Tag: Bengkel Mobil Terdekat

Tanda-tanda Kompresor AC Mobil Rusak

Inilah Tanda-Tanda Kompresor AC Mobil Bermasalah

Musim kemarau pada tahun ini telah mencapai puncaknya, hal ini ditandai dengan temperatur udara di luar ruangan yang cukup panas berkisar antara 34-41° C. Pada bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa, dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga bulan Desember. Dengan kondisi cuaca tersebut, tentu komponen AC mobil menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pengendara mobil. Apalagi bagi pengguna mobil di kota-kota besar yang sering terjebak kemacetan, dengan adanya AC mobil tentu sangat menolong. Karena AC mobil merupakan fitur yang sangat penting pada mobil dalam memberikan kenyamanan saat berkendara. Setiap pengendara mobil pasti mengeluh jika kabin mobilnya menjadi panas dikarenakan temperatur AC mobil kurang dingin. Yuk, Kenali Tanda-Tanda Kompresor AC Mobil Bermasalah!

Setiap mobil produksi terkini pasti telah dilengkapi dengan fitur pendingin kabin atau AC (air conditioner). Salah satu fungsi utama AC mobil adalah menyejukkan udara di dalam kabin. Sistem AC mobil memiliki banyak komponen antara lain kompresor, kondensor, receiver dryer, evaporator, dan pipa AC. Dari semua komponen pada sistem AC tersebut, kompresor AC bertanggung jawab penuh atas dingin atau tidaknya udara yang dihembuskan ke dalam kabin.

“Kompresor bisa diibaratkan sebagai jantung dari sistem AC mobil. Kompresor AC bertugas memompa dan menekan freon/refrigeran menuju ke evaporator, sehingga freon bisa bersirkulasi dan menghilangkan hawa panas di dalam kabin mobil. Namun, terkadang masih banyak pemilik mobil yang belum tahu bahwa kompresor AC juga perlu dirawat agar AC mobil tetap dingin. Jika komponen kompresor ini sampai rusak, maka biaya perbaikan maupun penggantiannya juga cukup menguras kantong, ujar Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor.

Jika kinerja AC mobil dirasa ada yang tidak biasa, dan ada gejala-gejala ringan seperti bunyi tak wajar, muncul hembusan udara panas saat putaran mesin rendah, maka yang pertama patut dicurigai adalah komponen kompresor AC. Bisa jadi gejala-gejala tersebut adalah indikasi awal rusaknya kompresor AC. Pengemudi mobil Anda harus waspada dan segera mengecek kompresor AC mobilnya. Agar lebih paham gejala apa saja yang menandai rusaknya kompresor AC, mari kenali ciri-ciri kompresor AC yang bermasalah!

1. Kompresi Kompresor AC Mobil Melemah

Pada umumnya ketika kompresor AC pada mobil mulai bermasalah, maka akan muncul beberapa tanda/gejala yang dapat diketahui oleh pengemudi. Kompresor merupakan komponen pada sistem AC mobil yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan freon. Jadi saat timbul masalah pada kompresor, maka komponen sistem AC lainnya akan ikut terpengaruh. Kompresor AC memiliki beberapa komponen internal yang bergerak, seperti, piston, valve/katup, AS/shaft, swash plate, bearing, dan lainnya. Bagian internal ini bisa aus dan rusak, sehingga menyebabkan kinerja kompresor AC tidak maksimal bahkan berhenti bekerja.

Salah satu tanda/gejala yang muncul adalah apabila hembusan udara AC mobil terasa kurang dingin saat rpm/putaran mesin rendah. Namun, ketika mulai rpm mesin ditingkatkan atau saat mobil mulai berjalan dengan kecepatan tertentu, hembusan udara AC mobil mulai lebih dingin. Hal ini menandakan adanya masalah pada kompresor AC.

“Kompresor yang bermasalah atau rusak tidak akan dapat mengatur aliran freon dalam sistem AC mobil dengan benar. Akibatnya AC mobil tidak akan berfungsi dengan baik. Apabila tekanan dari kompresor berkurang, maka AC mobil pun akan terasa kurang dingin pada putaran /rpm mesin rendah. Namun, ketika putaran mesin dinaikkan lebih dari 2.500 rpm biasanya baru terasa dingin. Hal ini biasanya disebabkan kondisi piston dan valve di dalam kompresor sudah mulai aus, sehingga membuat tekanan kompresinya melemah.” Ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

2. Kompresor AC Mobil Berbunyi Kasar

“Tanda-tanda paling mudah dikenali adalah ketika menyalakan AC ada bunyi kasar, atau ketika kecepatan mesin meningkat maka bunyi dari kompresor AC juga akan semakin kencang. Namun, ketika AC mobil dimatikan ke posisi “OFF” bunyi tersebut langsung hilang. Penyebab bunyi kasar tersebut bisa diakibatkan karena oli kompresor kurang/habis, piston aus, bearing rusak/macet, hingga AS/shaft kompresor kurang presisi.” ungkap Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Oli Kompresor bocor Penyebab Kompresor AC Mobil Berbunyi Kasar
Perbaikan Kebocoran dan Pengisian Oli Kompresor AC

Kompresor AC bekerja dengan cara digerakkan oleh v-belt yang terhubung dengan mesin. Selain itu, kompresor AC juga memiliki beberapa komponen internal, dan menggunakan bearing untuk dapat berputar. Jika salah satu komponen internal kompresor AC mengalami kerusakan, atau bearing kompresor rusak/macet, maka dapat menimbulkan bunyi-bunyi aneh. Maka munculnya suara aneh ketika AC mobil dinyalakan merupakan gejala dari kompresor AC yang bermasalah.

“Apabila kompresor AC mengalami masalah seperti muncul bunyi kasar yang tidak biasa, maka segera lakukan pengecekan di semua bagian kompresor. Lakukan pemeriksaan kompresor AC mobil sesegera mungkin sebelum terjadi masalah kerusakan yang lebih parah. Perlu pemeriksaan bagian internal kompresor AC, seperti piston-piston, bearing, AS/shaft yang telah mengalami keausan. Kebocoran oli kompresor dan kerusakan komponen internal kompresor seperti piston, bearing, as/shaft yang telah aus menjadi salah satu penyebab AC mengeluarkan bunyi-bunyi kasar yang menganggu. Namun, bila pemilik mobil tidak mengetahui cara memeriksa kompresor AC, sebaiknya segera kunjungi bengkel mobil terdekat atau bengkel AC mobil terdekat. Jika kerusakan pada kompresor AC cukup parah, sebaiknya mengganti kompresor dengan yang baru.” imbuh Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Terjadi Kebocoran Pada Kompresor AC Mobil

Sebenarnya freon tidak bakal habis bila tidak terjadi kebocoran pada sistem AC mobil. Dengan kata lain, penyebab habisnya freon/refrigeran dikarenakan adanya kebocoran pada sistem AC itu sendiri. Tanda kebocoran freon pada sistem AC mobil biasanya ditandai adanya gejala hembusan udara AC yang kurang dingin, atau munculnya suara desis halus di balik dashboard kabin.

Namun, pada kompresor AC mobil bisa saja mengalami kebocoran freon. Sehingga sebanyak apapun freon yang diisikan kedalam sistem AC, maka akibat adanya kebocoran ini menyebabkan freon tersebut akan cepat berkurang atau habis. Semakin besar kebocorannya, semakin cepat pula freon berkurang dan akibatnya udara di dalam kabin tidak terasa dingin.

Kebocoran Freon Pada Kompresor AC Mobil
Kebocoran Freon Pada Kompresor AC

“Kompresor AC memiliki komponen yang bernama seal. Penyebab freon habis biasanya karena adanya kebocoran pada seal karet di sambungan selang/pipa dan kompresor. Jika seal yang terbuat dari karet ini mengalami keretakan, keausan atau robek, maka berpotensi timbul kebocoran freon AC. Efeknya, tekanan dari kompresor untuk mensirkulasikan freon ke sistem AC menjadi lemah, sehingga hembusan udara AC pun menjadi kurang dingin.” Jelas Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Selain itu, korosi pada kompresor dan pipa AC juga menjadi sumber utama kebocoran dan berkurangnya freon AC mobil. Jika sudah terjadi korosi, langkah terbaik yang harus dilakukan adalah mengganti sparepart AC mobil tersebut yang mengalami korosi. Segera bawa mobil Anda ke bengkel spesialis AC mobil atau ke bengkel mobil terdekat untuk dilakukan penggantian sparepart AC mobil. Sebab, jika dibiarkan terlalu lama akan memilik efek samping yang bisa mengakibatkan kerusakan fatal pada sistem AC mobil.

4. Kerusakan Magnetic Clutch Pada Kompresor AC

Magnetic clutch (kopling magnet) merupakan komponen kompresor AC mobil yang bertugas untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dengan kompresor melalui drive belt dan pully pada kompresor. Pernahkah Anda merasakan hembusan udara AC mobil yang semula dingin, namun tiba-tiba tidak dingin sama sekali? Walaupun AC mobil dalam kondisi tetap bekerja? Namun, setelah tombol AC dimatikan beberapa saat, kemudian dihidupkan lagi, kondisi AC pun kembali bekerja normal, dan biasanya disertai putaran RPM mesin yang meninggi dengan sendirinya, di atas 1.000 rpm. Jika terjadi seperti ini segera periksa sistem AC mobil, terutama di bagian magnetic clutch kompresor AC. Baca juga : Magnetic Clutch Rusak, Penyebab Utama AC Mobil Tidak Dingin

Kerusakan Magnetic Clutch Pada Kompresor AC
Magnetic Clutch Pada Kompresor AC

“Kadang ditemui magnetic clutch pada kompresor mengalami kerusakan, sehingga membuat AC mobil tidak mampu mendinginkan udara di kabin. Kerusakan magnetic clutch biasanya akibat dari cara pengoperasian AC yang kurang tepat. Udara kabin yang semula terasa dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali. Hal ini disebabkan komponen magnetic clutch pada kompresor AC telah aus. Sehingga mengakibatkan magnetic clutch kadang terhubung dan kadang tidak mau terhubung ke kompresor AC. Ketika mendapati ciri-ciri seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke bengkel spesialis AC mobil atau bengkel mobil terdekat. Jika sengaja mengabaikannya, kerusakan yang semula kecil bisa merembet ke komponen lain yang bisa membuat kompresor AC rusak. Biaya perbaikan atau penggantian kompresor AC mobilpun dikenal cukup menguras kantong,” terangnya Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Kompresor AC

Tidak hanya mesin mobil saja yang perlu dirawat secara rutin, komponen mobil lainnya yang sering digunakan pun tidak boleh luput. Seperti halnya komponen sistem AC mobil juga perlu rutin dirawat. Termasuk kompresor AC, karena tanpanya niscaya penumpang di dalam kabin akan kepanasan. Merawat kompresor AC dengan baik dan rutin, sama artinya dengan menjaga kondisi AC mobil agar tetap konsisten menghasilkan udara dingin di dalam kabin. Penting sekali untuk selalu melakukan perawatan rutin pada sistem AC, sekurang-kurangnya 2-3 kali dalam setahun.

Selain memberi kenyamanan, sistem pendingin kabin yang bekerja dengan baik akan menjadi nilai tambah saat mobil Anda hendak dijual lagi. Oleh karenanya, pemilik mobil harus menjaga kondisi AC mobilnya selalu bekerja maksimal. Jika mobil kesayangan Anda mulai terdapat tanda/gejala kompresor bermasalah seperti penjelasan di atas, maka segera kunjungi bengkel mobil terdekat atau bengkel khusus AC mobil. Pastikan kompresor AC mobil Anda untuk segera diperiksa, karena jika diabaikan kerusakan tadi bisa merembet ke komponen lain yang membuat kerusakan makin parah.

Apabila Anda tidak cukup waktu untuk mengunjungi bengkel mobil, manfaatkan saja layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Untuk urusan ini, bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan solusi mudah perawatan dan perbaikan bagi AC mobil Anda. Cukup lakukan booking service untuk layanan bengkel mobil panggilan melalui smartphone Anda, maka mekanik profesional yang akan segera mendatangi Anda. Lebih dari 500 jasa perawatan dan perbaikan mobil mampu dilakukan oleh bengkel Zaini Auto Motor. Mulai dari pemeriksaan berkala, turun mesin hingga penggantian komponen mobil. Dengan melakukan service di bengkel Zaini Auto Motor, maka kinerja AC mobil Anda dijamin kembali optimal. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dengan hembusan udara AC yang dingin ketika dikendarai sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh.

Magnetic Clutch Kompresor AC Mobil

Magnetic Clutch Rusak, Penyebab Utama AC Mobil Tidak Dingin

Terdapat banyak penyebab hembusan udara air conditioner (AC) pada mobil tiba-tiba terasa tidak dingin. Bisa jadi salah satu penyebab utamanya datang dari magnetic clutch pada kompresor AC mobil yang bermasalah. Pengemudi yang mengalami kondisi AC mobil yang tiba-tiba terasa tidak dingin, sebaiknya tidak perlu panik. Segera lakukan pengecekan kondisi AC mobil ke bengkel mobil terpercaya atau bengkel khusus AC mobil terdekat. Jangan dibiarkan bagian tersebut mengalami kerusakan parah sehingga pada akhirnya akan menjalar ke komponen AC lainnya.

Menurut Agus Tri, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor, “Jika kita sedang berkendara, tiba-tiba terjadi penurunan kinerja AC mobil yang semula dingin menjadi tidak dingin sama sekali, dan biasanya disertai putaran mesin (RPM mesin) yang mendadak akan tinggi, besar kemungkinan adalah indikasi awal kerusakan pada magnetic clutch di kompresor AC mobil. Magnetic clutch (kopling magnet) merupakan bagian dari kompresor AC mobil yang bertugas untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dengan kompresor AC melalui drive belt dan pully kompresor AC. Ketika komponen kopling magnet bermasalah/rusak, maka akan secara signifikan mengurangi beban kerja mesin. Sehingga membuat tarikan gas menjadi lebih ringan, bahkan putaran RPM mesin bisa naik di atas 1.000 RPM.”

Ciri Kerusakan Magnetic Clutch

Pernahkah merasakan hembusan udara AC mobil yang semula dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali walaupun AC mobil dalam kondisi menyala? Namun, setelah tombol AC dimatikan beberapa saat, kemudian dihidupkan lagi, maka kondisi AC pun kembali bekerja normal. Kejadian seperti ini biasanya disertai putaran RPM mesin yang meninggi dengan sendirinya. Jika terjadi seperti ini segera periksa sistem AC mobil, terutama di bagian magnetic clutch pada kompresor AC.

Magnetic Clutch Rusak, Penyebab AC mobil tiba-tiba Tidak Dingin
Magnetic Clutch Rusak, Penyebab AC mobil tiba-tiba Tidak Dingin

“Kadang saat berkendara kita mengalami udara kabin yang semula terasa dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali. Bisa jadi magnetic clutch pada kompresor AC mengalami kerusakan, sehingga membuat AC mobil tidak mampu mendinginkan udara di dalam kabin. Apabila magnetic clutch pada kompresor AC telah aus, maka menyebabkan bagian ini kadang tidak mau terhubung ke kompresor AC. Sehingga kompresor tidak bekerja maksimal untuk mensirkulasikan freon ke sistem AC mobil. Ketika mendapati ciri-ciri seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke bengkel spesialis AC mobil atau bengkel mobil terdekat. Jika sengaja mengabaikannya, kerusakan yang semula kecil bisa merembet ke komponen lain yang bisa membuat kompresor AC rusak. Biaya perbaikan atau penggantian kompresor AC mobil pun dikenal cukup menguras kantong,” terangnya Agus Tri, di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, ciri magnetic clutch mulai bermasalah adalah pully kompressor AC terlihat renggang. Hal ini bisa dikarenakan telah terjadi keausan pada kopling magnet, atau karena pemasangan yang salah alias kurang rapat. Ciri seperti ini kerap ditemui pada mobil Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, Toyota Avanza, Toyota Rush, Kijang Innova dan beberapa merk mobil lainnya. Tetapi itu bukan karena kerusakan bawaan, karena kejadian tersebut bisa saja dialami pada semua mobil.

Penyebab Kerusakan Kopling Magnet

Kerusakan komponen kopling magnet bisa disebabkan dari cara pengoperasian AC mobil yang kurang tepat. Misalnya, saat berkendara di jalan tol dengan kecepatan tinggi, pengemudi sering memposisikan suhu AC di posisi/level terlalu rendah. Sehingga kerja dari kopling magnet (magnetic clutch) tidak stabil. Walaupun tujuan utamanya untuk menghemat bahan bakar dan agar suhu kabin tidak terlalu dingin. Namun, efek negatifnya menyebabkan kerja kopling magnet jadi sering putus-sambung. Pada saat putaran mesin tinggi akan mengakibatkan gesekan magnetic clutch berlangsung kasar, sehingga membuat kopling magnet cepat aus.

Jadi sebaiknya, saat berkendara dengan kecepatan tinggi dan dalam waktu lama, seperti ketika melaju di jalan tol, disarankan mengatur suhu AC mobil secara maksimal. Tujuannya agar komponen AC, terutama magnetic clutch-nya dapat bekerja dengan maksimal, sehingga akan lebih awet.

Kompresor AC dan Magnetic Clutch AC Mobil

“Pemilik mobil dapat memeriksa secara mandiri kondisi magnetic clutch AC mobilnya. Salah satu caranya dengan memposisikan kunci kontak ON dan tombol AC juga ON. Dengan begini magnetic clutch akan dialiri arus listrik langsung dari aki mobil. Aliran listrik tersebut akan menarik pusat magnetic clutch menempel ke kompresor AC. Untuk memastikan kondisinya, Anda bisa memeriksanya langsung. Apabila pusat kopling magnet tidak tertarik ketika diberi arus, bisa dipastikan terjadi masalah pada bagian magnetic clutch,” ujar Agus Tri, di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Merawat Kopling Magnet AC Mobil

Bisa dikatakan magnetic clutch merupakan salah satu komponen yang penting untuk menunjang kerja kompresor AC mobil tetap maksimal. Karena magnetic clutch merupakan alat untuk mengaktifkan dan menonaktifkan kerja kompresor AC mobil. Jika komponen kopling magnet ini mengalami kerusakan, maka bisa dipastikan kompresor tidak akan berfungsi dengan baik. Agar kompresor AC bisa berfungsi dengan baik, pastikan untuk selalu merawat komponen magnetic clutch AC mobil, termasuk komponen-komponen AC lainnya.

Cara merawat magnetic clutch AC mobil sangat mudah yaitu dengan service rutin. Service rutin yang dilakukan tidak hanya bermanfaat untuk keawetan kopling magnet tersebut, tetapi juga untuk komponen yang lainnya agar bisa tetap memiliki kinerja yang baik. Penting sekali untuk selalu melakukan perawatan rutin pada sistem AC mobil kesayangan Anda, sekurang-kurangnya 2-3 kali dalam setahun.

Apabila Anda sedang mager atau tidak cukup waktu untuk mengunjungi bengkel mobil, manfaatkan saja layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Untuk urusan ini, bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan solusi mudah perawatan dan perbaikan bagi AC mobil kesayangan Anda. Cukup lakukan booking service melalui smartphone, dan pilih layanan bengkel mobil panggilan, maka para mekanik profesional akan segera mendatangi Anda. Lebih dari 500 jasa perawatan dan perbaikan mobil mampu ditangani oleh bengkel Zaini Auto Motor. Mulai dari pemeriksaan berkala, engine tune up, penggantian komponen mobil, hingga turun mesin (engine overhaul). Dengan melakukan service AC mobil di bengkel Zaini Auto Motor, maka kinerja AC mobil Anda dijamin kembali optimal. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dengan hembusan udara AC yang dingin saat digunakan sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh.

Agar Radiator Mobil Awet dan berumur panjang

Ini Rahasianya Agar Radiator Mobil Awet Dan Berumur Panjang

Radiator mobil memegang peranan yang sangat penting bagi kinerja sebuah kendaraan. Dimana radiator dan merupakan tempat penampungan utama bagi cairan pendingin mesin. Cairan pendingin bagi radiator bisa berupa air mineral biasa, cairan khusus (radiator coolant) atau campuran dari keduanya. Salah satunya fungsi utama cairan radiator adalah untuk menjaga kestabilan suhu kerja mesin dan mencegah mesin dari overheat.

Saat mobil berjalan, mesin akan menghasilkan panas. Cairan radiator yang bersirkulasi di dalam sistem pendingin mesin (engine cooling system) inilah yang bertugas menyerap dan menghilangkan panas yang dihasilkan oleh mesin mobil. Kemudian cairan pendingin tersebut akan kembali lagi ke dalam radiator untuk didinginkan oleh kipas radiator (radiator fan). Setelah temperaturnya menurun, cairan pendingin ini diedarkan kembali ke komponen pendingin mesin dan ke saluran water jacket pada blok mesin untuk menyerap panas lagi. Proses sirkulasi ini berlangsung terus menerus sesuai dengan kerja dari mesin selama mobil digunakan.

Agus Tri Ariyanto, Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Peran radiator untuk memastikan terjadinya proses pendinginan pada mesin dapat bekerja secara continue. Cairan radiator yang dialirkan ke komponen sistem pendingin mesin harus mampu menyerap panas mesin dengan cepat. Apabila proses penyerapan panas oleh cairan radiator ini berjalan lambat, maka berpotensi menyebabkan terjadinya overheat pada mesin mobil. Seiring berjalannya waktu, cairan pendingin di dalam radiator bisa menjadi kurang efektif untuk mendinginkan mesin. Hal ini lantaran adanya partikel kontaminan yang berupa kerak, karat, lumpur dan kotoran lainnya yang makin lama makin menumpuk dan mengendap di dalam radiator. Ketika efektifitas dari sistem pendingin mulai berkurang, maka kinerja mesin mobil pun bisa sangat terganggu. Bila sudah begini, akan terjadi peningkatan konsumsi bahan bakar sehingga mobil menjadi boros BBM. Dan yang paling fatal adalah terjadinya overheat pada mesin yang mengharuskan adanya perbaikan overhaul (turun mesin) pada mobil.”

Bagaimana cara mencegah kerusakan pada sistem pendingin sehingga radiator bisa tetap awet dan berumur panjang? Agus Tri Ariyanto, selaku Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor berbagi tips rahasianya untuk merawat radiator mobil.

1. Hindari Mengisi Radiator Mobil Menggunakan Air Mineral Biasa

Tidak dapat dipungkiri, cairan radiator sebagai media pendingin mesin sangat rentan terhadap kotoran, apalagi jika berasal dari air mineral biasa. Pemakaian air mineral biasa sebagai media pendingin pada radiator sebaiknya dihindari. Karena air mineral biasa yang berasal dari air tanah (sumur), air PDAM, air keran, biasanya memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi. Kandungan zat tersebut dapat berdampak buruk pada radiator, antara lain terjadinya korosi yang bisa menyebabkan kebocoran pada radiator.

Mengisi Radiator Menggunakan Air Mineral Biasa
Mengisi Radiator Menggunakan Air Mineral Biasa

Selain itu, air mineral biasa berpotensi menimbulkan endapan kotoran di dalam radiator dan mempercepat terjadi korosi pada komponen pendingin mesin. Apabila radiator jarang dikuras, maka kotoran akan menumpuk/mengendap membentuk gumpalan yang dapat menghambat sirkulasi pendinginan dari radiator menuju mesin mobil. Oleh karenanya, pemilik mobil disarankan untuk secara berkala mengganti cairan radiator sesuai petunjuk dan rekomendasi pada buku manual setiap mobil.

“Cairan radiator bukan sekedar sebagai pendingin temperatur mesin, namun juga sebagai pencegah terjadinya korosi pada saluran sistem pendingin. Korosi dapat mengakibatkan kerusakan pada radiator, seperti kebocoran pada radiator dan komponen pendingin lainnya. Endapan kotoran yang menyumbat saluran radiator, akan menghambat sirkulasi cairan pendingin sehingga mesin cepat panas (overheat). Sebaiknya hindari pemakaian air biasa karena memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi.” ungkap Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

2. Pentingnya Coolant Bagi Keawetan Radiator Mobil

Bukan rahasia lagi, jika cairan radiator berperan sangat penting dalam menstabilkan suhu mesin dan mencegah terjadinya gejala overheat pada mobil. Perlu diketahui, apabila mesin mobil telah mengalami overheat, maka untuk perbaikannya perlu dilakukan tindakan overhaul (turun mesin) pada mobil. Untuk mencegah hal ini terjadi, pemilik mobil perlu secara berkala melakukan penggantian cairan radiator dengan cara flushing (menguras radiator). Selanjutnya, sangat dianjurkan mengisi radiator dengan cairan khusus radiator yakni radiator coolant.

Pentingnya Radiator Coolant Bagi Mobil
Gunakan Radiator Coolant Agar Komponen Pendinginan Mobil Terjaga

Air mineral biasa yang berasal dari air tanah, PDAM atau air suling, tidak bisa bekerja seefektif cairan khusus radiator (coolant) dalam mendinginkan mesin dan mencegah korosi. Sebab, radiator coolant merupakan cairan khusus yang didesign dengan berbagai formula khusus, sehingga sanggup menjaga temperatur mesin sesuai kebutuhan. Selain memang dikhususkan untuk menyerap panas dan menjaga kestabilan temperatur mesin, radiator coolant juga mempunyai fungsi lain. Yakni untuk mencegah korosi di dalam radiator dan saluran sistem pendingin mesin, serta untuk mengangkat endapan kotoran dan karat yang menumpuk di dasar tabung radiator dan permukaan saluran pendingin.

“Radiator coolant memang diformulasikan khusus untuk menyerap panas dan mencegah korosi pada komponen logam seperti radiator dan saluran pendingin mesin (water jacket). Adapun kandungan utama dari cairan coolant, adalah air tanpa mineral, zat anti-beku propylene glycol, dan pencegah karat. Penggunaan air mineral biasa (air tanah dan PDAM) seringkali menimbulkan masalah pada radiator, dikarenakan air tersebut kerap mengandung partikel seperti lumpur, karbon, garam dan lain sebagainya. Hal ini dapat menyebabkan korosi dan endapan kotoran yang akan menyumbat saluran pada sistem pendingin mesin dan radiator. Jadi pilihan terbaik untuk merawat radiator mobil adalah dengan menggunakan radiator coolant, dan sebisa mungkin menghindari pemakaian air mineral biasa.” Jelas Agus Tri Ariyanto ketika diwawancarai di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

3. Periksa Kondisi Selang Radiator

Selang radiator pada umumnya terbuat dari bahan karet yang berfungsi untuk menghubungkan radiator ke saluran pendingin di mesin mobil. Pada setiap mobil pada umumnya terdapat 2 selang yang terhubung ke radiator, yaitu selang radiator atas dan selang radiator bawah. Selang radiator diikat menggunakan klem baja untuk mencegahnya terlepas dari dudukannya akibat tekanan yang kuat dan temperatur tinggi dari mesin.

Kebanyakan selang radiator terbuat dari bahan karet sintetis yang tahan terhadap getaran, panas, dan tekanan tinggi. Karena bagian ini sangat sering terkontaminasi dengan panas mesin. Meskipun begitu, karet ini tidak selamanya mampu menahan panas dari mesin mobil. Apalagi jika mesinnya sering terjadi overheat, otomatis selang radiatornya bisa mengeras secara perlahan dan akhirnya retak.

Apabila selang radiator telah retak, maka tidak akan mampu lagi mengalirkan cairan radiator yang panas. Akibatnya cairan radiator bisa bocor, bahkan menyembur keluar saat mesin bekerja. Periksa keadaan selang radiator secara berkala, dan bila perlu, gantilah selang radiatornya jika sudah berumur.

4. Periksa Kondisi Tutup Radiator

Walau bentuknya kecil, tutup radiator memiliki fungsi yang sangat vital, oleh karenanya jangan pernah meremehkan peran tutup radiator. Apabila komponen ini bermasalah/rusak bisa mengakibatkan mobil mengalami overheat. Selain berfungsi sebagai penutup lubang pengisian cairan radiator, tutup radiator juga berperan sebagai pengatur tekanan di dalam radiator. Radiator bekerja dengan ruang yang vakum, sehingga di dalamnya ukuran toleransi tekanan di dalamnya sudah diatur dari pabrik. Keputusan buka-tutup pagar portal berdasarkan tekanan di dalam sistem radiator.

Tutup Radiator Rusak
Periksa Kondisi Tutup Radiator

Tutup radiator ini seolah menjadi pintu/portal antara radiator dengan tabung reservoir (penampung cadangan cairan radiator). Pada setiap tutup radiator memiliki komponen seal karet (pressure valve) dan pegas (pressure spring). Kerusakan tutup radiator dapat terjadi akibat adanya kerusakan pada seal karet ataupun pegas (pressure spring) yang sudah lemah. Sehingga akan menyebabkan sirkulasi cairan radiator yang berasal dari radiator yang menuju ke tabung reservoir terhambat. Akibatnya cairan radiator yang panas tersebut akan dikirimkan kembali ke bagian mesin. Suhu di dalam radiator dan mesin mobil pun akan meningkat secara perlahan.

Sebaiknya periksa bagian tutup radiator secara berkala. Periksa juga apakah seal nya masih kenyal atau tidak. Kalau sudah rusak, terpaksa Anda harus menggantinya dengan yang baru.

Service Berkala Komponen Mobil Usai Mudik Lebaran

Service Berkala Pada Mobil Harus Rutin Dilakukan, Ini Alasan Pentingnya

Setelah membeli mobil, selaku pemilik mobil kita diwajibkan untuk menjaga kondisi mobil dan melakukan perawatan secara rutin. Tahapan perawatan rutin atau service berkala ini sangatlah penting bagi mobil, agar kondisinya selalu prima dan performanya maksimal. Mobil yang dalam kondisi prima mengurangi potensi terjadinya masalah ketika dikendarai di jalan, misalnya mogok atau kerusakan yang sulit untuk diantisipasi. Selain itu, dengan performa mobil yang terjaga maka mobil akan tetap nyaman dan tangkas saat digunakan, serta tentunya irit konsumsi bahan bakar.

Menurut Listiyono, selaku Kepala Bengkel di bengkel Zaini Auto Motor, “Jika secara rutin melakukan service berkala atau tune-up, berarti pengecekan semua komponen mobil, seperti oli, rem, radiator, busi, mesin, dan lain sebagainya selalu terpantau. Selain itu, servis berkala juga dapat mendeteksi sejak dini potensi timbulnya masalah pada mobil, sehingga dapat segera diambil langkah perbaikan. Alhasil dapat mereduksi risiko perbaikan yang memerlukan biaya lebih besar dikarenakan terjadinya kerusakan yang semakin berat.”

Tujuan Service Berkala (Tune Up) Mobil

Service berkala atau tune up biasanya dilakukan di bengkel mobil resmi atau bengkel mobil profesional lainnya. Service berkala pada mobil, umumnya dilakukan terkait pemeriksaan, perawatan, penyetelan, pengukuran, hingga penggantian komponen-komponen yang sudah mengalami kerusakan.

Service Berkala Pada Mobil Toyota Innova 2019
Pemeriksaan Saat Service Berkala

Tujuan utama melakukan service berkala secara rutin adalah untuk mengembalikan performa mobil agar mendekati seperti kondisi barunya atau sesuai spesifikasi yang direkomendasikan di buku manual. Setelah mobil digunakan setiap hari diberbagai kondisi, dan mengalami penurunan kinerja dalam interval waktu tertentu, maka perlu service berkala. Selain itu, service berkala juga untuk memastikan kondisi semua komponen dan semua sistem bekerja dengan baik dan maksimal. Dengan demikian mobil akan selalu ready bila mendadak akan digunakan untuk perjalanan jauh. Pemilik mobil bisa langsung tancap gas, tanpa perlu terlebih dahulu datang ke bengkel mobil untuk melakukan pengecekan (service berkala).

Manfaat Rutin Service Berkala

Service berkala secara rutin dapat memperpanjang umur (life time) kendaraan dan memperpanjang usia pakai komponen-komponen pada mobil. Sehingga biaya perawatan mobil lebih ekonomis dan terhindar dari beban biaya yang sangat mahal ketika terjadi kerusakan dan penggantian komponen mobil. Selama mobil dilakukan perawatan rutin (servis berkala) sesuai kondisi mobil tersebut, tentunya mobil akan siap sedia digunakan dalam perjalanan jauh. Sehingga tak perlu ragu lagi atas kondisi mobil yang siap dipakai untuk segala aktivitas, baik di dalam maupun ke luar kota. Dan yang pasti, servis berkala secara rutin memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna mobil tersebut.” ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Pemeriksaan Performa Mesin Saat Service Berkala Toyota Avanza
Pemeriksaan Performa Mesin

Apabila mobil masih baru dan masih dalam masa garansi, maka dengan melakukan servis berkala akan memastikan klaim garansi mobil tidak akan gugur jika suatu saat terjadi kerusakan, karena kondisi mobil dan perbaikannya tercatat dan terekam dengan baik. Catatan service berkala yang rapi dan jelas, layaknya sebuah catatan medis pada dunia kedokteran, dengan catatan ini bisa membuat harga jual kembali mobil akan terjaga baik. Hal ini karena track record mobil terlihat secara jelas oleh para calon pembeli dan menandakan keseriusan Anda dalam merawat mobil kesayangan.

Jadwal Service Berkala Pada Mobil

Untuk mobil baru, jadwal servis berkala yang dianjurkan biasanya pada 1 bulan pertama, selanjutnya dilakukan setiap kelipatan 10.000 km atau 6 bulan sekali selama 3 tahun. Hal ini dikarenakan mobil yang digunakan di kota besar seringnya terjebak macet, dimana mesin tetap bekerja dalam waktu yang lama meskipun mobil tidak bergerak.

Untuk penggunaan sehari-hari di Kota-kota besar yang macet, secara jarak akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai 10.000 km. Alhasil, jarak tempuh sudah tidak bisa lagi dijadikan acuan, karena aktualnya mesin terus bekerja jauh lebih berat saat kondisi lalu-lintas macet.

Selain itu, jika mobil biasa dioperasikan pada kondisi medan yang berat, misalnya pada medan yang berdebu, berlumpur, jalan yang kasar, daerah pegunungan atau pantai laut, maka jangka waktu perawatan atau servis berkala menjadi lebih pendek dibandingkan dengan perawatan berkala pada mobil yang dioperasikan dalam kondisi normal.

Servis Berkala Tiap 5.000 Km atau 10.000 Km Sekali?

Bukan rahasia umum jika tidak sedikit pemilik mobil baru yang bingung soal perawatan atau servisnya. Bukan soal lokasi atau mekanismenya, melainkan karena jangka waktu servisnya yang berbeda dan membuat bingung. Misalnya pada beberapa merk mobil, di buku perawatan berkala (manual book) tertera kalau interval service yang musti dilakukan setiap kelipatan 10.000 km atau 6 bulan sekali, tergantung periode mana yang tercapai lebih dahulu. Namun, ketika sudah melakukan servis di bengkel resmi, biasanya pihak bengkel menganjurkan untuk melakukan servis setiap 5.000 km sekali.

Service Berkala Daihatsu Xenia Setiap 10.000 km atau setiap 6 bulan sekali
Pemeriksaan Kondisi Mobil Saat Service Berkala

Menanggapi hal ini, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, Listiyono menjelaskan, “Sebenarnya yang utamanya adalah service berkala setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali. Tergantung mana yang tercapai lebih dahulu seperti yang tertulis di manual book perawatan mobil. Sedangkan untuk servis berkala setiap 5.000 km atau tiap 3 bulan sekali, sebaiknya dilakukan bagi mobil dengan mobilitas dan intensitas penggunaan yang tinggi. Seperti, mobil yang digunakan untuk taksi online atau mobil yang sering melewati jalan dengan frekuensi kemacetan cukup tinggi di kota-kota besar.”

Anjuran service berkala tiap 5.000 km sebenarnya untuk memastikan kondisi mobil tetap prima. Dan tidak melulu harus ganti oli, karena kemungkinan besar hanya perawatan ringan. Jika kondisi oli-oli masih bagus, tentunya tidak perlu ganti oli, cukup dilakukan pemeriksaan kendaraan bagian lainnya. Misal komponen filter, tekanan ban, sistem bahan bakar, sistem rem dan komponen lain, itu semua jadi opsional bagi konsumen. Namun yang terpenting adalah menjaga kondisi mobil tetap prima, aman, nyaman, dan tidak bermasalah saat dikendarai, baik di dalam kota maupun luar kota.

Komponen Mobil yang Membutuhkan Servis Berkala

Seiring waktu pemakaian, pada setiap mobil tentunya akan ada beberapa komponen yang mengalami keausan atau kotor. Komponen seperti filter-filter tentunya akan menjadi kotor, sehingga perlu dibersihkan atau diganti baru. Komponen lainnya, seperti kampas rem dan v-belt mungkin juga akan mengalami keausan, sehingga kehilangan efektivitas kinerjanya. Bahkan berbagai cairan seperti oli mesin, minyak rem, oli power steering, dan radiator coolant, sangat mungkin perlu diisi ulang, diganti baru, atau dibilas (flushing).

Setiap komponen mobil membutuhkan perawatan secara berkala, terutama untuk komponen-komponen fast moving. Maka penting bagi setiap pemilik mobil untuk mematuhi jadwal service berkala setiap kelipatan 10.000 km atau tiap 6 bulan. Karena komponen fast moving biasanya memiliki usia pakai yang terbatas dibandingkan komponen (sparepart) mobil lainnya yang lebih permanen. Apabila pemilik mobil kerap tidak mematuhi jadwal service berkala, maka akan memengaruhi kinerja pada sistem utama mobil. Hal ini berujung pada kinerja yang buruk, perbaikan kerusakan yang lebih serius, besarnya biaya perbaikan mobil, dan tentunya mengurangi nilai jual mobil tersebut.

Untuk servis berkala yang tidak memerlukan penggantian oli, maka mobil akan dilakukan pembersihan pada sistem pembakaran dan pemeriksaan sistem pengapian. Ditambah pula pemeriksaan dan penyetelan beberapa komponen mesin sesuai dengan standar dan disesuaikan dengan masa pakai kendaraan. Termasuk didalamnya adalah analisa kondisi komponen, mesin, dan gas buang, serta pemeriksaan dan pemeliharaan lengkap untuk seluruh bagian utama mobil.

Agar Tidak Antri Saat Service Berkala

Apabila melakukan service berkala di bengkel resmi butuh waktu yang lama dengan antrian yang panjang. Maka agar lebih cepat, mudah dan praktis, Anda bisa melakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor melalui customer service atau aplikasi “Bengkel Mobil Pro“. Sehingga Anda dapat mengatur sendiri waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke bengkel Zaini Auto Motor tanpa perlu mengantri lagi. Namun, jika benar-benar kesulitan mengatur waktu untuk ke bengkel mobil, Anda dapat memilih layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Nantinya, mekanik berpengalaman dari bengkel Zaini Auto Motor yang akan mendatangi lokasi Anda untuk melakukan service berkala sesuai pilihan waktu dan lokasi yang Anda mau.

Melihat begitu pentingnya manfaat dari service berkala bagi keamanan dan kenyamanan mobil, serta kesehatan kantong Anda, maka pastikan jangan terlewatkan. Agar tidak terlewatkan jadwal melakukan servis berkala, aplikasi “Bengkel Mobil Pro” juga bisa berfungsi sebagai reminder. Dimana, aplikasi ini secara rutin akan mengingatkan Anda saat waktunya service berkala telah tiba. Gunakan aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda untuk memudahkan dan meringankan beban Anda untuk merawat mobil kesayangan.

Ingat, dengan rutin menjaga kondisi mobil Anda, berarti itu juga akan menjaga keselamatan Anda. Maka cara terbaik yang dapat dilakukan bagi mobil dan keselamatan Anda adalah mematuhi jadwal service berkala yang telah direkomendasikan pabrikan.

Evaporator Mobil Avanza Kotor

Waspadai, Evaporator Kotor Menyebabkan AC Mobil Tidak Dingin

Di zaman sekarang, AC (air conditioner) merupakan komponen yang wajib terpasang pada setiap mobil. Apalagi kondisi cuaca di Indonesia beberapa bulan ke depan semakin panas, tentunya AC mobil sangatlah dibutuhkan saat berkendara. Sistem AC mobil merupakan fitur penting di dalam mobil, tentunya juga memiliki berbagai komponen penting yang menunjang kinerjanya. Salah satu komponen penting dalam sistem AC mobil adalah evaporator.

“Komponen evaporator AC-lah yang membuat kita dapat menikmati udara yang sejuk atau dingin di dalam mobil. Komponen evaporator ini berfungsi untuk menyerap udara panas dan merubahnya menjadi udara yang dingin (sejuk). Dan udara dingin yang dihasilkan evaporator ini nantinya akan dihembuskan langsung ke dalam kabin mobil melalui blower. Hembusan dari blower akan melewati kisi-kisi evaporator dan akan membawa udara dingin yang menyejukan ke dalam kabin mobil.” ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Komponen evaporator AC mobil yang bekerja tidak maksimal akan mengakibatkan hembusan udara yang dihasilkan pun terasa lemah dan tidak dingin. Hal ini akan sangat merugikan dan tentunya membuat pengemudi dan penumpang mobil tidak nyaman selama berada di dalam kabin mobil.

Evaporator AC Mobil Kotor

Bentuk evaporator biasanya menyerupai radiator yang memiliki kisi-kisi atau pipa berongga yang berliku-liku. Pada evaporator kondisinya cenderung selalu lembab, hal ini cenderung menyebabkan menumpuknya kotoran yang menempel pada bagian kisi-kisinya. Kotoran yang menumpuk pada evaporator akan menyumbat dan menghambat kinerja AC mobil. Akibatnya, AC mobil tidak mampu bekerja dengan optimal dan hembusan udara sejuk yang masuk ke kabin mobil tidak maksimal.

Proses Kerja Blower dan Evaporator AC Mobil

Jika evaporator kotor, maka proses kondensasi akan terganggu dan menyebabkan AC tidak dingin. Selain itu evaporator yang kotor juga bisa menyebabkan bau tidak sedap yang keluar dari AC mobil. Untuk itulah, setiap pemilik mobil perlu membersihkan komponen evaporator AC mobil secara rutin.

Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, menjelaskan “Kerusakan sistem AC (air conditioner) bisa terjadi kapan saja. AC mobil yang rusak mungkin saja diakibatkan oleh komponen evaporator yang kotor atau rusak. Musuh terbesar dari evaporator adalah debu, kotoran, dan partikel polusi lainnya. Karena kotoran, debu dan partikel polusi lainnya dapat dengan mudah menempel pada evaporator yang kondisinya cenderung selalu lembab. Sehingga samakin lama akan membuat kisi-kisi evaporator tertutup lumpur dan terhambat menyalurkan udara sejuk ke dalam kabin mobil. Biasanya terdapat beberapa gejala yang terjadi, meliputi hembusan udara AC lemah, AC mobil tidak dingin, udara AC berbau, dan temperatur tidak stabil (berfluktuasi).”

Debu dan kotoran juga bisa berasal dari kotoran yang tidak tersaring dengan baik oleh filter kabin. Jika setiap hari jumlahnya bertambah dan menumpuk, bisa membuat kinerja evaporator terganggu. Udara yang dihasilkan AC mobil pun tidak dingin. Evaporator yang bersih akan membuat sirkulasi udara pada sistem AC mobil semakin maksimal, otomatis hawa sejuk (dingin) yang keluar akan optimal.

Penyebab Evaporator AC Mobil Cepat Kotor

Salah satu kebiasaan para pengemudi atau penumpang mobil yang dapat mempengaruhi kinerja AC mobil adalah terlalu sering membuka kaca mobil. Kebiasaan membuka kaca mobil ini biasanya dilakukan oleh pengemudi atau penumpang yang punya kebiasaan merokok. Mereka sering membuka kaca mobil saat merokok dengan maksud agar asap rokok bisa cepat keluar. Namun, celakanya AC mobil tetap dinyalakan karena mereka juga tidak mau kepanasan di dalam kabin mobil.

Evaporator AC Mobil Pada Suzuki Ertiga Kotor
Evaporator AC Mobil Kotor

“Saat kaca mobil dibuka, maka debu, kotoran dan partikel polusi kendaraan lain akan mudah masuk ke kabin mobil. Namanya udara dari luar, kita tidak tahu seberapa kotor, sehingga bisa membuat kabin ataupun evaporator jadi lebih cepat kotor. Selain itu, debu, asap rokok, serta asap knalpot dari mobil lain yang bersirkulasi di dalam kabin dapat menimbulkan bau tak sedap pada embusan udara AC mobil. Sebaiknya, hindari merokok di dalam mobil, karena partikel asapnya bisa mengotori evaporator. Selain itu, nikotinnya yang lengket dan berlendir akan menempel pada interior mobil dan menimbulkan bau tak sedap dan susah hilang,” ungkap Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Debu, kotoran dan partikel polusi lainnya yang masuk melalui jendela, akan masuk ke sistem sirkulasi AC di dalam kabin. Semakin lama akan menumpuk dan bisa menimbulkan jamur pada komponen evaporator atau bagian komponen AC lain. Hal inilah yang bisa menimbulkan bau yang tidak sedap seperti bau apek pada AC mobil. Apabila menginginkan kinerja AC mobil tetap optimal dan evaporator tidak mudah kotor, sebaiknya rutin menjaga kebersihan kabin mobil. Misalnya, seminggu sekali membersihkan atau mem-vacuum karpet mobil, tempat duduk penumpang, kisi-kisi ventilasi AC, serta dashboard mobil. Agar udara yang dihembuskan AC mobil jadi lebih segar dan sehat.

Kapan Evaporator AC Mobil Diganti

Evaporator pada AC mobil umumnya jarang terjadi kebocoran, kecuali usia pakainya sudah mendekati batas maksimal. Hal ini karena evaporator merupakan komponen AC mobil yang selalu dilalui freon, maka makin lama akan terjadi korosi (kropos). Faktor inilah yang akhirnya menyebabkan kebocoran freon.

Kapan Evaporator AC Mobil Diganti
Ganti Evaporator AC Mobil

Untuk usia pakai dari evaporator sendiri tidak dapat berpedoman pada jarak tempuh mobil. Karena akan berbeda hasilnya antara kondisi lalu lintas yang lancar dengan lalu-lintas macet. Maka harus dihitung saat AC mobil tetap bekerja ketika mobil berhenti dan melintas di lalu-lintas macet. Untuk menemukan angka valid AC bekerja, biasanya menggunakan pedoman jarak tempuh mobil dikalikan tiga. Misalnya, batas maksimal usia pakai evaporator berkisar 90.000 kilometer, jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 30.000 km, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kondisi evaporator.

Menghilangkan Bau Tak Sedap Pada AC Mobil

Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor menyarankan, jika udara yang dihasilkan AC mobil sudah tidak fresh dan muncul bau tidak sedap, maka segera bawa mobil Anda ke bengkel AC mobil terdekat atau bengkel mobil profesional untuk dilakukan service pada sistem AC mobil. Komponen AC mobil seperti kondensor, evaporator dan komponen AC lainnya akan dicuci dan dibersihkan menggunakan udara bertekanan.

Agar Evaporator tidak midah kotor, bersihkan interior mobil secara rutin
Rutin Membersihkan Interior Mobil

Untuk membersihkan evaporator AC mobil, ada beberapa bagian dari mobil yang harus dibongkar, dan hal tersebut harus dilakukan oleh mekanik profesional. Namun, bila Anda merasa bisa melakukannya sendiri, sebaiknya ikuti petunjuk pada buku panduan kepemilikan mobil (manual book). Evaporator AC mobil pada umumnya terletak di bawah dashboard mobil, namun semuanya tergantung dari jenis dan merek mobil. Terkadang, beberapa jenis mobil meletakkan evaporatornya di bagian lain. Jika kesulitan menemukan letak evaporator, kembali buka manual book bawaan mobil Anda, karena biasanya di manual book tersebut ada petunjuk mengenai perawatan beberapa komponen mobil, salah satunya letak evaporator AC mobil.

Dengan melakukan pembersihan pada komponen evaporator yang kotor, maka proses kondensasi tidak akan terganggu lagi dan hembusan udara AC akan kembali maksimal, tidak berbau, bersih dan sehat. Apabila terjadi kerusakan atau kotoran yang mengeras hingga menimpulkan korosi, maka sebaiknya komponen AC tersebut diganti dengan yang baru. Dan hasil yang didapat juga lebih baik, AC mobil akan menjadi semakin dingin seperti baru.

Semprotkan Cairan Pembersih AC Mobil

Jika sistem AC mobil Anda sudah dilengkapi dengan filter kabin (cabin air filter), maka komponen ini juga perlu dibersihkan dengan cara menyemprot dengan udara bertekanan. Namun, bila tidak ada udara bertekanan, cukup dengan mengetok-ngetok filter kabin ke lantai. Dapat juga menggunakan kuas atau sikat gigi secara perlahan dan berhati-hati, agar tidak merusak komponen filter AC tersebut. Apabila kotorannya membandel, lebih dianjurkan untuk mengganti filter kabin (cabin air filter) dengan yang baru.

Setelah melakukan pembersihan beberapa komponen AC mobil dan memasangnya kembali, selanjutnya nyalakan mesin mobil. Ketika mesin mobil sudah berputar stasioner, AC mobil diaktifkan dengan suhu paling tinggi dan putaran blower yang paling tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah blower bekerja secara maksimal atau tidak.

Semprotkan Cairan Pembersih AC Mobil dan membersihkan AC mobil dengan Vacuum

Langkah terakhir adalah menyemprotkan cairan pembersih (AC Cleaner Spray) yang berupa busa (foam) ke bagian blower AC. Diamkan foam (busa) tersebut berubah menjadi air hingga ke luar melalui ventilator AC di kabin. Kemudian bersihkan air yang berada di lubang ventilator AC. Cairan pembersih (AC Cleaner Spray) selain sebagai pembersih, juga untuk menghilangkan kuman dan bakteri penyebab bau, sekaligus bisa digunakan sebagai pengharum.

Jika mobil kesayangan Anda muncul gejala hembusan udara AC lemah, AC mobil tidak dingin, udara AC berbau, dan temperatur AC tidak stabil (berfluktuasi), maka kami sarankan untuk segera datang ke bengkel AC mobil terdekat atau bengkel mobil profesional yang mampu mengatasi permasalahan AC mobil Anda. Namun, bila Anda tidak punya banyak waktu untuk ke bengkel mobil, dan ingin mendapatkan tempat service yang aman, cepat dan berkualitas, sebaiknya segera lakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor. Pilih layanan “bengkel mobil panggilan“, dimana mekanik dari bengkel Zaini Auto Motor akan segera mendatangi lokasi Anda.

Setiap mobil yang ditangani bengkel Zaini Auto Motor akan mendapat pemeriksaan dan perawatan maksimal. Mekanik profesional dan berpengalaman akan memeriksa seluruh kondisi mobil Anda, termasuk kondisi AC Mobil. Selanjutnya mekanik Zaini Auto Motor akan menginformasikan perbaikan apa saja yang diperlukan, dan memberi saran jika memang perlu adanya penggantian sparepart. Selain itu, bengkel Zaini Auto Motor juga menyediakan berbagai macam suku cadang asli. Jadi, Anda tinggal terima beres dan performa AC mobil akan kembali maksimal.

Agar Shockbreaker Mobil Lebih Awet

6 Tanda Shockbreaker Mobil Anda Perlu Segera Diganti

Kenyamanan dalam berkendara merupakan hal utama yang paling diidamkan oleh setiap pemiliki dan pengendara mobil. Kenyamanan dalam berkendara bukan hanya diberikan oleh komponen interior dan eksterior mobil saja, tetapi komponen pendukung gerak mobil juga harus memberikan kenyamanan. Misalnya kaki-kaki mobil seperti link stabilizer, tie rod, penggerak kemudi, shockbreaker dan lain sebagainya. Komponen kaki-kaki tersebut harus selalu memberikan kenyamanan bagi pengendara dan penumpangnya, terutama komponen shockbreaker (shock absorber) mobil. Sehingga selama perjalanan penumpang terhindar dari kecapekan dan dapat beristirahat menikmati perjalanan dengan nyaman.

Agus Zainal, selaku mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor mengatakan,”Shockbreaker merupakan salah satu komponen yang berperan penting untuk menghasilkan kenyamanan selama berkendara. Hal ini karena shockbreaker memiliki fungsi untuk meredam getaran, menahan goncangan, dan menstabilkan mobil ketika terdapat guncangan akibat melewati kontur jalan yang tidak rata, berlubang atau bergelombang. Jika shockbreaker berfungsi dengan optimal, maka akan menunjang kaki-kaki mobil untuk meredam getaran (goncangan) saat melewati jalanan yang tidak rata, dan menjaga kestabilan laju mobil.”

Namun, seiring dengan usia pemakaian, jarak yang ditempuh mobil, beban yang diangkut, dan medan yang dilalui, maka kemampuan peredaman dari shockbreaker akan melemah. Tidak jarang pula komponen peredam kejut ini akan mengalami kerusakan, sehingga kenyamanan selama berkendara akan hilang sama sekali. Nah, berikut ini beberapa ciri-ciri kerusakan pada shockbreaker mobil yang dapat dideteksi sendiri, antara lain:

1. Keausan Ban Mobil Tidak Rata

Saat roda mobil berputar, bidang kontak antara ban dan permukaan jalan terus berubah sesuai dengan kecepatan mobil, frekuensi pantulan, kondisi permukaan jalan, dan lain sebagainya. Area kontak yang berubah-ubah akan terlihat pada tapak ban, dan ditandai dengan permukaan ban yang terlalu aus dan tidak aus. Bagian ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan akan lebih cepat aus, namun bagian ban yang tidak bersentuhan dengan jalan lebih sedikit keausannya.

Shockbreaker Rusak Menyebabkan Keausan Ban Tidak Rata
Keausan Ban Mobil Akibat Shockbreaker Rusak

Ketika shockbreaker rusak, maka proses peredaman terhadap guncangan menjadi lemah dan tidak sempurna. Sehingga mengakibatkan ban tidak mampu menjaga kestabilan menapak di permukaan jalan saat terjadi sedikit guncangan di atas permukaan jalan. Akibat ketidakstabilan tersebut, permukaan tapak ban tidak seluruhnya menapak di permukaan jalan, maka keausan ban pun menjadi tidak merata.

“Kerusakan shockbreaker mobil dapat diliat dari keausan kembangan (tapak) ban yang tidak rata. Biasanya sisi ban bagian dalam akan terlihat lebih cepat aus (gundul) daripada sisi bagian luarnya. Jika sudah terjadi kondisi seperti itu, maka sudah pasti itu disebabkan oleh kerusakan shockbreaker. Selain itu, kerusakan suspensi (shock absorber) juga menyebabkan ban memantul saat mobil berjalan, biasanya terjadi pantulan turun yang lebih keras di beberapa bagian ban. Masalah akan menjadi lebih buruk jika mobil sering melewati permukaan jalan dengan banyak gundukan, lubang, atau jalan yang tidak rata.” kata Agus Zainal ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

2. Ayunan Shockbreaker Berlebihan

Ketika sedang mengendarai mobil dan merasakan mobil berayun lebih lembut dari biasanya, dan mobil membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke posisi stabil, khususnya ketika berbelok di tikungan, maka dapat dipastikan performa shockbreaker sudah tidak optimal dan harus segara diganti. Ayunan berlebihan biasanya disebabkan oleh kondisi shockbreaker yang sudah lemah atau terjadi kebocoran pada shock absorber.

Untuk memastikannya, pergi ke setiap sudut kendaraan, kemudian tekan bagian mobil yang berdekatan dengan posisi shockbreaker ke arah bawah, lantas lepaskan tekanan tersebut. Apabila mobil memantul atau mengayun lebih dari 1-2 kali setelah Anda melepaskan tekanannya, maka bisa dipastikan kondisi shock absorber tidak normal.

Cara Memeriksa Ayunan Shockbreaker Mobil Toyota
Memeriksa Ayunan Shockbreaker Mobil

Cara lain untuk mengetahui shockbreaker sudah layak diganti adalah dengan mengendarai mobil melewati polisi tidur yang cukup tinggi atau melewati lubang yang cukup dalam. Apabila mobil seperti diayun-ayunkan berulangkali dan tidak stabil, hal itu menandakan kondisi shockbreaker sudah lemah dan tidak normal. Pada shockbreaker yang masih normal, ketika melewati gundukan atau jalan berlubang, hanya akan mengayun satu hingga dua kali. Karena shockbreaker dirancang untuk menstabilkan mobil dan sebagai peredam getaran atau guncangan.

“Kondisi shockbreaker (shock absorber) yang mengayun berlebihan apabila dibiarkan akan membahayakan diri sendiri dan penumpang. Karena kontrol gerak mobil tidak dapat dikendalikan secara maksimal. Sehingga kemungkinan terburuknya dapat menyebabkan kecelakaan,” kata Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Oli Shockbreaker Bocor

Layaknya komponen mobil lainnya, seiring waktu pemakaian, maka peredam kejut (shock absorber) juga bisa mengalami kerusakan. Terutama pada mobil kerap melewati medan jalan yang rusak (bergelombang), sering mengangkut beban berlebihan, dan mobil yang telah berusia lebih dari lima tahun.

Oleh karenanya, pemilik mobil wajib memeriksa kondisi peredam kejut mobilnya. Ada beberapa cara mudah untuk memeriksa kondisi fisik shockbreaker. Biasanya tanda yang nampak secara fisik dan paling umum terjadi adalah adanya cairan yang keluar atau rembesan oli yang keluar dari dalam tabung shockbreker. Kebocoran pada komponen suspensi (shock absorber) ini akan membuat kinerjanya tidak maksimal saat meredam guncangan.

Oli Shockbreaker (Sokbreker) Mobil Toyota Bocor
Oli Shockbereker Mobil Bocor

Dengan adanya kebocoran ini, menandakan komponen peredam kejut ini memerlukan perbaikan atau bahkan perlu penggantian dengan yang baru. Jika dinding tabung shockbreaker sudah mengalami goresan, maka langkah yang paling tepat yang bisa dilakukan yakni dengan mengganti shockbreaker dengan yang baru. Jika Anda memaksakan tidak menggantinya, maka kinerja shockbreaker tidak akan maksimal dan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, untuk melakukan perbaikan juga perlu dilakukan penyetelan ulang, dan biaya yang dihabiskan tentu cukup besar. Oleh karenanya akan lebih efisien bila mengganti shockbreaker lama dengan yang baru.

“Rembesan oli pada shockbreaker mengindikasikan adanya kebocoran. Biasanya terlihat dari adanya rembesan oli di bodi (tabung) shockbreaker. Jika cairan yang berada di dalam tabung shockbreaker ini habis, maka kinerja pistonnya tidak maksimal. Kalau kinerja piston tidak maksimal, akibatnya saat melewati jalan rusak, menyebabkan peredamanan guncangan tidak sempurna. Pemilik mobil harus segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan di bengkel shockbreaker terdekat. Kebocoran shock absorber pada mobil keluaran lama dapat diperbaiki dengan cara mengganti oli suspensi dan mengganti seal karetnya dengan yang baru. Namun untuk mobil produksi terbaru, jika terdapat kerusakan biasanya harus langsung diganti dengan yang baru dan tidak bisa diperbaiki.” ucap Agus Zainal ketika ditemui beberapa waktu lalu di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Suara Berisik Pada Shockbreaker

Munculnya suara berisik pada bagian suspensi menandakan kondisinya sudah tidak berfungsi secara baik. Ketika shock absorber tertekan, seharusnya bagian tersebut harus kembali ke posisi semula dengan segera. Namun jika shock absorber sudah lemah, aus, atau bocor, maka shock absorber tidak segera kembali ke posisi semula dan tingkat baliknya menjadi lama. Akibatnya, peredaman pun tidak sempurna dan mobil seperti terbentur keras.

Penyebab Suara Berisik Pada Shockbreaker Mobil
Bushing Shockbreker Rusak

“Kebanyakan komponen suspensi (shock absorber) menggunakan media peredaman berupa oli. Jika volume oli di dalam tabung shock absorber sudah tidak sebanyak sebelumnya, atau sudah berkurang diakibatkan bocor, maka ketika mobil melalui tekstur jalan yang tidak rata, pengendara akan merasakan guncangan berlebih. Di bagian kaki-kaki mobil dan suspensi akan muncul bunyi berdecit atau suara “jedug” seperti benturan benda yang mentok tiap melewati gundukan atau jalan tidak rata. Jika sudah begini, sebaiknya komponen suspensi segera diganti sebelum merusak komponen mobil lainnya.” Saran Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, suspensi (shock absorber) memiliki lubang baut pengikat di setiap ujungnya, yang mencegah kemungkinan lepas dari dudukannya di mobil. Lubang baut pengikat ini masing-masing memiliki bushing karet, dan jika bushing karet tersebut rusak, aus atau pecah, maka suara berisik juga akan terdengar saat kendaraan melaju melewati gundukan.

5. Body Mobil Miring (Tidak Seimbang)

Kondisi shockbreaker yang lemah akan menyebabkan tampilan body mobil terlihat lebih rendah dari pada kondisi normalnya. Hal ini dapat diperiksa dengan memarkir mobil di tempat yang rata, kemudian perhatikan jarak antara sepatbor roda dengan ban mobil. Bila setiap roda memiliki jarak yang berbeda dengan sepatbor, maka kemungkinan salah satu shock absorber tidak berfungsi dengan baik. Hal ini dikarenakan komponen shock absorber tidak cukup kuat untuk menahan berat body mobil itu sendiri.

Suspensi Mobil Rusak Mengakibatkan Bodi Mobil Terlihat Miring
Body Mobil Terlihat Miring Akibat Shockbreaker Rusak

“Bodi mobil yang terlihat miring, sebagian besar terjadi karena kaki-kaki mobil tidak bekerja dengan baik, terutama suspensi yang sudah lemah. Komponen bushing dan karet pada dudukan suspensi biasanya yang paling pertama rusak, selanjutnya komponen yang rusak adalah shockbreaker. Jika bagian ini rusak maka dapat mempengaruhi ketinggian mobil. Selanjutnya, coil spring (per keong) yang sudah lemah juga akan membuat ketinggian bodi mobil berbeda, sehingga tampak miring salah satu sisinya.” jelas Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Apalagi saat dikendarai, berat mobil akan bertambah dengan berat jumlah penumpang dan muatan barang yang berada di dalam mobil. Maka ketika melewati polisi tidur dan jalan berkontur tidak rata akan menyebabkan kerusakan parah pada shock absorber dan bisa merusak komponen mobil lainnya. Oleh kareanya, perlu segera melakukan pergantian pada komponen suspensi ini, karena akan berbahaya bila tetap membiarkan hal ini terus terjadi dalam waktu yang lama.

6. Sistem Rem Membutuhkan Waktu Lebih Lama Untuk Menghentikan Mobil

Tanpa adanya sistem rem, maka mobil yang melaju tidak akan bisa berhenti dengan sempurna. Rem mobil pun dapat dijadikan tanda untuk mengetahui kondisi shock absorber. Karena fungsi lain dari shock absorber adalah memindahkan gaya gerak kendaraan dan gaya pengereman roda ke body kendaraan, melalui gesekan antara permukaan jalan dengan ban. Kondisi suspensi (shock absorber) yang baik dan prima akan menambah kemampuan cengkram ban terhadap permukaan jalan.

Mengganti Shock Absorber Yang Rusak Dengan Yang Baru
Mengganti Shockbreaker Yang Rusak

Shockbreaker yang bermasalah, biasanya akan membutuhkan banyak waktu untuk menggerakkan seluruh batang pistonnya (piston rod). Hal ini tentunya akan menambah waktu pengereman, dan memperpanjang jarak kendaraan untuk dapat berhenti secara sempurna. Selain itu proses cengkraman tapak ban terhadap jalan akan berkurang ketika terjadi pengereman secara mendadak. Proses pengereman menjadi tidak stabil, karena peredaman yang dilakukan shockbreaker sangatlah lama, dan kekuatan daya cengkram ban terhadap jalan untuk mengkuatkannya pun juga berkurang.

Jika mobil kesayangan Anda terdapat salah satu gejala di atas, maka kami sarankan untuk segera datang ke bengkel shockbreaker terdekat atau bengkel mobil terdekat untuk memeriksakan kondisi suspensi (shock absorber) mobil Anda. Namun, bila Anda tidak punya banyak waktu untuk ke bengkel mobil, dan ingin mendapatkan tempat service yang aman dan berkualitas, sebaiknya segera lakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor. Anda dapat memilih layanan “bengkel mobil panggilan“, dimana mekanik dari bengkel Zaini Auto Motor akan segera mendatangi lokasi Anda.

Setiap mobil yang ditangain bengkel Zaini Auto Motor akan mendapat pemeriksaan dan perawatan maksimal. Mekanik profesional dan berpengalaman akan memeriksa seluruh kondisi mobil Anda, termasuk kondisi shock absorber. Selanjutnya mekanik Zaini Auto Motor akan memberi tahu perbaikan apa saja yang diperlukan, dan memberi saran jika memang perlu adanya penggantian sparepart. Selain itu, bengkel Zaini Auto Motor juga menyediakan berbagai macam suku cadang asli. Jadi, Anda tinggal terima beres dan performa mobil akan kembali maksimal.

Cara Rotasi Ban Mobil Yang Benar

Jangan Sepelekan, Ini Aturan Dan Manfaat Rotasi Ban Mobil

Ban mobil merupakan komponen yang harus diperhatikan dan selalu dijaga kondisinya agar selalu prima untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara. Ada beberapa cara untuk menjaga kondisi semua ban tetap prima, salah satunya dengan melakukan rotasi ban. Merawat dan menjaga kondisi ban mobil, memang perlu ketelatenan dan sebaiknya mengikuti petunjuk dalam manual book (buku panduan kepemilikan mobil). Dalam manual book, biasanya diterangkan cara merawat ban dan rotasi ban. Pada penggunaan mobil secara normal, rotasi ban sebaiknya dilakukan secara rutin agar tingkat keauasan ban bisa merata.

Menurut Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor, “Merotasi ban secara rutin akan secara signifikan memperpanjang umur ban. Selama pemakaian mobil, pada umumnya keempat ban mobil akan memiliki keausan yang berbeda. Jika salah satu ban memiliki keausan lebih banyak daripada yang lain, maka mobil akan mulai menarik ke arah ban yang tidak aus. Misalnya, saat berkendara, cobalah untuk sesaat melepaskan roda kemudi, mobil seharusnya dapat terus berjalan secara lurus. Namun, jika telah terjadi keausan ban yang berbeda, maka biasanya mobil tidak akan berjalan lurus. Mobil akan cenderung menarik ke arah ban yang kondisinya lebih baik. Hal ini juga menjadi alasan mengapa ketika membeli ban baru sebaiknya membeli berpasangan.”

Kapan Harus Melakukan Rotasi Ban Mobil

Merotasi ban secara rutin dan benar akan membuat tingkat keausan ban merata. Dan memungkinkan setiap ban dapat digunakan selama mungkin pada posisi sisi roda yang berbeda-beda. Namun secara umum, rotasi ban dilakukan dengan tujuan untuk mengistirahatkan ban depan dan mengoperasikan ban serep. Hal ini, dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak buruk yang diterima ban depan, yang memiliki beban lebih besar saat digunakan untuk berbelok dan mengarahkan mobil. Selain itu, merotasi ban juga dilakukan sebagai upaya untuk merawat ban cadangan (ban serep).

Akibat akumulasi jarak tempuh kendaraan, pada keempat ban akan memiliki kecepataan keausan yang berbeda, dan menghasilkan keausan ban di tempat yang berbeda-beda pula. Hal ini karena pemakaian ban depan berbeda dengan ban belakang, dan pemakaian ban kanan yang berbeda pula dari ban kiri.

Semua mobil dirancang dengan konfigurasi bobot, sistem kemudi, dan jenis penggerak roda yang berbeda-beda. Ini berarti akan menghasilkan keausan yang tidak merata pada keempat sisi roda kendaraan. Jika pemilik mobil terlalu lama membiarkan setiap ban tetap berada di satu posisi, maka akan terjadi keausan dan kerusakan ban yang tidak normal. Sehingga mobil saat dikendarai bisa mulai menarik dan tergelincir ke salah satu arah.

Dengan secara rutin melakukan rotasi ban, memungkinkan keempat ban akan mengalami keausan yang sama. Sehingga membuat rentang usia pakai ban relatif sama pada keempatnya. Mobil yang memiliki tingkat keausan ban yang merata, ketika dikendarai akan lebih lancar dan selalu berjalan lurus tidak menarik ke salah satu sisi kendaraan. Oleh karenanya, rotasi ban mobil sebaiknya dilakukan setiap 10.000 km, atau saat bersamaan ketika melakukan proses spooring dan balancing. Selanjutnya lakukan secara berkala pada kelipatan 10.000 km.

Jangan Asal Rotasi Ban, Ini Aturan Mainnya

Ban merupakan salah satu komponen yag harus diperhatikan dan dirawat secara rutin. Hal itu tentu sejalan dengan kinerja ban yang harus menopang beban kendaraan sekaligus menghasilkan traksi optimal dengan permukaan aspal. Salah satu perawatannya adalah dengan rotasi ban yang tujuan utamanya agar tingkat keausan semua ban merata. Namun, cara menukar posisi keempat ban dari depan hingga belakang ada aturan mainnya, sehingga jangan sembarangan melakukan perputaran rotasi ban. Berbagai jenis mobil juga memiliki teknik atau pola rotasi ban yang berbeda, sebaiknya ikuti sesuai yang direkomendasikan pabrikan mobil. Ada pola rotasi dari roda bagian belakang dipindah ke depan, ada juga yang menyilang (crossing), pola rotasi sejajar, semua tergantung tipe penggerak rodanya.

“Rotasi ban yang dilakukan sendiri tidak bisa sembarangan, karena ada polanya. Yang harus diperhatikan juga adalah perbedaan pola rotasi posisi ban antara mobil berpenggerak roda depan dan penggerak roda belakang. Selain itu, biasanya setiap produsen mobil juga mempunyai rekomendasi konfigurasi/pola rotasi bannya sendiri-sendiri. Sebenarnya yang paling bagus menggunakan pola rotasi menyilang (diagonal),” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Pada manual book biasanya menggunakan aturan pola menyilang, dimulai dari ban depan kiri dipasangkan ke ban belakang sebelah kanan, dan begitu juga sebaliknya. Tingkat keausan alur ban paling cepat terdapat pada roda bagian depan, karena kerjanya cukup berat dan berhubungan dengan kemudi. Selain itu, saat ini kebanyakan mobil memiliki penggerak roda depan dan yang belakang ngikutin. Sehingga bagian depan menerima beban yang lebih berat daripada ban belakang, maka ban depan akan lebih cepat aus.

Tidak Semua Ban Mobil Bisa Dirotasi

Meskipun sangat penting untuk memperpanjang usia ban, tetapi pada kenyataannya ada beberapa mobil yang memang tidak bisa dilakukan rotasi ban. Maka sebelum melakukan rotasi ban, yang perlu diperhatikan oleh setiap pemilik mobil adalah memastikan semua ban mempunyai ukuran (dimensi) yang sama. Karena ada beberapa mobil yang mempunyai dimensi roda depan lebih kecil dari roda belakangnya. Biasanya sering ditemui pada mobil sport yang memiliki dimensi ban dan pelek berbeda antar depan dan belakang.

Selain itu, ada juga ban mobil yang dirancang untuk tetap dipasang di sisi roda kanan atau roda kiri. Ban ini dinamakan ban directional, sehingga tidak dapat dilakukan rotasi sembarangan. Ban directional umumnya memiliki arah alur ban searah (directional tread), dan pattern (alur) kembangannya umumnya berbentuk pola huruf V. Ban directional juga dilengkapi dengan berbagai macam keterangan di dinding ban (sidewall), berupa tanda panah dan tulisan “ROTATION” sebagai petunjuk arah putaran ban, sehingga pemasangan tidak boleh terbalik.

“Ukuran ban berperan vital dalam urusan rotasi ban. Jika diketahui terdapat ukuran ban yang berbeda, yah otomatis tidak dapat dirotasi karena didesain seperti itu. Selain perbedaan dimensi ban, mobil yang memiliki arah alur ban directional (searah), atau pattern kembangan ban yang biasanya berbentuk pola huruf V, tidak dapat dilakukan rotasi sembarangan. Saat akan merotasi ban, wajib memperhatikan posisi arah ban, dan ban hanya bisa dipindah ke satu sisi saja (depan-belakang), tidak bisa menyilang.” ujar Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

“Misalnya, pada ban kiri yang sudah ada arah alur kembangannya sendiri, jika dipindah ke sebelah kanan otomatis alurnya akan terbalik. Maka bisanya di pindah hanya ke roda kiri bagian belakang, pada sisi yang sama tidak bisa menyilang. Akan sangat berbahaya bila sampai salah arah alurnya, terutama ketika melintasi jalan basah dan ketika melakukan pengereman karena grip-nya tidak sesuai. Salah arah alur putaran ban juga akan menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju di jalan raya,” tutup Agus Tri Ariyanto mengakhiri penjelasannya di bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Yang Benar

Rotasi ban secara benar dan tepat dipercaya dapat memperpanjang usia ban sekitar 30% lebih lama. Terutama pada ban depan mobil, karena kondisi ban akan cepat aus pada bagian roda depannya daripada di bagian roda belakang. Apabila Anda kurang memahami cara merotasi ban yang tepat, maka alangkah baiknya percayakan pada mekanik profesional di bengkel mobil terdekat, bengkel resmi atau bengkel/toko khusus ban. Karena pada bengkel mobil atau toko khusus ban, biasanya terdapat berbagai alat khusus untuk mendeteksi kondisi ban. Sehingga jika memang dibutuhkan maka dapat dilakukan spooring and balancing, sekaligus pemeriksaan kondisi kaki-kaki mobil.

Ada juga mobil dengan yang mempunyai ukuran ban cadangan lebih kecil. Jika mobil yang digunakan memiliki ban serep lebih kecil, maka rotasi ban tidak perlu melibatkan ban serep. Perawatan pada ban serepnya pun cukup dengan memeriksakan tekanannya secara berkala, agar suatu saat ketika diperlukan dalam kondisi yang siap pakai.

Perawatan merupakan kunci utama untuk menjaga kondisi ban mobil tetap prima. Ada perawatan yang harus datang ke bengkel mobil, bisa juga dilakukan sendiri, seperti memeriksa tekanan angin. Namun, masih banyak pemilik mobil suka melupakan perawatan ini. Tekanan angin pada ban perlu diperhatikan agar ban dapat berfungsi dengan baik dan memberikan kinerja maksimal. Tiap mobil pada bagian pintunya sudah disertakan standar untuk tekanan angin ban. Pemilik mobil tinggal mengikuti secara regular, selanjutnya lakukan pengecekan tiap dua sampai tiga minggu, bila memakai tekanan nitrogen sekitar satu bulan.

Melakukan rotasi ban di bengkel Zaini Auto Motor akan lebih baik, karena dilakukan oleh para mekanik profesional dan dipastikan tidak akan salah. Kondisi ban sebelum dirotasi akan dicek lebih dahulu, setelah semuanya kondisi ban baik maka akan dilakukan rotasi. Namun, apabila kondisi ban untuk roda depan keausannya lebih banyak atau gundul, maka tidak boleh dirotasi. Harus dicari ban yang ketebalannya masih bagus, karena untuk bagian depan akan bekerja lebih berat dan untuk mengatur arah laju mobil. Kemudian, jika diperlukan juga dapat dilakukan spooring dan balancing untuk menjaga keseimbangan mobil Anda.

Muncul Bunyi Gemuruh / Suara Dengung di Roda Mobil Toyota Avanza

Ada Bunyi Gemuruh / Dengung di Roda Mobil, Ini Tersangka Utamanya

Salah satu kerusakan dan masalah yang sering terjadi pada mobil, khususnya yang telah mencapai usia pakai lebih dari 3 tahun, yakni timbul suara mendengung atau bunyi gemuruh pada bagian roda. Pernahkah Anda merasa terganggu dengan munculnya bunyi gemuruh atau mendengung tersebut? Tentunya sangat menyebalkan, bukan? Apalagi bunyi dengung itu muncul sepanjang perjalanan di jalan tol, tentunya semakin mengesalkan. Dimana seharusnya sepanjang perjalanan, pengemudi dan penumpang menikmati suasana kabin yang tenang dan nyaman, tetapi malah terganggu dengan suara dengunan.

Bunyi gemuruh atau suara mendengung tersebut biasanya terdengar hingga ke dalam kabin, dan hal itu akan mengganggu performa mobil hingga kenyamanan penumpang di kabin mobil. Banyak pemilik mobil yang mengeluh mengenai terdengarnya suara berisik ini, terutama saat kendaraan melaju pada kecepatan sedang hingga tinggi. Bahkan, pada kecepatan tertentu, ketidaknyamanan makin terasa karena terdengar kasar dan getaran bodi terasa cukup keras.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor,” Penyebab suara gemuruh / mendengung tersebut bermacam-macam, mulai karena keausan ban, kerusakan as roda (as kopel), kerusakan bearing roda, kaki-kaki mobil, hingga suspensi yang sudah waktunya diganti. Biasanya bunyi gemuruh tersebut akan semakin jelas terdengar ketika mobil melaju dengan kecepatan sedang hingga tinggi di jalan bebas hambatan. Umumnya, bunyi mengganggu tersebut dialami oleh mobil yang usia pemakaian lebih dari 3-5 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa juga terjadi pada mobil yang usia pakainya belum mencapai tiga tahun.”

Bunyi Dengung Disebabkan Kondisi Ban Aus Dan Bergelombang

Seperti telah dijelaskan di atas, salah satu penyebab munculnya suara mendengung pada roda mobil karena permukaan ban aus dan bergelombang. Para produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban dalam kondisi normal antara 3-5 tahun. Bunyi dengung pada roda, umumnya terjadi pada ban mobil yang memiliki usia pakai lebih dari 3 tahun, atau bila telah menempuh jarak 40.000 km. Biasanya bunyi tersebut akan terdengar jelas ketika mobil sedang melaju di jalan tol pada kecepatan antara 40-80 km/jam.

“Ban mobil yang telah aus dan bergelombang, biasanya akan menyebabkan bunyi gemuruh pada roda mobil, terutama ketika mobil dipacu antara kecepatan 40-80 km/jam. Selanjutnya suara gemuruh tersebut akan hilang saat mobil dipacu di atas kecepatan 80 km/jam. Selain itu, bila mobil melewati kontur/permukaan jalan yang tidak rata, maka suara tersebut tidak akan terdengar lagi hingga ke dalam kabin,” ujar Listiyono ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara Mengetahui Bunyi Gemuruh Di Roda Yang Disebabkan Kondisi Ban

Untuk memastikan penyebab bunyi dengung pada roda, pemilik mobil dapat melihat kondisi keausan ban, tanda TWI dan kode tahun pembuatan ban tersebut. Ban yang baik adalah ban yang memiliki permukaan / kembangan ban yang rata, tidak ada tonjolan atau gelombang. Karena bila keausan permukaannya tidak rata dan terdapat gelombang, akan menyebabkan ban mobil berputar tidak stabil dan bergetar ketika mobil dijalankan. Getaran pada ban tentunya akan menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju pada kecepatan lebih dari 40 km/jam di jalan raya.

Selanjutnya, bila usia ban ternyata sudah lebih dari 3 tahun, maka tak menutup kemungkinan profil karetnya akan mengeras dan telah terjadi keausan pada pemukaan ban. Sehingga daya absorbsi (daya serap) terhadap gesekan dan benturan menjadi berkurang. Setiap ban pasti memiliki kode produksi, berupa kode angka pada dinding ban yang menyatakan minggu keberapa dan tahun berapa ban tersebut di produksi. Misalnya, “Kode XXX1918“, dimana 4 angka terakhir menunjukkan bahwa ban ini di produksi pada minggu ke-19 tahun 2018.

Lakukan Rotasi Ban Atau Pakai Ban Cadangan

Selain itu, memastikan penyebab bunyi dengung dapat dilakukan dengan rotasi ban mobil, dan selanjutnya jalankan mobil. Kalau bunyi gemuruhnya berpindah ke sisi roda yang lain, berarti dapat dipastikan masalahnya adalah kondisi ban yang aus atau bergelombang. Untuk mengecek apakah kondisi ban bergelombang atau tidak, memang butuh ketelitian. Pasalnya gelombang sedikit saja sudah bisa membuat roda bergetar.

Apabila merasa repot melakukan rotasi seluruh ban, maka untuk memudahkan juga dapat menggunakan ban cadangan. Caranya, pasang ban cadangan pada sisi roda yang terdeteksi menimbulkan bunyi, namun dengan catatan ban cadangan tersebut masih dalam kondisi baik. Jika bunyinya sudah tidak terdengar lagi, maka bisa dipastikan itu masalah pada ban mobil. Tetapi kalau bunyinya belum hilang juga, kemungkinan ada masalah pada bearing roda, seperti yang akan diuraikan berikut ini.

Bunyi Gemuruh di Roda, Tanda Bearing Roda Mobil Rusak

Bunyi gemuruh yang terdengar hingga ke kabin, biasanya juga disebabkan oleh kerusakan pada bantalan roda (wheel bearing). Sehingga penting untuk mengetahui kondisi laher roda (wheel bearing) yang berfungsi sebagai bantalan pada roda agar dapat berputar dengan lancar. Apabila komponen bearing ini rusak, maka sering ditandai dengan suara gemuruh pada ban saat melaju di atas kecepatan 40 km/jam.

“Berdasarkan pengalaman menangani masalah ini, bearing roda depan paling sering mengalami masalah. Jika sudah rusak, maka otomatis akan muncul bunyi dengung atau gemuruh pada bagian roda depan ketika mobil melaju dalam kecepatan tetap. Biasanya suara dengung atau gemuruh akan muncul ketika mobil melaju di atas kecepatan 40 km/jam, baik saat mobil di permukaan jalan yang halus maupun permukaan jalan yang jelek. Semakin tinggi kecepatan mobil maka bunyi tersebut akan terdengar semakin keras. Hal ini berbeda dengan bunyi gemuruh yang disebabkan oleh kerusakan ban, karena aus dan bergelombang. Dimana bunyi tersebut baru terdengar ketika mobil melaju di jalan yang rata dan pada kecepatan antara 40-70 km/jam. Selanjutnya, akan menghilang dengan sendirinya ketika kecepatan di atas 80 km/jam, atau saat mobil melewati permukaan jalan yang jelek.” Ujar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Cara Mengecek Kondisi Bearing Roda

Untuk memastikan suara gemuruh yang timbul karena kerusakan bearing roda, maka Anda bisa memeriksanya dengan cara mendongkrak roda depan. Langkah selanjutnya adalah memutar-mutar roda, jika terdengar bunyi gemuruh pada roda berarti bearing roda benar bermasalah. Cara lainnya, yakni dengan menggoyangkan ban mobil ke kiri/kanan, dan ke atas/bawah, apabila bearing roda bermasalah, maka roda akan sedikit terasa oblak saat digoyangkan.

Untuk memastikan apakah hanya bearing roda yang bermasalah, maka roda perlu dicek lebih lanjut dan detail di bengkel mobil terdekat. Bearing roda yang telah rusak tidak dapat diperbaiki, dan perlu diganti dengan yang baru. Untuk penggantiannya memang terbilang sulit jika dilakukan sendiri, sehingga lebih baik serahkan pada bengkel mobil terdekat yang anda percayai.

Jika menghendaki berkendara dalam kondisi yang nyaman, maka kondisi kaki-kaki mobil harus benar-benar presisi dan prima. Lantaran, komponen kaki-kaki mobil punya peran besar dalam meredam guncangan saat mobil berjalan, terlebih di jalan yang jelek. Melakukan rotasi ban pada mobil ternyata sangat penting untuk membuat ban memiliki keausan yang merata. Karena jika tidak pernah dirotasi, maka ban berpotensi besar terjadi keausan yang tidak rata.

Apapun permasalahan pada mobil Anda, sebaiknya langsung konsultasikan pada ahlinya. Bengkel Zaini Auto Motor dengan didukung mekanik profesional dan handal, tentunya sudah berpengalaman mengatasi masalah seperti di atas. Mobil kesayangan Anda bermasalah? Anda tidak perlu panik dan repot datang ke bengkel mobil, para mekanik bengkel Zaini Auto Motor lah yang akan mendatangi lokasi Anda. Pastikan Anda sudah mendownload aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di gadget Anda. Dengan aplikasi ini, solusi perawatan dan perbaikan mobil Anda jadi semakin mudah dan murah. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan diskon service, diskon sparepart, dan promo lainnya yang sangat menguntungkan para pemilik mobil.

Tanda Ban Mobil Toyota Rusak Dan Perlu segera Diganti

Waspadai, 8 Tanda Ban Mobil Rusak Dan Perlu Secepatnya Diganti

Ban mobil merupakan satu-satunya komponen mobil yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Namun masih banyak pemilik kendaraan yang meremehkan keberadaan dan fungsi ban yang sangat penting tersebut. Seringkali, sekedar tekanan angin ban saja masih banyak pengemudi yang mengabaikan, apalagi sampai memperhatikan kondisi fisik ban mobil. Padahal, dampaknya bisa sangat fatal, kecelakaan sering terjadi diakibatkan kondisi ban mobil yang sudah rusak dan aus, sehingga mudah menyebabkan terjadinya pecah ban. Untuk itu, seperti komponen mobil lainnya, maka diperlukan pemeriksaan rutin guna mengetahui kondisi dan kesiapannya sebelum melakukan perjalanan dengan mobil.

Tri Ari Yanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor, menjelaskan, “Ban mobil bukan hanya sebagai komponen penggerak mobil, namun juga berperan bagi keselamatan, keiritan konsumsi bahan bakar, kenyamanan penumpang, ketahanan komponen kaki-kaki mobil dan lain sebagainya. Seringkali karena kelalaian, pengemudi tidak melakukan inspeksi rutin pada ban mobil, sehingga berakibat fatal seperti terjadi pecah ban saat melaju di jalan tol.”

Untuk mengatisipasi terjadinya pecah ban yang membuat mobil bisa terguling tak terkendali dan berakibat kecelakaan fatal. Maka terkait hal itu, pengemudi perlu mengetahui beberapa tanda ban mobil yang telah rusak dan secepatnya harus diganti, antara lain:

1. Muncul Retak Pada Sidewall Dan Kembangan Ban Mobil

Pemilik mobil dapat memeriksa sendiri secara visual ada tidaknya retak pada dinding samping (sidewall) dan permukaan kembangan ban. Retak pada permukaan kembangan ban dan dinding ban, tidak hanya terjadi pada ban yang sudah aus atau botak saja. Retak pada ban bisa jadi akibat kualitas ban yang jelek atau pengaruh cuaca.

Muncul Retak Pada Sidewall Ban Mobil
Ganti Ban Mobil Jika Muncul Retak, Meski Kembangan Ban Masih Tebal

Misalnya mobil yang selalu di parkir di tempat terbuka, sehingga ban mobil terpapar panas sepanjang siang hari, dan suhu dingin sepanjang malam, secara terus menerus. Sehingga ban tersebut menjadi rusak atau mudah rapuh sebelum umur semestinya. Namun, pada umumnya retak pada dinding ban dan permukaan kembangan ban akibat tekanan angin yang berlebihan ataupun kekurangan tekanan. Selain itu beban berlebihan juga dapat menyebabkan retak pada sisi dinding ban.

“Ban dengan tekanan udara yang tepat akan mengoptimalkan distribusi beban kendaraan, terutama saat menikung. Akselerasi mobilpun tidak akan terhambat akibat terjadi rolling resistance dari ban, dan kerja pengereman mobil juga bisa maksimal. Sebaiknya lakukan pemeliharaan ban secara rutin dengan menjaga tekanan anginnya, memarkir mobil di tempat tertutup, dan membersihkan ban. Selain itu memberi cairan khusus ban, dipercaya bisa membantu menjaga kelenturan ban dan menjaga keawetan ban.” ujar Tri Ari Yanto ketika diwawancarai di Bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Bila telah terjadi retak pada sidewall (dinding ban) atau permukaan ban, maka jangan diabaikan dan terus digunakan sehari-hari. Karena mungkin saja akan bermasalah ketika perjalanan, misalnya terjadi kebocoran dan yang paling fatal bisa meletus (pecah ban) sewaktu-waktu. Oleh karena itu, untuk mencegah kejadian tak diinginkan, lebih baik segera menggantinya dengan ban baru.

2. Aus Pada Kembangan Ban

Kondisi ban mobil yang baik, biasanya memiliki kualitas dan daya cengkram yang kuat saat menapak di permukaan jalan. Tetapi bila kondisi ban mobil sudah aus atau botak, maka ban akan mengalami penurunan daya cengkramnya terhadap permukaan jalan. Sehingga berpengaruh pula pada kontrol laju mobil dan pengeremannya.

Ganti Ban Mobil Yang Sudah Gundul, Botak Dan Aus Kembangannya
Periksa Keausan Kembangan Ban

Kondisi ban seperti ini sangat berbahaya bila terus digunakan, apalagi bila mobil dipacu dengan kecepatan tinggi dan melewati jalan licin atau basah. Daya cengkram ban terhadap permukaan jalan sudah pasti jauh berkurang, dan bisa menyebabkan mobil mudah tergelincir. Khawatirnya bila terus dipakai, dalam kondisi yang sudah gundul, botak atau rusak, bisa memicu terjadinya kecelakaan di jalan, entah karena kehilangan traksi dengan aspal atau ban pecah.

Perhatikan kondisi kembangan ban, bila masih terlihat tebal dan utuh, maka kondisi ban terbilang aman. Jika kembangan ban terlihat halus atau botak, maka sudah semestinya ban segera diganti baru, demi keselamatan selama perjalanan. Ada alat khusus untuk mengukur ketebalan kembangan ban yang disebut tire tread depth gauge. Namun bila Anda tidak punya, segera saja sambangi bengkel mobil terdekat atau bengkel khusus ban terdekat.

3. Perhatikan Usia Ban Mobil

Setiap komponen kendaraan mempunyai batas usia pakai, termasuk pada ban mobil. Seiring berjalannya waktu, kondisi ban mobil yang berbahan utama karet tentunya akan rentan getas dan kelenturannya akan mengalami penurunan. Tak hanya itu, daya cengkram ke aspal juga berkurang sehingga ban tidak lagi dalam performa maksimalnya.

Perhatikan Usia Ban Mobil Dengan Melihat Kode Tahun Pembuatan Ban
Perhatikan Usia Ban Mobil

Meskipun mobil jarang dipakai selama bertahun-tahun, tak menutup kemungkinan akan mengeras sehingga daya arbsorbsi atau daya serap terhadap benturan menjadi berkurang. Pemilik mobil tidak serta merta perlu mengabaikan mengganti ban, karena menganggap kondisinya masih tebal. Pada umumnya, produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban selama 3-5 tahun.

4. Perhatikan Jarak Tempuh Mobil

Jarak tempuh maksimal sebuah mobil yang digunakan secara rutin dan dalam pemakaian normal, biasanya berkisar antara 35.000 – 40.000 km. Sebaiknya ban mobil segera diganti baru bila mobil telah menempuh jarak 40.000 km, meskipun usia ban belum mencapai 3 tahun.

Ban Kendaraan Perlu Diganti Bila Jarak Tempuh Telah Mencapai 40000 km
Cek Kondisi Ban berdasarkan Jarak Tempuh Mobil

“Biasanya ban mobil yang telah menempuh jarak yang cukup jauh akan mengalami keausan, meskipun kelenturan pada ban masih terbilang bagus. Misalnya, mobil sering menempuh perjalanan jauh, sehingga dalam waktu 2 tahun jarak tempuhnya sudah mencapai 50.000 km. Padahal, untuk pemakaian normal, pada umumnya per tahun mobil menempuh jarak sekitar 15.000 – 20.000 km. Sehingga untuk jarak tempuh 40.000 km akan tercapai dalam waktu sekitar 2 hingga 3 tahun.” ujar Tri Ari Yanto ketika ditemui di Bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, mobil yang sering melalui jalan yang rusak dan berlubang, biasanya kondisi ban juga akan lebih cepat rusak dibandingkan pemakaian pada jalan normal. Untuk itu, pemilik mobil dituntut untuk lebih rutin memeriksa kondisi setiap ban, agar terhindar dari masalah ketika di perjalanan.

5. Perhatikan Tanda Tread Wear Indicator Ban

“Pada semua ban dilengkapi dengan tanda keausan ban, apabila tanda tersebut sudah mendekati atau sama dengan permukaan ban sebaiknya dilakukan penggantian ban. Tanda keausan ban dinamakan TWI (Thread Wear Indicator), yang berupa simbol segitiga pada dinding ban (sidewall). Selain simbol segitiga TWI, pada ban juga terdapat tonjolan kecil di sela-sela bagian tengah kembangan ban (grooves). Setidaknya, minimal ada enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban,” jelas Tri Ari Yanto di Bengkel Zaini Auto Motor.

Meriksaan Kedalaman Kembangan Ban Menggunakan Alat Tread Depth Indicator (TDI)
Meriksaan Kembangan Ban Menggunakan Tread Depth Indicator (TDI)

Tanda segitiga TWI (Tread Wear Indicator) pada umumnya terletak di batas terbawah kembangan ban dan tonjolan karet di sela kembangan ban (grooves). Jika tanda TWI ini sudah mulai terkikis dan menyentuh permukaan jalan, berarti kondisi ban telah menipis dan sudah waktunya diganti baru. Kondisi seperti ini tentunya tidak bisa diabaikan dan ditawar lagi demi keselamatan selama di jalan.

Berdasarkan keterangan Goodyear Indonesia, hampir 60% pengemudi mengendarai mobil dengan kondisi ban yang sudah tidak layak dan perlu segera diganti. Hal ini diketahui dari pemeriksaan sisa ketebalan telapak permukaan ban menggunakan alat Tire Tread Depth Gauge atau Tread Depth Indicator (TDI). Dari pemeriksaan tersebut didapati kenyataan bahwa kebanyakan ban mobil telah berada di garis kuning. Hal ini menandakan bahwa ketebalan telapak ban hanya bersisa antara 2-3 milimeter lagi sebelum akhirnya permukaan jalan bersentuhan dengan carcass ban (radial piles). Tentu hal ini merupakan kondisi yang sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara dan penumpang mobil. Batas minimal ketinggian telapak ban (tread area) yakni 1.6 mm diukur berdasarkan kondisi permukaan ketebalan telapak yang rata dengan tanda TWI.

6. Muncul Benjolan Pada Ban

Seiring usia dan kondisi pemakaian ban, maka bagian luar dan dalam ban akan semakin lemah. Meskipun tidak pasti terjadi pada semua ban, timbulnya benjolan pada sisi kembangan atau dinding ban bisa saja terjadi. Ban yang benjol dapat dirasakan dari getaran saat berjalan, atau terasa bergelombang saat mobil berjalan. Penyebab ban benjol bisa karena beberapa kondisi. Misalnya, mobil sering digunakan untuk mengangkut beban yang berlebihan, sehingga beberapa bagian ban harus menanggung beban lebih berat dari bagian lain. Hal ini akan sangat berdampak pada ban yang sudah berumur, yang bisa berakibat ban mengalami perubahan bentuk.

Penyebab Terjadinya Benjolan Pada Ban Mobil Toyota
Benjolan Pada Ban Kendaraan

Ban benjol juga bisa disebabkan karena tekanan angin yang sering kurang dari standar dan pengisian tekanan angin yang terlalu berlebihan. Mobil yang sering melewati jalanan rusak dan berlubang dengan kecepatan tinggi juga dapat membuat ban benjol. Pada kondisi tertentu beban ban menjadi tidak seimbang, hingga akhirnya menyebabkan anyaman penguat ban (cap plies dan steel belts) menjadi putus. Sehingga bila terus dibiarkan, benjol yang terjadi pada tapak dan dinding ban bisa semakin besar. Hal ini membuat ban rawan pecah karena ada beberapa bagian ban yang tidak lagi kuat menahan beban kendaraan dan tekanan angin.

“Jika sudah muncul benjolan pada ban, berarti ketahanan ban sudah tidak seragam. Benjolan pada ban merupakan pertanda ada anyaman benang (cap plies) dan kawat penguat konstruksi ban (steel belts) yang putus. Jika diibaratkan pembuluh darah manusia, tekanan darah berlebihan bisa saja berakibat pecahnya pembuluh darah, hal serupa juga bisa terjadi pada ban. Sebaiknya segera ganti dengan ban baru,” ujar Tri Ari Yanto di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

7. Terjadi Heel Toe Wear Pada Ban Mobil

Heel toe wear merupakan kondisi ban dimana salah satu sisi kembangan / tapak ban seperti terangkat. Dan ditandai dengan terjadinya keausan pada satu sisi blok kembangan ban yang lebih cepat dari sisi lainnya dalam arah melingkar. Heel toe wear menyebabkan profil kembangan ban membentuk bagian yang landai dan tajam pada kedua sisi yang berbeda. Saat kita meletakkan tangan di atas tapak kembangan ban, maka akan terasa seperti gigi gergaji dan akan terlihat jelas saat dipandang dari samping.

Heel Toe Wear Menandakan Ban Kendaraan Perlu Diganti
Heel Toe Wear Pada Ban

Heel toe wear biasanya terjadi pada bagian shoulder ban, yakni sisi tepi ban yang menjadi penghubung antara bagian telapak kembangan ban dengan bagian sidewall. Heel toe wear sering disebabkan oleh penyetelan toe positif (toe in) atau toe negatif (toe out) yang berlebihan. Jika ban mobil Anda mengalami salah satu dari pola keausan yang tidak biasa ini, maka mobil wajib diperiksa wheel alignment-nya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menyelaraskan kembali posisi roda-roda mobil, atau lebih populer disebut spooring roda mobil.

“Mobil yang telah mengalami ketidaksejajaran (misalignment) pada roda-rodanya juga dapat menimbulkan konsekuensi pada kinerja kendaraan secara keseluruhan. Misalnya, mobil yang menarik ke salah satu sisi, atau mengarahkan tidak menentu, mungkin saja memiliki masalah pada keselarasan roda-roda (wheel alignment). Melakukan pemeriksaan wheel alignment merupakan langkah yang tepat untuk mencegahan keausan ban dan terjadinya heel toe wear.” kata Tri Ari Yanto dikeramaian Bengkel Zaini Auto Motor.

Faktor dari luar kendaraan, seperti jalan yang rusak, bebatuan, dan jalan berlubang bisa menyebabkan kondisi tersebut. Kebiasaan mengemudi dengan gaya akselarasi dan pengereman yang berlebihan juga dapat membuat profil kembangan ban seperti terangkat. Misalnya, mobil dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan yang tidak rata, sehingga sering mengerem cukup keras di jalanan tersebut. Akibat pengerem di medan seperti ini, maka kembang-kembang ban terangkat karena tertarik secara paksa. Heel toe wear juga bisa disebabkan karena bushing suspensi, bearing roda dan ball joint yang sudah aus dan rusak. Kondisi ini akan menyebabkan ban cepat aus dan ketahanannya berkurang, sebaiknya diganti dengan ban baru.

8. Ban Bersuara Gemuruh

Salah satu permasalahan yang akan terjadi pada ban mobil yang memiliki usia pemakaian lebih dari 3 tahun atau telah menempuh jarak 40.000 km, yakni timbul bunyi gemuruh pada roda. Penyebab bunyi tersebut bermacam-macam, salah satunya adalah ban yang bergelombang. Biasanya bunyi tersebut terdengar ketika mobil sedang melaju di jalan bebas hambatan atau jalan tol.

Bunyi dengungan itu biasanya terdengar hingga ke kabin, dan itu akan mengganggu performa mobil hingga kenyamanan penumpang di kabin mobil. Ban yang baik adalah ban yang punya permukaan kembangan ban yang rata, atau tidak memiliki tonjolan atau gelombang. Karena ban yang bergelombang, akan menyebabkan ban mobil berputar tidak stabil dan bergetar ketika mobil dijalankan. Getaran pada ban tentunya akan menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju pada kecepatan lebih dari 40 km/jam di jalan raya.

Perawatan Dan Penggantian Ban Rusak

Pemilik kendaraan wajib hukumnya menaruh perhatian lebih pada komponen ban mobil. Pemeriksaan kondisi ban mobil perlu dilakukan dengan rutin, sehingga cepat diketahui apakah masih layak digunakan atau harus secepatnya diganti. Bila menemukan 8 tanda atau indikator di atas, sebaiknya segera ganti ban dengan yang baru. Khawatirnya bila terus dipakai, dalam kondisi yang sudah gundul, aus atau rusak, bisa memicu terjadinya kecelakaan saat perjalanan. Entah disebabkan ban kehilangan traksi karena menurunnya daya cengkram ban terhadap permukaan jalan, atau terjadi pecah ban saat melaju pada kecepatan tinggi.

“Kondisi ban mobil yang baik, biasanya memiliki kualitas dan daya cengkram yang kuat saat menapak di permukaan jalan. Tetapi bila sudah tidak layak pakai, ban akan mengalami penurunan daya cengkramnya terhadap permukaan jalan. Kondisi ban seperti ini sangat berbahaya bila terus digunakan, apalagi jika berkendara di jalan yang basah atau licin. Jika daya cengkram ban mobil sudah mengalami penurunan, atau kembangan ban telah melewati TWI, tingkat kenyamanan dan keselamatan berkendara pasti juga akan semakin berkurang. Kondisi ban seperti ini jika tetap dipaksakan berjalan berpotensi mengalami masalah pecah ban, maka ada baiknya segera ganti dengan yang baru.” jelas Tri Ari Yanto di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Banyak faktor yang bisa membuat ban menjadi penyebab utama kecelakaan. Intinya, harus rutin soal perawatan dan penggantian ban sesuai kondisi dan rekomendasi pabrikan. Agar perjalanan tetap lancar dan aman, maka sebaiknya perhatikan kondisi ban mobil Anda terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan. Caranya sederhana, hanya dengan melihat tanda keausan ban, kondisi fisik ban dan tekanan ban. Saat melakukan penggantian ban, perhatikan usia ban atau kode tahun ban tersebut pertama kali diproduksi. Meskipun dalam kondisi baru dan bagus, jika usia ban sudah mencapai 10 tahun, ban bisa dibilang sudah kadaluarsa. Mengapa? Seiring waktu, kondisi lingkungan tempat penyimpanan ban akan mempengaruhi fleksibilitas karet ban dan ban akan cenderung mengeras.

Dampak Buruk Lupa Menurunkan Rem tangan Mobil

5 Dampak Buruk Jika Sering Lupa Menurunkan Rem Tangan Mobil

Rem tangan (hand brake) atau parking brake (rem parkir) merupakan salah satu sistem keamanan pada mobil dengan prinsip sederhana. Namun rem tangan memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga mobil tetap diam diposisinya saat berhenti atau terparkir. Seiring pemanfaatannya, kadang pengemudi sering lupa untuk menonaktifkan atau menurunkan rem tangan ketika mengendarai mobilnya.

Mobil masih tetap bisa berjalan dan tidak terasa jika ternyata tuas rem tangan belum diturunkan. Hal ini disebabkan karena pengemudi sering mengaktifkan rem tangan tidak pada level tertinggi. Kebiasaan ini sering terjadi pada mobil dengan rem tangan konvensional. Selain itu, rem tangan memang tidak sepakem dan semaksimal rem kaki dalam menghentikan laju mobil. Kebiasaan sering lupa menurunkan tuas rem tangan ini, akan membuat laju mobil terasa berat dan menurunnya tenaga mesin saat dijalankan.

Ketika rem tangan masih aktif, sering tidak terasa saat mobil dikendarai dengan kecepatan sedang. Namun, ternyata hal ini dapat beresiko dan merusak komponen mobil dan komponen sistem rem, khususnya kampas rem. Berikut ini adalah beberapa dampak yang kemungkinan besar akan terjadi pada sistem rem jika sering lupa dinonaktifkan :

Kualitas Minyak Rem Menurun

Ketika rem tangan aktif dan mobil tetap melaju, maka akan menciptakan gesekan antara cakram/tromol dengan kampas rem. Setiap gesekan tentunya akan menimbulkan panas, yang nantinya panas tersebut akan ditransfer ke minyak rem. Cairan minyak rem pun dapat mendidih karena panas berlebihan akibat gesekan dalam waktu yang lama, sehingga kualitas minyak rem akan menurun.

Penurunan kualitas minyak rem menyebabkan cairan rem ini tidak dapat meneruskan tekanan dari pedal rem ke kaliper dan piston rem di roda-roda. Akibatnya akan terjadi kegagalan pengereman atau biasa disebut rem blong. Pedal rem akan terasa keras ketika diinjak. Rem yang tidak berfungsi dapat menyebabkan kecelakaan serius saat berkendara dengan kecepatan tinggi atau di jalan yang sibuk.

Kampas Rem Cepat Habis

Rem tangan yang terlalu lama digunakan akan membuat kampas rem cepat habis atau aus. Hal ini dikarenakan kampas rem terkikis akibat bergesekan dengan tromol atau disc brake, dan lama-kelamaan akan menipis. Bila sudah begini, mau tidak mau pemilik mobil harus segera membawa mobil ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi untuk pengecekan dan penggantian kampas rem.

Kampas Rem Mobil Avanza Cepat Habis atau Aus.
Kampas Rem Mobil Cepat Habis atau Aus.

Kampas rem yang sudah menipis dan aus dapat diperiksa sendiri. Pertama, periksa kedalaman pedal rem mobil. Bila injakan pedal rem sudah dalam, ini menandakan kampas rem sudah aus dan menipis sehingga daya cengkramnya nantinya akan berkurang. Namun, untuk menjaga keamanan berkendara, ada baiknya kampas rem perlu segera diganti setiap mencapai jarak kelipatan 10.000 kilometer. Bisa juga saat mobil dilakukan service berkala di bengkel mobil.

Agus Zainal, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan “Jika kampas rem sudah menipis atau aus, periksa kelayakan pemaakaiannya. Rata-rata, kampas rem mobil harus diganti jika ketebalannya sudah mencapai 2 milimeter. Kampas rem yang tidak layak pakai ditandai pedal rem terasa bergetar saat diinjak pada kecepatan tinggi. Tanda lainnya adanya suara berdecit saat pengereman. Kampas rem yang aus akan menyisakan bagian logamnya, sehingga menimbulkan suara saat bergesekan antara logam kampas rem dengan disc brake.”

Kampas Rem Terbakar

Material kampas rem, biasanya terbuat dari asbes atau bahan yang lebih modern, namun tentu memiliki tingkat ketahanan panas tertentu. Bila panas telah mencapai titik maksimal atau suhu yang tidak bisa ditoleransi lagi, maka kemampuan friksi dan daya cengkramnya akan memudar. Efek yang lebih fatal akan menyebabkan material kampas rem terbakar akibat panas yang melebihi toleransi.

Kampas Rem Mobil Bau Terbakar
Kampas Rem Mobil Terbakar

Bila pengemudi atau penumpang mobil mencium bau gosong atau bau terbakar di sekitar roda mobil, kemungkinan berasal dari kampas rem mobil. Penyebab utamanya biasanya dikarenakan pengemudi terlalu dalam dan lama menginjak pedal rem pada saat melintas di jalan menurun. Bau terbakar pada kampas rem juga bisa disebabkan ketika pengemudi telah mengendarai mobil cukup lama, namun lupa menurunkan rem tangan.

Kampas Rem Tangan Lepas

Pada saat mobil berjalan dan rem tangan masih dalam posisi aktif, maka akan membuat roda dipaksa berputar. Sehingga tenaga yang dikeluarkan mesin pasti akan tertahan yang dapat menyebabkan mesin cepat panas dan boros bahan bakar. Selain itu, roda yang dipaksa terus berputar pasti akan menekan kampas rem yang masih menempel pada tromol atau disc brake.

Hal itu dapat menyebabkan kampas rem terlepas dari besi dudukan atau plat penyangganya. Apalagi jika mobil berjalan lebih cepat, maka resiko kampas rem terlepas akan semakin besar. Kampas rem yang terlepas ini biasanya terjadi pada rem belakang berjenis tromol. Karena rem tromol memiliki bidang kontak yang bergesekan lebih panjang, dibandingkan dengan rem cakram.

Perbaikan Kampas Rem Pada Rem Tromol Mobil Toyota
Perbaikan Kampas Rem Tromol Yang Lepas

Pastikan bunyi klik pada rem tangan antara empat sampai tujuh klik ketika ditarik. Jika lebih dari tujuh klik, tandanya rem tangan perlu penyetelan ulang, maka segera bawa ke bengkel mobil terdekat. Kemudian, usahakan jangan terlalu sering menggunakan rem tangan ketika mobil berhenti, baik di waktu di berhenti lampu merah atau berhenti sesaat.

Kampas Rem Menempel

Kampas rem juga sangat mungkin menempel (mengunci/ngantong), jika mobil dipaksa melaju saat rem tangan dalam posisi aktif. Hal ini terjadi karena kampas rem pada suhu tertentu dapat mengeras, sehingga bisa menyebabkan cacat pada cakram atau tromol. Jika sudah mengunci, tentunya rem tidak bisa memberikan performa maksimal. Kampas rem yang menempel tidak bisa kembali, jadi seperti mengunci pada tromol sehingga bisa menyebabkan tidak pakem atau rem blong.

Bahkan resiko akan semakin besar apabila kondisi kampas rem masih dalam keadaan basah, termasuk saat rem tangan dipakai untuk parkir. Misalnya saat tanjakan atau turunan terjadi kondisi lalu-lintas macet dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, mobil yang diam dan terpakir dalam waktu yang lama di permukaan tanah yang miring bisa membuat kerja rem semakin berat, apalagi bila ditambah beban angkut yang besar.

Dampak Kampas Rem Mobil Menempel atau mengunci pada cakram (tromol)
Dampak Kampas Rem Menempel dan Terbakar

Ada kesamaan antara rem tangan dengan rem biasa, yaitu sama-sama penting dan membutuhkan service berkala. Untuk itu, setiap pemilik mobil perlu selalu memperhatikan dan merawat rem tangan mobil kesayangannya, agar dapat digunakan dengan maksimal dan berfungsi sebagaimana semestinya. Perlakukan rem tangan sebagaimana fungsinya, yaitu untuk parkir, berhenti di tanjakan atau turunan saat kondisi jalan macet, dan sebagai rem darurat bila mobil mengalami rem blong.

Perawatan Rem Tangan

Untuk penggunaan normal, selalu bersihkan kotoran seperti debu dan kerak yang terdapat pada cakram atau tromol setiap 5.000 km hingga 10.000 km. Bila Anda tidak yakin mampu membersihkannya, segera bawa ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Pastikan bunyi klik pada rem tangan antara empat sampai tujuh klik ketika ditarik. Jika lebih dari tujuh klik, tandanya rem tangan perlu penyetelan ulang, maka segera bawa ke bengkel mobil terdekat. Kemudian, usahakan jangan terlalu sering menggunakan rem tangan ketika mobil berhenti, baik di waktu di berhenti lampu merah atau berhenti sesaat. Hindari parkir terlalu lama di area dengan permukaan tanah yang menurun atau tanjakan.

“Disarankan, saat memarkir mobil, maksimal tidak lebih dari satu hari. Jika lebih dari satu hari dan di jalan yang permukaannya miring, sebaiknya tambahkan pengganjal roda dengan kayu atau bahan lainnya. Dengan tujuan agar kerja rem parkir menjadi lebih ringan. Parkir berhari-hari sambil mengaktifkan rem tangan dapat merusak disc brake, terutama bila mobil parkir di area terbuka saat musim hujan atau di daerah dengan kelembapan tinggi.” ujar Agus Zainal, menutup pembicaraan ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Periksa secara rutin dan jagalah kondisi rem parkir mobil agar selalu dalam keadaan baik dan normal. Sehingga ketika digunakan dapat berfungsi sebagaimana semestinya. Bengkel Zaini Auto Motor melayani berbagai perawatan, service berkala dan perbaikan kerusakan untuk semua merek mobil. Dengan dukungan para mekanik handal, serta peralatan servis modern, tentunya membuat perawatan dan perbaikan mobil akan lebih akurat dan cepat.

Service berkala di bengkel Zaini Auto Motor juga semakin mudah dengan layanan: Bengkel Mobil Panggilan, Booking Service, dan aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda. Pemilik mobil cukup booking service dari rumah atau kantor, maka mekanik profesional akan segera mendatangi tempat Anda. Keuntungannya adalah pekerjaan Anda akan tetap terselesaikan dengan baik, dan mobil kesayangan Anda pun tetap terjamin kondisinya dengan perawatan berkala di rumah dan kantor Anda.

  • 1
  • 2
  • 5

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi