Beda Transmisi CVT dan Transmisi Matic Biasa

Sama-Sama Transmisi Matic, Ini Beda Transmisi CVT dan Transmisi Matic Biasa!

Saat ini sebagian orang lebih senang menggunakan mobil bertransmisi otomatis (matic) dibandingkan bertransmisi manual. Hal ini tidak mengherankan karena mobil bertransmisi matic memiliki salah satu keuntungan yakni kemudahan dalam pengoperasiannya dan mengurangi resiko kelelahan mengemudi karena tidak memiliki pedal kopling.

Selain sistem pengoperasiannya yang lebih mudah, transmisi matic juga memiliki perpindahan gigi kecepatan yang lebih lembut daripada transmisi manual. Sehingga ketika digunakan, mobil matic memang terasa lebih halus dan nyaman karena Anda tidak akan merasakan hentakan pada saat perpindahan gigi kecepatan seperti layaknya mobil bertransmisi manual. Akibatnya mobil akan terasa berjalan dengan mulus.

Listiyono selaku Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, menjelaskan “Automatic transmission (transmisi matic) merupakan mekanisme perpindahan rasio roda gigi pada transmisi mobil yang bekerja secara otomatis berdasarkan beban, besarnya tekanan pedal gas dan kecepatan mobil itu sendiri. Pada transmisi matic bekerja menggunakan rangkaian planetary gear, sehingga masih memiliki gigi percepatan (gigi 1, 2, dan seterusnya). Namun perpindahan dari gigi 1 ke gigi 2 itu sudah berlangsung secara otomatis. Meski perpindahan gigi berlangsung secara otomatis, namun mobil matic tetap dilengkapi dengan tuas transmisi.”

Sebagai pemilik mobil, Anda perlu mengetahui bahwa ada dua jenis transmisi otomatis yang banyak digunakan pada mobil keluaran terbaru, yaitu transmisi matic tipe Torque Converters dan transmisi matic tipe CVT. Walaupun sudah banyak digunakan masyarakat, namun masih banyak pemilik mobil yang belum bisa membedakan mobil transmisi CVT dan transmisi matic tipe Torque Converters.

“Kedua jenis transmisi otomatis ini memiliki perbedaan yang mendasar pada sistem kerjanya. Tetapi keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membebaskan pengemudi dari mengendalikan kopling dan perseneling,” papar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

1. Transmisi Otomatis CVT

Transmisi otomatis CVT (Continuously Variable Transmission) merupakan sistem transmisi yang tidak memiliki roda gigi rasio (gigi perseneling) seperti pada mobil bertransmisi otomatis konvensional atau mobil bertransmisi manual. Jenis transmisi otomatis CVT ini menggunakan komponen pulley dan sabuk baja (steel belt), sebagai komponen utama penggerak transmisi yang menggantikan roda gigi persneling.

“Pada transmisi CVT untuk posisi gigi kecepatan 1 sampai 4 tetap pada tuas gigi satu, dan tidak perlu memindah tuas perseneling. Transmisi jenis CVT dapat melakukan perubahan gigi rasio menyesuaikan dengan putaran mesin. Sebagai penggantinya digunakan sepasang pulley yakni puli penggerak (drive pulley) dan puli yang digerakkan (driven pulley). Kedua pulley tersebut dihubungkan dengan steel belt (sabuk dari serat baja). Kedua pulley ini memiliki diameter yang bervariasi, sehingga perbandingan gigi pun bisa berubah secara berkelanjutan. Sesuai namanya, transmisi ini mengubah pengaturan secara konstan, sehingga memungkinkan mesin mobil berjalan lebih efisien,” jelas Listiyono ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Sistem pada transmisi otomatis CVT mampu meminimalisir hentakan saat perpindahan gigi kecepatan. Sehingga CVT diklaim memiliki perpindahan gigi yang sangat halus dan terkadang tidak terasa oleh pengemudi. Selain itu, kelebihan lain dari mobil bertransmisi CVT adalah pengemudi tidak memerlukan putaran RPM tinggi untuk mendapatkan tenaga besar, tetapi hal ini berlaku untuk pemakaian normal seperti di dalam kota.

Transmisi CVT (continuously variable transmission) juga lebih irit bahan bakar jika dibandingkan dengan mobil bertransmisi otomatis AT (torque converters). Karena dengan transmisi CVT ini membuat putaran RPM mobil cenderung jarang tinggi, tetapi tetap bisa menghasilkan tenaga besar. Di Indonesia, ada beberapa mobil yang telah menggunakan transmisi CVT seperti, Honda Jazz, Honda Mobilio, Toyota Yaris, Honda HR-V, Toyota Prius Hybrid, Toyota C-HR, Nissan Grand Livina, Nissan Juke, dan All New Camry. Selain itu untuk mobil jenis Hybrid, sebagian besar telah menggunakan transmisi CVT, karena lebih irit bahan bakar dan lebih halus.

Transmisi Otomatis CVT

2. Transmisi Otomatis AT Torque Converters

Selanjutnya adalah transmisi otomatis AT Torque Converters, dimana sistem kerjanya menggunakan 3 komponen utama yaitu hydraulic control unit, torque converters dan planetary gear. Setiap komponen pada transmisi ini memiliki perannya masing-masing. Pengubah torsi (Torque Converters) terdapat pada mobil transmisi AT, sedangkan pada mobil transmisi manual terdapat kopling. Antara kedua alat ini, memiliki tujuan yang sama dengan cara kerja yang berbeda.

  • Torque Converters (pengubah torsi) berfungsi sebagai kopling layaknya pada mobil bertransmisi manual. Komponen kopling dan torque converters memiliki cara kerja yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama. Torque Converters berfungsi untuk melipatgandakan torsi mesin kendaraan, kemudian mentransfernya melalui roda gigi transmisi ke roda penggerak (drive wheels) yang berada di ujung poros penggerak (drive shaft).
  • Planetary gear set terdiri dari sun gear (roda gigi matahari), planet gears (roda gigi planet), planet gears carrier, dan ring gear (roda gigi cincin). Susunan planetary gear set ini dapat menghasilkan perpindahan gigi dengan berbagai rasio gigi yang berbeda-beda sesuai yang dibutuhkan oleh transmisi untuk mencapai kecepatan yang diinginkan, baik saat mengemudi mundur ataupun saat berjalan normal.
  • “Planetary Gear pada transmisi matic memiliki fungsi yang mirip dengan gigi-gigi rasio pada transmisi manual, yaitu bertugas merubah rasio putaran mesin ke roda. Sehingga sistem transmisi ini identik dengan tuas persneling yang digunakan untuk mengatur gigi kecepatan pada mobil. Contoh mobil yang menggunakan transmisi AT Torque Converters seperti Toyota Yaris, Suzuki Ertiga.” ujar Listiyono ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.
  • Hydraulic Control Unit berfungsi untuk mengontrol kopling, jika pada mobil transmisi manual kopling di kontrol oleh pengemudi melalui pedal kopling, sedangkan pada mobil bertransmisi otomatis torque converters, kopling dikontrol oleh Hydraulic Control Unit.
Kiri Automatic Transmission (AT) dan kanan Continuously Variable Transmission (CVT)

3. Kesimpulan Perbedaan Transmisi CVT dan Transmisi Matic Biasa

Setelah menyimak penjelasan di atas tentang perbedaan transmisi matic tipe Torque Converters dengan transmisi matic tipe Continuously Variable Transmission (CVT), maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

  • Perbedaan dapat dirasakan pada tarikan dan perpindahan gigi kecepatan transmisi, pada mobil bertransmisi CVT tarikan terasa lebih halus, sebab minim atau tidak ada hentakan saat perpindahan gigi kecepatan transmisi.
  • Pada transmisi CVT, setelah melakukan akselerasi untuk menyalip, ketika pedal gas diangkat (tidak ditekan) maka pengemudi tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam lagi karena kecepatan mobil masih terjaga.
  • Transmisi matic CVT menghasilkan perpindahan gigi yang lebih halus dibandingkan transmisi AT torque converters. Selain itu, pada mobil bertransmisi CVT dalam perpindahan gigi akan sedikit mengalami penurunan RPM mesin. Hal ini tentunya membuat transmisi CVT akan lebih irit konsumsi bahan bakarnya dibandingkan dengan transmisi AT torque converters.
  • Mobil bertransmisi CVT mempunyai efek engine brake lebih bagus dibandingkan transmisi matic torque converter. Sistem Transmisi CVT memiliki kemampuan engine break yang cukup kuat yang mana akan cukup membantu pengemudi saat melewati jalan yang menurun Sehingga beban berat dari rem bisa dikurangi.
  • Walau hentakan saat perpindahan gigi masih terasa, performa akselerasi pada mobil bertransmisi matic torque converters cenderung lebih bagus dari mobil bertransmisi CVT. Selain itu biaya perawatan dan perbaikannya pun lebih murah.
  • Akselerasi pada mobil bertransmisi CVT tidak terlalu spontan, karena pada transmisi CVT tenaga yang berasal dari mesin tidak sepenuhnya mengalir ke roda, hal ini disebabkan adanya gesekan antara steel belt dan pulley.

Itulah beberapa perbedaan mobil transmisi CVT dan AT torque converters. Setiap jenis transmisi otomatis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi jika Anda ingin memilih mobil dengan transmisi otomatis harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda.

Sebagai catatan dan penting untuk diingat, pengantian oli transmisi CVT tidak boleh sembarangan, dan harus mengikuti standar oli rekomendasi produsen mobil. Jika penggantian oli tidak sesuai rekomendasi, dijamin CVT Anda pasti akan bermasalah dan bersiap merogoh kocek lebih dalam.

Apabila transmisi manual atau transmisi matic mobil kesayangan Anda mengalami masalah, bengkel Zaini Auto Motor siap memberikan bantuan diagnosa, perawatan maupun perbaikan transmisi matic mobil Anda. Para mekanik profesional bengkel Zaini Auto Motor akan melakukan diagnosa secara tepat dan benar, sehingga perbaikannya pun akan lebih cepat. Yang perlu diingat, biaya servisnya tentunya lebih murah dan hemat dibandingkan dengan servis di bengkel resmi. Tunggu apalagi, percayakan perawatan dan perbaikan mobil kesayangan anda kepada bengkel profesional Zaini Auto Motor.

Bengkel Mobil Terdekat, Continuously Variable Transmission, Torque Converters, Transmisi CVT, Transmisi Matic, Transmisi Otomatis

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi