Pecah Ban Mobil Penyebab Kecelakaan di Tol Jagorawi

Kenali Penyebab Pecah Ban Mobil, Agar Kecelakaan Maut Tak Terulang

Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mobil MPV kembali terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 36, Sentul, Bogor. Kecelakaan ini terjadi pada Minggu (15/9) pukul 08.30 WIB yang menewaskan tiga orang, akibat mobil MPV tersebut mengalami pecah ban. Kejadian pecah ban pada mobil memang cukup berbahaya bagi pengendara. Apalagi terjadi di ruas tol yang memungkinkan pengemudi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi atau kecepatan di luar batas ketentuan. Mobil yang mengalami pecah ban sangat berisiko, sebab setir/kemudi bakal sulit dikendalikan sehingga berakibat mobil melaju secara liar.

Dari kejadian kecelakaan maut tersebut, bisa diambil pelajaran oleh setiap pengemudi mengenai resiko ban pecah saat sedang melaju kencang. Pecah ban mobil memang bisa terjadi kapan saja, namun jika setiap pengemudi selalu mempersiapkan perjalanannya dengan baik, maka kejadian kecelakaan fatal bisa diminimalkan. Maka dari itu, sebagai pemilik mobil yang baik, harus senantiasa memperhatikan kondisi ban mobilnya agar tetap bisa melaju dengan stabil dan aman ketika dikendarai di atas permukaan jalan.

Beberapa waktu lalu, Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Sebenarnya kecelakaan akibat pecah ban bisa dihindari. Salah satu caranya adalah pengemudi senantiasa memeriksa lagi kondisi semua ban mobil sebelum memulai perjalanan, untuk menghindari terjadinya insiden ban pecah. Sebab, ban mobil merupakan komponen keselamatan paling penting dalam berkendara. Lantaran cuma ban satu-satunya komponen mobil yang menempel dan bersinggungan langsung dengan permukaan jalan.”

Pecah ban pada mobil menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan raya. Oleh karenanya, penting bagi setiap pengemudi untuk menjaga kondisi ban mobilnya agar tidak mudah pecah. Setidaknya ada 6 faktor yang bisa menyebabkan ban mobil pecah saat dikendarai.

1. Tekanan Udara Ban Kurang

Ada beberapa penyebab ban mobil pecah mendadak. Namun, faktor utama penyebab terjadinya pecah ban bukan karena ban kelebihan udara, tetapi justru karena tekanan udara yang kurang. Ban mobil yang kekurangan tekanan udara sangatlah berbahaya. Karena pada saat itu ada bagian dinding ban yang mengalami tekanan berlebihan dari bibir pelek akibat tertekan ke bawah oleh berat mobil. Apalagi jika sedang melaju di ruas tol yang permukaan jalanannya ada bagian yang bumpy alias tidak semuanya rata.

Pecah Ban Mobil Akibat Tekanan Udara Kurang
Tekanan Udara Ban Kurang

Tekanan udara pada ban yang tidak sesuai rekomendasi seringkali membuat kerja ban menjadi berat, terutama ketika melaju di jalan tol. Ini lantaran saat ban kekurangan tekanan udara, sidewall (dinding ban) mengalami pergerakan naik-turun yang begitu sering mengikuti permukaan jalan yang dilalui. Sehingga lama-lama membuat benang dan kawat baja (steel belt) menjadi fatigue, getas dan akhirnya mudah putus.

“Gerakan sidewall ban yang begitu sering, membuat ban mobil mudah pecah ketika melaju dengan kecepatan tinggi di ruas tol. Namun, saat tekanan udara pada ban mobil sudah sesuai rekomendasi atau dilebihkan 5-10 psi, maka akan membuat posisi sidewall-nya (dinding ban) tegak. Sehingga ban tidak banyak terjadi defleksi pada sidewall-nya. Selain itu, ban mobil yang kekurangan tekanan udara akan lebih cepat panas, karena permukaan ban yang kontak langsung dengan aspal lebih luas. Jadi lapisan penyusun ban akan cepat memuai, dan bisa menyebabkan pecah ban secara tiba-tiba.” Ujar Listiyono, saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Ada anggapan yang salah dan banyak dipercaya masyarakat, dimana pecah ban hanya akan terjadi ketika tekanan udaranya berlebihan. Justru saat tekanan udara pada ban sesuai ketentuan atau sedikit berlebih, dinding ban akan berada pada posisi tegak. Hal ini tidak akan sanggup membuat ban menjadi pecah, meski ada penambahan tekanan hingga 10 psi. Namun, bila ban mobil kekurangan tekanan udara, akan terjadi gesekan yang berlebihan sehingga ban panas dan strukturnya mudah rusak. Oleh karenanya, ban mobil yang kurang tekanan udara sangatlah berbahaya ketika dikendarai di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

2. Pecah Ban Mobil Karena Usia Ban

Faktor penyebab terjadinya ban pecah berikutnya adalah karena ban yang sudah tidak layak pakai. Setiap komponen kendaraan mempunyai batas usia pakai, termasuk pada ban mobil. Seiring waktu pemakaian, kondisi ban mobil yang berbahan utama karet tentunya akan rentan getas, dan kelenturannya akan mengalami penurunan. Tak hanya itu, daya cengkram ke permukaan jalan juga semakin berkurang sehingga performa ban tidak akan maksimal lagi. Ban mobil memiliki batas maksimal usia pakai berkisar antara 3-5 tahun. Jadi meskipun fisik ban masih terlihat baru, jika usianya lebih dari 3-5 tahun, tentu sudah tidak layak pakai dan sering disebut ban kedaluwarsa. Bila ban mobil sudah kedaluwarsa, maka lapisan karet penyusunnya akan mulai retak, getas dan mudah pecah.

Perhatikan Usia Ban Mobil Dengan Melihat Kode Tahun Pembuatan Ban

“Meskipun mobil jarang dipakai hingga bertahun-tahun, tak menutup kemungkinan ban akan mengeras sehingga daya absorbsi (daya serap) terhadap benturan menjadi berkurang. Pemilik mobil tidak boleh mengabaikan kondisi ban seperti ini dengan menganggap kondisi kembangannya masih tebal. Pada umumnya, produsen ban merekomendasikan usia pemakaian ban antara 3-5 tahun.” ungkap Listiyono, saat berbincang di bengkel Zaini Auto Motor.

Cara mengetahui usia ban mobil adalah dengan melihat kode produksi yang ada pada sidewall (dinding ban). Pada umumnya bagian sidewall ban tertera kode angka yang menjelaskan kapan ban itu diproduksi, yakni minggu ke berapa dan tahun berapa. Misalnya jika ada kode produksi ban bertuliskan “1919”, artinya ban tersebut diproduksi pada minggu ke sembilan belas tahun 2019. Sehingga ban tersebut akan kedaluwarsa maksimal pada bulan Mei 2024.

3. Kondisi Ban Aus Mengakibatkan Pecah Ban Mobil

Ban merupakan komponen yang paling sering bergesekan dengan berbagai medan jalan, tentu membuat karet ban cepat aus dan mengalami kerusakan. Ban yang sudah aus alias botak, juga sangat rentan mengalami kasus pecah ban secara tiba-tiba. Hal ini wajib diantisipasi oleh setiap pengemudi dengan melakukan pengecekan kondisi fisik ban sebelum mobil dipakai bepergian. yang hendak menggunakan mobil sebaiknya terlebih dahulu memeriksa bannya.

Thread Wear Indicator adalah Tanda Keausan Ban
Thread Wear Indicator

Salah satunya adalah memeriksa tingkat keausan ban melalui indikator TWI (Tread Wear Indicator). Selain itu, perlu memeriksa bila ada sobekan, retakan atau benjolan pada ban, sebelum mobil dipakai perjalanan jarak jauh. Mengetahui sejak dini kerusakan ban akan lebih baik, sehingga bisa cepat melakukan penggantian atau berkendara lebih hati-hati.

“Pada semua ban dilengkapi dengan tanda/indikator keausan ban yang sering dikenal dengan tanda TWI (Tread Wear Indicator). Tanda keausan ban (Thread Wear Indicator) ini berupa simbol segitiga pada dinding ban (sidewall). Selain simbol segitiga TWI, pada ban juga terdapat tonjolan kecil di sela-sela bagian tengah kembangan ban (grooves). Setidaknya, minimal ada enam buah tanda TWI yang menunjukkan batas keausan sebuah ban. Apabila indikator TWI tersebut sudah mendekati atau sudah sama rata dengan permukaan ban sebaiknya segera lakukan penggantian ban.” Jelas Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

4. Beban Yang Dibawa Terlalu Berat

Semakin berat beban yang diangkut sebuah mobil, maka semakin besar pula tekanan yang akan diterima oleh ban. Tekanan yang besar ini akan memaksa ban untuk bekerja ekstra keras, bahkan melampaui batas kemampuannya. Sehingga ketika ban tersebut sudah tidak mampu lagi menahan tekanan dan beban yang diterimanya, ban dapat pecah seketika. Sebaiknya kita tahu berapa daya angkut mobil milik kita. Rumusnya mudahnya adalah daya angkut sama dengan gross vehicle weight (berat maksimum mobil), dikurangi berat kosong mobil (curb weight).

Beban Berlebihan Penyebab Pecah Ban Mobil

Oleh karenanya, sebaiknya hindari mengangkut beban melebihi batas kemampuan daya angkut yang telah disarankan. Untuk mengantisipasi kelebihan muatan, pastikan beban yang diangkut mobil kita sesuai yang dianjurkan di buku manual. Jika mengacu pada jumlah penumpang, umumnya mobil berukuran sedang (hatchback, city car) hanya bisa memuat lima penumpang dewasa, sementara minivan (SUV, MPV) maksimal bisa tujuh hingga delapan orang. Kesehatan ban bakal berkurang bila terlalu lama digunakan mengangkut beban berlebihan. Salah satu dampaknya, benang/kawat di dalam ban bisa putus hingga muncul bencolan di sidewall dan permukaan ban.

5. Jarang Membersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil

Membersihkan sela-sela kembangan ban mobil terdengar seperti hal sepele. Apabila di sela-sela kembangan ban banyak terdapat batu kerikil kecil, benda tajam, atau benda asing lainnya, sangat berpotensi membahayakan kondisi ban. Sebab, batu kerikil atau benda tajam tersebut sangat mungkin menimbulkan luka dan menusuk permukaan ban. Akibatnya bisa merobek dan merusak rajutan benang/kawat baja yang berfungsi sebagai pelindung dan penyusun konstruksi ban.

Selain itu, saat hujan atau saat mobil melintasi genangan air, memungkinkan air masuk ke dalam ban melalui celah yang robek/luka tersebut. Selanjutnya, air akan masuk di dalam ban dan dapat membasahi rajutan benang dan steel belt (kawat ban). Apabila steel belt (rajutan kawat) ini basah, maka dapat menyebabkan korosi yang bisa membuat steel belt rawan berkarat dan getas. Jika hal ini terjadi dan mobil melaju di jalanan, ban berpotensi terkoyak atau robek. Dan saat itulah ban berpotensi mudah pecah.

Bersihkan Sela-Sela Kembangan Ban Mobil
Bersihkan Sela-Sela Ban Mobil dari Kerikil Dan Benda Asing

Oleh karena itu, sebaiknya tekanan udara pada ban mobil disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Biasanya, tabel petunjuk tekanan ban ada di balik pintu mobil sebelah kanan. Tabel ini memuat tekanan udara ban yang direkomendasikan. Periksalah secara rutin tekanan udara dan kondisi ban mobil sebelum memulai perjalanan. Kurangnya tekanan angin memang bisa membuat ban meletus. Sebaliknya kelebihan tekanan angin bisa mengurangi daya cengkeram ban di permukaan aspal. Untuk mengukur tekanan angin ideal pada ban sebenarnya membutuhkan alat khusus yang biasa ada pada alat pompa.

6. Perawatan Dan Penggantian Ban Rusak

Pemilik mobil wajib hukumnya menaruh perhatian lebih pada komponen ban. Agar perjalanan tetap lancar dan aman, maka sebaiknya sebelum memulai perjalanan perhatikan kondisi ban mobil terlebih dahulu. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, pemeriksaan kondisi ban mobil bertujuan untuk mengetahui kelayakan kondisi ban mobil saat hendak digunakan. Bila terdapat beberapa indikator kerusakan di atas, segera lakukan perawatan hingga pengganti ban dengan yang baru. Khawatirnya bila dipaksakan dalam kondisi tekanan kurang, ban gundul/aus, ban rusak, dan usia ban kedaluwarsa, maka bisa memicu terjadinya kecelakaan fatal saat perjalanan. Entah disebabkan ban kehilangan traksi karena menurunnya daya cengkram ban terhadap permukaan jalan, atau terjadi pecah ban saat melaju pada kecepatan tinggi.

Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Ban
Pecah Ban Mobil Akibat Mengabaikan Perawatan Dan Penggantian Ban

Intinya, pemilik mobil harus menaruh perhatian lebih soal perawatan ban, rotasi ban, dan penggantian ban yang sesuai rekomendasi pabrikan. Perawatan atau service berkala merupakan suatu keharusan, agar senantiasa mendapatkan kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Ketika service berkala biasanya di dalamnya juga ada pekerjaan pengecekan fisik ban dan rotasi ban mobil, sehingga bisa menambah rasa aman dalam berkendara. Kelalaian atau kurang rajin melakukan servis berkala pada mobil, sama halnya mempertaruhkan keselamatan dan nyawa sendiri beserta keluarga. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah tempat terbaik untuk melakukan service berkala, perawatan, dan perbaikan mobil kesayangan Anda.

Keunggulan melakukan service dan perbaikan di bengkel Zaini Auto motor adalah tanpa antrian, biayanya murah, perbaikan cepat dan tepat, banyak promo, tersedia sparepart, dan ditangani mekanik berpengalaman. Bahkan saat ini generasi millenial sangat menggemari layanan “Bengkel Mobil Panggilan”. Karena layanan ini mudah diakses melalui aplikasi “Bengkel Mobil Pro” di smartphone berbasis android maupun IOS. Jadi, customer bisa secara realtime memantau histori perbaikan mobilnya memalui smartphone. Dan nantinya tinggal terima beres performa mobilnya akan kembali prima seperti baru lagi.

Ban Mobil, Bengkel Mobil Pro, Pecah Ban, Pecah Ban Mobil, Service Berkala, Tread Wear Indicator

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi