Etika Menyalakan Lampu Jauh Mobil

Jangan Asal, Begini Etika Dan Waktu Tepat Menyalakan Lampu Jauh (High Beam)

Lampu depan (headlamp) bukan hanya komponen penunjang keamanan terpenting bagi mobil, tetapi juga merupakan fitur yang wajib ada dan digunakan ketika kondisi gelap atau hujan. Setiap kendaraan bermesin, termasuk mobil wajib dilengkapi fitur headlamp yang terdiri dari low beam (lampu dekat) dan high beam (lampu jauh). Lampu jauh dan Lampu dekat mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan harus digunakan secara bijak oleh setiap pengendara. Saat mengemudikan mobil pada malam hari, kita sering kali dibuat jengkel oleh pengendara lain dari arah berlawanan yang menggunakan high beam (lampu jauh). Meski sama-sama berfungsi sebagai penerangan, namun bukan berarti bisa dilakukan sesuka hati.

“Lampu depan (headlamp) dirancang untuk memberikan visibilitas maksimum kepada pengemudi saat berkendara. Sehingga dapat menerangi jalan di depannya saat gelap, dan bahkan dapat digunakan untuk meningkatkan visibilitas selama kondisi cuaca buruk. Selain itu, dengan adanya sorot lampu depan membuat mobil Anda terlihat oleh kendaraan lain yang berada di sekitar Anda. Hal ini sangat penting untuk menjamin keselamatan Anda selama berkendara,” ungkap Listiyono, Kepala Bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Sinar lampu mobil Anda dapat diatur dalam dua arah pilihan yakni Low beam dan high beam. Low beam (lampu dekat) merupakan cahaya lampu yang menerangi ke arah bawah bagian depan jalan yang akan dilalui mobil. Lampu dekat (Low beam) sangat baik digunakan pada jalan-jalan yang mempunyai penerangan cukup banyak, atau saat kondisi lalu lintas yang padat.

Sedangkan high beam adalah sinar lampu yang menyorot ke arah tengah (sejajar posisi headlamp) bagian depan jalan yang akan dilalui mobil. Lampu jauh (high beam) sebaiknya digunakan pada jalanan yang sepi dan minim penerangan, atau sebagai sarana untuk membantu jarak pandang pengemudi menjangkau kondisi jalan yang lebih luas.

Masih banyak pengguna mobil yang tanpa ada alasan yang tepat dengan sengaja menyalakan high beam (lampu jauh) atau flashing saat berkendara di malam hari. Dampaknya, tentu menggangu pengendara lainnya, baik yang ada di depannya, apalagi yang berlawanan arah. Kadangkala pengemudi lain dari arah belakang juga sering membuat silau, ketika cahaya terang lampu dimm atau high beam mereka menyorot mengenai kaca spion yang langsung memantul ke mata kita.

Listiyono, Kepala Bengkel mobil Zaini Auto Motor menjelaskan, “penggunaan high beam memang cukup penting saat mengemudi mobil, tetapi setiap pengemudi harus tetap paham kapan waktu yang tepat menggunakannya. Penggunaan lampu jauh (high beam) ada aturan dan etikanya, meskipun tidak disebutkan secara eksplisit kapan harus memakainya. Bahkan tanpa disadari dampak yang ditimbulkan saat sembarangan menyalakan high beam di waktu yang tidak tepat, cukup berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan fatal.”

Penggunaan high beam secara etika hanya boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Salah satunya contohnya, saat mengendarai mobil di jalan lurus yang panjang, terjadi penurunan jarak pandang (visibilitas) akibat penerangan jalan yang kurang. Pada kondisi seperti ini diperbolehkan menyalakan high beam dengan syarat tidak ada kendaraan di depan atau berlawanan arah, serta tidak dilakukan secara terus menerus dan dijadikan penerangan utama selama perjalanan.

“Penggunaan lampu jauh (high beam) memang diperbolehkan untuk mendapatkan jarak penerangan yang lebih luas. Misal ingin melihat rambu petunjuk jalan, ketika di depan ada jalan menikung, atau saat kondisi kendaraan melaju cukup kencang di jalan tol yang sepi. Karena, saat berkendara di jalan bebas hambatan di malam hari sangat membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi, seperti jalan tol Trans Jawa biasanya tidak dilengkapi dengan penerangan jalan yang memadai seperti layaknya jalan umum di tengah kota. Untuk memastikan kondisi jalan di depan apakah ada halangan atau tidak, boleh saja menyalakan high beam, namun harus ada etikanya,” ucap Listiyono, saat dihubungi di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Lampu Jauh (high beam)
High Beam

Selain itu, lampu jauh (high beam) dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan kendaraan lain yang sifatnya tidak terlihat. Baik dikarenakan jarak pandang terbatas dan terhalang, atau ketika Anda ingin memberikan peringatan kepada pengendara mobil lainnya. Tetapi tanda komunikasi yang keluar dari mobil Anda jangan sampai mengganggu pengendara lainnya. Karena pada dasarnya sinar lampu juga bisa membuat polusi bagi penguna jalan lainnya yang menerima cahaya yang berlebih.

“Penggunaan lampu jauh melalui Flashing (dimm) adalah salah satu bentuk komunikasi dari mobil ke kendaraan lain. Setiap pengemudi bisa menggunakannya dalam kondisi yang darurat, misalnya saat tikungan tajam dan banyak titik blind spot. Kondisi seperti ini diperbolehkan memberikan sinyal komunikasi melalui high beam kepada kendaraan dari arah berlawanan. Tetapi hal ini pun sifatnya sesaat saja, tidak boleh terus-menerus,” ujar Listiyono.

Untuk itu, meskipun high beam (lampu jauh) dapat meningkatkan visibilitas Anda, tetapi high beam menghasilkan intensitas cahaya yang mengurangi visibilitas pengendara lain di sekitar Anda. Selalu matikan high beam ketika ada kendaraan lain yang mendekat dari arah berlawanan, atau ketika Anda berada tepat di belakang kendaraan lain. Selanjutnya, ketika sudah tidak ada mobil lagi dari arah berlawanan, atau tepat di depan mobil Anda, lampu jauh boleh digunakan lagi, namun tidak terus menerus.

Pengemudi yang gemar menggunakan lampu jauh adalah pengemudi yang tidak menerapkan gaya berkendara defensif (Defensive driving). Tetapi bila pengemudi menerapkan cara berkendara defensif (Defensive driving), pengemudi tidak perlu terlalu bergantung pada lampu jauh terus menerus. Defensive driving pada prinsipnya mengharuskan pengemudi selalu waspada dan memperhatikan kondisi disekitarnya. Tujuannya untuk antisipasi menghadapi berbagai kemungkinan dan potensi bahaya di jalan raya.

Untuk memastikan keamanan Anda, selalu lakukan pemeriksaan headlamp sebelum mengendarai mobil terutama saat malam hari atau saat cuaca buruk, dan pastikan semua lampu mobil Anda berfungsi dengan baik. Selain itu, bersihkan permukaan lensa headlamp mobil Anda secara rutin, hal ini bertujuan untuk memberikan visibilitas terbaik selama berkendara nantinya.

Jika Anda memiliki masalah dengan lampu depan (headlamp) mobil yang tidak berfungsi dengan benar, misalnya sorot cahayanya menyebar dan tidak terfokus di depan mobil, cahaya lampu redup, indikator lampu rusak, headlamp mati mendadak, atau masalah lainnya. Mekanik profesional dari Bengkel mobil Zaini Auto Motor siap mendatangi Anda untuk mendiagnosis masalah yang terjadi dan memberikan perbaikan secara cepat dan tepat. Jadi Anda tidak perlu repot mendatangi bengkel mobil terdekat, yang tentu sangat membahayakan keamanan Anda jika berkendara dengan masalah pada headlamp.

Bengkel Mobil Panggilan, Bengkel Mobil Terdekat, Defensive Driving, High Beam, Lampu Jauh, Low Beam

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi