Tag: Air Conditioner

Kesalahan Menggunakan AC Mobil

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan AC Mobil

Musim kemarau hampir tiba, temperatur udara di luar ruangan yang panas tentu menjadikan AC mobil sesuatu yang istimewa dalam memberikan kenyamanan saat berkendara. Selain itu, memarkir mobil di area terbuka dalam waktu yang lama juga membuat temperatur di dalam kabin menjadi pengap dan panas. Tentu, banyak orang pernah mengalami hal ini. Lantas, lantaran kurang sabar, AC mobil pun langsung dinyalakan ketika baru masuk ke mobil dan pengaturannya pun biasanya pada tingkat hembusan yang paling tinggi atau dingin.

Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “cara seperti ini merupakan satu dari beberapa kesalahan dalam mengoperasikan AC mobil. Tentu saja hal semacam ini kurang tepat dan justru membuat perangkat AC mobil bekerja kurang efektif dan efisien. Karena dengan langsung menyalakan AC mobil pada tingkat hembusan maksimal ketika baru masuk ke dalam mobil, hanya akan membuat hawa panas terus bersirkulasi di dalam kabin. Sebaiknya sebelum menyalakan AC mobil, semua kaca mobil dibuka terlebih dahulu dengan tujuan menurunkan temperatur dalam kabin secara perlahan-lahan. Selanjutnya AC mobil dapat dinyalakan disertai menutup kembali kaca pintu mobil. Dengan begini AC mobil akan bekerja lebih efektif, sehingga kesejukan dan kenyamanan di dalam kabin akan perlahan terasa.”

Saat mobil terparkir biasanya semua kaca jendela mobil tertutup, maka suhu di dalam kabin mobil akan meningkat, apalagi jika mobil terparkir di tempat yang terpapar langsung sinar matahari. Dengan kondisi suhu di dalam kabin yang panas dan penumpang langsung menyalakan AC, maka otomatis AC mobil akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang besar untuk dapat mendinginkan kabin mobil. Dan pada akhirnya akan mengakibatkan pemborosan BBM, serta mengakibatkan AC mobil akan lebih cepat menurun kualitasnya karena mengeluarkan tenaga ekstra.

Selain itu, hindari kebiasaan mengoperasikan AC mobil ketika mesin mobil mati. AC mobil merupakan salah satu komponen mobil membutuhkan daya listrik yang besar untuk pengoperasiannya. Apabila pemilik mobil terbiasa mengoperasikan AC mobil saat mesin masih mati, maka daya listrik baterai (aki mobil) akan cepat terkuras habis. Komponen dalam sistem AC mobil seperti kompresor AC pun juga akan mudah rusak.

“Ketika sistem AC dinyalakan, otomatis kompresor dan blower AC akan bekerja menggunakan daya listrik Aki mobil. Karena baterai (aki mobil) belum mendapat suplai pengisian listrik dari altenator (dinamo ampere), tetapi daya listriknya sudah terpakai untuk kompresor dan motor blower AC, maka hal ini akan membebani Aki mobil. Akibatnya aki akan mudah tekor dan akhirnya mobil menjadi susah di starter ketika hendak digunakan. Tidak ada salahnya untuk menonaktifkan AC ketika mesin mobil tidak menyala, karena efeknya dapat dirasakan untuk jangka panjang.” ujar Agus Ari Yanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Mungkin karena panasnya udara di luar kabin mobil, beberapa penumpang juga terbiasa mengarahkan hembusan udara AC langsung mengenai mukanya. Cara seperti ini dianggap kurang tepat. Arah hembusan udara AC seharusnya condong ke atas, bukan ke arah penumpang atau pengemudi. Hal ini bertujuan agara udara sejuk dari AC dapat mengalir dan bersirkulasi di dalam kabin secara langsung tanpa terhalang benda apapun. Sehingga akan memberikan kesejukan pada semua penumpang secara cepat dan konstan,” tambah Agus Tri Ari Yanto ketika ditemui di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Ada anggapan bahwa selama udara yang dikeluarkan AC mobil masih terasa dingin, maka tidak diperlukan perawatan dan pemeriksaan secara berkala pada komponen sistem AC mobil. Komponen sistem AC mobil (air conditioner) sama seperti komponen mobil lainnya yang membutuhkan perawatan berkala, tetapi kebanyakan orang malas melakukan perawatan dan pemeriksaan tersebut. Padahal dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala pada sistem AC, akan menjamin kondisi AC mobil yang selalu prima, sehat dan memberikan kenyamanan selama berkendara, terutama di tengah panasnya cuaca di siang hari atau kondisi lalu – lintas jalan yang sering macet parah.

Pengisian Freon AC Mobil
Pengisian Freon AC Mobil

Sebaiknya servis AC mobil jangan dilakukan hanya ketika AC mobil bermasalah, karena ketika AC mobil anda sudah bermasalah biasanya biaya yang dikeluarkan pastinya akan lebih besar. Sebagai tindakan pencegahan, sebaiknya sistem AC mobil dilakukan pemeriksaan rutin atau diservis setiap menempuh jarak kelipatan 10.000 km hingga 20.000 km. Atau setiap 3-6 bulan sekali tergantung dari pemakaian mobil, agar komponen AC mobil Anda menjadi awet dan terjaga kondisinya.

Selain itu, komponen filter kabin juga perlu dilakukan pembersihan tiap 10.000 km dan penggantian tiap 30.000 km, atau periode 6 bulan sekali. Pembersihan komponen evaporator setiap 40.000 km atau 8 bulan sekali agar tidak terjadi penumpukan kotoran, debu, jamur, bakteri, lumut, yang menghambat kinerja AC mobil, agar AC mobil Anda tetap bisa bekerja secara maksimal dan efisien.

“Di bengkel Zaini Auto Motor, biasa memberikan layanan servis kecil untuk sistem AC mobil setiap kelipatan 10.000 km. Service kecil ini meliputi pengecekan dan pembersihan blower, servis kondensor AC, pembersihan atau ganti filter kabin, pengecekan fan belt, pemeriksaan freon, dan lain-lain. Untuk kelipatan jarak tempuh 20.000 km hingga 40.000 km harus dilakukan servis besar, yang meliputi flushing sistem AC, servis evaporator, servis kondensor, servis Blower, penggantian receiver dryer dan filter Kabin, Vacum dan penggantian oli kompresor AC, pemeriksaan freon dan optional penggantian freon AC. Semua servis harus dilakukan agar fungsi dari semua komponen AC tetap terjaga maksimal,” ujar Agus Tri Ariyanto.

Selain itu, sebaiknya pengemudi juga menyalakan AC mobil di pagi hari, sekalipun udara di luar dingin atau kondisi hujan. Hal ini untuk mencegah terjadinya embun pada kaca mobil yang dapat menghalangi visibilitas dan jarak pandang pengemudi. Pahami betul kondisi AC mobil Anda, agar bisa menghindari kerusakan dan kecurangan pada saat melakukan servis di bengkel AC mobil. Jika terjadi kerusakan pada komponen AC mobil kesayangan Anda, dan biaya perbaikannya mencapai 70% dari harga AC mobil baru, maka sebaiknya gantilah dengan komponen yang baru, karena komponen baru lebih terjamin.

Penyebab AC mobil Tidak Dingin

AC Mobil Tidak Dingin, Mana Tahan? Periksa 6 Komponen Ini!

Di zaman sekarang ini, AC (air conditioner) mobil merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dan wajib ada pada setiap mobil untuk menunjang kenyamanan dalam berkendara. Kendala kerusakan pada AC (air conditioner) mobil bisa terjadi kapan saja. AC mobil yang tidak dingin dan bekerja tidak optimal, akan sangat merugikan dan bisa membuat pengemudi dan penumpang tidak nyaman selama berkendara.

Jika AC mobil bermasalah, kadang yang berhembus keluar hanya udara berhawa panas dan bau tidak sedap. Meskipun selektor temperatur AC sudah diset di temperatur yang paling dingin, udara yang berhembus dari ventilsai AC tetap saja tidak bertambah dingin. Seperti halnya komponen mobil lainnya, pada AC mobil juga terdapat komponen yang membutuhkan perawatan rutin. Ketika ada komponen di dalam sistem pendingin mobil yang fungsinya tidak normal, maka perlu segera dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Pemeriksaannya gejala kerusakan pun harus tepat dan benar, jangan sampai salah diagnosa, agar perbaikan bisa dilakukan secara efisien, tepat dan cepat.

Menurut Agus Tri, General Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, “Berdasarkan pengelaman kami menangani ribuan kerusakan mobil, kendala yang sering terjadi pada AC mobil adalah tidak terasa dingin. Ini bisa disebabkan kurang pedulinya pemilik mobil yakni jarang melakukan servis rutin pada AC mobil. Sehingga tak jarang AC menjadi kotor dan akhirnya menyebabkan kerusakan komponen. Permasalahan yang sering terjadi seperti kompresor, kondensor, dan evaporator.”

Apabila terjadi masalah atau kerusakan pada sistem AC mobil, pada beberapa komponen tertentu dapat diperiksa secara mandiri. Tetapi kebanyakan memang harus mendatangi Bengkel AC mobil terdekat, atau bengkel mobil profesional terdekat. Karena diperlukan diagnosa yang tepat dan akurat, sehingga tidak malah menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya.

Lantas, komponen apa saja yang sudah pasti bermasalah apabila AC mobil tidak dingin dan hanya menghembuskan udara panas?

1. Kompresor

Faktor utama penyebab AC mobil terasa kurang dingin adalah kerusakan pada komponen kompresor AC. Kompresi yang lemah dan rendah sangat mempengaruhi kinerja AC mobil secara keseluruhan, sehingga AC mobil tidak akan mampu menghasilkan udara sejuk. Kompresor AC menjadi salah satu komponen yang paling pertama harus diperiksa.

“Agar kerja dari kompresor AC tidak berat, maka pemilik mobil harus rutin membersihkan kabin mobil, sehingga tidak banyak debu dan kotoran yang bisa menyumbat komponen filter Kabin AC dan evaporator AC. Selain itu, sebaiknya jangan membuka kaca selama AC mobil beroperasi, karena membuat kotoran atau debu dari luar akan ikut masuk. Udara dalam kabin pun kembali tidak sejuk, dan membuat beban kerja kompresor AC akan semakin berat. Konsumsi BBM menjadi semakin boros jika kompresor AC bekerja terlalu berat,” jelas Agus Tri di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu filter kabin juga perlu dilakukan pembersihan atau penggantian setiap 10.000 km. Sedangkan untuk komponen receiver dryer juga perlu penggantian setiap 20.000 km.

2. Magnetic Clutch

Pemilik mobil juga harus mengantisipasi kerusakan magnetic clutch yang terhubung dengan kompresor AC mobil. Magnetic clutch sendiri merupakan komponen yang menghubungkan putaran mesin dengan kompresor AC, melalui fan belt. Magnetic clutch berfungsi seperti kopling pada kompresor AC, dengan begitu kompresor pun dapat bekerja. Apabila magnetic clutch di kompresor aus, menyebabkan magnetic clutch-nya tidak dapat terhubung dengan sempurna ke kompresor AC mobil.

“Keausan magnetic clutch biasanya akibat dari cara pengoperasian AC mobil yang tidak benar. Contohnya, saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi, tetapi temperatur AC diposisikan pada level agak dingin. Sehingga menyebabkan magnetic clutch bekerja terhubung dan terputus terus menerus, saat putaran mesin tinggi akan membuat gesekan pada clutch berlangsung kasar dan berakibat cepat aus,” Jelas Agus Tri Ariyanto saat ditemui di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

3. Freon Habis

Air conditioner (AC) mobil dapat mengeluarkan hawa sejuk atau hawa dingin berkat kehadiran freon. Seiring waktu pemakaian, seringkali freon AC mobil habis dikarenakan adanya kerusakan pada sistem AC mobil. Sehingga udara yang dikeluarkan dari AC pun tak lagi dingin, bahkan bisa saja malah membuat mobil terasa panas. Saat Anda mulai merasakan udara yang dikeluarkan AC mobil tidak lagi dingin seperti biasanya, ini bisa menandakan freon AC mobil yang semakin menipis. Bila Anda membiarkan masalah tersebut, maka lama kelamaan freon menjadi kosong.

“Perlu dicatat, freon AC mobil sebenarnya tidak pernah habis jika tidak terjadi kebocoran di dalam sistem AC mobil. Menurut pengalaman kami di bengkel Zaini Auto Motor, penyebab kebocoran AC mobil ini bisa sangat beragam. Beberapa diantaranya adalah adanya keausan atau getas pada komponen karet seal, kebocoran pada evaporator, kerusakan terburuknya valve kompresor AC mobil sudah tidak berfungsi,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Selain itu apabila terjadi overheat freon karena ekstra fan mati. Ketika overheat, maka tekanan freon di dalam sistem menjadi tinggi dan bisa menyebabkan kebocoran pada selang high pressure. Hal ini menjadi penyebab paling sering dari masalah AC mobil tidak dingin.

Cara memeriksa kondisi freon AC mobil yakni dengan cara menyalakan mesin. Apabila terdapat gelembung udara berwarna merah muda pada sight glass AC mobil, itu menandakan freon AC telah habis. Biasanya sight glass terdapat pada komponen filter driyer sistem AC mobil. Sebaiknya sesegera mungkin untuk melakukan pengisian freon AC mobil Anda dengan yang baru.

4. Expansion Valve Rusak

Katup ekspansi (Expansion valve) berfungsi sebagai katup pengatur jumlah gas freon yang sudah dicairkan, dan berfungsi untuk mengabutkan cairan pendingin (freon cair) sebelum masuk ke evaporator. Freon yang sudah difilter dari kandungan uap air, dialirkan ke katup expansi (expansion valve) untuk diturunkan tekanan dan temperaturnya. Dengan perkembangan teknologi, expansion valve pada mobil terkini sudah memiliki sensor temperatur. Yang bertujuan untuk menginformasikan kapan expansion valve harus menyalurkan cairan pendingin ke evaporator.

“Seiring waktu pemakaian, expansion valve akan mengalami penurunan fungsi. Rusaknya Expansion valve bisa terjadi karena adanya pembekuan. Bagian expansion valve bisa mengalami pembekuan (freezing) yang bisa menghambat udara dingin untuk keluar ke dalam kabin mobil. Expansion valve tidak bisa diperbaiki, melainkan harus diganti. Sesuai dengan rekomendasi, waktu penggantiannya setiap 40.000 kilometer. Tetapi waktu penggantian bisa saja lebih pendek dari yang direkomendasikan, tergantung dari pemakaian sehari-hari,”ungkap Agus Tri Ariyanto di Bengkel Zaini Auto Motor.

5. Evaporator

Evaporator yang bersih akan membuat sirkulasi udara pada sistem AC mobil semakin baik, otomatis hawa dingin yang keluar akan optimal. Musuh terbesar dari evaporator adalah debu dan kotoran, karena debu akan membuat evaporator AC terhambat menyalurkan udara dingin ke dalam kabin mobil. Debu dan kotoran ini bisa berasal dari kotoran yang tidak tersaring dengan baik oleh filter kabin. Jika setiap hari jumlahnya bertambah dan menumpuk, bisa membuat kinerja evaporator terganggu. Udara yang dihasilkan AC mobil pun tidak dingin.

“Hembusan udara pada blower akan melewati kisi-kisi evaporator, dan diteruskan ke dalam kabin mobil Anda. Sehinggga udara dingin yang menyejukan dapat dirasakan dengan maksimal. Jika evaporator kotor, maka proses kondensasi akan terganggu dan menyebabkan AC tidak dingin. Selain itu evaporator yang kotor juga bisa menyebabkan bau tidak sedap yang keluar dari AC mobil,” Ungkap Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Evaporator pada AC mobil ini tidak akan pernah bocor kecuali usia pakainya mendekati batas maksimal. Karena evaporator adalah komponen AC mobil yang selalu di lewati freon, maka lama kelamaan akan korosi atau kropos, dan inilah yang menyebabkan kebocoran freon. Untuk usia pakai dari evaporator itu tidak bisa berpatokan dengan jarak tempuh mobil. Jadi harus terhitung saat mobil berhenti atau berjalan di lalu-lintas macet, di mana AC mobil akan tetap bekerja. Maka normalnya dikalikan tiga dari jarak tempuh dan itu angka valid AC bekerja. Misalnya batas maksimal usia pakai evaporator adalah 60.000 kilometer, jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 20.000 km, maka sebaiknya segera periksa kondisi evaporator.

6. Extra Fan Mati

Extra fan (kipas AC) yang mati, juga bisa jadi penyebab AC mobil tidak terasa dingin. Fungsi extra fan adalah untuk menghembuskan udara ke arah kondensor dan mendinginkan freon (refrigerant). Sehingga refrigerant mengalami kondensasi dan berubah dari gas menjadi cair. Extra fan yang mati tentu akan mempengaruhi proses kondensasi dari Kondensor yang tidak optimal, sehingga mengakibatkan tidak ada udara dingin yang masuk ke dalam kabin mobil.

Extra fan (kipas AC) yang mati ternyata juga dapat mempengaruhi temperatur mesin. Karena letak radiator dan kondensor AC berdekatan, ketika extra fan AC tidak bisa menghembuskan udara luar ke kondensor AC, maka temperatur kondensor akan meningkat. Kenaikan temperatur kondensor inilah yang akan ikut terserap oleh radiator, sehingga otomatis radiator akan bertambah panas. Hal ini kemudian dapat menyebabkan mesin menjadi overheating.

Apabila mengalami extra fan (kipas AC) mati, segera matikan AC mobil Anda dan terpaksa untuk sementara waktu anda harus berkendara tanpa AC mobil mobil. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya overheating pada mesin mobil. Dengan mematikan AC mobil, maka radiator pun tidak akan menyerap panas yang ditimbulkan oleh kondensor. Selanjutnya, untuk mengatasi masalah extra fan tersebut tentunya Anda harus segera melakukan perbaikan atau penggantian di bengkel AC mobil terdekat atau bengkel mobil terdekat.

Itulah beberapa komponen AC mobil yang perlu Anda perhatikan kondisinya ketika AC mobil terasa kurang dingin. Semoga penjelasan di atas, dapat membantu Anda lebih mengenali kondisi AC mobil Anda. Dengan rajin melakukan perawatan dan servis AC secara rutin akan meminimalisir terjadinya kerusakan.

Pemeriksaan kondisi AC dan kondisi freon adalah salah satu hal yang perlu dilakukan, jika Anda tidak paham cara memeriksanya dan memperbaikinya maka serahkan saja pada ahlinya. Atau ketika Anda sibuk dan ingin lebih praktis, Anda dapat menghubungi bengkel mobil Zaini Auto Motor untuk melakukan booking service atau jasa service bengkel mobil panggilan ke tempat Anda berada. Bengkel mobil Zaini Auto Motor akan selalu memberikan bantuan pemeriksaan dan perbaikan mobil Anda secara cepat, tepat dan berbiaya lebih murah dari bengkel mobil resmi. Buktikan sekarang juga!

Tips Mengatasi Kaca Mobil Berembun

5 Tips Mengatasi Kaca Mobil Berembun Saat Hujan. Nomer 5 Tak Disangka Banyak Orang

Di musim hujan seperti sekarang ini yang cenderung terus meningkat intensitas curah hujannya, diperlukan kehati-hatian dalam berkendara dan kondisi mobil harus prima. Berkendara dalam kondisi turun hujan sangat butuh konsentrasi lebih, apabila kaca mobil berembun akan sangat membahayakan, karena visibilitas (jarak pandang) pengemudi jadi terbatas.

Saat hujan turun menyebabkan temperatur di luar ruangan menurun. Penurunan temperatur ini bisa berdampak langsung munculnya embun di kaca mobil. Selain itu, perbedaan temperatur di dalam kabin yang cenderung lebih panas daripada temperatur luar, misalnya ketika berkendara di pegunungan, juga dapat mengakibatkan terjadinya embun pada kaca mobil.

Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor dari Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, mengatakan “Embun yang timbul pada kaca mobil biasa terjadi karena perbedaan kelembapan dan perbedaan temperatur sehingga terjadi kondensasi. Ketika hujan, maka kelembapan dan temperatur di luar mobil cenderung lebih dingin daripada di dalam kabin mobil, sehingga sangat memungkinkan terjadinya embun pada kaca mobil.”

Tentu hal tersebut sangat mengganggu jarak pandang (visibilitas) pengemudi, sehingga dapat membahayakan keselamatan selama berkendara. Bukan itu saja, embun yang kerap menempel pada kaca mobil terlalu lama dapat menyebabkan timbulnya kerak dan jamur di permukaan kaca.

Oleh sebab itu, berikut ini merupakan 5 tips mengatasi kaca mobil berembun saat berkendara di tengah guyuran hujan, antara lain:

1. Menghidupkan AC

Komponen AC (Air Conditioner) berfungsi untuk menyesuaikan temperatur udara di dalam kabin. Ketika temperatur udara diluar kabin mobil terasa lebih panas, maka AC (Air Conditioner) akan mengubahnya menjadi sejuk dan dingin. Dengan menghidupkan AC mobil saat hujan pun, dapat menyeimbangkan temperatur udara di dalam kabin yang cenderung lebih lembab dan lebih panas, dari temperatur udara di luar kabin.

“Temperatur udara yang terlalu dingin memang bisa menyebabkan kaca mobil berembun, tetapi dengan mematikan AC mobil bukan solusi untuk menghilangkan embun. Berkendara saat hujan atau saat udara di luar mobil lebih dingin, pengemudi malah disarankan untuk menghidupkan AC mobil. Ini akan membantu mempercepat menghilangkan embun pada kaca mobi. Cukup dengan mengatur temperatur AC sesuai dengan temperatur udara di luar kabin.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Meski banyak yang menganggap sepele, ternyata cara ini cukup ampuh menghilangkan embun pada kaca mobil yang dapat mengganggu visibilitas (jarak pandang) pengemudi, lho.

2. Mengaktifkan Fitur Defogger

Embun pada mobil sering timbul kembali meskipun ia di lap, hal ini tentunya cukup membuat repot pengemudi jika harus melap kaca tiap beberapa waktu. Defogger merupakan fitur standar pada setiap mobil yang berfungsi sebagai penghilang embun. Fitur Defogger ini biasa disematkan di bagian kaca belakang, spion mobil atau ada juga di kaca depan. Keberadaan defogger di musim hujan dapat membantu menghilangkan embun, sehingga visilibilitas pengemudi saat melihat ke bagian belakang akan lebih jelas.

Defogger memiliki cara yang berbeda dalam menghilangkan embun pada kaca mobil, dibeberapa pabrikan mobil ada yang menggunakan elemen panas untuk menghangatkan kaca sehingga dapat mengusir embun. Ada juga pabrikan mobil yang menggunakan hembusan udara dengan temperatur tertentu untuk menghilangkan tercipta lapisan embun di kaca mobil. Untuk mengaktifkan defogger, Anda cukup menekan tombol bergambar tiga panah melengkung yang ada di dashboard kendaraan Anda,” jelas Agus Tri Ari Yanto ketika ditemui di Bengkel Zaini Auto Motor.

Fitur defogger memiliki cara kerja yang berbeda. Defogger yang terletak di kaca depan biasanya mengeluarkan hembusan udara panas, sedangkan untuk kaca belakang biasanya menggunakan elemen panas. Defogger bisa Anda temukan di bagian belakang kaca mobil dengan garis-garis kawat tipis sebagai kondensator panas, baik vertikal maupun horizontal. Pengemudi tidak perlu menyalakan defogger jika kaca belum berembun, karena hanya membuat daya listrik Aki mobil terbuang sia-sia. Pemakaian yang tidak terkontrol bisa menyebabkan aki mobil cepat lemah.

3. Gunakan Cairan Anti kabut

Bagi pengemudi yang ingin praktis, bisa menggunakan cairan anti kabut (defogger spray) ini untuk menghilangkan embun pada kaca mobil. Saat ini cairan anti kabut (defogger spray) mudah ditemukan di toko sparepart mobil atau di toko aksesoris mobil. Cara penggunaannyapun cukup mudah yakni tinggal menyemprotnya ke kaca bagian dalam, lantas diamkan beberapa saat. Kemudian gunakan kain lembut yang kering untuk mengelapnya. Usahakan mengelap dengan gerakkan searah dan jangan berlawanan arah, karena justru akan membuat kaca buram. Terakhir, ulangi pengelapan beberapa kali hingga kaca benar-benar bersih dari embun.

Mengelap Kaca Mobil Bagian Dalam Akibat Berembun
Mengelap Kaca Mobil Bagian Dalam

4. Gunakan Shampo Rambut

Cairan shampoo rambut mengandung unsur pH (potensial Hidrogen) tertentu yang ditambahkan dan berfungsi untuk mengeringkan uap air. Produsen shampo meramu berbagai zat kimia dengan tambahan pH, dengan tujuan agar rambut tidak lembab sehingga rambut terlihat mengkilap dan aroma shampo dapat bertahan lama.

Campuran unsur kimia itulah yang dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan dan menghilangkan embun pada kaca mobil saat kondisi hujan. Cara penggunaannya pun cukup sederhana yaitu cukup mengoleskan sedikit shampo pada kaca mobil bagian dalam, tetapi jangan dicampur air. Kemudian ratakan menggunakan lap kaca sintetis (chamois) yang sedikit lembab tetapi tidak basah bercampur air. Lakukan pengelapan dengan gerakan searah, jangan berlawanan arah agar kaca tidak buram.

General Service Advisor Bengkel Zaini Auto Motor, Agus Tri Ariyanto menyarankan “Yang perlu diingat dalam penggunaan cairan shampoo rambut adalah saat hujan telah reda dan cuaca telah kembali cerah, maka segera bersihkan cairan shampo tersebut dari kaca mobil dengan menggunakan lap hingga bersih. Karena apabila tidak segera dibersihkan, kaca mobil akan mudah kotor. Hal ini dikarenakan bekas cairan shampo akan mengikat kotoran (debu) yang masuk ke dalam kabin mobil membuka kaca.”

5. Manfaatkan Tembakau Rokok

Kandungan nikotin pada tembakau rokok dipercaya dapat menyerap uap air, sehingga dapat mencegah terjadinya embun pada kaca mobil ketika temperatur udara luar sangat dingin atau saat terjadi hujan. Mungkin secara ilmiah akan sulit untuk dijelaskan tentang khasiat tembakau untuk menghilangkan embun di kaca mobil, tetapi cara ini cukup ampuh dan mujarab serta dapat dibuktikan.

Cara penggunaannya pun sama dengan shampo, saat terjadi embun di kaca mobil maka cukup mengoleskan tembakau rokok pada kaca. Namun, satu hal yang harus diperhatikan, sebaiknya berhati-hati dalam mengoleskan tembakau rokok agar kaca mobil tidak tergores oleh campuran potongan cengkeh yang terdapat di rokok. Cukup oleskan secara perlahan dan halus, jangan diusap dan ditekan terlalu keras.

Selain itu, usahakan jangan parkir di tempat yang terpapar sinar matahari secara langsung, dan membuka seluruh kaca mobil beberapa menit setelah mobil diparkir di tempat panas. Itulah beberapa tips mencegah dan menghilangkan embun pada kaca mobil saat hujan. Dengan mencoba tips tersebut diharapkan embun tidak lagi mengganggu visibilitas (jarak pandang) Anda saat mengemudi di kala hujan. Selamat mencoba!

AC Mobil Dingin Dan Berumur Panjang

Begini Cara Yang Benar Merawat AC mobil

Penyejuk udara atau air conditioner (AC) merupakan salah satu fitur andalan pada sebuah mobil. Sebagai fitur atau komponen andalan pada sebuah mobil yang secara fungsi sebagai pendingin dan penyejuk kabin, Air Conditioner (AC) biasanya selalu digunakan para pemilik mobil demi memberikan kenyamanan berkendara. Akibat sering digunakan, sudah selayaknya komponen Air Conditioner (AC) ini membutuhkan perawatan berkala, agar selalu bekerja maksimal, komponen sistem AC lebih awet, dan menjaga kualitas AC. Perawatan secara intensif dan pemeriksaan rutin terhadap sistem pendingin AC mobil sebaiknya Anda percayakan di bengkel AC mobil terdekat dan terpercaya, atau bengkel mobil terdekat yang profesional.

Ari Yanto selaku General Service Advisor Bengkel mobil Zaini Auto Motor menjelaskan, “Salah satu kebiasaan atau perilaku yang membuat AC mobil bisa lebih awet adalah dalam mengoperasikan AC mobil harus dijaga jangan sampai terlalu dingin dan diharapkan tidak mengoperasikan Air Conditioning (AC) ketika mesin mobil mati”.

Pada beberapa jenis mobil, pendingin udara (AC) di kabin bisa diaktifkan tanpa perlu menyalakan mesin. Saat kunci kontak sudah di posisi “ON”, pengemudi bisa langsung menyalakan AC hanya dengan mengatur posisi tombolnya. Menyalakan AC sebelum mesin dinyalakan memang membuat kabin terasa lebih sejuk dan nyaman. Hal yang wajar bila pengemudi atau penumpang mobil ketika pertama kali masuk ke kabin mobil ingin segera mendapatkan udara yang sejuk, mengingat kondisi suhu kabin yang cenderung cukup panas setelah mobil berlama-lama berada di tempat parkir yang terbuka maupun tertutup. Namun, mengoperasikan AC mobil saat mesin mati, berpotensi merusak kompresor AC dan menyebabkan Baterai (Accu) mobil cepat tekor.

“Pengoperasian AC mobil membutuhkan daya listrik yang besar, apabila pemilik mobil terbiasa mengoperasikan AC ketika mesin masih mati, maka daya listrik baterai / aki mobil akan cepat habis. Kompresor AC dan blower AC otomatis bekerja ketika sistem AC dinyalakan sehingga beban aki bertambah lebih berat. Baterai (aki mobil) belum dapat suplai pengisian listrik dari altenator, tetapi daya listrik aki sudah terpakai untuk kompresor dan motor blower AC. Akibatnya aki mobil akan mudah tekor dan mobil menjadi susah di starter, karena tidak adanya suplai listrik dari aki mobil ke motor / dinamo starter.” ujar Ari Yanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Selain itu, komponen alternator yang berfungsi memberikan pengisian daya listrik ke aki mobil menjadi lebih mudah rusak. Karena alternator akan bekerja lebih keras dari biasanya untuk melakukan pengisian dan mensuplai daya listrik ke aki mobil yang telah kosong setelah digunakan untuk mengoprasikan AC mobil. Jadi sebaiknya, nyalakan dahulu mesin mobilnya, selanjutnya baru sistem AC dinyalakan. Itu salah satu perawatan untuk menjaga kinerja AC agar tetap optimal dan tidak menimbulkan masalah pada komponen mobil lainnya.

Sistem pendingin AC sangat diandalkan ketika berkendara di tengah panasnya cuaca di siang hari atau kondisi lalulintas jalan yang sering macet parah di malam hari. Air Conditioner (AC) sama seperti komponen mobil lainnya yang membutuhkan perawatan berkala, tetapi kebanyakan orang malas melakukan perawatan dan pemeriksaan rutin terhadap komponen sistem AC. Bahkan ada sebagian pemilik mobil yang menganggap selama udara yang dikeluarkan AC masih terasa dingin, maka diperlukan dan mengabaikan pemeriksaan dan perawatan berkala sistem AC mobil.

Sebenarnya supaya komponen sistem pendingin AC lebih awet dan kinerjanya tetap optimal, pemilik mobil dianjurkan wajib melakukan perawatan dan pemeriksaan paling minimal 3-6 bulan sekali tergantung dari pemakaian mobil sehari-hari.

“Perawatan berkala sebaiknya dilakukan tiap mobil menempuh kelipatan 10.000 km hingga 20.000 km, atau 3-6 bulan sekali tergantung dari pemakaian mobil. Selain itu filter kabin juga perlu dilakukan penggantian tiap 10.000 km. Sedangkan untuk komponen receiver dryer juga perlu penggantian setiap 20.000 km,” kata Ari Yanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Di samping melakukan perawatan rutin, dianjurkan tidak membawa benda yang mengeluarkan bau menyengat ke dalam mobil. Karena bau menyengat yang telah bersirkulasi dalam kabin bisa terhisap dalam sistem AC, sehingga membuat udara yang keluar dari AC pun akan menjadi berbau tidak sedap. Membuka kaca atau jendela saat AC mobil beroperasi juga dilarang, karena membuat kotoran atau debu dari luar akan ikut masuk, udara dalam kabin kembali tidak sejuk, dan membuat beban kerja kompresor AC akan semakin berat. Yang mengakibatkan konsumsi BBM menjadi semakin boros.

Saat kaca jendela mobil kita buka, saat itu juga kotoran atau debu dari luar akan ikut masuk. Kotoran atau debu yang terbawa masuk ke kabin saat jendela terbuka, nantinya akan masuk dan mengotori filter kabin serta pelan-pelan menyebabkan AC mobil menjadi kurang dingin. Ini tentu tidak baik dan bisa berdampak buruk buat AC mobil kita.

Bila ingin membuka kaca jendela mobil, maka sangat dianjurkan membukanya ketika mulai menghidupkan mesin sampai beberapa menit setelahnya. Mengapa harus membuka kaca jendela?

Karena saat mobil terparkir dengan keadaan semua kaca jendela tertutup, maka suhu di dalam kabin mobil akan meningkat, apalagi mobil terparkir di tempat yang langsung terpapar sinar matahari. Dengan kondisi suhu di dalam kabin yang panas dan penumpang langsung menyalakan AC, maka otomatis AC akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang besar untuk dapat mendinginkan kabin mobil.

Dan pada akhirnya akan mengakibatkan pemborosan BBM, serta mengakibatkan AC mobil akan lebih cepat menurun kualitasnya karena mengeluarkan tenaga ekstra. Oleh sebab itu hal terbaik yang harus kita lakukan sebelum menghidupkan AC yaitu dengan membuka terlebih dahulu jendela mobil kita sesaat setelah mesin mobil dinyalakan. Kita bisa menghidupkan AC mobil pelan-pelan untuk membuang udara dalam kabin. Kira-kira kita membutuhkan waktu paling cepat lima menit.

Mobil-mobil produksi terbaru disarankan rutin melakukan service AC, karena komponen evaporator yang digunakan lebih tipis dibanding mobil produksi lama. Bila komponen evaporator rusak maka secara otomatis udara dingin yang disalurkan ke kabin tidak maksimal, bahkan suhu kabin bisa jadi tetap terasa panas. Evaporator merupakan salah satu komponen penting pada sistem AC yang berfungsi sebagai penyalur udara dingin ke kabin setelah melalui proses pengembunan gas pendingin freon. Untuk itu disarankan agar secara rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan sistem AC di bengkel AC mobil terdekat.

Pemilik mobil sebaiknya melakukan perawatan dan servis rutin sebelum terjadi kerusakan atau masalah pada komponen AC mobil. Jangan sampai menunggu telah terjadi kerusakan atau masalah pada sistem AC baru dilakukan pemeriksaan. Jika sampai menunggu rusak, nanti bisa kaget ketika mengetahui banyak komponen yang harus diganti, padahal memang sudah waktunya harus ganti. Seperti pada komponen mobil lainnya yang telah rusak tetapi tidak segera diganti, maka bila ada satu saja yang rusak lambat laun akan menjalar ke komponen lainnya.

Kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara hanya bisa diperoleh dengan selalu rutin dan tepat waktu dalam melakukan perawatan berkala pada mobil kesayangan Anda. Bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan kemudahan bagi Anda dimanapun dan kapanpun dalam melakukan perawatan berkala ataupun servis rutin mobil kesayangan Anda. Download aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda, maka seluruh layanan bengkel mobil online dapat anda manfaatkan. Sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi bila terjadi masalah pada mobil anda dimanapun dan kapanpun.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi