Tag: Coolant

Agar Radiator Mobil Awet dan berumur panjang

Ini Rahasianya Agar Radiator Mobil Awet Dan Berumur Panjang

Radiator mobil memegang peranan yang sangat penting bagi kinerja sebuah kendaraan. Dimana radiator dan merupakan tempat penampungan utama bagi cairan pendingin mesin. Cairan pendingin bagi radiator bisa berupa air mineral biasa, cairan khusus (radiator coolant) atau campuran dari keduanya. Salah satunya fungsi utama cairan radiator adalah untuk menjaga kestabilan suhu kerja mesin dan mencegah mesin dari overheat.

Saat mobil berjalan, mesin akan menghasilkan panas. Cairan radiator yang bersirkulasi di dalam sistem pendingin mesin (engine cooling system) inilah yang bertugas menyerap dan menghilangkan panas yang dihasilkan oleh mesin mobil. Kemudian cairan pendingin tersebut akan kembali lagi ke dalam radiator untuk didinginkan oleh kipas radiator (radiator fan). Setelah temperaturnya menurun, cairan pendingin ini diedarkan kembali ke komponen pendingin mesin dan ke saluran water jacket pada blok mesin untuk menyerap panas lagi. Proses sirkulasi ini berlangsung terus menerus sesuai dengan kerja dari mesin selama mobil digunakan.

Agus Tri Ariyanto, Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Peran radiator untuk memastikan terjadinya proses pendinginan pada mesin dapat bekerja secara continue. Cairan radiator yang dialirkan ke komponen sistem pendingin mesin harus mampu menyerap panas mesin dengan cepat. Apabila proses penyerapan panas oleh cairan radiator ini berjalan lambat, maka berpotensi menyebabkan terjadinya overheat pada mesin mobil. Seiring berjalannya waktu, cairan pendingin di dalam radiator bisa menjadi kurang efektif untuk mendinginkan mesin. Hal ini lantaran adanya partikel kontaminan yang berupa kerak, karat, lumpur dan kotoran lainnya yang makin lama makin menumpuk dan mengendap di dalam radiator. Ketika efektifitas dari sistem pendingin mulai berkurang, maka kinerja mesin mobil pun bisa sangat terganggu. Bila sudah begini, akan terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sehingga mobil menjadi boros BBM. Dan yang paling fatal adalah terjadinya overheat pada mesin yang mengharuskan adanya perbaikan overhaul (turun mesin) pada mobil.”

Bagaimana cara mencegah kerusakan pada sistem pendingin sehingga radiator bisa tetap awet dan berumur panjang? Agus Tri Ariyanto, selaku Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor berbagi tips rahasianya untuk merawat radiator mobil.

1. Hindari Mengisi Radiator Mobil Menggunakan Air Mineral Biasa

Tidak dapat dipungkiri, cairan radiator sebagai media pendingin mesin sangat rentan terhadap kotoran, apalagi jika berasal dari air mineral biasa. Pemakaian air mineral biasa sebagai media pendingin pada radiator sebaiknya dihindari. Karena air mineral biasa yang berasal dari air tanah (sumur), air PDAM, air keran, biasanya memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi. Kandungan zat tersebut dapat berdampak buruk pada radiator, antara lain terjadinya korosi yang bisa menyebabkan kebocoran pada radiator.

Mengisi Radiator Menggunakan Air Mineral Biasa
Mengisi Radiator Menggunakan Air Mineral Biasa

Selain itu, air mineral biasa berpotensi menimbulkan endapan kotoran di dalam radiator dan mempercepat terjadi korosi pada komponen pendingin mesin. Apabila radiator jarang dikuras, maka kotoran akan menumpuk/mengendap membentuk gumpalan yang dapat menghambat sirkulasi pendinginan dari radiator menuju mesin mobil. Oleh karenanya, pemilik mobil disarankan untuk secara berkala mengganti cairan radiator sesuai petunjuk dan rekomendasi pada buku manual setiap mobil.

“Cairan radiator bukan sekedar sebagai pendingin temperatur mesin, namun juga sebagai pencegah terjadinya korosi pada saluran sistem pendingin. Korosi dapat mengakibatkan kerusakan pada radiator, seperti kebocoran pada radiator dan komponen pendingin lainnya. Endapan kotoran yang menyumbat saluran radiator, akan menghambat sirkulasi cairan pendingin sehingga mesin cepat panas (overheat). Sebaiknya hindari pemakaian air biasa karena memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi.” ungkap Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

2. Pentingnya Coolant Bagi Keawetan Radiator Mobil

Bukan rahasia lagi, jika cairan radiator berperan sangat penting dalam menstabilkan suhu mesin dan mencegah terjadinya gejala overheat pada mobil. Perlu diketahui, apabila mesin mobil telah mengalami overheat, maka untuk perbaikannya perlu dilakukan tindakan overhaul (turun mesin) pada mobil. Untuk mencegah hal ini terjadi, pemilik mobil perlu secara berkala melakukan penggantian cairan radiator dengan cara flushing (menguras radiator). Selanjutnya, sangat dianjurkan mengisi radiator dengan cairan khusus radiator yakni radiator coolant.

Pentingnya Radiator Coolant Bagi Mobil
Gunakan Radiator Coolant Agar Komponen Pendinginan Mobil Terjaga

Air mineral biasa yang berasal dari air tanah, PDAM atau air suling, tidak bisa bekerja seefektif cairan khusus radiator (coolant) dalam mendinginkan mesin dan mencegah korosi. Sebab, radiator coolant merupakan cairan khusus yang didesign dengan berbagai formula khusus, sehingga sanggup menjaga temperatur mesin sesuai kebutuhan. Selain memang dikhususkan untuk menyerap panas dan menjaga kestabilan temperatur mesin, radiator coolant juga mempunyai fungsi lain. Yakni untuk mencegah korosi di dalam radiator dan saluran sistem pendingin mesin, serta untuk mengangkat endapan kotoran dan karat yang menumpuk di dasar tabung radiator dan permukaan saluran pendingin.

“Radiator coolant memang diformulasikan khusus untuk menyerap panas dan mencegah korosi pada komponen logam seperti radiator dan saluran pendingin mesin (water jacket). Adapun kandungan utama dari cairan coolant, adalah air tanpa mineral, zat anti-beku propylene glycol, dan pencegah karat. Penggunaan air mineral biasa (air tanah dan PDAM) seringkali menimbulkan masalah pada radiator, dikarenakan air tersebut kerap mengandung partikel seperti lumpur, karbon, garam dan lain sebagainya. Hal ini dapat menyebabkan korosi dan endapan kotoran yang akan menyumbat saluran pada sistem pendingin mesin dan radiator. Jadi pilihan terbaik untuk merawat radiator mobil adalah dengan menggunakan radiator coolant, dan sebisa mungkin menghindari pemakaian air mineral biasa.” Jelas Agus Tri Ariyanto ketika diwawancarai di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

3. Periksa Kondisi Selang Radiator

Selang radiator pada umumnya terbuat dari bahan karet yang berfungsi untuk menghubungkan radiator ke saluran pendingin di mesin mobil. Pada setiap mobil pada umumnya terdapat 2 selang yang terhubung ke radiator, yaitu selang radiator atas dan selang radiator bawah. Selang radiator diikat menggunakan klem baja untuk mencegahnya terlepas dari dudukannya akibat tekanan yang kuat dan temperatur tinggi dari mesin.

Kebanyakan selang radiator terbuat dari bahan karet sintetis yang tahan terhadap getaran, panas, dan tekanan tinggi. Karena bagian ini sangat sering terkontaminasi dengan panas mesin. Meskipun begitu, karet ini tidak selamanya mampu menahan panas dari mesin mobil. Apalagi jika mesinnya sering terjadi overheat, otomatis selang radiatornya bisa mengeras secara perlahan dan akhirnya retak.

Apabila selang radiator telah retak, maka tidak akan mampu lagi mengalirkan cairan radiator yang panas. Akibatnya cairan radiator bisa bocor, bahkan menyembur keluar saat mesin bekerja. Periksa keadaan selang radiator secara berkala, dan bila perlu, gantilah selang radiatornya jika sudah berumur.

4. Periksa Kondisi Tutup Radiator

Walau bentuknya kecil, tutup radiator memiliki fungsi yang sangat vital, oleh karenanya jangan pernah meremehkan peran tutup radiator. Apabila komponen ini bermasalah/rusak bisa mengakibatkan mobil mengalami overheat. Selain berfungsi sebagai penutup lubang pengisian cairan radiator, tutup radiator juga berperan sebagai pengatur tekanan di dalam radiator. Radiator bekerja dengan ruang yang vakum, sehingga di dalamnya ukuran toleransi tekanan di dalamnya sudah diatur dari pabrik. Keputusan buka-tutup pagar portal berdasarkan tekanan di dalam sistem radiator.

Tutup Radiator Rusak
Periksa Kondisi Tutup Radiator

Tutup radiator ini seolah menjadi pintu/portal antara radiator dengan tabung reservoir (penampung cadangan cairan radiator). Pada setiap tutup radiator memiliki komponen seal karet (pressure valve) dan pegas (pressure spring). Kerusakan tutup radiator dapat terjadi akibat adanya kerusakan pada seal karet ataupun pegas (pressure spring) yang sudah lemah. Sehingga akan menyebabkan sirkulasi cairan radiator yang berasal dari radiator yang menuju ke tabung reservoir terhambat. Akibatnya cairan radiator yang panas tersebut akan dikirimkan kembali ke bagian mesin. Suhu di dalam radiator dan mesin mobil pun akan meningkat secara perlahan.

Sebaiknya periksa bagian tutup radiator secara berkala. Periksa juga apakah seal nya masih kenyal atau tidak. Kalau sudah rusak, terpaksa Anda harus menggantinya dengan yang baru.

Tujuan menguras Air Radiator Atau Flushing Radiator Mobil

Pentingnya Menguras Air Radiator Secara Berkala

Memiliki mobil yang selalu digunakan dalam rutinitas setiap hari acapkali membuat perhatian dan perawatan mobil kesayangan terlupakan. Tidak terkecuali perawatan sederhana pada komponen mobil yang terkadang sering dianggap remeh, seperti pemeriksaan kondisi radiator. Merawat radiator mobil merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan, termasuk menguras radiator yang biasa disebut radiator flushing. Hal tersebut dikarenakan radiator merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pendinginan mesin mobil.

Radiator sebagai tempat penampungan utama cairan pendingin memegang peranan yang sangat penting bagi kinerja sebuah kendaraan. Cairan pendingin radiator ini bisa berupa radiator coolant ataupun air mineral biasa. Cairan pendingin di dalam radiator nantinya akan didistribusikan dan bersirkulasi ke seluruh komponen pendingin mesin mobil. Selanjutnya, setelah bersirkulasi mendinginkan temperatur mesin mobil, cairan tersebut akan kembali ke dalam radiator dan didinginkan oleh kipas radiator (radiator fan). Proses ini berlangsung terus menerus, sehingga temperatur mesin akan tetap stabil dan mencegah terjadinya overheat pada mesin.

Tujuan Kuras Radiator (Radiator Flushing) Secara Berkala

Cairan radiator pada sistem pendingin mesin umumnya berupa air mineral biasa, radiator coolant, ataupun campuran antara air dan radiator coolant. Seiring waktu pemakaian mobil, maka cairan radiator tersebut bisa terkontaminasi oleh kerak dan karat, yang berpotensi menyumbat dan merusak komponen sistem pendingin.

Kuras Air Radiator atau Radiator Flushing  Menggunakan Cairan RF (Radiator Flush)
Kuras Radiator dengan Cairan Radiator Flush

“Flushing radiator pada dasarnya bertujuan untuk membersihkan radiator dan seluruh komponen sistem pendingin mesin dari partikel kontaminan yang berupa kerak, karat, lumpur dan kotoran lainnya. Dan selanjutnya menggantikan cairan radiator tersebut dengan cairan pendingin yang baru dan lebih bersih. Dengan menguras radiator (flushing) diharapkan pendinginan mesin kembali maksimal dan menghilangkan penumpukan kotoran (kerak) yang bisa menyebabkan overheat pada mesin.” Ujar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

Kuras radiator (flushing radiator) merupakan salah satu cara merawat radiator dan komponen sistem pendingin (cooling system) lainnya. Untuk melakukan flushing radiator dapat menggunakan air bersih yang dicampur dengan cairan flush (RF/radiator flush). Tujuan memakai cairan flush (RF) adalah untuk merontokkan endapan kotoran, deposit kerak dan karbon, yang menempel di dalam radiator dan di permukaan saluran pendingin. Sehingga kotoran/kerak yang berpotensi menghambat sirkulasi aliran cairan pendingin tidak akan menumpuk pada saluran pendingin dan di dalam radiator.

Kapan Waktu Yang Tepat Menguras Air Radiator (Radiator Flushing)?

Pada manual book (buku panduan) kepemilikan mobil, biasanya terdapat cara menguras radiator dan kapan harus mengurasnya (flushing radiator). Namun, antara produsen mobil yang satu dengan lainnya berbeda-beda interval waktunya. Sebagai contoh, untuk mobil baru Toyota Avanza, penggantian cairan radiator harus dilakukan untuk pertama kalinya setelah mobil menempuh jarak 160.000 km. Sedangkan untuk interval kedua dan seterusnya, dilakukan setiap mobil menempuh jarak 80.000 km.

Pada umumnya, jika cairan pendinginnya berupa campuran air mineral biasa dan coolant, maka flushing radiator dilakukan minimal setiap menempuh jarak 20.000 km atau minimal tiap 3 bulan sekali. Namun jika hanya pakai radiator coolant, kuras radiator bisa dilakukan tiap kelipatan 40.000 km. Ada juga pabrikan mobil yang merekomendasikan tiap menempuh jarak 80.000 km atau paling lama setahun sekali.

Kapan Waktu Yang Tepat Menguras Air Radiator (Radiator Flushing)?

Bagi mobil yang sering terjebak kemacetan di kota besar, disarankan melakukan flushing radiator lebih cepat dari rekomendasi di manual book. Untuk menemukan angka valid kerja radiator, biasanya menggunakan pedoman jarak tempuh mobil dikalikan tiga. Misalnya, batas maksimal flushing radiator berkisar 80.000 kilometer, jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 25.000 km, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kondisi cairan radiator.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, “flushing radiator merupakan salah satu cara untuk merawat radiator agar tetap awet. Bila mobil sering digunakan, sebaiknya radiator dikuras setiap 3 bulan sekali, paling lama setahun sekali. Tergantung pemakaian dan kondisi medan yang sering dilalui. Menguras air radiator bertujuan agar komponen radiator yang terbuat dari logam terhindar dari korosi. Selain itu, juga untuk membersihkan endapan kotoran di dalam radiator yang bisa menyumbat kisi-kisi radiator dan saluran-saluran pada sistem pendingin mesin. Dengan rajin mengganti cairan radiator, maka radiator dan sistem pendinginan mesin akan selalu bersih dan pendinginan mesin jadi maksimal. Sehingga menjamin temperatur mesin tetap stabil dan terhindar dari masalah overheat.”

Agar Radiator Berumur Panjang

Kondisi radiator mobil harus benar-benar terawat dan terjaga dengan baik. Komponen-komponen sistem pendingin yang terhubung dengan radiator, seperti kipas radiator, pompa air (water pump), selang radiator, tutup radiator, termostat, juga harus selalu diperhatikan kondisinya. Dan hal yang kelihatannya sepele, seperti mengecek ketinggian level air pada tabung resevoir radiator, jangan pernah diabaikan. Apabila cairan pendingin pada radiator berkurang, maka segera tambahkan ulang di tabung resevoir radiator.

Cairan Coolant mencegah overheat pada mesin
Ganti Radiator Coolant Agar Pendinginan mobil Maksimal

Fungsi dari tabung resevoir ini adalah sebagai tempat air radiator cadangan. Berkurangnya air radiator di tabung reservoir menandakan sistem pendingin dan radiator tidak dalam kondisi yang baik. Maka periksa kemungkinan terjadi kebocoran atau kerusakan lainnya pada komponen sistem pendingin, seperti water pump, radiator, selang radiator, tutup radiator. Pada beberapa mobil terbaru, di tabung resevoirnya telah dilengkapi dengan sensor level air radiator. Jika lampu indikatornya menyala, berarti cairan radiatornya berkurang. Maka perlu segera memeriksa kondisi sistem pendingin mobil dari kemungkinan kebocoran, atau kerusakan lainnya.

Cara Muda Menguras Air Radiator

Selain itu, sangat dianjurkan bagi setiap pemilik mobil untuk selalu menjaga kebersihan radiator, baik bagian luar (kisi-kisi radiator) maupun bagian dalam radiator. Merawat dan menjaga kondisi radiator agar selalu dalam kondisi prima, sama halnya menjaga kondisi mobil agar tetap terus bisa dikendarai kapanpun. Namun, jika radiator tidak pernah dikuras (flushing) dan cairan radiator tidak diganti sesuai interval waktu yang disarankan, maka bisa berakibat fatal. Radiator dan komponen-komponen sistem pendingin bisa saja mengalami kerusakan parah, dan terjadi overheat pada mesin. Jika sudah begini, tentunya membutuhkan biaya mahal untuk perbaikan dan penggantian komponennya, karena diperlukan pekerjaan overhaul (turun mesin).

Cara Muda Flushing atau Kuras Air Radiator mobil

Menguras air radiator pada mobil cukup mudah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Tinggal mengikuti petunjuk pada manual book perawatan mobil yang telah diberikan. Namun, adakalanya terdapat beberapa masalah yang ditemui saat menguras air radiator. Maka alangkah bijaknya menyerahkan perawatan radiator mobil kepada ahlinya/mekanik di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Selain untuk menghindari terjadinya kesalahan, melakukan perawatan di bengkel mobil akan lebih detail dan menyeluruh pada komponen-komponen pendinginan mesin.

Jangan pernah mengabaikan perawatan/service berkala pada mobil kesayangan Anda. Lakukan service berkala tersebut sesuai interval waktu yang telah direkomendasikan, agar mobil selalu dalam kondisi yang prima. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu bengkel mobil yang telah berpengalaman menangani service berkala dan perbaikan pada ribuan mobil pelanggannya.

Enaknya melakukan service dan perbaikan di bengkel Zaini Auto motor, antara lain tanpa antrian, harganya murah, perbaikan cepat dan tepat, tersedia sparepart, banyak promo/diskon, dan ditangani mekanik berpengalaman. Bahkan ada layanan yang saat ini digemari generasi millenial, yakni layanan “Bengkel Mobil Panggilan” di tempat manapun yang diinginkan. Layanan ini cukup mudah diakses melalui aplikasi “bengkel mobil Pro” di android dan IOS. Jadi, customer tinggal terima beres dan performa mobilnya akan kembali maksimal dan prima seperti baru lagi.

Penyebab Overheat Mesin Mobil

Waspadai, Overheat Pada Mesin Bisa Menyebabkan Turun Mesin (Overhaul)

Tingginya kebutuhan masyarakat akan mobil yang tangguh untuk keperluan sehari-hari, menyebabkan pertumbuhan mobil yang sangat pesat dibandingkan dengan ketersediaan jalan. Hal ini berimbas pada lalu lintas di kota-kota besar yang semakin macet, dan membuat kinerja mesin mobil harus bekerja lebih berat daripada saat kondisi jalan normal.

Mesin merupakan komponen paling utama dalam rangkaian komponen mobil. Agar mobil dapat berjalan dan dikendarai dengan baik, maka mesin harus tetap prima dan terus bekerja setiap saat. Kerja dari komponen di dalam mesin yang terbuat dari logam secara terus menerus dan ekstra berat tentu membutuhkan pendinginan agar tidak terjadi overheat pada komponen mesin yang saling bergesekan.

Pada umumnya sistem pendingin mesin mobil didukung dengan 3 cara yaitu cairan Pendingin (radiator coolant), Udara dan oli (Pelumas). Ketiganya saling berkaitan erat dan sangat menentukan efisiensi kinerja mobil Anda.

Menurut Tri Ari Yanto, Technical Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor, “Saat mengendarai mobil di jalanan yang macet, pengemudi perlu mencermati bila suhu mesin mobil tiba-tiba meningkat drastis (overheat). Kondisi ini sering terjadi pada mobil yang mesinnya menyala lebih lama, tetapi cenderung dalam kondisi diam, seperti saat mobil terjebak kemacetan.”

Ketika ada peningkatan temperatur mesin (overheat), akan mudah diketahui dengan melihat indikator temperatur mesin pada dashboard mobil. Atau biasanya muncul gejala awal berupa knocking (suara ngelitik) pada mesin yang berlebih. Sementara untuk sebagian mobil, mesin mobil akan langsung mati ketika terjadi overheat atau peningkatan temperatur mesin diatas batas normal.

Perlu diketahui bahwa kondisi overheat pada mesin mobil akan terjadi saat suhu mesin melebihi batas maksimum yang ditentukan. Ada banyak faktor penyebabnya, misalnya tutup radiator rusak, kurangnya volume air radiator, kebocoran radiator, termostat bermasalah, kipas radiator mati, sensor-sensor sistem pendinginan mobil yang sudah rusak, dan lain sebagainya.

“Berdasarkan pengalaman kami menangani kerusakan ribuan kendaraaan, Berkurangnya volume coolant radiator adalah hal yang paling sering terjadi. Biasanya hal ini menjadi penyebab utama ketika mesin mobil mengalami overheat. Penyebab berkurangnya volume coolant radiator ini diantaranya terjadi karena kerusakan tutup radiator, kebocoran kisi-kisi radiator, kebocoran karet seal, rusaknya pompa air (water pump), kebocoran komponen sistem pendingin lainnya, dan penyebab lainnya.

Mesin mobil Anda dapat mengalami kerusakan yang signifikan akibat tekanan mesin yang berlebihan atau kerusakan pada sistem pendinginan mesin (cooling system). Untuk menghindari terjadinya kerusakan pada mesin dan menghindari perbaikan mesin yang mahal, akan sangat membantu jika Anda lebih mengetahui dan memahami pentingnya fungsi komponen pendingin mesin mobil. Berikut ini beberapa komponen sistem pendingin mesin yang perlu diperiksa dan dirawat secara rutin agar mobil anda terhindar dari overheat mesin, antara lain:

1. Kisi-kisi Radiator

Pada bagian luar radiator terdapat kisi-kisi (sirip) udara yang terbuat dari logam yang mempercepat pendinginan, dan memiliki fungsi sebagai jalur sirkulasi udara. Apabila kisi-kisi radiator tersebut kotor dan penyok, sirkulasi udara bisa terhambat dan pendinginan mesin pun tidak akan maksimal. Pemilik mobil diharapkan untuk rajin membersihkan menggunakan kuas halus atau dengan semprotan air yang ringan.

“Kisi-kisi (sirip) radiator yang penyok atau bengkok, akan berpengaruh pada sistem pendinginan radiator. Jadi udara yang semestinya bisa masuk melalui kisi-kisi (sirip) radiator menjadi tersumbat, karena adanya jalur sirkulasi udara yang penyok. Sirkulasi udara yang semestinya dapat mendinginkan coolant radiator akan terhambat, maka mesin jadi cepat panas dan ujung-ujungnya overheat,” ujar Tri Ari Yanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, bagian dalam radiator sangat rentan terjadi karat, terlebih lagi jika mobil itu sudah berumur lebih dari lima tahun. Karat yang menggumpal akan menghambat aliran coolant pendingin, maka untuk pencegahan perlu menguras air radiator (coolant) minimal enam bulan sekali.

2. Selang Radiator

Selang Radiator merupakan komponen penghubung utama untuk mengalirkan cairan pendingin antara radiator dan mesin. Kemampuan dan daya tahan selang lama kelamaan akan terus menurun, karena selalu terkena paparan cairan yang bertekanan dan bertemperatur tinggi. Selang radiator yang sudah getas, aus, retak memiliki potensi kebocoran, maka segera lakukan pengganti sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah, terutama ketika sedang di perjalanan.

3. Klem Selang

Klem selang radiator merupakan bagian yang sangat vital untuk menjaga selang agar tidak terlepas atau mengalami kebocoran ketika sedang dialiri cairan (coolant) radiator yang memiliki tekanan dan temperatur tinggi. Klem selang radiator biasanya terbuat dari logam baja tipis. Selalu pastikan klem selang ini mengikat dengan kuat, tetapi jangan terlalu ketat yang bisa berpotensi membuat selang sobek.

4. Kipas Radiator (Radiator Fan)

Kipas pendingin radiator adalah bagian penting dalam sistem pendingin mesin mobil. Perlu diketahui, mesin dirancang untuk beroperasi pada kisaran temperatur tertentu, hal ini bertujuan untuk menghasilkan efisiensi kerja mesin dan diperoleh daya yang optimal, tetapi juga untuk memenuhi standar emisi.

Kipas radiator berfungsi untuk mengalirkan atau menghembuskan udara ke kisi-kisi radiator, sehingga air radiator (coolant) yang bertemperatur tinggi dapat didinginkan atau dikontrol tekanan dan temperaturnya. Pastikan kondisi kipas radiator selalu bekerja dengan baik. Untuk tipe elektrik, komponen kipas radiator (radiator fan) biasanya menyatu dengan motor penggeraknya. Sedangkan untuk tipe konvensional kipas radiator digerakkan oleh tali kipas (fan belt), maka selalu periksa fan belt dalam kondisi baik.

5. Tutup Radiator

Tutup radiator memiliki fungsi untuk mengontrol atau menjaga tekanan di dalam radiator dan sistem pendingin mesin agar tetap stabil. Tutup radiator memiliki komponen katup (pressure valve dan vacuum valve) dan pegas (pressure spring dan vacuum spring). Katup-katup dan pegas pada tutup radiator inilah yang menjaga atau mengontrol kestabilan tekanan di dalam radiator. Apabila tutup radiator mengalami kerusakan, maka cairan radiator dapat berkurang drastis, sedangkan cairan di tabung reservoir radiator malah penuh.

Sementara itu, akibat terburuk dari rusaknya tutup radiator adalah overheating pada mesin, yaitu temperatur panas mesin mengalami peningkatan drastis berada di atas temperatur normal mesin. Efeknya akibat overheat bisa menyebabkan mesin knocking dimana mesin mobil Anda akan terdengar aneh, mobil kurang bertenaga, bahan bakar boros, bahkan yang terburuk mobil mogok di tengah jalan.

Kenali gejala overheat saat Anda berkendara, jangan sampai salah langkah ketika mengalami overheat pada mesin mobil. Ketika mesin mobil sedang dalam kondisi panas setelah dibawa berkendara, atau saat mobil mengalami tanda-tanda overheat, maka demi keamanan Anda jangan pernah membuka tutup radiator.

“Banyak kejadian saat terjadi overheat mesin, pemilik mobil segera membuka tutup radiator. Akibatnya tutup tersebut bisa mental, dan cairan radiator yang panas pun akan menyembur keluar yang berpotensi mengenai dan melukai Anda. Saat kondisi mesin panas atau overheat, membuat tekanan di dalam radiator sangat tinggi. Maka bila tutup radiator dibuka, tekanan tersebut akan mendorong cairan radiator keluar dengan cepat.” kata Tri Ari Yanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Salah satu cara aman saat mesin mobil terjadi overheat di tengah kemacetan, sebaiknya segera pinggirkan mobil ke bahu jalan atau area aman, matikan mesin, pasang segitiga pengaman sebagai kode tanda bahaya kepada pemakai jalan lainnya. Kemudian buka kap mobil, dan tunggu beberapa menit hingga suhu mesin turun. Setelah temperatur mesin turun, buka tutup radiator dengan bantuan kain tebal, putar perlahan hingga tekanan hilang. Kemudian periksa tutup radiator, kondisi volume air radiator dan kemungkinan kebocoran. Apabila terdapat masalah yang tidak dapat anda tangani sendiri, sebaiknya segera hubungi bengkel radiator mobil terdekat ,atau anda juga bisa menggunakan jasa bengkel panggilan.

Kini, Anda sudah tahu bagaimana pentingnya komponen-komponen pendinginan pada mesin mobil. Dalam setiap perjalanan mungkin saja terjadai hal-hal tak terduga, jadi pastikan mobil yang Anda kendarai selalu prima dan sehat dengan memperhatikan kondisi mobil. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kondisi radiator demi kenyamanan Anda berkendara.

Agar kondisi mobil Anda tetap terjaga dengan baik, kunjungi bengkel mobil terdekat untuk mengecek kondisi mesin secara berkala. Apabila Anda terlalu sibuk untuk mengunjungi bengkel mobil, maka kini anda tidak perlu khawatir lagi, dengan menggunakan aplikasi android / IOS bernama “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda, maka mekanik profesional akan cepat mendatangi Anda. Mobil kesayangan Anda akan selalu mendapat perawatan dan pemeriksaan berkala dimanapun Anda berada. Andapun tetap bisa beraktivitas dan menyelesaikan pekerjaan Anda tanpa harus terganggu kerepotan mengunjungi bengkel mobil. Tunggu apalagi, download sekarang aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda.

Kenali Penyebab Mesin Mobil Overheat

Jangan Panik Saat Mesin Mobil Overheat, Mungkin Hal Sepele Ini Penyebabnya

Perlu diketahui bahwa kondisi overheat pada mesin mobil akan terjadi saat temperatur mesin melebihi batas maksimum yang ditentukan. Ada banyak faktor penyebabnya, misalnya tutup radiator rusak, kurangnya volume air radiator, kebocoran radiator, sensor sistem pendinginan mobil yang sudah rusak, dan lain sebagainya.

Menurut Tri Ari Yanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Berkurangnya volume cairan radiator adalah hal yang paling sering terjadi dan biasanya menjadi penyebab utama ketika mesin mobil mengalami overheat. Berkurangnya volume cairan radiator ini beberapa diantaranya disebabkan oleh kerusakan tutup radiator, kebocoran kisi-kisi radiator, kebocoran karet seal, rusaknya pompa air (water pump), kebocoran komponen sistem pendingin lainnya, dan penyebab lainnya.”

Jangan anggap sepele tutup radiator mobil, karena ada beberapa komponen penting yang terdapat di dalamnya yang bisa mencegah terjadinya overheat pada mesin. Tutup radiator sendiri memiliki fungsi untuk menjaga atau mengontrol tekanan di dalam radiator dan di dalam sistem pendingin mesin. Ketika terjadi kerusakan pada tutup radiator, maka cairan radiator bisa berkurang drastis, tetapi di tabung reservoir radiator malah penuh cairan.

Ketika cairan pendingin mesin bekerja menyerap panas mesin, maka cairan pendingin (coolant) tersebut akan berubah menjadi panas dan bertekanan tinggi, serta bertambah volumenya. Ketika cairan pendingin (coolant) memasuki radiator, tekanannya akan semakin meningkat karena bersirkulasi di ruang tertutup (ruang vakum).

Maka diperlukan tutup radiator yang berfungsi sebagai katup pelepas (release valve) yang dirancang untuk terbuka pada titik tekanan maksimum. Biasanya katup (valve) pada radiator akan terbuka pada tekanan 11-17 psi. Tekanan di dalam radiator berbeda-beda untuk masing-masing produsen mobil, dan ukurannya dapat dilihat pada penutup radiator. Tekanan tutup radiator biasanya tertera dengan angka ukuran tekanan 0,8 hingga 1,2 bar (11-17 psi).

Ketika tekanan cairan di dalam radiator melebihi batas maksimum, hal itu akan memaksa katup tekan (pressure valve) terbuka. Sehingga memungkinkan panas untuk keluar dan cairan radiator yang berlebih akan mengalir ke tabung resevoir radiator. Setelah radiator menjadi dingin dan tekanan kembali normal, akan terjadi kevacuman pada sistem, maka katup Vakum akan terbuka dan cairan pendingin di tabung resevoir radiator yang meluber akan tersedot kembali ke dalam radiator dan bersirkulasi lagi di dalam sistem pendingin.

Katup-katup pada tutup radiator inilah yang menjaga atau mengontrol kestabilan tekanan di dalam radiator. Apabila terjadi kerusakan pada tutup radiator, maka akan mengakibatkan cairan di dalam radiator atau sistem pendingin mesin berkurang. Sehingga pendinginan pada mesin tidak dapat maksimal dan bisa berakibat terjadinya overheat.

Tri Ari Yanto General Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor menjelaskan, “Jika katup-katup yang terdapat pada tutup radiator rusak, pegas lemah (pressure spring & vacuum spring), akan menyebabkan sirkulasi cairan radiator menjadi tidak optimal. Bahkan, lama kelamaan volume cairan radiator akan semakin berkurang, karena meluber tumpah keluar melalui tabung reservoir. Sebaliknya, cairan yang ada di dalam tabung resevoir juga tidak akan dapat kembali ke dalam radiator.”

Tutup Radiator Rusak
Periksa Tutup Radiator Dari Kerusakan

Kerusakan pada tutup radiator bisanya dikarenakan usia pakai yang sudah lama, dan seringnya dibuka-tutup saat mengisi cairan radiator akibat adanya kebocoran yang tidak segera diatasi. Katup vakum (vacuum valve) yang rusak membuat cairan dari tabung resevoir tidak akan dapat kembali ke radiator saat terjadi kevakuman di dalam sistem pendingin. Sedangkan kerusakan pada katup tekan (pressure valve) akan berakibat cairan pendingin dari radiator meluper memenuhi tabung resevoir dan meninggalkan bekas kerak berwarna keputihan.

Cara sederhana memeriksa kerusakan tutup radiator bisa dilakukan dengan melihat tabung reservoir. Periksa ketinggian permukaan volume air di dalam tabung reservoir, apabila tabung resevoir selalu penuh dan air meluber keluar dari selang outlet tutup tabung resevoir, ini menandakan tutup radiator minta segera diganti dengan yang baru.

Selain itu dapat memeriksa tutup radiator secara visual dan manual dengan memeriksa pegas (pressure spring & vacuum spring), apabila telah lemah atau terjadi korosi maka perlu diganti baru, seal karet pada tutup radiator juga perlu diteliti apakah terdapat tanda robek, getas, aus atau kebocoran.

Ketika di tengah perjalanan terjadi masalah overheat pada mesin mobil, segera pinggirkan mobil di bahu jalan. Jangan buru-buru membawa mobil ke bengkel radiator terdekat atau bengkel mobil terdekat. Tunggu beberapa saat agar mesin lebih dingin dan periksa dengan teliti dan hati-hati kondisi tutup radiator.

Ketika hendak mengganti tutup radiator perlu diperhatikan spesifikasi tekanan pada tutup radiator yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Apabila tidak sesuai, maka katup-katup tutup radiator tidak akan terbuka ketika tekanan radiator tinggi atau saat terjadi kevakuman sistem, yang tentunya akan berakibat mesin overheat karena sirkulasi coolant tidak bisa bekerja maksimal.

Harga tutup radiator tergolong relatif murah, berkisar puluhan ribu hingga seratus ribuan rupiah. Jadi, bagi setiap pemilik mobil, mulai sekarang jangan anggap sepele komponen yang satu ini, karena jika bermasalah atau ada kerusakan bisa menyebabkan mesin overheat dan perbaikannya memerlukan biaya yang mahal apabila sampai terjadi turun mesin (overhaul).

Cara Merawat Radiator Agar Awet

6 Tips Merawat Radiator Mobil Agar Tetap Awet

Kesibukan dan rutinitas setiap hari acapkali membuat kita kurang memperhatikan perawatan mobil kesayangan. Terlebih lagi dalam hal perawatan sederhana seperti pemeriksaan kondisi radiator yang terkadang sering dianggap remeh. Merawat radiator Mobil merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan radiator merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pendinginan mobil.

Radiator merupakan tempat penampungan utama cairan pendingin untuk dialirkan atau didistribusikan ke seluruh komponen pendingin suhu mesin, dan sebagai tempat dimana cairan tersebut didinginkan kembali oleh kipas radiator (radiator fan). Oleh karena itu, kondisi radiator harus benar-benar terawat dan terjaga dengan baik. Selain itu sangat dianjurkan bagi setiap pemilik mobil untuk selalu menjaga kebersihan radiator, baik bagian dalam maupun luar.

Fungsi radiator sangatlah penting bagi pendinginan suhu mobil. Apabila radiator rusak atau bermasalah maka pendinginan mesin tidak akan bekerja dengan sempurna, sehingga bisa menyebabkan mesin terjadi panas berlebihan (overheat) dan tentunya akan mengakibatkan kerusakan komponen utama mesin.

Menurut Agus Tri Ariyanto, Tehnical Service Advisor bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Perawatan radiator kenyatanya masih sering terabaikan oleh sebagian pemilik mobil, hal ini ditandai dengan masih banyak ditemukan masalah overheat mesin mobil yang ditangani di bengkel mobil Zaini Auto Motor. Padahal, jika radiator terawat dengan baik, kualitas mesin mobil akan lebih terjaga dan tidak rentan rusak.”

Lantas bagaimana cara merawat radiator mobil, agar lebih terjaga, awet dan tidak rentan rusak? Berikut ini adalah beberapa tips cara merawat radiator mobil Anda:

1. Gunakan Radiator Coolant

Radiator coolant merupakan cairan khusus yang di design dengan berbagai bahan tambahan, sehingga sanggup menjaga temperatur mesin sesuai kebutuhan. Selain memang dikhususkan untuk menjaga temperatur mesin mobil, radiator coolant juga berfungsi juga untuk mencegah korosi di dalam saluran sistem pendingin mesin, serta untuk mengangkat endapan kotoran dan karat yang menumpuk di dasar tabung reservoir radiator.

Penggunaan air tanah, air keran, air PDAM seringkali menimbulkan masalah pada radiator, dikarenakan air tersebut biasanya mengandung partikel seperti lumpur, kapur, garam dan lain sebagainya, yang dapat menyebabkan saluran didalam radiator dan sistem pendingin mesin menjadi tersumbat atau korosi. Salah satu cara yang tepat untuk merawat radiator mobil dan sebisa mungkin menghindari pemakaian air mineral, adalah dengan menggunakan radiator coolant. Dipasaran banyak jenis Pilihlah jenis radiator coolant yang ditawarkan, maka pilihlah radiator coolant yang cocok bagi mobil Anda.

2. Periksa Volume Cairan Radiator

Tips selanjutnya dalam merawat radiator mobil adalah selalu memperhatikan volume cairan (air atau coolant) pada radiator dan tabung resevoir radiator. Masalah yang sering terjadi pada setiap mobil adalah temperatur mesin sering meningkat drastis (overheat) dikarenakan kurangnya volume air pada radiator mobil.

Kurangnya volume air di dalam radiator bisa disebabkan banyak faktor, beberapa diantaranya adalah kerusakan pada tutup radiator dan mesin yang mengalami overheat. Tutup radiator berfungsi untuk menjaga tekanan yang ada di dalam radiator dan sistem pendingin mesin. Ketika terjadi kerusakan tutup radiator, maka air radiator akan berkurang dan reservoir tank penuh air. Proses kejadian tersebut hampir sama dengan saat mesin mengalami overheat.

Pada mesin yang mengalami overheat, tekanan dan temperaturnya akan naik melebihi batas maksimum. Hal tersebut membuat katup tekan (pressure valve) pada tutup radiator terus menerus terbuka, sehingga air di dalam sistem pendingin akan terus mengalir ke tabung resevoir radiator hingga penuh dan tumpah. Sehingga hal ini menyebabkan air di dalam radiator berkurang.

Ketika volume air di dalam radiator tidak maksimal maka temperatur mesin yang naik berlebihan akan menyebabkan tekanan pada tutup radiator dan tekanan tersebut akan mengakibatkan katup tekanan (pressure valve) terus terbuka. Sehingga air akan terus menerus mengalir ke tabung cadangan air radiator (radiator reservoir) hingga penuh dan tumpah.

Sebaliknya, jika tekanan atau temperatur mesin menurun, maka katup vakum (vacuum valve) pada tutup radiator akan menghisap cairan yang berada di dalam tabung resevoir menuju ke dalam radiator kembali. Karena pada saat tekanan dan temperatur meningkat banyak cairan (air radiator) yang tumpah, maka volume cairan dalam radiator pun akan berkurang.

“Periksa kondisi volume air pada radiator dan di dalam tabung reservoir radiator, apabila kurang maka segera tambahkan sampai sebelum tanda batas maksimum. Sebaiknya batas aman volume cairan radiator adalah pada posisi di tengah-tengah indikator full dan low. Harap diingat, jangan pernah mengisi cairan radiator di tabung reservoir hingga luber. Pasalnya, jika terlalu penuh akan berakibat air radiator tidak bisa bersirkulasi pada saat air radiator dalam kondisi panas,” Ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

3. Periksa Kondisi Selang Radiator Mobil

Selang radiator merupakan komponen penghubung utama sistem pendinginan antara mesin dan radiator. Selang radiator berfungsi untuk mengalirkan coolant atau air radiator yang panas dari mesin ke radiator untuk didinginkan. Dan saat proses pendinginan mesin mobil, maka air radiator akan mengalir dari radiator menuju ke mesin (water jacket).

Seiring masa pakai selang radiator yang bekerja pada suhu dan tekanan air yang cukup tinggi, daya tahan selang akan terus menurun, maka perlu pemeriksaan adanya keausan, getas, retak atau kebocoran pada selang radiator yang terbuat dari material karet elastis yang tahan panas. Agar terhindar dari kerusakan yang lebih parah.

“Pemeriksaan selang radiator perlu rutin dilakukan, apabila sudah terasa keras dan tidak elastis, terlihat ada retak di bagian permukaan luar, ada rembesan atau kebocoran air radiator, maka sebaiknya langsung diganti. Jika selang radiator sampai pecah ketika dalam perjalanan tentunya akan merepotkan,” tukas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Kuras Radiator Secara Rutin

Secara rutin membersihkan atau menguras radiator minimal 2 minggu sekali merupakan salah satu cara merawat radiator agar tetap awet. Menguras radiator bertujuan agar komponen-komponen radiator yang terbuat dari logam terhindar dari korosi, serta membersihkan endapan kotoran yang dapat menyumbat saluran sistem pendingin dan kisi-kisi sirip radiator. Selain itu, saluran pendinginan dan radiator yang bersih akan membuat temperatur mobil tetap terjaga dengan baik dan terhindar dari masalah overheat mesin mobil.

5. Hindari Pemakaian Air Biasa

Air radiator berperan sangat penting dalam mencegah terjadinya gejala overheat pada mobil. Perlu Anda ketahui, bahwa apabila terjadi overheat pada mesin maka bisa mengakibatkan mobil turun mesin (overhaul). Untuk menghindarinya maka, pemilik mobil perlu melakukan penggantian secara rutin. Menurut petunjuk yang direkomendasikan adalah setiap mobil menempuh kelipatan jarak 20.000 KM.

Menurut Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Air radiator bukan sekedar sebagai pendingin temperatur mesin, namun juga sebagai pencegah terjadinya karat pada saluran sistem pendingin. Sebaiknya hindari pemakaian air biasa karena memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi.”

Menghindari pemakaian air mineral biasa, seperti air tanah (sumur), air PDAM, air keran, dapat mencegah radiator mobil mudah rusak. Karena Air tersebut biasanya memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi. Hal tersebut berdampak buruk pada radiator, antara lain korosi yang bisa menyebabkan kebocoran pada radiator.

6. Periksa Tutup Radiator

Pastikan tutup radiator terpasang dengan rapat dan kencang. Sehingga tidak ada kebocoran cairan radiator saat menahan tekanan air yang tinggi dan temperatur mesin yang sangat panas.

Tutup radiator yang sudah kendor bisa membuat air radiator bocor keluar dan lebih cepat berkurang volumenya. Tutup radiator bisa rusak seiring waktu pemakaiannya. Hal ini karena seal karet utama (main rubber seal) yang telah aus dan rusak (robek atau getas). Selain itu pegas (pressure spring) yang sudah lemah juga dapat menyebabkan tutup radiator kendor.

Selain beberapa hal yang telah diuraikan diatas, setiap pemilik mobil juga harus memastikan semua komponen pendingin mesin tidak mengalami kebocoran pada sirip radiator, pipa, selang, pompa bahkan termostat harus dilakukan pengecekan terakhir untuk memastikan sistem radiator mobil Anda dalam kondisi prima dan terjaga dengan baik. Karena hal-hal kecil tersebut seringkali dianggap sepele oleh sebagian orang.

Itulah tips cara merawat radiator mobil agar mobil Anda tidak cepat rusak dan terjadi overheat pada mesin. Jangan sampai Anda baru melakukan perawatan radiator, ketika mobil Anda telah mengalami masalah mesin mobil yang overheat akibat kerusakan komponen pendingin radiator.

Apabila terjadi masalah pada sistem pendingin mesin atau komponen radiator saat Anda dalam perjalanan, maka jangan ragu untuk segera menghubungi bengkel radiator terdekat, atau menghubungi bengkel mobil terdekat untuk memastikan perbaikan secepatnya agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah pada komponen mobil lainnya. Bengkel mobil Zaini Auto Motor menyediakan layanan service panggilan yang dapat membantu Anda ketika mengalami masalah pada mobil kesayangan Anda. Dimanapun tempat yang Anda kehendaki untuk melakukan perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda, maka mekanik profesional akan segera mendatangi Anda.

Pentingnya Radiator Coolant Bagi Mobil

Ini Perbedaan Mengisi Radiator dengan “Coolant” dan Air Biasa

Radiator merupakan salah satu komponen penting dari Sistem Pendingin Mobil. Dari radiator ini cairan pendingin ditampung, didinginkan dan didistribusikan ke seluruh jalur sirkulasi sistem pendingin.

Ketika kita melakukan service berkala di bengkel mobil, biasanya dilakukan pengisian air pada radiator mobil menggunakan cairan khusus atau coolant, bahkan ada juga yang hanya menggunakan air biasa. Secara fungsi antara cairan khusus (coolant) dengan air biasa, sebenarnya sama-sama untuk pendingin suhu di dalam mesin.

Saat di pagi hari dimana temperatur mesin masih dingin, sistem pendingin (cooling system) mobil anda belum akan bekerja walau mesin menyala. Alasannya karena mesin memerlukan panas tersebut agar kinerjanya efisien. Sehingga panas yang dihasilkan oleh proses pembakaran terlebih dahulu digunakan untuk memanaskan semua komponen mesin.

Dalam fase ini, cairan khusus (coolant) atau air pendingin menyerap panas dan bersirkulasi hanya didalam dinding silinder blok mesin (water jacket), karena katup air (thermostat) masih tertutup sehingga tidak disalurkan ke radiator.

Saat suhu mesin mencapai 80-90 derajat celcius (195 farenheit), maka katup pada thermostat akan mulai terbuka yang menyebabkan sirkulasi coolant atau air pendingin dari mesin semakin luas hingga ke radiator. Sirkulasi pendinginan ini akan terus berlangsung karena adanya pompa air (water pump), sehingga temperatur mesin akan tetap terjaga dan tidak mengakibatkan over heating.

Selain menggunakan coolant atau air pendingin, sistem pendinginan mesin juga dibantu dengan adanya kipas radiator. Ketika suhu mesin terus meningkat melebihi suhu kerja (> 90 derajat celcius) maka kipas akan beraksi untuk mengalirkan aliran udara melewati sirip-sirip radiator.

Lantas, sebaiknya bagus menggunakan coolant atau air biasa? Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor Solo (Jawa Tengah), masing-masing memiliki perbedaan. Air mineral dan cairan khusus radiator (coolant) memiliki kandungan berbeda, sehingga mempengaruhi kemampuan yang berbeda pula untuk menurunkan temperatur mesin. 
Listiyono menjelaskan, air biasa tidak bisa semaksimal coolant untuk mendinginkan temperatur mesin. 

“Karena coolant merupakan cairan khusus yang dirancang dengan berbagai bahan tambahan, sehingga sanggup menjaga suhu ruang bakar mesin. Selain itu coolant juga mampu untuk menahan korosi atau keausan di dalam saluran sistem pendinginan radiator” ungkap Listiyono.

Bukan sekedar itu, manfaat menggunakan coolant (cairan khusus) itu juga bisa meminimalisir terjadinya endapan yang bisa berpotensi tersumbatnya berbagai komponen dari saluran sistem pendinginan, dibandingkan dengan air biasa. Tetapi, tentu saja bicara keterjangkauan dan ekonomis, air biasa punya kelebihan yang tidak terbantahkan.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi