Cara Kerja Blind Spot Warning

Blind Spot Monitoring Membantu Mobil Melaju Lebih Aman

Blind Spot Monitoring fitur apakah itu? Dalam istilah otomotif, blind spot adalah area di luar kendaraan yang tidak dapat dijangkau oleh penglihatan pengemudi. Blind spot dapat disebabkan oleh pilar A pada jendela, sandaran kepala, penumpang, dan benda-benda lainnya. Blind spot terdapat pada semua jenis kendaraan, baik itu mobil, motor, bus dan truk. Sehingga setiap pengendara atau pengemudi perlu memahami dan mewaspadainya, karena diyakini sebagai penyebab utama maraknya kecelakaan. Dibutuhkan perhatian dan fokus yang lebih untuk menghindari kondisi seperti ini.

Blind spot terjadi karena pandangan pengemudi yang tidak dapat menjangkau area di luar kaca spion kiri dan kanan. Sehingga akan sangat berbahaya, khususnya ketika memacu mobil di jalur tol atau di daerah ramai. Terlebih lagi saat hendak mendahului atau mengambil jalur lain di jalan raya. Semakin besar dimensi kendaraan, maka semakin besar pula area blind spotnya,” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel Zaini Auto Motor.

Apa Penyebab Blind Spot di Mobil?

Ketika pengemudi duduk di dalam mobil, maka setiap bagian dari mobil yang bukan kaca dapat menciptakan area blind spot. Itu berarti mobil dengan pilar jendela yang lebih besar memiliki blind spot yang lebih besar pula. Begitu juga mobil dengan jendela belakang yang lebih kecil, memiliki blind spot yang lebih besar. Sedangkan mobil boks atau mobil kargo memiliki area blind spot tambahan yang semakin besar, karena pandangan ke belakang mobil tidak ada sama sekali.

Blind spot pada setiap jenis mobil berbeda-beda, hal ini dikarenakan desain mendasar pilar A pada setiap mobil juga berbeda-beda. Pilar yang berada di kanan dan kiri pada bagian paling depan kabin mobil, bisa menghalangi visibilitas pengemudi. Pandangan pengemudi yang biasanya paling besar berpotensi tertutup adalah pada bagian pilar A sebelah kanan yang berada dekat pengemudi.

Spion Dengan Cermin Cembung Kecil Untuk Meminimalisir Blind Spot
Spion Mobil Dengan Cermin Cembung

Terjadi kecelakaan, biasanya karena jangkauan pandangan pengemudi yang kurang pada sisi kanan dan kiri mobil. Pengaturan posisi spion yang tidak benar juga dapat mempengaruhi terjadinya blind spot. Jika pengemudi mobil mengalami hal seperti itu, dianjurkan untuk mengatur posisi spion. Usahakan, jangan menjalankan mobil terlebih dahulu sampai jangkauan pandangan di kiri dan kanan sudah dirasa normal.

Selain itu, kaca spion khusus dapat membantu mengurangi, atau menghilangkan blind spot, yakni kaca spion yang dilengkapi cermin cembung kecil. Fungsi dari cermin cembung kecil ini adalah untuk memperluas pandangan. Sehingga, titik blind spot di sekitar mobil bisa berkurang, dan pengemudi pun bisa melihat kondisi sekitar dengan lebih jelas. Biasanya spion ini digunakan untuk mobil dengan bodi besar, sehingga pengaturan spionnya bisa menjangkau area blind spot yang lebih besar dari sebelumnya.

Cara Kerja Fitur Blind Spot Monitoring

Beberapa mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan dan keamanan berbasis teknologi dan kelistrikan. Sehingga tidak jarang lagi banyak mobil dilengkapi fitur tambahan semacam, Blind Spot Warning (BSW) atau Blind Spot Monitoring (BSM). Sehingga area blind spot dapat diminimalisir dan lebih mudah terbaca oleh pengemudi. Dengan menambahkan teknologi sistem pendeteksi blind spot semacam ini, dapat memberikan peringatan kapan pun jika ada kendaraan lain, pejalan kaki, atau objek besar lainnya yang memasuki salah satu area blind spot mobil kita.

Cara Kerja Blind Spot Monitoring Pada Saat Diaktifkan

“Fitur blind spot monitoring bekerja dengan bantuan sensor yang terletak pada spion atau di bumper samping. Saat fitur ini diaktifkan, maka sensor akan mendeteksi apabila ada obyek atau mobil lain yang mendekat pada jarak tertentu. Sehingga sensor akan mengirimkan sinyal elektromagnetik ke sistem monitoring. Lantas sinyal elektromagnetik tersebut diubah menjadi indikator yang berkedip pada bagian dashboard instrumen, pada pilar A atau pada kaca spion, tergantung produsen mobil tersebut menyematkannya di mana. Ketika di samping mobil kita ternyata ada mobil lain yang berada dalam area blind spot dan tak terlihat, maka biasanya sensor BSW akan aktif untuk memperingati kita agar dapat segera menjaga posisi dan jarak aman.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Tentunya dengan fitur ini akan memudahkan setiap pengemudi untuk mengetahui kendaraan yang tidak terlihat di spion. Serta mampu menjangkau titik dan sudut yang tidak terlihat oleh mata. Fitur blind spot monitoring ini akan berguna mengurangi potensi benturan dengan kendaraan lain, apalagi ketika hendak berpindah lajur. Namun, ada juga produsen mobil yang telah menambahkan fitur rear view camera atau Camera 360 yang berupa tayangan video real time. Sehingga pengemudi dapat melihat kondisi nyata di belakang dan di sekitar mobil dengan sudut pandang yang lebih luas dan lebih jelas.

Tombol Blind Spot Monitoring Pada Mobil

Menariknya, fitur blind spot monitoring ini bisa dinonaktifkan. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur blind spot monitoring, biasanya terdapat tombol dengan lambang berupa dua mobil yang berdekatan secara diagonal. Letak tombol BSM pun berada diberbagai macam posisi, bisa di bawah pengaturan AC, di konsol tengah kemudi, atau berada di bagian kanan dashboard pada sisi pengemudi.

“Setiap objek, kendaraan dan pejalan kaki yang mendekat, serta berada di area blind spot, maka bunyi “beep” peringatan di dalam kabin dan lampu logo BSM akan menyala secara konstan baik di spion sebelah kiri atau kanan. Misalnya lampu BSM di spion kanan diaktifkan dan menyala, ketika pengemudi nyalakan lampu sein kanan, maka lampu BSM tersebut akan berkedip disertai bunyi “beep“. Hal ini untuk memperingatkan dan memberitahu pengemudi bahwa ada objek atau kendaraan yang berada di area blind spot.” ujar Agus Tri Ariyanto ketika memberi penjelasan di bengkel Zaini Auto Motor.

Letak Tombol Blind Spot Monitoring Dan Lampu Peringatan Blind Spot Monitoring
Letak Tombol Dan Lampu Blind Spot Monitoring

Apabila pengemudi merasa terganggu dengan bunyi “beep” peringatan BSM di dalam kabin, beserta kedipan nyala lampu di ujung kaca spion kiri dan kanan, maka fitur ini bisa dinonaktifkan, sehingga tidak memecah konsentrasi saat mengemudi. Adapun mobil-mobil yang sudah tersedia BSM seperti Mazda, Mitsubishi Pajero Sport Ultimate, Toyota Alphard, Chevrolet Trailblazer dan lainnya.

Ketika sudah berada di jalan raya, tentu ada saja ancaman yang datang dari berbagai arah. Alangkah baiknya tetap berhati-hati dalam berkendara walaupun fitur BSM telah ada di kendaraan. Jadi setiap pengemudi harus selalu waspada, bertanggung jawab, dan lebih peka terhadap keadaan sekitar. Karena kecelakaan sifatnya bukan terjadi karena perilaku kita saja, namun juga perilaku yang dihasilkan oleh pengemudi lain.

Keselamatan Kunci Utama

Keselamatan merupakan kunci utama dan keluarga senantiasa menunggu di rumah. Maka selalu pastikan kondisi mobil kita dalam keadaan prima tanpa masalah. Secara rutin melakukan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor dapat memperpanjang usia komponen dan menjaga kondisi mobil Anda tetap prima. Bengkel mobil Zaini Auto Motor memberikan segala kemudahan layanan service dan perbaikan untuk mobil kesayangan Anda. Ketika Anda sibuk, dikejar deadline pekerjaan, atau lagi “mager”, cukup hubungi customer service layanan “bengkel mobil panggilan” dari bengkel Zaini Auto Motor. Tanpa perlu menunggu lama, para mekanik profesional dan berpengalaman akan segera mendatangi tempat Anda. Pekerjaan Anda beres, mobil Anda pun tetap terawat dan kembali prima.

Pentingnya Mengetahui Bahaya Blind Spot Pada Kendaraan

5 Faktor Penyebab Blind Spot Yang Berbahaya Bagi Pengemudi Mobil

Setiap pengendara mobil atau motor wajib berhati-hati saat berkendara di jalan raya. Berbagai risiko kecelakaan seringkali mengintai setiap pengendara, salah satu yang sering menjadi penyebabnya adalah blind spot. Blind spot merupakan area yang gagal terlihat atau tidak terlihat oleh pengemudi, sehingga merupakan kelemahan dasar berkendara.

Bahkan menurut Listiyono, Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, “Blind spot dipercaya menjadi penyebab paling dominan dari resiko terjadinya kecelakaan di jalan raya. Hal ini terjadi karena pengemudi seringkali tidak dapat melihat dengan jelas kendaraan lain dibeberapa sisi kendaraan. Perlu dipahami, semakin besar dimensi mobil berarti area blind spot pun semakin besar. Sehingga dibutuhkan perhatian dan fokus yang lebih untuk menghindari kondisi ini,” saat ditemui di bengkel Zaini Auto Motor, akhir pekan lalu.

Dalam pengertian umumnya blind spot sering disebut dengan titik buta. Blind spot sejatinya merupakan area pandang (visibilitas) yang tidak terlihat oleh pengemudi dikarenakan beberapa faktor. Diantara faktor-faktor yang menjadikan pemicu munculnya blind spot antara lain:

Dimensi Mobil Penyebab Blind Spot

Terjadinya blind spot pada sebuah mobil, linear dengan bentuk dan dimensi mobil yang dikendarai. Intinya desain dan jenis mobil berdampak pada besar kecilnya area blind spot saat berkendara. Semakin besar dan tinggi dimensi mobil yang dikendarai, maka makin besar pula area blind spotnya.

Dimensi Mobil adalah Faktor Besarnya Area Titik Buta.

“Dari banyaknya tipe mobil yang beredar di Indonesia, yang paling kecil area blind spot-nya adalah mobil berjenis city car. Karena mobil city car memiliki dimensi lebih kecil dari model lain, dan memiliki visibilitas yang lebih baik dari model lainnya.” Ujar Listiyono saat diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Faktor Lingkungan

Ketika memacu mobil di jalur pegunungan dengan jalan berkelok dan menanjak, tentu sangat menyenangkan dan punya keasyikan tersendiri. Namun, selain pemandangan yang menyejukan mata, jalur pegunungan yang berliku ternyata kondisi lingkungan di sekitar bisa menimbulkan blind spot. Pandangan pengemudi terhadap kondisi jalan di depan sering terhalang pohon, dinding bukit dan puncak bukit. Kondisi ini tentunya butuh ekstra kewaspadaan, misalnya saat hendak menyalip mobil atau kendaraan di depan.

Bahaya Blind Spot Di Daerah pegunungan
Bahaya Blind Spot Di Daerah pegunungan

Selain itu, ketika melewati lingkungan yang memiliki desain bangunan menghalangi pandang pengemudi juga bisa menyebabkan terjadinya blind spot. Pengemudi mobil perlu menurunkan kecepatan jika menemukan ruas jalan dengan blind spot. Jangan mencuri kesempatan saat berada di persimpangan jalan. Bunyikan klakson atau nyalakan lampu untuk memberi tahu kehadiran Anda kepada pengemudi lain yang berada dari arah berlawanan.

Ketika hendak berjalan pastikan sekeliling karena siapa tahu dari arah berlawanan, kiri atau kanan ada kendaraan lain yang menyerobot. Oleh karena itu penting untuk selalu sigap dan waspada ketika mengemudi, karena dari beberapa survei terjadinya kecelakaan lebih besar dikarenakan faktor manusia (human error).

Kondisi Lalu Lintas

Ketika memacu mobil di jalur tol atau di daerah yang ramai, jarak pandang sering terhalang kendaraan yang lebih besar. Sehingga sering tercipta area blind spot yang membahayakan. Terlebih lagi saat hendak mendahului atau mengambil jalur lain di jalan raya.

Selain itu, ketika mobil dalam posisi berhenti dan hendak berjalan, atau saat lalu-lintas sedang macet, biasanya terdapat area blind spot pada bagian depan dan samping mobil. Sering pula terjadi kecelakaan akibat blind spot di jalanan yang macet atau saat berhenti di lampu lalu-lintas ini. Misalnya ketika hendak jalan ketika lampu lalu-lintas hijau, tidak jarang ada pengendara motor yang sebelumnya berhenti di depan atau yang tiba-tiba masuk di samping mobil, kemudian terlindas atau tertabrak mobil di belakangnya.

Blind Spot Yang Terjadi Pada Saat Lalu-lintas Macet
Pada Saat Lalu-lintas Macet

Contoh lain, saat hendak berbelok atau pindah jalur, sering kali ada pengendara motor yang tak terlihat di seperempat sisi belakang mobil. Akibatnya pengendara motor tersebut bisa saling bersenggolan dengan mobil. Sehingga pengemudi perlu berhati-hati dan waspada, khususnya ketika mengendarai mobil yang memiliki kap mesin depan atau kabin kemudi yang tinggi. Biasanya pengemudi akan kesulitan melihat bagian bawah, samping dan belakang.

“Diperlukan jarak minimal dua meter dari depan kendaraan yang memiliki kabin yang tinggi seperti truk, baru pengemudi bisa melihat objek di depannya. Namun, jika kurang dari itu, terdapat blind spot yang sangat menghawatirkan, akibatnya bisa tertabrak atau terlindas.” tutur Listiyono di tengah keramaian bengkel Zaini Auto Motor.

Kondisi Muatan Mobil

Masing-masing kendaraan memiliki area blind spot yang berbeda-beda, tergantung pada jenis kendaraan. Misal, mobil penumpang terdapat di sebelah kiri dan kanan pengemudi. Sementara untuk mobil box, bus dan truk terdapat di semua sisi kendaraan, tapi area yang lebih parah adalah bagian belakang. Karena terhalang muatan, dan pandangan ke spion tengah pun tidak ada, sehingga tak bisa melihat bagian belakang seperti pada mobil penumpang.

Blind Spot Akibat Muatan Berlebihan Yang Terjadi Pada Berbagai Jenis Kendaraan

Pada mobil penumpang, mengangkut muatan yang bertumpuk di dalam kabin, ternyata juga bisa menimbulkan blind spot ke area belakang mobil. Alasannya, karena jangkauan pandangan yang terbatas spion, hingga terhalang oleh muatan yang dibawa. Jika tidak hati-hati, maka bukan tidak mungkin mobil akan menabrak atau tertabrak kendaraan yang berada di belakang yang tidak terlihat dari kaca spion tengah. Situasi seperti ini sering terjadi ketika tiba-tiba ada pengemudi ingin menyalip kendaraan lain ataupun berbelok di jalan raya. Manuver yang dilakukan begitu saja tanpa memperhatikan kondisi di belakangnya akhirnya sering memicu kecelakaan.

Faktor Cuaca Penyebab Blind Spot

Kondisi cuaca juga amat berpengaruh, seperti saat terjadi hujan lebat atau kabut dapat mengurangi visibilitas pengendara. Berkendara saat musim hujan memerlukan perhatian yang lebih khususnya dalam kesiapan kendaraan dalam melewati kondisi jalan yang licin dan jarang pandang yang minim. Jarak pandangan yang seharusnya terlihat jelas beberapa ratus meter ke depan, biasanya akan terhalang air hujan, cipratan air dari kendaraan lain atau kabut, sehingga butuh tindakan antisipasi untuk menyikapinya.

Faktor Cuaca hujan dan kabut Penyebab Terjadinya Blind Spot

“Mengurangi kecepatan mobil saat hujan mulai deras atau saat cuaca berkabut, merupakan langkah antisipasi yang pertama kali perlu dilakukan. Kemudian jaga jarak kendaraan karena dalam kondisi cuaca seperti ini memerlukan jarak pengereman yang lebih panjang. Tak kalah penting, hidupkan lampu utama kendaraan atau lampu kabut. Tujuannya untuk meningkatkan visibilitas pengemudi dan agar pengguna pengendara lain juga mengetahui keberadaan kita. Pada saat sebelum menikung, perlu memberikan isyarat bunyi klakson dan menempatkan posisi menikung pada area terluar tikungan. Posisikan kendaraan kita agak jauh melebar ketika menikung supaya kehadiran mobil kita dapat terlihat pengemudi lain,” imbuh Listiyono mengakhiri wawancara.

Fitur Penghilang Blind Spot

Umumnya produsen mobil sudah memperhitungkan blind spot yang akan dialami oleh pengemudi ketika mengendarai mobil produksinya. Bahkan beberapa mobil masa kini sudah banyak dilengkapi fitur tambahan yang membantu pengemudi sehingga blind spot dapat diminimalisir. Seperti, fitur blind spot monitoring yang dilengkapi dengan blind spot detection yakni untuk mendeteksi obyek atau kendaraan lain yang dekat dengan mobil kita.

Berikutnya ada fitur Lane Departure Warning (LWD) systems. Fitur ini akan memperingatkan pengemudi jika mobil keluar dari jalur pantauan sensor. LWD menggunakan sensor kamera yang terpasang di kaca depan dekat kaca spion yang terus-menerus melihat marka bergaris dan garis padat di depan jalan. Bahkan, ada juga produsen mobil yang telah menambahkan fitur rear view camera yang berupa tayangan video real time. Sehingga pengemudi dapat melihat kondisi nyata di belakang mobil secara lebih jelas dan dengan sudut pandang yang lebih luas.

Meskipun fitur-fitur tersebut telah ada di beberapa mobil produksi terkini, alangkah baiknya tetap berhati-hati dalam berkendara. Perlu diingat bahwa jalan raya merupakan area segala macam kendaraan dan pengguna jalan yang berlalu lalang. Memahami posisi berkendara dan menjaga jarak aman dengan pengendara lain sangatlah penting. Agar Anda segala fitur keselamatan dan keamanan responsif dan dapat digunakan secara maksimal, maka perlu service berkala dan tepat waktu.

Selalu pastikan kondisi mobil yang Anda kendarai dalam keadaan sehat dan prima dengan rutin melakukan service berkala di bengkel Zaini Auto Motor. Dengan segala kemudahan layanan service dan perbaikan, maka ketika Anda sibuk atau “mager”, cukup hubungi customer service bengkel Zaini Auto Motor. Mekanik profesional dan berpengalaman akan segera mendatangi Anda, untuk melakukan service dan perbaikan pada mobil Anda sesuai yang Anda kehendaki.

Rem Tangan Elektrik Pada Mobil BMW

Keren, Begini Cara Kerja Rem Tangan Elektrik Pada Mobil

Keberadaan rem tangan (handbrake) atau biasa disebut rem parkir (parking brake) tentunya sangat penting bagi setiap mobil. Fitur ini diketahui biasa difungsikan untuk menahan laju kendaraan ketika keadaan darurat. Seiring dengan perkembangan teknologi pada mobil, rem tangan pun tidak ketinggalan mendapatkan pembaharuan teknologi yang menggunakan kontrol atau sensor elektrik. Rem tangan elektrik ini sering disebut Electronic Parking Brake (EPB), yang terdiri dari komponen mekanikal dan elektronika yang berfungsi sebagai penahan roda kendaraan.

Mulai tahun 2001, berbagai produsen mobil telah menyematkan electronic parking brake (EPB) ini pada mobil-mobil produksinya. Mereka antara lain BMW, Audi, Renault, Jaguar, Mercedes-Benz, Volkswagen, Toyota, Honda, Land Rover dan sejumlah pabrikan otomotif lainnya. EPB (Electric Parking Brake) ini memang paling banyak disematkan pada mobil-mobil mewah atau mobil premium. Tetapi kini, fitur rem tangan elektrik mulai cukup umum ditemukan pada beberapa kendaraan kelas menengah ke bawah yang beredar di Indonesia. Seperti pada mobil Wuling Cortez, Honda HR-V, Toyota C-RH, Cevrolet Captiva, Pajero Sport dan lainnya.

Rem tangan elektrik ini dibuat lebih user-friendly dengan tujuan memudahkan penggunanya. Selain itu, juga dimaksudkan agar pengemudi tidak lalai dalam mengaktifkan dan menonaktifkan rem tangan saat akan mengendarai dan memarkir mobil. Kelalaian ini bisa berakibat menimbulkan kerusakan pada sistem rem mobil, dan yang paling fatal bisa menyebabkan insiden yang tidak diinginkan.

Cara Kerja Rem Tangan Elektrik

Berbeda dengan rem tangan konvensional dimana pengemudi masih perlu menarik tuas rem, di EBP (electronic parking brake) pengemudi cukup menekan tombol. Ketika EPB dioperasikan, maka switch (tombol P) akan mengirimkan perintah ke modul rem elektronik (electronic brake control module). Kemudian modul EBCM yang terhubung dengan ECU ini, akan merespon bahwa rem parkir perlu dioperasikan. Selanjutnya, modul EBCM mengirimkan perintah ke aktuator yang terletak di kaliper rem pada roda mobil untuk mengaktifkan pengereman. Akhirnya, kampas rem akan dipaksa untuk mencengkram piringan (disc brake) atau menekan tromol, sehingga terjadilah pengereman dan gerakan roda terkunci. Saat proses itu terjadi akan terdengar desingan motor listrik yang mengindikasikan electronic parking brake tersebut telah bekerja.

Cara Kerja Rem Tangan Elektrik Pada Mobil
Menon-aktifkan Rem Tangan Elektrik

“Untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan rem tangan elektrik, maka pengemudi cukup menekan tombol dengan satu jari tanpa perlu tenaga ekstra. Seperti hal pada rem tangan manual yang mengharuskan menarik dengan kuat agar rem tangan aktif. Rem tangan elektrik pada umumnya terletak di konsol tengah kursi barisan depan yang ditandai dengan huruf P. Namun, ada juga yang meletakkannya di sekitar setir atau roda kemudi. Untuk mengaktifkan rem ini cukup mudah, yakni dengan menekan tombol P, maka sistem rem akan bekerja mengunci roda dengan sendirinya. Dan bila hendak menonaktifkannya cukup “mencongkel” tombol P tersebut,” ujar Agus Tri Ariyanto, selaku General Service Advisor di Bengkel Zaini Auto Motor.

Cara Menggunakan Rem EPB

Rem tangan elektrik juga mempunyai kelebihan lain, yakni sistem rem dapat aktif dan non-aktif secara otomatis tanpa harus menekan atau mencongkel tombol P. Pada beberapa model mobil lain, electronic parking brake dapat bekerja non-aktif secara otomatis saat pengemudi menginjak pedal gas. Tetapi banyak juga tipe mobil dengan rem tangan elektronik yang meminta pengemudinya melepas rem secara manual dengan “mencongkel” tombol P. Mobil juga akan meminta pengemudi untuk menonaktifkan rem tangan elektrik secara manual saat mesin mobil pertama kali hidup, atau setelah tuas transmisi di posisi gigi mundur.

“Perlu diketahui, sistem rem juga akan terus mengunci roda jika pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman, atau saat salah satu pintu mobil terbuka. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang di kabin mobil. Dengan penggunaan mekanisme elektronik, maka pengoperasian sistem rem ini menjadi otomatis dan tidak diragukan lagi keefisienannya. Hal ini berarti rem tangan elektrik lebih dapat diandalkan daripada rem tangan konvensional karena tidak adanya sambungan mekanis yang terlibat.” jelas Agus Tri Ariyanto ketika diwawancarai di bengkel Zaini Auto Motor.

Rem Tangan Elektrik Dikeluhkan Para Drifter

Dengan adanya rem tangan elektronik (electronic handbrake/electronic parking brake) justru banyak dikeluhkan oleh para drifter. Sebab, untuk menunjang olahraga drifter, para pengemudi hanya dapat melakukan atraksinya dengan memanfaatkan tuas rem tangan manual. Karena sistem rem tangan konvensional memang lebih responsif untuk mengunci roda belakang saat digunakan untuk atraksi mobil drift.

Dimana saat tuas rem tangan ditarik, maka kabel yang terhubung pada kampas rem cakram atau tromol belakang langsung mencengkram kuat dan mengunci roda. Rem tangan konvensional memungkinkan menikung dan tergelincir ala drifting, sedangkan saat tidak dibutuhkan lagi, maka rem tangan dapat dinonaktifkan. Hal ini karena ban belakang langsung mengunci dan tidak berputar saat tuas rem ditarik, sehingga ketika kemudi dibelokkan, berat bagian belakang kendaraan akan terdorong ke depan dan membuat mobil tergelincir.

Rem Tangan Elektrik Pada Mobil Perlu Perawatan Rutin
Rem Tangan Elektrik Dikeluhkan Para Drifter

Sementara itu pada sistem rem EPB (electronic parking brake) bekerja tidak seperti rem tangan konvensional. Lantaran sistem kabel sudah diganti dengan motor listrik pada masing-masing kaliper roda mobil. Jika Anda mencoba mengaktifkan electronic parking brake saat mobil sedang melaju, maka rem tidak langsung mengunci roda belakang. Mobil akan tetap berjalan stabil meski setir kemudi dibelokkan tajam, dan hanya akan terdengar suara dari motor listrik EPB tersebut.

“Pengereman dengan EPB (electronic parking brake) tidak mampu membuat kendaraan tergelincir. Termasuk saat mobil melaju dengan kecepatan mencapai 195 km/jam, mobil pun tidak langsung berhenti seketika saat EPB diaktifkan. Tetapi mobil akan secara perlahan namun pasti, langsung melambat dengan halus hingga akhirnya berhenti. Hal ini berarti roda tidak terkunci seperti halnya saat mengaplikasikan rem tangan konvensional pada kecepatan tinggi.” jelas Agus Tri Ariyanto disela-sela keramaian bengkel Zaini Auto Motor.

Perawatan Rem Tangan Elektrik

Perlu diingat kunci utama diciptakannya EPB (electronic parking brake) adalah terkait kenyamanan, keamanan dan fungsi yang lebih efisien. Tombol mungil yang menggantikan tuas rem, tentunya akan membuat ruang di sekitar kemudi jadi lebih luas dan memberikan kenyamanan lebih. Pengemudi pun jadi punya ruang untuk menempatkan botol minum, cangkir atau menambahkan sistem audio mobil.

Memahami kinerja dan perawatan rem tangan akan membantu setiap pemilik mobil untuk menjaga komponen tersebut tetap awet dan dapat diandalkan ketika digunakan sehari-hari. Keamanan adalah hal utama, jadi pastikan rem tangan selalu bekerja dengan baik dan normal. Untuk itu, melakukan perawatan pada komponen-komponen mobil tepat waktu, bisa menjamin kondisinya selalu prima dan terhindar dari masalah ketika dikendarai.

Bila Anda menginginkan mobil tetap terjamin perawatannya, tetapi tidak ingin waktu Anda terbuang sia-sia dengan mengantri di bengkel mobil resmi. Maka bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah tempat yang tepat untuk melakukan pemeriksaan, perawatan rutin dan perbaikan mobil Anda. Cukup melakukan booking service melalui customer service, maka Anda akan terbebas dari antrian service mobil yang menjemukan. Anda dapat juga memanfaatkan layanan “Bengkel Mobil Panggilan” dan aplikasi “Bengkel Mobil Pro“, bila ingin mekanik profesional segera mendatangi lokasi Anda. Selamat Mencoba!

BMW Dan Mercedes-Benz Sepakat Bekerjasama Demi Mobil Otonom Di Tahun 2024

Demi Teknologi Mobil Otonom, BMW Dan Mercedes Sepakat Kerja Sama

Ada sebuah ungkapan klise yang mengatakan, “Jika Anda ingin melaju dengan cepat, maka pergilah sendiri. Tetapi jika Anda ingin melangkah jauh, maka pergilah bersama-sama”. Berangkat dari ungkapan tersebut, BMW dan Induk Mercedes-Benz (Daimler) telah mengumumkan kerja sama terbarunya. Kali ini mereka sepakat dan memutuskan bekerja bersama dalam pengembangan teknologi mobil otonom (self-driving).

Merujuk kerja sama ini, maka tidak heran ungkapan di atas bisa berubah menjadi, “Jika Anda ingin pergi dengan mobil tanpa sopir, pergilah bersama Jerman”. Mobil otonom dengan teknologi self-driving berarti kendaraan mampu mengemudikan secara otonom tanpa campur tangan pengemudi manusia menuju tempat spesifik menembus lalu lintas jalan raya.

Pada Kamis (4/7/2019) dilakukan kesepakatan demi mengembangkan teknologi kendaraan otonom yang akan mereka bawa ke pasar pada pertengahan dekade ini. Untuk mewujudkan pembuat mobil dengan teknologi terbaru tersebut, kedua perusahaan dipaksa untuk mengumpulkan tenaga ahli dan sumber daya pengembangan mereka. Hal ini untuk memangkas biaya riset dan pengembangan yang cukup besar. Maka tidak heran jika sekitar 1.200 tenaga ahli di BMW dan Daimler akan terlibat dalam kerja sama pengembangan teknologi mobil otonom (Autonomous Driving) ini.

Wacana kerja sama ini pertama kali diumumkan pada Februari 2019 lalu. Saat itu BMW dan Induk Mercedes-Benz (Daimler) mengatakan sedang mencari kemungkinan untuk memangkas biaya riset dan pengembangan. Kedua produsen otomotif ini mengatakan mereka sedang mendiskusikan kemungkinan untuk memperluas kemitraan mereka.

Sebelumnya BMW dan Daimler juga telah mengumumkan kemitraan lain, dengan total investasi senilai lebih dari satu miliar Euro. Kala itu, investasi diwujudkan diberbagai layanan, seperti stasiun pengisian listrik (electric vehicle charging), layanan taksi ride-hailing, dan ride sharing.

Saat ini, perjanjian kerja sama pengembangan teknologi masa depan menjadi subjek utama dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua perusahaan. BMW dan Daimler memandang kemitraan mereka sebagai kerja sama strategis jangka panjang. Dan bertujuan untuk membuat teknologi tingkat selanjutnya tersedia secara luas pada pertengahan dekade mendatang.

Demi Mobil Otonom Di Tahun 2024

Seperti dilansir dari laman resmi Daimler, kemitraan strategis akan fokus pada fitur teknologi generasi selanjutnya. Termasuk di dalamnya fitur teknologi bantuan mengemudi (driver assistance) bagi mobil otonom di jalan raya, seperti smart cruise control dan parkir otomatis. Selain itu, juga untuk memenuhi aturan mengemudi di jalan bagi mobil otonom sesuai SAE (Society of Automotive Engineers) Level 4. Dimana SAE Level 4 sendiri didefinisikan sebagai mobil otonom dengan self-driving penuh, tanpa memerlukan campur tangan manusia, tetapi hanya di bawah kondisi yang ditentukan dengan tepat. Bahkan setir (roda kemudi) dan rem tidak perlu ada di dalam mobil.

Mobil AV (Autonomous Vehicles) BMW Dan Mobil otonom Mercedes-Benz (Daimler)
Mobil Otonom BMW Dan Mercedes-Benz (Daimler)

Sementara itu, tidak dalam cakupan pengaturan khusus kemitraan ini, kedua produsen mobil itu juga menjelaskan bahwa pembicaraan terus berjalan. Salah satunya mengenai perluasan kerja sama yang mencakup teknologi mengemudi yang sangat otonom di dalam kota dan di lingkungan perkotaan yang lebih padat.

Meski dikembangkan bersama, teknologi itu bakal diterapkan di mobil masing-masing secara mandiri. Dua raksasa otomotif Jerman ini sudah menemukan kata mufakat. Dimana teknologi baru tersebut bakal diterapkan pada mobil-mobil produksi massal mulai tahun 2024.

Daimler, misalnya, akan meluncurkan pengujian level 4 dan 5 bagi mobil otonomnya di Silicon Valley akhir tahun ini. Dimana pengujian mobil self-driving ini merupakan kemitraan dengan Bosch yang akan diperuntukkan bagi lingkungan perkotaan (urban). Daimler juga berharap mereka akan segera menjual kendaraan serba otomatis (highly automated) di awal tahun 2020-an.

Sedangkan BMW telah membuka Autonomous Driving kampusnya sendiri di Unterschleissheim, Jerman pada tahun 2017. Dan sedang menguji lebih dari 70 AV (autonomous vehicles) yang diuji di seluruh dunia. Mobil otonom produksi pertama BMW dengan teknologi AV (autonomous vehicles) Level 3 akan menjadi BMW iNEXT pada tahun 2021.

Kolaborasi Adalah Solusi

Pada bulan Mei, BMW melaporkan peringatan keuntungan perusahaan dan mereka harus melakukan investasi yang lebih besar dari yang diharapkan. Sedangkan, Daimler mengeluarkan peringatan laba perusahaan pada Juni, dan mengatakan pihaknya perlu menyisihkan ratusan juta euro untuk menutupi regulasi / undang-undang yang semakin ketat pada emisi. Karena regulasi undang-undang emisi yang makin ketat membuat Daimler dan BMW sejak awal tahun ini mengalami penurunan margin dan kesulitan keuangan.

Bekerja sama dianggap menjadi solusi penghematan dan kunci pengembangan teknologi otomotif masa depan. Kedua perusahaan mengatakan kerjasama mereka tidak bersifat eksklusif, dimana hasil pengembangannya akan tersedia bagi produsen manufaktur otomotif lainnya yang berlisensi. Mereka melihat kemitraan lintas produsen manufaktur otomotif kedepannya akan semakin umum terjadi.

Produsen otomotif dari Jerman lainnya yakni Volkswagen, juga sudah memikirkan arah investasi ke teknologi yang didamba banyak pabrikan otomotif di seluruh dunia. Dilaporkan saat ini mereka sedang dalam tahap diskusi terakhir untuk pembentukan aliansi bersama Ford dalam mengembangkan teknologi mobil listrik dan kendaraan otonom. Menurut surat kabar Handelsblatt, kesepakatan itu akan disetujui pada 11 Juli 2019.

Pada bulan Mei lalu, Renault dan Fiat Chrysler Automobiles yang merupakan perusahaan multinasional Italia-Amerika, mengumumkan mereka dalam pembicaraan merger, namun diskusi kemudian dibatalkan.

Beda Transmisi CVT dan Transmisi Matic Biasa

Sama-Sama Transmisi Matic, Ini Beda Transmisi CVT dan Transmisi Matic Biasa!

Saat ini sebagian orang lebih senang menggunakan mobil bertransmisi otomatis (matic) dibandingkan bertransmisi manual. Hal ini tidak mengherankan karena mobil bertransmisi matic memiliki salah satu keuntungan yakni kemudahan dalam pengoperasiannya dan mengurangi resiko kelelahan mengemudi karena tidak memiliki pedal kopling.

Selain sistem pengoperasiannya yang lebih mudah, transmisi matic juga memiliki perpindahan gigi kecepatan yang lebih lembut daripada transmisi manual. Sehingga ketika digunakan, mobil matic memang terasa lebih halus dan nyaman karena Anda tidak akan merasakan hentakan pada saat perpindahan gigi kecepatan seperti layaknya mobil bertransmisi manual. Akibatnya mobil akan terasa berjalan dengan mulus.

Listiyono selaku Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, menjelaskan “Automatic transmission (transmisi matic) merupakan mekanisme perpindahan rasio roda gigi pada transmisi mobil yang bekerja secara otomatis berdasarkan beban, besarnya tekanan pedal gas dan kecepatan mobil itu sendiri. Pada transmisi matic bekerja menggunakan rangkaian planetary gear, sehingga masih memiliki gigi percepatan (gigi 1, 2, dan seterusnya). Namun perpindahan dari gigi 1 ke gigi 2 itu sudah berlangsung secara otomatis. Meski perpindahan gigi berlangsung secara otomatis, namun mobil matic tetap dilengkapi dengan tuas transmisi.”

Sebagai pemilik mobil, Anda perlu mengetahui bahwa ada dua jenis transmisi otomatis yang banyak digunakan pada mobil keluaran terbaru, yaitu transmisi matic tipe Torque Converters dan transmisi matic tipe CVT. Walaupun sudah banyak digunakan masyarakat, namun masih banyak pemilik mobil yang belum bisa membedakan mobil transmisi CVT dan transmisi matic tipe Torque Converters.

“Kedua jenis transmisi otomatis ini memiliki perbedaan yang mendasar pada sistem kerjanya. Tetapi keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membebaskan pengemudi dari mengendalikan kopling dan perseneling,” papar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

1. Transmisi Otomatis CVT

Transmisi otomatis CVT (Continuously Variable Transmission) merupakan sistem transmisi yang tidak memiliki roda gigi rasio (gigi perseneling) seperti pada mobil bertransmisi otomatis konvensional atau mobil bertransmisi manual. Jenis transmisi otomatis CVT ini menggunakan komponen pulley dan sabuk baja (steel belt), sebagai komponen utama penggerak transmisi yang menggantikan roda gigi persneling.

“Pada transmisi CVT untuk posisi gigi kecepatan 1 sampai 4 tetap pada tuas gigi satu, dan tidak perlu memindah tuas perseneling. Transmisi jenis CVT dapat melakukan perubahan gigi rasio menyesuaikan dengan putaran mesin. Sebagai penggantinya digunakan sepasang pulley yakni puli penggerak (drive pulley) dan puli yang digerakkan (driven pulley). Kedua pulley tersebut dihubungkan dengan steel belt (sabuk dari serat baja). Kedua pulley ini memiliki diameter yang bervariasi, sehingga perbandingan gigi pun bisa berubah secara berkelanjutan. Sesuai namanya, transmisi ini mengubah pengaturan secara konstan, sehingga memungkinkan mesin mobil berjalan lebih efisien,” jelas Listiyono ketika ditemui di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Sistem pada transmisi otomatis CVT mampu meminimalisir hentakan saat perpindahan gigi kecepatan. Sehingga CVT diklaim memiliki perpindahan gigi yang sangat halus dan terkadang tidak terasa oleh pengemudi. Selain itu, kelebihan lain dari mobil bertransmisi CVT adalah pengemudi tidak memerlukan putaran RPM tinggi untuk mendapatkan tenaga besar, tetapi hal ini berlaku untuk pemakaian normal seperti di dalam kota.

Transmisi CVT (continuously variable transmission) juga lebih irit bahan bakar jika dibandingkan dengan mobil bertransmisi otomatis AT (torque converters). Karena dengan transmisi CVT ini membuat putaran RPM mobil cenderung jarang tinggi, tetapi tetap bisa menghasilkan tenaga besar. Di Indonesia, ada beberapa mobil yang telah menggunakan transmisi CVT seperti, Honda Jazz, Honda Mobilio, Toyota Yaris, Honda HR-V, Toyota Prius Hybrid, Toyota C-HR, Nissan Grand Livina, Nissan Juke, dan All New Camry. Selain itu untuk mobil jenis Hybrid, sebagian besar telah menggunakan transmisi CVT, karena lebih irit bahan bakar dan lebih halus.

Transmisi Otomatis CVT

2. Transmisi Otomatis AT Torque Converters

Selanjutnya adalah transmisi otomatis AT Torque Converters, dimana sistem kerjanya menggunakan 3 komponen utama yaitu hydraulic control unit, torque converters dan planetary gear. Setiap komponen pada transmisi ini memiliki perannya masing-masing. Pengubah torsi (Torque Converters) terdapat pada mobil transmisi AT, sedangkan pada mobil transmisi manual terdapat kopling. Antara kedua alat ini, memiliki tujuan yang sama dengan cara kerja yang berbeda.

  • Torque Converters (pengubah torsi) berfungsi sebagai kopling layaknya pada mobil bertransmisi manual. Komponen kopling dan torque converters memiliki cara kerja yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama. Torque Converters berfungsi untuk melipatgandakan torsi mesin kendaraan, kemudian mentransfernya melalui roda gigi transmisi ke roda penggerak (drive wheels) yang berada di ujung poros penggerak (drive shaft).
  • Planetary gear set terdiri dari sun gear (roda gigi matahari), planet gears (roda gigi planet), planet gears carrier, dan ring gear (roda gigi cincin). Susunan planetary gear set ini dapat menghasilkan perpindahan gigi dengan berbagai rasio gigi yang berbeda-beda sesuai yang dibutuhkan oleh transmisi untuk mencapai kecepatan yang diinginkan, baik saat mengemudi mundur ataupun saat berjalan normal.
  • “Planetary Gear pada transmisi matic memiliki fungsi yang mirip dengan gigi-gigi rasio pada transmisi manual, yaitu bertugas merubah rasio putaran mesin ke roda. Sehingga sistem transmisi ini identik dengan tuas persneling yang digunakan untuk mengatur gigi kecepatan pada mobil. Contoh mobil yang menggunakan transmisi AT Torque Converters seperti Toyota Yaris, Suzuki Ertiga.” ujar Listiyono ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.
  • Hydraulic Control Unit berfungsi untuk mengontrol kopling, jika pada mobil transmisi manual kopling di kontrol oleh pengemudi melalui pedal kopling, sedangkan pada mobil bertransmisi otomatis torque converters, kopling dikontrol oleh Hydraulic Control Unit.
Kiri Automatic Transmission (AT) dan kanan Continuously Variable Transmission (CVT)

3. Kesimpulan Perbedaan Transmisi CVT dan Transmisi Matic Biasa

Setelah menyimak penjelasan di atas tentang perbedaan transmisi matic tipe Torque Converters dengan transmisi matic tipe Continuously Variable Transmission (CVT), maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

  • Perbedaan dapat dirasakan pada tarikan dan perpindahan gigi kecepatan transmisi, pada mobil bertransmisi CVT tarikan terasa lebih halus, sebab minim atau tidak ada hentakan saat perpindahan gigi kecepatan transmisi.
  • Pada transmisi CVT, setelah melakukan akselerasi untuk menyalip, ketika pedal gas diangkat (tidak ditekan) maka pengemudi tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam lagi karena kecepatan mobil masih terjaga.
  • Transmisi matic CVT menghasilkan perpindahan gigi yang lebih halus dibandingkan transmisi AT torque converters. Selain itu, pada mobil bertransmisi CVT dalam perpindahan gigi akan sedikit mengalami penurunan RPM mesin. Hal ini tentunya membuat transmisi CVT akan lebih irit konsumsi bahan bakarnya dibandingkan dengan transmisi AT torque converters.
  • Mobil bertransmisi CVT mempunyai efek engine brake lebih bagus dibandingkan transmisi matic torque converter. Sistem Transmisi CVT memiliki kemampuan engine break yang cukup kuat yang mana akan cukup membantu pengemudi saat melewati jalan yang menurun Sehingga beban berat dari rem bisa dikurangi.
  • Walau hentakan saat perpindahan gigi masih terasa, performa akselerasi pada mobil bertransmisi matic torque converters cenderung lebih bagus dari mobil bertransmisi CVT. Selain itu biaya perawatan dan perbaikannya pun lebih murah.
  • Akselerasi pada mobil bertransmisi CVT tidak terlalu spontan, karena pada transmisi CVT tenaga yang berasal dari mesin tidak sepenuhnya mengalir ke roda, hal ini disebabkan adanya gesekan antara steel belt dan pulley.

Itulah beberapa perbedaan mobil transmisi CVT dan AT torque converters. Setiap jenis transmisi otomatis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi jika Anda ingin memilih mobil dengan transmisi otomatis harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda.

Sebagai catatan dan penting untuk diingat, pengantian oli transmisi CVT tidak boleh sembarangan, dan harus mengikuti standar oli rekomendasi produsen mobil. Jika penggantian oli tidak sesuai rekomendasi, dijamin CVT Anda pasti akan bermasalah dan bersiap merogoh kocek lebih dalam.

Apabila transmisi manual atau transmisi matic mobil kesayangan Anda mengalami masalah, bengkel Zaini Auto Motor siap memberikan bantuan diagnosa, perawatan maupun perbaikan transmisi matic mobil Anda. Para mekanik profesional bengkel Zaini Auto Motor akan melakukan diagnosa secara tepat dan benar, sehingga perbaikannya pun akan lebih cepat. Yang perlu diingat, biaya servisnya tentunya lebih murah dan hemat dibandingkan dengan servis di bengkel resmi. Tunggu apalagi, percayakan perawatan dan perbaikan mobil kesayangan anda kepada bengkel profesional Zaini Auto Motor.

Manfaat High Mount Stop Lamp

Banyak Yang Belum Tahu, High Mount Stop Lamp Bukan Sekedar Aksesoris Lho!

Mobil keluaran terbaru kebanyakan telah dilengkap dengan kombinasi lampu belakang (rear combination lamp) yang ditambah dengan high mount stop lamp. Sesuai dengan namanya, lampu high mount stop lamp ini terletak dibagian belakang mobil tepatnya dibagian atas pintu bagasi yang biasanya dibuat menyatu dengan spoiler. Kehadiran high mount stop lamp membuat tampilan mobil menjadi lebih stylish, maka tidak heran bila banyak orang yang menganggapnya sebagai sebuah aksesori mobil belaka.

Menurut Listiyono, Kepala bengkel mobil Zaini Auto Motor, “Memang masih banyak orang yang menganggap keberadaan high mount stop lamp hanya sebagai aksesori mobil belaka. Padahal, fungsi komponen lampu belakang ini tidak bisa dianggap remeh. Karena fungsi sebenarnya adalah sebagai fitur keselamatan berkendara.”

Fitur high mount stop lamp sering disebut sebagai alat komunikasi untuk kendaraan. Karena fitur high mount stop lamp sebagaimana lampu rem mobil akan memberikan respons saat pengemudi melakukan pengereman kendaraan, sehingga mencegah terjadinya tabrakan dari belakang. Berdasarkan data keselamatan di Amerika Serikat, dengan penggunaan high mount stop lamp diklaim terdapat penurunan kecelakaan sebesar 35%.

Fitur high mount stop lamp juga sering dikenal dengan lampu rem ketiga (thrid brake lamp). Penempatannya di bagian tengah atas mobil bukan tanpa tujuan, posisinya yang tinggi ini untuk memudahkan pengendara lain yang berada di belakangnya dapat melihat dari jauh. Apalagi bagi mobil yang posisi kemudinya lebih tinggi.

Dengan begitu, saat mobil di depan melakukan pengereman, beberapa mobil yang ada di belakangnya seketika juga akan mendapat informasi dan bisa melihat lebih dahulu. Secara otomatis, beberapa pengendara yang ada di belakangnya akan memiliki waktu respons pengereman yang lebih baik. Sehingga bisa mencegah terjadinya kecelakaan beruntun dari arah belakang.

Namun, penempatan high mount stop lamp ini ternyata tidak boleh sembarangan. Penempatan yang dianjurkan adalah di bagian tengah dan lebih tinggi dibandingkan lampu rem belakang, sehingga membentuk formasi segitiga. Karena posisi formasi segitiga ini ternyata mempunyai dasar psikologis dan obyek visual yang dilihat manusia.

Manusia cenderung memiliki respon pada pola atau formasi segitiga sebagai suatu bentuk peringatan untuk waspada. Oleh karena itu formasi kombinasi lampu rem belakang (rear combination lamp) berpola segitiga ini banyak dijadikan standar bagi pabrikan mobil. Sementara untuk warna, merah menjadi satu-satunya warna cahaya yang boleh dipergunakan. Alasannya karena cahaya warna merah dapat dilihat dari jarak jauh dan warna merah cenderung membangkitkan sifat waspada pada manusia. Ini merupakan aturan baku yang berlaku di hampir seluruh negara termasuk Indonesia.

“Anggapan bahwa fitur high mount stop lamp merupakan aksesori atau hanya sekadar pajangan sangat kurang tepat. Justru di beberapa negara lain, fitur high mount stop lamp diwajibkan ada untuk keselamatan saat berkendara. Karena terbukti fitur high mount stop lamp ini sangat membantu menurunkan angka kecelakaan atau tabrakan dari arah belakang. Dengan adanya fitur high mount stop lamp pada setiap mobil, pengendara di belakang akan lebih responsif untuk mengalihkan arah mobilnya saat terjadi pengereman mendadak, karena sudah mendapat informasi dari high mount stop lamp tadi” ujar Listiyono ketika ditemui di Bengkel Zaini Auto Motor.

Manfaat Center High Mount Stop Lamp
Center High Mount Stop Lamp

Dari segi fungsi yang erat kaitannya dengan masalah keselamatan, seharusnya high mount stop lamp merupakan perangkat wajib pada setiap mobil. Jadi fitur high mount stop lamp lebih dari sekadar aksesori, tapi sudah menjadi fitur wajib yang harus tersemat di bagian atas belakang mobil. Semua mobil produksi terbaru mulai dari mobil kelas atas hingga entry level sekalipun, saat ini telah dilengkapi high mount stop lamp. Contohnya seperti jajaran mobil produk Toyota, mulai dari Land Cruiser, Alphard, Vellfire, Fortuner, Hiace, Toyota Rush, Toyota Yaris, Kijang Innova, Avanza Veloz, dan Agya sebagai produk entry level pun telah dilengkapi fitur high mount stop lamp.

Setiap pengemudi mobil seharusnya sudah harus mengerti kegunaan setiap bagian mobil, mereka harus mengetahui mana yang sekadar aksesori dan mana yang merupakan fitur keselamatan. hal-hal seperti ini memang masih perlu edukasi dan pemahaman bagi pemilik atau pengemudi mobil di Indonesia. Di negara – negara Amerika Utara penggunaan high mount stop lamp sebagai yang pertama di dunia sudah diwajibkan sejak tahun 1986. Kemudian diikuti sebagai standar keselamatan berkendara untuk negara – negara di kawasan Eropa (1998), New Zealand dan Australia (1990) hingga negera – negara Asia.

Mengemudi bukan melulu mengenai kepiawaian seseorang dalam mengendarai mobil, namun juga merupakan bentuk sistem komunikasi dengan pengemudi lain agar terjamin keselamatan bagi semua pengguna kendaraan. Oleh karena itu, fitur-fitur keselamatan dan keamanan pada mobil perlu selalu diperhatikan dan diperiksa kondisinya. Agar semua fitur tersebut selalu dapat menunjang fungsi keselamatan selama berkendara.

Perawatan secara rutin dan berkala pada mobil dapat memperpanjang usia pakai dari setiap komponen mobil dan akan terhindar dari berbagai masalah kerusakan selama perjalanan. Bengkel mobil Zaini Auto Motor adalah salah satu bengkel mobil profesional yang selalu siap melayani kebutuhan pemeriksaan, perawatan dan perbaikan mobil kesayangan Anda. Bengkel mobil Zaini Auto Motor menyediakan berbagai layanan yang memudahkan bagi setiap pemilik mobil untuk dapat melakukan servis secara tepat waktu. Dengan memanfaatkan layanan “Bengkel Mobil Panggilan“, mobil Anda akan mendapatkan layanan servis secara cepat dari para mekanik profesional, kapan pun dan dimana pun Anda menghendakinya. Bengkel mobil Zaini Auto Motor menerapkan standar SOP servis sama seperti bengkel resmi, dilengkapi berbagai peralatan servis terbaru sehingga segala kerusakan dapat diketahui dengan cepat dan tepat. Tunggu apalagi, buktikan sekarang juga!

Fungsi Garis-Garis Defogger Kaca Belakang Mobil

Ternyata Ini Fungsi Garis-Garis Di Kaca Belakang Mobil, Bukan Cuma Hiasan Lho!

Pernahkah Anda memperhatikan kaca mobil bagian belakang yang terdapat garis-garis horizontal berwarna kecokelatan? Ternyata banyak pemilik mobil sering salah sangka dan mengira bahwa garis-garis tersebut hanyalah stiker biasa sebagai variasi hiasan kaca. Namun, tahukah Anda bahwa garis-garis horizontal tersebut sebenarnya adalah fitur defogger?

Sesuai namanya, defogger merupakan fitur penghilang embun ketika mobil melaju pada daerah bertemperatur dingin atau saat terjadi hujan. Defogger ini sangat berguna untuk menjamin visibilitas (jarak pandang) pengemudi saat berkendara. Tanpa fitur defogger, mobil yang melaju saat turun hujan sering muncul embun pada kaca mobilnya. Tentu saja hal ini akan mengganggu visibilitas (jarak pandang) yang menjadi faktor terpenting untuk menjamin keselamatan pengendara mobil.

Listiyono, selaku kepala bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Saat kita berkendara tanpa AC di tengah guyuran hujan, pandangan sering kali buram karena timbulnya embun, terutama ke arah belakang mobil. Dengan adanya fitur defogger akan dapat meminimalisir terjadinya embun, bahkan mencegah terjadinya embun pada kaca mobil yang dapat mengganggu penglihatan pengemudi. Kaca mobil bisa berembun karena terjadi perbedaan temperatur di dalam kabin dan lingkungan luar. Ketika udara luar lebih dingin daripada di dalam kabin, maka akan terjadi kondensasi sehingga embun dapat mudah muncul. Contoh sederhananya pada gelas yang diisi air dingin, embun akan muncul dengan sendirinya di permukaan luar gelas. Hal ini karena temperatur air dalam gelas lebih rendah dari udara sekitar.”

Meskipun setiap mobil telah memiliki fitur defogger, tetapi tidak jarang banyak yang masih kebingungan, bahkan tidak mengerti letak dari defogger. Defogger pada umumnya memiliki tombol yang terletak di dekat pusat kontrol AC mobil.

Defogger sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu defogger kaca depan dan kaca belakang. Pada kaca depan defogger akan bekerja dengan cara hembusan udara panas dari kipas blower AC yang disalurkan ke ventilasi pada dashboard. Ventilasi yang terletak tepat di bawah kaca depan akan mengarahkan udara panas ke kaca untuk membersihkan embun. Kemudian udara akan disinkronkan dengan temperatur di dalam kabin saat itu. Wiper tidak dapat membantu menjernihkan embun di bagian dalam mobil, untuk itu memerlukan fitur deffogger ini.

Pada kaca bagian belakang, cara kerja defogger lebih sederhana. Garis-garis horizontal yang menempel pada kaca merupakan elemen pemanas. Sistem defogger akan memanaskan elemen pemanas yang berfungsi sebagai kondensator panas, sehingga panas yang dihasilkan akan lebih cepat menghilangkan embun dari kaca. Defogger pada kaca belakang memiliki cara kerja yang hampir mirip dengan kompor listrik atau kompor induksi yang menghasilkan energi panas. Defogger akan menyalurkan panas ke elemen panas untuk diinduksikan ke seluruh permukaan kaca. Meski mengantarkan panas dari listrik, saat disentuh dengan tangan, kaca tidak akan terasa panas.

Tombol Defogger penghilang embun Kaca Mobil
Tombol Fitur Defogger Kaca Depan dan Belakang

“Keberadaan defogger akan sangat bermanfaat di musim hujan seperti saat ini, atau ketika Anda sedang berada di kawasan pegunungan. Defogger untuk kaca depan biasanya disimbolkan dengan gambar jendela melengkung (curved window) yang dilintasi oleh tiga panah bergelombang, sedangkan pada kaca belakang disimbolkan dengan gambar persegi panjang yang dilintasi tiga panah bergelombang,” ujar Listiyono di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Beberapa mobil telah memiliki fitur defogger otomatis yang dapat menyala sendiri ketika kelembaban di dalam kabin terlalu tinggi. Fitur ini akan membantu membersihkan embun pada kaca secara otomatis, dan pengemudi tidak perlu menekan tombol apa pun. Defogger dapat menjaga pandangan pengemudi agar tetap jelas saat berkendara, tanpa fitur ini pengemudi bisa mengalami kesulitan melihat ke arah luar mobil. Jika tepian kaca mobil mulai berkabut atau berembun, nyalakan defogger sebelum embun menutupi seluruh kaca.

Perlu diingat bahwa defogger tidak disarankan digunakan secara terus menerus. Karena penggunaan defogger secara terus menerus bisa menyebabkan kaca mobil retak. Hal ini menyebabkan kaca dapat memuai akibat perubahan temperatur yang ditimbulkan garis-garis elemen kawat pemanas tersebut.

Selain itu, defogger merupakan komponen yang membutuhkan arus listrik yang cukup besar pada sistem kelistrikan mobil. Penggunaan secara terus-menerus akan membuat aki harus menyuplai arus listrik ekstra, dan bila tidak dikontrol akan menyebabkan aki mobil cepat lemah. Pengemudi tidak perlu menyalakan defogger jika kaca belum berembun, karena hanya membuat daya listrik Aki mobil terbuang sia-sia. 

Dengan memahami fungsi utama defogger pada kaca belakang, tentu Anda tidak akan meremehkan garis-garis kecokelatan di kaca belakang mobil. Keberadaan defogger pada kaca belakang pastinya akan menjamin visibilitas berkendara saat melaju dengan mobil kesayangan Anda.

Setiap komponen mobil tentunya memerlukan perawatan secara berkala, agar tidak terjadi masalah ketika di tengah perjalanan. Kesibukan kadang kala membuat pemilik mobil lalai dalam melakukan perawatan mobil kesayangannya. Bengkel mobil Zaini Auto Motor mempunyai layanan service panggilan yang akan membantu memudahkan Anda melakukan perawatan dan perbaikan mobil Anda. Para Mekanik profesional siap mendatangi Anda dimanapun dan kapanpun Anda memerlukan perawatan mobil Anda. Selamat Mencoba..!

Fitur Canggih Pada Mobil Yang Jarang Digunakan

Mubazir, Ini 4 Fitur Canggih Pada Mobil Yang Jarang Digunakan

Seiring berkembangnya teknologi, pabrikan mobil pun mengembangkan berbagai inovasi teknologi dan saling berlomba menambahkan berbagai fitur canggih yang ditujukan untuk meningkatkan nilai keamanan dan kenyamanan, sekaligus memanjakan para pengemudi dan penumpangnya. Namun sangat disayangkan, ternyata banyak fitur mobil yang fungsinya tidak optimal karena jarang digunakan sehingga mubazir, sebab kurang sesuai dengan karakteristik dan kondisi di Indonesia.

Sebagai pemilik mobil apakah Anda mengetahui semua fungsi fitur yang ada di mobil Anda? Apakah semua fitur tersebut sering Anda gunakan untuk menunjang aktivitas selama berkendara?

Agus Tri Ariyanto Selaku General Service Advisor Bengkel mobil Zaini Auto Motor, mengatakan, “Berdasarkan pengalaman saat melayani para pelanggan kami, ternyata tidak semua pemilik mobil mengetahui fungsi dan manfaat fitur-fitur canggih yang ada di mobilnya. Hal tersebut dikarenakan para pemilik mobil ini jarang membaca manual book (buku petunjuk) mobil terkait perawatan, servis dan pemanfaatan semua fitur kelengkapan mobil. Mungkin dikarenakan kesibukan sehingga malas membaca manual book dan lebih memilih untuk bertanya langsung pada ahlinya, atau lebih suka mencari informasi di Internet terkait fitur mobil saat mulai terjadi kerusakan.”

1. Rear Seat Belt

Saat Anda menjadi penumpang dan duduk di jok belakang, apakah Anda secara sadar menggunakan rear seat belt (sabuk pengaman) ataukah justru Anda mengabaikan penggunaan rear seat belt?

Kebanyakan fitur rear seat belt (Sabuk pengaman jok belakang) ini memang jarang digunakan oleh penumpang. Padahal secara fungsi dan tujuannya tentu tidak berbeda dengan seat belt (sabuk pengaman) di barisan pengemudi, yaitu untuk meminimalisir cedera saat terjadi kecelakaan.

Menurut riset terbaru IIHS (Insurance Institute for Highway Safety), ditemukan fakta masih banyaknya orang dewasa sekitar 72-80 persen mengabaikan penggunaan menggunakan rear seat belt (Sabuk pengaman jok belakang) saat menumpang mobil.

IIHS mengatakan, riset mereka Ini membuktikan bahwa masih banyak yang menganggap remeh manfaat dari penggunaan rear seat belt di jok belakang. Padahal ini merupakan fitur keselamatan yang paling standar bagi penumpang. Banyak yang masih menganggap jika kursi penumpang baris kedua atau ketiga lebih aman dibandingkan baris pertama.

“Banyak yang masih salahpaham tentang mengapa sabuk pengaman itu begitu penting bagi setiap pengendara mobil, dimanapun posisi penumpang itu berada. Dahulu posisi jok belakang memang dirasa lebih aman. Namun, seiring berjalannya waktu risiko bahaya yang diterima semakin tinggi, sehingga sama saja dengan posisi duduk di jok baris depan.” ujar Agus Tri Ariyanto di bengkel mobil Zaini Auto Motor.

Penumpang di baris belakang yang tidak menggunakan seat belt mempunyai resiko cedera tiga kali lebih besar bila dibandingkan jika menggunakan seat belt. Walaupun saat ini mobil-mobil keluaran terbaru sebagian besar telah dilengkapi fitur keselamatan tambahan berupa side airbag yang dipasang dibagian samping penumpang belakang, itu pun tidak menjamin keselamatan hingga 100 persen.

2. Heater

Komponen AC (air conditioner) selain berfungsi untuk mendinginkan udara di dalam kabin mobil, ternyata di dalam komponen AC mobil ini juga terdapat Heater. Komponen heater ini memiliki fungsi yang berkebalikan dengan AC, yakni untuk memanaskan udara di dalam kabin mobil saat cuaca dingin. Heater mendapatkan panas yang berasal dari saluran radiator pada mesin mobil. Ketika udara melewati heater maka akan berubah menjadi panas, kemudian dihembuskan oleh blower ke dalam kabin.

Fitur heater ini sering ditemukan pada mobil di negara dengan empat musim, salah satunya musim dingin, sehingga fitur heater ini sangat cocok dan dibutuhkan untuk menghangatkan temperatur kabin mobil. Sedangkan di Indonesia yang beriklim tropis dan cenderung lebih sering panas, maka fitur AC (air conditioner) yang lebih banyak digunakan. Namun, untuk jenis mobil completely build up (CBU) yang dipasarkan di Indonesia biasanya juga disematkan fitur heater pada jok atau lingkar kemudi.

3. ISOFIX pada Jok Mobil

ISOFIX (International Standard Organizations FIX), yaitu merupakan standart keselamatan internasional yang harus ada pada setiap mobil. ISOFIX biasanya terletak di bagian bawah sandaran tempat duduk (jok) penumpang di baris kedua. Di negara – negara benua Eropa, Amerika, Australia, bahkan negara Brasil, sudah mewajibkan penggunaan child safety seat / child seat untuk setiap pengendara mobil yang berpergian bersama anak-anak.

Fungsi ISOFIX bukan hanya sebagai pengait child safety seat, tetapi juga untuk mencegah terjadinya cedera fatal pada anak-anak apabila terjadi benturan atau kecelakaan mobil. Fitur ISOFIX ini ada karena postur tubuh anak belum sesuai dengan standar keselamatan saat menggunakan seat belt (sabuk pengaman) mobil. Saat terjadi kecelakaan atau benturan di bagian depan mobil pada kecepatan sedang atau tinggi, maka bagi penumpang yang tidak memakai sabuk pengaman bisa terpental ke depan. Apabila hal ini terjadi, tentu saja akan mengakibatkan cedera serius bahkan kematian pada penumpang di belakang.

Sayangnya child safety seat ini belum begitu populer digunakan di Indonesia. Padahal hampir semua mobil produksi terbaru di Indonesia sudah dibekali dengan fitur keselematan ISOFIX ini.

4. Cruise control

Saat Anda mengendarai mobil produksi terbaru, pernahkah melihat fitur cruise control di roda kemudi mobil Anda? Fitur cruise control merupakan teknologi canggih dan terbaru khususnya pada mobil. Banyak pengemudi berpendapat bahwa fitur cruise control ini mampu memberikan kenyamanan saat berkendara. Pernahkah Anda menggunakan fitur cruise control ini?

Ketika Anda mengendarai mobil untuk melakukan perjalanan jauh, biasanya akan menyebabkan Anda cepat lelah. Apalagi jika harus menampuh jarak ratusan kilometer. Kaki akan terasa kaku dan pegal ketika harus menekan pedal gas dan pedal rem terus menerus. Maka dari itu penggunaan fitur cruise control merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Cruise control juga sering dikenal dengan nama autocruise atau speed control, tetapi fungsinya tetap sama saja.

Agus Tri Ariyanto ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Cruise control merupakan teknologi baru yang diterapkan pada mobil, yang memiliki fungsi untuk mengontrol dan menstabilkan kecepatan mesin tanpa perlu menekan pedal gas. Cruise control ini memungkinkan mobil tetap berjalan dengan kecepatan konstan / stabil tanpa perlu menekan pedal gas, Pengemudi cukup fokus mengendalikan kemudi saja. Pengemudi pun juga bisa mengatur kecepatan mobil sesuai dengan yang diinginkannya.”

Di Indonesia fitur cruise control ini sangat jarang digunakan, mengingat kondisi lalu lintas yang cukup padat dan banyaknya pengemudi yang belum bisa membedakan lajur cepat dan lambat. Akan tetapi kedepannya bisa sangat berguna, terutama saat melewati jalan bebas hambatan, misalnya Tol Trans Jawa.

Setiap produsen mobil mempunyai aturan batas kecepatan minimal dalam menggunakan cruise control, biasanya dibatasi minimal 40 km/jam. Sedangkan untuk mengaktifkan fitur cruise control, pengemudi terlebih dahulu harus memacu mobilnya sesuai kecepatan yang diinginkan, misalnya 70 km/jam. Kemudian, pengemudi harus menekan tombol cruise control, maka mobil pun dengan sendirinya akan mempertahankan kecepatan dengan stabil pada kecepatan tersebut tanpa perlu disertai injakan pedal gas lagi.

Menurut Anda fitur canggih apa lagi yang jarang digunakan para pengendara mobil di Indonesia, selain yang sudah disebutkan di atas?

Fungsi Headrest pada Mobil

Wajib Tahu, Headrest Bukan Cuma Buat Sandaran Kepala. Ini Fungsi Utamanya

Sandaran kepala (Headrest) merupakan salah satu komponen yang selalu melekat pada jok tempat duduk mobil. Masih banyak pengendara yang menganggap bahwa headrest hanya berfungsi sebagai penunjang kenyamanan pengendara semata. Disisi lain, meskipun komponen headrest ini sangat sederhana tapi memiliki fungsi yang sangat besar.

Belum banyak yang tahu jika headrest (head restraint) sebenarnya memiliki fungsi yang sangat vital bagi keselamatan pengemudi maupun penumpang mobil. Keberadaan headrest yang melekat pada jok mobil, bukan sekadar sebagai sandaran kepala atau bantalan tidur penumpang saja.

Listiyono selaku Kepala Bengkel Zaini Auto Motor menjelaskan, “Headrest itu kepanjangan dari head restraint memiliki pengertian penahan kepala. Jadi bukan berfungsi untuk rest (sandaran), melainkan untuk sebagai penahan bagian kepala. Tujuan produsen mobil menghadirkan headrest pada setiap jok mobil, tidak lain adalah untuk menghindari terjadinya cedera kepala bagian belakang dan cedera leher (whiplash) saat terjadi benturan atau mobil mengalami kecelakaan. Efek dari benturan memungkinkan adanya pergerakan kepala dari depan ke belakang secara tiba-tiba. Selain itu headrest (head restraint) dapat digunakan sebagai alat bantu saat pengemudi atau penumpang terjebak di dalam mobil.”

1. Penahan Kepala Saat Terjadi Benturan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap setiap pengendara mobil berpotensi mengalami kecelakaan. Pada saat terjadi benturan tunggal atau antar sesama mobil, maka memungkinkan secara refleks kepala pengendara mobil akan mengayun searah laju mobil, kemudian kembali lagi ke belakang. Apabila benturan yang terjadi cukup keras, maka gaya ayunan yang mnenimpa kepala pun juga cukup cepat dan keras. Hal itu tentunya dapat mengakibatkan cedera leher (whiplash), cedera kepala hingga berakibat meninggal dunia.

Namun, dengan adanya headrest (head restraint), maka gaya ayunan akibat benturan atau kecelakaan yang akan diterima kepala dan leher dapat ditahan secara sempurna, sehingga kepala dan leher dapat kembali pada posisi semula. Dengan demikian cedera serius pada leher dan kepala dapat dihindarkan, karena headrest mampu menopang kepala secara baik saat terjadi kecelakaan.

2. Alat Bantu Darurat

Pada mobil-mobil keluaran terbaru headrest tak hanya sebagai penahan kepala. Desain headrest memiliki dua besi penyanggah, dan dapat dilepas dari dudukannya, ini dapat berfungsi sangat penting pada kondisi darurat. Namun, untuk fungsi yang satu ini masih banyak pengemudi dan pengendara mobil yang belum mengetahuinya. Apakah Anda tahu fungsi dari kedua besi penyanggah headrest itu?

Pengendara mobil dapat melepas besi penyangga headrest dari dudukannya di jok mobil, dengan cara menekan tombol pengunci yang terdapat di sekitar ujung headrest. Dalam keadaan darurat, misalnya saat mobil terbakar, mobil tenggelam di dalam air, atau kecelakaan yang membuat pengendara terjebak di dalam mobil, maka besi penyangga headrest ini dapat digunakan untuk memecahkan kaca mobil. Caranya dengan menyelipkan dua besi penyangga tersebut diantara trim pintu dan kaca. Jika besi penyangga tersebut sudah menancap dengan tepat, tinggal menekan headrest ke bawah dengan kuat dan kaca mobil pun akan pecah.

Ini dapat terjadi karena kaca mobil dibuat untuk menahan benturan secara langsung dan tegak lurus terhadap bidang kaca. Tetapi kaca akan jauh lebih rapuh jika ditekan, dibengkokkan (dilenturkan) atau dengan memukul di sepanjang tepian kaca.

3. Atur Posisi Headrest

Meskipun pada setiap mobil posisi headrest telah terpasang dan diatur sedemikian rupa oleh produsen mobil, bukan berarti setiap pengendara atau penumpang mobil tidak dapat mengatur ulang posisi headrest yang disesuaikan dengan postur tubuhnya. Namun, paling tidak, perubahan yang dilakukan pun perlu mengikut standar baku keselamatan yang telah ditentukan.

Mengatur Posisi Headrest Yang Benar

Setiap pengemudi dan penumpang mobil dapat menyetel dan mengatur ulang posisi headrest dengan menyesuaikan postur tubuhnya. Sebaiknya posisi headrest sejajar dengan telinga, jangan sampai posisinya melebihi atau berada di bawah telinga. Jika hal itu dilakukan, headrest tak dapat berfungsi dengan maksimal. Selain itu jarak antara kepala dan sandaran sebisa mungkin tidak lebih dari 10 cm (4 inchi).

“Dalam mengatur atau melakukan penyetelan Headrest itu juga ada aturannya, agar headrest dapat berfungsi secara maksimal. Headrest pada kebanyakan mobil keluaran terbaru sifatnya dapat diatur (adjustable). Tetapi meskipun adjustable, posisi headreast tetap harus sesuai dengan aturan keselamatan. Jangan menyetel headrest terlalu tinggi atau terlalu rendah. Selain itu dianjurkan agar tidak menggunakan bantal-bantal aksesori pada bagian headrest. Karena dapat menghambat fungsi headrest, sehingga tidak optimal dan malah membahayakan jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.” sambungnya Listiyono ketika ditemui di bengkel Zaini Auto Motor.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan mengutamakan faktor keselamatan pengendara, maka beberapa pabrikan mobil membuat headrest aktif. Apa itu headrest aktif? Posisi sandaran kepala (headrest) yang dapat ikut bergerak ketika terjadi benturan. Misalnya, ketika mobil mengalami benturan, menabrak sesuatu atau ditabrak dari belakang, maka posisi headrest akan ikut bergerak ke depan.

Dengan adanya kombinasi headrest aktif, tentunya akan mengurangi risiko cedera serius. headrest aktif juga diyakini mampu mengurangi 10-20% cedera leher, karena ketika terkena benturan atau ditabrak dari belakang, headrest akan aktif bergerak bersamaan dengan pergerakan kursi atau mobil.

Demi menunjang keselamatan berkendara setiap pengendara mobil, maka optimalkanlah fungsi headrest dengan baik. Sandaran kepala (headrest) akan berfungsi optimal jika disertai bersama alat keselamatan inti lainnya yaitu sabuk pengaman. Dengan memakai sabuk pengaman berarti tubuh diposisikan menempel sempurna pada jok, termasuk bagian leher tepat di depan headrest (head restraint). Jadi, jangan sepelekan fungsi sandaran kepala atau headrest (head restraint) ini.

Kelebihan dan Kekurangan Keyless Entry Mobil

Ini Kelebihan Dan Kekurangan Keyless Entry Mobil

Berbagai produsen mobil beberapa tahun belakangan ini selalu menyematkan fitur keyless entry pada mobil keluaran terbarunya untuk menggantikan sistem kunci manual. Hal ini berarti mulai banyak pabrikan meninggalkan kunci manual dan menggantinya dengan teknologi transmitter (remote). Fitur keyless entry kini telah diaplikasikan pada mobil-mobil terbaru dengan harga relatif terjangkau, seperti Suzuki Ignis, Mitsubishi Xpander, Nissan New Livina, Toyota Veloz, Toyota Rush, dan Daihatsu Terios.

Keberadaan fitur keyless entry ini membuat pemilik mobil tidak perlu lagi memutar anak kunci, untuk membuka pintu ataupun saat menghidupkan dan mematikan mesin mobil. Keyless Entry dalam berbagi pabrikan mobil mempunyai keunggulan masing-masing, seperti cukup mendekatkan keyless entry maka secara otomatis dapat membuka dan menutup pintu mobil. Sebaliknya, jika pemilik mobil hendak keluar dari mobil, maka pintu mobil akan dapat tertutup dan mengunci secara otomatis.

Kepala Bengkel Zaini Auto Motor, Listiyono mengatakan: “fitur keyless entry bukan teknologi baru, tetapi memang baru marak disematkan pada mobil keluaran terbaru. Hampir seluruh pabrikan mobil sudah mengadopsi fitur pintar ini, karena dengan penggunaan kunci model keyless entry lebih memberikan kenyamanan bagi para pemiliknya. Cukup dengan mendekatkan remote keyless entry, selanjutnya tinggal menekan tombol pada handle maka kunci pintu mobil akan terbuka. Begitu juga saat menghidupkan dan mematikan mesin mobil, cukup dengan sentuhan jari pada fitur start/stop button. Dengan keyless entry, pemilik mobil tidak direpotkan lagi dengan kebiasaan membawa anak kunci mobil.”

Mobil yang telah dilengkapi dengan keyless entry, tidak terlalu sulit untuk menghidupkannya. Untuk mobil bertransmisi matik, cukup dengan menginjak rem saja baru kemudian tekan start/stop button. Sedangkan untuk mobil bertransmisi manual, perlu disertai injakan pedal kopling, kemudian tekan start/stop button.

Di balik berbagai keuntungan yang didapat dalam penggunaan keyless entry, ternyata terdapat kelemahannya. Beberapa diantaranya adalah :

  • Sistem Keyless Entry ini sangat tergantung pada baterai, jika baterai dalam keadaan lemah / habis, maka sistem keyless entry tidak akan berfungsi dan berakibat repotnya sang pemilik karena harus mengoperasikan secara manual.
  • Gangguan frekuensi pada remote (transmitter) sehingga pengemudi kesulitan dan butuh waktu lebih lama saat membuka dan mengunci pintu.
  • Mesin mobil tidak akan mati ketika transmitternya (remote) dibawa keluar, tetapi teknologi terbaru dari Keyless Entry punya semacam alarm peringatan bagi pengamudi jika mobilmya belum dimatikan. Dalam beberapa kasus sebelumnya karena ketidakpemahaman mengenai hal ini, kemudian berujung fatal. Mengingat suara mesin mobil yang semakin senyap, ketika mobil diparkir di garasi rumah, membuat pengemudi sering lupa mematikan mesin dan begitu saja masuk ke dalam rumah, tanpa menyadari bahwa mesin mobil masih menyala. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, bisa berakibat fatal karena menghirup karbon monoksida di dalam ruang tertutup.
  • Beberapa kasus di negara lain, fitur keyless entry sangat mudah diretas dengan berbekal software dan perangkat murah yang bisa dibeli secara online. Modus peretasan dan pencuri ini menggunakan sebuah perangkat yang dapat memperpanjang sinyal remote. Selanjutnya, perangkat tersebut akan memanipulasi sinyal frekuensi remote, sehingga membuat pemilik mobil seolah-olah berada di dekat kendaraan. Hal ini membuat keyless entry akan terkecoh dan mengenalinya sebagai kunci yang valid. Beberapa pabrikan mobil mencoba meningkatkan keamanan pada keyless entry mereka dengan menambahkan sensor gerak ke kunci utama. Sensor gerak tersebut bertujuan untuk menjaga kendaraan mereka dari gangguan sinyal apa pun.

“Permasalahan paling sering terjadi pada fitur keyless entry adalah baterai yang melemah atau habis. Jika hal ini terjadi jangan khawatir, mobil masih tetap dapat dinyalakan. Remote keyless entry masih terus menyimpan sinyal berfrekuensi rendah meski baterai habis atau saat terjadi gangguan karena frekuensi lain. Cara mengatasinya yaitu dengan menempelkan remote (transmitter) pada tombol start/stop, tunggu sampai terdeteksi oleh reciever hingga ada lampu indikator menyala. Selanjutnya mobil bisa dinyalakan seperti biasa dengan menekan tombol start/stop dan disertai menginjak pedal Rem atau pedal kopling,” ujar Listiyono di bengkel Zaini Auto Motor.

Pada beberapa pabrikan mobil sudah mulai mengakomodasi fitur pengaman pada keyless entry, apabila pengemudi lupa mematikan mesin mobil dan kunci utama tidak ada di dalam kendaraan, maka selain ada alarm pengingat, juga memungkinkan mesin akan mati secara otomatis jika mobil dalam kondisi idle selama 15-30 menit.

Selain itu beberapa mobil modern, saat ini memanfaatkan remote keyless entry tidak hanya berguna sebagai buka-tutup pintu secara otomatis dan menghidupkan-mematikan mesin. Bahkan keyless entry yang ada pada mobil pabrikan BMW dan Mercedes benz, bisa digunakan untuk memarkirkan mobil secara otomatis dan memeriksa kondisi disekitar mobil. Bisa jadi kedepannya penggunaan aplikasi smartphone akan lebih fleksibel, sehingga pengendara tidak perlu banyak mengantongi remote keyless entry dalam saku celana atau baju.

Apabila terdapat kerusakan atau masalah pada sistem keyless entry ini, dan Anda tidak mampu mengatasi sendiri, maka alangkah baiknya segera hubungi bengkel aksesoris mobil terdekat atau bengkel panggilan terdekat. Karena tidak sembarang bengkel mampu mengatasi masalah pada keyless entry ini. Bengkel Zaini Auto Motor merupakan salah satu bengkel yang melayani perbaikan dan perawatan untuk berbagai macam mobil pabrikan Eropa maupun Asia. Dengan peralatan yang canggih dan mekanik profesional maka segala kerusakan mobil bisa teratasi dengan cepat dan mudah, termasuk kerusakan sistem keyless entry.

  • 1
  • 2

Zaini Auto Motor

Kerja sama

Perawatan & perbaikan mobil untuk perusahaan / institusi bisa sangat lebih murah jika kerja sama dengan kami. Silahkan kontak Customer Support kami 08112959043 atau kirim email ke [email protected]

Karir

Jika anda seorang yang ulet, rajin dan visioner. Bergabunglah bersama kami, silahkan kirim lamaran pekerjaan ke [email protected]

Zaini Auto Works

  • Kantor : 02716881003‬

  • Customer Service : 08112959043‬

  • Service Advisor : 081548519005‬

  • Palur wetan RT 3 RW 5, Palur, Mojolaban, Sukoharjo. Jawa tengah. Indonesia. 57554

  • Jl. Laksda Adisucipto No.80, Ambarukmo, Caturtunggal, Kec. Depok, Sleman, Yogyakarta. 55281

  • Jl. Simpang Lima No.1, Pekunden, Semarang. 50134

Lokasi