Tag: Busi

Penyebab Knalpot Mobil Nembak

6 Penyebab Knalpot Mobil Sering “Menembak”, No 2 Sering Disepelekan Pengemudi

Ketika Anda mengendarai mobil, pernahkan merasakan kondisi mobil mengeluarkan suara letupan atau ledakan kecil dari knalpot? Letupan atau ledakan kecil ini sering disebut dengan knalpot nembak (engine knocking).

Sistem pembakaran pada mesin memang seharusnya berjalan dengan sempurna, mulai saat mesin dihidupkan hingga mesin dimatikan. Tetapi ketika Anda mendengar suara-suara aneh yang datang dari mesin atau di bawah kabin mobil, tentunya kondisi seperti ini sangat mengganggu saat dalam perjalanan, dan mungkin Anda tidak tahu harus berbuat apa.

Kadang-kadang mesin mobil akan menghasilkan suara-suara aneh yang sulit didiagnosa. Suara letupan (knocking) adalah suara mesin yang paling umum terjadi. Hal ini mengindikasikan adanya masalah teknis pada mesin, yang tentunya dapat diperbaiki jika didiagnosis dengan cepat dan benar. Agar tidak berlarut-larut dan menyebabkan kerusakan merembet pada komponen lainnya.

Suara letupan pada knalpot (engine knocking) membutuhkan perbaikan yang berbeda pada tiap kasus. Untuk mengatasinya, terkadang memerlukan perbaikan sederhana, tetapi ada juga yang membutuhkan perbaikan khusus. Untuk beberapa mobil yang sudah berumur tua, cenderung lebih sering mengalami letupan mesin dan memerlukan perbaikan khusus. Untuk menghindari salah diagnosa, sebaiknya Anda secepatnya mengunjungi bengkel mobil terdekat. Agar segera dapat diketahui penyebab terjadinya letupan mesin tersebut.

Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, menjelaskan “Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan knalpot mobil menembak (engine knocking), antara lain pembakaran yang kurang sempurna, kekurangan BBM (bahan bakar), terdapat kerak karbon pada dinding mesin, kualitas BBM yang tidak sesuai, adanya sisa gas buang yang tidak terbakar, kerusakan komponen penyuplai udara, masalah pada sistem pengapian, dan lain sebagainya.”

Penjelasan lebih lengkap tentang faktor yang membuat knalpot menembak bisa Anda simak di bawah ini.

1. Kondisi Busi

Penyebab suara letupan knalpot (knocking) salah satunya karena kondisi busi yang sudah tidak baik. Kondisi busi yang kotor, terutama pada elektroda busi yang diselimuti kerak karbon sisa pembakaran, atau busi yang basah bisa menyebabkan percikan api dari elektroda busi tidak stabil. Dengan demikian knalpot pun bisa terjadi knocking (suara menembak).

Selain itu, setiap mobil memiliki spesifikasi busi tertentu sesuai yang direkomendasikan produsen mobil. Penggunaan busi yang tidak tepat akan berakibat pada busi cepat panas. Sehingga pemilihan dan penggunaan busi yang tidak sesuai rekomendasi dapat juga menyebabkan engine knocking dan suara letupan pada knalpot.

Celah busi merupakan tempat busi untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar yang membantu menghidupkan mesin mobil. Pada umumnya celah busi antara 0,6 mm sampai 0,8 mm. Celah busi yang terlalu sempit menghasilkan percikan api yang terlalu lemah, dan celah busi yang terlalu lebar dapat meniadakan percikan api sama sekali.

“Celah busi yang terlalu lebar mengakibatkan busi tidak stabil memercikkan api, sehingga sering menyebabkan missfire (pembakaran yang tidak sempurna). Pada putaran RPM tinggi, celah busi yang terlalu lebar bisa mengakibatkan mesin tersendat (mrebet) dan sering muncul knocking pada knalpot. Selain itu, putaran stasioner (langsam) pada mesin pun tidak akan normal, membuat lemah koil, dan bahan bakar jadi boros.” papar Listiyono di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

2. Kekurangan BBM (Bahan Bakar)

Knalpot menembak (knocking) juga dapat terjadi ketika mobil kekurangan suplai bahan bakar. BBM pada tangki bahan bakar yang tinggal sedikit, menyebabkan mekanisme pembakaran tidak dapat maksimal. Sehingga campuran bahan bakar dan udara pun tidak sempurna, yang berimbas pada pembakaran yang tidak sempurna pada ruang bakar mesin.

Selain itu, bahan bakar pada tangki yang tinggal sedikit, akan membuat pompa bahan bakar (fuel pump) bekerja ekstra keras. Bahan bakar pada tangki juga merupakan media pendingin bagi fuel pump, tetapi ketika BBM pada tangki terlalu sedikit akan membuat pompa bahan bakar (fuel pump) cepat panas. Sehingga membuat fuel pump akan cepat rusak. Pompa ini seharusnya selalu terendam oleh bahan bakar.

“Saat bahan bakar menipis, maka fuel pump tidak bisa terendam secara utuh. Bukan cuma fuel pump, saringan bahan bakar (fuel filter) juga berpotensi rusak. Pasalnya, saat mesin dihidupkan, endapan kotoran di dasar tangki otomatis ikut terhisap oleh fuel pump, dan mengakibatkan peyumbatan pada saringan (fuel filter), sehingga mengganggu kinerja aliran bahan bakar ke mesin mobil. Kemudian, sebagian kotoran BBM yang lolos dari saringan akan mengalir menuju injektor dan berpotensi membuat semprotan bahan bakar keruang bakar tidak maksimal. Hal inilah yang menyebabkan knalpot mobil menembak (knocking), bahkan ini juga bisa berdampak buruk pada akselerasi mobil yang cenderung menurun dan konsumsi bahan bakar jadi boros.

3. Sisa Gas Buang yang Tidak Terbakar

Penyebab lain dari knalpot mobil nembak adalah terdapat sisa gas buang yang tidak terbakar di dalam ruang bakar mesin mobil Anda. Pada mesin mobil yang normal, seharusnya setiap pembakaran selesai tidak ada lagi sisa gas buang yang tidak terbakar di dalam ruang bakar. Namun, karena ada berbagai masalah seperti timming pengapian yang kurang akurat, bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna, dan berdampak terhadap suara knalpot yang sering menembak.

Sisa Gas Buang Yang Terbakar Kembali

4. Terjadi Penumpukan Kerak (karbon)

Semua jenis bahan bakar yang dipasarkan sebenarnya sudah memiliki kandungan pembersih karbon, tetapi hal itu belum cukup untuk menghentikan endapan karbon yang terbentuk pada dinding silinder. Penumpukan karbon pada ruang bakar (combustion chamber) dapat menyebabkan terjadinya engine knocking atau knalpot menembak. Hal ini terjadi karena adanya misfire dan preignition, yakni terjadi pembakaran lebih awal pada campuran bahan bakar dan udara, sebelum busi memercikan api saat langkah kompresi mesin. Endapan karbon (kerak) yang terbakar di ruang bakar inilah yang menyebabkan misfire dan preignition.

“Endapan karbon (kerak) pada ruang bakar mesin bisa diatasi dengan cara melakukan gurah mesin (carbon cleanning). Dengan cara gurah mesin ini dapat membersihkan timbunan karbon yang timbul dari sisa pembakaran mesin. Penggunaan bahan bakar yang berkualitas dan memiliki nilai oktan yang sesuai dengan spesifikasi mesin dapat mengurangi terjadinya deposit (penimbunan) karbon di ruang bakar,” saran Listiyono ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

5. Kondisi filter Udara

Filter udara (air filter) merupakan komponen yang berfungsi untuk menyaring udara yang akan menuju ke ruang bakar mesin. Jika filter udara kotor atau rusak, memungkinkan terjadinya engine knocking dan knalpot mobil menembak. Bahkan, kerusakan filter udara dapat berakibat mesin jebol.

Secara teratur dan rajin melakukan perawatan dan membersihkan filter udara, dapat menghindarkan mobil dari ganggunan kerusakan yang dapat menjalar ke komponen lainnya, seperti saluran udara (air intake), injektor, piston, dan komponen lainnya.

6. Terjadi Kerusakan Pada Sistem Pengapian

Gangguan atau kerusakan pada sistem pengapian dapat mengakibatkan engine knocking atau knalpot menembak. Gangguan tersebut dapat terjadi pada komponen seperti koil, busi, CDI, atau lainnya. Karena apabila ada kerusakan pada salah satu komponen pengapian, maka proses pengapian dan pembakaran dalam ruang bakar tidak akan sempurna.

Berdasarkan uraian diatas, engine knocking atau Knalpot mobil yang menembak lebih sering disebabkan oleh sistem pembakaran yang mengalami masalah. Maka untuk mengatasinya, Anda perlu mendatangi bengkel mobil terdekat untuk memastikan penyebab utama terjadinya engine Knocking ini. Diperlukan diagnosa yang cepat dan benar, agar kerusakan tidak menjalar ke komponen mobil lainnya.

Pemilik mobil juga dapat mencegah terjadinya engine knocking dan knalpot menembak dengan cara :

  • Setiap kali Anda mendengar suara letupan knalpot (engine knocking), segera kurangi kecepatan dan injakan pedal gas.
  • Mengisi BBM dengan tingkat oktan yang lebih tinggi atau sesuai dengan rekomendasi bagi mesin mobil Anda.
  • Secara rutin mengganti busi seperti yang direkomendasikan pada buku manual service mobil Anda.
  • Gunakan zat tambahan pada bahan bakar (fuel additive) yang dirancang khusus untuk mencegah dan mengurangi penumpukan endapan kerak (karbon) pada dinding mesin.

Oleh karena itu, setiap komponen mobil perlu diteliti satu persatu untuk memastikan kondisinya selalu prima, sehat dan siap pakai. Apabila mobil kesayangan Anda memerlukan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan, bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah mitra yang tepat bagi Anda. Di bengkel mobil ini, Anda dapat melakukan booking service agar tidak perlu lama menunggu antrian, atau Anda bisa juga memanfaatkan layanan bengkel panggilan ketika kesibukan Anda tidak dapat ditinggalkan. Semua service perbaikan dilakukan oleh mekanik profesional dan sesuai standar SOP bengkel resmi. Yang menggembirakan biaya service di bengel Zaini Auto Motor ternyata lebih murah dari bengkel resmi dan waktu servisnya juga lebih cepat.

Kondisi Busi yang baik

Kondisi Mesin Dapat Diketahui Dari Kondisi Busi Mobil

Busi (sparkplug) merupakan komponen terpenting dalam mobil yang harus selalu diperhatikan kondisinya. Busi yang sudah tidak dalam kondisi baik akan berdampak pada ketidaknyamanan mobil saat dikendarai. Bahkan, bila ada salah satu atau beberapa busi (sparkplug) mobil yang rusak bisa mengakibatkan akselerasi mesin menurun dan mesin kehilangan tenaga dalam kondisi putaran mesin tertentu.

Dan beberapa hal yang menjadi penyebab masalah yang ada pada busi diantaranya adalah kualitas oktan bahan bakar, campuran bahan bakar yang terlalu gemuk, dan kualitas busi itu sendiri.

Dampak lain yang ditimbulkan akibat busi yang tidak dalam kondisi baik akan menyebabkan mesin menjadi tidak seimbang atau mesin pincang, karena tenaga yang dihasilkan dalam tiap silinder mesin tidak sama. Dan dampak paling fatal dari kerusakan busi yaitu membuat mobil mogok ditengah jalan.

Untuk mengetahui apakah busi mobil mengalami kerusakan atau kondisinya sudah tidak baik, dapat dideteksi dengan gejala yang ditimbulkan saat kondisi mesin mobil hidup, atau pada saat mobil dijalankan ataupun ketika mobil membawa beban berat dan saat berakselerasi.

Kerusakan pada busi mobil, akan berdampak pada pembakaran di ruang bakar mesin menjadi tidak sempurna. Berikut ini tanda-tanda kerusakan pada busi yang bisa diidentifikasi sesuai kondisi putaran mesin tertentu, antara lain:

1. Pada Saat Mesin Idle (Stasioner)

Masalah pada busi tentunya bisa menyebabkan putaran mesin terasa tidak halus saat mesin dalam kondisi idle (stationer). Dalam kondisi ini, biasanya akan muncul getaran-getaran yang menandakan busi bermasalah. Hal tersebut dapat dirasakan dari dalam kabin mobil.

Selain itu, masalah pada busi bisa membuat putaran mesin tersendat atau mrebet pada saat idle. Serta dapat diketahui pula saat pedal gas ditekan, maka putaran mesin akan terasa berat dan mesin bergetar kencang diawal. Jika tanda-tanda tersebut sudah dirasakan maka bisa menjadi petunjuk bahwa ada masalah dengan busi mobil Anda. Sebaiknya segera memeriksakan ke bengkel mobil profesional.

Setiap pemilik mobil tentunya paham betapa pentingnya busi bagi mobil. Meski bentuknya kecil, jika percikan apinya tidak ada, sudah dipastikan mesin tidak dapat bekerja. Dahsyat sekali keberadaannya, bukan? Tak pelak lagi agar mesin Anda selalu sehat dan tak akan menemukan masalah, maka Anda harus rajin memperhatikan kondisi busi mobil.

2. Pada Saat Mobil Berjalan

Berikutnya, tanda-tanda kerusakan busi mobil bisa dideteksi pada saat mobil dijalankan. Pada saat mobil melakukan akselerasi maka diperlukan tenaga yang maksimal, jika terjadi masalah atau kerusakan pada busi akan menyebabkan akselerasi mesin terhambat, atau tenaga mesin terasa menurun.

Jika tanda seperti ini sudah dirasakan pengemudi, maka jangan memaksakan mobil untuk melakukan akselerasi maksimal. Karena jika dipaksakan berakselerasi maksimal, mobil bisa mengalami mogok di tengah perjalanan. Sebaiknya segeralah periksakan mobil Anda ke bengkel mobil profesional untuk dilakukan pemeriksaan atau penggantian busi dengan yang baru.

3. Pada Saat Mesin Mobil Mati

Setiap pengemudi biasanya dapat merasakan nyaman atau tidaknya mobil yang dikendarainya. Jika merasa ada yang tidak nyaman pada tarikan mesin mobil, maka segeralah periksa terlebih dahulu bagian busi mobil. Melalui warna pada busi, Anda dapat mendeteksi dan mengetahui apakah busi mobil anda masih layak pakai atau harus diganti baru.

Melalui warna pada busi, bisa juga diketahui kondisi mesin, apakah mesin overheating, boros oli, tekanan kompresi bocor maupun boros bahan bakar. Berikut ini antara lain warna busi dan kondisi yang mungkin terjadi pada mesin mobil Anda :

  • Busi berwarna putih keabu-abuan merata merah bata dari ujung elektroda sampai selongsong busi, menandakan mesin normal dan mudah dinyalakan pada putaran mesin rendah atau tinggi.
  • Apabila busi berwarna kecokelat-coklatan, ini menandakan usia pakai busi hampir habis dan harus segera diganti.
  • Jika warna busi kehitaman atau gelap pekat, itu menandakan ada kesalahan setelan komponen sistem bahan bakar mobil yang mengakibatkan terlalu boros bahan bakar.
  • Jika warna busi kekuningan atau kemerahan, biasanya menandakan mesin terjadi panas berlebihan (overheating), dan komponen sistem pendingin mesin harus segera diperiksa.
  • Jika busi berwarna abu-abu muda, maka setingan karburator terlalu irit bensin. Sedangkan warna gelap dan hitam pekat menandakan setingan karburator .
  • Jika ujung busi basah yang tidak disebabkan oleh bahan bakar, kemungkinan ada kebocoran di ruang bakar mesin. Bagian yang mengalami kebocoran bisanya pada ring piston, bushing katup (valve), seal katup (valve) atau volume oli mesin yang terlalu banyak.
  • Jika elektroda busi meleleh, kemungkinan disebabkan preignition yaitu terjadi pembakaran lebih awal pada campuran bahan bakar dan udara sebelum busi memercikan api pada langkah kompresi mesin. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa masalah yang ada di ruang bakar (combustion chamber), seperti ujung busi yang terlalu panas atau deposit karbon (kerak) yang terbakar. Selain itu bisa juga disebabkan oleh mesin yang mengalami kebocoran kompresi, atau terjadi kesalahan timing pengapian.
  • Jika elektroda busi sudah rata dengan keramik, artinya elektroda sudah habis dan celah busi sudah terlalu lebar. Segera ganti busi dengan yang baru agar performa mesin kembali normal.
  • Jika busi banyak tertutup kerak (carbon fouling), biasanya dikarenakan pemakaian bahan bakar yang berkualitas buruk. Masalah ini juga bisa disebabkan karena timing pengapian yang terlalu maju, atau bisa juga karena pemilihan busi yang tidak tepat. Dalam kasus ini, anda perlu untuk berkonsultasi dengan bengkel mobil profesional untuk mendiagnosis sumber masalahnya.

Anda dapat Merawat Busi Mobil secara mandiri, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

  • Jangan Melepas Busi Mobil dengan Kunci Pas. Pemilik mobil wajib melepaskan busi mobil menggunakan kunci busi, jangan pernah melepas busi dengan kunci pas. Karena pada umumnya setiap mobil mempunyai tipe kunci yang berbeda.
  • Bersihkan busi dari endapan karbon (carbon fouling), endapan oli (oli fouling) dan timah hitam (lead fouling). Setelah busi mobil Anda lepaskan, bersihkanlah endapan karbon kerak menggunakan amplas, sikat kawat lembut dan minyak tanah. Setelah busi bersih, keringkanlah. Kemudian bersihkan electroda insulator menggunakan amplas paling halus dan tipis.
  • Lakukan pengukuran celah besi untuk menghasilkan percikan api busi yang optimal. Mengukur celah busi harus berdasarkan ketentuan pabrik mobil yang biasanya telah tertera di buku panduan service mobil. Celah busi yang ideal berkisar 0,8-1,2 mm. Jika celah busi terlalu renggang, maka percikan pengapiannya kurang optimal yang bisa menyebabkan turunnya performa mesin dan pemakaian bahan bakar semakin boros.
  • Bersihkan lubang tempat busi dengan menggunakan kain bersih. Di saat sedang melakukan pembersihan, Anda juga harus waspada apakah kondisi penutup busi mobil Anda masih dalam kondisi baik atau tidak. Penutup busi mobil memiliki peran dalam merawat busi mobil juga lho.

Agar busi dapat tetap bekerja dengan optimal, maka kondisi busi harus tetap dijaga selalu bersih dari karbon atau kerak hasil pembakaran mesin. Hampir 90% masalah pada mesin disebabkan oleh busi kotor karena endapan karbon (carbon fouling), endapan oli (oli fouling) serta timah hitam (lead fouling). Selain itu busi harus dipasang dengan benar dan busi harus stabil menerima arus listrik dari sistem pengapian melalui kabel tegangan tinggi busi.

Meskipun bentuknya kecil, namun busi mobil merupakan sebuah benda yang tidak bisa disepelekan bagi kelangsungan kinerja mobil. Jika mobil Anda mengalami mogok tentunya hal pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa busi dan Aki mobil.

Jika masalah mogok pada mobil Anda tidak teratasi, segera hubungi bengkel mobil “Zaini Auto Motor” untuk mendapatkan bantuan layanan servis cepat dimanapun lokasi mobil anda mogok, dengan area kerja mencakup wilayah Solo Raya, Karanganyar dan Yogyakarta.

Demikian artikel yang kami sampaikan tentang Mengetahui Kondisi Busi Dan Perawatan Busi Pada Mesin Mobil, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi