kecepatan putaran roda, dan pada saat yang bersamaan ECU akan mengirimkan sinyal ke EBCM (electronic brake control module). Selanjutnya modul rem elektrik (EBCM) ini akan mengaplikasikan kekuatan yang cukup pada motor listrik yang terdapat pada setiap roda, untuk memperlambat laju mobil.

Jadi ilustrasi sederhananya seperti cara kerja dari sistem rem ABS (Anti-lock Braking System) yang mampu mencegah roda terkunci. Sehingga membuat mobil susah untuk dikendalikan terutama pada kecepatan tinggi dan jalan yang licin. Oleh karena itu sudah mulai banyak produsen mobil yang sudah mengaplikasikan EPB pada produk terbarunya. Sistem pengereman EPB (electronic parking brake) ini disebut sebagai salah satu fitur keselamatan dan keamanan berkendara.

Fitur Lain Untuk Mengatasi Rem Blong

Dalam keadaan darurat saat kondisi rem tidak berfungsi, pengemudi harus menggunakan segala cara untuk mengurangi kecepatan mobil hingga akhirnya benar-benar berhenti. Seiring perkembangan teknologi, para produsen mobil juga terus mengembangkan berbagai fitur keselamatan dan keamanan mobil, sebagai upaya maksimal untuk mengurangi kecelakaan.

Beda Transmisi CVT dan Transmisi Matic Biasa
Transmisi Otomatis CVT

Melihat potensi kecelakaan yang diakibatkan oleh rem blong, mobil bertransmisi otomatis juga telah dilengkapi dengan fitur Active Engine Braking. Khususnya pada transmisi otomatis jenis CVT ( Continous Variable Transmission ). Dimana fitur active engine braking pada transmisi CVT inilah yang akan melakukan pengereman mesin (engine brake). Sehingga laju kendaraan dapat diperlambat dengan maksimal saat terjadi rem blong. Dengan begitu, kecelakaan fatal dapat dihindari dan diminimalisir sekecil mungkin.

Walaupun telah dilengkapi berbagai fitur keselamatan dan keamanan, bukan berarti setiap pemilik mobil mengabaikan perawatan komponen-komponen mobil. Ikuti petunjuk dan rekomendasi perawatan berkala dan service rutin sesuai buku manual service bagi setiap jenis mobil Anda. Jadi, intinya adalah selalu perhatikan komponen-komponen yang ada di mobil Anda, termasuk sistim rem.

Keuntungan service mobil secara tepat waktu adalah memperpanjang usai pakai komponen-komponen mobil dan kondisinya akan selalu prima. Jika terdapat kerusakan pun bisa cepat terdeteksi, sehingga tidak akan menimbulkan masalah bagi pengemudi ketika digunakan sehari-hari. Bengkel mobil Zaini Auto Motor merupakan tempat yang tepat untuk melakukan perawatan, service berkala dan perbaikan kerusakan pada mobil Anda.

Bengkel Zaini Auto Motor telah menangani perbaikan dan service berkala ribuan mobil pelanggannya, sehingga tidak diragukan lagi kualitas dan kehandalannya. Perbaikan dan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor juga semakin mudah dengan adanya booking service dan layanan bengkel mobil panggilan. Yang tentunya bisa Anda manfaatkan ketika Anda sibuk atau tidak sempat pergi ke bengkel mobil. Cukup lakukan booking service, maka mekanik yang akan mendatangi tempat Anda. Buktikan sekarang juga!

Transmisi Manual Mobil Honda

5 Kebiasaan Salah Mengemudikan Mobil Bertransmisi Manual

Pengemudi mobil bertransmisi manual selama ini dianggap lebih memiliki kemahiran (skill-full) dalam berkendara, dibanding pengemudi mobil matic. Padahal masih banyak pengemudi mobil bertransmisi manual memiliki kebiasaan negatif dalam mengendarai mobilnya.

Mengemudi akan menjadi hal yang sangat menyenangkan apabila pengemudi memahami teknik berkendara yang tepat. Sebaliknya, mengemudi dengan kebiasaan yang salah, justru berpotensi boros bahan bakar, menimbulkan kerusakan dan memperpendek usia mobil. Selain itu, bisa berujung terjadinya kecelakaaan.

Pengemudi mobil dengan transmisi manual tentu harus menguasai teknik mengemudi yang benar, dan menghidari berbagai kebiasaan yang salah. Berikut ini penjelasan kebiasaan salah yang sering dilakukan pengemudi mobil bertransmisi manual, antara lain:

1. Kaki Selalu Berada Di Pedal Kopling

Saat mengemudi, hindari selalu meletakkan kaki di atas pedal kopling. Meski dianggap hanya sekedar menempel saja, tanpa disadari pengemudi bisa memberikan tekanan pada pedal kopling selama mobil berjalan. Pasalnya, kebiasaan meletakkan kaki standbay di pedal kopling menyebabkan kampas kopling panas (overheat), bantalan (release bearing) dan plat kopling (clutch disc) lebih mudah menipis.

Ketika pedal kopling diinjak seharusnya kampas kopling terbebas dari flywheel, sehingga pengemudi dapat mudah memindahkan tuas transmisi dengan baik. Tetapi jika kampas kopling tidak bisa terbebas dari flywheel, akan menyebabkan putaran mesin dan transmisi tidak terputus sempurna sehingga pengemudi akan kesulitan memindahkan gigi.

“Apabila kampas kopling sudah menipis dapat mengakibatkan kopling selip. Selain itu, kampas kopling yang overheat akan menyebabkan kinerja kopling juga bermasalah. Hal ini karena kampas kopling tidak bisa terlepas dari flywheel saat pengemudi menginjak pedal kopling, sehingga pengemudi tidak dapat memindahkan gigi.” ujar Agus Zainal di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Hindari Kaki Selalu Berada di pedal kopling
Hindari Kaki Selalu Berada di pedal kopling

Sebaiknya selalu istirahatkan kaki ke lantai mobil setelah memindahkan gigi. Hindari selalu meletakkan dan mengistirahatkan kaki di atas pedal kopling.

2. Asal Menurunkan Gigi Transmisi

Pada mobil bertransmisi manual, perpindahan gigi bisa dianalogikan seperti naik dan turun di tangga. Ketika hendak berakselerasi sebaiknya dilakukan bertahap, mulai dari gigi kecepatan terendah hingga gigi kecepatan tertinggi. Maka, saat mengurangi kecepatan pun juga harus dilakukan bertahap dari gigi kecepatan tertinggi hingga gigi terendah.

Diperlukan kemampuan pengemudi yang baik dalam memindahkan posisi tuas persneling secara cepat dari gigi kecepatan tertinggi hingga terendah. Perpindahan tuas persneling tidak bisa dilakukan sembarangan, misalnya dari gigi lima langsung ke gigi satu.

Apabila dilakukan sembarangan akan beresiko bagi keselamatan berkendara, hal ini sama seperti menarik parking brake (rem tangan) saat mobil dalam kecepatan tinggi. Mobil akan mengalami over RPM, yang bisa menyebabkan kampas kopling cepat panas, dan rusaknya gigi sinkroniser transmisi (synchronizer gear gearbox), serta gigi persneling lainnya juga mudah rusak.

3. Kurang Memanfaatkan Engine Brake

Engine brake merupakan salah satu cara menurunkan kecepatan mobil dengan memanfaatkan hambatan putaran yang terjadi pada mesin. Walaupun tanpa menurunkan posisi tuas transmisi, dengan mengendurkan injakan pedal gas akan terasa kecepatan mobil tertahan, itu juga bisa disebut engine brake. Namun, kondisi ini akan lebih terasa dengan cara mengendurkan injakan pedal gas disertai menurunkan gigi transmisi tinggi ke gigi rendah. Untuk transmisi manual biasanya pada posisi gigi 2 hingga 1, atau untuk transmisi matic pada posisi tuas transmisi D (Drive) ke gigi 1-2.

“Waktu yang tepat untuk memanfaatkan engine brake adalah pada saat kecepatan tinggi di jalan lurus atau saat melewati jalanan menurun panjang.” ujar Agus Zainal di Bengkel Zaini Auto Motor.

Dengan manfaatkan engine brake dan tidak hanya mengandalkan fungsi sistem rem konvensional, maka beban kerja sistem rem jadi berkurang. Sehingga sistem rem tidak cepat panas (overheat) yang bisa berakibat rem blong terutama di jalan menurun tajam. Selain itu juga akan memperpanjang usia pakai rem dan konsumsi bahan bakar tidak lebih boros.

4. Jarang Menetralkan Tuas Transmisi

Saat berhenti di lampu merah atau mengalami kemacetan lalu-lintas, lebih baik tuas transmisi diposisikan netral dari pada menahanya pada posisi masuk ke gigi kecepatan satu atau lainnya. Kalau terpaksa harus sering berhenti karena antrian kemacetan, lebih baik tuas transmisi diposisikan netral disertai injak rem atau manfaatkan rem parkir, sehingga pedal kopling bisa dibebaskan.

Jarang Menetralkan Tuas Transmisi Mobil Manual
Netralkan Tuas Transmisi

Tanpa disadari apabila terus melakukan kebiasaan ini, kaki akan kelelahan dan pegal akibat sering menginjak pedal kopling. Selain itu kampas kopling akan cepat menipis karena terus bergesekan dengan cover clutch dan flywheel. Jadi ketika terjebak macet atau menunggu lampu merah, tuas transmisi diposisikan netral dan istirahatkan kaki tanpa menginjak pedal kopling.

5. Menginjak Penuh Pedal gas saat RPM Rendah

Saat hendak memulai menjalankan mobil, cukup dengan memainkan pedal kopling terutama pada jalanan rata, mobil sudah bisa bergerak, baru tambahkan gas sedikit. Kebiasaan menginjak gas dalam-dalam pada saat kendaraan akan mulai dijalankan, sebenarnya akan membuat mobil cenderung lebih boros BBM.

Kebiasaan ini sering disebut kick down atau flooring pedal gas, yakni menekan pedal gas hingga mentok pada saat RPM mesin masih rendah. Jika sering dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Kebiasaan ini tidak begitu membantu meningkatkan performa mesin, tetapi hanya membuat mesin meraung keras.

Itulah 5 kebiasaan salah saat Mengemudi mobil bertransmisi manual yang patut ditinggalkan. Usahakan untuk selalu melakukan cara mengemudi yang baik dan benar agar komponen mobil tidak mudah rusak. Dan selalu kenali setiap gejala tidak normal yang terjadi pada mobil, agar Anda dapat mengantisipasi terjadinya kerusakan mobil ketika ditengah perjalanan.

Melakukan pemeriksaan dan servis secara rutin di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi akan sangat berguna untuk menjaga performa mobil dan lebih menjamin keselamatan berkendara. Manfaatkan segala kemudahan melakukan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda di bengkel mobil Zaini Auto Motor. Melalui layanan booking service, bengkel mobil panggilan dan aplikasi “bengkel Mobil Pro” akan memudahkan setiap pemilik mobil melakukan service cepat dan tanpa antrian. Dengan didukung mekanik profesional, biaya yang lebih murah, dan peralatan sesuai standart bengkel resmi, maka akan membuat setiap pemilik mobil tenang dalam mempercayakan servis mobil kesayangannya.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi