Tag: Cylinder Master Rem

Kenali Ciri Master Rem Mobil Toyota Avanza Mengalami Kerusakan

Master Rem Mobil Rusak, Penyebab Rem Tidak Pakem Dan Rem Blong

Sistem rem merupakan salah satu bagian yang sangat penting untuk mengurangi dan mengendalikan laju kendaraan. Sistem rem mutlak harus selalu dalam kondisi prima, jika tidak, jelas keamanan dan keselamatan penumpang dalam berkendara bisa terancam. Namun, adakalanya fungsi sistem rem pada mobil tidak bekerja secara optimal. Misalnya, kondisi pedal rem terasa keras, rem mobil kurang pakem, hingga pedal rem mobil terasa bergetar saat dilakukan pengereman. Sistem rem mobil tentunya juga memiliki berbagai komponen penting untuk menunjang kinerjanya, salah satu komponen penting dalam sistem rem mobil adalah master rem (brake cylinder master).

“Komponen master rem lah yang sangat mempengaruhi kinerja sistem rem mobil. Pasalnya, ketika pedal rem diinjak komponen master rem lah yang akan mendorong minyak rem (brake fluid) supaya aktif mengalir hingga ke roda mobil. Sehingga kita dapat mengendalikan laju mobil setiap saat. Jadi jika terjadi kerusakan pada master rem (brake cylinder master), otomatis sistem rem akan bermasalah, mulai dari rem ngempos, pedal rem terasa keras, hingga rem benar-benar blong.” ujar Agus Zaenal, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara Kerja Master Rem Mobil (Brake Master Cylinder)

Master Rem berfungsi untuk meneruskan energi mekanik dari pedal rem saat ditekan, kemudian diubah menjadi energi hidrolik melalui tekanan minyak rem yang diteruskan ke kampas rem di masing-masing roda mobil. Saat pedal rem ditekan, maka minyak rem (brake fluid) akan mengalir di dalam sistem pengereman sesuai yang dibutuhkan untuk menghentikan mobil. Master rem akan bekerja hanya ketika pedal rem mobil ditekan.

Cara Kerja Master Rem Mobil

Biasanya, master rem memiliki reservoir tempat menampung dan menyimpan minyak rem (brake fluid), untuk nantinya disalurkan ke komponen rem lain saat diperlukan. Selain itu, di dalam master rem (brake master cylinder) juga terdapat piston yang berfungsi untuk meneruskan tekanan pedal rem yang kemudian bekerja menekan minyak rem, agar dapat mengalir melalui pipa-pipa rem menuju ke masing-masing silinder roda (wheel cylinder). Tekanan pada minyak rem ini akan diteruskan untuk menggerakkan piston yang ada di dalam silinder roda (wheel cylinder). Saat piston pada silinder roda (wheel cylinder) bergerak, maka akan memaksa kampas rem mencengkram kuat pada piringan cakram (disc brake) atau menekan tromol rem, sehingga memungkinkan mobil untuk berhenti dengan cepat.

Ukuran piston di dalam brake master cylinder dan wheel cylinder didesain dengan cermat, sehingga memungkinkan pengemudi cukup memberikan tekanan ringan pada pedal rem, namun mampu menciptakan tekanan luar biasa pada wheel cylinder dan kampas rem di masing-masing roda. Alhasil, mobil dapat berhenti dengan cepat, bahkan pada saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Kenali Ciri Kerusakan Master Rem Mobil

Master rem pada mobil didesain untuk dapat bertahan cukup lama, tetapi biasanya terdapat beberapa kerusakan yang membuat master rem tidak bekerja secara maksimal. Di dalam komponen master rem (brake master cylinder) biasanya terdapat seal karet yang berfungsi mencegah kebocoran minyak rem saat sistem rem mobil bekerja. Seiring berjalannya waktu dan seringnya pemakaian, maka kondisi seal karet ini akan mengalami keausan, getas dan rapuh.

Master Rem Mobil Mengalami Kebocoran
Master Rem Mobil Bocor

Menurut, Agus Zaenal, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor, “Agar sistem rem tidak secara tiba-tiba blong saat mobil dikendarai, maka pemilik mobil disarankan untuk secara rutin memeriksa kondisi minyak rem. Buka penutup tabung resevoir minyak rem, lalu lihat volume dan kondisinya. Jika volume minyak rem berkurang, mungkin saja karena kondisi kampas rem mulai menipis. Namun, yang patut diwaspadai apabila terjadi kebocoran minyak rem (brake fluid) pada sistem rem mobil. Tanda-tanda master rem mulai bermasalah, yakni ketika volume minyak rem di tabung resevoir sering menyusut.”

“Selain itu, tanda lainnya terlihat saat pedal rem semakin dalam ketika diinjak, dan pengemudi perlu berulang kali menginjak atau mengocok pedal agar rem lebih pakem. Kerusakan master rem juga menyebabkan mobil bisa membanting ke kanan maupun ke kiri ketika pedal rem diinjak. Bila menjumpai tanda-tanda tersebut, maka sebaiknya segera memeriksa kondisi di sekitar master rem dan tabung resevoir. Apabila tidak menjumpai adanya kebocoran secara kasat mata, maka Anda perlu segera membawa mobil Anda ke bengkel resmi atau bengkel mobil terdekat. Agar dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada sistem rem, terutama pada komponen master rem mobil.” imbuh Agus Zaenal, ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Faktor lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada master silinder (brake master cylinder) adalah usia pemakaian yang telah mencapai batas maksimal. Usia pemakaian dan umur kendaraan yang sudah cukup tua, master rem umumnya juga akan mengalami keausan dan perlu diganti baru.

Cara Mendeteksi Kebocoran Seal Master Rem

Seal pada master rem yang telah mengalami keausan, getas atau rapuh dapat menyebabkan minyak rem rembes ke luar. Jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, dikhawatirkan minyak rem akan habis. Kondisi minyak rem yang berkurang drastis, atau bahkan habis dapat menyebabkan rem blong. Kondisi rem blong pada mobil terjadi karena minyak rem pada master rem tidak dapat ditekan/dimampatkan secara maksimal oleh piston. Akibatnya saat pedal rem diinjak, akan terasa sangat dalam atau secara perlahan tenggelam (ngempos/spongy). Oleh karenanya, tanpa jumlah minyak rem yang tepat untuk dialirkan ke setiap roda, maka hampir tidak mungkin untuk menghentikan laju mobil saat dikendarai.

Pedal Rem Mobil Perlahan Tenggelam (Amblas)
Pedal Rem Mobil Perlahan Tenggelam (Amblas)

“Tanpa seal karet yang berfungsi dengan baik, maka pada master rem mungkin saja akan terjadi kebocoran minyak rem. Ciri kebocoran pada seal master rem adalah ketika pedal rem diinjak semakin lama maka akan semakin dalam. Hal ini karena berkurangnya volume minyak rem yang dialirkan menuju kaliper roda, akibatnya tekanan minyak rem juga berkurang atau bahkan hilang. Berkurangnya tekanan minyak rem ini akan menyebabkan kemampuan piston di kaliper rem (wheel cylinder) untuk menekan kampas rem juga berkurang. Bahkan, jika tekanan minyak rem hilang sama sekali, maka pengereman pada mobil pun bisa gagal alias rem blong (brake loss),” ungkap Agus Zaenal, di bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Sistem Rem Mobil

“Perawatan sistem pengereman mobil terbilang cukup sederhana. Pemilik mobil cukup melakukan pemeriksaan terhadap minyak rem setiap mobil menempuh jarak 40.000 km. Selanjutnya harus rutin melakukan penggantian minyak rem setiap mobil menempuh jarak 80.000 km. Apabila mendapati volume minyak rem di dalam tabung resevoir dan master rem sering kurang, maka dapat mengganggu kinerja sistem pengereman secara keseluruhan.” ungkap Agus Zaenal, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Kondisi master rem yang bermasalah tentu sangat membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang mobil. Oleh karenanya, untuk memastikan faktor safety dan menjamin keselamatan konsumennya, PT Honda Prospect Motor (HPM) pada tahun 2018 pernah mengumumkan kampanye recall atau product update (PUD) untuk komponen master rem (brake master cylinder) pada beberapa mobil produksinya.

Seperti dilansir dari CNNIndonesia, pada tahun 2018, kampanye product update (PUD) untuk komponen master silinder dan master rem pada sistem pengereman dilakukan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) untuk mobil-mobil yang dijual di Tanah Air. Sebanyak 463.891 unit di Indonesia teridentifikasi dalam program ini. PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan bahwa masa kampanye PUD akan berjalan selama 6 bulan, mulai 26 Januari hingga 26 Juli 2018.

Program pengecekan dan penggantian master rem untuk beberapa mobil produksi mereka. Program recall master rem ini diperuntukkan bagi mobil Honda Jazz, Honda Brio, Honda Mobilio, Honda BR-V, dan Honda HR-V produksi 2015 sampai 2017 yang diproduksi di bawah bulan Juli. Seorang service advisor di bengkel resmi Honda menjelaskan ada masalah pada seal master rem yang menyebabkan minyak rem rembes ke luar.

Cara Memperbaiki Master Rem Mobil

Apabila kondisi master rem mobil sudah cukup parah, maka ketika diperbaiki di bengkel resmi biasanya akan diminta mengganti satu unit master rem. Namun jika kerusakannya masih ringan, misalnya hanya seal piston atau seal pada master rem yang mengalami kerusakan, maka bisa dilakukan penggantian seal karetnya saja dengan membongkar komponen master rem tersebut. Dengan catatan piston dan master rem masih dalam kondisi baik. Adakalanya, pistonnya juga perlu diganti agar sistem pengereman kembali bekerja secara maksimal.

Komponen Master Rem Mobil Toyota Avanza
Komponen Master Rem Mobil

Meski terlihat mudah, penggantian ini sebaiknya dilakukan oleh mekanik profesional, karena pekerjaan ini masuk ke tingkat expert. Untuk membongkar komponen master rem dari mobil, mungkin bisa dilakukan sendiri, namun untuk lebih amannya serahkan ke bengkel mobil terdekat. Karena kadangkala untuk membongkar komponen master rem perlu beberapa peralatan khusus yang biasanya hanya dimiliki bengkel mobil. Selain itu, di bengkel mobil pada umumnya juga dilakukan pengecekan lebih detail pada semua komponen sistem rem mobil. Hal ini merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib diberikan saat service di bengkel mobil, seperti halnya di bengkel Zaini Auto Motor.

Setiap mobil yang ditangani oleh mekanik dari bengkel Zaini Auto Motor, akan mendapat pemeriksaan dan perawatan secara menyeluruh dan maksimal. Mekanik yang berpengalaman memungkinkan perbaikan secara cepat dan tepat. Para mekanik Zaini Auto Motor akan menginformasikan perbaikan apa saja yang diperlukan, dan memberi saran komponen atau sparepart apa saja yang perlu penggantian. Berbagai macam suku cadang (sparepart) dari berbagai merk mobil juga tersedia di bengkel Zaini Auto Motor. Jadi, Anda tinggal terima beres, dan dijamin performa sistem rem mobil akan kembali maksimal.

Penyebab Rem Tidak Pakem pada mobil Avanza

Minyak Rem Tidak Bocor Tetapi Rem Tidak Pakem, Ini Penyebabnya

Para pengemudi mobil seringkali menjumpai kinerja sistem rem yang tidak maksimal alias rem tidak pakem. Terutama saat mengendarai mobilnya di medan yang menanjak dan menurun. Biasanya pengemudi kerap menjumpai pedal rem ketika diinjak lama kelamaan dirasakan rem tidak pakem.

Namun, setelah menghentikan mobil dan melakukan pemeriksaan pada tabung resevoir (penampung) minyak rem, tidak terlihat minyak rem berkurang yang disebabkan adanya kebocoran. Lantas mengapa rem tidak pakem padahal tidak terjadi kebocoran pada tabung minyak rem?

Kualitas Minyak Rem Menurun

Seperti yang telah diketahui bersama, pada saat pengemudi melakukan pengereman akan terjadi gesekan antara kampas rem dengan tromol rem atau piringan cakram. Gesekan pada komponen rem tersebut akan mengakibatkan panas, apalagi ketika pengereman dilakukan untuk menghentikan mobil yang melaju pada kecepatan tinggi.

Sebagian panas yang terjadi pada komponen rem akan didinginkan oleh udara. Dan sebagian panas lainnya akan terserap oleh komponen-komponen sistem pengereman, salah satunya adalah minyak rem (brake fluid). Minyak rem memiliki fungsi sebagai media penerus tekanan dari pedal rem menuju ke piston-piston pada master cylinder setiap roda. Minyak rem (brake fluid) inilah yang memenuhi dan mengisi seluruh saluran pipa dan selang-selang rem.

Sama seperti cairan lainnya, brake fluid (minyak rem) tentu memiliki titik didih (boiling point) pada temperatur tertentu. Titik didih minyak rem bisa menurun jika kualitasnya juga menurun yang disebabkan adanya kandungan air di dalam minyak rem. Akibatnya minyak rem akan lebih mudah mendidih saat sistem pengereman bekerja.

Minyak Rem (Break Fluid) yang baik

Agus Zainal selaku mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor, menjelaskan “Ciri-ciri kualitas minyak rem yang sudah mulai menurun biasanya dirasakan munculnya gejala pedal rem terasa keras dan tidak lembut pada rem saat digunakan. Hal ini terjadi karena banyaknya kandungan air di dalam minyak rem. Air yang tercampur di dalam minyak tersebut bisa ikut mendidih saat minyak bekerja dan mendapat panas dari kaliper. Apabila minyak rem mencapai titik didihnya, maka akan terbentuk gelembung-gelembung udara akibat penguapan di dalam saluran minyak rem. Akibatnya tekanan dari pedal rem tidak akan diteruskan secara maksimal oleh minyak rem ke piston-piston pada master cylinder di setiap roda. Sehingga membuat rem terasa keras, bahkan jika air yang menguap dan jadi gelembung terlalu banyak, bisa menyebabkan rem kurang pakem. Dan yang paling fatal adalah bahkan bisa terjadi rem blong.”

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, minyak rem wajib diganti secara berkala sesuai petunjuk pada buku perawatan berkala. Pada umumnya penggantian minyak rem setelah mobil menempuh jarak 20.000 – 40.000 kilometer atau maksimal 2 tahun sekali.

Untuk lebih jelasnya perlu Anda tanyakan langsung pada mekanik di bengkel resmi atau bengkel mobil profesional terdekat, mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengganti minyak rem. Akan lebih baik jika minyak rem diganti sebelum rekomendasi batas maksimal usia pakainya, untuk menjaga performa sistem pengereman pada mobil Anda tetap prima.

Minyak Rem Berkurang, Bukan Berarti Ada Kebocoran

Tidak perlu panik atau bingung jika mendapati kondisi volume minyak rem yang terdapat di tabung resevoir master rem berkurang. Pertama lakukan periksaan terlebih dahulu pada master rem (cylinder master) yang terdapat di masing-masing roda. Apabila tidak ada kebocoran maka dapat dipastikan berkurangnya minyak rem karena kampas rem mobil yang sudah menipis atau habis.

Pada umumnya berkurangnya minyak rem yang terdapat di tabung resevoir karena menyesuaikan ketebalan kampas rem yang menjepit cakram. Hal ini terutama terjadi pada mobil yang telah menggunakan rem cakram (disk brake) pada keempat rodanya. Namun, untuk mobil yang masih menggunakan sistem rem tromol pada roda belakangnya, perlu cara lain untuk memastikan volume minyak rem.

“Menarik tuas rem tangan merupakan salah satu cara untuk memeriksa apakah berkurangnya minyak rem diakibatkan oleh kampas rem yang telah menipis. Pastikan jumlah klik pada rem tangan saat ditarik tidak lebih dari 7 kali. Apabila posisi tarikan tuas rem tangan sudah terlalu tinggi atau jumlah kliknya lebih dari 7 kali, menandakan kampas rem pada tromol roda belakang mobil sudah menipis. Maka segera kunjungi bengkel mobil terdekat untuk dilakukan pemeriksaan, penyetelan atau penggantian kampas rem. Dengan melakukan penggantian kampas rem dengan yang baru, maka ketinggian minyak rem biasanya akan kembali seperti semula.” ujar Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor beberapa waktu lalu.

Penggantian Kampas Rem Mobil Tidak Pakem

Segera ganti kampas rem untuk mencegah kerusakan piringan cakram (disc brake) yang bisa terjadi akibat terjadi gesekan antar logam komponen rem saat rem bekerja. Perhatikan pula saat melakukan pemeriksaan dan perbaikan sistem rem mobil, pastikan selalu untuk memeriksa kondisi minyak rem. Baik itu kualitas minyak rem maupun ketinggian minyak rem pada tabung resevoir rem. Jika melakukan penambahan atau penggantian minyak rem, usahakan selalu menggunakan minyak rem yang direkomendasikan pabrikan.

Jadi, intinya adalah selalu perhatikan komponen-komponen yang ada pada mobil Anda, terutama sistem pengereman. Usahakan rawat mobil kesayangan Anda tepat waktu, agar kondisinya tetap prima dan siap mengantarkan Anda kemanapun tujuannya.

Bila terdapat masalah pada mobil Anda, jangan menunda-nunda untuk melakukan perawatan berkala dan perbaikan secepatnya. Bengkel Mobil Zaini Auto Motor memiliki 100 item lebih layanan servis, perawatan dan perbaikan mobil sesuai SOP service bengkel resmi. Bengkel Zaini Auto Motor telah berpengalaman menangani ribuan mobil pelanggan dengan kualitas layanan terbaik, cepat dan berbiaya servis lebih murah dari bengkel resmi. Selain itu juga didukung oleh mekanik profesional, peralatan terbaru dan layanan after service. Kami tunggu kedatangan mobil Anda di bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi