Tag: Ban Mobil

Cara Rotasi Ban Mobil Yang Benar

Jangan Sepelekan, Ini Aturan Dan Manfaat Rotasi Ban Mobil

Ban mobil merupakan komponen yang harus diperhatikan dan selalu dijaga kondisinya agar selalu prima untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan berkendara. Ada beberapa cara untuk menjaga kondisi semua ban tetap prima, salah satunya dengan melakukan rotasi ban. Merawat dan menjaga kondisi ban mobil, memang perlu ketelatenan dan sebaiknya mengikuti petunjuk dalam manual book (buku panduan kepemilikan mobil). Dalam manual book, biasanya diterangkan cara merawat ban dan rotasi ban. Pada penggunaan mobil secara normal, rotasi ban sebaiknya dilakukan secara rutin agar tingkat keauasan ban bisa merata.

Menurut Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor, “Merotasi ban secara rutin akan secara signifikan memperpanjang umur ban. Selama pemakaian mobil, pada umumnya keempat ban mobil akan memiliki keausan yang berbeda. Jika salah satu ban memiliki keausan lebih banyak daripada yang lain, maka mobil akan mulai menarik ke arah ban yang tidak aus. Misalnya, saat berkendara, cobalah untuk sesaat melepaskan roda kemudi, mobil seharusnya dapat terus berjalan secara lurus. Namun, jika telah terjadi keausan ban yang berbeda, maka biasanya mobil tidak akan berjalan lurus. Mobil akan cenderung menarik ke arah ban yang kondisinya lebih baik. Hal ini juga menjadi alasan mengapa ketika membeli ban baru sebaiknya membeli berpasangan.”

Kapan Harus Melakukan Rotasi Ban Mobil

Merotasi ban secara rutin dan benar akan membuat tingkat keausan ban merata. Dan memungkinkan setiap ban dapat digunakan selama mungkin pada posisi sisi roda yang berbeda-beda. Namun secara umum, rotasi ban dilakukan dengan tujuan untuk mengistirahatkan ban depan dan mengoperasikan ban serep. Hal ini, dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak buruk yang diterima ban depan, yang memiliki beban lebih besar saat digunakan untuk berbelok dan mengarahkan mobil. Selain itu, merotasi ban juga dilakukan sebagai upaya untuk merawat ban cadangan (ban serep).

Akibat akumulasi jarak tempuh kendaraan, pada keempat ban akan memiliki kecepataan keausan yang berbeda, dan menghasilkan keausan ban di tempat yang berbeda-beda pula. Hal ini karena pemakaian ban depan berbeda dengan ban belakang, dan pemakaian ban kanan yang berbeda pula dari ban kiri.

Semua mobil dirancang dengan konfigurasi bobot, sistem kemudi, dan jenis penggerak roda yang berbeda-beda. Ini berarti akan menghasilkan keausan yang tidak merata pada keempat sisi roda kendaraan. Jika pemilik mobil terlalu lama membiarkan setiap ban tetap berada di satu posisi, maka akan terjadi keausan dan kerusakan ban yang tidak normal. Sehingga mobil saat dikendarai bisa mulai menarik dan tergelincir ke salah satu arah.

Dengan secara rutin melakukan rotasi ban, memungkinkan keempat ban akan mengalami keausan yang sama. Sehingga membuat rentang usia pakai ban relatif sama pada keempatnya. Mobil yang memiliki tingkat keausan ban yang merata, ketika dikendarai akan lebih lancar dan selalu berjalan lurus tidak menarik ke salah satu sisi kendaraan. Oleh karenanya, rotasi ban mobil sebaiknya dilakukan setiap 10.000 km, atau saat bersamaan ketika melakukan proses spooring dan balancing. Selanjutnya lakukan secara berkala pada kelipatan 10.000 km.

Jangan Asal Rotasi Ban, Ini Aturan Mainnya

Ban merupakan salah satu komponen yag harus diperhatikan dan dirawat secara rutin. Hal itu tentu sejalan dengan kinerja ban yang harus menopang beban kendaraan sekaligus menghasilkan traksi optimal dengan permukaan aspal. Salah satu perawatannya adalah dengan rotasi ban yang tujuan utamanya agar tingkat keausan semua ban merata. Namun, cara menukar posisi keempat ban dari depan hingga belakang ada aturan mainnya, sehingga jangan sembarangan melakukan perputaran rotasi ban. Berbagai jenis mobil juga memiliki teknik atau pola rotasi ban yang berbeda, sebaiknya ikuti sesuai yang direkomendasikan pabrikan mobil. Ada pola rotasi dari roda bagian belakang dipindah ke depan, ada juga yang menyilang (crossing), pola rotasi sejajar, semua tergantung tipe penggerak rodanya.

“Rotasi ban yang dilakukan sendiri tidak bisa sembarangan, karena ada polanya. Yang harus diperhatikan juga adalah perbedaan pola rotasi posisi ban antara mobil berpenggerak roda depan dan penggerak roda belakang. Selain itu, biasanya setiap produsen mobil juga mempunyai rekomendasi konfigurasi/pola rotasi bannya sendiri-sendiri. Sebenarnya yang paling bagus menggunakan pola rotasi menyilang (diagonal),” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Pada manual book biasanya menggunakan aturan pola menyilang, dimulai dari ban depan kiri dipasangkan ke ban belakang sebelah kanan, dan begitu juga sebaliknya. Tingkat keausan alur ban paling cepat terdapat pada roda bagian depan, karena kerjanya cukup berat dan berhubungan dengan kemudi. Selain itu, saat ini kebanyakan mobil memiliki penggerak roda depan dan yang belakang ngikutin. Sehingga bagian depan menerima beban yang lebih berat daripada ban belakang, maka ban depan akan lebih cepat aus.

Tidak Semua Ban Mobil Bisa Dirotasi

Meskipun sangat penting untuk memperpanjang usia ban, tetapi pada kenyataannya ada beberapa mobil yang memang tidak bisa dilakukan rotasi ban. Maka sebelum melakukan rotasi ban, yang perlu diperhatikan oleh setiap pemilik mobil adalah memastikan semua ban mempunyai ukuran (dimensi) yang sama. Karena ada beberapa mobil yang mempunyai dimensi roda depan lebih kecil dari roda belakangnya. Biasanya sering ditemui pada mobil sport yang memiliki dimensi ban dan pelek berbeda antar depan dan belakang.

Selain itu, ada juga ban mobil yang dirancang untuk tetap dipasang di sisi roda kanan atau roda kiri. Ban ini dinamakan ban directional, sehingga tidak dapat dilakukan rotasi sembarangan. Ban directional umumnya memiliki arah alur ban searah (directional tread), dan pattern (alur) kembangannya umumnya berbentuk pola huruf V. Ban directional juga dilengkapi dengan berbagai macam keterangan di dinding ban (sidewall), berupa tanda panah dan tulisan “ROTATION” sebagai petunjuk arah putaran ban, sehingga pemasangan tidak boleh terbalik.

“Ukuran ban berperan vital dalam urusan rotasi ban. Jika diketahui terdapat ukuran ban yang berbeda, yah otomatis tidak dapat dirotasi karena didesain seperti itu. Selain perbedaan dimensi ban, mobil yang memiliki arah alur ban directional (searah), atau pattern kembangan ban yang biasanya berbentuk pola huruf V, tidak dapat dilakukan rotasi sembarangan. Saat akan merotasi ban, wajib memperhatikan posisi arah ban, dan ban hanya bisa dipindah ke satu sisi saja (depan-belakang), tidak bisa menyilang.” ujar Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

“Misalnya, pada ban kiri yang sudah ada arah alur kembangannya sendiri, jika dipindah ke sebelah kanan otomatis alurnya akan terbalik. Maka bisanya di pindah hanya ke roda kiri bagian belakang, pada sisi yang sama tidak bisa menyilang. Akan sangat berbahaya bila sampai salah arah alurnya, terutama ketika melintasi jalan basah dan ketika melakukan pengereman karena grip-nya tidak sesuai. Salah arah alur putaran ban juga akan menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju di jalan raya,” tutup Agus Tri Ariyanto mengakhiri penjelasannya di bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Yang Benar

Rotasi ban secara benar dan tepat dipercaya dapat memperpanjang usia ban sekitar 30% lebih lama. Terutama pada ban depan mobil, karena kondisi ban akan cepat aus pada bagian roda depannya daripada di bagian roda belakang. Apabila Anda kurang memahami cara merotasi ban yang tepat, maka alangkah baiknya percayakan pada mekanik profesional di bengkel mobil terdekat, bengkel resmi atau bengkel/toko khusus ban. Karena pada bengkel mobil atau toko khusus ban, biasanya terdapat berbagai alat khusus untuk mendeteksi kondisi ban. Sehingga jika memang dibutuhkan maka dapat dilakukan spooring and balancing, sekaligus pemeriksaan kondisi kaki-kaki mobil.

Ada juga mobil dengan yang mempunyai ukuran ban cadangan lebih kecil. Jika mobil yang digunakan memiliki ban serep lebih kecil, maka rotasi ban tidak perlu melibatkan ban serep. Perawatan pada ban serepnya pun cukup dengan memeriksakan tekanannya secara berkala, agar suatu saat ketika diperlukan dalam kondisi yang siap pakai.

Perawatan merupakan kunci utama untuk menjaga kondisi ban mobil tetap prima. Ada perawatan yang harus datang ke bengkel mobil, bisa juga dilakukan sendiri, seperti memeriksa tekanan angin. Namun, masih banyak pemilik mobil suka melupakan perawatan ini. Tekanan angin pada ban perlu diperhatikan agar ban dapat berfungsi dengan baik dan memberikan kinerja maksimal. Tiap mobil pada bagian pintunya sudah disertakan standar untuk tekanan angin ban. Pemilik mobil tinggal mengikuti secara regular, selanjutnya lakukan pengecekan tiap dua sampai tiga minggu, bila memakai tekanan nitrogen sekitar satu bulan.

Melakukan rotasi ban di bengkel Zaini Auto Motor akan lebih baik, karena dilakukan oleh para mekanik profesional dan dipastikan tidak akan salah. Kondisi ban sebelum dirotasi akan dicek lebih dahulu, setelah semuanya kondisi ban baik maka akan dilakukan rotasi. Namun, apabila kondisi ban untuk roda depan keausannya lebih banyak atau gundul, maka tidak boleh dirotasi. Harus dicari ban yang ketebalannya masih bagus, karena untuk bagian depan akan bekerja lebih berat dan untuk mengatur arah laju mobil. Kemudian, jika diperlukan juga dapat dilakukan spooring dan balancing untuk menjaga keseimbangan mobil Anda.

Muncul Bunyi Gemuruh / Suara Dengung di Roda Mobil Toyota Avanza

Ada Bunyi Gemuruh / Dengung di Roda Mobil, Ini Tersangka Utamanya

Salah satu kerusakan dan masalah yang sering terjadi pada mobil, khususnya yang telah mencapai usia pakai lebih dari 3 tahun, yakni timbul suara mendengung atau bunyi gemuruh pada bagian roda. Pernahkah Anda merasa terganggu dengan munculnya bunyi gemuruh atau mendengung tersebut? Tentunya sangat menyebalkan, bukan? Apalagi bunyi dengung itu muncul sepanjang perjalanan di jalan tol, tentunya semakin mengesalkan. Dimana seharusnya sepanjang perjalanan, pengemudi dan penumpang menikmati suasana kabin yang tenang dan nyaman, tetapi malah terganggu dengan suara dengunan.

Bunyi gemuruh atau suara mendengung tersebut biasanya terdengar hingga ke dalam kabin, dan hal itu akan mengganggu performa mobil hingga kenyamanan penumpang di kabin mobil. Banyak pemilik mobil yang mengeluh mengenai terdengarnya suara berisik ini, terutama saat kendaraan melaju pada kecepatan sedang hingga tinggi. Bahkan, pada kecepatan tertentu, ketidaknyamanan makin terasa karena terdengar kasar dan getaran bodi terasa cukup keras.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor,” Penyebab suara gemuruh / mendengung tersebut bermacam-macam, mulai karena keausan ban, kerusakan as roda (as kopel), kerusakan bearing roda, kaki-kaki mobil, hingga suspensi yang sudah waktunya diganti. Biasanya bunyi gemuruh tersebut akan semakin jelas terdengar ketika mobil melaju dengan kecepatan sedang hingga tinggi di jalan bebas hambatan. Umumnya, bunyi mengganggu tersebut dialami oleh mobil yang usia pemakaian lebih dari 3-5 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa juga terjadi pada mobil yang usia pakainya belum mencapai tiga tahun.”

Bunyi Dengung Disebabkan Kondisi Ban Aus Dan Bergelombang

Seperti telah dijelaskan di atas, salah satu penyebab munculnya suara mendengung pada roda mobil karena permukaan ban aus dan bergelombang. Para produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban dalam kondisi normal antara 3-5 tahun. Bunyi dengung pada roda, umumnya terjadi pada ban mobil yang memiliki usia pakai lebih dari 3 tahun, atau bila telah menempuh jarak 40.000 km. Biasanya bunyi tersebut akan terdengar jelas ketika mobil sedang melaju di jalan tol pada kecepatan antara 40-80 km/jam.

“Ban mobil yang telah aus dan bergelombang, biasanya akan menyebabkan bunyi gemuruh pada roda mobil, terutama ketika mobil dipacu antara kecepatan 40-80 km/jam. Selanjutnya suara gemuruh tersebut akan hilang saat mobil dipacu di atas kecepatan 80 km/jam. Selain itu, bila mobil melewati kontur/permukaan jalan yang tidak rata, maka suara tersebut tidak akan terdengar lagi hingga ke dalam kabin,” ujar Listiyono ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara Mengetahui Bunyi Gemuruh Di Roda Yang Disebabkan Kondisi Ban

Untuk memastikan penyebab bunyi dengung pada roda, pemilik mobil dapat melihat kondisi keausan ban, tanda TWI dan kode tahun pembuatan ban tersebut. Ban yang baik adalah ban yang memiliki permukaan / kembangan ban yang rata, tidak ada tonjolan atau gelombang. Karena bila keausan permukaannya tidak rata dan terdapat gelombang, akan menyebabkan ban mobil berputar tidak stabil dan bergetar ketika mobil dijalankan. Getaran pada ban tentunya akan menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju pada kecepatan lebih dari 40 km/jam di jalan raya.

Selanjutnya, bila usia ban ternyata sudah lebih dari 3 tahun, maka tak menutup kemungkinan profil karetnya akan mengeras dan telah terjadi keausan pada pemukaan ban. Sehingga daya absorbsi (daya serap) terhadap gesekan dan benturan menjadi berkurang. Setiap ban pasti memiliki kode produksi, berupa kode angka pada dinding ban yang menyatakan minggu keberapa dan tahun berapa ban tersebut di produksi. Misalnya, “Kode XXX1918“, dimana 4 angka terakhir menunjukkan bahwa ban ini di produksi pada minggu ke-19 tahun 2018.

Lakukan Rotasi Ban Atau Pakai Ban Cadangan

Selain itu, memastikan penyebab bunyi dengung dapat dilakukan dengan rotasi ban mobil, dan selanjutnya jalankan mobil. Kalau bunyi gemuruhnya berpindah ke sisi roda yang lain, berarti dapat dipastikan masalahnya adalah kondisi ban yang aus atau bergelombang. Untuk mengecek apakah kondisi ban bergelombang atau tidak, memang butuh ketelitian. Pasalnya gelombang sedikit saja sudah bisa membuat roda bergetar.

Apabila merasa repot melakukan rotasi seluruh ban, maka untuk memudahkan juga dapat menggunakan ban cadangan. Caranya, pasang ban cadangan pada sisi roda yang terdeteksi menimbulkan bunyi, namun dengan catatan ban cadangan tersebut masih dalam kondisi baik. Jika bunyinya sudah tidak terdengar lagi, maka bisa dipastikan itu masalah pada ban mobil. Tetapi kalau bunyinya belum hilang juga, kemungkinan ada masalah pada bearing roda, seperti yang akan diuraikan berikut ini.

Bunyi Gemuruh di Roda, Tanda Bearing Roda Mobil Rusak

Bunyi gemuruh yang terdengar hingga ke kabin, biasanya juga disebabkan oleh kerusakan pada bantalan roda (wheel bearing). Sehingga penting untuk mengetahui kondisi laher roda (wheel bearing) yang berfungsi sebagai bantalan pada roda agar dapat berputar dengan lancar. Apabila komponen bearing ini rusak, maka sering ditandai dengan suara gemuruh pada ban saat melaju di atas kecepatan 40 km/jam.

“Berdasarkan pengalaman menangani masalah ini, bearing roda depan paling sering mengalami masalah. Jika sudah rusak, maka otomatis akan muncul bunyi dengung atau gemuruh pada bagian roda depan ketika mobil melaju dalam kecepatan tetap. Biasanya suara dengung atau gemuruh akan muncul ketika mobil melaju di atas kecepatan 40 km/jam, baik saat mobil di permukaan jalan yang halus maupun permukaan jalan yang jelek. Semakin tinggi kecepatan mobil maka bunyi tersebut akan terdengar semakin keras. Hal ini berbeda dengan bunyi gemuruh yang disebabkan oleh kerusakan ban, karena aus dan bergelombang. Dimana bunyi tersebut baru terdengar ketika mobil melaju di jalan yang rata dan pada kecepatan antara 40-70 km/jam. Selanjutnya, akan menghilang dengan sendirinya ketika kecepatan di atas 80 km/jam, atau saat mobil melewati permukaan jalan yang jelek.” Ujar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Cara Mengecek Kondisi Bearing Roda

Untuk memastikan suara gemuruh yang timbul karena kerusakan bearing roda, maka Anda bisa memeriksanya dengan cara mendongkrak roda depan. Langkah selanjutnya adalah memutar-mutar roda, jika terdengar bunyi gemuruh pada roda berarti bearing roda benar bermasalah. Cara lainnya, yakni dengan menggoyangkan ban mobil ke kiri/kanan, dan ke atas/bawah, apabila bearing roda bermasalah, maka roda akan sedikit terasa oblak saat digoyangkan.

Untuk memastikan apakah hanya bearing roda yang bermasalah, maka roda perlu dicek lebih lanjut dan detail di bengkel mobil terdekat. Bearing roda yang telah rusak tidak dapat diperbaiki, dan perlu diganti dengan yang baru. Untuk penggantiannya memang terbilang sulit jika dilakukan sendiri, sehingga lebih baik serahkan pada bengkel mobil terdekat yang anda percayai.

Jika menghendaki berkendara dalam kondisi yang nyaman, maka kondisi kaki-kaki mobil harus benar-benar presisi dan prima. Lantaran, komponen kaki-kaki mobil punya peran besar dalam meredam guncangan saat mobil berjalan, terlebih di jalan yang jelek. Melakukan rotasi ban pada mobil ternyata sangat penting untuk membuat ban memiliki keausan yang merata. Karena jika tidak pernah dirotasi, maka ban berpotensi besar terjadi keausan yang tidak rata.

Apapun permasalahan pada mobil Anda, sebaiknya langsung konsultasikan pada ahlinya. Bengkel Zaini Auto Motor dengan didukung mekanik profesional dan handal, tentunya sudah berpengalaman mengatasi masalah seperti di atas. Mobil kesayangan Anda bermasalah? Anda tidak perlu panik dan repot datang ke bengkel mobil, para mekanik bengkel Zaini Auto Motor lah yang akan mendatangi lokasi Anda. Pastikan Anda sudah mendownload aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di gadget Anda. Dengan aplikasi ini, solusi perawatan dan perbaikan mobil Anda jadi semakin mudah dan murah. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan diskon service, diskon sparepart, dan promo lainnya yang sangat menguntungkan para pemilik mobil.

Tanda Ban Mobil Toyota Rusak Dan Perlu segera Diganti

Waspadai, 8 Tanda Ban Mobil Rusak Dan Perlu Secepatnya Diganti

Ban mobil merupakan satu-satunya komponen mobil yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Namun masih banyak pemilik kendaraan yang meremehkan keberadaan dan fungsi ban yang sangat penting tersebut. Seringkali, sekedar tekanan angin ban saja masih banyak pengemudi yang mengabaikan, apalagi sampai memperhatikan kondisi fisik ban mobil. Padahal, dampaknya bisa sangat fatal, kecelakaan sering terjadi diakibatkan kondisi ban mobil yang sudah rusak dan aus, sehingga mudah menyebabkan terjadinya pecah ban. Untuk itu, seperti komponen mobil lainnya, maka diperlukan pemeriksaan rutin guna mengetahui kondisi dan kesiapannya sebelum melakukan perjalanan dengan mobil.

Tri Ari Yanto, General Service Advisor di bengkel Zaini Auto Motor, menjelaskan, “Ban mobil bukan hanya sebagai komponen penggerak mobil, namun juga berperan bagi keselamatan, keiritan konsumsi bahan bakar, kenyamanan penumpang, ketahanan komponen kaki-kaki mobil dan lain sebagainya. Seringkali karena kelalaian, pengemudi tidak melakukan inspeksi rutin pada ban mobil, sehingga berakibat fatal seperti terjadi pecah ban saat melaju di jalan tol.”

Untuk mengatisipasi terjadinya pecah ban yang membuat mobil bisa terguling tak terkendali dan berakibat kecelakaan fatal. Maka terkait hal itu, pengemudi perlu mengetahui beberapa tanda ban mobil yang telah rusak dan secepatnya harus diganti, antara lain:

1. Muncul Retak Pada Sidewall Dan Kembangan Ban Mobil

Pemilik mobil dapat memeriksa sendiri secara visual ada tidaknya retak pada dinding samping (sidewall) dan permukaan kembangan ban. Retak pada permukaan kembangan ban dan dinding ban, tidak hanya terjadi pada ban yang sudah aus atau botak saja. Retak pada ban bisa jadi akibat kualitas ban yang jelek atau pengaruh cuaca.

Muncul Retak Pada Sidewall Ban Mobil
Ganti Ban Mobil Jika Muncul Retak, Meski Kembangan Ban Masih Tebal

Misalnya mobil yang selalu di parkir di tempat terbuka, sehingga ban mobil terpapar panas sepanjang siang hari, dan suhu dingin sepanjang malam, secara terus menerus. Sehingga ban tersebut menjadi rusak atau mudah rapuh sebelum umur semestinya. Namun, pada umumnya retak pada dinding ban dan permukaan kembangan ban akibat tekanan angin yang berlebihan ataupun kekurangan tekanan. Selain itu beban berlebihan juga dapat menyebabkan retak pada sisi dinding ban.

“Ban dengan tekanan udara yang tepat akan mengoptimalkan distribusi beban kendaraan, terutama saat menikung. Akselerasi mobilpun tidak akan terhambat akibat terjadi rolling resistance dari ban, dan kerja pengereman mobil juga bisa maksimal. Sebaiknya lakukan pemeliharaan ban secara rutin dengan menjaga tekanan anginnya, memarkir mobil di tempat tertutup, dan membersihkan ban. Selain itu memberi cairan khusus ban, dipercaya bisa membantu menjaga kelenturan ban dan menjaga keawetan ban.” ujar Tri Ari Yanto ketika diwawancarai di Bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Bila telah terjadi retak pada sidewall (dinding ban) atau permukaan ban, maka jangan diabaikan dan terus digunakan sehari-hari. Karena mungkin saja akan bermasalah ketika perjalanan, misalnya terjadi kebocoran dan yang paling fatal bisa meletus (pecah ban) sewaktu-waktu. Oleh karena itu, untuk mencegah kejadian tak diinginkan, lebih baik segera menggantinya dengan ban baru.

2. Aus Pada Kembangan Ban

Kondisi ban mobil yang baik, biasanya memiliki kualitas dan daya cengkram yang kuat saat menapak di permukaan jalan. Tetapi bila kondisi ban mobil sudah aus atau botak, maka ban akan mengalami penurunan daya cengkramnya terhadap permukaan jalan. Sehingga berpengaruh pula pada kontrol laju mobil dan pengeremannya.

Ganti Ban Mobil Yang Sudah Gundul, Botak Dan Aus Kembangannya
Periksa Keausan Kembangan Ban

Kondisi ban seperti ini sangat berbahaya bila terus digunakan, apalagi bila mobil dipacu dengan kecepatan tinggi dan melewati jalan licin atau basah. Daya cengkram ban terhadap permukaan jalan sudah pasti jauh berkurang, dan bisa menyebabkan mobil mudah tergelincir. Khawatirnya bila terus dipakai, dalam kondisi yang sudah gundul, botak atau rusak, bisa memicu terjadinya kecelakaan di jalan, entah karena kehilangan traksi dengan aspal atau ban pecah.

Perhatikan kondisi kembangan ban, bila masih terlihat tebal dan utuh, maka kondisi ban terbilang aman. Jika kembangan ban terlihat halus atau botak, maka sudah semestinya ban segera diganti baru, demi keselamatan selama perjalanan. Ada alat khusus untuk mengukur ketebalan kembangan ban yang disebut tire tread depth gauge. Namun bila Anda tidak punya, segera saja sambangi bengkel mobil terdekat atau bengkel khusus ban terdekat.

3. Perhatikan Usia Ban Mobil

Setiap komponen kendaraan mempunyai batas usia pakai, termasuk pada ban mobil. Seiring berjalannya waktu, kondisi ban mobil yang berbahan utama karet tentunya akan rentan getas dan kelenturannya akan mengalami penurunan. Tak hanya itu, daya cengkram ke aspal juga berkurang sehingga ban tidak lagi dalam performa maksimalnya.

Perhatikan Usia Ban Mobil Dengan Melihat Kode Tahun Pembuatan Ban
Perhatikan Usia Ban Mobil

Meskipun mobil jarang dipakai selama bertahun-tahun, tak menutup kemungkinan akan mengeras sehingga daya arbsorbsi atau daya serap terhadap benturan menjadi berkurang. Pemilik mobil tidak serta merta perlu mengabaikan mengganti ban, karena menganggap kondisinya masih tebal. Pada umumnya, produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban selama 3-5 tahun.

4. Perhatikan Jarak Tempuh Mobil

Jarak tempuh maksimal sebuah mobil yang digunakan secara rutin dan dalam pemakaian normal, biasanya berkisar antara 35.000 – 40.000 km. Sebaiknya ban mobil segera diganti baru bila mobil telah menempuh jarak 40.000 km, meskipun usia ban belum mencapai 3 tahun.

Ban Kendaraan Perlu Diganti Bila Jarak Tempuh Telah Mencapai 40000 km
Cek Kondisi Ban berdasarkan Jarak Tempuh Mobil

“Biasanya ban mobil yang telah menempuh jarak yang cukup jauh akan mengalami keausan, meskipun kelenturan pada ban masih terbilang bagus. Misalnya, mobil sering menempuh perjalanan jauh, sehingga dalam waktu 2 tahun jarak tempuhnya sudah mencapai 50.000 km. Padahal, untuk pemakaian normal, pada umumnya per tahun mobil menempuh jarak sekitar 15.000 – 20.000 km. Sehingga untuk jarak tempuh 40.000 km akan tercapai dalam waktu sekitar 2 hingga 3 tahun.” ujar Tri Ari Yanto ketika ditemui di Bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, mobil yang sering melalui jalan yang rusak dan berlubang, biasanya kondisi ban juga akan lebih cepat rusak dibandingkan pemakaian pada jalan normal. Untuk itu, pemilik mobil dituntut untuk lebih rutin memeriksa kondisi setiap ban, agar terhindar dari masalah ketika di perjalanan.

5. Perhatikan Tanda Tread Wear Indicator Ban

“Pada semua ban dilengkapi dengan tanda keausan ban, apabila tanda tersebut sudah mendekati atau sama dengan permukaan ban sebaiknya dilakukan penggantian ban. Tanda keausan ban dinamakan TWI (Thread Wear Indicator), yang berupa simbol segitiga pada dinding ban (sidewall). Selain simbol segitiga TWI, pada ban juga terdapat tonjolan kecil di sela-sela bagian tengah kembangan ban (grooves). Setidaknya, minimal ada enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban,” jelas Tri Ari Yanto di Bengkel Zaini Auto Motor.

Meriksaan Kedalaman Kembangan Ban Menggunakan Alat Tread Depth Indicator (TDI)
Meriksaan Kembangan Ban Menggunakan Tread Depth Indicator (TDI)

Tanda segitiga TWI (Tread Wear Indicator) pada umumnya terletak di batas terbawah kembangan ban dan tonjolan karet di sela kembangan ban (grooves). Jika tanda TWI ini sudah mulai terkikis dan menyentuh permukaan jalan, berarti kondisi ban telah menipis dan sudah waktunya diganti baru. Kondisi seperti ini tentunya tidak bisa diabaikan dan ditawar lagi demi keselamatan selama di jalan.

Berdasarkan keterangan Goodyear Indonesia, hampir 60% pengemudi mengendarai mobil dengan kondisi ban yang sudah tidak layak dan perlu segera diganti. Hal ini diketahui dari pemeriksaan sisa ketebalan telapak permukaan ban menggunakan alat Tire Tread Depth Gauge atau Tread Depth Indicator (TDI). Dari pemeriksaan tersebut didapati kenyataan bahwa kebanyakan ban mobil telah berada di garis kuning. Hal ini menandakan bahwa ketebalan telapak ban hanya bersisa antara 2-3 milimeter lagi sebelum akhirnya permukaan jalan bersentuhan dengan carcass ban (radial piles). Tentu hal ini merupakan kondisi yang sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara dan penumpang mobil. Batas minimal ketinggian telapak ban (tread area) yakni 1.6 mm diukur berdasarkan kondisi permukaan ketebalan telapak yang rata dengan tanda TWI.

6. Muncul Benjolan Pada Ban

Seiring usia dan kondisi pemakaian ban, maka bagian luar dan dalam ban akan semakin lemah. Meskipun tidak pasti terjadi pada semua ban, timbulnya benjolan pada sisi kembangan atau dinding ban bisa saja terjadi. Ban yang benjol dapat dirasakan dari getaran saat berjalan, atau terasa bergelombang saat mobil berjalan. Penyebab ban benjol bisa karena beberapa kondisi. Misalnya, mobil sering digunakan untuk mengangkut beban yang berlebihan, sehingga beberapa bagian ban harus menanggung beban lebih berat dari bagian lain. Hal ini akan sangat berdampak pada ban yang sudah berumur, yang bisa berakibat ban mengalami perubahan bentuk.

Penyebab Terjadinya Benjolan Pada Ban Mobil Toyota
Benjolan Pada Ban Kendaraan

Ban benjol juga bisa disebabkan karena tekanan angin yang sering kurang dari standar dan pengisian tekanan angin yang terlalu berlebihan. Mobil yang sering melewati jalanan rusak dan berlubang dengan kecepatan tinggi juga dapat membuat ban benjol. Pada kondisi tertentu beban ban menjadi tidak seimbang, hingga akhirnya menyebabkan anyaman penguat ban (cap plies dan steel belts) menjadi putus. Sehingga bila terus dibiarkan, benjol yang terjadi pada tapak dan dinding ban bisa semakin besar. Hal ini membuat ban rawan pecah karena ada beberapa bagian ban yang tidak lagi kuat menahan beban kendaraan dan tekanan angin.

“Jika sudah muncul benjolan pada ban, berarti ketahanan ban sudah tidak seragam. Benjolan pada ban merupakan pertanda ada anyaman benang (cap plies) dan kawat penguat konstruksi ban (steel belts) yang putus. Jika diibaratkan pembuluh darah manusia, tekanan darah berlebihan bisa saja berakibat pecahnya pembuluh darah, hal serupa juga bisa terjadi pada ban. Sebaiknya segera ganti dengan ban baru,” ujar Tri Ari Yanto di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

7. Terjadi Heel Toe Wear Pada Ban Mobil

Heel toe wear merupakan kondisi ban dimana salah satu sisi kembangan / tapak ban seperti terangkat. Dan ditandai dengan terjadinya keausan pada satu sisi blok kembangan ban yang lebih cepat dari sisi lainnya dalam arah melingkar. Heel toe wear menyebabkan profil kembangan ban membentuk bagian yang landai dan tajam pada kedua sisi yang berbeda. Saat kita meletakkan tangan di atas tapak kembangan ban, maka akan terasa seperti gigi gergaji dan akan terlihat jelas saat dipandang dari samping.

Heel Toe Wear Menandakan Ban Kendaraan Perlu Diganti
Heel Toe Wear Pada Ban

Heel toe wear biasanya terjadi pada bagian shoulder ban, yakni sisi tepi ban yang menjadi penghubung antara bagian telapak kembangan ban dengan bagian sidewall. Heel toe wear sering disebabkan oleh penyetelan toe positif (toe in) atau toe negatif (toe out) yang berlebihan. Jika ban mobil Anda mengalami salah satu dari pola keausan yang tidak biasa ini, maka mobil wajib diperiksa wheel alignment-nya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menyelaraskan kembali posisi roda-roda mobil, atau lebih populer disebut spooring roda mobil.

“Mobil yang telah mengalami ketidaksejajaran (misalignment) pada roda-rodanya juga dapat menimbulkan konsekuensi pada kinerja kendaraan secara keseluruhan. Misalnya, mobil yang menarik ke salah satu sisi, atau mengarahkan tidak menentu, mungkin saja memiliki masalah pada keselarasan roda-roda (wheel alignment). Melakukan pemeriksaan wheel alignment merupakan langkah yang tepat untuk mencegahan keausan ban dan terjadinya heel toe wear.” kata Tri Ari Yanto dikeramaian Bengkel Zaini Auto Motor.

Faktor dari luar kendaraan, seperti jalan yang rusak, bebatuan, dan jalan berlubang bisa menyebabkan kondisi tersebut. Kebiasaan mengemudi dengan gaya akselarasi dan pengereman yang berlebihan juga dapat membuat profil kembangan ban seperti terangkat. Misalnya, mobil dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan yang tidak rata, sehingga sering mengerem cukup keras di jalanan tersebut. Akibat pengerem di medan seperti ini, maka kembang-kembang ban terangkat karena tertarik secara paksa. Heel toe wear juga bisa disebabkan karena bushing suspensi, bearing roda dan ball joint yang sudah aus dan rusak. Kondisi ini akan menyebabkan ban cepat aus dan ketahanannya berkurang, sebaiknya diganti dengan ban baru.

8. Ban Bersuara Gemuruh

Salah satu permasalahan yang akan terjadi pada ban mobil yang memiliki usia pemakaian lebih dari 3 tahun atau telah menempuh jarak 40.000 km, yakni timbul bunyi gemuruh pada roda. Penyebab bunyi tersebut bermacam-macam, salah satunya adalah ban yang bergelombang. Biasanya bunyi tersebut terdengar ketika mobil sedang melaju di jalan bebas hambatan atau jalan tol.

Bunyi dengungan itu biasanya terdengar hingga ke kabin, dan itu akan mengganggu performa mobil hingga kenyamanan penumpang di kabin mobil. Ban yang baik adalah ban yang punya permukaan kembangan ban yang rata, atau tidak memiliki tonjolan atau gelombang. Karena ban yang bergelombang, akan menyebabkan ban mobil berputar tidak stabil dan bergetar ketika mobil dijalankan. Getaran pada ban tentunya akan menimbulkan suara gemuruh saat mobil melaju pada kecepatan lebih dari 40 km/jam di jalan raya.

Perawatan Dan Penggantian Ban Rusak

Pemilik kendaraan wajib hukumnya menaruh perhatian lebih pada komponen ban mobil. Pemeriksaan kondisi ban mobil perlu dilakukan dengan rutin, sehingga cepat diketahui apakah masih layak digunakan atau harus secepatnya diganti. Bila menemukan 8 tanda atau indikator di atas, sebaiknya segera ganti ban dengan yang baru. Khawatirnya bila terus dipakai, dalam kondisi yang sudah gundul, aus atau rusak, bisa memicu terjadinya kecelakaan saat perjalanan. Entah disebabkan ban kehilangan traksi karena menurunnya daya cengkram ban terhadap permukaan jalan, atau terjadi pecah ban saat melaju pada kecepatan tinggi.

“Kondisi ban mobil yang baik, biasanya memiliki kualitas dan daya cengkram yang kuat saat menapak di permukaan jalan. Tetapi bila sudah tidak layak pakai, ban akan mengalami penurunan daya cengkramnya terhadap permukaan jalan. Kondisi ban seperti ini sangat berbahaya bila terus digunakan, apalagi jika berkendara di jalan yang basah atau licin. Jika daya cengkram ban mobil sudah mengalami penurunan, atau kembangan ban telah melewati TWI, tingkat kenyamanan dan keselamatan berkendara pasti juga akan semakin berkurang. Kondisi ban seperti ini jika tetap dipaksakan berjalan berpotensi mengalami masalah pecah ban, maka ada baiknya segera ganti dengan yang baru.” jelas Tri Ari Yanto di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Banyak faktor yang bisa membuat ban menjadi penyebab utama kecelakaan. Intinya, harus rutin soal perawatan dan penggantian ban sesuai kondisi dan rekomendasi pabrikan. Agar perjalanan tetap lancar dan aman, maka sebaiknya perhatikan kondisi ban mobil Anda terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan. Caranya sederhana, hanya dengan melihat tanda keausan ban, kondisi fisik ban dan tekanan ban. Saat melakukan penggantian ban, perhatikan usia ban atau kode tahun ban tersebut pertama kali diproduksi. Meskipun dalam kondisi baru dan bagus, jika usia ban sudah mencapai 10 tahun, ban bisa dibilang sudah kadaluarsa. Mengapa? Seiring waktu, kondisi lingkungan tempat penyimpanan ban akan mempengaruhi fleksibilitas karet ban dan ban akan cenderung mengeras.

Mobil Mengalami Pecah ban di jalan Tol

7 Langkah Yang Wajib Dilakukan Saat Mengalami Pecah Ban di Jalan Tol

Setiap pengendara yang bepergian menggunakan mobil pribadi tentulah membutuhkan kenyamanan dan ketenangan sepanjang perjalanannya. Apalagi saat melakukan perjalanan jarak jauh atau ketika hendak menghadiri acara penting. Dalam urusan ini, memilih rute jalan bebas hambatan seperti jalan tol merupakan pilihan kebanyakan pengguna mobil. Akan tetapi, jika sedang apes, bukan tidak mungkin kejadian tidak diinginkan akan menimpa ketika sedang berkendara, misalnya terjadi pecah ban di tengah perjalanan.

Kejadian pecah ban mobil pada umumnya terjadi ketika kendaraan sedang melaju kencang saat melintas di jalan tol. Tentunya hal ini tidak diinginkan dan menjadi masalah serius bagi setiap pengendara mobil. Mengalami kejadian ban pecah saat mengemudi, tentunya bagi kebanyakan pengemudi menjadi momok yang menakutkan. Apabila pengemudi panik dan melakukan kesalahan antisipasi ketika mobil hilang kendali, pastinya akan terjadi hal yang tidak diinginkan oleh para pengemudi.

Ban Pecah di Jalan Tol Sumber Kecelakaan Tertinggi

Memang, kejadian pecah ban mobil menjadi salah satu sumber utama penyebab kecelakaan dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Banyaknya tanda peringatan di sepanjang lajur tol, merupakan bukti cukup tingginya kejadian tersebut di jalan tol. Tanda peringatan ini ditujukan kepada seluruh pengguna jalan, untuk memperingatkan agar setiap pengemudi senantiasa mengecek kondisi ban mobilnya.

Kejadian ban pecah pada mobil dapat terjadi kapan saja. Jika mengalaminya saat berkendara dengan kecepatan rendah, mungkin tak terlalu sulit untuk mengantisipasinya dan menjaga kestabilan mobil. Namun, bagaimana jadinya jika sedang melaju dengan kecepatan tinggi? Setiap pengemudi perlu menguasai beberapa teknik agar senantiasa dapat menjaga kendali mobil tetap berada pada lajurnya saat pecah ban terjadi.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan pengendara jika mengalami pecah ban mobil (baik ban depan atau belakang) saat melaju pada kecepatan:

1. Tetap tenang, Jangan Panik

Ketika terdengar suara letusan pada ban mobil, biasanya pengemudi langsung panik. Akibatnya pengemudi dapat kehilangan kendali atas laju mobilnya saat dalam kecepatan tinggi. Mobil akan terus melaju tidak seimbang (oleng) dan bila pengemudi tetap panik, kemungkinan terburuknya adalah mobil bisa terbalik yang diakibatkan ketidakseimbangan pada komponen kaki-kaki mobil.

Oleh karenanya, untuk menghindari kejadian yang lebih parah, pengemudi harus berpikir cepat dan tetap tenang agar dapat kembali menguasai keadaan dan mengendalikan laju mobilnya, sehingga terhindar dari kejadian yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

2. Hidupkan Tanda Peringatan Dan Lampu Hazard

Saat kondisi mobil mulai terasa oleng akibat kehilangan keseimbangan, segera berikan tanda peringatan kepada pengemudi lainnya dengan mengaktifkan lampu hazard dan membunyikan klakson. Meski tidak disarankan karena hanya boleh dipakai saat mobil berhenti, menyalakan lampu darurat (hazard) diperlukan untuk memberi tanda ke mobil lain yang berada di belakang agar tahu mobil kita sedang bermasalah.

Pengemudi juga wajib memantau kondisi lalu-lintas di belakang mobilnya melalui kaca spion. Bahkan agar lebih yakin, bisa menengok langsung suasana di belakang, dengan catatan kondisi di depan masih aman. Pengemudi bisa mulai sedikit demi sedikit menekan pedal rem untuk memperlambat laju kendaraan, dan mengurangi tekanan pada pedal gas secara bertahap.

3. Hindari Pengereman Mendadak Saat Pecah Ban

Kejadian ban pecah sebenarnya masih bisa dikendalikan, walaupun sebetulnya merupakan kejadian yang berbahaya bagi pengendara mobil. Setelah dapat mengendalikan diri agar tidak panik, langkah selanjutnya adalah hindari melakukan pengereman. Apalagi pengereman mendadak yang dapat menyebabkan mobil malah tidak terkendali.

Ketika melakukan pengereman, beban mobil akan berpindah ke depan, sehingga roda kemudi (setir) biasanya semakin tertarik ke arah ban yang pecah. Dalam situasi seperti ini, membuat pengemudi akan semakin sulit untuk prediksi arah laju mobilnya. Bahkan jika pengereman yang dilakukan terlalu dalam, dapat mengakibatkan mobil terpelanting dan terbalik.

Mobil Toyota Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah
Mobil Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah

Menurut Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor, “Ada dua teknik berbeda yang dapat dilakukan saat terjadi pecah ban. Maksudnya, apabila ban belakang mobil yang pecah maka perlu penanganan yang berbeda dengan saat ban depan yang pecah. Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan panik, apalagi langsung banting setir. Apabila ban belakang mobil yang pecah, pengemudi bisa langsung melakukan pengereman atau memperlambat laju kendaraan. Namun, apabila ban depan mobil yang pecah, perlu diingat jangan langsung melakukan pengereman.”

4. Kurangi Kecepatan

Saat mendengar letusan pada ban, segera lepaskan injakan pedal gas dan turunkan gigi presneling secara bertahap, disertai tetap menjaga kemudi agar mobil tidak bergerak liar. Usahakan jangan sampai mobil bergerak tanpa arah baik ke kanan atau kiri. Jika kecepatan mobil sudah mulai berkurang, secara perlahan arahkan mobil ke area yang aman atau ke bahu jalan, disertai dengan memberikan tanda lampu sein.

“Usahakan jangan langsung melepas pedal gas. Lakukan perlambatan kecepatan secara bertahap sambil mengendalikan arah kemudi ke sisi yang berlawanan dengan sisi ban yang pecah. Untuk menepikan mobil, jangan langsung membanting setir ke arah bahu jalan. Setelah mobil melambat hingga kecepatan mencapai antara 50 km/jam dan 30 km/jam, maka arahkan kemudi secara perlahan dan pertahankan arah kendaraan hingga membentuk sudut yang landai, hingga akhirnya bisa menepi ke tempat yang aman.” Ujar Listiyono memberikan tips mengatasi pecah ban, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ketika kecepatan mobil sudah cukup rendah, pengemudi bisa lebih mudah untuk mengarahkan mobilnya menuju bahu jalan. Dengan kecepatan yang cukup rendah, pengemudi juga sudah bisa menginjak pedal rem. Yang perlu diingat adalah hindari melakukan gerakan yang mendadak, dan perhatikan jika ada kendaraan lain di sekitarnya yang perlu diantisipasi.

5. Tindakan Counter Steering

Setelah melakukan keempat langkah di atas, maka selanjutnya pengemudi perlu melakukan counter steering saat terjadi pecah ban mobil. Counter steering merupakan langkah memutar roda kemudi ke arah berlawanan dari posisi ban yang pecah. Bila yang pecah pada ban kiri (depan atau belakang), maka dengan sendirinya roda kemudi akan tertarik dan terasa berat ke arah kiri, sehingga membuat laju mobil miring ke kiri. Pada kondisi seperti ini, pengemudi perlu melakukan counter steering secara perlahan-lahan dengan memutar setir ke arah berlawanan atau kanan, untuk menyeimbangkan laju mobil agar tetap stabil di jalurnya. Hanya saja langkah ini memang susah-susah gampang karena terjadi understeer pada mobil.

Selain itu, jangan melakukan manuver berlebihan seperti langsung membanting setir ke arah berlawanan yang bisa membuat mobil terpelanting dan berpotensi terbalik. Biasanya ketika mobil mengalami ban pecah di bagian belakang, relatif tidak terlalu menyulitkan untuk mengendalikan mobil dengan counter steering. Hal ini dikarenakan kontrol arah mobil tetap berada pada ban depan yang tidak terjadi masalah.

6. Memanfaatkan Fitur Keamanan Mobil Saat Pecah Ban

Beberapa mobil keluaran terbaru, sudah banyak dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang menunjang bagi keselamatan dan keamanan pengemudi dan penumpang selama berkendara. Fitur tersebut antara lain Anti lock brake system (ABS) dan traction control (pengendali traksi mobil).

Dengan memanfaatkan kedua fitur tersebut dapat memperkecil dampak buruk akibat kondisi laju mobil yang tidak stabil saat pecah ban. Fitur Anti lock brake system (ABS) pada mobil, akan sangat membantu dalam kasus ban depan mobil pecah, sehingga mobil tetap melaju stabil. Sementara, untuk mobil yang dilengkapi fitur traction control, akan menjaga posisi mobil tetap di jalurnya saat mengalami pecah ban belakang.

7. Pasang Segitiga Pengaman

Setelah mobil dapat diberhentikan dengan aman, maka pastikan posisi berhenti mobil berada di tempat yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas kendaraan lainnya. Langkah berikutnya adalah segera menyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman. Saat melakukan penggantian ban yang pecah tersebut, pastikan posisi Anda aman dari potensi tertabrak dari belakang. Segera bereskan semua peralatan penggantian ban dan mulailah kembali berjalan saat ban cadangan sudah dipasang.

Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban di Jalan Tol
Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban

Kadang kala dalam situasi mendesak dan di luar kendali, pengemudi tidak menemukan tempat yang cukup aman saat berhenti dan mengganti ban cadangan. Maka perlu tindakan preventif yakni menggunakan layanan derek atau perbaikan di tempat agar lebih cepat dan aman, seperti layanan “bengkel mobil panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor.

Layanan “Bengkel Mobil Panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor dapat diandalkan dalam kondisi darurat dan di lokasi manapun mobil Anda mengalami masalah. Layanan ini memungkinkan pengendara mendapatkan perbaikan mobil di tempat, misalnya di jalan tol. Cukup dengan menghubungi customer service atau melakukan emergency booking service di aplikasi smartphoneBengkel Mobil Pro“. Maka mekanik profesional dan handal akan segera mendatangi lokasi sesuai permintaan Anda, dan pula mendapat pertolongan derek (Towing Service). Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur dan informasi service, segera download aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda.

Service Berkala Komponen Mobil Usai Mudik Lebaran

Usai Mudik Lebaran, 6 Komponen Mobil Ini Wajib Diperiksa

Sejumlah gerbang tol ketika arus mudik maupun arus balik mengalami kepadatan dan kemacetan yang cukup panjang. Bukan cuma itu, ketika arus mudik maupun arus balik lebaran jalan non-tol juga terkena imbas dari penerapan sistem satu arah (one way) di jalan tol. Hal ini tentunya memaksa mobil para pemudik yang melewati jalur tol maupun non-tol harus bekerja keras menghadapi kemacetan.

Oleh karena itu, setelah mudik lebaran, sebaiknya pemilik mobil segera memeriksa kembali kondisi mobilnya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga performa mesin dan mendeteksi kemungkinan adanya kerusakan pada komponen mobil setelah digunakan menempuh perjalanan jauh.

Ada beberapa komponen mobil yang perlu menjadi perhatian dan sangat penting untuk diperiksa. Bagian mana saja yang perlu menjadi perhatian? Untuk lebih jelasnya silahkan simak uraian berikut ini.

Periksa Komponen Mesin

Setelah dipakai menempuh perjalanan jauh pasca mudik lebaran, maka ada baiknya dilakukan pemeriksaan dan service pada semua komponen mesin mobil. Pemeriksaan komponen seperti injektor, busi, radiator, saringan udara, throttle body, dan lainnya untuk menjamin kondisi mobil tetap prima pasca mudik. Komponen mesin mobil yang terawat, nantinya tidak akan merepotkan Anda ketika digunakan sehari-hari.

Untuk itu, sempatkan waktu datang ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi untuk mengembalikan performa mesin mobil Anda dalam kondisi yang prima dan siap jalan. Pengerjaan tune up standart untuk mobil konvensional biasanya meliputi pembersihan dan penyetelan karburator, penyetelan valve, pengecekan filter udara, filter AC, pemeriksaan filter oli, pemeriksan busi, dan lainnya.

Sedangkan pemeriksaan dan tune up standar untuk mobil injeksi biasanya meliputi OBD scan (On Board Diagnosis), pembersihan throttle body, pengecekan injektor, pemeriksan busi, pemeriksaan filter AC, filter udara, filter oli, dan komponen lainnya.

Gurah Mesin (carbon clean) di Bengkel Zaini Auto Motor
Gurah Mesin (carbon clean)

“Jika performa dan tenaga tenaga mesin ingin ditingkatkan, maka bisa dilakukan gurah mesin (carbon clean) atau Pembersihan ruang bakar. Service gurah mesin (carbon clean) ini berfungsi untuk mengembalikan performa mesin seperti semula agar tetap bekerja dalam kondisi optimal,” ujar Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, saluran bahan bakar ke ruang bakar mesin (combustion engine) juga harus diperiksa. Apabila fuel filter (saringan bensin) sudah kotor harus segera diganti. Agar sistem pengapian makin sempurna kondisi kabel busi harus prima dan kondisi busi jika telah aus dan berkarbon sebaiknya diganti baru.

Pemeriksaan Sistem Rem

Pasca mudik lebaran, komponen fast moving seperti sistem rem merupakan salah satu komponen yang wajib diperiksa kembali. Komponen sistem rem seperti kampas rem, minyak rem (brake fluid) dan disc brake, perlu pemeriksaan lebih detail. Apakah komponen-komponen tersebut masih layak pakai dan hanya memerlukan perawatan atau sudah saatnya diganti.

Mengingat sistem rem merupakan bagian dari kaki-kaki mobil yang fungsinya sangat penting saat berkendara, ada cara mudah untuk mengetahui kondisinya. Pertama, periksa kedalaman pedal rem. Apabila injakan pedal rem sudah sangat dalam, ini menandakan kampas rem sudah aus dan menipis sehingga daya cengkramnya pasti berkurang.

Pemeriksaan Sistem Rem dan Ketebalan Cakram
Pemeriksaan Ketebalan Cakram

“Jika kampas rem sudah menipis atau aus, periksa kemungkinan masih layak pakai atau tidak. Kampas rem yang tidak layak pakai dan perlu segera diganti, ditandai pedal rem terasa bergetar saat diinjak pada kecepatan tinggi. Tanda lainnya adanya suara berdecit saat melakukan pengereman. Kampas rem yang sudah menipis akan menyisakan bagian logamnya, sehingga akan menimbulkan suara bergesekan antara logam kampas rem dengan disc brake.” jelas Agus Zainal, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor.

Periksa Kondisi Oli Mesin

Hal yang paling mudah dan dapat dilakukan sendiri adalah memeriksa kondisi oli. Setelah melakukan perjalanan mudik yang cukup jauh dan odometer mobil sudah menunjukkan jarak maksimum untuk mengganti oli, sebaiknya jangan ditunda. Penggantian oli mesin tepat pada waktunya akan membuat komponen di dalam mesin mobil lebih terawat. Selain itu akan terhindar dari kerusakan, sehingga usia pakai komponen mobil akan lebih lama. Selain itu, tidak ada salahnya melakukan penggantian oli mesin lebih awal, apalagi jika mobil yang digunakan sudah berumur.

Pemeriksaan kualitas Oli mesin mobil
Pemeriksaan Oli Mesin

Pemeriksaan selanjutnya adalah pada bagian sekitar mesin. Periksa kemungkinan adanya rembesan oli mesin. Hal ini bertujuan untuk mengetahui adanya kebocoran pada saluran oli mesin. Apabila terdapat rembesan oli, maka segera bawa mobil Anda ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi agar cepat ditangani oleh mekanik profesional.

Periksa Kopling Mobil

Bagi Anda yang melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil bertransmisi manual, maka perlu memeriksa bagian kopling mobil pasca mudik lebaran. Karena, bila ada masalah pada sistem kopling, akan mengganggu performa dan kenyamanan mobil saat dikendarai. Apalagi saat menghadapi kemacetan lalu-lintas di dalam kota yang mengharuskan mobil sering berjalan stop and go.

Komponen fast moving selain kampas rem adalah kampas kopling. Untuk itu, sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan kampas kopling sebelum digunakan beraktivitas kembali. Pada kondisi dan pemakaian normal, usia pakai kampas kopling akan habis ketika mobil telah menempuh jarak sekitar 20.000 km. Tetapi, apabila pengemudi memiliki kebiasaan salah saat mengendarai mobil, maka dapat menyebabkan kopling mobil lebih cepat bermasalah.

Kampas Kopling Mobil Aus atau Menipis
Pemeriksaan Kampas Kopling Mobil

“Tanda-tanda kampas kopling sudah harus diganti antara lain sulit memindahkan tuas transmisi dan akselerasi mobil lemah. Selain itu, pedal kopling terasa lebih tinggi dari biasanya, pedal kopling terasa berat dan bergetar ketika diinjak, kopling selip, perpindahan gigi terasa kasar, dan akan tercium bau terbakar,” jelas Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Periksa Kondisi Ban

Cukup mudah untuk memeriksa kondisi sebuah ban, salah satunya dengan memperhatikan TWI (Tread Wear Indicator) pada ban mobil. TWI (Tread Wear Indicator) merupakan tanda segitiga yang terdapat di permukaan dinding ban (sidewall). Pada setiap ban minimum terdapat enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban. Batas minimal ketinggian telapak ban (tread area) yakni 1.6 mm diukur berdasarkan kondisi permukaan ketebalan telapak yang rata dengan tanda TWI.

Cara lain dengan melihat tanda yang berbentuk benjolan yang biasanya terletak di dalam alur ban (groove). Posisinya sejajar dan segaris dengan patokan tanda TWI. Tanda peringatan ini sebagai tanda keausan ban yang diukur dari dasar telapak ban (tread area).

Selain itu, pemilik mobil juga dapat melihat secara visual adanya retak pada sisi dinding samping (sidewall) dan permukaan ban. Keretakan pada dinding ban dan permukaan ban umumnya akibat tekanan angin yang kurang atau sebaliknya. Beban berlebihan juga dapat menyebabkan retak pada dinding ban.

Tanda TWI (Tread Wear Indicator) pada Ban Mobil
Tanda TWI (Tread Wear Indicator)

“Ban dengan tekanan udara yang tepat akan mengoptimalkan distribusi beban kendaraan, terutama saat menikung. Akselerasi mobilpun tidak akan terhambat akibat terjadi rolling resistance dari ban, dan kerja pengereman mobil juga bisa bekerja maksimal. Dengan kondisi ban mobil yang prima perjalanan akan lebih nyaman dan mobil lebih mudah dalam bermanuver,” ujar Agus Zainal ketika diwawancarai di Bengkel Zaini Auto Motor belum lama ini.

Kondisi ban mobil yang baik, biasanya memiliki kualitas dan daya cengkram yang kuat saat menapak di permukaan jalan. Tetapi bila kondisi ban mobil sudah tidak layak pakai, ban akan mengalami penurunan daya cengkramnya terhadap permukaan jalan. Kondisi ban seperti ini sangat berbahaya bila terus digunakan, apalagi jika berkendara di jalan yang basah atau licin.

Jika daya cengkram ban mobil sudah mengalami penurunan, atau kembangan ban telah melewati TWI, tingkat kenyamanan dan keselamatan juga pasti akan semakin berkurang. Kondisi ban seperti ini jika tetap dipaksakan berjalan berpotensi mengalami masalah pecah ban, maka ada baiknya segera ganti dengan yang baru.

Periksa Komponen Kaki-kaki Mobil

Pasca mudik lebaran, kaki-kaki mobil seperti tie rod, shockbreaker, ball joint, stabilizer bar (sway bar), bearing dan bushing menjadi bagian yang wajib dicek. Saat mudik pasti mobil melewati berbagai medan jalan dan itu pasti membuat kaki-kaki bekerja keras. Apalagi jika mobil sering melintasi lubang, jalan tidak rata, bahkan mengangkut beban berlebihan selama perjalanan mudik.

“Cara untuk mengetahui kondisi kaki-kaki mobil yakni dengan kecepatan sedang pada kondisi jalan yang lurus, coba lepas roda kemudi. Bila saat roda kemudi dilepas, mobil bergerak sendiri ke kiri atau ke kanan, bisa dipastikan ada masalah pada komponen kaki-kaki mobil.” jelas Agus Zainal saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Pemeriksaan pada kaki-kaki mobil antara lain memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada shockbreaker. Selanjutnya periksa kelurusan posisi roda. Kondisi roda yang tidak lurus saat berjalan bisa diakibatkan komponen tie rod terdapat kerusakan, atau hanya perlu penyetelan kembali. Apabila sering melewati jalan rusak, ada baiknya lakukan spooring dan balancing pada keempat roda mobil. Pastikan semua dalam keadaan normal dan jalan mobil kembali lurus.

Pemeriksaan Kondisi Kaki-kaki Mobil Usai Mudik Lebaran
Pemeriksaan Kondisi Kaki-kaki Mobil

“Komponen kaki-kaki mobil ini sangat penting dalam menunjang kenyamanan mobil selama dikendarai. Kondisi komponen kaki-kaki yang mengalami kerusakan akan lebih baik bila segera diperbaiki agar kondisi kaki-kaki kembali menjadi normal. Karena bila didiamkan akan sangat berbahaya, pasti juga akan mempengaruhi kenyamanan dan handling saat mengemudi. Terlebih saat dikendarai dalam kecepatan tinggi atau melewati jalan rusak.” tambah Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor.

Bengkel Zaini Auto Motor merupakan tempat yang tepat melakukan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda pasca mudik lebaran. Dengan memiliki lebih dari 100 jenis layanan perbaikan sesuai standar SOP bengkel resmi, bengkel Zaini Auto Motor telah dipercaya menangani ribuan mobil pelanggannya. Tentunya dengan biaya yang lebih murah bila dibandingkan bengkel resmi.

Jika Anda membutuhkan layanan perbaikan dan perawatan mobil di tempat Anda, maka para mekanik profesional siap mendatangi dimanapun Anda berada. Atau, Anda bisa langsung menggunakan fitur Booking Service di aplikasi “Bengkel Mobil Pro” jika memang Anda ingin langsung melakukan perawatan untuk mobil Anda tanpa antrian.

Efek Negatif Bila Ban Mobil Kelebihan atau Kekurangan Tekanan Angin

Inilah Efek Negatif Bila Ban Mobil Kelebihan atau Kekurangan Tekanan Angin

Secara umum, ban yang digunakan pada segala jenis kendaraan memiliki fungsi antara lain untuk meredam getaran, menyeimbangkan laju kendaraan, mengontrol, dan juga sebagai penahan beban kendaraan saat berjalan. Untuk itu diperlukan pemilihan ban yang sesuai dengan jenis kendaraan, kondisi jalan yang sering ditempuh, kembangan ban, dan Jenis ban. Hal ini menjadi faktor penunjang kenyamanan dan keselamatan saat berkendara.

Setiap pengemudi perlu melakukan perawatan secara berkala pada mobil kesayangannya. Selain komponen mesin, perawatan pada ban juga merupakan faktor terpenting bagi keselamatan berkendara. Kejadian yang tidak diinginkan bisa saja terjadi apabila pemilik mobil cenderung lalai dan ceroboh dalam merawat ban mobil. Selain itu pemakaian kendaraan dengan beban yang berlebihan, pemeriksaan keausan kembangan ban, pemilihan ban yang tidak sesuai dengan kondisi jalan dan jenis kendaraan, menjadi penentu kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara.

“Sering terjadi kecelakaan di jalan raya yang disebabkan oleh kerusakan ban, beban yang berlebihan, terjadi keausan ban dan pemakaian ban yang tidak sesuai dengan jenis kendaraan. Banyak pemilik mobil yang kurang sadar akan perawatan ban. Padahal demi keamanan, keselamatan dan kenyamanan selama berkendara, disarankan setiap pengemudi sebelum berkendara wajib memeriksa kondisi ban terlebih dahulu, seperti tekanan angin dan keausan kembangan ban (tread tire)” ujar Agus Tri Ari Yanto di Bengkel Zaini Auto Motor.

Karena ban merupakan komponen penting untuk menunjang laju kendaraan, maka perlu memeriksa tekanan angin pada ban sesuai dengan rekomendasi pemakaian. Memperhatikan tekanan angin pada ban menjadi hal yang wajib dilakukan oleh pemilik mobil sebelum berkendara. Pemilik mobil banyak yang kurang perhatian terhadap tekanan udara pada ban, apakah ban mobilnya kekurangan atau justru kelebihan tekanan udara. Sebab hal ini terkadang jarang diperhatikan, ketika mesin menyala langsung saja tancap gas.

Padahal, tekanan ban yang kurang atau berlebihan menimbulkan efek negatif bagi kondisi ban, keamanan, keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara. Untuk mendeteksi apakah ban mengalami kekurangan tekanan angin atau tekakan ban tidak sesuai anjuran pabrikan, dapat dilakukan dengan memainkan pedal rem saat mobil bergerak maju. Apabila tekanan ban kurang, maka saat direm, pedal akan terasa naik turun tetapi bukan bergetar.

General Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, Agus Tri Ariyanto menuturkan, “Tidak semua pemilik mobil mengetahui efek negatif bila ban mobil mengalami kelebihan atau kekurangan tekanan angin. Ban mobil perlu diisi dengan angin sesuai tekanan yang tepat, karena ban merupakan penopang semua beban yang ada pada mobil, termasuk bodi mobil, penumpang dan barang. Tekanan Angin yang berlebihan atau kurang dapat menyebabkan ban mudah rusak.”

1. Kelebihan Tekanan Udara

Dampak negatif apabila tekanan angin pada ban berlebihan, diantaranya adalah:

  • Pada ban yang kelebihan tekanan udara akan menyebabkan distribusi berat kendaraan tidak merata selama dikemudikan. Hal ini mengakibatkan keausan ban tidak merata dan kerusakan pada ban akan lebih cepat sehingga memperpendek umur ban.
  • Udara di dalam ban akan memadat dan saling berhimpitan, sehingga membuat ban tidak mampu menyerap getaran. Efek buruknya terasa seperti duduk di bantalan yang kaku dan keras.
  • Permukaan kembangan ban (tread tire) yang menyentuh permukaan jalan lebih kecil dan daya cengkramnya berkurang, sehingga dampak buruknya pada kecepatan tinggi jadi kurang stabil, dan bisa menyebabkan slip.
  • Bagian tengah ban yang banyak bergesekan dengan permukaan jalan akan menjadi lebih cepat aus.

“Jika kelebihan tekanan angin, menyebabkan daya cengkram ban akan berkurang, keausan tidak merata, mudah terjadi selip, bisa mudah meletus saat terbentur benda di jalan, kenyamanan berkendara berkurang karena ban cenderung mudah melenting dan terguncang ketika melintasi jalan tidak rata. Tekanan ban yang berlebihan juga mengakibatkan kerusakan bagian tengah permukaan ban, hal ini karena tekanan di bagian tengah ban terlalu besar melendung,” papar Agus Tri Ari Yanto disela-sela keramaian Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

2. Kekurangan Tekanan Udara

Jika tekanan udara pada ban kurang, efek negatifnya akan lebih banyak dibandingkan kelebihan tekanan udara. Diantaranya adalah:

  • Ban mobil yang kekurangan tekanan udara dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar, sehingga bahan bakar akan lebih boros. Hal ini akibat timbulnya daya hambat (rolling resistance) yang tinggi, sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk dapat melaju dengan baik. Pada ban yang memiliki daya hambat (rolling resistance) yang rendah terbukti mampu menggelinding lebih mudah dan tidak membebani kerja mesin.
  • Sistem kemudi terasa berat dan respon roda menjadi lebih lambat
  • Ban juga akan mengalami panas berlebihan, sehingga mengurangi daya tahan dan usia pakai ban tersebut.
  • Menyebabkan keausan tidak merata dan peningkatan keausan pada bagian tepi luar telapak ban dan atau sisi samping ban.
  • Akibat tekanan ban kurang dan beban muatan yang berlebihan, maka dapat merusak struktur penyusun ban seperti kawat (Steel Belt), benang (Cap Strip/Cap Ply), maupun karet kembangan (tread tire).

“Saat mobil berjalan maka tapak ban yang bersinggungan dengan permukaan jalan akan semakin lebar, sehingga gesekan dengan permukaan makin lebar dan besar pula. Dampak negatifnya, perlu tenaga mesin yang lebih besar dari kondisi normal, sehingga BBM (bahan bakar) cenderung lebih boros. Selain itu, akan timbul panas berlebihan, struktur benang-benang ban lelah, sehingga memungkinkan ban meledak juga. Keausan ban juga tidak normal hingga mencapai di bagian samping ban (side wall tire) karena kondisi ban melengkung. Selain itu, respon roda terhadap sistem kemudi juga menjadi lebih lambat dan terasa berat,” jelas Agus Tri Ari Yanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Efek Negatif Bila Ban Mobil Kelebihan atau Kekurangan Tekanan Angin
Menambah Tekanan Angin

Setiap kendaraan memiliki standar ukuran tekanan ban yang berbeda-beda. Untuk mengetahui petunjuk dan tekanan ban yang direkomendasikan, pemilik mobil cukup melihat informasi yang biasanya telah tersedia pada pilar pintu pengemudi atau di bawah jok. Bagi sebagian mobil, petunjuk tekanan udara pada ban bisa dikontrol melalui TPMS (tire pressure monitor system) yang ada di panel meter pada dashboard mobil. Namun, jika membawa penumpang atau muatan, sebaiknya tekanan udara di tambah sedikit dari ukuran standar. Misalnya tekanan ban depan diatur 33 Psi, sedangkan ban belakang 36 Psi.

Tekanan angin pada ban yang tepat akan membantu mengoptimalkan distribusi beban kendaraan saat menikung. Selain itu akselerasi (percepatan) tidak akan terhambat akibat rolling resistance dari ban, dan kerja pengereman mobil pun bisa maksimal. Mulai sekarang, biasakan melakukan pengecekan rutin pada ban mobil. Udara (Angin) di dalam ban memungkinkan keluar melalui pori-pori atau celah kecil pada ban, dan menurut para ahli otomotif, dalam satu bulan tekanan angin di dalam ban mobil akan keluar sebanyak 2 psi.

Maka dari itu, pemeriksaan dan perawatan pada mobil secara rutin maupun berkala merupakan suatu keharusan, agar diperoleh kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Kelalaian atau kurang rajin dalam melakukan servis berkala pada mobil, sama halnya Anda mempertaruhkan keselamatan dan nyawa diri sendiri beserta keluarga. Bengkel mobil Zaini Auto Motor merupakan mitra terbaik dalam perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda.

Ketika Anda sibuk dan tidak sempat datang ke bengkel mobil, maka para mekanik profesional akan siap mendatangi Anda untuk memberikan layanan perbaikan dan perawatan berkala pada mobil Anda. Dengan peralatan servis yang modern standar bengkel resmi, maka perbaikan akan lebih cepat dan diagnosa kerusakan lebih tepat. Anda tidak perlu khawatir dengan biaya servisnya, bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan biaya servis lebih murah 20% dari bengkel resmi maupun bengkel mobil lainnya.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi