Kenali Tanda-Tanda Kompresor AC Mobil Bermasalah

Yuk, Kenali Tanda-Tanda Kompresor AC Mobil Bermasalah! Musim kemarau pada tahun ini telah mencapai puncaknya, hal ini ditandai dengan temperatur udara di luar ruangan yang cukup panas berkisar antara 34-41° C. Seperti diketahui pada bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga Desember 2019. Sehingga cuaca panas dengan suhu yang tinggi lazim terjadi di periode musim kemarau ini. Penyebab cuaca panas tersebut karena posisi semu matahari saat ini sedang berada di sekitar equator, sehingga pemanasan dari sinar matahari maksimal. Maka tidak heran jika cuaca di luar ruangan terasa sangat panas.

Dengan kondisi cuaca tersebut, tentu komponen AC mobil menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pengendara mobil. Apalagi bagi pengguna mobil di kota-kota besar yang sering terjebak kemacetan, dengan adanya AC mobil tentu sangat menolong. Karena AC mobil merupakan fitur yang sangat penting pada mobil dalam memberikan kenyamanan saat berkendara. Hembusan udara sejuk dari lubang kisi-kisi AC dapat mengusir kegerahan di dalam kabin mobil. Setiap pengendara mobil pasti mengeluh jika kabin mobilnya menjadi panas dikarenakan temperatur AC mobil kurang dingin.

Setiap mobil produksi terkini pasti telah dilengkapi dengan fitur pendingin kabin atau AC (air conditioner). Salah satu fungsi utama AC mobil adalah sebagai penyejuk udara di dalam kabin yang sudah menjadi kebutuhan utama bagi pengemudi saat berkendara. Sistem AC mobil memiliki banyak komponen antara lain kompresor, kondensor, receiver dryer, evaporator, dan pipa AC. Dan komponen AC mobil yang bertanggung jawab atas dingin atau tidaknya sistem AC adalah kompresor.

“Kompresor bisa diibaratkan sebagai jantung dari sistem AC mobil. Kompresor AC bertugas memompa dan menekan freon/refrigeran menuju ke evaporator, sehingga freon bisa bersirkulasi dan menghilangkan hawa panas di dalam kabin mobil. Namun, terkadang masih banyak pemilik mobil yang belum tahu bahwa kompresor AC mobil juga perlu dirawat agar AC mobil tetap dingin. Jika komponen kompresor ini sampai rusak, maka biaya perbaikan maupun penggantiannya juga cukup menguras kantong, ujar Listiyono, Kepala bengkel Zaini Auto Motor.

Jika kinerja AC mobil dirasa ada yang tidak biasa, dan ada gejala-gejala ringan seperti bunyi tak wajar, muncul hembusan udara panas saat putaran mesin rendah, maka yang pertama patut dicurigai adalah komponen kompresor AC. Bisa jadi gejala-gejala tersebut adalah indikasi awal rusaknya kompresor AC. Pengemudi mobil Anda harus waspada dan segera mengecek kompresor AC mobilnya. Agar lebih paham gejala apa saja yang menandai rusaknya kompresor AC, mari kenali ciri-ciri kompresor AC yang bermasalah!

1. Kompresi Kompresor AC Mobil Melemah

Pada umumnya ketika kompresor AC mobil mulai bermasalah, maka akan muncul beberapa tanda/gejala yang dapat diketahui oleh pengemudi. Kompresor merupakan komponen AC mobil yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan freon. Jadi saat timbul masalah pada kompresor, maka komponen sistem AC lainnya akan ikut terpengaruh. Kompresor AC memiliki beberapa komponen internal yang bergerak seperti, piston, valve/katup, AS/shaft, swash plate, bearing, dan lainnya. Bagian internal ini bisa aus dan rusak, sehingga menyebabkan kinerja kompresor AC tidak maksimal bahkan berhenti bekerja.

Salah satu tanda/gejala yang muncul adalah apabila hembusan udara AC mobil terasa kurang dingin saat rpm/putaran mesin rendah. Namun, ketika mulai rpm mesin ditingkatkan atau saat mobil mulai berjalan dengan kecepatan tertentu, hembusan udara AC mobil mulai lebih dingin. Hal ini menandakan adanya masalah pada kompresor AC mobil.

“Kompresor yang bermasalah atau rusak tidak akan dapat mengatur aliran freon dalam sistem AC mobil dengan benar. Akibatnya AC mobil tidak akan berfungsi dengan baik. Apabila tekanan dari kompresor berkurang, maka AC mobil pun akan terasa kurang dingin pada putaran /rpm mesin rendah. Namun, ketika putaran mesin dinaikkan lebih dari 2.500 rpm biasanya baru terasa dingin. Hal ini biasanya disebabkan kondisi piston dan valve di dalam kompresor sudah mulai aus, sehingga membuat tekanan kompresinya melemah.” Ujar Listiyono, ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

2. Kompresor AC Mobil Berbunyi Kasar

Kompresor AC bekerja dengan cara digerakkan oleh v-belt yang terhubung dengan mesin. Selain itu, kompresor AC juga memiliki beberapa komponen internal, dan menggunakan bearing untuk dapat berputar. Jika salah satu komponen internal kompresor AC mengalami kerusakan, atau bearing kompresor rusak/macet, maka dapat menimbulkan bunyi-bunyi aneh. Maka munculnya suara aneh ketika AC mobil dinyalakan merupakan gejala dari kompresor AC yang bermasalah.

“Tanda-tanda paling mudah dikenali adalah ketika menyalakan AC ada bunyi kasar, atau ketika kecepatan mesin meningkat maka bunyi dari kompresor AC juga akan semakin kencang. Namun, ketika AC mobil dimatikan ke posisi “OFF” bunyi tersebut langsung hilang. Penyebab bunyi kasar tersebut bisa diakibatkan karena oli kompresor kurang/habis, piston aus, bearing rusak/macet, hingga AS/shaft kompresor kurang presisi.” ungkap Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Piston yang aus menjadi salah satu penyebab kompresor AC mengeluarkan bunyi kasar yang menganggu. Selain itu, thrust bearing yang telah rusak (longgar/macet), juga menimbulkan bunyi berisik saat AC mobil dinyalakan. Yang terakhir, shaft/AS pada kompresor yang tidak presisi akan menyebabkan pergerakan piston melampaui batas maksimal. Jika hal tersebut terjadi, maka akan ada benturan pada katup (valve) kompresor dan menimbulkan bunyi saat AC diaktifkan.

Apabila kompresor AC mengalami masalah seperti muncul bunyi kasar yang tidak biasa, maka segera lakukan pengecekan di semua bagian kompresor. Pertama-tama periksa kondisi oli kompresor. Oli kompresor ini bertugas sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan dan mencegah kompresor cepat panas. Periksa dari kemungkinan terjadinya kesalahan pengisian oli kompresor, ataupun kemungkinan adanya kebocoran oli kompresor. Jika oli pelumas pada kompresor ini tidak cukup atau kurang, maka sistem internal kompresor tidak mendapatkan pelumasan yang baik. Sehingga akan menimbulkan keausan akibat terjadi gesekan antar komponen internal kompresor dan akhirnya kompresor tidak bekerja secara maksimal.

“Lakukan pemeriksaan kompresor AC mobil sesegera mungkin sebelum terjadi masalah kerusakan yang lebih parah. Perlu pemeriksaan bagian internal kompresor AC, seperti piston-piston, bearing, AS/shaft yang telah mengalami keausan. Kebocoran oli kompresor atau komponen internal kompresor seperti piston, bearing, as/shaft yang telah aus menjadi salah satu penyebab AC mengeluarkan bunyi-bunyi kasar yang menganggu. Namun, bila pemilik mobil tidak mengetahui cara memeriksa kompresor AC, sebaiknya segera kunjungi bengkel mobil terdekat atau bengkel AC mobil terdekat. Jika kerusakan pada kompresor AC mobil cukup parah, sebaiknya mengganti kompresor dengan yang baru.” jelas Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

3. Terjadi Kebocoran Pada Kompresor AC Mobil

Sebenarnya freon tidak bakal habis bila tidak terjadi kebocoran pada sistem AC mobil. Dengan kata lain, penyebab habisnya freon/refrigran dikarenakan adanya kebocoran pada sistem AC itu sendiri. Tanda kebocoran freon pada sistem AC mobil biasanya ditandai adanya gejala hembusan udara AC yang kurang dingin, atau munculnya suara desis halus di balik dashboard kabin.

Kompresor AC mobil bisa saja mengalami kebocoran freon. Kebocoran ini menyebabkan sebanyak apapun freon yang diisikan kedalam sistem AC, maka freon tersebut akan cepat berkurang atau habis. Semakin besar kebocorannya, semakin cepat pula freon berkurang dan akibatnya udara di dalam kabin tidak terasa dingin.

“Kompresor AC mobil memiliki komponen yang bernama seal. Penyebab freon habis biasanya karena adanya kebocoran pada seal karet di sambungan selang/pipa dan kompresor. Jika seal yang terbuat dari karet ini mengalami keretakan, keausan atau robek, maka berpotensi timbul kebocoran freon AC. Efeknya, tekanan dari kompresor untuk mensirkulasikan freon menuju ke sistem AC menjadi lemah, sehingga hembusan udara AC pun menjadi kurang dingin.

Apabila terdapat kebocoran freon, maka hembusan udara AC untuk mendinginkan udara di dalam kabin mobil membutuhkan waktu lama. Tergantung seberapa besar kebocorannya, tetapi rata-rata kebocoran pada kompresor biasanya memerlukan waktu antara 1-6 minggu, hingga akhirnya freon habis total.

Jika kebocoranya semakin besar, maka freon akan cepat habis dan AC mobil hanya akan menghembuskan udara panas ke dalam kabin mobil. Penyebab kebocoran besar ini biasanya karena terjadi korosi pada kompresor dan pipa AC. Korosi ini menjadi sumber utama kebocoran dan berkurangnya freon AC mobil. Jika sudah terjadi korosi, langkah terbaik yang harus dilakukan adalah mengganti spare part AC mobil yang mengalami korosi. Apabila hal ini terjadi, segera bawa mobil ke bengkel spesialis AC mobil atau ke bengkel mobil terdekat. Karena jika dibiarkan terlalu lama akan memilik efek samping yang bisa mengakibatkan kerusakan fatal.

4. Kerusakan Magnetic Clutch Pada Kompresor AC

Magnetic clutch (kopling magnet) merupakan komponen kompresor AC mobil yang bertugas untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dengan kompresor melalui drive belt dan pully kompresor. Pernahkah merasakan hembusan udara AC mobil yang semula dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali walaupun AC mobil dalam kondisi menyala? Namun, setelah tombol AC dimatikan beberapa saat, kemudian dihidupkan lagi, kondisi AC pun kembali bekerja normal, dan biasanya disertai putaran RPM mesin yang meninggi dengan sendirinya, di atas 1.000 rpm. Jika terjadi seperti ini segera periksa sistem AC mobil, terutama di bagian magnetic clutch kompresor AC.

“Kadang ditemui magnetic clutch pada kompresor mengalami kerusakan, sehingga membuat AC mobil tidak mampu mendinginkan udara di kabin. Kebanyakan masalah kerusakan magnetic clutch terjadi saat mobil sedang berjalan merayap di tengah kemacetan. Udara kabin yang semula terasa dingin, tiba-tiba tidak dingin sama sekali. Apabila magnetic clutch pada kompresor AC telah aus, maka menyebabkan magnetic clutch kadang terhubung dan kadang tidak mau nyangkut. Ketika mendapati ciri-ciri seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke bengkel spesialis AC mobil atau bengkel mobil terdekat. Jika sengaja mengabaikannya, kerusakan yang semula kecil bisa merembet ke komponen lain yang bisa membuat kompresor AC rusak. Biaya perbaikan atau penggantian kompresor AC mobilpun dikenal cukup menguras kantong,” terangnya Listiyono, di bengkel Zaini Auto Motor.

Kerusakan magnetic clutch biasanya akibat dari cara pengoperasian AC yang kurang tepat. Misalnya, ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi, pengemudi malah mengatur setelan temperatur AC di posisi level rendah. Kebanyakan tujuan utamanya untuk menghemat bahan bakar dan agar suhu kabin tidak terlalu dingin. Namun, efek negatifnya menyebabkan kerja magnetic clutch jadi cepat putus-nyambung. Sehingga saat putaran mesin tinggi akan mengakibatkan gesekan magnetic clutch berlangsung kasar dan magnetic clutch jadi cepat aus. Jadi sebaiknya, saat memacu mobil pada kecepatan tinggi dan dalam waktu lama, seperti ketika melaju di jalan tol, disarankan mengatur suhu AC mobil secara maksimal. Tujuannya agar komponen AC, terutama magnetic clutch-nya bekerja dengan baik dan lebih awet.

Perawatan Kompresor AC

Tidak hanya mesin mobil saja yang perlu dirawat secara rutin, komponen mobil lainnya yang sering digunakan pun tidak boleh luput. Seperti halnya sistem AC mobil (termasuk kompresor AC) juga perlu rutin dirawat, karena tanpanya niscaya penumpang di dalam kabin akan kepanasan. Merawat kompresor AC dengan baik dan rutin sama artinya dengan menjaga kondisi AC mobil agar tetap konsisten menghasilkan udara dingin di dalam kabin. Penting sekali untuk selalu melakukan perawatan rutin pada sistem AC, sekurang-kurangnya 2-3 kali dalam setahun.

Selain memberi kenyamanan, sistem pendingin kabin akan menjadi nilai tambah bagi mobil Anda saat dijual lagi. Oleh karenanya, pemilik mobil harus menjaga kondisi AC mobilnya selalu bekerja maksimal. Jika mobil kesayangan Anda mulai terdapat tanda/gejala kompresor bermasalah seperti penjelasan di atas, maka segera kunjungi bengkel mobil terdekat atau bengkel khusus AC mobil. Pastikan kompresor AC mobil Anda untuk segera diperiksa, karena jika diabaikan kerusakan tadi bisa merembet ke komponen lain yang membuat kerusakan makin parah.

Apabila Anda tidak cukup waktu untuk mengunjungi bengkel mobil, manfaatkan saja layanan “Bengkel Mobil Panggilan“. Untuk urusan ini, bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan solusi mudah perawatan dan perbaikan bagi AC mobil Anda. Cukup lakukan booking service untuk layanan bengkel mobil panggilan melalui smartphone Anda, maka mekanik profesional yang akan segera mendatangi Anda. Lebih dari 500 jasa perawatan dan perbaikan mobil mampu dilakukan oleh bengkel Zaini Auto Motor. Mulai dari pemeriksaan berkala, turun mesin hingga penggantian komponen mobil. Dengan melakukan service di bengkel Zaini Auto Motor, maka kinerja AC mobil Anda dijamin kembali optimal. Jadi mobil Anda akan selalu nyaman dengan hembusan udara AC yang dingin ketika dikendarai sehari-hari ataupun untuk perjalanan jauh.

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi