Tag: Automatic Transmission Fluid

Warna Asap Knalpot Untuk Deteksi Kerusakan Mobil

Warna Asap Knalpot Ternyata Bisa Untuk Mendeteksi Kerusakan Mobil

Mobil merupakan salah satu sarana yang dapat menunjang produktivitas kita. Tetapi masih banyak orang yang seringkali melalaikan kondisi mesin mobilnya, terutama ketika kondisi mobilnya belum bermasalah. Padahal sebelum mengalami masalah atau kerusakan, biasanya mobil akan memberikan tanda atau sinyal kepada pemiliknya melalui banyak cara. Namun, belum banyak yang tahu tanda-tanda yang sering diberikan mobil. Contohnya, melalui warna asap knalpot ternyata bisa dideteksi dan diketahui apa yang sebenarnya terjadi pada mobil Anda. Beda warna asap yang keluar dari knalpot, maka beda pula kerusakan yang terjadi.

Setiap pemilik mobil tentu wajib tahu makna warna asap yang keluar dari knalpot mobilnya. Agar masalah yang ditimbukan dari masing-masing warna asap knalpot dapat ditangani lebih cepat sebelum kondisinya semakin parah. Maka untuk mengetahui jenis warna asap dan kerusakan apa yang sedang terjadi pada mobil Anda, sebaiknya simak penjelasan berikut ini.

1. Warna Asap Knalpot Putih

Sebuah mobil yang kondisinya baik-baik saja umumnya tidak akan mengeluarkan asap berwarna. Sebaliknya, jika ada mobil yang mengeluarkan asap berwarna putih pekat itu berarti ada masalah dengan mobil tersebut. Ada dua indikasi yang bisa diketahui saat knalpot mengeluarkan asap berwarna putih, namun hal tersebut harus dibedakan dari ketebalan asap buangannya.

Penyebab Asap Knalpot Avanza Velos Berwarna Putih Pekat
Asap Knalpot Mobil Berwarna Putih

Agus Zainal, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor menuturkan, “Bila asap putih yang keluar tampak tipis, itu berarti ada masalah kondensasi atau pengembunan yang biasa terjadi pada saluran pembuangan (exhaust manifold) dan knalpot. Namun, tidak perlu terlalu khawatir karena masalah tersebut bukanlah hal yang terlalu serius. Apalagi jika asap putih tersebut hanya keluar beberapa saat dan cepat menghilang ketika pertama kali mobil dihidupkan di pagi hari.”

Akan berbeda halnya bila asap putih yang keluar dari knalpot mobil cukup tebal dan pekat. Hal ini biasanya menandakan ada masalah pada sistem pembakaran dari mesin mobil tersebut. Penyebabnya sendiri sering disebabkan oleh masuknya oli pelumas mesin ke dalam ruang pembakaran mesin.

Jika tidak segera diatasi maka akan banyak oli mesin yang ikut terbakar, lantaran ada kebocoran pada ring piston dan seal katup/klep (engine valve). Apabila terus dibiarkan, maka mobil bisa mengalami kehabisan oli mesin. Berkurangnya oli akan menyebabkan pelumasan tidak sempurna pada komponen mesin yang saling bergesekan. Yang paling fatal, jika asap knalpot berwarna putih pekat atau “ngebul” tebal, kemungkinan besar mesin mobil perlu dilakukan engine overhaul (turun mesin) yang bisa menghabiskan biaya cukup mahal.

2. Asap Knalpot Berwarna Hitam

Selain warna asap knalpot putih, umum sekali ditemukan mobil yang mengeluarkan asap knalpot berwarna hitam. Bila knalpot mobil (selain mobil diesel) mengeluarkan asap berwarna hitam, bisa jadi mobil tersebut mengalami masalah pada sistem pembakaran. Dimana bahan bakar yang tersirkulasi dibakar secara berlebihan dan terlalu banyak dibandingkan kondisi normal, serta tidak terbakar sempurna. Alhasil, efek yang ditimbulkan adalah konsumsi bahan bakar jadi boros dan asap knalpot yang keluar pun menjadi hitam pekat.

Penyebab Mobil mengeluarkan Asap Knalpot Berwarna Hitam
Asap Knalpot Mobil Berwarna Hitam

Hal tersebut dapat terjadi karena nyala api busi yang kecil, kebocoran kompresi, karburator bermasalah, kerusakan sensor, injektor bermasalah dan filter udara kotor. Maka untuk perbaikan masalah ini, perlu dilakukan service pada komponen busi, karburator, injektor bahan bakar, filter udara, fuel pressure regulator, engine sensor, fuel injection sensor, dan komponen lainnya. Asap knalpot berwarna hitam biasanya mudah diperbaiki, dan sebagai langkah awal perbaikan perlu dilakukan tune-up pada mobil. Namun untuk memastikan masalah yang sebenarnya terjadi, sebaiknya secepatnya bawa mobil Anda ke bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi. Dengan tujuan untuk dilakukan pemeriksaan yang mendetail dan menyeluruh.

3. Warna Asap Knalpot Abu-Abu

Umumnya, bila kondisi sebuah mobil baik-baik saja, knalpot mobil tidak akan mengeluarkan asap yang berwarna. Sebaliknya, jika sebuah mobil mengeluarkan asap knalpot berwarna abu-abu itu menandakan ada yang salah dengan mobil tersebut. Jika warna asap yang keluar dari knalpot berwarna abu-abu, bisa menandakan katup Positive Crankcase Ventilation (PCV) macet.

“Pada umumnya, asap knalpot yang berwarna abu-abu menandakan adanya kerusakan pada komponen katup PCV (Positive Crankcase Ventilation). Fungsi katup PCV (PCV valve) adalah untuk mengontrol jumlah uap dan gas dari ruang mesin yang masuk ke intake manifold. Katup PCV (PCV valve) tersebut bisa jadi mengalami macet, sehingga uap dan gas dari ruang mesin (crankcase) yang masuk ke intake manifold tidak dapat dikontrol.” jelas Agus Zainal di bengkel Zaini Auto Motor beberapa waktu lalu.

Penyebab Asap Knalpot Honda Mobilio Berwarna Abu-abu
Asap Knalpot Mobil Berwarna Abu-abu

Gas sisa hasil pembakaran apabila keluar ke udara bebas dapat menimbulkan polusi udara, tentu hal ini tidak dikehendaki. Selain itu gas sisa hasil pembakaran dapat dimanfaatkan lagi untuk membantu proses pembakaran selanjutnya pada mesin sehingga menghindari pemborosan bahan bakar. Sistem PCV bekerja berdasarkan kevakuman pada manifold, sehingga uap dan gas di dalam crankcase dapat tertarik menuju ke saluran hisap ruang bakar (intake manifold).

“Sementara itu, asap knalpot berwarna abu-abu pada mobil matic mengindisikan adanya masalah pada oli transmisi (automatic transmission fluid). Bisa jadi jumlah oli di dalam transmisi berlebihan atau mengalami kebocoran, sehingga oli (transmission fluid) terisap hingga ke dalam mesin, dan ikut terbakar. Tidak hanya itu kinerja turbo yang buruk juga disinyalir menjadi pangkal persoalan munculnya asap berwarna abu-abu.” ujar Agus Zaenal ketika memberikan penjelasan di bengkel Zaini Auto Motor.

Untuk mencegah terjadinya kerusakan pada katup PCV, sebaiknya mengganti oli secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan mobil Anda. Hal ini akan mencegah adanya endapan lumpur di tempat penampung oli (oil carter) yang bisa merusak komponen PCV valve.

4. Asap Knalpot Berwarna Kebiruan

Disamping mengeluarkan asap berwarna putih, hitam dan abu-abu, ternyata knalpot mobil ada pula yang mengeluarkan asap pekat berwarna kebiruan. Apabila hal ini terjadi, ternyata merupakan gejala adanya oli yang ikut terbakar bersama dengan BBM di dalam ruang bakar mesin. Masalah ini umum terjadi pada mobil yang sudah lama atau cukup berumur. Yang disebabkan oleh usia pakai komponen mesin, jarak yang ditempuh mobil dan riwayat pemakaian yang kurang baik.

Penyebab Asap Knalpot Mitsubishi Xpander Berwarna Biru
Asap Knalpot Mobil Berwarna Kebiruan

Pada mobil baru pun tidak menutup kemungkinan terjadi hal yang sama, jika tidak diservis secara berkala dan rutin. Kebiasaan mengemudi yang kurang baik seperti terbiasa mengemudi dengan kecepatan rpm tinggi, juga dapat mempercepat kerusakan/keausan pada komponen mesin yang bergesekan.

“Knalpot berwarna kebiruan seringkali disebabkan karena keausan pada ring piston dan seal katup (engine valve seal) sehingga oli jadi bocor. Selain itu juga karena terjadinya blown gasket pada gasket antara blok mesin dengan silinder head. Sementara untuk mobil yang dilengkapi dengan mesin turbo, asap berwarna kebiruan bisa jadi pertanda bahwa blower turbo harus segera diganti.” jelas Agus Zainal mengakhiri saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Jika masalah ini terjadi, secara teratur periksalah volume oli mesin dan tambahkan bila berkurang. Dan segera ganti oli jika oli sudah tidak layak pakai, seperti sudah menghitam dan encer. Selama volume oli mesin sesuai dengan batas yang direkomendasikan, maka mobil masih dapat digunakan sehari-hari. Namun, hal ini bukanlah solusi jangka panjang, karena volume oli mesin yang sering berkurang merupakan masalah yang cukup serius. Sebaiknya segera ditangani di bengkel mobil terdekat atau bengkel resmi, sebelum biaya perbaikannya semakin membengkak dan mahal.

Seperti yang sudah kita bahas, warna asap knalpot yang tidak normal seperti di atas, merupakan indikasi adanya kerusakan pada beberapa komponen mesin. Bila warna asap knalpot mobil Anda mulai mencurigakan, ada baiknya segera hubungi mekanik profesional dari bengkel Zaini Auto Motor. Percayakan sekecil apapun masalah mobil Anda kepada tenaga ahli dan mekanik bengkel Zaini Auto Motor, agar kerusakan segera bisa ditangani. Dan pada akhirnya Anda pun tidak akan mengalami kerugian yang lebih besar ke depannya.

Ganti Oli Transmisi Otomatis

Bahaya, Telat Ganti Oli Transmisi Matic Bisa Bikin Tekor Dan Ini Dampak Buruknya!

Perawatan dan pemeriksaan kondisi mobil sudah barang tentu wajib dilakukan secara berkala dan rutin. Khusus untuk mobil matic, hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik mobil adalah penggantian oli transmisi matic atau ATF (Automatic Transmission Fluid). Oli transmisi di mobil matic mempunyai interval waktu penggantian yang berbeda-beda sesuai rekomendasi pabrikan mobil, ada yang setiap 40.000 km, 60.000 km, hingga 100.000 km.

“Oli transmisi (Automatic Transmission Fluid) merupakan jantungnya mobil matic, karena transmisi otomatis bekerja dengan menggunakan bantuan tekanan oli yang diatur oleh valve body. Jadi perawatan atau penggantiannya harus benar-benar diperhatikan. Oli transmisi berfungsi sebagai pelumas bagi komponen di dalam transmisi mobil. Jika oli yang digunakan sudah mengalami penurunan kualitas dan kekentalannya pun berkurang, maka akan sangat berbahaya. Hal ini akan berakibat komponen di dalam transmisi tidak bisa dilumasi secara optimal,” kata Listiyono kepala bengkel Zaini Auto Motor.

Selain melumasi komponen di dalam transmisi itu sendiri, oli transmisi juga berfungsi, antara lain:

  • Untuk menjaga kestabilan temperatur dan mendinginkan komponen di dalam transmisi.
  • Membantu kinerja transmisi dan mempermudah perpindahan gigi secara lebih halus.
  • Meningkatkan daya tahan terhadap gesekan antar komponen di dalam transmisi sehingga transmisi lebih awet.
  • Sebagai lapisan perlindungan yang tahan terhadap temperatur tinggi, untuk melindungi komponen dari cairan oksidasi, serta meminimalisir pembentukan deposit (endapan kotoran) berbahaya.
  • Meningkatkan daya tahan terhadap gesekan, mengurangi keausan (korosi) untuk menjamin usia kerja transmisi yang awet.

Oli transmisi merupakan salah satu cairan yang paling sering diabaikan dalam hal perawatan. Kelupaan untuk mengganti oli transmisi dapat mengakibatkan beberapa masalah serius seperti selip, tuas transmisi keras dan sulit bergeser, atau kegagalan transmisi menyalurkan putaran mesin ke roda mobil. Cukup dengan mengikuti interval waktu perawatan dan penggantian yang direkomendasikan dapat membuat transmisi mobil Anda terhindar dari kerusakan yang biaya perbaikannya cukup mahal.

“Setiap pabrikan mobil menganjurakan penggantian oli transmisi dengan interval waktu yang berbeda-beda. Tetapi, kami tidak menganjurkan pemilik kendaraan untuk mengikuti anjuran dan petunjuk buku servis tersebut. Karena catatan anjuran pada buku servis itu berlaku untuk kondisi jalan dan pemakaian yang ideal, yakni kondisi jalan tanpa hambatan dan lalu-lintas tidak macet. Sebaiknya pemilik mobil matic di kota-kota besar yang sering terjebak macet mengganti oli transmisi setiap 20.000 km hingga 30.000 km sekali.” saran Listiyono ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Karena kondisi jalanan yang didominasi kemacetan membuat mobil mengalami kondisi stop and go. Hal ini membuat transmisi matic bekerja lebih berat dan keras, begitu juga oli transmisi otomatis. Temperatur mesin yang tinggi saat kemacetan juga bisa membuat kualitas pelumasan oli transmisi menurun. Belum lagi ditambah gesekan pelat kopling dan komponen di dalam transmisi yang makin sering saat macet atau stop and go, bisa membuat oli transmisi lebih cepat kotor.

Dampak Telat Ganti Oli Transmisi Matic

Seiring dengan waktu pemakaian mobil, kualitas oli transmisi makin lama akan terus menurun. Bila sudah begini, daya pelumasan oli pada komponen transmisi pun menjadi menurun. Pastinya juga membuat transmisi tidak dapat bekerja secara optimal. Kualitas oli yang menurun akan berpengaruh pada kekentalan (viskositas) dan daya pelumasan transmisi matic, akibatnya akan menyebabkan komponen di dalam transmisi cepat aus dan rusak.

Telat Ganti Oli Transmisi Matic
Ganti Oli Transmisi Matic

“Jika oli transmisi matic tidak kunjung diganti, kelupaan diganti, ataupun selalu telat menggantinya, maka oli akn semakin terkontaminasi kotoran dan akhirnya menimbulkan masalah pada transmisi. Penggantian oli transmisi secara rutin dapat meminimalisir timbulnya kerusakan pada komponen transmisi. Daripada menunggu rusak, mendingan dirawat secara rutin. Karena apabila terdapat kerusakan atau masalah pada transmisi matic, biasanya membutuhkan biaya perbaikan yang relatif mahal. Apalagi jika kerusakannya cukup parah dan perlu penggantian, dimana harga satu set box transmisi berkisar mulai dari Rp 3 juta hingga puluhan juta,” jelas Listiyono ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Berbeda dengan transmisi manual, dimana oli transmisi tidak secara langsung membantu proses pergantian gigi kecepatan. Pada transmisi otomatis (matic), oli transmisi bersifat hidrolis. Yaitu bila transmisi matic tidak memiliki cukup cairan pelumas, kualitas pelumasannya telah menurun, atau cairan oli tersebut telah terkontaminasi kotoran, dapat menyebabkan transmisi jadi selip, komponen di dalam transmisi lebih cepat aus, dan pada akhirnya gagal memindahkan tenaga mesin.

Transmisi slip merupakan masalah yang bisa saja terjadi akibat tidak digantinya oli transmisi matic. Hal ini dapat ditandai saat mobil melewati jalanan menanjak. Apabila pengemudi mobil matic mendapati putaran mesin yang telah tinggi, tetapi tidak selaras dengan pertambahan kecepatan mobil, maka transmisi tersebut dipastikan mengalami slip. Dan bila slip pada transmisi matic sudah berlebih, mobil pun akan sulit untuk menanjak. Tetapi jika transmisi masih normal, selip yang terjadi sangat minim dan tidak terasa.

Dampak lain dari telat mengganti oli transmisi adalah munculnya bunyi kasar dan terjadi hentakan pada saat pindah gigi kecepatan. Hal ini bisa dikarenakan torque converter yang sudah mengalami kerusakan. Selain itu, kotoran yang timbul di dalam transmisi dan terbawa oleh sirkulasi oli akan menyumbat saringan (oil filter) yang dapat menyebabkan sirkulasi oli transmisi tidak lancar.

Berbeda dengan komponen pada mesin mobil, komponen di dalam transmisi lebih rawan rusak apabila daya pelumasannya berkurang, atau banyak kotoran yang mengendap dan terkontaminasi pada oli transmisi. Jadi jika oli transmisi matic kualitasnya telah menurun sehingga terlalu encer atau terlalu kotor, daya lumasnya akan berkurang dan akan menyebabkan oli menjadi cepat panas. Dalam kondisi ini, dapat menyebabkan kampas kopling hidrolik dan kampas rem yang ada di transmisi tersebut cepat aus, bahkan bisa terbakar.

“Transmisi matic yang kurang terlumasi akan membuat komponen-komponen di dalamnya saling bergesekan. Sehingga akan menimbulkan suara mendengung dan bunyi kasar dari gesekan komponen logam di dalam transmisi. Jika dibiarkan, lama-kelamaan suara yang ditimbulkan pun akan semakin kasar dan keras. Maka dari itu, penggantian oli transmisi mobil matic jangan sampai telat, karena transmisi otomatis bekerja dengan menggunakan bantuan tekanan oli yang diatur oleh valve body,” ujar Listiyono di sela-sela aktifitas servis di bengkel Zaini Auto Motor.

Untuk memastikan transmisi otomatis selalu berfungsi normal, jangan lupa untuk selalu memeriksa kondisi oli transmisi. Pastikan volumenya cukup, tidak ada kebocoran, dan warnanya masih jernih transparan. Untuk memastikan kondisi transmisi matic secara mendetail, sebaiknya Anda memeriksakan mobil kesayangan Anda ke bengkel mobil terdekat, atau memanfaatkan jasa bengkel mobil panggilan di sekitar daerah tempat tinggal Anda.

Tidak ada salahnya untuk mencatat waktu penggantian oli transmisi. Jika pemilik mobil abai, maka bisa jadi ada kerusakan yang siap menanti kapan saja. Maka hal yang paling penting bagi Anda pemilik mobil bertransmisi otomatis adalah selalu melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala di bengkel mobil resmi atau bengkel mobil terdekat. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kondisi transmisi pun akan tetap terjaga dan mobil pun tak akan mengalami kendala selama digunakan.

Jika Anda sibuk dan tidak ada waktu untuk melakukan perawatan berkala mobil kesayangan Anda, maka Anda dapat memanfaatkan layanan “bengkel mobil panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor. Para mekanik profesional akan segera mendatangi Anda, untuk melakukan pemeriksaan dan servis berkala sesuai dengan kebutuhan mobil Anda dengan servis yang cepat dan tepat.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi