Tag: Defogger

Fungsi Garis-Garis Defogger Kaca Belakang Mobil

Ternyata Ini Fungsi Garis-Garis Di Kaca Belakang Mobil, Bukan Cuma Hiasan Lho!

Pernahkah Anda memperhatikan kaca mobil bagian belakang yang terdapat garis-garis horizontal berwarna kecokelatan? Ternyata banyak pemilik mobil sering salah sangka dan mengira bahwa garis-garis tersebut hanyalah stiker biasa sebagai variasi hiasan kaca. Namun, tahukah Anda bahwa garis-garis horizontal tersebut sebenarnya adalah fitur defogger?

Sesuai namanya, defogger merupakan fitur penghilang embun ketika mobil melaju pada daerah bertemperatur dingin atau saat terjadi hujan. Defogger ini sangat berguna untuk menjamin visibilitas (jarak pandang) pengemudi saat berkendara. Tanpa fitur defogger, mobil yang melaju saat turun hujan sering muncul embun pada kaca mobilnya. Tentu saja hal ini akan mengganggu visibilitas (jarak pandang) yang menjadi faktor terpenting untuk menjamin keselamatan pengendara mobil.

Listiyono, selaku kepala bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Saat kita berkendara tanpa AC di tengah guyuran hujan, pandangan sering kali buram karena timbulnya embun, terutama ke arah belakang mobil. Dengan adanya fitur defogger akan dapat meminimalisir terjadinya embun, bahkan mencegah terjadinya embun pada kaca mobil yang dapat mengganggu penglihatan pengemudi. Kaca mobil bisa berembun karena terjadi perbedaan temperatur di dalam kabin dan lingkungan luar. Ketika udara luar lebih dingin daripada di dalam kabin, maka akan terjadi kondensasi sehingga embun dapat mudah muncul. Contoh sederhananya pada gelas yang diisi air dingin, embun akan muncul dengan sendirinya di permukaan luar gelas. Hal ini karena temperatur air dalam gelas lebih rendah dari udara sekitar.”

Meskipun setiap mobil telah memiliki fitur defogger, tetapi tidak jarang banyak yang masih kebingungan, bahkan tidak mengerti letak dari defogger. Defogger pada umumnya memiliki tombol yang terletak di dekat pusat kontrol AC mobil.

Defogger sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu defogger kaca depan dan kaca belakang. Pada kaca depan defogger akan bekerja dengan cara hembusan udara panas dari kipas blower AC yang disalurkan ke ventilasi pada dashboard. Ventilasi yang terletak tepat di bawah kaca depan akan mengarahkan udara panas ke kaca untuk membersihkan embun. Kemudian udara akan disinkronkan dengan temperatur di dalam kabin saat itu. Wiper tidak dapat membantu menjernihkan embun di bagian dalam mobil, untuk itu memerlukan fitur deffogger ini.

Pada kaca bagian belakang, cara kerja defogger lebih sederhana. Garis-garis horizontal yang menempel pada kaca merupakan elemen pemanas. Sistem defogger akan memanaskan elemen pemanas yang berfungsi sebagai kondensator panas, sehingga panas yang dihasilkan akan lebih cepat menghilangkan embun dari kaca. Defogger pada kaca belakang memiliki cara kerja yang hampir mirip dengan kompor listrik atau kompor induksi yang menghasilkan energi panas. Defogger akan menyalurkan panas ke elemen panas untuk diinduksikan ke seluruh permukaan kaca. Meski mengantarkan panas dari listrik, saat disentuh dengan tangan, kaca tidak akan terasa panas.

Tombol Defogger penghilang embun Kaca Mobil
Tombol Fitur Defogger Kaca Depan dan Belakang

“Keberadaan defogger akan sangat bermanfaat di musim hujan seperti saat ini, atau ketika Anda sedang berada di kawasan pegunungan. Defogger untuk kaca depan biasanya disimbolkan dengan gambar jendela melengkung (curved window) yang dilintasi oleh tiga panah bergelombang, sedangkan pada kaca belakang disimbolkan dengan gambar persegi panjang yang dilintasi tiga panah bergelombang,” ujar Listiyono di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Beberapa mobil telah memiliki fitur defogger otomatis yang dapat menyala sendiri ketika kelembaban di dalam kabin terlalu tinggi. Fitur ini akan membantu membersihkan embun pada kaca secara otomatis, dan pengemudi tidak perlu menekan tombol apa pun. Defogger dapat menjaga pandangan pengemudi agar tetap jelas saat berkendara, tanpa fitur ini pengemudi bisa mengalami kesulitan melihat ke arah luar mobil. Jika tepian kaca mobil mulai berkabut atau berembun, nyalakan defogger sebelum embun menutupi seluruh kaca.

Perlu diingat bahwa defogger tidak disarankan digunakan secara terus menerus. Karena penggunaan defogger secara terus menerus bisa menyebabkan kaca mobil retak. Hal ini menyebabkan kaca dapat memuai akibat perubahan temperatur yang ditimbulkan garis-garis elemen kawat pemanas tersebut.

Selain itu, defogger merupakan komponen yang membutuhkan arus listrik yang cukup besar pada sistem kelistrikan mobil. Penggunaan secara terus-menerus akan membuat aki harus menyuplai arus listrik ekstra, dan bila tidak dikontrol akan menyebabkan aki mobil cepat lemah. Pengemudi tidak perlu menyalakan defogger jika kaca belum berembun, karena hanya membuat daya listrik Aki mobil terbuang sia-sia. 

Dengan memahami fungsi utama defogger pada kaca belakang, tentu Anda tidak akan meremehkan garis-garis kecokelatan di kaca belakang mobil. Keberadaan defogger pada kaca belakang pastinya akan menjamin visibilitas berkendara saat melaju dengan mobil kesayangan Anda.

Setiap komponen mobil tentunya memerlukan perawatan secara berkala, agar tidak terjadi masalah ketika di tengah perjalanan. Kesibukan kadang kala membuat pemilik mobil lalai dalam melakukan perawatan mobil kesayangannya. Bengkel mobil Zaini Auto Motor mempunyai layanan service panggilan yang akan membantu memudahkan Anda melakukan perawatan dan perbaikan mobil Anda. Para Mekanik profesional siap mendatangi Anda dimanapun dan kapanpun Anda memerlukan perawatan mobil Anda. Selamat Mencoba..!

Tips Mengatasi Kaca Mobil Berembun

5 Tips Mengatasi Kaca Mobil Berembun Saat Hujan. Nomer 5 Tak Disangka Banyak Orang

Di musim hujan seperti sekarang ini yang cenderung terus meningkat intensitas curah hujannya, diperlukan kehati-hatian dalam berkendara dan kondisi mobil harus prima. Berkendara dalam kondisi turun hujan sangat butuh konsentrasi lebih, apabila kaca mobil berembun akan sangat membahayakan, karena visibilitas (jarak pandang) pengemudi jadi terbatas.

Saat hujan turun menyebabkan temperatur di luar ruangan menurun. Penurunan temperatur ini bisa berdampak langsung munculnya embun di kaca mobil. Selain itu, perbedaan temperatur di dalam kabin yang cenderung lebih panas daripada temperatur luar, misalnya ketika berkendara di pegunungan, juga dapat mengakibatkan terjadinya embun pada kaca mobil.

Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor dari Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, mengatakan “Embun yang timbul pada kaca mobil biasa terjadi karena perbedaan kelembapan dan perbedaan temperatur sehingga terjadi kondensasi. Ketika hujan, maka kelembapan dan temperatur di luar mobil cenderung lebih dingin daripada di dalam kabin mobil, sehingga sangat memungkinkan terjadinya embun pada kaca mobil.”

Tentu hal tersebut sangat mengganggu jarak pandang (visibilitas) pengemudi, sehingga dapat membahayakan keselamatan selama berkendara. Bukan itu saja, embun yang kerap menempel pada kaca mobil terlalu lama dapat menyebabkan timbulnya kerak dan jamur di permukaan kaca.

Oleh sebab itu, berikut ini merupakan 5 tips mengatasi kaca mobil berembun saat berkendara di tengah guyuran hujan, antara lain:

1. Menghidupkan AC

Komponen AC (Air Conditioner) berfungsi untuk menyesuaikan temperatur udara di dalam kabin. Ketika temperatur udara diluar kabin mobil terasa lebih panas, maka AC (Air Conditioner) akan mengubahnya menjadi sejuk dan dingin. Dengan menghidupkan AC mobil saat hujan pun, dapat menyeimbangkan temperatur udara di dalam kabin yang cenderung lebih lembab dan lebih panas, dari temperatur udara di luar kabin.

“Temperatur udara yang terlalu dingin memang bisa menyebabkan kaca mobil berembun, tetapi dengan mematikan AC mobil bukan solusi untuk menghilangkan embun. Berkendara saat hujan atau saat udara di luar mobil lebih dingin, pengemudi malah disarankan untuk menghidupkan AC mobil. Ini akan membantu mempercepat menghilangkan embun pada kaca mobi. Cukup dengan mengatur temperatur AC sesuai dengan temperatur udara di luar kabin.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Meski banyak yang menganggap sepele, ternyata cara ini cukup ampuh menghilangkan embun pada kaca mobil yang dapat mengganggu visibilitas (jarak pandang) pengemudi, lho.

2. Mengaktifkan Fitur Defogger

Embun pada mobil sering timbul kembali meskipun ia di lap, hal ini tentunya cukup membuat repot pengemudi jika harus melap kaca tiap beberapa waktu. Defogger merupakan fitur standar pada setiap mobil yang berfungsi sebagai penghilang embun. Fitur Defogger ini biasa disematkan di bagian kaca belakang, spion mobil atau ada juga di kaca depan. Keberadaan defogger di musim hujan dapat membantu menghilangkan embun, sehingga visilibilitas pengemudi saat melihat ke bagian belakang akan lebih jelas.

Defogger memiliki cara yang berbeda dalam menghilangkan embun pada kaca mobil, dibeberapa pabrikan mobil ada yang menggunakan elemen panas untuk menghangatkan kaca sehingga dapat mengusir embun. Ada juga pabrikan mobil yang menggunakan hembusan udara dengan temperatur tertentu untuk menghilangkan tercipta lapisan embun di kaca mobil. Untuk mengaktifkan defogger, Anda cukup menekan tombol bergambar tiga panah melengkung yang ada di dashboard kendaraan Anda,” jelas Agus Tri Ari Yanto ketika ditemui di Bengkel Zaini Auto Motor.

Fitur defogger memiliki cara kerja yang berbeda. Defogger yang terletak di kaca depan biasanya mengeluarkan hembusan udara panas, sedangkan untuk kaca belakang biasanya menggunakan elemen panas. Defogger bisa Anda temukan di bagian belakang kaca mobil dengan garis-garis kawat tipis sebagai kondensator panas, baik vertikal maupun horizontal. Pengemudi tidak perlu menyalakan defogger jika kaca belum berembun, karena hanya membuat daya listrik Aki mobil terbuang sia-sia. Pemakaian yang tidak terkontrol bisa menyebabkan aki mobil cepat lemah.

3. Gunakan Cairan Anti kabut

Bagi pengemudi yang ingin praktis, bisa menggunakan cairan anti kabut (defogger spray) ini untuk menghilangkan embun pada kaca mobil. Saat ini cairan anti kabut (defogger spray) mudah ditemukan di toko sparepart mobil atau di toko aksesoris mobil. Cara penggunaannyapun cukup mudah yakni tinggal menyemprotnya ke kaca bagian dalam, lantas diamkan beberapa saat. Kemudian gunakan kain lembut yang kering untuk mengelapnya. Usahakan mengelap dengan gerakkan searah dan jangan berlawanan arah, karena justru akan membuat kaca buram. Terakhir, ulangi pengelapan beberapa kali hingga kaca benar-benar bersih dari embun.

Mengelap Kaca Mobil Bagian Dalam Akibat Berembun
Mengelap Kaca Mobil Bagian Dalam

4. Gunakan Shampo Rambut

Cairan shampoo rambut mengandung unsur pH (potensial Hidrogen) tertentu yang ditambahkan dan berfungsi untuk mengeringkan uap air. Produsen shampo meramu berbagai zat kimia dengan tambahan pH, dengan tujuan agar rambut tidak lembab sehingga rambut terlihat mengkilap dan aroma shampo dapat bertahan lama.

Campuran unsur kimia itulah yang dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan dan menghilangkan embun pada kaca mobil saat kondisi hujan. Cara penggunaannya pun cukup sederhana yaitu cukup mengoleskan sedikit shampo pada kaca mobil bagian dalam, tetapi jangan dicampur air. Kemudian ratakan menggunakan lap kaca sintetis (chamois) yang sedikit lembab tetapi tidak basah bercampur air. Lakukan pengelapan dengan gerakan searah, jangan berlawanan arah agar kaca tidak buram.

General Service Advisor Bengkel Zaini Auto Motor, Agus Tri Ariyanto menyarankan “Yang perlu diingat dalam penggunaan cairan shampoo rambut adalah saat hujan telah reda dan cuaca telah kembali cerah, maka segera bersihkan cairan shampo tersebut dari kaca mobil dengan menggunakan lap hingga bersih. Karena apabila tidak segera dibersihkan, kaca mobil akan mudah kotor. Hal ini dikarenakan bekas cairan shampo akan mengikat kotoran (debu) yang masuk ke dalam kabin mobil membuka kaca.”

5. Manfaatkan Tembakau Rokok

Kandungan nikotin pada tembakau rokok dipercaya dapat menyerap uap air, sehingga dapat mencegah terjadinya embun pada kaca mobil ketika temperatur udara luar sangat dingin atau saat terjadi hujan. Mungkin secara ilmiah akan sulit untuk dijelaskan tentang khasiat tembakau untuk menghilangkan embun di kaca mobil, tetapi cara ini cukup ampuh dan mujarab serta dapat dibuktikan.

Cara penggunaannya pun sama dengan shampo, saat terjadi embun di kaca mobil maka cukup mengoleskan tembakau rokok pada kaca. Namun, satu hal yang harus diperhatikan, sebaiknya berhati-hati dalam mengoleskan tembakau rokok agar kaca mobil tidak tergores oleh campuran potongan cengkeh yang terdapat di rokok. Cukup oleskan secara perlahan dan halus, jangan diusap dan ditekan terlalu keras.

Selain itu, usahakan jangan parkir di tempat yang terpapar sinar matahari secara langsung, dan membuka seluruh kaca mobil beberapa menit setelah mobil diparkir di tempat panas. Itulah beberapa tips mencegah dan menghilangkan embun pada kaca mobil saat hujan. Dengan mencoba tips tersebut diharapkan embun tidak lagi mengganggu visibilitas (jarak pandang) Anda saat mengemudi di kala hujan. Selamat mencoba!

Maksimalkan 7 Fitur Mobil Ini Saat Hujan

Maksimalkan 7 Fitur Mobil Ini Saat Hujan

Mobil generasi rakitan terbaru kebanyakan telah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih. Tujuannya agar ketika berkendara saat hujan atau cuaca ekstrim, kita bisa manfaatkannya untuk menunjang performa yang maksimal, berkendara menjadi lebih aman dan memberikan kenyamanan selama berkendara.

Tak hanya mengetahui perannya, pemilik mobil juga perlu melakukan pemeriksaan dan perawatan agar ia mampu bekerja optimal ketika diperlukan. Jangan sampai fitur-fitur yang diperlukan saat hujan ini malah malfungsi dan berpotensi menimbulkan celaka.

Berikut ini adalah fitur-fitur mobil yang perlu dimanfaatkan di saat berkendara ditengah cuaca hujan:

Intermittent Wiper

Wiper memiliki pengontrol jeda (intermittent) gerak sapuan dari wiper blade. Fungsinya adalah memberikan jeda yang sesuai dengan frekuensi intensitas air hujan yang jatuh mengenai kaca mobil. Karenanya, aturlah posisi jeda wiper sesuai dengan frekuensi intensitas rintik hujan. Jika wiper diposisikan bergerak cepat tanpa ada hambatan ketika hujan cuma turun rintik-rintik, maka bisa berakibat sistem motor wiper dan link wiper arm akan lebih cepat rusak.

Auto wiper

Semua mobil pasti dilengkapi dengan wiper. Tetapi sekarang ini sudah banyak mobil-mobil kelas menengah dan mobil mewah di Indonesia dibenamkan fitur sensor hujan (rain sensor). Sehingga ketika hujan turun, pengemudi tak perlu repot mengaktifkan wiper dan mengatur kecepatannya.

Cara kerja auto wiper adalah menggunakan sensor untuk mendeteksi seberapa besar intensitas air hujan yang menerpa kaca mobil, kemudian komputer menghitung dan menentukan seberapa kecepatan sapuan wiper yang dibutuhkan. Fitur auto wiper ini tentu lebih efisien dan lebih nyaman dibandingkan wiper biasa, karena kemampuannya dalam menyesuaikan intensitas air hujan yang turun dan waktu yang tepat untuk menyeka air dari kaca mobil.

Defogger

Embun pada mobil sering timbul kembali meskipun ia di lap, hal ini tentunya cukup membuat repot pengemudi jika harus melap kaca tiap beberapa waktu. Sehingga mengaktifkan fitur defogger bisa membantu pengemudi mengatasi masalah embun yang selalu muncul tiap saat kala hujan. Embun pada kaca sering timbul karena adanya perbedaan suhu di bagian dalam kabin dan luar kabin, sehingga terjadi kondensasi. Embun yang terjadi sering mengganggu visibilitas pandangan pengemudi terhadap jalan atau kendaraan lain.

Defogger merupakan fitur standar dalam setiap kendaraan. Defogger merupakan penghilang embun yang biasanya diletakkan di bagian kaca belakang, spion mobil dan ada juga di kaca depan. Defogger ini memiliki cara yang berbeda dalam menghilangkan embun yang mengganggu pandangan pengemudi, ada yang memakai elemen panas yang menghangatkan kaca untuk mengusir embun dan ada yang menggunakan hembusan udara dengan temperatur tertentu agar tak tercipta lapisan embun di kaca.

Fitur defogger memiliki cara kerja yang berbeda. Defogger yang terletak di kaca depan biasanya mengeluarkan hembusan udara panas, sedangkan untuk kaca belakang biasanya menggunakan elemen panas. Tidak perlu menyalakan defogger jika kaca belum berembun karena hanya membuat daya listrik terbuang sia-sia.

Fog Lamp (Lampu Kabut)

Lampu kabut (Foglamp) ini sangat bermanfaat ketika cuaca ekstrim misalnya hujan lebat atau kabut tebal sedang turun. Lampu ini didesain dengan daya pancar dan pancaran warna yang mampu menembus kabut. Foglamp biasanya memiliki sorot yang jauh lebih terang dibandingkan headlamp (lampu depan) mobil.

Perlu dicatat jika cuaca ekstrim dan hanya mengandalkan headlamp, biasanya kita hanya mendapatkan jarak pandang 1-2 meter.
Foglamp sangat cocok untuk penerangan saat cuaca ekstrim (hujan lebat atau cuaca berkabut) yang seringkali mengganggu pandangan pengemudi, di saat inilah lampu kabut (Foglamp) ini wajib untuk diaktifkan.

Menggunakan lampu kabut (Foglamp) sebaiknya seperlunya saja, terangnya nyala ampu kabut (Foglamp) ternyata juga memiliki dampak buruk yaitu konsumsi listrik yang sangat boros. Oleh karena itu pengemudi harus bijak menggunakan fitur ini, jika pandangan sudah cukup aman sebaiknya matikan foglamp. Jangan dihidupkan terus menerus (dipanjer) karena dapat memperpendek umur mika lampu kabut tersebut.

Lampu Kabut Belakang (Rear Foglamp)

Foglamp umumnya ada di depan, tetapi pada beberapa mobil sudah dilengkapi dengan lampu kabut belakang (rear foglamp). Cahaya yang dihasilkan komponen lampu kabut belakang (rear foglamp) juga jauh lebih terang dari lampu belakang. Alhasil, mobil di belakang kendaraan Anda akan lebih bisa menjaga jarak aman. Tetapi jangan lupa menonaktifkan lampu kabut belakang (rear foglamp) ini saat hujan telah reda. Jika tidak, pengemudi di belakang mobil Anda akan terganggu pandangannya, akibat silaunya cahaya yang dihasilkan lampu kabut belakang (rear foglamp).

Kontrol Traksi (Traction Control)

Traction Control (TC) di dunia otomotif biasa dikenal dengan Electronic Stability Control (ESC), adapula yang menyebutnya Electronic Stability Programme (ESP). Fitur ini berfungsi untuk mendeteksi hilangnya traksi ban / roda terhadap permukaan jalan. Kehilangan traksi bisa terjadi pada mobil-mobil yang bertenaga besar atau mobil yang sedang melintas di genangan air. Traksi sendiri berarti gaya gesek maksimum yang bisa dihasilkan antara dua permukaan (Ban dan Jalan) tanpa mengalami slip.

Prinsip kerja traction control (TC) atau Electronic Stability Programme (ESP) adalah komputer sentral atau Electronic Control Unit (ECU) akan mengontrol daya cengkram ban ke aspal saat terjadi gejala roda selip atau kehilangan cengkraman ke permukaan jalan akibat pengemudi menginjak pedal gas terlalu dalam. Sistem komputer melakukan pengontrolan dengan cara memberikan perintah mesin secara otomatis akan menyesuaikan tenaganya dengan mengurangi putaran roda. Efeknya, roda akan kembali mendapat traksi dan pengendalian mobil dapat kembali normal.

Secara umum sistem traction control (TC) atau Electronic Stability Programme (ESP) bekerja fokus untuk membantu menjaga kendaraan tetap berada di jalan, terkontrol dan selalu di jalur yang benar. Hasil dari kerja pengemudi seperti memutar setir, menekan pedal rem, menekan pedal gas selalu dimonitor melalui sensor. Data ini setiap saat dikirim ke komputer central (ECU). Kemudian sistem komputer membandingkan data yang masuk langsung dari aktivitas pengemudi (menggerakan setir, menginjak pedal gas, menekan pedal gas) dengan respon dari kendaraan.

Contoh ketika Anda tiba-tiba memutar setir untuk berbelok tajam, namun pada saat bersamaan kondisi kendaraan masih berjalan lurus ke depan. Hal ini sering terjadi saat kondisi jalan licin akibat hujan. Pada kondisi ini komputer dapat langsung menyadari dan memerintahkan sistem traction control pada kendaraan untuk segera membantu.

Pada setingan standart, fitur Electronic Stability Programme (ESP) atau kontrol traksi ini selalu hidup, jika pengemudi menekan tombol traction control (TC) berarti sama artinya pengemudi mematikan fitur ini. Tetapi ada baiknya pengemudi memastikan apakah fitur traction control ini dalam keadaan aktif atau tidak aktif. Jika lampu menyala dengan tulisan “off” artinya kontrol traksi sedang tidak aktif, pencet kembali agar warning lamp bertuliskan off tersebut hilang dan traction control aktif.

Kontrol traksi ini biasanya bekerja secara maksimal jika mobil memiliki sistem rem teknologi terbaru seperti Anti-lock Brake System (ABS), Electronic Brake Force Distribution (EBD), dan Brake Assist (BA). Sistem rem teknologi terbaru ini berfungsi kebalikan dari Electronic Stability Programme (ESP), jika pengemudi menekan pedal rem terlalu dalam maka komputer akan secara otomatis mengurangi cengkraman kampas rem (break pad) sehingga ban tidak tergelincir.

Cairan Wiper (Wiper Fluid)

Jika dahulu cairan wiper hanya menggunakan air murni, perkembangan teknologi dewasa ini telah menghasilkan cairan wiper yang memiliki kemampuan-kemampuan khusus. Beberapa cairan bahkan memiliki kemampuan untuk membuat kaca menjadi makin mudah mengalirkan air akibat huajan.

Cairan wiper (wiper fluid) sebaiknya menggunakan spesifikasi yang disediakan. Hal ini penting untuk membantuk kinerja wiper menyapu permukaan kaca. Jangan sembarang mengisi dengan air sabun biasa apalagi bila ada kandungan detergennya, yang penting jangan gunakan cairan yang bisa memproduksi busa tinggi karena bisa mengganggu daya pandang (visibilitas).

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi