Hill Start Assist Membuat Mobil Kuat Menanjak

Mobil Tidak Kuat Menanjak? Jangan Panik, Manfaatkan Fitur Ini

Seiring dengan perkembangan teknologi dan guna menjamin keselamatan para pengendara mobil, berbagai fitur tambahan pada mobil pun mulai banyak disematkan. Persaingan dalam merebut minat pengguna mobil yang semakin kompetitif, maka tidak heran kini mobil dengan kisaran harga mulai Rp 200 jutaan ke atas sudah bertabur fitur keselamatan yang cukup mumpuni. Salah satu fitur yang kini mulai banyak ditambahkan pada mobil kelas menengah tersebut adalah Hill Start Assist (HSA).

Menurut Listiyono, kepala bengkel Zaini Auto Motor, “Mobil produksi keluaran terbaru biasanya dilengkapi dengan tambahan fitur keselamatan, antara lain ESC (Electronic Stability Control), rem ABS (Anti-lock Braking System), BA (Brake Assist), EBD (Electronic Brake-force Distribution), dan HSA (Hill Start Assist). Untuk fitur hill start assist pada awalnya banyak disematkan pada jenis mobil double cabin atau SUV (sport utility vehicle). Tapi saat ini, fitur hill start assist juga dapat ditemukan pada mobil jenis city car atau MPV (Multi Purpose Vehicle).”

Hill Start Assist merupakan fitur keselamatan yang berfungsi menghentikan sementara mobil Anda agar tidak meluncur ke belakang saat melewati jalan tanjakan atau menggelinding ke depan saat terjadi kemacetan di jalan menurun. Sistem Hill Start Assist bekerja dengan mempertahankan tekanan pada sistem pengereman selama 2 – 4 detik, walaupun pedal rem sudah tidak lagi diinjak. Sehingga membantu pengemudi supaya tidak panik saat mobilnya bergerak mundur di tanjakan, dan dapat memberi pengemudi lebih banyak waktu serta kontrol yang cukup saat akan memindahkan kaki dari pedal rem ke pedal gas. Fitur Hill Start Assist ini juga berguna ketika mobil Anda berhenti dan mulai jalan (stop and go) pada permukaan yang licin.

Saat berkendara, mobil bertransmisi manual memberi Anda kemungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap tenaga (power) dan kecepatan mobil dibandingkan dengan mobil bertransmisi otomatis. Untuk sebagian besar pengemudi, mengendarai mobil bertransmisi manual cukup mudah. Tetapi saat berhenti dan memulai jalan (start and go) di jalan menanjak atau perbukitan, menggunakan mobil bertransmisi manual menghadirkan serangkaian tantangan tersendiri. Apabila tidak terlatih, tentu akan sangat menyulitkan dan membahayakan pengendara mobil lainnya.

“Saat kondisi jalan macet namun menanjak, jika mengendarai mobil bertransmisi manual, maka mengharuskan pengemudi dengan cepat melepaskan rem parkir dan memindahkan injakan kaki dari pedal rem menuju pedal gas. Pada titik ini, apabila pengemudi telat merespon maka tidak ada yang menghentikan mobil meluncur ke belakang kecuali tenaga pengereman dari mesin. Tetapi jika pengemudi mengginjak pedal kopling, justru menyebabkan gaya pengereman mesin (engine brake) hilang. Sehingga mobil yang tanpa dilengkapi Hill Start Assist, memungkinkan gaya gravitasi menahan laju mobil dan menarik mobil meluncur ke belakang langsung menabrak mobil di belakangnya. Hill Start Assist memungkinkan mobil tidak meluncur ke belakang selama 2-4 detik saat tanjakan. Dimana sistem komputer ECU akan memerintahkan sistem pengereman untuk tetap bekerja, walau pedal rem sudah tidak ditekan.” ujar Listiyono Kepala Bengkel Zaini Auto Motor.

Oleh sebab itu, fitur Hill Start Assist dihadirkan untuk membantu pengemudi agar lebih nyaman dan aman, serta membuat tidak panik terutama bagi pengemudi mobil bertransmisi manual. Pengemudi jadi lebih santai saat memindahkan kaki dari pedal rem ke pedal gas ketika ingin memulai lagi perjalanan. Selain itu, dengan adanya fitur Hill Start Assist juga memungkinkan rem parkir (parking brake) tidak perlu digunakan saat melewati jalan tanjakan.

Perlu Anda ketahui, hill start assist bukan fitur untuk meningkatkan traksi (daya cengkaram) roda saat menanjak, sehingga jika cuaca sedang buruk atau jalanan licin (basah), mobil masih bisa meluncur ke belakang. Fungsi utama HSA untuk mencegah mobil meluncur ke belakang beberapa detik sebelum pengemudi menginjak pedal gas kembali. Untuk mobil bertransmisi manual atau bertransmisi matik yang memiliki fitur ESC (Electronic Stability Control) atau VSC (Vehicle Stability Control), biasanya akan dilengkapi juga dengan fitur hill start assist. Karena hill start assist bekerja dengan dukungan sensor akselerasi yang ada pada ESC atau VSC.

“Secara default fitur HSA ini akan aktif saat mobil dinyalakan, tetapi Anda bisa menonaktifkan dan mengaktifkan secara manual melalui tombol bergambar mobil miring di tanjakan. Jika mobil Anda memiliki fitur Hill Start Assist, maka fitur HSA ini bekerja secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu menekan tombol apa pun. Ketika posisi mobil dalam keadaan miring atau gerak roda yang berhenti di tanjakan, maka sensor Hill Start Assist akan mendeteksi posisi mobil secara otomatis. Selanjutnya Hill Start Assist akan menjaga tekanan pada sistem pengereman dalam beberapa detik untuk membantu pengemudi saat memindahkan kaki dari pedal rem ke gas,” tambah Listiyono ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Manfaatkan Fitur Hill Start Assist ketika Mobil Tidak Kuat Menanjak
Hill Start Assist

Ada beberapa cara yang dimanfaatkan untuk menerapkan fitur HSA (hill start assist) antara lain: deteksi kemiringan mobil (incline detection), deteksi gerakan mundur mobil (backward motion detection), deteksi kopling (clutch detection), deteksi akselerasi mesin (accelerator detection), deteksi rem (brake detection) dan deteksi torsi mesin (engine torque detection).

Tetapi kebanyakan produsen lebih memilih penerapan fitur Hill Start Assist dengan memanfaatkan dua buah sensor, yaitu pertama adalah sensor yang mendeteksi kondisi kemiringan (incline detection) bagian depan mobil yang lebih tinggi dari bagian belakang mobil, dan terindikasi saat kondisi mobil menanjak. Sensor yang kedua berkerja mendeteksi kecepatan putaran roda (accelerator detection), dimana sensor ini akan memberi informasi pada sistem pengereman untuk menahan dan melepaskan rem secara otomatis sesuai dengan tekanan pada pedal gas (disengaging mechanism). Selain mencegah kendaraan meluncur ke belakang, saat pedal gas kembali diinjak, maka secara otomatis Hill Start Assist akan melepaskan tekanan rem, selaras dengan injakan gas sehingga membantu pengemudi berakselerasi secara halus.

Pertanyaan yang sering muncul, kenapa fitur Hill start assist ada pada mobil jenis city car yang lebih sering digunakan di jalanan datar?

Alasan hill start assist dipasang pada city car adalah adanya kebutuhan keselamatan bagi setiap pengguna mobil, karena safety merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap pengendara. Dengan fitur hill start assist, cukup bermanfaat ketika mobil Anda dalam posisi mengantri di parkiran pusat perbelanjaan bertingkat. Tidak jarang terjadi peristiwa mobil meluncur saat menanjak di parkiran pusat perbelanjaan. Atas dasar itu, untuk saat ini setiap mobil perlu dilengkapi hill start assist dan di Indonesia sendiri dengan kondisi geografis yang beraneka ragam tentunya sangat memerlukan fitur ini.

“Tidak hanya di jalan perbukitan atau di lampu merah tanjakan, di parkir pusat-pusat perbelanjaan pun mobil harus selalu stop and go di tanjakan jika terjadi antrean. Jika pengemudi tidak cekatan maka mobil bisa meluncur ke belakang dan menabrak mobil lain. Jadi dengan adanya HSA, bagi pengemudi yang keahlian mengemudinya biasa-biasa saja tidak perlu panik dan takut melewati antrian di jalan menanjak,” pungkas Listiyono disela-sela keramaian Bengkel Mobil Zaini Auto Motor.

Bengkel Mobil, Bengkel Mobil Terdekat, Hill Start Assist

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi