Tag: Bengkel Panggilan Terdekat

Mengganti Filter Oli Pada Mobil BMW

Jarang Ganti Filter Oli, Ini Efek Negatif bagi Mobil Anda

Ketika melakukan servis berkala dan mengganti oli mesin mobil, sebaiknya Anda juga perlu melakukan pengecekan pada saringan oli (oil filter). Pasalnya, fungsi filter oli (oil filter) tak kalah penting dari komponen mobil lainnya. Komponen filter oli ini tidak boleh dipandang sebelah mata, karena memiliki peran yang vital untuk menyaring berbagai kontaminasi kotoran pada oli mesin, dan untuk memastikan performa mesin tetap bekerja optimal. Dengan kata lain, filter oli bisa membuat komponen di dalam mesin lebih awet karena mencegah kotoran masuk ke dalam mesin.

Apa yang terjadi jika pemilik mobil lupa mengganti filter oli? Padahal menganti filter oli sama pentingnya dengan mengganti oli mesin secara rutin, karena oli yang bercampur dengan kotoran akan berakibat pada kinerja oli yang kurang maksimal. Filter oli sendiri bertugas untuk menyaring kotoran dan menahannya di dalam ruangan filter tersebut, sehingga kotoran tidak akan ikut tercampur dan bersirkulasi ke dalam mesin.

Menurut Agus Zainal, mekanik senior di bengkel mobil Zaini Auto Motor, “seiring waktu, oli mesin akan menurun kualitasnya dan filter oli akan penuh dengan kotoran. Penggantian filter oli yang tidak sesuai dengan rekomendasi dan tidak diganti secara berkala akan membuat performa mesin menurun. Karena jika filter oli tidak diganti, banyak kotoran yang akan tertampung di dalamnya dan bisa membuat sirkulasi aliran oli mesin terhambat, sehingga berakibat merugikan pemilik mobil. Selain itu, membuat suara mesin menjadi kasar, dan lama-kelamaan akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah.”

Filter oli yang tersumbat akan menyebabkan sirkulasi oli menjadi tidak lancar. Oli mesin pun bisa terkontaminasi endapan kotoran, sehingga fungsi oli mesin sebagai pelindung dan pembersih komponen mesin yang saling bergesekan tidak akan maksimal. Selain itu, fungsi oli mesin sebagai pendingin komponen di dalam mesin pun kurang optimal. Tidak cukup sampai disitu hal yang paling fatal adalah mesin mengalami kerusakan permanen yang tentunya membutuhkan biaya yang mahal untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

“Kontaminasi kotoran dan partikel kecil logam di dalam oli yang ikut bersirkulasi ke dalam mesin dapat merusak permukaan mesin dan komponen mesin lainnya. Filter oli pada mobil akan mencegah kontaminasi tersebut, sehingga oli mesin tetap bersih dan dapat melumasi komponen mesin mobil dengan lebih baik. Ketika mengganti oli mesin, tetapi filter oli telah kotor, maka menyebabkan oli mesin yang baru diganti pun akan menjadi cepat kotor,” ujar Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Jika saat mengganti oli mesin tetapi tidak mengganti filter oli, maka sisa oli yang mengendap di dalam ruang filter oli tidak akan terbuang. Ada sekitar seperempat atau seperlima oli yang mengendap di dalam filter oli dari total volume oli mesin. Akibatnya walaupun telah mengganti oli baru, akan tetap bercampur dengan oli lama yang mengendap di filter oli, yang kemudian ikut bersirkulasi masuk ke mesin.

Mengganti Filter Oli Yang Sudah Kotor
Penggantian Filter Oli Kotor

Kotoran pada oli mesin bisa berasal dari dalam ataupun dari luar mesin. Misalnya kotoran dari hasil pergesekan antar komponen di dalam mesin yang berupa serpihan logam halus. Jika kotoran dan serpihan partikel logam berukuran sangat kecil (15-40 mikron) ini bisa lolos akan membahayakan permukaan dan komponen mesin yang saling bergesekan. Kontaminan kotoran ini akan ditangkap oleh filter oli yang di dalamnya berupa kertas berpori-pori sangat kecil. Seiring pemakaian dan waktu, kontaminasi kotoran yang menempel di kertas filter oli akan semakin banyak.

Kualitas oli mesin juga akan menurun akibat terjadi reaksi kimia di dalam mesin. Maka setiap kali mengganti oli mesin, pemilik mobil perlu juga mengganti filter oli. Melakukan penggantian filter oli secara rutin merupakan tindakan pencegahan terhadap terjadinya kerusakan komponen mesin. Karena harga filter oli relatif lebih murah dibandingkan apabila harus mengganti komponen mesin yang rusak akibat oli mesin terkontaminasi kotoran dan serpihan logam halus.

Jika sirkulasi oli mesin bekerja dengan sempurna, maka komponen mesin akan semakin terjaga dan awet, sehingga resiko mesin mobil rusak menjadi lebih kecil. Untuk penggantian filter oli ini tergantung dari seberapa sering mobil digunakan dan seberapa macet kondisi lalu-lintas yang dilewati sehari-hari. Patokan yang sering digunakan adalah pada jarak tempuh (20.000 km) dengan kondisi lalu-lintas ideal (normal) tanpa kemacetan.

“Beberapa pendapat mengatakan mengganti filter oli bisa dilakukan setiap 2 kali ganti oli mesin. Jika rekomendasi ganti oli mesin setiap 10000 km, maka untuk mengganti filter oli adalah ketika jarak tempuh mencapai 20.000 km. Tetapi saran kami untuk penggantian filter oli sebaiknya dilakukan berdasarkan seberapa sering mobil digunakan. Karena penggantian filter oli tidak memakan biaya banyak, sebaiknya dilakukan bersamaan saat Anda mengganti oli,” jelas Agus Zainal ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Filter oli yang berfungsi dengan baik, akan mampu menyaring dan menampung berbagai kotoran yang dihasilkan baik dari dalam maupun dari luar mesin. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kualitas filter oli agar dapat berfungsi secara maksimal. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kerusakan permanen pada mesin.

Masih banyak pemilik mobil yang kurang memperhatikan pentingnya penggantian filter oli. Padahal perhatian pada hal-hal kecil ini juga berperan besar dalam menjaga kualitas performa kendaraan. Oleh karena itu, alangkah baiknya setiap pemilik mobil selalu memperhatikan setiap bagian mobil dan melakukan perawatan secara berkala sesuai anjuran, agar mobil selalu prima dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang dengan performa maksimal.

Bengkel mobil Zaini Auto Motor telah memberikan pelayanan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan terhadap ribuan mobil pelanggannya. Dengan diagnosa yang tepat dan pemeriksaan mendetail yang dilakukan para mekanik profesional, bengkel mobil Zaini Auto Motor dikenal mampu memberikan servis yang cepat dan berkualitas. Selain itu, dengan memanfaatkan layanan “Bengkel Mobil Panggilan“, maka servis mobil kesayangan Anda dapat dilakukan dimana saja (rumah, kantor, mall, dll). Jangan khawatir dengan biaya servisnya, dipastikan lebih murah dari bengkel resmi dan banyak promo menarik yang diberikan. Tunggu apalagi, coba sekarang juga!

Manfaat Electronic Stability Programme (ESP)

Manfaatkan Fitur ESP Pada Mobil, 30 Persen Kecelakaan Fatal Dapat Dicegah

Keselamatan adalah hal utama dan sangat penting bagi setiap pengendara mobil. Selain itu stabilitas merupakan elemen penting pada setiap mobil. Stabilitas dibutuhkan mobil sejak saat melaju lurus, berakselerasi, menikung, hingga mengerem. Hal inilah yang membuat pabrikan mobil dan pemasok komponen mobil untuk terus mengembangkan teknologi yang bisa meningkatkan stabilitas kendaraan.

Pada pertengahan tahun 1990-an salah satu alat (fitur) keselamatan dalam berkendara mulai diperkenalkan yaitu Electronic Stability Programme (ESP). Produsen asal Jerman Bosch-lah yang pertama kali mengembangkan sistem fitur keselamatan ini. Sedangkan kendaraan pertama yang menggunakan fitur keselamatan ini adalah mobil Mercedes-Benz S-Class dan BMW 7-series.

Sudah lebih dari satu dekade sejak pertama kali diperkenalkan, fitur keselamatan ini muncul dengan banyak nama tergantung pada produsen mobil yang menggunakannya. Para produsen atau pabrikan mobil cenderung menggunakan nama sendiri-sendiri untuk penyebutan fitur Electronic Stability Programme (ESP) ini, walau sejatinya semuanya memiliki unjuk kerja dan fungsi yang sama. Sebagai contoh misalnya:

  • Pada mobil produksi Audi fitur keselamatan tersebut diberi nama ESP (Electronic Stability Programme)
  • Pada mobil pabrikan BMW dikenal dengan nama DSC (Dynamic Stability Control)
  • Pada mobil merk Ford biasa menyebutnya dengan Advance Trac
  • Mobil produksi Nissan memperkenalkannya dengan sebutan VDC (Vehicle Dynamic Control)
  • Untuk mobil keluaran Honda disebut VSA (Vehicle Stability Assist)
  • Pada mobil produksi General Motor lebih dikenal dengan sebutan Stabilitrak
  • Pabrikan Porsche memberi nama pada sistem ini dengan sebutan PSM (Porsche Stability Management)
  • Volvo punya nama DSTC (Dynamic Stability & Traction Control)
  • Ada juga pabrikan yang menyebutnya sebagai Electronic Stability Control (ESC), dan nama-nama lainnya.

Electronic Stability Programme (ESP) dewasa ini menjadi satu alat penting bagi keselamatan berkendara. Di Indonesia fitur Electronic Stability Programme ini mulai banyak disematkan sebagai kelengkapan standart pada mobil kelas menengah hingga mobil mewah. Hal ini tentunya berbeda penerapannya dengan negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa, dimana fitur teknologi keselamatan ini harus ada hampir pada setiap kendaraan. Sejak tahun 2014 di negara – negara Eropa sendiri fitur Electronic Stability Programme (ESP) wajib ada di setiap kendaraan yang dijual di sana.

Berdasarkan penelitian di Inggris menunjukkan bahwa 25 persen peluang terjadinya kecelakaan fatal pada mobil yang dilengkapi dengan fitur ESP (Electronic Stability Programme) dapat direduksi. Sementara itu di Swedia dilaporkan, ESP mampu mencegah 32 persen kecelakaan kendaraan pada kondisi cuaca buruk dan jalan basah.

Lantas apa sebenarnya yang dimaksud Electronic Stability Programme (ESP) dan mengapa membuat sistem ini begitu penting bagi kendaraan Anda?

Menurut Tri Ari Yanto selaku General Service Advisor, Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, “Electronic Stability Programme (ESP) merupakan fitur teknologi keselamatan kendaraan terkini yang secara khusus didesain untuk mengoptimalkan pengendalian mobil dan menstabilkan manuver kendaraan, bahkan saat roda kemudi diputar secara tiba-tiba. Secara umum fitur Electronic Stability Programme (ESP) fokus bekerja membantu pengemudi untuk menjaga kendaraan tetap berada di jalur yang tepat dan terkontrol, dengan cara mendeteksi dan meminimalkan terjadinya slip roda. Sehingga meminimalkan terjadinya gejala understeer dan oversteer saat berkendara.”

Understeer terjadi ketika roda depan tidak memiliki traksi yang cukup dan mobil justru terus bergerak maju daripada berbelok / menikung sesuai kehendak mengemudi. Sedangkan oversteer justru sebaliknya, mobil menikung lebih dalam (jauh) dari yang dimaksudkan pengemudi, yang menyebabkan roda belakangnya slip dan mobil bisa tergelincir. ESP (Electronic Stability Programme) dapat membantu memperbaiki kedua situasi ini.

Setiap kontrol atau kegiatan yang Anda lakukan pada mobil, seperti memutar kemudi, menekan pedal gas, menekan pedal rem selalu dimonitor melalui sensor – sensor elektronik yang ada pada mobil Anda. Kemudian data hasil sensor ini setiap saat dikirim ke komputer central Electronic Control Unit (ECU). Sistem komputer Electronic Control Unit (ECU) kemudian membandingkan data yang masuk langsung dari pengemudi tadi dengan respon dari kendaraan. Untuk pengendalian secara menyeluruh, fitur ESP ini bekerja secara harmonis dengan sistem rem ABS (Anti-lock Braking System), EBD (Electronic Braking Distribution) dan fitur TCS (Traction Control System) saat mobil berakselerasi.

Salah satu contohnya, saat Anda tiba-tiba bermaksud memutar roda kemudi untuk mengarahkan mobil segera berbelok tajam ke kiri atau kanan, namun pada saat bersamaan kondisi kendaraan malah masih saja berjalan lurus ke depan. Pada kondisi seperti ini Electronic Control Unit (ECU) langsung dapat menyadari dan memerintahkan sistem Electronic Stability Programme (ESP) pada kendaraan untuk segera membantu mengarahkan dan menstabilkan manuver mobil secara tepat. Hal ini sering terjadi pada saat kondisi jalan basah dan licin akibat guyuran hujan.

Jika Anda melakukan pengereman hebat pada mobil, sehingga seketika roda kehilangan traksi dan daya cengkramnya terhadap permukaan jalan, maka komputer ECU akan segera memberitahu sistem rem ABS (Anti-lock Brake System) dan EBD (Electronic Braking Distribution) untuk segera bekerja mendistribusikan dan memberikan tekanan pada disc brake sesuai kebutuhan masing-masing roda, untuk membantu roda mendapatkan kembali traksinya.

Electronic Control Unit (ECU) juga bisa mengatur besaran tenaga yang keluar dari mesin ke masing-masing roda. Jika Anda menginjak pedal gas dalam-dalam namun mobil tidak bergerak, tetapi hanya terjadi spin pada roda, biasa terjadi di jalan berlumpur atau bersalju. Pada kondisi seperti ini maka fitur kontrol traksi (Traction Control System) akan mereduksi tenaga mesin yang menuju roda, dan memberikan kesempatan pada masing-masing roda untuk kembali mendapatkan grip atau traksinya.

“Tujuannya TCS (Traction Control System) adalah menghindari roda agar tidak terjadi spinning atau berputar lebih cepat karena tenaga dari mesin yang besar. Saat ECU (Electronic Control Unit) mendeteksi roda akan berputar spinning, sistem secara langsung akan mengurangi suplai bahan bakar, sehingga putaran RPM mesin lebih kecil. Putaran RPM mesin yang menurun bisa membantu roda untuk mendapatkan traksinya kembali, jadi roda trhindar dari slip pada jalan yang basah, bersalju, licin atau berlumpur” jelas Tri Ari Yanto ketika ditemui di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Sistem keselamatan ini juga dapat aktif ketika mobil Anda keluar dari tikungan. Ketika pengemudi terlalu dalam menekan pedal gas sehingga mobil akan terpelanting keluar tikungan, maka sistem ABS (Anti-lock Brake System) dan TCS (Traction Control System) akan segera melakukan pengereman secara lembut dan mengembalikan mobil Anda ke jalur yang seharusnya.

Semua proses di atas, mulai dari saat sensor mendekteksi data masuk dari aktivitas apa yang pengemudi lakukan, mendeteksi masalah, mencari dan mengatasi masalah, semuanya harus terjadi dalam hitungan detik saja. Sehingga mobil akan tetap terjaga dan terhindar dari kecelakaan fatal.

Hampir seluruh kendaraan yang menggunakan fitur Electronic Stability Programme memiliki tombol untuk mematikan fungsi sistem keselamatan tersebut. Tombol ESP biasanya terletak pada kemudi, dashboard atau berdekatan dengan tuas transmisi kecepatan mobil. Menonaktifkan fitur ESP (Electronic Stability Programme) ini sangat tidak disarankan, apalagi bila Anda sering menggunakan mobil dalam setiap aktivitas sehari-hari di jalan. Intinya Anda harus selalu fokus dan hati-hati dalam berbagai kondisi mengemudi.

Melihat berbagai manfaat yang didapatkan dari fitur Electronic Stability Programme ini, maka sangat penting dalam setiap mobil untuk dilengkapi fitur keselamatan ini. Apabila Anda mengutamakan keselamatan, sebaiknya pilihlah mobil yang sudah dilengkapi fitur ESP, sehingga mampu membantu Anda menstabilkan dan mengarahkan kendaraan dalam kondisi tertentu dengan mengurangi putaran output mesin dan sekaligus memberikan tekanan rem yang tepat ke roda tertentu.

Jangan Biarkang Tangki BBM kosong

Jangan Biarkan Tangki BBM Sering Kosong Sebagian, Ini Penjelasannya..!

Bahan bakar (BBM) merupakan suatu komponen terpenting bagi kendaraan untuk mendukung mesin agar dapat bekerja sebagaimana mestinya, terutama pada mesin bertipe pembakaran dalam (Internal Combustion Engine). Oleh karena itu, kualitas dan kondisi bahan bakar pada mobil harus diperhatikan betul, usahakan jangan pernah sampai kehabisan bahan bakar.

Apabila indikator bahan bakar di dasboard mobil Anda sudah menunjukkan tinggal tersisa sedikit, maka wajib segera diisi lagi sepenuh kapasitas tangki mobil Anda. Para pakar otomotif menyarankan kepada para pemilik mobil agar setiap melakukan pengisian tangki bahan bakar sebaiknya diisi 80-90 persen dari kapasitas penuh tangki BBM.

Menurut Tri Ari Yanto selaku General Service Advisor, Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, “Melakukan pengisinan tangki bahan bakar mobil secara penuh berpotensi memperkecil penguapan bahan bakar. Selain itu, tangki BBM yang selalu terisi penuh dapat mencegah terjadinya korosi atau karat pada tangki bahan bakar. Karena tangki yang sering kosong kekurangan bahan bakar akan mudah mengalami kondensasi (pengembunan), sehingga di dalam tangki akan mengandung air dan cepat menimbulkan karat.”

Walaupun mobil produksi sekarang sudah banyak menggunakan tangki bahan bakar berbahan komposit yang memungkinkan tahan terhadap korosi, tetapi usahakan tangki bahan bakar harus selalu diisi penuh, supaya tidak terjadi kondensasi di dalam tangki saat terjadi perubahan cuaca secara drastis.

Jika kondisi volume bahan bakar di dalam tangki BBM sering dalam posisi dengan jumlah sedikit, maka pompa bahan bakar akan cenderung melakukan kerja yang lebih berat sehingga akan memperpendek usia pakai pompa bahan bakar (fuel pump). Pada saat mobil melakukan manuver, pompa bahan bakar berpotensi tidak terendam sepenuhnya dan asupan bensin bisa terputus. Hal ini tentu sangat berbahaya karena mesin dapat mati secara tiba-tiba karena tidak ada aliran bahan bakar.

Selain itu, efek buruk jarang mengisi tangki bahan bakar secara penuh adalah banyaknya udara yang masuk ke tangki. Karena pada tangki ada mekanisme ventilasi atau pernafasan yang bertujuan agar tidak terjadi vacuum pada tangki. Banyaknya udara yang masuk membuat uap air yang terdapat dalam tangki pada akhirnya akan berubah menjadi titik-titik air dan mengendap di dinding dalam tangki bahan bakar mobil Anda. Akibat terburuknya jika bahan bakar tercampur banyak air yaitu bisa menyebabkan masalah pada mesin.

Ketika melakukan pengisian bahan bakar pun tidak perlu dengan menggoyang-goyang mobil. Bagi pemilik mobil yang gemar menggoyang-goyangkan mobil kebanyakan beralasan agar tangki bahan bakar lebih cepat terisi dan terisi penuh secara maksimal, sebab dengan menggoyang tangki diyakini udara yang tertahan di dalam tangki akan segera keluar.

“Sebenarnya pemilik mobil tidak perlu menggoyang-goyang bodi mobil jika tujuannya agar tangki bagian bawah terisi penuh. Karena di dalam tangki BBM sendiri sudah ada sistem pernapasannya. Yang bertujuan ketika dilakukan pengisian bahan bakar dan ada udara yang terjebak di dalamnya, maka secara otomatis akan keluar dengan sendirinya. Selain itu di dalam tangki BBM ada komponen separator yang bertugas untuk memastikan bahwa bahan bakar telah memasuki tangki secara merata hingga dasarnya.” kata Tri Ary Yanto ketika ditemui di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Mobil produksi zaman sekarang kebanyakan sudah didesain untuk mengkonsumsi bahan bakar dengan oktan tinggi, demi menjaga keremajaan mesin dan menunjang performa mesin yang maksimal. Mengisi bahan bakar mobil dengan nilai oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrikan memang tidak dilarang, tetapi bisa menyebabkan kinerja mesin tidak maksimal dan hal ini membuat efisiensi bahan bakar mobil Anda tidak sesuai dengan data yang dikeluarkan produsen mobil.

“Jangan pernah mengorbankan mobil Anda dengan menggunakan bahan bakar yang cenderung nilai oktannya lebih rendah dari rekomendasi pabrikan. Pemilik mobil perlu memperhatikan konsekuensinya, yaitu kinerja mesin mobil bisa menjadi tidak optimal. Dan bisa jadi pemilik mobil dapat mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk melakukan perawatan ketika kendaraan bermasalah,” ujar Tri Ary Yanto, Service Advisor Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Dalam jangka pendek untuk membeli bahan bakar dengan nilai oktan lebih rendah memang lebih hemat. Tetapi dalam jangka panjangnya, dengan pemakaian bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi oktannya, bisa menyebabkan kerusakan pada mesin dan biaya yang dikeluarkan akan berkali-kali lipat lebih besar. Misalnya, mesin mobil akan mulai ngelitik, suaranya mesin jadi berisik, akselerasi tidak maksimal atau kinerja mesin tidak merespon sebagai mana mestinya.

Untuk berbagai permasalahan mobil seperti mesin ngelitik, suara mesin kasar, akselerasi tidak maksimal atau kinerja mesin buruk, sebaiknya segera konsultasikan dengan bengkel mobil terdekat yang anda percayai. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu bengkel mobil profesional yang selalu siap bermitra dengan Anda untuk mengatasi segala permasalahan pada mobil kesayangan Anda. Dengan didukung tenaga mekanik profesional, peralatan canggih setara bengkel resmi ATPM, proses perawatan yang dapat di monitor real time, proses perbaikan yang cepat dan biaya perbaikan lebih murah dibanding bengkel resmi, maka sudah tepat Anda mempercayakan mobil kesayangan Anda di bengkel Zaini Auto Motor.

Aquaplaning Saat Hujan

Waspada Aquaplaning, Penyebab Mobil Melaju Tak Terkendali

Akhir-akhir ini cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia sering terjadi hujan cukup deras. Bagi pengendara mobil wajib lebih waspada dan berhati-hati saat berkendara, entah saat hujan turun atau pasca turun hujan. Mengemudikan mobil saat kondisi turun hujan tentu butuh kesiapan siagaan yang matang, dan harus ekstra hati-hati.

Di musim hujan seperti sekarang ini, sangat lumrah banyak terjadi genangan air di jalan. Namun jangan anggap remeh terjadinya genangan air ini, karena hal ini bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan yang bisa membahayakan banyak orang.

Mengemudikan mobil saat hujan terjadi selain mengurangi visibilitas, kerap terjadi kondisi dimana traksi dan cengkeraman ban yang menyentuh permukaan jalan tereduksi, yang diakibatkan genangan air yang terakumulasi mengumpul di bagian depan ban dan tidak dapat mengalir atau diteruskan meski roda berputar. Kondisi semacam ini bisa menyebabkan ban mobil terangkat atau tidak menapak dan mencengkram kuat di permukaan jalan.

Inilah yang dinamakan kondisi Aquaplaning pada kendaraan. Kondisi Aquaplaning merupakan suatu keadaan ketika ban mobil kehilangan traksi dan cengkraman maksimum pada permukaan jalan karena adanya genangan air. Maksud dari traksi sendiri adalah gaya gesek maksimum yang dihasilkan antara 2 permukaan benda tanpa mengalami slip.

Masalah Aquaplaning ini sering terjadi saat pengemudi berkendara di musim hujan. Kondisi aquaplanning cenderung tidak bisa diprediksi, karena kontur jalanan yang tidak rata membuat pengemudi sulit mengetahui seberapa dalam genangan air yang akan dilewati mobilnya.

Menurut Tri Ari Yanto, General Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, “Hujan deras kerap menyebabkan terjadinya aquaplaning di jalan. Kondisi Aquaplaning itu seperti saat Anda sedang bermain sky di hamparan salju. Roda kemudi cenderung susah dikendalikan, walau telah diputar pun arah laju kendaraan tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan mobil akan terus melaju lurus atau berbalik arah tak terkendali. Masih banyak pengemudi yang belum mengetahui bagaimana cara mengantisipasinya.”

Oleh karena itulah, Tri Ari Yanto selaku General Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor menyarankan agar pemilik mobil selalu memeriksa kondisi kembangan ban mobilnya. Hindari pemakaian mobil dengan kondisi ban yang gundul, agar ban mampu memecah dan mengalirkan air dengan sempurna. Jika ban mobil sudah berkurang kembangannya atau gundul, maka alur kembangan ban tidak bisa secara maksimal memecah dan mengalirkan air ketika mobil tersebut melewati genangan air. Aquaplaning tidak akan terjadi jika air menyebar atau terpecah, yang menyebabkan gaya angkat dari air cukup lemah, sehingga permukaan ban tetap bisa mencengkeram permukaan jalan dengan baik.

Sedangkan ban yang botak tidak memiliki kemampuan untuk memecah genangan air. Karena gaya angkat air akan mengangkat sedikit ban dan membuat ban mengambang. Maka dalam waktu sesaat ban tidak menapak pada permukaan jalan dan kehilangan gripnya. Lantas bagaimana triknya agar pengemudi mobil terbebas dari aquaplaning?

Pertama, usahakan memperlambat laju kendaraan Anda saat melintasi genangan air atau saat berkendara di tengah guyuran hujan. Hal ini untuk memperkecil risiko terjadinya slip pada ban dan memperbesar jarak aman dengan mobil di depannya. Kecepatan yang lebih rendah sangat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya aquaplanning, sehingga mampu menghilangkan adanya lapisan air di antara ban dan permukaan jalan, yang bisa berakibat tidak ada traksi dan daya cengkram ban pada permukaan jalan. Hal inilah penyebab ban mengambang dan mobil berpotensi tergelincir tak terkendali.

“Oleh karene itu ketika mengendarai mobil di saat hujan atau setelah terjadi hujan, jangan berkendara dengan kecepatan tinggi karena semakin tinggi kecepatan semakin besar risiko terjadi aquaplaning. Akibatnya mobil bisa kehilangan kendali dan tergelincir karena kehilangan cengkraman ban (grip loss) efek dari ban mengambang.” ujar Tri Ari Yanto, di bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Aquaplaning Pada Mobil

Saat mobil melintasi jalan yang basah dan banyak genangan air, jika roda kemudi tiba-tiba terasa ringan dan kendaraan tidak merespons gerakan kemudi, Anda harus cepat menyadari bahwa mobil Anda telah mengalami aquaplaning. Ketika ban sejenak kehilangan cengkeraman, sebelum kemudian mendapatkan kembali kendalinya, biasanya ditandai dengan putaran mesin (RPM) naik turun secara tiba-tiba.

Usahakan jangan pernah menginjak pedal rem saat melewati genangan air. Karena saat mobil melewati genangan air, kemampuan traksi dan daya cengkram ban akan sangat berkurang jika dibandingkan saat mobil Anda melewati jalan yang normal. Bila mobil mengalami aquaplaning dan pengemudi kehilangan kendali mobil, panik adalah reaksi alamiah sehingga biasanya pengemudi akan melakukan pengereman mendadak.

Akibat yang terjadi jika Anda menginjak pedal rem dan terlebih lagi mobil Anda belum dilengkapi anti-lock braking system (ABS) atau Electronic Brake Force Distribution (EBD), mobil otomatis akan menarik sesuai dengan di mana genangan air itu berada. Misalnya, mobil melewati genangan air di sebelah kiri, maka secara otomatis ban sebelah kiri akan terkunci dan mobil tersebut cenderung tertarik ke arah di mana ban terkunci. Keadaan tersebut justru bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecelakaan fatal.

Saat melewati genangan air dan mobil mengalami kondisi aquaplaning, melakukan pengereman akan membuat Anda makin kehilangan kontrol kendaraan. Begitu juga jika mempercepat laju mobil akan memiliki efek yang serupa. Idealnya, Anda harus segera mengurangi kecepatan mobil tanpa melakukan pengereman. Biarkan mobil Anda melambat secara alami karena adanya engine brake pada mesin ditambah faktor berat mobil itu sendiri. Jadi cukup lepaskan kaki Anda dari pedal gas dan jangan lakukan pengereman. Tunggulah hingga mobil Anda melambat dengan sendirinya, sehingga ban mendapatkan kembali traksi dan cengkeraman di permukaan jalan.

Tetapi bila kendaraan Anda sampai tergelincir, Anda harus mampu menjaga kemudi agar tetap lurus ke arah yang dituju sampai mobil bisa terkendali dan lurus di jalurnya lagi. Biasanya mobil akan bergerak ke arah ban yang traksinya kurang. Jagalah tekanan pada pedal gas agar selalu konstan. Mengemudi secara halus adalah kuncinya dan pengemudi
harus yakin dan percaya diri sehingga mampu menguasai mobilnya dengan baik.

Pada musim hujan, juga sangat penting selalu memeriksa kondisi ban karena ban yang prima salah satu faktor memperkecil terjadinya aquaplaning. Selain itu, pilihlah ban yang direkomendasikan untuk permukaan kering dan basah. Terakhir selalu periksa tekanan angin, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi standar masing-masing kendaraan.

Mobil Anda harus selalu dalam kondisi prima, apalagi jika sering digunakan saat turun hujan. Keselamatan adalah hal utama, maka dari itu perlu diperhatikan jadwal perawatan berkala dan perawatan rutin, agar mobil anda terhindar dari masalah saat dikendarai. Bengkel mobil Pro Zaini Auto Motor merupakan mitra yang tepat untuk membantu perawatan dan perbaikan segala masalah pada mobil Anda. Cukup gunakan aplikasi “Bengkel Mobil Pro” pada smartphone anda, maka Anda tidak perlu repot lagi datang ke bengkel mobil karena segala perawatan mobil Anda bisa dilakukan di tempat manapun yang Anda kehendaki.

Ganti Oli Mobil

Jangan Sepelekan, Telat Ganti Oli Mesin Bisa Bikin Anda Rugi

Jika dimisalkan pada anatomi tubuh manusia, oli mesin (pelumas) bisa diibaratkan seperti darah manusia. Pelumas atau oli mesin memiliki peran sangat penting dalam menunjang kinerja mesin mobil. Tanpa oli mesin, dijamin mesin mobil Anda akan otomatis langsung berhenti bekerja.

Melihat pentingnya fungsi oli, maka oli mesin harus selalu dalam pengawasan dan pengontrolan pemilik mobil, serta tidak boleh terabaikan. Jangan pernah terlambat mengganti oli mesin, minimal dengan menggantinya rutin sesuai jadwal servis berkala. Oleh karena itu, penggantian oli mesin sesuai rekomendasi dan spesifikasi standar yang ditetapkan oleh produsen mobil perlu diperhatikan.

Penggantian oli mesin atau pelumas merupakan aspek terpenting dalam perawatan mobil Anda. Secara rutin mengganti oli mesin sesuai rekomendasi, dinilai bisa mencegah terjadinya masalah pada mobil saat tengah digunakan. Masih banyak pemilik mobil yang bingung kapan waktu yang tepat untuk ganti pelumas (oli mesin). Ada yang meyakini bahwa oli mesin harus diganti satiap mobil menempuh kelipatan jarak antara 5.000 km hingga 10.000 km. Tak sedikit pula pemilik mobil meyakini bahwa oli mesin harus diganti setiap 5 bulan atau 6 bulan sekali.

Meskipun perkembangan teknologi pelumas (oli mesin) semakin lama semakin baik, sehingga ada beberapa produsen mengklaim produk pelumas mesin mereka mampu digunakan hingga 15.000 km sebelum pergantian dilakukan. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah klaim tersebut aman untuk mesin mobil Anda? Jika oli mesin kualitasnya menurun, maka komponen mesin mobil tidak dapat terlumasi dengan optimal yang tentu akan menyebabkan kerusakan komponen di dalam mesin. Nah, untuk mendapatkan waktu ideal untuk mengganti oli sebenarnya sudah tertuliskan sesuai rekomendasi di buku manual mobil Anda.

Waktu penggantian oli mesin atau pelumas tidak boleh dianggap sepele. Jika waktu penggantiannya sudah tiba dan pemilik mobil sengaja menunda-nunda, akan menyebabkan masalah pada mesin mobil. Karena kualitas oli semakin lama akan terus menurun seiring pemakaian mobil Anda. Akibat dari kualitas oli yang menurun akan berpengaruh pada kekentalan dan daya pelumasan mesin mobil, sehingga akan menyebabkan komponen di dalam mesin rusak. Tentu jika hal itu terjadi akan sangat merugikan pemilik mobil, karena dengan menunda mengganti oli mesin yang hanya ratusan ribu rupiah, bisa mengakibatkan kerusakan komponen mesin yang biaya perbaikan dan penggantiannya jauh lebih mahal.

Turun Mesin (Overhaul) Akibat Telat Ganti Oli
Turun Mesin (Overhaul) Akibat Telat Ganti Oli

“Bagi yang baru saja membeli mobil keluaran terbaru, pada umumnya disarankan untuk mengganti oli mesin saat mobil telah menempuh jarak 1.000 km yang ditunjukkan pada odometer mobil. Tetapi terkadang bengkel resmi ATPM akan meminta Anda untuk kembali mengganti oli saat telah mencapai 2.500 kilometer. Pada rentang waktu dan jarak tempuh tersebut, biaya servis tidak akan dibebankan pada pemilik mobil alias masih gratis. Karena pada umumnya pemilik mobil masih bersemangat pergi ke bengkel. Setelah masa gratis tersebut usai, tidak jarang para pemilik mobil mulai acuh dan abai pada kondisi oli mesin mobil mereka.” Ujar Tri Ari Yanto selaku General Service Advisor Bengkel Mobil Pro Zaini Auto Mobil.

Pada umumnya pengantian pelumas (oli mesin) sesuai rekomendasi pabrikan mobil, pemilik mobil disarankan mengganti berdasarkan masa pakai ataupun jarak tempuh kendaraan. Penggantian oli mesin bisa dilakukan setelah mobil menempuh jarak tiap kelipatan 10.000 kilometer, atau setiap enam bulan sekali. Tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

Biasanya, salah satu acuan dalam penggantian oli mesin adalah jarak tempuh kendaraan tersebut. Seberapa jauh mobil menempuh jarak ketika dipakai sehari-hari, maka itu untuk menentukan apakah oli mesin harus diganti atau tidak. Tetapi saat ini jarak tempuh bukan lagi menjadi acuan dalam mengganti oli mesin.

Menurut Tri Ari Yanto, selaku General Service Advisor Bengkel Mobil Pro Zaini Auto Mobil, “Waktu penggantian oli mesin yang tepat adalah sesuai dengan putaran mesin (running hour). Hal ini dikarenakan untuk daerah perkotaan yang cenderung macet, jarak tempuh 8 kilometer bisa saja menghabiskan waktu hingga 1 jam bahkan lebih. Jika dibandingkan dengan pemakaian mobil di jalan dengan lalu lintas normal, maka total putaran mesin di daerah lalu lintas macet bisa sebanding dengan 20 kilometer lebih jika diterapkan di daerah lalu lintas normal”.

Jadi, jarak tempuh mobil tersebut tidak sebanding dengan putaran mesin (running hour), karena dalam 8 kilometer perjalanan kendaraan yang terkena kemacetan, mesin tetap berputar setara dengan 25 kilometer perjalanan normal. Dalam kondisi lalu lintas macet, jarak tempuh mobil menjadi sangat pendek, padahal mesin terus berputar yang tentunya mengurangi usia pakai oli mesin itu sendiri.

Misalkan pada mobil Toyota Avanza Veloz 2019, pada buku manual dijelaskan waktu penggantian oli yang disarankan dalam kondisi normal adalah setiap 6 bulan sekali atau setiap menempuh kelipatan jarak 10.000 km. Sedangkan jika mobil digunakan dalam kondisi berkendara yang berat, maka waktu dan jarak untuk penggantian oli mesin yang disarankan adalah setengahnya, yaitu setiap 3 bulan sekali atau setiap 5.000 km.

Hal inilah yang kadang mempengaruhi kualitas oil mesin, maka yang paling tepat dalam mengganti oil tidak harus melulu berpatokan pada jarak tempuh mobil. Pemilik mobil bisa mengkombinasikan antara tanggal waktu ganti oli dan jarak tempuh kendaraan sebagai acuan catatan servis. Jika berdasarkan dengan ukuran waktu, penggantian oli mesin bisa dilakukan tiap 3 bulan atau 6 bulan sekali, tergantung pada pemakaian mobil tersebut.

Dengan begitu kualitas oil mesin tidak akan banyak menurun yang dapat mempengaruhi performa mesin mobil itu sendiri. Kebiasaan rutin dalam mengganti oli mesin sudah pasti lebih baik, dibandingkan harus mengganti onderdil mesin dikarenakan kualitas oli mesin sudah menurun, jenuh, dan rusak.

Jika Anda mengalami kendala atau masalah pada mobil saat di tengah perjalanan, segera hubungi bengkel mobil panggilan terdekat. Atau Anda bisa menggunakan aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda untuk mendapatkan layanan servis panggilan dan layanan servis cepat lainnya dari Bengkel mobil Zaini Auto Motor. Perbaikan atau servis akan ditangani oleh para mekanik profesional dan didukung peralatan modern, sehingga kerusakan cepat teratasi, kualitas terjamin dan yang terpenting biaya servis sangat terjangkau dibandingkan bengkel resmi ATPM.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi