Cuci Mobil Yang Terkena Air Hujan

Mobil Terkena Air Hujan? Segera Cuci, Ini Alasannya

Sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim penghujan. Para pengemudi mobil wajib mulai meningkatkan kewaspadaannya saat berkendara. Selain itu, di musim hujan ini perawatan kendaraan sangat perlu diperhatikan, jangan sampai mobil mengalami masalah akibat faktor air hujan. Selain itu, satu hal yang jangan sampai terlewatkan adalah perawatan bodi mobil.

Apakah diperlukan mencuci bodi mobil, setelah dikendarai di tengah guyuran hujan? Pertanyaan ini seringkali muncul di benak para pemilik mobil. Sekilas, yang tampak kasat mata ketika mobil dikendarai di tengah guyuran hujan hanyalah kotoran, seperti lumpur, pasir, dan sampah yang menempel.

Perlu Anda ketahui, bahwa air hujan juga menyimpan kandungan zat kimia penyusun air yang tak terlihat, sehingga berisiko menimbulkan masalah pada mobil. Walaupun sama-sama cairan, namun air hujan lebih kotor daripada air murni, karena mengandung berbagai zat kontaminasi dan polutan. Selain itu, air hujan tidak benar-benar bisa membersihkan kotoran yang sebelumnya sudah ada di mobil, seperti debu.

Kandungan zat kimia pada air hujan tergantung dari kondisi dan lokasi dimana hujan terjadi. Pada tempat yang dekat dengan pesisir pantai, air hujannya kerap memiliki kandungan garam lebih banyak dibandingkan air hujan daerah perkotaan yang jauh dari laut, ataupun di daerah pegunungan. Kandungan garam pada air hujan memiliki tingkat PH antara 3-6 yang cenderung basa dan berpotensi menimbulkan karat pada bodi mobil.

Apabila hujan terjadi di daerah perkotaan dan di kawasan industri (pabrik) yang memiliki tingkat polusi cukup tinggi, ketika terjadi hujan maka polusi (polutan) yang terbang ke udara akan bertemu dengan uap air. Sehingga air hujan yang turun akan kembali membawa polutan tersebut ke bawah. Ketika ada mobil yang melintas di daerah ini, otomatis akan terkena dampaknya. Air Hujan yang dihasilkan di daerah ini bersifat asam dan tentu mempercepat proses karat.

Hujan yang turun di daerah manapun, baik yang jauh dari pesisir laut ataupun di daerah yang berpolusi, tetap memiliki risiko pada bodi mobil Anda, seringan apapun resiko tersebut. Dimana resiko tersebut disebabkan dari kandungan air hujan seperti oksigen terlarut, uap air (H2O), garam, karbon (silika dan fly ash dalam bentuk abu ringan), asam sulfat dan polusi. Semakin tinggi kelembapan udara, maka semakin tinggi pula potensi karat yang muncul pada bodi mobil.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Pro Zaini Auto Motor : “Sifat setiap cairan adalah mampu meresap sampai ke pori-pori terkecil suatu benda. Maka air hujan pun mampu meresap ke dalam bagian permukaan bodi mobil, hingga dapat menimbulkan korosi (karat), dan jika karat terus didiamkan bisa membuat cat mobil retak”.

Selain itu, air hujan yang mengenai mobil ketika bereaksi dengan udara bebas dan kering dengan sendirinya, bisa menyebabkan cat mobil lebih mudah buram atau berjamur. Terlebih lagi setelah mobil terkena guyuran air hujan di suatu tempat, tetapi tiba-tiba di tempat lain yang Anda lintasi cuaca berubah panas. Maka timbulnya jamur dan karat bisa menjadi lebih cepat.

Oleh sebab itu, setiap bodi mobil yang basah baik karena hujan maupun pencucian, harus segera cepat dikeringkan menggunakan lap khusus micro fiber atau lap plas chamois. Jangan menggunakan kain lap sembarangan, misalnya handuk dan sejenisnya untuk mengeringkan, karena bisa saja ada material kasar di lap tersebut yang justru membuat cat mobil tergores.

Dari hal-hal di atas dapat disimpulkan, bahwa setelah mobil Anda terkena air hujan maka sebaiknya harus segera dicuci atau dibilas dan dikeringkan. Sebab, air hujan mengandung zat asam dan garam yang bisa saja menimbulkan jamur, karat pada lapisan cat, dan korosi pada bagian bodi mobil.

Bila Anda tidak punya cukup waktu untuk mencuci mobil, paling tidak Anda harus membilas mobil dengan air bertekanan tinggi dengan tujuan untuk meluruhkan kotoran – kotoran yang menempel pada bagian bodi mobil, dan di bagian bawah mobil yang biasanya terkena air hujan dan genangan air di jalan.

Bila Anda tetap tidak sempat juga, maka cukup dengan segera mengeringkan air hujan yang mengenai mobil Anda. Sebelumnya, pastikan kotoran tidak ada lagi yang menempel pada bodi mobil Anda. Kemudian lakukan pengeringan dengan pengelapan yang tepat. Material Lap yang sudah digunakan untuk mengeringkan bodi mobil diawal, jangan digunakan lagi untuk mengelap bagian kaca atau bagian mobil lain. Sebab, jika menggunakan lap yang sama bisa menyebabkan kaca mobil atau bodi mobil tergores oleh partikel-partikel kecil yang menempel saat mengelap bagian lain yang lebih kotor. Hal inilah yang sering kali meninggalkan goresan tipis.

Setelah itu cukup luangkan waktu di akhir pekan untuk melakukan cuci mobil dengan seksama, sehingga kualitas cat mobil dan bodi mobil tetap terjaga dengan baik. Perlu diperhatikan, janganlah mencuci mobil saat mesin masih panas, atau mobil baru saja di parkir di tempat yang panas. Kondisi panas yang menerpa permukaan bodi mobil cenderung membuat cairan pembersih cepat mengering. Kondisi tersebut membuat mobil susah dicuci dan justru malah meninggalkan noda yang sulit dihilangkan.

“Jangan pernah memakai cairan sabun pencuci tangan, pencuci piring, cairan pembersih kaca atau pembersih cat. Karena sabun pencuci atau cairan pembersih tersebut memiliki zat formula yang berbeda dengan cairan pencuci khusus buat mobil” ujar Listiyono, di Bengkel Mobil Pro Zaini Auto Motor,

Sehingga bukan tak mungkin penggunaan sabun pencuci tangan, dan sejenisnya, dapat merusak warna cat mobil Anda. Pilihlah cairan pembersih yang memang dikhususkan untuk mencuci mobil.

Air hujan juga biasanya berpotensi menimbulkan jamur dan bau yang tidak sedap di kabin mobil. Hal ini bisa disebabkan oleh air hujan yang ikut masuk terbawa alas kaki, terkena karpet mobil, atau saat penumpang kehujanan. Kelembaban pada ruang kabin inilah yang bisa menimbulkan jamur dan bau yang tidak sedap di kabin mobil. Maka disarankan, segera mengeringkan bagian karpet atau kabin bila sudah terlanjur basah, dan jangan lupa selalu sediakan alas kaki tambahan.

Sebaiknya jika mobil tidak digunakan, usahakan di parkir di tempat tertutup. Atau, jika terpaksa memarkir di ruang terbuka, gunakan cover body tahan air sebagai selimut mobil Anda. Hal ini dilakukan agar kualitas cat mobil tetap terjaga dalam jangka waktu lama.

Bila pada bodi mobil Anda telah muncul bercak (water spot) akibat air hujan, muncul swirl mark, goresan halus ini, maka sebaiknya lakukan perawatan servis bodi mobil dengan cara poles detailing untuk menghilangkannya. Perlu Anda ketahui, selain membantu perawatan berkala dan servis rutin mobil Anda, Bengkel mobil Pro “Zaini Auto Mobil” juga memberikan pelayanan servis detailing dan perbaikan bodi mobil Anda.

Bengkel mobil Pro “Zaini Auto Motor” memberikan solusi perbaikan dan perawatan bodi mobil Anda dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang detail, layaknya bengkel mobil ATPM, namun dengan biaya lebih murah dan terjangkau. Sehingga Anda bisa memperoleh pelayanan profesional tanpa takut terbebani biaya servis yang mahal. Tidak perlu berfikir terlalu lama, buktikan sekarang di Bengkel mobil Pro “Zaini Auto Mobil”.

Bengkel Mobil, Bengkel Mobil Pro, Cat Mobil, Cuci Mobil

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi