Tag: Bahan Bakar

7 Cara Sederhana Menghemat BBM Mobil Anda

Hingga Oktober 2019, Harga Bahan Bakar (BBM) non subsidi seperti Pertamax, Pertalite, dan Pertamax Turbo seringkali mengalami kenaikan harga. Hal ini berarti, anggaran untuk kebutuhan bahan bakar mobil kesayangan Anda pun harus ikut naik. Mobil di zaman sekarang, kebanyakan sudah dibekali dengan berbagai fitur berkendara Eco (eco driving mode). Hal ini bertujuan untuk membantu pengemudi agar lebih efisien dan menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) selama berkendara. Fitur ini membantu mengatur dan mengetahui perilaku mengemudi agar hemat BBM. Namun sayangnya, belum banyak pengemudi yang menerapkannya dalam berkendara sehari-hari. Alasannya, tidak lain karena masih kurang paham dengan istilah tersebut. Sebelum menguras kantong makin dalam, setiap pengemudi wajib tahu cara menghemat BBM untuk mobil kesayangannya.

Setiap pengemudi dapat melakukan penghematan BBM pada mobil mereka sendiri secara gratis, yakni dengan melakukan beberapa perubahan perilaku mengemudi yang sangat kecil. Keuntungan merubah perilaku ini adalah menghemat anggaran untuk bahan bakar mobil, memaksimalkan penggunaan bahan bakar, dan memperpanjang jarak tempuh. Namun, ada pula perbaikan dan perawatan yang perlu dilakukan pada setiap mobil agar mesin tidak terlalu menyedot bahan bakar. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana agar lebih hemat BBM saat berkendara:

1. Periksa Kondisi dan Tekanan Ban

Ban mobil dengan tekanan udara yang tepat dapat menghemat pemakaian BBM hingga 3,3 persen, sehingga mampu meningkatkan jarak tempuh mobil. Pada umumnya, ban mobil cenderung akan kehilangan tekanan udaranya sebesar 1 Psi per bulan. Penurunan tekanan udara ini sering disebabkan oleh pengaruh kondisi dan suhu lingkungan. Oleh karenanya, dianjurkan untuk secara rutin memeriksa tekanan udara pada ban mobil minimal sebulan sekali. Namun, akan lebih baik lagi jika pengecekan tekanan ban ini dilakukan tiap satu minggu sekali. Dengan menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi, maka akan mengurangi resiko ban cepat aus/gundul. Sehingga usia pakai dan kondisi ban cenderung lebih tahan lama.

“Ban kempis akibat tekanan udara yang kurang akan meningkatkan konsumsi BBM (bahan bakar) sebesar 0,5% untuk setiap penurunan tekanan sebesar 1 Psi pada keempat ban mobil. Kondisi ini disebabkan karena meningkatnya rolling resistance (tahanan putar) pada ban mobil. Sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar dan mengharuskan pengemudi menginjak pedal gas lebih dalam dari biasanya agar mobil tetap melaju. Setiap pemilik mobil perlu mengecek kondisi tekanan ban mobilnya secara teratur, idealnya seminggu sekali dan paling lama sebulan sekali. Selain itu, tekanan udara yang tepat akan meningkatkan kinerja pengereman, dan memberikan traksi yang tepat untuk membantu kinerja kemudi agar tetap responsif.” Jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Tekanan udara ideal ban pada tiap mobil berbeda-beda, oleh karenanya lakukan pemompaan pada ban sesuai rekomendasi pabrikan. Waktu yang tepat untuk pengisian tekanan udara yang direkomendasikan adalah saat ban dalam keadaan dingin. Namun, jika mobil telah dikendarai beberapa saat, maka cukup menambahkan tekanan bannya sekitar 3-5 Psi.

2. Hindari Pengereman Mendadak

Cara sederhana menghemat BBM selanjutnya adalah menghindari pengereman secara mendadak. Mesin mobil membutuhkan tenaga yang besar tidak hanya saat berakselerasi, namun juga saat mengurangi kecepatan hingga berhenti (deselerasi). Oleh karena itu, saat mengemudi ada baiknya hindari melakukan pengereman secara berlebihan. Karena hal tersebut nantinya akan memaksa pengemudi menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan semula. Sehingga konsumsi bahan bakarnya pun juga akan meningkat.

“Kuncinya, pengemudi harus mempertahankan momentum dan waktu sebelum berhenti. Jika menggunakan mobil bertransimi manual, pengemudi tinggal menekan pedal kopling, maka akan membuat mesin berputar idle/stasioner yang membantu mengurangi penggunaan BBM. Namun jangan memindahkan gigi persneling, karena putaran mesin bisa jadi tinggi. Selanjutnya, biarkan mobil coasting (meluncur sendiri tanpa di gas) dan pengemudi tinggal mengatur pengereman laju mobil. Tapi ingat, cara seperti ini hanya boleh dilakukan untuk pengereman yang sudah diprediksi titik berhentinya. Sehingga laju mobil bisa terkontrol hingga benar-benar berhenti.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Lalu bagaimana dengan mobil matic? Perlu diperhatikan, baik mobil matic ataupun manual, kuncinya itu memaksimalkan jeda waktu sesaat sebelum berhenti. Hal ini bertujuan agar pengereman laju mobil tetap optimal, dan pada saat yang bersamaan efisiensi konsumsi bahan bakar tetap terjaga.

3. Kurangi Beban Mobil Agar Menghemat BBM

Setiap pemilik mobil pasti menginginkan mobilnya irit saat sedang dikendarai agar tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk kebutuhan membeli bahan bakar yang kini tidak murah lagi. Cara mudah yang dapat dilakukan untuk menghemat BBM selanjutnya adalah dengan tidak membawa muatan berlebih pada mobil. Mobil yang membawa beban berlebihan, tentu akan membuat kinerja mesin menjadi berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakarnya menjadi boros.

Setiap tambahan 45 kg beban yang diangkut, maka akan meningkatkan konsumsi BBM hingga 2%. Bahkan bisa lebih untuk jenis mobil city car, sedan dan hatchback. Apabila mobil juga dilengkapi rak atap (roof rack) yang selalu penuh muatan, maka konsumsi bahan bakar pun akan meningkat hingga 5% akibat adanya hambatan udara saat mobil melaju.

Perlu diketahui, sekitar seperempat dari setiap galon bahan bakar digunakan untuk mengatasi hambatan udara tersebut. Hal ini berarti, bila sebuah mobil memiliki rasio konsumsi BBM 1:10, maka mobil yang membawa muatan penuh di atap kabin, hanya akan mampu menempuh jarak 7 km untuk setiap 1 liter BBM yang dikonsumsi.

“Apabila beban yang diangkut mobil terlalu berlebihan, baik karena barang-barang yang dibawa ataupun jumlah penumpang di dalam kabin, maka kinerja mesin menjadi berat. Karena semakin berat mesin bekerja, maka bahan bakar yang akan terkuras juga berbanding lurus dengan kinerja mesin. Mobil dengan bobot yang berlebih tidak hanya boros saat akselerasi tapi juga boros saat deselarasi, karena membutuhkan tenaga lebih untuk memperlambat laju. Untuk itu pengemudi harus manfaatkan jarak yang lebih panjang untuk memperlambat laju mobil. Karena mobil dengan beban yang lebih berat butuh waktu lebih lama saat coasting sebelum benar-benar berhenti.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Menghemat BBM Dengan Menyalakan AC Mobil Seperlunya

Untuk dapat berkerja dengan baik, maka sistem AC mobil membutuhkan support daya mesin yang ekstra besar. Sehingga mesin akan menyedot bahan bakar lebih banyak. Ketika kondisi cuaca di luar tidak terlalu panas, sebaiknya hindari penggunaan AC mobil. Mengurangi pemakaian AC mobil yang berlebihan, memang akan sangat membantu dalam menghemat konsumsi bahan bakar.

Dengan tidak menyalakan AC mobil, penumpang mobil biasanya perlu membuka jendela kaca. Namun, bila sedang berkendara di jalan tol yang mengharuskan mobil berkecepatan tertentu/tinggi, maka sebaiknya tutup jendela rapat-rapat dan nyalakan AC mobil. Karena, saat berkendara di jalan tol dengan jendela yang terbuka akan memperbesar udara masuk ke dalam kabin mobil. Sehingga menyebabkan terjadinya hambatan saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan begitu, kerja mesin jadi lebih berat dan akibatnya bahan bakar terbuang percuma.

“Ketika menggunakan AC mobil, sebenarnya kinerja mesin bertambah dua kali lipat. Sehingga konsumsi bahan bakar yang digunakan mobil pun meningkat. Menggunakan AC dengan suhu yang terlalu dingin, juga membuat kinerja mesin menjadi lebih berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi boros. Maka dari itu, aturlah pemakaian AC mobil dengan suhu diantara 24-27 derajat celcius. Pada saat cuaca panas, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Ketika ingin mengemudi lagi, sebelum menyalakan AC mobil, bukalah semua kaca untuk mengeluarkan udara panas dari kabin. Selain itu, disarankan melengkapi mobil dengan kaca film berkualitas tinggi, karena dapat mengurangi radiasi panas yang masuk ke kabin. Sehingga mengurangi beban kerja AC mobil untuk mendinginkan kabin, sekaligus dapat menghemat penggunaan bahan bakar,” jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

5. Jaga Jarak Aman dan Terapkan Smart Driving

Saat mengemudi diperlukan penglihatan yang sempurna, untuk itu setiap pengemudi harus selalu memperhatikan kondisi lalu lintas sekitar. Pandangan mata harus selalu waspada melihat setiap objek di depan, di belakang dan di samping mobil yang dikendarai. Sebagai contoh, dalam kondisi lalu-lintas lancar, pengemudi yang memacu mobil dengan kecepatan di atas 100 km/jam bisa menerapkan metode jarak aman 3 detik dengan mobil di depan. Jangan terlampau dekat, karena sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan 100 km/jam untuk bisa berhenti dari titik A ke B memerlukan jarak sekitar 27 meter dalam waktu 1 detik.

“Sebaiknya terapkan smart driving, jangan mebiasakan mengemudi secara agresif ataupun ugal-ugalan. Dalam menginjak pedal gas aturlah sesuai kebutuhan, karena dapat secara signifikan menghemat pemakaian BBM pada mobil. Ketika berkendara di jalan tol, usahakan melaju secara konstan dengan kecepatan 60 km/jam hingga 80 km/jam. Sedangkan ketika berkendara di jalan perkotaan, cukup memacu mobil dengan kecepatan 30-50 km/jam dan tergantung kondisi lalu-lintas yang dilalui. Itu merupakan kecepatan ideal untuk mengefisiensikan pemakaian bahan bakar pada mobil. Jika pengemudi sering melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada kecepatan tersebut, maka akan meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 15% lebih banyak.” Ungkap Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

6. Hindari Akselerasi Dan Deselerasi Secara Mendadak

Dalam mengemudi sebaiknya hindari melakukan akselerasi secara mendadak. Karena akselerasi mendadak dapat membuat Electronic Control Unit (ECU) memerintahkan sistem untuk menyuplai bahan bakar secara maksimal. Sehingga berpotensi membuat BBM mobil menjadi boros. Intinya, hindari melakukan akselerasi dan deselerasi secara mendadak, sebaiknya dilakukan secara lembut dan konstan. Karena memacu mobil dengan kecepatan yang konstan dan berakselerasi secara lembut secara tidak langsung akan membuat suplai bahan bakar lebih stabil.

“Dalam berkendara, sebaiknya pengemudi jangan bernafsu menginjak pedal gas secara dalam. Namun, lakukan injak pedal gas secara perlahan-lahan, serta biarkan putaran mesin (rpm) naik dengan sendirinya secara perlahan. Selanjutnya, segera pindah ke posisi gigi yang lebih tinggi. Cara seperti ini bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 11 persen,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Perpindahan tuas trasmisi secara cepat, yaitu pada kisaran 1000-2000 RPM juga akan membuat mobil lebih hemat bahan bakar. Sedangkan deselerasi secara mendadak dan berlebihan, akan memaksa pengemudi untuk menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan seperti semula. Sehingga secara langsung dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Setiap mengemudi hendaknya memperhitungkan jarak deselerasi dan pengereman yang tepat, sehingga laju mobil bisa terkontrol dan menghemat bahan bakar.

7. Rutin Service Berkala Mobil Akan Menghemat BBM

Menghemat BBM memang dapat dimulai dengan langkah sederhana seperti memperbaiki perilaku mengemudi yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, merawat mesin secara rutin juga sangat mebantu dalam meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar pada mobil. Selain itu, performa mesin akan tetap maksimal dan secara tidak langsung akan memperpanjang usia pakai tiap komponen mesin.

Dengan rutin melakukan service berkala di bengkel mobil, maka kondisi tiap komponen mesin akan selalu termonitor dengan baik. Sehingga, bila ada kerusakan dapat segera diganti, dan tentunya akan lebih menghemat biaya dikarenakan kerusakan yang terjadi biasanya tidak terlalu berat. Penggantian komponen-komponen mesin yang sudah aus, kotor atau rusak, memang perlu dilakukan, karena akan memengaruhi efisiensi bahan bakar. Beberapa komponen mesin yang bersifat fast moving seperti busi, fuel filter, sensor udara, saringan udara, hingga bearing harus rutin diganti agar performa mesin terjaga dan tetap bekerja efisien.

Itulah beberapa cara mudah untuk menghemat bahan bakar pada mobil kesayangan Anda. Meskipun kebanyakan mobil produksi sekarang ini telah dirancang dengan teknologi hemat bahan bakar yang makin efisien, namun seiring pemakaian, mobil tetap perlu perawatan untuk memastikan kinerja mesin tetap seefisien ketika pertama kali di produksi pabrikan. Untuk urusan itu, bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah solusinya. Dengan melakukan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor, kinerja mesin mobil Anda dijamin tetap optimal dengan efisiensi bahan bakar yang sempurna. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dan aman ketika dikendarai sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh. Anda juga akan lebih menghemat anggaran untuk BBM ketika bepergian bersama mobil kesayangan Anda. Sudah saatnya setiap pemilik mobil sadar akan perlunya penghematan bahan bakar.

Jangan Biarkang Tangki BBM kosong

Jangan Biarkan Tangki BBM Sering Kosong Sebagian, Ini Penjelasannya..!

Bahan bakar (BBM) merupakan suatu komponen terpenting bagi kendaraan untuk mendukung mesin agar dapat bekerja sebagaimana mestinya, terutama pada mesin bertipe pembakaran dalam (Internal Combustion Engine). Oleh karena itu, kualitas dan kondisi bahan bakar pada mobil harus diperhatikan betul, usahakan jangan pernah sampai kehabisan bahan bakar.

Apabila indikator bahan bakar di dasboard mobil Anda sudah menunjukkan tinggal tersisa sedikit, maka wajib segera diisi lagi sepenuh kapasitas tangki mobil Anda. Para pakar otomotif menyarankan kepada para pemilik mobil agar setiap melakukan pengisian tangki bahan bakar sebaiknya diisi 80-90 persen dari kapasitas penuh tangki BBM.

Menurut Tri Ari Yanto selaku General Service Advisor, Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, “Melakukan pengisinan tangki bahan bakar mobil secara penuh berpotensi memperkecil penguapan bahan bakar. Selain itu, tangki BBM yang selalu terisi penuh dapat mencegah terjadinya korosi atau karat pada tangki bahan bakar. Karena tangki yang sering kosong kekurangan bahan bakar akan mudah mengalami kondensasi (pengembunan), sehingga di dalam tangki akan mengandung air dan cepat menimbulkan karat.”

Walaupun mobil produksi sekarang sudah banyak menggunakan tangki bahan bakar berbahan komposit yang memungkinkan tahan terhadap korosi, tetapi usahakan tangki bahan bakar harus selalu diisi penuh, supaya tidak terjadi kondensasi di dalam tangki saat terjadi perubahan cuaca secara drastis.

Jika kondisi volume bahan bakar di dalam tangki BBM sering dalam posisi dengan jumlah sedikit, maka pompa bahan bakar akan cenderung melakukan kerja yang lebih berat sehingga akan memperpendek usia pakai pompa bahan bakar (fuel pump). Pada saat mobil melakukan manuver, pompa bahan bakar berpotensi tidak terendam sepenuhnya dan asupan bensin bisa terputus. Hal ini tentu sangat berbahaya karena mesin dapat mati secara tiba-tiba karena tidak ada aliran bahan bakar.

Selain itu, efek buruk jarang mengisi tangki bahan bakar secara penuh adalah banyaknya udara yang masuk ke tangki. Karena pada tangki ada mekanisme ventilasi atau pernafasan yang bertujuan agar tidak terjadi vacuum pada tangki. Banyaknya udara yang masuk membuat uap air yang terdapat dalam tangki pada akhirnya akan berubah menjadi titik-titik air dan mengendap di dinding dalam tangki bahan bakar mobil Anda. Akibat terburuknya jika bahan bakar tercampur banyak air yaitu bisa menyebabkan masalah pada mesin.

Ketika melakukan pengisian bahan bakar pun tidak perlu dengan menggoyang-goyang mobil. Bagi pemilik mobil yang gemar menggoyang-goyangkan mobil kebanyakan beralasan agar tangki bahan bakar lebih cepat terisi dan terisi penuh secara maksimal, sebab dengan menggoyang tangki diyakini udara yang tertahan di dalam tangki akan segera keluar.

“Sebenarnya pemilik mobil tidak perlu menggoyang-goyang bodi mobil jika tujuannya agar tangki bagian bawah terisi penuh. Karena di dalam tangki BBM sendiri sudah ada sistem pernapasannya. Yang bertujuan ketika dilakukan pengisian bahan bakar dan ada udara yang terjebak di dalamnya, maka secara otomatis akan keluar dengan sendirinya. Selain itu di dalam tangki BBM ada komponen separator yang bertugas untuk memastikan bahwa bahan bakar telah memasuki tangki secara merata hingga dasarnya.” kata Tri Ary Yanto ketika ditemui di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Mobil produksi zaman sekarang kebanyakan sudah didesain untuk mengkonsumsi bahan bakar dengan oktan tinggi, demi menjaga keremajaan mesin dan menunjang performa mesin yang maksimal. Mengisi bahan bakar mobil dengan nilai oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrikan memang tidak dilarang, tetapi bisa menyebabkan kinerja mesin tidak maksimal dan hal ini membuat efisiensi bahan bakar mobil Anda tidak sesuai dengan data yang dikeluarkan produsen mobil.

“Jangan pernah mengorbankan mobil Anda dengan menggunakan bahan bakar yang cenderung nilai oktannya lebih rendah dari rekomendasi pabrikan. Pemilik mobil perlu memperhatikan konsekuensinya, yaitu kinerja mesin mobil bisa menjadi tidak optimal. Dan bisa jadi pemilik mobil dapat mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk melakukan perawatan ketika kendaraan bermasalah,” ujar Tri Ary Yanto, Service Advisor Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Dalam jangka pendek untuk membeli bahan bakar dengan nilai oktan lebih rendah memang lebih hemat. Tetapi dalam jangka panjangnya, dengan pemakaian bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi oktannya, bisa menyebabkan kerusakan pada mesin dan biaya yang dikeluarkan akan berkali-kali lipat lebih besar. Misalnya, mesin mobil akan mulai ngelitik, suaranya mesin jadi berisik, akselerasi tidak maksimal atau kinerja mesin tidak merespon sebagai mana mestinya.

Untuk berbagai permasalahan mobil seperti mesin ngelitik, suara mesin kasar, akselerasi tidak maksimal atau kinerja mesin buruk, sebaiknya segera konsultasikan dengan bengkel mobil terdekat yang anda percayai. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu bengkel mobil profesional yang selalu siap bermitra dengan Anda untuk mengatasi segala permasalahan pada mobil kesayangan Anda. Dengan didukung tenaga mekanik profesional, peralatan canggih setara bengkel resmi ATPM, proses perawatan yang dapat di monitor real time, proses perbaikan yang cepat dan biaya perbaikan lebih murah dibanding bengkel resmi, maka sudah tepat Anda mempercayakan mobil kesayangan Anda di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara Mudah Irit BBM Mobil

Ingin Mobil Anda Hemat BBM? Lakukan 10 Tips Sederhana Ini

Berbagai produsen mobil terus membuat inovasi dengan memperkenalkan produk terbarunya. Mulai dari tenaga yang besar, fitur yang modern dan canggih, dukungan fitur keamanan, hingga kemewahan bodi mobil yang terus ditonjolkan. Tetapi satu hal yang sering terabaikan adalah konsumsi bahan bakar. Mobil yang dibekali dengan fitur canggih dan kapasitas tenaga mesin yang besar tentunya perlu didukung dengan konsumsi bahan bakar yang melimpah agar proses pembakaran berlangsung cepat dan sempurna. Tetapi jika mobil dengan kapasitas mesin di bawah 2.500 cc memerlukan konsumsi bahan bakar yang boros, tentu tidak wajar.

1. Pilih Bahan Bakar Yang Tepat

Memiliki sebuah mobil dengan konsumsi bahan bakar (BBM) yang boros bagi sebagian orang memang menjengkelkan. Apalagi belakangan harga bahan bakar minyak non-subsidi bergerak tidak menentu yang terpengaruh harga minyak dunia (crude oil price). Pada umumnya ketika harga bahan bakar non-subsidi naik, pemilik mobil cenderung beralih dari bahan bakar yang sebelumnya digunakan lalu menggantinya dengan BBM yang kadar nilai oktannya lebih rendah. Misalnya, bahan bakar dengan nilai RON (Research Octane Number) 95 (Pertamax Plus) menjadi BBM dengan RON 90 (Pertalite).

Namun penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil, berpotensi membuat mesin ngelitik, kemampuan akselerasi menurun, pembakaran tidak sempurna, menyebabkan sisa hasil pembakaran (karbon) menumpuk di ruang bakar, bahkan membuat konsumsi bahan bakar semakin boros, dan lain sebagainya.

Rasio kompresi menentukan kandungan Research Octane Number (RON) dalam bahan bakar yang wajib digunakan. Semakin tinggi rasio kompresinya maka butuh nilai RON yang semakin besar pula. Sebagai ilustrasi, BBM bernilai oktan 90 hingga 92, cocok untuk mobil dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1. Sementara jika mobil Anda memiliki perbandingan kompresi 10:1 sampai 11:1, maka bahan bakar yang direkomendasikan adalah yang memiliki nilai oktan 95 hingga 98.

2. Lakukan Perawatan Berkala (Tune Up)

Selain menggunakan bahan bakar dengan oktan yang tepat, salah satu faktor yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar mobil tentunya kondisi mobil itu sendiri. Perawatan yang rutin dan baik bisa mengurangi konsumsi BBM. Sesuai rekomendasi pabrikan mobil, merawat kondisi mesin termasuk sistem pembakaran mobil memang sangat diperlukan. Perawatan berkala (tune up) maupun servis rutin selain membuat performa mesin kembali seperti baru dan tetap prima, mesin lebih awet dan berumur panjang, hal itu juga membuat mobil lebih hemat bahan bakar. Karena kondisi mesin yang prima akan sangat mempengaruhi konsumsi bahan bakar mobil Anda.

Jika mobil Anda sudah terasa tidak nyaman dan kurang prima, seperti suara mesin tidak normal atau mesin ngelitik, mesin pincang, kemampuan akselerasi menurun, maka segera lakukan servis berkala di bengkel mobil. Sebenarnya ada cara tune up sendiri yang dapat dilakukan pemilik mobil. Namun akan lebih baik jika melakukan perawatan mobil ini di bengkel mobil. Hal ini karena mobil anda akan ditangani langsung oleh mekanik yang profesional yang didukung peralatan yang lengkap. Tune up ini dimulai dari memeriksa kondisi busi, kondisi injektor, kondisi ruang bakar, komponen karburator atau ICS (idle control speed), baterai (aki mobil), kabel tegangan tinggi, sistem pengapian, saringan udara (air filter), sistem pendingin, penyetelan campuran injeksi dan putaran idle, hingga ke bagian v-belt dan tali kipas (fan belt).

3. Bersihkan Saringan Udara (Air Filter)

Rajin – rajinlah memeriksa dan membersihkan filter udara, hal sederhana ini dapat menghemat konsumsi bahan bakar pada mobil. Fungsi utama saringan udara (air filter) adalah menyaring udara luar yang dihisap melalui saluran masuk udara (air intake) untuk dialirkan ke dalam sistem injeksi menuju ruang bakar mesin (combustion engine).

Filter udara yang kotor tentunya dapat menghambat suplai udara bersih yang masuk ke ruang bakar (combustion engine), sehingga dapat memboroskan pemakaian bahan bakar. Selain itu, juga dapat menyebabkan mesin mobil akan mudah mati pada saat idle. Saringan udara (air filter) harus mampu menyaring partikel berukuran micro maupun besar yang berupa debu, daun, dan kotoran lainnya sebelum memasukkannya ke dalam sistem injeksi, dimana udara akan bercampur dengan bahan bakar, yang selanjutnya diproses di ruang bakar mesin.

Dianjurkan setiap 30.000 – 40.000 km wajib untuk mengganti filter udara baru. Namun demikian, dalam kondisi tertentu misalnya jalan berdebu, medan off road atau daerah pertambangan mobil membutuhkan pergantian filter udara lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan.

4. Pemilihan Oli Yang Tepat

Ternyata pemilihan oli juga sangat mempengaruhi penghematan bahan bakar pada kendaraan Anda. Jika hendak mengganti oli, pastikan oli tersebut sesuai atau setara dengan rekomendasi pabrikan mobil seperti yang tertera di buku manual servis. Misalnya, jika mobil Anda seharusnya menggunakan oli SAE 10W-30, namun Anda justru menggunakan oli SAE 5W-30, maka hal ini akan mengurangi jarak tempuh 1-2 persen sehingga mobil menjadi boros.

SAE (Society of Automotive Engineers) merupakan badan internasional yang menjelaskan tingkat kekentalan oli dan juga menunjukkan kemampuan oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin dan kondisi lingkungan.

Di negara bertemperatur dingin, tingkat kekentalan oli yang umum digunakan adalah SAE 5W-30. Sedangkan di daerah tropis seperti Indonesia, oli yang sering digunakan dan direkomendasikan memiliki tingkat kekentalan SAE 10W-30 atau SAE 15W-50.

5. Periksa Tekanan Dan Kondisi Ban

Periksa tekanan ban mobil Anda dengan benar. Tekanan Ban yang sesuai akan mampu menghemat pemakaian BBM 2% sampai 3%. pada umumnya, ban mobil anda akan kehilangan tekanan 1 Psi per bulan, dan ketika saat musim dingin tekanan ban juga akan berkurang karena terpengaruh suhu lingkungan. Dianjurkan untuk memeriksa tekanan ban mobil Anda sebulan sekali, lebih baik lagi tiap minggu sekali. Dengan menjaga tekanan ban yang tepat juga akan mengurangi resiko ban cepat aus atau gundul.

Waktu yang tepat untuk pengisian tekanan angin yang direkomendasikan adalah saat ban dalam keadaan dingin. Lakukan pemompaan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrik, bukan sesuai tekanan maksimum yang tercantum pada dinding ban. Tetapi jika mobil anda telah dikendarai beberapa saat, maka cukup tambahkan tekanan ban sekitar 3 Psi. Tiap mobil memiliki tekanan angin ideal pada ban yang berbeda-beda. Tekanan berlebih akan menyebabkan ban meletus, sedangkan kekurangan tekanan ban akan menyebabkan ban cepat gundul dan boros bahan bakar. Jangan memopa melebihi rekomendasi pabrik kecuali anda memiliki ban cadangan.

Jika mobil Anda sering melewati jalan yang rusak atau berlubang, maka hal itu juga berpotensi mengganggu kinerja ban. Selain cepat aus atau gundul, ban pun berpotensi tidak balance (seimbang) dan tidak lurus. Jika mobil tetap dipaksa berjalan dengan keadaan ban seperti itu, maka menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras dan otomatis membuat efisiensi bahan bakar turun sekitar 10%.

6. Pilih Ban Sesuai Dengan Kebutuhan

Memilih ban mobil yang sesuai kebutuhan dan medan ternyata dapat menghemat bahan bakar. Jika mobil anda dipakai di jalan perkotaan maka memilih ban mobil dengan lebar penampang yang lebih sempit akan menambah aerodinamis dan traksi yang dihasilkan akan lebih kecil.

Namun, bukan berarti Anda bisa sesuka hati menggunakan ban yang berukuran lebih kecil daripada yang direkomendasikan oleh pabrikan. Hal terpenting adalah menggunakan ban yang sesuai dengan ukuran velg dan pilihlah ban mobil yang memiliki hambatan gelinding kecil. Ketiga hal tersebut diatas dapat menghemat pemakaian bahan bakar hingga beberapa persen.

7. Kurangi Beban Kendaraan

Jika Anda sudah melakukan keenam cara diatas namun bahan bakar mobil anda masih saja boros, maka ada cara termudah dalam penghematan bahan bakar yaitu memilih mobil yang lebih ringan dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Beban mobil dapat menjadi penyebab utama pemborosan bahan bakar. Hal ini dikarenakan beban yang berat dapat menghilangkan energi kinetik pada mobil non hybrid. Setiap penambahan beban 50 kg pada mobil anda dapat meningkatkan pemakaian bahan bakar sebesar 2-3 persen. Beban pada mobil sangat berpengaruh pada konsumsi bahan bakar khususnya saat jalan macet. Karena mobil memerlukan tenaga yang besar untuk akselerasi awal secara berulang kali, namun tidak terlalu berpengaruh saat jalan lancar.

Selain itu meminimalkan bawaan dalam mobil Anda dan hindari membawa barang-barang berat di bagasi juga dapat menghemat bahan bakar. Cara menghitung daya angkut mobil agar tidak kelebihan beban dapat dilakukan rumus gross vehicle weight (GVW) dikurangi dengan curb weight (berat kosong).

Misalnya Toyota Fortuner 2019 dengan 2 wheel Drive, bertransmisi manual, memiliki GVW seberat 2350 kilogram dan berat kosong 1780 kilogram. Jadi beban maksimal yang dapat diangkut adalah 570 kg untuk orang dan berupa barang. Perlu diingat, tiap muatan 50 kilogram akan menambah konsumsi bahan bakar sekitar 2-3 persen. Jadi semakin berat yang diangkut oleh mobil maka akan semakin boros juga konsumsi bahan bakarnya. Jika beban mobil dipaksakan berlebihan dan tidak wajar, itu berarti mengabaikan faktor keselamatan penumpang karena kinerja suspensi dan ban mobil menjadi tidak optimal.

8. Hindari Mesin Menyala Saat Berhenti Lama

Jangan terlalu lama memanaskan mesin kendaraan dalam kondisi idle. Hindari idle terlalu lama, dengan cara memanaskan mobil Anda dengan mengendarai secara perlahan sampai mencapai temperatur mesin yang ideal. Memanaskan mesin terlalu lama akan berpengaruh ke konsumsi bahan bakar, dimana memanaskan mobil terlalu lama dalam keadaan berhenti akan memboroskan bahan bakar. Selain itu apabila mobil Anda berhenti lebih dari satu menit maka sebaiknya matikan mesin mobil Anda.

9. Batasi Penggunaan AC

Karena sistem kerja kompresor AC membutuhkan putaran mesin, maka penggunaan AC juga mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Sebaiknya usahakan memarkir mobil di tempat yang teduh, sehingga saat mobil digunakan tidak butuh daya AC yang berlebih untuk mendinginkan kabin.

Hindari membuka jendela mobil saat Anda menyalakan AC atau pastikan jendela mobil tertutu rapat saat penggunaan AC. Jika udara luar masih bisa masuk ke dalam kabin mobil maka akan lebih sulit untuk menurunkan temperaturnya, dan akan menyebabkan kerja AC semakin berat. Karena saat AC dinyalakan terus menerus, kerja mesin semakin bertambah untuk memfungsikan kompresor AC, yang secara otomatis tentu akan mengonsumsi banyak bahan bakar lebih banyak.

10. Mengemudi Secara Efisien

Kebanyakan mobil rakitan terbaru sudah dibekali dengan mode berkendara Eco dengan tujuan untuk efisiensi dan menghemat bahan bakar. Kemudikan mobil Anda secara efisien dengan menjaga kecepatan, dan sebaiknya hindari akselerasi dan deselerasi secara tiba-tiba.

Berdasarkan riset menunjukkan bahwa mengurangi kecepatan mobil bisa mengurangi pemakaian bahan bakar hingga 33 persen. Tetqpi penghematan bahan bakar bukan menjadi alasan utama untuk mengemudi perlahan, namun bahan bakar akan lebih boros jika anda melaju lebih cepat karena semakin cepat mobil melaju, mesin akan lebih berat lagi bekerja khususnya melawan laji angin. Yang terpenting adalah agar jangan menambah (acceleration) atau mengurangi kecepatan (deceleration) secara tiba-tiba.

Hindari menginjak pedal gas terlalu dalam, karena efisiensi bahan bakar akan menurun sekitar 19 persen bila Anda menginjak pedal gas terlalu dalam. Mesin cenderung bekerja secara lebih efisien dan optimal bila aliran udara cukup tinggi dan pada putaran mesin (RPM/revolution per minute) tertentu.

Sebaiknya lakukan pengereman sesuai kebutuhan. Pengereman adalah aksi membuang energi yang telah dihasilkan dari proses pembakaran mobil anda. Karena pengereman menyebabkan perubahan kecepatan tiba-tiba yang mengonsumsi banyak bahan bakar. Pengemudi yang sering melalukan pengereman, otomatis jadi rajin menginjak pedal gas lebih dalam untuk berakselerasi. Sehingga mesin juga harus mengeluarkan tenaga lebih besar dan memerlukan bahan bakar lebih boros dibanding keadaan normal.

Dengan menambah kecepatan secara lembut dan injakan pedal gas tidak terlalu dalam, mesin akan mudah mencapai efisiensi gas bakar yang ideal. Karena dengan aliran udara cukup tinggi dan pada RPM tertentu (sekitar 4000-5000 RPM) akan menghasilkan campuran ideal bagi proses pembakaran mobil anda.

Selain itu jaga jarak aman berkendara Anda. Jangan menempel atau membuntuti terlalu dekat mobil di depan anda. Karena akan menyebabkan anda sering mengerem dan menekan gas untuk menjaga jarak aman mobil. Usahakan berilah jarak sekitar 100 meter dengan tetap berjalan sama dengan kecepatan mobil di depan anda. Ini akan memberikan ruang aman bagi mobil anda untuk bermanuver jika ada sesuatu yang tak terduga, dan anda tidak perlu mengerem secara tiba-tiba saat lampu rem mobil di depan anda menyala.

Jika Anda sibuk dan tidak memiliki waktu senggang untuk servis berkala ke bengkel, maka bengkel mobil “Zaini Auto Motor” selalu siap membantu perawatan dan perbaikan mobil Anda agar selalu selalu prima dalam segala kondisi, irit bahan bakar dan selalu nyaman dikendarai guna menunjang segala aktivitas Anda setiap hari. Nikmati pula segala kemudahan layanan bengkel mobil “Zaini Auto Motor” melalui aplikasi Bengkel Mobil Pro. Selamat mencoba!

Cara Menghitung Konsumsi BBM

Ingin Tahu Seberapa Irit Mobil Anda? Begini Cara menghitungnya

Bahan bakar merupakan salah satu kebutuhan primer sebuah mobil agar dapat berjalan normal. Harga bahan bakar cenderung mengikuti harga minyak dunia (crude oil price). Sedangkan harga minyak dunia cenderung mudah naik setiap saat yang dipengaruhi beberapa situasi dunia. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada harga bahan bakar untuk konsumsi mobil Anda. Para pengemudi harus tahu berapa banyak bahan bakar yang dibutuhkan untuk mobil mereka dalam jangka waktu atau jarak tertentu.

Konsumsi bahan bakar untuk mobil cenderung berubah-ubah berdasarkan kondisi pemakaian mobil Anda, misalnya kondisi jalan, Kondisi lalu lintas, tekanan ban, dan lain sebagainya. Setiap pemilik mobil, pasti ingin tahu sebenarnya berapa banyak konsumsi bahan bakar dari mobil yang dimilikinya. Setelah diketahui angka konsumsi BBM-nya, baru bisa dikatakan apakah mobil tersebut masuk dalam kategori mobil irit atau mobil boros.

Untuk mengetahui seberapa banyak konsumsi bahan bakar mobil Anda sebenarnya sangat mudah. Namun, banyak yang belum tahu bagaimana sejatinya cara mudah mengetahui konsumsi Bahan bakar (BBM) pada mobil. Banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya seperti metode MID, Metode penuh ke penuh (full to full), dan lainnya. Artikel berikut ini coba mengulas cara menghitung konsumsi bahan bakar sebuah mobil secara mudah.

Ketahuilah bahwa persamaan untuk menghitung konsumsi bahan bakar adalah “Jarak tempuh dibagi dengan Jumlah bahan bakar yang digunakan“. Konsumsi bahan bakar mobil adalah ukuran kilometer yang ditempuh per liter BBM. Jika Anda tahu jarak yang Anda tempuh dan berapa volume bahan bakar yang diisikan di dalam tangki BBM, maka Anda tinggal membagi jarak tempuh dengan volume BBM untuk mendapatkan “kilometer per liter“.

Mobil-mobil model terbaru biasanya dilengkapi dengan sejenis odometer yang kapan pun bisa direset ulang ke angka 0 yang disebut trip meter. Odometer ini biasanya terletak di dasboard, di dekat speedometer atau di bagian tengah. Di dekat odometer ini biasanya akan ada sebuah tombol yang bisa Anda pencet dan tahan, untuk mereset ulang hitungan ke angka 0. Jika tombol ini ditekan dan ditahan, maka seketika trip meter mobil Anda akan menampilkan angka “0 kilometer”.

Jika mobil Anda tidak dilengkapi trip meter, Anda bisa mencatat manual jumlah kilometer pada odometer mobil Anda sebagai “Jarak tempuh Awal dan jarak tempuh akhir”.

Cara Pertama, Metode Empty Fuel Tank

Lakukan pengosongan tangki bahan bakar, kemudian diisi dengan 1 liter BBM saja. Tujuannya untuk mengetahui sampai sejauh berapa kilometer mobil bisa melaju dengan hanya 1 liter bahan bakar saja. Langkah pertama, bukalah baut tap (drain plug) di bawah tangki bahan bakar. Biasanya di dalam tangki BBM yang letaknya persis di bawah pompa bahan bakar (fuel pump), ada sebuah cekungan di dasar tangki yang masih menampung bahan bakar sekitar 5-6 liter. Pastikan tangki benar-benar kosong.

Barulah kemudian mobil diisi dua liter bensin menggunakan gelas ukur. Jika hanya diisi satu liter, biasanya mobil belum bisa menyala, karena aliran bahan bakar belum mencukupi untuk dapat dipompa oleh fuel pump hingga sampai ke mesin.

Selanjutnya, mobil dikendarai sampai akhirnya berhenti total. Setelah mogok, isikan lagi satu liter BBM ke tangki bahan bakar. Dan pada saat ini barulah dicatat, berapa angka odometer awal. Misalnya, angka pada odometer tertera 5.000 km, dan diberi simbol S1.

Langkah selanjutnya, mobil dikendarai lagi hingga benar-benar berhenti sendirinya. Dan catat angka odometer saat mobil terakhir berhenti ini. Misalnya, angka pada odometer tertera 5.012 km, dan diberi simbol S1. Hitung berapa jarak tempuh dengan 1 liter BBM yang diisikan terakhir. Rumusnya adalah (S1 – S2), maka didapat hasil 5.012 – 5.000 km = 12 km/liter. Yang sering dinyatakan dengan perbandingan (rasio) 1 : 12.

Cara kedua, Metode MID (Multi Information Display)

Pada kebanyakan mobil modern biasanya sudah dilengkapi dengan layar MID (Multi Information Display) di dashboard yang menampilkan berbagai informasi kendaraan, mulai dari konsumsi BBM, jarak perjalanan (tripmeter), jarak tempuh kendaraan dari awal (odometer), kapasitas bahan bakar, perkiraan jarak tempuh kendaraan hingga BBM habis, dan lain sebagainya.

Metode cara menghitung konsumsi bahan bakarnya kemungkinan besar dengan menggunakan sensor kapasitas volume bahan bakar dibagi dengan jarak yang sudah ditempuh (tripmeter).

Cara ketiga, Metode Penuh ke Penuh (full to full).

Waktu terbaik untuk menghitung yang tepat adalah setelah Anda melakukan pengisian bahan bakar hingga penuh (full tank), kemudian catat odometer (penunjuk jarak tempuh) menunjuk pada angka berapa kilometer. Misalnya, angka pada odometer tertera 4.000 km, dan diberi simbol S1.

Langkah selanjutnya gunakan mobil Anda untuk beraktivitas seperti biasa sehari-hari. Kemudian isi kembali bahan bakar mobil Anda hingga penuh (full tank). Catat berapa kilometer di odometer mobil (penunjuk jarak tempuh) setelah diisi bahan bakar secara penuh yang kedua ini. Misalnya, tertera 4.450 dan beri lambang S2. Jangan lupa, catat pula berapa liter bahan bakar yang diisikan di tangki mobil. Misalnya saja 30 liter dan beri lambang F.

Jika Anda bingung maka, berikut rumus untuk menghitung jumlah komsumsi bahan bakar:

S1 = 4.000KM (Kilometer Awal)
S2 = 4.450KM (Kilometer Akhir)
F = 30 Liter

Rumusnya adalah :

(S2 – S1) / F = Hasil (KM/Liter)
(4450 – 4000) / 30 = 15 KM/Liter

Sehingga dari hasil persamaan perhitungan konsumsi bahan bakar diatas, kita bisa mengetahui bahwa komsumsi BBM mobil Anda untuk 30 liter mampu menempuh jarak tempuh 450km.

Jadi rata-rata komsumsi BBM kendaraan Anda sehari-hari adalah dengan 1 liter BBM mampu menempuh jarak 15 km, atau sering dikatakan dengan perbandingan (rasio) 1 : 15. Untuk konsumsi bahan bakar dengan rasio 1:15 tersebut bisa dibilang cukup irit untuk pemakaian sehari-hari.

Menurut hasil pengujian dari bengkel mobil “Zaini Auto Motor” dan beberapa pengguna mobil, dari ketiga metode penghitungan konsumsi BBM diatas, metode full to full dan Empty Fuel Tank lebih akurat dibandingkan dengan melihat info dari MID (Multi Information Display).

Tetapi kembali lagi, irit tidaknya mobil Anda tergantung pada kondisi jalan, Kondisi lalu lintas, tekanan ban, kondisi kesehatan mobil, dan siapa yang berada di balik kemudi mobil.

Bengkel mobil “Zaini Auto Motor” selalu siap membantu perawatan dan perbaikan mobil Anda agar selalu irit BBM, selalu prima dalam segala kondisi dan selalu nyaman dikendarai guna menunjang segala aktivitas Anda setiap hari. Nikmati segala kemudahan layanan bengkel mobil “Zaini Auto Motor” melalui aplikasi Bengkel Mobil Pro. Selamat mencoba!

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi