Tag: Cruise Control

Mobil Mengalami Pecah ban di jalan Tol

7 Langkah Yang Wajib Dilakukan Saat Mengalami Pecah Ban di Jalan Tol

Setiap pengendara yang bepergian menggunakan mobil pribadi tentulah membutuhkan kenyamanan dan ketenangan sepanjang perjalanannya. Apalagi saat melakukan perjalanan jarak jauh atau ketika hendak menghadiri acara penting. Dalam urusan ini, memilih rute jalan bebas hambatan seperti jalan tol merupakan pilihan kebanyakan pengguna mobil. Akan tetapi, jika sedang apes, bukan tidak mungkin kejadian tidak diinginkan akan menimpa ketika sedang berkendara, misalnya terjadi pecah ban di tengah perjalanan.

Kejadian pecah ban mobil pada umumnya terjadi ketika kendaraan sedang melaju kencang saat melintas di jalan tol. Tentunya hal ini tidak diinginkan dan menjadi masalah serius bagi setiap pengendara mobil. Mengalami kejadian ban pecah saat mengemudi, tentunya bagi kebanyakan pengemudi menjadi momok yang menakutkan. Apabila pengemudi panik dan melakukan kesalahan antisipasi ketika mobil hilang kendali, pastinya akan terjadi hal yang tidak diinginkan oleh para pengemudi.

Ban Pecah di Jalan Tol Sumber Kecelakaan Tertinggi

Memang, kejadian pecah ban mobil menjadi salah satu sumber utama penyebab kecelakaan dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Banyaknya tanda peringatan di sepanjang lajur tol, merupakan bukti cukup tingginya kejadian tersebut di jalan tol. Tanda peringatan ini ditujukan kepada seluruh pengguna jalan, untuk memperingatkan agar setiap pengemudi senantiasa mengecek kondisi ban mobilnya.

Kejadian ban pecah pada mobil dapat terjadi kapan saja. Jika mengalaminya saat berkendara dengan kecepatan rendah, mungkin tak terlalu sulit untuk mengantisipasinya dan menjaga kestabilan mobil. Namun, bagaimana jadinya jika sedang melaju dengan kecepatan tinggi? Setiap pengemudi perlu menguasai beberapa teknik agar senantiasa dapat menjaga kendali mobil tetap berada pada lajurnya saat pecah ban terjadi.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan pengendara jika mengalami pecah ban mobil (baik ban depan atau belakang) saat melaju pada kecepatan:

1. Tetap tenang, Jangan Panik

Ketika terdengar suara letusan pada ban mobil, biasanya pengemudi langsung panik. Akibatnya pengemudi dapat kehilangan kendali atas laju mobilnya saat dalam kecepatan tinggi. Mobil akan terus melaju tidak seimbang (oleng) dan bila pengemudi tetap panik, kemungkinan terburuknya adalah mobil bisa terbalik yang diakibatkan ketidakseimbangan pada komponen kaki-kaki mobil.

Oleh karenanya, untuk menghindari kejadian yang lebih parah, pengemudi harus berpikir cepat dan tetap tenang agar dapat kembali menguasai keadaan dan mengendalikan laju mobilnya, sehingga terhindar dari kejadian yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

2. Hidupkan Tanda Peringatan Dan Lampu Hazard

Saat kondisi mobil mulai terasa oleng akibat kehilangan keseimbangan, segera berikan tanda peringatan kepada pengemudi lainnya dengan mengaktifkan lampu hazard dan membunyikan klakson. Meski tidak disarankan karena hanya boleh dipakai saat mobil berhenti, menyalakan lampu darurat (hazard) diperlukan untuk memberi tanda ke mobil lain yang berada di belakang agar tahu mobil kita sedang bermasalah.

Pengemudi juga wajib memantau kondisi lalu-lintas di belakang mobilnya melalui kaca spion. Bahkan agar lebih yakin, bisa menengok langsung suasana di belakang, dengan catatan kondisi di depan masih aman. Pengemudi bisa mulai sedikit demi sedikit menekan pedal rem untuk memperlambat laju kendaraan, dan mengurangi tekanan pada pedal gas secara bertahap.

3. Hindari Pengereman Mendadak Saat Pecah Ban

Kejadian ban pecah sebenarnya masih bisa dikendalikan, walaupun sebetulnya merupakan kejadian yang berbahaya bagi pengendara mobil. Setelah dapat mengendalikan diri agar tidak panik, langkah selanjutnya adalah hindari melakukan pengereman. Apalagi pengereman mendadak yang dapat menyebabkan mobil malah tidak terkendali.

Ketika melakukan pengereman, beban mobil akan berpindah ke depan, sehingga roda kemudi (setir) biasanya semakin tertarik ke arah ban yang pecah. Dalam situasi seperti ini, membuat pengemudi akan semakin sulit untuk prediksi arah laju mobilnya. Bahkan jika pengereman yang dilakukan terlalu dalam, dapat mengakibatkan mobil terpelanting dan terbalik.

Mobil Toyota Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah
Mobil Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah

Menurut Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor, “Ada dua teknik berbeda yang dapat dilakukan saat terjadi pecah ban. Maksudnya, apabila ban belakang mobil yang pecah maka perlu penanganan yang berbeda dengan saat ban depan yang pecah. Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan panik, apalagi langsung banting setir. Apabila ban belakang mobil yang pecah, pengemudi bisa langsung melakukan pengereman atau memperlambat laju kendaraan. Namun, apabila ban depan mobil yang pecah, perlu diingat jangan langsung melakukan pengereman.”

4. Kurangi Kecepatan

Saat mendengar letusan pada ban, segera lepaskan injakan pedal gas dan turunkan gigi presneling secara bertahap, disertai tetap menjaga kemudi agar mobil tidak bergerak liar. Usahakan jangan sampai mobil bergerak tanpa arah baik ke kanan atau kiri. Jika kecepatan mobil sudah mulai berkurang, secara perlahan arahkan mobil ke area yang aman atau ke bahu jalan, disertai dengan memberikan tanda lampu sein.

“Usahakan jangan langsung melepas pedal gas. Lakukan perlambatan kecepatan secara bertahap sambil mengendalikan arah kemudi ke sisi yang berlawanan dengan sisi ban yang pecah. Untuk menepikan mobil, jangan langsung membanting setir ke arah bahu jalan. Setelah mobil melambat hingga kecepatan mencapai antara 50 km/jam dan 30 km/jam, maka arahkan kemudi secara perlahan dan pertahankan arah kendaraan hingga membentuk sudut yang landai, hingga akhirnya bisa menepi ke tempat yang aman.” Ujar Listiyono memberikan tips mengatasi pecah ban, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ketika kecepatan mobil sudah cukup rendah, pengemudi bisa lebih mudah untuk mengarahkan mobilnya menuju bahu jalan. Dengan kecepatan yang cukup rendah, pengemudi juga sudah bisa menginjak pedal rem. Yang perlu diingat adalah hindari melakukan gerakan yang mendadak, dan perhatikan jika ada kendaraan lain di sekitarnya yang perlu diantisipasi.

5. Tindakan Counter Steering

Setelah melakukan keempat langkah di atas, maka selanjutnya pengemudi perlu melakukan counter steering saat terjadi pecah ban mobil. Counter steering merupakan langkah memutar roda kemudi ke arah berlawanan dari posisi ban yang pecah. Bila yang pecah pada ban kiri (depan atau belakang), maka dengan sendirinya roda kemudi akan tertarik dan terasa berat ke arah kiri, sehingga membuat laju mobil miring ke kiri. Pada kondisi seperti ini, pengemudi perlu melakukan counter steering secara perlahan-lahan dengan memutar setir ke arah berlawanan atau kanan, untuk menyeimbangkan laju mobil agar tetap stabil di jalurnya. Hanya saja langkah ini memang susah-susah gampang karena terjadi understeer pada mobil.

Selain itu, jangan melakukan manuver berlebihan seperti langsung membanting setir ke arah berlawanan yang bisa membuat mobil terpelanting dan berpotensi terbalik. Biasanya ketika mobil mengalami ban pecah di bagian belakang, relatif tidak terlalu menyulitkan untuk mengendalikan mobil dengan counter steering. Hal ini dikarenakan kontrol arah mobil tetap berada pada ban depan yang tidak terjadi masalah.

6. Memanfaatkan Fitur Keamanan Mobil Saat Pecah Ban

Beberapa mobil keluaran terbaru, sudah banyak dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang menunjang bagi keselamatan dan keamanan pengemudi dan penumpang selama berkendara. Fitur tersebut antara lain Anti lock brake system (ABS) dan traction control (pengendali traksi mobil).

Dengan memanfaatkan kedua fitur tersebut dapat memperkecil dampak buruk akibat kondisi laju mobil yang tidak stabil saat pecah ban. Fitur Anti lock brake system (ABS) pada mobil, akan sangat membantu dalam kasus ban depan mobil pecah, sehingga mobil tetap melaju stabil. Sementara, untuk mobil yang dilengkapi fitur traction control, akan menjaga posisi mobil tetap di jalurnya saat mengalami pecah ban belakang.

7. Pasang Segitiga Pengaman

Setelah mobil dapat diberhentikan dengan aman, maka pastikan posisi berhenti mobil berada di tempat yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas kendaraan lainnya. Langkah berikutnya adalah segera menyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman. Saat melakukan penggantian ban yang pecah tersebut, pastikan posisi Anda aman dari potensi tertabrak dari belakang. Segera bereskan semua peralatan penggantian ban dan mulailah kembali berjalan saat ban cadangan sudah dipasang.

Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban di Jalan Tol
Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban

Kadang kala dalam situasi mendesak dan di luar kendali, pengemudi tidak menemukan tempat yang cukup aman saat berhenti dan mengganti ban cadangan. Maka perlu tindakan preventif yakni menggunakan layanan derek atau perbaikan di tempat agar lebih cepat dan aman, seperti layanan “bengkel mobil panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor.

Layanan “Bengkel Mobil Panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor dapat diandalkan dalam kondisi darurat dan di lokasi manapun mobil Anda mengalami masalah. Layanan ini memungkinkan pengendara mendapatkan perbaikan mobil di tempat, misalnya di jalan tol. Cukup dengan menghubungi customer service atau melakukan emergency booking service di aplikasi smartphoneBengkel Mobil Pro“. Maka mekanik profesional dan handal akan segera mendatangi lokasi sesuai permintaan Anda, dan pula mendapat pertolongan derek (Towing Service). Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur dan informasi service, segera download aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda.

Manfaatkan Cruise Control Mobil

Kecapekan Saat Mengemudi? Manfaatkan Cruise Control, Tanpa Injak Gas Mobil Tetap Melaju

Kemajuan industri otomotif kini semakin pesat. Terbukti telah banyak ditemukan berbagai teknologi terbaru yang memudahkan pengguna mobil. Dengan berbagai temuan teknologi terbaru untuk mobil, membuat nilai dari sebuah mobil tidak hanya dari sisi penampilan dan performanya saja, tetapi juga mencakup fitur-fitur apa saja yang tersemat di dalam sebuah mobil. Berbagai fitur canggih menjadi salah satu poin penting bagi penunjang keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara.

Teknologi terbaru adalah mobil otonom yang mampu self driving dan self parking. Dengan teknologi baru ini memungkinkan pengemudi dapat berkendara dan parkir mobil secara otomatis. Namun teknologi mobil otonom untuk saat ini belum diterapkan secara keseluruhan di semua merk mobil, berbeda dengan teknologi cruise control, yang sebagian besar telah diaplikasikan di mobil keluaran terbaru, terutama untuk segmen menengah ke atas.

Ketika melakukan perjalanan menggunakan mobil, biasanya kelelahan akan cepat dirasakan setiap pengemudi. Apalagi jika harus menampuh jarak jauh ratusan kilometer. Kaki akan mudah terasa pegal dan kaku saat harus terus menerus menekan pedal gas dan pedal rem. Oleh kerena itu penggunaan fitur cruise control merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Cruise control yang sering dikenal dengan nama speed control atau autocruise, tetapi fungsinya tetap sama saja.

Fungsi utama Cruise Control, yaitu bisa melaju dengan kecepatan stabil, tanpa harus menginjak pedal gas terus menerus. Sehingga fitur ini dapat meringkankan kerja sopir, karena bisa mengistirahatkan .

Listiyono, kepala bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Cruise control merupakan teknologi canggih yang diterapkan pada mobil, yang memiliki fungsi utama untuk mengontrol dan menstabilkan kecepatan mesin tanpa harus menginjak pedal gas terus menerus. Cruise control memungkinkan mobil tetap berjalan dengan kecepatan konstan / stabil tanpa perlu menginjak pedal gas. Hal ini dapat meringkankan kerja pengemudi karena kaki dapat beristirahat untuk beberapa saat. Sehingga pengemudi cukup fokus mengendalikan kemudi saja. Pengemudi pun juga bisa mengatur kecepatan mobil sesuai dengan yang diinginkannya.”

Fitur Cruise control sebenarnya baru bisa aktif pada kecepatan tertentu. Setiap produsen mobil mempunyai aturan batas kecepatan minimal dalam menggunakan cruise control, biasanya minimum 40 km/jam atau 60 km/jam cruise control baru bisa aktif. Di Indonesia fitur cruise control belum banyak digunakan, mengingat kondisi lalu lintas yang cukup padat dan banyaknya pengemudi yang belum bisa membedakan lajur cepat dan lambat. Akan tetapi kedepannya bisa sangat berguna, terutama saat melewati jalan bebas hambatan, misalnya jalan Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatra atau Tol Trans Papua.

“Apabila fitur cruise control aktif di jalan yang padat, maka akan sangat membahayakan. Jadi, para pemilik mobil wajib mengetahui batas minimal kecepatan penggunaaan cruise control. Dan sebaiknya mengaktifkan cruise control dengan melihat kondisi lalu lintas jalan di sekitarnya. Jangan sembarangan mengaktifkannya demi menjaga keamanan dan keselamatan pemakai jalan lainnya.” ujar Listiyono ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Lantas bagaimana penggunaan fitur Cruise Control yang benar?

Cara penggunaannya cukup mudah, pengemudi terlebih dahulu harus memacu mobilnya sesuai kecepatan yang diinginkan, misalnya 80 km/jam. Kemudian tinggal tekan tombol Cruise Control yang biasanya terletak di bagian roda kemudi (setir). Pada layar MID di dashboard biasanya akan ada simbol Cruise Control, lantas cukup dengan menekan tombol SET untuk mengaktifkannya. Maka mobil pun akan melaju dengan sendirinya dan akan mempertahankan kecepatan sesuai saat terakhir tombol Cruise Control ditekan. Kecepatan mobil dengan stabil akan dipertahankan, tanpa perlu disertai injakan pedal gas lagi.

Pada umumnya, tombol Cruise Control juga disertai tombol plus (+) dan minus (-), yang berfungsi untuk mengontrol (meningkatkan atau mengurangi) kecepatan mobil saat fitur Cruise Control sedang aktif. Untuk mengakhiri penggunaan Cruise Control, pengemudi cukup menginjakkan kaki ke pedal rem atau pedal kopling, maka otomatis kendali mobil sepenuhnya kembali kepada pengemudi.

Umumnya setiap mobil yang terdapat fitur cruise control ini juga memasang sensor khusus di bagian pedal rem atau pedal kopling. Jadi untuk mematikan fitur ini cukup anda injak pedal rem ataupun pedal kopling mobil sehingga secara otomatis fungsi cruise control ini akan mati. Untuk beberapa mobil ada yang mematikannya dengan cara menekan tombol off.

“Cara kerja cruise control terbilang sederhana, saat diaktifkan melalui tombol yang ada di bagian setir, maka bukaan katup throttle (throttle valve) dikontrol oleh Sensor elektronik yang kemudian diatur oleh ECU. Sehingga suplai BBM (bahan bakar) ke ruang mesin menjadi konstan. Dengan begitu kecepatan mobil pun menjadi stabil pada angka kecepatan terakhir yang diinginkan oleh pengemudi. Pabrikan biasanya membatasi kecepatan cruise control minimal 40 km/jam hingga 80 km/jam. Bila tingkat laju di bawah kecepatan tersebut, maka fitur ini tidak bisa aktif. Maka dari itu, inilah alasan mengapa fitur cruise control hanya akan efektif digunakan di jalan tol atau jalan bebas hambatan. Jangan coba-coba mengaktifkan cruise control ketika kondisi lalu-lintas sedang ramai, sangat berisiko terjadi kecelakaan.” papar Listiyono di sela keramaian bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Adaptive Cruise Control

Adaptive Cruise Control

Adaptive Cruise Control (ACC) merupakan perkembangan teknologi terbaru dari Cruise Control dengan teknologi yang lebih canggih. Fitur Adaptive Cruise Control menyertakan sebuah sensor khusus untuk melakukan pengereman secara otomatis (adaptif). Dengan Adaptive Cruise Control, sensor khusus akan mendeteksi kecepatan dan jarak dengan mobil lain yang berada di depan dengan cara mengunci kecepatan (lock speed) mobil di depannya. Fitur adaptive Cruise Control akan melakukan pengereman otomatis ketika jarak dengan mobil didepannya sudah terlalu dekat. Sebaliknya juga begitu, adaptive Cruise Control akan mendeteksi apabila jarak mobil terlalu jauh dengan kendaraan di depannya. Secara otomatis mobil akan menambah kecepatan sesuai dengan setingan kecepatan terakhir pada Adaptive Cruise Control ini.

Meskipun pengontrolan pedal gas sudah diatur secara otomatis dengan baik, tapi bukan berarti pengemudi mengabaikannya begitu saja. Pengemudi harus tetap berkonsentrasi dengan kondisi lalu-lintas di depan dan di sekitarnya. Pasalnya, sangat mungkin ada pengemudi lain yang mendahului atau muncul dari arah yang tidak terduga.

Ketika diaktifkan, fitur Adaptive Cruise Control bekerja dengan memberikan input kepada kontrol sistem elektronik (ECU) mobil untuk mengatur bukaan gas (throttle valve), gigi kecepatan transmisi, manajemen tenaga mesin, dan sistem pengereman (braking sistem).

Secanggih dan sehebat apapun fitur-fitur mobil, jika tidak memperhatikan jadwal berkala perawatan mobil, maka fitur-fitur tersebut tidak akan berfungsi dengan baik untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara. Perhatikan selalu kondisi mobil Anda, apabila sudah waktunya untuk melakukan perawatan, jangan ditunda-tunda. Segera datangi bengkel mobil terdekat atau bengkel langganan Anda. Karena sering mengabaikan jadwal perawatan mobil, pada akhirnya dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen mobil.

Bengkel Mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu bengkel mobil profesional yang telah menangani ribuan perawatan dan perbaikan mobil pelanggannya. Dengan didukung peralatan modern dan mekanik profesional, bengkel mobil Zaini Auto Motor siap memberikan layanan pemeriksaan, perawatan, dan perbaikan mobil kesayangan Anda. Kecepatan dan ketepatan diagnosa kerusakan setiap mobil pelanggan menjadi prioritas utama. Ditambah lagi biaya perbaikan yang selalu lebih murah dari bengkel resmi, akan membuat Anda merasa tenang. Tunggu apalagi, segera datangi bengkel Zaini Auto Motor!

Fitur Canggih Pada Mobil Yang Jarang Digunakan

Mubazir, Ini 4 Fitur Canggih Pada Mobil Yang Jarang Digunakan

Seiring berkembangnya teknologi, pabrikan mobil pun mengembangkan berbagai inovasi teknologi dan saling berlomba menambahkan berbagai fitur canggih yang ditujukan untuk meningkatkan nilai keamanan dan kenyamanan, sekaligus memanjakan para pengemudi dan penumpangnya. Namun sangat disayangkan, ternyata banyak fitur mobil yang fungsinya tidak optimal karena jarang digunakan sehingga mubazir, sebab kurang sesuai dengan karakteristik dan kondisi di Indonesia.

Sebagai pemilik mobil apakah Anda mengetahui semua fungsi fitur yang ada di mobil Anda? Apakah semua fitur tersebut sering Anda gunakan untuk menunjang aktivitas selama berkendara?

Agus Tri Ariyanto Selaku General Service Advisor Bengkel mobil Zaini Auto Motor, mengatakan, “Berdasarkan pengalaman saat melayani para pelanggan kami, ternyata tidak semua pemilik mobil mengetahui fungsi dan manfaat fitur-fitur canggih yang ada di mobilnya. Hal tersebut dikarenakan para pemilik mobil ini jarang membaca manual book (buku petunjuk) mobil terkait perawatan, servis dan pemanfaatan semua fitur kelengkapan mobil. Mungkin dikarenakan kesibukan sehingga malas membaca manual book dan lebih memilih untuk bertanya langsung pada ahlinya, atau lebih suka mencari informasi di Internet terkait fitur mobil saat mulai terjadi kerusakan.”

1. Rear Seat Belt

Saat Anda menjadi penumpang dan duduk di jok belakang, apakah Anda secara sadar menggunakan rear seat belt (sabuk pengaman) ataukah justru Anda mengabaikan penggunaan rear seat belt?

Kebanyakan fitur rear seat belt (Sabuk pengaman jok belakang) ini memang jarang digunakan oleh penumpang. Padahal secara fungsi dan tujuannya tentu tidak berbeda dengan seat belt (sabuk pengaman) di barisan pengemudi, yaitu untuk meminimalisir cedera saat terjadi kecelakaan.

Menurut riset terbaru IIHS (Insurance Institute for Highway Safety), ditemukan fakta masih banyaknya orang dewasa sekitar 72-80 persen mengabaikan penggunaan menggunakan rear seat belt (Sabuk pengaman jok belakang) saat menumpang mobil.

IIHS mengatakan, riset mereka Ini membuktikan bahwa masih banyak yang menganggap remeh manfaat dari penggunaan rear seat belt di jok belakang. Padahal ini merupakan fitur keselamatan yang paling standar bagi penumpang. Banyak yang masih menganggap jika kursi penumpang baris kedua atau ketiga lebih aman dibandingkan baris pertama.

“Banyak yang masih salahpaham tentang mengapa sabuk pengaman itu begitu penting bagi setiap pengendara mobil, dimanapun posisi penumpang itu berada. Dahulu posisi jok belakang memang dirasa lebih aman. Namun, seiring berjalannya waktu risiko bahaya yang diterima semakin tinggi, sehingga sama saja dengan posisi duduk di jok baris depan.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Penumpang di baris belakang yang tidak menggunakan seat belt mempunyai resiko cedera tiga kali lebih besar bila dibandingkan jika menggunakan seat belt. Walaupun saat ini mobil-mobil keluaran terbaru sebagian besar telah dilengkapi fitur keselamatan tambahan berupa side airbag yang dipasang dibagian samping penumpang belakang, itu pun tidak menjamin keselamatan hingga 100 persen.

2. Heater

Komponen AC (air conditioner) selain berfungsi untuk mendinginkan udara di dalam kabin mobil, ternyata di dalam komponen AC mobil ini juga terdapat Heater. Komponen heater ini memiliki fungsi yang berkebalikan dengan AC, yakni untuk memanaskan udara di dalam kabin mobil saat cuaca dingin. Heater mendapatkan panas yang berasal dari saluran radiator pada mesin mobil. Ketika udara melewati heater maka akan berubah menjadi panas, kemudian dihembuskan oleh blower ke dalam kabin.

Fitur heater ini sering ditemukan pada mobil di negara dengan empat musim, salah satunya musim dingin, sehingga fitur heater ini sangat cocok dan dibutuhkan untuk menghangatkan temperatur kabin mobil. Sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis dan cenderung lebih sering panas, maka fitur AC (air conditioner) yang lebih banyak digunakan. Namun, untuk jenis mobil completely build up (CBU) yang dipasarkan di Indonesia biasanya juga disematkan fitur heater pada jok atau lingkar kemudi.

3. ISOFIX pada Jok Mobil

ISOFIX (International Standard Organizations FIX), yaitu merupakan standart keselamatan internasional yang harus ada pada setiap mobil. ISOFIX biasanya terletak di bagian bawah sandaran tempat duduk (jok) penumpang di baris kedua. Di negara – negara benua Eropa, Amerika, Australia, bahkan negara Brasil, sudah mewajibkan penggunaan child safety seat / child seat untuk setiap pengendara mobil yang berpergian bersama anak-anak.

Fungsi ISOFIX bukan hanya sebagai pengait child safety seat, tetapi juga untuk mencegah terjadinya cedera fatal pada anak-anak apabila terjadi benturan atau kecelakaan mobil. Fitur ISOFIX ini ada karena postur tubuh anak belum sesuai dengan standar keselamatan saat menggunakan seat belt (sabuk pengaman) mobil. Saat terjadi kecelakaan atau benturan di bagian depan mobil pada kecepatan sedang atau tinggi, maka bagi penumpang yang tidak memakai sabuk pengaman bisa terpental ke depan. Apabila hal ini terjadi, tentu saja akan mengakibatkan cedera serius bahkan kematian pada penumpang di belakang.

Sayangnya child safety seat ini belum begitu populer digunakan di Indonesia. Padahal hampir semua mobil produksi terbaru di Indonesia sudah dibekali dengan fitur keselematan ISOFIX ini.

4. Cruise control

Saat Anda mengendarai mobil produksi terbaru, pernahkah melihat fitur cruise control di roda kemudi mobil Anda? Fitur cruise control merupakan teknologi canggih dan terbaru khususnya pada mobil. Banyak pengemudi berpendapat bahwa fitur cruise control ini mampu memberikan kenyamanan saat berkendara. Pernahkah Anda menggunakan fitur cruise control ini?

Ketika Anda mengendarai mobil untuk melakukan perjalanan jauh, biasanya akan menyebabkan Anda cepat lelah. Apalagi jika harus menampuh jarak ratusan kilometer. Kaki akan terasa kaku dan pegal ketika harus menekan pedal gas dan pedal rem terus menerus. Maka dari itu penggunaan fitur cruise control merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Cruise control juga sering dikenal dengan nama autocruise atau speed control, tetapi fungsinya tetap sama saja.

Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Cruise control merupakan teknologi baru yang diterapkan pada mobil, yang memiliki fungsi untuk mengontrol dan menstabilkan kecepatan mesin tanpa perlu menekan pedal gas. Cruise control ini memungkinkan mobil tetap berjalan dengan kecepatan konstan / stabil tanpa perlu menekan pedal gas, Pengemudi cukup fokus mengendalikan kemudi saja. Pengemudi pun juga bisa mengatur kecepatan mobil sesuai dengan yang diinginkannya.”

Di Indonesia fitur cruise control ini sangat jarang digunakan, mengingat kondisi lalu lintas yang cukup padat dan banyaknya pengemudi yang belum bisa membedakan lajur cepat dan lambat. Akan tetapi kedepannya bisa sangat berguna, terutama saat melewati jalan bebas hambatan, misalnya Tol Trans Jawa.

Setiap produsen mobil mempunyai aturan batas kecepatan minimal dalam menggunakan cruise control, biasanya dibatasi minimal 40 km/jam. Sedangkan untuk mengaktifkan fitur cruise control, pengemudi terlebih dahulu harus memacu mobilnya sesuai kecepatan yang diinginkan, misalnya 70 km/jam. Kemudian, pengemudi harus menekan tombol cruise control, maka mobil pun dengan sendirinya akan mempertahankan kecepatan dengan stabil pada kecepatan tersebut tanpa perlu disertai injakan pedal gas lagi.

Menurut Anda fitur canggih apa lagi yang jarang digunakan para pengendara mobil di Indonesia, selain yang sudah disebutkan di atas?

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi