Tag: Anti-lock Braking System

Mobil Mengalami Pecah ban di jalan Tol

7 Langkah Yang Wajib Dilakukan Saat Mengalami Pecah Ban di Jalan Tol

Setiap pengendara yang bepergian menggunakan mobil pribadi tentulah membutuhkan kenyamanan dan ketenangan sepanjang perjalanannya. Apalagi saat melakukan perjalanan jarak jauh atau ketika hendak menghadiri acara penting. Dalam urusan ini, memilih rute jalan bebas hambatan seperti jalan tol merupakan pilihan kebanyakan pengguna mobil. Akan tetapi, jika sedang apes, bukan tidak mungkin kejadian tidak diinginkan akan menimpa ketika sedang berkendara, misalnya terjadi pecah ban di tengah perjalanan.

Kejadian pecah ban mobil pada umumnya terjadi ketika kendaraan sedang melaju kencang saat melintas di jalan tol. Tentunya hal ini tidak diinginkan dan menjadi masalah serius bagi setiap pengendara mobil. Mengalami kejadian ban pecah saat mengemudi, tentunya bagi kebanyakan pengemudi menjadi momok yang menakutkan. Apabila pengemudi panik dan melakukan kesalahan antisipasi ketika mobil hilang kendali, pastinya akan terjadi hal yang tidak diinginkan oleh para pengemudi.

Ban Pecah di Jalan Tol Sumber Kecelakaan Tertinggi

Memang, kejadian pecah ban mobil menjadi salah satu sumber utama penyebab kecelakaan dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Banyaknya tanda peringatan di sepanjang lajur tol, merupakan bukti cukup tingginya kejadian tersebut di jalan tol. Tanda peringatan ini ditujukan kepada seluruh pengguna jalan, untuk memperingatkan agar setiap pengemudi senantiasa mengecek kondisi ban mobilnya.

Kejadian ban pecah pada mobil dapat terjadi kapan saja. Jika mengalaminya saat berkendara dengan kecepatan rendah, mungkin tak terlalu sulit untuk mengantisipasinya dan menjaga kestabilan mobil. Namun, bagaimana jadinya jika sedang melaju dengan kecepatan tinggi? Setiap pengemudi perlu menguasai beberapa teknik agar senantiasa dapat menjaga kendali mobil tetap berada pada lajurnya saat pecah ban terjadi.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan pengendara jika mengalami pecah ban mobil (baik ban depan atau belakang) saat melaju pada kecepatan:

1. Tetap tenang, Jangan Panik

Ketika terdengar suara letusan pada ban mobil, biasanya pengemudi langsung panik. Akibatnya pengemudi dapat kehilangan kendali atas laju mobilnya saat dalam kecepatan tinggi. Mobil akan terus melaju tidak seimbang (oleng) dan bila pengemudi tetap panik, kemungkinan terburuknya adalah mobil bisa terbalik yang diakibatkan ketidakseimbangan pada komponen kaki-kaki mobil.

Oleh karenanya, untuk menghindari kejadian yang lebih parah, pengemudi harus berpikir cepat dan tetap tenang agar dapat kembali menguasai keadaan dan mengendalikan laju mobilnya, sehingga terhindar dari kejadian yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

2. Hidupkan Tanda Peringatan Dan Lampu Hazard

Saat kondisi mobil mulai terasa oleng akibat kehilangan keseimbangan, segera berikan tanda peringatan kepada pengemudi lainnya dengan mengaktifkan lampu hazard dan membunyikan klakson. Meski tidak disarankan karena hanya boleh dipakai saat mobil berhenti, menyalakan lampu darurat (hazard) diperlukan untuk memberi tanda ke mobil lain yang berada di belakang agar tahu mobil kita sedang bermasalah.

Pengemudi juga wajib memantau kondisi lalu-lintas di belakang mobilnya melalui kaca spion. Bahkan agar lebih yakin, bisa menengok langsung suasana di belakang, dengan catatan kondisi di depan masih aman. Pengemudi bisa mulai sedikit demi sedikit menekan pedal rem untuk memperlambat laju kendaraan, dan mengurangi tekanan pada pedal gas secara bertahap.

3. Hindari Pengereman Mendadak Saat Pecah Ban

Kejadian ban pecah sebenarnya masih bisa dikendalikan, walaupun sebetulnya merupakan kejadian yang berbahaya bagi pengendara mobil. Setelah dapat mengendalikan diri agar tidak panik, langkah selanjutnya adalah hindari melakukan pengereman. Apalagi pengereman mendadak yang dapat menyebabkan mobil malah tidak terkendali.

Ketika melakukan pengereman, beban mobil akan berpindah ke depan, sehingga roda kemudi (setir) biasanya semakin tertarik ke arah ban yang pecah. Dalam situasi seperti ini, membuat pengemudi akan semakin sulit untuk prediksi arah laju mobilnya. Bahkan jika pengereman yang dilakukan terlalu dalam, dapat mengakibatkan mobil terpelanting dan terbalik.

Mobil Toyota Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah
Mobil Terguling di Jalan Tol Akibat Ban Pecah

Menurut Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor, “Ada dua teknik berbeda yang dapat dilakukan saat terjadi pecah ban. Maksudnya, apabila ban belakang mobil yang pecah maka perlu penanganan yang berbeda dengan saat ban depan yang pecah. Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan panik, apalagi langsung banting setir. Apabila ban belakang mobil yang pecah, pengemudi bisa langsung melakukan pengereman atau memperlambat laju kendaraan. Namun, apabila ban depan mobil yang pecah, perlu diingat jangan langsung melakukan pengereman.”

4. Kurangi Kecepatan

Saat mendengar letusan pada ban, segera lepaskan injakan pedal gas dan turunkan gigi presneling secara bertahap, disertai tetap menjaga kemudi agar mobil tidak bergerak liar. Usahakan jangan sampai mobil bergerak tanpa arah baik ke kanan atau kiri. Jika kecepatan mobil sudah mulai berkurang, secara perlahan arahkan mobil ke area yang aman atau ke bahu jalan, disertai dengan memberikan tanda lampu sein.

“Usahakan jangan langsung melepas pedal gas. Lakukan perlambatan kecepatan secara bertahap sambil mengendalikan arah kemudi ke sisi yang berlawanan dengan sisi ban yang pecah. Untuk menepikan mobil, jangan langsung membanting setir ke arah bahu jalan. Setelah mobil melambat hingga kecepatan mencapai antara 50 km/jam dan 30 km/jam, maka arahkan kemudi secara perlahan dan pertahankan arah kendaraan hingga membentuk sudut yang landai, hingga akhirnya bisa menepi ke tempat yang aman.” Ujar Listiyono memberikan tips mengatasi pecah ban, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ketika kecepatan mobil sudah cukup rendah, pengemudi bisa lebih mudah untuk mengarahkan mobilnya menuju bahu jalan. Dengan kecepatan yang cukup rendah, pengemudi juga sudah bisa menginjak pedal rem. Yang perlu diingat adalah hindari melakukan gerakan yang mendadak, dan perhatikan jika ada kendaraan lain di sekitarnya yang perlu diantisipasi.

5. Tindakan Counter Steering

Setelah melakukan keempat langkah di atas, maka selanjutnya pengemudi perlu melakukan counter steering saat terjadi pecah ban mobil. Counter steering merupakan langkah memutar roda kemudi ke arah berlawanan dari posisi ban yang pecah. Bila yang pecah pada ban kiri (depan atau belakang), maka dengan sendirinya roda kemudi akan tertarik dan terasa berat ke arah kiri, sehingga membuat laju mobil miring ke kiri. Pada kondisi seperti ini, pengemudi perlu melakukan counter steering secara perlahan-lahan dengan memutar setir ke arah berlawanan atau kanan, untuk menyeimbangkan laju mobil agar tetap stabil di jalurnya. Hanya saja langkah ini memang susah-susah gampang karena terjadi understeer pada mobil.

Selain itu, jangan melakukan manuver berlebihan seperti langsung membanting setir ke arah berlawanan yang bisa membuat mobil terpelanting dan berpotensi terbalik. Biasanya ketika mobil mengalami ban pecah di bagian belakang, relatif tidak terlalu menyulitkan untuk mengendalikan mobil dengan counter steering. Hal ini dikarenakan kontrol arah mobil tetap berada pada ban depan yang tidak terjadi masalah.

6. Memanfaatkan Fitur Keamanan Mobil Saat Pecah Ban

Beberapa mobil keluaran terbaru, sudah banyak dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang menunjang bagi keselamatan dan keamanan pengemudi dan penumpang selama berkendara. Fitur tersebut antara lain Anti lock brake system (ABS) dan traction control (pengendali traksi mobil).

Dengan memanfaatkan kedua fitur tersebut dapat memperkecil dampak buruk akibat kondisi laju mobil yang tidak stabil saat pecah ban. Fitur Anti lock brake system (ABS) pada mobil, akan sangat membantu dalam kasus ban depan mobil pecah, sehingga mobil tetap melaju stabil. Sementara, untuk mobil yang dilengkapi fitur traction control, akan menjaga posisi mobil tetap di jalurnya saat mengalami pecah ban belakang.

7. Pasang Segitiga Pengaman

Setelah mobil dapat diberhentikan dengan aman, maka pastikan posisi berhenti mobil berada di tempat yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas kendaraan lainnya. Langkah berikutnya adalah segera menyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman. Saat melakukan penggantian ban yang pecah tersebut, pastikan posisi Anda aman dari potensi tertabrak dari belakang. Segera bereskan semua peralatan penggantian ban dan mulailah kembali berjalan saat ban cadangan sudah dipasang.

Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban di Jalan Tol
Pasang Segitiga Pengaman Saat Mengganti Ban

Kadang kala dalam situasi mendesak dan di luar kendali, pengemudi tidak menemukan tempat yang cukup aman saat berhenti dan mengganti ban cadangan. Maka perlu tindakan preventif yakni menggunakan layanan derek atau perbaikan di tempat agar lebih cepat dan aman, seperti layanan “bengkel mobil panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor.

Layanan “Bengkel Mobil Panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor dapat diandalkan dalam kondisi darurat dan di lokasi manapun mobil Anda mengalami masalah. Layanan ini memungkinkan pengendara mendapatkan perbaikan mobil di tempat, misalnya di jalan tol. Cukup dengan menghubungi customer service atau melakukan emergency booking service di aplikasi smartphoneBengkel Mobil Pro“. Maka mekanik profesional dan handal akan segera mendatangi lokasi sesuai permintaan Anda, dan pula mendapat pertolongan derek (Towing Service). Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur dan informasi service, segera download aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda.

Cara Mengatasi Rem Blong Dengan Menggunakan Rem Darurat

Ingin Selamat, Gunakan Rem Darurat Saat Mengalami Rem Blong

Sistem rem adalah komponen terpenting untuk keselamatan pengemudi dan penumpang selama berkendara yang tidak boleh diabaikan. Sistem rem (braking system) berperan sangat penting dalam mengontrol laju kendaraan. Tanpa sistem rem, mobil tidak akan dapat dikontrol kecepatannya, dan bisa menyebabkan kecelakaan yang merugikan pengguna jalan lainnya. Untuk menghindari kecelakaan maka manfaatkan rem tangan sebagai rem darurat.

Semua komponen utama pada sistem pengereman wajib diperiksa secara berkala dan harus dalam kondisi prima untuk menghindari masalah. Beberapa komponen tersebut antara lain, pedal rem (brake pedal), master cylinder, booster rem (brake booster), selang vakum (brake booster vacuum hose), selang/pipa rem (brake lines), master silinder roda (wheel cylinders), kampas rem (brake pads), minyak rem (brake fluid), rotor disc (disc brake) dan tromol (brake drum).

Sebenarnya jika mobil tiba-tiba mengalami rem blong dapat diantisipasi apabila dilakukan dengan benar dan tepat. Langkah apa saja yang perlu dilakukan saat tiba-tiba sistem rem tidak berfungsi dengan baik atau rem blong? Berikut ini adalah beberapa langkah penting yang wajib Anda lakukan ketika menghadapi rem blong sehingga dapat mengurangi potensi kecelakaan yang dapat terjadi.

Rem Tangan Berfungsi Sebagai Rem Darurat

Belum Banyak Yang Tahu fungsi Lain Rem tangan Pada Mobil Toyota
Fungsi Rem Tangan Sebagai Rem Darurat

Fungsi rem tangan bukan hanya untuk menjaga mobil agar tetap diam di posisinya saat sedang berhenti. Tetapi juga berguna sebagai rem darurat untuk bantuan ketika terjadi rem blong. Ketika mobil mengalami rem blong, maka pengemudi tidak perlu panik dan cukup mengimbangi kecepatan mobil dengan daya pengereman dari rem tangan.

“Jika sistem rem gagal berfungsi sebagaimana mestinya, langkah pertama tentunya pengemudi jangan panik. Pengemudi wajib mengendalikan mobil secara normal, kemudian langsung tekan tombol lampu hazard disertai membunyikan klakson. Tujuannya agar kendaraan di sekitar kita tahu jika mobil kita sedang dalam keadaan darurat dan bermasalah. Selanjutnya, pengemudi mempunyai beberapa pilihan untuk memperlambat laju mobilnya, yakni menggunakan engine brake dan rem darurat / rem tangan (handbrake).” Jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Pengemudi harus menarik tuas rem tangan dengan hati-hati dan secara perlahan, jangan sampai menarik tuas rem secara langsung. Karena jika rem tangan ditarik secara langsung, bisa membuat mobil kehilangan kendali dan berpotensi terbalik. Langkah yang disarankan adalah menarik dan menurunkan tuas rem tangan berkali-kali, untuk mengimbangi dan menurunkan kecepatan mobil secara bertahap. Pengemudi juga perlu mengarahkan mobil ke pinggir bahu jalan, hingga mobil benar-benar berhenti.

Rem Tangan Elektrik Lebih Aman Sebagai Rem Darurat

Sistem rem tangan elektrik atau EPB (electronic parking brake) didesain bekerja tidak seperti rem tangan konvensional. Hal ini lantaran sistem kabel pada rem tangan konvensional sudah diganti dengan motor listrik pada masing-masing kaliper roda mobil. Jika Anda mencoba mengaktifkan electronic parking brake saat mobil sedang melaju, maka rem tidak langsung mengunci roda belakang. Mobil akan tetap berjalan stabil meski roda kemudi dibelokkan tajam, dan hanya akan terdengar suara desingan dari motor listrik EPB tersebut. Tentu saja hal tersebut sangat berguna saat mobil mengalami rem blong, sehingga mobil dapat berhenti dengan stabil dan aman.

Ketika Rem Blong, Rem Tangan Elektrik Lebih Aman Digunakan Sebagai Rem Darurat
Rem Tangan Elektrik Lebih Aman Sebagai Rem Darurat

“Pengereman dengan EPB (electronic parking brake) tidak mampu membuat kendaraan tergelincir. Berdasarkan pengujian, saat mobil melaju dengan kecepatan mencapai 195 km/jam, saat EPB diaktifkan mobil pun tidak langsung berhenti seketika. Tetapi mobil akan secara perlahan namun pasti, langsung melambat dengan halus hingga akhirnya berhenti. Hal ini berarti roda tidak terkunci seperti halnya saat mengaplikasikan rem tangan konvensional pada kecepatan tinggi.” jelas Agus Tri Ariyanto disela-sela keramaian bengkel Zaini Auto Motor.

Keuntungan menggunakan electronic parking brake adalah saat mobil mengalami rem blong terutama pada kecepatan tinggi, membuat roda belakang mobil tidak langsung mengunci. Ini dikarenakan ECU (Electronic Control Unit) telah mendeteksi kecepatan putaran roda, dan pada saat yang bersamaan ECU akan mengirimkan sinyal ke EBCM (electronic brake control module). Selanjutnya modul rem elektrik (EBCM) ini akan mengaplikasikan kekuatan yang cukup pada motor listrik yang terdapat pada setiap roda, untuk memperlambat laju mobil.

Jadi ilustrasi sederhananya seperti cara kerja dari sistem rem ABS (Anti-lock Braking System) yang mampu mencegah roda terkunci. Sehingga membuat mobil susah untuk dikendalikan terutama pada kecepatan tinggi dan jalan yang licin. Oleh karena itu sudah mulai banyak produsen mobil yang sudah mengaplikasikan EPB pada produk terbarunya. Sistem pengereman EPB (electronic parking brake) ini disebut sebagai salah satu fitur keselamatan dan keamanan berkendara.

Fitur Lain Untuk Mengatasi Rem Blong

Dalam keadaan darurat saat kondisi rem tidak berfungsi, pengemudi harus menggunakan segala cara untuk mengurangi kecepatan mobil hingga akhirnya benar-benar berhenti. Seiring perkembangan teknologi, para produsen mobil juga terus mengembangkan berbagai fitur keselamatan dan keamanan mobil, sebagai upaya maksimal untuk mengurangi kecelakaan.

Beda Transmisi CVT dan Transmisi Matic Biasa
Transmisi Otomatis CVT

Melihat potensi kecelakaan yang diakibatkan oleh rem blong, mobil bertransmisi otomatis juga telah dilengkapi dengan fitur Active Engine Braking. Khususnya pada transmisi otomatis jenis CVT ( Continous Variable Transmission ). Dimana fitur active engine braking pada transmisi CVT inilah yang akan melakukan pengereman mesin (engine brake). Sehingga laju kendaraan dapat diperlambat dengan maksimal saat terjadi rem blong. Dengan begitu, kecelakaan fatal dapat dihindari dan diminimalisir sekecil mungkin.

Walaupun telah dilengkapi berbagai fitur keselamatan dan keamanan, bukan berarti setiap pemilik mobil mengabaikan perawatan komponen-komponen mobil. Ikuti petunjuk dan rekomendasi perawatan berkala dan service rutin sesuai buku manual service bagi setiap jenis mobil Anda. Jadi, intinya adalah selalu perhatikan komponen-komponen yang ada di mobil Anda, termasuk sistim rem.

Keuntungan service mobil secara tepat waktu adalah memperpanjang usai pakai komponen-komponen mobil dan kondisinya akan selalu prima. Jika terdapat kerusakan pun bisa cepat terdeteksi, sehingga tidak akan menimbulkan masalah bagi pengemudi ketika digunakan sehari-hari. Bengkel mobil Zaini Auto Motor merupakan tempat yang tepat untuk melakukan perawatan, service berkala dan perbaikan kerusakan pada mobil Anda.

Bengkel Zaini Auto Motor telah menangani perbaikan dan service berkala ribuan mobil pelanggannya, sehingga tidak diragukan lagi kualitas dan kehandalannya. Perbaikan dan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor juga semakin mudah dengan adanya booking service dan layanan bengkel mobil panggilan. Yang tentunya bisa Anda manfaatkan ketika Anda sibuk atau tidak sempat pergi ke bengkel mobil. Cukup lakukan booking service, maka mekanik yang akan mendatangi tempat Anda. Buktikan sekarang juga!

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi