Minyak Rem (Break Fluid) yang baik

Inilah Jenis Dan Karakteristik Minyak Rem Yang Baik Bagi Mobil Anda

Setiap mobil pasti mempunyai sistem pengereman untuk memperlambat hingga menghentikan laju kendaraan. Setiap komponen di dalam sistem pengereman tersebut saling berhubungan satu sama lain. Kanvas rem dan minyak rem (break fluid) adalah salah satu bagian dari komponen sistem pengereman pada kendaraan.

“Kebanyakan pemilik mobil cenderung lebih memperhatikan kanvas rem, tromol (drum brake) dan piringan cakram (disc brake). Padahal selain komponen-komponen tersebut, minyak rem adalah salah satu bagian dari sistem pengereman yang sering dianggap sepele, tetapi memiliki fungsi sangat penting dalam sistem pengereman” kata Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor“.

Minyak rem (break fluid) pada mobil memiliki peran sangat penting pada sistem pengereman. Tanpa minyak rem, maka sistem pengereman pada mobil tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu harus dirawat dengan benar, agar keselamatan pengemudi dan penumpang selama berkendara tetap terjaga.

Fungsi minyak rem adalah mentransfer gaya mekanis dari pedal rem menjadi gaya tekan hidrolik yang digunakan untuk mengontrol dan memperlambat kecepatan kendaraan hingga benar-benar menghentikannya.

Selain itu, minyak rem juga berfungsi sebagai pelumas bagi komponen logam yang bergesekan saat sistem pengereman bekerja menghentikan laju kendaraan. Minyak rem juga menjaga agar komponen logam pada sistem pengereman (breaking system) tidak mudah aus, tahan panas, dan tidak berubah bentuk pada suhu tinggi.

Penjelasan cara kerja sistem pengereman dapat disederhanakan sebagai berikut :

  • Pengemudi menekan pedal rem.
  • Tekanan pada pedal rem berupa gaya mekanis akan diubah menjadi gaya tekan hidrolik. Dimana Pedal rem akan menekan piston yang ada di dalam silinder utama (master cylinder) untuk mengkompresi minyak rem.
  • Kompresi dari piston akan meningkatkan tekanan di dalam saluran sistem pengereman dan mendorong minyak rem mengalir didalamnya.
  • Tekanan minyak rem juga akan menekan silinder roda (pada rem tromol) dan caliper rem (pada rem cakram), yang menyebabkan kanvas rem (break shoes / break pad) bergesekan dengan tromol rem (drum brake) dan Piringan cakram (disc brake) yang terpasang menyatu dengan roda. Gesekan tersebut akan memperlambat dan dapat menghentikan putaran roda pada kendaraan itu sendiri.
  • Karena cairan memiliki sifat sulit dimampatkan (incompressible) maka sistem pengereman dapat bekerja dengan baik. Oleh karena itu, minyak rem harus memiliki sifat kompresibilitas yang rendah agar tidak dapat dimampatkan (incompressible).

Minyak rem harus memiliki karakteristik dan memenuhi standar kualitas tertentu agar sistem pengereman dapat bekerja dengan baik. Beberapa karakteristik utama yang harus dimiliki minyak rem adalah sebagai berikut :

1. Memiliki Titik Didih Stabil

Sistem pengereman cenderung menghasilkan temperatur yang sangat tinggi, terutama pada komponen silinder roda (wheel cylinder) untuk jenis rem tromol (drum break) dan pada kaliper rem cakram (disk brake calipers). Temperatur yang diakibatkan sistem pengereman bisa mencapai lebih dari 200 derajat celcius. Dan temparatur tinggi tersebut disalurkan dari kaliper atau silinder roda (wheel cylinder) kembali ke minyak rem.

Oleh sebab itu, minyak rem cenderung terkena suhu yang sangat tinggi. Maka diperlukan cairan khusus yang tahan terhadap panas dan temperatur tinggi. Kebanyakan minyak rem jenis DOT-3 dan DOT-4 memiliki titik didih (boiling point) sekitar 240—260 derajat celcius.

Tetapi titik didih (boiling point) pada minyak rem bisa turun hampir 50 persen jika terdapat kandungan air di dalam minyak rem. Karena pada sistem pengereman memungkinkan masuknya air ke dalam sistem dengan berbagai cara, salah satunya melalui kondensasi. Air yang terdapat di dalam sistem pengereman cenderung diserap oleh minyak rem, dan hal ini berakibat menurunkan titik didih minyak rem.

Dalam jangka waktu satu tahun di dalam sistem pengereman ada sekitar 3 persen air yang diserap oleh minyak rem. Jika kandungan air terus bertambah, maka titik didih (boiling point) minyak rem pun bisa turun diangka 120-160 derajat celcius. Tentu hal ini sangat berbahaya, apalagi ketika pengereman pada kecepatan tinggi, bisa jadi minyak rem akan mendidih. Sehingga membuat rem tidak berfungsi dengan baik.

“Minyak rem yang memiliki titik didih rendah bisa menyebabkan rem blong. Ini terjadi karena panas dari kaliper atau silender roda diteruskan ke minyak rem sehingga minyak rem bisa mendidih dan kekentalannya rendah,” ujar Listiyono Kepala Bengkel Mobil “Zaini Auto Motor“.

Minyak rem harus memiliki titik didih yang tinggi untuk menghindari penguapan pada saluran sistem pengereman. Penguapan pada saluran sistem pengereman dapat menimbulkan masalah, karena uap sangat kompresif dibandingkan dengan cairan. Oleh sebab itu, uap dapat menghilangkan transfer gaya hidrolik dalam sistem pengereman yang bisa mengakibatkan rem gagal menghentikan laju kendaraan.

2. Memiliki Kompresibilitas Rendah

Kebanyakan cairan memiliki sifat sulit dimampatkan (incompressible), maka minyak rem juga harus memiliki sifat sulit untuk dimampatkan, agar sistem pengereman dapat bekerja dengan baik. Oleh karena itu, minyak rem harus memiliki sifat kompresibilitas yang rendah agar tidak dapat dimampatkan (incompressible), serta harus selalu stabil pada temperatur dan tekanan yang berubah drastis.

3. Memiliki Titik Beku Rendah

Minyak rem harus memiliki kekentalan (viscosity) yang tetap pada rentang temperatur yang tinggi dan sekaligus pada temperatur yang sangat rendah (suhu dingin), hal ini dimaksudkan untuk memperoleh kinerja sistem pengereman yang konsisten dan dapat diandalkan.

Menurut Listiyono, Kepala Bengkel Mobil Pro Zaini Auto Motor, “Minyak rem harus mempunyai kekentalan (viskositas) yang tetap, tidak mudah berubah terhadap temperatur yang berubah drastis. Minyak rem juga harus cocok dengan komponen yang terbuat dari logam, sekaligus tidak merusak komponen dari seal karet yang digunakan pada sistem pengereman”.

Untuk itu salah satu unsur yang terkandung dalam minyak rem adalah Glycol Ether yang berfungsi untuk mengontrol kekentalan (viscosity), titik didih (boiling point), dan menjaga kestabilan kelenturan seal karet.

4. Melumasi Komponen Yang Bergerak

Sistem pengereman terdiri dari beberapa komponen logam, seperti piston yang harus dapat bergerak secara bebas akibat gaya tekan hidrolik. Untuk mengurangi gesekan pada komponen logam tersebut dan agar berfungsi sebagai pelumas, maka minyak rem biasanya mengandung unsur polyalkylene glycol. Unsur ini menjaga agar komponen logam pada sistem pengereman tidak mudah aus, tahan panas, dan tidak berubah bentuk pada suhu tinggi.

5. Memiliki Unsur Kimia Yang Baik

“Kandungan unsur pada minyak rem biasanya terbagi dalam dua jenis yaitu silicone-based dan glycol-based. Untuk minyak rem dengan silicon-based kandungannya sudah pasti adalah silikon. Sedangkan untuk minyak rem jenis glycol based kandungannya adalah mineral oil, polyalkylene glycol, glycol ether, dan synthetic oil“, jelas Listiyono di bengkel mobil pro “Zaini Auto Motor“.

Pada umumnya, minyak rem mengandung unsur polyalkylene Glycol, Glycol Ether, dan ditambah zat Additive.

  • Polyalkylene Glycol merupakan cairan dengan tingkat kekentalan yang tinggi, dan sekaligus berfungsi sebagai pelumas. Selain itu, Polyalkylene Glycol juga bisa mengurangi pengaruh terhadap karet.
  • Sedangkan Glycol Ether berfungsi untuk mengontrol kekentalan (viscosity), titik didih, dan menjaga kestabilan kelenturan seal karet.
  • Yang terakhir, ditambahkan zat Additive yang berfungsi untuk mencegah terjadinya korosi dan oksidasi.

Minyak rem berdasarkan titik didihnya terbagi menjadi beberapa jenis, yakni DOT-3, DOT-4, DOT-5.1, dan DOT-5. DOT merupakan kependekan dari Departement of Transportation. Angka DOT (Departement of Transportation) pada minyak rem menentukan tingkat klasifikasi minyak rem. Semakin tinggi angka DOT, semakin tinggi titik didih sebuah minyak rem.

  1. Minyak rem DOT-3 merupakan minyak rem yang paling umum digunakan. Minyak rem DOT-3 memiliki titik didih maksimal 205 derajat celcius. Minyak rem DOT 3 menggunakan unsur Glycol Ether. Minyak rem ini mudah ditemukan di toko sparepart atau bengkel mobil dengan harga yang ekonomis. Namun, kekurangan DOT-3 adalah dapat merusak cat, merusak karet alami, dan dapat menimbulkan korosi.
  2. Minyak rem DOT-4 sering ditemui pada mobil model terbaru.
    Minyak rem DOT-4 memiliki titik didih (boiling point) yang bisa mencapai 230 derajat celcius. Minyak ini juga cukup mudah untuk didapatkan, namun harganya lebih mahal daripada DOT-3. Meskipun begitu, DOT-3 tetap berpotensi untuk menimbulkan korosi karena minyak ini mudah menyerap air. Karateristik yang mebedakan antara DOT-4 dengan DOT-3 adalah titik didihnya yang lebih tinggi, sehingga sesuai untuk digunakan pada mobil bersuhu tinggi.
  3. Minyak rem DOT-5 biasa dikenal dengan minyak rem silikon. Karena unsur silikon digunakan sebagai bahan dasar minyak rem DOT-5 ini. Silikon memiliki kandungan yang tidak mudah menyerap air. Dengan demikian, DOT-5 tidak berpotensi untuk menimbulkan korosi atau karat. Minyak rem DOT-5 ini memiliki titik didih (boiling point) yang bisa mencapai 270 derajat celcius. Minyak rem DOT-5 banyak digunakan dalam kendaraan militer atau untuk mobil dalam ajang kompetisi balap. Kekurangannya, minyak rem DOT-5 tidak memiliki daya lumas yang baik. Selain itu, harga minyak rem DOT-5 cukup mahal.
  4. Minyak rem DOT-5.1 merupakan tipe yang paling baru. Minyak rem ini mempunyai titik didih yang tinggi dan kualitas yang lebih baik dibandingkan jenis minyak rem lainnya. Akan tetapi, kekurangannya adalah DOT-5.1 berpotensi untuk merusak cat.

“Setiap mobil mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sebaiknya minyak rem yang digunakan pun harus sesuai spesifikasi yang direkomendasikan, karena masing-masing minyak rem memiliki titik didih yang berbeda,” saran Listiyono di Bengkel Mobil Pro “Zaini Auto Motor”.

Bengkel Mobil, Bengkel Mobil Pro, Break Fluid, Kanvas Rem, Minyak Rem, Rem Mobil

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi