Maksimalkan 7 Fitur Mobil Ini Saat Hujan

Maksimalkan 7 Fitur Mobil Ini Saat Hujan

Mobil generasi rakitan terbaru kebanyakan telah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih. Tujuannya agar ketika berkendara saat hujan atau cuaca ekstrim, kita bisa manfaatkannya untuk menunjang performa yang maksimal, berkendara menjadi lebih aman dan memberikan kenyamanan selama berkendara.

Tak hanya mengetahui perannya, pemilik mobil juga perlu melakukan pemeriksaan dan perawatan agar ia mampu bekerja optimal ketika diperlukan. Jangan sampai fitur-fitur yang diperlukan saat hujan ini malah malfungsi dan berpotensi menimbulkan celaka.

Berikut ini adalah fitur-fitur mobil yang perlu dimanfaatkan di saat berkendara ditengah cuaca hujan:

Intermittent Wiper

Wiper memiliki pengontrol jeda (intermittent) gerak sapuan dari wiper blade. Fungsinya adalah memberikan jeda yang sesuai dengan frekuensi intensitas air hujan yang jatuh mengenai kaca mobil. Karenanya, aturlah posisi jeda wiper sesuai dengan frekuensi intensitas rintik hujan. Jika wiper diposisikan bergerak cepat tanpa ada hambatan ketika hujan cuma turun rintik-rintik, maka bisa berakibat sistem motor wiper dan link wiper arm akan lebih cepat rusak.

Auto wiper

Semua mobil pasti dilengkapi dengan wiper. Tetapi sekarang ini sudah banyak mobil-mobil kelas menengah dan mobil mewah di Indonesia dibenamkan fitur sensor hujan (rain sensor). Sehingga ketika hujan turun, pengemudi tak perlu repot mengaktifkan wiper dan mengatur kecepatannya.

Cara kerja auto wiper adalah menggunakan sensor untuk mendeteksi seberapa besar intensitas air hujan yang menerpa kaca mobil, kemudian komputer menghitung dan menentukan seberapa kecepatan sapuan wiper yang dibutuhkan. Fitur auto wiper ini tentu lebih efisien dan lebih nyaman dibandingkan wiper biasa, karena kemampuannya dalam menyesuaikan intensitas air hujan yang turun dan waktu yang tepat untuk menyeka air dari kaca mobil.

Defogger

Embun pada mobil sering timbul kembali meskipun ia di lap, hal ini tentunya cukup membuat repot pengemudi jika harus melap kaca tiap beberapa waktu. Sehingga mengaktifkan fitur defogger bisa membantu pengemudi mengatasi masalah embun yang selalu muncul tiap saat kala hujan. Embun pada kaca sering timbul karena adanya perbedaan suhu di bagian dalam kabin dan luar kabin, sehingga terjadi kondensasi. Embun yang terjadi sering mengganggu visibilitas pandangan pengemudi terhadap jalan atau kendaraan lain.

Defogger merupakan fitur standar dalam setiap kendaraan. Defogger merupakan penghilang embun yang biasanya diletakkan di bagian kaca belakang, spion mobil dan ada juga di kaca depan. Defogger ini memiliki cara yang berbeda dalam menghilangkan embun yang mengganggu pandangan pengemudi, ada yang memakai elemen panas yang menghangatkan kaca untuk mengusir embun dan ada yang menggunakan hembusan udara dengan temperatur tertentu agar tak tercipta lapisan embun di kaca.

Fitur defogger memiliki cara kerja yang berbeda. Defogger yang terletak di kaca depan biasanya mengeluarkan hembusan udara panas, sedangkan untuk kaca belakang biasanya menggunakan elemen panas. Tidak perlu menyalakan defogger jika kaca belum berembun karena hanya membuat daya listrik terbuang sia-sia.

Fog Lamp (Lampu Kabut)

Lampu kabut (Foglamp) ini sangat bermanfaat ketika cuaca ekstrim misalnya hujan lebat atau kabut tebal sedang turun. Lampu ini didesain dengan daya pancar dan pancaran warna yang mampu menembus kabut. Foglamp biasanya memiliki sorot yang jauh lebih terang dibandingkan headlamp (lampu depan) mobil.

Perlu dicatat jika cuaca ekstrim dan hanya mengandalkan headlamp, biasanya kita hanya mendapatkan jarak pandang 1-2 meter.
Foglamp sangat cocok untuk penerangan saat cuaca ekstrim (hujan lebat atau cuaca berkabut) yang seringkali mengganggu pandangan pengemudi, di saat inilah lampu kabut (Foglamp) ini wajib untuk diaktifkan.

Menggunakan lampu kabut (Foglamp) sebaiknya seperlunya saja, terangnya nyala ampu kabut (Foglamp) ternyata juga memiliki dampak buruk yaitu konsumsi listrik yang sangat boros. Oleh karena itu pengemudi harus bijak menggunakan fitur ini, jika pandangan sudah cukup aman sebaiknya matikan foglamp. Jangan dihidupkan terus menerus (dipanjer) karena dapat memperpendek umur mika lampu kabut tersebut.

Lampu Kabut Belakang (Rear Foglamp)

Foglamp umumnya ada di depan, tetapi pada beberapa mobil sudah dilengkapi dengan lampu kabut belakang (rear foglamp). Cahaya yang dihasilkan komponen lampu kabut belakang (rear foglamp) juga jauh lebih terang dari lampu belakang. Alhasil, mobil di belakang kendaraan Anda akan lebih bisa menjaga jarak aman. Tetapi jangan lupa menonaktifkan lampu kabut belakang (rear foglamp) ini saat hujan telah reda. Jika tidak, pengemudi di belakang mobil Anda akan terganggu pandangannya, akibat silaunya cahaya yang dihasilkan lampu kabut belakang (rear foglamp).

Kontrol Traksi (Traction Control)

Traction Control (TC) di dunia otomotif biasa dikenal dengan Electronic Stability Control (ESC), adapula yang menyebutnya Electronic Stability Programme (ESP). Fitur ini berfungsi untuk mendeteksi hilangnya traksi ban / roda terhadap permukaan jalan. Kehilangan traksi bisa terjadi pada mobil-mobil yang bertenaga besar atau mobil yang sedang melintas di genangan air. Traksi sendiri berarti gaya gesek maksimum yang bisa dihasilkan antara dua permukaan (Ban dan Jalan) tanpa mengalami slip.

Prinsip kerja traction control (TC) atau Electronic Stability Programme (ESP) adalah komputer sentral atau Electronic Control Unit (ECU) akan mengontrol daya cengkram ban ke aspal saat terjadi gejala roda selip atau kehilangan cengkraman ke permukaan jalan akibat pengemudi menginjak pedal gas terlalu dalam. Sistem komputer melakukan pengontrolan dengan cara memberikan perintah mesin secara otomatis akan menyesuaikan tenaganya dengan mengurangi putaran roda. Efeknya, roda akan kembali mendapat traksi dan pengendalian mobil dapat kembali normal.

Secara umum sistem traction control (TC) atau Electronic Stability Programme (ESP) bekerja fokus untuk membantu menjaga kendaraan tetap berada di jalan, terkontrol dan selalu di jalur yang benar. Hasil dari kerja pengemudi seperti memutar setir, menekan pedal rem, menekan pedal gas selalu dimonitor melalui sensor. Data ini setiap saat dikirim ke komputer central (ECU). Kemudian sistem komputer membandingkan data yang masuk langsung dari aktivitas pengemudi (menggerakan setir, menginjak pedal gas, menekan pedal gas) dengan respon dari kendaraan.

Contoh ketika Anda tiba-tiba memutar setir untuk berbelok tajam, namun pada saat bersamaan kondisi kendaraan masih berjalan lurus ke depan. Hal ini sering terjadi saat kondisi jalan licin akibat hujan. Pada kondisi ini komputer dapat langsung menyadari dan memerintahkan sistem traction control pada kendaraan untuk segera membantu.

Pada setingan standart, fitur Electronic Stability Programme (ESP) atau kontrol traksi ini selalu hidup, jika pengemudi menekan tombol traction control (TC) berarti sama artinya pengemudi mematikan fitur ini. Tetapi ada baiknya pengemudi memastikan apakah fitur traction control ini dalam keadaan aktif atau tidak aktif. Jika lampu menyala dengan tulisan “off” artinya kontrol traksi sedang tidak aktif, pencet kembali agar warning lamp bertuliskan off tersebut hilang dan traction control aktif.

Kontrol traksi ini biasanya bekerja secara maksimal jika mobil memiliki sistem rem teknologi terbaru seperti Anti-lock Brake System (ABS), Electronic Brake Force Distribution (EBD), dan Brake Assist (BA). Sistem rem teknologi terbaru ini berfungsi kebalikan dari Electronic Stability Programme (ESP), jika pengemudi menekan pedal rem terlalu dalam maka komputer akan secara otomatis mengurangi cengkraman kampas rem (break pad) sehingga ban tidak tergelincir.

Cairan Wiper (Wiper Fluid)

Jika dahulu cairan wiper hanya menggunakan air murni, perkembangan teknologi dewasa ini telah menghasilkan cairan wiper yang memiliki kemampuan-kemampuan khusus. Beberapa cairan bahkan memiliki kemampuan untuk membuat kaca menjadi makin mudah mengalirkan air akibat huajan.

Cairan wiper (wiper fluid) sebaiknya menggunakan spesifikasi yang disediakan. Hal ini penting untuk membantuk kinerja wiper menyapu permukaan kaca. Jangan sembarang mengisi dengan air sabun biasa apalagi bila ada kandungan detergennya, yang penting jangan gunakan cairan yang bisa memproduksi busa tinggi karena bisa mengganggu daya pandang (visibilitas).

Bengkel Mobil, Defogger, Electronic Stability Control, Foglamp, Tips And Trick, Wiper, wiper fluid

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi