Tag: Bengkel Mobil

7 Cara Sederhana Menghemat BBM Mobil Anda

Hingga Oktober 2019, Harga Bahan Bakar (BBM) non subsidi seperti Pertamax, Pertalite, dan Pertamax Turbo seringkali mengalami kenaikan harga. Hal ini berarti, anggaran untuk kebutuhan bahan bakar mobil kesayangan Anda pun harus ikut naik. Mobil di zaman sekarang, kebanyakan sudah dibekali dengan berbagai fitur berkendara Eco (eco driving mode). Hal ini bertujuan untuk membantu pengemudi agar lebih efisien dan menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) selama berkendara. Fitur ini membantu mengatur dan mengetahui perilaku mengemudi agar hemat BBM. Namun sayangnya, belum banyak pengemudi yang menerapkannya dalam berkendara sehari-hari. Alasannya, tidak lain karena masih kurang paham dengan istilah tersebut. Sebelum menguras kantong makin dalam, setiap pengemudi wajib tahu cara menghemat BBM untuk mobil kesayangannya.

Setiap pengemudi dapat melakukan penghematan BBM pada mobil mereka sendiri secara gratis, yakni dengan melakukan beberapa perubahan perilaku mengemudi yang sangat kecil. Keuntungan merubah perilaku ini adalah menghemat anggaran untuk bahan bakar mobil, memaksimalkan penggunaan bahan bakar, dan memperpanjang jarak tempuh. Namun, ada pula perbaikan dan perawatan yang perlu dilakukan pada setiap mobil agar mesin tidak terlalu menyedot bahan bakar. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana agar lebih hemat BBM saat berkendara:

1. Periksa Kondisi dan Tekanan Ban

Ban mobil dengan tekanan udara yang tepat dapat menghemat pemakaian BBM hingga 3,3 persen, sehingga mampu meningkatkan jarak tempuh mobil. Pada umumnya, ban mobil cenderung akan kehilangan tekanan udaranya sebesar 1 Psi per bulan. Penurunan tekanan udara ini sering disebabkan oleh pengaruh kondisi dan suhu lingkungan. Oleh karenanya, dianjurkan untuk secara rutin memeriksa tekanan udara pada ban mobil minimal sebulan sekali. Namun, akan lebih baik lagi jika pengecekan tekanan ban ini dilakukan tiap satu minggu sekali. Dengan menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi, maka akan mengurangi resiko ban cepat aus/gundul. Sehingga usia pakai dan kondisi ban cenderung lebih tahan lama.

“Ban kempis akibat tekanan udara yang kurang akan meningkatkan konsumsi BBM (bahan bakar) sebesar 0,5% untuk setiap penurunan tekanan sebesar 1 Psi pada keempat ban mobil. Kondisi ini disebabkan karena meningkatnya rolling resistance (tahanan putar) pada ban mobil. Sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar dan mengharuskan pengemudi menginjak pedal gas lebih dalam dari biasanya agar mobil tetap melaju. Setiap pemilik mobil perlu mengecek kondisi tekanan ban mobilnya secara teratur, idealnya seminggu sekali dan paling lama sebulan sekali. Selain itu, tekanan udara yang tepat akan meningkatkan kinerja pengereman, dan memberikan traksi yang tepat untuk membantu kinerja kemudi agar tetap responsif.” Jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Tekanan udara ideal ban pada tiap mobil berbeda-beda, oleh karenanya lakukan pemompaan pada ban sesuai rekomendasi pabrikan. Waktu yang tepat untuk pengisian tekanan udara yang direkomendasikan adalah saat ban dalam keadaan dingin. Namun, jika mobil telah dikendarai beberapa saat, maka cukup menambahkan tekanan bannya sekitar 3-5 Psi.

2. Hindari Pengereman Mendadak

Cara sederhana menghemat BBM selanjutnya adalah menghindari pengereman secara mendadak. Mesin mobil membutuhkan tenaga yang besar tidak hanya saat berakselerasi, namun juga saat mengurangi kecepatan hingga berhenti (deselerasi). Oleh karena itu, saat mengemudi ada baiknya hindari melakukan pengereman secara berlebihan. Karena hal tersebut nantinya akan memaksa pengemudi menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan semula. Sehingga konsumsi bahan bakarnya pun juga akan meningkat.

“Kuncinya, pengemudi harus mempertahankan momentum dan waktu sebelum berhenti. Jika menggunakan mobil bertransimi manual, pengemudi tinggal menekan pedal kopling, maka akan membuat mesin berputar idle/stasioner yang membantu mengurangi penggunaan BBM. Namun jangan memindahkan gigi persneling, karena putaran mesin bisa jadi tinggi. Selanjutnya, biarkan mobil coasting (meluncur sendiri tanpa di gas) dan pengemudi tinggal mengatur pengereman laju mobil. Tapi ingat, cara seperti ini hanya boleh dilakukan untuk pengereman yang sudah diprediksi titik berhentinya. Sehingga laju mobil bisa terkontrol hingga benar-benar berhenti.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Lalu bagaimana dengan mobil matic? Perlu diperhatikan, baik mobil matic ataupun manual, kuncinya itu memaksimalkan jeda waktu sesaat sebelum berhenti. Hal ini bertujuan agar pengereman laju mobil tetap optimal, dan pada saat yang bersamaan efisiensi konsumsi bahan bakar tetap terjaga.

3. Kurangi Beban Mobil Agar Menghemat BBM

Setiap pemilik mobil pasti menginginkan mobilnya irit saat sedang dikendarai agar tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk kebutuhan membeli bahan bakar yang kini tidak murah lagi. Cara mudah yang dapat dilakukan untuk menghemat BBM selanjutnya adalah dengan tidak membawa muatan berlebih pada mobil. Mobil yang membawa beban berlebihan, tentu akan membuat kinerja mesin menjadi berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakarnya menjadi boros.

Setiap tambahan 45 kg beban yang diangkut, maka akan meningkatkan konsumsi BBM hingga 2%. Bahkan bisa lebih untuk jenis mobil city car, sedan dan hatchback. Apabila mobil juga dilengkapi rak atap (roof rack) yang selalu penuh muatan, maka konsumsi bahan bakar pun akan meningkat hingga 5% akibat adanya hambatan udara saat mobil melaju.

Perlu diketahui, sekitar seperempat dari setiap galon bahan bakar digunakan untuk mengatasi hambatan udara tersebut. Hal ini berarti, bila sebuah mobil memiliki rasio konsumsi BBM 1:10, maka mobil yang membawa muatan penuh di atap kabin, hanya akan mampu menempuh jarak 7 km untuk setiap 1 liter BBM yang dikonsumsi.

“Apabila beban yang diangkut mobil terlalu berlebihan, baik karena barang-barang yang dibawa ataupun jumlah penumpang di dalam kabin, maka kinerja mesin menjadi berat. Karena semakin berat mesin bekerja, maka bahan bakar yang akan terkuras juga berbanding lurus dengan kinerja mesin. Mobil dengan bobot yang berlebih tidak hanya boros saat akselerasi tapi juga boros saat deselarasi, karena membutuhkan tenaga lebih untuk memperlambat laju. Untuk itu pengemudi harus manfaatkan jarak yang lebih panjang untuk memperlambat laju mobil. Karena mobil dengan beban yang lebih berat butuh waktu lebih lama saat coasting sebelum benar-benar berhenti.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Menghemat BBM Dengan Menyalakan AC Mobil Seperlunya

Untuk dapat berkerja dengan baik, maka sistem AC mobil membutuhkan support daya mesin yang ekstra besar. Sehingga mesin akan menyedot bahan bakar lebih banyak. Ketika kondisi cuaca di luar tidak terlalu panas, sebaiknya hindari penggunaan AC mobil. Mengurangi pemakaian AC mobil yang berlebihan, memang akan sangat membantu dalam menghemat konsumsi bahan bakar.

Dengan tidak menyalakan AC mobil, penumpang mobil biasanya perlu membuka jendela kaca. Namun, bila sedang berkendara di jalan tol yang mengharuskan mobil berkecepatan tertentu/tinggi, maka sebaiknya tutup jendela rapat-rapat dan nyalakan AC mobil. Karena, saat berkendara di jalan tol dengan jendela yang terbuka akan memperbesar udara masuk ke dalam kabin mobil. Sehingga menyebabkan terjadinya hambatan saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan begitu, kerja mesin jadi lebih berat dan akibatnya bahan bakar terbuang percuma.

“Ketika menggunakan AC mobil, sebenarnya kinerja mesin bertambah dua kali lipat. Sehingga konsumsi bahan bakar yang digunakan mobil pun meningkat. Menggunakan AC dengan suhu yang terlalu dingin, juga membuat kinerja mesin menjadi lebih berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi boros. Maka dari itu, aturlah pemakaian AC mobil dengan suhu diantara 24-27 derajat celcius. Pada saat cuaca panas, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Ketika ingin mengemudi lagi, sebelum menyalakan AC mobil, bukalah semua kaca untuk mengeluarkan udara panas dari kabin. Selain itu, disarankan melengkapi mobil dengan kaca film berkualitas tinggi, karena dapat mengurangi radiasi panas yang masuk ke kabin. Sehingga mengurangi beban kerja AC mobil untuk mendinginkan kabin, sekaligus dapat menghemat penggunaan bahan bakar,” jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

5. Jaga Jarak Aman dan Terapkan Smart Driving

Saat mengemudi diperlukan penglihatan yang sempurna, untuk itu setiap pengemudi harus selalu memperhatikan kondisi lalu lintas sekitar. Pandangan mata harus selalu waspada melihat setiap objek di depan, di belakang dan di samping mobil yang dikendarai. Sebagai contoh, dalam kondisi lalu-lintas lancar, pengemudi yang memacu mobil dengan kecepatan di atas 100 km/jam bisa menerapkan metode jarak aman 3 detik dengan mobil di depan. Jangan terlampau dekat, karena sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan 100 km/jam untuk bisa berhenti dari titik A ke B memerlukan jarak sekitar 27 meter dalam waktu 1 detik.

“Sebaiknya terapkan smart driving, jangan mebiasakan mengemudi secara agresif ataupun ugal-ugalan. Dalam menginjak pedal gas aturlah sesuai kebutuhan, karena dapat secara signifikan menghemat pemakaian BBM pada mobil. Ketika berkendara di jalan tol, usahakan melaju secara konstan dengan kecepatan 60 km/jam hingga 80 km/jam. Sedangkan ketika berkendara di jalan perkotaan, cukup memacu mobil dengan kecepatan 30-50 km/jam dan tergantung kondisi lalu-lintas yang dilalui. Itu merupakan kecepatan ideal untuk mengefisiensikan pemakaian bahan bakar pada mobil. Jika pengemudi sering melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada kecepatan tersebut, maka akan meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 15% lebih banyak.” Ungkap Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

6. Hindari Akselerasi Dan Deselerasi Secara Mendadak

Dalam mengemudi sebaiknya hindari melakukan akselerasi secara mendadak. Karena akselerasi mendadak dapat membuat Electronic Control Unit (ECU) memerintahkan sistem untuk menyuplai bahan bakar secara maksimal. Sehingga berpotensi membuat BBM mobil menjadi boros. Intinya, hindari melakukan akselerasi dan deselerasi secara mendadak, sebaiknya dilakukan secara lembut dan konstan. Karena memacu mobil dengan kecepatan yang konstan dan berakselerasi secara lembut secara tidak langsung akan membuat suplai bahan bakar lebih stabil.

“Dalam berkendara, sebaiknya pengemudi jangan bernafsu menginjak pedal gas secara dalam. Namun, lakukan injak pedal gas secara perlahan-lahan, serta biarkan putaran mesin (rpm) naik dengan sendirinya secara perlahan. Selanjutnya, segera pindah ke posisi gigi yang lebih tinggi. Cara seperti ini bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 11 persen,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Perpindahan tuas trasmisi secara cepat, yaitu pada kisaran 1000-2000 RPM juga akan membuat mobil lebih hemat bahan bakar. Sedangkan deselerasi secara mendadak dan berlebihan, akan memaksa pengemudi untuk menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan seperti semula. Sehingga secara langsung dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Setiap mengemudi hendaknya memperhitungkan jarak deselerasi dan pengereman yang tepat, sehingga laju mobil bisa terkontrol dan menghemat bahan bakar.

7. Rutin Service Berkala Mobil Akan Menghemat BBM

Menghemat BBM memang dapat dimulai dengan langkah sederhana seperti memperbaiki perilaku mengemudi yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, merawat mesin secara rutin juga sangat mebantu dalam meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar pada mobil. Selain itu, performa mesin akan tetap maksimal dan secara tidak langsung akan memperpanjang usia pakai tiap komponen mesin.

Dengan rutin melakukan service berkala di bengkel mobil, maka kondisi tiap komponen mesin akan selalu termonitor dengan baik. Sehingga, bila ada kerusakan dapat segera diganti, dan tentunya akan lebih menghemat biaya dikarenakan kerusakan yang terjadi biasanya tidak terlalu berat. Penggantian komponen-komponen mesin yang sudah aus, kotor atau rusak, memang perlu dilakukan, karena akan memengaruhi efisiensi bahan bakar. Beberapa komponen mesin yang bersifat fast moving seperti busi, fuel filter, sensor udara, saringan udara, hingga bearing harus rutin diganti agar performa mesin terjaga dan tetap bekerja efisien.

Itulah beberapa cara mudah untuk menghemat bahan bakar pada mobil kesayangan Anda. Meskipun kebanyakan mobil produksi sekarang ini telah dirancang dengan teknologi hemat bahan bakar yang makin efisien, namun seiring pemakaian, mobil tetap perlu perawatan untuk memastikan kinerja mesin tetap seefisien ketika pertama kali di produksi pabrikan. Untuk urusan itu, bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah solusinya. Dengan melakukan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor, kinerja mesin mobil Anda dijamin tetap optimal dengan efisiensi bahan bakar yang sempurna. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dan aman ketika dikendarai sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh. Anda juga akan lebih menghemat anggaran untuk BBM ketika bepergian bersama mobil kesayangan Anda. Sudah saatnya setiap pemilik mobil sadar akan perlunya penghematan bahan bakar.

Service Berkala 1000 km Pada Mobil Baru Toyota

Mengapa Mobil Baru Wajib Service Berkala 1000 KM (1 Bulan Pertama)?

Ketika memiliki mobil baru, pastilah ingin sesering mungkin beraktivitas atau bepergian dengan mengendarai mobil tersebut. Apalagi saat weekend atau musim liburan, tentu sangat menyenangkan bisa membawa keluarga berlibur memakai mobil yang baru dibeli. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat pertama mengendarai mobil baru yang diidamkan. Biasakan terlebih dahulu mempelajari buku manual (manual book) yang meliputi, spesifikasi teknis dan pemakaian berbagai fitur yang dimiliki mobil. Serta pelajari kapan sebaiknya melakukan service berkala 1000 KM pertama, agar tidak salah dalam pemakaian dan perawatannya.

Berkendaralah di jalan dengan rileks dan sesuai dengan kondisi lalu lintas. Jangan langsung memacunya dengan bertindak agresif, seperti mengendarai mobil secara kasar atau kebut-kebutan. Hal ini dikarenakan komponen mobil baru membutuhkan waktu penyesuaian antar komponen yang bergerak selama digunakan, dan butuh beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

Dengan perkembangan teknologi terkini, tentunya kualitas sparepart mobil terus meningkat, sehingga celah terjadinya kesalahan produksi semakin kecil. Namun, tetap saja butuh waktu penyesuaian agar antar komponen yang bergerak dapat bekerja dengan baik, sehingga mereduksi potensi kerusakan. Untuk memastikan kondisi tersebut, para pemilik mobil baru disarankan untuk menjalani service berkala 1000 km atau 1 bulan pertama, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

“Meski semua komponen mobil sudah mengalami proses pengujian kualitas di pabrik, namun dalam proses produksinya, mungkin saja terdapat komponen yang tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, pada komponen pada mobil yang masih baru dan presisi, running-in period atau masa break-in (inreyen) penting dilakukan, agar ketika mulai digunakan ada penyesuaian antar komponen, kondisi lingkungan dan pemakaian. Dan untuk memastikan masa break-in (running-in period) berjalan dengan baik pada semua komponen mobil, maka perlu dilakukan service berkala 1.000 km.” Ungkap Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor,

Apa Ruginya Mengabaikan Servis Berkala Pertama Mobil di 1.000 km?

Para pemilik mobil dituntut untuk melakukan perawatan berkala, yang dimulai dari 1000 km atau 1 bulan pertama setelah digunakan. Namun adakah efek negatif yang timbul apabila kita melewatkan atau mengabaikan service pertama tersebut?

Diagnostic Scanning dan Service Berkala Pada Mobil Baru
Diagnostic Scanning & Inspection Services

“Sebenarnya tujuan service berkala 1.000 km itu lebih dimaksudkan untuk memeriksakan dan memastikan kondisi komponen-komponen mobil sudah sesuai standard. Termasuk di dalamnya oli mesin dan cairan lainnya, dalam keadaan baik, berfungsi optimal dan bekerja sebagaimana mestinya. Service berkala 1.000 km ini dilakukan setelah mobil digunakan dalam kurun waktu 1 bulan pasca diserah-terimakan atau dikirim ke konsumen.” jelas Agus Tri Ariyanto, selaku General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor.

Pada waktu servis pertama ini, tak ada komponen yang perlu diganti, para mekanik biasanya hanya akan melakukan pemeriksaan beberapa item pada komponen mesin, sasis, dan bodi mobil. Sebenarnya tidak ada yang secara spesifik dikhawatirkan, hanya saja bila ada komponen yang terganggu akan mengusik kenyamanan dalam berkendara. Apalagi difase ini pemilik mobil sedang asyik-asyiknya mencoba berbagai fitur dari mobil barunya.

“Secara khusus tidak ada yang perlu dikhawatirkan, namun seandainya ada komponen yang bekerja tidak optimal di awal pemakaian, dapat segera diperbaiki. Deteksi dini membuat kerusakan tidak akan menjalar dan bertambah besar, sehingga bisa mempengaruhi kenyamanan berkendara dari konsumen,” kata Agus Tri Ariyanto, di bengkel Zaini Auto Motor.

Mengapa Service Berkala 1000 KM / 1 Bulan Pertama itu Penting?

Service berkala 1.000 km pertama merupakan sarana penting untuk memeriksa dan memastikan bahwa mobil baru milik konsumen dalam kondisi prima. Hal ini demi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pemilik mobil selama berkendaraan ke depannya. Bila cara mengemudi mobil dari konsumen kurang benar hingga ada komponen mobil yang rusak, maka saat service berkala 1.000 km bisa segera dideteksi.

Diagnosi scanning Service Berkala Mobil Baru
Diagnostic & Computer Scanning Service

Deteksi dini menghindarkan kerusakan yang bertambah parah, sehingga langsung bisa diperbaiki untuk menghindari kerusakan menjalar ke komponen mobil lainnya. Alhasil, mobil terhindar dari risiko perbaikan besar. Sebagai contoh, ada sedikit masalah pada mobil Toyota yang baru dibeli. Tetapi karena melewatkan service berkala 1.000 km pertama, kerusakan pada mobil baru tersebut semakin membesar. Untuk solusi masalah tersebut ternyata perlu mengganti komponen yang rusak. Apabila sampai ini terjadi, maka besar potensinya klaim garansi (warranty) mobil baru tersebut ditolak oleh bengkel resmi Toyota.

“Servis pertama merupakan hal penting yang jangan sampai dilewatkan. Pasalnya, service ini nantinya menjadi syarat dari warranty (garansi) yang diberlakukan setiap produsen mobil dan bengkel resmi. Memang sebaiknya jangan melewatkan service berkala 1.000 km pertama untuk mobil yang baru kita beli dan baru sekitar sebulan dipakai. Service ini sifatnya hanya pengecekan komponen dan fungsi kerja tiap komponen mobil, maka belum ada proses penggantian sparepart yang sifatnya rutin. Keuntungannya, jika ada komponen yang tidak berfungsi maksimal, bisa terdeteksi sejak dini, sebelum nantinya merembet menjadi kerusakan yang lebih parah.” Ujar Agus Tri Ariyanto, ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Komponen Yang Diperiksa Saat Service Berkala 1000 km

Saat service berkala di bengkel resmi atau bengkel mobil profesional lainnya, biasanya sesuai SOP akan dilakukan pemeriksaan secara detail. Terutama seluruh komponen bergerak pada mobil. Untuk pemeriksaan fungsi dari seluruh komponen interior di kabin, meliputi sistem kemudi, sistem AC, sistem keamanan, head unit dan fungsi kelistrikan. Selanjutnya, pemeriksaan pada bagian eksterior, meliputi bodi, pintu, lampu-lampu mobil, wiper, sensor dan kamera parkir.

Service Berkala Mobil Baru pada 1 bulan Pertama
Service Berkala Mobil

Pemeriksaan terakhir adalah pada bagian mesin dan penggerak roda. Untuk bagian mesin meliputi pemeriksaan oli mesin, tegangan fan belt, sistem radiator, brake fluid, cairan-cairan, pemeriksaan fungsi mesin secara umum. Sedangkan untuk sistem penggerak, meliputi transmisi, kopling, kaki-kaki mobil, shock absorber, dan rem mobil.

Jika semua sistem dan komponen bekerja dengan baik dan tidak ada kerusakan, maka mobil dinyatakan dalam kondisi baik dan prima. Namun jika ada kerusakan, maka langsung akan dilakukan tindakan penggantian sparepart yang rusak secara gratis. Tentu saja untuk komponen yang dijamin oleh garansi masing-masing produsen mobil, dan bukan kerusakan akibat salah perlakuan oleh pemilik mobil. Untuk seluruh pemeriksaan komprehensif pada service berkala 1000 km tersebut, pemilik mobil tidak dipungut biaya sedikitpun alias gratis. Oleh karenanya, jangan sampai terlewatkan ya untuk service berkala 1.000 km atau satu bulan pertama pemakaian mobil baru Anda.

STNK Mati 2 Tahun, Data Kendaraan Langsung Dihapus

Penting! Mulai Tahun Ini, STNK Mati 2 Tahun, Data Kendaraan Dihapus

Kepolisian Republik Indonesia melalui Korlantas (Korps Lalu Lintas) Polri, sedang mensosialisasikan dan menggodok terkait regulasi penghapusan data kendaraan bermotor. Regulasi berupa sanksi penghapusan data kendaraan bermotor ini berlaku jika dalam kurun waktu 2 tahun berturut-turut STNK mati dan tidak diperpanjang lagi. Korlantas sedang memprioritaskan untuk mengkaji kebijakan tersebut agar dapat direalisasikan tahun ini.

Berikut beberapa fakta terkait pemberlakuan aturan berupa sanksi penghapusan data kendaraan yang dirangkum tim redaksi bengkel mobil Zaini Auto Motor:

1. Penghapusan Data Kendaraan Bukan Aturan Baru

Sanksi penghapusan data kendaraan bermotor yang STNK-nya tak diperpanjang selama 2 tahun alias habis masa berlakunya, bukanlah aturan baru. Sebenarnya sudah tercantum dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 pada pasal 74 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Selanjutnya, aturan tersebut juga tertera dalam Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 110 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

Dikutip dari Kompas, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Refdi Andri menjelaskan, “Sebenarnya secara aturan sudah jelas dan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 74 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 110. Setiap kendaraan yang belum dibayar pajak 5 tahunannya (ganti pelat), kemudian 2 tahun berikutnya masih menunggak belum membayar kewajiban pajak tahunan, sehingga total 7 tahun, maka data STNK kendaraannya akan dihapus.”

2. Kendaraan Jadi Ilegal Alias Bodong

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 74 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 110, kendaraan yang sudah dihapus tak dapat diregistrasi ulang kembali.

Data Kendaraan Dihapus Jika STNK Mati 2 Tahun
Data Kendaraan Dihapus Jika STNK Mati 2 Tahun

Misalnya, Anda mempunyai mobil atau motor yang masa berlaku STNK-nya atau pajak lima tahunannya habis per Agustus 2019. Kemudian selama 2 tahun berturut-turut yakni 2020 dan 2021 mengabaikan mengurus pajak. Maka di tahun itu juga seluruh data identitas pemilik mobil atau motor tersebut akan dihapus dan tidak dapat diregistrasi ulang. Sehingga berpotensi menjadi “barang rongsokan”.

Tentu saja, kendaraan tersebut bakal berstatus ilegal saat dikendarai di jalan umum. Dan menjadi bodong untuk selama-lamanya, lantaran penghapusan data tersebut membuat kendaraan tidak lagi memiliki surat-surat yang berlaku. Bahkan dampak yang paling merugikan adalah nilai jual kendaraan sangat akan jatuh. Karena setelah penerapan aturan ini tidak akan ada lagi opsi pemutihan di masa depan. Penerapan aturan tersebut akan segera dimulai tahun ini secara nasional, dan berlaku untuk mobil dan sepeda motor.

3. Tahap Sosialisasi Dan Pendataan STNK Mati

Sejak mencuat pada tahun 2018 lalu, hingga saat ini aturan belum juga dijalankan. Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Bayu Pratama Gubunagi, membenarkan hal tersebut, tetapi penerapan sebelumnya hanya untuk membantu atau menjangkau pemilik kendaraan yang ingin menghapus identitasnya dari registrasi dan identifikasi.

Namun, Kepala Sub Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Kasubdir Regident) Polda Metro Jaya AKBP Sumardji mengatakan, pelaksanaannya hanya tinggal menunggu instruksi Korlantas. Sejauh ini pihaknya masih melakukan pendataan kendaraan bermotor dari semua wilayah di Indonesia yang memenuhi syarat untuk dilakukan penghapusan. Korlantas Polri juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait sanksi penghapusan tersebut.

STNK Mati 2 Tahun, Data Kendaraan Dihapus Dan Langsung Jadi Barang Rongsokan
Antrean Perpanjangan STNK di SAMSAT Polda Metro

“Karena banyak kendaraan yang sudah rusak atau tidak dapat digunakan. Sekaligus mengingatkan pemilik kendaraan untuk melakukan kewajibannya, seperti membayar pajak, sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas, perpanjang STNK, dan pengesahan STNK,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Refdi Andri beberapa waktu lalu.

4. Diberikan Surat Pemberitahuan Dan Peringatan

Menurut aturan undang-undang penghapusan data kendaraan tidak akan dilakukan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Petugas Registrasi dan Identifikasi (Regident), akan memberikan tiga kali surat pemberitahuan sekaligus peringatan. Baru kemudian bila semua surat pemberitahuan yang dikirim diabaikan, dan pemilik juga tak kunjung melakukan perpanjangan, data kendaraan akan dimasukkan ke daftar penghapusan.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sumardji, menjelaskan, “Pemilik kendaraan yang menunggak pajak, setiap sebulan sekali akan diberikan surat peringatan ke alamat yang terdaftar. Apabila hingga sebanyak tiga kali surat peringatan yang dikirim tidak kunjung direspons, maka polisi punya kewenangan untuk menghapus data kendaraan itu. Sehingga nantinya tidak akan bisa didaftar ulang dan diaktifkan lagi untuk selamanya. Oleh karenanya, diharapkan pengguna mobil atau sepeda motor bisa taat pajak, jangan sampai telat membayar pajak.”

5. Prosedur Penghapusan Data Kendaraan Jika STNK Mati

Aturan Penghapusan Data Kendaraan jika STNK Mati 2 Tahun Berlaku Tahun Ini
Pajak 5 Tahunan dan Satu Tahunan STNK

Untuk lebih jelas tentang prosedur penghapusan data registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, adalah sebagai berikut:

  • Pertama, pemilik kendaraan yang telah habis masa berlaku STNK-nya dan selanjutnya menunggak pajak tahunan selama 2 tahun berturut-turut, maka tiga bulan sebelumnya akan diberikan surat peringatan pertama. Pemilik kendaraan bermotor diberikan waktu satu bulan sejak diterimanya surat peringatan untuk segera melakukan registrasi dan identifikasi perpanjangan.
  • Kedua, apabila pemilik kendaraan tidak menghiraukan himbauan dalam peringatan pertama, selanjutnya diberikan surat peringatan kedua. Jangka waktu surat peringatan kedua ini juga selama satu bulan.
  • Ketiga, apabila pemilik kendaraan motor tidak juga memberikan respons atas peringatan kedua, maka akan dilayangkan surat peringatan ketiga. Jika dalam waktu satu bulan sejak diterimanya peringatan ketiga ini, pemilik tak kunjung melaksanakan registrasi kendaraan motor, maka kendaraan bermotor masuk dalam daftar penghapusan sementara.

Target pemberlakuan aturan penghapusan data kendaraan bermotor bisa direalisasikan tahun ini dan berlaku secara nasional bagi mobil dan sepeda motor. Mungkin saja bisa karena lupa atau malas mengurus, yang berujung matinya STNK mobil Anda. Jadi jangan sampai terlewat membayar pajak STNK Anda, apalagi jika sampai menunggak pajak tahunan 2 tahun berturut-turut.

Solusi mudahnya adalah cukup dengan mendownload aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda, maka Anda bisa memanfaatkan fitur pemberitahuan dan pengingat masa berlaku SIM dan STNK Anda. Namun sebelumnya, Anda perlu memasukkan data diri dan kendaraan ke dalam menu Profile di aplikasi “Bengkel Mobil Pro“. Disertai memasukkan masa kedaluwarsa SIM dan STNK di profil mobil Anda.

Nantinya, selama tiga hari berturut-turut sebelum masa kedaluwarsa SIM dan STNK tersebut habis, maka akan ada pemberitahuan (reminder) di aplikasi ini. Alhasil pelanggan setia bengkel Zaini Auto Motor punya kesempatan untuk segera memperpanjang masa berlaku keduanya. Bengkel mobil Zaini Auto Motor akan terus mengembangkan aplikasi “Bengkel Mobil Pro” dengan fitur-fitur yang memudahkan setiap customer dan pelanggannya. Tunggu apalagi, download sekarang juga!

Cara Kerja Blind Spot Warning

Blind Spot Monitoring Membantu Mobil Melaju Lebih Aman

Blind Spot Monitoring fitur apakah itu? Dalam istilah otomotif, blind spot adalah area di luar kendaraan yang tidak dapat dijangkau oleh penglihatan pengemudi. Blind spot dapat disebabkan oleh pilar A pada jendela, sandaran kepala, penumpang, dan benda-benda lainnya. Blind spot terdapat pada semua jenis kendaraan, baik itu mobil, motor, bus dan truk. Sehingga setiap pengendara atau pengemudi perlu memahami dan mewaspadainya, karena diyakini sebagai penyebab utama maraknya kecelakaan. Dibutuhkan perhatian dan fokus yang lebih untuk menghindari kondisi seperti ini.

Blind spot terjadi karena pandangan pengemudi yang tidak dapat menjangkau area di luar kaca spion kiri dan kanan. Sehingga akan sangat berbahaya, khususnya ketika memacu mobil di jalur tol atau di daerah ramai. Terlebih lagi saat hendak mendahului atau mengambil jalur lain di jalan raya. Semakin besar dimensi kendaraan, maka semakin besar pula area blind spotnya,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Apa Penyebab Blind Spot di Mobil?

Ketika pengemudi duduk di dalam mobil, maka setiap bagian dari mobil yang bukan kaca dapat menciptakan area blind spot. Itu berarti mobil dengan pilar jendela yang lebih besar memiliki blind spot yang lebih besar pula. Begitu juga mobil dengan jendela belakang yang lebih kecil, memiliki blind spot yang lebih besar. Sedangkan mobil boks atau mobil kargo memiliki area blind spot tambahan yang semakin besar, karena pandangan ke belakang mobil tidak ada sama sekali.

Blind spot pada setiap jenis mobil berbeda-beda, hal ini dikarenakan desain mendasar pilar A pada setiap mobil juga berbeda-beda. Pilar yang berada di kanan dan kiri pada bagian paling depan kabin mobil, bisa menghalangi visibilitas pengemudi. Pandangan pengemudi yang biasanya paling besar berpotensi tertutup adalah pada bagian pilar A sebelah kanan yang berada dekat pengemudi.

Spion Dengan Cermin Cembung Kecil Untuk Meminimalisir Blind Spot
Spion Mobil Dengan Cermin Cembung

Terjadi kecelakaan, biasanya karena jangkauan pandangan pengemudi yang kurang pada sisi kanan dan kiri mobil. Pengaturan posisi spion yang tidak benar juga dapat mempengaruhi terjadinya blind spot. Jika pengemudi mobil mengalami hal seperti itu, dianjurkan untuk mengatur posisi spion. Usahakan, jangan menjalankan mobil terlebih dahulu sampai jangkauan pandangan di kiri dan kanan sudah dirasa normal.

Selain itu, kaca spion khusus dapat membantu mengurangi, atau menghilangkan blind spot, yakni kaca spion yang dilengkapi cermin cembung kecil. Fungsi dari cermin cembung kecil ini adalah untuk memperluas pandangan. Sehingga, titik blind spot di sekitar mobil bisa berkurang, dan pengemudi pun bisa melihat kondisi sekitar dengan lebih jelas. Biasanya spion ini digunakan untuk mobil dengan bodi besar, sehingga pengaturan spionnya bisa menjangkau area blind spot yang lebih besar dari sebelumnya.

Cara Kerja Fitur Blind Spot Monitoring

Beberapa mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan dan keamanan berbasis teknologi dan kelistrikan. Sehingga tidak jarang lagi banyak mobil dilengkapi fitur tambahan semacam, Blind Spot Warning (BSW) atau Blind Spot Monitoring (BSM). Sehingga area blind spot dapat diminimalisir dan lebih mudah terbaca oleh pengemudi. Dengan menambahkan teknologi sistem pendeteksi blind spot semacam ini, dapat memberikan peringatan kapan pun jika ada kendaraan lain, pejalan kaki, atau objek besar lainnya yang memasuki salah satu area blind spot mobil kita.

Cara Kerja Blind Spot Monitoring Pada Saat Diaktifkan

“Fitur blind spot monitoring bekerja dengan bantuan sensor yang terletak pada spion atau di bumper samping. Saat fitur ini diaktifkan, maka sensor akan mendeteksi apabila ada obyek atau mobil lain yang mendekat pada jarak tertentu. Sehingga sensor akan mengirimkan sinyal elektromagnetik ke sistem monitoring. Lantas sinyal elektromagnetik tersebut diubah menjadi indikator yang berkedip pada bagian dashboard instrumen, pada pilar A atau pada kaca spion, tergantung produsen mobil tersebut menyematkannya di mana. Ketika di samping mobil kita ternyata ada mobil lain yang berada dalam area blind spot dan tak terlihat, maka biasanya sensor BSW akan aktif untuk memperingati kita agar dapat segera menjaga posisi dan jarak aman.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Tentunya dengan fitur ini akan memudahkan setiap pengemudi untuk mengetahui kendaraan yang tidak terlihat di spion. Serta mampu menjangkau titik dan sudut yang tidak terlihat oleh mata. Fitur blind spot monitoring ini akan berguna mengurangi potensi benturan dengan kendaraan lain, apalagi ketika hendak berpindah lajur. Namun, ada juga produsen mobil yang telah menambahkan fitur rear view camera atau Camera 360 yang berupa tayangan video real time. Sehingga pengemudi dapat melihat kondisi nyata di belakang dan di sekitar mobil dengan sudut pandang yang lebih luas dan lebih jelas.

Tombol Blind Spot Monitoring Pada Mobil

Menariknya, fitur blind spot monitoring ini bisa dinonaktifkan. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur blind spot monitoring, biasanya terdapat tombol dengan lambang berupa dua mobil yang berdekatan secara diagonal. Letak tombol BSM pun berada diberbagai macam posisi, bisa di bawah pengaturan AC, di konsol tengah kemudi, atau berada di bagian kanan dashboard pada sisi pengemudi.

“Setiap objek, kendaraan dan pejalan kaki yang mendekat, serta berada di area blind spot, maka bunyi “beep” peringatan di dalam kabin dan lampu logo BSM akan menyala secara konstan baik di spion sebelah kiri atau kanan. Misalnya lampu BSM di spion kanan diaktifkan dan menyala, ketika pengemudi nyalakan lampu sein kanan, maka lampu BSM tersebut akan berkedip disertai bunyi “beep“. Hal ini untuk memperingatkan dan memberitahu pengemudi bahwa ada objek atau kendaraan yang berada di area blind spot.” ujar Agus Tri Ariyanto ketika memberi penjelasan di bengkel Zaini Auto Motor.

Letak Tombol Blind Spot Monitoring Dan Lampu Peringatan Blind Spot Monitoring
Letak Tombol Dan Lampu Blind Spot Monitoring

Apabila pengemudi merasa terganggu dengan bunyi “beep” peringatan BSM di dalam kabin, beserta kedipan nyala lampu di ujung kaca spion kiri dan kanan, maka fitur ini bisa dinonaktifkan, sehingga tidak memecah konsentrasi saat mengemudi. Adapun mobil-mobil yang sudah tersedia BSM seperti Mazda, Mitsubishi Pajero Sport Ultimate, Toyota Alphard, Chevrolet Trailblazer dan lainnya.

Ketika sudah berada di jalan raya, tentu ada saja ancaman yang datang dari berbagai arah. Alangkah baiknya tetap berhati-hati dalam berkendara walaupun fitur BSM telah ada di kendaraan. Jadi setiap pengemudi harus selalu waspada, bertanggung jawab, dan lebih peka terhadap keadaan sekitar. Karena kecelakaan sifatnya bukan terjadi karena perilaku kita saja, namun juga perilaku yang dihasilkan oleh pengemudi lain.

Keselamatan Kunci Utama

Keselamatan merupakan kunci utama dan keluarga senantiasa menunggu di rumah. Maka selalu pastikan kondisi mobil kita dalam keadaan prima tanpa masalah. Secara rutin melakukan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor dapat memperpanjang usia komponen dan menjaga kondisi mobil Anda tetap prima. Bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan segala kemudahan layanan service dan perbaikan untuk mobil kesayangan Anda. Ketika Anda sibuk, dikejar deadline pekerjaan, atau lagi “mager”, cukup hubungi customer service layanan “bengkel mobil panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor. Tanpa perlu menunggu lama, para mekanik profesional dan berpengalaman akan segera mendatangi tempat Anda. Pekerjaan Anda beres, mobil Anda pun tetap terawat dan kembali prima.

Pentingnya Mengetahui Bahaya Blind Spot Pada Kendaraan

5 Faktor Penyebab Blind Spot Yang Berbahaya Bagi Pengemudi Mobil

Setiap pengendara mobil atau motor wajib berhati-hati saat berkendara di jalan raya. Berbagai risiko kecelakaan seringkali mengintai setiap pengendara, salah satu yang sering menjadi penyebabnya adalah blind spot. Blind spot merupakan area yang gagal terlihat atau tidak terlihat oleh pengemudi, sehingga merupakan kelemahan dasar berkendara.

Bahkan menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, “Blind spot dipercaya menjadi penyebab paling dominan dari resiko terjadinya kecelakaan di jalan raya. Hal ini terjadi karena pengemudi seringkali tidak dapat melihat dengan jelas kendaraan lain dibeberapa sisi kendaraan. Perlu dipahami, semakin besar dimensi mobil berarti area blind spot pun semakin besar. Sehingga dibutuhkan perhatian dan fokus yang lebih untuk menghindari kondisi ini,” saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor, akhir pekan lalu.

Dalam pengertian umumnya blind spot sering disebut dengan titik buta. Blind spot sejatinya merupakan area pandang (visibilitas) yang tidak terlihat oleh pengemudi dikarenakan beberapa faktor. Diantara faktor-faktor yang menjadikan pemicu munculnya blind spot antara lain:

Dimensi Mobil Penyebab Blind Spot

Terjadinya blind spot pada sebuah mobil, linear dengan bentuk dan dimensi mobil yang dikendarai. Intinya desain dan jenis mobil berdampak pada besar kecilnya area blind spot saat berkendara. Semakin besar dan tinggi dimensi mobil yang dikendarai, maka makin besar pula area blind spotnya.

Dimensi Mobil adalah Faktor Besarnya Area Titik Buta.

“Dari banyaknya tipe mobil yang beredar di Indonesia, yang paling kecil area blind spot-nya adalah mobil berjenis city car. Karena mobil city car memiliki dimensi lebih kecil dari model lain, dan memiliki visibilitas yang lebih baik dari model lainnya.” Ujar Listiyono saat diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Faktor Lingkungan

Ketika memacu mobil di jalur pegunungan dengan jalan berkelok dan menanjak, tentu sangat menyenangkan dan punya keasyikan tersendiri. Namun, selain pemandangan yang menyejukan mata, jalur pegunungan yang berliku ternyata kondisi lingkungan di sekitar bisa menimbulkan blind spot. Pandangan pengemudi terhadap kondisi jalan di depan sering terhalang pohon, dinding bukit dan puncak bukit. Kondisi ini tentunya butuh ekstra kewaspadaan, misalnya saat hendak menyalip mobil atau kendaraan di depan.

Bahaya Blind Spot Di Daerah pegunungan
Bahaya Blind Spot Di Daerah pegunungan

Selain itu, ketika melewati lingkungan yang memiliki desain bangunan menghalangi pandang pengemudi juga bisa menyebabkan terjadinya blind spot. Pengemudi mobil perlu menurunkan kecepatan jika menemukan ruas jalan dengan blind spot. Jangan mencuri kesempatan saat berada di persimpangan jalan. Bunyikan klakson atau nyalakan lampu untuk memberi tahu kehadiran Anda kepada pengemudi lain yang berada dari arah berlawanan.

Ketika hendak berjalan pastikan sekeliling karena siapa tahu dari arah berlawanan, kiri atau kanan ada kendaraan lain yang menyerobot. Oleh karena itu penting untuk selalu sigap dan waspada ketika mengemudi, karena dari beberapa survei terjadinya kecelakaan lebih besar dikarenakan faktor manusia (human error).

Kondisi Lalu Lintas

Ketika memacu mobil di jalur tol atau di daerah yang ramai, jarak pandang sering terhalang kendaraan yang lebih besar. Sehingga sering tercipta area blind spot yang membahayakan. Terlebih lagi saat hendak mendahului atau mengambil jalur lain di jalan raya.

Selain itu, ketika mobil dalam posisi berhenti dan hendak berjalan, atau saat lalu-lintas sedang macet, biasanya terdapat area blind spot pada bagian depan dan samping mobil. Sering pula terjadi kecelakaan akibat blind spot di jalanan yang macet atau saat berhenti di lampu lalu-lintas ini. Misalnya ketika hendak jalan ketika lampu lalu-lintas hijau, tidak jarang ada pengendara motor yang sebelumnya berhenti di depan atau yang tiba-tiba masuk di samping mobil, kemudian terlindas atau tertabrak mobil di belakangnya.

Blind Spot Yang Terjadi Pada Saat Lalu-lintas Macet
Pada Saat Lalu-lintas Macet

Contoh lain, saat hendak berbelok atau pindah jalur, sering kali ada pengendara motor yang tak terlihat di seperempat sisi belakang mobil. Akibatnya pengendara motor tersebut bisa saling bersenggolan dengan mobil. Sehingga pengemudi perlu berhati-hati dan waspada, khususnya ketika mengendarai mobil yang memiliki kap mesin depan atau kabin kemudi yang tinggi. Biasanya pengemudi akan kesulitan melihat bagian bawah, samping dan belakang.

“Diperlukan jarak minimal dua meter dari depan kendaraan yang memiliki kabin yang tinggi seperti truk, baru pengemudi bisa melihat objek di depannya. Namun, jika kurang dari itu, terdapat blind spot yang sangat menghawatirkan, akibatnya bisa tertabrak atau terlindas.” tutur Listiyono di tengah keramaian bengkel Zaini Auto Motor.

Kondisi Muatan Mobil

Masing-masing kendaraan memiliki area blind spot yang berbeda-beda, tergantung pada jenis kendaraan. Misal, mobil penumpang terdapat di sebelah kiri dan kanan pengemudi. Sementara untuk mobil box, bus dan truk terdapat di semua sisi kendaraan, tapi area yang lebih parah adalah bagian belakang. Karena terhalang muatan, dan pandangan ke spion tengah pun tidak ada, sehingga tak bisa melihat bagian belakang seperti pada mobil penumpang.

Blind Spot Akibat Muatan Berlebihan Yang Terjadi Pada Berbagai Jenis Kendaraan

Pada mobil penumpang, mengangkut muatan yang bertumpuk di dalam kabin, ternyata juga bisa menimbulkan blind spot ke area belakang mobil. Alasannya, karena jangkauan pandangan yang terbatas spion, hingga terhalang oleh muatan yang dibawa. Jika tidak hati-hati, maka bukan tidak mungkin mobil akan menabrak atau tertabrak kendaraan yang berada di belakang yang tidak terlihat dari kaca spion tengah. Situasi seperti ini sering terjadi ketika tiba-tiba ada pengemudi ingin menyalip kendaraan lain ataupun berbelok di jalan raya. Manuver yang dilakukan begitu saja tanpa memperhatikan kondisi di belakangnya akhirnya sering memicu kecelakaan.

Faktor Cuaca Penyebab Blind Spot

Kondisi cuaca juga amat berpengaruh, seperti saat terjadi hujan lebat atau kabut dapat mengurangi visibilitas pengendara. Berkendara saat musim hujan memerlukan perhatian yang lebih khususnya dalam kesiapan kendaraan dalam melewati kondisi jalan yang licin dan jarang pandang yang minim. Jarak pandangan yang seharusnya terlihat jelas beberapa ratus meter ke depan, biasanya akan terhalang air hujan, cipratan air dari kendaraan lain atau kabut, sehingga butuh tindakan antisipasi untuk menyikapinya.

Faktor Cuaca hujan dan kabut Penyebab Terjadinya Blind Spot

“Mengurangi kecepatan mobil saat hujan mulai deras atau saat cuaca berkabut, merupakan langkah antisipasi yang pertama kali perlu dilakukan. Kemudian jaga jarak kendaraan karena dalam kondisi cuaca seperti ini memerlukan jarak pengereman yang lebih panjang. Tak kalah penting, hidupkan lampu utama kendaraan atau lampu kabut. Tujuannya untuk meningkatkan visibilitas pengemudi dan agar pengguna pengendara lain juga mengetahui keberadaan kita. Pada saat sebelum menikung, perlu memberikan isyarat bunyi klakson dan menempatkan posisi menikung pada area terluar tikungan. Posisikan kendaraan kita agak jauh melebar ketika menikung supaya kehadiran mobil kita dapat terlihat pengemudi lain,” imbuh Listiyono mengakhiri wawancara.

Fitur Penghilang Blind Spot

Umumnya produsen mobil sudah memperhitungkan blind spot yang akan dialami oleh pengemudi ketika mengendarai mobil produksinya. Bahkan beberapa mobil masa kini sudah banyak dilengkapi fitur tambahan yang membantu pengemudi sehingga blind spot dapat diminimalisir. Seperti, fitur blind spot monitoring yang dilengkapi dengan blind spot detection yakni untuk mendeteksi obyek atau kendaraan lain yang dekat dengan mobil kita.

Berikutnya ada fitur Lane Departure Warning (LWD) systems. Fitur ini akan memperingatkan pengemudi jika mobil keluar dari jalur pantauan sensor. LWD menggunakan sensor kamera yang terpasang di kaca depan dekat kaca spion yang terus-menerus melihat marka bergaris dan garis padat di depan jalan. Bahkan, ada juga produsen mobil yang telah menambahkan fitur rear view camera yang berupa tayangan video real time. Sehingga pengemudi dapat melihat kondisi nyata di belakang mobil secara lebih jelas dan dengan sudut pandang yang lebih luas.

Meskipun fitur-fitur tersebut telah ada di beberapa mobil produksi terkini, alangkah baiknya tetap berhati-hati dalam berkendara. Perlu diingat bahwa jalan raya merupakan area segala macam kendaraan dan pengguna jalan yang berlalu lalang. Memahami posisi berkendara dan menjaga jarak aman dengan pengendara lain sangatlah penting. Agar Anda segala fitur keselamatan dan keamanan responsif dan dapat digunakan secara maksimal, maka perlu service berkala dan tepat waktu.

Selalu pastikan kondisi mobil yang Anda kendarai dalam keadaan sehat dan prima dengan rutin melakukan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor. Dengan segala kemudahan layanan service dan perbaikan, maka ketika Anda sibuk atau “mager”, cukup hubungi customer service bengkel Zaini Auto Motor. Mekanik profesional dan berpengalaman akan segera mendatangi Anda, untuk melakukan service dan perbaikan pada mobil Anda sesuai yang Anda kehendaki.

Komponen Mobil Yang Wajib Di Service Sebelum Mudik

10 Komponen Mobil Ini Wajib Di Service Sebelum Mudik

Hari Raya Lebaran akan segera tiba, moment ini tak bisa lepas dari tradisi mudik ke kampung halaman. Mudik selalu menjadi momen tak terlupakan. Para pemudik selain mengandalkan transportasi publik, juga masih banyak yang memakai kendaraan pribadi yang menjadi alternatif pilihan.

Namun, bagi Anda yang berencana mudik menggunakan mobil pribadi, tentu ada baiknya melakukan persiapan pada kondisi kendaraan dengan membawanya ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Pemeriksaan kondisi mobil tentunya perlu dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan.

Agus Tri Ariyanto, selaku General Service Advisor di Bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Apabila melakukan service pada waktu-waktu yang mepet dengan tanggal keberangkatan, biasanya bengkel-bengkel dipenuhi pelanggan lainnya yang juga membutuhkan penanganan dan service mobil. Peningkatan permintaan jasa service selama bulan Ramadan cenderung mengalami peningkatan sekitar 10-25 persen.”

Sebelum mudik perlu melakukan pemeriksaan mesin mobil dan komponen lainnya secara menyeluruh. Setidaknya ada beberapa bagian penting dari mobil yang mesti diperhatikan saat melakukan service di bengkel mobil. Hal ini bertujuan untuk menciptakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman.

1. Pemeriksaan Kondisi Mesin

Apabila mobil Anda masih cukup nyaman dan mumpuni untuk menempuh perjalanan mudik jarak jauh, maka cukup melakukan tune up mesin standar. Pengerjaan tune up standart untuk mobil konvensional meliputi pembersihan dan penyetelan karburator, penyetelan klep, pemeriksan busi, pengecekan filter udara dan filter AC, serta mengganti oli. Pengerjaan tune up standar untuk mobil injeksi meliputi OBD (On Board Diagnosis) scan, pembersihan throttle body, pengecekan injektor, pemeriksan busi, pemeriksaan filter AC dan filter udara, filter oli, serta penggantian oli.

“Jika ingin meningkatkan tenaga mesin, maka Anda dapat meminta mekanik untuk melakukan gurah mesin (carbon clean) atau Pembersihan ruang bakar. Service komprehensif ini berfungsi untuk mengembalikan performa mesin seperti semula agar tetap bekerja dalam kondisi optimal,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, saluran bahan bakar ke ruang bakar mesin (combustion engine) juga harus diperiksa. Apabila fuel filter (saringan bensin) sudah kotor harus segera diganti. Agar sistem pengapian makin sempurna kondisi kabel busi harus prima dan kondisi busi jika telah Aus dan berkarbon sebaiknya diganti baru.

2. Pemeriksaan Lampu-lampu

Meski terlihat sepele, pemeriksaan komponen lampu utama (headlight) dan lampu lainnya wajib dilakukan untuk membantu penerangan selama perjalanan. Lampu utama (headlights) maupun lampu sein memiliki arti penting selama berkendara. Kondisi kelistrikan dan bohlam juga tidak kalah penting untuk memastikan lampu utama, sein dan lampu lain tetap bekerja.

Pemeriksaan Komponen Lampu Utama Mobil (Headlight)
Pemeriksaan Lampu Mobil

Periksa kembali sistem kelistrikannya, sambungan kabel, sekring (fuse) dan kondisi kabel, saklar lampu (headlight switch controls), serta bohlamnya. Perangkat lainnya yang perlu diperiksa adalah klakson. Isyarat suara klakson sangat dibutuhkan manakala melintas di jalan berkelok, jalan naik-turun dan jalan yang sepi.

3. Periksa Kondisi Radiator

Pemeriksaan kondisi radiator mobil sangat penting, karena radiator berfungsi mendinginkan mesin dan menjaga suhu mesin agar tetap stabil. Periksa kondisi volume air radiator, jika perlu kuras radioator dan lakukan penggantian air baru. Anda juga dapat menambahkan coolant (cairan pendingin khusus radiator) untuk mendapatkan performa yang lebih maksimal.

“Menguras radiator bertujuan agar radiator yang terbuat dari logam terhindar dari korosi. Disamping itu, untuk membersihkan endapan kotoran yang dapat menyumbat saluran sistem pendingin dan kisi-kisi radiator. Saluran pendinginan dan radiator yang bersih akan membuat temperatur mobil tetap terjaga dengan baik dan terhindar dari masalah overheat mesin mobil,” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di Bengkel Zaini Auto Motor.

Radiator coolant dengan berbagai bahan tambahan memang dikhususkan untuk menjaga temperatur mesin mobil tetap stabil. Selain itu juga mencegah terjadinya korosi di dalam saluran sistem pendingin mesin dan kisi-kisi radiator. Serta mampu mengangkat endapan kotoran dan karat yang menumpuk di dasar tabung reservoir radiator.

4. Periksa Kaki-kaki Mobil

Saat melakukan perjalanan jauh, peran kaki-kaki seperti tie rod, ball joint, link stabilizer, lower arm, dan shockbreaker, dalam menopang mobil sangat vital. Komponen kaki-kaki mobil tersebut harus memberikan Kenyamanan bagi penumpang, sehingga selama perjalanan dapat beristirahat dengan nyaman dan terhindar dari kecapekan.

Karena itu, periksa komponen kaki-kaki mobil tersebut sebelum melakukan perjalanan mudik. Langkah ini untuk memastikan komponen kaki-kaki mobil masih bekerja dengan baik saat meredam goncangan akibat melalui jalanan selama mudik.

5. Periksa Sistem Rem Dan Kopling

Pemeriksaan sistem Rem mobil, biasnya meliputi pemeriksaan kondisi rem tromol, kampas rem, disc brake dan rem tangan (hand brake). Untuk komponen kampas rem biasanya tak harus selalu diganti dengan yang baru. Apabila kondisi ketebalannya masih sesuai rekomendasi, maka cukup dibersihkan dari kotoran. Tetapi jika dirasa sudah tidak nyaman dan sering terjadi masalah dalam pengereman, maka sebaiknya segera ganti yang baru. Penyetelan ulang diperlukan untuk rem tangan dan rem tromol agar lebih pakem.

6. Baterai (Aki Mobil)

Tips Memperpanjang Usia Aki Mobil
Pemeriksaan Aki Mobil

Seperti yang kita ketahui, aki mobil (baterai) merupakan sumber utama kelistrikan pada mobil. Apabila kondisi aki mobil tidak prima, maka akan menyebabkan mobil yang susah distarter, bahkan mogok di tengah perjalanan. Pemeriksaan kondisi aki mobil perlu dilakukan sebelum melakukan perjalanan mudik.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada kebocoran arus yang dapat menyebabkan aki tidak bisa menyimpan arus listrik dalam waktu lama. Pemeriksaan yang perlu dilakukan antara lain, kondisi kabel tegangan tinggi aki, periksa kelonggaran kabel aki, periksa korosi atau penumpukan karbon pada terminal (pole) positif dan negatif, pemeriksaan level air aki.

7. Kondisi Ban

Kondisi ban mobil yang sudah tidak layak pakai akan mengalami penurunan daya cengkram terhadap jalan. Kondisi ban seperti ini sangat berbahaya apalagi jika berkendara dalam keadaan hujan. Cukup mudah untuk memeriksa kelayakan sebuah ban, yakni dengan melihat secara visual adanya retak pada sisi dinding samping dan permukaan ban.

Penyebab keretakan pada dinding ban dan permukaan ban adalah tekanan angin yang berlebihan atau sebaliknya. Permukaan karet ban yang sudah lentur dan getas juga menyebabkan ban retak. Kondisi ban seperti ini jika tetap dipaksakan berjalan berpotensi mengalami masalah pecah ban. Segera beli ban baru jika kondisinya sudah seperti ini.

Tekanan angin pada ban yang tepat akan membantu mengoptimalkan distribusi beban kendaraan, terutama saat menikung. Selain itu, akselerasi mobil tidak akan terhambat akibat terjadi rolling resistance dari ban, dan kerja pengereman mobil pun bisa maksimal.

8. Periksa Wiper

Periksa volume air untuk wiper, agar dapat membersihkan kaca depan mobil dari kotoran atau saat hujan turun selama perjalanan mudik. Kondisi komponen karet wiper sangat penting untuk membuat kaca depan tetap bersih, sehingga pandangan pengemudi akan tetap jelas selama perjalanan mudik.

Jangan ragu untuk mengganti karet wiper yang kondisinya sudah jelek. Karena akan membuat kaca mudah tergores dan pandangan pengemudi ke arah kaca depan terganggu, dan hal ini sangat membahayakan perjalanan mudik.

9. Pemeriksaan Sistem AC

Sistem AC mobil wajib diperiksa untuk menjaga kenyamanan penumpang di dalam kabin selama perjalanan mudik. Pemeriksaan sistem AC mobil meliputi kondisi freon kurang, kondisi filter Kabin, Kondisi motor extra fan, Kondisi evaporator dan kondisi Kondensor.

Kondisi Filter AC (Filter Kabin) kotor Sebelum Mudik
Pemeriksaan Filter Kabin (Filter AC) Mobil

Filter AC (filter kabin) yang kotor, hendaknya segera diganti guna menghindari penyakit dalam jangka panjang. Filter kabin yang kotor bisa menjadi sarang bakteri yang berbahaya untuk kesehatan penumpang mobil. Selain itu juga menyebabkan masalah teknis, seperti AC terasa tidak dingin.

“Walaupun kondisi AC mobil berfungsi normal, tetapi kalau filter kabin kotor dan tersumbat, maka tidak akan ada udara yang keluar melalui blower. Sehingga hal ini menyebabkan AC mobil seolah tidak berfungsi dan tidak terasa dingin,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

10. Kelengkapan Mobil

Jika kondisi mesin dan komponen mobil sudah prima, saatnya memeriksa kelengkapan mobil. Pastikan kelengkapan alat mengganti ban, ban cadangan dan kunci-kunci lengkap lainnya di bagasi mobil. Selalu sediakan peralatan obat-obatan P3K dan kelengkapan alat darurat (segitiga pengaman, dongkrak, dll). Terakhir, periksa STNK dan SIM Anda, siapa tahu waktunya harus diperpanjang.

“Jika kesepuluh point pemeriksaan di atas telah dilakukan artinya mobil Anda sudah siap dibawa untuk perjalanan mudik. Jika semua sudah lengkap, yang tidak kalah penting adalah persiapkan kondisi fisik Anda untuk mengemudikan mobil jarak jauh dan pasti melekahkan,” ucap Agus Tri Ariyanto.

Jika Anda membutuhkan bantuan dan konsultasi tentang masalah perawatan dan servis mobil, Anda bisa datang langsung ke bengkel mobil Zaini Auto Motor. Namun, jika Anda tidak ada waktu ke bengkel mobil, maka cukup hubungi customer service bengkel Zaini Auto Motor. Mekanik profesional siap datang ke rumah, kantor atau dimanapun anda membutuhkan layanan servis panggilan bengkel Zaini Auto Motor. Selamat mudik, semoga perjalanan anda menyenangkan.

6 Tips Mudik Di Malam Hari Dengan Mobil Pribadi

6 Tips Mudik Di Malam Hari Dengan Mobil Pribadi

Mudik di malam hari bisa jadi adalah pilihan menguntungkan bagi sebagian pengemudi. Mereka beralasan, mengemudi pada malam hari, kondisi jalan relatif lengang dan suhu udara lebih sejuk dibandingkan siang hari. Tetapi, tidak sedikit yang enggan dan malas mudik dengan mobil pribadi di malam hari. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang sudah merasa lelah selepas beraktivitas di siang harinya. Selain itu juga berkaitan dengan jarak pandang dan fokus mata.

Mengemudi di malam hari memang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Penyebab utamanya, faktor pencahayaan dan daya fokus penglihatan mata. Orientasi mengemudi pastilah berbeda, dibanding saat mengemudikan mobil di siang hari. Selama masih bisa mengemudi pada siang hari, pengemudi disarankan tidak membawa mobil pada malam hari. Terutama dengan jarak yang jauh sangat tidak direkomendasikan.

Apabila pengemudi tetap berkeinginan melakukan perjalanan mudik di malam hari, maka ada baiknya bersikap bijaksana dan memperhatikan aspek keselamatan selama berkendara. Berikut tips mengemudi ketika mudik di malam hari

1. Perhatikan Siklus Biologis

Dalam siklus biologis manusia terdapat tingkat kewaspadaan dan konsentrasi tinggi yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 15.30. Kemudian secara perlahan suhu tubuh akan meningkat pada pukul 19.00 hingga 21.00. Pada waktu tersebut akan terjadi proses sekresi yaitu proses membuat dan melepaskan substansi / zat kimiawi dalam bentuk lendir yang dilakukan oleh kelenjar dan sel tubuh. Zat kimiawi tersebut bernama melatonin yang terhubung ke otak dan dapat menimbulkan rasa kantuk. Puncaknya, terjadi pukul 02.00 pagi, sehingga membuat manusia tidur sangat lelap. Proses sekresi melantonin akan berhenti pukul 07.30.

Listiyono, kepala bengkel Zaini Auto Motor mengatakan, “Ada beberapa faktor kenapa mengemudi jarak jauh pada malam hari tidak disarankan. Terutama perjalanan ke luar kota atau mudik dengan waktu yang lebih dari 2 jam perjalanan. Hal ini dikarenakan pada malam hari merupakan jam biologis bagi tubuh manusia. Secara alamiah, karena di malam hari merupakan waktu untuk istirahat, tubuh manusia akan cenderung mengalami penurunan kemampuan. Apalagi digunakan untuk mengemudi, yang sangat membutuhkan konsetrasi dan kewaspadaan tinggi.”

Jika malam hari justru digunakan untuk mengemudi, dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, mengurangi konsentrasi dan mengurangi kemampuan reaksi anggota tubuh. Untuk itu, usahakan untuk beristirahat atau tidur terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan jarak jauh atau mudik. Kopi atau suplemen kafein hanya berfungsi menunda kantuk, dan tidak pernah benar-benar bisa menggantikan tidur. Melakukan komunikasi secara rutin dengan penumpang lain, juga dapat menjaga konsentrasi terhindar dari kantuk.

2. Hindari Mengantuk Atau Kelelahan

Sebesar 18% dari faktor penyebab utama kecelakaan adalah mengantuk saat mengemudi. Kecelakaan lalu-lintas akibat mengantuk 8 kali lebih tinggi dibanding penyebab kecelakaan lain. Sebagian besar kecelakaan berhubungan dengan kelelahan yang terjadi di malam hari.

Oleh karena itu, sebelum memulai perjalanan jarak jauh harus mempersiapkan diri dengan istrihat (tidur) yang cukup dan asupan nutrisi yang memadai agar stamina tubuh selalu prima. Hindari mengemudi lebih dari delapan jam sehari. Usahakan berkendara bersama seseorang, dan bergantian mengemudi. Dan salah satu yang perlu diperhatikan adalah dengan beristirahat yang terjadwal selama mengemudi. Melakukan komunikasi secara rutin dengan penumpang lain, juga dapat menjaga konsentrasi terhindar dari kantuk.

Wanita Mengantuk Saat Mengemudi di Malam Hari
Hindari Mengantuk Saat Mengemudi

“Saat mengemudi jarak jauh, setiap pengemudi harus mengatur waktu istirahatnya secara terjadwal. Misalnya, maksimal setiap 120 menit perjalanan, pengemudi perlu beristirahat untuk pertama kalinya minimal 15-30 menit. Usahakan untuk beristirahat kedua dan selanjutnya, dengan cara tidur power nap yaitu tidur berkualitas selama 15 menit yang setara menggantikan tidur 8 jam,” saran Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Redupkan Lampu Kabin Dan Lampu Indikator

Lampu kabin berpotensi mengganggu perjalanan mudik di malam hari. Misalnya, jika mobil Anda dilengkapi fitur dimmer switch, redupkan lampu dashboard (panel meter) dan instrumen mobil yang sangat terang. Hal ini dimaksudkan agar mata anda tidak terdistorsi cahaya dari sorot lampu tersebut.

“Pancaran cahaya terang dari lampu dashboard (panel meter) dan instrumen infotainment dapat mengganggu dan mempengaruhi fokus mata. Meredupkan lampu-lampu tersebut dapat menghilangkan pantulan cahaya ke kaca depan. Sehingga sangat membantu mata dalam menyesuaikan penglihatan dalam keadaan gelap. Hal ini juga dapat meningkatkan visibilitas, terutama bila melewati wilayah yang minim penerangan,” ujar Listiyono ketika diwawancari di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Bersihkan Komponen Kaca-Kaca

Kondisi kaca spion yang kotor cenderung memantulkan (merefleksikan) cahaya lebih banyak. Ini membuat kemampuan mengidentifikasi objek di belakang mobil menjadi berkurang. Oleh karena itu, usahakan membersihkan terlebih dahulu agar pandangan jelas. Demikian pula dengan kondisi kaca depan (windscreen). Jika windscreen (kaca depan) kotor justru akan memendarkan cahaya yang dapat mengganggu dan membingungkan fokus mata.

5. Bijak Menggunakan Lampu Depan

Lampu jauh dan Lampu dekat mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan harus digunakan secara bijak ketika berkendara di malam hari. Saat berkendara di malam hari utamakan penggunaan sorot lampu rendah (low beams), apalagi saat ada kendaraan lain yang mendekat.

Ketika melintas di daerah yang minim penerangan, biasanya pengemudi tergoda untuk menggunakan lampu jauh (high beams). Jika ada pengemudi lain dari lawan arah yang menyalakan lampu jauh (high beam), sebaiknya tidak dibalas dengan lampu lampu jauh (high beam) juga. Cukup dengan mengaktifkan flashing (dimm) sesaat sebagai isyarat bahwa Anda silau dibuatnya.

Jika sama-sama menggunakan lampu jauh (high beam), dikhawatirkan akan sama-sama menyilaukan mata. Sehingga pengemudi akan kehilangan orientasi arah dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Ketika Anda merasa silau oleh pengendara di depan yang menggunakan lampu jauh, alihkan sedikit pandangan dan jangan terpaku pada titik sorotan lampunya. Anda juga harus mampu mendeteksi kondisi ruas jalan di depan yang akan Anda lalui.

Etika memakai Lampu Jauh (high beam) pada malam hari
Penggunaan Lampu Jauh (high beam) di Malam Hari

Penggunaan lampu jauh melalui flashing (dimm) merupakan bentuk komunikasi dari pengemudi ke kendaraan lain. Setiap pengemudi bisa menggunakan flashing (dimm) dalam kondisi yang darurat, misalnya saat tikungan tajam dan banyak titik blind spot. Kondisi seperti ini diperbolehkan memberikan sinyal komunikasi melalui high beam kepada kendaraan dari arah berlawanan. Tetapi hal ini pun sifatnya sesaat saja, tidak boleh terus-menerus. Selain jadi bagian etika berkendara, penggunaan lampu jauh secara kontinu bisa membahayakan pengendara lain.

6. Disiplin Batasi Kecepatan

Berkendara di malam hari akan mengurangi kemampuan mengemudi. Dengan jarak pandang terbatas akan sangat berbahaya jika mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Selalu perkirakan jarak aman terhadap apa pun yang ada di depan mobil Anda. Karena hanya dalam hitungan detik, apabila kecepatan mobil melebihi batas akan berpotensi mencelakakan diri sendiri.

Sebaiknya kurangi kecepatan dan berikan jarak berhenti lebih panjang dari mobil di depan untuk jaga-jaga melakukan tindakan darurat. Karena kemampuan mata untuk mengenali objek (depth perception), kemampuan mata melihat di sekeliling benda utama (peripheral vision), dan pengenalan warna, semuanya bakal terganggu saat kondisi gelap. Di sisi lain, reaksi pengemudi hampir 90% bergantung pada penglihatan.

“Perlu diketahui, cahaya lampu dekat (low beams) hanya mampu menjangkau sekitar 50-75 meter di depan mobil. Sementara cahaya lampu jauh (high beams) mampu menjangkau 100-150 meter di depan mobil. Ketika mengemudi di malam hari dengan kecepatan tinggi, biasanya dibutuhkan jarak lebih dari 60 meter untuk menghentikan mobil dari titik awal pengereman. Maka, memperhatikan jarak aman dengan mobil di depannya menjadi hal yang sangat penting,” terang Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu untuk memastikan keamanan Anda, sebelum melakukan perjalanan mudik di malam hari, lakukan pemeriksaan dan service mobil Anda di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Pastikan kondisi yang prima pada komponen headlamp, sistem rem, lampu seins, sistem wiper, dan kondisi komponen mobil lainnya. Jika Anda tidak memiliki waktu luang untuk mendatangi bengkel mobil terdekat, Anda cukup menghubungi bengkel Zaini Auto Motor melalui service center atau aplikasi smartphone “Bengkel Mobil Pro“. Maka para mekanik bengkel Zaini Auto Motor akan melakukan service mobil kesayangan Anda di rumah, di kantor, atau dimanapun tempat anda berada.

Jangan lupa menghubungi bengkel mobil Zaini Auto Motor, jika Anda memiliki masalah kerusakan pada mobil Anda ketika perjalanan mudik. Mekanik profesional dari Bengkel mobil Zaini Auto Motor siap mendatangi Anda untuk mendiagnosis masalah yang terjadi dan memberikan perbaikan secara cepat dan tepat. Sehingga perjalanan mudik Anda akan kembali lancar.

Mengganti Filter Oli Pada Mobil BMW

Jarang Ganti Filter Oli, Ini Efek Negatif bagi Mobil Anda

Ketika melakukan servis berkala dan mengganti oli mesin mobil, sebaiknya Anda juga perlu melakukan pengecekan pada saringan oli (oil filter). Pasalnya, fungsi filter oli (oil filter) tak kalah penting dari komponen mobil lainnya. Komponen filter oli ini tidak boleh dipandang sebelah mata, karena memiliki peran yang vital untuk menyaring berbagai kontaminasi kotoran pada oli mesin, dan untuk memastikan performa mesin tetap bekerja optimal. Dengan kata lain, filter oli bisa membuat komponen di dalam mesin lebih awet karena mencegah kotoran masuk ke dalam mesin.

Apa yang terjadi jika pemilik mobil lupa mengganti filter oli? Padahal menganti filter oli sama pentingnya dengan mengganti oli mesin secara rutin, karena oli yang bercampur dengan kotoran akan berakibat pada kinerja oli yang kurang maksimal. Filter oli sendiri bertugas untuk menyaring kotoran dan menahannya di dalam ruangan filter tersebut, sehingga kotoran tidak akan ikut tercampur dan bersirkulasi ke dalam mesin.

Menurut Agus Zainal, mekanik senior di bengkel mobil Zaini Auto Motor, “seiring waktu, oli mesin akan menurun kualitasnya dan filter oli akan penuh dengan kotoran. Penggantian filter oli yang tidak sesuai dengan rekomendasi dan tidak diganti secara berkala akan membuat performa mesin menurun. Karena jika filter oli tidak diganti, banyak kotoran yang akan tertampung di dalamnya dan bisa membuat sirkulasi aliran oli mesin terhambat, sehingga berakibat merugikan pemilik mobil. Selain itu, membuat suara mesin menjadi kasar, dan lama-kelamaan akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah.”

Filter oli yang tersumbat akan menyebabkan sirkulasi oli menjadi tidak lancar. Oli mesin pun bisa terkontaminasi endapan kotoran, sehingga fungsi oli mesin sebagai pelindung dan pembersih komponen mesin yang saling bergesekan tidak akan maksimal. Selain itu, fungsi oli mesin sebagai pendingin komponen di dalam mesin pun kurang optimal. Tidak cukup sampai disitu hal yang paling fatal adalah mesin mengalami kerusakan permanen yang tentunya membutuhkan biaya yang mahal untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

“Kontaminasi kotoran dan partikel kecil logam di dalam oli yang ikut bersirkulasi ke dalam mesin dapat merusak permukaan mesin dan komponen mesin lainnya. Filter oli pada mobil akan mencegah kontaminasi tersebut, sehingga oli mesin tetap bersih dan dapat melumasi komponen mesin mobil dengan lebih baik. Ketika mengganti oli mesin, tetapi filter oli telah kotor, maka menyebabkan oli mesin yang baru diganti pun akan menjadi cepat kotor,” ujar Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Jika saat mengganti oli mesin tetapi tidak mengganti filter oli, maka sisa oli yang mengendap di dalam ruang filter oli tidak akan terbuang. Ada sekitar seperempat atau seperlima oli yang mengendap di dalam filter oli dari total volume oli mesin. Akibatnya walaupun telah mengganti oli baru, akan tetap bercampur dengan oli lama yang mengendap di filter oli, yang kemudian ikut bersirkulasi masuk ke mesin.

Mengganti Filter Oli Yang Sudah Kotor
Penggantian Filter Oli Kotor

Kotoran pada oli mesin bisa berasal dari dalam ataupun dari luar mesin. Misalnya kotoran dari hasil pergesekan antar komponen di dalam mesin yang berupa serpihan logam halus. Jika kotoran dan serpihan partikel logam berukuran sangat kecil (15-40 mikron) ini bisa lolos akan membahayakan permukaan dan komponen mesin yang saling bergesekan. Kontaminan kotoran ini akan ditangkap oleh filter oli yang di dalamnya berupa kertas berpori-pori sangat kecil. Seiring pemakaian dan waktu, kontaminasi kotoran yang menempel di kertas filter oli akan semakin banyak.

Kualitas oli mesin juga akan menurun akibat terjadi reaksi kimia di dalam mesin. Maka setiap kali mengganti oli mesin, pemilik mobil perlu juga mengganti filter oli. Melakukan penggantian filter oli secara rutin merupakan tindakan pencegahan terhadap terjadinya kerusakan komponen mesin. Karena harga filter oli relatif lebih murah dibandingkan apabila harus mengganti komponen mesin yang rusak akibat oli mesin terkontaminasi kotoran dan serpihan logam halus.

Jika sirkulasi oli mesin bekerja dengan sempurna, maka komponen mesin akan semakin terjaga dan awet, sehingga resiko mesin mobil rusak menjadi lebih kecil. Untuk penggantian filter oli ini tergantung dari seberapa sering mobil digunakan dan seberapa macet kondisi lalu-lintas yang dilewati sehari-hari. Patokan yang sering digunakan adalah pada jarak tempuh (20.000 km) dengan kondisi lalu-lintas ideal (normal) tanpa kemacetan.

“Beberapa pendapat mengatakan mengganti filter oli bisa dilakukan setiap 2 kali ganti oli mesin. Jika rekomendasi ganti oli mesin setiap 10000 km, maka untuk mengganti filter oli adalah ketika jarak tempuh mencapai 20.000 km. Tetapi saran kami untuk penggantian filter oli sebaiknya dilakukan berdasarkan seberapa sering mobil digunakan. Karena penggantian filter oli tidak memakan biaya banyak, sebaiknya dilakukan bersamaan saat Anda mengganti oli,” jelas Agus Zainal ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Filter oli yang berfungsi dengan baik, akan mampu menyaring dan menampung berbagai kotoran yang dihasilkan baik dari dalam maupun dari luar mesin. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kualitas filter oli agar dapat berfungsi secara maksimal. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kerusakan permanen pada mesin.

Masih banyak pemilik mobil yang kurang memperhatikan pentingnya penggantian filter oli. Padahal perhatian pada hal-hal kecil ini juga berperan besar dalam menjaga kualitas performa kendaraan. Oleh karena itu, alangkah baiknya setiap pemilik mobil selalu memperhatikan setiap bagian mobil dan melakukan perawatan secara berkala sesuai anjuran, agar mobil selalu prima dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang dengan performa maksimal.

Bengkel mobil Zaini Auto Motor telah memberikan pelayanan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan terhadap ribuan mobil pelanggannya. Dengan diagnosa yang tepat dan pemeriksaan mendetail yang dilakukan para mekanik profesional, bengkel mobil Zaini Auto Motor dikenal mampu memberikan servis yang cepat dan berkualitas. Selain itu, dengan memanfaatkan layanan “Bengkel Mobil Panggilan“, maka servis mobil kesayangan Anda dapat dilakukan dimana saja (rumah, kantor, mall, dll). Jangan khawatir dengan biaya servisnya, dipastikan lebih murah dari bengkel resmi dan banyak promo menarik yang diberikan. Tunggu apalagi, coba sekarang juga!

Manfaatkan Cruise Control Mobil

Kecapekan Saat Mengemudi? Manfaatkan Cruise Control, Tanpa Injak Gas Mobil Tetap Melaju

Kemajuan industri otomotif kini semakin pesat. Terbukti telah banyak ditemukan berbagai teknologi terbaru yang memudahkan pengguna mobil. Dengan berbagai temuan teknologi terbaru untuk mobil, membuat nilai dari sebuah mobil tidak hanya dari sisi penampilan dan performanya saja, tetapi juga mencakup fitur-fitur apa saja yang tersemat di dalam sebuah mobil. Berbagai fitur canggih menjadi salah satu poin penting bagi penunjang keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara.

Teknologi terbaru adalah mobil otonom yang mampu self driving dan self parking. Dengan teknologi baru ini memungkinkan pengemudi dapat berkendara dan parkir mobil secara otomatis. Namun teknologi mobil otonom untuk saat ini belum diterapkan secara keseluruhan di semua merk mobil, berbeda dengan teknologi cruise control, yang sebagian besar telah diaplikasikan di mobil keluaran terbaru, terutama untuk segmen menengah ke atas.

Ketika melakukan perjalanan menggunakan mobil, biasanya kelelahan akan cepat dirasakan setiap pengemudi. Apalagi jika harus menampuh jarak jauh ratusan kilometer. Kaki akan mudah terasa pegal dan kaku saat harus terus menerus menekan pedal gas dan pedal rem. Oleh kerena itu penggunaan fitur cruise control merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Cruise control yang sering dikenal dengan nama speed control atau autocruise, tetapi fungsinya tetap sama saja.

Fungsi utama Cruise Control, yaitu bisa melaju dengan kecepatan stabil, tanpa harus menginjak pedal gas terus menerus. Sehingga fitur ini dapat meringkankan kerja sopir, karena bisa mengistirahatkan .

Listiyono, kepala bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Cruise control merupakan teknologi canggih yang diterapkan pada mobil, yang memiliki fungsi utama untuk mengontrol dan menstabilkan kecepatan mesin tanpa harus menginjak pedal gas terus menerus. Cruise control memungkinkan mobil tetap berjalan dengan kecepatan konstan / stabil tanpa perlu menginjak pedal gas. Hal ini dapat meringkankan kerja pengemudi karena kaki dapat beristirahat untuk beberapa saat. Sehingga pengemudi cukup fokus mengendalikan kemudi saja. Pengemudi pun juga bisa mengatur kecepatan mobil sesuai dengan yang diinginkannya.”

Fitur Cruise control sebenarnya baru bisa aktif pada kecepatan tertentu. Setiap produsen mobil mempunyai aturan batas kecepatan minimal dalam menggunakan cruise control, biasanya minimum 40 km/jam atau 60 km/jam cruise control baru bisa aktif. Di Indonesia fitur cruise control belum banyak digunakan, mengingat kondisi lalu lintas yang cukup padat dan banyaknya pengemudi yang belum bisa membedakan lajur cepat dan lambat. Akan tetapi kedepannya bisa sangat berguna, terutama saat melewati jalan bebas hambatan, misalnya jalan Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatra atau Tol Trans Papua.

“Apabila fitur cruise control aktif di jalan yang padat, maka akan sangat membahayakan. Jadi, para pemilik mobil wajib mengetahui batas minimal kecepatan penggunaaan cruise control. Dan sebaiknya mengaktifkan cruise control dengan melihat kondisi lalu lintas jalan di sekitarnya. Jangan sembarangan mengaktifkannya demi menjaga keamanan dan keselamatan pemakai jalan lainnya.” ujar Listiyono ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Lantas bagaimana penggunaan fitur Cruise Control yang benar?

Cara penggunaannya cukup mudah, pengemudi terlebih dahulu harus memacu mobilnya sesuai kecepatan yang diinginkan, misalnya 80 km/jam. Kemudian tinggal tekan tombol Cruise Control yang biasanya terletak di bagian roda kemudi (setir). Pada layar MID di dashboard biasanya akan ada simbol Cruise Control, lantas cukup dengan menekan tombol SET untuk mengaktifkannya. Maka mobil pun akan melaju dengan sendirinya dan akan mempertahankan kecepatan sesuai saat terakhir tombol Cruise Control ditekan. Kecepatan mobil dengan stabil akan dipertahankan, tanpa perlu disertai injakan pedal gas lagi.

Pada umumnya, tombol Cruise Control juga disertai tombol plus (+) dan minus (-), yang berfungsi untuk mengontrol (meningkatkan atau mengurangi) kecepatan mobil saat fitur Cruise Control sedang aktif. Untuk mengakhiri penggunaan Cruise Control, pengemudi cukup menginjakkan kaki ke pedal rem atau pedal kopling, maka otomatis kendali mobil sepenuhnya kembali kepada pengemudi.

Umumnya setiap mobil yang terdapat fitur cruise control ini juga memasang sensor khusus di bagian pedal rem atau pedal kopling. Jadi untuk mematikan fitur ini cukup anda injak pedal rem ataupun pedal kopling mobil sehingga secara otomatis fungsi cruise control ini akan mati. Untuk beberapa mobil ada yang mematikannya dengan cara menekan tombol off.

“Cara kerja cruise control terbilang sederhana, saat diaktifkan melalui tombol yang ada di bagian setir, maka bukaan katup throttle (throttle valve) dikontrol oleh Sensor elektronik yang kemudian diatur oleh ECU. Sehingga suplai BBM (bahan bakar) ke ruang mesin menjadi konstan. Dengan begitu kecepatan mobil pun menjadi stabil pada angka kecepatan terakhir yang diinginkan oleh pengemudi. Pabrikan biasanya membatasi kecepatan cruise control minimal 40 km/jam hingga 80 km/jam. Bila tingkat laju di bawah kecepatan tersebut, maka fitur ini tidak bisa aktif. Maka dari itu, inilah alasan mengapa fitur cruise control hanya akan efektif digunakan di jalan tol atau jalan bebas hambatan. Jangan coba-coba mengaktifkan cruise control ketika kondisi lalu-lintas sedang ramai, sangat berisiko terjadi kecelakaan.” papar Listiyono di sela keramaian bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Adaptive Cruise Control

Adaptive Cruise Control

Adaptive Cruise Control (ACC) merupakan perkembangan teknologi terbaru dari Cruise Control dengan teknologi yang lebih canggih. Fitur Adaptive Cruise Control menyertakan sebuah sensor khusus untuk melakukan pengereman secara otomatis (adaptif). Dengan Adaptive Cruise Control, sensor khusus akan mendeteksi kecepatan dan jarak dengan mobil lain yang berada di depan dengan cara mengunci kecepatan (lock speed) mobil di depannya. Fitur adaptive Cruise Control akan melakukan pengereman otomatis ketika jarak dengan mobil didepannya sudah terlalu dekat. Sebaliknya juga begitu, adaptive Cruise Control akan mendeteksi apabila jarak mobil terlalu jauh dengan kendaraan di depannya. Secara otomatis mobil akan menambah kecepatan sesuai dengan setingan kecepatan terakhir pada Adaptive Cruise Control ini.

Meskipun pengontrolan pedal gas sudah diatur secara otomatis dengan baik, tapi bukan berarti pengemudi mengabaikannya begitu saja. Pengemudi harus tetap berkonsentrasi dengan kondisi lalu-lintas di depan dan di sekitarnya. Pasalnya, sangat mungkin ada pengemudi lain yang mendahului atau muncul dari arah yang tidak terduga.

Ketika diaktifkan, fitur Adaptive Cruise Control bekerja dengan memberikan input kepada kontrol sistem elektronik (ECU) mobil untuk mengatur bukaan gas (throttle valve), gigi kecepatan transmisi, manajemen tenaga mesin, dan sistem pengereman (braking sistem).

Secanggih dan sehebat apapun fitur-fitur mobil, jika tidak memperhatikan jadwal berkala perawatan mobil, maka fitur-fitur tersebut tidak akan berfungsi dengan baik untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara. Perhatikan selalu kondisi mobil Anda, apabila sudah waktunya untuk melakukan perawatan, jangan ditunda-tunda. Segera datangi bengkel mobil terdekat atau bengkel langganan Anda. Karena sering mengabaikan jadwal perawatan mobil, pada akhirnya dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen mobil.

Bengkel Mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu bengkel mobil profesional yang telah menangani ribuan perawatan dan perbaikan mobil pelanggannya. Dengan didukung peralatan modern dan mekanik profesional, bengkel mobil Zaini Auto Motor siap memberikan layanan pemeriksaan, perawatan, dan perbaikan mobil kesayangan Anda. Kecepatan dan ketepatan diagnosa kerusakan setiap mobil pelanggan menjadi prioritas utama. Ditambah lagi biaya perbaikan yang selalu lebih murah dari bengkel resmi, akan membuat Anda merasa tenang. Tunggu apalagi, segera datangi bengkel Zaini Auto Motor!

Penyebab Knalpot Mobil Nembak

6 Penyebab Knalpot Mobil Sering “Menembak”, No 2 Sering Disepelekan Pengemudi

Ketika Anda mengendarai mobil, pernahkan merasakan kondisi mobil mengeluarkan suara letupan atau ledakan kecil dari knalpot? Letupan atau ledakan kecil ini sering disebut dengan knalpot nembak (engine knocking).

Sistem pembakaran pada mesin memang seharusnya berjalan dengan sempurna, mulai saat mesin dihidupkan hingga mesin dimatikan. Tetapi ketika Anda mendengar suara-suara aneh yang datang dari mesin atau di bawah kabin mobil, tentunya kondisi seperti ini sangat mengganggu saat dalam perjalanan, dan mungkin Anda tidak tahu harus berbuat apa.

Kadang-kadang mesin mobil akan menghasilkan suara-suara aneh yang sulit didiagnosa. Suara letupan (knocking) adalah suara mesin yang paling umum terjadi. Hal ini mengindikasikan adanya masalah teknis pada mesin, yang tentunya dapat diperbaiki jika didiagnosis dengan cepat dan benar. Agar tidak berlarut-larut dan menyebabkan kerusakan merembet pada komponen lainnya.

Suara letupan pada knalpot (engine knocking) membutuhkan perbaikan yang berbeda pada tiap kasus. Untuk mengatasinya, terkadang memerlukan perbaikan sederhana, tetapi ada juga yang membutuhkan perbaikan khusus. Untuk beberapa mobil yang sudah berumur tua, cenderung lebih sering mengalami letupan mesin dan memerlukan perbaikan khusus. Untuk menghindari salah diagnosa, sebaiknya Anda secepatnya mengunjungi bengkel mobil terdekat. Agar segera dapat diketahui penyebab terjadinya letupan mesin tersebut.

Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, menjelaskan “Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan knalpot mobil menembak (engine knocking), antara lain pembakaran yang kurang sempurna, kekurangan BBM (bahan bakar), terdapat kerak karbon pada dinding mesin, kualitas BBM yang tidak sesuai, adanya sisa gas buang yang tidak terbakar, kerusakan komponen penyuplai udara, masalah pada sistem pengapian, dan lain sebagainya.”

Penjelasan lebih lengkap tentang faktor yang membuat knalpot menembak bisa Anda simak di bawah ini.

1. Kondisi Busi

Penyebab suara letupan knalpot (knocking) salah satunya karena kondisi busi yang sudah tidak baik. Kondisi busi yang kotor, terutama pada elektroda busi yang diselimuti kerak karbon sisa pembakaran, atau busi yang basah bisa menyebabkan percikan api dari elektroda busi tidak stabil. Dengan demikian knalpot pun bisa terjadi knocking (suara menembak).

Selain itu, setiap mobil memiliki spesifikasi busi tertentu sesuai yang direkomendasikan produsen mobil. Penggunaan busi yang tidak tepat akan berakibat pada busi cepat panas. Sehingga pemilihan dan penggunaan busi yang tidak sesuai rekomendasi dapat juga menyebabkan engine knocking dan suara letupan pada knalpot.

Celah busi merupakan tempat busi untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar yang membantu menghidupkan mesin mobil. Pada umumnya celah busi antara 0,6 mm sampai 0,8 mm. Celah busi yang terlalu sempit menghasilkan percikan api yang terlalu lemah, dan celah busi yang terlalu lebar dapat meniadakan percikan api sama sekali.

“Celah busi yang terlalu lebar mengakibatkan busi tidak stabil memercikkan api, sehingga sering menyebabkan missfire (pembakaran yang tidak sempurna). Pada putaran RPM tinggi, celah busi yang terlalu lebar bisa mengakibatkan mesin tersendat (mrebet) dan sering muncul knocking pada knalpot. Selain itu, putaran stasioner (langsam) pada mesin pun tidak akan normal, membuat lemah koil, dan bahan bakar jadi boros.” papar Listiyono di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

2. Kekurangan BBM (Bahan Bakar)

Knalpot menembak (knocking) juga dapat terjadi ketika mobil kekurangan suplai bahan bakar. BBM pada tangki bahan bakar yang tinggal sedikit, menyebabkan mekanisme pembakaran tidak dapat maksimal. Sehingga campuran bahan bakar dan udara pun tidak sempurna, yang berimbas pada pembakaran yang tidak sempurna pada ruang bakar mesin.

Selain itu, bahan bakar pada tangki yang tinggal sedikit, akan membuat pompa bahan bakar (fuel pump) bekerja ekstra keras. Bahan bakar pada tangki juga merupakan media pendingin bagi fuel pump, tetapi ketika BBM pada tangki terlalu sedikit akan membuat pompa bahan bakar (fuel pump) cepat panas. Sehingga membuat fuel pump akan cepat rusak. Pompa ini seharusnya selalu terendam oleh bahan bakar.

“Saat bahan bakar menipis, maka fuel pump tidak bisa terendam secara utuh. Bukan cuma fuel pump, saringan bahan bakar (fuel filter) juga berpotensi rusak. Pasalnya, saat mesin dihidupkan, endapan kotoran di dasar tangki otomatis ikut terhisap oleh fuel pump, dan mengakibatkan peyumbatan pada saringan (fuel filter), sehingga mengganggu kinerja aliran bahan bakar ke mesin mobil. Kemudian, sebagian kotoran BBM yang lolos dari saringan akan mengalir menuju injektor dan berpotensi membuat semprotan bahan bakar keruang bakar tidak maksimal. Hal inilah yang menyebabkan knalpot mobil menembak (knocking), bahkan ini juga bisa berdampak buruk pada akselerasi mobil yang cenderung menurun dan konsumsi bahan bakar jadi boros.

3. Sisa Gas Buang yang Tidak Terbakar

Penyebab lain dari knalpot mobil nembak adalah terdapat sisa gas buang yang tidak terbakar di dalam ruang bakar mesin mobil Anda. Pada mesin mobil yang normal, seharusnya setiap pembakaran selesai tidak ada lagi sisa gas buang yang tidak terbakar di dalam ruang bakar. Namun, karena ada berbagai masalah seperti timming pengapian yang kurang akurat, bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna, dan berdampak terhadap suara knalpot yang sering menembak.

Sisa Gas Buang Yang Terbakar Kembali

4. Terjadi Penumpukan Kerak (karbon)

Semua jenis bahan bakar yang dipasarkan sebenarnya sudah memiliki kandungan pembersih karbon, tetapi hal itu belum cukup untuk menghentikan endapan karbon yang terbentuk pada dinding silinder. Penumpukan karbon pada ruang bakar (combustion chamber) dapat menyebabkan terjadinya engine knocking atau knalpot menembak. Hal ini terjadi karena adanya misfire dan preignition, yakni terjadi pembakaran lebih awal pada campuran bahan bakar dan udara, sebelum busi memercikan api saat langkah kompresi mesin. Endapan karbon (kerak) yang terbakar di ruang bakar inilah yang menyebabkan misfire dan preignition.

“Endapan karbon (kerak) pada ruang bakar mesin bisa diatasi dengan cara melakukan gurah mesin (carbon cleanning). Dengan cara gurah mesin ini dapat membersihkan timbunan karbon yang timbul dari sisa pembakaran mesin. Penggunaan bahan bakar yang berkualitas dan memiliki nilai oktan yang sesuai dengan spesifikasi mesin dapat mengurangi terjadinya deposit (penimbunan) karbon di ruang bakar,” saran Listiyono ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

5. Kondisi filter Udara

Filter udara (air filter) merupakan komponen yang berfungsi untuk menyaring udara yang akan menuju ke ruang bakar mesin. Jika filter udara kotor atau rusak, memungkinkan terjadinya engine knocking dan knalpot mobil menembak. Bahkan, kerusakan filter udara dapat berakibat mesin jebol.

Secara teratur dan rajin melakukan perawatan dan membersihkan filter udara, dapat menghindarkan mobil dari ganggunan kerusakan yang dapat menjalar ke komponen lainnya, seperti saluran udara (air intake), injektor, piston, dan komponen lainnya.

6. Terjadi Kerusakan Pada Sistem Pengapian

Gangguan atau kerusakan pada sistem pengapian dapat mengakibatkan engine knocking atau knalpot menembak. Gangguan tersebut dapat terjadi pada komponen seperti koil, busi, CDI, atau lainnya. Karena apabila ada kerusakan pada salah satu komponen pengapian, maka proses pengapian dan pembakaran dalam ruang bakar tidak akan sempurna.

Berdasarkan uraian diatas, engine knocking atau Knalpot mobil yang menembak lebih sering disebabkan oleh sistem pembakaran yang mengalami masalah. Maka untuk mengatasinya, Anda perlu mendatangi bengkel mobil terdekat untuk memastikan penyebab utama terjadinya engine Knocking ini. Diperlukan diagnosa yang cepat dan benar, agar kerusakan tidak menjalar ke komponen mobil lainnya.

Pemilik mobil juga dapat mencegah terjadinya engine knocking dan knalpot menembak dengan cara :

  • Setiap kali Anda mendengar suara letupan knalpot (engine knocking), segera kurangi kecepatan dan injakan pedal gas.
  • Mengisi BBM dengan tingkat oktan yang lebih tinggi atau sesuai dengan rekomendasi bagi mesin mobil Anda.
  • Secara rutin mengganti busi seperti yang direkomendasikan pada buku manual service mobil Anda.
  • Gunakan zat tambahan pada bahan bakar (fuel additive) yang dirancang khusus untuk mencegah dan mengurangi penumpukan endapan kerak (karbon) pada dinding mesin.

Oleh karena itu, setiap komponen mobil perlu diteliti satu persatu untuk memastikan kondisinya selalu prima, sehat dan siap pakai. Apabila mobil kesayangan Anda memerlukan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan, bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah mitra yang tepat bagi Anda. Di bengkel mobil ini, Anda dapat melakukan booking service agar tidak perlu lama menunggu antrian, atau Anda bisa juga memanfaatkan layanan bengkel panggilan ketika kesibukan Anda tidak dapat ditinggalkan. Semua service perbaikan dilakukan oleh mekanik profesional dan sesuai standar SOP bengkel resmi. Yang menggembirakan biaya service di bengel Zaini Auto Motor ternyata lebih murah dari bengkel resmi dan waktu servisnya juga lebih cepat.

  • 1
  • 2
  • 6

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi