Tag: Bengkel Mobil Pro

Pecah Ban Mobil Penyebab Kecelakaan di Tol Jagorawi

Kenali Penyebab Pecah Ban Mobil, Agar Kecelakaan Maut Tak Terulang

Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil MPV kembali terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 36, Sentul, Bogor. Kecelakaan ini terjadi pada Minggu (15/9) pukul 08.30 WIB yang menewaskan tiga orang, akibat mobil MPV tersebut mengalami pecah ban. Kejadian pecah ban pada mobil memang cukup berbahaya bagi pengendara. Apalagi terjadi di ruas tol yang memungkinkan pengemudi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi atau kecepatan di luar batas ketentuan. Mobil yang mengalami pecah ban sangat berisiko, sebab setir/kemudi bakal sulit dikendalikan sehingga berakibat mobil melaju secara liar.

Dari kejadian kecelakaan maut tersebut, bisa diambil pelajaran oleh setiap pengemudi mengenai resiko ban pecah saat sedang melaju kencang. Pecah ban mobil memang bisa terjadi kapan saja, namun jika setiap pengemudi selalu mempersiapkan perjalanannya dengan baik, maka kejadian kecelakaan fatal bisa diminimalkan. Maka dari itu, sebagai pemilik mobil yang baik, harus senantiasa memperhatikan kondisi ban mobilnya agar tetap bisa melaju dengan stabil dan aman ketika dikendarai di atas permukaan jalan.

Beberapa waktu lalu, Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Sebenarnya kecelakaan akibat pecah ban bisa dihindari. Salah satu caranya adalah pengemudi senantiasa memeriksa lagi kondisi semua ban mobil sebelum memulai perjalanan, untuk menghindari terjadinya insiden ban pecah. Sebab, ban mobil merupakan komponen keselamatan paling penting dalam berkendara. Lantaran cuma ban satu-satunya komponen mobil yang menempel dan bersinggungan langsung dengan permukaan jalan.”

Pecah ban pada mobil menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan raya. Oleh karenanya, penting bagi setiap pengemudi untuk menjaga kondisi ban mobilnya agar tidak mudah pecah. Setidaknya ada 6 faktor yang bisa menyebabkan ban mobil pecah saat dikendarai.

1. Tekanan Udara Ban Kurang

Ada beberapa penyebab ban mobil pecah mendadak. Namun, faktor utama penyebab terjadinya pecah ban bukan karena ban kelebihan udara, tetapi justru karena tekanan udara yang kurang. Ban mobil yang kekurangan tekanan udara sangatlah berbahaya. Karena pada saat itu ada bagian dinding ban yang mengalami tekanan berlebihan dari bibir pelek akibat tertekan ke bawah oleh berat mobil. Apalagi jika sedang melaju di ruas tol yang permukaan jalanannya ada bagian yang bumpy alias tidak semuanya rata.

Pecah Ban Mobil Akibat Tekanan Udara Kurang
Tekanan Udara Ban Kurang

Tekanan udara pada ban yang tidak sesuai rekomendasi seringkali membuat kerja ban menjadi berat, terutama ketika melaju di jalan tol. Ini lantaran saat ban kekurangan tekanan udara, sidewall (dinding ban) mengalami pergerakan naik-turun yang begitu sering mengikuti permukaan jalan yang dilalui. Sehingga lama-lama membuat benang dan kawat baja (steel belt) menjadi fatigue, getas dan akhirnya mudah putus.

“Gerakan sidewall ban yang begitu sering, membuat ban mobil mudah pecah ketika melaju dengan kecepatan tinggi di ruas tol. Namun, saat tekanan udara pada ban mobil sudah sesuai rekomendasi atau dilebihkan 5-10 psi, maka akan membuat posisi sidewall-nya (dinding ban) tegak. Sehingga ban tidak banyak terjadi defleksi pada sidewall-nya. Selain itu, ban mobil yang kekurangan tekanan udara akan lebih cepat panas, karena permukaan ban yang kontak langsung dengan aspal lebih luas. Jadi lapisan penyusun ban akan cepat memuai, dan bisa menyebabkan pecah ban secara tiba-tiba.” Ujar Listiyono, saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ada anggapan yang salah dan banyak dipercaya masyarakat, dimana pecah ban hanya akan terjadi ketika tekanan udaranya berlebihan. Justru saat tekanan udara pada ban sesuai ketentuan atau sedikit berlebih, dinding ban akan berada pada posisi tegak. Hal ini tidak akan sanggup membuat ban menjadi pecah, meski ada penambahan tekanan hingga 10 psi. Namun, bila ban mobil kekurangan tekanan udara, akan terjadi gesekan yang berlebihan sehingga ban panas dan strukturnya mudah rusak. Oleh karenanya, ban mobil yang kurang tekanan udara sangatlah berbahaya ketika dikendarai di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

2. Pecah Ban Mobil Karena Usia Ban

Faktor penyebab terjadinya ban pecah berikutnya adalah karena ban yang sudah tidak layak pakai. Setiap komponen kendaraan mempunyai batas usia pakai, termasuk pada ban mobil. Seiring waktu pemakaian, kondisi ban mobil yang berbahan utama karet tentunya akan rentan getas, dan kelenturannya akan mengalami penurunan. Tak hanya itu, daya cengkram ke permukaan jalan juga semakin berkurang sehingga performa ban tidak akan maksimal lagi. Ban mobil memiliki batas maksimal usia pakai berkisar antara 3-5 tahun. Jadi meskipun fisik ban masih terlihat baru, jika usianya lebih dari 3-5 tahun, tentu sudah tidak layak pakai dan sering disebut ban kedaluwarsa. Bila ban mobil sudah kedaluwarsa, maka lapisan karet penyusunnya akan mulai retak, getas dan mudah pecah.

Perhatikan Usia Ban Mobil Dengan Melihat Kode Tahun Pembuatan Ban

“Meskipun mobil jarang dipakai hingga bertahun-tahun, tak menutup kemungkinan ban akan mengeras sehingga daya absorbsi (daya serap) terhadap benturan menjadi berkurang. Pemilik mobil tidak boleh mengabaikan kondisi ban seperti ini dengan menganggap kondisi kembangannya masih tebal. Pada umumnya, produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban antara 3-5 tahun.” ungkap Listiyono, saat berbincang di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara mengetahui usia ban mobil adalah dengan melihat kode produksi yang ada pada sidewall (dinding ban). Pada umumnya bagian sidewall ban tertera kode angka yang menjelaskan kapan ban itu diproduksi, yakni minggu ke berapa dan tahun berapa. Misalnya jika ada kode produksi ban bertuliskan “1919”, artinya ban tersebut diproduksi pada minggu ke sembilan belas tahun 2019. Sehingga ban tersebut akan kedaluwarsa maksimal pada bulan Mei 2024.

3. Kondisi Ban Aus Mengakibatkan Pecah Ban Mobil

Ban merupakan komponen yang paling sering bergesekan dengan berbagai medan jalan, tentu membuat karet ban cepat aus dan mengalami kerusakan. Ban yang sudah aus alias botak, juga sangat rentan mengalami kasus pecah ban secara tiba-tiba. Hal ini wajib diantisipasi oleh setiap pengemudi dengan melakukan pengecekan kondisi fisik ban sebelum mobil dipakai bepergian. yang hendak menggunakan mobil sebaiknya terlebih dahulu memeriksa bannya.

Thread Wear Indicator adalah Tanda Keausan Ban
Thread Wear Indicator

Salah satunya adalah memeriksa tingkat keausan ban melalui indikator TWI (Tread Wear Indicator). Selain itu, perlu memeriksa bila ada sobekan, retakan atau benjolan pada ban, sebelum mobil dipakai perjalanan jarak jauh. Mengetahui sejak dini kerusakan ban akan lebih baik, sehingga bisa cepat melakukan penggantian atau berkendara lebih hati-hati.

“Pada semua ban dilengkapi dengan tanda/indikator keausan ban yang sering dikenal dengan tanda TWI (Tread Wear Indicator). Tanda keausan ban (Thread Wear Indicator) ini berupa simbol segitiga pada dinding ban (sidewall). Selain simbol segitiga TWI, pada ban juga terdapat tonjolan kecil di sela-sela bagian tengah kembangan ban (grooves). Setidaknya, minimal ada enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban. Apabila indikator TWI tersebut sudah mendekati atau sudah sama rata dengan permukaan ban sebaiknya segera lakukan penggantian ban.” Jelas Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Beban Yang Dibawa Terlalu Berat

Semakin berat beban yang diangkut sebuah mobil, maka semakin besar pula tekanan yang akan diterima oleh ban. Tekanan yang besar ini akan memaksa ban untuk bekerja ekstra keras, bahkan melampaui batas kemampuannya. Sehingga ketika ban tersebut sudah tidak mampu lagi menahan tekanan dan beban yang diterimanya, ban dapat pecah seketika. Sebaiknya kita tahu berapa daya angkut mobil milik kita. Rumusnya mudahnya adalah daya angkut sama dengan gross vehicle weight (berat maksimum mobil), dikurangi berat kosong mobil (curb weight).

Beban Berlebihan Penyebab Pecah Ban Mobil

Oleh karenanya, sebaiknya hindari mengangkut beban melebihi batas kemampuan daya angkut yang telah disarankan. Untuk mengantisipasi kelebihan muatan, pastikan beban yang diangkut mobil kita sesuai yang dianjurkan di buku manual. Jika mengacu pada jumlah penumpang, umumnya mobil berukuran sedang (hatchback, city car) hanya bisa memuat lima penumpang dewasa, sementara minivan (SUV, MPV) maksimal bisa tujuh hingga delapan orang. Kesehatan ban bakal berkurang bila terlalu lama digunakan mengangkut beban berlebihan. Salah satu dampaknya, benang/kawat di dalam ban bisa putus hingga muncul bencolan di sidewall dan permukaan ban.

5. Jarang Membersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil

Membersihkan sela-sela kembangan ban mobil terdengar seperti hal sepele. Apabila di sela-sela kembangan ban banyak terdapat batu kerikil kecil, benda tajam, atau benda asing lainnya, sangat berpotensi membahayakan kondisi ban. Sebab, batu kerikil atau benda tajam tersebut sangat mungkin menimbulkan luka dan menusuk permukaan ban. Akibatnya bisa merobek dan merusak rajutan benang/kawat baja yang berfungsi sebagai pelindung dan penyusun konstruksi ban.

Selain itu, saat hujan atau saat mobil melintasi genangan air, memungkinkan air masuk ke dalam ban melalui celah yang robek/luka tersebut. Selanjutnya, air akan masuk di dalam ban dan dapat membasahi rajutan benang dan steel belt (kawat ban). Apabila steel belt (rajutan kawat) ini basah, maka dapat menyebabkan korosi yang bisa membuat steel belt rawan berkarat dan getas. Jika hal ini terjadi dan mobil melaju di jalanan, ban berpotensi terkoyak atau robek. Dan saat itulah ban berpotensi mudah pecah.

Bersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil
Bersihkan Sela-Sela Ban Mobil dari Kerikil Dan Benda Asing

Oleh karena itu, sebaiknya tekanan udara pada ban mobil disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Biasanya, tabel petunjuk tekanan ban ada di balik pintu mobil sebelah kanan. Tabel ini memuat tekanan udara ban yang direkomendasikan. Periksalah secara rutin tekanan udara dan kondisi ban mobil sebelum memulai perjalanan. Kurangnya tekanan angin memang bisa membuat ban meletus. Sebaliknya kelebihan tekanan angin bisa mengurangi daya cengkeram ban di permukaan aspal. Untuk mengukur tekanan angin ideal pada ban sebenarnya membutuhkan alat khusus yang biasa ada pada alat pompa.

6. Perawatan Dan Penggantian Ban Rusak

Pemilik mobil wajib hukumnya menaruh perhatian lebih pada komponen ban. Agar perjalanan tetap lancar dan aman, maka sebaiknya sebelum memulai perjalanan perhatikan kondisi ban mobil terlebih dahulu. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan kondisi ban mobil bertujuan untuk mengetahui kelayakan kondisi ban mobil saat hendak digunakan. Bila terdapat beberapa indikator kerusakan di atas, segera lakukan perawatan hingga pengganti ban dengan yang baru. Khawatirnya bila dipaksakan dalam kondisi tekanan kurang, ban gundul/aus, ban rusak, dan usia ban kedaluwarsa, maka bisa memicu terjadinya kecelakaan fatal saat perjalanan. Entah disebabkan ban kehilangan traksi karena menurunnya daya cengkram ban terhadap permukaan jalan, atau terjadi pecah ban saat melaju pada kecepatan tinggi.

Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Ban
Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Dan Penggantian Ban

Intinya, pemilik mobil harus menaruh perhatian lebih soal perawatan ban, rotasi ban, dan penggantian ban yang sesuai rekomendasi pabrikan. Perawatan atau service berkala merupakan suatu keharusan, agar senantiasa mendapatkan kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Ketika service berkala biasanya di dalamnya juga ada pekerjaan pengecekan fisik ban dan rotasi ban mobil, sehingga bisa menambah rasa aman dalam berkendara. Kelalaian atau kurang rajin melakukan servis berkala pada mobil, sama halnya mempertaruhkan keselamatan dan nyawa sendiri beserta keluarga. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah tempat terbaik untuk melakukan service berkala, perawatan, dan perbaikan mobil kesayangan Anda.

Keunggulan melakukan service dan perbaikan di bengkel Zaini Auto motor adalah tanpa antrian, biayanya murah, perbaikan cepat dan tepat, banyak promo, tersedia sparepart, dan ditangani mekanik berpengalaman. Bahkan saat ini generasi millenial sangat menggemari layanan “Bengkel Mobil Panggilan”. Karena layanan ini mudah diakses melalui aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone berbasis android maupun IOS. Jadi, customer bisa secara realtime memantau histori perbaikan mobilnya memalui smartphone. Dan nantinya tinggal terima beres performa mobilnya akan kembali prima seperti baru lagi.

Service Berkala Komponen Mobil Usai Mudik Lebaran

Service Berkala Pada Mobil Harus Rutin Dilakukan, Ini Alasan Pentingnya

Setelah membeli mobil, selaku pemilik mobil kita diwajibkan untuk menjaga kondisi mobil dan melakukan perawatan secara rutin. Tahapan perawatan rutin atau service berkala ini sangatlah penting bagi mobil, agar kondisinya selalu prima dan performanya maksimal. Mobil yang dalam kondisi prima mengurangi potensi terjadinya masalah ketika dikendarai di jalan, misalnya mogok atau kerusakan yang sulit untuk diantisipasi. Selain itu, dengan performa mobil yang terjaga maka mobil akan tetap nyaman dan tangkas saat digunakan, serta tentunya irit konsumsi bahan bakar.

Menurut Listiyono, selaku Kepala Bengkel di bengkel Zaini Auto Motor, “Jika secara rutin melakukan service berkala atau tune-up, berarti pengecekan semua komponen mobil, seperti oli, rem, radiator, busi, mesin, dan lain sebagainya selalu terpantau. Selain itu, servis berkala juga dapat mendeteksi sejak dini potensi timbulnya masalah pada mobil, sehingga dapat segera diambil langkah perbaikan. Alhasil dapat mereduksi risiko perbaikan yang memerlukan biaya lebih besar dikarenakan terjadinya kerusakan yang semakin berat.”

Tujuan Service Berkala (Tune Up) Mobil

Service berkala atau tune up biasanya dilakukan di bengkel mobil resmi atau bengkel mobil profesional lainnya. Service berkala pada mobil, umumnya dilakukan terkait pemeriksaan, perawatan, penyetelan, pengukuran, hingga penggantian komponen-komponen yang sudah mengalami kerusakan.

Service Berkala Pada Mobil Toyota Innova 2019
Pemeriksaan Saat Service Berkala

Tujuan utama melakukan service berkala secara rutin adalah untuk mengembalikan performa mobil agar mendekati seperti kondisi barunya atau sesuai spesifikasi yang direkomendasikan di buku manual. Setelah mobil digunakan setiap hari diberbagai kondisi, dan mengalami penurunan kinerja dalam interval waktu tertentu, maka perlu service berkala. Selain itu, service berkala juga untuk memastikan kondisi semua komponen dan semua sistem bekerja dengan baik dan maksimal. Dengan demikian mobil akan selalu ready bila mendadak akan digunakan untuk perjalanan jauh. Pemilik mobil bisa langsung tancap gas, tanpa perlu terlebih dahulu datang ke bengkel mobil untuk melakukan pengecekan (service berkala).

Manfaat Rutin Service Berkala

Service berkala secara rutin dapat memperpanjang umur (life time) kendaraan dan memperpanjang usia pakai komponen-komponen pada mobil. Sehingga biaya perawatan mobil lebih ekonomis dan terhindar dari beban biaya yang sangat mahal ketika terjadi kerusakan dan penggantian komponen mobil. Selama mobil dilakukan perawatan rutin (servis berkala) sesuai kondisi mobil tersebut, tentunya mobil akan siap sedia digunakan dalam perjalanan jauh. Sehingga tak perlu ragu lagi atas kondisi mobil yang siap dipakai untuk segala aktivitas, baik di dalam maupun ke luar kota. Dan yang pasti, servis berkala secara rutin memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna mobil tersebut.” ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Pemeriksaan Performa Mesin Saat Service Berkala Toyota Avanza
Pemeriksaan Performa Mesin

Apabila mobil masih baru dan masih dalam masa garansi, maka dengan melakukan servis berkala akan memastikan klaim garansi mobil tidak akan gugur jika suatu saat terjadi kerusakan, karena kondisi mobil dan perbaikannya tercatat dan terekam dengan baik. Catatan service berkala yang rapi dan jelas, layaknya sebuah catatan medis pada dunia kedokteran, dengan catatan ini bisa membuat harga jual kembali mobil akan terjaga baik. Hal ini karena track record mobil terlihat secara jelas oleh para calon pembeli dan menandakan keseriusan Anda dalam merawat mobil kesayangan.

Jadwal Service Berkala Pada Mobil

Untuk mobil baru, jadwal servis berkala yang dianjurkan biasanya pada 1 bulan pertama, selanjutnya dilakukan setiap kelipatan 10.000 km atau 6 bulan sekali selama 3 tahun. Hal ini dikarenakan mobil yang digunakan di kota besar seringnya terjebak macet, dimana mesin tetap bekerja dalam waktu yang lama meskipun mobil tidak bergerak.

Untuk penggunaan sehari-hari di Kota-kota besar yang macet, secara jarak akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai 10.000 km. Alhasil, jarak tempuh sudah tidak bisa lagi dijadikan acuan, karena aktualnya mesin terus bekerja jauh lebih berat saat kondisi lalu-lintas macet.

Selain itu, jika mobil biasa dioperasikan pada kondisi medan yang berat, misalnya pada medan yang berdebu, berlumpur, jalan yang kasar, daerah pegunungan atau pantai laut, maka jangka waktu perawatan atau servis berkala menjadi lebih pendek dibandingkan dengan perawatan berkala pada mobil yang dioperasikan dalam kondisi normal.

Servis Berkala Tiap 5.000 Km atau 10.000 Km Sekali?

Bukan rahasia umum jika tidak sedikit pemilik mobil baru yang bingung soal perawatan atau servisnya. Bukan soal lokasi atau mekanismenya, melainkan karena jangka waktu servisnya yang berbeda dan membuat bingung. Misalnya pada beberapa merk mobil, di buku perawatan berkala (manual book) tertera kalau interval service yang musti dilakukan setiap kelipatan 10.000 km atau 6 bulan sekali, tergantung periode mana yang tercapai lebih dahulu. Namun, ketika sudah melakukan servis di bengkel resmi, biasanya pihak bengkel menganjurkan untuk melakukan servis setiap 5.000 km sekali.

Service Berkala Daihatsu Xenia Setiap 10.000 km atau setiap 6 bulan sekali
Pemeriksaan Kondisi Mobil Saat Service Berkala

Menanggapi hal ini, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, Listiyono menjelaskan, “Sebenarnya yang utamanya adalah service berkala setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali. Tergantung mana yang tercapai lebih dahulu seperti yang tertulis di manual book perawatan mobil. Sedangkan untuk servis berkala setiap 5.000 km atau tiap 3 bulan sekali, sebaiknya dilakukan bagi mobil dengan mobilitas dan intensitas penggunaan yang tinggi. Seperti, mobil yang digunakan untuk taksi online atau mobil yang sering melewati jalan dengan frekuensi kemacetan cukup tinggi di kota-kota besar.”

Anjuran service berkala tiap 5.000 km sebenarnya untuk memastikan kondisi mobil tetap prima. Dan tidak melulu harus ganti oli, karena kemungkinan besar hanya perawatan ringan. Jika kondisi oli-oli masih bagus, tentunya tidak perlu ganti oli, cukup dilakukan pemeriksaan kendaraan bagian lainnya. Misal komponen filter, tekanan ban, sistem bahan bakar, sistem rem dan komponen lain, itu semua jadi opsional bagi konsumen. Namun yang terpenting adalah menjaga kondisi mobil tetap prima, aman, nyaman, dan tidak bermasalah saat dikendarai, baik di dalam kota maupun luar kota.

Komponen Mobil yang Membutuhkan Servis Berkala

Seiring waktu pemakaian, pada setiap mobil tentunya akan ada beberapa komponen yang mengalami keausan atau kotor. Komponen seperti filter-filter tentunya akan menjadi kotor, sehingga perlu dibersihkan atau diganti baru. Komponen lainnya, seperti kampas rem dan v-belt mungkin juga akan mengalami keausan, sehingga kehilangan efektivitas kinerjanya. Bahkan berbagai cairan seperti oli mesin, minyak rem, oli power steering, dan radiator coolant, sangat mungkin perlu diisi ulang, diganti baru, atau dibilas (flushing).

Setiap komponen mobil membutuhkan perawatan secara berkala, terutama untuk komponen-komponen fast moving. Maka penting bagi setiap pemilik mobil untuk mematuhi jadwal service berkala setiap kelipatan 10.000 km atau tiap 6 bulan. Karena komponen fast moving biasanya memiliki usia pakai yang terbatas dibandingkan komponen (sparepart) mobil lainnya yang lebih permanen. Apabila pemilik mobil kerap tidak mematuhi jadwal service berkala, maka akan memengaruhi kinerja pada sistem utama mobil. Hal ini berujung pada kinerja yang buruk, perbaikan kerusakan yang lebih serius, besarnya biaya perbaikan mobil, dan tentunya mengurangi nilai jual mobil tersebut.

Untuk servis berkala yang tidak memerlukan penggantian oli, maka mobil akan dilakukan pembersihan pada sistem pembakaran dan pemeriksaan sistem pengapian. Ditambah pula pemeriksaan dan penyetelan beberapa komponen mesin sesuai dengan standar dan disesuaikan dengan masa pakai kendaraan. Termasuk didalamnya adalah analisa kondisi komponen, mesin, dan gas buang, serta pemeriksaan dan pemeliharaan lengkap untuk seluruh bagian utama mobil.

Agar Tidak Antri Saat Service Berkala

Apabila melakukan service berkala di bengkel resmi butuh waktu yang lama dengan antrian yang panjang. Maka agar lebih cepat, mudah dan praktis, Anda bisa melakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor melalui customer service atau aplikasi “Bengkel Mobil Pro“. Sehingga Anda dapat mengatur sendiri waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke bengkel Zaini Auto Motor tanpa perlu mengantri lagi. Namun, jika benar-benar kesulitan mengatur waktu untuk ke bengkel mobil, Anda dapat memilih layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Nantinya, mekanik berpengalaman dari bengkel Zaini Auto Motor yang akan mendatangi lokasi Anda untuk melakukan service berkala sesuai pilihan waktu dan lokasi yang Anda mau.

Melihat begitu pentingnya manfaat dari service berkala bagi keamanan dan kenyamanan mobil, serta kesehatan kantong Anda, maka pastikan jangan terlewatkan. Agar tidak terlewatkan jadwal melakukan servis berkala, aplikasi “Bengkel Mobil Pro” juga bisa berfungsi sebagai reminder. Dimana, aplikasi ini secara rutin akan mengingatkan Anda saat waktunya service berkala telah tiba. Gunakan aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda untuk memudahkan dan meringankan beban Anda untuk merawat mobil kesayangan.

Ingat, dengan rutin menjaga kondisi mobil Anda, berarti itu juga akan menjaga keselamatan Anda. Maka cara terbaik yang dapat dilakukan bagi mobil dan keselamatan Anda adalah mematuhi jadwal service berkala yang telah direkomendasikan pabrikan.

Muncul Bunyi Gemuruh / Suara Dengung di Roda Mobil Toyota Avanza

Ada Bunyi Gemuruh / Dengung di Roda Mobil, Ini Tersangka Utamanya

Salah satu kerusakan dan masalah yang sering terjadi pada mobil, khususnya yang telah mencapai usia pakai lebih dari 3 tahun, yakni timbul suara mendengung atau bunyi gemuruh pada bagian roda. Pernahkah Anda merasa terganggu dengan munculnya bunyi gemuruh atau mendengung tersebut? Tentunya sangat menyebalkan, bukan? Apalagi bunyi dengung itu muncul sepanjang perjalanan di jalan tol, tentunya semakin mengesalkan. Dimana seharusnya sepanjang perjalanan, pengemudi dan penumpang menikmati suasana kabin yang tenang dan nyaman, tetapi malah terganggu dengan suara dengunan.

Bunyi gemuruh atau suara mendengung tersebut biasanya terdengar hingga ke dalam kabin, dan hal itu akan mengganggu performa mobil hingga kenyamanan penumpang di kabin mobil. Banyak pemilik mobil yang mengeluh mengenai terdengarnya suara berisik ini, terutama saat kendaraan melaju pada kecepatan sedang hingga tinggi. Bahkan, pada kecepatan tertentu, ketidaknyamanan makin terasa karena terdengar kasar dan getaran bodi terasa cukup keras.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor,” Penyebab suara gemuruh / mendengung tersebut bermacam-macam, mulai karena keausan ban, kerusakan as roda (as kopel), kerusakan bearing roda, kaki-kaki mobil, hingga suspensi yang sudah waktunya diganti. Biasanya bunyi gemuruh tersebut akan semakin jelas terdengar ketika mobil melaju dengan kecepatan sedang hingga tinggi di jalan bebas hambatan. Umumnya, bunyi mengganggu tersebut dialami oleh mobil yang usia pemakaian lebih dari 3-5 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa juga terjadi pada mobil yang usia pakainya belum mencapai tiga tahun.”

Bunyi Dengung Disebabkan Kondisi Ban Aus Dan Bergelombang

Seperti telah dijelaskan di atas, salah satu penyebab munculnya suara mendengung pada roda mobil karena permukaan ban aus dan bergelombang. Para produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban dalam kondisi normal antara 3-5 tahun. Bunyi dengung pada roda, umumnya terjadi pada ban mobil yang memiliki usia pakai lebih dari 3 tahun, atau bila telah menempuh jarak 40.000 km. Biasanya bunyi tersebut akan terdengar jelas ketika mobil sedang melaju di jalan tol pada kecepatan antara 40-80 km/jam.

“Ban mobil yang telah aus dan bergelombang, biasanya akan menyebabkan bunyi gemuruh pada roda mobil, terutama ketika mobil dipacu antara kecepatan 40-80 km/jam. Selanjutnya suara gemuruh tersebut akan hilang saat mobil dipacu di atas kecepatan 80 km/jam. Selain itu, bila mobil melewati kontur/permukaan jalan yang tidak rata, maka suara tersebut tidak akan terdengar lagi hingga ke dalam kabin,” ujar Listiyono ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara Mengetahui Bunyi Gemuruh Di Roda Yang Disebabkan Kondisi Ban

Untuk memastikan penyebab bunyi dengung pada roda, pemilik mobil dapat melihat kondisi keausan ban, tanda TWI dan kode tahun pembuatan ban tersebut. Ban yang baik adalah ban yang memiliki permukaan / kembangan ban yang rata, tidak ada tonjolan atau gelombang. Karena bila keausan permukaannya tidak rata dan terdapat gelombang, akan menyebabkan ban mobil berputar tidak stabil dan bergetar ketika mobil dijalankan. Getaran pada ban tentunya akan menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju pada kecepatan lebih dari 40 km/jam di jalan raya.

Selanjutnya, bila usia ban ternyata sudah lebih dari 3 tahun, maka tak menutup kemungkinan profil karetnya akan mengeras dan telah terjadi keausan pada pemukaan ban. Sehingga daya absorbsi (daya serap) terhadap gesekan dan benturan menjadi berkurang. Setiap ban pasti memiliki kode produksi, berupa kode angka pada dinding ban yang menyatakan minggu keberapa dan tahun berapa ban tersebut di produksi. Misalnya, “Kode XXX1918“, dimana 4 angka terakhir menunjukkan bahwa ban ini di produksi pada minggu ke-19 tahun 2018.

Lakukan Rotasi Ban Atau Pakai Ban Cadangan

Selain itu, memastikan penyebab bunyi dengung dapat dilakukan dengan rotasi ban mobil, dan selanjutnya jalankan mobil. Kalau bunyi gemuruhnya berpindah ke sisi roda yang lain, berarti dapat dipastikan masalahnya adalah kondisi ban yang aus atau bergelombang. Untuk mengecek apakah kondisi ban bergelombang atau tidak, memang butuh ketelitian. Pasalnya gelombang sedikit saja sudah bisa membuat roda bergetar.

Apabila merasa repot melakukan rotasi seluruh ban, maka untuk memudahkan juga dapat menggunakan ban cadangan. Caranya, pasang ban cadangan pada sisi roda yang terdeteksi menimbulkan bunyi, namun dengan catatan ban cadangan tersebut masih dalam kondisi baik. Jika bunyinya sudah tidak terdengar lagi, maka bisa dipastikan itu masalah pada ban mobil. Tetapi kalau bunyinya belum hilang juga, kemungkinan ada masalah pada bearing roda, seperti yang akan diuraikan berikut ini.

Bunyi Gemuruh di Roda, Tanda Bearing Roda Mobil Rusak

Bunyi gemuruh yang terdengar hingga ke kabin, biasanya juga disebabkan oleh kerusakan pada bantalan roda (wheel bearing). Sehingga penting untuk mengetahui kondisi laher roda (wheel bearing) yang berfungsi sebagai bantalan pada roda agar dapat berputar dengan lancar. Apabila komponen bearing ini rusak, maka sering ditandai dengan suara gemuruh pada ban saat melaju di atas kecepatan 40 km/jam.

“Berdasarkan pengalaman menangani masalah ini, bearing roda depan paling sering mengalami masalah. Jika sudah rusak, maka otomatis akan muncul bunyi dengung atau gemuruh pada bagian roda depan ketika mobil melaju dalam kecepatan tetap. Biasanya suara dengung atau gemuruh akan muncul ketika mobil melaju di atas kecepatan 40 km/jam, baik saat mobil di permukaan jalan yang halus maupun permukaan jalan yang jelek. Semakin tinggi kecepatan mobil maka bunyi tersebut akan terdengar semakin keras. Hal ini berbeda dengan bunyi gemuruh yang disebabkan oleh kerusakan ban, karena aus dan bergelombang. Dimana bunyi tersebut baru terdengar ketika mobil melaju di jalan yang rata dan pada kecepatan antara 40-70 km/jam. Selanjutnya, akan menghilang dengan sendirinya ketika kecepatan di atas 80 km/jam, atau saat mobil melewati permukaan jalan yang jelek.” Ujar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Cara Mengecek Kondisi Bearing Roda

Untuk memastikan suara gemuruh yang timbul karena kerusakan bearing roda, maka Anda bisa memeriksanya dengan cara mendongkrak roda depan. Langkah selanjutnya adalah memutar-mutar roda, jika terdengar bunyi gemuruh pada roda berarti bearing roda benar bermasalah. Cara lainnya, yakni dengan menggoyangkan ban mobil ke kiri/kanan, dan ke atas/bawah, apabila bearing roda bermasalah, maka roda akan sedikit terasa oblak saat digoyangkan.

Untuk memastikan apakah hanya bearing roda yang bermasalah, maka roda perlu dicek lebih lanjut dan detail di bengkel mobil terdekat. Bearing roda yang telah rusak tidak dapat diperbaiki, dan perlu diganti dengan yang baru. Untuk penggantiannya memang terbilang sulit jika dilakukan sendiri, sehingga lebih baik serahkan pada bengkel mobil terdekat yang anda percayai.

Jika menghendaki berkendara dalam kondisi yang nyaman, maka kondisi kaki-kaki mobil harus benar-benar presisi dan prima. Lantaran, komponen kaki-kaki mobil punya peran besar dalam meredam guncangan saat mobil berjalan, terlebih di jalan yang jelek. Melakukan rotasi ban pada mobil ternyata sangat penting untuk membuat ban memiliki keausan yang merata. Karena jika tidak pernah dirotasi, maka ban berpotensi besar terjadi keausan yang tidak rata.

Apapun permasalahan pada mobil Anda, sebaiknya langsung konsultasikan pada ahlinya. Bengkel Zaini Auto Motor dengan didukung mekanik profesional dan handal, tentunya sudah berpengalaman mengatasi masalah seperti di atas. Mobil kesayangan Anda bermasalah? Anda tidak perlu panik dan repot datang ke bengkel mobil, para mekanik bengkel Zaini Auto Motor lah yang akan mendatangi lokasi Anda. Pastikan Anda sudah mendownload aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di gadget Anda. Dengan aplikasi ini, solusi perawatan dan perbaikan mobil Anda jadi semakin mudah dan murah. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan diskon service, diskon sparepart, dan promo lainnya yang sangat menguntungkan para pemilik mobil.

Mobil Mengalami Pecah ban di jalan Tol

7 Langkah Yang Wajib Dilakukan Saat Mengalami Pecah Ban di Jalan Tol

Setiap pengendara yang bepergian menggunakan mobil pribadi tentulah membutuhkan kenyamanan dan ketenangan sepanjang perjalanannya. Apalagi saat melakukan perjalanan jarak jauh atau ketika hendak menghadiri acara penting. Dalam urusan ini, memilih rute jalan bebas hambatan seperti jalan tol merupakan pilihan kebanyakan pengguna mobil. Akan tetapi, jika sedang apes, bukan tidak mungkin kejadian tidak diinginkan akan menimpa ketika sedang berkendara, misalnya terjadi pecah ban di tengah perjalanan.

Kejadian pecah ban mobil pada umumnya terjadi ketika kendaraan sedang melaju kencang saat melintas di jalan tol. Tentunya hal ini tidak diinginkan dan menjadi masalah serius bagi setiap pengendara mobil. Mengalami kejadian ban pecah saat mengemudi, tentunya bagi kebanyakan pengemudi menjadi momok yang menakutkan. Apabila pengemudi panik dan melakukan kesalahan antisipasi ketika mobil hilang kendali, pastinya akan terjadi hal yang tidak diinginkan oleh para pengemudi.

Ban Pecah di Jalan Tol Sumber Kecelakaan Tertinggi

Memang, kejadian pecah ban mobil menjadi salah satu sumber utama penyebab kecelakaan dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Banyaknya tanda peringatan di sepanjang lajur tol, merupakan bukti cukup tingginya kejadian tersebut di jalan tol. Tanda peringatan ini ditujukan kepada seluruh pengguna jalan, untuk memperingatkan agar setiap pengemudi senantiasa mengecek kondisi ban mobilnya.

Kejadian ban pecah pada mobil dapat terjadi kapan saja. Jika mengalaminya saat berkendara dengan kecepatan rendah, mungkin tak terlalu sulit untuk mengantisipasinya dan menjaga kestabilan mobil. Namun, bagaimana jadinya jika sedang melaju dengan kecepatan tinggi? Setiap pengemudi perlu menguasai beberapa teknik agar senantiasa dapat menjaga kendali mobil tetap berada pada lajurnya saat pecah ban terjadi.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan pengendara jika mengalami pecah ban mobil (baik ban depan atau belakang) saat melaju pada kecepatan:

1. Tetap tenang, Jangan Panik

Ketika terdengar suara letusan pada ban mobil, biasanya pengemudi langsung panik. Akibatnya pengemudi dapat kehilangan kendali atas laju mobilnya saat dalam kecepatan tinggi. Mobil akan terus melaju tidak seimbang (oleng) dan bila pengemudi tetap panik, kemungkinan terburuknya adalah mobil bisa terbalik yang diakibatkan ketidakseimbangan pada komponen kaki-kaki mobil.

Oleh karenanya, untuk menghindari kejadian yang lebih parah, pengemudi harus berpikir cepat dan tetap tenang agar dapat kembali menguasai keadaan dan mengendalikan laju mobilnya, sehingga terhindar dari kejadian yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

2. Hidupkan Tanda Peringatan Dan Lampu Hazard

Saat kondisi mobil mulai terasa oleng akibat kehilangan keseimbangan, segera berikan tanda peringatan kepada pengemudi lainnya dengan mengaktifkan lampu hazard dan membunyikan klakson. Meski tidak disarankan karena hanya boleh dipakai saat mobil berhenti, menyalakan lampu darurat (hazard) diperlukan untuk memberi tanda ke mobil lain yang berada di belakang agar tahu mobil kita sedang bermasalah.

Pengemudi juga wajib memantau kondisi lalu-lintas di belakang mobilnya melalui kaca spion. Bahkan agar lebih yakin, bisa menengok langsung suasana di belakang, dengan catatan kondisi di depan masih aman. Pengemudi bisa mulai sedikit demi sedikit menekan pedal rem untuk memperlambat laju kendaraan, dan mengurangi tekanan pada pedal gas secara bertahap.

3. Hindari Pengereman Mendadak Saat Pecah Ban

Kejadian ban pecah sebenarnya masih bisa dikendalikan, walaupun sebetulnya merupakan kejadian yang berbahaya bagi pengendara mobil. Setelah dapat mengendalikan diri agar tidak panik, langkah selanjutnya adalah hindari melakukan pengereman. Apalagi pengereman mendadak yang dapat menyebabkan mobil malah tidak terkendali.

Ketika melakukan pengereman, beban mobil akan berpindah ke depan, sehingga roda kemudi (setir) biasanya semakin tertarik ke arah ban yang pecah. Dalam situasi seperti ini, membuat pengemudi akan semakin sulit untuk prediksi arah laju mobilnya. Bahkan jika pengereman yang dilakukan terlalu dalam, dapat mengakibatkan mobil terpelanting dan terbalik.

Mobil Toyota Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah
Mobil Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah

Menurut Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor, “Ada dua teknik berbeda yang dapat dilakukan saat terjadi pecah ban. Maksudnya, apabila ban belakang mobil yang pecah maka perlu penanganan yang berbeda dengan saat ban depan yang pecah. Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan panik, apalagi langsung banting setir. Apabila ban belakang mobil yang pecah, pengemudi bisa langsung melakukan pengereman atau memperlambat laju kendaraan. Namun, apabila ban depan mobil yang pecah, perlu diingat jangan langsung melakukan pengereman.”

4. Kurangi Kecepatan

Saat mendengar letusan pada ban, segera lepaskan injakan pedal gas dan turunkan gigi presneling secara bertahap, disertai tetap menjaga kemudi agar mobil tidak bergerak liar. Usahakan jangan sampai mobil bergerak tanpa arah baik ke kanan atau kiri. Jika kecepatan mobil sudah mulai berkurang, secara perlahan arahkan mobil ke area yang aman atau ke bahu jalan, disertai dengan memberikan tanda lampu sein.

“Usahakan jangan langsung melepas pedal gas. Lakukan perlambatan kecepatan secara bertahap sambil mengendalikan arah kemudi ke sisi yang berlawanan dengan sisi ban yang pecah. Untuk menepikan mobil, jangan langsung membanting setir ke arah bahu jalan. Setelah mobil melambat hingga kecepatan mencapai antara 50 km/jam dan 30 km/jam, maka arahkan kemudi secara perlahan dan pertahankan arah kendaraan hingga membentuk sudut yang landai, hingga akhirnya bisa menepi ke tempat yang aman.” Ujar Listiyono memberikan tips mengatasi pecah ban, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ketika kecepatan mobil sudah cukup rendah, pengemudi bisa lebih mudah untuk mengarahkan mobilnya menuju bahu jalan. Dengan kecepatan yang cukup rendah, pengemudi juga sudah bisa menginjak pedal rem. Yang perlu diingat adalah hindari melakukan gerakan yang mendadak, dan perhatikan jika ada kendaraan lain di sekitarnya yang perlu diantisipasi.

5. Tindakan Counter Steering

Setelah melakukan keempat langkah di atas, maka selanjutnya pengemudi perlu melakukan counter steering saat terjadi pecah ban mobil. Counter steering merupakan langkah memutar roda kemudi ke arah berlawanan dari posisi ban yang pecah. Bila yang pecah pada ban kiri (depan atau belakang), maka dengan sendirinya roda kemudi akan tertarik dan terasa berat ke arah kiri, sehingga membuat laju mobil miring ke kiri. Pada kondisi seperti ini, pengemudi perlu melakukan counter steering secara perlahan-lahan dengan memutar setir ke arah berlawanan atau kanan, untuk menyeimbangkan laju mobil agar tetap stabil di jalurnya. Hanya saja langkah ini memang susah-susah gampang karena terjadi understeer pada mobil.

Selain itu, jangan melakukan manuver berlebihan seperti langsung membanting setir ke arah berlawanan yang bisa membuat mobil terpelanting dan berpotensi terbalik. Biasanya ketika mobil mengalami ban pecah di bagian belakang, relatif tidak terlalu menyulitkan untuk mengendalikan mobil dengan counter steering. Hal ini dikarenakan kontrol arah mobil tetap berada pada ban depan yang tidak terjadi masalah.

6. Memanfaatkan Fitur Keamanan Mobil Saat Pecah Ban

Beberapa mobil keluaran terbaru, sudah banyak dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang menunjang bagi keselamatan dan keamanan pengemudi dan penumpang selama berkendara. Fitur tersebut antara lain Anti lock brake system (ABS) dan traction control (pengendali traksi mobil).

Dengan memanfaatkan kedua fitur tersebut dapat memperkecil dampak buruk akibat kondisi laju mobil yang tidak stabil saat pecah ban. Fitur Anti lock brake system (ABS) pada mobil, akan sangat membantu dalam kasus ban depan mobil pecah, sehingga mobil tetap melaju stabil. Sementara, untuk mobil yang dilengkapi fitur traction control, akan menjaga posisi mobil tetap di jalurnya saat mengalami pecah ban belakang.

7. Pasang Segitiga Pengaman

Setelah mobil dapat diberhentikan dengan aman, maka pastikan posisi berhenti mobil berada di tempat yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas kendaraan lainnya. Langkah berikutnya adalah segera menyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman. Saat melakukan penggantian ban yang pecah tersebut, pastikan posisi Anda aman dari potensi tertabrak dari belakang. Segera bereskan semua peralatan penggantian ban dan mulailah kembali berjalan saat ban cadangan sudah dipasang.

Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban di Jalan Tol
Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban

Kadang kala dalam situasi mendesak dan di luar kendali, pengemudi tidak menemukan tempat yang cukup aman saat berhenti dan mengganti ban cadangan. Maka perlu tindakan preventif yakni menggunakan layanan derek atau perbaikan di tempat agar lebih cepat dan aman, seperti layanan “bengkel mobil panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor.

Layanan “Bengkel Mobil Panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor dapat diandalkan dalam kondisi darurat dan di lokasi manapun mobil Anda mengalami masalah. Layanan ini memungkinkan pengendara mendapatkan perbaikan mobil di tempat, misalnya di jalan tol. Cukup dengan menghubungi customer service atau melakukan emergency booking service di aplikasi smartphoneBengkel Mobil Pro“. Maka mekanik profesional dan handal akan segera mendatangi lokasi sesuai permintaan Anda, dan pula mendapat pertolongan derek (Towing Service). Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur dan informasi service, segera download aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda.

STNK Mati 2 Tahun, Data Kendaraan Langsung Dihapus

Penting! Mulai Tahun Ini, STNK Mati 2 Tahun, Data Kendaraan Dihapus

Kepolisian Republik Indonesia melalui Korlantas (Korps Lalu Lintas) Polri, sedang mensosialisasikan dan menggodok terkait regulasi penghapusan data kendaraan bermotor. Regulasi berupa sanksi penghapusan data kendaraan bermotor ini berlaku jika dalam kurun waktu 2 tahun berturut-turut STNK mati dan tidak diperpanjang lagi. Korlantas sedang memprioritaskan untuk mengkaji kebijakan tersebut agar dapat direalisasikan tahun ini.

Berikut beberapa fakta terkait pemberlakuan aturan berupa sanksi penghapusan data kendaraan yang dirangkum tim redaksi bengkel mobil Zaini Auto Motor:

1. Penghapusan Data Kendaraan Bukan Aturan Baru

Sanksi penghapusan data kendaraan bermotor yang STNK-nya tak diperpanjang selama 2 tahun alias habis masa berlakunya, bukanlah aturan baru. Sebenarnya sudah tercantum dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 pada pasal 74 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Selanjutnya, aturan tersebut juga tertera dalam Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 110 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

Dikutip dari Kompas, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Refdi Andri menjelaskan, “Sebenarnya secara aturan sudah jelas dan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 74 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 110. Setiap kendaraan yang belum dibayar pajak 5 tahunannya (ganti pelat), kemudian 2 tahun berikutnya masih menunggak belum membayar kewajiban pajak tahunan, sehingga total 7 tahun, maka data STNK kendaraannya akan dihapus.”

2. Kendaraan Jadi Ilegal Alias Bodong

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 74 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 110, kendaraan yang sudah dihapus tak dapat diregistrasi ulang kembali.

Data Kendaraan Dihapus Jika STNK Mati 2 Tahun
Data Kendaraan Dihapus Jika STNK Mati 2 Tahun

Misalnya, Anda mempunyai mobil atau motor yang masa berlaku STNK-nya atau pajak lima tahunannya habis per Agustus 2019. Kemudian selama 2 tahun berturut-turut yakni 2020 dan 2021 mengabaikan mengurus pajak. Maka di tahun itu juga seluruh data identitas pemilik mobil atau motor tersebut akan dihapus dan tidak dapat diregistrasi ulang. Sehingga berpotensi menjadi “barang rongsokan”.

Tentu saja, kendaraan tersebut bakal berstatus ilegal saat dikendarai di jalan umum. Dan menjadi bodong untuk selama-lamanya, lantaran penghapusan data tersebut membuat kendaraan tidak lagi memiliki surat-surat yang berlaku. Bahkan dampak yang paling merugikan adalah nilai jual kendaraan sangat akan jatuh. Karena setelah penerapan aturan ini tidak akan ada lagi opsi pemutihan di masa depan. Penerapan aturan tersebut akan segera dimulai tahun ini secara nasional, dan berlaku untuk mobil dan sepeda motor.

3. Tahap Sosialisasi Dan Pendataan STNK Mati

Sejak mencuat pada tahun 2018 lalu, hingga saat ini aturan belum juga dijalankan. Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Bayu Pratama Gubunagi, membenarkan hal tersebut, tetapi penerapan sebelumnya hanya untuk membantu atau menjangkau pemilik kendaraan yang ingin menghapus identitasnya dari registrasi dan identifikasi.

Namun, Kepala Sub Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Kasubdir Regident) Polda Metro Jaya AKBP Sumardji mengatakan, pelaksanaannya hanya tinggal menunggu instruksi Korlantas. Sejauh ini pihaknya masih melakukan pendataan kendaraan bermotor dari semua wilayah di Indonesia yang memenuhi syarat untuk dilakukan penghapusan. Korlantas Polri juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait sanksi penghapusan tersebut.

STNK Mati 2 Tahun, Data Kendaraan Dihapus Dan Langsung Jadi Barang Rongsokan
Antrean Perpanjangan STNK di SAMSAT Polda Metro

“Karena banyak kendaraan yang sudah rusak atau tidak dapat digunakan. Sekaligus mengingatkan pemilik kendaraan untuk melakukan kewajibannya, seperti membayar pajak, sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas, perpanjang STNK, dan pengesahan STNK,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Refdi Andri beberapa waktu lalu.

4. Diberikan Surat Pemberitahuan Dan Peringatan

Menurut aturan undang-undang penghapusan data kendaraan tidak akan dilakukan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Petugas Registrasi dan Identifikasi (Regident), akan memberikan tiga kali surat pemberitahuan sekaligus peringatan. Baru kemudian bila semua surat pemberitahuan yang dikirim diabaikan, dan pemilik juga tak kunjung melakukan perpanjangan, data kendaraan akan dimasukkan ke daftar penghapusan.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sumardji, menjelaskan, “Pemilik kendaraan yang menunggak pajak, setiap sebulan sekali akan diberikan surat peringatan ke alamat yang terdaftar. Apabila hingga sebanyak tiga kali surat peringatan yang dikirim tidak kunjung direspons, maka polisi punya kewenangan untuk menghapus data kendaraan itu. Sehingga nantinya tidak akan bisa didaftar ulang dan diaktifkan lagi untuk selamanya. Oleh karenanya, diharapkan pengguna mobil atau sepeda motor bisa taat pajak, jangan sampai telat membayar pajak.”

5. Prosedur Penghapusan Data Kendaraan Jika STNK Mati

Aturan Penghapusan Data Kendaraan jika STNK Mati 2 Tahun Berlaku Tahun Ini
Pajak 5 Tahunan dan Satu Tahunan STNK

Untuk lebih jelas tentang prosedur penghapusan data registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, adalah sebagai berikut:

  • Pertama, pemilik kendaraan yang telah habis masa berlaku STNK-nya dan selanjutnya menunggak pajak tahunan selama 2 tahun berturut-turut, maka tiga bulan sebelumnya akan diberikan surat peringatan pertama. Pemilik kendaraan bermotor diberikan waktu satu bulan sejak diterimanya surat peringatan untuk segera melakukan registrasi dan identifikasi perpanjangan.
  • Kedua, apabila pemilik kendaraan tidak menghiraukan himbauan dalam peringatan pertama, selanjutnya diberikan surat peringatan kedua. Jangka waktu surat peringatan kedua ini juga selama satu bulan.
  • Ketiga, apabila pemilik kendaraan motor tidak juga memberikan respons atas peringatan kedua, maka akan dilayangkan surat peringatan ketiga. Jika dalam waktu satu bulan sejak diterimanya peringatan ketiga ini, pemilik tak kunjung melaksanakan registrasi kendaraan motor, maka kendaraan bermotor masuk dalam daftar penghapusan sementara.

Target pemberlakuan aturan penghapusan data kendaraan bermotor bisa direalisasikan tahun ini dan berlaku secara nasional bagi mobil dan sepeda motor. Mungkin saja bisa karena lupa atau malas mengurus, yang berujung matinya STNK mobil Anda. Jadi jangan sampai terlewat membayar pajak STNK Anda, apalagi jika sampai menunggak pajak tahunan 2 tahun berturut-turut.

Solusi mudahnya adalah cukup dengan mendownload aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda, maka Anda bisa memanfaatkan fitur pemberitahuan dan pengingat masa berlaku SIM dan STNK Anda. Namun sebelumnya, Anda perlu memasukkan data diri dan kendaraan ke dalam menu Profile di aplikasi “Bengkel Mobil Pro“. Disertai memasukkan masa kedaluwarsa SIM dan STNK di profil mobil Anda.

Nantinya, selama tiga hari berturut-turut sebelum masa kedaluwarsa SIM dan STNK tersebut habis, maka akan ada pemberitahuan (reminder) di aplikasi ini. Alhasil pelanggan setia bengkel Zaini Auto Motor punya kesempatan untuk segera memperpanjang masa berlaku keduanya. Bengkel mobil Zaini Auto Motor akan terus mengembangkan aplikasi “Bengkel Mobil Pro” dengan fitur-fitur yang memudahkan setiap customer dan pelanggannya. Tunggu apalagi, download sekarang juga!

Rem Tangan Elektrik Pada Mobil BMW

Keren, Begini Cara Kerja Rem Tangan Elektrik Pada Mobil

Keberadaan rem tangan (handbrake) atau biasa disebut rem parkir (parking brake) tentunya sangat penting bagi setiap mobil. Fitur ini diketahui biasa difungsikan untuk menahan laju kendaraan ketika keadaan darurat. Seiring dengan perkembangan teknologi pada mobil, rem tangan pun tidak ketinggalan mendapatkan pembaharuan teknologi yang menggunakan kontrol atau sensor elektrik. Rem tangan elektrik ini sering disebut Electronic Parking Brake (EPB), yang terdiri dari komponen mekanikal dan elektronika yang berfungsi sebagai penahan roda kendaraan.

Mulai tahun 2001, berbagai produsen mobil telah menyematkan electronic parking brake (EPB) ini pada mobil-mobil produksinya. Mereka antara lain BMW, Audi, Renault, Jaguar, Mercedes-Benz, Volkswagen, Toyota, Honda, Land Rover dan sejumlah pabrikan otomotif lainnya. EPB (Electric Parking Brake) ini memang paling banyak disematkan pada mobil-mobil mewah atau mobil premium. Tetapi kini, fitur rem tangan elektrik mulai cukup umum ditemukan pada beberapa kendaraan kelas menengah ke bawah yang beredar di Indonesia. Seperti pada mobil Wuling Cortez, Honda HR-V, Toyota C-RH, Cevrolet Captiva, Pajero Sport dan lainnya.

Rem tangan elektrik ini dibuat lebih user-friendly dengan tujuan memudahkan penggunanya. Selain itu, juga dimaksudkan agar pengemudi tidak lalai dalam mengaktifkan dan menonaktifkan rem tangan saat akan mengendarai dan memarkir mobil. Kelalaian ini bisa berakibat menimbulkan kerusakan pada sistem rem mobil, dan yang paling fatal bisa menyebabkan insiden yang tidak diinginkan.

Cara Kerja Rem Tangan Elektrik

Berbeda dengan rem tangan konvensional dimana pengemudi masih perlu menarik tuas rem, di EBP (electronic parking brake) pengemudi cukup menekan tombol. Ketika EPB dioperasikan, maka switch (tombol P) akan mengirimkan perintah ke modul rem elektronik (electronic brake control module). Kemudian modul EBCM yang terhubung dengan ECU ini, akan merespon bahwa rem parkir perlu dioperasikan. Selanjutnya, modul EBCM mengirimkan perintah ke aktuator yang terletak di kaliper rem pada roda mobil untuk mengaktifkan pengereman. Akhirnya, kampas rem akan dipaksa untuk mencengkram piringan (disc brake) atau menekan tromol, sehingga terjadilah pengereman dan gerakan roda terkunci. Saat proses itu terjadi akan terdengar desingan motor listrik yang mengindikasikan electronic parking brake tersebut telah bekerja.

Cara Kerja Rem Tangan Elektrik Pada Mobil
Menon-aktifkan Rem Tangan Elektrik

“Untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan rem tangan elektrik, maka pengemudi cukup menekan tombol dengan satu jari tanpa perlu tenaga ekstra. Seperti hal pada rem tangan manual yang mengharuskan menarik dengan kuat agar rem tangan aktif. Rem tangan elektrik pada umumnya terletak di konsol tengah kursi barisan depan yang ditandai dengan huruf P. Namun, ada juga yang meletakkannya di sekitar setir atau roda kemudi. Untuk mengaktifkan rem ini cukup mudah, yakni dengan menekan tombol P, maka sistem rem akan bekerja mengunci roda dengan sendirinya. Dan bila hendak menonaktifkannya cukup “mencongkel” tombol P tersebut,” ujar Agus Tri Ariyanto, selaku General Service Advisor di Bengkel Zaini Auto Motor.

Cara Menggunakan Rem EPB

Rem tangan elektrik juga mempunyai kelebihan lain, yakni sistem rem dapat aktif dan non-aktif secara otomatis tanpa harus menekan atau mencongkel tombol P. Pada beberapa model mobil lain, electronic parking brake dapat bekerja non-aktif secara otomatis saat pengemudi menginjak pedal gas. Tetapi banyak juga tipe mobil dengan rem tangan elektronik yang meminta pengemudinya melepas rem secara manual dengan “mencongkel” tombol P. Mobil juga akan meminta pengemudi untuk menonaktifkan rem tangan elektrik secara manual saat mesin mobil pertama kali hidup, atau setelah tuas transmisi di posisi gigi mundur.

“Perlu diketahui, sistem rem juga akan terus mengunci roda jika pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman, atau saat salah satu pintu mobil terbuka. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang di kabin mobil. Dengan penggunaan mekanisme elektronik, maka pengoperasian sistem rem ini menjadi otomatis dan tidak diragukan lagi keefisienannya. Hal ini berarti rem tangan elektrik lebih dapat diandalkan daripada rem tangan konvensional karena tidak adanya sambungan mekanis yang terlibat.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Rem Tangan Elektrik Dikeluhkan Para Drifter

Dengan adanya rem tangan elektronik (electronic handbrake/electronic parking brake) justru banyak dikeluhkan oleh para drifter. Sebab, untuk menunjang olahraga drifter, para pengemudi hanya dapat melakukan atraksinya dengan memanfaatkan tuas rem tangan manual. Karena sistem rem tangan konvensional memang lebih responsif untuk mengunci roda belakang saat digunakan untuk atraksi mobil drift.

Dimana saat tuas rem tangan ditarik, maka kabel yang terhubung pada kampas rem cakram atau tromol belakang langsung mencengkram kuat dan mengunci roda. Rem tangan konvensional memungkinkan menikung dan tergelincir ala drifting, sedangkan saat tidak dibutuhkan lagi, maka rem tangan dapat dinonaktifkan. Hal ini karena ban belakang langsung mengunci dan tidak berputar saat tuas rem ditarik, sehingga ketika kemudi dibelokkan, berat bagian belakang kendaraan akan terdorong ke depan dan membuat mobil tergelincir.

Rem Tangan Elektrik Pada Mobil Perlu Perawatan Rutin
Rem Tangan Elektrik Dikeluhkan Para Drifter

Sementara itu pada sistem rem EPB (electronic parking brake) bekerja tidak seperti rem tangan konvensional. Lantaran sistem kabel sudah diganti dengan motor listrik pada masing-masing kaliper roda mobil. Jika Anda mencoba mengaktifkan electronic parking brake saat mobil sedang melaju, maka rem tidak langsung mengunci roda belakang. Mobil akan tetap berjalan stabil meski setir kemudi dibelokkan tajam, dan hanya akan terdengar suara dari motor listrik EPB tersebut.

“Pengereman dengan EPB (electronic parking brake) tidak mampu membuat kendaraan tergelincir. Termasuk saat mobil melaju dengan kecepatan mencapai 195 km/jam, mobil pun tidak langsung berhenti seketika saat EPB diaktifkan. Tetapi mobil akan secara perlahan namun pasti, langsung melambat dengan halus hingga akhirnya berhenti. Hal ini berarti roda tidak terkunci seperti halnya saat mengaplikasikan rem tangan konvensional pada kecepatan tinggi.” jelas Agus Tri Ariyanto disela-sela keramaian bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Rem Tangan Elektrik

Perlu diingat kunci utama diciptakannya EPB (electronic parking brake) adalah terkait kenyamanan, keamanan dan fungsi yang lebih efisien. Tombol mungil yang menggantikan tuas rem, tentunya akan membuat ruang di sekitar kemudi jadi lebih luas dan memberikan kenyamanan lebih. Pengemudi pun jadi punya ruang untuk menempatkan botol minum, cangkir atau menambahkan sistem audio mobil.

Memahami kinerja dan perawatan rem tangan akan membantu setiap pemilik mobil untuk menjaga komponen tersebut tetap awet dan dapat diandalkan ketika digunakan sehari-hari. Keamanan adalah hal utama, jadi pastikan rem tangan selalu bekerja dengan baik dan normal. Untuk itu, melakukan perawatan pada komponen-komponen mobil tepat waktu, bisa menjamin kondisinya selalu prima dan terhindar dari masalah ketika dikendarai.

Bila Anda menginginkan mobil tetap terjamin perawatannya, tetapi tidak ingin waktu Anda terbuang sia-sia dengan mengantri di bengkel mobil resmi. Maka bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah tempat yang tepat untuk melakukan pemeriksaan, perawatan rutin dan perbaikan mobil Anda. Cukup melakukan booking service melalui customer service, maka Anda akan terbebas dari antrian service mobil yang menjemukan. Anda dapat juga memanfaatkan layanan “Bengkel Mobil Panggilan” dan aplikasi “Bengkel Mobil Pro“, bila ingin mekanik profesional segera mendatangi lokasi Anda. Selamat Mencoba!

BMW Dan Mercedes-Benz Sepakat Bekerjasama Demi Mobil Otonom Di Tahun 2024

Demi Teknologi Mobil Otonom, BMW Dan Mercedes Sepakat Kerja Sama

Ada sebuah ungkapan klise yang mengatakan, “Jika Anda ingin melaju dengan cepat, maka pergilah sendiri. Tetapi jika Anda ingin melangkah jauh, maka pergilah bersama-sama”. Berangkat dari ungkapan tersebut, BMW dan Induk Mercedes-Benz (Daimler) telah mengumumkan kerja sama terbarunya. Kali ini mereka sepakat dan memutuskan bekerja bersama dalam pengembangan teknologi mobil otonom (self-driving).

Merujuk kerja sama ini, maka tidak heran ungkapan di atas bisa berubah menjadi, “Jika Anda ingin pergi dengan mobil tanpa sopir, pergilah bersama Jerman”. Mobil otonom dengan teknologi self-driving berarti kendaraan mampu mengemudikan secara otonom tanpa campur tangan pengemudi manusia menuju tempat spesifik menembus lalu lintas jalan raya.

Pada Kamis (4/7/2019) dilakukan kesepakatan demi mengembangkan teknologi kendaraan otonom yang akan mereka bawa ke pasar pada pertengahan dekade ini. Untuk mewujudkan pembuat mobil dengan teknologi terbaru tersebut, kedua perusahaan dipaksa untuk mengumpulkan tenaga ahli dan sumber daya pengembangan mereka. Hal ini untuk memangkas biaya riset dan pengembangan yang cukup besar. Maka tidak heran jika sekitar 1.200 tenaga ahli di BMW dan Daimler akan terlibat dalam kerja sama pengembangan teknologi mobil otonom (Autonomous Driving) ini.

Wacana kerja sama ini pertama kali diumumkan pada Februari 2019 lalu. Saat itu BMW dan Induk Mercedes-Benz (Daimler) mengatakan sedang mencari kemungkinan untuk memangkas biaya riset dan pengembangan. Kedua produsen otomotif ini mengatakan mereka sedang mendiskusikan kemungkinan untuk memperluas kemitraan mereka.

Sebelumnya BMW dan Daimler juga telah mengumumkan kemitraan lain, dengan total investasi senilai lebih dari satu miliar Euro. Kala itu, investasi diwujudkan diberbagai layanan, seperti stasiun pengisian listrik (electric vehicle charging), layanan taksi ride-hailing, dan ride sharing.

Saat ini, perjanjian kerja sama pengembangan teknologi masa depan menjadi subjek utama dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua perusahaan. BMW dan Daimler memandang kemitraan mereka sebagai kerja sama strategis jangka panjang. Dan bertujuan untuk membuat teknologi tingkat selanjutnya tersedia secara luas pada pertengahan dekade mendatang.

Demi Mobil Otonom Di Tahun 2024

Seperti dilansir dari laman resmi Daimler, kemitraan strategis akan fokus pada fitur teknologi generasi selanjutnya. Termasuk di dalamnya fitur teknologi bantuan mengemudi (driver assistance) bagi mobil otonom di jalan raya, seperti smart cruise control dan parkir otomatis. Selain itu, juga untuk memenuhi aturan mengemudi di jalan bagi mobil otonom sesuai SAE (Society of Automotive Engineers) Level 4. Dimana SAE Level 4 sendiri didefinisikan sebagai mobil otonom dengan self-driving penuh, tanpa memerlukan campur tangan manusia, tetapi hanya di bawah kondisi yang ditentukan dengan tepat. Bahkan setir (roda kemudi) dan rem tidak perlu ada di dalam mobil.

Mobil AV (Autonomous Vehicles) BMW Dan Mobil otonom Mercedes-Benz (Daimler)
Mobil Otonom BMW Dan Mercedes-Benz (Daimler)

Sementara itu, tidak dalam cakupan pengaturan khusus kemitraan ini, kedua produsen mobil itu juga menjelaskan bahwa pembicaraan terus berjalan. Salah satunya mengenai perluasan kerja sama yang mencakup teknologi mengemudi yang sangat otonom di dalam kota dan di lingkungan perkotaan yang lebih padat.

Meski dikembangkan bersama, teknologi itu bakal diterapkan di mobil masing-masing secara mandiri. Dua raksasa otomotif Jerman ini sudah menemukan kata mufakat. Dimana teknologi baru tersebut bakal diterapkan pada mobil-mobil produksi massal mulai tahun 2024.

Daimler, misalnya, akan meluncurkan pengujian level 4 dan 5 bagi mobil otonomnya di Silicon Valley akhir tahun ini. Dimana pengujian mobil self-driving ini merupakan kemitraan dengan Bosch yang akan diperuntukkan bagi lingkungan perkotaan (urban). Daimler juga berharap mereka akan segera menjual kendaraan serba otomatis (highly automated) di awal tahun 2020-an.

Sedangkan BMW telah membuka Autonomous Driving kampusnya sendiri di Unterschleissheim, Jerman pada tahun 2017. Dan sedang menguji lebih dari 70 AV (autonomous vehicles) yang diuji di seluruh dunia. Mobil otonom produksi pertama BMW dengan teknologi AV (autonomous vehicles) Level 3 akan menjadi BMW iNEXT pada tahun 2021.

Kolaborasi Adalah Solusi

Pada bulan Mei, BMW melaporkan peringatan keuntungan perusahaan dan mereka harus melakukan investasi yang lebih besar dari yang diharapkan. Sedangkan, Daimler mengeluarkan peringatan laba perusahaan pada Juni, dan mengatakan pihaknya perlu menyisihkan ratusan juta euro untuk menutupi regulasi / undang-undang yang semakin ketat pada emisi. Karena regulasi undang-undang emisi yang makin ketat membuat Daimler dan BMW sejak awal tahun ini mengalami penurunan margin dan kesulitan keuangan.

Bekerja sama dianggap menjadi solusi penghematan dan kunci pengembangan teknologi otomotif masa depan. Kedua perusahaan mengatakan kerjasama mereka tidak bersifat eksklusif, dimana hasil pengembangannya akan tersedia bagi produsen manufaktur otomotif lainnya yang berlisensi. Mereka melihat kemitraan lintas produsen manufaktur otomotif kedepannya akan semakin umum terjadi.

Produsen otomotif dari Jerman lainnya yakni Volkswagen, juga sudah memikirkan arah investasi ke teknologi yang didamba banyak pabrikan otomotif di seluruh dunia. Dilaporkan saat ini mereka sedang dalam tahap diskusi terakhir untuk pembentukan aliansi bersama Ford dalam mengembangkan teknologi mobil listrik dan kendaraan otonom. Menurut surat kabar Handelsblatt, kesepakatan itu akan disetujui pada 11 Juli 2019.

Pada bulan Mei lalu, Renault dan Fiat Chrysler Automobiles yang merupakan perusahaan multinasional Italia-Amerika, mengumumkan mereka dalam pembicaraan merger, namun diskusi kemudian dibatalkan.

7 Tanda Mobil Harus Turun Mesin (Overhaul)

Kenali 7 Gejala Mobil Perlu Turun Mesin (Overhaul)

Seiring berjalannya waktu dan usia pemakaian, semua komponen mobil pasti akan mengalami penurunan performa. Penurunan performa ini tidak terkecuali pada komponen mesin mobil yang terus menerus bekerja saat mobil dikendarai. Untuk itu, perlu dilakukan perawatan dan perbaikan guna mengembalikan performa mesin agar kembali bekerja dengan maksimal. Salah satu perbaikan yang dilakukan yakni dengan cara OH (overhaul). Dalam bahasa bengkel lebih dikenal dengan sebutan belah mesin atau turun mesin.

Pernahkah Anda mendengar istilah turun mesin atau overhaul? Turun mesin merupakan proses pembongkaran dan pelepasan komponen mesin dari dudukannya (mounting) yang ada di mobil.

Proses turun mesin (overhaul) ini dilakukan apabila kondisi mesin sudah mengalami kerusakan cukup berat. Untuk melakukan overhaul (turun mesin) tentu saja perlu memperhatikan dan menganalisa terlebih dahulu kondisi kerusakan mobil. Hal ini dilakukan agar didapatkan data yang valid mengenai kerusakan pada mesin mobil sebelum dilakukan overhaul.

Tujuan dari overhaul selain untuk pemeriksaan kurusakan komponen di dalam mesin, juga untuk membersihkan bagian ruang bakar dari sisa-sisa karbon. Selain itu, juga untuk mengatur ulang dudukan klep (engine valve), dan melakukan setting ulang untuk mengembalikan performa mesin seperti sebelum mengalami kerusakan. Ada beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat jika mobil perlu dilakukan overhaul, apa saja gejala atau tanda-tandanya? Simak ulasan berikut ini:

Temperatur Mesin Meningkat

Salah satu tanda mobil perlu dilakukan turun mesin (overhaul) adalah bila temperatur mesin terus meningkat. Saat mobil dikendarai dalam kondisi normal, apabila temperatur mesin terus mengalami peningkatan, maka hal ini menjadi tanda awal mobil Anda perlu turun mesin.

Penyebab Overheat Mesin Mobil
Temperatur Mesin Mobil Meningkat

Segera periksa dan cari tahu penyebab terjadinya peningkatan temperatur mesin tersebut. Periksalah mobil dari kemungkinan terjadi kebocoran pada komponen sistem pendinginan mobil. Ada baiknya segera bawa mobil Anda ke bengkel mobil terdekat, untuk dilakukan pemeriksaan mendetail penyebab terjadinya temperatur mesin yang meningkat.

Overheating Dan Mesin Mati Mendadak

Tanda berikutnya adalah ketika mobil dipacu dalam kecepatan rendah, namun temperatur mesin terus meningkat secara tidak wajar. Dampak dari kenaikan temperatur mesin ini adalah terjadinya overheat pada mesin, yang akan menyebabkan mesin mobil mati secara mendadak.

Bila hal ini terjadi pada mobil Anda saat diperjalanan, tidak perlu panik. Cobalah untuk menepikan mobil Anda di tempat yang sekiranya aman. Sebaiknya perhatikan temperatur mesin terlebih dulu, diamkanlah beberapa saat hingga temperatur mesin mobil turun ke kondisi normal. Jangan langsung menyalakan mobil kembali karena akan membuat mesin semakin panas.

Kenali Penyebab Mesin Mobil Overheat
Mesin Mobil Overheat

“Ketika mesin mobil overheat, diamkan sekitar 15-20 menit dan barulah periksa komponen mulai dari radiator, kipas radiator, selang radiator, pompa air dan lain sebagainya. Overheat mesin pada umumnya terjadi karena adanya kebocoran pada komponen radiator atau komponen sistem pendingin mobil lainnya.” ujar Listiyono ketika memberikan penjelasan di bengkel Zaini Auto Motor.

Air Radiator Berkurang

“Air radiator (radiator coolant) yang berkurang akan menyebabkan pendinginan mesin tidak maksimal, temperatur meningkat dan berdampak pada komponen mesin. Selanjutnya, pada umumnya akan terdengar suara aneh atau mengelitik dari komponen dalam mesin. Untuk mobil berbahan bakar bensin, seharusnya mesin bersuara halus, atau cenderung minim suara. Suara mengelitik atau suara kasar ini diakibatkan beberapa komponen mengalami keausan, seperti ring piston, katup/klep, setang piston (connecting rod) dan komponen mesin lainnya.” jelas Listiyono ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Penyebab Air Radiator Mobil Avanza Berkurang
Air Radiator Berkurang

Masalah utamanya karena temperatur yang terlalu panas pada mesin ketika bekerja. Overheat bisa membuat air radiator mendidih dan bahkan menguap. Jika terjadi penguapan, maka otomatis akan timbul tekanan udara yang besar di dalam radiator dan tabung reservoir. Sehingga air radiator akan berkurang secara drastis kerena menguap dan terus mengalir keluar melalui tabung penampungan (resevoir). Untuk mengetahui penyebab detailnya, sebaiknya bawa mobil ke bengkel mobil terdekat, atau gunakan jasa bengkel mobil panggilan jika terjadi di tengah perjalanan.

Air radiator Bercampur Oli Dan Berwarna Kecoklatan

Selain air radiator (radiator coolant) yang berkurang secara drastis, mobil yang membutuhkan overhaul juga ditandai dengan air radiator yang bercampur minyak. Kondisi seperti ini biasanya terjadi karena adanya oli yang masuk ke saluran pendingin mesin (water jacket) dan saluran air radiator. Atau sebaliknya terdapat air yang masuk ke dalam ruang bakar mesin (combustion engine).

Penyebab Oli Mesin Bercampur dengan Air Radiator
Oli Mesin Bercampur Dengan Air Radiator

“Penyebab air radiator bercampur dengan oli sangat beragam. Beberapa diantaranya adalah cylinder head melengkung, packing (gasket) rusak, retak pada dinding water jacket di cylinder head dan cylinder block, dan lainnya. Jika oli sudah tercampur dengan air radiator, cara memperbaikinya harus dengan overhaul untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih mendetail.

Air Radiator Menyembur

Gejala air radiator yang menyembur keluar akan terlihat jelas saat mesin mobil dihidupkan dan tutup radiator tidak terpasang. Air radiator yang menyembur keluar, pada umumnya merupakan tanda adanya kerusakan pada cylinder head atau gasket cylinder head. Karena ketika terjadi overheat pada mesin dapat menyebabkan cylinder head melengkung.

Mengapa kerusakan pada area cylinder head bisa menyebabkan air radiator menyembur? Hal ini karena pada cylinder head terdapat lubang-lubang saluran cairan pendingin (water jacket) yang terhubung hingga ke blok mesin. Jadi apabila terdapat kerusakan pada cylinder head dan packing (gasket), maka tekanan kompresi dapat mengalir masuk ke dalam saluran pendingin (water jacket). Tekanan kompresi mesin yang sangat tinggi otomatis akan menekan cairan pendingin, dan menyebabkan air radiator menyembur.

Apabila terdapat kondisi semacam ini, sebaiknya segera hubungi bengkel mobil panggilan atau jika memungkinkan bawa mobil ke bengkel mobil terdekat. Sebab kerusakan seperti ini, ketika mesin di hidupkan dengan tutup radiator terpasang, maka bisa menyebabkan selang raditor jebol. Bahkan yang paling parah adalah raditor pun bisa jebol karena adanya tekanan yang besar di dalam ruang tertutup.

Kepala Busi Basah Terdapat Oli

Tanda berikutnya adalah kepala busi selalu basah karena terdapat oli. Kepala busi yang basah oleh oli adalah indikasi adanya masalah yang cukup serius yang harus segera diperiksa dan diperbaiki. Hal ini menunjukkan bahwa oli mesin sudah mulai masuk ke ruang bakar mesin (combustion engine). Oli mesin pun akan ikut terbakar dan membuat kepala busi terdapat banyak kerak karbon, selalu basah dan berwarna hitam.

Penyebab Kepala Busi Basah Oleh Oli
Kepala Busi Basah Oleh Oli

Busi yang basah terkena oli mesin bisa menyebabkan mesin mati sebagian (pincang) atau mati total. Masalah ini hampir selalu disebabkan oleh gasket rusak, ring piston aus dan seal katup (valve seal) yang aus. Selain itu juga bisa disebabkan oleh kerusakan piston atau lubang pemandu katup (worn valve guides) yang aus.

Oli yang masuk ke lubang busi akan memengaruhi kinerja mesin secara signifikan, menyebabkan pembakaran tidak sempurna (misfire), oli mesin berkurang dan asap knalpot berwarna kebiruan. Dalam kasus ekstrim, bahkan dapat menyebabkan kebakaran pada mesin. Jika mobil menunjukkan gejala-gejala ini, sebaiknya segera bawa mobil Anda ke bengkel resmi atau bengkel mobil terdekat.

Knalpot Mengeluarkan Asap Putih

Tanda mobil yang memerlukan turun mesin (overhaul) yang ini merupakan yang paling mudah terlihat oleh pemilik mobil. Tandanya adalah Knalpot mengeluarkan asap berwarna putih. Selain itu, asap knalpot tersebut juga menghasilkan bau yang sangat menyengat, seperti bau oli dan besi terbakar.

Asap putih ini biasanya terjadi karena yang dibakar selain bahan bakar, juga ada oli yang merembes masuk ke ruang bakar mesin. Hal ini rata-rata terjadi karena adanya kerusakan di bagian komponen mesin dan tentu efeknya performa mesin menurun, dan polusinya jadi lebih tinggi.

Penyebab Asap Knalpot Mobil berwarna Putih
Knalpot Mobil Berasap Keputihan

“Penyebab knalpot mengeluarkan asap putih antara lain terdapat kerusakan ring piston aus, cylinder linner aus, seal katup bocor, packing cylinder head rusak, katup (valve) rusak, dudukan katup (valve seat) aus, dan lain sebagainya. Mobil yang berusia tua paling sering mengalami hal ini. Namun tidak tertutup kemungkinan mobil baru pun akan mengalami hal yang sama apabila tidak dilakukan perawatan berkala. Bila pemilik mobil sering mengabaikan perawatan berkala, maka komponen ‘jeroan mesin’ lainnya juga akan ikut terkena imbasnya.” ujar Listiyono saat memberikan penjelasan di bengkel Zaini Auto Motor.

Overhaul mobil biasanya memerlukan biaya yang cukup banyak, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Tetapi biaya tersebut tidak bisa diprediksi secara tepat, karena sebelumnya harus dilakukan pemeriksaan kerusakan komponen mesin secara mendetail. Perawatan berkala dan secara rutin akan memperpanjang usia pakai komponen mesin dan menghindarkan mobil dari overhaul dini.

Nah, apabila mobil Anda mengalami masalah dan gejala di atas, sebaiknya bawa ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi untuk pengecekan lebih lanjut. Anda bisa melakukan Booking Service melalui aplikasi smartphone “Bengkel Mobil Pro” terlebih dulu untuk pemeriksaan, perawatan berkala dan perbaikan mobil Anda di bengkel Zaini Auto Motor.

Dengan fitur ini, memudahkan Anda untuk melakukan servis tanpa menunggu antrian dan menghemat banyak waktu Anda. Online booking juga bisa Anda gunakan tanpa perlu datang langsung ke bengkel Zaini Auto Motor, karena para mekanik profesional selalu siap mendatangi Anda.

6 Tips Mudik Di Malam Hari Dengan Mobil Pribadi

6 Tips Mudik Di Malam Hari Dengan Mobil Pribadi

Mudik di malam hari bisa jadi adalah pilihan menguntungkan bagi sebagian pengemudi. Mereka beralasan, mengemudi pada malam hari, kondisi jalan relatif lengang dan suhu udara lebih sejuk dibandingkan siang hari. Tetapi, tidak sedikit yang enggan dan malas mudik dengan mobil pribadi di malam hari. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang sudah merasa lelah selepas beraktivitas di siang harinya. Selain itu juga berkaitan dengan jarak pandang dan fokus mata.

Mengemudi di malam hari memang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Penyebab utamanya, faktor pencahayaan dan daya fokus penglihatan mata. Orientasi mengemudi pastilah berbeda, dibanding saat mengemudikan mobil di siang hari. Selama masih bisa mengemudi pada siang hari, pengemudi disarankan tidak membawa mobil pada malam hari. Terutama dengan jarak yang jauh sangat tidak direkomendasikan.

Apabila pengemudi tetap berkeinginan melakukan perjalanan mudik di malam hari, maka ada baiknya bersikap bijaksana dan memperhatikan aspek keselamatan selama berkendara. Berikut tips mengemudi ketika mudik di malam hari

1. Perhatikan Siklus Biologis

Dalam siklus biologis manusia terdapat tingkat kewaspadaan dan konsentrasi tinggi yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 15.30. Kemudian secara perlahan suhu tubuh akan meningkat pada pukul 19.00 hingga 21.00. Pada waktu tersebut akan terjadi proses sekresi yaitu proses membuat dan melepaskan substansi / zat kimiawi dalam bentuk lendir yang dilakukan oleh kelenjar dan sel tubuh. Zat kimiawi tersebut bernama melatonin yang terhubung ke otak dan dapat menimbulkan rasa kantuk. Puncaknya, terjadi pukul 02.00 pagi, sehingga membuat manusia tidur sangat lelap. Proses sekresi melantonin akan berhenti pukul 07.30.

Listiyono, kepala bengkel Zaini Auto Motor mengatakan, “Ada beberapa faktor kenapa mengemudi jarak jauh pada malam hari tidak disarankan. Terutama perjalanan ke luar kota atau mudik dengan waktu yang lebih dari 2 jam perjalanan. Hal ini dikarenakan pada malam hari merupakan jam biologis bagi tubuh manusia. Secara alamiah, karena di malam hari merupakan waktu untuk istirahat, tubuh manusia akan cenderung mengalami penurunan kemampuan. Apalagi digunakan untuk mengemudi, yang sangat membutuhkan konsetrasi dan kewaspadaan tinggi.”

Jika malam hari justru digunakan untuk mengemudi, dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, mengurangi konsentrasi dan mengurangi kemampuan reaksi anggota tubuh. Untuk itu, usahakan untuk beristirahat atau tidur terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan jarak jauh atau mudik. Kopi atau suplemen kafein hanya berfungsi menunda kantuk, dan tidak pernah benar-benar bisa menggantikan tidur. Melakukan komunikasi secara rutin dengan penumpang lain, juga dapat menjaga konsentrasi terhindar dari kantuk.

2. Hindari Mengantuk Atau Kelelahan

Sebesar 18% dari faktor penyebab utama kecelakaan adalah mengantuk saat mengemudi. Kecelakaan lalu-lintas akibat mengantuk 8 kali lebih tinggi dibanding penyebab kecelakaan lain. Sebagian besar kecelakaan berhubungan dengan kelelahan yang terjadi di malam hari.

Oleh karena itu, sebelum memulai perjalanan jarak jauh harus mempersiapkan diri dengan istrihat (tidur) yang cukup dan asupan nutrisi yang memadai agar stamina tubuh selalu prima. Hindari mengemudi lebih dari delapan jam sehari. Usahakan berkendara bersama seseorang, dan bergantian mengemudi. Dan salah satu yang perlu diperhatikan adalah dengan beristirahat yang terjadwal selama mengemudi. Melakukan komunikasi secara rutin dengan penumpang lain, juga dapat menjaga konsentrasi terhindar dari kantuk.

Wanita Mengantuk Saat Mengemudi di Malam Hari
Hindari Mengantuk Saat Mengemudi

“Saat mengemudi jarak jauh, setiap pengemudi harus mengatur waktu istirahatnya secara terjadwal. Misalnya, maksimal setiap 120 menit perjalanan, pengemudi perlu beristirahat untuk pertama kalinya minimal 15-30 menit. Usahakan untuk beristirahat kedua dan selanjutnya, dengan cara tidur power nap yaitu tidur berkualitas selama 15 menit yang setara menggantikan tidur 8 jam,” saran Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Redupkan Lampu Kabin Dan Lampu Indikator

Lampu kabin berpotensi mengganggu perjalanan mudik di malam hari. Misalnya, jika mobil Anda dilengkapi fitur dimmer switch, redupkan lampu dashboard (panel meter) dan instrumen mobil yang sangat terang. Hal ini dimaksudkan agar mata anda tidak terdistorsi cahaya dari sorot lampu tersebut.

“Pancaran cahaya terang dari lampu dashboard (panel meter) dan instrumen infotainment dapat mengganggu dan mempengaruhi fokus mata. Meredupkan lampu-lampu tersebut dapat menghilangkan pantulan cahaya ke kaca depan. Sehingga sangat membantu mata dalam menyesuaikan penglihatan dalam keadaan gelap. Hal ini juga dapat meningkatkan visibilitas, terutama bila melewati wilayah yang minim penerangan,” ujar Listiyono ketika diwawancari di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Bersihkan Komponen Kaca-Kaca

Kondisi kaca spion yang kotor cenderung memantulkan (merefleksikan) cahaya lebih banyak. Ini membuat kemampuan mengidentifikasi objek di belakang mobil menjadi berkurang. Oleh karena itu, usahakan membersihkan terlebih dahulu agar pandangan jelas. Demikian pula dengan kondisi kaca depan (windscreen). Jika windscreen (kaca depan) kotor justru akan memendarkan cahaya yang dapat mengganggu dan membingungkan fokus mata.

5. Bijak Menggunakan Lampu Depan

Lampu jauh dan Lampu dekat mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan harus digunakan secara bijak ketika berkendara di malam hari. Saat berkendara di malam hari utamakan penggunaan sorot lampu rendah (low beams), apalagi saat ada kendaraan lain yang mendekat.

Ketika melintas di daerah yang minim penerangan, biasanya pengemudi tergoda untuk menggunakan lampu jauh (high beams). Jika ada pengemudi lain dari lawan arah yang menyalakan lampu jauh (high beam), sebaiknya tidak dibalas dengan lampu lampu jauh (high beam) juga. Cukup dengan mengaktifkan flashing (dimm) sesaat sebagai isyarat bahwa Anda silau dibuatnya.

Jika sama-sama menggunakan lampu jauh (high beam), dikhawatirkan akan sama-sama menyilaukan mata. Sehingga pengemudi akan kehilangan orientasi arah dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Ketika Anda merasa silau oleh pengendara di depan yang menggunakan lampu jauh, alihkan sedikit pandangan dan jangan terpaku pada titik sorotan lampunya. Anda juga harus mampu mendeteksi kondisi ruas jalan di depan yang akan Anda lalui.

Etika memakai Lampu Jauh (high beam) pada malam hari
Penggunaan Lampu Jauh (high beam) di Malam Hari

Penggunaan lampu jauh melalui flashing (dimm) merupakan bentuk komunikasi dari pengemudi ke kendaraan lain. Setiap pengemudi bisa menggunakan flashing (dimm) dalam kondisi yang darurat, misalnya saat tikungan tajam dan banyak titik blind spot. Kondisi seperti ini diperbolehkan memberikan sinyal komunikasi melalui high beam kepada kendaraan dari arah berlawanan. Tetapi hal ini pun sifatnya sesaat saja, tidak boleh terus-menerus. Selain jadi bagian etika berkendara, penggunaan lampu jauh secara kontinu bisa membahayakan pengendara lain.

6. Disiplin Batasi Kecepatan

Berkendara di malam hari akan mengurangi kemampuan mengemudi. Dengan jarak pandang terbatas akan sangat berbahaya jika mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Selalu perkirakan jarak aman terhadap apa pun yang ada di depan mobil Anda. Karena hanya dalam hitungan detik, apabila kecepatan mobil melebihi batas akan berpotensi mencelakakan diri sendiri.

Sebaiknya kurangi kecepatan dan berikan jarak berhenti lebih panjang dari mobil di depan untuk jaga-jaga melakukan tindakan darurat. Karena kemampuan mata untuk mengenali objek (depth perception), kemampuan mata melihat di sekeliling benda utama (peripheral vision), dan pengenalan warna, semuanya bakal terganggu saat kondisi gelap. Di sisi lain, reaksi pengemudi hampir 90% bergantung pada penglihatan.

“Perlu diketahui, cahaya lampu dekat (low beams) hanya mampu menjangkau sekitar 50-75 meter di depan mobil. Sementara cahaya lampu jauh (high beams) mampu menjangkau 100-150 meter di depan mobil. Ketika mengemudi di malam hari dengan kecepatan tinggi, biasanya dibutuhkan jarak lebih dari 60 meter untuk menghentikan mobil dari titik awal pengereman. Maka, memperhatikan jarak aman dengan mobil di depannya menjadi hal yang sangat penting,” terang Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu untuk memastikan keamanan Anda, sebelum melakukan perjalanan mudik di malam hari, lakukan pemeriksaan dan service mobil Anda di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Pastikan kondisi yang prima pada komponen headlamp, sistem rem, lampu seins, sistem wiper, dan kondisi komponen mobil lainnya. Jika Anda tidak memiliki waktu luang untuk mendatangi bengkel mobil terdekat, Anda cukup menghubungi bengkel Zaini Auto Motor melalui service center atau aplikasi smartphone “Bengkel Mobil Pro“. Maka para mekanik bengkel Zaini Auto Motor akan melakukan service mobil kesayangan Anda di rumah, di kantor, atau dimanapun tempat anda berada.

Jangan lupa menghubungi bengkel mobil Zaini Auto Motor, jika Anda memiliki masalah kerusakan pada mobil Anda ketika perjalanan mudik. Mekanik profesional dari Bengkel mobil Zaini Auto Motor siap mendatangi Anda untuk mendiagnosis masalah yang terjadi dan memberikan perbaikan secara cepat dan tepat. Sehingga perjalanan mudik Anda akan kembali lancar.

Transmisi Manual Mobil Honda

5 Kebiasaan Salah Mengemudikan Mobil Bertransmisi Manual

Pengemudi mobil bertransmisi manual selama ini dianggap lebih memiliki kemahiran (skill-full) dalam berkendara, dibanding pengemudi mobil matic. Padahal masih banyak pengemudi mobil bertransmisi manual memiliki kebiasaan negatif dalam mengendarai mobilnya.

Mengemudi akan menjadi hal yang sangat menyenangkan apabila pengemudi memahami teknik berkendara yang tepat. Sebaliknya, mengemudi dengan kebiasaan yang salah, justru berpotensi boros bahan bakar, menimbulkan kerusakan dan memperpendek usia mobil. Selain itu, bisa berujung terjadinya kecelakaaan.

Pengemudi mobil dengan transmisi manual tentu harus menguasai teknik mengemudi yang benar, dan menghidari berbagai kebiasaan yang salah. Berikut ini penjelasan kebiasaan salah yang sering dilakukan pengemudi mobil bertransmisi manual, antara lain:

1. Kaki Selalu Berada Di Pedal Kopling

Saat mengemudi, hindari selalu meletakkan kaki di atas pedal kopling. Meski dianggap hanya sekedar menempel saja, tanpa disadari pengemudi bisa memberikan tekanan pada pedal kopling selama mobil berjalan. Pasalnya, kebiasaan meletakkan kaki standbay di pedal kopling menyebabkan kampas kopling panas (overheat), bantalan (release bearing) dan plat kopling (clutch disc) lebih mudah menipis.

Ketika pedal kopling diinjak seharusnya kampas kopling terbebas dari flywheel, sehingga pengemudi dapat mudah memindahkan tuas transmisi dengan baik. Tetapi jika kampas kopling tidak bisa terbebas dari flywheel, akan menyebabkan putaran mesin dan transmisi tidak terputus sempurna sehingga pengemudi akan kesulitan memindahkan gigi.

“Apabila kampas kopling sudah menipis dapat mengakibatkan kopling selip. Selain itu, kampas kopling yang overheat akan menyebabkan kinerja kopling juga bermasalah. Hal ini karena kampas kopling tidak bisa terlepas dari flywheel saat pengemudi menginjak pedal kopling, sehingga pengemudi tidak dapat memindahkan gigi.” ujar Agus Zainal di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Hindari Kaki Selalu Berada di pedal kopling
Hindari Kaki Selalu Berada di pedal kopling

Sebaiknya selalu istirahatkan kaki ke lantai mobil setelah memindahkan gigi. Hindari selalu meletakkan dan mengistirahatkan kaki di atas pedal kopling.

2. Asal Menurunkan Gigi Transmisi

Pada mobil bertransmisi manual, perpindahan gigi bisa dianalogikan seperti naik dan turun di tangga. Ketika hendak berakselerasi sebaiknya dilakukan bertahap, mulai dari gigi kecepatan terendah hingga gigi kecepatan tertinggi. Maka, saat mengurangi kecepatan pun juga harus dilakukan bertahap dari gigi kecepatan tertinggi hingga gigi terendah.

Diperlukan kemampuan pengemudi yang baik dalam memindahkan posisi tuas persneling secara cepat dari gigi kecepatan tertinggi hingga terendah. Perpindahan tuas persneling tidak bisa dilakukan sembarangan, misalnya dari gigi lima langsung ke gigi satu.

Apabila dilakukan sembarangan akan beresiko bagi keselamatan berkendara, hal ini sama seperti menarik parking brake (rem tangan) saat mobil dalam kecepatan tinggi. Mobil akan mengalami over RPM, yang bisa menyebabkan kampas kopling cepat panas, dan rusaknya gigi sinkroniser transmisi (synchronizer gear gearbox), serta gigi persneling lainnya juga mudah rusak.

3. Kurang Memanfaatkan Engine Brake

Engine brake merupakan salah satu cara menurunkan kecepatan mobil dengan memanfaatkan hambatan putaran yang terjadi pada mesin. Walaupun tanpa menurunkan posisi tuas transmisi, dengan mengendurkan injakan pedal gas akan terasa kecepatan mobil tertahan, itu juga bisa disebut engine brake. Namun, kondisi ini akan lebih terasa dengan cara mengendurkan injakan pedal gas disertai menurunkan gigi transmisi tinggi ke gigi rendah. Untuk transmisi manual biasanya pada posisi gigi 2 hingga 1, atau untuk transmisi matic pada posisi tuas transmisi D (Drive) ke gigi 1-2.

“Waktu yang tepat untuk memanfaatkan engine brake adalah pada saat kecepatan tinggi di jalan lurus atau saat melewati jalanan menurun panjang.” ujar Agus Zainal di Bengkel Zaini Auto Motor.

Dengan manfaatkan engine brake dan tidak hanya mengandalkan fungsi sistem rem konvensional, maka beban kerja sistem rem jadi berkurang. Sehingga sistem rem tidak cepat panas (overheat) yang bisa berakibat rem blong terutama di jalan menurun tajam. Selain itu juga akan memperpanjang usia pakai rem dan konsumsi bahan bakar tidak lebih boros.

4. Jarang Menetralkan Tuas Transmisi

Saat berhenti di lampu merah atau mengalami kemacetan lalu-lintas, lebih baik tuas transmisi diposisikan netral dari pada menahanya pada posisi masuk ke gigi kecepatan satu atau lainnya. Kalau terpaksa harus sering berhenti karena antrian kemacetan, lebih baik tuas transmisi diposisikan netral disertai injak rem atau manfaatkan rem parkir, sehingga pedal kopling bisa dibebaskan.

Jarang Menetralkan Tuas Transmisi Mobil Manual
Netralkan Tuas Transmisi

Tanpa disadari apabila terus melakukan kebiasaan ini, kaki akan kelelahan dan pegal akibat sering menginjak pedal kopling. Selain itu kampas kopling akan cepat menipis karena terus bergesekan dengan cover clutch dan flywheel. Jadi ketika terjebak macet atau menunggu lampu merah, tuas transmisi diposisikan netral dan istirahatkan kaki tanpa menginjak pedal kopling.

5. Menginjak Penuh Pedal gas saat RPM Rendah

Saat hendak memulai menjalankan mobil, cukup dengan memainkan pedal kopling terutama pada jalanan rata, mobil sudah bisa bergerak, baru tambahkan gas sedikit. Kebiasaan menginjak gas dalam-dalam pada saat kendaraan akan mulai dijalankan, sebenarnya akan membuat mobil cenderung lebih boros BBM.

Kebiasaan ini sering disebut kick down atau flooring pedal gas, yakni menekan pedal gas hingga mentok pada saat RPM mesin masih rendah. Jika sering dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Kebiasaan ini tidak begitu membantu meningkatkan performa mesin, tetapi hanya membuat mesin meraung keras.

Itulah 5 kebiasaan salah saat Mengemudi mobil bertransmisi manual yang patut ditinggalkan. Usahakan untuk selalu melakukan cara mengemudi yang baik dan benar agar komponen mobil tidak mudah rusak. Dan selalu kenali setiap gejala tidak normal yang terjadi pada mobil, agar Anda dapat mengantisipasi terjadinya kerusakan mobil ketika ditengah perjalanan.

Melakukan pemeriksaan dan servis secara rutin di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi akan sangat berguna untuk menjaga performa mobil dan lebih menjamin keselamatan berkendara. Manfaatkan segala kemudahan melakukan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda di bengkel mobil Zaini Auto Motor. Melalui layanan booking service, bengkel mobil panggilan dan aplikasi “bengkel Mobil Pro” akan memudahkan setiap pemilik mobil melakukan service cepat dan tanpa antrian. Dengan didukung mekanik profesional, biaya yang lebih murah, dan peralatan sesuai standart bengkel resmi, maka akan membuat setiap pemilik mobil tenang dalam mempercayakan servis mobil kesayangannya.

  • 1
  • 2
  • 4

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi