Crumple Zone Mobil

Mengapa Mobil Zaman Sekarang Mudah Penyok, Ringsek Atau Hancur? Akal-akalan Produsen?

Produksi Mobil di Indonesia tiap tahun terus meningkat, begitu pula penjualannya yang mencapai jutaan unit setiap tahunnya. Selain untuk kebutuhan ekspor pasar otomotif luar negeri, permintaan dalam negeri akan mobil baru juga cukup tinggi karena mobil baru masih menjadi magnet bagi masyarakat.

Namun, dibeberapa tahun belakangan ini kualitas mobil baru kerap jadi sorotan. Sehingga banyak yang meragukan kualitas mobil baru produksi zaman sekarang, dibandingkan dengan yang diproduksi zaman dulu.

Sudah sering masyarakat menyaksikan sebuah kecelakaan ringan pada mobil, tetapi menimbulkan kerusakan yang cukup parah pada bagian mobil tersebut. Jika dibuat perbandingan, maka kecelakaan ringan yang sama bila terjadi pada mobil zaman dulu, umumnya hanya akan menyebabkan lecet pada bagian bodi mobil.

Bahkan, kejadian yang sempat viral menjadi bahan pembicaraan adalah kecelakaan ringan saat sebuah mobil menabrak dari belakang sebuah motor. Dimana motor yang ditabrak tidak mengalami kerusakan berarti, sementara mobil baru yang menabrak mengalami kerusakan cukup parah.

Pada mobil produksi saat ini, bagian depan mobil seperti bumper dan grille bisa saja mudah pecah atau retak saat kecelakaan, sedangkan pada mobil yang dirakit puluhan tahun lalu biasanya hanya mengalami penyok. Hal ini tentu membuat pemilik mobil “zaman now” jadi jengkel, karena kerap harus memperbaiki atau mengganti komponen yang rusak dengan sparepart baru.

Menurut Listiyono selaku Kepala Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor“, “Produsen mobil saat ini mempunyai alasan kuat menggunakan bahan yang mudah rusak dan rapuh pada bagian tertentu mobil produksinya. Alasan tersebut tidak lain untuk lebih menjamin keselamatan pengendara mobil saat terjadi benturan. Jadi, bukan sebuah konspirasi atau akal-akalan agar bisnis suku cadang mereka laris”.

Mungkin Anda kerap melihat bagian depan atau belakang mobil yang diproduksi beberapa tahun terakhir ini terlihat rapuh sehingga mudah penyok, ringsek bahkan hancur ketika terjadi benturan keras. Itulah yang dinamakan Crumple Zone (zona benturan), yaitu sebuah area pada kendaraan yang dirancang untuk meredam dan menyerap energi kinetik saat terjadi benturan atau kecelakaan.

Saat mendesain mobil baru, para ahli engineering produsen mobil tentu juga memperhitungkan dampak terburuk yang bisa terjadi saat mobil mengalami kecelakaan. Pada tahun 1937, seorang bernama Bela Barenyi menemukan teknologi Crumple zone dan untuk pertama kalinya di tahun 1959 mulai diaplikasikan pada produk Mercedes. Kemudian teknologi tersebut mulai dikembangkan oleh produsen-produsen mobil lain.

Cara kerja crumple zone cukup sederhana tetapi manfaatnya sangat signifikan sebagai salah satu pelindung keselamatan pengendara. Ketika mobil mengalami benturan atau kecelakaan, maka bagian Crumple Zone akan langsung rusak secara instan, dengan menyerap semua tenergi kinetik dari arah berlawanan, kemudian meredam benturan tersebut hingga tidak berlanjut ke kabin mobil.

“Meskipun crumple zone dirancang rapuh, tetapi bagian ini sangat memiliki peran krusial untuk meredam energi kinetik benturan saat mobil mengalami kecelakaan. Bagian crumple zone pada mobil akan mudah ringsek atau hancur, dengan tujuan agar kabin mobil semaksimal mungkin tidak ikut rusak sehingga semua pengendara di dalam mobil selamat.” jelas Listiyono, dikeramaian aktifitas Bengkel Mobil “Zaini Auto Motor“.

Jika energi kinetik tumbuk tersebut tidak diredam, maka bisa jadi pengemudi dan penumpang akan mengalami luka serius. Crumple zone ini akan menyerap benturan yang terjadi pada beberapa bagian mobil, yang kemudian dialirkan ke bagian lain. Hal inilah yang membuat mobil produksi terbaru sering langsung hancur di bagian luar, namun di bagian dalam tetap aman.

Hal itu tentu berbeda dengan teori desain kendaraan model lama sebelum dikembangkannya teori crumple zone. Dahulu desain mobil harus dengan bahan yang sangat rigid sehingga tahan benturan saat terjadi kecelakaan, dan tidak terlalu banyak terjadi deformasi ketika terjadi benturan. Namun, akibat penggunaan bahan yang rigid (kaku) tersebut, maka semua energi kinetik dari benturan mobil akan mengalir ke kabin penumpang yang bisa berakibat fatal.

Sesuai hukum fisika Isaac Newton yang mengatakan bahwa sebuah benda bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan yang sama dan arah yang sama, kecuali ditindaklanjuti oleh kekuatan yang tidak seimbang. Jika sebuah kendaraan dikemudikan dengan kecepatan 70-100 km/jam, maka jika ada kendaraan lain yang berhenti mendadak di depannya, kendaraan tersebut seolah-olah menjadi sebuah dinding yang kokoh. Oleh karena itu, berdasarkan teori fisika tersebut sebuah kendaraan perlu memiliki crumple zone untuk meredam benturan berlanjut.

Tubuh penumpang di dalam mobil cenderung mengikuti arah gerakan dan kecepatan mobil. Ketika terjadi benturan, jika bagian depan mobil dibuat dari bahan terlalu keras, maka energi kinetik tumbukan akan tersalurkan semua ke dalam kabin mobil. Tetapi dengan adanya crumple zone yang pada umumnya berada di bagian depan, samping dan belakang mobil, akan menyerap energi kinetik tumbukan yang dihasilkan saat terjadi kecelakaan.

“Pada bagian Crumple zone (depan, samping atau belakang) biasanya dirancang secara khusus agar mudah terdeformasi. Sementara, desain untuk bagian kabin penumpang akan diperkuat dengan menggunakan baja berkekuatan tinggi atau tambahan bahan lainnya, sehingga keselamatan pengemudi dan penumpang mobil akan lebih terjamin. Dan kerusakan yang didapat yang beresiko mencederai penumpang bisa dikurangi semaksimal mungkin. Karena crumple zone lah yang menerima dan menyerap gaya kinetik yang datang dari arah berlawanan, yang kemudian diredam dan tidak berlanjut hingga ke kabin mobil, sehingga membuat pengemudi dan penumpang lebih aman,” tutur Listiyono di Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor“.

Umumnya pabrikan akan membuat lekukan atau lubang-lubang tertentu yang menjadi “titik tekukan” bila benturan atau tabrakan terjadi. Biasanya titik tekukan ini dirancang pada plat kap mesin atau fender. Sementara untuk bumper sebagai bagian terdepan mobil, umumnya menggunakan bahan dari fiber atau plastik.

Untuk beberapa kendaraan mewah, desain crumple zone juga meliputi bagian transmisi dan engine mounting (dudukan pengikat mesin) . Bila terjadi kecelakaan, maka mesin dan transmisi otomatis akan terjatuh dan tidak terdorong ke belakang kabin yang bisa membahayakan pengemudi, karena mesin mobil yang terdorong dari depan bisa menghimpit kabin mobil.

Perlu diingat, crumple zone tetap memiliki keterbatasan dan bukanlah pelindung utama untuk menjamin keselamatan pengendara. Meski crumple zone didesain semakin baik, tetapi tetap tidak bisa menjamin keamanan ruang kabin seandainya benturan dengan objek lain terlalu keras. Setiap mobil memiliki tingkat kekokohan rangka masing-masing dan harus lulus uji NCAP (New Car Assessment Programme).

Bila mobil Anda mengalami kerusakan akibat benturan atau kecelakaan, baik itu di bagian crumple zone ataupun bagian bodi mobil lainnya, Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor” selalu siap memberikan bantuan layanan perbaikian ataupun restorasi seluruh kerusakan mobil Anda, agar tampak kembali seperti baru dan sesuai aslinya. Perbaikan ataupun restorasi kerusakan mobil Anda akan ditangani oleh tim handal dan profesional dari Bengkel mobil “Zaini Auto Motor” sehingga kualitas terjamin, tidak abal-abal dan yang paling penting harganya sangat terjangkau. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda.

Bengkel Mobil, Bengkel Mobil Pro, Bengkel Mobil Terdekat, Crumple Zone

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi