Cara Mudah Irit BBM Mobil

Ingin Mobil Anda Hemat BBM? Lakukan 10 Tips Sederhana Ini

Berbagai produsen mobil terus membuat inovasi dengan memperkenalkan produk terbarunya. Mulai dari tenaga yang besar, fitur yang modern dan canggih, dukungan fitur keamanan, hingga kemewahan bodi mobil yang terus ditonjolkan. Tetapi satu hal yang sering terabaikan adalah konsumsi bahan bakar. Mobil yang dibekali dengan fitur canggih dan kapasitas tenaga mesin yang besar tentunya perlu didukung dengan konsumsi bahan bakar yang melimpah agar proses pembakaran berlangsung cepat dan sempurna. Tetapi jika mobil dengan kapasitas mesin di bawah 2.500 cc memerlukan konsumsi bahan bakar yang boros, tentu tidak wajar.

1. Pilih Bahan Bakar Yang Tepat

Memiliki sebuah mobil dengan konsumsi bahan bakar (BBM) yang boros bagi sebagian orang memang menjengkelkan. Apalagi belakangan harga bahan bakar minyak non-subsidi bergerak tidak menentu yang terpengaruh harga minyak dunia (crude oil price). Pada umumnya ketika harga bahan bakar non-subsidi naik, pemilik mobil cenderung beralih dari bahan bakar yang sebelumnya digunakan lalu menggantinya dengan BBM yang kadar nilai oktannya lebih rendah. Misalnya, bahan bakar dengan nilai RON (Research Octane Number) 95 (Pertamax Plus) menjadi BBM dengan RON 90 (Pertalite).

Namun penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil, berpotensi membuat mesin ngelitik, kemampuan akselerasi menurun, pembakaran tidak sempurna, menyebabkan sisa hasil pembakaran (karbon) menumpuk di ruang bakar, bahkan membuat konsumsi bahan bakar semakin boros, dan lain sebagainya.

Rasio kompresi menentukan kandungan Research Octane Number (RON) dalam bahan bakar yang wajib digunakan. Semakin tinggi rasio kompresinya maka butuh nilai RON yang semakin besar pula. Sebagai ilustrasi, BBM bernilai oktan 90 hingga 92, cocok untuk mobil dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1. Sementara jika mobil Anda memiliki perbandingan kompresi 10:1 sampai 11:1, maka bahan bakar yang direkomendasikan adalah yang memiliki nilai oktan 95 hingga 98.

2. Lakukan Perawatan Berkala (Tune Up)

Selain menggunakan bahan bakar dengan oktan yang tepat, salah satu faktor yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar mobil tentunya kondisi mobil itu sendiri. Perawatan yang rutin dan baik bisa mengurangi konsumsi BBM. Sesuai rekomendasi pabrikan mobil, merawat kondisi mesin termasuk sistem pembakaran mobil memang sangat diperlukan. Perawatan berkala (tune up) maupun servis rutin selain membuat performa mesin kembali seperti baru dan tetap prima, mesin lebih awet dan berumur panjang, hal itu juga membuat mobil lebih hemat bahan bakar. Karena kondisi mesin yang prima akan sangat mempengaruhi konsumsi bahan bakar mobil Anda.

Jika mobil Anda sudah terasa tidak nyaman dan kurang prima, seperti suara mesin tidak normal atau mesin ngelitik, mesin pincang, kemampuan akselerasi menurun, maka segera lakukan servis berkala di bengkel mobil. Sebenarnya ada cara tune up sendiri yang dapat dilakukan pemilik mobil. Namun akan lebih baik jika melakukan perawatan mobil ini di bengkel mobil. Hal ini karena mobil anda akan ditangani langsung oleh mekanik yang profesional yang didukung peralatan yang lengkap. Tune up ini dimulai dari memeriksa kondisi busi, kondisi injektor, kondisi ruang bakar, komponen karburator atau ICS (idle control speed), baterai (aki mobil), kabel tegangan tinggi, sistem pengapian, saringan udara (air filter), sistem pendingin, penyetelan campuran injeksi dan putaran idle, hingga ke bagian v-belt dan tali kipas (fan belt).

3. Bersihkan Saringan Udara (Air Filter)

Rajin – rajinlah memeriksa dan membersihkan filter udara, hal sederhana ini dapat menghemat konsumsi bahan bakar pada mobil. Fungsi utama saringan udara (air filter) adalah menyaring udara luar yang dihisap melalui saluran masuk udara (air intake) untuk dialirkan ke dalam sistem injeksi menuju ruang bakar mesin (combustion engine).

Filter udara yang kotor tentunya dapat menghambat suplai udara bersih yang masuk ke ruang bakar (combustion engine), sehingga dapat memboroskan pemakaian bahan bakar. Selain itu, juga dapat menyebabkan mesin mobil akan mudah mati pada saat idle. Saringan udara (air filter) harus mampu menyaring partikel berukuran micro maupun besar yang berupa debu, daun, dan kotoran lainnya sebelum memasukkannya ke dalam sistem injeksi, dimana udara akan bercampur dengan bahan bakar, yang selanjutnya diproses di ruang bakar mesin.

Dianjurkan setiap 30.000 – 40.000 km wajib untuk mengganti filter udara baru. Namun demikian, dalam kondisi tertentu misalnya jalan berdebu, medan off road atau daerah pertambangan mobil membutuhkan pergantian filter udara lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan.

4. Pemilihan Oli Yang Tepat

Ternyata pemilihan oli juga sangat mempengaruhi penghematan bahan bakar pada kendaraan Anda. Jika hendak mengganti oli, pastikan oli tersebut sesuai atau setara dengan rekomendasi pabrikan mobil seperti yang tertera di buku manual servis. Misalnya, jika mobil Anda seharusnya menggunakan oli SAE 10W-30, namun Anda justru menggunakan oli SAE 5W-30, maka hal ini akan mengurangi jarak tempuh 1-2 persen sehingga mobil menjadi boros.

SAE (Society of Automotive Engineers) merupakan badan internasional yang menjelaskan tingkat kekentalan oli dan juga menunjukkan kemampuan oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin dan kondisi lingkungan.

Di negara bertemperatur dingin, tingkat kekentalan oli yang umum digunakan adalah SAE 5W-30. Sedangkan di daerah tropis seperti Indonesia, oli yang sering digunakan dan direkomendasikan memiliki tingkat kekentalan SAE 10W-30 atau SAE 15W-50.

5. Periksa Tekanan Dan Kondisi Ban

Periksa tekanan ban mobil Anda dengan benar. Tekanan Ban yang sesuai akan mampu menghemat pemakaian BBM 2% sampai 3%. pada umumnya, ban mobil anda akan kehilangan tekanan 1 Psi per bulan, dan ketika saat musim dingin tekanan ban juga akan berkurang karena terpengaruh suhu lingkungan. Dianjurkan untuk memeriksa tekanan ban mobil Anda sebulan sekali, lebih baik lagi tiap minggu sekali. Dengan menjaga tekanan ban yang tepat juga akan mengurangi resiko ban cepat aus atau gundul.

Waktu yang tepat untuk pengisian tekanan angin yang direkomendasikan adalah saat ban dalam keadaan dingin. Lakukan pemompaan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrik, bukan sesuai tekanan maksimum yang tercantum pada dinding ban. Tetapi jika mobil anda telah dikendarai beberapa saat, maka cukup tambahkan tekanan ban sekitar 3 Psi. Tiap mobil memiliki tekanan angin ideal pada ban yang berbeda-beda. Tekanan berlebih akan menyebabkan ban meletus, sedangkan kekurangan tekanan ban akan menyebabkan ban cepat gundul dan boros bahan bakar. Jangan memopa melebihi rekomendasi pabrik kecuali anda memiliki ban cadangan.

Jika mobil Anda sering melewati jalan yang rusak atau berlubang, maka hal itu juga berpotensi mengganggu kinerja ban. Selain cepat aus atau gundul, ban pun berpotensi tidak balance (seimbang) dan tidak lurus. Jika mobil tetap dipaksa berjalan dengan keadaan ban seperti itu, maka menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras dan otomatis membuat efisiensi bahan bakar turun sekitar 10%.

6. Pilih Ban Sesuai Dengan Kebutuhan

Memilih ban mobil yang sesuai kebutuhan dan medan ternyata dapat menghemat bahan bakar. Jika mobil anda dipakai di jalan perkotaan maka memilih ban mobil dengan lebar penampang yang lebih sempit akan menambah aerodinamis dan traksi yang dihasilkan akan lebih kecil.

Namun, bukan berarti Anda bisa sesuka hati menggunakan ban yang berukuran lebih kecil daripada yang direkomendasikan oleh pabrikan. Hal terpenting adalah menggunakan ban yang sesuai dengan ukuran velg dan pilihlah ban mobil yang memiliki hambatan gelinding kecil. Ketiga hal tersebut diatas dapat menghemat pemakaian bahan bakar hingga beberapa persen.

7. Kurangi Beban Kendaraan

Jika Anda sudah melakukan keenam cara diatas namun bahan bakar mobil anda masih saja boros, maka ada cara termudah dalam penghematan bahan bakar yaitu memilih mobil yang lebih ringan dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Beban mobil dapat menjadi penyebab utama pemborosan bahan bakar. Hal ini dikarenakan beban yang berat dapat menghilangkan energi kinetik pada mobil non hybrid. Setiap penambahan beban 50 kg pada mobil anda dapat meningkatkan pemakaian bahan bakar sebesar 2-3 persen. Beban pada mobil sangat berpengaruh pada konsumsi bahan bakar khususnya saat jalan macet. Karena mobil memerlukan tenaga yang besar untuk akselerasi awal secara berulang kali, namun tidak terlalu berpengaruh saat jalan lancar.

Selain itu meminimalkan bawaan dalam mobil Anda dan hindari membawa barang-barang berat di bagasi juga dapat menghemat bahan bakar. Cara menghitung daya angkut mobil agar tidak kelebihan beban dapat dilakukan rumus gross vehicle weight (GVW) dikurangi dengan curb weight (berat kosong).

Misalnya Toyota Fortuner 2019 dengan 2 wheel Drive, bertransmisi manual, memiliki GVW seberat 2350 kilogram dan berat kosong 1780 kilogram. Jadi beban maksimal yang dapat diangkut adalah 570 kg untuk orang dan berupa barang. Perlu diingat, tiap muatan 50 kilogram akan menambah konsumsi bahan bakar sekitar 2-3 persen. Jadi semakin berat yang diangkut oleh mobil maka akan semakin boros juga konsumsi bahan bakarnya. Jika beban mobil dipaksakan berlebihan dan tidak wajar, itu berarti mengabaikan faktor keselamatan penumpang karena kinerja suspensi dan ban mobil menjadi tidak optimal.

8. Hindari Mesin Menyala Saat Berhenti Lama

Jangan terlalu lama memanaskan mesin kendaraan dalam kondisi idle. Hindari idle terlalu lama, dengan cara memanaskan mobil Anda dengan mengendarai secara perlahan sampai mencapai temperatur mesin yang ideal. Memanaskan mesin terlalu lama akan berpengaruh ke konsumsi bahan bakar, dimana memanaskan mobil terlalu lama dalam keadaan berhenti akan memboroskan bahan bakar. Selain itu apabila mobil Anda berhenti lebih dari satu menit maka sebaiknya matikan mesin mobil Anda.

9. Batasi Penggunaan AC

Karena sistem kerja kompresor AC membutuhkan putaran mesin, maka penggunaan AC juga mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Sebaiknya usahakan memarkir mobil di tempat yang teduh, sehingga saat mobil digunakan tidak butuh daya AC yang berlebih untuk mendinginkan kabin.

Hindari membuka jendela mobil saat Anda menyalakan AC atau pastikan jendela mobil tertutu rapat saat penggunaan AC. Jika udara luar masih bisa masuk ke dalam kabin mobil maka akan lebih sulit untuk menurunkan temperaturnya, dan akan menyebabkan kerja AC semakin berat. Karena saat AC dinyalakan terus menerus, kerja mesin semakin bertambah untuk memfungsikan kompresor AC, yang secara otomatis tentu akan mengonsumsi banyak bahan bakar lebih banyak.

10. Mengemudi Secara Efisien

Kebanyakan mobil rakitan terbaru sudah dibekali dengan mode berkendara Eco dengan tujuan untuk efisiensi dan menghemat bahan bakar. Kemudikan mobil Anda secara efisien dengan menjaga kecepatan, dan sebaiknya hindari akselerasi dan deselerasi secara tiba-tiba.

Berdasarkan riset menunjukkan bahwa mengurangi kecepatan mobil bisa mengurangi pemakaian bahan bakar hingga 33 persen. Tetqpi penghematan bahan bakar bukan menjadi alasan utama untuk mengemudi perlahan, namun bahan bakar akan lebih boros jika anda melaju lebih cepat karena semakin cepat mobil melaju, mesin akan lebih berat lagi bekerja khususnya melawan laji angin. Yang terpenting adalah agar jangan menambah (acceleration) atau mengurangi kecepatan (deceleration) secara tiba-tiba.

Hindari menginjak pedal gas terlalu dalam, karena efisiensi bahan bakar akan menurun sekitar 19 persen bila Anda menginjak pedal gas terlalu dalam. Mesin cenderung bekerja secara lebih efisien dan optimal bila aliran udara cukup tinggi dan pada putaran mesin (RPM/revolution per minute) tertentu.

Sebaiknya lakukan pengereman sesuai kebutuhan. Pengereman adalah aksi membuang energi yang telah dihasilkan dari proses pembakaran mobil anda. Karena pengereman menyebabkan perubahan kecepatan tiba-tiba yang mengonsumsi banyak bahan bakar. Pengemudi yang sering melalukan pengereman, otomatis jadi rajin menginjak pedal gas lebih dalam untuk berakselerasi. Sehingga mesin juga harus mengeluarkan tenaga lebih besar dan memerlukan bahan bakar lebih boros dibanding keadaan normal.

Dengan menambah kecepatan secara lembut dan injakan pedal gas tidak terlalu dalam, mesin akan mudah mencapai efisiensi gas bakar yang ideal. Karena dengan aliran udara cukup tinggi dan pada RPM tertentu (sekitar 4000-5000 RPM) akan menghasilkan campuran ideal bagi proses pembakaran mobil anda.

Selain itu jaga jarak aman berkendara Anda. Jangan menempel atau membuntuti terlalu dekat mobil di depan anda. Karena akan menyebabkan anda sering mengerem dan menekan gas untuk menjaga jarak aman mobil. Usahakan berilah jarak sekitar 100 meter dengan tetap berjalan sama dengan kecepatan mobil di depan anda. Ini akan memberikan ruang aman bagi mobil anda untuk bermanuver jika ada sesuatu yang tak terduga, dan anda tidak perlu mengerem secara tiba-tiba saat lampu rem mobil di depan anda menyala.

Jika Anda sibuk dan tidak memiliki waktu senggang untuk servis berkala ke bengkel, maka bengkel mobil “Zaini Auto Motor” selalu siap membantu perawatan dan perbaikan mobil Anda agar selalu selalu prima dalam segala kondisi, irit bahan bakar dan selalu nyaman dikendarai guna menunjang segala aktivitas Anda setiap hari. Nikmati pula segala kemudahan layanan bengkel mobil “Zaini Auto Motor” melalui aplikasi Bengkel Mobil Pro. Selamat mencoba!

Bahan Bakar, BBM, Bengkel Mobil, Bengkel Mobil Pro, Rasio BBM

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi