Tag: Bengkel Mobil Panggilan

Mobil Mengalami Pecah ban di jalan Tol

7 Langkah Yang Wajib Dilakukan Saat Mengalami Pecah Ban di Jalan Tol

Setiap pengendara yang bepergian menggunakan mobil pribadi tentulah membutuhkan kenyamanan dan ketenangan sepanjang perjalanannya. Apalagi saat melakukan perjalanan jarak jauh atau ketika hendak menghadiri acara penting. Dalam urusan ini, memilih rute jalan bebas hambatan seperti jalan tol merupakan pilihan kebanyakan pengguna mobil. Akan tetapi, jika sedang apes, bukan tidak mungkin kejadian tidak diinginkan akan menimpa ketika sedang berkendara, misalnya terjadi pecah ban di tengah perjalanan.

Kejadian pecah ban mobil pada umumnya terjadi ketika kendaraan sedang melaju kencang saat melintas di jalan tol. Tentunya hal ini tidak diinginkan dan menjadi masalah serius bagi setiap pengendara mobil. Mengalami kejadian ban pecah saat mengemudi, tentunya bagi kebanyakan pengemudi menjadi momok yang menakutkan. Apabila pengemudi panik dan melakukan kesalahan antisipasi ketika mobil hilang kendali, pastinya akan terjadi hal yang tidak diinginkan oleh para pengemudi.

Ban Pecah di Jalan Tol Sumber Kecelakaan Tertinggi

Memang, kejadian pecah ban mobil menjadi salah satu sumber utama penyebab kecelakaan dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Banyaknya tanda peringatan di sepanjang lajur tol, merupakan bukti cukup tingginya kejadian tersebut di jalan tol. Tanda peringatan ini ditujukan kepada seluruh pengguna jalan, untuk memperingatkan agar setiap pengemudi senantiasa mengecek kondisi ban mobilnya.

Kejadian ban pecah pada mobil dapat terjadi kapan saja. Jika mengalaminya saat berkendara dengan kecepatan rendah, mungkin tak terlalu sulit untuk mengantisipasinya dan menjaga kestabilan mobil. Namun, bagaimana jadinya jika sedang melaju dengan kecepatan tinggi? Setiap pengemudi perlu menguasai beberapa teknik agar senantiasa dapat menjaga kendali mobil tetap berada pada lajurnya saat pecah ban terjadi.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan pengendara jika mengalami pecah ban mobil (baik ban depan atau belakang) saat melaju pada kecepatan:

1. Tetap tenang, Jangan Panik

Ketika terdengar suara letusan pada ban mobil, biasanya pengemudi langsung panik. Akibatnya pengemudi dapat kehilangan kendali atas laju mobilnya saat dalam kecepatan tinggi. Mobil akan terus melaju tidak seimbang (oleng) dan bila pengemudi tetap panik, kemungkinan terburuknya adalah mobil bisa terbalik yang diakibatkan ketidakseimbangan pada komponen kaki-kaki mobil.

Oleh karenanya, untuk menghindari kejadian yang lebih parah, pengemudi harus berpikir cepat dan tetap tenang agar dapat kembali menguasai keadaan dan mengendalikan laju mobilnya, sehingga terhindar dari kejadian yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

2. Hidupkan Tanda Peringatan Dan Lampu Hazard

Saat kondisi mobil mulai terasa oleng akibat kehilangan keseimbangan, segera berikan tanda peringatan kepada pengemudi lainnya dengan mengaktifkan lampu hazard dan membunyikan klakson. Meski tidak disarankan karena hanya boleh dipakai saat mobil berhenti, menyalakan lampu darurat (hazard) diperlukan untuk memberi tanda ke mobil lain yang berada di belakang agar tahu mobil kita sedang bermasalah.

Pengemudi juga wajib memantau kondisi lalu-lintas di belakang mobilnya melalui kaca spion. Bahkan agar lebih yakin, bisa menengok langsung suasana di belakang, dengan catatan kondisi di depan masih aman. Pengemudi bisa mulai sedikit demi sedikit menekan pedal rem untuk memperlambat laju kendaraan, dan mengurangi tekanan pada pedal gas secara bertahap.

3. Hindari Pengereman Mendadak Saat Pecah Ban

Kejadian ban pecah sebenarnya masih bisa dikendalikan, walaupun sebetulnya merupakan kejadian yang berbahaya bagi pengendara mobil. Setelah dapat mengendalikan diri agar tidak panik, langkah selanjutnya adalah hindari melakukan pengereman. Apalagi pengereman mendadak yang dapat menyebabkan mobil malah tidak terkendali.

Ketika melakukan pengereman, beban mobil akan berpindah ke depan, sehingga roda kemudi (setir) biasanya semakin tertarik ke arah ban yang pecah. Dalam situasi seperti ini, membuat pengemudi akan semakin sulit untuk prediksi arah laju mobilnya. Bahkan jika pengereman yang dilakukan terlalu dalam, dapat mengakibatkan mobil terpelanting dan terbalik.

Mobil Toyota Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah
Mobil Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah

Menurut Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor, “Ada dua teknik berbeda yang dapat dilakukan saat terjadi pecah ban. Maksudnya, apabila ban belakang mobil yang pecah maka perlu penanganan yang berbeda dengan saat ban depan yang pecah. Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan panik, apalagi langsung banting setir. Apabila ban belakang mobil yang pecah, pengemudi bisa langsung melakukan pengereman atau memperlambat laju kendaraan. Namun, apabila ban depan mobil yang pecah, perlu diingat jangan langsung melakukan pengereman.”

4. Kurangi Kecepatan

Saat mendengar letusan pada ban, segera lepaskan injakan pedal gas dan turunkan gigi presneling secara bertahap, disertai tetap menjaga kemudi agar mobil tidak bergerak liar. Usahakan jangan sampai mobil bergerak tanpa arah baik ke kanan atau kiri. Jika kecepatan mobil sudah mulai berkurang, secara perlahan arahkan mobil ke area yang aman atau ke bahu jalan, disertai dengan memberikan tanda lampu sein.

“Usahakan jangan langsung melepas pedal gas. Lakukan perlambatan kecepatan secara bertahap sambil mengendalikan arah kemudi ke sisi yang berlawanan dengan sisi ban yang pecah. Untuk menepikan mobil, jangan langsung membanting setir ke arah bahu jalan. Setelah mobil melambat hingga kecepatan mencapai antara 50 km/jam dan 30 km/jam, maka arahkan kemudi secara perlahan dan pertahankan arah kendaraan hingga membentuk sudut yang landai, hingga akhirnya bisa menepi ke tempat yang aman.” Ujar Listiyono memberikan tips mengatasi pecah ban, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ketika kecepatan mobil sudah cukup rendah, pengemudi bisa lebih mudah untuk mengarahkan mobilnya menuju bahu jalan. Dengan kecepatan yang cukup rendah, pengemudi juga sudah bisa menginjak pedal rem. Yang perlu diingat adalah hindari melakukan gerakan yang mendadak, dan perhatikan jika ada kendaraan lain di sekitarnya yang perlu diantisipasi.

5. Tindakan Counter Steering

Setelah melakukan keempat langkah di atas, maka selanjutnya pengemudi perlu melakukan counter steering saat terjadi pecah ban mobil. Counter steering merupakan langkah memutar roda kemudi ke arah berlawanan dari posisi ban yang pecah. Bila yang pecah pada ban kiri (depan atau belakang), maka dengan sendirinya roda kemudi akan tertarik dan terasa berat ke arah kiri, sehingga membuat laju mobil miring ke kiri. Pada kondisi seperti ini, pengemudi perlu melakukan counter steering secara perlahan-lahan dengan memutar setir ke arah berlawanan atau kanan, untuk menyeimbangkan laju mobil agar tetap stabil di jalurnya. Hanya saja langkah ini memang susah-susah gampang karena terjadi understeer pada mobil.

Selain itu, jangan melakukan manuver berlebihan seperti langsung membanting setir ke arah berlawanan yang bisa membuat mobil terpelanting dan berpotensi terbalik. Biasanya ketika mobil mengalami ban pecah di bagian belakang, relatif tidak terlalu menyulitkan untuk mengendalikan mobil dengan counter steering. Hal ini dikarenakan kontrol arah mobil tetap berada pada ban depan yang tidak terjadi masalah.

6. Memanfaatkan Fitur Keamanan Mobil Saat Pecah Ban

Beberapa mobil keluaran terbaru, sudah banyak dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang menunjang bagi keselamatan dan keamanan pengemudi dan penumpang selama berkendara. Fitur tersebut antara lain Anti lock brake system (ABS) dan traction control (pengendali traksi mobil).

Dengan memanfaatkan kedua fitur tersebut dapat memperkecil dampak buruk akibat kondisi laju mobil yang tidak stabil saat pecah ban. Fitur Anti lock brake system (ABS) pada mobil, akan sangat membantu dalam kasus ban depan mobil pecah, sehingga mobil tetap melaju stabil. Sementara, untuk mobil yang dilengkapi fitur traction control, akan menjaga posisi mobil tetap di jalurnya saat mengalami pecah ban belakang.

7. Pasang Segitiga Pengaman

Setelah mobil dapat diberhentikan dengan aman, maka pastikan posisi berhenti mobil berada di tempat yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas kendaraan lainnya. Langkah berikutnya adalah segera menyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman. Saat melakukan penggantian ban yang pecah tersebut, pastikan posisi Anda aman dari potensi tertabrak dari belakang. Segera bereskan semua peralatan penggantian ban dan mulailah kembali berjalan saat ban cadangan sudah dipasang.

Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban di Jalan Tol
Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban

Kadang kala dalam situasi mendesak dan di luar kendali, pengemudi tidak menemukan tempat yang cukup aman saat berhenti dan mengganti ban cadangan. Maka perlu tindakan preventif yakni menggunakan layanan derek atau perbaikan di tempat agar lebih cepat dan aman, seperti layanan “bengkel mobil panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor.

Layanan “Bengkel Mobil Panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor dapat diandalkan dalam kondisi darurat dan di lokasi manapun mobil Anda mengalami masalah. Layanan ini memungkinkan pengendara mendapatkan perbaikan mobil di tempat, misalnya di jalan tol. Cukup dengan menghubungi customer service atau melakukan emergency booking service di aplikasi smartphoneBengkel Mobil Pro“. Maka mekanik profesional dan handal akan segera mendatangi lokasi sesuai permintaan Anda, dan pula mendapat pertolongan derek (Towing Service). Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur dan informasi service, segera download aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda.

Komponen Mobil Yang Wajib Di Service Sebelum Mudik

10 Komponen Mobil Ini Wajib Di Service Sebelum Mudik

Hari Raya Lebaran akan segera tiba, moment ini tak bisa lepas dari tradisi mudik ke kampung halaman. Mudik selalu menjadi momen tak terlupakan. Para pemudik selain mengandalkan transportasi publik, juga masih banyak yang memakai kendaraan pribadi yang menjadi alternatif pilihan.

Namun, bagi Anda yang berencana mudik menggunakan mobil pribadi, tentu ada baiknya melakukan persiapan pada kondisi kendaraan dengan membawanya ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Pemeriksaan kondisi mobil tentunya perlu dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan.

Agus Tri Ariyanto, selaku General Service Advisor di Bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Apabila melakukan service pada waktu-waktu yang mepet dengan tanggal keberangkatan, biasanya bengkel-bengkel dipenuhi pelanggan lainnya yang juga membutuhkan penanganan dan service mobil. Peningkatan permintaan jasa service selama bulan Ramadan cenderung mengalami peningkatan sekitar 10-25 persen.”

Sebelum mudik perlu melakukan pemeriksaan mesin mobil dan komponen lainnya secara menyeluruh. Setidaknya ada beberapa bagian penting dari mobil yang mesti diperhatikan saat melakukan service di bengkel mobil. Hal ini bertujuan untuk menciptakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman.

1. Pemeriksaan Kondisi Mesin

Apabila mobil Anda masih cukup nyaman dan mumpuni untuk menempuh perjalanan mudik jarak jauh, maka cukup melakukan tune up mesin standar. Pengerjaan tune up standart untuk mobil konvensional meliputi pembersihan dan penyetelan karburator, penyetelan klep, pemeriksan busi, pengecekan filter udara dan filter AC, serta mengganti oli. Pengerjaan tune up standar untuk mobil injeksi meliputi OBD (On Board Diagnosis) scan, pembersihan throttle body, pengecekan injektor, pemeriksan busi, pemeriksaan filter AC dan filter udara, filter oli, serta penggantian oli.

“Jika ingin meningkatkan tenaga mesin, maka Anda dapat meminta mekanik untuk melakukan gurah mesin (carbon clean) atau Pembersihan ruang bakar. Service komprehensif ini berfungsi untuk mengembalikan performa mesin seperti semula agar tetap bekerja dalam kondisi optimal,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, saluran bahan bakar ke ruang bakar mesin (combustion engine) juga harus diperiksa. Apabila fuel filter (saringan bensin) sudah kotor harus segera diganti. Agar sistem pengapian makin sempurna kondisi kabel busi harus prima dan kondisi busi jika telah Aus dan berkarbon sebaiknya diganti baru.

2. Pemeriksaan Lampu-lampu

Meski terlihat sepele, pemeriksaan komponen lampu utama (headlight) dan lampu lainnya wajib dilakukan untuk membantu penerangan selama perjalanan. Lampu utama (headlights) maupun lampu sein memiliki arti penting selama berkendara. Kondisi kelistrikan dan bohlam juga tidak kalah penting untuk memastikan lampu utama, sein dan lampu lain tetap bekerja.

Pemeriksaan Komponen Lampu Utama Mobil (Headlight)
Pemeriksaan Lampu Mobil

Periksa kembali sistem kelistrikannya, sambungan kabel, sekring (fuse) dan kondisi kabel, saklar lampu (headlight switch controls), serta bohlamnya. Perangkat lainnya yang perlu diperiksa adalah klakson. Isyarat suara klakson sangat dibutuhkan manakala melintas di jalan berkelok, jalan naik-turun dan jalan yang sepi.

3. Periksa Kondisi Radiator

Pemeriksaan kondisi radiator mobil sangat penting, karena radiator berfungsi mendinginkan mesin dan menjaga suhu mesin agar tetap stabil. Periksa kondisi volume air radiator, jika perlu kuras radioator dan lakukan penggantian air baru. Anda juga dapat menambahkan coolant (cairan pendingin khusus radiator) untuk mendapatkan performa yang lebih maksimal.

“Menguras radiator bertujuan agar radiator yang terbuat dari logam terhindar dari korosi. Disamping itu, untuk membersihkan endapan kotoran yang dapat menyumbat saluran sistem pendingin dan kisi-kisi radiator. Saluran pendinginan dan radiator yang bersih akan membuat temperatur mobil tetap terjaga dengan baik dan terhindar dari masalah overheat mesin mobil,” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di Bengkel Zaini Auto Motor.

Radiator coolant dengan berbagai bahan tambahan memang dikhususkan untuk menjaga temperatur mesin mobil tetap stabil. Selain itu juga mencegah terjadinya korosi di dalam saluran sistem pendingin mesin dan kisi-kisi radiator. Serta mampu mengangkat endapan kotoran dan karat yang menumpuk di dasar tabung reservoir radiator.

4. Periksa Kaki-kaki Mobil

Saat melakukan perjalanan jauh, peran kaki-kaki seperti tie rod, ball joint, link stabilizer, lower arm, dan shockbreaker, dalam menopang mobil sangat vital. Komponen kaki-kaki mobil tersebut harus memberikan Kenyamanan bagi penumpang, sehingga selama perjalanan dapat beristirahat dengan nyaman dan terhindar dari kecapekan.

Karena itu, periksa komponen kaki-kaki mobil tersebut sebelum melakukan perjalanan mudik. Langkah ini untuk memastikan komponen kaki-kaki mobil masih bekerja dengan baik saat meredam goncangan akibat melalui jalanan selama mudik.

5. Periksa Sistem Rem Dan Kopling

Pemeriksaan sistem Rem mobil, biasnya meliputi pemeriksaan kondisi rem tromol, kampas rem, disc brake dan rem tangan (hand brake). Untuk komponen kampas rem biasanya tak harus selalu diganti dengan yang baru. Apabila kondisi ketebalannya masih sesuai rekomendasi, maka cukup dibersihkan dari kotoran. Tetapi jika dirasa sudah tidak nyaman dan sering terjadi masalah dalam pengereman, maka sebaiknya segera ganti yang baru. Penyetelan ulang diperlukan untuk rem tangan dan rem tromol agar lebih pakem.

6. Baterai (Aki Mobil)

Tips Memperpanjang Usia Aki Mobil
Pemeriksaan Aki Mobil

Seperti yang kita ketahui, aki mobil (baterai) merupakan sumber utama kelistrikan pada mobil. Apabila kondisi aki mobil tidak prima, maka akan menyebabkan mobil yang susah distarter, bahkan mogok di tengah perjalanan. Pemeriksaan kondisi aki mobil perlu dilakukan sebelum melakukan perjalanan mudik.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada kebocoran arus yang dapat menyebabkan aki tidak bisa menyimpan arus listrik dalam waktu lama. Pemeriksaan yang perlu dilakukan antara lain, kondisi kabel tegangan tinggi aki, periksa kelonggaran kabel aki, periksa korosi atau penumpukan karbon pada terminal (pole) positif dan negatif, pemeriksaan level air aki.

7. Kondisi Ban

Kondisi ban mobil yang sudah tidak layak pakai akan mengalami penurunan daya cengkram terhadap jalan. Kondisi ban seperti ini sangat berbahaya apalagi jika berkendara dalam keadaan hujan. Cukup mudah untuk memeriksa kelayakan sebuah ban, yakni dengan melihat secara visual adanya retak pada sisi dinding samping dan permukaan ban.

Penyebab keretakan pada dinding ban dan permukaan ban adalah tekanan angin yang berlebihan atau sebaliknya. Permukaan karet ban yang sudah lentur dan getas juga menyebabkan ban retak. Kondisi ban seperti ini jika tetap dipaksakan berjalan berpotensi mengalami masalah pecah ban. Segera beli ban baru jika kondisinya sudah seperti ini.

Tekanan angin pada ban yang tepat akan membantu mengoptimalkan distribusi beban kendaraan, terutama saat menikung. Selain itu, akselerasi mobil tidak akan terhambat akibat terjadi rolling resistance dari ban, dan kerja pengereman mobil pun bisa maksimal.

8. Periksa Wiper

Periksa volume air untuk wiper, agar dapat membersihkan kaca depan mobil dari kotoran atau saat hujan turun selama perjalanan mudik. Kondisi komponen karet wiper sangat penting untuk membuat kaca depan tetap bersih, sehingga pandangan pengemudi akan tetap jelas selama perjalanan mudik.

Jangan ragu untuk mengganti karet wiper yang kondisinya sudah jelek. Karena akan membuat kaca mudah tergores dan pandangan pengemudi ke arah kaca depan terganggu, dan hal ini sangat membahayakan perjalanan mudik.

9. Pemeriksaan Sistem AC

Sistem AC mobil wajib diperiksa untuk menjaga kenyamanan penumpang di dalam kabin selama perjalanan mudik. Pemeriksaan sistem AC mobil meliputi kondisi freon kurang, kondisi filter Kabin, Kondisi motor extra fan, Kondisi evaporator dan kondisi Kondensor.

Kondisi Filter AC (Filter Kabin) kotor Sebelum Mudik
Pemeriksaan Filter Kabin (Filter AC) Mobil

Filter AC (filter kabin) yang kotor, hendaknya segera diganti guna menghindari penyakit dalam jangka panjang. Filter kabin yang kotor bisa menjadi sarang bakteri yang berbahaya untuk kesehatan penumpang mobil. Selain itu juga menyebabkan masalah teknis, seperti AC terasa tidak dingin.

“Walaupun kondisi AC mobil berfungsi normal, tetapi kalau filter kabin kotor dan tersumbat, maka tidak akan ada udara yang keluar melalui blower. Sehingga hal ini menyebabkan AC mobil seolah tidak berfungsi dan tidak terasa dingin,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

10. Kelengkapan Mobil

Jika kondisi mesin dan komponen mobil sudah prima, saatnya memeriksa kelengkapan mobil. Pastikan kelengkapan alat mengganti ban, ban cadangan dan kunci-kunci lengkap lainnya di bagasi mobil. Selalu sediakan peralatan obat-obatan P3K dan kelengkapan alat darurat (segitiga pengaman, dongkrak, dll). Terakhir, periksa STNK dan SIM Anda, siapa tahu waktunya harus diperpanjang.

“Jika kesepuluh point pemeriksaan di atas telah dilakukan artinya mobil Anda sudah siap dibawa untuk perjalanan mudik. Jika semua sudah lengkap, yang tidak kalah penting adalah persiapkan kondisi fisik Anda untuk mengemudikan mobil jarak jauh dan pasti melekahkan,” ucap Agus Tri Ariyanto.

Jika Anda membutuhkan bantuan dan konsultasi tentang masalah perawatan dan servis mobil, Anda bisa datang langsung ke bengkel mobil Zaini Auto Motor. Namun, jika Anda tidak ada waktu ke bengkel mobil, maka cukup hubungi customer service bengkel Zaini Auto Motor. Mekanik profesional siap datang ke rumah, kantor atau dimanapun anda membutuhkan layanan servis panggilan bengkel Zaini Auto Motor. Selamat mudik, semoga perjalanan anda menyenangkan.

Waktu yang tepat servis mobil sebelum mudik

Sebelum Dipakai Mudik, Sebaiknya Servis Mobil Dulu

Menjelang berakhirnya bulan Ramadan, tentunya bagi masyarakat muslim Indonesia sudah waktunya untuk mempersiapkan perjalanan mudik ke daerah asal. Mudik lebaran merupakan tradisi bagi sebagian besar umat islam di Indonesia. Perjalanan mudik dengan menggunakan mobil atau sepeda motor masih banyak dilakukan ketimbang menggunakan transportasi umum. Apabila memilih mudik menggunakan mobil pribadi, satu yang tak boleh diabaikan adalah perlu memastikan mobil yang digunakan dalam kondisi prima. Jadi, melakukan servis mobil sebelum mudik menjadi suatu keharusan.

Saat hendak menempuh perjalanan jauh, setiap pengemudi perlu memastikan kondisi mobilnya benar-benar prima. Begitu juga saat akan digunakan untuk mudik lebaran, kondisi mobil harus benar-benar sehat wal afiyat. Jangan sampai ada komponen vital pada mobil terdapat kerusakan saat digunakan mudik lebaran, karena hal tersebut bakal sangat merepotkan.

Waktu Yang Tepat Untuk Servis Mobil Sebelum Mudik

Walaupun sama-sama jauh, perjalanan mudik lebaran tentu sangat berbeda dengan perjalanan biasa. Saat perjalanan mudik potensi permasalahannya lebih besar dibanding perjalanan biasa, meski sama-sama jauh. Saat perjalanan mudik, Anda akan menuju ke arah yang sama bebarengan dengan banyak kendaraan lain dalam waktu yang hampir bersamaan. Jadi potensi kemacetan, kecelakaan dan masalah lainnya semakin besar pula. Kalau kendaraan tidak prima, bisa-bisa timbul masalah di perjalanan saat harus stop and go selama berjam-jam di jalan.

Servis Mobil BMW di Bengkel Mobil Resmi
Servis Mobil di Bengkel Zaini Auto Motor

Jika berencana mudik menggunakan mobil pribadi, maka di minggu ini tentunya merupakan waktu yang tepat untuk pergi ke bengkel mobil. Lakukan pemeriksaan komponen kendaraan dan servis di bengkel resmi ataupun bengkel mobil profesional. Namun, biasanya di bengkel resmi sudah ramai antrian dan booking service dari pelanggannya yang juga ingin melakukan pengecekan atau perbaikan.

Kondisi seperti itu biasanya membuat pemilik mobil jadi mengurungkan niat dan malas melakukan servis atau perbaikan mobil. Meskipun sudah pasti mudik ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi. Keengganan dan pilihan tersebut bukanlah pertimbangan yang tepat karena sarat risiko ketika mobil dipaksakan dibawa mudik.

“Menemukan bengkel mobil yang lengang atau tidak antre saat mendekati musim mudik akan lebih sulit. Pada waktu-waktu tersebut ada banyak mobil lain yang juga membutuhkan penanganan dan servis. Jadi, meski Anda bisa menemukan bengkel untuk servis mobil Anda, setidaknya akan membutuhkan waktu lebih banyak hanya untuk menunggu kendaraan selesai ditangani. Tetapi jangan khawatir, bengkel Zaini Auto Motor terdapat layanan “bengkel mobil panggilan“. Layanan ini dapat Anda manfaatkan sebagai solusi untuk menghindari antrian panjang di bengkel mobil resmi.” ujar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

Jangan Tunggu Mobil Anda Benar-benar Mogok

Jadi sekali lagi, tidak cukup hanya memperhatikan soal oleh-oleh apa saja yang bakal dibawa mudik. Memastikan kondisi mobil yang hendak dibawa mudik dalam kondisi prima merupakan hal utama. Karena bila terjadi permasalahan di tengah perjalanan mudik tentunya akan sangat merepotkan. Maka melakukan servis mobil jauh-jauh hari sebelum musim mudik tiba adalah langkah tepat untuk menghindari antrian panjang di bengkel mobil.

Seperti kita tahu, arus mudik merupakan kondisi ekstrim berkendara, maka resiko kerusakan akan cukup tinggi akibat dari peningkatan penggunaan kendaraan. Kondisi ekstrim ini ditandai dengan durasi mesin yang menyala sangat lama, melewati berbagai medan (Jalan menurun dan jalan tanjakan). Apabila lalu-lintas macet repetisi stop and go akan semakin sering, sehingga mesin akan bekerja sangat berat. Selain itu, biasanya AC mobil bekerja dengan durasi sangat lama dan pada posisi maksimal, serta mobil juga membawa muatan maksimal bahkan cenderung melebihi batas.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, “paling penting memeriksa mesin dan komponen yang bersifat fast moving (yang paling sering diganti). Misalnya, memeriksa busi, filter udara, radiator, kampas rem, kampas kopling, kaki-kaki, minyak rem, hingga mengganti oli apabila sudah seharusnya diganti. Kondisi komponen mobil lainnya juga perlu dilakukan pemeriksaan. Seperti kondisi ban, aki mobil, sistem bahan bakar, transmisi, lampu-lampu, sistem starter, Dinamo Ampere (alternator), sistem pendingin AC, sistem kemudi. Karena komponen-komponen tersebut menunjang mobil dapat beroperasi dengan baik”.

Diagnosa Kerusakan Dan service mobil di Bengkel Zaini Auto Motor
Diagnosa Kerusakan Mobil Di Bengkel Zaini Auto Motor

Terkait pengecekan kondisi ban mobil, hal yang tak kalah penting adalah melakukan spooring dan balancing untuk memastikan semuanya berfungsi sesuai aturan. Semua komponen tersebut perannya vital pada mobil Anda, wajib dalam kondisi prima dan layak jalan. Sebelum berangkat, harus dipastikan semua komponen mobil benar-benar dalam kondisi baik tidak ada masalah, dan layak untuk menempuh perjalanan jauh agar tidak terjadi kerusakan selama di perjalanan menuju kota tujuan.

Melakukan pemeriksaan dan service mobil sedari jauh-jauh hari dapat memberikan cukup waktu untuk memperbaiki kerusakan mobil. Selain itu, pemilik mobil juga cukup waktu untuk memutuskan penggantian suku cadang dan bisa meminimalisir kurangnya ketersediaan pasokan suku cadang.

Yuk, lakukan servis mobil kesayangan Anda di bengkel mobil Zaini Auto Motor sekarang juga. Raih kesempatan diskon spesial dan dapatkan kemudahan serta keuntungan berupa program potongan harga untuk jasa dan spare parts. Cukup dengan mendownload aplikasi “Bengkel Mobil Pro” dan melakukan booking service selama bulan Ramadan tahun ini.

Semoga dengan melakukan pemeriksaan dan service mobil sebelum mudik, bisa menambah kenyamanan dan keamanan mobil yang akan digunakan mudik. Sehingga tujuan mudik untuk bertemu dan bersilaturahim bersama keluarga di kampung halaman bisa tercapai tanpa halangan dan masalah di perjalanan. Selamat Mudik, semoga Aman sampai tujuan.

Agar Shockbreaker Mobil Lebih Awet

Kenali Gejala Shockbreaker Mobil Mulai Rusak

Peredam kejut (shockbreaker / shock absorber) merupakan salah satu bagian dari sistem suspensi kendaraan yang bertanggung jawab untuk memberikan kenyamanan selama perjalanan. Fungsi shockbreaker (peredam kejut) pada kendaraan sangatlah penting, karena dengan adanya shockbreaker maka kendaraan akan mampu menahan, meredam dan menstabilkan mobil ketika terdapat guncangan, getaran dan kejutan saat melewati jalan yang berlubang, bergelombang, jalan tidak rata, berbatu, gundukan dan sebagainya.

Seperti halnya komponen mobil lain, shockbreaker yang terletak pada bagian bawah dan menopang beban mobil ini juga memerlukan perhatian dan perawatan. Komponen ini kerap terlupakan dari pantauan pemeriksaan. Karena sistem suspensi (shockbreaker) bekerja terus menerus saat mobil berjalan, maka usia pakainya pun tergantung dari kondisi dan penggunaan mobil tersebut. Maka pemilik mobil harus sering melakukan pemeriksaan agar komponen shockbreaker ini dapat tetap bekerja optimal.

General Service Advisor Bengkel Zaini Auto Motor, Agus Tri Ariyanto mengungkapkan, “Layaknya komponen mobil lainnya, peredam kejut (shockbreaker) ini bisa mengalami kerusakan seiring dengan waktu pemakaian mobil. Terutama pada mobil yang usia pakainya lebih dari tiga tahun, atau kerap melewati medan jalan yang bergelombang, maka pemilik mobil wajib memeriksakan kondisi peredam kejut kendaraannya.”

Ada beberapa cara mudah untuk memeriksa kondisi fisik shockbreaker rusak atau tidak. Seringkali terdapat tanda-tanda yang nampak dari komponen shockbreaker yang membutuhkan perbaikan, biasanya tanda paling umum adalah adanya rembesan oli yang keluar dari dalam shockbreker. Meskipun hal ini juga terkadang tidak.

“Rembesan oli pada shockbreaker mengindikasikan adanya kebocoran. Biasanya terlihat dari penampakan rembesan oli di bodi / tabung shockbreaker. Jika melihat kondisi seperti ini pemilik mobil wajib segera memperbaikinya dengan melakukan perbaikan di bengkel shockbreaker terdekat. Pada mobil lama, kebocoran shockbreaker dapat diperbaiki dengan mengganti seal karetnya dan mengganti oli suspensi dengan yang baru. Tetapi untuk mobil produksi terbaru biasanya jika terdapat kerusakan harus mengganti langsung dan tidak bisa diperbaiki,” ucap Agus Tri Ari Yanto ketika ditemui beberapa waktu lalu di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara lain untuk mengetahui shockbreaker terdapat kerusakan adalah dengan mengendarai mobil melewati lubang yang cukup dalam atau melewati polisi tidur yang cukup tinggu. Apabila mobil seperti diayun-ayunkan berulangkali dan tidak stabil, menunjukkan adanya ketidaknormalan pada shockbreaker. Kondisi shockbreaker yang normal ketika melewati jalan berlubang atau gundukan, hanya akan mengayun satu hingga dua kali. Karena shockbreaker berfungsi untuk menstabilkan mobil dan sebagai peredam getaran dan guncangan.

Selain itu yang juga harus diperiksa adalah kondisi ban mobil. Coba perhatikan, apabila kondisi keausan ban terjadi secara tidak merata. Misalnya, pada mobil terdapat salah satu ban yang lebih cepat habis daripada ban lainnya, maka itu bisa menjadi indikasi terdapat kerusakan pada shockbreaker.

“Berdasarkan pengalaman kami kerusakan pada shockbreaker atau sistem suspensi mobil terjadi tidak dalam waktu singkat. Kebiasaan mobil yang sering melewati jalan tidak rata (rusak), mengangkut beban yang berlebihan, dan lalai menjaga kebersihan shockbreaker, merupakan faktor utama penyebab kerusakan.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Apabila sistem suspensi tidak bekerja dengan baik, pengemudi dan penumpang akan merasakan ketidaknyamanan selama berkendara. selain itu, jika usia pakai shockbreaker (shock arbsober) mobil yang sudah melampaui batas maksimalnya, biasanya kenyamanan mobil saat dikendarai pun terasa tidak nyaman. Gejala yang cukup jelas dirasakan saat kinerja sistem suspensi sudah tidak maksimal adalah adanya goncangannya yang abnormal. Jika sudah begini, pemilik mobil tidak mengabaikan kerusakan yang ada. Karena kinerja sistem suspensi berkaitan erat dengan keselamatan pengendara.

Shockbreaker Mobil Bocor
Kebocoran Pada Shockbreaker Mobil

Perkiraan biaya yang biasanya ditanggung pemilik mobil untuk mengganti shockbreaker yang rusak sangat beragam. Karena harga shockbreaker mobil berbeda-beda, tergantung merek dan tipenya. Biasanya harga shockbreaker depan akan lebih mahal dari shockbreaker belakang, hal ini karena beban yang ditanggung lebih berat. Saat ini beragam merek dan model shockbreaker dapat dengan mudah ditemui di toko aksesoris dan onderdil mobil, di bengkel resmi, maupun di bengkel khusus shockbreaker.

Jadi kapan shockbreaker sebaiknya diganti? Umumnya shockbreaker atau sistem suspensi mobil memiliki daya tahan selama 3-5 tahun dalam kondisi pemakaian ideal. Untuk shock absorber tipe tabung perlu dilakukan pemeriksaan setiap 20.000 km, sedangkan untuk tipe strut pemeriksaannya setiap 40.000 km.

Maka dari perhatikan hal-hal berikut ini untuk menjaga keawetan komponen suspensi (shockbreaker) mobil Anda, antara lain:

  • Usahakan tidak memarkir mobil pada area yang permukaannya tidak rata. Hal ini bisa membuat shockbreaker menekan ke salah satu sisi ban mobil. Beban kerja yang berlebihan pada salah satu sisi shockbreaker, lama kelamaan seringkali menimbulkan kerusakan.
  • Bersihkan shockbreaker setelah mobil melewati jalanan berlumpur, berpasir atau berdebu. Saat mencuci mobil pun, usahakan selalu membersihkan bagian shoskbreaker. Kotoran yang menempel di dinding tabung shockbreaker jika dibiarkan lama kelamaan akan menyebabkan dinding shockbreaker menjadi terkikis atau aus. Karena kotoran akan bergesekan dengan dinding tabung shockbreaker sehingga menyebabkan shockbreaker bocor. Oleh karena itu, segera bersihkan jika ada kotoran atau lumpur yang menempel pada sistem suspensi.
  • Selalu periksa karet pelindung shockbreaker (strut dust boot) yang menyatu dalam sistem suspensi. Pada kelengkapan sistem suspensi telah dilengkapi dengan karet pelindung (strut dust boot) yang berfungsi untuk menjaga agar shockbreaker tetap bersih dari debu dan kotoran yang mungkin masuk ke dalam shockbreaker. Jika karet pelindung (strut dust boot) ini rusak, maka debu, lumpur atau kotoran lainnya bisa masuk ke dalam shockbreaker yang dapat menyebabkan fungsi shockbreaker tidak berfungsi secara optimal.
  • Hindari terlalu sering melewati jalanan yang rusak dan jalan berlubang, karena shockbreaker memiliki batasan maksimal berapa kali mampu menahan goncangan, berapa kali mengayun dan batas beban maksimal yang mampu ditopang.
  • Hindari mobil menopang beban yang berlebihan, terutama saat mobil berhenti dalam waktu yang lama.

Rajin-rajinlah melakukan pemeriksaan dan perawatan pada seluruh bagian mobil Anda. Agar semua komponen tetap tetap prima dan tetap awet. Pada musim hujan dibutuhkan perawatan dan perhatian yang lebih untuk menjaga shockbreaker mobil agar tetap prima, dan terhindar dari kebocoran. Sehingga saat Anda melakukan perjalanan mengunakan mobil kesayangan anda terasa nyaman, menyenangkan dan terhindar dari masalah kerusakan mobil.

Apabila di tengah perjalanan Anda mengalami masalah kerusakan mobil, maka Anda bisa menggunakan layanan “bengkel mobil panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor. Kemudahan layanan service panggilan ini bisa Anda dapatkan dengan cara menginstall aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda, atau menghubungi service center bengkel Zaini Auto Motor. Anda akan mendapatkan layanan service dan perbaikan yang cepat, profesional dan berbiaya murah. Selamat mencoba!

Etika Menyalakan Lampu Jauh Mobil

Jangan Asal, Begini Etika Dan Waktu Tepat Menyalakan Lampu Jauh (High Beam)

Lampu depan (headlamp) bukan hanya komponen penunjang keamanan terpenting bagi mobil, tetapi juga merupakan fitur yang wajib ada dan digunakan ketika kondisi gelap atau hujan. Setiap kendaraan bermesin, termasuk mobil wajib dilengkapi fitur headlamp yang terdiri dari low beam (lampu dekat) dan high beam (lampu jauh). Lampu jauh dan Lampu dekat mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan harus digunakan secara bijak oleh setiap pengendara. Saat mengemudikan mobil pada malam hari, kita sering kali dibuat jengkel oleh pengendara lain dari arah berlawanan yang menggunakan high beam (lampu jauh). Meski sama-sama berfungsi sebagai penerangan, namun bukan berarti bisa dilakukan sesuka hati.

“Lampu depan (headlamp) dirancang untuk memberikan visibilitas maksimum kepada pengemudi saat berkendara. Sehingga dapat menerangi jalan di depannya saat gelap, dan bahkan dapat digunakan untuk meningkatkan visibilitas selama kondisi cuaca buruk. Selain itu, dengan adanya sorot lampu depan membuat mobil Anda terlihat oleh kendaraan lain yang berada di sekitar Anda. Hal ini sangat penting untuk menjamin keselamatan Anda selama berkendara,” ungkap Listiyono, Kepala Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Sinar lampu mobil Anda dapat diatur dalam dua arah pilihan yakni Low beam dan high beam. Low beam (lampu dekat) merupakan cahaya lampu yang menerangi ke arah bawah bagian depan jalan yang akan dilalui mobil. Lampu dekat (Low beam) sangat baik digunakan pada jalan-jalan yang mempunyai penerangan cukup banyak, atau saat kondisi lalu lintas yang padat.

Sedangkan high beam adalah sinar lampu yang menyorot ke arah tengah (sejajar posisi headlamp) bagian depan jalan yang akan dilalui mobil. Lampu jauh (high beam) sebaiknya digunakan pada jalanan yang sepi dan minim penerangan, atau sebagai sarana untuk membantu jarak pandang pengemudi menjangkau kondisi jalan yang lebih luas.

Masih banyak pengguna mobil yang tanpa ada alasan yang tepat dengan sengaja menyalakan high beam (lampu jauh) atau flashing saat berkendara di malam hari. Dampaknya, tentu menggangu pengendara lainnya, baik yang ada di depannya, apalagi yang berlawanan arah. Kadangkala pengemudi lain dari arah belakang juga sering membuat silau, ketika cahaya terang lampu dimm atau high beam mereka menyorot mengenai kaca spion yang langsung memantul ke mata kita.

Listiyono, Kepala Bengkel mobil Zaini Auto Motor menjelaskan, “penggunaan high beam memang cukup penting saat mengemudi mobil, tetapi setiap pengemudi harus tetap paham kapan waktu yang tepat menggunakannya. Penggunaan lampu jauh (high beam) ada aturan dan etikanya, meskipun tidak disebutkan secara eksplisit kapan harus memakainya. Bahkan tanpa disadari dampak yang ditimbulkan saat sembarangan menyalakan high beam di waktu yang tidak tepat, cukup berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan fatal.”

Penggunaan high beam secara etika hanya boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Salah satunya contohnya, saat mengendarai mobil di jalan lurus yang panjang, terjadi penurunan jarak pandang (visibilitas) akibat penerangan jalan yang kurang. Pada kondisi seperti ini diperbolehkan menyalakan high beam dengan syarat tidak ada kendaraan di depan atau berlawanan arah, serta tidak dilakukan secara terus menerus dan dijadikan penerangan utama selama perjalanan.

“Penggunaan lampu jauh (high beam) memang diperbolehkan untuk mendapatkan jarak penerangan yang lebih luas. Misal ingin melihat rambu petunjuk jalan, ketika di depan ada jalan menikung, atau saat kondisi kendaraan melaju cukup kencang di jalan tol yang sepi. Karena, saat berkendara di jalan bebas hambatan di malam hari sangat membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi, seperti jalan tol Trans Jawa biasanya tidak dilengkapi dengan penerangan jalan yang memadai seperti layaknya jalan umum di tengah kota. Untuk memastikan kondisi jalan di depan apakah ada halangan atau tidak, boleh saja menyalakan high beam, namun harus ada etikanya,” ucap Listiyono, saat dihubungi di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Lampu Jauh (high beam)
High Beam

Selain itu, lampu jauh (high beam) dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan kendaraan lain yang sifatnya tidak terlihat. Baik dikarenakan jarak pandang terbatas dan terhalang, atau ketika Anda ingin memberikan peringatan kepada pengendara mobil lainnya. Tetapi tanda komunikasi yang keluar dari mobil Anda jangan sampai mengganggu pengendara lainnya. Karena pada dasarnya sinar lampu juga bisa membuat polusi bagi penguna jalan lainnya yang menerima cahaya yang berlebih.

“Penggunaan lampu jauh melalui Flashing (dimm) adalah salah satu bentuk komunikasi dari mobil ke kendaraan lain. Setiap pengemudi bisa menggunakannya dalam kondisi yang darurat, misalnya saat tikungan tajam dan banyak titik blind spot. Kondisi seperti ini diperbolehkan memberikan sinyal komunikasi melalui high beam kepada kendaraan dari arah berlawanan. Tetapi hal ini pun sifatnya sesaat saja, tidak boleh terus-menerus,” ujar Listiyono.

Untuk itu, meskipun high beam (lampu jauh) dapat meningkatkan visibilitas Anda, tetapi high beam menghasilkan intensitas cahaya yang mengurangi visibilitas pengendara lain di sekitar Anda. Selalu matikan high beam ketika ada kendaraan lain yang mendekat dari arah berlawanan, atau ketika Anda berada tepat di belakang kendaraan lain. Selanjutnya, ketika sudah tidak ada mobil lagi dari arah berlawanan, atau tepat di depan mobil Anda, lampu jauh boleh digunakan lagi, namun tidak terus menerus.

Pengemudi yang gemar menggunakan lampu jauh adalah pengemudi yang tidak menerapkan gaya berkendara defensif (Defensive driving). Tetapi bila pengemudi menerapkan cara berkendara defensif (Defensive driving), pengemudi tidak perlu terlalu bergantung pada lampu jauh terus menerus. Defensive driving pada prinsipnya mengharuskan pengemudi selalu waspada dan memperhatikan kondisi disekitarnya. Tujuannya untuk antisipasi menghadapi berbagai kemungkinan dan potensi bahaya di jalan raya.

Untuk memastikan keamanan Anda, selalu lakukan pemeriksaan headlamp sebelum mengendarai mobil terutama saat malam hari atau saat cuaca buruk, dan pastikan semua lampu mobil Anda berfungsi dengan baik. Selain itu, bersihkan permukaan lensa headlamp mobil Anda secara rutin, hal ini bertujuan untuk memberikan visibilitas terbaik selama berkendara nantinya.

Jika Anda memiliki masalah dengan lampu depan (headlamp) mobil yang tidak berfungsi dengan benar, misalnya sorot cahayanya menyebar dan tidak terfokus di depan mobil, cahaya lampu redup, indikator lampu rusak, headlamp mati mendadak, atau masalah lainnya. Mekanik profesional dari Bengkel mobil Zaini Auto Motor siap mendatangi Anda untuk mendiagnosis masalah yang terjadi dan memberikan perbaikan secara cepat dan tepat. Jadi Anda tidak perlu repot mendatangi bengkel mobil terdekat, yang tentu sangat membahayakan keamanan Anda jika berkendara dengan masalah pada headlamp.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]o.id

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi