Manfaat Electronic Stability Programme (ESP)

Manfaatkan Fitur ESP Pada Mobil, 30 Persen Kecelakaan Fatal Dapat Dicegah

Keselamatan adalah hal utama dan sangat penting bagi setiap pengendara mobil. Selain itu stabilitas merupakan elemen penting pada setiap mobil. Stabilitas dibutuhkan mobil sejak saat melaju lurus, berakselerasi, menikung, hingga mengerem. Hal inilah yang membuat pabrikan mobil dan pemasok komponen mobil untuk terus mengembangkan teknologi yang bisa meningkatkan stabilitas kendaraan.

Pada pertengahan tahun 1990-an salah satu alat (fitur) keselamatan dalam berkendara mulai diperkenalkan yaitu Electronic Stability Programme (ESP). Produsen asal Jerman Bosch-lah yang pertama kali mengembangkan sistem fitur keselamatan ini. Sedangkan kendaraan pertama yang menggunakan fitur keselamatan ini adalah mobil Mercedes-Benz S-Class dan BMW 7-series.

Sudah lebih dari satu dekade sejak pertama kali diperkenalkan, fitur keselamatan ini muncul dengan banyak nama tergantung pada produsen mobil yang menggunakannya. Para produsen atau pabrikan mobil cenderung menggunakan nama sendiri-sendiri untuk penyebutan fitur Electronic Stability Programme (ESP) ini, walau sejatinya semuanya memiliki unjuk kerja dan fungsi yang sama. Sebagai contoh misalnya:

  • Pada mobil produksi Audi fitur keselamatan tersebut diberi nama ESP (Electronic Stability Programme)
  • Pada mobil pabrikan BMW dikenal dengan nama DSC (Dynamic Stability Control)
  • Pada mobil merk Ford biasa menyebutnya dengan Advance Trac
  • Mobil produksi Nissan memperkenalkannya dengan sebutan VDC (Vehicle Dynamic Control)
  • Untuk mobil keluaran Honda disebut VSA (Vehicle Stability Assist)
  • Pada mobil produksi General Motor lebih dikenal dengan sebutan Stabilitrak
  • Pabrikan Porsche memberi nama pada sistem ini dengan sebutan PSM (Porsche Stability Management)
  • Volvo punya nama DSTC (Dynamic Stability & Traction Control)
  • Ada juga pabrikan yang menyebutnya sebagai Electronic Stability Control (ESC), dan nama-nama lainnya.

Electronic Stability Programme (ESP) dewasa ini menjadi satu alat penting bagi keselamatan berkendara. Di Indonesia fitur Electronic Stability Programme ini mulai banyak disematkan sebagai kelengkapan standart pada mobil kelas menengah hingga mobil mewah. Hal ini tentunya berbeda penerapannya dengan negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa, dimana fitur teknologi keselamatan ini harus ada hampir pada setiap kendaraan. Sejak tahun 2014 di negara – negara Eropa sendiri fitur Electronic Stability Programme (ESP) wajib ada di setiap kendaraan yang dijual di sana.

Berdasarkan penelitian di Inggris menunjukkan bahwa 25 persen peluang terjadinya kecelakaan fatal pada mobil yang dilengkapi dengan fitur ESP (Electronic Stability Programme) dapat direduksi. Sementara itu di Swedia dilaporkan, ESP mampu mencegah 32 persen kecelakaan kendaraan pada kondisi cuaca buruk dan jalan basah.

Lantas apa sebenarnya yang dimaksud Electronic Stability Programme (ESP) dan mengapa membuat sistem ini begitu penting bagi kendaraan Anda?

Menurut Tri Ari Yanto selaku General Service Advisor, Bengkel Mobil Zaini Auto Motor, “Electronic Stability Programme (ESP) merupakan fitur teknologi keselamatan kendaraan terkini yang secara khusus didesain untuk mengoptimalkan pengendalian mobil dan menstabilkan manuver kendaraan, bahkan saat roda kemudi diputar secara tiba-tiba. Secara umum fitur Electronic Stability Programme (ESP) fokus bekerja membantu pengemudi untuk menjaga kendaraan tetap berada di jalur yang tepat dan terkontrol, dengan cara mendeteksi dan meminimalkan terjadinya slip roda. Sehingga meminimalkan terjadinya gejala understeer dan oversteer saat berkendara.”

Understeer terjadi ketika roda depan tidak memiliki traksi yang cukup dan mobil justru terus bergerak maju daripada berbelok / menikung sesuai kehendak mengemudi. Sedangkan oversteer justru sebaliknya, mobil menikung lebih dalam (jauh) dari yang dimaksudkan pengemudi, yang menyebabkan roda belakangnya slip dan mobil bisa tergelincir. ESP (Electronic Stability Programme) dapat membantu memperbaiki kedua situasi ini.

Setiap kontrol atau kegiatan yang Anda lakukan pada mobil, seperti memutar kemudi, menekan pedal gas, menekan pedal rem selalu dimonitor melalui sensor – sensor elektronik yang ada pada mobil Anda. Kemudian data hasil sensor ini setiap saat dikirim ke komputer central Electronic Control Unit (ECU). Sistem komputer Electronic Control Unit (ECU) kemudian membandingkan data yang masuk langsung dari pengemudi tadi dengan respon dari kendaraan. Untuk pengendalian secara menyeluruh, fitur ESP ini bekerja secara harmonis dengan sistem rem ABS (Anti-lock Braking System), EBD (Electronic Braking Distribution) dan fitur TCS (Traction Control System) saat mobil berakselerasi.

Salah satu contohnya, saat Anda tiba-tiba bermaksud memutar roda kemudi untuk mengarahkan mobil segera berbelok tajam ke kiri atau kanan, namun pada saat bersamaan kondisi kendaraan malah masih saja berjalan lurus ke depan. Pada kondisi seperti ini Electronic Control Unit (ECU) langsung dapat menyadari dan memerintahkan sistem Electronic Stability Programme (ESP) pada kendaraan untuk segera membantu mengarahkan dan menstabilkan manuver mobil secara tepat. Hal ini sering terjadi pada saat kondisi jalan basah dan licin akibat guyuran hujan.

Jika Anda melakukan pengereman hebat pada mobil, sehingga seketika roda kehilangan traksi dan daya cengkramnya terhadap permukaan jalan, maka komputer ECU akan segera memberitahu sistem rem ABS (Anti-lock Brake System) dan EBD (Electronic Braking Distribution) untuk segera bekerja mendistribusikan dan memberikan tekanan pada disc brake sesuai kebutuhan masing-masing roda, untuk membantu roda mendapatkan kembali traksinya.

Electronic Control Unit (ECU) juga bisa mengatur besaran tenaga yang keluar dari mesin ke masing-masing roda. Jika Anda menginjak pedal gas dalam-dalam namun mobil tidak bergerak, tetapi hanya terjadi spin pada roda, biasa terjadi di jalan berlumpur atau bersalju. Pada kondisi seperti ini maka fitur kontrol traksi (Traction Control System) akan mereduksi tenaga mesin yang menuju roda, dan memberikan kesempatan pada masing-masing roda untuk kembali mendapatkan grip atau traksinya.

“Tujuannya TCS (Traction Control System) adalah menghindari roda agar tidak terjadi spinning atau berputar lebih cepat karena tenaga dari mesin yang besar. Saat ECU (Electronic Control Unit) mendeteksi roda akan berputar spinning, sistem secara langsung akan mengurangi suplai bahan bakar, sehingga putaran RPM mesin lebih kecil. Putaran RPM mesin yang menurun bisa membantu roda untuk mendapatkan traksinya kembali, jadi roda trhindar dari slip pada jalan yang basah, bersalju, licin atau berlumpur” jelas Tri Ari Yanto ketika ditemui di Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Sistem keselamatan ini juga dapat aktif ketika mobil Anda keluar dari tikungan. Ketika pengemudi terlalu dalam menekan pedal gas sehingga mobil akan terpelanting keluar tikungan, maka sistem ABS (Anti-lock Brake System) dan TCS (Traction Control System) akan segera melakukan pengereman secara lembut dan mengembalikan mobil Anda ke jalur yang seharusnya.

Semua proses di atas, mulai dari saat sensor mendekteksi data masuk dari aktivitas apa yang pengemudi lakukan, mendeteksi masalah, mencari dan mengatasi masalah, semuanya harus terjadi dalam hitungan detik saja. Sehingga mobil akan tetap terjaga dan terhindar dari kecelakaan fatal.

Hampir seluruh kendaraan yang menggunakan fitur Electronic Stability Programme memiliki tombol untuk mematikan fungsi sistem keselamatan tersebut. Tombol ESP biasanya terletak pada kemudi, dashboard atau berdekatan dengan tuas transmisi kecepatan mobil. Menonaktifkan fitur ESP (Electronic Stability Programme) ini sangat tidak disarankan, apalagi bila Anda sering menggunakan mobil dalam setiap aktivitas sehari-hari di jalan. Intinya Anda harus selalu fokus dan hati-hati dalam berbagai kondisi mengemudi.

Melihat berbagai manfaat yang didapatkan dari fitur Electronic Stability Programme ini, maka sangat penting dalam setiap mobil untuk dilengkapi fitur keselamatan ini. Apabila Anda mengutamakan keselamatan, sebaiknya pilihlah mobil yang sudah dilengkapi fitur ESP, sehingga mampu membantu Anda menstabilkan dan mengarahkan kendaraan dalam kondisi tertentu dengan mengurangi putaran output mesin dan sekaligus memberikan tekanan rem yang tepat ke roda tertentu.

Bengkel Mobil, Bengkel Mobil Terdekat, Bengkel Panggilan Terdekat, Electronic Stability Control, Electronic Stability Programme, ESC, ESP

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi