Tag: Bengkel Mobil Panggilan Terdekat

Manfaat High Mount Stop Lamp

Banyak Yang Belum Tahu, High Mount Stop Lamp Bukan Sekedar Aksesoris Lho!

Mobil keluaran terbaru kebanyakan telah dilengkap dengan kombinasi lampu belakang (rear combination lamp) yang ditambah dengan high mount stop lamp. Sesuai dengan namanya, lampu high mount stop lamp ini terletak dibagian belakang mobil tepatnya dibagian atas pintu bagasi yang biasanya dibuat menyatu dengan spoiler. Kehadiran high mount stop lamp membuat tampilan mobil menjadi lebih stylish, maka tidak heran bila banyak orang yang menganggapnya sebagai sebuah aksesori mobil belaka.

Menurut Listiyono, Kepala bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Memang masih banyak orang yang menganggap keberadaan high mount stop lamp hanya sebagai aksesori mobil belaka. Padahal, fungsi komponen lampu belakang ini tidak bisa dianggap remeh. Karena fungsi sebenarnya adalah sebagai fitur keselamatan berkendara.”

Fitur high mount stop lamp sering disebut sebagai alat komunikasi untuk kendaraan. Karena fitur high mount stop lamp sebagaimana lampu rem mobil akan memberikan respons saat pengemudi melakukan pengereman kendaraan, sehingga mencegah terjadinya tabrakan dari belakang. Berdasarkan data keselamatan di Amerika Serikat, dengan penggunaan high mount stop lamp diklaim terdapat penurunan kecelakaan sebesar 35%.

Fitur high mount stop lamp juga sering dikenal dengan lampu rem ketiga (thrid brake lamp). Penempatannya di bagian tengah atas mobil bukan tanpa tujuan, posisinya yang tinggi ini untuk memudahkan pengendara lain yang berada di belakangnya dapat melihat dari jauh. Apalagi bagi mobil yang posisi kemudinya lebih tinggi.

Dengan begitu, saat mobil di depan melakukan pengereman, beberapa mobil yang ada di belakangnya seketika juga akan mendapat informasi dan bisa melihat lebih dahulu. Secara otomatis, beberapa pengendara yang ada di belakangnya akan memiliki waktu respons pengereman yang lebih baik. Sehingga bisa mencegah terjadinya kecelakaan beruntun dari arah belakang.

Namun, penempatan high mount stop lamp ini ternyata tidak boleh sembarangan. Penempatan yang dianjurkan adalah di bagian tengah dan lebih tinggi dibandingkan lampu rem belakang, sehingga membentuk formasi segitiga. Karena posisi formasi segitiga ini ternyata mempunyai dasar psikologis dan obyek visual yang dilihat manusia.

Manusia cenderung memiliki respon pada pola atau formasi segitiga sebagai suatu bentuk peringatan untuk waspada. Oleh karena itu formasi kombinasi lampu rem belakang (rear combination lamp) berpola segitiga ini banyak dijadikan standar bagi pabrikan mobil. Sementara untuk warna, merah menjadi satu-satunya warna cahaya yang boleh dipergunakan. Alasannya karena cahaya warna merah dapat dilihat dari jarak jauh dan warna merah cenderung membangkitkan sifat waspada pada manusia. Ini merupakan aturan baku yang berlaku di hampir seluruh negara termasuk Indonesia.

“Anggapan bahwa fitur high mount stop lamp merupakan aksesori atau hanya sekadar pajangan sangat kurang tepat. Justru di beberapa negara lain, fitur high mount stop lamp diwajibkan ada untuk keselamatan saat berkendara. Karena terbukti fitur high mount stop lamp ini sangat membantu menurunkan angka kecelakaan atau tabrakan dari arah belakang. Dengan adanya fitur high mount stop lamp pada setiap mobil, pengendara di belakang akan lebih responsif untuk mengalihkan arah mobilnya saat terjadi pengereman mendadak, karena sudah mendapat informasi dari high mount stop lamp tadi” ujar Listiyono ketika ditemui di Bengkel Zaini Auto Motor.

Manfaat Center High Mount Stop Lamp
Center High Mount Stop Lamp

Dari segi fungsi yang erat kaitannya dengan masalah keselamatan, seharusnya high mount stop lamp merupakan perangkat wajib pada setiap mobil. Jadi fitur high mount stop lamp lebih dari sekadar aksesori, tapi sudah menjadi fitur wajib yang harus tersemat di bagian atas belakang mobil. Semua mobil produksi terbaru mulai dari mobil kelas atas hingga entry level sekalipun, saat ini telah dilengkapi high mount stop lamp. Contohnya seperti jajaran mobil produk Toyota, mulai dari Land Cruiser, Alphard, Vellfire, Fortuner, Hiace, Toyota Rush, Toyota Yaris, Kijang Innova, Avanza Veloz, dan Agya sebagai produk entry level pun telah dilengkapi fitur high mount stop lamp.

Setiap pengemudi mobil seharusnya sudah harus mengerti kegunaan setiap bagian mobil, mereka harus mengetahui mana yang sekadar aksesori dan mana yang merupakan fitur keselamatan. hal-hal seperti ini memang masih perlu edukasi dan pemahaman bagi pemilik atau pengemudi mobil di Indonesia. Di negara – negara Amerika Utara penggunaan high mount stop lamp sebagai yang pertama di dunia sudah diwajibkan sejak tahun 1986. Kemudian diikuti sebagai standar keselamatan berkendara untuk negara – negara di kawasan Eropa (1998), New Zealand dan Australia (1990) hingga negera – negara Asia.

Mengemudi bukan melulu mengenai kepiawaian seseorang dalam mengendarai mobil, namun juga merupakan bentuk sistem komunikasi dengan pengemudi lain agar terjamin keselamatan bagi semua pengguna kendaraan. Oleh karena itu, fitur-fitur keselamatan dan keamanan pada mobil perlu selalu diperhatikan dan diperiksa kondisinya. Agar semua fitur tersebut selalu dapat menunjang fungsi keselamatan selama berkendara.

Perawatan secara rutin dan berkala pada mobil dapat memperpanjang usia pakai dari setiap komponen mobil dan akan terhindar dari berbagai masalah kerusakan selama perjalanan. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu bengkel mobil profesional yang selalu siap melayani kebutuhan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda. Bengkel mobil Zaini Auto Motor menyediakan berbagai layanan yang memudahkan bagi setiap pemilik mobil untuk dapat melakukan servis secara tepat waktu. Dengan memanfaatkan layanan “Bengkel Mobil Panggilan“, mobil Anda akan mendapatkan layanan servis secara cepat dari para mekanik profesional, kapan pun dan dimana pun Anda menghendakinya. Bengkel mobil Zaini Auto Motor menerapkan standar SOP servis sama seperti bengkel resmi, dilengkapi berbagai peralatan servis terbaru sehingga segala kerusakan dapat diketahui dengan cepat dan tepat. Tunggu apalagi, buktikan sekarang juga!

Dinamo Starter rusak penyebab mobil mogok

Dinamo Starter Tidak Bisa Menghidupkan Mobil? Yuk, Cari Tahu Penyebabnya!

Dinamo starter pada mobil merupakan salah satu komponen yang keberadaannya sangat penting dalam proses starting engine. Dinamo starter merupakan komponen yang berfungsi untuk menghasilkan putaran dan menggerakan flywheel (roda gila) pada mesin sehingga mesin mobil bisa dihidupkan. Ketika Anda memutar kunci kontak pada posisi “start“, atau menekan tombol “start button” untuk menyalakan mesin, maka arus listrik dari aki mobil akan mengalir dan mengaktifkan selenoid pada dinamo starter. Dari sini, solenoid akan mendorong roda gigi pinion (pinion gear) untuk terhubung dan berputar menggerakkan roda gila (flywheel).

Dinamo starter kebanyakan memiliki roda gigi pinion (pinion gear) kecil yang akan terhubung dengan ring gear pada roda gila (flywheel) ketika dinamo starter diaktifkan. Dengan kecepatan sekitar 200 Rpm roda gigi pinion (pinion gear) akan memutar flywheel. Karena flywheel terhubung langsung ke poros engkol (crankshaft), maka semua komponen mesin akan disinkronkan dan mesin pun dapat berputar.

Listiyono kepala bengkel Zaini Auto Motor, menjelaskan “Dinamo starter sangat diperlukan dalam proses cranking mesin, yaitu membantu putaran awal pada flywheel sehingga poros engkol (crankshaft) berputar dan pembakaran pertama pada mesin dapat terjadi. Dinamo starter bertanggung jawab penuh pada proses awal menggerakkan mesin saat di starter hingga mesin dapat berputar sempurna.”

Cara kerja dinamo starter sangat tergantung pada daya listrik yang bersumber dari aki mobil. Tentunya adalah hal yang sangat menyusahkan ketika tiba-tiba dinamo starter mobil mengalami kerusakan atau tidak berfungsi. Mobil yang susah distarter atau mogok bisa terjadi pada jenis mobil apapun dan bisa terjadi kapan saja. Banyak kejadian membuktikan bahwa mobil yang sebelumnya baik-baik saja dan tidak menunjukkan permasalahan sama sekali, tiba-tiba sulit distarter sesaat setelah mobil berhenti.

Berbeda dengan motor yang pada umumnya dilengkapi dengan kick starter, tentunya jika dinamo starter mobil tidak berfungsi, Anda akan kebingungan untuk menyalakan mobil. Salah satu solusi yang bisa dilakukan pada mobil bertransmisi manual yakni dengan mendorong mobil tersebut. Mendorong mobil pun tentunya tidak dapat dilakukan sendirian, membutuhkan bantuan beberapa orang mendorong hingga mesin mobil dapat menyala. Hal ini tentu sangat merepotkan bukan?

Apa saja sih penyebab dinamo starter tidak berfungsi dengan baik atau bahkan mengalami kerusakan? Yuk, cari tahu penyebabnya dalam uraian berikut ini:

1. Dinamo Starter Dipaksa Bekerja

Banyak pemilik mobil atau pengemudi tidak sadar bahwa terus menerus memaksakan dinamo starter bekerja walau mesin tidak kunjung mau menyala akan membuat dinamo starter cepat rusak. Mengapa demikian? Karena dengan memaksakan kerja dinamo starter bekerja secara terus menerus akan membuat dinamo menjadi panas. Kondisi panas pada dinamo starter ini berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen-komponen lain dalam sistem dinamo starter tersebut. Misalnya, kumparan terbakar, pinion gear aus, brush (sikat) aus, dan kerusakan lainnya.

Menurut Listiyono ketika ditemui di Bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Salah satu penyebab dinamo starter cepat rusak adalah saat mesin tidak kunjung mau menyala, pemilik mobil sering memaksakan kerja dinamo starter tersebut. Perlu diketahui, mesin mobil yang tidak kunjung mau menyala saat di starter bisa diakibatkan banyak faktor. Misalnya terjadi masalah pada sistem pengapian, sistem kelistrikan, sistem bahan bakar, dan lain sebagainya. Tetapi dengan memaksa dinamo starter untuk terus menerus bekerja walau mesin tidak mau menyala akan membuat dinamo starter rusak.”

Selain itu, aki mobil yang menjadi sumber utama kelistrikan pada mobil juga akan cepat tekor. Karena dinamo starter merupakan komponen yang meyedot banyak arus listrik untuk dapat menyalakan mesin. Sebaiknya berilah waktu jeda beberapa menit setiap kali melakukan starter, agar dinamo tetap dingin, kemudian coba lagi beberapa saat.

2. Carbon Brush Mulai Menipis

Penyebab lainnya yang dapat menjadi alasan mengapa dinamo starter tidak berfungsi maksimal adalah habisnya sikat karbon (carbon brush) pada bagian dinamo starter. Apabila Anda menemui gejala putaran dinamo starter mulai melemah dan muncul bunyi-bunyi aneh (tek, tek, tek, tek) dengan interval cepat saat mobil distarter, maka itu merupakan tanda-tanda bahwa sikat karbon (carbon brush) pada bagian dinamo starter mulai habis.

Jadi ketika Anda merasa ada masalah dengan dinamo starter mobil Anda, segera periksa bagian carbon brushnya. Apabila kondisinya sudah menipis karena aus, maka Anda harus segera menggantinya.

Dinamo Starter Mobil Rusak
Dinamo Starter Mobil

3. Kerusakan Solenoid (Magnetic Switch)

Dalam Solenoid (magnetic switch) biasanya terdapat dua kumparan yaitu pull in coil dan hold in coil. Adapun kumparan pull in coil, berfungsi sebagai pendorong pinion gear agar dapat terhubung dengan ring gear flywheel. Apabila kumparan pull in coil rusak, hal ini akan membuat pinion gear tidak bisa bergerak terhubung ke ring gear flywheel.

Sedangkan hold in coil, berfungsi sebagai penahan pinion gear saat memutar ring gear roda gila. Apabila kumparan hold in coil rusak, akan membuat medan magnet untuk menahan pinion gear saat memutar ring gear flywheel menjadi berkurang. Akibatnya, pinion gear starter tidak akan bisa ditahan dan kembali mundur sebelum pinion gear sempat memutar roda gila (flywheel).

Jika hal ini terjadi, unit selenoid (magnetic switch) ini wajib diganti utuh dengan yang baru. Hal ini dikarenakan kumparan tembaga yang berada dalam unit selenoid ini telah tipis dan tidak bisa diganti. Banyak toko suku cadang yang menyediakan selenoid (magnetic switch) starter ini, tinggal Anda carikan yang sama dengan membawa yang sudah rusak agar tidak salah memilih.

4. Baterai (Aki Mobil) Bermasalah

Penyebab terakhir saat dinamo starter pada mobil tidak berfungsi mungkin karena adanya masalah pada bagian aki mobil. Seperti yang kita ketahui, baterai (aki mobil) merupakan bagian penting yang menjadi sumber utama kelistrikan pada mobil. Masalah pada aki mobil tentu akan menyebabkan dinamo starter pada mobil tidak berfungsi optimal, hal tersebut disebabkan oleh lemahnya suplai listrik dari aki mobil ke dinamo starter mobil.

Ketika mengetahui aki mobil Anda mengalami masalah, sebaiknya jangan memaksakan untuk menstarter mobil. Karena apabila dipaksakan hal tersebut akan memicu kerusakan pada dinamo starter. Periksalah kondisi aki mobil secara rutin dan berkala agar Anda dapat mengantisipasi dan mencegah terjadinya kerusakan pada bagian dinamo starter. Jangan sampai kerusakan tersebut datang secara tiba-tiba, karena hal tersebut pada akhirnya akan merepotkan Anda.

Nah, itulah beberapa penyebab starter dinamo starter menjadi rusak. Banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah agar dinamo starter mobil kesayangan Anda tetap sehat. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain adalah:

  • Tidak memaksakan starter jika memang mesin sulit untuk dihidupkan, apalagi dipaksa berulang kali dan tanpa jeda waktu.
  • Lakukan pengecekan terhadap carbon brush pada dinamo starter, dan segera ganti apabila carbon brush sudah menipis atau aus.
  • Periksa kesehatan aki mobil dan selalu pastikan bahwa tegangan aki tidak lemah dan dalam kondisi yang baik.
  • Periksa kabel aki dari kemungkinan longgar, Karena kabel yang longgar menyebabkan arus listrik dari aki mobil tidak dapat secara maksimal mengalir ke dinamo starter.

Sebenarnya dinamo starter dengan kerusakan yang tidak begitu parah bisa direparasi di bengkel dinamo terdekat, misalnya penggantian carbon brush, penggantian pinion gear pinion, penggantian bushing, penggantian magnetic switch. Tetapi untuk perbaikan kumparan dengan cara menggulung ulang, akan sangat riskan dan kemungkinan dapat kembali rusak.

Agar Anda terhindar dari kekhawatiran terjadi kerusakan dinamo starter lagi, karena bisa jadi terdapat keausan pada komponen dinamo starter akibat usia pakai. Alangkah baiknya dinamo starter harus diganti dengan yang baru, agar proses menyalakan mobil kembali lancar.

Manfaatkan Cruise Control Mobil

Kecapekan Saat Mengemudi? Manfaatkan Cruise Control, Tanpa Injak Gas Mobil Tetap Melaju

Kemajuan industri otomotif kini semakin pesat. Terbukti telah banyak ditemukan berbagai teknologi terbaru yang memudahkan pengguna mobil. Dengan berbagai temuan teknologi terbaru untuk mobil, membuat nilai dari sebuah mobil tidak hanya dari sisi penampilan dan performanya saja, tetapi juga mencakup fitur-fitur apa saja yang tersemat di dalam sebuah mobil. Berbagai fitur canggih menjadi salah satu poin penting bagi penunjang keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara.

Teknologi terbaru adalah mobil otonom yang mampu self driving dan self parking. Dengan teknologi baru ini memungkinkan pengemudi dapat berkendara dan parkir mobil secara otomatis. Namun teknologi mobil otonom untuk saat ini belum diterapkan secara keseluruhan di semua merk mobil, berbeda dengan teknologi cruise control, yang sebagian besar telah diaplikasikan di mobil keluaran terbaru, terutama untuk segmen menengah ke atas.

Ketika melakukan perjalanan menggunakan mobil, biasanya kelelahan akan cepat dirasakan setiap pengemudi. Apalagi jika harus menampuh jarak jauh ratusan kilometer. Kaki akan mudah terasa pegal dan kaku saat harus terus menerus menekan pedal gas dan pedal rem. Oleh kerena itu penggunaan fitur cruise control merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Cruise control yang sering dikenal dengan nama speed control atau autocruise, tetapi fungsinya tetap sama saja.

Fungsi utama Cruise Control, yaitu bisa melaju dengan kecepatan stabil, tanpa harus menginjak pedal gas terus menerus. Sehingga fitur ini dapat meringkankan kerja sopir, karena bisa mengistirahatkan .

Listiyono, kepala bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Cruise control merupakan teknologi canggih yang diterapkan pada mobil, yang memiliki fungsi utama untuk mengontrol dan menstabilkan kecepatan mesin tanpa harus menginjak pedal gas terus menerus. Cruise control memungkinkan mobil tetap berjalan dengan kecepatan konstan / stabil tanpa perlu menginjak pedal gas. Hal ini dapat meringkankan kerja pengemudi karena kaki dapat beristirahat untuk beberapa saat. Sehingga pengemudi cukup fokus mengendalikan kemudi saja. Pengemudi pun juga bisa mengatur kecepatan mobil sesuai dengan yang diinginkannya.”

Fitur Cruise control sebenarnya baru bisa aktif pada kecepatan tertentu. Setiap produsen mobil mempunyai aturan batas kecepatan minimal dalam menggunakan cruise control, biasanya minimum 40 km/jam atau 60 km/jam cruise control baru bisa aktif. Di Indonesia fitur cruise control belum banyak digunakan, mengingat kondisi lalu lintas yang cukup padat dan banyaknya pengemudi yang belum bisa membedakan lajur cepat dan lambat. Akan tetapi kedepannya bisa sangat berguna, terutama saat melewati jalan bebas hambatan, misalnya jalan Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatra atau Tol Trans Papua.

“Apabila fitur cruise control aktif di jalan yang padat, maka akan sangat membahayakan. Jadi, para pemilik mobil wajib mengetahui batas minimal kecepatan penggunaaan cruise control. Dan sebaiknya mengaktifkan cruise control dengan melihat kondisi lalu lintas jalan di sekitarnya. Jangan sembarangan mengaktifkannya demi menjaga keamanan dan keselamatan pemakai jalan lainnya.” ujar Listiyono ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Lantas bagaimana penggunaan fitur Cruise Control yang benar?

Cara penggunaannya cukup mudah, pengemudi terlebih dahulu harus memacu mobilnya sesuai kecepatan yang diinginkan, misalnya 80 km/jam. Kemudian tinggal tekan tombol Cruise Control yang biasanya terletak di bagian roda kemudi (setir). Pada layar MID di dashboard biasanya akan ada simbol Cruise Control, lantas cukup dengan menekan tombol SET untuk mengaktifkannya. Maka mobil pun akan melaju dengan sendirinya dan akan mempertahankan kecepatan sesuai saat terakhir tombol Cruise Control ditekan. Kecepatan mobil dengan stabil akan dipertahankan, tanpa perlu disertai injakan pedal gas lagi.

Pada umumnya, tombol Cruise Control juga disertai tombol plus (+) dan minus (-), yang berfungsi untuk mengontrol (meningkatkan atau mengurangi) kecepatan mobil saat fitur Cruise Control sedang aktif. Untuk mengakhiri penggunaan Cruise Control, pengemudi cukup menginjakkan kaki ke pedal rem atau pedal kopling, maka otomatis kendali mobil sepenuhnya kembali kepada pengemudi.

Umumnya setiap mobil yang terdapat fitur cruise control ini juga memasang sensor khusus di bagian pedal rem atau pedal kopling. Jadi untuk mematikan fitur ini cukup anda injak pedal rem ataupun pedal kopling mobil sehingga secara otomatis fungsi cruise control ini akan mati. Untuk beberapa mobil ada yang mematikannya dengan cara menekan tombol off.

“Cara kerja cruise control terbilang sederhana, saat diaktifkan melalui tombol yang ada di bagian setir, maka bukaan katup throttle (throttle valve) dikontrol oleh Sensor elektronik yang kemudian diatur oleh ECU. Sehingga suplai BBM (bahan bakar) ke ruang mesin menjadi konstan. Dengan begitu kecepatan mobil pun menjadi stabil pada angka kecepatan terakhir yang diinginkan oleh pengemudi. Pabrikan biasanya membatasi kecepatan cruise control minimal 40 km/jam hingga 80 km/jam. Bila tingkat laju di bawah kecepatan tersebut, maka fitur ini tidak bisa aktif. Maka dari itu, inilah alasan mengapa fitur cruise control hanya akan efektif digunakan di jalan tol atau jalan bebas hambatan. Jangan coba-coba mengaktifkan cruise control ketika kondisi lalu-lintas sedang ramai, sangat berisiko terjadi kecelakaan.” papar Listiyono di sela keramaian bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Adaptive Cruise Control

Adaptive Cruise Control

Adaptive Cruise Control (ACC) merupakan perkembangan teknologi terbaru dari Cruise Control dengan teknologi yang lebih canggih. Fitur Adaptive Cruise Control menyertakan sebuah sensor khusus untuk melakukan pengereman secara otomatis (adaptif). Dengan Adaptive Cruise Control, sensor khusus akan mendeteksi kecepatan dan jarak dengan mobil lain yang berada di depan dengan cara mengunci kecepatan (lock speed) mobil di depannya. Fitur adaptive Cruise Control akan melakukan pengereman otomatis ketika jarak dengan mobil didepannya sudah terlalu dekat. Sebaliknya juga begitu, adaptive Cruise Control akan mendeteksi apabila jarak mobil terlalu jauh dengan kendaraan di depannya. Secara otomatis mobil akan menambah kecepatan sesuai dengan setingan kecepatan terakhir pada Adaptive Cruise Control ini.

Meskipun pengontrolan pedal gas sudah diatur secara otomatis dengan baik, tapi bukan berarti pengemudi mengabaikannya begitu saja. Pengemudi harus tetap berkonsentrasi dengan kondisi lalu-lintas di depan dan di sekitarnya. Pasalnya, sangat mungkin ada pengemudi lain yang mendahului atau muncul dari arah yang tidak terduga.

Ketika diaktifkan, fitur Adaptive Cruise Control bekerja dengan memberikan input kepada kontrol sistem elektronik (ECU) mobil untuk mengatur bukaan gas (throttle valve), gigi kecepatan transmisi, manajemen tenaga mesin, dan sistem pengereman (braking sistem).

Secanggih dan sehebat apapun fitur-fitur mobil, jika tidak memperhatikan jadwal berkala perawatan mobil, maka fitur-fitur tersebut tidak akan berfungsi dengan baik untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara. Perhatikan selalu kondisi mobil Anda, apabila sudah waktunya untuk melakukan perawatan, jangan ditunda-tunda. Segera datangi bengkel mobil terdekat atau bengkel langganan Anda. Karena sering mengabaikan jadwal perawatan mobil, pada akhirnya dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen mobil.

Bengkel Mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu bengkel mobil profesional yang telah menangani ribuan perawatan dan perbaikan mobil pelanggannya. Dengan didukung peralatan modern dan mekanik profesional, bengkel mobil Zaini Auto Motor siap memberikan layanan pemeriksaan, perawatan, dan perbaikan mobil kesayangan Anda. Kecepatan dan ketepatan diagnosa kerusakan setiap mobil pelanggan menjadi prioritas utama. Ditambah lagi biaya perbaikan yang selalu lebih murah dari bengkel resmi, akan membuat Anda merasa tenang. Tunggu apalagi, segera datangi bengkel Zaini Auto Motor!

Fungsi Garis-Garis Defogger Kaca Belakang Mobil

Ternyata Ini Fungsi Garis-Garis Di Kaca Belakang Mobil, Bukan Cuma Hiasan Lho!

Pernahkah Anda memperhatikan kaca mobil bagian belakang yang terdapat garis-garis horizontal berwarna kecokelatan? Ternyata banyak pemilik mobil sering salah sangka dan mengira bahwa garis-garis tersebut hanyalah stiker biasa sebagai variasi hiasan kaca. Namun, tahukah Anda bahwa garis-garis horizontal tersebut sebenarnya adalah fitur defogger?

Sesuai namanya, defogger merupakan fitur penghilang embun ketika mobil melaju pada daerah bertemperatur dingin atau saat terjadi hujan. Defogger ini sangat berguna untuk menjamin visibilitas (jarak pandang) pengemudi saat berkendara. Tanpa fitur defogger, mobil yang melaju saat turun hujan sering muncul embun pada kaca mobilnya. Tentu saja hal ini akan mengganggu visibilitas (jarak pandang) yang menjadi faktor terpenting untuk menjamin keselamatan pengendara mobil.

Listiyono, selaku kepala bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Saat kita berkendara tanpa AC di tengah guyuran hujan, pandangan sering kali buram karena timbulnya embun, terutama ke arah belakang mobil. Dengan adanya fitur defogger akan dapat meminimalisir terjadinya embun, bahkan mencegah terjadinya embun pada kaca mobil yang dapat mengganggu penglihatan pengemudi. Kaca mobil bisa berembun karena terjadi perbedaan temperatur di dalam kabin dan lingkungan luar. Ketika udara luar lebih dingin daripada di dalam kabin, maka akan terjadi kondensasi sehingga embun dapat mudah muncul. Contoh sederhananya pada gelas yang diisi air dingin, embun akan muncul dengan sendirinya di permukaan luar gelas. Hal ini karena temperatur air dalam gelas lebih rendah dari udara sekitar.”

Meskipun setiap mobil telah memiliki fitur defogger, tetapi tidak jarang banyak yang masih kebingungan, bahkan tidak mengerti letak dari defogger. Defogger pada umumnya memiliki tombol yang terletak di dekat pusat kontrol AC mobil.

Defogger sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu defogger kaca depan dan kaca belakang. Pada kaca depan defogger akan bekerja dengan cara hembusan udara panas dari kipas blower AC yang disalurkan ke ventilasi pada dashboard. Ventilasi yang terletak tepat di bawah kaca depan akan mengarahkan udara panas ke kaca untuk membersihkan embun. Kemudian udara akan disinkronkan dengan temperatur di dalam kabin saat itu. Wiper tidak dapat membantu menjernihkan embun di bagian dalam mobil, untuk itu memerlukan fitur deffogger ini.

Pada kaca bagian belakang, cara kerja defogger lebih sederhana. Garis-garis horizontal yang menempel pada kaca merupakan elemen pemanas. Sistem defogger akan memanaskan elemen pemanas yang berfungsi sebagai kondensator panas, sehingga panas yang dihasilkan akan lebih cepat menghilangkan embun dari kaca. Defogger pada kaca belakang memiliki cara kerja yang hampir mirip dengan kompor listrik atau kompor induksi yang menghasilkan energi panas. Defogger akan menyalurkan panas ke elemen panas untuk diinduksikan ke seluruh permukaan kaca. Meski mengantarkan panas dari listrik, saat disentuh dengan tangan, kaca tidak akan terasa panas.

Tombol Defogger penghilang embun Kaca Mobil
Tombol Fitur Defogger Kaca Depan dan Belakang

“Keberadaan defogger akan sangat bermanfaat di musim hujan seperti saat ini, atau ketika Anda sedang berada di kawasan pegunungan. Defogger untuk kaca depan biasanya disimbolkan dengan gambar jendela melengkung (curved window) yang dilintasi oleh tiga panah bergelombang, sedangkan pada kaca belakang disimbolkan dengan gambar persegi panjang yang dilintasi tiga panah bergelombang,” ujar Listiyono di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Beberapa mobil telah memiliki fitur defogger otomatis yang dapat menyala sendiri ketika kelembaban di dalam kabin terlalu tinggi. Fitur ini akan membantu membersihkan embun pada kaca secara otomatis, dan pengemudi tidak perlu menekan tombol apa pun. Defogger dapat menjaga pandangan pengemudi agar tetap jelas saat berkendara, tanpa fitur ini pengemudi bisa mengalami kesulitan melihat ke arah luar mobil. Jika tepian kaca mobil mulai berkabut atau berembun, nyalakan defogger sebelum embun menutupi seluruh kaca.

Perlu diingat bahwa defogger tidak disarankan digunakan secara terus menerus. Karena penggunaan defogger secara terus menerus bisa menyebabkan kaca mobil retak. Hal ini menyebabkan kaca dapat memuai akibat perubahan temperatur yang ditimbulkan garis-garis elemen kawat pemanas tersebut.

Selain itu, defogger merupakan komponen yang membutuhkan arus listrik yang cukup besar pada sistem kelistrikan mobil. Penggunaan secara terus-menerus akan membuat aki harus menyuplai arus listrik ekstra, dan bila tidak dikontrol akan menyebabkan aki mobil cepat lemah. Pengemudi tidak perlu menyalakan defogger jika kaca belum berembun, karena hanya membuat daya listrik Aki mobil terbuang sia-sia. 

Dengan memahami fungsi utama defogger pada kaca belakang, tentu Anda tidak akan meremehkan garis-garis kecokelatan di kaca belakang mobil. Keberadaan defogger pada kaca belakang pastinya akan menjamin visibilitas berkendara saat melaju dengan mobil kesayangan Anda.

Setiap komponen mobil tentunya memerlukan perawatan secara berkala, agar tidak terjadi masalah ketika di tengah perjalanan. Kesibukan kadang kala membuat pemilik mobil lalai dalam melakukan perawatan mobil kesayangannya. Bengkel mobil Zaini Auto Motor mempunyai layanan service panggilan yang akan membantu memudahkan Anda melakukan perawatan dan perbaikan mobil Anda. Para Mekanik profesional siap mendatangi Anda dimanapun dan kapanpun Anda memerlukan perawatan mobil Anda. Selamat Mencoba..!

Fitur Canggih Pada Mobil Yang Jarang Digunakan

Mubazir, Ini 4 Fitur Canggih Pada Mobil Yang Jarang Digunakan

Seiring berkembangnya teknologi, pabrikan mobil pun mengembangkan berbagai inovasi teknologi dan saling berlomba menambahkan berbagai fitur canggih yang ditujukan untuk meningkatkan nilai keamanan dan kenyamanan, sekaligus memanjakan para pengemudi dan penumpangnya. Namun sangat disayangkan, ternyata banyak fitur mobil yang fungsinya tidak optimal karena jarang digunakan sehingga mubazir, sebab kurang sesuai dengan karakteristik dan kondisi di Indonesia.

Sebagai pemilik mobil apakah Anda mengetahui semua fungsi fitur yang ada di mobil Anda? Apakah semua fitur tersebut sering Anda gunakan untuk menunjang aktivitas selama berkendara?

Agus Tri Ariyanto Selaku General Service Advisor Bengkel mobil Zaini Auto Motor, mengatakan, “Berdasarkan pengalaman saat melayani para pelanggan kami, ternyata tidak semua pemilik mobil mengetahui fungsi dan manfaat fitur-fitur canggih yang ada di mobilnya. Hal tersebut dikarenakan para pemilik mobil ini jarang membaca manual book (buku petunjuk) mobil terkait perawatan, servis dan pemanfaatan semua fitur kelengkapan mobil. Mungkin dikarenakan kesibukan sehingga malas membaca manual book dan lebih memilih untuk bertanya langsung pada ahlinya, atau lebih suka mencari informasi di Internet terkait fitur mobil saat mulai terjadi kerusakan.”

1. Rear Seat Belt

Saat Anda menjadi penumpang dan duduk di jok belakang, apakah Anda secara sadar menggunakan rear seat belt (sabuk pengaman) ataukah justru Anda mengabaikan penggunaan rear seat belt?

Kebanyakan fitur rear seat belt (Sabuk pengaman jok belakang) ini memang jarang digunakan oleh penumpang. Padahal secara fungsi dan tujuannya tentu tidak berbeda dengan seat belt (sabuk pengaman) di barisan pengemudi, yaitu untuk meminimalisir cedera saat terjadi kecelakaan.

Menurut riset terbaru IIHS (Insurance Institute for Highway Safety), ditemukan fakta masih banyaknya orang dewasa sekitar 72-80 persen mengabaikan penggunaan menggunakan rear seat belt (Sabuk pengaman jok belakang) saat menumpang mobil.

IIHS mengatakan, riset mereka Ini membuktikan bahwa masih banyak yang menganggap remeh manfaat dari penggunaan rear seat belt di jok belakang. Padahal ini merupakan fitur keselamatan yang paling standar bagi penumpang. Banyak yang masih menganggap jika kursi penumpang baris kedua atau ketiga lebih aman dibandingkan baris pertama.

“Banyak yang masih salahpaham tentang mengapa sabuk pengaman itu begitu penting bagi setiap pengendara mobil, dimanapun posisi penumpang itu berada. Dahulu posisi jok belakang memang dirasa lebih aman. Namun, seiring berjalannya waktu risiko bahaya yang diterima semakin tinggi, sehingga sama saja dengan posisi duduk di jok baris depan.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Penumpang di baris belakang yang tidak menggunakan seat belt mempunyai resiko cedera tiga kali lebih besar bila dibandingkan jika menggunakan seat belt. Walaupun saat ini mobil-mobil keluaran terbaru sebagian besar telah dilengkapi fitur keselamatan tambahan berupa side airbag yang dipasang dibagian samping penumpang belakang, itu pun tidak menjamin keselamatan hingga 100 persen.

2. Heater

Komponen AC (air conditioner) selain berfungsi untuk mendinginkan udara di dalam kabin mobil, ternyata di dalam komponen AC mobil ini juga terdapat Heater. Komponen heater ini memiliki fungsi yang berkebalikan dengan AC, yakni untuk memanaskan udara di dalam kabin mobil saat cuaca dingin. Heater mendapatkan panas yang berasal dari saluran radiator pada mesin mobil. Ketika udara melewati heater maka akan berubah menjadi panas, kemudian dihembuskan oleh blower ke dalam kabin.

Fitur heater ini sering ditemukan pada mobil di negara dengan empat musim, salah satunya musim dingin, sehingga fitur heater ini sangat cocok dan dibutuhkan untuk menghangatkan temperatur kabin mobil. Sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis dan cenderung lebih sering panas, maka fitur AC (air conditioner) yang lebih banyak digunakan. Namun, untuk jenis mobil completely build up (CBU) yang dipasarkan di Indonesia biasanya juga disematkan fitur heater pada jok atau lingkar kemudi.

3. ISOFIX pada Jok Mobil

ISOFIX (International Standard Organizations FIX), yaitu merupakan standart keselamatan internasional yang harus ada pada setiap mobil. ISOFIX biasanya terletak di bagian bawah sandaran tempat duduk (jok) penumpang di baris kedua. Di negara – negara benua Eropa, Amerika, Australia, bahkan negara Brasil, sudah mewajibkan penggunaan child safety seat / child seat untuk setiap pengendara mobil yang berpergian bersama anak-anak.

Fungsi ISOFIX bukan hanya sebagai pengait child safety seat, tetapi juga untuk mencegah terjadinya cedera fatal pada anak-anak apabila terjadi benturan atau kecelakaan mobil. Fitur ISOFIX ini ada karena postur tubuh anak belum sesuai dengan standar keselamatan saat menggunakan seat belt (sabuk pengaman) mobil. Saat terjadi kecelakaan atau benturan di bagian depan mobil pada kecepatan sedang atau tinggi, maka bagi penumpang yang tidak memakai sabuk pengaman bisa terpental ke depan. Apabila hal ini terjadi, tentu saja akan mengakibatkan cedera serius bahkan kematian pada penumpang di belakang.

Sayangnya child safety seat ini belum begitu populer digunakan di Indonesia. Padahal hampir semua mobil produksi terbaru di Indonesia sudah dibekali dengan fitur keselematan ISOFIX ini.

4. Cruise control

Saat Anda mengendarai mobil produksi terbaru, pernahkah melihat fitur cruise control di roda kemudi mobil Anda? Fitur cruise control merupakan teknologi canggih dan terbaru khususnya pada mobil. Banyak pengemudi berpendapat bahwa fitur cruise control ini mampu memberikan kenyamanan saat berkendara. Pernahkah Anda menggunakan fitur cruise control ini?

Ketika Anda mengendarai mobil untuk melakukan perjalanan jauh, biasanya akan menyebabkan Anda cepat lelah. Apalagi jika harus menampuh jarak ratusan kilometer. Kaki akan terasa kaku dan pegal ketika harus menekan pedal gas dan pedal rem terus menerus. Maka dari itu penggunaan fitur cruise control merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Cruise control juga sering dikenal dengan nama autocruise atau speed control, tetapi fungsinya tetap sama saja.

Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Cruise control merupakan teknologi baru yang diterapkan pada mobil, yang memiliki fungsi untuk mengontrol dan menstabilkan kecepatan mesin tanpa perlu menekan pedal gas. Cruise control ini memungkinkan mobil tetap berjalan dengan kecepatan konstan / stabil tanpa perlu menekan pedal gas, Pengemudi cukup fokus mengendalikan kemudi saja. Pengemudi pun juga bisa mengatur kecepatan mobil sesuai dengan yang diinginkannya.”

Di Indonesia fitur cruise control ini sangat jarang digunakan, mengingat kondisi lalu lintas yang cukup padat dan banyaknya pengemudi yang belum bisa membedakan lajur cepat dan lambat. Akan tetapi kedepannya bisa sangat berguna, terutama saat melewati jalan bebas hambatan, misalnya Tol Trans Jawa.

Setiap produsen mobil mempunyai aturan batas kecepatan minimal dalam menggunakan cruise control, biasanya dibatasi minimal 40 km/jam. Sedangkan untuk mengaktifkan fitur cruise control, pengemudi terlebih dahulu harus memacu mobilnya sesuai kecepatan yang diinginkan, misalnya 70 km/jam. Kemudian, pengemudi harus menekan tombol cruise control, maka mobil pun dengan sendirinya akan mempertahankan kecepatan dengan stabil pada kecepatan tersebut tanpa perlu disertai injakan pedal gas lagi.

Menurut Anda fitur canggih apa lagi yang jarang digunakan para pengendara mobil di Indonesia, selain yang sudah disebutkan di atas?

Cara Merawat Radiator Agar Awet

6 Tips Merawat Radiator Mobil Agar Tetap Awet

Kesibukan dan rutinitas setiap hari acapkali membuat kita kurang memperhatikan perawatan mobil kesayangan. Terlebih lagi dalam hal perawatan sederhana seperti pemeriksaan kondisi radiator yang terkadang sering dianggap remeh. Merawat radiator Mobil merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan radiator merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pendinginan mobil.

Radiator merupakan tempat penampungan utama cairan pendingin untuk dialirkan atau didistribusikan ke seluruh komponen pendingin suhu mesin, dan sebagai tempat dimana cairan tersebut didinginkan kembali oleh kipas radiator (radiator fan). Oleh karena itu, kondisi radiator harus benar-benar terawat dan terjaga dengan baik. Selain itu sangat dianjurkan bagi setiap pemilik mobil untuk selalu menjaga kebersihan radiator, baik bagian dalam maupun luar.

Fungsi radiator sangatlah penting bagi pendinginan suhu mobil. Apabila radiator rusak atau bermasalah maka pendinginan mesin tidak akan bekerja dengan sempurna, sehingga bisa menyebabkan mesin terjadi panas berlebihan (overheat) dan tentunya akan mengakibatkan kerusakan komponen utama mesin.

Menurut Agus Tri Ariyanto, Tehnical Service Advisor bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Perawatan radiator kenyatanya masih sering terabaikan oleh sebagian pemilik mobil, hal ini ditandai dengan masih banyak ditemukan masalah overheat mesin mobil yang ditangani di bengkel mobil Zaini Auto Motor. Padahal, jika radiator terawat dengan baik, kualitas mesin mobil akan lebih terjaga dan tidak rentan rusak.”

Lantas bagaimana cara merawat radiator mobil, agar lebih terjaga, awet dan tidak rentan rusak? Berikut ini adalah beberapa tips cara merawat radiator mobil Anda:

1. Gunakan Radiator Coolant

Radiator coolant merupakan cairan khusus yang di design dengan berbagai bahan tambahan, sehingga sanggup menjaga temperatur mesin sesuai kebutuhan. Selain memang dikhususkan untuk menjaga temperatur mesin mobil, radiator coolant juga berfungsi juga untuk mencegah korosi di dalam saluran sistem pendingin mesin, serta untuk mengangkat endapan kotoran dan karat yang menumpuk di dasar tabung reservoir radiator.

Penggunaan air tanah, air keran, air PDAM seringkali menimbulkan masalah pada radiator, dikarenakan air tersebut biasanya mengandung partikel seperti lumpur, kapur, garam dan lain sebagainya, yang dapat menyebabkan saluran didalam radiator dan sistem pendingin mesin menjadi tersumbat atau korosi. Salah satu cara yang tepat untuk merawat radiator mobil dan sebisa mungkin menghindari pemakaian air mineral, adalah dengan menggunakan radiator coolant. Dipasaran banyak jenis Pilihlah jenis radiator coolant yang ditawarkan, maka pilihlah radiator coolant yang cocok bagi mobil Anda.

2. Periksa Volume Cairan Radiator

Tips selanjutnya dalam merawat radiator mobil adalah selalu memperhatikan volume cairan (air atau coolant) pada radiator dan tabung resevoir radiator. Masalah yang sering terjadi pada setiap mobil adalah temperatur mesin sering meningkat drastis (overheat) dikarenakan kurangnya volume air pada radiator mobil.

Kurangnya volume air di dalam radiator bisa disebabkan banyak faktor, beberapa diantaranya adalah kerusakan pada tutup radiator dan mesin yang mengalami overheat. Tutup radiator berfungsi untuk menjaga tekanan yang ada di dalam radiator dan sistem pendingin mesin. Ketika terjadi kerusakan tutup radiator, maka air radiator akan berkurang dan reservoir tank penuh air. Proses kejadian tersebut hampir sama dengan saat mesin mengalami overheat.

Pada mesin yang mengalami overheat, tekanan dan temperaturnya akan naik melebihi batas maksimum. Hal tersebut membuat katup tekan (pressure valve) pada tutup radiator terus menerus terbuka, sehingga air di dalam sistem pendingin akan terus mengalir ke tabung resevoir radiator hingga penuh dan tumpah. Sehingga hal ini menyebabkan air di dalam radiator berkurang.

Ketika volume air di dalam radiator tidak maksimal maka temperatur mesin yang naik berlebihan akan menyebabkan tekanan pada tutup radiator dan tekanan tersebut akan mengakibatkan katup tekanan (pressure valve) terus terbuka. Sehingga air akan terus menerus mengalir ke tabung cadangan air radiator (radiator reservoir) hingga penuh dan tumpah.

Sebaliknya, jika tekanan atau temperatur mesin menurun, maka katup vakum (vacuum valve) pada tutup radiator akan menghisap cairan yang berada di dalam tabung resevoir menuju ke dalam radiator kembali. Karena pada saat tekanan dan temperatur meningkat banyak cairan (air radiator) yang tumpah, maka volume cairan dalam radiator pun akan berkurang.

“Periksa kondisi volume air pada radiator dan di dalam tabung reservoir radiator, apabila kurang maka segera tambahkan sampai sebelum tanda batas maksimum. Sebaiknya batas aman volume cairan radiator adalah pada posisi di tengah-tengah indikator full dan low. Harap diingat, jangan pernah mengisi cairan radiator di tabung reservoir hingga luber. Pasalnya, jika terlalu penuh akan berakibat air radiator tidak bisa bersirkulasi pada saat air radiator dalam kondisi panas,” Ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

3. Periksa Kondisi Selang Radiator Mobil

Selang radiator merupakan komponen penghubung utama sistem pendinginan antara mesin dan radiator. Selang radiator berfungsi untuk mengalirkan coolant atau air radiator yang panas dari mesin ke radiator untuk didinginkan. Dan saat proses pendinginan mesin mobil, maka air radiator akan mengalir dari radiator menuju ke mesin (water jacket).

Seiring masa pakai selang radiator yang bekerja pada suhu dan tekanan air yang cukup tinggi, daya tahan selang akan terus menurun, maka perlu pemeriksaan adanya keausan, getas, retak atau kebocoran pada selang radiator yang terbuat dari material karet elastis yang tahan panas. Agar terhindar dari kerusakan yang lebih parah.

“Pemeriksaan selang radiator perlu rutin dilakukan, apabila sudah terasa keras dan tidak elastis, terlihat ada retak di bagian permukaan luar, ada rembesan atau kebocoran air radiator, maka sebaiknya langsung diganti. Jika selang radiator sampai pecah ketika dalam perjalanan tentunya akan merepotkan,” tukas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Kuras Radiator Secara Rutin

Secara rutin membersihkan atau menguras radiator minimal 2 minggu sekali merupakan salah satu cara merawat radiator agar tetap awet. Menguras radiator bertujuan agar komponen-komponen radiator yang terbuat dari logam terhindar dari korosi, serta membersihkan endapan kotoran yang dapat menyumbat saluran sistem pendingin dan kisi-kisi sirip radiator. Selain itu, saluran pendinginan dan radiator yang bersih akan membuat temperatur mobil tetap terjaga dengan baik dan terhindar dari masalah overheat mesin mobil.

5. Hindari Pemakaian Air Biasa

Air radiator berperan sangat penting dalam mencegah terjadinya gejala overheat pada mobil. Perlu Anda ketahui, bahwa apabila terjadi overheat pada mesin maka bisa mengakibatkan mobil turun mesin (overhaul). Untuk menghindarinya maka, pemilik mobil perlu melakukan penggantian secara rutin. Menurut petunjuk yang direkomendasikan adalah setiap mobil menempuh kelipatan jarak 20.000 KM.

Menurut Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Air radiator bukan sekedar sebagai pendingin temperatur mesin, namun juga sebagai pencegah terjadinya karat pada saluran sistem pendingin. Sebaiknya hindari pemakaian air biasa karena memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi.”

Menghindari pemakaian air mineral biasa, seperti air tanah (sumur), air PDAM, air keran, dapat mencegah radiator mobil mudah rusak. Karena Air tersebut biasanya memiliki kandungan zat besi dan karbon yang cukup tinggi. Hal tersebut berdampak buruk pada radiator, antara lain korosi yang bisa menyebabkan kebocoran pada radiator.

6. Periksa Tutup Radiator

Pastikan tutup radiator terpasang dengan rapat dan kencang. Sehingga tidak ada kebocoran cairan radiator saat menahan tekanan air yang tinggi dan temperatur mesin yang sangat panas.

Tutup radiator yang sudah kendor bisa membuat air radiator bocor keluar dan lebih cepat berkurang volumenya. Tutup radiator bisa rusak seiring waktu pemakaiannya. Hal ini karena seal karet utama (main rubber seal) yang telah aus dan rusak (robek atau getas). Selain itu pegas (pressure spring) yang sudah lemah juga dapat menyebabkan tutup radiator kendor.

Selain beberapa hal yang telah diuraikan diatas, setiap pemilik mobil juga harus memastikan semua komponen pendingin mesin tidak mengalami kebocoran pada sirip radiator, pipa, selang, pompa bahkan termostat harus dilakukan pengecekan terakhir untuk memastikan sistem radiator mobil Anda dalam kondisi prima dan terjaga dengan baik. Karena hal-hal kecil tersebut seringkali dianggap sepele oleh sebagian orang.

Itulah tips cara merawat radiator mobil agar mobil Anda tidak cepat rusak dan terjadi overheat pada mesin. Jangan sampai Anda baru melakukan perawatan radiator, ketika mobil Anda telah mengalami masalah mesin mobil yang overheat akibat kerusakan komponen pendingin radiator.

Apabila terjadi masalah pada sistem pendingin mesin atau komponen radiator saat Anda dalam perjalanan, maka jangan ragu untuk segera menghubungi bengkel radiator terdekat, atau menghubungi bengkel mobil terdekat untuk memastikan perbaikan secepatnya agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah pada komponen mobil lainnya. Bengkel mobil Zaini Auto Motor menyediakan layanan service panggilan yang dapat membantu Anda ketika mengalami masalah pada mobil kesayangan Anda. Dimanapun tempat yang Anda kehendaki untuk melakukan perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda, maka mekanik profesional akan segera mendatangi Anda.

Kampas Rem Mobil Menipis

Hati-Hati! Ini Tanda Rem Mobil Anda Perlu Segera Diperbaiki

Di bulan Februari sekarang ini, menurut laporan dari BMKG curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih tergolong sedang dan tinggi. Di musim hujan seperti ini bagi setiap pengendara mobil dituntut untuk selalu waspada dan berhati-hati, serta wajib selalu memperhatikan kondisi mobilnya. Mobil harus dipastikan selalu prima saat digunakan sehari-hari, lantaran kondisi jalan pada musim penghujan cenderung basah, licin dan kadang membahayakan bagi pengendara.

Bentuk perhatian pemilik mobil tidak melulu pada bagian mesin, tetapi yang tentu tak kalah pentingnya adalah komponen-komponen penunjang keselamatan saat berkendara di jalan yang basah atau ditengah guyuran hujan.

Salah satu komponen terpenting yang tidak boleh diabaikan bagi keselamatan dan pengontrolan kecepatan laju kendaraan adalah sistem pengereman (Braking System). Sebenarnya untuk memeriksa kondisi sistem rem pada mobil bukanlah perkara susah, apalagi bagi Anda yang sudah terbisa mengemudikan mobil sendiri. Dengan terbisa mengemudi mobil sendiri, otomatis membuat Anda cukup peka terhadap kondisi normal dan abnormal pada mobil Anda.

Contohnya, Ketika melakukan pengereman dengan menginjak pedal rem, apabila kondisi normalnya hanya memerlukan sedikit injakan ringan maka kecepatan mobil sudah dapat dikurangi, namun tiba-tiba injakan pedal rem lebih dalam dari biasanya. Maka kondisi seperti ini harus mendatangkan kecurigaan dan tanda tanya buat Anda pengemudi mobil yang sudah biasa menggunakan dalam keseharian.

Selain itu, pemilik mobil yang terbiasa mengemudikan mobilnya sendiri, tentunya akan lebih memahami kebiasaan pada mobilnya. Maka hal ini bisa menjadi referensi untuk segera mendeteksi sejak dini apabila ada suatu masalah yang tidak biasa pada mobilnya.

Selanjutnya apabila Anda menghendaki pemeriksaan lebih mendetail tentang masalah apa yang sebenarnya terjadi pada mobil Anda, maka segera bawa mobil kesayangan Anda ke bengkel resmi Toyota terdekat, bengkel resmi Honda terdekat, bengkel Suzuki terdekat atau bengkel mobil profesional terdekat yang pastinya biaya pengecekan dan perbaikannya lebih murah dari bengkel resmi.

Service Rem di Bengkel Zaini Auto Motor

Tri Ariyanto selaku Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor mengatakan, “Selain masalah tekanan pedal rem lebih dalam dari kondisi normalnya, ada beberapa hal yang sering menjadi tanda adanya masalah pada sistem pengereman. Misalnya, lampu indikator rem menyala, pedal rem bergetar, pedal rem terasa keras, pengereman tidak pakem, pengereman kempes (spongy) atau muncul bunyi berdecit pada sistem pengereman.”

Tanda pertama yang dapat dirasakan saat sistem pengereman mobil bermasalah adalah timbul getaran saat pedal rem diinjak, atau saat mobil pada kecepatan tinggi. Getaran ini muncul bisa jadi karena kanvas rem telah Aus (habis), sehingga saat pedal rem diinjak, cengkraman kanvas rem (brake pad) pada cakram (disc brake) tidak merata.

Selain itu apabila kanvas rem berbau terbakar dan berkurangnya kemampuan pengereman, itu menandakan sistem rem mengalami panas berlebihan (overheat), akibat dari penggunaan rem yang berlebihan terutama pengereman ketika di jalan yang menurun. Ketika di jalan menurun, mobil cenderung meluncur lebih cepat, maka pengereman jangan dilakukan terus menerus dengan menginjak pedal rem.

Ketimbang melakukan pengereman terus menerus, sebaiknya Anda juga memanfaatkan pengereman mesin (engine brake). Caranya adalah memposisikan transmisi pada gigi rendah, sehingga hambatan mesin (engine brake) akan membantu pengereman mobil. Dengan demikian kerja rem tidak berat dan terus menerus.

Apabila lampu indikator rem pada dashboard menyala, memberikan tanda bahwa ada masalah pada sistem rem (braking system), yang pada umumnya bisa menjadi tanda bahwa ada masalah serius atau perlunya pemeriksaan rutin.

Pada mobil pabrikan terbaru, biasanya ada dua macam lampu indikator yang berhubungan dengan sistem rem, yaitu lampu indikator ABS (Anti-lock Braking System) dan lampu indikator brake untuk komponen utama sistem pengereman. Jika yang menyala hanya lampu indikator ABS (Anti-lock Braking System), maka mobil masih dapat dikendarai dengan hati-hati, karena hal tersebut menandakan fungsi ABS yang bermasalah dan tidak berfungsi. Namun jika yang menyala adalah lampu indikator “brake” untuk sistem pengereman utama (main brake system), maka Anda harus segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan pada sistem rem mobil. Jangan pernah menunda pemeriksaan dan perbaikan sistim rem jika telah terindikasi ada masalah, karena bisa membahayakan pengendara mobil sendiri.

“Pedal rem harus terasa padat saat diinjak, bila rem terasa kempes (ngempos) ketika pedal rem ditekan, meskipun secara keseluruhan pengereman masih berfungsi, namun ketika Anda menahan injakan maka pedal rem pelan-pelan terasa terus kempes seperti kehilangan tahanan atau istilahnya spongy. Hal ini bisa diakibatkan karena piston atau seal di dalam master silinder rem mengalami kebocororan namun masih dalam kategori ringan.” ujar Tri Ari Yanto ketika di wawancarai di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Itulah beberapa tanda dari sistem rem yang perlu diperhatikan dan perlu perbaikan. Karena sistem rem (braking system) merupakan fitur keselamatan utama, maka tidak ada alasan sekecil apapun untuk mengabaikan setiap tanda-tanda tidak normal yang terjadi pada sistem rem. Dan sebaiknya jangan menunda untuk segera memeriksakan mobil Anda ke bengkel mobil terdekat. Karena bila Anda sengaja mendiamkan terlalu lama dan memaksa memakainya, maka efeknya bisa sangat merugikan dan yang paling fatal bisa menyebabkan kecelakaan. Jangan sampai kelalaian Anda bisa berakibat mencelakakan orang-orang yang kita sayangi atau pengguna jalan lainnya yang tidak berdosa. Karena nyawa taruhannya!

Dengan membawa ke bengkel mobil terdekat maka otomatis Anda akan mendapat kepastian dan pemeriksaan lebih detail mengenai masalah yang terjadi pada sistem pengeremannya. Apabila memang diharuskan ada penggantian sparepart dan komponen lainnya, suku cadang dan pengerjaan juga mendapatkan garansi.

Bagi mobil kesayangan Anda memerlukan perawatan berkala, servis rutin atau perbaikan segala kerusakan mobil, maka kami sarankan untuk melakukannya di bengkel resmi sesuai dengan merk mobil kesayangan Anda. Langsung bawa kendaraan Anda ke bengkel resmi terdekat, misalnya bengkel Toyota terdekat, bengkel Honda terdekat, bengkel Nissan terdekat, atau bengkel resmi lainnya.

Tetapi, apabila di bengkel resmi antrinya lama dan biayanya mahal, sedangkan Anda ingin biaya yang lebih murah, service cepat, berkualitas, sesuai SOP, serta peralatan yang digunakan sama seperti bengkel resmi, maka kami rekomendasikan perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi