Tag: Automatic Transmission

Solusi Jitu Mobil Transmisi Matic Mogok

Ingin Mobil Matic Anda Awet? Begini Pemakaian Yang Benar

Pengguna mobil dengan transmisi otomatis sekarang ini semakin meningkat. Hal ini salah satunya didasari oleh kondisi lalu lintas di kota besar, seperti Jakarta, Surabaya dan kota lainnya yang setiap hari selalu dipenuhi dengan kepadatan kendaraan yang sangat luar biasa.

Ada berbagai alasan masyarakat memilih mobil dengan transmisi matic. Karena dengan menggunakan mobil bertransmisi otomatis, pengemudi akan lebih mendapatkan kemudahan dan keefektifan dalam berkendara ketika di kemacetan lalu lintas, dibandingkan menggunakan mobil bertransmisi manual.

Namun begitu, tak banyak yang tahu bagaimana menggunakan transmisi yang baik dan benar. Maka pemilik mobil matik perlu tahu cara pakai transmisi otomatis yang benar. Berikut ini ulasan beberapa tips untuk mengoptimalkan mobil bertransmisi otomatis secara benar :

1. Saat Lalu Lintas Macet atau Berhenti di Traffic Light

Salah satu yang kerap dilakukan para pengemudi mobil bertransmisi otomatis adalah menempatkan tuas transmisi ke posisi D (Drive) saat mobil terkena macet. Ternyata cara tersebut kurang tepat, karena memposisikan tuas transmisi matic D saat macet akan membuat transmisi lebih cepat bermasalah dan memperpendek usia transmisi matic.

“Ketika kondisi jalan macet jangan membiarkan posisi tuas transmisi tetap di posisi D (Drive) dengan disertai menginjak pedal rem, karena transmisi akan tetap bekerja dan oli pelumas akan terus tersirkulasi. Serta jika juga disertai dengan terus menginjak rem, hal tersebut akan membuat kanvas rem terus menerus bekerja, sehingga usia pakainya menjadi lebih pendek. Jika mobil hanya berhenti sebentar antara 10-15 detik tetapi tidak terus – menerus stop and go, tidak perlu menggeser tuas dari posisi D (Drive) ke N (Netral) cukup menginjak pedal rem saja,” ungkap Tri Ary Yanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Oleh karena, setiap mengendarai mobil matic saat kondisi lalu lintas macet atau ketika berhenti menunggu lampu merah sebaiknya tuas transmisi selalu ditempatkan pada posisi N (Netral). Jika sudah diposisi netral maka tergantung kondisi jalan, kalau mobil berhenti di jalan yang landai tidak perlu menginjak pedal rem. Tetapi akan lebih aman jika menggunakan rem tangan saat berhenti terlalu lama.

2. Saat Macet, Tuas Transmisi Diperbolehkan Pada Posisi P (Parking)

Lantas ada pertanyaan lain yang menyatakan bagaimana jika saat lalu – lintas macet tuas transmisi ditempatkan pada posisi P (parking)?

Menurut Tri Ary Yanto, “hal tersebut diperbolehkan tetapi kondisi mobil harus benar-benar berhenti. Jangan sampai saat kondisi mobil bergerak tuas transmisi langsung dipindah ke posisi P (Parking). Karena langkah tersebut bisa menyebabkan beberapa crash pada komponen gear transmisi, yang tentunya bisa mengakibatkan masalah sehingga mengurangi umur transmisi itu sendiri. Jadi tuas transmisi diperbolehkan pada posisi P asalkan mobil telah berhenti. Ketika mobil telah benar-benar berhenti barulah kemudian dipindah ke posisi P, ditambah dengan rem tangan akan lebih aman lagi,” tutupnya.

3. Manfaatkan Fitur O/D (Overdrive)

Selain itu, saat mobil melintas dan terjebak macet di jalan yang miring (tanjakan) atau turunan, masih banyak pengendara yang belum dapat mengoptimalkan tenaga dari mobil bertransmisi otomatis. Overdrive (O/D) merupakan fitur yang biasa disematkan pada mobil berjenis transmisi otomatis, khususnya mobil pabrikan asal Jepang. Fitur O/D (Over drive) sebaiknya dimanfaatkan ketika mesin membutuhkan putaran dan tenaga yang lebih tinggi, khususnya pada saat mobil menanjak dan ketika berakselerasi mendahului mobil lainnya.

Pengoperasian Overdrive (O/D) memiliki cara berbeda di setiap kendaraan. Tombol fitur O/D (overdrive) biasanya berada di sekitar tuas transmisi. misalnya, pada mobil merk Toyota, fitur overdrive (O/D) biasanya dihadirkan melalui tombol pada bagian bawah pengunci perseneling (Shift lock). Untuk mengaktifkannya, hanya menekan tombol tersebut lalu mesin menyesuaikan hingga putaran tinggi.

Sebenernya fungsi Overdrive (O/D) sangat mirip kerjanya dengan posisi Gigi 5 pada transmisi manual, yang membuat putaran pada transmisi lebih cepat daripada putaran pada mesin. Dengan mengaktifkan fitur overdrive transmisi, maka mobil anda tentunya akan melaju dengan menggunakan gigi kecapatan tertinggi. Saat overdrive aktif maka transmisi akan memindah gigi bila telah mencapai kecepatan tertentu, biasanya pada kecepatan antara 50­ – 60 km/jam, tergantung juga pada berat muatan yang diangkut mobil tersebut.

Ketika melaju dengan kecepatan konstan di jalan Tol bebas hambatan, maka sebaiknya Anda mengaktifkan tombol O/D (overdrive) ini. Dengan mengaktifkan tombol Overdrive (O/D) memungkinkan penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien saat melaju dengan kecepatan konstan. Hal itu karena putaran mesin menjadi lebih rendah dari putaran output transmisi pada gigi kecepatan tinggi.

Dalam kondisi normal ketika mesin dihidupkan, maka fitur Overdrive (O/D) secara ‘default’ dalam keadaan aktif. Namun, ketika Anda menginginkan mobil lebih bertenaga pada saat melalui jalan menanjak, membutuhkan engine brake di jalanan menurun, dan saat mobil Anda ingin mendahului kendaran di depan secara cepat, maka fitur O/D (overdrive) sementara bisa dinonaktifkan. Untuk mengetahui apakah fitur O/D (overdrive) sedang aktif atau tida, pada umumnya terdapat lampu indikator di dashboard mobil yang menunjukkan ”O/D Off atau O/D On“.

4. Atur Tuas Transmisi di Posisi Rendah

Transmisi otomatis tentunya juga memiliki beberapa posisi kecepatan yang dapat diatur berdasarkan kebutuhan berkendara saat melintasi berbagai medan jalan. Kondisi permukaan jalan yang sering kali tidak dapat diprediksi oleh pengemudi, mengharuskan mobil bertransmisi otomatis juga dilengkapi dengan pilihan kecepatan terendah atau dikenal posisi 1 atau L (low).

Pada posisi kecepatan 1 atau L (low), maka kecepatan putaran transmisi diatur untuk menghasilkan torsi / tenaga yang lebih maksimal sesuai kebutuhan mobil saat melintasi jalan tertentu. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pastikan tidak dalam kecepatan tinggi ketika melakukan perpindahan ke gigi rendah, karena putaran mesin terlalu tinggi saat perpindahan gigi dapat menyebabkan kerusakan komponen di dalam gearbox.

Untuk kondisi jalan yang menurun, posisi 1 atau L (low) ini akan membantu pengereman putaran mesin melalui engine brake. “Mobil bertansmisi matic cenderung tanpa engine brake, untuk memberikan efek engine brake Anda bisa menggunakan gigi kecepatan yang rendah. Jadi ketika melewati jalan menurun dengan posisi tuas transmisi 1 atau L (low) tidak akan menyebabkan masalah pada transmisi, selama selalu dibantu dengan pengereman,” ujar Tri Ari Yanto di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Sementara untuk kondisi jalan yang menanjak atau landai, sebaiknya pengemudi memindahkan tuas transmisi pada posisi kecepatan 2 atau S (Second). Karena pada posisi ini, transmisi matic dapat menghasilkan kombinasi yang tepat antara kecepatan dan torsi mobil untuk melakukan penanjakkan.

Itulah beberapa tips dan ulasan untuk mengoptimalkan mobil matic secara benar agar transmisi otomatis terhindar dari kesalahan pemakaian sehingga memperpendek usia pakai transmisi itu sendiri.

Jika mobil matic Anda mengalami masalah atau gangguan di tengah perjalanan, hindari mendorong mobil terlalu jauh dan cukup pinggirkan di bahu jalan yang aman. Langkah selanjutnya hubungi bengkel mobil terdekat misalnya bengkel mobil toyota terdekat, bengkel mobil honda terdekat, dan bengkel mobil profesional terdekat. Atau Anda bisa juga menggunakan jasa bengkel mobil panggilan terdekat. Perlu diketahui “Bengkel mobil Pro” adalah salah satu aplikasi smartphone yang sangat membantu ketika mobil Anda mengalami masalah di jalan. Aplikasi “Bengkel mobil Pro” ini memudahkan kita memperoleh jasa perbaikan dan perawatan secara cepat dan mudah saat mobil kita mengalami masalah dimanapun tempatnya.

Solusi Jitu Mobil Transmisi Matic Mogok

Mobil Matic Anda Mogok? Jangan Di Dorong Sembarangan, Begini Aturannya!

Dewasa ini mobil dengan transmisi matic lebih populer dibandingkan mobil bertransmisi manual, selain itu juga lebih banyak dijumpai di dealer resmi ATPM. Tidak hanya kaum hawa yang menyukai mobil bertransmisi otomatis (automatic transmission), para lelaki pun kini banyak juga yang menyukai mobil dengan transmisi matic ini.

Berbagai alasan mengapa mobil bertransmisi matic sekarang ini trennya lebih disukai, salah satunya adalah kemudahan dan kenyamanannya. Selain itu bagi pemula, mengemudikan mobil bertansmisi manual lebih merepotkan, karena harus bisa mengimbangi injakan kopling dan gas agar mesin tidak mudah mati saat berhenti atau hendak jalan lagi. Jika diterapkan pada kondisi lalu lintas macet yang mengharuskan mobil stop and go, tentu sangat merepotkan.

“Pengguna kendaraan sekarang makin banyak, sehingga kemacetan di jalan tidak dapat dihindari lagi. Menyetir mobil saat lalu lintas macet itu efeknya sampai di rumah badan selalu pegal-pegal dan minta di pijat. Apalagi mengalami kemacetan tiap hari, jadi zaman sekarang mengemudi mobil harus nyaman, simpel dan mudah digunakan. Maka mobil dengan transmisi otomatis adalah solusinya,” jelas Tri Ari Yanto saat ditemui di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Kerusakan mobil sudah pasti menjadi hal yang tidak diinginkan oleh setiap pemilik mobil. Terlebihnya lagi jika mobil yang sedang dikendarainya sampai bisa mogok, tentunya akan merepotkan bagi pengendara mobil. Meskipun mobil bertransmisi otomatis sekarang menjadi favorit, namun dikalangan masyarakat ternyata banyak beredar kabar yang menyebutkan jika mobil bertransmisi otomatis yang tanpa pedal kopling tersebut, akan menyulitkan ketika didorong jika mobil tiba-tiba mogok atau mesin mati.

Menanggapi hal tersebut Tri Ari Yanto selaku General Service Advisor Bengkel Zaini Auto Motor mengatakan, “jika mobil bertransmisi otomatis terjadi mesin mati atau mogok, maka keputusan untuk mendorong atau tidak itu tergantung kondisi. Untuk itu Anda perlu berhati-hati karena mobil bertransmisi otomatis tidak boleh sembarangan didorong. Ada aturan dan cara mendorong mobil bertransmisi matik yang baik dan benar.”

Salah satu alasan masyarakat malas menggunakan mobil bertransmisi otomatis, selain susah ketika mobil mogok di jalan, ada juga aturan yang khusus untuk mendorong mobil matic, yang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Hal ini yang menjadikan beberapa pengguna mobil matic kapok dan akhirnya lebih memilih mobil dengan transmisi manual.

Saat mobil bertransmisi otomatis mogok, tata cara mendorongnya tidak sama dengan mobil yang bertransmisi manual karena pada dasarnya mendorong mobil dengan transmisi otomatis itu perlu aturan khusus dan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Beberapa aturan tersebut antara lain adalah:

1. Jarak Cukup Dekat

Hanya diperbolehkan untuk didorong dengan jarak cukup dekat atau dipindahkan ke bahu jalan. Hal ini berguna untuk mencegah kerusakan pada gearbox transmisi matic karena tidak adanya pelumasan saat penggerak roda berputar terlalu lama ketika didorong atau ditarik dengan mobil lain.

“Jika memang mendorongnya berjarak cukup dekat atau hanya sekedar memindahkan mobil ke bahu jalan tentu diperbolehkan, cukup menggunakan transmisi pada posisi N (Netral) saat mendorong atau memindahkannya. Tetapi berbeda hal jika hendak didorong atau ditarik menggunakan mobil lainnya dengan jarak yang cukup jauh, atau jika menggunakan towing maka usahakan ban yang berfungsi sebagai penggerak jangan sampai ikut berputar.” sambung Tri Ari Yanto di sela-sela keramaian Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

2. Atur Posisi Netral Transmisi Matic

Mendorong atau memindahkan mobil bertransmisi otomatis hanya diperbolehkan saat transmisi diposisi N (netral). Ketika posisi tuas transmisi tidak netral akan menyebabkan gesekan yang sangat besar pada gear transmisi dan bisa menyebabkan kerusakan pada gear penggerak transmisi matic mobil tersebut.

3. Beritahukan Ke Bengkel Jika Mobil Pernah Di Dorong

Ketika mobil matic Anda telah didorong, maka segera laporkan hal tersebut kepada bengkel mobil yang akan menangani mobil anda agar mobil tersebut segera mendapat perawatan dan perbaikan yang tepat. Beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika menderek atau mendorong mobil matic, antara lain:

  • Diperbolehkan mendorong mobil untuk jarak kurang dari 500 meter.
  • Diperbolehkan menderek mobil matic untuk jarak kurang dari 15 kilometer.
  • Saat mendorong atau menderek mobil, pastikan tuas transmisi selalu pada posisi netral (N).

Mendorong mobil matic yang mengalami masalah atau mogok tidak disarankan dalam jarak terlalu jauh, karena dapat menimbulkan resiko kerusakan pada komponen transmisi mobil matic, misalnya gear planet (Planetary Gear) dan kopling hidrolis (automatic hydraulic clutch / Converter Torque). Kedua komponen transmisi otomatis tersebut dapat mengalami keausan, karena ketika mobil matic didorong atau diderek maka roda yang menyentuh tanah akan terus berputar.

Saat roda berputar, dikarenakan roda penggerak terhubung langsung dengan transmisi, maka secara otomatis komponen transmisi pun ikut berputar. Tetapi komponen transmisi yang berputar tersebut tidak akan mendapat pelumasan yang cukup, karena pompa oli hidrolik (hydraulic oil pump) baru akan bekerja menyemburkan oli ke dalam transmisi ketika mesin mobil dalam keadaan hidup. Komponen gear yang berupa logam akan saling beradu tanpa adanya pelumasan oli yang baik akan menyebabkan terjadinya keausan, kerusakan, dan gigi gear patah.

Namun tentunya mendorong mobil matic tidak sepenuhnya dilarang. Mobil matic yang mengalami mogok pada posisi yang kurang tepat, biasanya dipindahkan dengan cara didorong ke bahu jalan terdekat. Jika mobil matic terpaksa harus dipindahkan dengan jarak cukup jauh, sebaiknya menggunakan derek gendong (towing).

“Jika mobil matic yang mogok harus diderek jarak jauh, sebaiknya roda penggerak yang terhubung ke transmisi otomatis tidak boleh menyentuh tanah, atau akan lebih baik lagi mengunakan jasa mobil derek towing (derek gendong),” pungkas Tri Ari Yanto.

Untuk opsi penggunakan mobil derek biasa yang bukan towing, perhatikan posisi roda penggerak mobil Anda dan pilihlah roda yang bukan berperan sebagai penggeraknya. Untuk mobil matic yang berpenggerak roda depan, maka yang harus diangkat dan tidak boleh berputar menyentuh tanah adalah roda depan. Bila ketika mogok kebetulan mobil matic Anda berpenggerak roda belakang, maka yang harus diangkat adalah bagian roda belakangnya.

Untuk mobil matic jenis sedan keluaran pabrikan Jepang, pada umumnya menggunakan penggerak roda depan. Namun, untuk mobil yang memiliki gardan (Differential), seperti mobil jenis MPV (Multi Purpose Vehicle), SUV (Sport Utility Vehicle), biasanya menggunakan penggerak roda belakang.

“Jika mobil penggerak roda depan, maka yang diangkat adalah bagian depannya. Jadi yang nempel ke tanah adalah roda belakang, bukan roda depan yang terhubung dengan transmisi matic. Begitu juga untuk mobil penggerak roda belakang yang memiliki gardan (differential), maka yang diangkat adalah bagian roda belakang. Tetapi lebih aman sebaiknya menggunakan mobil derek gendong (towing). Memang jasa derek towing lebih mahal, namun akan lebih beresiko dan berbiaya lebih mahal yang menguras isi kantong jika transmisi matic mobil Anda mengalami kerusakan dengan derek yang tidak tepat,” Ujar Tri Ari Yanto di Bengkel Zaini Auto Motor.

Selain solusi diatas, ketika mobil matic Anda mengalami masalah kerusakan atau mogok di jalan, segeralah menghubungi bengkel mobil terdekat atau bengkel mobil panggilan terdekat. Hal ini tentu lebih mudah dan tidak merepotkan. Bengkel mobil Zaini Auto Motor memiliki layanan berupa bengkel panggilan online, jadi ketika mobil matic anda bermasalah dimanapun tempatnya maka anda bisa dengan mudah menghubungi Bengkel mobil Zaini Auto Motor. Jika Anda sudah menginstal aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda, maka anda tidak perlu panik dan khawatir lagi ketika mengalami masalah kerusakan mobil. Mekanik profesional akan mendatangi Anda dimanapun anda membutuhkannya.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi