Tag: AC Mobil

Magnetic Clutch Kompresor AC Mobil

Magnetic Clutch Rusak, Penyebab Utama AC Mobil Tidak Dingin

Terdapat banyak penyebab hembusan udara air conditioner (AC) pada mobil tiba-tiba terasa tidak dingin. Bisa jadi salah satu penyebab utamanya datang dari magnetic clutch pada kompresor AC mobil yang bermasalah. Pengemudi yang mengalami kondisi AC mobil yang tiba-tiba terasa tidak dingin, sebaiknya tidak perlu panik. Segera lakukan pengecekan kondisi AC mobil ke bengkel mobil terpercaya atau bengkel khusus AC mobil terdekat. Jangan dibiarkan bagian tersebut mengalami kerusakan parah sehingga pada akhirnya akan menjalar ke komponen AC lainnya.

Menurut Agus Tri, mekanik senior di bengkel Zaini Auto Motor, “Jika kita sedang berkendara, tiba-tiba terjadi penurunan kinerja AC mobil yang semula dingin menjadi tidak dingin sama sekali, dan biasanya disertai putaran mesin (RPM mesin) yang mendadak akan tinggi, besar kemungkinan adalah indikasi awal kerusakan pada magnetic clutch di kompresor AC mobil. Magnetic clutch (kopling magnet) merupakan bagian dari kompresor AC mobil yang bertugas untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dengan kompresor AC melalui drive belt dan pully kompresor AC. Ketika komponen kopling magnet bermasalah/rusak, maka akan secara signifikan mengurangi beban kerja mesin. Sehingga membuat tarikan gas menjadi lebih ringan, bahkan putaran RPM mesin bisa naik di atas 1.000 RPM.”

Ciri Kerusakan Magnetic Clutch

Pernahkah merasakan hembusan udara AC mobil yang semula dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali walaupun AC mobil dalam kondisi menyala? Namun, setelah tombol AC dimatikan beberapa saat, kemudian dihidupkan lagi, maka kondisi AC pun kembali bekerja normal. Kejadian seperti ini biasanya disertai putaran RPM mesin yang meninggi dengan sendirinya. Jika terjadi seperti ini segera periksa sistem AC mobil, terutama di bagian magnetic clutch pada kompresor AC.

Magnetic Clutch Rusak, Penyebab AC mobil tiba-tiba Tidak Dingin
Magnetic Clutch Rusak, Penyebab AC mobil tiba-tiba Tidak Dingin

“Kadang saat berkendara kita mengalami udara kabin yang semula terasa dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali. Bisa jadi magnetic clutch pada kompresor AC mengalami kerusakan, sehingga membuat AC mobil tidak mampu mendinginkan udara di dalam kabin. Apabila magnetic clutch pada kompresor AC telah aus, maka menyebabkan bagian ini kadang tidak mau terhubung ke kompresor AC. Sehingga kompresor tidak bekerja maksimal untuk mensirkulasikan freon ke sistem AC mobil. Ketika mendapati ciri-ciri seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke bengkel spesialis AC mobil atau bengkel mobil terdekat. Jika sengaja mengabaikannya, kerusakan yang semula kecil bisa merembet ke komponen lain yang bisa membuat kompresor AC rusak. Biaya perbaikan atau penggantian kompresor AC mobil pun dikenal cukup menguras kantong,” terangnya Agus Tri, di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu, ciri magnetic clutch mulai bermasalah adalah pully kompressor AC terlihat renggang. Hal ini bisa dikarenakan telah terjadi keausan pada kopling magnet, atau karena pemasangan yang salah alias kurang rapat. Ciri seperti ini kerap ditemui pada mobil Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, Toyota Avanza, Toyota Rush, Kijang Innova dan beberapa merk mobil lainnya. Tetapi itu bukan karena kerusakan bawaan, karena kejadian tersebut bisa saja dialami pada semua mobil.

Penyebab Kerusakan Kopling Magnet

Kerusakan komponen kopling magnet bisa disebabkan dari cara pengoperasian AC mobil yang kurang tepat. Misalnya, saat berkendara di jalan tol dengan kecepatan tinggi, pengemudi sering memposisikan suhu AC di posisi/level terlalu rendah. Sehingga kerja dari kopling magnet (magnetic clutch) tidak stabil. Walaupun tujuan utamanya untuk menghemat bahan bakar dan agar suhu kabin tidak terlalu dingin. Namun, efek negatifnya menyebabkan kerja kopling magnet jadi sering putus-sambung. Pada saat putaran mesin tinggi akan mengakibatkan gesekan magnetic clutch berlangsung kasar, sehingga membuat kopling magnet cepat aus.

Jadi sebaiknya, saat berkendara dengan kecepatan tinggi dan dalam waktu lama, seperti ketika melaju di jalan tol, disarankan mengatur suhu AC mobil secara maksimal. Tujuannya agar komponen AC, terutama magnetic clutch-nya dapat bekerja dengan maksimal, sehingga akan lebih awet.

Kompresor AC dan Magnetic Clutch AC Mobil

“Pemilik mobil dapat memeriksa secara mandiri kondisi magnetic clutch AC mobilnya. Salah satu caranya dengan memposisikan kunci kontak ON dan tombol AC juga ON. Dengan begini magnetic clutch akan dialiri arus listrik langsung dari aki mobil. Aliran listrik tersebut akan menarik pusat magnetic clutch menempel ke kompresor AC. Untuk memastikan kondisinya, Anda bisa memeriksanya langsung. Apabila pusat kopling magnet tidak tertarik ketika diberi arus, bisa dipastikan terjadi masalah pada bagian magnetic clutch,” ujar Agus Tri, di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Merawat Kopling Magnet AC Mobil

Bisa dikatakan magnetic clutch merupakan salah satu komponen yang penting untuk menunjang kerja kompresor AC mobil tetap maksimal. Karena magnetic clutch merupakan alat untuk mengaktifkan dan menonaktifkan kerja kompresor AC mobil. Jika komponen kopling magnet ini mengalami kerusakan, maka bisa dipastikan kompresor tidak akan berfungsi dengan baik. Agar kompresor AC bisa berfungsi dengan baik, pastikan untuk selalu merawat komponen magnetic clutch AC mobil, termasuk komponen-komponen AC lainnya.

Cara merawat magnetic clutch AC mobil sangat mudah yaitu dengan service rutin. Service rutin yang dilakukan tidak hanya bermanfaat untuk keawetan kopling magnet tersebut, tetapi juga untuk komponen yang lainnya agar bisa tetap memiliki kinerja yang baik. Penting sekali untuk selalu melakukan perawatan rutin pada sistem AC mobil kesayangan Anda, sekurang-kurangnya 2-3 kali dalam setahun.

Apabila Anda sedang mager atau tidak cukup waktu untuk mengunjungi bengkel mobil, manfaatkan saja layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Untuk urusan ini, bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan solusi mudah perawatan dan perbaikan bagi AC mobil kesayangan Anda. Cukup lakukan booking service melalui smartphone, dan pilih layanan bengkel mobil panggilan, maka para mekanik profesional akan segera mendatangi Anda. Lebih dari 500 jasa perawatan dan perbaikan mobil mampu ditangani oleh bengkel Zaini Auto Motor. Mulai dari pemeriksaan berkala, engine tune up, penggantian komponen mobil, hingga turun mesin (engine overhaul). Dengan melakukan service AC mobil di bengkel Zaini Auto Motor, maka kinerja AC mobil Anda dijamin kembali optimal. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dengan hembusan udara AC yang dingin saat digunakan sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh.

Kenali Tanda-Tanda Kompresor AC Mobil Bermasalah

Yuk, Kenali Tanda-Tanda Kompresor AC Mobil Bermasalah! Musim kemarau pada tahun ini telah mencapai puncaknya, hal ini ditandai dengan temperatur udara di luar ruangan yang cukup panas berkisar antara 34-41° C. Seperti diketahui pada bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga Desember 2019. Sehingga cuaca panas dengan suhu yang tinggi lazim terjadi di periode musim kemarau ini. Penyebab cuaca panas tersebut karena posisi semu matahari saat ini sedang berada di sekitar equator, sehingga pemanasan dari sinar matahari maksimal. Maka tidak heran jika cuaca di luar ruangan terasa sangat panas.

Dengan kondisi cuaca tersebut, tentu komponen AC mobil menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pengendara mobil. Apalagi bagi pengguna mobil di kota-kota besar yang sering terjebak kemacetan, dengan adanya AC mobil tentu sangat menolong. Karena AC mobil merupakan fitur yang sangat penting pada mobil dalam memberikan kenyamanan saat berkendara. Hembusan udara sejuk dari lubang kisi-kisi AC dapat mengusir kegerahan di dalam kabin mobil. Setiap pengendara mobil pasti mengeluh jika kabin mobilnya menjadi panas dikarenakan temperatur AC mobil kurang dingin.

Setiap mobil produksi terkini pasti telah dilengkapi dengan fitur pendingin kabin atau AC (air conditioner). Salah satu fungsi utama AC mobil adalah sebagai penyejuk udara di dalam kabin yang sudah menjadi kebutuhan utama bagi pengemudi saat berkendara. Sistem AC mobil memiliki banyak komponen antara lain kompresor, kondensor, receiver dryer, evaporator, dan pipa AC. Dan komponen AC mobil yang bertanggung jawab atas dingin atau tidaknya sistem AC adalah kompresor.

“Kompresor bisa diibaratkan sebagai jantung dari sistem AC mobil. Kompresor AC bertugas memompa dan menekan freon/refrigeran menuju ke evaporator, sehingga freon bisa bersirkulasi dan menghilangkan hawa panas di dalam kabin mobil. Namun, terkadang masih banyak pemilik mobil yang belum tahu bahwa kompresor AC mobil juga perlu dirawat agar AC mobil tetap dingin. Jika komponen kompresor ini sampai rusak, maka biaya perbaikan maupun penggantiannya juga cukup menguras kantong, ujar Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor.

Jika kinerja AC mobil dirasa ada yang tidak biasa, dan ada gejala-gejala ringan seperti bunyi tak wajar, muncul hembusan udara panas saat putaran mesin rendah, maka yang pertama patut dicurigai adalah komponen kompresor AC. Bisa jadi gejala-gejala tersebut adalah indikasi awal rusaknya kompresor AC. Pengemudi mobil Anda harus waspada dan segera mengecek kompresor AC mobilnya. Agar lebih paham gejala apa saja yang menandai rusaknya kompresor AC, mari kenali ciri-ciri kompresor AC yang bermasalah!

1. Kompresi Kompresor AC Mobil Melemah

Pada umumnya ketika kompresor AC mobil mulai bermasalah, maka akan muncul beberapa tanda/gejala yang dapat diketahui oleh pengemudi. Kompresor merupakan komponen AC mobil yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan freon. Jadi saat timbul masalah pada kompresor, maka komponen sistem AC lainnya akan ikut terpengaruh. Kompresor AC memiliki beberapa komponen internal yang bergerak seperti, piston, valve/katup, AS/shaft, swash plate, bearing, dan lainnya. Bagian internal ini bisa aus dan rusak, sehingga menyebabkan kinerja kompresor AC tidak maksimal bahkan berhenti bekerja.

Salah satu tanda/gejala yang muncul adalah apabila hembusan udara AC mobil terasa kurang dingin saat rpm/putaran mesin rendah. Namun, ketika mulai rpm mesin ditingkatkan atau saat mobil mulai berjalan dengan kecepatan tertentu, hembusan udara AC mobil mulai lebih dingin. Hal ini menandakan adanya masalah pada kompresor AC mobil.

“Kompresor yang bermasalah atau rusak tidak akan dapat mengatur aliran freon dalam sistem AC mobil dengan benar. Akibatnya AC mobil tidak akan berfungsi dengan baik. Apabila tekanan dari kompresor berkurang, maka AC mobil pun akan terasa kurang dingin pada putaran /rpm mesin rendah. Namun, ketika putaran mesin dinaikkan lebih dari 2.500 rpm biasanya baru terasa dingin. Hal ini biasanya disebabkan kondisi piston dan valve di dalam kompresor sudah mulai aus, sehingga membuat tekanan kompresinya melemah.” Ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

2. Kompresor AC Mobil Berbunyi Kasar

Kompresor AC bekerja dengan cara digerakkan oleh v-belt yang terhubung dengan mesin. Selain itu, kompresor AC juga memiliki beberapa komponen internal, dan menggunakan bearing untuk dapat berputar. Jika salah satu komponen internal kompresor AC mengalami kerusakan, atau bearing kompresor rusak/macet, maka dapat menimbulkan bunyi-bunyi aneh. Maka munculnya suara aneh ketika AC mobil dinyalakan merupakan gejala dari kompresor AC yang bermasalah.

“Tanda-tanda paling mudah dikenali adalah ketika menyalakan AC ada bunyi kasar, atau ketika kecepatan mesin meningkat maka bunyi dari kompresor AC juga akan semakin kencang. Namun, ketika AC mobil dimatikan ke posisi “OFF” bunyi tersebut langsung hilang. Penyebab bunyi kasar tersebut bisa diakibatkan karena oli kompresor kurang/habis, piston aus, bearing rusak/macet, hingga AS/shaft kompresor kurang presisi.” ungkap Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Piston yang aus menjadi salah satu penyebab kompresor AC mengeluarkan bunyi kasar yang menganggu. Selain itu, thrust bearing yang telah rusak (longgar/macet), juga menimbulkan bunyi berisik saat AC mobil dinyalakan. Yang terakhir, shaft/AS pada kompresor yang tidak presisi akan menyebabkan pergerakan piston melampaui batas maksimal. Jika hal tersebut terjadi, maka akan ada benturan pada katup (valve) kompresor dan menimbulkan bunyi saat AC diaktifkan.

Apabila kompresor AC mengalami masalah seperti muncul bunyi kasar yang tidak biasa, maka segera lakukan pengecekan di semua bagian kompresor. Pertama-tama periksa kondisi oli kompresor. Oli kompresor ini bertugas sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan dan mencegah kompresor cepat panas. Periksa dari kemungkinan terjadinya kesalahan pengisian oli kompresor, ataupun kemungkinan adanya kebocoran oli kompresor. Jika oli pelumas pada kompresor ini tidak cukup atau kurang, maka sistem internal kompresor tidak mendapatkan pelumasan yang baik. Sehingga akan menimbulkan keausan akibat terjadi gesekan antar komponen internal kompresor dan akhirnya kompresor tidak bekerja secara maksimal.

“Lakukan pemeriksaan kompresor AC mobil sesegera mungkin sebelum terjadi masalah kerusakan yang lebih parah. Perlu pemeriksaan bagian internal kompresor AC, seperti piston-piston, bearing, AS/shaft yang telah mengalami keausan. Kebocoran oli kompresor atau komponen internal kompresor seperti piston, bearing, as/shaft yang telah aus menjadi salah satu penyebab AC mengeluarkan bunyi-bunyi kasar yang menganggu. Namun, bila pemilik mobil tidak mengetahui cara memeriksa kompresor AC, sebaiknya segera kunjungi bengkel mobil terdekat atau bengkel AC mobil terdekat. Jika kerusakan pada kompresor AC mobil cukup parah, sebaiknya mengganti kompresor dengan yang baru.” jelas Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Terjadi Kebocoran Pada Kompresor AC Mobil

Sebenarnya freon tidak bakal habis bila tidak terjadi kebocoran pada sistem AC mobil. Dengan kata lain, penyebab habisnya freon/refrigran dikarenakan adanya kebocoran pada sistem AC itu sendiri. Tanda kebocoran freon pada sistem AC mobil biasanya ditandai adanya gejala hembusan udara AC yang kurang dingin, atau munculnya suara desis halus di balik dashboard kabin.

Kompresor AC mobil bisa saja mengalami kebocoran freon. Kebocoran ini menyebabkan sebanyak apapun freon yang diisikan kedalam sistem AC, maka freon tersebut akan cepat berkurang atau habis. Semakin besar kebocorannya, semakin cepat pula freon berkurang dan akibatnya udara di dalam kabin tidak terasa dingin.

“Kompresor AC mobil memiliki komponen yang bernama seal. Penyebab freon habis biasanya karena adanya kebocoran pada seal karet di sambungan selang/pipa dan kompresor. Jika seal yang terbuat dari karet ini mengalami keretakan, keausan atau robek, maka berpotensi timbul kebocoran freon AC. Efeknya, tekanan dari kompresor untuk mensirkulasikan freon menuju ke sistem AC menjadi lemah, sehingga hembusan udara AC pun menjadi kurang dingin.

Apabila terdapat kebocoran freon, maka hembusan udara AC untuk mendinginkan udara di dalam kabin mobil membutuhkan waktu lama. Tergantung seberapa besar kebocorannya, tetapi rata-rata kebocoran pada kompresor biasanya memerlukan waktu antara 1-6 minggu, hingga akhirnya freon habis total.

Jika kebocoranya semakin besar, maka freon akan cepat habis dan AC mobil hanya akan menghembuskan udara panas ke dalam kabin mobil. Penyebab kebocoran besar ini biasanya karena terjadi korosi pada kompresor dan pipa AC. Korosi ini menjadi sumber utama kebocoran dan berkurangnya freon AC mobil. Jika sudah terjadi korosi, langkah terbaik yang harus dilakukan adalah mengganti spare part AC mobil yang mengalami korosi. Apabila hal ini terjadi, segera bawa mobil ke bengkel spesialis AC mobil atau ke bengkel mobil terdekat. Karena jika dibiarkan terlalu lama akan memilik efek samping yang bisa mengakibatkan kerusakan fatal.

4. Kerusakan Magnetic Clutch Pada Kompresor AC

Magnetic clutch (kopling magnet) merupakan komponen kompresor AC mobil yang bertugas untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dengan kompresor melalui drive belt dan pully kompresor. Pernahkah merasakan hembusan udara AC mobil yang semula dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali walaupun AC mobil dalam kondisi menyala? Namun, setelah tombol AC dimatikan beberapa saat, kemudian dihidupkan lagi, kondisi AC pun kembali bekerja normal, dan biasanya disertai putaran RPM mesin yang meninggi dengan sendirinya, di atas 1.000 rpm. Jika terjadi seperti ini segera periksa sistem AC mobil, terutama di bagian magnetic clutch kompresor AC.

“Kadang ditemui magnetic clutch pada kompresor mengalami kerusakan, sehingga membuat AC mobil tidak mampu mendinginkan udara di kabin. Kebanyakan masalah kerusakan magnetic clutch terjadi saat mobil sedang berjalan merayap di tengah kemacetan. Udara kabin yang semula terasa dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali. Apabila magnetic clutch pada kompresor AC telah aus, maka menyebabkan magnetic clutch kadang terhubung dan kadang tidak mau nyangkut. Ketika mendapati ciri-ciri seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke bengkel spesialis AC mobil atau bengkel mobil terdekat. Jika sengaja mengabaikannya, kerusakan yang semula kecil bisa merembet ke komponen lain yang bisa membuat kompresor AC rusak. Biaya perbaikan atau penggantian kompresor AC mobilpun dikenal cukup menguras kantong,” terangnya Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Kerusakan magnetic clutch biasanya akibat dari cara pengoperasian AC yang kurang tepat. Misalnya, ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi, pengemudi malah mengatur setelan temperatur AC di posisi level rendah. Kebanyakan tujuan utamanya untuk menghemat bahan bakar dan agar suhu kabin tidak terlalu dingin. Namun, efek negatifnya menyebabkan kerja magnetic clutch jadi cepat putus-nyambung. Sehingga saat putaran mesin tinggi akan mengakibatkan gesekan magnetic clutch berlangsung kasar dan magnetic clutch jadi cepat aus. Jadi sebaiknya, saat memacu mobil pada kecepatan tinggi dan dalam waktu lama, seperti ketika melaju di jalan tol, disarankan mengatur suhu AC mobil secara maksimal. Tujuannya agar komponen AC, terutama magnetic clutch-nya bekerja dengan baik dan lebih awet.

Perawatan Kompresor AC

Tidak hanya mesin mobil saja yang perlu dirawat secara rutin, komponen mobil lainnya yang sering digunakan pun tidak boleh luput. Seperti halnya sistem AC mobil (termasuk kompresor AC) juga perlu rutin dirawat, karena tanpanya niscaya penumpang di dalam kabin akan kepanasan. Merawat kompresor AC dengan baik dan rutin sama artinya dengan menjaga kondisi AC mobil agar tetap konsisten menghasilkan udara dingin di dalam kabin. Penting sekali untuk selalu melakukan perawatan rutin pada sistem AC, sekurang-kurangnya 2-3 kali dalam setahun.

Selain memberi kenyamanan, sistem pendingin kabin akan menjadi nilai tambah bagi mobil Anda saat dijual lagi. Oleh karenanya, pemilik mobil harus menjaga kondisi AC mobilnya selalu bekerja maksimal. Jika mobil kesayangan Anda mulai terdapat tanda/gejala kompresor bermasalah seperti penjelasan di atas, maka segera kunjungi bengkel mobil terdekat atau bengkel khusus AC mobil. Pastikan kompresor AC mobil Anda untuk segera diperiksa, karena jika diabaikan kerusakan tadi bisa merembet ke komponen lain yang membuat kerusakan makin parah.

Apabila Anda tidak cukup waktu untuk mengunjungi bengkel mobil, manfaatkan saja layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Untuk urusan ini, bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan solusi mudah perawatan dan perbaikan bagi AC mobil Anda. Cukup lakukan booking service untuk layanan bengkel mobil panggilan melalui smartphone Anda, maka mekanik profesional yang akan segera mendatangi Anda. Lebih dari 500 jasa perawatan dan perbaikan mobil mampu dilakukan oleh bengkel Zaini Auto Motor. Mulai dari pemeriksaan berkala, turun mesin hingga penggantian komponen mobil. Dengan melakukan service di bengkel Zaini Auto Motor, maka kinerja AC mobil Anda dijamin kembali optimal. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dengan hembusan udara AC yang dingin ketika dikendarai sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh.

7 Cara Sederhana Menghemat BBM Mobil Anda

Hingga Oktober 2019, Harga Bahan Bakar (BBM) non subsidi seperti Pertamax, Pertalite, dan Pertamax Turbo seringkali mengalami kenaikan harga. Hal ini berarti, anggaran untuk kebutuhan bahan bakar mobil kesayangan Anda pun harus ikut naik. Mobil di zaman sekarang, kebanyakan sudah dibekali dengan berbagai fitur berkendara Eco (eco driving mode). Hal ini bertujuan untuk membantu pengemudi agar lebih efisien dan menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) selama berkendara. Fitur ini membantu mengatur dan mengetahui perilaku mengemudi agar hemat BBM. Namun sayangnya, belum banyak pengemudi yang menerapkannya dalam berkendara sehari-hari. Alasannya, tidak lain karena masih kurang paham dengan istilah tersebut. Sebelum menguras kantong makin dalam, setiap pengemudi wajib tahu cara menghemat BBM untuk mobil kesayangannya.

Setiap pengemudi dapat melakukan penghematan BBM pada mobil mereka sendiri secara gratis, yakni dengan melakukan beberapa perubahan perilaku mengemudi yang sangat kecil. Keuntungan merubah perilaku ini adalah menghemat anggaran untuk bahan bakar mobil, memaksimalkan penggunaan bahan bakar, dan memperpanjang jarak tempuh. Namun, ada pula perbaikan dan perawatan yang perlu dilakukan pada setiap mobil agar mesin tidak terlalu menyedot bahan bakar. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana agar lebih hemat BBM saat berkendara:

1. Periksa Kondisi dan Tekanan Ban

Ban mobil dengan tekanan udara yang tepat dapat menghemat pemakaian BBM hingga 3,3 persen, sehingga mampu meningkatkan jarak tempuh mobil. Pada umumnya, ban mobil cenderung akan kehilangan tekanan udaranya sebesar 1 Psi per bulan. Penurunan tekanan udara ini sering disebabkan oleh pengaruh kondisi dan suhu lingkungan. Oleh karenanya, dianjurkan untuk secara rutin memeriksa tekanan udara pada ban mobil minimal sebulan sekali. Namun, akan lebih baik lagi jika pengecekan tekanan ban ini dilakukan tiap satu minggu sekali. Dengan menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi, maka akan mengurangi resiko ban cepat aus/gundul. Sehingga usia pakai dan kondisi ban cenderung lebih tahan lama.

“Ban kempis akibat tekanan udara yang kurang akan meningkatkan konsumsi BBM (bahan bakar) sebesar 0,5% untuk setiap penurunan tekanan sebesar 1 Psi pada keempat ban mobil. Kondisi ini disebabkan karena meningkatnya rolling resistance (tahanan putar) pada ban mobil. Sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar dan mengharuskan pengemudi menginjak pedal gas lebih dalam dari biasanya agar mobil tetap melaju. Setiap pemilik mobil perlu mengecek kondisi tekanan ban mobilnya secara teratur, idealnya seminggu sekali dan paling lama sebulan sekali. Selain itu, tekanan udara yang tepat akan meningkatkan kinerja pengereman, dan memberikan traksi yang tepat untuk membantu kinerja kemudi agar tetap responsif.” Jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Tekanan udara ideal ban pada tiap mobil berbeda-beda, oleh karenanya lakukan pemompaan pada ban sesuai rekomendasi pabrikan. Waktu yang tepat untuk pengisian tekanan udara yang direkomendasikan adalah saat ban dalam keadaan dingin. Namun, jika mobil telah dikendarai beberapa saat, maka cukup menambahkan tekanan bannya sekitar 3-5 Psi.

2. Hindari Pengereman Mendadak

Cara sederhana menghemat BBM selanjutnya adalah menghindari pengereman secara mendadak. Mesin mobil membutuhkan tenaga yang besar tidak hanya saat berakselerasi, namun juga saat mengurangi kecepatan hingga berhenti (deselerasi). Oleh karena itu, saat mengemudi ada baiknya hindari melakukan pengereman secara berlebihan. Karena hal tersebut nantinya akan memaksa pengemudi menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan semula. Sehingga konsumsi bahan bakarnya pun juga akan meningkat.

“Kuncinya, pengemudi harus mempertahankan momentum dan waktu sebelum berhenti. Jika menggunakan mobil bertransimi manual, pengemudi tinggal menekan pedal kopling, maka akan membuat mesin berputar idle/stasioner yang membantu mengurangi penggunaan BBM. Namun jangan memindahkan gigi persneling, karena putaran mesin bisa jadi tinggi. Selanjutnya, biarkan mobil coasting (meluncur sendiri tanpa di gas) dan pengemudi tinggal mengatur pengereman laju mobil. Tapi ingat, cara seperti ini hanya boleh dilakukan untuk pengereman yang sudah diprediksi titik berhentinya. Sehingga laju mobil bisa terkontrol hingga benar-benar berhenti.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Lalu bagaimana dengan mobil matic? Perlu diperhatikan, baik mobil matic ataupun manual, kuncinya itu memaksimalkan jeda waktu sesaat sebelum berhenti. Hal ini bertujuan agar pengereman laju mobil tetap optimal, dan pada saat yang bersamaan efisiensi konsumsi bahan bakar tetap terjaga.

3. Kurangi Beban Mobil Agar Menghemat BBM

Setiap pemilik mobil pasti menginginkan mobilnya irit saat sedang dikendarai agar tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk kebutuhan membeli bahan bakar yang kini tidak murah lagi. Cara mudah yang dapat dilakukan untuk menghemat BBM selanjutnya adalah dengan tidak membawa muatan berlebih pada mobil. Mobil yang membawa beban berlebihan, tentu akan membuat kinerja mesin menjadi berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakarnya menjadi boros.

Setiap tambahan 45 kg beban yang diangkut, maka akan meningkatkan konsumsi BBM hingga 2%. Bahkan bisa lebih untuk jenis mobil city car, sedan dan hatchback. Apabila mobil juga dilengkapi rak atap (roof rack) yang selalu penuh muatan, maka konsumsi bahan bakar pun akan meningkat hingga 5% akibat adanya hambatan udara saat mobil melaju.

Perlu diketahui, sekitar seperempat dari setiap galon bahan bakar digunakan untuk mengatasi hambatan udara tersebut. Hal ini berarti, bila sebuah mobil memiliki rasio konsumsi BBM 1:10, maka mobil yang membawa muatan penuh di atap kabin, hanya akan mampu menempuh jarak 7 km untuk setiap 1 liter BBM yang dikonsumsi.

“Apabila beban yang diangkut mobil terlalu berlebihan, baik karena barang-barang yang dibawa ataupun jumlah penumpang di dalam kabin, maka kinerja mesin menjadi berat. Karena semakin berat mesin bekerja, maka bahan bakar yang akan terkuras juga berbanding lurus dengan kinerja mesin. Mobil dengan bobot yang berlebih tidak hanya boros saat akselerasi tapi juga boros saat deselarasi, karena membutuhkan tenaga lebih untuk memperlambat laju. Untuk itu pengemudi harus manfaatkan jarak yang lebih panjang untuk memperlambat laju mobil. Karena mobil dengan beban yang lebih berat butuh waktu lebih lama saat coasting sebelum benar-benar berhenti.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Menghemat BBM Dengan Menyalakan AC Mobil Seperlunya

Untuk dapat berkerja dengan baik, maka sistem AC mobil membutuhkan support daya mesin yang ekstra besar. Sehingga mesin akan menyedot bahan bakar lebih banyak. Ketika kondisi cuaca di luar tidak terlalu panas, sebaiknya hindari penggunaan AC mobil. Mengurangi pemakaian AC mobil yang berlebihan, memang akan sangat membantu dalam menghemat konsumsi bahan bakar.

Dengan tidak menyalakan AC mobil, penumpang mobil biasanya perlu membuka jendela kaca. Namun, bila sedang berkendara di jalan tol yang mengharuskan mobil berkecepatan tertentu/tinggi, maka sebaiknya tutup jendela rapat-rapat dan nyalakan AC mobil. Karena, saat berkendara di jalan tol dengan jendela yang terbuka akan memperbesar udara masuk ke dalam kabin mobil. Sehingga menyebabkan terjadinya hambatan saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan begitu, kerja mesin jadi lebih berat dan akibatnya bahan bakar terbuang percuma.

“Ketika menggunakan AC mobil, sebenarnya kinerja mesin bertambah dua kali lipat. Sehingga konsumsi bahan bakar yang digunakan mobil pun meningkat. Menggunakan AC dengan suhu yang terlalu dingin, juga membuat kinerja mesin menjadi lebih berat dan menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi boros. Maka dari itu, aturlah pemakaian AC mobil dengan suhu diantara 24-27 derajat celcius. Pada saat cuaca panas, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Ketika ingin mengemudi lagi, sebelum menyalakan AC mobil, bukalah semua kaca untuk mengeluarkan udara panas dari kabin. Selain itu, disarankan melengkapi mobil dengan kaca film berkualitas tinggi, karena dapat mengurangi radiasi panas yang masuk ke kabin. Sehingga mengurangi beban kerja AC mobil untuk mendinginkan kabin, sekaligus dapat menghemat penggunaan bahan bakar,” jelas Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

5. Jaga Jarak Aman dan Terapkan Smart Driving

Saat mengemudi diperlukan penglihatan yang sempurna, untuk itu setiap pengemudi harus selalu memperhatikan kondisi lalu lintas sekitar. Pandangan mata harus selalu waspada melihat setiap objek di depan, di belakang dan di samping mobil yang dikendarai. Sebagai contoh, dalam kondisi lalu-lintas lancar, pengemudi yang memacu mobil dengan kecepatan di atas 100 km/jam bisa menerapkan metode jarak aman 3 detik dengan mobil di depan. Jangan terlampau dekat, karena sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan 100 km/jam untuk bisa berhenti dari titik A ke B memerlukan jarak sekitar 27 meter dalam waktu 1 detik.

“Sebaiknya terapkan smart driving, jangan mebiasakan mengemudi secara agresif ataupun ugal-ugalan. Dalam menginjak pedal gas aturlah sesuai kebutuhan, karena dapat secara signifikan menghemat pemakaian BBM pada mobil. Ketika berkendara di jalan tol, usahakan melaju secara konstan dengan kecepatan 60 km/jam hingga 80 km/jam. Sedangkan ketika berkendara di jalan perkotaan, cukup memacu mobil dengan kecepatan 30-50 km/jam dan tergantung kondisi lalu-lintas yang dilalui. Itu merupakan kecepatan ideal untuk mengefisiensikan pemakaian bahan bakar pada mobil. Jika pengemudi sering melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada kecepatan tersebut, maka akan meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 15% lebih banyak.” Ungkap Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

6. Hindari Akselerasi Dan Deselerasi Secara Mendadak

Dalam mengemudi sebaiknya hindari melakukan akselerasi secara mendadak. Karena akselerasi mendadak dapat membuat Electronic Control Unit (ECU) memerintahkan sistem untuk menyuplai bahan bakar secara maksimal. Sehingga berpotensi membuat BBM mobil menjadi boros. Intinya, hindari melakukan akselerasi dan deselerasi secara mendadak, sebaiknya dilakukan secara lembut dan konstan. Karena memacu mobil dengan kecepatan yang konstan dan berakselerasi secara lembut secara tidak langsung akan membuat suplai bahan bakar lebih stabil.

“Dalam berkendara, sebaiknya pengemudi jangan bernafsu menginjak pedal gas secara dalam. Namun, lakukan injak pedal gas secara perlahan-lahan, serta biarkan putaran mesin (rpm) naik dengan sendirinya secara perlahan. Selanjutnya, segera pindah ke posisi gigi yang lebih tinggi. Cara seperti ini bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 11 persen,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor, beberapa waktu lalu.

Perpindahan tuas trasmisi secara cepat, yaitu pada kisaran 1000-2000 RPM juga akan membuat mobil lebih hemat bahan bakar. Sedangkan deselerasi secara mendadak dan berlebihan, akan memaksa pengemudi untuk menekan pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan seperti semula. Sehingga secara langsung dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Setiap mengemudi hendaknya memperhitungkan jarak deselerasi dan pengereman yang tepat, sehingga laju mobil bisa terkontrol dan menghemat bahan bakar.

7. Rutin Service Berkala Mobil Akan Menghemat BBM

Menghemat BBM memang dapat dimulai dengan langkah sederhana seperti memperbaiki perilaku mengemudi yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, merawat mesin secara rutin juga sangat mebantu dalam meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar pada mobil. Selain itu, performa mesin akan tetap maksimal dan secara tidak langsung akan memperpanjang usia pakai tiap komponen mesin.

Dengan rutin melakukan service berkala di bengkel mobil, maka kondisi tiap komponen mesin akan selalu termonitor dengan baik. Sehingga, bila ada kerusakan dapat segera diganti, dan tentunya akan lebih menghemat biaya dikarenakan kerusakan yang terjadi biasanya tidak terlalu berat. Penggantian komponen-komponen mesin yang sudah aus, kotor atau rusak, memang perlu dilakukan, karena akan memengaruhi efisiensi bahan bakar. Beberapa komponen mesin yang bersifat fast moving seperti busi, fuel filter, sensor udara, saringan udara, hingga bearing harus rutin diganti agar performa mesin terjaga dan tetap bekerja efisien.

Itulah beberapa cara mudah untuk menghemat bahan bakar pada mobil kesayangan Anda. Meskipun kebanyakan mobil produksi sekarang ini telah dirancang dengan teknologi hemat bahan bakar yang makin efisien, namun seiring pemakaian, mobil tetap perlu perawatan untuk memastikan kinerja mesin tetap seefisien ketika pertama kali di produksi pabrikan. Untuk urusan itu, bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah solusinya. Dengan melakukan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor, kinerja mesin mobil Anda dijamin tetap optimal dengan efisiensi bahan bakar yang sempurna. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dan aman ketika dikendarai sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh. Anda juga akan lebih menghemat anggaran untuk BBM ketika bepergian bersama mobil kesayangan Anda. Sudah saatnya setiap pemilik mobil sadar akan perlunya penghematan bahan bakar.

Evaporator Mobil Avanza Kotor

Waspadai, Evaporator Kotor Menyebabkan AC Mobil Tidak Dingin

Di zaman sekarang, AC (air conditioner) merupakan komponen yang wajib terpasang pada setiap mobil. Apalagi kondisi cuaca di Indonesia beberapa bulan ke depan semakin panas, tentunya AC mobil sangatlah dibutuhkan saat berkendara. Sistem AC mobil merupakan fitur penting di dalam mobil, tentunya juga memiliki berbagai komponen penting yang menunjang kinerjanya. Salah satu komponen penting dalam sistem AC mobil adalah evaporator.

“Komponen evaporator AC-lah yang membuat kita dapat menikmati udara yang sejuk atau dingin di dalam mobil. Komponen evaporator ini berfungsi untuk menyerap udara panas dan merubahnya menjadi udara yang dingin (sejuk). Dan udara dingin yang dihasilkan evaporator ini nantinya akan dihembuskan langsung ke dalam kabin mobil melalui blower. Hembusan dari blower akan melewati kisi-kisi evaporator dan akan membawa udara dingin yang menyejukan ke dalam kabin mobil.” ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Komponen evaporator AC mobil yang bekerja tidak maksimal akan mengakibatkan hembusan udara yang dihasilkan pun terasa lemah dan tidak dingin. Hal ini akan sangat merugikan dan tentunya membuat pengemudi dan penumpang mobil tidak nyaman selama berada di dalam kabin mobil.

Evaporator AC Mobil Kotor

Bentuk evaporator biasanya menyerupai radiator yang memiliki kisi-kisi atau pipa berongga yang berliku-liku. Pada evaporator kondisinya cenderung selalu lembab, hal ini cenderung menyebabkan menumpuknya kotoran yang menempel pada bagian kisi-kisinya. Kotoran yang menumpuk pada evaporator akan menyumbat dan menghambat kinerja AC mobil. Akibatnya, AC mobil tidak mampu bekerja dengan optimal dan hembusan udara sejuk yang masuk ke kabin mobil tidak maksimal.

Proses Kerja Blower dan Evaporator AC Mobil

Jika evaporator kotor, maka proses kondensasi akan terganggu dan menyebabkan AC tidak dingin. Selain itu evaporator yang kotor juga bisa menyebabkan bau tidak sedap yang keluar dari AC mobil. Untuk itulah, setiap pemilik mobil perlu membersihkan komponen evaporator AC mobil secara rutin.

Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, menjelaskan “Kerusakan sistem AC (air conditioner) bisa terjadi kapan saja. AC mobil yang rusak mungkin saja diakibatkan oleh komponen evaporator yang kotor atau rusak. Musuh terbesar dari evaporator adalah debu, kotoran, dan partikel polusi lainnya. Karena kotoran, debu dan partikel polusi lainnya dapat dengan mudah menempel pada evaporator yang kondisinya cenderung selalu lembab. Sehingga samakin lama akan membuat kisi-kisi evaporator tertutup lumpur dan terhambat menyalurkan udara sejuk ke dalam kabin mobil. Biasanya terdapat beberapa gejala yang terjadi, meliputi hembusan udara AC lemah, AC mobil tidak dingin, udara AC berbau, dan temperatur tidak stabil (berfluktuasi).”

Debu dan kotoran juga bisa berasal dari kotoran yang tidak tersaring dengan baik oleh filter kabin. Jika setiap hari jumlahnya bertambah dan menumpuk, bisa membuat kinerja evaporator terganggu. Udara yang dihasilkan AC mobil pun tidak dingin. Evaporator yang bersih akan membuat sirkulasi udara pada sistem AC mobil semakin maksimal, otomatis hawa sejuk (dingin) yang keluar akan optimal.

Penyebab Evaporator AC Mobil Cepat Kotor

Salah satu kebiasaan para pengemudi atau penumpang mobil yang dapat mempengaruhi kinerja AC mobil adalah terlalu sering membuka kaca mobil. Kebiasaan membuka kaca mobil ini biasanya dilakukan oleh pengemudi atau penumpang yang punya kebiasaan merokok. Mereka sering membuka kaca mobil saat merokok dengan maksud agar asap rokok bisa cepat keluar. Namun, celakanya AC mobil tetap dinyalakan karena mereka juga tidak mau kepanasan di dalam kabin mobil.

Evaporator AC Mobil Pada Suzuki Ertiga Kotor
Evaporator AC Mobil Kotor

“Saat kaca mobil dibuka, maka debu, kotoran dan partikel polusi kendaraan lain akan mudah masuk ke kabin mobil. Namanya udara dari luar, kita tidak tahu seberapa kotor, sehingga bisa membuat kabin ataupun evaporator jadi lebih cepat kotor. Selain itu, debu, asap rokok, serta asap knalpot dari mobil lain yang bersirkulasi di dalam kabin dapat menimbulkan bau tak sedap pada embusan udara AC mobil. Sebaiknya, hindari merokok di dalam mobil, karena partikel asapnya bisa mengotori evaporator. Selain itu, nikotinnya yang lengket dan berlendir akan menempel pada interior mobil dan menimbulkan bau tak sedap dan susah hilang,” ungkap Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Debu, kotoran dan partikel polusi lainnya yang masuk melalui jendela, akan masuk ke sistem sirkulasi AC di dalam kabin. Semakin lama akan menumpuk dan bisa menimbulkan jamur pada komponen evaporator atau bagian komponen AC lain. Hal inilah yang bisa menimbulkan bau yang tidak sedap seperti bau apek pada AC mobil. Apabila menginginkan kinerja AC mobil tetap optimal dan evaporator tidak mudah kotor, sebaiknya rutin menjaga kebersihan kabin mobil. Misalnya, seminggu sekali membersihkan atau mem-vacuum karpet mobil, tempat duduk penumpang, kisi-kisi ventilasi AC, serta dashboard mobil. Agar udara yang dihembuskan AC mobil jadi lebih segar dan sehat.

Kapan Evaporator AC Mobil Diganti

Evaporator pada AC mobil umumnya jarang terjadi kebocoran, kecuali usia pakainya sudah mendekati batas maksimal. Hal ini karena evaporator merupakan komponen AC mobil yang selalu dilalui freon, maka makin lama akan terjadi korosi (kropos). Faktor inilah yang akhirnya menyebabkan kebocoran freon.

Kapan Evaporator AC Mobil Diganti
Ganti Evaporator AC Mobil

Untuk usia pakai dari evaporator sendiri tidak dapat berpedoman pada jarak tempuh mobil. Karena akan berbeda hasilnya antara kondisi lalu lintas yang lancar dengan lalu-lintas macet. Maka harus dihitung saat AC mobil tetap bekerja ketika mobil berhenti dan melintas di lalu-lintas macet. Untuk menemukan angka valid AC bekerja, biasanya menggunakan pedoman jarak tempuh mobil dikalikan tiga. Misalnya, batas maksimal usia pakai evaporator berkisar 90.000 kilometer, jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 30.000 km, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kondisi evaporator.

Menghilangkan Bau Tak Sedap Pada AC Mobil

Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor menyarankan, jika udara yang dihasilkan AC mobil sudah tidak fresh dan muncul bau tidak sedap, maka segera bawa mobil Anda ke bengkel AC mobil terdekat atau bengkel mobil profesional untuk dilakukan service pada sistem AC mobil. Komponen AC mobil seperti kondensor, evaporator dan komponen AC lainnya akan dicuci dan dibersihkan menggunakan udara bertekanan.

Agar Evaporator tidak midah kotor, bersihkan interior mobil secara rutin
Rutin Membersihkan Interior Mobil

Untuk membersihkan evaporator AC mobil, ada beberapa bagian dari mobil yang harus dibongkar, dan hal tersebut harus dilakukan oleh mekanik profesional. Namun, bila Anda merasa bisa melakukannya sendiri, sebaiknya ikuti petunjuk pada buku panduan kepemilikan mobil (manual book). Evaporator AC mobil pada umumnya terletak di bawah dashboard mobil, namun semuanya tergantung dari jenis dan merek mobil. Terkadang, beberapa jenis mobil meletakkan evaporatornya di bagian lain. Jika kesulitan menemukan letak evaporator, kembali buka manual book bawaan mobil Anda, karena biasanya di manual book tersebut ada petunjuk mengenai perawatan beberapa komponen mobil, salah satunya letak evaporator AC mobil.

Dengan melakukan pembersihan pada komponen evaporator yang kotor, maka proses kondensasi tidak akan terganggu lagi dan hembusan udara AC akan kembali maksimal, tidak berbau, bersih dan sehat. Apabila terjadi kerusakan atau kotoran yang mengeras hingga menimpulkan korosi, maka sebaiknya komponen AC tersebut diganti dengan yang baru. Dan hasil yang didapat juga lebih baik, AC mobil akan menjadi semakin dingin seperti baru.

Semprotkan Cairan Pembersih AC Mobil

Jika sistem AC mobil Anda sudah dilengkapi dengan filter kabin (cabin air filter), maka komponen ini juga perlu dibersihkan dengan cara menyemprot dengan udara bertekanan. Namun, bila tidak ada udara bertekanan, cukup dengan mengetok-ngetok filter kabin ke lantai. Dapat juga menggunakan kuas atau sikat gigi secara perlahan dan berhati-hati, agar tidak merusak komponen filter AC tersebut. Apabila kotorannya membandel, lebih dianjurkan untuk mengganti filter kabin (cabin air filter) dengan yang baru.

Setelah melakukan pembersihan beberapa komponen AC mobil dan memasangnya kembali, selanjutnya nyalakan mesin mobil. Ketika mesin mobil sudah berputar stasioner, AC mobil diaktifkan dengan suhu paling tinggi dan putaran blower yang paling tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah blower bekerja secara maksimal atau tidak.

Semprotkan Cairan Pembersih AC Mobil dan membersihkan AC mobil dengan Vacuum

Langkah terakhir adalah menyemprotkan cairan pembersih (AC Cleaner Spray) yang berupa busa (foam) ke bagian blower AC. Diamkan foam (busa) tersebut berubah menjadi air hingga ke luar melalui ventilator AC di kabin. Kemudian bersihkan air yang berada di lubang ventilator AC. Cairan pembersih (AC Cleaner Spray) selain sebagai pembersih, juga untuk menghilangkan kuman dan bakteri penyebab bau, sekaligus bisa digunakan sebagai pengharum.

Jika mobil kesayangan Anda muncul gejala hembusan udara AC lemah, AC mobil tidak dingin, udara AC berbau, dan temperatur AC tidak stabil (berfluktuasi), maka kami sarankan untuk segera datang ke bengkel AC mobil terdekat atau bengkel mobil profesional yang mampu mengatasi permasalahan AC mobil Anda. Namun, bila Anda tidak punya banyak waktu untuk ke bengkel mobil, dan ingin mendapatkan tempat service yang aman, cepat dan berkualitas, sebaiknya segera lakukan booking service di bengkel Zaini Auto Motor. Pilih layanan “bengkel mobil panggilan“, dimana mekanik dari bengkel Zaini Auto Motor akan segera mendatangi lokasi Anda.

Setiap mobil yang ditangani bengkel Zaini Auto Motor akan mendapat pemeriksaan dan perawatan maksimal. Mekanik profesional dan berpengalaman akan memeriksa seluruh kondisi mobil Anda, termasuk kondisi AC Mobil. Selanjutnya mekanik Zaini Auto Motor akan menginformasikan perbaikan apa saja yang diperlukan, dan memberi saran jika memang perlu adanya penggantian sparepart. Selain itu, bengkel Zaini Auto Motor juga menyediakan berbagai macam suku cadang asli. Jadi, Anda tinggal terima beres dan performa AC mobil akan kembali maksimal.

Mengganti Filter Kabin Pada AC Mobil Toyota

Agar AC Mobil Tetap Dingin, Rutin Periksa Komponen Ini Saat Kemarau

Sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Menurut BMKG Indonesia, musim kemarau tahun ini masih akan terus berlangsung diperkirakan hingga bulan Oktober mendatang. Musim Kemarau tahun ini cukup panjang, dengan hari tanpa hujan lebih dari 60 hari berturut-turut di sebagian besar wilayah Indonesia. Saat berkendara, komponen AC mobil tentu menjadi kebutuhan di kabin mobil, apalagi saat suhu udara sangat panas di musim kemarau. Namun, akan sangat menyebalkan apabila komponen AC mobil mengalami masalah, bahkan tak terasa dingin.

Permasalahan AC mobil yang kurang dingin ketika digunakan memiliki beragam penyebab. Mulai dari kerusakan komponen AC seperti extra fan (kipas AC) mati atau lemah, seal bocor, kompresor rusak, evaporator kotor, terlalu banyak freon yang diisi. Tetapi tidak sedikit juga yang disebabkan karena usia pemakaian. Seperti, oli kompresor habis, jumlah freon terlalu sedikit, atau yang paling sering ditemukan karena filter kabin yang kotor. Sehingga berpotensi menyumbat sirkulasi udara AC yang menuju ke kabin.

Filter Kabin Kotor Penyebab AC Mobil Tidak Dingin

Ternyata diantara penyebab yang beragam, terdapat salah satu komponen yang biasanya menjadi tersangka utamanya, yakni Cabin Air Filter yang kotor. Meskipun kondisi AC mobil berfungsi normal, tetapi jika cabin air filter kotor hingga tersumbat, maka tidak akan ada udara dingin yang keluar melalui lubang kisi-kisi AC di dashboard. Sehingga hal ini menyebabkan AC mobil tidak terasa dingin dan seolah tidak berfungsi sama sekali.

Filter Kabin Kotor Penyebab AC Mobil Tidak Dingin
Filter Kabin Kotor Penyebab AC Mobil Tidak Dingin

Filter kabin biasanya terletak di balik dashboard yakni di belakang laci peyimpanan (glove box). Cabin Air Filter berfungsi untuk memfilter udara yang masuk ke kabin. Meskipun kondisi AC mobil berfungsi normal, tetapi kalau filter kabin kotor maka akan mengurangi hembusan udara AC yang masuk ke kabin mobil. Seiring waktu pemakaian, filter kabin pada AC mobil akan menjadi sangat kotor dan tersumbat. Sehingga akan memperlambat aliran udara yang menuju kabin. Bahkan banyak kasus sirkulasi udara yang melalui blower AC dan kisi-kisi AC tersumbat. Hal ini menyebabkan AC mobil tidak terasa dingin sama sekali dan seolah AC tidak berfungsi normal.” Ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Jika kondisi jalan yang dilalui sehari-hari tidak berdebu, penggantian filter kabin AC mobil dapat dilakukan tiap 10.000-15.000 km sesuai rekomendasi pabrikan masing-masing. Tetapi, jika mobil sering melewati jalanan berdebu atau berpolusi, maka komponen filter kabin AC harus diganti lebih cepat dari waktu biasanya. Cabin Air Filter (filter kabin) yang kotor, hendaknya segera diganti. Selain untuk menghindari masalah AC yang tidak dingin, juga untuk menghindari timbulnya penyakit dalam jangka panjang. Karena filter kabin yang kotor bisa menjadi sarang bakteri yang berbahaya bagi kesehatan penumpang mobil.

Penyebab Filter Kabin Pada AC Mobil Kotor

Cabin air filter harus menjamin dan memastikan sistem AC menghasilkan udara yang bersih, segar dan tidak berbahaya ketika dihirup. Udara yang segar, bersih dan sehat di kabin mobil sangat penting sebagai bagian dari faktor keselamatan berkendara (safety driving). Namun, kondisi ini sering diabaikan oleh para pengendara mobil.

Penyebab Filter Kabin Pada AC Mobil Kotor
Cabin Air Filter Kotor

Ketika filter AC kotor, maka debu, polutan dan partikel kecil lainnya tidak dapat difilter secara sempurna saat aliran udara keluar dari sistem AC ke dalam kabin. Akibatnya, udara yang keluar dari sistem AC akan menjadi kotor dan berbau. Kondisi udara dalam kabin yang kotor dan berbau tentu sangat mengganggu konsentrasi saat mengemudi. Dan dalam jangka panjang bisa membahayakan kesehatan para penumpang mobil.

Agus Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “kotornya filter kabin biasanya disebabkan oleh sirkulasi debu di dalam kabin mobil. Debu-debu tersebut bisa berasal dari polusi udara di daerah perkotaan yang terhisap oleh sistem AC mobil. Atau udara luar yang ikut masuk ke dalam kabin saat mobil melaju dengan jendela terbuka. Interior mobil yang jarang dibersihkan juga ikut berperan memperburuk kondisi filter kabin. Sehingga saat AC diaktifkan, otomatis kotoran, debu-debu, dan partikel kecil lainnya akan terhisap dan menempel di cabin air filter. Seiring pemakaian, semakin lama akan menyebabkan terhalangnya aliran udara yang dikeluarkan oleh blower AC. “

Merawat Filter Kabin Agar Awet

Filter kabin yang bersih dapat memperlancar sirkulasi aliran udara AC ke dalam kabin, sehingga penumpang bisa merasakan kinerja sistem AC yang maksimal. Banyak pemilik mobil yang mengabaikan perawatan komponen cabin air filter ini. Padahal filter kabin mudah untuk dibersihkan, sama seperti halnya dengan membersihkan filter udara di mesin. Pembersihan filter kabin dapat dilakukan sendiri dengan mudah, pemilik mobil semestinya tidak perlu datang ke bengkel mobil untuk urusan ini. Cabin air filter yang belum terlalu kotor, cukup dibersihkan dengan menyemprotkan udara bertekanan.

Merawat Filter Kabin Ertiga Agar Tetap Awet
Merawat Filter Kabin

Caranya, buka laci dashboard, selanjutnya lepaskan laci dari dudukannya, maka di balik laci akan terlihat cabin air filter AC mobil. Selanjutnya keluarkan komponen filter AC ini, setelah filter dilepas dari dudukannya di belakang laci dashboard, pastikan kondisinya masih layak pakai. Semprotkan udara bertekanan biar debu, kotoran dan partikel lain yang menempel bisa hilang. Apabila tidak tersedia udara bertekanan, cukup ketok-ketokkan filter ke permukaan lantai dan biarkan debu rontok.

Mengganti Filter Kabin Baru

Untuk memperoleh kenyamanan selama berkendara dan menjaga kesehatan penumpang mobil, apabila komponen filter kabin sudah sangat kotor, tentu satu-satunya cara untuk mengembalikan sirkulasi udara AC supaya kembali segar, bersih dan sehat adalah dengan cara mengganti komponen filter AC tersebut.

Mengganti Filter Kabin AC Mobil Nissan
Mengganti Filter Kabin Dengan Yang Baru

“Penggantian komponen AC ini sebenarnya cukup mudah, karena bisa dilakukan sendiri. Biasanya filter kabin terletak di balik laci penyimpanan (glove box) di dashboard mobil. Namun, semuanya tergantung dari merek dan jenis mobil. Terkadang, beberapa merek mobil meletakkan cabin air filternya di bagian lain. Jika Anda kesulitan menemukan letak cabin air filter, bisa mengikuti petunjuk buku panduan bawaan mobil. Karena biasanya di manual book tersebut ada petunjuk mengenai perawatan beberapa komponen mobil, salah satunya letak cabin air filter AC mobil tersebut. Dalam mengganti filter kabin, pastikan jangan sampai terbalik yakni dengan memperhatikan tanda pemasangannya,” jelas Agus Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Kualitas filter kabin yang baik juga bisa membuat evaporator lebih awet. Sebab jika tidak ada filter kabin, debu dan partikel lainnya akan menempel pada evaporator yang kondisinya cenderung selalu lembab. Filter udara kabin (cabin air filter) yang berkualitas bisa membantu mencegah aliran udara AC terkontaminasi debu, kotoran, dan partikel lainnya memasuki kabin penumpang kendaraan Anda. Selain itu, tambahan carbon aktif pada beberapa jenis filter kabin juga mampu menghilangkan bau tak sedap, dan menyaring partikel yang dapat menimbulkan penyakit.

Jaga Kebersihan Interior Dan Kabin Mobil

“Kalau ingin kinerja AC optimal terus, sebaiknya jaga kebersihan kabin dan rutinlah periksa filter kabin secara berkala setiap 10.000 km. Semprotkan cairan pembersih (Air Freshener) pada AC mobil sebagai pembersih udara untuk menghilangkan kuman dan bakteri penyebab bau, sekaligus bisa digunakan sebagai pengharum. Semprotkanlah Air Freshener yang berupa busa (foam) ke bagian blower, filter kabin, evaporator dan kisi-kisi AC.” saran Agus Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Di dalam buku petunjuk kepemilikan kendaraan (manual book) biasanya sudah ada prosedur penggantian filter kabin yang benar. Tetapi jika pemilik mobil ragu untuk mengganti sendiri, sebaiknya percayakan pada mekanik profesional dan berpengalaman seperti di bengkel mobil Zaini Auto Motor. Para mekanik berpengalaman bukan hanya akan melakukan pemeriksaan dan penggantian cabin air filter, tetapi juga pemeriksaan secara menyeluruh pada komponen mobil lainnya sesuai dengan jadwal service berkala yang sedang berjalan.

Ketika mengalamai permasalahan pada mobil, sebaiknya Anda langsung mengkonsultasikan pada ahlinya. Bengkel Zaini Auto Motor dengan didukung mekanik profesional dan handal, tentunya sudah berpengalaman mengatasi bermacam masalah pada mobil. Selain itu, Anda tidak perlu repot datang ke bengkel mobil, para mekanik bengkel Zaini Auto Motor lah yang akan mendatangi lokasi Anda. Pastikan Anda sudah mendownload aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di gadget Anda. Dengan aplikasi ini, solusi perawatan dan perbaikan mobil Anda jadi semakin mudah dan murah. Manfaatkan berbagai macam promo service, diskon harga sparepart, dan promo lainnya yang sangat menguntungkan bagi para pelanggan bengkel Zaini Auto Motor.

Kesalahan Menggunakan AC Mobil

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan AC Mobil

Musim kemarau hampir tiba, temperatur udara di luar ruangan yang panas tentu menjadikan AC mobil sesuatu yang istimewa dalam memberikan kenyamanan saat berkendara. Selain itu, memarkir mobil di area terbuka dalam waktu yang lama juga membuat temperatur di dalam kabin menjadi pengap dan panas. Tentu, banyak orang pernah mengalami hal ini. Lantas, lantaran kurang sabar, AC mobil pun langsung dinyalakan ketika baru masuk ke mobil dan pengaturannya pun biasanya pada tingkat hembusan yang paling tinggi atau dingin.

Agus Tri Ariyanto, General Service Advisor bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “cara seperti ini merupakan satu dari beberapa kesalahan dalam mengoperasikan AC mobil. Tentu saja hal semacam ini kurang tepat dan justru membuat perangkat AC mobil bekerja kurang efektif dan efisien. Karena dengan langsung menyalakan AC mobil pada tingkat hembusan maksimal ketika baru masuk ke dalam mobil, hanya akan membuat hawa panas terus bersirkulasi di dalam kabin. Sebaiknya sebelum menyalakan AC mobil, semua kaca mobil dibuka terlebih dahulu dengan tujuan menurunkan temperatur dalam kabin secara perlahan-lahan. Selanjutnya AC mobil dapat dinyalakan disertai menutup kembali kaca pintu mobil. Dengan begini AC mobil akan bekerja lebih efektif, sehingga kesejukan dan kenyamanan di dalam kabin akan perlahan terasa.”

Saat mobil terparkir biasanya semua kaca jendela mobil tertutup, maka suhu di dalam kabin mobil akan meningkat, apalagi jika mobil terparkir di tempat yang terpapar langsung sinar matahari. Dengan kondisi suhu di dalam kabin yang panas dan penumpang langsung menyalakan AC, maka otomatis AC mobil akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang besar untuk dapat mendinginkan kabin mobil. Dan pada akhirnya akan mengakibatkan pemborosan BBM, serta mengakibatkan AC mobil akan lebih cepat menurun kualitasnya karena mengeluarkan tenaga ekstra.

Selain itu, hindari kebiasaan mengoperasikan AC mobil ketika mesin mobil mati. AC mobil merupakan salah satu komponen mobil membutuhkan daya listrik yang besar untuk pengoperasiannya. Apabila pemilik mobil terbiasa mengoperasikan AC mobil saat mesin masih mati, maka daya listrik baterai (aki mobil) akan cepat terkuras habis. Komponen dalam sistem AC mobil seperti kompresor AC pun juga akan mudah rusak.

“Ketika sistem AC dinyalakan, otomatis kompresor dan blower AC akan bekerja menggunakan daya listrik Aki mobil. Karena baterai (aki mobil) belum mendapat suplai pengisian listrik dari altenator (dinamo ampere), tetapi daya listriknya sudah terpakai untuk kompresor dan motor blower AC, maka hal ini akan membebani Aki mobil. Akibatnya aki akan mudah tekor dan akhirnya mobil menjadi susah di starter ketika hendak digunakan. Tidak ada salahnya untuk menonaktifkan AC ketika mesin mobil tidak menyala, karena efeknya dapat dirasakan untuk jangka panjang.” ujar Agus Ari Yanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Mungkin karena panasnya udara di luar kabin mobil, beberapa penumpang juga terbiasa mengarahkan hembusan udara AC langsung mengenai mukanya. Cara seperti ini dianggap kurang tepat. Arah hembusan udara AC seharusnya condong ke atas, bukan ke arah penumpang atau pengemudi. Hal ini bertujuan agara udara sejuk dari AC dapat mengalir dan bersirkulasi di dalam kabin secara langsung tanpa terhalang benda apapun. Sehingga akan memberikan kesejukan pada semua penumpang secara cepat dan konstan,” tambah Agus Tri Ari Yanto ketika ditemui di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Ada anggapan bahwa selama udara yang dikeluarkan AC mobil masih terasa dingin, maka tidak diperlukan perawatan dan pemeriksaan secara berkala pada komponen sistem AC mobil. Komponen sistem AC mobil (air conditioner) sama seperti komponen mobil lainnya yang membutuhkan perawatan berkala, tetapi kebanyakan orang malas melakukan perawatan dan pemeriksaan tersebut. Padahal dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala pada sistem AC, akan menjamin kondisi AC mobil yang selalu prima, sehat dan memberikan kenyamanan selama berkendara, terutama di tengah panasnya cuaca di siang hari atau kondisi lalu – lintas jalan yang sering macet parah.

Pengisian Freon AC Mobil
Pengisian Freon AC Mobil

Sebaiknya servis AC mobil jangan dilakukan hanya ketika AC mobil bermasalah, karena ketika AC mobil anda sudah bermasalah biasanya biaya yang dikeluarkan pastinya akan lebih besar. Sebagai tindakan pencegahan, sebaiknya sistem AC mobil dilakukan pemeriksaan rutin atau diservis setiap menempuh jarak kelipatan 10.000 km hingga 20.000 km. Atau setiap 3-6 bulan sekali tergantung dari pemakaian mobil, agar komponen AC mobil Anda menjadi awet dan terjaga kondisinya.

Selain itu, komponen filter kabin juga perlu dilakukan pembersihan tiap 10.000 km dan penggantian tiap 30.000 km, atau periode 6 bulan sekali. Pembersihan komponen evaporator setiap 40.000 km atau 8 bulan sekali agar tidak terjadi penumpukan kotoran, debu, jamur, bakteri, lumut, yang menghambat kinerja AC mobil, agar AC mobil Anda tetap bisa bekerja secara maksimal dan efisien.

“Di bengkel Zaini Auto Motor, biasa memberikan layanan servis kecil untuk sistem AC mobil setiap kelipatan 10.000 km. Service kecil ini meliputi pengecekan dan pembersihan blower, servis kondensor AC, pembersihan atau ganti filter kabin, pengecekan fan belt, pemeriksaan freon, dan lain-lain. Untuk kelipatan jarak tempuh 20.000 km hingga 40.000 km harus dilakukan servis besar, yang meliputi flushing sistem AC, servis evaporator, servis kondensor, servis Blower, penggantian receiver dryer dan filter Kabin, Vacum dan penggantian oli kompresor AC, pemeriksaan freon dan optional penggantian freon AC. Semua servis harus dilakukan agar fungsi dari semua komponen AC tetap terjaga maksimal,” ujar Agus Tri Ariyanto.

Selain itu, sebaiknya pengemudi juga menyalakan AC mobil di pagi hari, sekalipun udara di luar dingin atau kondisi hujan. Hal ini untuk mencegah terjadinya embun pada kaca mobil yang dapat menghalangi visibilitas dan jarak pandang pengemudi. Pahami betul kondisi AC mobil Anda, agar bisa menghindari kerusakan dan kecurangan pada saat melakukan servis di bengkel AC mobil. Jika terjadi kerusakan pada komponen AC mobil kesayangan Anda, dan biaya perbaikannya mencapai 70% dari harga AC mobil baru, maka sebaiknya gantilah dengan komponen yang baru, karena komponen baru lebih terjamin.

Penyebab AC mobil tiba-tiba Tidak Dingin

AC Mobil Tidak Dingin, Mana Tahan? Periksa 6 Komponen Ini!

Di zaman sekarang ini, AC (air conditioner) mobil merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dan wajib ada pada setiap mobil untuk menunjang kenyamanan dalam berkendara. Kendala kerusakan pada AC (air conditioner) mobil bisa terjadi kapan saja. AC mobil yang tidak dingin dan bekerja tidak optimal, akan sangat merugikan dan bisa membuat pengemudi dan penumpang tidak nyaman selama berkendara.

Jika AC mobil bermasalah, kadang yang berhembus keluar hanya udara berhawa panas dan bau tidak sedap. Meskipun selektor temperatur AC sudah diset di temperatur yang paling dingin, udara yang berhembus dari ventilsai AC tetap saja tidak bertambah dingin. Seperti halnya komponen mobil lainnya, pada AC mobil juga terdapat komponen yang membutuhkan perawatan rutin. Ketika ada komponen di dalam sistem pendingin mobil yang fungsinya tidak normal, maka perlu segera dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Pemeriksaannya gejala kerusakan pun harus tepat dan benar, jangan sampai salah diagnosa, agar perbaikan bisa dilakukan secara efisien, tepat dan cepat.

Menurut Agus Tri, General Service Advisor Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, “Berdasarkan pengelaman kami menangani ribuan kerusakan mobil, kendala yang sering terjadi pada AC mobil adalah tidak terasa dingin. Ini bisa disebabkan kurang pedulinya pemilik mobil yakni jarang melakukan servis rutin pada AC mobil. Sehingga tak jarang AC menjadi kotor dan akhirnya menyebabkan kerusakan komponen. Permasalahan yang sering terjadi seperti kompresor, kondensor, dan evaporator.”

Apabila terjadi masalah atau kerusakan pada sistem AC mobil, pada beberapa komponen tertentu dapat diperiksa secara mandiri. Tetapi kebanyakan memang harus mendatangi Bengkel AC mobil terdekat, atau bengkel mobil profesional terdekat. Karena diperlukan diagnosa yang tepat dan akurat, sehingga tidak malah menyebabkan kerusakan pada komponen lainnya.

Lantas, komponen apa saja yang sudah pasti bermasalah apabila AC mobil tidak dingin dan hanya menghembuskan udara panas?

1. Kompresor

Faktor utama penyebab AC mobil terasa kurang dingin adalah kerusakan pada komponen kompresor AC. Kompresi yang lemah dan rendah sangat mempengaruhi kinerja AC mobil secara keseluruhan, sehingga AC mobil tidak akan mampu menghasilkan udara sejuk. Kompresor AC menjadi salah satu komponen yang paling pertama harus diperiksa.

“Agar kerja dari kompresor AC tidak berat, maka pemilik mobil harus rutin membersihkan kabin mobil, sehingga tidak banyak debu dan kotoran yang bisa menyumbat komponen filter Kabin AC dan evaporator AC. Selain itu, sebaiknya jangan membuka kaca selama AC mobil beroperasi, karena membuat kotoran atau debu dari luar akan ikut masuk. Udara dalam kabin pun kembali tidak sejuk, dan membuat beban kerja kompresor AC akan semakin berat. Konsumsi BBM menjadi semakin boros jika kompresor AC bekerja terlalu berat,” jelas Agus Tri di bengkel Zaini Auto Motor.

Selain itu filter kabin juga perlu dilakukan pembersihan atau penggantian setiap 10.000 km. Sedangkan untuk komponen receiver dryer juga perlu penggantian setiap 20.000 km.

2. Magnetic Clutch

Pemilik mobil juga harus mengantisipasi kerusakan magnetic clutch yang terhubung dengan kompresor AC mobil. Magnetic clutch sendiri merupakan komponen yang menghubungkan putaran mesin dengan kompresor AC, melalui fan belt. Magnetic clutch berfungsi seperti kopling pada kompresor AC, dengan begitu kompresor pun dapat bekerja. Apabila magnetic clutch di kompresor aus, menyebabkan magnetic clutch-nya tidak dapat terhubung dengan sempurna ke kompresor AC mobil.

“Keausan magnetic clutch biasanya akibat dari cara pengoperasian AC mobil yang tidak benar. Contohnya, saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi, tetapi temperatur AC diposisikan pada level agak dingin. Sehingga menyebabkan magnetic clutch bekerja terhubung dan terputus terus menerus, saat putaran mesin tinggi akan membuat gesekan pada clutch berlangsung kasar dan berakibat cepat aus,” Jelas Agus Tri Ariyanto saat ditemui di Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

3. Freon Habis

Air conditioner (AC) mobil dapat mengeluarkan hawa sejuk atau hawa dingin berkat kehadiran freon. Seiring waktu pemakaian, seringkali freon AC mobil habis dikarenakan adanya kerusakan pada sistem AC mobil. Sehingga udara yang dikeluarkan dari AC pun tak lagi dingin, bahkan bisa saja malah membuat mobil terasa panas. Saat Anda mulai merasakan udara yang dikeluarkan AC mobil tidak lagi dingin seperti biasanya, ini bisa menandakan freon AC mobil yang semakin menipis. Bila Anda membiarkan masalah tersebut, maka lama kelamaan freon menjadi kosong.

“Perlu dicatat, freon AC mobil sebenarnya tidak pernah habis jika tidak terjadi kebocoran di dalam sistem AC mobil. Menurut pengalaman kami di bengkel Zaini Auto Motor, penyebab kebocoran AC mobil ini bisa sangat beragam. Beberapa diantaranya adalah adanya keausan atau getas pada komponen karet seal, kebocoran pada evaporator, kerusakan terburuknya valve kompresor AC mobil sudah tidak berfungsi,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Selain itu apabila terjadi overheat freon karena ekstra fan mati. Ketika overheat, maka tekanan freon di dalam sistem menjadi tinggi dan bisa menyebabkan kebocoran pada selang high pressure. Hal ini menjadi penyebab paling sering dari masalah AC mobil tidak dingin.

Cara memeriksa kondisi freon AC mobil yakni dengan cara menyalakan mesin. Apabila terdapat gelembung udara berwarna merah muda pada sight glass AC mobil, itu menandakan freon AC telah habis. Biasanya sight glass terdapat pada komponen filter driyer sistem AC mobil. Sebaiknya sesegera mungkin untuk melakukan pengisian freon AC mobil Anda dengan yang baru.

4. Expansion Valve Rusak

Katup ekspansi (Expansion valve) berfungsi sebagai katup pengatur jumlah gas freon yang sudah dicairkan, dan berfungsi untuk mengabutkan cairan pendingin (freon cair) sebelum masuk ke evaporator. Freon yang sudah difilter dari kandungan uap air, dialirkan ke katup expansi (expansion valve) untuk diturunkan tekanan dan temperaturnya. Dengan perkembangan teknologi, expansion valve pada mobil terkini sudah memiliki sensor temperatur. Yang bertujuan untuk menginformasikan kapan expansion valve harus menyalurkan cairan pendingin ke evaporator.

“Seiring waktu pemakaian, expansion valve akan mengalami penurunan fungsi. Rusaknya Expansion valve bisa terjadi karena adanya pembekuan. Bagian expansion valve bisa mengalami pembekuan (freezing) yang bisa menghambat udara dingin untuk keluar ke dalam kabin mobil. Expansion valve tidak bisa diperbaiki, melainkan harus diganti. Sesuai dengan rekomendasi, waktu penggantiannya setiap 40.000 kilometer. Tetapi waktu penggantian bisa saja lebih pendek dari yang direkomendasikan, tergantung dari pemakaian sehari-hari,”ungkap Agus Tri Ariyanto di Bengkel Zaini Auto Motor.

5. Evaporator

Evaporator yang bersih akan membuat sirkulasi udara pada sistem AC mobil semakin baik, otomatis hawa dingin yang keluar akan optimal. Musuh terbesar dari evaporator adalah debu dan kotoran, karena debu akan membuat evaporator AC terhambat menyalurkan udara dingin ke dalam kabin mobil. Debu dan kotoran ini bisa berasal dari kotoran yang tidak tersaring dengan baik oleh filter kabin. Jika setiap hari jumlahnya bertambah dan menumpuk, bisa membuat kinerja evaporator terganggu. Udara yang dihasilkan AC mobil pun tidak dingin.

“Hembusan udara pada blower akan melewati kisi-kisi evaporator, dan diteruskan ke dalam kabin mobil Anda. Sehinggga udara dingin yang menyejukan dapat dirasakan dengan maksimal. Jika evaporator kotor, maka proses kondensasi akan terganggu dan menyebabkan AC tidak dingin. Selain itu evaporator yang kotor juga bisa menyebabkan bau tidak sedap yang keluar dari AC mobil,” Ungkap Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Evaporator pada AC mobil ini tidak akan pernah bocor kecuali usia pakainya mendekati batas maksimal. Karena evaporator adalah komponen AC mobil yang selalu di lewati freon, maka lama kelamaan akan korosi atau kropos, dan inilah yang menyebabkan kebocoran freon. Untuk usia pakai dari evaporator itu tidak bisa berpatokan dengan jarak tempuh mobil. Jadi harus terhitung saat mobil berhenti atau berjalan di lalu-lintas macet, di mana AC mobil akan tetap bekerja. Maka normalnya dikalikan tiga dari jarak tempuh dan itu angka valid AC bekerja. Misalnya batas maksimal usia pakai evaporator adalah 60.000 kilometer, jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 20.000 km, maka sebaiknya segera periksa kondisi evaporator.

6. Extra Fan Mati

Extra fan (kipas AC) yang mati, juga bisa jadi penyebab AC mobil tidak terasa dingin. Fungsi extra fan adalah untuk menghembuskan udara ke arah kondensor dan mendinginkan freon (refrigerant). Sehingga refrigerant mengalami kondensasi dan berubah dari gas menjadi cair. Extra fan yang mati tentu akan mempengaruhi proses kondensasi dari Kondensor yang tidak optimal, sehingga mengakibatkan tidak ada udara dingin yang masuk ke dalam kabin mobil.

Extra fan (kipas AC) yang mati ternyata juga dapat mempengaruhi temperatur mesin. Karena letak radiator dan kondensor AC berdekatan, ketika extra fan AC tidak bisa menghembuskan udara luar ke kondensor AC, maka temperatur kondensor akan meningkat. Kenaikan temperatur kondensor inilah yang akan ikut terserap oleh radiator, sehingga otomatis radiator akan bertambah panas. Hal ini kemudian dapat menyebabkan mesin menjadi overheating.

Apabila mengalami extra fan (kipas AC) mati, segera matikan AC mobil Anda dan terpaksa untuk sementara waktu anda harus berkendara tanpa AC mobil mobil. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya overheating pada mesin mobil. Dengan mematikan AC mobil, maka radiator pun tidak akan menyerap panas yang ditimbulkan oleh kondensor. Selanjutnya, untuk mengatasi masalah extra fan tersebut tentunya Anda harus segera melakukan perbaikan atau penggantian di bengkel AC mobil terdekat atau bengkel mobil terdekat.

Itulah beberapa komponen AC mobil yang perlu Anda perhatikan kondisinya ketika AC mobil terasa kurang dingin. Semoga penjelasan di atas, dapat membantu Anda lebih mengenali kondisi AC mobil Anda. Dengan rajin melakukan perawatan dan servis AC secara rutin akan meminimalisir terjadinya kerusakan.

Pemeriksaan kondisi AC dan kondisi freon adalah salah satu hal yang perlu dilakukan, jika Anda tidak paham cara memeriksanya dan memperbaikinya maka serahkan saja pada ahlinya. Atau ketika Anda sibuk dan ingin lebih praktis, Anda dapat menghubungi bengkel mobil Zaini Auto Motor untuk melakukan booking service atau jasa service bengkel mobil panggilan ke tempat Anda berada. Bengkel mobil Zaini Auto Motor akan selalu memberikan bantuan pemeriksaan dan perbaikan mobil Anda secara cepat, tepat dan berbiaya lebih murah dari bengkel mobil resmi. Buktikan sekarang juga!

AC Mobil Dingin Dan Berumur Panjang

Begini Cara Yang Benar Merawat AC mobil

Penyejuk udara atau air conditioner (AC) merupakan salah satu fitur andalan pada sebuah mobil. Sebagai fitur atau komponen andalan pada sebuah mobil yang secara fungsi sebagai pendingin dan penyejuk kabin, Air Conditioner (AC) biasanya selalu digunakan para pemilik mobil demi memberikan kenyamanan berkendara. Akibat sering digunakan, sudah selayaknya komponen Air Conditioner (AC) ini membutuhkan perawatan berkala, agar selalu bekerja maksimal, komponen sistem AC lebih awet, dan menjaga kualitas AC. Perawatan secara intensif dan pemeriksaan rutin terhadap sistem pendingin AC mobil sebaiknya Anda percayakan di bengkel AC mobil terdekat dan terpercaya, atau bengkel mobil terdekat yang profesional.

Ari Yanto selaku General Service Advisor Bengkel mobil Zaini Auto Motor menjelaskan, “Salah satu kebiasaan atau perilaku yang membuat AC mobil bisa lebih awet adalah dalam mengoperasikan AC mobil harus dijaga jangan sampai terlalu dingin dan diharapkan tidak mengoperasikan Air Conditioning (AC) ketika mesin mobil mati”.

Pada beberapa jenis mobil, pendingin udara (AC) di kabin bisa diaktifkan tanpa perlu menyalakan mesin. Saat kunci kontak sudah di posisi “ON”, pengemudi bisa langsung menyalakan AC hanya dengan mengatur posisi tombolnya. Menyalakan AC sebelum mesin dinyalakan memang membuat kabin terasa lebih sejuk dan nyaman. Hal yang wajar bila pengemudi atau penumpang mobil ketika pertama kali masuk ke kabin mobil ingin segera mendapatkan udara yang sejuk, mengingat kondisi suhu kabin yang cenderung cukup panas setelah mobil berlama-lama berada di tempat parkir yang terbuka maupun tertutup. Namun, mengoperasikan AC mobil saat mesin mati, berpotensi merusak kompresor AC dan menyebabkan Baterai (Accu) mobil cepat tekor.

“Pengoperasian AC mobil membutuhkan daya listrik yang besar, apabila pemilik mobil terbiasa mengoperasikan AC ketika mesin masih mati, maka daya listrik baterai / aki mobil akan cepat habis. Kompresor AC dan blower AC otomatis bekerja ketika sistem AC dinyalakan sehingga beban aki bertambah lebih berat. Baterai (aki mobil) belum dapat suplai pengisian listrik dari altenator, tetapi daya listrik aki sudah terpakai untuk kompresor dan motor blower AC. Akibatnya aki mobil akan mudah tekor dan mobil menjadi susah di starter, karena tidak adanya suplai listrik dari aki mobil ke motor / dinamo starter.” ujar Ari Yanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Selain itu, komponen alternator yang berfungsi memberikan pengisian daya listrik ke aki mobil menjadi lebih mudah rusak. Karena alternator akan bekerja lebih keras dari biasanya untuk melakukan pengisian dan mensuplai daya listrik ke aki mobil yang telah kosong setelah digunakan untuk mengoprasikan AC mobil. Jadi sebaiknya, nyalakan dahulu mesin mobilnya, selanjutnya baru sistem AC dinyalakan. Itu salah satu perawatan untuk menjaga kinerja AC agar tetap optimal dan tidak menimbulkan masalah pada komponen mobil lainnya.

Sistem pendingin AC sangat diandalkan ketika berkendara di tengah panasnya cuaca di siang hari atau kondisi lalulintas jalan yang sering macet parah di malam hari. Air Conditioner (AC) sama seperti komponen mobil lainnya yang membutuhkan perawatan berkala, tetapi kebanyakan orang malas melakukan perawatan dan pemeriksaan rutin terhadap komponen sistem AC. Bahkan ada sebagian pemilik mobil yang menganggap selama udara yang dikeluarkan AC masih terasa dingin, maka diperlukan dan mengabaikan pemeriksaan dan perawatan berkala sistem AC mobil.

Sebenarnya supaya komponen sistem pendingin AC lebih awet dan kinerjanya tetap optimal, pemilik mobil dianjurkan wajib melakukan perawatan dan pemeriksaan paling minimal 3-6 bulan sekali tergantung dari pemakaian mobil sehari-hari.

“Perawatan berkala sebaiknya dilakukan tiap mobil menempuh kelipatan 10.000 km hingga 20.000 km, atau 3-6 bulan sekali tergantung dari pemakaian mobil. Selain itu filter kabin juga perlu dilakukan penggantian tiap 10.000 km. Sedangkan untuk komponen receiver dryer juga perlu penggantian setiap 20.000 km,” kata Ari Yanto ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Di samping melakukan perawatan rutin, dianjurkan tidak membawa benda yang mengeluarkan bau menyengat ke dalam mobil. Karena bau menyengat yang telah bersirkulasi dalam kabin bisa terhisap dalam sistem AC, sehingga membuat udara yang keluar dari AC pun akan menjadi berbau tidak sedap. Membuka kaca atau jendela saat AC mobil beroperasi juga dilarang, karena membuat kotoran atau debu dari luar akan ikut masuk, udara dalam kabin kembali tidak sejuk, dan membuat beban kerja kompresor AC akan semakin berat. Yang mengakibatkan konsumsi BBM menjadi semakin boros.

Saat kaca jendela mobil kita buka, saat itu juga kotoran atau debu dari luar akan ikut masuk. Kotoran atau debu yang terbawa masuk ke kabin saat jendela terbuka, nantinya akan masuk dan mengotori filter kabin serta pelan-pelan menyebabkan AC mobil menjadi kurang dingin. Ini tentu tidak baik dan bisa berdampak buruk buat AC mobil kita.

Bila ingin membuka kaca jendela mobil, maka sangat dianjurkan membukanya ketika mulai menghidupkan mesin sampai beberapa menit setelahnya. Mengapa harus membuka kaca jendela?

Karena saat mobil terparkir dengan keadaan semua kaca jendela tertutup, maka suhu di dalam kabin mobil akan meningkat, apalagi mobil terparkir di tempat yang langsung terpapar sinar matahari. Dengan kondisi suhu di dalam kabin yang panas dan penumpang langsung menyalakan AC, maka otomatis AC akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang besar untuk dapat mendinginkan kabin mobil.

Dan pada akhirnya akan mengakibatkan pemborosan BBM, serta mengakibatkan AC mobil akan lebih cepat menurun kualitasnya karena mengeluarkan tenaga ekstra. Oleh sebab itu hal terbaik yang harus kita lakukan sebelum menghidupkan AC yaitu dengan membuka terlebih dahulu jendela mobil kita sesaat setelah mesin mobil dinyalakan. Kita bisa menghidupkan AC mobil pelan-pelan untuk membuang udara dalam kabin. Kira-kira kita membutuhkan waktu paling cepat lima menit.

Mobil-mobil produksi terbaru disarankan rutin melakukan service AC, karena komponen evaporator yang digunakan lebih tipis dibanding mobil produksi lama. Bila komponen evaporator rusak maka secara otomatis udara dingin yang disalurkan ke kabin tidak maksimal, bahkan suhu kabin bisa jadi tetap terasa panas. Evaporator merupakan salah satu komponen penting pada sistem AC yang berfungsi sebagai penyalur udara dingin ke kabin setelah melalui proses pengembunan gas pendingin freon. Untuk itu disarankan agar secara rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan sistem AC di bengkel AC mobil terdekat.

Pemilik mobil sebaiknya melakukan perawatan dan servis rutin sebelum terjadi kerusakan atau masalah pada komponen AC mobil. Jangan sampai menunggu telah terjadi kerusakan atau masalah pada sistem AC baru dilakukan pemeriksaan. Jika sampai menunggu rusak, nanti bisa kaget ketika mengetahui banyak komponen yang harus diganti, padahal memang sudah waktunya harus ganti. Seperti pada komponen mobil lainnya yang telah rusak tetapi tidak segera diganti, maka bila ada satu saja yang rusak lambat laun akan menjalar ke komponen lainnya.

Kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara hanya bisa diperoleh dengan selalu rutin dan tepat waktu dalam melakukan perawatan berkala pada mobil kesayangan Anda. Bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan kemudahan bagi Anda dimanapun dan kapanpun dalam melakukan perawatan berkala ataupun servis rutin mobil kesayangan Anda. Download aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone Anda, maka seluruh layanan bengkel mobil online dapat anda manfaatkan. Sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi bila terjadi masalah pada mobil anda dimanapun dan kapanpun.

AC Mobil Dingin Dan Berumur Panjang

Tips Jitu Agar AC Mobil Tetap Dingin Dan Berumur Panjang

Berbagai macam fitur penunjang kenyamanan dalam berkendara telah banyak disematkan di kabin mobil. Salah satunya adalah komponen AC (air conditioner) mobil yang berfungsi sebagai penyejuk udara di kabin yang sudah menjadi kebutuhan dasar bagi pengemudi saat berkendara. Oleh karena itu, pendingin udara (air conditioner) merupakan fitur utama yang diharapkan bisa menunjang kenyamanan selama berkendara.

Saat ini AC mobil sudah jadi kebutuhan wajib bagi setiap pemilik kendaraan. Maka, setiap pemilik mobil perlu memperhatikan seputar tingkat kesejukan yang dihasilkan AC mobil. Untuk itu perlu merawat komponen AC agar tetap menghasilkan udara yang sejuk. Jika kerja AC mobil tidak optimal, apalagi jika sampai rusak, maka sangat merugikan dan bisa membuat tidak nyaman selama berkendara.

Selain itu, pemilik mobil juga harus memperhatikan kondisi udara yang dihasilkan sistem AC, agar tetap fresh dan sehat. Karena dengan udara yang fresh dan sehat sudah barang tentu dihasilkan udara yang sejuk, namun tidak akan terjadi sebaliknya.

“AC yang sekadar dingin saja belum tentu udaranya bersih dan sehat, karena kualitas udara yang dihembuskan sangat tergantung pada kualitas komponen-komponen AC lainnya, seperti saringan AC (filter AC),” menurut Listiyono, di Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor“.

Komponen saringan AC (filter AC) yang berfungsi menyaring debu atau kotoran lainnya, menjadi salah satu faktor penentu kualitas udara yang dihasilkan di dalam kabin mobil. Bila kondisinya selalu bersih atau terawat, maka sudah barang tentu kualitas udara yang dihasilkan pun juga fresh dan sehat. Sebaliknya, bila kondisi filter AC kotor, otomatis kualitas udaranya pun menjadi kurang sehat bagi penumpang di dalam kabin. Maka diharapakan pemilik mobil berperan aktif mengontrol kondisi filter AC (filter kabin) pada mobil yang digunakannya. Tidak perlu harus menunggu saat momen servis berkala, pengecekan dan pembersihannya pun bisa dilakukan sendiri.

Setiap pemilik mobil wajib tahu bagaimana cara melakukan perawatan berkala pada bagian AC (air conditioner). Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor” menjelaskan: “Penggantian filter AC sebenarnya tidak baku sesuai rekomendasi pedoman manual servis, tapi tergantung dari kondisi sehari-hari jalanan yang dilalui mobil. Bila filter AC rajin dirawat, tentu masa pakainya bisa tahan lama dan sebaiknya lakukan perawatan mandiri pada filter AC. Dan yang perlu diperhatikan saat proses pembersiahan filter AC, jangan pernah mencuci atau merendam menggunakan air. Cukup lakukan penyemprotan dengan udara bertekanan pada setiap sisi filter AC yang kotor”.

Perlu diketahui, agar kinerja pendingin kabin tetap maksimal maka dibutuhkan pemeriksaan dan perawatan rutin. Lantas, hal apa yang harus dikerjakan oleh pemilik mobil dalam pemeriksaan dan perawatan rutin AC mobil? Listiyono selaku Kepala Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor“, memberikan beberapa tips cara merawat AC (air conditioner) mobil agar Awet dan berumur panjang.

  • Pertama, lakukan perawatan rutin (fresh service) dengan membersihkan dan melakukan penggantian filter, pembersihan kondensor dan pembersihan blower AC (air conditioner) setiap 6 bulan sekali atau setiap 10.000 kilometer. Selain itu perlu dilakukan penggantian setiap kelipatan 30.000 kilometer atau tergantung kondisi lingkungan dan jalanan yang dilalui setiap hari.
  • Kedua, melakukan perawatan (light service), meliputi penggantian refrigant (freon), penggantian dryer, penggantian oli komprespor, dan pemeriksaan kompresor AC. Sebaiknya dilakukan minimal satu tahun sekali atau setiap mobil menempuh kelipatan jarak 20.000 km. Perawatan ini juga berguna agar kesejukan udara yang dihasilkan AC tetap terjaga, dan untuk memeriksa kondisi kompresor AC mobil agar tetap bekerja optimal.
  • Ketiga, melakukan perawatan (heavy service) pendingin udara secara berkala di bengkel AC terdekat atau dibengkel mobil terdekat. Perawatan ini meliputi semua servis berkala AC mobil ditambah dengan penggantian katup expansi (depan dan belakang), serta pembersihan evaporator, bertujuan untuk menjaga agar evaporator tetap bersih, sehingga komponen-komponen sistem pendingin AC (air conditioner) lainnya juga lebih awet. Perawatan ini dilakukan setiap dua tahun sekali atau jika mobil telah menempuh jarak setiap kelipatan 40.000 km.
  • Keempat, menjaga kebiasaan atau perilaku berkendara yang baik, salah satunya dengan mengusahakan mobil untuk tidak diparkir di tempat yang secara langsung terpapar sinar matahari.
  • Kelima, usahakan ketika sesaat setelah memasuki mobil bukalah jendela untuk mensirkulasikan udara panas di dalam kabin dengan udara luar. Lakukan beberapa menit, kemudian ikuti dengan menyalakan AC (pendingin udara). Hal ini bertujuan untuk meringankan kerja sistem pendingin AC (air conditioner) saat mendinginkan udara dalam kabin.
  • Keenam, ketika sedang berkendara dalam jarak jauh, hindari selalu mengatur temperatur AC pada suhu yang paling dingin. Selain untuk menghemat BBM (bahan bakar), juga untuk menghindari terjadinya frozen (pembekuan) pada komponen – komponen sistem AC mobil.

Jadi untuk membuat AC mobil tetap dingin dan berumur panjang, yang terpenting selalu memastikan komponen sistem AC tidak selalu bekerja terlalu berat. Bila kompresor AC selalu bekerja ekstra berat, yang diakibatkan adanya komponen saringan yang tersumbat maka akan cenderung membuat AC berumur pendek.

Selain itu, jika kondensor AC yang terletak di depan radiator juga tersumbat pada saluran pipanya, maka proses pembuangan panas tidak akan bekerja sempurna. Hal ini akan menyebabkan tekanan pada freon menjadi naik (overheat) dan menjadi salah satu penyebab ac mobil kurang dingin, serta membebani kerja kompresor AC dan mesin mobil.

Maka lakukan perawatan secara berkala pada seluruh sistem pendingin AC mobil, terutama pada saringan (filter AC) yang terdapat di kabin, dan juga selalu periksa kebersihan kondensor AC yang terletak di depan radiator mobil. Pada dasarnya, refrigerants (freon) bersirkulasi di dalam sistem tertutup, sehingga jika tidak ada kebocoran pada sistem AC, maka tidak perlu ada penambahan freon. Kecuali jika komponen Dryer AC (saringan dalam sirkulasi Freon) terjadi sumbatan atau mampet. Saringan Dryer AC mempunyai usia pakai yang cukup lama, yaitu sekitar 4-5 tahun.

Jika mobil Anda mengalami masalah pada sistem pendingin AC, maka segera bawa mobil Anda ke bengkel mobil AC terdekat atau bengkel mobil terdekat yang profesional memperbaiki masalah tersebut. Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor” merupakan salah satu bengkel mobil yang memberikan pelayanan perawatan dan perbaikan komponen sistem pendingin AC mobil Anda. Dengan didukung para mekanik yang handal dan profesional serta peralatan canggih, permasalahan pada mobil anda akan cepat dan mudah teratasi dengan biaya perbaikan yang murah dan terjangkau. Selain itu, Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor” juga memberikan pelayanan bengkel panggilan online, sehingga masalah pada mobil Anda akan tetap teratasi dan Anda tetap dapat mengerjakan aktifitas di rumah, di kantor atau di tempat manapun dengan tenang. Selamat Mencoba..!!

cara kerja ac mobil bengkel mobil Zaini Auto Motor

Pahami Cara Kerja AC Mobil Anda

Setiap mobil hasil perakitan generasi terkini tentu telah dilengkapi dengan komponen AC (air conditioner). Fungsi air conditioner sangatlah vital, apalagi bagi pengguna mobil di kota-kota besar yang sering terjebak kemacetan arus lalu-lintas, AC (air conditioner) tentu bakal sangat menolong. Hembusan udara sejuk dari lubang kisi-kisi AC dapat mengusir kegerahan di dalam kabin mobil.

Cara kerja sistem AC (air conditioner) mobil adalah compressor AC akan digerakkan oleh mesin mobil melalui perantara belt, sehingga akan memompa dan mensirkulasikan media pendingin (freon) yang masih berbentuk gas bertekanan tinggi ke dalam sistem pendingin mobil.

Selanjutnya media pendingin freon tersebut dialirkan ke komponen kondensor (condenser). Didalam komponen kondensor ini, gas freon didinginkan dengan cara yaitu panas dilepaskan ke udara bebas melalui sirip-sirip kondensor (condenser). Sehingga keluar dari kondensor, freon sudah dalam keadaan dingin namun masih bertekanan tinggi. Dikarenakan temperaturnya telah menurun, maka media pendingin freon yang semula berbentuk gas dari kompresor, akan diubah menjadi media pendingin berbentuk cair.

Selanjutnya media pendingin cair tersebut dialirkan ke Filter (dryer) untuk dilakukan penyaringan dan pengeringan terhadap kandungan uap air yang ikut beredar didalam sistem. Freon yang sudah difilter ini, dialirkan ke katup expansi (expansion valve) untuk diturunkan tekanannya.

Pada komponen katup ekspansi ini akan terjadi efek spray yaitu efek keluarnya freon bertekanan tinggi menjadi tekanan lebih rendah melalui lubang sempit. Karena tekanan telah turun maka otomatis temperatur juga menjadi rendah. Penurunan tekanan akibat Efek spray ini menyebabkan media pendingin (freon) berubah wujud dari cair (sebelum expansion valve) menjadi kabut (setelah expansion valve) dengan temperatur yang rendah pula.

Peristiwa ini terjadi seperti pada sprayer parfum. Dimana ketika kita menyemprotkan parfum, maka akan terasa sejuk padahal suhu tabung parfum tidak sedingin yang dirasakan. Ini karena efek spray tadi.

Freon yang sudah turun tekanannya dan temperaturnya akan dialirkan ke evaporator, akibatnya evaporator ikut menjadi dingin. Udara yang mengalir melalui sirip-sirip evaporator panasnya akan diserap sehingga temperatur udara disekitarnya menjadi turun.

Udara yang sudah turun temperaturnya oleh blower AC dialirkan ke dalam ruang kabin kendaraan melalui lubang kisi-kisi AC sehingga suhu kabin terasa sejuk.

Sementara itu di dalam evaporator terjadi perubahan bentuk pada freon, yang semula berbentuk kabut dari katup expansi berubah menjadi gas pada evaporator. Media pendingin yang sudah dalam bentuk gas dari evaporator siap dihisap dan di sirkulasikan lagi ke dalam sistem secara terus menerus.

Dewasa ini, sistem pendingin mobil telah banyak menggunakan sistem AC doubel blower. Cara kerja antara AC doubel blower sama persis dengan AC single blower. Namun, untuk sistem AC double blower terdapat dua komponen evaporator, dua buah expansion valve dan dua buah blower fan.

Jadi freon dari filter/dryer, terlebih dahulu melewati sebuah saluran bypass yang membuat cabang. Dimana, yang satu menuju ke blower depan, dan satunya ke blower belakang. Sehingga sistem pendinginannya lebih cepat terjadi dan lebih maksimal daripada menggunakan sistem AC single blower.

Bila komponen vital seperti AC tidak dirawat dengan baik, maka bisa menimbulkan kegalauan bagi pengendara dan penumpang mobil tersebut. Untuk itu pastikan perawatan dan pengecekan berkala di bengkel mobil pilihan anda. Untuk bengkel mobil area Solo Raya dan Yogyakarta, anda dapat mempercayakan perawatan AC mobil anda di Bengkel Zaini Auto Motor Solo.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi